Anda di halaman 1dari 16

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI............................................................................................................................................... 1 PENDAHULUAN ....................................................................................................................................... 2 Pengertian Pasar Efisien...................................................................................................................... 2 Syarat Pasar Efisien ............................................................................................................................. 2 BENTUK PASAR EFISIEN........................................................................................................................... 3 Hipotesa Pasar Efisien ......................................................................................................................... 3 Klasifikasi Bentuk Pasar Efisien ........................................................................................................... 3 Market Efficiency Test............................................................................................................................. 4 Weak-form test ................................................................................................................................... 4 SEMI STRONG FORM TEST .................................................................................................................. 5 STRONG FORM EVIDENCE................................................................................................................... 5 Implikasi Pasar Efisien ............................................................................................................................. 6 Anomali Pasar ......................................................................................................................................... 7 PASAR DI BERBAGAI NEGARA ................................................................................................................. 8 PASAR MODAL DAN PASAR BERJANGKA AS ....................................................................................... 8 PASAR MODAL DI JEPANG ................................................................................................................ 10 PASAR MODAL DI Singapura ............................................................................................................. 10

PENDAHULUAN
Pengertian Pasar Efisien
Efesiensi pasar didasarkan pada proses dinamik. Proses dinamik mempertimbangkan distribusi informasi yang tidak simetrik dan proses bagaimana harga akan menyesuaikan terhadap informasi yang tidak simetris tersebut. Informasi tidak simetris adalah suatu kondisi yang menunjukkan sebagian investor mempunyai informasi dan yang lainnya tidak. Pasar dikatakan efisien jika hargaharga sekuritasnya secara cepat dan penuh mencerminkan informasi yang tersedia terhadap aktiva tersebut.(Jones) Informasi yang tersedia bisa meliputi semua informasi yang tersedia baik informasi di masa lalu (misalkan laba perusahaan tahun lalu), maupun informasi saat ini (misalkan rencana kenaikan dividen tahun ini), serta informasi yang bersifat sebagai pendapat/opini rasional yang beredar di pasar yang bisa mempengaruhi perubahan harga. Jika pasar adalah tidak efisien, sekuritas-sekuritas akan menghasilkan return yang lebih besar dibanding normalnya, yang disebut return tak normal (excess return). Excess return didefinisikan sebagai selisih return ekspektasi dengan aktiva bebas resiko. Excess return to beta berarti mengukur kelebihan return relatif terhadap suatu unit resiko yang tidak dapat didiversifikasi yang diukur oleh beta.

Syarat Pasar Efisien


Pasar efisien akan tercapai apabila syarat-syarat berikut ini dapat terpenuhi: 1. Terdapat sejumlah besar investor yang rasional dan ingin memaksimalkan keuntungan sehingga mereka akan berpartisipasi aktif di pasar dengan menganalisis, menilai dan memperdagangkan saham. Semua investor bertindak sebagai price taker dan tidak ada tindakan seorang pun yang dapat mempengaruhi harga sekuritas. 2. Informasi tersedia tanpa biaya dan dapat diperoleh secara luas oleh semua pelaku pasar dalam waktu yang sama. 3. Informasi yang dihasilkan bersifat acak (random). 4. Investor bereaksi secara cepat dan sepenuhnya terhadap informasi baru yang menyebabkan harga saham dengan segera akan melakukan penyesuaian.

BENTUK PASAR EFISIEN


Hipotesa Pasar Efisien

Aspek penting dalam menilai efisiensi pasar adalah seberapa cepat suatu informasi baru diserap oleh pasar yang tercermin dalam penyesuaian menuju harga keseimbangan yang baru. Dalam kenyataannya sulit sekali ditemui baik itu pasar yang benar-benar efisien atau pun benar-benar tidak efisien. Pada umumnya pasar akan efisien tetapi pada tingkat tertentu saja.

Klasifikasi Bentuk Pasar Efisien


1. Efisiensi pasar bentuk lemah (weak form efficiency), apabila harga sekuritas sudah secara penuh mencerminkan informasi masa lalu. Dalam pasar semacam ini harga saham mengikuti random walk sehingga harga saham yang sudah terjadi tidak dapat digunakan untuk memprediksi harga saham saat ini. Dengan demikian strategi perdagangan berdasar hubungan harga histories tidak dapat menghasilkan abnormal return bagi investor. 2. Efisiensi pasar bentuk setengah kuat (semi strong form efficiency), apabila harga sekuritas secara penuh mencerminkan semua informasi yang dipublikasikan. Investor tidak dapat memperoleh abnormal return dengan memanfaatkan informasi publik seperti penerbitan saham baru, pengumuman laba dan dividen, pengumuman perubahan praktek akuntansi, merger, pemecahan saham maupun pengumuman lainnya. 3. Efisiensi pasar bentuk kuat (strong form efficiency), apabila harga sekuritas sudah mencerminkan semua informasi yang tersedia baik yang dipublikasikan maupun privat. Di sini tidak ada seorangpun investor yang bisa memperoleh abnormal return karena mempunyai informasi privat. Dalam keadaan semacam ini pasar modal seperti rumah lelang yang ideal karena harga selalu wajar dan tidak ada investor yang mampu memperoleh perkiraan lebih baik tentang harga saham (Husnan). Ketiga bentuk efisiensi tersebut berhubungan satu sama lain dalam bentuk tingkatan kumulatif seperti terlihat dalam gambar berikut:

Pasar Efisien Bentuk Kuat Pasar Efisien Bentuk Setengah Kuat Pasar Efisien Bentuk Lemah 3

Tingkatan tersebut mengimplikasikan bahwa pasar efisien setengah kuat adalah juga pasar efisien bentuk lemah, tetapi tidak berlaku sebaliknya. Demikian pula halnya pasar efisien bentuk kuat adalah juga pasar efisien bentuk setengah kuat dan bentuk lemah.

