Anda di halaman 1dari 3

KASUS MANAJEMEN LABA PT INDOFARMA Tbk Pada umumnya setiap perusahaan selalu berusaha untuk memaksimumkan keuntungan yang

diperolehnya. Berbagai strategi diterapkan guna mencapai tujuan tersebut. Perusahaan akan selalu menjaga agar kinerjanya terlihat baik di mata para stakeholdernya. Namun pada kenyataannya, perusahaan seringkali dihadapkan pada berbagai kendala yang bisa menyebabkan penurunan kinerja bahkan kesulitan keuangan hingga akhirnya bangkrut. Dan tentu saja perusahaan akan berusaha untuk menutupi kondisi tidak sehat tersebut dari para stakeholdernya. Salah satunya adalah dengan cara earning management (manajemen laba). Laba diatur sedemikian rupa supaya sesuai dengan tujuan perusahaan. Salah satu contohnya adalah pada P !ndo"arma bk. #ikal bakal P . !ndo"arma dimulai pada saat didirikannya yaitu pada tahun $%$&, dimulai dari pabrik kecil dengan "asilitas terbatas yang hanya dapat memproduksi beberapa jenis salep dan kasa pembalut, untuk memenuhi kebutuhan 'umah Sakit Pusat Pemerintah Belanda. Seiring dengan bertambahnya "asilitas produksi untuk tablet dan injeksi, pabrik kecil ini mulai dikenal dengan nama Pabrik (bat )anggarai. Pada tahun $%*%, Pabrik (bat )anggarai berubah status menjadi Pusat Produksi +armasi Departemen ,esehatan 'epublik !ndonesia dimana bertugas untuk memproduksi obat untuk pemerintah. -ang kemudian pada tahun $%&$, Pusat Produksi +armasi Departemen ,esehatan 'epublik !ndonesia berubah status menjadi Perusahaan .mum !ndonesia +arma (disingkat Perum !ndo"arma). Berdasarkan Peraturan Pemerintah 'epublik !ndonesia (PP) No. /0 tahun $%%1, Perusahaan .mum !ndonesia +arma berubah status menjadi P . !ndo"arma (Persero). Pada tahun 233$, P . !ndo"arma (Persero) berubah status menjadi perusahaan terbuka dengan nama P . !ndo"arma (Persero) bk, dengan melakukan pena4aran saham perdana sebesar 235 kepada masyarakat dan mencatatkan seluruh saham Perseroan di Bursa 6"ek 7akarta dan Bursa 6"ek Surabaya dengan kode saham !N8+. ,asus ini bermula dari adanya penelaahan Bapepam mengenai dugaan adanya pelanggaran peraturan perundang9undangan di bidang pasar modal terutama berkaitan dengan penyajian laporan keuangan yang dilakukan P !ndo"arma bk. Dari hasil penelitian, Bapepam menemukan bukti9bukti di antaranya, nilai Barang Dalam Proses dinilai lebih tinggi dai nilai yang seharusnya (o:erstated) dalam penyajian nilai persediaan barang dalam proses pada tahun buku 233$ sebesar 'p 2&,&* miliar. 8kibatnya harga Pokok Penjualan mengalami understated dan laba bersih mengalami o:erstated dengan nilai yang sama. Bapepam menilai ada ketidaksesuaian penyampaian laporan keuangan dengan pasal ;% .. Pasar )odal, angka

