KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA

REVITALISASI KOPERASI DAN UKM MENUJU KESEJAHTERAAN RAKYAT

KINERJA KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2010

Daftar Isi
Struktur Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia per Januari 2011 Kata Pengantar Pendahuluan Program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II Capaian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2010 Perkembangan Data Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Bantuan Perkuatan Dukungan Anggaran Kredit Usaha Rakyat Sekretariat Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Kementerian
Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Bidang Produksi Bidang Pembiayaan Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Bidang Pengembangan SDM Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK

4 7 8 10 16 24 30 32 36 50 58
60 94 106 124 156 184 204

Badan Layanan Umum Mitigasi Bencana Alam Kerjasama Dalam Negeri Kerjasama Luar Negeri Program Strategis Tahun 2011 Penutup

234 252 264 276 314 320

4

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

5

Struktur Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia per Januari 2011

Para Deputi Kementerian Koperasi dan UKM berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 85 tahun 2010 terdiri dari: 1. Drs. Guritno Kusumo, MM; Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM. 2. Untung Tri Basuki, SH, SPN; Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM. 3. Muzni HA Djalil, SH; Deputi Bidang Produksi. 4. Ir. Agus Muharram, MSP; Deputi Bidang Pembiayaan.
MENTERI NEGARA KOPERASI DAN UKM DR. Sjarifuddin Hasan, MM, MBA

5. Ikhwan Asrin, SE, MSi; Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha. 6. Drs. Neddy Rafinaldy Halim, MS; Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. 7. DR. Ir. Choirul Djamhari, M.Sc; Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. 8. Ir. I Wayan Dipta, M.Sc; Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2011 telah dilakukan pergantian/mutasi Deputi Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu: 1. Drs. Braman Setyo, M.Si menggantikan Muzni HA Djalil, SH selaku Deputi Bidang Produksi.

Sekretaris Kementerian Drs. Guritno Kusumo, MM

Inspektur Drs. Soenarya Kosasih, MSi, Ak

2. DR. Ir Pariaman Sinaga, MM menggantikan Ir. Agus Muharram, MSP selaku Deputi Bidang Pembiayaan. 3. Drs. Neddy Rafinaldy Halim, MS menggantikan Ikhwan Asrin, SE, MSi selaku Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha. 4. Ir. Agus Muharram, MSP menggantikan Drs. Neddy Rafinaldy Halim, MS selaku Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Deputi Bidang Kelembagaan KUKM Untung Tri Basuki, SH, SPn

Deputi Bidang Produksi Drs. Braman Setyo, MSi

Deputi Bidang Pembiayaan

Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha

Deputi Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Ir. Agus Muharram, MSP DR. Ir. Choirul Djamhari, MSc

Deputi Bidang Pengkajian UKMK Ir. I Wayan Dipta, MSc

DR. Ir. Pariaman Sinaga, MM Drs. Neddy Rafinaldy H, MS

Ucapan terima kasih pula disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan kerjasamanya sehingga tugas-tugas dan tanggung jawab ini dapat terlaksana dengan baik. Jakarta. Susilo Bambang Yudhoyono atas arahan. Keberhasilan yang telah dicapai pada tahun 2009–2010 ini. Informasi ini dirangkum dalam sebuah Buku yang sekaligus juga merupakan Laporan Tahunan Kementerian Koperasi dan UKM dan kali ini diberi judul “Revitalisasi Koperasi dan UKM Menuju Kesejahteraan Rakyat”. Semoga buku ini dapat bermanfaat dan menjadi media evaluasi bersama terhadap capaian dan rencana aksi ke depan agar semakin optimal dalam rangka memberdayakan Koperasi dan UKM untuk mencapai masyarakat sejahtera. Secara periodik. Susilo Bambang Yudhoyono. mandiri dan berdaya saing. Disadari bahwa tantangan pembangunan Koperasi dan UKM di era pasar global tentu bukanlah hal yang mudah. Begitu pula berkat bantuan dan kerjasama yang diberikan oleh berbagai pihak baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. harus dilanjutkan dan mampu menjadi pemicu pencapaian kinerja Kementerian Koperasi dan UKM yang lebih optimal pada tahun-tahun berikutnya. Sjarifuddin Hasan. Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan berbagai pendekatan strategis. H. H. Tersirat sekilas dalam buku ini.6 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 7 Kata Pengantar Keberhasilan pelaksanaan program/kegiatan pemberdayaan Koperasi dan UKM berkat arahan. tidak hanya melalui integrasi koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. kesempatan ini merupakan momentum untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak DR. MBA . 31 Desember 2010 Menteri Negara DR. petunjuk dan peran utama Bapak DR. Presiden Republik Indonesia yang selalu memberikan arahan dan petunjuk secara rutin pada rapat-rapat kabinet dan arahan-arahan yang diberikan setiap saat. bimbingan dan petunjuk yang diberikan kepada kami dalam menunaikan tugas yang dipercayakan untuk memimpin Kementerian Koperasi dan UKM. MM. Dalam buku ini disajikan catatan-catatan mengenai pencapaian kinerja Koperasi dan UKM dan terobosanterobosan pelaksanaan program/kegiatan pemberdayaan Koperasi dan UKM oleh Kementerian Koperasi dan UKM selama tahun 2010. tetapi juga dengan program/  kegiatan aksi pemberdayaan Koperasi dan UKM dengan berupaya mendorong bertumbuh dan berkembangnya Koperasi dan UKM yang kreatif. Untuk itu. Hal ini dimaksudkan agar Koperasi dan UKM sebagai entitas usaha mampu menjadi Soko Guru Perekonomian Nasional dan Koperasi dan UKM yang merupakan sektor ekonomi yang dominan mampu berperan sebagai pendorong eskalasi pertumbuhan ekonomi nasional. Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk secara transparan menginformasikan dan mengkomunikasikan pelaksanaan tugas pembangunan di bidang Koperasi dan UKM yang telah dicapai sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat.

aspek penting yang menjadi agenda besar dalam proses pembangunan ekonomi hari ini dan ke depan adalah kemandirian ekonomi nasional dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. Kecil dan Menengah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu dengan berlakunya ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada tahun 2010. akan menciptakan peluang baru bagi Koperasi dan UKM sehingga dapat meningkatkan perannya sebagai penggerak utama pertumbuhan industri manufaktur dan kerajinan. telah menjadi harapan yang berkembang luas ditengah tumbuhnya kesadaran dan perhatian terhadap ekonomi rakyat. potensi dan peran strategisnya telah terbukti menjadi penopang kekuatan dan pertumbuhan ekonomi nasional ( pro growth). kukuh. dan pelopor tumbuhnya ekonomi kerakyatan. ekspor non migas dan penciptaan lapangan kerja baru. Keberadaan Koperasi dan UKM berperan dalam pembangunan. Oleh karena itu. Pembangunan ekonomi merupakan salah satu faktor penentu pencapaian kesejahteraan tersebut. Melihat potensi dan kondisi obyektif tersebut. MISI Memberdayakan Koperasi dan Usaha Mikro. berbagai upaya pemberdayaan Koperasi dan UKM harus didukung oleh semua pihak untuk mempercepat terwujudnya kemajuan dan menghantarkan pada kondisi Koperasi dan UKM yang lebih baik. dan menurunkan jumlah kemiskinan dalam rangka mewujudkan Indonesia yang sejahtera. Dengan pemahaman yang utuh terhadap potensi dan peran Koperasi dan UKM tersebut. demokratis dan berkeadilan. Kecil. kebijakan yang berpihak (affirmative policy) terhadap Koperasi dan UKM. program pemerataan pembangunan termasuk pembangunan ekonomi menjadi prioritas untuk diwujudkan. Di sisi lain dengan berlakunya globalisasi ekonomi. selain pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Bahkan di banyak negara maju. Selaras dengan itu. Dalam hal ini pemberdayaan Koperasi dan UKM. baik dalam kondisi normal maupun krisis. sehingga Koperasi dan UKM menjadi jantung ekonomi rakyat. dan Menengah (KUKM) sehat dan kuat.8 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 9 Pendahuluan Kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama pemerintah. kiranya dapat menggugah kesadaran dan semangat kebangsaan. serta makin pesatnya kerja sama ekonomi antar negara. Dengan memperhatikan peran dan potensinya dalam perekonomian nasional. berkaitan langsung dengan kehidupan dan peningkatan kesejahteraan bagi sebagian besar rakyat Indonesia ( pro poor). maka Koperasi dan UKM dapat menjadi motor penggerak perekonomian nasional. bahwa keberadaan Koperasi dan UKM merupakan komponen yang penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Dengan potensi jumlah penduduk dan persebaran penduduk yang kita miliki. juga dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha Koperasi dan UKM. agroindustri. . Koperasi dan UKM menjadi kekuatan utama dalam perekonomian nasional dan memiliki posisi tawar yang besar dalam setiap kebijakan ekonomi pemerintah. memperluas kesempatan kerja. VISI Menjadikan Koperasi dan Usana Mikro. keberadaan Koperasi dan UKM terbukti merupakan pelaku usaha yang mandiri. khususunya dalam perluasan kesempatan berusaha bagi wirausaha baru dan penyerapan tenaga kerja serta menekan angka pengangguran ( pro job). Oleh karena itu.

