Anda di halaman 1dari 259

Pendidikan Kependudukan & Lingkungan hidup

Gilly Marlya Tiwow,S.Pd, M.Pd

PERTEMUAN I

Gilly Marlya Tiwow,S.Pd, M.Pd

A. LATAR BELAKANG

1. Penduduk dunia mengalami pertambahan yg sangat cepat, waktu yg diperlukan utk jadi 2x lipat lebih pendek. 2. Kebutuhan hidup makin banyak (terutama kebutuhan pokok). 3. Pemanfaatan sumber alam makin banyak timbul kerusaan alam.

KESADARAN BARU

1. Adanya fenomena penduduk menimbulkan kekawatiran terkait dng pemenuhan kebutuhan pokok. 2. Kerusakan SDA mulai dirasa dapat menimbulkan bencana yg berkepajangan. 3. Th 1970 mulai dirasa perlu ada tindakan nyata membangun sikap yg tepat menghadapi bahaya ledakan penduduk.

LANJUTAN

Pada th 1968 terdapat 30 kepala negara dari

negara maju dan berkembang sebagai awal program aksi menghadapi bahaya ledakan penduduk (population explotion) dgn pengendalian/pengatuaran/pembatasan kelahiran (Keluarga Berencana). Indonesia diwakili Presiden Suharta ikut menandatangani Deklarasi PBB tentang Kependudukan(United Nations Declaration on Population).

ISI KESEPAKATAN
BAHWA PERTAMBAHAN PENDUDUK YG CEPAT AKAN MENIMBULKAN PERUBAHAN BESAR BAGI PENDUDUK ABAD 20

KESIMPULAN
Pemimpin pemerintahan dan pemuka agama mulai tumbuh kesadaran akan adanya masalah kependudukan.

4 pokok kesepakatan

Kebanyakan pria dan wanita di seluruh dunia, juga di negara sedang berkembang ingin membatasi jumlah anak.

KESIMPULAN

4 pokok kesepakatan

Pemimpin pemerintahan dan pemuka agama mulai tumbuh kesadaran akan adanya masalah kependudukan. Kebanyakan pria dan wanita di seluruh dunia, juga di negara sedang berkembang ingin membatasi jumlah anak. Diketemukannya teknologi kontrasepsi maju. Program keluarga berencana nasional dilakukan secara besar-besaran diberbagai negara, terutama di negara sedang berkemban

PADA TH 1980 AN DI INDONESIA ADA KESEPAKATAN BARU BAHWA DUA PROGRAM TERSEBUT PERLU DISATUKAN, MENGHASILKAN NAMA BARU TETAP SBG PROGRAN PENDIDIKAN: PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP (PKLH).

BAB I
KONSEP HUBUNGAN MANUSIA DAN ALAM LINGKUNGAN

KONSEP HUBUNGAN MANUSIA - ALAM


*

SEJAK LAHIR, bahkan sejak masih dlm kandungan sang ibu, manusia tdk dpt lepas dari alam sekitar.

Hubungan

makluk hidup khususnya manusia dengan alam memiliki makna yang luas dan mendalam

KONSEP HUBUNGAN MANUSIA - ALAM


*

SEJAK LAHIR, bahkan sejak masih dlm kandungan sang ibu, manusia tdk dpt lepas dari alam sekitar.

Hubungan

makluk hidup khususnya manusia dengan alam memiliki makna yang luas dan mendalam

KONSEP EKOLOGI ERNEST HAECKEL (1869) ( AHLI FILSAFAT DAN BIOLOGI, JERMAN)

EKOLOGI
BERASAL DARI 2 SUKU KATA OIKOS DAN LOGOS (bah Yunani) Laurence Pringle Ecology is the study of the houses or environments, of living organisms all of their surroundings, including other animals plants,climate and soil

kesimpulan

Bidang ilmu yang menelaah hubungan antara manusia dengan kehidupannya,yang memiliki fungsi peran dan kedudukan yang saling berkaitan dengan lingkungannya Suatu ilmu atau studi tentang hubungan makluk hidup dengan lingkungannya sebagai suatu rumah tangga

secara umum
Bidang ilmu yang mengkaji

hubungan timbal arah antara populasi atau makluk hidup (organisme ), penyebaran dan aktivitas manuia dengan lingkungannya

ekologi sosial James A Quinn Cabang ilmu yang berkenaan dgn :


Struktur fungsional keruangan habitat areal

manusia Penyebaran unsur unsur budaya dan sosial

konsep lingkungan Prof Dr.Otto Soemarwoto environment :


Segala sessuatu di sekeliling organisme itu Yang Berpengaruh pada kehidupannya

konsep lingkungan
Kesatuan ruang dgn semua benda, daya, keadaan, dan makluk hidup, Termasuk didalamnya manusia, Dan prilakunya yang mempengaruhi Kelangssungan kehidupan kesejahteraan Manusia dan makluk lainnya

UU RI No 4 ttg Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup

konsep ekologi secara umum lingkungan dibedakan: Lingkungan Abiotik Lingkungan Biotik atau organik

konsep ekologi secara umum lingkungan dibedakan: Lingkungan Abiotik Segala kondisi yang ada
disekitar makluk Hidupyang bukan berupa organisme hidup Mis: tanah,bebatuan,udara,gas,air dll

konsep ekologi secara umum lingkungan dibedakan: Lingkungan Biotik atau organik

Segala makluk hidup mulai dari Mikroorganisme yg tdk dpt kita lihat dgn mata telanjang sampai kpd binatang /tumbuhan raksasa

konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan: Lingkungan Alam ( naturalenvironment ) Lingkungan Sosial (social environment) Lingkungan budaya ( cultural environment)

konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan: Lingkungan Alam ( naturalenvironment )


Yaitu : kondisi alamiah baik biotik maupun Abiotik yang belum banyak dipengaruhi tangan manusia

konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan: Lingkungan Sosial ( Social environment )


Yaitu : manusia baik secar indiviu /kelompok yang berada di luar kita

konsep ekologi manusia lingkungan dibedakan: Lingkungan Budaya ( Cultural environment )


Yaitu : segala kondisi baik yang berupa materi(benda) maupun non materi yang dihasilkan oleh manusia Melalui aktivitas, kreatifitas, yang berpengaruh pada perkembangan

konsep Ekosistem merupakan: Jalinan Hidup sebagai hasil Interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya di suatu tempat

konsep Ekosistem merupakan: Suatu kawasan alam yang Didalamnya tercakup unsur-unsur Hayati dan unsur non hayati dan Terjadi hubungan timbal balik Diantara mereka

