Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Sirosis bilier merupakan peradangan saluran empedu di hati yang pada akhirnya membentuk jaringan parut dan menyebabkan penyumbatan. Penyakit ini paling sering terjadi pada wanita usia 35-60 tahun , meskipun dapat terjadi pada pria dan wanita di segala usia. Penyebabnya tidak diketahui , tapi biasanya terjadi pada penderita penyakit autoimun seperti rheumatoid arthritis, scleroderma atau atau tiroiditis autoimun. Sirosis bilier bermula dari peradangan saluran empedu di hati. Peradangan tersebut menghalangi pengaliran empedu ke hati, karena itu empedu tetap berada dalam sel seluruh bagian hati , akan terbentuk jaringan parut yang meliputi seluruh bagian hati. Pada sekitar 50 ! penderita , gejala awalnya berupa gatal-gatal dan kelelahanyang timbul beberapa bulan atau beberapa tahun sebelum gejala lainnya muncul. Pada pemeriksaan "isik ditemukan pembesaran hati pada sekitar 50 ! penderita dan pembesaran limpa pada sekitar #5 ! pendeita. $emudian %0 ! akan berkembang menjadi pigmentasi kulit. $urang dari %0 ! penderita mengalami jaundice. &ejala lainnya berupa pembengkakan ujung jari dan kelainan pada tulang, sara", dan ginjal. 'inja tampak pucat dan berbau busuk. Setidaknya 30 ! penderita terdiagnosis sebelum gejalanya timbul karena ditemukannya kelainan pada pemeriksaan darah rutin. (ntibody terhadap mitokondria ditemukan dalam darah pada lebih dari )0 ! penderita. *ika terdapat jaundice atau kelainan pada pemeriksaan hati dilakukan pemeriksaan kolangiopankreatogra"i endoskopik retrogad. +iagnosis diperkuat dengan pemeriksaan mikroskopik dari jaringan hati yang diperoleh melalui biopsy. Perkembangan penyakit ini sangat ber,ariasi. Pada awalnya penyakit ini tidak mempengaruhi kualitas hidup penderitanya dan memiliki prognosis yang baik. Penderita dengan perjalanan penyakit yang lambat bisa bertahan hidup lebih lama. Pada beberapa penderita, penyakit ini menjadi sangat memburuk dan dalam beberapa tahun menjadi sel hati atau mengalir ke dalam aliran darah. Sejalan dengan penyebaran peradangan ke

sirosis yang berat. Pada penderita yang memiliki kadar bilirubin tinggi , prognosisnya buruk. Pada sebagian besar penderita terjadi penyakit tulang metabolic -osteoporosis..

1.2. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum
/ampu mengetahui gambaran pengelolaan asuhan keperawatan pada pasien dengan sirosis bilier. #. 'ujuan $husus a. Penulis mampu menyebutkan de"inisi pada penyakit sirosis bilier b. Penulis mampu menjelaskan anatomi "isiologi hepar c. Penulis mampu menyebutkan etiologi dan presdiposisi sirosis bilier d. Penulis mampu menjelaskan pato"isiologi pada penyakit sirosis bilier e. Penulis mampu menyebutkan mani"estasi klinik pada penyakit sirosis bilier ". Penulis mampu menyebutkan penatalaksanaan dan komplikasi pada penyakit sirosis bilier g. Penulis mampu menjelaskan pathways keperawatan pada penyakit sirosis bilier h. Penulis mampu melakukan pengkajian untuk mengetahui keluhan pasien dan "okus untuk menentukan masalah yang terjadi pada pasien sirosis bilier. i. Penulis mampu menegakkan diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien sirosis bilier j. Penulis mampu menyusun rencana tindakan keperawatan yang diberikan untuk mengatasi masalah yang terjadi pada pasien sirosis bilier k. Penulis mampu mengimplementasikan tindakan keperawatan yang telah disusun untuk mengatasi masalah pada pasien sirosis bilier l. Penulis mampu menge,aluasi hasil akhir dari implementasi.

1.3. Manfaat Penulisan

Secara umum penulisan asuhan keperawatan ini diharapkan dapat menambah khasanah pengetahuan tentang asuhan keperawatan pasien dengan sirosis bilier beserta inter,ensi ,diagnosa, implementasi, serta e,aluasi yang tepat untuk dirumuskan pada pasien dengan sirosis bilier

1.4.

iste!atika Penulisan 0(0 1 2 P34+(5676(4 yang meliputi 7atar 0elakang, 'ujuan Penulisan, /etode Penulisan, Sistematika Penulisan 0(0 11 2 $84S3P +(S(9 yang meliputi Pengertian, (natomi dan:isiologi, 3tiologi; Predisposisi, Pato"isiologi, /ani"estasi $linik, Penatalaksanaan, $omplikasi, Pengkajian :okus - 'ermasuk juga Pemeriksaan Penunjang ., Pathways $eperawatan, :okus 1nter,ensi dan 9asional 0(0 111 2 '14*(6(4 $(S6S yang meliputi Pengkajian, Pathways $eperawatan, +iagnosa $eperawatan, 1nter,ensi $eperawatan, 1mplementasi, 3,aluasi 0(0 1< 2 P3/0(5(S(4 berdasar pada pengkajian, pengkajian, diagnose keperawatan yang ditegakan sampai e,aluasi dari tiap diagnosa dan kendala yang ditemui serta solusinya. 0(0 < 2 $3S1/P67(4 +(4 S(9(4 +(:'(9 P6S'($(