2 huru" a Peraturan Bapepam Nomor <!!!.=.*, Pedoman Standar 8kuntan Publik. Dan selanjutnya sanksi administrasi diberikan berdasarkan pasal 1 huru" n .. No & tahun $%%1 tentang pasar modal jo Pasal ;0 Peraturan Pemerintah No $2 tahun 2330 tentang penyelenggaraan kegiatan di pasar modal. Bapepam mendenda mantan Direksi !ndo"arma sebesar 'p 133 7uta. Bapepam memutuskan memberi sanksi administrati" berupa denda sebesar 'p 133 juta kepada direksi P !ndo"arma bk yang menjabat pada periode terbitnya laporan keuangan tahun 233$. Selain itu kepada Direksi P !ndo"arma juga diperintahkan / hal. Pertama, segera membenahi dan menyusun sistem pengendalian internal dan sistem akuntansi perusahaan yang memadai untuk menghindari timbulnya permasalahan yang sama di kemudian hari. ,edua, menyampaikan laporan perkembangan atas pembenahan dan penyusunan sistem pengendalian internal dan sistem akuntansi perseroan secara berkala setiap akhir bulan kepada Bapepam. Dan ketiga, menunjukan akuntan publik yang terda"tar di Bapepam untuk melakukan audit khusus untuk melakukan penilaian atas sistem pengendalian internal dan sistem akuntansi bula perseroan telah selesai melakukan pembenahan dan penyusuan sistem pengendalian internal dan sistem akuntansi perusahaan. 8nalisis bisnis +armasi BN! sekuritas menambahkan bah4a penjualan !ndo"arma sepanjang tahun 2332 cuma naik $2 persen, sementara ongkos produksi membengkak &2 persen dan biaya pemasaran naik 0$ persen. Setelah menelusurinya lebih mendalam, terlihat bah4a pembengkakan biaya terjadi pada !ndo"arma =lobal )edika, anak perusahaan !ndo"arma yang mendistribusikan produk perusahaan induknya. bah4a selama sembilan bulan pertama 2332, beban usaha di anak perusahaan mencapai 'p /% miliar. api, dalam tiga bulan terakhir, beban usahanya mencapai 'p /$ miliar. Data perusahaan belum diaudit menunjukkan bah4a selama sembilan bulan pertama 2332, beban usaha di anak perusahaan mencapai 'p /% miliar. miliar. api, dalam tiga bulan terakhir, beban usahanya mencapai 'p /$ Serta terdapat kesalahan pencatatan stok di !ndo"arma =lobal. ,esalahan ini

kemudian menyebabkan !ndo"arma juga keliru menerapkan strategi pemasaran. Sialnya, !ndo"arma hanya melakukan pengecekan stok setahun sekali sehingga mengakibatkan terdapat selisih pencatatan sampai 'p 1* miliar. Diperkirakan kerugian menjadi dua kali lipat dan penyebab utamanya adalah perbedaan estimasi nilai nyata dari in:entory. )anajemen baru berpendapat bah4a in:entory yang ada merupakan slo4 mo:ing in:entory dan nilainya sudah jauh lebih kecil dari yang dibukukan. Sehingga diperlukan penghapusan nilai buku agar mencerminkan keadaan yang

sebenarnya. )anajemen lama !ndo"arma menganggap slo4 mo:ing in:entory tetap bernilai sama dengan nilai bukunya. 6stimasi dan kebijakan manajemen tentang besaran biaya atau pendapatan pada hal9 hal tertentu memang diijinkan oleh prinsip akuntansi. )eskipun e"eknya jelas yaitu berbedanya biaya atau pendapatan yang dilaporkan. )anajemen yang konser:ati" akan berusaha mengantisipasi biaya yang akan terjadi dengan melakukan pencadangan yang cukup. 8kibatnya laba yang dilaporkan pada tahun berjalan relati" lebih kecil. Sebaliknya, pencadangan yang minimum akan menghasilkan laba lebih besar. Pada kasus !ndo"arma, hanya manajemen lama yang tahu kualitas dari in:entory tadi. Sehingga hanya mereka yang dapat melakukan estimasi apakah patut dihapuskan atau tidak. ANALISIS KASUS )anajemen laba, seperti yang terjadi pada kasus di atas, dapat menurunkan kualitas laporan keuangan dan menyesatkan para pemakai laporan keuangan. ,eputusan yang diambil berlandaskan laporan keuangan yang telah dipermak itu bisa menimbulkan kerugian bagi para stakeholder. Diharapkan agar para otoritas pasar modal mempertimbangkan cara untuk meningkatkan kualitas dan pro"esionalisme indi:idu melalui peningkatan kemampuan penalaran moral, idealisme, dan religiusitas dalam upaya mengurangi praktik manajemen laba. >al tersebut dapat di4ujudkan dengan pengadaan beragam pelatihan dan menyusun kode etik. ,ode etik dan peraturan perusahaan dapat mempertegas perbedaan antara praktik manajemen laba dengan kecurangan (fraud). Perusahaan juga dapat meminimalisir terjadinya manajemen laba dengan membenahi atau menyusun sistem pengendalian internal dan sistem akuntansi perusahaan yang memadai yang kemudian 4ajib dinilai oleh pihak independen. Para akademisi juga diharapkan mampu memberikan muatan etika yang lebih aplikati" dalam metode pembelajaran. Selain itu, akademisi juga diharapkan bekerja sama dengan para praktisi untuk mengadakan penelitian mengenai manajemen laba di !ndonesia.