Asas Ekologi
Asas Kenaekaragaman: makhluk hidup yang ada di alam,

jenis dan jumlahnya sangat beraneka ragam


Asas kerja sama : terciptanya keseimbangan alamiah dalam

suatu ekosistem sebagai hasil adaptasi makhluk hidup dengan lingkungannya


Asas persaingan : Berfungsi untuk mengontrol

pertumbuhan suatu unsur yang terlalu pesat yang dapat menganggu keseimbangan ekosistem

Asas Ekologi
Asas interaksi : Pertumbuhan dan perkembangan individu,

kelompok dalam ekosistem terjadi karena ada hubungan timbal balik yang aktif dengan sesamanya
Asas Kesinambungan : Proses kerja sama, persaingan,

interaksi diantara makhluk hidup sesamanya serta dengan lingkungan yang menjadi kondisi kehidupan, beralngsung terus menerus (perpetual transfomation)

Beberapa paham tentang hubungan manusia dengan alam


Paham Determinisme : Manusia dengan kehidupannya sangat bergantung kepada kondisi alam lingkungan (F. Ratzel, 1884-1904 dalam ajarannya Anthropogeographie)

Paham Posibilisme : Alam tidak lagi merupakan faktor yang Menentukan, melainkan faktor yang mengawasi kegiatan manus (E.C. Semple)

Perkembangan Optimisme Teknologi : penerapan teknologi Telah dapat membuka rahasia alam bagi kepentingan manusia Ada kelompok manusia yang seolah olah mendewakan teknolog

PENDUDUK DAN KEPENDUDUKAN


PENDUDUK = POPULASI DIARTIKAN SEJUMLAH

MANUSIA YANG MENDIAMI TEMPAT TINGGAL TERTENTU


PENDUDUK DIPELAJARI OLEH DEMOGRAFI.

FOKUS STUDI ADALAH FAKTA PENDUDUK: PENGUMPULAN, PENGOLAHAN, ANALISIS, DAN PENYAJIAN DATA PENDUDUK.

FUNGSI PENDUDUK
PENDUDUK SBG OBYEK UTK MEMPEROLEH
DATA NYATA YG AKURAT.

PENDUDUK SBG OBYEK UTK MEMPEROLEH


PENAFSIRAN TTG TABIAT DAN TINDAKAN MANUSIA.

PENDUDUK SBG OBYEK UTK MELAKUKAN AKSI SOSIAL

PERTEMUAN 2

DATA PENDUDUK

CARA MENDAPATKAN DATA PENDUDUK ALAT UTK MENDAPATKAN DATA PENDUDUK KEGUNAAN

1. SENSUS, 2. REGISTRASI, 3. SURVAI ALAT: 1. DAFTAR PERTANYAAN (TERBUKA/TERTUTUP) 2. DAFTAR ISIAN

Prinsip-Prinsip Belajar & Asas Pembelajaran


MANFAAT

MEMBERIKAN ARAH TENTANG APA SAJA YANG SEBAIKKNYA DILAKUKAN OLEH GURU AGAR PARA SISWA DAPAT BERPERAN AKTIF DLM KBM

Prinsip-Prinsip Belajar
1.Prinsip Perhatian dan Motivasi
Perhatian Dan Motivasi memiliki Keterkaitan erat. Dalam proses belajar, untuk Menumbuhkan perhatian peserta didik maka Dibutuhkan Motivasi belajar.

motivasi

Tenaga pendorong bagi seseorang agar memiliki energi atau kekuatan melakukan sesuatu dengan penuh semangat

motivasi

Internal : dorongan dari dlm diri individu utk melakukan suatu aktivitas
Eksternal: dorongan yang berasal dari Luar individu

2.Prinsip Tranfer & Retensi

Prinsip Ini berkaitan Dengan proses Pemindahan pengetahuan dari sumber Belajar dan proses penyerapan pengetahuan

3.PRINSIP KEAKTIFAN

Keaktifan peserta didik adalah hal penting & mendasar Dalam belajar. Hal ini harus di Pahami, disadari & dikembangkan oleh guru.

Implikasi PRINSIP KEAKTIFAN

Peluang seluas-luasnya utk berkreasi Kesempatan melakukan pengamatan Memberi tugas individu & kelompok Memberi pujian verbal & non verbal Menggunakan multi metode & multi media

4.Prinsip Keterlibatan Langsung

Prinsip belajar ini menjelaskan bahwa siswa Bukan saja sekedar aktif mendengar, mengamati, Mengikuti akn tetapi terlibat langsung dlm Percobaan, peragaan atau mendemonstrasikan sesuatu

Dlm penyelesaian

Implementasi Prinsip Keterlibatan Langsung

Mengaktifkan peran individual atau kelompok dlm Penyelesaian tugas Menggunakan media secara langsung dan melibatkan Siswa dlm praktek penggunaannya memberi keleluasaan utk melakukan percobaan & Eksperimen Memberikan tugas tugas praktik

5.Prinsip Penggulangan

Melalui pengulangan-pengulangan siswa akan Terbiasa melakukan sesuatu yang baik sesuai perilaku yang diharapkan.

Pola Terbentuknya Kebiasaan


KEBIASAAN

Pengetahuan
(apa yang hrs dilakukan,mengapa)

Ketrampilan
(bagaimana melakukan)

Keinginan
(mau melakukan)

IMPLIKASI PRINSIP PENGULANGAN

o Memilah pembelajaran yang berisi Pesan yang membutuhkan pengulangan o Merancang kegiatan pengulanagan o Mengembangkan soal-soal latihan o Mengimplementasikan kegiatan Pengulangan yang bervariasi

6. Prinsip Tantangan

Dalam banyak aktifitas belajar siswa lebih Banyak belajar apabila pelajarannya Menantang sehingga dapat memuaskan Mereka dan mereka memiliki peran dlm Pengambilan keputusan.

Implementasi prinsip Tantangan

Merancang & mengelolah keg inquiry & Eksperimen Memberikan tugas pemecahan masalah Mendorong siswa membuat kesimpulan Mengembangkan bhn pelajaran yg menarik Membimbing siswamenemukan fakta,konsep Merancang & mengelolah keg diskusi

7.Prinsip Balikan & Penguatan

Thorndike: Law of effect


Siswa akan belajar lebih bersemangat apabila mengetahui dan mendapatkan hasil yang baik

7.Prinsip Balikan & Penguatan

Skinner: Teori Operant Conditioning

Dorongan belajar akan muncul krn adanya penguatan positif & penguatan negatif

Prinsip Balikan & Penguatan

Umpan balik yg diberikan serta reiforcement Merupakan motivasi kuat bagi siswa didalam Proses belajar.

