Anda di halaman 1dari 38

SUMBER AIR

Macam-Macam Air Sebelum kita membicarakan macam-macam air, kita tinjau air itu sebenarnya dari mana. Secara keseluruhan jumlah air di planet bumi ini relatif tetap dari masa ke masa. Air di bumi mengalami siklus yaitu melalui serangkaian peristiwa yang berlangsung terus menerus sehingga kita tidak tahu kapan dan dari mana berawalnya dan kapan berakhirnya. Serangkaian peristiwa tersebut disebut sebagai siklus hidrologi. Tahapan siklus hidrologi meliputi : a. Sebagian besar air berada di lautan. b. Air menguap dari permukaan samudra akibat energi panas matahari, dimana kecepatan dan jumlah penguapan bervariasi c. enguapan yang terbesar berada di dekat e!uator, karena radiasi matahari lebih kuat. ditinggal. e. "ap air yang dihasilkan dibawa udara yang bergerak dalam kondisi yang memungkinkan mengalami kondensasi dan membentuk butir-butiran air yang pada gilirannya akan jatuh dan kembali sebagai presipitasi berupa hujan salju. f. g. resipitasi ada yang jatuh di samudra, di darat dan sebagian menguap kembali sebelum mencapai permukaan bumi. resipitasi yang jatuh di permukaan bumi menyebar ke berbagai arah dengan berbagai cara, yaitu : #. Sebagian tertahan sementara di permukaan bumi sebagai es atau salju atau genangan air yang dikenal dengan simpanan depresi. $. Sebagian air hujan%lelehan salju akan mengalir ke sungai%saluran, disebut sebagai air permukaan. &. 'ika permukaan tanah porus, sebagian akan meresap ke dalam tanah melalui peristiwa infiltrasi. d. "ap air bersifat murni karena air yang dibawa ke atmosfer, kandungan garamnya

(. Sebagian lagi kembali ke atmosfer melalui penguapan dan transpirasi oleh tanaman.

)ambar #. siklus hidrologi *i bawah permukaan air tanah, pori-pori tanah berisi air dan udara. *aerah ini dikenal sebagai +ona kapiler ,vadoze zone- atau +ona aerasi. Air yang tersimpan di +ona ini disebut kelengasan tanah ,soil moisture- atau air kapiler. aada kondisi tertentu air mengalir secara lateral pada +ona kapiler yang disebut interflow. "ap air dalam +ona kapiler dapat juga kembali ke permukaan tanah kemudian menguap. .elebihan kelengasan tanah akan ditarik masuk oleh gravitasi. roses ini disebut drainase gravitasi. ada kedalaman tertentu, pori-pori tanah%batuan akan jenuh air. /atas atas +ona jenuh air ialah muka air tanah ,water table-. Air yang tersimpan dalam +ona jenuh air disebut air tanah. Air tanah bergerak sebagai aliran air tanah melalui batuan atau lapisan air tanah sampai akhirnya keluar ke permukaan sebagai sumber air ,spring- atau sebagai rembesan ke danau, waduk, sungai dan laut. Air yang mengalir dalam saluran%sungai dapat berasal dari aliran permukaan air tanah%dari air tanah yang merembes di dasar sungai. .ontribusi air tanah pada aliran sungai disebut aliran dasar ,gase flow-, sementara total aliran disebut debit ,run off-. Air yang tersimpan di waduk, danau, sungai disebut air permukaan ,surface water-.

*alam kaitannya dengan konservasi air, dua komponen dalam siklus hidrologi yang terpenting yaitu air permukaan dan air tanah yaitu sumber utama air yang dimanfaatkan manusia untuk kebutuhan hidupnya. #. Air ermukaan a. b. c. d. e. air sungai ,riverssaluran ,streamssumber ,springsdanau waduk

'umlah air permukaan 0 1,&2 jt km& 3 #4 dari air tawar yang ada di bumi. Asal Air Permukaan Air permukaan berasal dari aliran langsung air hujan, lelehan salju, aliran yang berasal dari air tanah. Sebelum aliran air hujan langsung atau aliran permukaan , surface run off- terjadi, hujan harus memenuhi kebutuhan penguapan, intersepsi, infiltrasi, simpanan permukaan, penahanan permukaan dan penahanan saluran. Selama hujan, sebagian air hujan ditahan tanaman sebelum mencapai permukaan bumi. Sebagian air akan jatuh ke bumi, sebagian menguap. ada kawasan hutan yang lebat, air hujan ditangkap oleh dedaunan dan ranting. 'ika kapasitas sudah penuh, air akan turun melalui cabang pohon dan menetes ke bawah ,5elvey #678, 9egerson dan /yrnes #67:, /rown dan /aker #681-. 'umlah air yang tertahan oleh hutan lebat berkisar :-(24 dari total hujan. ada hutan kayu campuran besarnya intersepsi rata-rata $14. 'ika hujan yang terjadi pendek dan tidak deras, sebagian hujan tertahan di tanaman. Sebaliknya jika hujan lama dan lebat, sebagian kecil yang tertahan di tanaman. 'adi, laju intersepsi terbesar pada awal terjadinya hujan dan menurun secara eksponensial terhadap waktu. 5ujan mencapai permukaan bumi, sebagian meresap ke dalam tanah yang porus. .apasitas infiltrasi bevariasi, tidak hanya di jenis tanah yang satu dengan yang lain tetapi juga berbeda untuk kondisi kering dan lembab pada tanah yang sama. "ntuk tanah yang kering ,awalnya-, kapasitas infiltrasinya tinggi. 'ika intensitas hujan rendah dari kapasitas

infiltrasi konstanta, maka semua hujan yang mencapai permukaan bumi akan terinfiltrasi. 'ika intensitas hujan lebih besar dari kapasitas infiltrasi konstanta, ;p lebih kecil dari kapasitas infiltrasi awal, maka pada saat hujan mulai semua air akan terinfiltrasi. 'ika setelah laju infiltrasi turun di bawah intensitas hujan, sisa air hujan akan tetap di atas permukaan tanah. 'adi, aliran permukaan terjadi jika : a. terlalui. b. setelah laju infiltrasi terpenuhi air mulai mengisi cekungan-cekungan di permukaan tanah. c. 'ika cekungan-cekungan terisi dan air terpenuhi aliran permukaan mulai terjadi. /esar kecilnya aliran permukaan dipengaruhi oleh banyaknya faktor yang dapat dikelompokkan menjadi : #. faktor-faktor yang berkaitan dengan iklim ,khususnya curah hujan-. $. faktor-faktor yang berkaitan dengan karakteristik daerah aliran sungai ,*AS-. Air tanah Air tanah merupakan sumber air tawar terbesar di planet bumi kira-kira &14 dari total air tawar ,#1,2 jt km&-. emanfaatan air tanah akhir-akhir ini meningkat cepat. Air tanah biasanya diambil melalui sumber air bersih%irigasi melalui sumur terbuka, tabung, spring, sumur horisontal. Air tanah dipilih sebagai sumber air bersih dibanding dengan air permukaan, mempunyai keuntungan : a. tersedia dekat dengan tempat yang memerlukan seperti kebutuhan bangunan%distribusi lebih murah. b. *ebit%produksi sumur relatif stabil. c. lebih bersih dari bahan pencemar permukaan. d. kualitasnya lebih seragam. e. bersih dari kekeruhan, bakteri, lumut, tumbuhan dan binatang air. intensitas hujan lebih tinggi dengan laju infiltrasi dan kapasitas depresi sudah

Cara Pengambilan air tanah embuatan sumur gali yang merupakan sumur paling tua, dengan kedalaman lebih rendah dari posisi air tanah. 'umlah air yang diambil dari sumur gali biasanya terbatas sehingga diambil dari air tanah dangkal ,untuk pengambilan air yang lebih banyak, luas dan galian juga lebih besar-. embuatan sumur gali dengan kedalaman 0 2-: meter di bawah permukaan tanah. <ara ini cocok untuk daerah pantai ,air tawar di atas air asin-. /eberapa hal yang perlu diperhatikan adalah: a. sumur di daerah pantai lengkung penurunan permukaan air tanah harus sekecil mungkin untuk menghindari tersedotnya air asin ke dalam sumur. b. "ntuk pengambilan air tanah jumlah besar, banyak dipakai sumur dalam , deep wellsyang terbuat dari pipa, air yang diambil adalah air tanah dalam.

