Anda di halaman 1dari 13

DIAGNOSIS ORTODONTIK: PENDEKATAN YANG BERORIENTASI PADA MASALAH Dalam diagnosis, baik diagnosis ortodontik atau diagnosis bidang-bidang

kedokteran gigi lainnya, maupun diagnosis kedokteran umum, penting sekali untuk tidak terlalu terkonsentrasi pada satu aspek dari kondisi pasien secara keseluruhan agar tidak melewatkan masalah signifikan lainnya. Pada ortodontik kontemporer, perhatian dan prioritas pasien seringkali menjadi faktor penentu yang sangat penting untuk rencana perawatan, dan terkadang bisa jadi hal yang sulit bagi ahli ortodontik untuk tidak terburu-buru dalam menilai selama pemeriksaan awal. Penting sekali untuk tidak mengkarakteristikkan oklusi dental dengan mengabaikan diskrepansi rahang, sindrom perkembangan, penyakit sistemik, masalah periodontal, masalah psikososial, atau budaya di lingkungan tempat tinggal pasien. Bias alami dari spesialis manapun (dan seseorang tidak harus menjadi dokter gigi spesialis untuk menggunakan sudut pandang yang sangat terspesialisasi) adalah mengkarakteristikkan masalah sehubungan dengan ingkatnya, spesialisasinya. Bias ini harus dikenali dan ditahan secara sadar.

diagnosis haruslah menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu aspek yang dalam beberapa hal dapat merupakan situasi yang kompleks. Diagnosis ortodontik memerlukan peninjauan yang luas terhadap situasi pasien. Diagnosis juga harus mempertimbangkan temuan-temuan objektif dan subjektif. Pendekatan yang berorientasi masalah terhadap diagnosis dan perencanaan perawatan telah banyak dianjurkan dalam kedokteran umum dan kedokteran gigi sebagai suatu cara untuk mengatasi kecenderungan untuk terkonsentrasi hanya pada satu aspek dari masalah yang diderita pasien. !sensi dari pendekatan yang berorientasi masalah adalah mengembangkan basis data komprehensif dari informasi yang rele"an sehingga tidak ada masalah yang terabaikan.

#ntuk tujuan-tujuan ortodontik, basis data dapat dianggap sebagai turunan dari tiga sumber utama, yaitu$ %. &. '. Data wawancara dari tanya-jawab (tertulis dan lisan) dengan pasien dan orangtua pasien Pemeriksaan klinis pada pasien !"aluasi rekam diagnostik, termasuk cetakan dental, radiografi, dan fotografi. (arena tidak semua rekam diagnostik memungkinkan diperoleh dari pasien, maka salah satu tujuan pemeriksaan klinis adalah menentukan rekam diagnostik apa yang diperlukan. )angkah-langkah dalam membuat basis data yang memadai disampaikan di sini secara berurutan. Pada semua tahap e"aluasi diagnostik, seorang spesialis dapat mencari informasi yang lebih rinci dibandingkan seorang dokter gigi umum, dan inilah alasan utama mengapa pasien dirujuk ke spesialis. eorang spesialis secara khusus cenderung mendapatkan rekam diagnostik yang lebih luas, beberapa di antara informasi-informasi tersebut mungkin tidak didapatkan oleh seorang dokter gigi umum. *ontoh dari hal tersebut dalam perawatan ortodontik adalah radiografi sefalometrik dan *B*+ (Cone-Beam Computed Tomography). ,eskipun demikian, pendekatan dasarnya adalah sama, baik bagi pasien ortodontik maupun bagi praktisi. eorang dokter gigi umum yang kompeten akan mengikuti rangkaian langkah yang sama saat menge"aluasi pasien, sebagaimana seorang ahli ortodontik akan menggunakan langkah yang sama dalam rencana perawatan saat akan melakukan perawatan ortodontik. Bagaimanapun, dari sudut pandang legal dan moral, perlu standar kecermatan yang sama, baik perawatan yang dilakukan oleh seorang dokter gigi umum maupun yang dilakukan oleh seorang spesialis.