Market Efficiency Test


Weak-form test
Seperti yang diketahui, weak-form efficiency berarti data-data harga saham yang tergabung dalam harga saham sekarang. Jika harga saham mengikuti trend yang teratur, harga saham akan saling bergantung. Jika tidak harga saham itu akan tidak bergantung antara satu saham dengan sahamsaham yang lainnya. Oleh karena itu, weak-form test mencari tahu apakah harga saham sekarang di refleksikan oleh seluruh harga saham dimasa lampau. Ada 2 cara untuk mencoba weak-form efficiency, yaitu: 1. Pertama dengan cara statistical test mengenai perubahan harga-harga saham yang independen tanpa pengaruh pasar. Bila dari tes tersebut diketahui harga saham adalah independen, maka informasi harga-harga saham masa lampau tidak berguna bagi para investor di masa sekarang. 2. Test spesific trading rules, test ini harus dilakukan dengan percobaan spekulasi data harga masa lalu. Jika test tersebut hanya memproduksi return portofolio yang telah disesuaikan dengan resiko, tetapi hanya memegang saham hingga tanggal likuidasi dan sudah dikurangi semua biaya, hal tersebut tidak bisa dikatakan weak-form efficiency. Statistical Test of Prices Changes Perubahan harga saham di dalam pasar efisien haruslah independen. Dua statistical test of independents yang sederhana adalah the serial correlation test dan sign test. The serial correlation test meliputi pengukuran korelasi antara perubahan harga untuk beberapa hari yang lalu, seperti satu hari, dua hari, dan seterusnya. Dimana sign test (uji tanda), pengujian tanda melibatkan pengklasifikasian setiap perubahan harga berdasarkan tandanya. Yang berarti bisa berupa +, 0, maupun (jumlah nilai tidak berpengaruh). Lalu pergerakan di setiap tanda bisa dihitung dan dibandingkan untuk mengetahui informasi tentang random series. Jika ada perubahan harga yang hanya sedikit, jadi besarnya masih bisa di estimasi. Sign test juga independen. Walaupun pergerakan terjadi, pergerakannya jatuh dalam batas yang tidak pasti, saat rangkaian data yang acak memperlihatkan beberapa perubahan. Technical Trading Rules

Tes statistik yang dideskripsikan diatas menunjukan bahwa tren selain dari yang konsisten dengan rangkaian acak tidak muncul diharga saham. Namun, teknikal analis mempercayai bahwa tren tersebut tidak hanya terjadi tapi juga bisa digunakan dengan benar.

WEAK FORM CONTROL EVIDENCE Debont telah mengetes sebuah hipotesis yang berlebihan yang menyatakan bahwa orang-orang bertindak berlebihan terhadap berita yang tidak terduga dan dramatis. Setelah diaplikasikan ke harga saham, hipotesis menunjukan, sebagai hasil dari reaksi yang berlebihan, portofolio yang dianggap remeh menunjukan performa yang diluar dugaan atas pasar setelah pembentukannya.

SEMI STRONG FORM TEST


Dalam bentuk weak form test cara pengetesan secara statistikal dan trading rules tidak berbentuk dalam pengecakannya. Akan tetapi sementara itu semi strong form test lebih bervariasi dalam metode pengecekan. Semi strong form test adalah tes yang digunakan untuk menguji kecepatan penyesuaian harga dengan beredarnya informasi yang tersedia secara umum. Yang harus digaris bawahi adalah apakah investor dapat menggunakan informasi-informasi yang tersedia untuk mendapatkan excess return. ABNORMAL RETURN Rumus untuk mencari abnormal return = ARit = Rit E(Rit) Keterangan : ARit = Abnormal rate of return dari suatu sekuritas i dalam periode t Rit = Actual rate of return dari sekuritas i dalam periode t E(Rit)= Expected rate of return dari sekuritas i dalam periode t berdasarkan index model relationship Abnormal return adalah pengembalian dari sekuritas yang melebihi dari ekspetasi pengembalian. Kumulatif abnormal return adalah jumlah abnormal return yang diatas rata-rata dari suatu yang dikalkulasi dalam suatu periode tertentu.

STRONG FORM EVIDENCE


Satu cara untuk menguji strong form efficient adalah dengan memeriksa kinerja kelompok yang diduga memiliki akses ke informasi privasi(informasi dalam perusahaan). Jika kelompok tersebut bisa secara konsisten mendapatkan diatas penyesuaian return dengan resiko yang rata-rata, versi strong form ini akan tidak bisa dibantu. Kita akan memikirkan anggota perusahaan, sebuah kelompok yang diduga jatuh ke dalam kategori yang mengatur akses informasi. Aspek lain dari strong form adalah kemampuan dari semua investor untuk mendapatkan kelebihan return atas hasil penggunaan informasi dengan cara yang bagus. Dengan kata lain, bisakah seorang investor, atau suatu kelompok investor menggunakan nilai informasi yang tertera di sebuah

pengumuman untuk mendapatkan kelebihan return? Jika tidak, maka pasar termasuk strong form efficient.

Implikasi Pasar Efisien


Konsep pasar efisien memiliki implikasi penting bagi investor khususnya terkait dengan strategi perdagangan yang dipilih. Investor yang tidak percaya dengan pasar efisien akan cenderung melakukan strategi perdagangan aktif di mana mereka akan berusaha untuk memperoleh return lebih tinggi dibanding sesama investor lainnya. Untuk menganalisis dan menilai saham dengan tepat investor dapat menggunakan analisis teknikal, fundamental atau gabungan keduanya. Seorang analis teknikal percaya bahwa ia dapat mengetahui pola-pola pergerakan harga saham di masa depan dengen mendasarkan pada obsewasi pergerakan harga saham di masa lalu. Filosofi ini tentu saja bertentangan dengan konsep pasar efisien yang menyatakan bila informasi pasar masa lalu sudah tercermin dalam harga sekuritas. Pasar dianggap sebagai sumber data yang paling baik oleh karena itu analisis teknikal memakai data yang dihasilkan oleh pasar secara historis seperti harga dan volume perdagangan untuk mengestimasi perilaku harga saham masa mendatang. Levy (dalam Tandelilin) mengemukakan beberapa asumsi yang mendasari pendapat tersebut: 1. Nilai pasar barang dan jasa ditentukan oleh interaksi permintaan dan penawaran. 2. Interaksi permintaan dan penawaran ditentukan oleh berbagai faktor baik rasional maupun tidak rasional. Faktortersebut meliputi berbagai variabel ekonomi dan fundamental serta faktor lain seperti opini yang beredar, mood investor dan ramalan investor. 3. Harga sekuritas secara individual dan nilai pasar secara keseluruhan cenderung bergerak mengikuti suatu trend selama jangka waktu yang relatif panjang. 4. Trend perubahan harga dan nilai pasardapat berubah karena perubahan hubungan permintaan dan penawaran, yang bisa dideteksi dengan melihat diagram reaksi pasar yang terjadi. Strategi investasi aktif yang dilakukan investor dapat berupa strategi pemilihan saham, rotasi sektor dan market timing. Pemilihan saham merupakan strategi yang paling rasional dan populer di mana investor secara aktif melakukan seleksi untuk mendapatkan saham terbaik dengan mendasarkan pada analisis fundamental. Sedangkan strategi rotasi sektor bisa dilakukan oleh investor dengan dua cara yaitu (1) melakukan investasi pada sahamsaham perusahaan yang bergerak pada sektor tertentu untuk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi di kemudian hari atau [2) melakukan modifikasi atau perubahan terhadap bobot portofolio saham-saham pada sektor industri yang berbeda-beda untuk mengantisipasi perubahan siklis ekonomi, pertumbuhan dan nilai saham perusahaan. Strategi terakhir yaitu market timing dijalankan investor dengan secara aktif mengamati pergerakan harga saham di pasar sehingga dapat menentukan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar guna memperoleh keuntungan dan sebaliknya juga dapat memperkirakan waktu keluar &ri pasar sehingga menghindari kerugian. Sementara itu analisis fundamental mencoba mengestimasikan harga saham di masa depan dengan cara (1) memperkirakan nilai faktor fundamental yang dapat mempengaruhi harga saham dan (2) menerapkan hubungan variabelvariabel tersebut sehingga diperoleh taksiran harga saham. Investor membuat keputusan investasi dengan membandingkan nilai intrinsik saham hasil analisis dengan nilai pasar. Apabila nilai intrinsik leblh kecil/ besar dibanding nilai pasar maka investor akan membeli/ menjual saham tersebut.

Sedangkan investor yang yakin dengan kebenaran konsep pasar efisien akan cenderung menggunakan strategi investasi pasif. Di sini investor percaya bahwa harga pasar yang terjadi adalah harga yang mencerminkan nilai intrinsik saham, oleh karena itu investor tidak akan berusaha secara aktif melakukan tindakan perdagangan saham yang bisa memberikan abnormal return. Pilihan strategi investasi pasif dapat berupa strategi beli dan tahan (buy and hold) dan strategi mengikuti indeks pasar. Dalam strategi beli dan tahan investor membeli sejumlah saham dan tetap memegangnya selama beberapa waktu. Meski demikian hal ini tidak bermakna investor tidak melakukan apa-apa. Secara rasional investor akan menyeleksi saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolionya dan juga melakukan penyesuaian jika risiko portofolio mengalami perubahan melebihi toleransinya. Sedangkan strategi kedua dilakukan investor dengan berusaha membentuk portofolio yang menyerupai kinerja indeks pasar.

Anomali Pasar
Dari berbagai penelitian yang dilakukan diidentifikasi adanya penyimpangan terhadap konsep pasar efisien yang sering disebut anomali pasar, karena faktor penyebabnya sulit dilelaskan dengan tepat. Anomali ini sering diartikan sebagai an exception to a rule or a model. Levi (1996) mengklasifikasikan anomali pasar tersebut menjadi empat yaitu anomali perusahaan (firm anomaly), anomali musiman (seasonal anomaly), anomali Peristiwa (event anomaly), dan anomali akuntansi (accounting anomaly). Beberapa anomali pasar tersebut dijelaskan terperinci sebagai berikut : 1. Size effect, adalah anomali perusahaan yang diungkapkan oleh Banz melalui studinya yang menunjukkan bahwa excess return yang diperoleh perusahaan berukuran kecil cenderung lebih tinggi dibandingkan perusahaan berukuran besar. 2. P/E ratio effect merupakan anomali yang memperlihatkan bila saham dengan rasio P/E yang rendah memiliki return lebih tinggi dibanding saham dengan rasio P/E tinggi. Apabila pasar memang efisien maka seharusnya tidak ada hubungan antara rasio P/E dengan return karena rasio ini merupakan informasi umum yang seharusnya telah tercermin dalam harga saham. Reinganum membuktikan secara empiris bila P/E effect terkait erat dengan size effect. Lebih lanjut Fama & French menemukan bila P/E effect ini akan hilang apabila dilakukan kontrol terhadap ukuran dan market to book perusahaan. 3. Market to book effect menyatakan apabila saham yang mempunyai market to book tinggi akan cenderung mempunyai tingkat return yang lebih besar dibandingkan dengan saham yang memiliki market to book rendah. l,akonishok, Shleifer & Vishny menemukan perbedaan sebesar 7.8% per tahun. 4. January effect, adalah anomali musiman yang memperlihatkan apabila return di bulan Januari cenderung lebih tinggi dibanding return di bulan lain. Kecenderungan ini lebih besar pada perusahaan kecil dan terjadi pada lima hari pertama perdagangan di awal bulan. 5. Holiday effect, menunjukkan kecenderungan return saham pada satu hari sebelum libur (pre holiday return) dan return saham sehari setelah libur (post holiday return) lebih tinggi dibanding return saham di hari-hari biasa. 6. The day of the week effect adalah anomali di mana perbe&an hari perdagangan berpengaruh terhadap pola return saham dalam satu minggu. Variasi anomali ini dikenal antara lain adalah Monday effect dan weekend effect. 7

