Anda di halaman 1dari 6

PENGARUH DEMONSTRASI PIJAT BAYI TERHADAP MINAT IBU UNTUK MELAKUKAN PIJAT BAYI SECARA MANDIRI

THE EFFECT OF INFANT MASSAGE DEMONSTRATION TO THE MOTHERS INTEREST TO DO INFANT MASSAGE BY HERSELF
Endah Ernawati Akademi Kebidanan Pamenang, Pare, Kediri

ABSTRAK Pijat bayi adalah seni perawatan kesehatan dan pengobatan yang dikenal sejak awal manusia diciptakan di dunia serta telah dipraktekkan sejak berabad-abad tahun silam secara turun temurun oleh dukun bayi. Masih banyak ibu yang tidak mengetahui tentang pijat bayi terutama manfaat dan cara pijat bayi yang benar yang bisa dilakukan secara mandiri oleh ibu dikarenakan kurangnya minat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh demonstrasi pijat bayi terhadap minat ibu untuk melakukan pijat bayi secara mandiri. Desain penelitian yang digunakan adalah quassy experimental. Populasi yang diteliti adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi usia 0-12 bulan di posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri sejumlah 39 responden dengan menggunakan teknik Purposive Sampling diperoleh sample 35 responden. Pengumpulan data menggunakan koesioner pada minat sebelum dan sesudah demonstrasi. Hasil pengumpulan data dianalisa dengan mengguanakan uji wilcoxon match pair. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan nampak bahwa terjadi peningkatan jumlah responden yang memiliki minat tinggi. Hasil uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon Test diperoleh Z=-4,426 nilai pvalue =0,00 kurang dari =0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan ada pengaruh demonstrasi tentang pijat bayi terhadap Minat Ibu Untuk Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun 2012. Berdasarkan hasil penelitian bagi pihak institusi kesehatan diharapkan dapat meningkatkan upaya lain selain penyuluhan untuk meningkatkan minat ibu dalam melakukan pijat bayi secara mandiri. Kata Kunci : Demonstrasi, Pijat Bayi, Minat. ABSTRACT Massage is the art of infant health care and treatment which is known from the beginning man was created in the world and has been practiced since centuries ago hereditary years by traditional birth attendants. There are still many women who do not know about infant massage, especially the benefits and how to massage baby the right that can be done independently by mothers due to lack of interest. The purpose of this study was to determine the influence of infant massage demonstration against the interest the mother to perform infant massage on their own. Design research is experimental quassy. The population studied were all mothers who had infants aged 0-12 months in the Village posyandu Kencong Surround Kediri subdistrict number of 39 respondents with engineering use samplig random sample of 35 respondents obtained. Data collection using questionnaire in interest before and after the demonstration. The results of data collection were analyzed by Wilcoxon matched pairs test. Based on the results of research conducted it appears that an increase in the number of respondents who have high interest. Statistical test results with values obtained using Wilcoxon Test Z=-4,426 and p-value = 0.00 is less than = 0.05, so that H0 rejected and H1 accepted. This indicates there is a demonstration effect on infant massage to the interest Mother Infant Massage To Perform Self In Posyandu Village District Kencong Surround Kediri in 2012. Based on the research for the health institutions are expected gets to increase effort any other besides counselling to increase mother does to massage independent massage baby Keywords : Demonstration, Infant Massage, Interest.

PENDAHULUAN Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan erat dengan sikap. Minat dan sikap merupakan dasar bagi prasangka, dan minat juga penting dalam mengambil keputusan. Minat dapat menyebabkan seseorang giat melakukan sesuatu yang telah menarik minatnya. (Hurlock, 2005). Minat dapat dikatakan sebagai dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya. Demikian pula dengan seorang ibu yang mendambakan semua hal yang terbaik untuk masa depan anaknya. Begitu besar minat ibu untuk melakukan sesuatu diantaranya pijat bayi namun teknik yang benar belum banyak yang mengetahui begitu juga tentang pengaruh positif terhadap bayi dan ibunya terutama bila dilakukan sendiri oleh ibu si bayi. Keterampilan tentang pijat bayi belum pernah mereka dapatkan karena yang melakukan pijat bayi adalah dukun. Studi pendahuluan yang dilakukan peneliti pada tanggal 13 Oktober 2011 diketahui bahwa di dusun Kencong didapatkan jumlah keseluruhan balita 167, jumlah bayi 39, disana terdapat 2 orang dukun pijat bayi dan setiap hari rata-rata ibu yang memijatkan bayinya sebanyak 3-5 orang. Dari hasil wawancara 3 orang di posyandu Melati VI Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri 2 orang mengatakan tidak pernah memijat bayinya sendiri karena takut, sedangkan 1 orang mengatakan bahwa sesekali memijat bayinya sebelum mandi dan ketika bayinya rewel. Selain itu mereka semua mengatakan bahwa mereka ingin bisa memijat bayinya secara mandiri tetapi belum mengetahui secara jelas cara memijat dan kegunaanya. Fenomena yang terjadi dimasyarakat adanya bayi yang mengalami illeus setelah dilakukan pijat oleh dukun pijat bayi. Di Posyandu desa Kencong belum pernah diadakan penyuluhan tentang pijat bayi, minat dari ibu bayi cukup tinggi tentang pijat bayi. Namun pengetahuan ibu bayi tentang pijat bayi masih kurang terutama pijat bayi yang bisa dilakukan secara mandiri oleh ibu.