Memperluas program Diklat dan Pendidikan Vocational bagi pelaku UKM. • Bab 1 PROGRAM 100 HARI KABINET INDONESIA BERSATU II 2. Hasil yang dicapai adalah: • • • • Tersedianya pedoman mengenai perluasan program diklat dan pendidikan vocational bagi Koperasi dan UKM. kurangnya penerapan standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan terbatasnya sarana balai diklat yang memadai. keikutsertaan Bank BPD sebagai bank daerah untuk meningkatkan sebaran geografis bank pelaksana KUR. adalah membuat kebijakan yang sangat dibutuhkan dan memudahkan dalam hal akses pembiayaan bagi pelaku Koperasi dan UKM dengan perbankan yaitu melalui penyerapan Kredit Usaha Rakyat. Terlaksananya koordinasi dan sinkronisasi program antar pelaku pengembangan SDM Koperasi dan UKM yang diikuti oleh 135 orang. Telah dilaksanakannya Diklat sertifikasi pengelola KJK dalam rangka penerapan SKKNI diikuti oleh sebanyak 120 orang. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . Latar belakang dari program ini adalah masih terbatasnya volume penyaluran KUR serta kapasitas dan jangkauan layanan oleh bank pelaksana. b. sehingga persoalan permodalan Koperasi dan UKM dapat diatasi. 1. • Tercapainya program pemerintah untuk menyalurkan Rp 20 triliun/tahun selama periode tahun 2009–2014. Telah dilaksanakannya diklat keterampilan teknis peningkatan industri kreatif diikuti oleh sebanyak 270 orang. Perluasan akses KUR melalui penambahan bank pelaksana KUR.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 11 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam menentukan Program Kerja 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu II. Volume penyaluran KUR. Hasil yang dicapai adalah: • Bertambahnya bank pelaksana KUR (semula 6 bank menjadi 19 bank). Bertambahnya bank pelaksana KUR untuk meningkatkan: a. Debitur yang akan mengakses KUR. Latar belakang program ini adalah: masih rendahnya keterampilan SDM Koperasi dan UKM.

Hasil yang dicapai adalah: • • • Tumbuhnya sentra-sentra produk unggulan spesifik daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat.12 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 13 4. Kondisi pasar tradisional yang kurang representatif dan pertumbuhannya yang negatif serta pelaksanaan amanat UU No. memaksimalkan peran koperasi dalam memasarkan produk unggulan daerah dan penjabaran Inpres 6/2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro. serta membuka kesempatan berusaha dengan memberikan kepastian lokasi usaha bagi usaha mikro dan usaha kecil. Terintegrasinya kegiatan produk-produk unggulan daerah dari hulu sampai hilir melalui wadah koperasi. Hasil yang dicapai adalah: • • • Terwujudnya revitalisasi unit pasar tradisional di 80 Kab/Kota pada 31 provinsi. Bali . Terserapnya 43. Kecil dan Menengah. untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dalam mengembangkan potensi produk-produk unggulan daerah. menungkatnya keterlibatan lintas pelaku (stakeholders) dalam pengembangan ekonomi daerah. Revitalisasi pasar tradisional. • Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan Koordinasi dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat di Sulawesi Utara 3. Perluasan One Village One Product (OVOP) Potensi unggulan daerah UKM yang harus digali secara maksimal dengan memproduksi produk yang memiliki nilai tambah. Dengan tersedianya pasar yang representatif akan meningkatkan kenyamanan bagi konsumen sehingga dampaknya dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang tradisional usaha mikro dan kecil. Kunjungan Wirausaha Muda Berprestasi ke UKM Gallery Rangkaian kegiatan Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam rangka pengembangan OVOP. 20/2008 tentang UMKM. Pemerintah berkewajiban untuk menyediakan sarana dan prasarana pemasaran yang dapat mendorong dan mengembangkan pertumbuhan usaha mikro dan kecil. Tersedianya kepastian tempat usaha bagi pedagang tradisional usaha mikro dan kecil.280 orang tenaga kerja dilingkungan pasar tradisional yang telah dibangun (asumsi 4 tenaga kerja x 80 pedagang x 129 unit).

14 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 15 Menteri Negara Koperasi dan Ukm meresmikan serta meninjau Pasar Tradisional Movila KoppAs Bintang Terang Sulawesi Tenggara. 13 Februari 2010 . 2 Juli 2010 Menteri Negara Koperasi dan Ukm meninjau PkL jembatan Suramadu. Jawa Timur.

prestasi ini bisa dilihat dari capaian-capaian yang melampaui target. terealisasi 4. terealisasi 81 (135%). Berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran Kementerian Koperasi dan UKM tahun anggaran 2009. Bab 2 CAPAIAN KINERJA KEMenterian KOPERASI DAN UKM TAHUN ANGGARAN 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . Dan seterusnya. Peningkatan SDM Koperasi dan UKM yang mengikuti diklat ditargetkan 3. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana produksi pemasaran ditargetkan 60.035 (127.49%).Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 17 Kerja keras yang dilaksanakan jajaran Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2010 menggembirakan. terealisasi 425 (121%). Kemampuan Koperasi dan UKM dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi inovasi ditargetkan 350. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memberikan opini sebagai Wajar Dengan Pengecualian (WDP). lebih konkritnya disajikan dalam tabel- tabel.165.

KECIL DAN MENENGAH SASARAN INDIKATOR SASARAN Tertatanya peraturan Perundang-undangan terkait dengan perkoperasian dan LKM Peninjauan dan penghapusan berbagai pungutan dan regulasi yang merugikan KUMKM baik yang sektoral maupun spesifik daerah Tersedianya kajian dasar. KECIL DAN MENENGAH PERSENTASE 121% 240% 113. KECIL DAN MENENGAH SASARAN INDIKATOR SASARAN Meningkatnya UMKM dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi inovasi Meningkatnya UMKM dalam penerapan standarisasi manajemen mutu dalam pengembangan usaha PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK KOPERASI UMKM Meningkatnya UMKM yang memanfaatkan dan mensertifikasi sistem HKI (SNI. Tahun 2009. KECIL DAN MENENGAH SASARAN INDIKATOR SASARAN Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana produksi pemasaran PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK Koperasi dan UKM Terwujudnya Smesco UKM menjadi icon industry dan pemberdayaan Koperasi dan UKM Nasional Meningkatnya usaha UKM sentra produksi di daerah tertinggal/terisolir Revitalisasi pasar tradisional PERBAIKAN IKLIM USAHA YANG LEBIH BERPIHAK PADA KUMKM 4 12 300% 1 1 100% TARGET 60 150 KUKM Mitra.8% 105% 104. pelaksanaan program/kegiatan Kementerian Koperasi & UKM secara umum telah terlaksana dengan baik dan sesuai yang direncanakan. KECIL DAN MENENGAH DENGAN PELAKU USAHA SASARAN PENGEMBANGAN KEMITRAAN Koperasi dan UKM DENGAN PELAKU USAHA PENCAPAIAN KINERJA PERBAIKAN IKLIM USAHA YANG LEBIH BERPIHAK PADA KOPERASI DAN USAHA MIKRO. halal dan keamanan pangan) Meningkatnya Koperasi dan UKM dalam melakukan transaksi bisnis. kerjasama usaha dan pemanfaatan teknologi informasi Meningkatnya usaha skala Mikro dan Kecil Sentra Produksi di daerah tertinggal Berkembangnya jumlah klinik restrukturisasi usaha untuk pendamping Koperasi dan UKM CAPAIAN KINERJA PENYEDIAAN AKSES PEMBIAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO. ISO. telah dilakukan revitalisasi pasar tradisional sejumlah 89 unit dengan anggaran APBN-P dan 5 unit dengan anggaran APBN reguler. kebijakan dan terapan yang prospektif dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM Tersedianya model-model terbaik (best practice) internasional bagi pemberdayaan koperasi dan UMKM INDIKATOR SASARAN Meningkatnya jumlah koperasi yang menerapkan sistem resi gudang TARGET 10 REALISASI 12 PERSENTASE 120% TARGET 3 REALISASI 3 PERSENTASE 100% 40 98 245% CAPAIAN KINERJA PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK KOPERASI DAN USAHA MIKRO. bahkan pada beberapa sasaran kinerja mencapai 245% dan 300%.18 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 19  APAIAN KINERJA PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK C KOPERASI DAN USAHA MIKRO. . 827 KUKM terlayani 25 34 REALISASI 81 827 KUKM terlayani 25 34 PERSENTASE 135% 100% 100% 100% Pada tahun anggaran 2010. Hal ini terlihat pada tabel capaian kinerja di atas bahwa berdasarkan indikator sasaran yang telah ditetapkan telah mencapai 100%.17% 100% PENYEDIAAN AKSES PEMBIAYAAN KUMKM TARGET 350 125 600 400 480 10 REALISASI 425 300 683 422 500 10 SASARAN INDIKATOR SASARAN Meningkatnya akses pembiayaan Koperasi dan UKM melalui Surat Utang Koperasi (SUK) Meningkatnya kapasitas pendamping dalam pengembangan usaha Koperasi dan UKM dan wirausaha baru Terfasilitasinya pendampingan bagi Koperasi Prospek Mandiri dan meningkatnya calon wirausaha baru TARGET 300 UMKM 100 Pendamping 40 koperasi 310 KUMKM REALISASI 300 UMKM 100 Pendamping 40 koperasi 310 KUMKM PERSENTASE 100% 100% 100% PENGEMBANGAN KEMITRAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO. HKI.