7. Intraday effect, mengungkapkan bila return saham suatu jam perdagangan tertentu berbeda dengan jam perdagangan lain meski masih berada dalam satu hari yang sama. 8. Turn of the month effect yaitu anomali di mana tingkat pengembalian pada awal bulan selalu lebih tinggi atau positif dibandingkan dengan akhir bulan yang bisa mencapai negatif dan turn of the year effect apabila perbe&an return terkait dengan waktu di sekitar pergantian tahun.

PASAR DI BERBAGAI NEGARA


PASAR MODAL DAN PASAR BERJANGKA AS
AS mempunyai penduduk sejumlah 280 juta jiwa mempunyai pendapatan dunia (GNP) sebesar US$ 7783 milliar atau menguasai pendapatan dunia yaitu sebesar 26% (ranking 1). Masyarakatnya banyak berinvestasi di pasar modal sekitar 60% yang menginvestasikan dananya di pasar modal DN sebesar 70% dan sisanya 30% investasi di Negara lain. AS merupakan Negara federasi yang terdiri dari 50 negara bagian yang memiliki hokum sendiri dan otonomi seluas-luasnya di bidang ekonomi, tetapi dengan satu presiden dan satu angkatan bersenjata. Setiap Negara dipimpin oleh gubernur yang dipilih langsung rakyat setempat dan memiliki kekuasaan untuk membangun ekonomi daerahnya, sehingga memungkinkan semua Negara bagian memiliki kegiatan pasar modal. AS memiliki bursa efek dengan system order driven market dan 1 bursa efek yang menggunakan system dealer drive market. Bursa efek terbesar di dunia berada di AS, yaitu New York Stock Exchange (NYSE) dan national Association of securities dealers automated quotation (NasdaQ) peringkat berikutnya. Bursa efek terbesar berikutnya Tokyo Stock exchange di jepang dan London Stock exchange di Inggris. Tolok ukur bursa efek terbesar dilihat dari nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) yaitu jumlah agregat nilai kapitalisasi pasar dari seluruh emiten yang tercatat di BE. Bursa efek terbesar di dunia dan didirikan tahun 1970. emiten yang tercatat hanya perusahaan berskala besar. Nilai kapitalisasi pasar pada tahun 1995 adalah US$ 6 trilliun dengan jumlah emiten 3581 perusahaan sudah termasuk saham asing dari 292 perusahaan, sementara perdagangan dilaksanakan dalam ruangan lantai perdagangan (floor trading). System perdagangan dengan system lelang (auction market), dimana harga terbentuk langsung dari investor yang ditawarkan melalui anggota bursa dan proses tawaran harga yang berasal dari para investor disebut order driven. Harga terbaik adalah tawaran harga jual terendah dan tawaran harga beli tertinggi. Setiap broker dapat melakukan transaksi jual beli semua saham yang tercatat di bursa, tetapi ada broker yang hanya memperdagangkan sebagian kecil jenis saham yang dikuasainya atau disebut specialist.

Nasdaq Di AS, satu emiten bias tercatat di dua bursa (dual listing) atau lebih dari dua bursa (multiple listing). Nasdaq menampung perusahaan skala kecil, menengah, besar. Nasdaq didirikan tahun 1939 di Washington dan tahun 1970 menerapkan system perdagangan secara elektronik (screen based trading), yang dilaksanakan langsung dari kantor masing-masing broker melalui computer perdagangan yang sudah terjalin dalam satu jaringan perdagangan dengan computer perdagangan yang ada di bursa efek (floorless trading atau remote trading). Nasdaq membuka kantor cabang di 14 district offices di AS, dan beroperasi dengan menggunakan 189000 terminal computer di 50 negara bagian, termasuk Negara asing. Anggota bursa disebut market-makers ada 415 perusahaan efek. Harga pasar saham dibentuk oleh para market-maker, sementara proses pembentukan harga saham oleh multi-market makers disebut dealer driven. Tawaran harga jual dan beli dating dari market-maker. Satu jenis saham dapat dipegang beberapa market-maker, sementara jumlah market maker untuk setiap jenis saham tidak sama tergantung besar kecil perusahaan. Tahun 1986, 400 jenis sekuritas yang tercatat di nasdaq dapat diperdagangkan di LSE, dan 350 jenis yang tercatat di LSE dapat diperdagangkan di nasdaq. Hubungan dalam satu jaringan perdagangan efek dilaksanakan setelah jam perdagangan domestic selesai. Jadi perdagangan efek 24 jam, yang oleh nasdaq dibagi 2 periode yaitu nasdaq jam 09.30 sampai 16.00 dan nasdaq international jam 03.30 sampai 09.00. tahun 1988, Stock Excahange of Singapore mengikuti jejak LSE , yaitu memperdagangkan 33 jenis sekuritas yang tercacat di nasdaq. Pasar Berjangka Memperdagangkan produk yang ada di pasar uang, pasar modal, dan pasar komoditas dengan syarat penyerahan barang dan penyelesaian pembayaran dilakukan di masa datang. Harga terbentuk pada saat transaksi terjadi tetapi penyelesaian (settlement) dilakukan 1 bulan lagi, 3 bulan lagi, 6 bulan dst. Produk yang berasal dari pasar uang yang dapat dijualbelikan di bursa berjangka mencakup berbagai valas dan berbagai tingkat bunga; produk pasar modal adalah opsi saham, opsi obligasi, dan indeks harga saham; produk pasar komoditi mencakup kacang, kedelai, gula, minyak goreng, emas dst. Bagi produsen yang masuk dalam bursa berjangka berarti ada jaminan bahan baku tetap tersedia sehingga kelangsungan produksinya terjaga. Bagi debitur yang memiliki utang valas ada jaminan kurs valas yang harus dibayar bersifat tetap (fixed rate), dan kreditur yang memiliki piutang valas ada jaminan bahwa kurs yang berlaku adalah fixed rate sepanjang valas tsb diperdagangkan di bursa.