Beberapa Jenis Penguatan


Penguatan Verbal : Penguatan berupa kata2, kalimat yg

diucapkan (Bagus,Baik,Smart..!!!,Tepat..good). Penguatan Gestural : Penguatan berupa gerak tubuh atau mimik yg memberi kesan atau arti yg baik. (tepuk tangan, acungan jempol,tersenyum, anggukan). Penguatan Dengan Cara Mendekati : Perhatian guru terhadap perilaku peserta didik dgn cara mendekati. ( penguatan ini dilakukan saat siswa menjawab pertanyaan, Berdiskusi, atau bertanya) Penguatan Dengan sentuhan : Penguatan yang dilakukan dengan menyentuh peserta didik (menepuk pundak, menjabat tangan, mengusap kepala) Penguatan Dengan memberikan Kegiatan Menyenangkan : Memberikan penghargaan kepada peserta didik ( siswa yang pandai bernyanyi diberikan kesempatan untuk membantu melatih vokal teman siswa lainya)

Jenis Penguatan.
Penguatan Berupa tanda atau benda :

Penguatan kepada siswa berupa simbol2 atau benda-benda. (komentar tertulis atas karya siswa, hadiah, piagam, lencana)

Prinsip Perbedaan Individu

Guru sebelum memulai proses belajar dan Pembelajaran harus menyadari dan memahami Perbedaan karakteristik peserta didik

Pertemuan 3

TEORI TEORI BELAJAR


BEHAVIORISME :

Suatu teori belajar yang menekankan pada apa yang dilihat, yaitu tingkah laku dan kurang memperhatikan apa yang terjadi di dalam pikiran.
Ciri mendasar aliran behaviorisme adalah perubahan Tingkah Laku yag terjadi adalah beradasarkan paradigma STIMULUS RESPON yaitu suatu proses yang memberi respon tertentu terhadap sesuatu yang datang dri luar

BEBERAPA TEORI ALIRAN BEHAVIORISME


CLASSICAL CONDITIONING (IVAN PAVLOV) Teori ini didasarkan pada reaksi sistem tak terkontrol Dlm diri seseorang dan reaksi emosional. Disini Respons dapat terbentuk tanpa adanya proses belajar

OPERANT CONDITIONING (SKINER)


Teori ini masih mengunakan konsep Stimulus - Respon akan tetapi, stimulus yang diberikan Melalui kontrol , menurut teori ini menyatakan stimulus Dapat sesuai atau tidak dengan respon yang diharapkan

TEORI BELAJAR HUMANISTIK

Teori ini menitikberatkan pada sisi

perkembangan kepribadian manusia. Aliran ini lebih fokus kepada pembelajaran yang membangun kemampuan positif seperti bagaimana manusia membangun dan menjaga relasi yg hangat dgn org lain, kejujuran interpersonal, ketrampilan interpersonal intinya adalah untuk meningkatkan kualitas interpersonal dlm kehidupan sehari-hari.

Teori Belajar Humanistik


Pendekatan Humanistik Mengedepankan pentingnya Pengembangan emosi positif Dalam dunia pendidikan Aliran humanistik Berpendapat bahwa Mengabaikan pendidikan Emosi bagi peserta didik Sama dengan mengabaikan Potensi-potensi yang ada Pada manusia

Tokoh Aliran Humanistik


Abraham Maslow
Teori Hirarki Kebutuhan (hierrarchy of needs) Individu termotivasi untuk memnuhi kebutuhanKebutuhan hidupnya.

Arthur Combs

Makna & Arti (Meaning) merupakan konsep dasar Teori ini. Belajar terjadi apabila mempunyai arti Bagi Individu.

Guru harus memahami perilaku siswa dengan coba Memahami Persepsi siswa tersebut, sehingga apabila ingin Merubah perilakunya,guru mesti berusaha merubah keya Kinan dan pandangan siswa yang ada.

Tokoh Aliran Humanistik


Carl Rogers

Adanya kesempatan dan Penghargaan kepada peserta didik, Didalam belajar. Guru semestinya Meyakini bahwa siswa mampu Mengatasi dan memiliki solusi terhadap Permasalahan belajar mereka.

TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME


Teori ini dikenal juga dengan teori

perkembangan kognitif.
KONSTRUKTIVISME
Belajar lebih berhasil apabila disesuaikan Dengan tahap perkembangan kognitif peserta Didik. Siswa diberikan kesempatan bereksperimen dengan obyek Fisik, yg ditunjang oleh interaksi teman sebaya dan dibantu oleh Guru.

Pengetahuan tidak dipindahkan begitu saja dri pikiran Guru ke pikiran siswa, akan tetapi siswa hrs secara aktif membangun struktur Pengetahuannya berdasarkan kematangan kognitifnya

PENGGOLONGAN PERILAKU BELAJAR

RANAH KOGNITIF

RANAH AFEKTIF
RANAH PSIKOMOTORIK

(Bloom, et al)

Domain Kognitif
Tinggi EVALUASI SINTESIS ANALISIS PENERAPAN PEMAHAMAN PENGETAHUAN Rendah

PRA BELAJAR

Hirarkis Jenis perilaku & Kemampuan Pada Domain Afektif


Pengetahuan ( kemampuan mengetahui, mengingat istilah,

Fakta, aturan, Urutan, Metode. Pemahaman (kemampuan menerjemahkan, Menafsirkan, Memperkirakan, Memahami isi Penerapan (kemampuan memecahka masalah, mengunakan konsep, kaidah , prinsip dan metode Analisis ( kemampuan memisahkan, membedahkan, sperti merinci bagian2, mengkaitkan atau menghubungkan) Sintesis ( kemampuan, menyusun, mengkonstruksi, membuat program kerja

Domain Afektif
TINGGI PEMBENTUKAN POLA HIDUP

ORGANISASI
PENILAIAN & PENENTUAN SIKAP

PARTSIPASI
PENERIMAAN RENDAH

PRA BELAJAR

Hirarkis Jenis perilaku & Kemampuan Pada Domain Afektif


Penerimaan (kemampuan menjadi peka tentang sesuatu hal

& menerima sebagai mana adanya) Partisipasi (Kerelaan memperhatikan & berpatisipasi dlm suatu Kegiatan) Penilaian & penentuan Sikap (kemampuan memberikan nilai & menentukan sikap) Organisasi (Kemampuan Membentuk sistem nilai sebagai pedoman hidup) Pembentukan pola hidup (Kemampuan menghayati nilai sehingga menjadi peganggan hidup)