804.372 422.000.055.082.291.576.520 3.000.206.58 97.000 65.629.774.000 218.000.51 87.627.216.676.501.96 96.356.913.000.000.946.683. Kecil Dan Koperasi Dengan Pola Bagi Hasil/Syariah dan Konvensional Bimbingan Teknis/Pendampingan dan Pelatihan Pengelola LKM (PNPM-P) Pembinaan Sentra-sentra Produksi di Daerah Terisolir dan Tertinggal Pembinaan Sentra-sentra Produksi di Daerah Terisolir dan Tertinggal Fasilitasi Pengembangan Pemasaran Usaha Mikro Melalui Koperasi 226.000 20.160 12.000 2.580.962.091.191.100 711.820.000.42 96.790. Rencana Kerja dan Anggaran Kegiatan Pembiayaan Lain-lain Pelatihan Budaya Usaha Dan Teknis Manajemen Usaha Mikro Penyediaan Dana Untuk Kegiatan Produktif Skala Usaha Mikro.000 35.025 1.085 6.985.000 203.000.376.350.000.000.400 1.000.362.000 1.868.100 8.830.555.000 11.81 SISA 585.000 5.20 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 21 RENCANA DAN REALISASI KEUANGAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM TAHUN 2010 NO I 1 2 3 4 5 PROGRAM PROGRAM PENCIPTAAN IKLIM USAHA UMKM Pembinaan/Penyusunan Program.000 REALISASI 51.101.400.550 447.675.780 29 30 31 32 6.83 95.000.992 28 165.933.000 15.500.524.53 90.29 95.750 136.000 3.177.500.757.947.10 94.750.623.205.450 52.944.000 12.577.762.975 36.102.69 SISA 5.787.383.827. Evaluasi dan Pelaporan Pembinaan/Penyusunan Program.000 8.988.000.23 97.435 84.434.303.242.320.060.970 52.47 97.679.419.000 5.000 21.000 1.942.500.156.869.25 97.193.705 38.830 11.000.965 96.500.000 51.23 98.85 96.224.000 2.235.500.400 3.48 85.278.484.738.000 1.03 98.465.065.37 98.000 4.000 1.37 1.128.548.650 15.000 1.000 3.130.004.000 20.51 100 97.000.600.900 294.700.212.274.049.000.000 5.806.000 7.975 CAPAIAN (%) 96.600 70.840 383.000.510.255 40.390.480 18.000.501.721.998.000 11.000 200.367.216.978.16 4.596.133.000 471.495.900 96.45 8.140 1.015.111.288. Rencana Kerja dan Anggaran Pembinaan.27 94.595.886.42 95.000 37.000.035 II 6 7 8 9 10 11 PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF UKM Peningkatan/Pengkajian Kapasitas Kelembagaan Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi Fasilitasi Peningkatan Kemitraan Usaha UMKM dan Pihak Terkait Penumbuhan Wirausaha Baru Penyediaan Sarana Produksi Bersama Bagi Anggota Koperasi 80.295 5.628 11.500.32 98.000 3.940.150 14.401.000 8.000.262.917.539.000.000 5.745 1.403.457.100 . Rencana Kerja dan Anggaran Penyusunan Program dan Rencana Kerja Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-undangan Kerjasama Antar Instansi Pemerintah/Swasta/  L embaga Diseminasi Isu-isu Strategis Pemberdayaan KUKM PAGU/RENCANA 56.000.79 96.953.000 309.000 3.730 237.57 94.741.643.926.324.452.86 97.000 34.642.000 7.000.180.000.600 11.316.850 872.220 19.000.250 4.75 96.789.404.210.780 969.169.150.000.640 2.180.961. Pengawasan dan Penilaian Perkoperasian PAGU/RENCANA 18.843.939.000.350 1.270 6.000 7.22 96.000.000 13.261.78 94.860 34.254.450 24.001 23 24 V 25 26 27 PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO Pembinaan/Penyusunan Program.556.000 77.073.999.000.622 NO IV 22 PROGRAM PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KELEMBAGAAN KOPERASI Pembinaan/Koordinasi/Pelaksanaan Monitoring.153.626.293.357.030 2.552.000.882.295.360 125.000.808.000.000.900 20.560.000 3.021.012.191.000 160.618 197.000.81 2.600.690.000.28 98.915 320. Rencana Kerja dan Anggaran Penyusunan Program dan Rencana Kerja Pembangunan Perawatan/Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kegiatan Pembiayaan Lain-lain Pengawasan Pelaksanaan Penggunaan Dana Pemerintah Bagi UMKM Penyediaan SKIM Penjaminan Kredit UKM Penyelenggaraan Promosi Produk UKM Perkuatan Jaringan Kerjasama Lembaga Pengembangan Bisnis (BDS-P) Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah Pengembangan Kebijakan dan Program Peningkatan Ekonomi Lokal 68.414.000.256.36 93.000 1.966.324.382 2.600.170 207.550 3.332.000 6.000 REALISASI 17.565 III 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 PROGRAM PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG USAHA BAGI UMKM Pembinaan/Penyusunan Program.999 CAPAIAN (%) 90.400 131.61 99.249.000.025 113.667.053.000.680.220 97.600 4.008 97.96 2.025.378 2.

635.083.253.303.597.800 1.021.661 94.000.250 448.187 4. • Penyerapan anggaran Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2010 dapat direalisasikan secara maksimal sesuai dengan target dan program seluruh Deputi dan BLU.145.000.318 33.422.322.400 227.900 JUMLAH LLP-KUKM LPDB-KUMKM DEKONSENTRASI TP 562.214.000.500.874.451.179.339 JUMLAH 789.000 48.95 32.800 CAPAIAN (%) 95.626.000.048.809.000.614. terealisasi sebesar Rp 730.061.84 94.608.20 69.162.123.983.988.500.000.19 SISA 48.000.249 92.025.571.64 96.150 959.000 123.900 58.000 240.000.171.69 94.303.000 80.100 97.000 730.000 1.41 92.100 94.113 37.100.368.887.000 3.476.751 (7.000.813 121.348.868.660.000 5.000.385.46 123.500.040.500 1.437.199.750 27.000 51.109.502.435. Terdapat sisa anggaran sebesar Rp 59.800 5. Data.000 2.40 SISA 131.64 58.171.695 42.873.263.200 XII 45 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR NEGARA Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan sarana dan Prasarana 3.000.441.97 83.887 4.200 118.000 2.000 1.027.364.200 48.012 3.441.40 99.714.000.447.109.770.50 13.000.000 475.900.000 3.162.376.06 94.434.651.428.600 13.263.562.850 81.890.751 X 40 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Negara 2.118.755.800 951.934.118.000.000.22 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 23 NO VI 33 PROGRAM PROGRAM PENGUATAN KELEMBAGAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DAN ANAK Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender PAGU/RENCANA 1.06 118.000 789.000 529.660.900.305 8.488.250 8.887.488.000.000 1.000.000 3.636.900 CAPAIAN (%) 96.13 87.800.64 97.141.106.000.000 2.500.876.890.201.46 96.285.519.159.988 18. Statistik dan Informasi PAGU/RENCANA 4.83 94.200 NO XI 41 42 43 44 PROGRAM PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Pembinaan dan Pengembangan Pemanfaatan Data dan Informasi Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Perencanaan/Penyusunan/Pengembangan Program dan Sistem Prosedur Pembinaan/Pembuatan/Pengembangan Sistem.736.582 85.200 282.881.469 26.483.450 25.682 14.84 84.000 22.605.000 1.260.000 96.667.112.05 89.000 IX 37 38 39 PROGRAM PENATAAN KELEMBAGAAN DAN KETATALAKSANAAN Pembinaan/Koordinasi/Pelaksanaan Monitoring.776.000 REALISASI 3. .100.50 59.100 VII 34 35 PROGRAM PENERAPAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Pengelolaan Gaji.948. Honorarium dan Tunjangan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran 93.881.690.000 1.550 764.31 391.17 94.000.900.000.141. Evaluasi dan Pelaporan Perencanaan/Penyusunan/Pengembangan Program dan Sistem Prosedur Pembinaan/Penyelenggaraan Kerjasama Internasional 7.900 • Pagu anggaran Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2010 sebesar Rp 789.736.573.000.249 (92.100 2.531 3.356.000 42.720.836.000 REALISASI 951.000 6.418 VIII 36 PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA Penyelenggaraan/Peningkatan Akuntabilitas dan Kekayaan Milik Negara 2.102.500 85.000.868.362.350.273.800 94.157.376.19 95.400.244.70 96.50%) merupakan penghematan dan efisiensi.000 30.112.771.000 126.500.750 1.50%).

5 Miliar s/d Rp 50 Miliar Asset Rp 500 Juta s/d Rp 10 Miliar Bab 3 PERKEMBANGAN DATA KOPERASI DAN USAHA MIKRO. KECIL DAN MENENGAH Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Usaha Kecil Omzet/tahun Rp 300 Juta s/d Rp 2.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 25 Kriteria Usaha Mikro.5 Miliar Asset Rp 50 Juta s/d Rp 500 Juta Usaha Mikro Omzet/tahun s/d Rp 300 Juta Asset s/d Rp 50 Juta . dan Besar Berdasarkan UU 20 Tahun 2008 Usaha Besar Omzet/tahun lebih dari Rp 50 Miliar Asset lebih dari Rp 10 Miliar Usaha Menengah Omzet/tahun Rp 2. Kecil Menengah.

519.401.282 498.332 2010 99.775 Jumlah UMKM selama periode 2006–2010 mengalami peningkatan sebesar 9.491.278 orang pada tahun 2008 menjadi 99.07% dari 87.771 52.124 41.463 4.803 unit pada tahun 2006 menjadi 53.674.717 522.675 42.577 4.793 2007 Usaha Menengah 2008 2.602 38.438 36.500 82.024.139.671 2. .839.711 2.759.411 2.521.024.847.135 3.205 2.071.732 unit pada tahun 2010.535.012.677.953 50.278 2009 96.930 2008 94.823.164 49.598 orang pada tahun 2006 menjadi 99.711 2006 Usaha Besar 2.694.073 2.761.763 472.743 3.677 4.909.401.650 4.565 3.512.795 48.207.409.452.823.598 Jumlah Tenaga Kerja UMKM selama periode 2006–2010 mengalami peningkatan sebesar 13.631 573.278.70% dari 51. dari 94.176. Pada periode 2008–2010 perkembangan jumlah UMKM mengalami peningkatan sebesar 4.601 53.732 unit pada tahun 2010.366 2006 Usaha Besar 2007 Usaha Menengah 2008 Usaha Kecil 2009 Usaha Mikro 2010 2.775 orang pada tahun 2010.26 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 27 Jumlah Pelaku Usaha Nasional (UMKM + UB) Tahun 2006–2010 (Unit) Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja (UMKM + UB) Tahun 2006–2010 (Orang) 90.627. Total NaKer UMKM 87.021.401.852 3.144 84.133 546.775 orang pada tahun 2010.181 2.843 4.759 2.694 93.909.014.608.612 unit pada tahun 2008 menjadi 53.756.810. Pada periode 2008–2010 perkembangan jumlah UMKM mengalami peningkatan sebesar 5.72%.698.565 39. dari 49.441.80%.002 87.838 2009 Usaha Kecil 2010 Usaha Mikro 2006 2007 90.211.069 3.