PASAR MODAL DI JEPANG


Jepang sebagai Negara kepulauan dan Negara maju memiliki 3 bursa efek dari sebelum perang dunia kedua (1940-1945) yaitu di Tokyo, Osaka dan Nagoya. Setelah perang usai bermunculan bursa efek baru menajdi 9 bursa efek. Jepang dengan kondisi hancur lebur setelah perang dunia kedua, cepat pulih dengan mobilisasi dana masyarakat melalui bursa efek di Fukuoka, Hirosima, Niigata, Kyoto dan Sapporo. Jepang juga mendirikan pasar ketiga atau over the counter di Tokyo tahun 1941 yang diberi nama Japan Securities Dealers Association (JSDA). Sistem perdagangan bursa efek di kota tersebut mengikuti system perdagangan di Tokyo Stock Exchange yaitu investor jual dan investor beli melakukan order kepada broker efek, kemudian broker efek meneruskan order kepada saitori, yaitu petugas bursa yang bertugas mempertemukan order jual dan order beli. Perdagangan efek dilakukan di trading floor bursa efek oleh para broker dan saitori. Selain itu, investor juga dapat memesan melalui kantor-kantor broker efek yang terletak di luar gedung bursa yang akan meneruskan order investor tersebut kepada floor tradernya yang ada di trading floor bursa efek.

PASAR MODAL DI Singapura


Salah satu Negara di Asia yang paling siap menghadapi era globalisasi. Dengan jumlah penduduk 3 juta orang dan pendapatan perkapita US$ 30.170 (1998), telah diklasifikasikan sebagai Negara maju, dan Negara nomor satu yang tingkat korupsinya paling kecil (skor 0,5) menurut versi PERC (Political and Economis Risk Consultancy) yang berpusat di Hongkong. Singapura juga satu-satunya Negara yang masyarakatnya memahami dan menggunakan multi currency, sehingga memudahkan wisatawan asing melakukan transaksi langsung dengan masyarakat di Singapura dan menguasai 4 bahasa yaitu Melayu, China, Inggris dan India. Indikasi system ekonomi ekonomi yang kuat dari suatu Negara tercermin oleh 4 institusi pasar yang telah berjalan baik dan sehat, yaitu: Pasar uang dengan indicator system perbankan yang tangguh. Pasar modal, yang tercermin pada stock exchange of Singapore yang modern (SES).

Pasar berjangka bidang keuangan, yang tercermin pada Singapore International Monetary exchange (SIMEX) yang terkenal. Singapore Commodity Exchange (SICOM).

10

Stock exchange of Singapore Perdagangan efek di SIngapura sejak pemerintahan Raffles (1819). Tahun 1960 dilakukan kerjasama perdagangan bersama Kualalumpur Stock Exchange (KLSE) dan SES, namun tahun 1973 berakhir. 24 Mei 1973 SES berdiri sendiri dan 18 Februari 1987 membuka kesempatan perusahaan berskala kecil dan mengah untuk masuk ke bursa efek, dimana papan disebut SESDAQ. Jadi SES mainboard yang menampung perusahaan besar, dan SESDAQ menampung perusahaan kecil dan menengah. 2 Januari 1990, SES membuka OTC market untuk memperdagangkan saham asing yang tercatat di bursa efek LN. Saham yang terkenal di hongkong, china, Malaysia, Indonesia, dan lainnya dijual di OTC market atau disebut CLOB International. SES dimiliki 33 pemegang saham dan memiliki 123 anggota bursa, 823 dealer dan 2.055 remisier per Juni 1995. perdagangan dilakukan tanpa penyerahan fisik saham dan tidak dilakukan di lantai perdagangan, tetapi di kantor masing-maisng anggota bursa yang sudah terjalin dalam satu jaringan perdagangan dengan bursa efek (remote trading). Pencatatan pemilikan saham dilakukan oleh Central Depository dan pembayaran dilakukan melalui central clearing house. Remisier adalah kepanjangan tangan dari anggota bursa untuk menjangkau para investor. Remisier berhubungan langsung dengan para investor, yang kemudian menyalurkan order investor kepada anggota bursa. Dalam hal ini ada perjanjian pembagian transaction fee antara anggota bursa dan remisier. SIMEX Merupakan bursa berjangka di bidang keuangan dan non keuangan yang didirikan tahun 1984. tahun 1986 dimulai perdagangan indeks Nikkei 225 futures, 1988 mulai diperdagangkan Eurodollar futures. Tahun 1990 dimulai Euroyen futures dan 1989 di bidang energi mulai diperdagangkan fuel-oil futures. 9 Juni 1995, SIMEX bekerjasama dengan International petroleum Exchange (IPE) untuk saling memperdagangkan (mutual offset system) brent crude futures selama 18 jam per hari. 17 maret 1994, SIMEX melakukan kerjasama perdagangan (mutual offset trading link) dengan CME selama jam perdagangan berlangsung. SICOM Didirikan tahun 1992 untuk memperdagangkan komoditas karet secara berjangka. Jenis produknya meliputi one ribbed smoked sheet (RSS 1), Contract, Three Ribbed smoked Sheet (RSS 3) contract Technically Specified Rubber 20 (TSR 20) Contract, dan RCS Index Contract. Perdagangan ini berbentuk futures contract.