Domain Psikomotorik
TINGGI

KREATIVITAS

PENYESUAIAN
GERAKAN KOMPLEK

GERAKAN TERBIASA
GERAKAN TERBIMBING KESIAPAN
RENDAH

PERSEPSI

PRA BELAJAR

Model-Model Pembelajaran
MODEL PEMBELAJARAN

Kerangka konseptual yang melukiskan prosedur Sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman Belajar untuk mencapai tujuan belajar
Perangkat rencana atau pola yang dapat dipergunakan Untuk merancang bahan-bahan pembelajaran serta Membimbing aktifitas pembelajaran dikelas atau Ditempat Lain yg melaksanakan aktifitas pembelajaran

Jenis-Jenis Model Pembelajaran Menurut Lapp, Bender, Ellenwood (1975)


THE CLASSICAL MODEL

THE TECHNOLOGICAL MODEL


THE PERSONALISED MODEL THE INTERACTION MODEL

Jenis-jenis model pembelajaran menurut Stalling (1997)


* The Ekxploratory Model * The Group Process Model * The Development cognitive Model * The Programmed Model * The Fundamental Model

The Classical Model Guru menitikberatkan peranannya dlm pemberian Informasi melalui mata pelajaran & materi pelajaran yg di sajikan The Technological model Model ini menitikberatkan peranan pendidikan sebagai Transmisi informasi, lebih dititikberatkan untuk mencapai Kompetensi individual siswa.

The personalised Model


Proses pembelajaran dikembangkan dengan Memperhatikan minat, Pengalaman dan perKembangan siswa untuk mengatualisasikan Potensi-potensi individualnya.

The Interaction Model

Menitikberatkan pada pola interaksi guru dgn siswa Sehingga tercipta komunikasi dialogis di dlm proses pembelajaran

The Exploratory Model

Model ini fokus pada mengembangkan Kreativitas dan independensi siswa The Group Process Model

Model ini diarahkan untuk mengembangkan Kesadaran diri, rasa tanggung jawab dan Kemampuan bekerjasama antara siswa

The Development Cognitive model

Model ini fokus pada mengembangkan ketrampilan Ketrampilan kognitif peserta didik The Programmed Model

Fokus pada mengembangkan ketrampilanKetrampilan dasar melalui modifikasi tingkah laku

The Fundamental Model

Fokus pada mengembangkan ketrampilan Ketrampilan dasar dasar melalui pengetahuan faktual

Masalah-Masalah Belajar
MASALAH INTERNAL BELAJAR

MASALAH EKSTERNAL BELAJAR

INTERNAL PROBLEMS

1. Ciri Khas/Karakteristik Siswa :


Persoalan intern pembelajaran Berkaitan dengan kepribadian siswa, baik fisik maupun mental.

2. Sikap Terhadap Belajar :


Persoalan intern pembelajaran berkaitan dengan sikap peserta didik terhadap apa yg akan dipelajari

3. Motivasi Belajar :
Persoalan intern pembelajaran berkaitan dengan motivasi peserta didik dalam proses belajar

Internal Problems

Konsentrasi Belajar :
Persoalan intern pembelajaran menyangkut aspek psikologis yang mempengaruhi peserta didik.

Mengolah Bahan Belajar


Persoalan Intern pembelajaran yang menyangkut kemampuan peserta didik mengolah informasi yg diterima sehingga menjadi lebih bermakna.

Menggali Hasil Belajar


Persoalan intern pembelajaran yang menyangkut kemampuan peserta didik untuk mengingat kembali materi yang telah diajarkan, pesan yg sudah disampaikan, serta pengalaman belajar yg sudah dilewati

Internal Problems

Rasa Percaya Diri : Persoalan Internal dlm pembelajaran Yang berkaitan dengan kondisi psikologis yang mempen Garuhi aktifitas fisik dan mental peserta didik
Kebiasaan Belajar : Persoalan internal dlm pembelajaran Yang berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan atau perilaku Buruk peserta didik yang mempengaruhi mereka dlm Pemerolehan ilmu pengetahuan.

Konsep CBBE Yoo & Donthu(2001)


BRAND LOYALTY

CBBE

PERCEIVED QUALITY

BRAND AWARENESS

Konsep Terbaru dari Keller


Model CBBE inipun terus berkembang dan

muncul konsep dari Keller (2003) CBBE dengan 6 elemen utama yakni. Arti pentingnya merek Kinerja Merek Citra merek Penilaian Merek Perasaan terhadap merek Resonansi

Fokus objek studi


Penelitian ini berfokus pada kepentingan dari perusahaan

asuransi yang khusus melaksanakan perlindungan bagi konsumen yang mengalami kerugian akibat dari praktek profesional . Alasan asuransi ini dipilh sebagai fokus objek studi adalah karena : Perlindungan terhadap kewajiban profesional telah lama diakui merupakan kebutuhan dibanyak industri seperti medis,arsitektur,teknik dan hukum.

Studi 1
Studi pertama dalam artikel ini ingin memastikan

apakah responden menbedah-bedahkan mengenai penyedia PLI (perusahaan asuransi) dibedakan berdasarkan pertimbangan merek????
Kemudian dalam studi 1 ini diidentifikasi atribut-atribut

dalam karakteristik perusahaan penyedia PLI. Ada 7 atribut yang teridentifikasi, 4 atribut terkait dengan karakteristik perusahaan dan 3 atribut yang terkait dengan karakteristik kebijakan. Studi 1 ini ingin mengetahui atribut mana yang dianggap paling penting oleh konsumen (responden)

hasil studi 1
Hasil studi 1 menyatakan bahwa kekuatan

merek penyedia PLI yang menempati rangking tertinggi(paling penting). Dan umumnya argumentasi-argumentasi responden mendukung untuk pengaturan industri jasa keuangan penyedia PLI fokus pada CBBE. (Atau Fokus Pada membangun Kekuatan Merek)

Studi 2
Ingin mengetahui karakteristik merek yang

bagaimana dari penyedia PLI (asuransi Perlindungan Profesional) yang paling unik di benak pelanggan.
Dari hasil studi 2 di ketahui merek

individual (Merek Tunggal) dari penyedia PLI yang paling unik.

Hasil diskusi studi 1 dan 2


Dari hasil studi pada pasar jasa keuangan

ini dipahami bahwa :


1. PLI penyedia jasa keuangan di bedakan berdasarkan pertimbangan merek. Artinya penyedia jasa keuangan harus fokus pada bagaimana menjadikan merek mereka sebagai suatu aset yang memiliki kekuatan untuk dapat dilihat sebagai sesuatu yang bernilai bagi konsumen. Hal ini akan memberikan perbedaan-perbedaan dengan penyedia yang lain

3.Studi ini secara khusus menunjukan bahwa kepuasan pelanggan sepenuhnya memdiasi hubungan CBBE dengan niat loyalitas dari konsumen dalam lingkungan yang kompetitif.