KUESIONER/ WAWANCARA +ujuan dari proses wawancara adalah untuk menentukan keluhan utama pasien (alas an utama datang berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter), dan untuk mendapatkan informasi lebih jauh mengenai tiga bidang utama, yaitu$ %. &. '. -iwayat medis dan riwayat dental tatus pertumbuhan fisik ,oti"asi, harapan, juga faktor sosial dan faktor perilaku lainnya Dalam praktek spesialis ortodontik, tindakan mengirim formulir pertanyaan untuk diisi oleh pasien sebelum kunjungan pemeriksaan yang pertama dapat cukup membantu. *ontoh formulir yang berfokus pada keluhan utama pasien yang dapat dikirimkan ke pasien sebelumnya dan yang dapat digunakan sebagai garis besar wawancara dengan pasien diperlihatkan dalam gambar .-%. Pelajari sejauh mana orang tua atau pasien remaja peduli dengan penampilan wajahnya. -iwayat medis/dental dapat diperoleh dari formulir yang diisi sebelumnya, namun formulir riwayat medis hanya menjadi garis besar untuk diskusi karena banyak pasien dan orangtua pasien tidak menuliskan apa yang menurut anggapan mereka tidak menjadi perhatian ahli ortodontik. Keluhan Utama ebagaimana yang telah kita bahas secara rinci dalam Bab %, ada tiga alasan utama yang diperhatikan pasien berkenaan dengan kesejajaran dan oklusi gigi, yaitu$ gangguan tampilan dentofasial dan berkurangnya rasa kesejahteraan sosial, gangguan fungsi, dan gangguan kesehatan oral. ,eskipun seseorang mencari perawatan ortodontik sering dikarenakan lebih dari satu alasan, namun penting untuk menentukan kepentingan utama pasien. Dokter gigi tidak boleh mengasumsikan bahwa penampilan adalah keluhan utama pasien hanya karena giginya nampak kurang estetis. Dokter gigi juga tidak boleh berfokus pada implikasi fungsional, misalnya pada crossbite dengan pergeseran lateral, tanpa memperhatikan keluhan pasien mengenai apa yang nampaknya tidak penting berkenaan dengan celah di antara gigi insisif sentral maksila. #ntuk indi"idu dengan penampilan dan fungsi yang cukup normal serta dengan adaptasi

Gam a! "#$. Pertanyaan 0,engapa datang ke sini12 dan 0,engapa baru sekarang12 adalah pertanyaan-pertanyaan yang penting pada wawancara ortodontik awal. 3ormulir jenis ini yang diisi oleh pasien atau orangtua pasien sebelum pemeriksaan dapat sangat membantu menentukan apa yang sebenarnya mereka inginkan. (Diadaptasi dari Dr. 4lan Bloore)

psikososial yang cukup, alasan utama mencari perawatan ini dapat berupa keinginan untuk meningkatkan penampilan di atas normal, sehingga berpotensi meningkatkan kualitas hidup (56), Quality Of Life). 6rientasi yang lebih besar dari keluarga modern terhadap kedokteran gigi kosmetik meningkatkan peluang pasien untuk dapat dirujuk ke ahli ortodontik guna mendapatkan perawatan yang komprehensif hanya untuk meningkatkan tampilan dental dan wajah. (etika pasien bertanya apakah mereka perlu perawatan ortodontik, maka serangkaian pertanyaan yang terarah harus diajukan, mulai dari pertanyaan 0,enurut 4nda, apakah 4nda perlu kawat gigi12 7ika jawabannya adalah 08a2, pertanyaan berikutnya dapat diajukan 04pa yang paling mengganggu 4nda dari gigi 4nda atau penampilan 4nda12 dan 04nda ingin perawatan ini dapat memberikan hasil yang seperti apa buat 4nda12 7awaban atas pertanyaan ini dan juga atas pertanyaan-pertanyaan selanjutnya akan mengklarifikasi hal apa yang paling penting bagi pasien. Dokter gigi bisa saja setuju atau tidak setuju dengan penilaian pasien, tetapi penilaian itu dilakukan nanti. Pada tahap ini, tujuannya adalah menemukan apa yang paling penting bagi pasien. R%&a'at Me(%) (an R%&a'at Dental ,asalah ortodontik hampir selalu merupakan titik puncak dari proses perkembangan, bukan hasil dari patologi. eperti yang diilustrasikan dalam Bab 9, seringkali sulit untuk memastikan etiologinya, tetapi penting untuk memastikan penyebab maloklusi jika hal ini dapat dilakukan dan sekurang-kurangnya menyingkirkan beberapa kemungkinan penyebab. -iwayat medis dan riwayat dental yang cermat diperlukan oleh pasien ortodontik guna mendapatkan gambaran latar belakang yang tepat agar dapat memahami situasi pasien secara keseluruhan dan juga untuk menge"aluasi keluhan yang spesifik. :aris besar riwayat medis dan riwayat dental yang tepat disajikan dalam :ambar .-&. ejumlah poin diberi keterangan untuk menjelaskan implikasi bagi pasien ortodontik. 4da dua hal yang layak mendapatkan komentar khusus. Pertama, meskipun sebagian besar anak-anak penderita fraktur kondilus mandibula dapat pulih tanpa