602.369. Kurun waktu 2009–2010 meningkat sebanyak 7.121 2006 Usaha Kecil 2007 Usaha Menengah 2008 Usaha Mikro 2009 2010 29.769. 9 528.080.964 1.37%.993.387.15 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp 3. 3 630.644.751.461.240.878.271 Usaha Besar 27.000 134.055. Anggota Koperasi (Orang) Tahun 2005–2010 30.000 1.174.000 1.681.262.000.438.411 2.637.286.28 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 29 Kontribusi Terhadap Produk Domestik Bruto Nasional Tahun 2006–2010 (Rp Miliar) Jumlah Koperasi (Unit) Tahun 2005–2010 177.244.830.000.000 2.8 2.1 Jumlah koperasi periode 2005–2010 mengalami peningkatan sebanyak 42.337 orang atau 11.000.39 triliun pada tahun 2010.709.3 472. dari Rp 2.888.215. 27.000 386.42 triliun pada tahun 2006 menjadi Rp 3.50%.784 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Selama periode 2005–2010.7 1.2 2005 2006 2007 2008 2009 2010 500.582.466.339.000 329.622.220.318.5 1.15%.776.8 1.017.81%.404. 2 3. 3 1.745.466.326 149.301.500.993.071 unit atau 4.18%.0 2.63%.133 28.39 triliun pada tahun 2010.3 511. 9 597.067 27. 2 816.500. jumlah anggota koperasi aktif mengalami peningkatan sebanyak 3.841.963 141.510. dari Rp 1.5 1.209.770. Kurun waktu 2009–2010 meningkat sebanyak 1.3 436.793 154.850 orang atau 4.519 unit atau 31.051. 2 713. 6 2.783. Pada periode 2009–2010 perkembangan jumlah UMKM mengalami peningkatan sebesar 15.482 170.619 Jumlah PDB UMKM selama periode 2006-2010 mengalami peningkatan sebesar 94.9 2. .

000 Bab 4 200.643 .000 2008 2009 2010 Bantuan Perkuatan Kementerian Koperasi dan UKM selama periode 2005–2010 mengalami penurunan sebesar 56.000 2005 2006 2007 47.000 600.000 500.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 31 Nilai Bantuan Perkuatan Tahun 2005–2010 (Rp Juta) 700.000 400.23%.962 573. tetapi pada periode tahun 2009–2010 mengalami peningkatan sebesar 88.000 348.000 111.669 BANTUAN PERKUATAN 100.000 478.520 300.76%. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 209.

098.17 .216.76 744.88 1.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 33 Perkembangan Anggaran Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2005–2010 (Rp Miliar) 1.185.056.30 Bab 5 DUKUNGAN ANGGARAN 2005 Pagu Anggaran 2006 2007 2008 2009 2010 Realisasi Periode 2005–2010 perkembangan pagu anggaran Kementerian Koperasi dan UKM mengalami penurunan sebesar Rp 426.886.16 849.000 (35.549.280.65%).48%.74 1.65 917.60% dengan capaian realisasi tertinggi diperoleh pada tahun 2010 dengan persentase realisasi sebesar 90.41 789.77 1.000 (46.966.10%).596.14 930. Realisasi anggaran Kementerian periode 2005–2010 berkisar di angka rata-rata 85.18 1. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 714.43 982. Namun pada tahun 2007 pagu anggaran sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp 492.

90 826.98 231.34 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 35 Anggaran Pusat Tahun 2005–2010 (Rp Miliar) Anggaran Dekonsentrasi Tahun 2005–2010 (Rp Miliar) 1.94 .73 1.27 527.36 156.99 663.20 223.68 582.15 711.30 230.81 707.111.00 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2005 2006 2007 2008 125.28 875.32 210.63 205.57 980.41 2009 2010 Pagu Anggaran Pagu Anggaran Realisasi Realisasi 146.74 985.339.2 8 148.15 244.61 715.44 230.00 168.

Bab 6 KREDIT USAHA RAKYAT b. • Penambahan bank pelaksana KUR. memperluas kesempatan kerja. b. • Penambahan anggaran dalam APBN-P 2010 sebesar Rp 2 triliun untuk penjaminan kredit KUR. yaitu: • Relaksasi kebijakan KUR. dan menambah pihak yang mengetahui. kelautan-perikanan. Perusahaan Penjaminan dan Bank. perkebunan. 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Koperasi dan UKM.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 37 Perluasan Program KUR Skema pembiayaan Program Kredit bagi Koperasi dan UKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditujukan untuk memfasilitasi koperasi dan Koperasi dan UKM yang usahanya punya potensi tetapi belum layak bank (bankable). Inpres No. 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional 2010. c. yaitu Menteri Negara BUMN. Inpres No. c.115 triliun dan target atas Rp 18 triliun. Perangkat legal yang mendukung program KUR adalah: a. Sedangkan realisasi penyaluran KUR oleh 13 BPD dengan target bawah Rp 2 triliun dan target atas Rp 2. Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Penjaminan Kredit/Pembiayaan kepada Koperasi dan UKM antara Pemerintah. Program KUR ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan sebaran usaha Koperasi dan UKM.2 triliun. tanggal 9 Oktober 2007. dan tentunya kemudian dapat berperan dalam pengentasan kemiskinan. dan industri kecil sepanjang 2010 naik menjadi 25%. kehutanan. Hasil program realisasi proporsi KUR untuk sektor pertanian. Agenda Program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II adalah membuat kebijakan yang terkait dengan KUR: a. Salah satu materi yang harus dihasilkan adalah memantau realisasi KUR 2010 dengan target bawah Rp 13. menyusun kebijakan peyaluran kredit kepada pekerja migran di daerah. 1. Program revitalisasi KUR ada tiga tugas. Addendum 1 Nota Kesepahaman Bersama tanggal 14 Mei 2008 dengan menambah lima ayat pada pasal dua ruang lingkup kerjasama. Landasan Legalitas KUR KUR pertama kali digagas dalam Sidang Kabinet Terbatas 9 Maret 2007 yang kemudian ditindaklanjuti lewat Inpres No. dan sosialisasi KUR kepada masyarakat luas khususnya para pelaku UKM. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . 3 Tahun 2010 tentang pembangunan yang berkeadilan antara lain membahas tentang instruksi perluasan penyaluran kredit menegaskan pentingnya menyusun rencana perluasan KUR di tingkat Pemerintah Daerah. Perjanjian Kerjasama Penjaminan Kredit antara Perusahaan Penjamin dengan masing-masing Bank Pelaksana.

e. perkebunan. Menyiapkan dan menyusun kebijakan KUR melalui koordinasi dengan instansi teknis/lembaga penandatanganan MoU (instansi terkait. restrukturisasi. dan perusahaan penjaminan). maka realisasi KUR tahun 2010 (Rp 17. Atas dasar Addendum 2 Nota Kesepahaman Bersama ini. • • Peningkatan jumlah penjaminan Pemerintah untuk sektor-sektor pertanian. Hal ini menunjukan bahwa relaksasi kebijakan KUR.64 triliun) dan tahun 2009 (Rp 4. industri kecil. e. d. Syariah Mandiri. Perum Jamkrindo dan PT Askrindo sebesar 80%. Selama 2010 realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 17.11 triliun. b. Jangka waktu kredit investasi perkebunan tanaman keras dapat diberikan langsung 13 tahun dan tidak boleh diperpanjang. KUR kepada lembaga linkage (pola executing) maksimum Rp 2 miliar. Profil Program KUR Sasaran: Koperasi dan UKM dan Koperasi layak tapi belum bankable Plafon KUR: a. • f. juga dilakukan penyempurnaan atas Peraturan Menteri Keuangan yang berkaitan dengan KUR. bunga maksimum 22% per tahun. Penyaluran KUR oleh 13 BPD telah mencapai Rp 2.5% dari target bawah sebesar Rp 2 triliun dan 100. penambahan bank pelaksana KUR. • Plafon dana untuk lembaga linkage (pola eksekuting). 3.22 triliun) mengalami peningkatan. Addendum 3 Nota Kesepahaman Bersama tanggal 16 September 2010 untuk menyempurnakan ketentuan tentang KUR.20 triliun. maka pencapaian tahun 2010 adalah sebesar 95. c. • Penambahan bank pelaksana KUR. KUR retail. c. c. Perkembangan Penyaluran KUR a. KUR ritel maksimum Rp 500 juta. dan sektor TKI ditanggung oleh Pemerintah cq. Memberikan layanan konsultasi KUR terhadap koperasi dan UKM yang berkunjung ke Kantor Kementerian Koperasi dan UKM. Perum Jamkrindo dan PT Askrindo sebesar 70%. KUR mikro. Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama oleh 13 BPD pada 23 September 2010 untuk mengikatkan diri pada Addendum 3 yang merupakan ketentuan yang diatur dalam pasal 4A Addendum 2.5% dari target atas sebesar Rp 2. d. bank pelaksana. Masuknya sektor jasa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai calon debitur KUR dengan jumlah penjaminan pemerintah 80% sedangkan jumlah penjaminan Pemerintah untuk sektor lainnya tetap 70%. dan suplesi. Bukopin.22 triliun atau sebesar 131. b. Sektor pertanian. 2. .21 triliun atau 110. b. BNI.38 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 39 d. Sosialisasi program KUR ke 33 provinsi.7%.56 triliun). Apabila dibandingkan dengan target atas sebesar Rp 18 triliun. dan 13 BPD. BTN. d. Mendorong masing-masing bank pelaksana KUR dan Pemerintah Daerah melalui kunjungan kerja langsung Menteri Negara Koperasi dan UKM untuk mempercepat penyaluran KUR. yang antara lain: • Penetapan peningkatan KUR mikro dari maksimal Rp 5 juta menjadi maksimal Rp 20 juta. bunga maksimum 14% per tahun.4% dari target bawah yang sebesar Rp 13. Mandiri. dan industri kecil menjadi 80% (semula 70%). serta Standar Operasional Prosedur (SOP) KUR. dan sosialisasi KUR yang dilaksanakan sepanjang 2010 berhasil meningkatkan realisasi penyaluran KUR. Sisa penjaminan ditanggung oleh bank pelaksana. e. kehutanan. • Debitur boleh mengajukan kedit/pembiayaan KUR walaupun masih memiliki kredit konsumtif. KUR mikro hanya disalurkan oleh PT BRI). • Penyempurnaan jangka waktu perpanjangan. Memonitor penyaluran KUR khususnya 13 BPD dan 6 bank BUMN. Perusahaan penjamin: perum Jamkrindo dan PT Askrindo. kelautan-perikanan. sebagai bank pelaksana KUR. b. dan penyalurannya dilakukan oleh semua bank (dalam Addendum 2. Addendum 2 Nota Kesepahaman Bersama tanggal 12 Januari 2010 yang merupakan penyempurnaan lanjutan atas berbagai permasalahan KUR. kelautanperikanan. e. Dibanding realisasi KUR tahun 2008 (Rp 12. Kementerian Koperasi dan UKM Pada 2010 Kementerian Koperasi dan UKM secara aktif mendorong perluasan program KUR melalui: a. Bank pelaksana: BRI. c. telah menunjukkan kinerja yang baik. antara lain: • Penurunan suku bunga KUR. perkebunan. Sektor lainnya ditanggung oleh Pemerintah cq. Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai bank pelaksana KUR yang baru menyalurkan tahun 2010. 4. Fasilitas Penjaminan: a. KUR mikro maksimum Rp 20 juta tanpa SID (Sistem Informasi Debitur).