Muhibbin Syah menyatakan bahwa metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan. Menurut Djamarah metode demonstrasi mampu menggugah rasa ingin tahu serta merupakan rangsangan pada indera penglihatan, pendengaran dan perabaan. Sehingga demonstrasi sebagai salah satu upaya untuk menyampaikan informasi bisa lebih mudah untuk diterima. Selain itu pemahaman tentang materi yang didemonstrasikan akan lebih melekat pada ingatan karena merupakan contoh konkret dari objek sebenarnya (Simamora, 2009). Dengan demikaian demonstrasi tentang pijat bayi akan meningkatkan pemahaman ibu-ibu sehingga terdorong untuk melakukan sendiri pemijatan pada bayinya agar dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayinya lebih dekat dan lebih memahami keadaan bayinya dari pada orang lain. Hal ini karena ibu adalah faktor yang sangat penting dalam mewariskan status kesehatan bagi anak-anak mereka. Upaya agar masyarakat berminat untuk melakukan pijat bayi maka petugas kesehatan perlu melakukan penyuluhan. Salah satu metode penyuluhan adalah metode demonstrasi dikarenakan metode ini merupakan salah satu cara pendekatan pada masyarakat yang baik dan efektif. Sasaran penyuluhan dipilih para ibu dengan harapan akan meningkatkan pemahamannya tentang pijat bayi. Melihat uraian masalah diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitan dengan judul Pengaruh demonstrasi pijat bayi terhadap minat ibu untuk melakukan pijat bayi secara mandiri. METODE PENELITIAN Desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian pra eksperimental tepatnya rancangan one-group-pra-post test design. Peneliti mengobservasi dengan memberi kuesioner kemudian dilakukan intervensi

berupa demonstrasi pijat bayi, setelah itu dilakukan evaluasi dengan pemberian kuesioner. Untuk mengetahui bagaimana minat ibu untuk melakukan pijat bayi secara mandiri sebelum dan sesudah demonstrasi pijat bayi. Analisa data dengan menggunakan menggunakan uji Wilcoxon Match Pair. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Ibu dengan bayi (0-12 bulan) di posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung kabupaten Kediri yang terdiri dari 6 posyandu sejumlah 39 orang. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah sebagian Ibu dengan bayi (0-12 bulan) sejumlah 35 orang dengan menggunakan teknik Purposive Sampling.

Tabel 4.2

Uji Statistik Wilcoxon

HASIL PENELITIAN
Diagram 4.1 Minat Ibu Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Sebelum Demonstrasi Pijat Bayi di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun 2012

Hasil uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon Test diperoleh Z hitung = -4,426 kurang dari Z tabel= -1,96 dan nilai p-value = 0,00 kurang dari = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan ada pengaruh demonstrasi tentang pijat bayi terhadap Minat Ibu Untuk Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun 2012. PEMBAHASAN 1. Minat Ibu Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Sebelum Demonstrasi Pijat Bayi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan nampak bahwa minat responden tentang pijat bayi sebelum demonstrasi pijat bayi di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri sebagian besar (60%) pada kategori sedang yaitu 21 responden. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong orang untuk melakukan apa yang mereka inginkan bila mereka bebas memilih (Hurlock, 2005). Timbulnya minat karena adanya faktor dorongan dari dalam, motif sosial dan motif emosional. Minat pada hakekatnya dipengaruhi oleh stastus ekonomi, pendidikan dan tempat tinggal. (Notoatmojo, 2001). Dari data diatas menunjukkan bahwa minat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah faktor pendidikan. Semakin tinggi dan semakin formal tingkat pendidikan yang dimiliki seseorang maka semakin mudah menerima informasi sehingga semakin banyak pengetahuan yang dimiliki (Notoatmojo,

Diagram 4.2 Minat Ibu Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Setelah Demonstrasi Pijat Bayi di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun 2012

Tabel 4.1 Pengaruh Demonstrasi Pijat Bayi Terhadap Minat Ibu Untuk Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun 2012