KUALITAS AIR .ualitas air menyatakan tingkat kesesuaian air terhadap penggunaan. Air kita dalam memenuhi kebutuhan hidup manusia mulai dari kebutuhan langsung ,air minum, mandi, cuci, irigasi%pertanian, peternakan, perikanan, rekreasi dan transportasi. Ada & karakteristik air : #. =isik $. .imia &. /iologi Karakteritik fisik *itentukan oleh : #. /ahan padat keseluruhan yang terapung maupun terlarut. $. .ekeruhan &. >arna (. /au dan rasa 2. Temperatur air. #. /ahan padat keseluruhan : .oloid mempengaruhi kualitas air dalam proses koagulasi dan filtrasi. ?aterial layang dapat diukur dengan melakukan penyaringan, material terlarut dapat diukur dengan penguapan. engaruh kandungan sedimen dalam air terhadap pertanian bergantung pada sifatsifat dan asal-usul batuan sedimen tersebut. Sedimen dari erosi lahan subur, mempersubur dan memperbaiki tekstur tanah tempat mengendap. Sedimen dari erosi lahan tandus memiskinkan lahan yang diendapi. "ntuk keperluan air minum kandungan sedimen akan mempengaruhi biaya pengolahan. .andungan sedimen yang tinggi mempercepat pendangkalan saluran, sungai, waduk dan badan-badan air lainnya. Air tanah dan air yang berasal dari

waduk kurang mengandung sedimen, kurang baik untuk irigasi tapi lebih baik untuk air minum. $. .ekeruhan Air mengandung meterial yang dapat dilihat mata dalam larutan yang membuat keruh .ekeruhan air dari lempung, ,tanah liat-, bahan-bahan organik serta mikroorganisme. .ekeruhan disebabkan terjadinya erosi tanah di *AS maupun saluran%sungai Air sungai lebih keruh pada saat terjadi hujan lebat dibandingkan pada kondisi normal. .ekeruhan tergantung pada konsentrasi partikel-partikel padat yang ada dalam air. Tingkat kekeruhan air diukur dengan alat ,turbidimeter.ekeruhan air minum dibatasi tak lebih dari #1 mg%@ ,skala silika-. @ebih baik tidak lebih dari 2 mg%@ &. >arna Air murni tidak berwarna >arna air biasanya akibat dari adanya material-material yang larut%koloid dalam suspensi atau mineral. Air yang melewati rawa atau tanah yang mengandung mineral yang dimungkinkan mengambil warna material tersebut. /atas intensitas warna yang diterima 2mg%@ Sinar matahari merupakan desinfektan dan mengelantang pada bahan pewarna air tapi hanya pada kedalaman beberapa centimeter di permukaan air keruh. "ntuk air jernih, pengaruh pengelantangan dapat mencapai kedalaman #,2 m. Air murni tidak berbau dan tidak berasa Air minum ideal tidak berbau tapi boleh berasa. 9asa air biasanya akibat adanya garam-garam terlarut /au dan rasa yang timbul dalam air karena adanya mikroorganisme, bahan mineral, gas-gas terlarut dan bahan-bahan organik. olusi dapat menimbulkan bau dan rasa tidak dikehendaki (. /au dan rasa

"ntuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak dikehendaki dapat dilakukan dengan aerasi, pemakaian .?nA(, karbon aktif, koagulasi, sedimentasi, fermentasi

2. Temperatur Temperatur penting karena kaitannya dengan tujuan penggunaan dan pengolahan untuk menghilangkan bahan pencemar serta pengangkutannya. Temperatur air tergantung pada sumbernya, temperatur normal air di alam 0 $1-&1
o

<.

"ntuk sistem air bersih temperatur ideal 3 2-#1 o<

Karakteristik Kimia Air turun dari langit dalam bentuk hujan dan salju relatif murni. /egitu air mencapai tanah, mengalir di atas permukaan bumi ,pada lahan pertanian, pemukiman, dan sebagainyameresap dan mengalir di bawah permukaan tanah sehingga air melarutkan dan membawa +at-+at serta bahan-bahan yang mudah larut di tempat-tempat yang dilalui.

PE !"LA#A AIR
Teknologi pengolahan air limbah adalah kunci dalam memelihara kelestarian lingkungan. Apapun macam teknologi pengolahan air limbah domestik maupun industri yang dibangun harus dapat dioperasikan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. 'adi teknologi pengolahan yang dipilih harus sesuai dengan kemampuan teknologi masyarakat yang bersangkutan. /erbagai teknik pengolahan air buangan untuk menyisihkan bahan polutannya telah dicoba dan dikembangkan selama ini. Teknik-teknik pengolahan air buangan yang telah dikembangkan tersebut secara umum terbagi menjadi & metode pengolahan: #. $. &. engolahan limbah secara fisik-mekanik engolahan limbah secara kimia engolahan limbah secara biologis

"ntuk suatu jenis air buangan tertentu, ketiga metode pengolahan tersebut dapat diaplikasikan secara sendiri-sendiri atau secara kombinasi. B A@ ,Bnstalasi engolahan Air @imbah- terdiri atas : C C relimenary treatment : /ar rack, Screening, e!uali+ation, )rit <hamber, =loatation tank, pra sedimentationrimary Treatment : Sedimantation tank. sedimentationC Tertiary treatment : chemical coagulation, activated carbon, osmosis, land irigation. $% Peng&lahan secara fisik-mekanik rinsip : ?emisahkan%menghancurkan%mengurangi jumlah impurities pada limbah cair, tanpa disertai penambahan bahan kimia atau keterlibatan mikroorganisme. C Secondary treatment : engolahan secara biologis ,intinya : aeration tank dan secondary

ada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. enyaringan ,screening- merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. /ahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan. arameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap. "nit pengolah limbah secara fisik-mekanik, antara lain sebagai berikut. : bar rack screening filtration macerator grit chamber floatation sedimentation %crarifier *ewatering ,compactor, evaporating, centrifugeelectro coagulation 9adiasi lasma ?embran 9A