311 2.3 35.5 102.3 24.3 107.8 116.7 973.3 98.9 12.5 22.40 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 41 PERKEMBANGAN REALISASI KUR SAMPAI TAHUN 2010 PER 31 DESEMBER 2010 BANK TAHUN 2008–DES 2009 REALISASI (Rp Miliar) BNI BRI Mandiri BTN Bukopin BSM BPD 1.812.0 110.3 107.7 1.9 125.211.7 263.9 3.9 31.2 15.4 70.257 1.316.824 3.666.179 2.000 650 700 450 2.4 203.650 34.100 710.4 51.798 2.1 1.841.211.232 Jumlah 17.2 35 100.5 26.4 127.9 125.0 DEBITUR 11.2 100.8 2.4 153.319 6.1 244.9 3.000 3. 12 Januari 2010 DEBITUR 27.158.630.845 610 500 400 2.6 56.200 1.6 131.2 2.4 95.8 21.417. selanjutnya mulai tahun 2010 pada masing-masing bank penyalur diberikan target yang harus dicapai.200 REALISASI (Rp Miliar) 1.140 4.437.338 - TARGET ATAS 54.2 2.720.636 3.115 18.868 26.4 49 113 110.5 113.4 113.211 PRESENTASE TARGET BAWAH 104.3 2.374.5 70 109.4 203.189.2 100.530 26.6 159.9 452.816 4. Hal ini sejalan dengan target nasional penyaluiran KUR sebesar Rp 20 Triliun/tahun.232 3.505 37.0 - TAHUN 2010 TARGET BAWAH (Rp Miliar) 1.697 520 536 TOTAL 2.349.6 9.113 74.3 98.7 77 21.6 126.5 Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II sesaat setelah penandatanganan Kesepakatan Addendum II MoU Kredit Usaha Rakyat.5 100.505.4 123.608 36.3 669.6 71.653 521 184 357 1.527.2 766.879.5 102.200 2.567 2.228.232 .908 13.156 589 596 549 1.3 107.4 100.7 (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 JATIM JABAR-BANTEN JATENG DKI JAKARTA DIY NTB SULUT KALBAR KALSEL KALTENG NAGARI MALUKU PAPUA 750 500 250 240 25 25 25 50 25 25 35 15 35 (2) 750 600 350 240 25 25 25 50 25 25 35 15 35 (3) 813.5 JUMLAH 2008–2010 DEBITUR (Rp Miliar) 16.000 2.000 17.109 5.6 126.4 70.3 382.058 7.6 26.3 17.560 6.3 (6) 7. PERKEMBANGAN REALISASI KUR OLEH BANK BPD POSISI 31 DESEMBER 2010 TARGET TAHUN 2010 TARGET BAWAH (Rp Miliar) TARGET ATAS (Rp Miliar) REALISASI (Rp Miliar) Menteri Negara Koperasi dan UKM (tengah) bersama Menteri Pertanian (kiri) dan Menteri Keuangan (kanan) menandatangani Kesepakatan Addendum III MoU Kredit Usaha Rakyat.9 31.7 NO BPD TARGET ATAS (Rp Miliar) (5=3/2) X100% 108.5 113.3 269.605.558 Catatan: Untuk tahun 2008–2009 belum ditetapkan target penyaluran bagi masing-masing Bank penyalur. REALISASI PERSENTASE PERSENTASE DEBITUR TARGET BAWAH (Rp Miliar) (4=3/1) X100% 108.000 TARGET ATAS (Rp Miliar) 3.2 834.457 3.4 914.000 8.093 6.

26 Agustus 2010 Menteri Negara Koperasi dan Ukm secara simbolis menyerahkan Kur kepada pelaku usaha bidang Kelautan dan Perikanan .42 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 43 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan Koordinasi dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat di Jawa Timur.

18 Oktober 2010 Menteri Negara Koperasi dan Ukm secara simbolis menyerahkan Kur kepada pelaku usaha di Pekalongan .44 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 45 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam rapat kerja pelaksanaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Kalimantan Tengah.

46 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 47 Penandatanganan Kesepakatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat oleh Para Perwakilan Lembaga Penyalur dan Penjamin Kredit Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama Para Perwakilan Lembaga Penyalur dan Penjamin Kredit .

48 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 49 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Kredit Usaha Rakyat di Kalimantan Selatan. 6 November 2010 .

Sekretariat Kementerian terdiri dari: • Biro Perencanaan • Biro Keuangan • Biro Umum Tujuan program: • Memberikan dukungan untuk memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Koperasi dan UKM melalui koordinasi dan perencanaan yang partisipatif dalam perumusan kebijakan dan program. • Meningkatkan pelayanan publik dibidang informasi dan publikasi melalui terselenggaranya hubungan masyarakat dan penyediaan data dan informasi yang valid. Publikasi tentang pemberdayaan Koperasi dan UKM dapat disampaikan lebih luas sehingga memperkuat eksistensi dan citra Kementerian Koperasi dan UKM meningkat. ketatalaksanaan. Terwujudnya efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan kepegawaian. efisien. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM. • Manfaat Program: • Pencapaian kinerja sesuai perencanaan dan penganggaran. ketatausahaan dan kerumahtanggaan. ketatausahaan dan kerumahtanggaan. efektif. akurat cepat dan tepat sebagai dasar acuan pengambilan kebijakan. taat asas. Mewujudkan pengelolaan dan administrasi penganggaran yang tertib dan akuntabel. Terwujudnya pengelolaan anggaran secara tertib. Profesionalitas dan kapasitas aparatur meningkat.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 51 Sekretariat Kementerian memiliki tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. serta tersusunnya standar operasional prosedur dan tata hubungan kerja dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . transparan dan bertanggung jawab. ketatalaksanaan. • • Tersedianya data dan informasi yang mutakhir (up to date) dan akurat terkait dengan pemberdayaan Koperasi dan UKM. • • • Laporan keuangan dapat disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah dengan opini wajar tanpa pengecualian. serta tertatanya asset BMN dan laporan BMN sesuai dengan standar Sistem Akuntansi Barang Milik Negara. • Bab 7 SEKRETARIAT KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM • Sasaran Program: • Terwujudnya perencanaan dan dukungan penganggaran sesuai rencana kerja pemerintah dan rencana strategis yang telah ditetapkan. Meningkatkan profesionalitas dan kualitas aparatur serta pelayanan administrasi kepegawaian.

. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program-program strategis dan penajaman pelaksanaan program dekonsentrasi yang dilaksanakan berdasarkan per wilayah. Kecil. sinergitas pelaksanaan program pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro. c. b. yang merupakan forum koordinasi. Provinsi. konsolidasi. sinkronisasi. Rapat Koordinasi Dekonsentrasi Rapat Koordinasi Dekonsentrasi ini diselenggarakan dalam rangka sinkronisasi dan penysunan anggaran terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilimpahkan pelaksanaannya di daerah. dan Menengah dari tingkat Pusat.52 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 53 Sekretariat Kementerian Koperasi dan UKM Guritno Kusumo Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rapat-Rapat Koordinasi Telah melaksanakan rapat-rapat koordinasi. yang diikuti oleh Kepala Dinas/Instansi yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi seluruh Indonesia. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Koperasi dan UKM MUSRENBANG Koperasi dan UKM tahun 2010 diselenggarakan dengan maksud untuk Melakukan sinkronisasi kegiatan pokok. d. RAKOR ini diikuti oleh Kepala Dinas/Instansi yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi seluruh Indonesia. Kabupaten dan Kota. Kapubaten/Kota sesuai dengan pembagian wilyah yang sudah ditentukan. dengan Usulan Pendanaan Perangkat Daerah (UPPD)/Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi. lokasi kegiatan dan pagu yang disusun dalam Renja Kementerian Koperasi dan UKM. Rapat Koordinasi Terbatas (RAKORTAS) Rapat Koordinasi Terbatas (RAKORTAS) merupakan forum koordinasi untuk membahas topik/isu-isu tertentu/ strategis. Peserta Rapat Regional diikuti oleh Kepala Dinas/Instansi yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi. e. Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS). meliputi: a. merupakan forum koordinasi. Rapat Regional Rapat Regional.