mengalami kesulitan, namun perlu diingat bahwa defisit pertumbuhan yang berkaitan dengan cedera lama adalah penyebab yang paling mungkin untuk terjadinya asimetri wajah yang sebenarnya (:ambar .-'). +elah semakin jelas dalam tahun-tahun terakhir ini bahwa fraktur dini kondilus terjadi lebih sering dibandingkan anggapan yang sebelumnya. 3raktur mandibula pada seorang anak dapat mudah terlewatkan setelah kecelakaan yang menyebabkan trauma lain, sehingga cedera rahang tidak terdiagnosis pada waktu itu. ,eskipun fraktur rahang punya signifikansi khusus, trauma pada gigi juga dapat mempengaruhi perkembangan oklusi dan tidak boleh diabaikan. (edua, penting untuk diperhatikan apakah pasien sedang menjalani pengobatan jangka panjang dan jika memang demikian, pengobatan jangka panjang itu bertujuan untuk apa. ;al ini dapat berguna untuk mengungkapkan penyakit sistemik atau masalah metabolik yang tidak dilaporkan oleh pasien. ,asalah medis kronis pada remaja atau pada kanak-kanak tidak mengkontraindikasi perawatan ortodontik, jika masalah medis tersebut terkontrol, tapi tindakan pencegahan dapat diperlukan jika dilakukan perawatan ortodontik. sebagai contoh, perawatan ortodontik dapat dilakukan pada pasien diabetes terkontrol namun membutuhkan pengawasan yang lebih ketat, karena rusaknya jaringan periodontal disertai hilangnya kontrol dapat disebabkan oleh gaya-gaya ortodontik. Pada orang dewasa dan anak-anak yang menderita arthtritis atau osteoporosis, pengobatan penyakit tersebut dengan glukokortikoid dapat bersifat osteotoksik. 6bat-obatan penghambat resorpsi dosis tinggi seperti biphosphonate sering digunakan. 6bat ini berefek menghambat pergerakan gigi dan dapat meningkatkan peluang komplikasi. ,ungkin perlu untuk mengajukan pertanyaan spesifik mengenai obat-obatan ini karena orangtua kadang-kadang tidak menyebutkan hal-hal yang dipikirnya tidak terlibat dengan perawatan ortodontik.

Gam a! "#*. 3ormulir untuk mendapatkan data riwayat medis/dental untuk pasien ortodontik berusia muda. 3ormulir lainnya yang serupa digunakan untuk pasien dewasa. (omentar-komentar yang diberi keterangan menjelaskan mengapa beberapa pertanyaan ditanyakan, ditempatkan setelah riwayat dental dan disusun berdasarkan nomor pertanyaan. (husus note <dd pada riwayat medis$ penggunaan bisphosphonate pada anak-anak dapat memberikan dampak komplikasi orthodontik.