)ambar #. Skema *iagram engolahan =isik roses flotasi banyak digunakan untuk menyisihkan bahan-bahan yang mengapung seperti minyak dan lemak agar tidak mengganggu proses pengolahan berikutnya. =lotasi

juga dapat digunakan sebagai cara penyisihan bahan-bahan tersuspensi ,clarification- atau pemekatan lumpur endapan ,sludge thickening- dengan memberikan aliran udara ke atas ,air flotation-. roses filtrasi di dalam pengolahan air buangan, biasanya dilakukan untuk mendahului proses adsorbsi atau proses reverse osmosis-nya, akan dilaksanakan untuk menyisihkan sebanyak mungkin partikel tersuspensi dari dalam air agar tidak mengganggu proses adsorbsi atau menyumbat membran yang dipergunakan dalam proses osmosa. roses adsorbsi, biasanya dengan karbon aktif, dilakukan untuk menyisihkan senyawa aromatik ,misalnya: fenol- dan senyawa organik terlarut lainnya, terutama jika diinginkan untuk menggunakan kembali air buangan tersebut. Teknologi membran ,reverse osmosis- biasanya diaplikasikan untuk unit-unit pengolahan kecil, terutama jika pengolahan ditujukan untuk menggunakan kembali air yang diolah. /iaya instalasi dan operasinya sangat mahal. '% Peng&lahan Limbah Secara Bi&l&gi rinsip : mendegradasi impurities ,bahan pencemar- pada limbah cair dengan memanfaatkan peran jasad pengurai ,mikroorganisme-. C Bmpurities : berupa +at organik biodegradable ,/A*C ?ikroorganisme : terutama bakteri aerobik, anaerobik, fakultatif. Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara biologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien. *alam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya. ada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu: #. $. 9eaktor pertumbuhan tersuspensi ,suspended growth reaktor-D 9eaktor pertumbuhan lekat ,attached growth reaktor-. *i dalam reaktor pertumbuhan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam keadaan tersuspensi. reaktor jenis ini. roses lumpur aktif yang banyak dikenal berlangsung dalam roses lumpur aktif terus berkembang dengan berbagai modifikasinya,

antara lain: oxidation ditch dan kontak-stabilisasi. *ibandingkan dengan proses lumpur aktif konvensional, oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihan, yaitu efisiensi penurunan /A* dapat mencapai :24-614 ,dibandingkan :14-:24- dan lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. Selain efisiensi yang lebih tinggi ,614-624-, kontak stabilisasi mempunyai kelebihan yang lain, yaitu waktu detensi hidrolis total lebih pendek ,(-7 jam-. roses kontak-stabilisasi dapat pula menyisihkan /A* tersuspensi melalui proses absorbsi di dalam tangki kontak sehingga tidak diperlukan penyisihan /A* tersuspensi dengan pengolahan pendahuluan. .olam oksidasi dan lagoon, baik yang diaerasi maupun yang tidak, juga termasuk dalam jenis reaktor pertumbuhan tersuspensi. "ntuk iklim tropis seperti Bndonesia, waktu detensi hidrolis selama #$-#: hari di dalam kolam oksidasi maupun dalam lagoon yang tidak diaerasi, cukup untuk mencapai kualitas efluen yang dapat memenuhi standar yang ditetapkan. *i dalam lagoon yang diaerasi cukup dengan waktu detensi &-2 hari saja. *i dalam reaktor pertumbuhan lekat, mikroorganisme tumbuh di atas media pendukung dengan membentuk lapisan film untuk melekatkan dirinya. /erbagai modifikasi telah banyak dikembangkan selama ini, antara lain: #. $. &. (. trickling filter cakram biologi filter terendam reaktor fludisasi

Seluruh modifikasi ini dapat menghasilkan efisiensi penurunan /A* sekitar :14-614. *itinjau dari segi lingkungan dimana berlangsung proses penguraian secara biologi, proses ini dapat dibedakan menjadi dua jenis: #. $. roses aerob, yang berlangsung dengan hadirnya oksigenD roses anaerob, yang berlangsung tanpa adanya oksigen. ada /A* lebih tinggi dari (111 mg%l, proses anaerob menjadi

Apabila /A* air buangan tidak melebihi (11 mg%l, proses aerob masih dapat dianggap lebih ekonomis dari anaerob. lebih ekonomis. "nit pengolah limbah secara biologis antara lain :

Bntermittent slow sand filter 9/< ,rotating biolocal contactorTricling filter ,saringan tetesActivated sludge ,lumpur aktifStabili+ation pond AEidation ditch Aerated lagoon Septick tank Bmhof tank Anaerobic digestion ,biogas-

)ambar &. Skema *iagram pengolahan /iologi

(%

Peng&lahan limbah secara kimia

rinsip : mengurangi atau menghilangkan bahan pencemar dengan cara menambahkan bahan kimia untuk menggumpalkan%menetralkan bahan pencemar atau untuk membunuh patogen. engolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap ,koloid-, logam-logam berat, senyawa fosfor, dan +at organik beracunD dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. enyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan ,flokulasikoagulasi-, baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.

)ambar (. Skema *iagram pengolahan .imiawi engendapan bahan tersuspensi yang tak mudah larut dilakukan dengan membubuhkan elektrolit yang mempunyai muatan yang berlawanan dengan muatan koloidnya agar terjadi netralisasi muatan koloid tersebut, sehingga akhirnya dapat

diendapkan. enyisihan logam berat dan senyawa fosfor dilakukan dengan membubuhkan larutan alkali ,air kapur misalnya- sehingga terbentuk endapan hidroksida logam-logam tersebut atau endapan hidroksiapatit. ;ndapan logam tersebut akan lebih stabil jika p5 air F #1,2 dan untuk hidroksiapatit pada p5 F 6,2. .husus untuk krom heksavalen, sebelum diendapkan sebagai krom hidroksida G<r,A5-&H, terlebih dahulu direduksi menjadi krom trivalent dengan membubuhkan reduktor ,=eSA(, SA$, atau Ia$S$A2-. enyisihan bahan-bahan organik beracun seperti fenol dan sianida pada konsentrasi rendah dapat dilakukan dengan mengoksidasinya dengan klor ,<l$-, kalsium permanganat, aerasi, o+on hidrogen peroksida. memerlukan bahan kimia. "nit pengolah limbah secara kimia antara lain : <hemical coagulation ,dengan : =e<l&, AlSA(, A<, super A<<hemical neutrali+ation ,dengan : IaA5, 5<l, larutan .apur, dll*egreasing *efoaming <hlorination *ll Selain ketiga jenis pengolahan air limbah di atas, ada pengolahan lain yang juga sering dipergunakan, yaitu : pengolahan lumpur. rinsip pengolahan lumpur adalah: mengurangi kadar air dan volume lumpur melalui pengeringan%pemadatan, atau untuk menghancurkan racun melalui pembakaran, atau membunuh patogen melalui dekomposisi%degradasi fisik. "nit pengolah lumpur antara lain: Sludge conditioning ,pemisahan airSludge thikening ,pengentalan lumpurSludge stabilitation ,pemecahan bahan organikSludge drying bed <ompactor ada dasarnya kita dapat memperoleh efisiensi tinggi dengan pengolahan secara kimia, akan tetapi biaya pengolahan menjadi mahal karena

<entrifuge Bncenerator *ewatering lainnya

A ALISIS AIR
Air mempunyai manfaat yang sangat vital bagi kehidupan, karenanya tidak ada makhluk yang dapat bertahan hidup tanpa air. Suplai air di alam tidak akan habis karena air mengalami siklus yang terus menerus sebagaimana digambarkan dalam siklus hidrologis. .ualitas air dapat turun ke tingkat dimana air tidak berguna lagi, membahayakan atau bahkan mematikan. ?asalah air: #. suplai air bersih $. menjaga kualitas air bersih ?eskipun secara global kuantitas air di alam tidak pernah berubah, tetapi kualitasnya terus mengalami penurunan jika tidak dijaga dengan ketat melalui kontrol kualitas. Analisis air sangat diperlukan untuk menjaga kualitas air alam. Bebera)a Pengertian Berkaitan *engan Analisis Air A% P&lusi Air #. enggunaan air oleh manusia menyebabkan degradasi kualitas air karena masuknya +at-+at polutan. $. Sampai batas tertentu, sungai dan laut sesungguhnya mempunyai sistem pemurnian diri ,self purification ability-. &. Air dikatakan tercemar ,polusi- apabila +at-+at pencemar yang masuk ke dalam badan air melebihi kapasitas pemurnian diri air. (.polutan air adalah segala sesuatu ,biologi, fisika atau kimia- yang berada dalam air pada level yang berlebihan sehingga membahayakan makluk hidup termasuk manusia. Tabel #. +at polutan utama dalam hidrosfir