4. Hasil ini juga menegaskan kembali pentingnya kepuasan


pelanggan dalam kegiatan pemasaran berkaitan dengan dengan pasar jasa keuangan

HASIL HIPOTESIS CBBE MODEL AWAL


Figure 1The research model of CBBE

HASIL HIPOTESIS MODEL YANG DIREVISI

Figure 2The revised model of CBBE

HASIL ANALISIS HIPOTESIS

PENGERTIAN MEREK
Pengertian merek menurut David A. Aaker

adalah nama dan atau simbol yang bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap atau kemasan) dengan maksud mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang penjual atau sebuah kelompok penjual tertentu. Dengan demikian suatu merek membedakannya dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh kompetitor.

Pengertian merek
Sedangkan menurut William J. Stanton merek

adalah nama, istilah, simbol atau desain khusus atau beberapa kombinasi unsur - unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau jasa yang ditawarkan oleh penjual.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa merek mempunyai dua

unsur, yaitu Brand name yang terdiri dari huruf-huruf atau kata-kata yang dapat terbaca, serta Brand mark yang berbentuk simbol. Merek mengandung janji perusahaan untuk secara konsisten memberikan ciri, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli. Merek lebih dari sekadar jaminan kualitas karena di dalamnya tercakup enam pengertian berikut ini.

PENGERTIAN EKUITAS MEREK


David A Aaker (1997) menyatakan

ekuitas merek adalah Seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek dan nama yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan sebuah produk atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan".

Pengertian ekuitas merek


Pendapat lainnya Keller (1993) dalam

Kim, dkk (2006) menyatakan bahwa ekuitas merek dapat dipandang sebagai nilai tambah terhadap suatu produk.Sementara pendapat .
Kotler & Amnstrong (2004) mengatakan brand

equity adalah kekuatan suatu brand yang dapat menambah atau mengurangi nilai dari brand itu sendiri yang dapat diketahui dari respon konsumen terhadap barang atau jasa yang dijual.

ELEMEN-ELEMEN DALAM EKUITAS MEREK

Brand awareness

Perceived Quality
Brand Associations

Brand Loyalty,

Brand awareness
kemampuan konsumen untuk mengenali

atau menginggat bahwa sebuah merek merupakan anggota dari kategori produk tertentu. brand awareness merupakan kesadaran konsumen terhadap merek yang familiar dengan konsumen tersebut, dan kesadaran pada merek ini pula yang akan membentuk loyalitas pada merek tersebut.

Perceived Quality
Merupakan penilaian konsumen terhadap

keunggulan atau superioritas produk secara keseluruhan


Cleland dan Brono (Simamora, 1996) memberikan pengertian tiga prinsip tentang perceived quality yaitu: a) Pertimbangan konsumen atas suatu produk berdasarkan multi-attribut mencakup tiga aspek utama yaitu sensivitas terhadap tingkat harga, ukuran produk standar, dan kelengkapan fungsi, desain, garansi, reputasi dan layanan. b) Quality exists only is perceived by customers (kualitas itu ada jika ada dalam persepsi konsumen), sehingga jika persepsi konsumen rendah atas suatu produk, maka kualitas produk menjadi rendah apapun realitanya. c) Perceived quality diukur secara relative terhadap pesaingnya, artinya apabila produk A bentuknya sederhana, namun ternyata kompetitornya jauh lebih sederhana maka A dianggap mempunyai kualaitas relative lebih baik.

Brand Associations
segala sesuatu yang yang terkait dengan memori terhadap

sebuah merek. Brand associations sangat berkaitan erat dengan brand image. Assosiasi merek akan memiliki tingkat kekuatan tertentu dan akan semakin kuat seiring bertambahnya pengalaman komsumen dengan merek tersebut. Pengalaman yang baik dan positif dari adanya konsumsi terhadap merek tertentu oleh konsumen akan membawa efek positif bagi pembentukan brand image yang baik

Brand Loyalty,
loyalitas merek (Rangkuti, 2004) adalah ukuran

dari kesetiaan konsumen terhadap suatu merek, karena loyalitas adalah inti dari brand equity dan selalu menjadi gagasan sentral dalam pemasaran. Peningkatan loyalitas akan mengurangi kerentanan pelanggan dari serangan kompetitor, sehingga dapat dipakai sebagai indikator tingkat perolehan laba mendatang, karena loyalitas merek dapat diartikan penjualan di mesa depan.

Manfaat Brand Equity


Ekuitas merek yang tinggi (Kotler, 2000) memberikan sejumlah keuntungan kompetitif diantaranya adalah :

Perusahaan akan menikmati biaya pemasaran yang lebih kecil karena kesadaran dan kesetiaan merek konsumen yang tinggi. Posisi perusahaan menjadi lebih kuat dalam negosiasi dengan mitra bisnis. Perusahaan dapat menetapkan premium price, daripada pesaingnya karena merek tersebut memiliki kualitas yang diyakini lebih tinggi oleh pelanggan. Perusahaan lebih mudah untuk melancarkan perluasan merek karena merek yang mempunyai kredibilitas tinggi. Merek yang kuat dapat melindungi perusahaan dari persaingan harga yang tidak sehat atau stabil.

MEMBANGUN EKUITAS MEREK


Menyusun identitas Merek yang tepat artinya identitas merek yang

sesuai dengan produk dan jasa yang di pasarkan. Menciptakan makna merek yang sesuai yakni merek dapat dapat memberi makna-makna yang lebih spesifik, seperti contoh merek memberikan makna produk tersebut kuat atau sangat berkualitas dengan adanya simbol-simbol Menstimulasi respon merek yang diharapkan, respon konsumen terhadap merek harus diperhatikan dan di stimulus dengan inovasiinovasi yang lebih baik. respon pelanggan itu berupa adanya reaksi berupa perasaan senang,hebat,aman,hangat,percaya diri.
Menjalin relasi merek yang tepat dengan pelanggan, aspek relasi ini

mengambarkan bagaimana intensitas atau kekuatan hubungan antara merek dan pelanggan. salah satu cara menjalin relasi yang intens adalah dengan membentuk brand community

CARA MENGEMBANGKAN EKUITAS MEREK BERBASIS PELANGGAN


Menurutnya kunci pokok dari penciptaan ekuitas merek

adalah brand Knowledge pengetahuan tentang merek, yang terdiri atas brand awareness (kesadaran merek) dan brand image (citra Merek). Dengan demikian Brand equity baru akan terbentuk jika pelanggan mempunyai tingkat awareness dan familiaritas yang tinggi terhadap sebuah merek serta memiliki asosiasi merek yang kuat,positif serta unik dalam memori pelanggan.

Mengapa Uang itu Ada ?