Jakarta. 13–16 Desember 2010 . dalam kesempatan Rapat Koordinasi Nasional Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.54 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 55 Penandatanganan Ikrar pemberdayaan Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional oleh seluruh kepala dinas yang membidangi Koperasi dan UKM.

untuk disampaikan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS. b. Penyusunan Laporan Triwulan Laporan triwulan. c. Penyusunan Laporan Tahunan Laporan Tahunan disusun dengan memuat informasi dan data pelaksanaan program pemberdayaan Koperasi dan UKM yang telah dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam kurun waktu satu tahun (Januari–Desember). Jawa Timur.56 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 57 Evaluasi Dan Pelaporan Dalam rangka Monitoring. Sumatera Selatan. yang disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Surabaya. Suasana rapat Regional Wilayah II. Evaluasi dan Pelaporan atas pelaksanaan program pemberdayaan Koperasi dan UKM. mengenai Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. 14–16 Juni 2010 Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM membuka rapat Regional di Palembang. merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) LAKIP merupakan bentuk pertanggungjawaban Kementerian Koperasi dan UKM dalam menjalankan penyelenggaranaan pemerintahan negara di bidang pemberdayaan Koperasi dan UKM. LAKIP disusun berdasarkan INPRES Nomor 9 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. telah dilakukan: a. 21–23 Juni 2010 .

• Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK. Bab 8 DEPUTI KEMENTERIAN • Bidang Pengembangan SDM KUKM. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . • Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. • Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha. • Bidang Pembiayaan.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 59 Program-program Pemberdayaan Koperasi dan UKM • Bidang Kelembagaan Koperasi. • Bidang Produksi.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

62 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 63 Untung Tri Basuki Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2010. Tujuan program: • mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi Koperasi dan UKM sebagai lembaga ekonomi yang mandiri. Program Teknis yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM adalah program Peningkatan Iklim Usaha yang Kondusif bagi Koperasi dan UKM. serta program Penguatan Kelembagaan Koperasi. Manfaat Program: • Meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan anggota Koperasi. Di dalam Renstra telah ditetapkan program teknis dan program generik yang akan dilaksanakan selama kurun waktu lima tahun ke depan. Tahun 2010 merupakan tahun awal dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010–2014. Dokumen RPJMN 2010–2014 yang memberikan arahan mengenai Prioritas Nasional dan Prioritas Lainnya kemudian dijabarkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Koperasi dan UKM 2010–2014. . berdaya saing dan memiliki kinerja yang efektif dan efisien terutama dalam menghadapi era globalisasi. Sasaran Program: • Terwujudnya Koperasi yang tumbuh dan berkembang sehat sesuai jati diri Koperasi.

Dari jumlah tersebut. perlindungan. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro.503 koperasi dengan perolehan koperasi berkualitas sebanyak 1. dan Kriteria (NSPK) di Bidang Koperasi dan UKM. Kecil dan Menengah yang diperuntukkan bagi pejabat dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di tingkat provinsi. kepastian. 38 Perda akan disampaikan rekomendasi pembatalan/pencabutannya kepada Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri. • Monitoring dan Evaluasi Program Pemberdayaan Koperasi dan UKM. .64 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 65 Program Peningkatan Iklim Usaha yang Kondusif bagi Koperasi dan UKM bertujuan mewujudkan pemberdayaan Koperasi dan UKM yang dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah melalui penetapan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di berbagai aspek kehidupan ekonomi. dan dukungan berusaha yang seluas-luasnya. instansi terkait. dan sepanjang tahun ini telah dievaluasi sebanyak 60 Perda yang menghambat perkembangan Koperasi dan UKM. kesempatan. dan pemangku kepentingan di daerah.321 koperasi. agar Koperasi dan UKM memperoleh pemihakan. Pemerintahan Daerah Provinsi.000 orang pejabat dinas yang membidangi koperasi dan UKM di lima provinsi. • Penilaian koperasi berprestasi dengan penetapan ada 75 koperasi berprestasi dan 10 koperasi penerima penghargaan melalui Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor 19/Kep/M. • • • Tujuan dari Program Penguatan Kelembagaan Koperasi adalah untuk mengembangkan praktek koperasi yang sesuai dengan jati diri koperasi serta meningkatkan peran koperasi dalam melayani anggota dan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraannya. Jawa Timur. dan penyerahan penghargaan kepada pemenang disampaikan pada puncak peringatan Hari Koperasi. • Revitalisasi Fungsi Kelembagaan Koperasi yang dilakukan melalui kegiatan penyusunan kebijakan peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dan bimbingan teknis perkoperasian kepada 1. • Pelaksanaan Pemeringkatan Koperasi. yang mengacu pada PP Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. dengan target 5. Tahun ini telah diperingkat 1. kegiatan strategis yang telah dilaksanakan selama 2010 ini adalah: • Sosialisasi UU No. Untuk mencapai tujuan tersebut. 15 Juli 2010 di Surabaya. yang akan menjadi standar operasional pelayanan publik bagi aparat daerah yang membidangi Koperasi dan UKM dalam memberdayakan UKM. Prosedur. Standar.000 BH Koperasi. Evaluasi terhadap Peraturan Perundang-undangan tentang Koperasi dan UKM di Tingkat Pusat dan Daerah. Penyusunan rancangan (draft) Norma. • Penyusunan Sistem Aplikasi Member Card bagi koperasi konsumen yang dikemas dalam bentuk CD agar dapat memfasilitasi koperasi dalam menyusun database anggota secara digital dan melakukan proses transaksi anggota dengan koperasi. tokoh masyarakat. Penyusunan rancangan (draft) Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang UMKM.KUKM/VII/2010 tanggal 5 Juli 2010. Beberapa kegiatan strategis yang telah dilakukan dalam rangka penguatan kelembagaan koperasi selama 2010 adalah: • Penguatan Status Badan Hukum Koperasi melalui Pengumuman Badan Hukum (BH) dalam Lembar Berita Negara. dan Pemerintahan Derah Kabupaten/Kota.

14 Februari 2010 . Jakarta.P KODANUA.66 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 67 Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama para anggota Rapat Anggota Tahunan XXXIII K.S.

18–20 Februari 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka secara resmi Peringatan Hari Koperasi di Subang Jawa Barat 17 Juli 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam acara penandatanganan Rapat Anggota Tahunan ke 29 di Jambi. 7 Juni 2010 . Yogyakarta.68 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 69 Menteri Negara Koperasi dan UKM menyerahkan penghargaan pada acara RAP Induk KUD Tahun Buku 2010.

70 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 71 Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka acara Sarasehan dan Jambore Koperasi di Jawa Timur. 9 Juli 2010 . 9 Juli 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama para peserta Jambore Koperasi di Jawa Timur.

72 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 73 Presiden Republik Indonesia memberikan pesan singkat pada acara Hari Koperasi Nasional ke 63 yang bertemakan “Koperasi Bangkit Untuk Kesejahteraan Rakyat” di Surabaya. 15 Juli 2010  .

15 Juli 2010 di Surabaya Jawa Timur .74 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 75 Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Negara didampingi Menteri Negara Koperasi dan UKM pada acara puncak Hari Koperasi Nasional.

khususnya yang bergerak di sektor usaha simpan pinjam. Rapat dengar pendapat umum antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Koperasi dan UKM .76 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 77 Perkembangan RUU Perkoperasian Penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang perkoperasian dengan output antara lain telah disiapkan RUU tentang Koperasi dan telah disampaikan oleh Bapak Presiden RI kepada DPR-RI dengan surat Nomor: R-69/  Pres/09/2010 tanggal 1 September 2010. Saat ini sudah memasuki tahapan pembahasan awal dengan DPR-RI. Perkembangan RUU LKM Pada tanggal 13 November 2009. yaitu melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi VI DPR-RI dengan Kementerian Koperasi dan UKM pada tanggal 10 Maret 2011. Kementerian Koperasi dan UKM telah mengusulkan draft RUU LKM menjadi inisiatif dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk dimasukkan dalam daftar Rancangan Undang-Undang Program Legislasi Nasional Tahun Anggaran 2010–2014. Saat ini RUU LKM tersebut masih dalam pembahasan dengan instansi terkait dan gerakan koperasi.

23 April 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam acara pembukaan Pencanangan Kota Bekasi menjadi Kota Koperasi. 18 Juli 2010 .78 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 79 Menteri Negara Koperasi dan UKM menandatangani batu simbol dalam acara pembukaan RAT Kilang Mandiri Tahun Buku 2009 di Balikpapan.

meningkatnya jumlah koperasi yang berkualitas dan tumbuhnya koperasi berskala besar di tiap Provinsi. Output yang diharapkan dari GEMASKOP berdasarkan ketiga tujuan tersebut adalah tumbuhnya koperasi baru. yaitu Mengajak orang untuk berkoperasi. Disamping itu juga dilakukan sosialisasi melalui media elektronik. dan telah ditayangkan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tentang GEMASKOP pada beberapa stasiun televisi. Pidato Menteri Negara Koperasi dan UKM pada acara pencanangan Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi. 26 April 2010 . Untuk menggaungkan GEMASKOP ini. maka pada setiap kesempatan rapat koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM daerah dan setiap kunjungan dinas ke daerah selalu disampaikan materi tentang GEMASKOP. Jakarta.80 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 81 Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) memiliki 3 (tiga) tujuan. Membenahi kualitas kelembagaan dan usaha koperasi yang ada. dan Menumbuhkan koperasi berskala besar.