PASAR MODAL Di INDONESIA


Banyak penelitian telah dilakukan baik di bidang akuntansi maupun keuangan untuk mengetahui keterkaitan antara informasi baru yang dipublikasikan dengan harga saham maupun volume perdagangan saham.

11

Sebagian besar dari event study yang dilakukan menggunakan berbagai event yang terkait langsung dengan aktivitas ekonomi atau bisnis dari emiten yang bersangkutan, seperti pengumuman laba, kebijakan dividen, pengumuman akuisisi atau merger. Pada perkembangan selanjutnya event study juga dilakukan untuk menganalisis pengaruh peristiwa peristiwa yang terkait lingkungan ekonomi makro seperti perubahan kurs, suku bunga, ataupun kebijakan ekonomi yang ditetapkan oleh pemerintah. Walaupun event study memiliki jangkauan yang luas, namun baru pada dua dekade terakhir ini banyak digunakan terhadap peristiwa peristiwa di luar isu isu ekonomi (Suryawijaya dan Setiawan, 1998). Affandi & Utama (1998) melakukan pengujian efisiensi bentuk setengah kuat di BEJ selama periode 1996 1997 dengan menggunakan event pengumuman laba. Indikator yang digunakan adalah abnormal return. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa pada tahun 1996 1997 BEJ belumlah mencapai efisiensi bentuk setengah kuat. Hal ini ditandai dengan kurang cepatnya harga saham menyesuaikan diri terhadap pengumuman laba walaupun terdapat abnormal return yang signifikan di sekitar tanggal pengumuman. Husnan et al (1996) juga meneliti reaksi pasar terhadap pengumuman laporan keuangan. Akan tetapi, indikator yang digunakan adalah Aktivitas Volume Perdagangan (Trading Volume Activity, TVA) dan Variabilitas Tingkat Keuntungan (Security Return Variability, SRV). Dengan sampel 30 saham perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan bulan Desember 1993 dan Maret 1994 ditemukan perbedaan TVA antara sekitar pengumuman dengan pada hari pengumuman, antara sebelum dengan sesudah pengumuman, juga antara bulan Desember dengan bulan Maret baik sebelum pengumuman, sesudah pengumuman, maupun keseluruhannya. Secara umum perdagangan sebelum pengumuman laporan keuangan lebih tinggi daripada setelah pengumuman. Hal ini menunjukkan antisipasi investor terhadap laporan keuangan. Akan tetapi, pengujian terhadap indikator SRV hanya menemukan perbedaan signifikan antara sebelum dengan sesudah pengumuman bulan Maret dan antara sekitar pengumuman dengan pada hari pengumuman bulan Desember. Peneliti menyimpulkan bahwa laporan keuangan bulan Maret memberikan informasi baru bagi investor, sedangkan laporan keuangan bulan Desember biasanya hanya merupakan konfirmasi searah terhadap laporan bulan Maret. Event study terhadap peristiwa makroekonomi antara lain dilakukan oleh Susiyanto (1999) yang menganalisis peristiwa Reformasi Perbankan tanggal 13 Maret 1999 dan peristiwa Penerbitan Obligasi Pemerintah tanggal 28 Mei 1999. Pada sampel 17 saham perbankan ditemukan adanya abnormal return yang signifikan di seputar kedua peristiwa tersebut walaupun tidak terdapat perbedaan rata rata abnormal return yang signifikan antara sebelum dan sesudah peristiwa. Sedangkan pengujian terhadap rata rata Aktivitas Volume Perdagangan (Trading Volume Activity, TVA) menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah peristiwa Reformasi Perbankan, tetapi tidak signifikan pada peristiwa Penerbitan Obligasi Pemerintah. Penundaan Pencairan Bantuan IMF yang terjadi pada bulan Maret 2000 merupakan peristiwa ekonomi lain yang diteliti oleh Mahgianti (2001). Objek penelitiannya adalah 37 saham yang sebagian besar dimiliki oleh investor asing, sedangkan pembandingnya adalah 36 saham yang kepemilikannya didominasi oleh investor domestik. Dari hasil pengujian Cummulative Abnormal Return (CAR) baik pada saham asing maupun domestik tampak bahwa pengumuman penundaan pencairan bantuan IMF memiliki kandungan informasi negatif yang terlihat dari adanya negative abnormal return yang signifikan sebelum dan setelah pengumuman. Sedangkan pada pengujian Cummulative Abnormal Trading Volume Activity (CATVA) ditemukan adanya penurunan rata rata 12