Adanya permasalahan dalam setiap barter antara barang dengan barang atau barang dengan jasa yang tidak seimbang nilainya,atau barang yang di pertukarkan dengan barang dan jasa tidak sesuai atau tidak cocok. Hal ini merupakan alasan sehingga uang diciptakan untuk menjadi alat tukar yang ideal bagi perdagangan barang dan jasa karena nilai uang dapat disesuaikan dengan Nilai barang

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


Analisis laporan keuangan merupakan suatu proses

yang penuh pertimbangan dalam rangka membantu mengevaluasi posisi keuangan dan hasil operasi perusahaan pada masa sekarang dan masa lalu, dengan tujuan untuk menentukan estimasi dan prediksi yang paling mungkin mengenai kondisi dan kinerja perusahaan pada masa mendatang
(Leopold A. Bernstein dalam Dwi Prastowo dan Rifka Juliaty, 2002 : 52 ).

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


Analisis laporan keuangan mencakup pengaplikasian

berbagai alat dan tehnik analisis pada laporan dan data keuangan dalam rangka untuk memperoleh ukuran ukuran dan hubungan hubungan yang berarti dan berguna dalam proses pengambilan keputusan
( Dwi Prastowo dan Rifka Juliaty, 2002 : 52).

TUJUAN ADANYA ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Sebagai alat screening atau alat untuk penyaring

awal dalam memilih alternatif investasi atau merger . Sebagai alat forecasting (Peramalan) mengenai kondisi dan kinerja keuangan di masa datang. Sebagai proses diagnosis (mendeteksi) terhadap masalah masalah manajemen, operasi atau masalah lainnya . sebagai alat evaluasi terhadap manajemen.
Dwi Prastowo dan Rifka Juliaty (2002 : 53 )

TUJUAN LAINYA
Analisis laporan keungan bertujuan untuk

memberikan tambahan informasi kepada para pemakai laporan keuangan untuk pengambilan keputusan ekonomi, sehingga kualitas keputusan yang diambil akan menjadi lebih baik
(Dwi Prastowo, Rifka Juliaty, 2002 : 24).

PENGGUNA LAPORAN KEUANGAN


PEMBERI DANA/ KREDITUR

PEMEGANG SAHAM

PENGGUNA LAPORAN

PARA INVESTOR

ANALIS PASAR MODAL


KARYAWAN/PEKERJA INTANSI PAJAK

AKADEMISI/PENELITI
PEMERINTAH

BEBERAPA METODE ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


ANALISIS KOMPARATIF

ANALISIS TREND
ANALISIS CASH FLOW (alur Kas) ANALISIS LABA KOTOR (gross profit analysis)

ANALISIS COMON SIZE


ANALISIS IMPAS (break-even Analysis) ANALISIS RASIO (ratio analysis)

Analisis laporan keuangan


Analisis komparasi Analisis trend
ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

Analisis alur kas Analisis laba kotor Analisis impas Analisis ratio

Analisis komparasi
Analisis ini dilakukan untuk menelaah

neraca,laporan rugi laba atau aliran arus kas yang berurutan dari satu periode ke periode berikutnya.
Artinya analisis ini membandingkan antara

satu periode dengan periode yang lainya.

Aanalisis trend
Suatu metode teknik analisa untuk

mengetahui tendensi tetap, naik atau bahkan turun. Analisis ini melihat kecenderungan kondisi keuangan dari periode yang satu sampai periode berikutnya. Analisis ini membutuhkan tahun dasar untuk dijadikan acuan.

Analisis arus kas (cash flow analysis)


Adalah analisis untuk sebab-sebab

berubahnya jumlah uang kas atau untuk mengetahui sumber-sumber serta pengunaan uang kas selama periode tertentu. Analisis ini digunakan sebagai alat untuk mengevaluasi sumber penggunaan dana.

Analisis perubahan laba kotor


Suatu analisa untuk mengethaui sebab-

sebab perubahan laba kotor suatu perusahan dari periode ke periode yang lain atau perubahan laba kotor suatu periode dengan laba yang di budgetkan untuk periode tersebut.

Analisis break even (impas)


Analisa untuk menentukan tingkat

penjualan yang harus dicapai oleh perusahaan agar perusahaan tersebut tidak mengalami kerugian, tetapi belum juga memperoleh keuntungan. Dengan analisa break even ini akan juga di ketahui berbagai tingkat keuntungan atau kerugian untuk berbagai tingkat penjualan.

Analisis Ratio

ANALISIS RASIO

PENGERTIAN RATIO KEUANGAN

Ratio Keuangan adalah angka yang di peroleh dari hasil perbandingan antara satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan.

CONTOH :

LABA BERSIH MODAL SENDIRI Ratio Keuangan menyederhanakan suatu informasi mengenai hubungan pos laporan keuangan tertentu dengan pos yang lainya.

Analisis Ratio Keuangan


Analisis ratio adalah suatu cara untuk

menganalisis laporan keuangan yang mengungkapkan hubungan matematik antara suatu jumlah dengan jumlah lainnya atau perbandingan antara satu pos dengan pos lainnya.

PENTINGNYA ANALISIS RATIO KEUANGAN PERUSAHAN


ANALISIS RATIO KEUANGAN PERUSAHAN DAPAT

MEMBERIKAN INFORMASI KEBERADAAN/KONDISI PERUSAHAN SAAT INI.


ANALISIS RATIO KEUANGAN MEMBERIKAN GAMBARAN

TENTANG APA YANG SEHARUSNYA DILAKUKAN OLEH MANAJEMEN PERUSAHAN.


ANALISIS RATIO KEUANGAN DAPAT MEMBERIKAN

INFORMASI TENTANG KONTINUITAS PERUSAHAN (Kelangsungan Hidup Perusahan)

Unsur-unsur Utama dalam Analisis Ratio Keuangan


RATIO SOLVABILITAS.

RATIO LIKUIDITAS
RATIO RENTABILITAS/PROFITABILITAS

UNSUR UTAMA ANALISIS RATIO KEUANGAN

SOLVABILITAS ANALISIS RATIO KEUANGAN

LIKUIDITAS

RENTABILITAS/ PROFITABILITAS

SOLVABILITAS

RASIO SOLVABILITAS
Kemampuan perusahaan untuk memenuhi

seluruh kewajiban jangka pendek dan panjang tepat pada waktunya Kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila perusahaan di liquidasi (dibubarkan)

RUMUS PERHITUNGAN SOLVABILITAS

Nilai Jual Aktiva


SOLVABILITAS =
X 100%

Jumlah Seluruh Utang

Standar solvabilitas Perusahan dianggap solvabel atau mampu membayar kewajiban nya pada pihak lain ketika ratio yang dihasilkan dari hasil membagi Nilai Jual Aktiva dengan Jumlah Hutang adalah diatas 100% maka perusahan dianggap solvabel atau mampu untuk membayar utangnya ketika di likuidasi

contoh perhitungan
Aktiva tetap = Rp. 350.000.00

Aktiva Lancar = Rp. 150.000.00


Total aktiva

= Rp. 500.000.00 Seluruh Hutang = Rp. 250.000.00 500.000.00 250.000.00 x 100 = 200%

Dari perhitungan ini didapat 200% melebihi standar solvabel yaitu 100% maka dapat disimpulkan perusahan tersebut mampu membayar utangnya pada pihak lain.

