Anda di halaman 1dari 2

V.

2 Pembahasan Khusus ANALISA PERHITUNGAN Q, Fc, dan Nc PROSES 1 KASAR (f1) 2 3


1 Q (mm/mnt) 101736 44509.5 20601 6782.4 2967.3 1373.436 Fc (kN) Nc (kW)
4.91724 2.151293 0.995741 0.327816 0.14342 0.066383

52.2 13.05 7.83


3.48 0.87 0.522

HALUS (f2)

2 3

Pada pengerjaan kasar masing-masing kapasitas geram yang terbuang pada saat pemotongan berturut-turut dari proses 1 sampai proses 3 yaitu 101736 (mm/mnt) , 44509.5 (mm/mnt) , 20601 (mm/mnt) . kemudian pada pengerjaan halus, hasil yang didapatkan untuk kapasitas geram yang terbuang dari perhitungan yang dilakukan yaitu pada proses 1 6782.4 (mm/mnt) , kemudian pada proses 2 adalah 2967.3 (mm/mnt) , dan pada proses 3 yaitu 1373.436 (mm/mnt). Hal ini menunjukkan bahwa pada pengerjaan kasar, kapasitas geram yang terbuang lebih banyak atau lebih besar dari pengerjaan halus. Hal ini disebabkan karena pada pengerjaan kasar proses bubut yng terjadi pengerjaannya lebih kasar dan tidak memperhatikan halus tidaknya benda kerja yang dilakukan pengerjaan. Hal ini berbeda dengan pada pekerjaan halus yang pengerjaannya lebih halus dan memperhatikan kehalusan dari benda kerja, maupun dari kerapiannya. Kemudian yang dapat kita perhatikan baik pada pengerjaan kasar maupun pada pengerjaan halus adalah kapasitas geram yang yang terbuang berturutturut dari proses pertama hingga proses ketiga, kapasitas geram yang terbuang pada proses mesin turning (pembubutan) semakin kecil atau semakin sedikit. Hal ini terjadi karena diameter dari benda kerja sendiri yang sedang dilakukan pengerjaan mesin bubut semakin kecil Karena sebagian dari dimensi benda kerja dihilangkan.

Selanjutnya pada gaya potong yang terjadi selama proses pembubutan pada pengerjaan kasar maupun pekerjaan halus, berturut-turut gaya potongnya semakin kecil dari proses pertama hingga ke proses ketiga. Masing-masing nilai yang didapatkan padea pekerjaan kasar yaitu 52.2 kN , lalu 13.05 kN, dan 7.83 kN. Kemudian pada pengerjaan halus adalah 3.48 kN untuk proses 1, 0.87 kN untuk proses 2, dan 0.522 kN untuk proses ketiga. Sama dengan penjelasan mengenai kapasitas geram yang terbuang bahwa pada gaya potong untuk pengerjaan kasar lebih besar dibanding dengan pada pengerjaan halus. Kemudian terakhir pada daya potong untuk proses pembubutan didapatkan nilai dari perhitungan yang telah dilakukan adalah 4.91724 kW, 2.151293 kW, 0.995741 kW, dan 0.995741 kW untuk pengerjaan kasar. Sedangkan pada pengerjaan halus, nilai yang didaptkan yaitu 0.327816 kW, 0.14342 kW, dan 0.066383 kW masing-masing berturut mulai dari proses 1 hingga proses 3. Dari analisa tabel, bahwa daya potong yang digunakan pada pengerjaan kasar lebih besar jika

dibandingkan dengan pada pengerjaan halus Pada analisa diatas dari kapasitas geram yang terbuang pada saat pemotongan (Q), gaya potong utama (fc), hingga daya potong utama (Nc) bahwa pada pengerjaan kasar nilai yang didapatkan lebih besar disbanding pada pengerjaan halus. Hal ini disebabkan karena diameter dari benda kerja yang sedang dilakukan pengerjaan turning (pembubutan) semakin kecil karena telah dihilangkan sebagian dimensinya pada proses pembubutan. Jika dilakukan perbandingan, dari ketiga proses perhitungan dari kapasitas geram yang terbuang pada saat pemotongan (Q), gaya potong utama (fc), hingga daya potong utama (Nc) masing-masing berbanding lurus. Semakin sedikit kapasitas

geram yang terbuang, maka semakin kecil gaya potong utamanya dan semakin kecil pula daya potong utama yang digunakan pada proses pengerjaan karena diameter benda kerja sendiri yang semakin kecil.