CATVA setelah pengumuman, bahkan pada saham dominasi asing mencapai CATVA negatif. Reaksi pasar yang berlangsung dalam jangka waktu cukup lama (selama sepuluh hari perdagangan) memunculkan dugaan bahwa pasar modal Indonesia belum efisien setengah kuat. Penelitian yang dilakukan oleh Suryawijaya & Setiawan (1998) merupakan salah satu event study yang meninjau pengaruh kandungan informasi dalam suatu peristiwa di luar peristiwa ekonomi, dalam hal ini peristiwa politik Penyerbuan Kantor DPP PDI tanggal 27 Juli 1996. Sampel yang diambil adalah 37 saham berkapitalisasi terbesar, menghasilkan temuan yang menunjukkan bahwa BEJ semakin sensitif terhadap munculnya berbagai informasi yang relevan, termasuk informasi politik. Hal ini tercermin dari negative abnormal return yang signifikan yang terjadi secara spontan pada peristiwa tersebut. Dari uji beda rata rata yang dilakukan terhadap rata rata abnormal return sebelum dan setelah peristiwa, terlihat bahwa harga saham secara cepat menyesuaikan dengan perkembangan yang terjadi. Dalam hal ini BEJ dinyatakan memenuhi kriteria efisiensi bentuk setengah kuat. Sidang Tahunan MPR tahun 2000 dalam kaitannya dengan harga saham juga telah diteliti oleh Harto (2000). Dengan tujuan untuk melihat sejauh mana dinamika politik dalam negeri khususnya ST MPR tahun 2000 terhadap reaksi pasar modal Indonesia dan menggunakan sampel saham LQ45 serta saham saham lain yang berasal dari berbagai sektor, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan untuk semua hasil pengujian antara harga harga saham saat berlangsungnya ST MPR dengan harga harga saham lima hari setelah ST MPR. Purboyono (2001) melakukan penelitian yang senada, dengan menggunakan event Reshuffle Kabinet Persatuan Nasional tanggal 23 Agustus 2000. Sampel yang digunakan adalah saham yang termasuk LQ45, dengan indikator abnormal return. Dari hasil penelitiannya yang menunjukkan adanya abnormal return yang signifikan satu hari setelah peristiwa bisa disimpulkan bahwa pasar modal Indonesia (dalam hal ini BEJ) bereaksi terhadap peristiwa di luar kegiatan ekonomi yang memiliki skala nasional. Secara umum bisa dikatakan bahwa BEJ semakin sensitif terhadap munculnya berbagai informasi yang relevan, termasuk peristiwa politik. Penelitian lain dilakukan oleh Lamasigi (2002) terhadap peristiwa pergantian Presiden RI tanggal 23 Juli 2001. Peristiwa yang merupakan salah satu kegiatan dalam rangkaian Sidang Istimewa MPR tahun 2001 tersebut dianggap sebagai peristiwa politik terpenting sepanjang tahun 2001. Dengan sampel 37 saham yang termasuk dalam LQ45, diperoleh hasil adanya positive abnormal return yang signifikan sebelum dan setelah peristiwa. Hal ini berarti investor telah memiliki harapan positif pada awal pelaksanaan SI MPR tersebut, bahkan kepercayaan investor semakin meningkat setelah terjadinya pergantian Presiden RI. Akan tetapi, penyerapan informasi oleh pelaku pasar yang telah dilakukan sebelum peristiwa mengakibatkan rata rata abnormal return sebelum dan setelah kejadian tidak jauh berbeda. Tragedi yang menimpa bangsa Indonesia yaitu peristiwa peledakan bom di Legian, Kuta Bali menjadi suatu event yang menarik untuk diteliti bagi Indarti (2003). Dengan sampel saham saham LQ45, hasil penelitiannya menunjukkan bahwa kejadian itu langsung direspon oleh pelaku pasar modal di BEJ yang ditunjukkan oleh adanya negative abnormal return signifikan pada event day. Rata rata abnormal return dan TVA yang berbeda antara sebelum dan setelah peristiwa juga menunjukkan bahwa peristiwa tersebut berpengaruh terhadap saham saham di BEJ dalam jangka waktu yang cukup lama.

13

Saputro (2005) melakukan penelitian senada, dengan mengambil dua event yaitu peristiwa Ledakan Bom Marriott pada tanggal 5 Agustus 2003 dan peristiwa Ledakan Bom Kuningan pada tanggal 9 September 2004. Secara purposive sampling, dari saham saham perusahaan yang termasuk dalam LQ45 secara konsisten selama periode Februari 2003 sampai dengan Agustus 2004 serta tidak melakukan corporate action selama event period-nya diperoleh 25 saham sebagai sampel yang diteliti. Hasil penelitiannya menunjukkan adanya abnormal return yang signifikan di seputar terjadinya kedua peristiwa. Akan tetapi, tidak terdapatnya perbedaan rata rata abnormal return sebelum dan setelah kedua peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kedua peristiwa tersebut tidak menimbulkan pengaruh dalam waktu yang lama bagi pasar modal. Rata rata abnormal return pada saat dan setelah peristiwa Ledakan Bom Marriott yang tidak berbeda dengan rata rata abnormal return pada saat dan setelah peristiwa Ledakan Bom Kuningan juga menunjukkan bahwa reaksi pasar modal relatif tidak berbeda terhadap kedua peristiwa tersebut. Penelitian mutakhir dilakukan oleh Manullang (2004) untuk menguji efisiensi bentuk semi kuat di BEJ dengan sampel event 28 peristiwa sosial-politik dan 23 peristiwa ekonomi yang terjadi pada tahun 1996 2003. Adapun sampel saham yang diteliti adalah 46 saham yang memenuhi kriteria 80 persen kapitalisasi pasar pada bulan Juni 2003. Dari 51 peristiwa yang diteliti, ternyata pada 31 peristiwa ditemukan adanya abnormal return yang signifikan pada event day, sehingga disimpulkan BEJ telah mencapai efisiensi bentuk setengah kuat.