RATIO LIKUIDITAS

RATIO LIKUIDITAS
Ratio yang menunjukkan kemampuan perusahaan

dalam memenuhi kewajiban financial jangka pendek. Rasio ini ditunjukkan pada besar kecilnya aktiva lancar .

Pengertian ratio likuiditas inipun mencakup : 1. Likuiditas Badan Usaha 2. Likuiditas Perusahan 3. Likuiditas Suatu Aktiva

LIKUIDITAS BADAN USAHA

KEMAMPUAN BADAN USAHA MELUNASI UTANG-UTANGNYA YANG JATUH TEMPO

LIKUIDITAS PERUSAHAN

KEMAMPUAN PERUSAHAN UNTUK MELAKUKAN PENGELUARAN ATAU MENYEDIAKAN ALAT ALAT-ALAT LANCAR ATAU ALAT LIKUID TEPAT WAKTU,GUNA KELANGSUNGAN PROSES PRODUKSI

LIKUIDITAS SUATU AKTIVA /ASET

KEMAMPUAN SUATU AKTIVA ATAU ASET UNTUK DIJADIKAN UANG TUNAI/ALAT LIKUID PADA WAKTU TERTENTU

PERHITUNGAN RATIO LIKUIDITAS

RATIO LIKUIDITAS = JUMLAH AKTIVA LANCAR JUMLAH HUTANG JANGKA PENDEK X 100 %

CONTOH:

SUATU PERUSAHAN AKAN MEMPRODUKSI BARANG PADA TRIWULAN III. DATA KEUANGANNYA SEBAGAI BERIKUT : SALDO PER 1 JULI 2010 SALDO PIUTANG PER 1 JULI TAKSIRAN VOLUME PENJUALAN /BLN SALDO UTANG PER 1 JULI KEPERLUAN PROSES PRODUKSI Rp. 250.000 80.000 100.000 110.000 920.000

DARI LAPORAN KEUANGAN INI DAPAT DIHITUNG LIKUIDITAS BADAN USAHANYA SALDO KAS SALDO PIUTANG JUMLAH SALDO HUTANG Rp. Rp. Rp. Rp. 250.000 80.000 330.000 110.000

330.000.00 RATIO LIKUID = ------------------- X 100 % = 300.% 110.000.00 LIKUIDITAS BADAN USAHANYA YANG DI UKUR BAIK , KARENA BERADA DIATAS 200% BADAN USAHANYA DAPAT MELUNASI HUTANGNYA YANG JATUH TEMPO. SEMAKIN BESAR RASIO SEMAKIN BAIK (LIKUID) BADAN USAHA TERSEBUT

CONTOH UNTUK MENGUKUR LIKUIDITAS PERUSAHAN

DILIHAT DARI KEMAMPUANNYA DALAM MENYEDIAKAN ALAT-ALAT LANCAR UNTUK KEPERLUAN PRODUKSI
SALDO KAS

Rp. 250.000.00 TAKSIRAN PENERIMAAN/Saldo Piutang Rp. 80.000.00 2 X HASIL PENJUALAN TRIWULAN III Rp. 200.000.00 Jumlah Rp. 530.000.00 Taksiran Pengeluaran SALDO UTANG Rp. 110.000.00 BIAYA PROSES PRODUKSI Rp. 920.000.00 Jumlah Rp. 1.030.000.00 Taksiran Uang Pada Akhir Periode Minus / Kurang Rp. 500.000.00

Kesimpulannya Likuiditas perusahan tersebut tidak baik untuk terus dalam proses produksi, karena ketidakmampuan perusahan tersebut untuk menyediakan akan alat lancar/ alat likuid untuk keperluan

ALAT UKUR LAIN UNTUK MENILAI LIKUIDITAS ADALAH


RASIO LANCAR (curent ratio)

Ratio Lancar menunjukan sejauh mana aktiva lancar Menutupi kewajiban kewajiban lancar ,semakin tinggi perbandingan aktiva lancar dan hutang lancar maka semakin tinggi kemampuan perusahan menutupi kewajiban jangka pendek (Harahap 2007:301).

Ratio Lancar juga dapat di definisikan merupakan rasio untuk


mengukur kemampuan perusahan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo pada saat ditagih secara keseluruhan. Artinya Seberapa banyak Aktiva Lancar yang tersedia untuk menutupi kewajiban jangka pendek. (Kasmir,2009:134) aktiva lancar 500.000 curent ratio ------------------x 100% = cr = ----------- x 100% = 250% hutang lancar 200.000
Pada prateknya standar yang dipakai dalam curent ratio adalah 200% Karena hasil dari perhitugan ini CR = 250%

ALAT UKUR LAIN UNTUK MENILAI LIKUIDITAS ADALAH

Quick ratio

Rasio yang menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi utang lancar. Ketersediaan aktiva lancar untuk segera dipakai menutupi utang lancar.

syarat Quick Ratio


Sugiono (2009 : 69) menyatakan bahwa pos

persediaan tidak dihitung dalam rasio ini karena persediaan merupakan pos yang paling tidak likuid dalam aktiva lancar. Hal ini disebabkan oleh panjangnya tahap yang dilalui untuk menjadi kas.

RUMUS QUICK RATIO


AKTIVA LANCAR - PERSEDIAAN Quick Ratio = X 100%

UTANG LANCAR
Quick Ratio = 500.000 - 100.000 x 100 % = 400.000 x 100% 200.000 200.000 = 150 % STANDAR QUICK RATIO YANG BAIK BAGI KONDISI KEUANGAN PERUSAHAN ADALAH DIATAS 100 % . CATATAN ; APABILA CURENT RASIO LEBIH BESAR DARI QUICK RATIO INI MENGINDIKASIKAN ADANYA INVESTASI BESAR DALAM PERSEDIAAN PERUSAHAAN

RENTABILITAS /PROFITABILITAS RATIO

RASIO RENTABILITAS/PROFITABILITAS Arti rentabilitas

Perbandingan antara laba yang diperolah dalam operasi perusahaan dengan modal. Rentabilitas atau Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba (S. Munawir) Rentabilatas Suatu perusahan menunjukan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal. Yang menghasilkan laba tersebut.(Bambang Riyanto)

pengertian lain dari Rentabilitas


Rentabilitas adalah kemampuan suatu

perusahaan untuk menghasilkan keuntungan di bandingkan dengan modal yang digunakan dan di nyatakan dengan prosentase.