2002). Minat sangat dipengaruhi oleh pendidikan karena pendidikan yang lebih tinggi meningkatkan rasa keingintahuan ibu terhadap sesuatu hal yang baru. Asumsi ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian nampak bahwa hampir separo responden berpendidikan SMA sebanyak 17 responden (48%) sebagian besar memiliki minat sedang yaitu 8 responden (47,06%). Padahal semakin tinggi pendidikan seseorang tentunya akan lebih mudah menerima informasi, jika pengetahuan seseorang meningkat maka minat akan meningkat dan perilakunya juga akan berubah menjadi lebih baik secara perlahan dan sebaliknya semakin kurang informasi yang didapatkan akan sulit untuk merubah perilaku. Namun sebagian besar responden kurang mendapatkan informasi tentang pijat bayi sebanyak 25 responden (71%) hanya mendapatkan informasi dari nenek moyang. Kurangnya informasi juga didukung oleh pengalaman responden hampir keseluruhan responden tidak pernah mendapatkan pengalaman untuk memjat bayinya sendiri hanya dukun pijat bayi yang melakukan pemijatan. Sehingga responden tidak mengetahui secara pasti tentang cara memijat bayi yang dilakukan secara mandiri. Maka disarankan untuk semua ibu yang memiliki balita dianjurkan untuk mencari informasi tentang pijat bayi sebanyakbanyaknya dari internet, TV, dan dari pengalaman orang lain supaya mereka bisa melakukan pijat bayi secara mandiri untuk memberikan rangsangan pertumbuhan yang optimal. 2. Minat Ibu Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Sesudah Demonstrasi Pijat Bayi Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan nampak bahwa minat responden tentang pijat bayi setelah demonstrasi pijat bayi di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri sebagian besar (77%) pada kategori tinggi yaitu 27 responden. Minat dapat ditimbulkan dengan cara membangkitkan suatu kebutuhan, menghubungkan dengan pengalaman yang lampau, memberikan kesempatan untuk

mendapat hasil yang lebih baik (Effendi dan Praja, 2003). Dalam hal ini peneliti melakukan demonstrasi pijat bayi untuk membangkitkan minat. Dengan semakin banyaknya informasi yang diperoleh, dapat meningkatkan minat seseorang, dan informasi tersebut dapat diperoleh dari penyuluhan yaitu dengan cara demonstrasi (Arikunto, 2000). Minat ibu melakukan pijat bayi secara mandiri setelah demonstrasi meningkat menjadi sebagian besar dalam kategori tinggi, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh informasi yang disajikan oleh peniliti tentang pijat bayi dengan cara demonstrasi. Pijat bayi yang dilakukan secara mandiri oleh ibu merupakan hal yang baru. Selain itu manfaat dari pijat bayi yang dilakukan sendiri oleh ibu memberi dampak yang positif bagi kedekatan ibu dan bayi, hal ini merupakan salah satu kesempatan bagi ibu untuk memberikan yang terbaik bagi bayinya, informasi yang didapat tentang pijat bayi berasal dari nenek moyang, selain itu responden melihat pijat bayi dari dukun pijat bayi dan merasa cocok dengan pengalaman tersebut. Sehingga minat responden tersebut meningkat dipengaruhi oleh informasi yang didapatkan berupa demonstrasi tentang pijat bayi. Menyikapi hal tersebut disarankan kepada institusi kesehatan untuk lebih memodifikasi kurikulum penyuluhan. Perpustakaan lebih dilengkapi dengan buku atau poster yang berisi tentang materi pengenalan program kesehatan dari pemerintah, dan menganalisis permasalahan permasalahan di masyarakat yang berkenaan dengan keperawatan. 3. Pengaruh Demonstrasi Pijat Bayi Terhadap Minat Ibu Untuk Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun 2012 Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan nampak bahwa terjadi peningkatan jumlah responden yang memiliki minat tinggi. Hasil uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon Test diperoleh Z = -4,426 nilai p-value = 0,00 kurang dari = 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Namun salah satu

