Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Pompa 104 J merupakan pompa yang digunakan untuk mengalirkan BFW dari deaerator menuju ammonia converter. Gas yang keluar dari converter di dinginkan dengan pertukarn panas oleh boiler feed water dan gas yang akan masuk ke converter. Pompa 104 J merupakan suatu pompa sentrifugal dimana energi mekanis dari pompa sentrifugal naik karena adanya aksi sentrifugal. Fluida masuk melalui bagian suction yang dihubungkan secara concentric dengan suatu poros yang mempunyai element yang berputar secara cepat yang disebut impeller. Impeller ini mempunyai baling baling radial. Pada desain pompa 104 J ini menggunakan pompa sentrifugal dikarenakan pompa sentrifugal dapat digunakan untuk fluida yang memiliki viskositas di bawah 5 CP dan BFW memiliki viskositas sebesar 1 CP sehingga pompa yang digunakan pada desain ini adalah pompa sentrifugal, selain itu fluida yang dialirkan adalah fluida cair sehingga untuk mengalirkan fluida ini menuju tekanan tinggi di discharge dibutuhkan gaya sentrifugal yang memutar fluida ke dalam arah melingkar dan juga menggunakan fluida cair ini sebagai pendingin dan pelumas bearing pompa dan komponen pompa yang ada didalam lainnya. Untuk mendisain suatu pompa sentrifugal harus mengetahui prinsip dasar dari pompa sentrifugal itu sendiri, diantaranya :
1.

Gaya sentrifugal bekerja pada impeller untuk mendorong fluida ke sisi luar sehingga kecepatan fluida meningkat.

2.

Kecepatan fluida yang tinggi diubah oleh casing pompa (volute atau diffuser) menjadi tekanan atau head. Banyak pompa sentrifugal didesain dengan cara memungkinkan pompa beropersai secara

terus menerus untuk berbulan bulan bahkan tahunan. Pompa sentrifugal ini seringkali mengandalkan zat cair yang dipompa sebagai pendinginan dan pelumasan terhadap bearing pompa dan komponen pompa yang ada didalam lainnya. Jika aliran yang melalui pompa dihentikan ketika pompa sedang beroperasi dan pompa tidak didinginkan sebagaimana mestinya maka akan membuat pompa lebih cepat rusak. Pada disain pompa ini memiliki NPSH ( Net Positive Suction Head ) sebesar 65,5636 ft . lbf/ lb. Hal ini berarti dapat mencegah terjadinya kavitasi pada pompa. Kavitasi merupakan suatu kondisi dari pompa dimana terjadi lokal pressure drop sehingga ruangan pompa terisi oleh uap air. Kavitasi terjadi karena harga NPSH sama dengan nol.

Tanda tanda terjadinya kavitasi adalah : 1. Adanya vibrasi dan noise dari pompa. 2. Terjadinya penurunan kurve dari head capasity dan efisiensi. 3. Terjadinya lubang lubang pada impeller. 4. Korosi pada logam pompa. Material konstruksi yang digunakan adalah carbon steel, karena fluida yang dialirkan adalah BFW yang tidak mengandung zat zat lain yang bersifat korosif. Dalam desain pompa ini memiliki efisiensi yang tidak terlalu besar yaitu sebesar 50 %, hal ini mungkin disebabkan oleh kualitas alat yang sudah menurun karena telah lama digunakan. Power pada pompa sebesar 69 HP, artinya pompa ini memiliki power yang besar dikarenakan tidak hanya mengalirkan BFW tetapi juga menaikkan tekanan.. 4.6 Kesimpulan 1. Pompa ini memiliki efisiensi yang kecil yaitu 50% sehingga kurang efisien dalam pemakaianya 2. Pompa ini memiliki power yang besar yaitu 69 HP sehingga dapat mengalirkan BFW 3. Fluida cair yang di pompa pada pompa sentrifugal ini dapat digunakan sebagai pendingin dan pelumas bearing pompa dan komponen lainya. 4.7 Saran Sebaiknya data data yang dibutuhkan untuk mendisain pompa harus lengkap dan jelas yaitu data mengenai sifat fisik fluida, material dan komponen dari pompa tersebut.