'enis polutan 9adioaktivitas Senyawa-senyawa organik

@ogam-logam berat Asam-asam Iutrien-nutrien

Sumber .ecelakaan industri, nuklir transformasi, bahan nuklir dan percobaan nuklir enggunaan herbisida dan pestisida, limbah domestik dan industri, polus minyak dari kecelakaan tanker, dll @imbah industri dan pertanian, drainase perkotaan dan limbah rumah tangga Aliran air dari pertambangan, limbah industri dan dari atmosfer enggunaan pupuk dan saluran air kotor

.eterangan

?embahayakan kesehatan manusia dan merusak ekosistem air 5g, b, <d sangat berbahaya ?erusak ekosistem air dengan cara membawa logam-logam beracun *apat menyebabkab eutrofikasi ,senyawa yang mengandung I dan -

B% Eutr&fikasi ;utrofikasi hidup adalah dan kondisi dimana logam terjadi runut-. kenaikan .egiatan konsentrasi manusia makanan umumnya ,nutrients- dalam badan air. Iutrien unsur-unsur essensial untuk pertumbuhan makhluk ,<,I, ,.,S beberapa mengakibatkan kenaikan nutrients yang berlebihan dalam air atau disebut dengan eutrofikasi kultural, hal ini lebih jauh dapat mengakibatkan peningkatan pertumbuhan fitoplankton ,algae bloom-. ertumbuhan algae yang sangat lebat akan menyebabkan alga yang ada di bawah permukaan air akan mati karena kekurangan cahaya, alga yang mati ini akan mengalami dekomposisi dengan mengkonsumsi oksigen terlarut, akhirnya ikan akan kekurangan oksigen dan akan mati. B% Pengasaman air +asi,ifikasiTelah terjadi lebih dari satu abad, tetapi fenomena ini baru disadari sejak #671, dimana terjadi p5 sungai pada daerah tertentu (-(,2. 5al ini menyebabkan logam berat dan beracun larut dalam air. Sumber pengasaman air: a. hujan asam

b. aliran air pertambangan yang menggunakan deposit ,bijih mineral- yang mengandung sulfur, besi, timah hitam +inc dan tembaga =eS$ dalam batubara bereaksi dengan air dan A$ dengan adanya bakteri tertentu menghasilkan asam sulfat: $=eS$ J 8 A$ J $ 5$A (=eSA( J #1 5$A J A$ engaruh polusi asam #. 9usaknya kehidupan air, pada p5 K (, kebanyakan bentuk kehidupan di air akan mati. $. ?eningkatkan korosi. &. ?erusak tanaman pertanian. @ogam-logam beracun untuk tumbuhan dapat larut di air dan dihisap oleh tumbuhan. <akupan analisis air meliputi : $- .enis Sam)el% Sampel air dapat berupa : #. air permukaan ,surface water- : danau, sungai, laut dan sumur $. air tanah ,ground water- : &. air minum ,drinking water- : (. air limbah industri dan perkotaan ,industry and municipal waste water2. air boiler '- Sam)ling *asar : 9eliabilitas data yang diperoleh di laboratorium sangat ditentukan oleh bagaimana sampling dilapangan dikerjakan. .esalahan hasil dan juga kesalahan interpretasi lebih banyak disebabkan oleh sampling yang tidak memadai ketimbang kesalahan analisisnya itu sendiri. $=eSA( J $ 5$SA( (=e,A5-& J ( 5$SA( Aksidasi =e$J menjadi =e&J dapat memperbanyak produksi 5$SA( 5al ini dapat mengakibatkan p5 air turun menjadi K (

Sampling atau pengambilan sampel adalah mengumpulkan volume tertentu suatu badan air yang akan diteliti, dengan jumlah sekecil mungkin tetapi masih dapat mewakili ,representatif- dan masih mempunyai semua sifat-sifat yang sama dengan badan air tersebut. Sampling dibagi menjadi & langkah berikut: #. pengambilan sampel yang representatif. $. transport serta pengawetan sampel. &. analisa kimia sampel. ?acam-macam sampling dalam analisis air dan air limbah : #. )rab sampling, diambil pada waktu kurang lebih bersamaan dan sampel-sampel yang diperoleh dianalisis secara terpisah. ?asalah utama : jumlah sampel yang reliabel vs harga. 'umlah sampel : # L #11% hari bergantung pada bahan yang akan disampling. /eberapa ilustrasi : a. Air sumur yang dalam yang telah dipakai untuk beberapa lama : .ualitas air sumur tersebut seragam ,uniform-, sehingga suatu sampel grab tunggal akan memberikan gambaran yang benar tentang keadaan air sumur tersebut. b. erairan yang berubah secara perlahan, misalnya sungai yang besarD sampel grab sehari sekali sudah cukup mewakili. c. .arakter bahan sampel yang berubah-ubah secara cepat ,kurang dari $( jam- : )rab sampling dengan internal yang singkat sebaiknya dilakukan, contoh limbah industri : setiap #2 L $2 menit untuk dianalisis p5D keasaman dan alkalinitas kemudian sampel-sampel tersebut digabung untuk dianalisis lebih lanjut setiap, misalnya & jam sekali. $. <omposited sampling, terutama digunakan untuk mengevaluasi efisiensi fasilitas pengolahan air limbah yang hanya memerlukan informasi tentang nilai rata-rata <ara : sampel diambil secara teratur pada selang waktu tertentu ,misalnya ( atau $ jam- kemudian dikumpulkan sebagai sampel besar setiap $( jam. 5al-hal yang perlu diperhatikan adalah lama pengumpulan dan volume pengambilan. arameter-parameter yang dianalisis #. kekeruhan ,turbidity-

$. warna ,color&. p5 , - log G5JH(. keasaman ,acidity2. alkalinitas ,alkalinity7. kesadahan ,hardness8. khlorin ,sisa dan kebutuhan:. klorida 6. oksigen terlarut ,dissolved oEigen#1. /A* ,biochemical oEigen demand##. <A* ,chemical oEigen demand#$. Iitrogen #&. adatan ,solids#(. /esi dan ?angan #2. =luorida #7. Sulfat #8. =osfor dan =osfat #:. ?inyak dan Ali #6. Asam-asam Molatil $1. Analisis gas $#. .ontaminan kecil ,trace contaminants/eberapa prosedur telah dianjurkan dalam sampling air untuk analisis nutrients ,Iitrogen, hosphors dll- apabila tidak dapat dianalisis secara cepat : #. 9efrigerasi : 5al ini akan menurunkan tetapi tidak bisa menghilangkan ,#114- reaksireaksi kimia dan bakteri. .ecepatan reaksi pada (o< kurang lebih N kali lebih lambat dibandingkan kecepatan pada $2o< $. =ree+ing ,pembekuan- : akan mengurangi laju reaksi kimia dan bakteri lebih rendah lagi. &. enambahan asam : penurunan p5 sampel akan menurunkan aktifitas bakteri secara signifikan

(. enambahan bakterisida : banyak agen bakterial telah digunakan untuk menghilangkan aktifitas mikro organisme. <ontoh yang paling umum adalah ?erkuri ,"- klorida dan kloroform.

Persia)an Pengambilan Sam)el /otol yang akan digunakan untuk mengambil sampel harus bersih, dan telah dibilas dengan air suling terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan cairan yang akan digunakan untuk mengisi air tersebut dan kering ,kalau mungkin-. 5al yang sama juga berlaku untuk alat-alat pengambilan sampel, seperti pipa, pompa dll, harus bersih dan tidak mengandung sisa dari bekas sampel yang lama, khususnya tumbuhnya jamur dan lumut harus dicegah. *emikian pula adanya kontaminasi dari logam atau alat pengambilan sampel, yang dapat larut dalam sampel harus dicegah. /esi, kuningan, perunggu dapat larut dalam air yang bersifat asam atau basa, sedangkan bahan plastik dan karet dapat larut dalam air buangan industri yang mengandung pelarut organis atau minyak dan bensin. Sampel dapat diambil secara terpisah, dengan mengunakan ember, botol plastik atau kaca ,terbuka dan diperberat, misalnya dengan cincin timah hitam, pada lehernya- yang diikat dengan tali, kemudian dimasukkan ke dalam sungai, saluran, sumur dan sebagainya, sampai terisi penuh dengan sampel. "ntuk mengambil sampel pada kedalaman tertentu, disediakan botol tertutup yang dapat membuka bila sampai pada kedalaman yang dikehendaki. <ara lain adalah dengan menggunakan sejenis pompa yang mengisap, kemudian menekankan sampel melalui pipa masuk ke botol sampelD demikian sampel dapat diambil pada kedalaman tertentu. Sampel dari kran air dapat diambil dengan beker terbuka atau botol yang akan tertutup, tergantung dari rencana analisa. engambilan sampel secara berturut-turut juga dapat dilakukan dengan alat khusus ,automatic sampler- yang terdiri dari pipa pengisap ,kedalaman titik pengambilan sampel terbatas sekitar 2 meter dibawah alat tersebut-, pompa, jam untuk mengendalikan frekuensi pengambilan sampel, alat untuk membagi sampel ke botol-botol untuk sampel campuran,

kotak isotermis yang berisi botol-botol sampel campuran dengan pendinginan oleh es biasa atau es kering, supaya pengawetan sampel dapat dilakukan paling lama # hari sebelum dibawa ke laboratorium. Alat tersebut tidak mengisap debit sampel terus menerus karena sulit dari segi teknis. ?aka alat tersebut mengambil sampel dalam bagian labu yang ada dengan volume sampel tertentu, misalnya sebanyak a ml sampel setiap b menit, lalu selama m jam akan diisikan m E 71 kali a ml sampel bagian ke dalam # botol, hingga terbentuk sampel campuran setiap m jam ,isi botol tersebut # sampai $ O-. Sampel sebaiknya atau pada umumnya harus mengisi botol pengambilan hingga penuh dan botol tersebut harus ditutup dengan baik untuk menghindari kontak udara. Salah satu cara pengawetan sampel yang umum adalah suasana dinginD sampel diangkut dalam kotak isotermis yang mengandung es biasa atau es kering ,<A $- lalu disimpan dikulkas atau free+er. )angguan-gangguan yang dapat timbul selama penyimpanan dan pengangkutan sampel sehingga dapat berubah sifat dan keadaan asli sampel ,sampel menjadi tidak representatif-, adalah sebagai berikut : - gas seperti A$ dan <A$ dapat diserap air sampel atau dapat lenyap dari air sampel ke udara - +at tersuspensi dan kolodial dapat membentuk flok-flok sendiri dan mengendap sehingga terdapat sampel yang berbeda dengan keadaan asliD paling sedikit lumpur tersebut harus dijadikan suspensi lagi secara merata sebelum analisa, dengan mengocokkan botol simpananD sedangkan +at dan cairan yang ringan ,lumpur, lemak minyak dan seterusnyadapat mengapung pada permukaan sampelD - beberapa +at terlarut dapat dioksidasikan oleh oksigen terlarut hingga senyawa berubah, misalnya, ?n$J terlarut dapat dioksidasi oleh oksigen menjadi ?nA $ yang dapat mengendap sehingga PhilangQ dari larutannya. beberapa +at terlarut dapat bereaksi, misalnya <a $J dan <A&$- dapat menjadi <a<A& yang mengendapD hal tersebut terjadi bila nilai p5 berubah, misalnya karena kadar <A $ tidak tetap sama, atau karena pertumbuhan ganggangD

lumut, ganggang dan jamur dapat tumbuh dalam sampel yang tidak tersimpan pada tempat gelap dan dingin atau bila p5nya rendahD +at organis ,seperti /A* dan <A*akan terus dicerna oleh bakteri yang aktif.

opulasi bakteri dapat berubah secara menyeluruh dalam waktu beberapa jam saja hingga merupakan gangguan bagi analisa mikrobiologi.

Pemilihan Titik Pengambilan Sam)el .ecepatan aliran di sungai, saluran dan sebagainya tidaklah merata di suatu badan air, sehingga sifat air menjadi tidak homogen. .arena itu titik pengambilan sampel harus dipilih agar sampel dapat mewakili seluruh badan air, bukan hanya salah satu bagian dengan karakteristik yang kebetulan dapat diselidiki. /erikut beberapa anjuran penentuan titik pengambilan sampel, tetapi harus difahami bahwa setiap pengambilan sampel, merupakan suatu kasus yang tersendiri. /ila sampel diambil dari saluran, sungai dan sebagainya yang kedalamannya tidak lebih dari 2 meter, dan alirannya cukup turbulen bagi air tersebut untuk menjadi homogen, sampel sebaiknya diambil pada kira-kira R sampai $%& tinggi penampang basah dari bawah permukaan air. *ekat dasar sungai air mengandung terlalu banyak +at tersuspensi yang mengendap atau yang dapat tergerus oleh aliran air. *ekat lapis permukaan air, ada resiko bahwa lapisan tersebut mengandung banyak +at ringan seperti lumut, minyak dan lemak dan sebagainya. Sampel tidak boleh diambil terlalu dekat dengan tepi penampang sungai atau tepi saluran yang tidak diplester dengan baik karena air didaerah tersebut kurang mewakili seluruh badan airD namun untuk saluran yang diplester dengan baik sampel dapat diambil0 #1 cm dari tepi saluran. ada umumnya titik pengambilan sampel dipilih agar sampel benar-benar dapat mewakili badan air tersebut, debit air dapat diukur secara cukup teliti, dan daerah drainase yang menyebabkan pencemaran dapat diketahui secara lengkap. *aerah tersebut terdiri dari sumber pencemaran setempat ,point source- dan sumber pencemaran yang tersebar ,disperse source-. Termasuk sumber pencemaran setempat adalah pabrik, rumah sakit dan kampung

yang seluruh air buangannya ditampung oleh satu saluran drainase atau anak sungaiD termasuk sumber pencemaran yang tersebar adalah saluran-saluran dan anak sungai yang mengandung air buangan penduduk dan bermuara didalam induk sungai diberbagai tempat sepanjang induk sungai tersebut, atau air irigasi yang keluar dari sawah-sawah dan dibuang ke dalam induk sungai ditempat-tempat yang berbeda.

/rekuensi Pengambilan Sam)el erubahan pencemaran dengan waktu. =aktor utama yang menetapkan frekuensi pengambilan sampel air adalah sifat-sifat badan air yang akan diteliti. Sifat air dari sumur dalam, pasti tidak berubah secepat air limbah industriD hanya satu atau beberapa paremeter saja dari air sumur tersebut yang akan berubah dengan musim ,kemarau dan hujan- dan tidak memerlukan pemeriksaan kualitas air yang sering, sedangkan pada air limbah industri dapat terjadi perubahan yang besar baik pada debit maupun konsentrasi dari hampir semua komponen air dalam waktu yang singkat ,beberapa menit sampai jam-. =rekwensi pengambilan sampel tergantung dari faktor-faktor berikut : #. erubahan-perubahan beban pencemaran dan puncak yang tidak bisa diabaikan, khususnya pada parameter air yang akan diteliti, perlu taksiran teoritis dahulu, misalnya karena adanya industri, kota, perubahan debit sungai dan sebagainya. $. ?aksud dan tujuan analisa, misalnya air sungai yang digunakan sebagai air baku untuk produksi air minum, serta produksi air minum sendiri harus diawasi kualitasnya dengan teliti karena pentingnya kesehatan masyarakat, walaupun perubahan mutu air baku biasanya dapat diabaikan. <ontoh lain adalah sampel yang diambil untuk merencanakan sebuah instalasi pengolahan ,air minum atau air buangan-, karena waktu detensi di setiap langkah sistem pengolahan tersebut ,prasedimentasi, flokulasi J pengendapan, sistem lumpur aktif dsb- adalah paling sedikit $ jam, karena pengambilan sampel kurang dari $ jam tidak akan memberikan perbedaan yang signifikan. 'ika parameter mutu air yang diperiksa bekenaan bahan yang bersifat racun terhadap makhluk hidup, maka harus

dibedakan efek racun kronis dan akut sehingga memerlukan frekuensi pengawasan yang tinggi. &. eralatan dan dana yang tersedia. engambilan sampel sebenarnya cukup murah, tetapi biaya pengangkutan dan analisa dapat membatasi jumlah sampel dan jumlah parameter yang dianalisa.

(- Pen0im)anan Sam)el Tujuan : ?encegah terjadinya perubahan integritas sampel akibat transportasi dan penyimpanan sementara sebelum analisis dilakukan. enyebab perubahan sampel : 9eaksi kimia, reaksi biologis, interaksi analit dengan bahan botol sampling. <ara penyimpanan atau pengawetan sampel tergantung dari analisa yang akan dilakukanD juga bagi suatu unsur tertentu, cara analisa dapat dipilih tergantung kemungkinan-kemungkinan cara pengawetan yang ada. <ara-cara pengawetan untuk beberapa analisa yang diuraikan secara singkat dan terbatas pada tabel untuk masing-masing analisa akan diuraikan lebih jelas. Tabel $ .ondisi penyimpanan yang dianjurkan untuk beberapa analit dalam air. 'enis analit Alkalinity Ammonia /A* <a$J <A* <l.onduktivitas *A ) ,) ,) 'enis botol Sat pengawet Tidak perlu 5$SA( s%d p5 K$ Tidak perlu Tidak perlu 5$SA( s%d p5 K$ Tidak perlu Tidak perlu ?nSA( didinginkan <ara penyimpanan didinginkan didinginkan didinginkan ?aE penyimpanan $ minggu ( minggu $ hari ( minggu ( minggu secepat mungkin # minggu secepat mungkin

=.esadahan ?g Iitrate Iitrite estisida p5 =enol A(&.J IaJ SA($dt tersuspensi dt total @ogam runut, b,=e,) ,) ) )

Tidak perlu 5IA& s%d p5 K$ Tidak perlu 5$SA( s%d p5 K$ Tidak perlu p5 2 L 6 Tidak perlu IaA5 s%d p5 #$ Tidak perlu Tidak perlu Tidak perlu Tidak perlu Tidak perlu Tidak perlu 5IA& s%d p5 K $ penyaringan segera didinginkan penyaringan segeraD lalu dibekukan -#1o< didinginkan dibekukan pada suhu $1o<

( minggu ( minggu ( minggu ( minggu secepat mungkin 8 minggu ekstraksi 7 minggu ekstraksi secepat mungkin ( minggu $ hari ( minggu ( minggu ( minggu # minggu # minggu 7 bulan 8 minggu

dt volatil ,) Tidak perlu .eterangan: 3/otol olietilen )3 /otol yreE #- *ingin berarti suhu sekitar (o<

$- /otol ,terbuat dari gelas- harus dibilas dahulu dengan asam # J # 5IA&. &- /otol ,gelas atau plastik jenis polietilen- harus dibilas dahulu dengan asam # J # 5IA& (- /otol /A* atau >inkler, terbuat dari kaca. ?asalah-masalah yang sering dijumpai dalam analisis air : #. .onsentrasi analit yang rendah yaitu konsentrasi analit sering berada dekat, pada atau bahkan dibawah limit deteksi metode-metode analisis

$. ?atriks sample terlalu kompleks &. Bnterferensi yaitu banyaknya variasi senyawa dalam sampel. (. .ontaminasi akibat rendahnya konsentrasi analit. 2. Marietas sampel yaitu sampel dari alam lebih bervariasi dibanding sampel quality control industri. 7. Spesiasi. 8. 9eaksi sampling analit. 1- Analisis Sam)el a% B"* *alam pengolahan air limbah industri dikenal & parameter utama yaitu: ,#- Aksigen terlarut ,AT- atau Dissolved Oxygen ,*A-, ,$- .ebutuhan Aksigen /iologis ,.A/- atau Biologycal Oxygen Demand ,/A*- dan ,&- .ebutuhan Aksigen .imia ,.A.- atau Chemical Oxygen Demand ,<A*-. "ksigen terlarut +"T- atau Dissolved Oxygen +*"Aksigen merupakan parameter yang sangat penting dalam air. Sebagian besar makhluk hidup dalam air membutuhkan oksigen untuk mempertahankan hidupnya, baik tanaman maupun hewan air, bergantung kepada oksigen yang terlarut. Bkan merupakan makhluk air dengan kebutuhan oksigen tertinggi, kemudian invertebrata, dan yang terkecil kebutuhan oksigennya adalah bakteri. .eseimbangan oksigen terlarut ,AT- dalam air secara alamiah terjadi secara bekesinambungan. ?ikoorganisme sebagai makhluk terkecil dalam air, untuk pertumbuhannya membutuhkan sumber energi yaitu unsur karbon ,<- yang dapat diperoleh dari bahan organik yang berasal dari tanaman, ganggang yang mati, maupun oksigen dari udara. /ahan organik tersebut oleh mikroorganisme akan duraikan menadi karbon dioksida ,<A$- dan air ,5$A-. <A$ selanjutnya dimanfaatkan oleh tanaman dalam air untuk proses fotosintesis membentuk oksigen dan seterusnya. Aksigen yang dimanfaatkan untuk proses penguraian bahan organik tersebut akan diganti oleh oksigen yang masuk dari udara maupun dari sumber lainnya secepat habisnya oksigen terlarut yang digunakan oleh bakteri atau

dengan kata lain oksigen yang diambil oleh biota air selalu setimbang dengan oksigen yang masuk dari udara maupun dari hasil fotosintesa tanaman air. Apabila pada suatu saat bahan organik dalam air menjadi berlebih sebagai akibat masuknya limbah aktivitas manusia ,seperti limbah organik dari industri-, yang berarti suplai karbon ,<- melimpah, menyebabkan kecepatan pertumbuhan mikroorganisme akan berlipat ganda, yang berati juga meningkatnya kebutuhan oksigen, sementara suplai oksigen dari udara jumlahnya tetap. ada kondisi seperti ini, kesetimbangan antara oksigen yang masuk ke air dengan yang dimanfaatkan oleh biota air tidak setimbang, akibatnya terjadi defisit oksigen terlarut dalam air. /ila penurunan oksigen terlarut tetap berlanjut hingga nol, biota air yang membutuhkan oksigen ,aerobik- akan mati, dan digantikan dengan tumbuhnya mikroba yang tidak membutuhkan oksigen atau mikroba anerobik. Sama halnya dengan mikroba aerobik, mikroba anaerobik juga akan memanfatkan karbon dari bahan organik. *ari respirasi anaerobik ini terbentuk gas metana ,<5 (- disamping terbentuk gas asam sulfida ,5$S- yang berbau busuk. B"* ,an C"* "ntuk menentukan tingkat penurunan kualitas air dapat dilihat dari penurunan kadar oksigen terlarut ,AT- sebagai akibat masuknya bahan organik dari luar, umumnya digunakan uji /A* dan atau <A*. /iological AEygen *emand ,/A*- atau kebutuhan oksigen biologis ,.A/menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh mikroorganisme hidup untuk memecah atau mengoksidasi bahan organik dalam air. Aleh karena itu, nilai /A* bukanlah merupakan nilai yang menujukkan jumlah atau kadar bahan organik dalam air, tetapi mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi atau menguraikan bahan-bahan organik tersebut. /A* tinggi menunjukkan bahwa jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi bahan organik dalam air tersebut tinggi, berarti dalam air sudah terjadi defisit oksigen. /anyaknya mikroorganisme yang tumbuh dalam air disebabkan banyaknya makanan yang tersedia ,bahan organik-, oleh karena itu secara tidak langsung /A* selalu dikaitkan dengan kadar bahan organik dalam air.

/A*2 merupakan penentuan kadar /A* baku yaitu pengukuran jumlah oksigen yang dihabiskan dalam waktu lima hari oleh mikroorganisme pengurai secara aerobic dalam suatu volume air pada suhu $1 derajat <elcius. /A*2 211mg%liter ,atau ppm- berarti 211 mgram oksigen akan dihabiskan oleh mikroorganisme dalam satu liter contoh air selama waktu lima hari pada suhu $1 derajat <elcius. /eberapa dasar yang sering digunakan untuk menentukan kualitas air dilihat dari kadar /A* adalah : ;rat kaitannya dengan /A* adalah <A*. *alam bahan buangan, tidak semua bahan kimia organik dapat diuraikan oleh mikroorganisme secara cepat. /ahan organik dalam air bersifat:

*apat diuraikan oleh bakteri ,biodegradasi- dalam waktu lima hari /ahan organik yang tidak teruraikan oleh bakteri dalam waktu lima hari /ahan organik yang tidak mengalami biodegradasi

"ji <A* ini meliputi semua bahan organik di atas, baik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme maupun yang tidak dapat diuraikan. Aleh karena itu hasil uji <A* akan lebih tinggi dari hasil uji /A*. rinsip uji /A* : metode >inkler dengan titrasi iodometri. emeriksaan /A* didasarkan pada reaksi oksidasi +at organis dengan oksigen di dalam air, dan proses tersebut terjadi karena adanya bakteri aerobik. Sebagai hasil oksidasi akan terbentuk karbondioksida, air dan amoniak menurut reaksi sebagai berikut : <n5aAbIc J ,n J a%(L b%$L &c%(-A$ an pada suasana alkalis. ?nSA( J $.A5 ?n,A5-$ J R A$ ekuivalen dengan oksigen terlarut. ?nA$ J .B J $5$A ?n,A5-$ J B$ J $.A5 ?n,A5-$ J .$SA( ?nA$ J 5$A n <A$ J ,a%$L &c%$- 5$A J c I5& Aksigen terlarut dalam sampel akan mengoksidasi ?nSA( yang ditambahkan dalam larut-

*engan penambahan asam sulfat dan kalium iodida maka akan dibebaskan iodium yang

p5 rendah Bodium yang dibebaskan tersebut kemudian dianalisis secara Bodometris yaitu dititrasi dengan larutan standar thiosulfat dengan indikator amilum. B$ J $S$A&$Alat yang digunakan : /otol winkler ipet volume 21 ml ipet ukur 2 ml ;rlenmayer 211 ml ipet tetes /uret 21 ml ropipet Statif dan klem ropipet Sampel limbah yang telah diencerkan @arutan ?nSA( @arutan alkali idida-a+ida Asam sulfat ekat Ia$S$A& 1,1$2 I Bndikator amilum $S(A7$- J $B-

/ahan yang digunakan :

<ara kerja :

Saturate, *iss&l2e, "30gen +*"- Le2els Saturated level of *A ,ppmTemperature ,o<=reshwater Sea water #1 $1 &1 (1 #1.6 :.: 8.2 7.7 6.1 8.( 7.# 2.1

E3am)le4 5ater 6ualit0 &f a T0)ical atural A7uatic S0stem Substance &r 6ualit0 p5 *issolved AEygen IaJ .J <a$J ?g$J <lSA($-%5SA(<A&$-%5<A&5g$J <d$J b$J Ri2er 5ater Sea 5ater 7.: :.1 7-: ppm 7.8 ppm #.2 ppm #8.2 ppm (.: ppm (.$ ppm #8.2 ppm &&.1 ppm K # ppb K # ppb K # ppb 7-: ppm #.# E #1( ppm &:1 ppm (11 ppm #.& E #1& ppm #.6 E #1( ppm $.7 E #1& #($ ppm 1.1& ppb 1.# ppb (-2 ppb

Tests f&r 5ater 6ualit0 Test Tem)erature Meth&, Reas&n f&r testing "se an alcohol thermometer in a hard Temperature influences the plastic cover amount of dissolved oEygen in water which in turn influences the survival of a!uatic organisms ,raising the temperature of a freshwater stream from $1 to &1o< will decrease the dissolved oEygen saturation level from about 6.$ ppm to 8.7 ppm-. Bncreasing temperature also increases the rates of chemical reactions taking place in the water. Bncreases in temperature are often associated with hot water discharge from power stations and industries that use water as a coolant. "se a p5 meter in a hard plastic cover, p5 p5 measures the acidity or paper or "niversal Bndicator solution. alkalinity of water. p5 of rain water is about 2.2-7.1. Typically, natural water has p5 7.2-:.2. A p5K2 ,acidic wateris most damaging to eggs and larvae of a!uatic organisms. ?ost a!uatic life ,eEcept for some bacteria and algae- cannot survive p5K(. Iatural alkalinity is due to <A$,g-, 5<A&-, <A&$and A5-, carbonate rocks such as limestone and dolomite increase alkalinity. Alkalinity is increased by caustic substances from industry ,.A5, IaA5-, soil additives in agriculture such as lime <a,A5-$, superphosphate which is miEture of <a,5$ A(-$ and <aSA(, and

)#

soaps and detergents. Iatural acidity is due to <A$,g-, 5 A($-, 5$ A(-, 5$S, =e&J, other acidic metal ions, proteins T organic acids. Bncreases in acidity can be due to acids used in industry, acid mine drainage, acid rain. Turbi,it0 "se a Sechi disc or 211m@ of water in a Turbidity is a measure of water measuring cylinder standing on paper clarity. Suspended solids in marked with a black cross. water can stop light reaching submerged plants and can raise water temperature. Suspended solids often present in water are mud, clay, algae, bacteria and minerals such as silica, calcium carbonate and ochre ,iron oEide-. Suspended solids can be increased by the discharge of wastes ,domestic sewage, industrial and agricultural effluents-, leaching of wastes ,from mines-, and agitation ,dredging or shipping-.

T&tal *iss&l2e, "se an appropriate T*S meter. =reshwater This is a conductivity test of S&li,s +T*Smeters: 1-#661 ppm ,parts per million-. available ions in the water, *ual range brackish water meters: 1-#6,611 including <a$J, IaJ, .J, =e$J, ppm. Salt-water meters: to above &2,111 =e&J, 5<A&- and ions containing ppm. , S T I. 5igh levels of IaJ is associated with eEcessive salinity and is found in many minerals. otassium is incorporated into plant material and is released into water systems when plant matter is decayed or burnt. *iss&l2e, "30gen +*"

>inkler Titration ?ethod -5alve the water sample. lace one sample in the dark ,for /A* analysis-. -To the other sample add $m@

The *issolved AEygen test measures the current oEygen levels in the water. The *A level varies with temperature. *A levels are highest in the

?n<l$,a!- ,(g ?n<l$ dissloved in #1m@ distilled water- J $m@ alkaline iodide solution ,&.&g IaA5 J $.1g .B dissolved in #1m@ distilled water-. Shake sample. -Add $ m@ concentrated 5<l. Shake. The iodine formed is directly proportional to the dissolved oEygen. -Titrate 21.1m@ of the above solution with 1.1#$2? sodium thiosulfate solution using starch as an indicator. The end-point is reached when the blue-black colour disappears. <olorimetric ?ethod ,A field kit is available using a USmartU colorimeter-

afternoon due to photo-synthesis and lowest just before dawn. *A is lowered by an increase in temperature ,as from a discharge of hot water form a power station-, increases in aerobic oEidation ,due to increases in organic matter from sewage or due to inorganic fertilisers such as phosphates and nitrate with overstimulate algal growth-. >ater with *AK#ppm is dead.

<ollect $ water samples, # for *A test, # for /A* test. Sample must be collected under water to ensure there are no trapped air bubbles. Bi&chemical The first water sample from above is kept /A* measures the rate of "30gen *eman, in the dark for 2 days at the temperature at consumption of oEygen by +B"*which the sample was collected. Then the organisms in the water over a 2 dissolved oEygen is determined using the day period. Bncreases in /A* >inkler titration method as above. Subtract can be due to animal and crop the mass of oEygen obtained an day 2 from wastes and domestic sewage. mass of oEygen on day # to determine the "ntreated domestic sewage /A* ,mg%@-. "npolluted natural waters /A*V&21 ppm. have /A*K2mg%@. Treated sewage can >aste water from breweries have /A* $1-&1 mg%@. /A*V221 ppm >aste water from petroleum refineries /A*V:21 ppm. Abattoir wastes /A*V$,711 ppm ulpmill wastes /A*V$2,111 ppm Salinit0 Titrate a known volume of the water ?any a!uatic organisms can sample with silver nitrate solution ,$.8&g only survive in a narrow range

AgIA& per #11m@ distilled water- using of salt concentrations since salt .$<rA( as indicator. The end-point of the controls their osmotic pressure. titration is given by the reddening of the silver chloride precipitate ,Ag<l,s--. Molume of AgIA& used 3 chloride content in g%@. T&tal Test Ph&s)hate -acid digestion using concentrated 5$SA( Total hosphate is used as an and ammonium persulfate. indicator of pollution from run-Titrate using IaA5 and phenolphthalein off in agricultural areas or as indicator domestic sewage. -"se a few drops of 5$SA( to turn the <oncentrations of 1.$mg%@ are solution clear again. common. <oncentrations of -Add ammonium molybdate solution then 1.12mg%@ indicate the possibility solid ascorbic acid. of eutrophication ,increased -An intense blue compleE of molybdenum nutrient concentrations- and blue is formed which can be measured algal blooms are likely. Iatural colorimetrically. phosphate is due to decayed Absorbency is measured at ::$nm. ,A field organic matter and phosphate kit is available using a USmartU colorimeter- minerals. itr&gen

T&tal test

.jeldahl digestion -digestion with concentrated sulfuric acid, converting the nitrogen into ammonia sulfate -Solution is then made alkaline -liberated ammonia is distilled, and the amount determined by titration with standard acid. distillation titration method for samples containing F#mg%@

Total Iitrogen is an important indicator of eutrophic waters, especially for those contaminated by animal wastes, fertiliser run-off and domestic sewage. A!uatic nitrogen is essential for the growth of organisms and is produced in natural processes including decay of proteins, the action of lightning, and the action of nitrogen-fiEing bacteria on Add IesslerUs reagent ,#11g mercuric iodide J 81g .B in #11m@ ammonia. distilled water, then add #71g IaA5 in 811m@ distilled water, then dilute to #@- for samples containing K#mg%@ and measure absorbancy colorimetrically at ($2nm. <alcium Bons, <a$J -compleEometric titration using ;*TA ,ethylenediaminetetraacetic acid- at a p5 of #$-#& ,at this p5 <alcium ions are a major contributor to water hardness and are due to water running through rocks containing

#ar,ness

?g$J is precipitated and not compleEed with ;*TA-A9 potentiometric techni!ues using selective electrodes -A9 Atomic Absorption Spectroscopy ,AAS-A9 )ravimetric ?ethod - measure the amount of <a<A&,s- precipitated by a known volume of 1.1$? Ia$<A& -A9 by =lame Test - <a$J flame test a brick-red colour in a nonluminous /unsen flame

minerals such as gypsum ,<aSA(.$5$A-, calcite ,<a<A&-, dolomite ,<a?g,<A&-$-. 5ard water has a noticeable taste, produces precipitates with soaps which inhibits lathering and forms precipitates ,scale- in boilers, hot water systems and kettles. Temporary hardness ,or Ubicarbonate hardnessU- is due to <a,5<A&-$ which deposits <a<A&,s- as scale on boiling the water. ?agnesium ion levels are often high in irrigation water and can ?g$J cause scouring in stock. -compleEometric titration using <a$J and ?g$J can combine with ;*TA at p53#1 ,both <a$J and <l- and%or SA($- causing ?g$J will compleE with ;*TA at permanent hardness which canUt this p5, G?g$JH can be found by be removed by boiling. >ater subtracting the results of this titration from the results of the first can be softened by an ion eEchange process using a solid titration.material such as a resin or clay -A9 potentiometric techni!ues that is capable of eEchanging using selective electrodes IaJ or 5J for <a$J and ?g$J. -A9 Atomic Absorption Spectroscopy ,AAS-

Micr&&rganisms microorganisms in a water sample are ?any proto+oa, bacteria, counted under a microscope viruses, algae and fungi are ?ethod for finding the number of coliform found in natural water systems. organisms in a water sample: Some are pathagenic ,typhoid, =ilter a known volume of water cholera and amoebic dysentry sample through a filter that retains can result from water-borne pathogens-. The eEcessive microorgnisms growth of algae ,called Ualgal Transfer the filter to a sterile petri dish containing appropriate agar and bloomU- can degrade water !uality because it lowers incubate at &2o< for $1-(1 hours. Also incubate a control plate with dissolved oEygen levels thereby agar only. <olonies will develop on killing other living things. The level of bacterial the filter wherever bacteria are contamination of water due to retained. animal waste is measured by determining the number of ;ither visually, or using a

microscope, count the number of coliform colonies. ;Epress these values as <="%#11m@. #ea20 Metals

coliform organisms such as ;. coli 5eavy metals in concentrations above trace amounts are generally toEic to living things. Trace amounts ,K1.12 mg%@- of Sn, <u and ?n are present in most natural waters. Sn and <u may be present in higher levels in irrigation areas due to the use of galvanised iron, copper and brass in in plumbing fiEtures and for water storage. Bn irrigation areas, acceptable levels are 1.$ mg%@ for <u$J, and $.1 mg%@ for Sn$J and ?n$J.

Ii$J J dimethylglyoEime in ethanol turns pink-red =e&J J ammonium thoicyanate turns blood-red <u$J J dithi+one in #,#,#trichloroethane turns yellow-brown <d$J J dithi+one in #,#,#trichloroethane turns blue-violet b$J J dithi+one in #,#,#trichloroethane turns brick-red b$J J $.B,a!- -----F yellow precipitate of bB$,sSn$J J dithi+one in #,#,#trichloroethane turns pink

"ther I&ns

Al&J J aluminon -----F pink-red ?g$J J magneson B -----F light blue IaJ flame test -----F yellow flame .J flame test -----F lilac flame I5(J T I5& J IesslerUs reagent ,#11g mercuric iodide J 81g .B in #11m@ distilled water, then add #71g IaA5 in 811m@ distilled water, then dilute to #@- -----F yellow-brown IA&- J conc 5$SA( J =eSA( -----F brown ring forms at junction S$- J lead acetate solution -----F black deposit of bS SA($- J /a<l$,a!- -----F white precipitate of /aSA(,s-