Yogyakarta 4 Desember 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM mengunjungi salah satu gerai di acara SMESCO Fesyen 2010.82 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 83 Menteri Negara Koperasi mengunjungi SMK Koperasi. 28 Juli 2010 .

Manfaat : 1. Bali.584 orang notaris yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemahaman Notaris Pembuat Akta Koperasi dalam Pembubaran dan Pendirian Anggaran Dasar Koperasi. 3. Meningkatkan keterlibatan profesi Notaris dalam menguatkan kualitas dan status akta badan hukum koperasi. Pemerataan sebaran jumlah Notaris Pembuat Akta Koperasi seluruh Indonesia. Notaris yang telah ditetapkan sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi mendapat kepastian hukum dalam menjalankan tugas. 2. Hasil : Sejak tahun 2004 sampai 2010 telah ditetapkan sebanyak 6. serta di tetapkan sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) dengan Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM.84 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 85 NOTARIS SEBAGAI PEMBUAT AKTA KOPERASI Tujuan : 1. 2. Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam rangka konsolidasi dan pemantapan peran dan pelaksanaan tugas notaris dalam pemberdayaan Koperasi. dan mendapat sertifikat. Sebagai pedoman Notaris Pembuat Akta Koperasi dalam membuat Akta Pendirian Koperasi dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi. dan telah mengikuti pembekalan di bidang perkoperasian yang di selenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP-INI) di beberapa wilayah di Indonesia. 28 Januari 2010 .

Musi Banyuasin Ds.355.631 15.174.508 357.712.000.312 4.537. Siak Ds.347. PROVINSI RIAU 1 KUD Tunas Muda KUD Tani Bahagia KUD Intan Makmur Ds.147 5.969.845.166.440 1. Musi Rawas Jl Mayjen HM Ryacudu No.624.870 4.705 147.806.776 618.505. 35 Kec.933.265 0 2 Produsen 944 2.579 2.009.350 1.232.246.010.000 Simpan Pinjam 21/2408 1.508.791. Kec.420 3 Konsumen 1.756 240.361 1 Kopinkra Silungkang Ds.056.899. Tj. Indragiri Hulu Jl.990.056.359 260.440 133.910 962.461.221.938. Rejang Lebong Jl.616 75. Purwodadi Kab.561 91.000 6. Kec. Lima Puluh Kota Kab.637.971 3 Kop.437.039.396 3.484.278 .000 13.621 599. Curup Kab. Silungkang Kota Sawahlunto Desa Tanjung Jati.948.332. Kel.895 0 3 Simpan Pinjam 6.850.248.638 9.876.955. Baburrayyan KUD Rahmat Kop.024.030.100 1.464 1 KUD Harapan Tani KUD Sido Mukti KUD Marga Jaya Ds. Bahuga Kab.124.370.589.000 17.932.471.550.971. Langsat No.877 492.000 215. Laut Tawar Kab.580 6.653.847 15.109 6.165.000 10. Muaro Jambi Simpan Pinjam 1.111 1.614.000. PROVINSI BENGKULU 3. 30-32 Kel.296. Takengon Timur.323 140.000 41. Guguak Kab. Tengku Cikditiro Kota Banda Aceh Jl.129 139.540. Bengkulu Tengah Jl. PROVINSI SUMATERA SELATAN 2.851 Ds. Kec. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.760 Kop.000.888.206.406 1.499 1.948.579. Silungkang Tigo.923.871 872.736.085.846 200.290 54.514 7.299 6. Kec.698 1.368. Aceh Tengah Jl.672.236. Sorolangun Kel. PROVINSI SUMATERA BARAT Jl. Pendidikan No. Kec.303.579 1. Tebo Desa Petaling Jaya.236.538 909.993.412.642 1 872.877.020 4.000 168.206.957 2.659.400 3 KSGS Gunung Sungkur Produsen 97 2. Kec. Kec.600.301. Kec.681.000.783.272 218.000 15.411 838.015 11. Sungai Gelam Kab.625.958.000 1 KUD Sumber Pangan KSP Tri Dharma Artha 8.038.000 422.510 516. Rimbo Bujang Kab.646. Langkat Jl. Padang Hilir Kota Tebing 2 Jasa 3.614.86 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 87 Data Profil 99 Koperasi Skala Besar Seluruh Provinsi No.077 273. Rustandi Lokasi BRKP (PPI) Pulau Bai Kota Bengkulu Simpan Pinjam 58 320. Syariah Dewantara Ds.988.200. Kec.000 10.534. Singkut Kab.226 601.000 191.88 Kota Palembang Produsen Simpan Pinjam 1. Desa Keude Krueng Geukueh.215. Kunto Darussalam Kab.383 1.098 2. Pasaman Barat Produsen 184 380.580.184.437.174.334.031.000 236.841 11.581.310 60. Rokan Hulu Produsen 430 3. Desa Bukit Intan Makmur.651.851 13.793.901. Kec. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.182.252.569.491.701 6. Gang Buntu Kota Medan Jl.915 2 KSP VII Koto Talago II Simpan Pinjam 1.679 2.696. Karang Pusat Kota Bandar Lampung Produsen 1.932.176. 32.953 78. PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM 1 Koperasi BQ.865. Aceh Utara Pemasaran 6.423.000 13. Raya CurupBengkulu KM 14 Kab.612.620.431.642.386 9. PROVINSI JAMBI 26. PROVINSI LAMPUNG 368.704.824. (org) Modal Sendiri (Rp) 5.871.002.637.525 4.844. Teluk Merbau.697 6.048 2 Aneka Usaha 740 326.945. PROVINSI SUMATERA UTARA 1 35. Way Kanan Rama dewa.039 3 7.453.395 384.000 5. (org) Modal Sendiri (Rp) Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) No. 9. Lubuk Batu Jaya Kab.946.243. Mardiharjo.656. Tendean No.600. Ir.304 26.489 2 Pemasaran 685 1. Nelayan Kota Bengkulu Jasa 46 86.000.000 172.200 132.671.026. Air Rambai.105.296 12.000.159 1. Kec.010.700.480.100 187.300 2.707.491 15.377.915 1.381 2.000 2 Jl.586 1. Rupat No. Kapten P.710 4. Dayun Kab. Payolebar.110.598.543.864.535.245.100 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) 1.530.645. Kec. Meunasah No.000.363. 7.903 10.000. Kec.000 3.308 950.751.547.039.152.000 80. Baituttamwil Muhamadiyah Simpan Pinjam 26/3120 278.748.796.387 2.372.095.922 6. Kec.054.844.802.848.770 245.421. Sei Jambak Kab.155.473 Konsumen 336 519. Kulin Jaya.215.700.094 3 3 Konsumen 509 901.500.349.967 3.251.000 67.846. Dewantara Kab.278.000 400.946.310. Barat Toman Kab.000 4.000 255.312 2 3 Jasa Simpan Pinjam 523 447 715.619. Wiroto Agung.903.622 2.000. 49.927. Merpati No.920.403.525 1 Koperasi Pengangkutan Umum Medan KUD Harapan Tani (Harta) Kopdit CU Mandiri Jl.041.058.251 7.192. Seputih Raman Kab. PL.673.664. Koperasi. Lampung Tengah Jl.400.424.767 4.192.622.589.000 13.548.000 20.193.732 4.860.537.443 2 KSU Raflesia KSP Rizki Koperasi Tunas Baru KSP RIAS KUD Sejahtera Aneka Usaha 4.769.543.327.908.

