Anda di halaman 1dari 4

Nama : Arie Nugraha NPM : A1C010035 Skenario Pembelajaran Matematika SMP Mata Pelajaran Kelas Semester Materi Ajar

: Matematika : VII (Tujuh) : 1 (Satu) : Bilangan Bulat Memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaannya Kompetensi dasar Indikator bilangan bulat. Sumber : - Buku paket, yaitu buku Matematika SMP/ MTs Kelas VII Semester 1 - Buku referensi lain. Alat : Koin uang receh 500 rupiah. Skenario kegiatan mata pelajaran ini digunakan pada saat 1. Kegiatan awal (15 menit tatap muka) Guru menyampaikan informasi tentang tujuan kegiatan mata pelajaran dan memotivasi siswa untuk serius dalam belajar materi ini. 2. Kegiatan inti (50 menit) Materi pra syarat untuk menyelesaikan operasi bilangan bulat yaitu pengertian bilangan bulat. Sebelum siswa diajarkan tentang operasi bilangan bulat. Siswa harus terlebih dulu memahami apa saja bilangan bulat. Guru menampilkan garis bilangan untuk menjelaskan bilangan bulat. Bilangan-bilangan seperti, dalam dalam pemecahan masalah.

Standar Kompetensi :

: Melakukan operasi hitung bilangan bulat : Siswa mampu menyelesaikan penjumlahan dan pengurangan

pembelajaran matematika yang dikelola dalam waktu 2 X 40 menit tatap muka.

sedangkan bilangan-bilangan di atas nol seperti,

Himpunan bilangan bulat positif, nol dan bilangan bulat negatif membentuk himpunan bilangan bulat. Nol (0) adalah bilangan yang tidak positif dan tidak pula negatif.

Pada garis bilangan dengan arah mendatar, bilangan bulat dapat dinyatakan sebagai berikut,

Bilangan bulat negatif terletak di sebelah kiri nol, dan bilangan bulat positif terletak di sebelah kanan nol. Pada garis bilangan tersebut, makin ke kanan letak bilangan makin besar nilai bilangan tersebut. Sebaliknya, makin ke kiri letak bilangan makin kecil nilai bilangan tersebut. Pada operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat, Guru menggunakan uang recehan sebagai koin positif dan koin negatif sebagai media pembelajaran untuk siswa. Uang recehan itu di kelompokkan menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama berwarna kuning keemasan sebagai koin positif.

dan kelompok ke dua berwarna putih sebagai koin negatif.

Aturan penggunaan koin sebagai berikut:


Operasi + atau tambah artinya diberi lagi atau bayar. Operasi atau kurang artinya diambil atau hutang. Koin positif dan koin negatif yang berpasangan nilainya nol. Hasil operasi penjumlahan atau pengurangan sama dengan sisa koin yang tidak berpasangan. Contoh aplikasi koin positif dan koin negatif pada pengoperasian

penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat: -2 + 4 = ... Langkah-langkah: 1. Sediakan 2 koin negatif. Hutang 2.

2. Tambahkan 4 koin positif kemudian pasangkan dengan koin negatif. Bayar 4.

3. Hitung koin yang tak punya pasangan. Hutang dua dibayar empat maka sisa:

Karena yang tak berpasangan adalah 2 koin positif, maka : -2 + 4 = 2

Selesaikan soal ; -3 - 2 = ... Langkah-langkah: 1. Sediakan 3 koin negatif.

2. Ambil 2. Sehingga hutang 2. Yaitu 2 koin negative

3. Hitung koin yang ada. Ternyata ada hutang 5 adalah 5 koin negatif, maka hasilnya adalah -5 (negatif lima). Maka -3 2 = -5 Dalam pembelajaran di kelas guru menggunakan model pembelajaran kooperatif dengan membagi siswa kedalam kelompok-kelompok heterogen sekitar 2-4 siswa. Setiap kelompok mengaplikasikan koin positif dan koin negatif untuk mempelajari operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Semula siswa masih kebingungan terutama operasi pengurangan bilangan bulat. Namun, setelah proses pembelajaran siswa menjadi paham. Guru memberikan latihan soal yang ada di buku kepada setiap kelompok. Setiap kelompok menyelesaikan 8 soal yang ada dibuku. 3. Kegiatan penutup (15 menit) Guru dan siswa(peserta didik) melakukan penilaian pembelajaran Dalam kegiatan penutup, guru: a. bersama-sama dengan peserta didik membuat rangkuman. b. melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram; c. merencanakan kegiatan pembelajaran selanjutnya, program pengayaan, dan memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok.