Anda di halaman 1dari 27

Analisis Masalah Program Puskesmas Medangasem

M. Azam bin ohd Ariffin / 11.2011.266 Tian Prianto Dida / 11.2011.274 Asairul Hidayat / 11.2011.264

Keadaan umum
Gedung Puskesmas Medangasem terletak di

pinggir Jalan Medangasem, Karawang. Jarak antara Puskesmas Medangasem ke pusat kota Karawang adalah 23 km. Jarak terjauh ke Puskesmas yaitu 5 km dengan waktu tempuh terlama adalah 15 menit dan jarak terdekat yaitu 2 km dengan waktu tempuh tercepat 5 menit dengan demikian dapat dikatakan bahwa seluruh desa di wilayah kerja UPTD Puskesmas Medangasem relatif terjangkau.

Luas wilayah kerja UPTD Puskesmas

Medangasem adalah 1.713.000 m2. Terdiri dari 3 Desa (Medangasem, Cipta Marga, Kampung Sawah), 13 Dusun, 13 RW, dan 57 RT, serta terdapat 24 Posyandu.

Batas-batas wilayah kerja UPTD Puskesmas Medangasem adalah sebagai berikut: Sebelah Utara : Kecamatan Tirtajaya. Sebelah Selatan : Kecamatan Rengasdengklok. Sebelah Barat : Kecamatan Pebayuran Bekasi. Sebelah Timur : Wilyahan Kerja UPTD Puskesmas Jayakerta.

Data Demografi
Jumlah penduduk di wilayah kerja UPTD

Puskesmas Medangasem pada tahun 2012 adalah 32.611 jiwa, yang terdiri dari:
Jumlah jiwa

: 32.611 orang Jumlah kepala keluarga : 10.498 orang


Sebagian besar penduduk beragama Islam

(99.99%). Sebagian besar penduduk memiliki mata pencarian sebagai petani (67.6%)

Program Puskesmas Medangasem


Data diambil dari : INSTRUMEN PENILAIAN KINERJA PUSKESMAS PUSKESMAS DENGAN TEMPAT PERAWATAN PUSKESMAS MEDANGASEM KABUPATEN KARAWANG TAHUN PENILAIAN 2013 TRI WULAN 2

No 1.

Program Puskesmas Penyuluhan kelompok oleh petugas di dalam gedung Puskesmas

Terget 100.00 %

Cakupan 46.88 %

2.
3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Pengkajian dan Pembinaan PHBS di Tatanan Rumah Tangga


Pengawasan Sarana Air Bersih Pengawasan Jamban Pengawasan SPAL Peserta KB Aktif Distribusi Kapsul Vitamin A bagi Ibu Nifas Kesembuhan Pasien TB BTA Positif Skrining kelainan/gangguan refraksi pada anak sekolah

65.00 %
80.00 % 75.00 % 80.00 % 100.00 % 100.00 % 85.00 % 80.00 % 70.00 %

43.80 %
9.24 % 33.18 % 4.30 % 71.24 % 41.45 % 62.50 % 43.37 % 16.72 %

10. Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut

Analisa Masalah

1) Penyuluhan Kelompok Oleh Petugas di Dalam Gedung Puskesmas


= Penyebab masalah: Masih kurangnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat dengan program kesehatan. Kurangnya penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Kurangnya saran dan prasarana penunjang penyuluhan kesehatan. Kurangnya kerjasama lintas program dan lintas sektor.

= Saran Pembuatan rencana penyuluhan di setiap desa dalam satu tahun. Mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana tersebut ke dinas kesehatan. Refreshing dan penguatan desa siaga di 10 desa. Meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor dengan mengikuti minggon desa dan kecamatan.

2) Pengkajian dan Pembinaan PHBS di Tatanan Rumah Tangga


= Penyebab masalah : Kurangnya pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat dalam melaksanakan pola perilaku hidup bersih dan sehat. Kurangnya tenaga kesehatan yang mampu membina perilaku masyarakat untuk hidup bersih dan sehat di rumah tangga. Kurangnya fasilitas = Saran: Penyuluhan dan pembinaan tentang pola hidup bersih dan sehat. Menambah fasilitas (WC umum, TPA) Menambah tenaga kesehatan.

3)Pengawasan Sarana Air Bersih


= Penyebab masalah : Kurangnya tenaga kesehatan yang bertugas mengawasi sarana air bersih Pencatatan data sarana air bersih ada, tetapi tidak lengkap. Tidak dilakukannya analisis air secara kimiawi dan bakteriologis Penyuluhan sudah dilakukan, tetapi perilaku masyarakat susah untuk diubah.

= Saran: Mengoptimalkan penggunaan tenaga kesehatan Puskesmas yang ada dengan cara mengadakan pelatihan tentang program penyehatan air untuk mengatasi jumlah tenaga pelaksana kesehatan lingkungan yang kurang. Meningkatkan koordinasi dan pengorganisasian antara penanggung jawab program dengan staf pelaksana kesehatan lingkungan. Penyuluhan masyarakat mengenai penggunaan dan pemeliharaan air bersih secara berkala.