responden juga diketahui dari minat kategori sedang (56,82%) dengan nilai 25 menjadi minat kategori rendah (55%) dengan nilai 24, responden lulusan SMA dan pekerjaannya swasta, memijatkan bayinya hanya bila anak sakit, dan merasa tidak cocok dengan pengalaman pijat bayi yang responden lihat. Hal ini menunjukkan ada pengaruh demonstrasi tentang pijat bayi terhadap Minat Ibu Untuk Melakukan Pijat Bayi Secara Mandiri Di Posyandu Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun 2011. Hal ini karena adanya faktor dorongan dari dalam, motif sosial dan motif emosional. Minat dipengaruhi oleh stastus ekonomi, pendidikan dan tempat tinggal (Arikunto, 2000). Menurut Muhibbin Syah metode demonstrasi adalah metode pengajaran dengan cara meperagakan benda, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan materi yang sedang disajikan (Simamora, 2009). Faktor faktor yang mempengaruhi demonstrasi diantaranya alat peraga, penyampaian materi, dan audien. Sesuai dengan hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh dari penyuluhan yeng menggunakan metode demonstrasi terhadap minat ibu untuk melakukan piajt bayi secara mandiri. Menurut peneliti, perbedaan minat pada masing-masing individu berbeda-beda. Hal tersebut juga dikarenakan banyak faktor yang mempengaruhi mulai dari perbedaan usia, pengetahuan dari setiap responden yang berhubungan dengan tingkat pendidikan, sumber informasi, dan kebiasaan responden memijatkan bayinya. Setelah dilakukan demonstrasi tentang pijat bayi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan adanya perubahan minat, karena demonstrasi mempengaruhi penglihatan, pendengaran, dan perasa. Semakin banyak indera yang mendapat rangsangan maka semakin mudah menerima informasi. Sehingga informasi yang didapat bisa menambah pengetahuan seseorang, maka minat dan perilaku seseorang juga berubah untuk melakukan apa yang telah didapatkan. Maka jika menginginkan hasil

yang maksimal dalam memberikan promosi kesehatan perlu memperhatikan banyak hal, diantaranya cara penyampaian materi, alat peraga yang dipakai, kondisi audien dalam menerima materi. KESIMPULAN 1. Minat responden tentang pijat bayi sebelum demonstrasi pijat bayi sebagian besar pada kategori sedang yaitu 21 responden (60%). 2. Minat responden tentang pijat bayi setelah demonstrasi pijat bayi sebagian besar pada kategori tinggi yaitu 27 responden (77%). 3. Minat responden terhadap pijat bayi dengan kategori tinggi sebelum demonstrasi pijat bayi yaitu 6 orang (23 %), setelah demonstrasi pijat bayi diketahui bahwa sebagian besar responden dengan kategori tinggi meningkat menjadi 27 responden (77%). Hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Test diperoleh nilai Z= -4,426 dan -value = 0,00 kurang dari = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan ada pengaruh demonstrasi tentang pijat bayi terhadap Minat Ibu Untuk melakukan pijat bayi secara mandiri. SARAN 1. Bagi Ibu dan Masyarakat Disarankan untuk semua ibu yang memiliki balita dianjurkan untuk mencari informasi tentang pijat bayi sebanyakbanyaknya dari internet, TV, dan dari pengalaman orang lain supaya mereka bisa melakukan pijat bayi secara mandiri untuk memberikan rangsangan pertumbuhan yang optimal. 2. Bagi Tempat Penelitian Bagi tempat penelitian diharapkan dapat meningkatkan upaya lain selain penyuluhan dengan metode demonstrasi untuk meningkatkan minat ibu tentang peningkatan kesehatan bayi terutama dengan cara pemijatan bayi yang dilakukan secara mandiri. 3. Bagi Institusi Pendidikan Disarankan kepada institusi kesehatan untuk lebih memodifikasi kurikulum penyuluhan. Perpustakaan lebih dilengkapi dengan buku atau poster yang

berisi tentang materi pengenalan program kesehatan dari pemerintah, dan menganalisis permasalahan permasalahan di masyarakat yang berkenaan dengan keperawatan. DAFTAR PUSTAKA
Alimul Aziz, H. (2007). Metode Penelitian Keperawatan dan Tehnik Analisis Data. Jakarta : Salemba Medika Anwar, Dessy. (2001). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya: Karya Abdirama Arikunto, Suharsimi. (2002). Prosedur penelitian. Rineka Cipta : Jakarta Efendi, dan Praja. (2003). Minat. http://qym7882.blogspoot.com ( Download : 10 Oktober 2010 ) Hurlock . Elizabet. (2005). Psikologi Perkembangan. Edisi 5. Jakarta: Erlangga Notoatmodjo, Soekijo. (2005). Metodologi Penelitian kesehatan. Jakarta : P.T Rineka Cipta Notoatmodjo, Soekijo. (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta : P.T Rineka Cipta

Notoatmodjo, Soekijo. (2001). Pendidikan dan Perilaku kesehatan. Jakarta : P.T Rineka Cipta Nursalam. (2000). Konsep Dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika : Jakarta Nursalam. (2003). Konsep Dan penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Salemba Medika: Jakarta Nursalam, dan Ferry Efendi. (2008). Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika Prita. (2010). Awas Salah Pijat Bayi Berefek Negatif Bagi Bayi. http://ibuprita.suatuhari.com ( Download : 04 Oktober 2010 ) Roesli, Utami.(2001). Pedoman Pijat Bayi. Jakarta : PT. Trubus Agriwidya Simamora, Roymond H. (2009). Buku Ajar Pendidikan Dalam Keperawatan. Jakarta : EGC Tamsuri, Anas. (2006). Riset Keperawatan. Kediri : Pamenang Pres

Anda mungkin juga menyukai