BENTUK PASAR MODAL DI DUNIA (tahun 2008)


Untuk memahami proses terkelabuhinya pelaku pasar, berikut ini disajikan hasil penelitian beberapa pakar yang menunjukkan bahwa pelaku pasar, terutama investor, memang bisa ditipu. Dengan tidak mengecilkan hasil penelitian yang menyimpulkan bahwa beberapa pasar modal sudah efisien, hasil penelitian berikut menunjukkan hal yang sebaliknya. Ternyata informasi di pasar tidak efisien. Apa hubungan antara kejadian dalam perusahaan dengan informasi dan pergerakan harga saham? Secara sederhana dapat diilustrasikan sebagai berikut. Misalnya di perusahaan ada kejadian berupa kredit macet yang menyebabkan perusahaan rugi. Beberapa saat setelah kejadian tersebut (bisa dalam beberapa detik, jam, hari, dan seterusnya, tergantung padakecepatan pasar menangkap momentum kejadian tersebut) pasar menangkap berita kredit macet tersebut. Kemudian analis pasar mengevaluasi arti dari kredit macet dan kerugian perusahaan dan kemudian menetapkan harga saham yang baru berdasarkan analisis tersebut. Semakin pendek waktu antara kejadian dalam perusahaan dengan pembentukan harga yang baru, pasar semakin efisien. Bila penyebaran informasi berjalan sedemikian baiknya sehingga setiap pelaku pasar dapat segera membentuk harfga yang baru, maka tidak ada satupun pelaku pasar yang dapat memanfaatkan analisis tersebut untuk mendapatkan keuntungan ekstra, yang lebih besar dari keuntungan yang diperoleh pelaku pasar lainnya. Inilah landasan dari efisiensi informasi. Menurut kategori efisiensi lemah (weak form), informasi disebut efisien bila semua informasi mengenai harga saham dan perdagangan saham masa lalu sudah tercermin dalam harga saham saat ini. Implikasinya, pelaku pasar tidak bisa menggunakan data-data harga saham dan perdagangannya untuk memprediksi harga saham ke depan. Ini juga berarti, penggunakan chart oleh para chartists, misalnya, tidak berguna dan tidak akan menghasilkan keuntungan ekstra.

14

Pasar Modal Korea (Korean Capital Market), seperti ditunjukkan dalam tabel, ternyata tidak efisien dalam kategori lemah ini. Penelitian menunjukkan, dengan menggunakan data volume perdagangan saham dan return saham masa lalu, kita bisa memprediksi ke mana pergerakan harga saham. Demikian juga volume perdagangan dapat diprediksi dengan menggunakan tingkat return saham masa lalu. Pasar Modal Inggris Raya juga menunjukkan hal yang sama. Bahkan, ketidakefisienan terjadi pada saham-saham besar dan dikenal luas yang nota bene, diperdagangkan secara reguler dan harusnya informasi sangat efisien. Penelitian menunjukkan, harga saham selalu overshoot oleh karena rasa optimisme atau pesimisme investor yang berlebihan. Akibat ovedrshoot, kita bisa memprediksi bahwa harga saham akan bebalik (reversal) dan besar serta waktu berbaliknya harga dapat diprediksi berdasarkan harga saham masa lalu. Pasar Modal di Amerika Serikat juga ternyata menunjukkan ketidakefisienan dalam bentuk lemah ini. Dengan menggunakan data Dow Jones Industrial Average Index, terbukti bahwa pergerakan harga saham dan tingkat returnnya dapat diprediksi dengan menggunakan buy and sell signal masa lalu yang diturunkan dengan menggunakan metoda moving average. Apalagi bagi pasar modal yang masih pada taraf berkembang, seperti Colombo Stock Exchange. Ternyata harga saham dari hari kehari, minggu ke minggu, maupun bulan ke bulan menunjukkan ada keterkaitan (serial dependent). Ini juga berarti harga saham bisa diprediksi dengan menggunakan harga saham masa lalu. Menurut kategori efisien cukup kuat (semi strong), informasi disebut efisien bila harga saham telah mencerminkan semua informasi yang dipublikasi. Termasuk ke dalam jenis informasi ini antara lain laporan keuangan perusahaan, peraturan pemerintah, dan kejadian-kejadian dalam perusahaan. Bila pasar efisien dalam bentuk ini, tidak ada gunanya melakukan analisis informasi yang dipublikasi karena tidak akan menghasilkan prediksi harga saham yang baru dan tidak dapat mengeksploitasi keuntungan dari analisis. Kejadian di Amerika Serikat akhir-akhir ini menyangkut Enron, WorldCom, Merck, dan sebagainya, membuktikan bahwa pasar modal Amerika Serikat tidak efisien. Buktinya, perusahaan telah mengeluarkan laporan keuangan tetapi pasar tidak mampu menangkap dengan sempurna makna angka-angka tersebut. Tidak heran bila ternyata harga saham tidak mencerminkan apa yang sesungguhnya terjadi di perusahaan. Ini sering terjadi di pasar modal di negara maju. Pada saat harga saham tinggi dan terus meningkat, tiba-tiba perusahaan tersebut mengumumkan bangkrut. Demikian juga dengan kejadian-kejadian penting di perusahaan ternyata berpengaruh pada pergerakan harga saham, dan pengaruh tersebut dapat diprediksi. Oleh karena itu strategi berdagang saham secara aktif mengikuti kejadian-kejadian penting dapat menghasilkan tingkat return yang lebih baik dibandingkan bila menerapkan strategi investasi pasif (hanya buy and hold strategy). Informasi dari saham-saham yang selalu dimuat dalam Wall Street Journal ternyata tidak efisien. Setiap ada publikasi mengenai inside trading, harga saham bergerak mengikuti berita tersebut dan dapat diprediksi. Menurut kategori efisiensi kuat (strong form), harga saham sudah mencerminkan semua informasi, termasuk hal-hal yang tidak atau belum dipublikasi. Misalnya, bila perusahaan memperoleh hak eksklusif mengenai produk atau pasar tertentu, harga saham langsung

15

mencerminkan hak tersebut sekalipun berita belum disebar, atau masih berupa inside information. Inside information yang sering menjadi isu berkaitan dengan inside trading. Bila pasar menunjukkan tingkat efisiensi informasi dalam kategori kuat, maka inside trading tidak akan memberi keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan yang diterima melalui public trading. Pembuktian efisiensi pasar dalam kategori kuat memang yang paling sulit di antara ketiga kategori efisiensi informasi. Dan sering kali masalah inside information dan inside trading berurusan dengan masalah hukum.

16