4)Pengawasan Jamban
Penyebab masalah: Kurangnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat tentang jamban keluarga Kebanyakan masyarakat mempunyai ekonomi yang rendah Kurangnya penyuluhan kepada masyarakat Kurangnya sarana dan prasarana penunjang penyuluhan kesehatan kepada masyarakat. Kurangnya kerjasama lintas program dan lintas sektor

= Saran : Melakukan penyuluhan tentang jamban keluarga Mengajukan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang ke Dinas Kesehatan. Meningkatkan kerjasama lintas program dan sektor, dengan mengikuti rapat mingguan desa dan kecamatan. Mengadakan kerjasama dengan pihak berwenang dalam mengurangi jamban helikopter

5) Pengawasan Sarana Pengolahan Air Limbah


= Penyebab masalah: Tenaga sanitasi masih kurang Tidak adanya dana dan sarana kelapangan = Saran: Peningkatan Penyuluhan Pengadaan sarana Penyuluhan Kerjasama lintas sektor / program

6) Peserta KB Aktif
= Penyebab : Kurangnya penyuluhan yang di berikan oleh Bidan dan PLKB sehingga jumlah calon akseptor IUD sedikit. Kurangnya sarana alat kontrasepsi IUD untuk melakukan metode pemasangan metode ini. Mayoritas penduduk di kelurahan Medangasem berpendidikan rendah.

= Penyelesaian : Para Bidan Desa, PLKB dan Kader perlu lebih aktif memberikan penyuluhan kepada seluruh masyarakat khususnya pada Pasangan Usia Subur (PUS) mengenai pentingnya penggunaan alat kontrasepsi, jenis alat kontrasepsi yang dapat digunakan dan cara pemakaiannya, khususnya IUD dimana penggunaan IUD dilakukan dengan memasukkan alat tersebut di dalam rahim sehingga sebagian besar masyarakat umumnya enggan memilih IUD. Masyarakat memiliki rasa takut memasukkan alat kedalam tubuh dan juga rasa malu pada saat proses memasukan alat tersebut. Tetapi dengan adanya penyuluhan diharapkan peserta KB IUD akan bertambah banyak.

Mengajukan permintaan penyediaan sarana alat

kontrasepsi IUD dalam jumlah yang memadai. Mengingat mayoritas penduduk di kecamatan Medangasem mempunyai tingkat pendidikan yang rendah, maka penyuluhan yang dilakukan perlu disesuaikan dengan tingkat pendidikan masyarakat setempat seperti dengan simulasi, gambar-gambar yang menarik ataupun poster dengan bahasa awam yang dapat dimengerti.

7) Distribusi Kapsul Vitamin A bagi Ibu Nifas


= Penyebab masalah: Kurangnya kesadaran ibu/masyarakat untuk datang ke puskesmas untuk memeriksakan diri setelah melahirkan. Kurangnya penyuluhan tentang pentingnya pemberian vitamin A pada ibu nifas Kurangnya tenaga kerja dalam mencari kasus ibu nifas dan pemberian vitamin A.

= Saran : Melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu yang bakal melahirkan dan sudah melahirkan terutamanya ibu yang sedang masa nifas. Menambah petugas di lapangan untuk mecari kasus ibu nifas secara aktif dan distribusi vitamin A

8) Kesembuhan Pasien TB BTA(+)


= Penyebab masalah : Penderita TB sering tidak mematuhi rencana pengobatan Kurangnya penyuluhan tentang meningkatkan kesadaran penderita tentang keteraturan berobat Sebagian besar pasien tinggal di tempat tinggal kumuh Sosioekonomi sebagian besar penderita rendah sehingga menyebabkan penderita tidak mempunyai dana dan transportasi untuk berobat.

= Saran : Melakukan program DOTS, di mana petugas kesehatan datang ke rumah untuk memastikan penderita TB minum obat Melakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran penderita tentang kepatuhan minum obat.

9) Skrinning Kelainan/Gangguan Refraksi Pada Anak Sekolah


= Penyebab : Kurangnya kerjasama lintas sektoral dan lintas program Kurangnya sosialisasi kepada masyarakat Kurangnya pengetahuan petugas Belum tersedianya dana, sarana dan prasarana pendukung

= Saran : Melakukan kerjasama dengan lintas sektoral dan lintas program Meningkatkan penyuluhan terutamanya pada orang tua siswa dan siswa Memberikan pelatihan kepada petugas Menyediakan dana, sarana dan prasarana pendukung

10) Pelayanan Kesehatan Usia Lanjut


= Penyebab masalah Kurangnya sarana dan prasarana penunjang program lansia. Seluruh lansia yang diperiksa atau datang berobat tidak memiliki KMS = Saran Mengajukan kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan program lansia ke dinas kesehatan. Seluruh lansia yang diperiksa harus memiliki KMS

Terimakasih