RENTABILITAS MODAL SENDIRI

RENTABILITAS

RENTABILITAS BADAN USAHA

RENTABILITAS MODAL SENDIRI

PERBANDINGAN ANTARA JUMLAH

LABA SETELAH PAJAK DENGAN MODAL SENDIRI LABA PAJAK MODAL SENDIRI X 100%

CONTOH PERHITUNGAN RENTABILITAS

MODAL SENDIRI

200.000- 25.000 X 100% 400.000 = 43,75 Peningkatan persentase hasil perhitungan rentabilitas modal sendiri,membuktikan bahwa profit yang dihasilkan dari hasil modal sendiri semakin maksimal.

RENTABILITAS BADAN USAHA


PERBANDINGAN ANTARA PENDAPATAN

DENGAN KEKAYAAAN YANG ADA, PENDAPATAN ADALAH PENDAPATAN NETTO SETELAH PAJAK
LABA SETELAH PAJAK
SELURUH KEKAYAAN PERUSAHAAN BAIK AKTIVA TETAP MAUPUN LANCAR = 200.000 - 25.000 x 100% 500.000 = 175.000 X 100% = 35 % 500.000

X 100%

CATATAN : Semakin tinggi persentase rentabilitas Badan usaha tersebut menunjukan maksmalisasi seluruh aset perusahaan dalam

RENTABILITAS EKONOMI
PERBANDINGAN ANTARA LABA USAHA

DENGAN MODAL SENDIRI DAN MODAL ASING YANG DIGUNAKAN UNTUK MENGHASILAKAN LABA TERSEBUT DAN DI NYATAKAN DALAM PROSES.
RENTABILITAS EKONOMIS DAPAT DIHITUNG DENGAN

MENGHITUNG DULU PROFIT MARGIN DIKALIKAN DENGAN TINGKAT PERPUTARAN MODAL USAHA

PERHITUNGAN PROFIT MARGIN

LABA PERUSAHAN X 100% HASIL PENJUALAN


150.000 X 100 % = 17.64% 850.000
SELISH PROFIT PERUSAHAAN DENGAN HASIL PENJUALAN 17,64 %

TINGKAT PERPUTARAN MODAL USAHA (TURNOVER OF OPERATING ASSET)

HASIL PENJUALAN X 1 KALI TOTAL AKTIVA 850.000 X 1 Kali 500.000 = 1,7 kali perputaran

menghitung rentabilitas ekonomi


PROFIT MARGIN

DIKALI

TINGKAT PERPUTARAN

17.64% X 1,7 kali perputaran Modal usaha = 29,98 % Rentabilitas ekonomis satu perusahan Peningkatan persentase ini akan menunjukan bahwa efesiensi dan efektifitas penggunaan seluruh asset dalam perusahaan adalah meningkat.

PROFITABILITAS

HASIL ATAS PENJUALAN


HASIL ATAS PENJUALAN Rasio profitabilitas yg Mengindikasikan prosentase pendapatanya

HASIL PENJUALAN

RATIO PROFITABILITAS

RASIO KEUANGAN UNTUK MENGUKUR PENDAPATAN POTENSIAL SUATU PERUSAHAAN YANG TERDIRI DARI

HASIL ATAS PENJUALAN

HASIL ATAS INVESTASI

LABA PER SAHAM

What Is Business?
Activity seeking profit Provides goods/services

Satisfy standard of living-

quality of life Nonprofit organizations

Objectives of Business
Survival

Growth

Profit

Social Responsibility

Entrepreneurship vs. Employment


Opportunities For Entrepreneurs

Matching Risk With Profit Revenue - Expense = Profit(Loss) Risk

Factor of Production:
Resources used in the production of goods and services: natural resources, labour capital entrepreneurs

Factors of Production
Land

Entrepreneurship

Labor

Capital

Knowledge

Factor of Production
Labour (or human resources): The physical and mental capabilities of people as they contribute to economic production. Capital: The funds needed to create and operate a business enterprise

Factor of Production
Physical resources: Tangible things organizations use in the conduct of their business Information resources : Data and other information used by business

Kelompok Besar Jenis Usaha


Agriculture Industry

Service

Jenis dan Klasifikasi Bisnis


Distributor/Perdagang Jasa
Jasa Kontraktor Manufaktur

an Besar Eksporter Importer Industri

Penambangan
Perdagangan Produsen

Sumber: Kadin

Economics: Use of scarce resources to


produce goods/services, distribute them among competing groups/individuals
Land Entrepreneurship

Labor

Knowledge

Capital

Supply Curve
High

Price(P)
S Low

Quantity(S)

High

Demand Curve
High

Price(P)
D Low

Quantity(S)

High

EQUILIBRIUM POINT
High
Surplus

Price(P)
S Low
Shortage

Market Equilibrium

D High

Quantity(S)

Competition
Competition exists in different degrees,

ranging from perfect to nonexistent PERFECT COMPETITION exists when there are many sellers in the market and no seller is large enough to dictate the price of a product
Sellers produce products that appear to be identical There are no true examples of perfect competition, but agricultural products are often used as an example.

Degrees of Competition
Monopolistic
Oligopoly Competition

One

Many

Sellers
Monopoly Perfect Competition

Monopoly
Occurs when there is only one seller for

a product or service
The U.S. laws prohibit the creation of monopolies, but do permit approved monopolies such as public utilities New legislation is likely to result in fewer, larger utilities and lower prices

Monopoly = One Seller

Diamonds
Utilities

Oligopoly
Is a form of competition in which just a

few sellers dominate a market


The initial investment is usually high Prices tend to be close to the same Examples include breakfast cereal, beer, automobiles, and soft drinks.

Oligopoly = Few Sellers

Tobacco

Automobiles

Monopolistic Competition
Exists when a large number of sellers

produce products that are very similar but are perceived by buyers as different
Product differentiation, making buyers think similar products are different, is a key to success Under monopolistic competition, individual sellers set prices The fast food industry is an example.

Monopolistic Competition =
Many Sellers With Perceived Differences

Fast Food Colleges

Perfect Competition
Exists when there are many sellers in

the market and no seller is large enough to dictate the price of a product
Sellers produce products that appear to be identical There are no true examples of perfect competition, but agricultural products are often used as an example.

Perfect Competition
Sellers

Buyer