Anda di halaman 1dari 17

KELOMPOK II

DEFENISI
Bronkopneumonia adalah peradangan yang terjadi pada jaringan paru melalui cara penyebaran langsung melalui saluran pernapasan atau melalui hematogen sampai ke bronkus.

ETIOLOGI
Penyebab tersering bronkopneumonia pada anak adalah pneumokokus .

PATOFISIOLOGI
Patofiolosgi dari bronkopneumonia adalah kuman masuk kedalam jaringan paru paru melalui saluran pernapasan dari atas untuk mencapai bronchioles dan kemudian alveolus sekitarnya. Kelainan yang timbul berupa bercak konsolidasi yang tersebar pada kedua paru-paru, lebih banyak pada bagian basal.

GAMBARAN KLINIS
Bronkopneumonia biadanya didahului oleh infeksi traktus respiratorius bagian atas selama beberapa hari. Suhu tubuh dapat naik sangat mendadak sampai 39-40 C dan kadang disertai kejang karena demam yang tinggi.

PENANGANAN
Pemberian antibiotic penisilin 50.000 U/KgBB/hari
Koreksi gangguan asam basa dengan pemberian oksigen

dan cairan intravena Pemberian makanan emteral

KOMPLIKASI
Atelektasis
Abses paru Empisema

Endokarditis
Meningitis

KONSEP KEPERAWATAN
PENGKAJIAN Yang perlu dikaji yaitu : Usia Keluhan utama Riwayat penyakit terdahulu Pemeriksaan fisik Penegak diagnosis

DIAGNOSA
Pola napas tidak efektif
Takut/cemas Bersihan jalan napas tidak efektif

Resiko infeksi
Intoleransi aktifitas Nyeri Perubahan proses keluarga

INTERVENSI
Dx.1 Pola Napas Tidak Efektif Tindakan : Aturlah posisi dengan memungkinkan ekspansi paru maksimum dengan semi fowler atau kepala agak tinggi kurang lebih 30 Hindari pakaian anak yang terlalu ketat. Berikan bantal atau sokongan agar jalan napas memungkinkan tetap terbuka. Berikan oksigenasi sesuai dengan kebutuhan anak

Dx.2 Takut/ Cemas Tindakan : Jelaskan prosedur atau tindakan yang akan dilakukan serta ciptakan hubungan dengan anak dan orang tua. Berikan kenyamanan pada lingkungan anak seperti digendong, atau mengayun, membelai dan memberikan music. Libatkan orang tua dalam memberikan perawatan sehingga anak merasakan ketenangan.

Dx.3 Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif. Tindakan : Atur posisi dengan tubuh sejajar yang dapat membuat ekspansi paru. Lakukan penghisapan sekresi jalan napas. Bantu anak untuk memgeluarkan sputum atau latih batuk secara efektif bila sudah mengerti. Lakukan fisioterapi dada.

Dx.4 Resiko Infeksi Tindakan Isolasikan anak untuk mencegah penyebaran infeksi bosokomial. Pertahankan lingkungan yang aseptic. Berikan antibiotic yang sesuai untuk mencegah infeksi lanjut. Berikan diet yang seimbang.

Dx.5 Intoleransi Aktifitas Tindakan Bantu anak dalam melakukan aktivitas yang sesuai dan berikan aktivitas yang menyenangkan sesuai dengan kemampuan dan minat anak. Anjurkan anak untuk beristirahat sesuai dengan kondisi yang sesuai. Berikan lingkungan yang tenang.

Dx.6 Nyeri Tindakan : Berikan kompres panas atau dingin pada daerah yang sakit. Berikan analgesic sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada anak. Berikan aktifitas pengalihan sesuai dengan kondisi dan kemampuan anak.

Dx.7 Perubahan proses keluarga. Tindakan Kaji perasaan keluarga dan masalah yang terjadi pda anak. Jelaskan tentang terapi yang dilakukan serta perilaku pada anak. Berikan dukungan pada keluarga.

SEKIAN DAN TERIMA KASIH