Gam a! "#+. 4. 4simetri fasial pada anak laki-laki ini berkembang setelah terjadi fraktur oada prosesus kondilus mandibula kiri saat usia 9 tahun karena bekas luka fraktur mencegah translasi normal pada mandibula sisi tersebut ketika dalam masa pertumbuhan. B. (emiringan bidang oklusal dan deformitas. +erjadi kegagalan pertumbuhan "ertikal mandibular pada sisi yang terkena, menghambat erupsi gigi-gigi mandibula dan maksila. +rauma merupakan penyebab paling sering dari jenis asimetri ini.

E,alua)% Pe!tum uhan -%)%. ;al utama ketiga yang harus dieksplorasi menggunakan tanya-jawab dengan pasien dan orangtua pasien adalah status pertumbuhan fisik indi"idu. ;al ini penting karena sejumlah alasan, antara lain alasan gradien pertumbuhan wajah. Pertumbuhan yang cepat selama growth spurt pada masa remaja mempermudah pergerakan gigi, namun upaya apapun untuk memodifikasi pertumbuhan pasti akan berakhir dengan kegagalan pada anak-anak yang berada di luar growth spurt masa remaja. Pada remaja normal yang mendekati pubertas, beberapa pertanyaan biasanya sudah memberikan informasi yang diperlukan berkaitan dengan posisi anak pada kur"a pertumbuhan$ eberapa cepat pertumbuhan anak akhir-akhir ini1 4pakah ukuran pakaiannya mengalami perubahan1 4pakah ada tanda-tanda kedewasaan seksual1 (apan kedewasaan seksual terjadi pada kakak kandungnya1 =nformasi yang berharga juga dapat diperoleh dari obser"asi tahapan karakteristik seksual sekunder.

10

Bila anak tersebut dirujuk ke ahli ortodontik pada waktu optimum atau bila ahli ortodontik mengobser"asi pertumbuhan sebelum perawatan dimulai, maka perubahan tinggi dan berat badan dapat memberikan wawasan yang penting mengenai status pertumbuhannya. Dalam beberapa contoh, tinggi dan berat badan serta kemajuan pertumbuhan anak pada grafik pertumbuhan dapat diperoleh dari dokter anak. +erkadang diperlukan penilaian yang lebih akurat berkenaan dengan apakah anak tersebut telah mencapai growth spurt, dan memperhitungkan umur dari tulang belakang seperti yang terlihat pada radiografi sefalometrik dapat membantu. =ndikasi primer untuk hal ini adalah anak dengan masalah (elas == skeletal yang akan mendapatkan manfaat dari perawatan ortodontik untuk memodifikasi pertumbuhan jika hal itu memungkinkan. 7ika analisis maturasi "ertebral menunjukkan penundaan perkembangan skeletal, growth spurt mungkin masih akan terjadi pada masa datang. 7ika usia skeletal mengindikasikan kedewasaan yang cukup, pertumbuhan rahang remaja mungkin telah terjadi. +ahap perkembangan "ertebral kurang berguna untuk memastikan faktorfaktor lain yang terkadang penting secara klinis, misalnya posisi pasien pada kur"a pertumbuhan sebelum atau setelah pubertas atau apakah pertumbuhan rahang telah selesai menjelang le"el dewasa pada remaja yang menderita prognatik mandibula. -adiografi pergelangan tangan adalah metode alternatif untuk menge"aluasi maturasi skeletal, tetapi hal ini juga bukan cara yang akurat untuk menentukan kapan pertumbuhan selesai. -adiografi sefalometrik serial memberikan cara yang paling akurat untuk menentukan apakah pertumbuhan wajah telah berhenti atau masih berlangsung. E,alua)% S/)%al (an Pe!%la.u !"aluasi sosial dan perilaku harus mengeksplorasi beberapa hal terkait yang meliputi$ moti"asi pasien untuk dirawat, hasil perawatan yang diharapkan pasien, dan kecenderungan pasien untuk bekerjasama atau tidak. ,oti"asi untuk mencari perawatan ini dapat diklasifikasikan menjadi moti"asi eksternal dan moti"asi internal. ,oti"asi eksternal berasal dari tekanan

11

antar indi"idu, seperti anak yang malas-malasan dirawat karena dibawa oleh ibunya untuk mendapatkan perawatan atau seperti orang dewasa yang ingin merapikan gigi serinya karena pacar barunya ingin giginya terlihat lebih rapi. ,oti"asi internal berasal dari dalam indi"idu itu sendiri dan didasarkan pada penilaian situasi dan keinginan sendiri untuk mendapatkan perawatan. Bahkan anak-anak kecil saja dapat menjumpai kesulitan dalam interaksi mereka dengan orang lain karena tampilan wajah dan tampilan dental mereka, dan hal itu terkadang mengakibatkan munculnya keinginan internal yang kuat untuk mendapatkan perawatan. 4nak-anak lain yang juga mengalami masalah maloklusi yang serupa tidak merasakan adanya masalah tersebut, sehingga mereka kurang mempunyai moti"asi internal untuk mendapatkan perawatan. Pasien yang usianya lebih dewasa biasanya sadar dengan kesulitan psikososial atau masalah fungsional yang berkaitan dengan maloklusi, sehingga pasien ini cenderung mempunyai beberapa komponen moti"asi internal. ,eskipun sekarang ini anak pra-remaja menunjukkan keinginan untuk memakai kawat gigi karena banyak teman mereka mendapatkan perawatan ini, namun jarang ditemukan moti"asi internal yang kuat di antara kelompok umur ini. Bagi mereka, ortodontik biasanya adalah sesuatu yang harus mereka lakukan karena diharuskan oleh orangtua. ,oti"asi diri untuk perawatan ini sering tidak berkembang hingga masa remaja. ,eskipun begitu, pada anak pra-remaja pun komponen moti"asi internal itu penting dimiliki. (erjasama yang baik menjadi lebih mudah jika pasien tersebut menginginkan perawatan untuk dirinya sendiri, bukan hanya menerima perawatan untuk menyenangkan orangtuanya. 4nak-anak ataupun orang dewasa yang merasa bahwa perawatan ini dilakukan 0untuk2 mereka akan menjadi jauh lebih dapat memahami dengan baik dibandingkan dengan pasien yang melihat perawatan itu sebagai sesuatu yang dilakukan 0kepada2 mereka. 4pa yang diharapkan pasien dari perawatan ini sangatlah bergantung dari tipe moti"asi, dan harapan pasien itu harus dieksplorasi dengan cermat pada orang dewasa, khususnya orang dewasa yang mengalami masalah kosmetik primer. ,engkoreksi celah di antara gigi insisif maksila untuk meningkatkan penampilan

12

dan fungsi dental pasien adalah hal yang berbeda dengan melakukan koreksi ini sehingga pasien berharap dia akan mendapatkan kesuksesan sosial dan kesuksesan kerja yang lebih besar. 7ika masalah sosial terus berlangsung setelah perawatan sebagaimana yang cenderung terjadi sekarang, maka perawatan ortodontik dapat menjadi sesuatu yang tidak disukai oleh pasien. (erjasama ini lebih cenderung menjadi masalah pada pasien anak-anak ketimbang pada pasien dewasa. 4da dua faktor yang penting dalam menentukan hal ini, yaitu$ %. &. ejauh mana manfaat perawatan yang dilihat oleh anak, dibandingkan dengan apa yang harus dijalaninya Derajat kontrol orangtua -emaja pemberontak yang mudah marah, sangat cenderung jadi masalah dalam perawatan ini. Dalam hal ini, perlu mengambil waktu untuk memahami persepsi pasien atas masalahnya dan jika perlu, membantu pasien menghargai realitas situasi. Pasien yang berada di bawah usia legal (usia legal ini berbeda-beda di berbagai negara, tapi umumnya %< tahun) tidak dapat memberikan suatu i>in secara legal untuk mendapat perawatan. tandar bioetiknya, dia hanya menyetujui perawatan. Pada pasien anak-anak atau remaja, ajukan pertanyaan 07ika saya dan orangtuamu berpikir bahwa kamu akan mendapat manfaat dari perawatan ortodontik ini, apakah kamu ingin dirawat12 ,erawat anak yang benar-benar tidak mau dirawat (sekalipun orang tuanya memaksanya untuk setuju) jarang menghasilkan penilaian profesional yang baik.

13

Gam a! "#0. Poin-poin penting untuk in"estigasi selama wawancara awal.