240.876.074.966.458.420 5.791.141.408. Desa Panjang Kec.923.601.265.500 837.250.950.600.085 9.092 13.021. Jemur Handayani 55.138 12.490 2.582.921 242.289.050 833. Mantup Kab.600 47. Bintan Timur Kab.610.399 273.731. Kec.847.891 2. PROVINSI JAWA TIMUR Konsumen 805 1.314.815.894. PROVINSI DKI JAKARTA 1 Koppas Cempaka Putih *) KSP Kodanua Jl.851.631 14.000.000.000 7.114.287.260.700. PROVINSI KEPULAUAN RIAU 1 Kop.266 25.772.391.092.000.450 982.388. Munthok. Kec. Pakuhaji Kab.350.783 12. Depok Kab.590.162.286 87.232 408.135.612.572.000 0 1 KUD Mina Samudera Kop.263.960. Kramat Watu Kab.227 32. YOGYAKARTA 1 KSU KOSUD Gama KSP Setia Kawan KUD Tani Makmur Ds.000 18.284.057.805 760.700.055 35.588.570.977 20.079.611 10.182 248.537 2 3 Simpan Pinjam Produsen 31.466. Tirtonirmolo.520.501 1.732 1.000 51.152.732.642.050 10.406 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) 9. Bunguran Timur Kab.964.358 89.542. D.742.213 770.950 2 12.000 13.222.072.606. Desa Bandarsyah.650 1. Bkt Intan Kota Pangkal Pinang Komplek PT.110.411.400. Kec.486 24.029 .470 3 Produsen 1. Klaten Pemasaran 194 13.590 743. Bunguran Timur Kab.106 3.048.519.530 875.368.923. Sawindo.663.805.507. Bahrul Ulum Jl.305.767.991. Brigjen Abdul Manan Wijaya Kab.460. Kec.231 15.372.905 2 Simpan Pinjam 2.018 1 Kopwan Setia Bakti Wanita *) Koperasi SAE Pujon *) KSP Mitra Usaha Jl.280. Kec.365. Desa Air Putih.792.470.164.138 2.203 20.747. Tangerang Jl.060 1.976. Karet Rakyat 15.734 Produsen 17.339.112.543.835 489.188. Bangka Barat Kel.378.609 18.011 20.332 12.534 221. Bangka Barat Konsumen 717 2. Serang Produsen 312 16. Batu Sisir Bukit Arai.266.432 2 3 Simpan Pinjam Konsumen 9.895 14.043.831 5.894 3.737 1. PROVINSI BANGKA BELITUNG 1 Koperasi Warga Peltim ^) Kopdit Karya Bersama Lestari KUD Bina Tani Sejahtera Ds.776 6.040 12.850 1 KSU Andini Luhur Kospin Jasa KUD Batur Jaya Ds. Bantul Konsumen 1.000.944 101.832. Natuna Jl.029.578 165.272. Surya Bahari.245 11.000 14.017.469 2 Kop. Lamongan Jasa 10.637 50.620.768 3 Produsen 66 22.357 154. Benda Kab. Majalengka Produsen 6.022.900 2 Simpan Pinjam 2. Prambanan Kab.Lengkuas. Mrisi.679.714.736. Tangerang Terminal IA Bandara Soekarno Hatta. PROVINSI BANTEN 240.108 99.487 2.491 28.529.817.834.562.I.600 88. Kec.002.858.571. Satria Ardira Mandiri Ds.250 3 Koperasi Aneka Usaha Natuna (KOPANESA) 2 Produsen 7.512.497 115.264.230.775.625 14.238 55.170. Latiumeten I No.447 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) No.520.577.000.425.240.711.695 467.88 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 89 No. Malang Desa Sumberdadi.378 165 9. Sleman Ds.854 23.870 90.000 134. Jetak.620. Kec. Kec.945.000.700 19.305. Kec.320.982.441.150.100 464.424.800.999. Kec.487. Bokoharjo. Sleman Ds.603.913.284.054.504. Nusantara.145.030.458.627.256.230 16.150 182.517. Serang Produsen 482 106.639.431. PROVINSI JAWA TENGAH 8. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.506 11.587 3. Desa Pejaten.000.825. Palasah. Panorama Lembang Kab.207.575 0 3 Simpan Pinjam 2.090. PROVINSI JAWA BARAT 1 KPSBU Lembang ^) KSP “Rukun Ikhtiar” KUD Trisula Jl.281.922 1.950 1. Kec.000.416 768.643 10. Tempilang Kab.216.961 20.775.536 1.728.870 5. Cipto No. Maya Cilegon.661 4.903 25.288 46.708 278.737 8.588.900 32.136.709.000 106.925 4.918. Desa Tempilang.473 103. Getasan Kab. Mawar RT 06 RW 03.755. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg. Kec.387.830.065 10. Bandung Kel.971 519.000 1. Natuna Simpan Pinjam 375 369.625.969.322 Simpan Pinjam 1.523 15.832. Pungkur Kota Bandung Jl.433. Palasah Kab.699.783. Wonocolo Kota Surabaya Jl. Desa Gn.839 16.84 Kota Pekalongan Kab. Munthok Kab.392.110.100 2.853.210.800 3.000 3 Primkopti Kab.189.338. Cempaka Putih Tengah Kota Jakarta Pusat Jl. Kec.41 Kota Jakarta Barat Kota Jakarta Timur Pemasaran 272 457. Semarang Jl.033 40.593.000 15.767 4. Kec.405.366.803. Semabung Baru.801.924.408 3 KKGJ Konsumen (SP) 19.586.851.100 2 Simpan Pinjam 791 712.009.763 16.746.897.702. (org) Modal Sendiri (Rp) 9.556.000.755.054 602.011.252. Bintan Jl.000 4.662. Kasihan Kab. Kec.584.000 1.221.156.198.051. Catur Tunggal.470. (org) Modal Sendiri (Rp) 1.

Klungkung Banjar Tuka.090 233. Jl.894.060.676. Barito Timur Jl.085 1. Sambas Simpan Pinjam 80.000 120.567.722.287.376 3 Konsumen 1.492 57.897 1.478.128.012 2 KUD Penerus Baru *) Kopdit Saijaan Sejahtera 1 KUD Gajah Mada Ds.240.434.706.717 3. Badak LNG. Amarasi Kab.159 687. Subah Kab.082. Kec.269.383. Kab Badung Kab.466 2 Produsen 1.111.869.419.200.559. Jerowaru Kab.578 15.000.477.000 110.120. PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 1.869. Sanggau Ds.372. PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Simpan Pinjam Aneka Usaha 266 5.218. Dimembe Kab.720.800.981.982.595 23.419 110. Pancordao.021 14.000 127. Air Putih.550. Telagasari.413.752.611.200 1.084.837. Desa Satimpo. Labuan Bajo.200. Bolaang Mangandow Jl.397. Kec.200.226. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg. Sikka Kel.024.205.199. Komodo Kab. Hasan Basuki Km 10.000 10.331 98. Lombok Tengah Ds.750.056 1.000 11.285 20.120 193.325.200. Kel.105 24. Kec.000 1.782.498.008.911 116. Kec.216. PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 1 Kopdit Obor Mas Koperasi Nelayan “Yasa Mina” KSU Setara Kel.548 3.894 457.000.000 2 Produsen 1.155.254. Barito Utara Jl.300.487.997 18.361. CU Sumber Rejeki Jl.057.202 4. Tahuna Kab.000 625. (org) Modal Sendiri (Rp) 17. Kec.608.774.371.908. Kota Baru Produsen 5.153. Desa Makarti Jaya.000.938.420.627. Kepulauan Sangihe Produsen 1. Samarinda Ulu Kota Samarinda Jl. (org) Modal Sendiri (Rp) 199.000 2.678.113.714.181.244.395 34. PROVINSI KALIMANTAN BARAT 1 Kopdit “CU Lantang Tipo” *) Koperasi Jasa Menenun Mandiri KUD Sawit Mekar Jaya Ds. 168. PROVINSI BALI 5. Mahoni.831.361 104.148.000 3 KUD Karya Utama Produsen 958 522.90 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 91 No.522.472 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) 21.254.768.151.720 7.000 72.839 2.240 2.863 2 Pemasaran 529 13.468.820 64.309.962.000 1.221.496.717 3 2 3 KSU Baru Terbit Mandiri KUD Murni Tahuna Simpan Pinjam Konsumen 172 1.200.000 48. Kec.000.107 18.468.559 3.790 1.450 1. PE-Yi D PT.260.000 9.540.337.314.611 2. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1 KUD Bina Karya KSP Karya Mandiri KUD Tiga Serangkai Ds.180.113 1.803.000 71.492.758.790.844.000.998.881.457.820 2 Koppas 9.000 17.000 9.37 RT 34 Desa Ampah Kota.298.235 325.978 5. Kec.000.753. Jend.110.515.912.876.207 19. Tapin Jl.3 Kab.000.868.468 2.703 779.000 1.817.666.000 37. Manggarai Barat Kel.387.662.204 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) No.000. Bontang Selatan Kota Bontang Jasa 23. Lombok Timur Ds.000. Suralaga Kab.750 352.240 422.778. Kec.030 5.794 3 Simpan Pinjam 2. Wairotang.700 1 KUD Tamporok Ds. Kota Baru Jl. Batukliang Kab.200. Kotawaringin Barat Produsen 731 330.000 210. Badung Ps.538.180 3 Simpan Pinjam 946 1. Galiran. Badung Simpan Pinjam 3.444 2.403 5.000 383. Kec.073 108.248. Kec.211 3.679 5.241.529.309 1 KUD Mula Membangun Kop.858 139.000. Anjani.566.307.675 63.256.541.744 16.000.352.766 5.289 3.738 334. Komplek Pelabuhan Lama. Minahasa Utara Kab.042. Alok Kab.443.735. Brigjen H.250.281 3 Kop.114 2. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.268 4. Kelumpang Hilir Kab. Ahmad Yani.082.726.399 146.693 .689 22.136 6. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 74.553.267 56. Sudirman.733.342. Pangkalan Lada Kab. PROVINSI SULAWESI UTARA Produsen 308 125.812.068.309.313 2.374.790. Parindu Kab.389.064.950.967 1 Koperasi TKBM Samudara Sejahtera (Komura) *) KUD Kopta Jl. Beringin No.985. Laut Utara Kab. Kec.500 9.149 12.199 1. Barombot No.558.017 470. Desa Sawang Bandar.425.000 10.883.694 2. Tanjung Puri.851.080.980.594.000.692.857 19. Yos Sudarso No.297.173.896.972 3.332.261 4.042. Sintang Kota Sintang Kec.147 1.475.000.133 45.418.198.634.150.311. Samarinda Ilir Kota Samarinda Kel.050.000 1.035.895.658. Kec. Semarapura Kab.000 33. Yakut No. 08. P.250 227. Bolum Boen Simpan Pinjam 814 4.171.764.542 3. Kupang Simpan Pinjam 6.000.671 108.007.142 610. Pusat Damai.743 5.000 100.093.066.068. Kec.876.000 22. Tatelu.820 1 KSU Kuta Mimba Koppas Srinadi *) Kopdit Tri Tunggal Tuka Jl.126.623.500 202.908 2 3 Produsen 636 1. 4.983.796 80.000.344.133.000.433.149. Lohei II Kab. Sriwijaya Legian Kota Kab.202. Tambatan I. Kec. Lombok Timur Produsen 154 602.502.307 58.209 7. Kec.176.085 34.728.559 9.350.440 319.542 2 Simpan Pinjam 18.079.000 180.000 1.099.275.978 530.590.138.599. Kec.756 24. Dusun Tengah Kab.058.

303 11.000 5.674 14. Resetelment.997.000 266.000 1.226.Kec Alla. PROVINSI PAPUA BARAT 1.503 56. PROVINSI SULAWESI SELATAN 1 KUD Kambiolangi KSP Berkat Belajen.057.309.442 167.753.Kamundan. Klawuyuk Kota Sorong Kl.700 556.000 1.144 233.5. Simpan Pinjam Produsen Pemasaran 650 21 1.702.655. Kamp Besum No. (org) Modal Sendiri (Rp) 52. PROVINSI GORONTALO 1 Kop. Komplek Pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon Jl.000 22.481 52.310 2 Jasa 377 1. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.800. Leihitu Kab.935.650 3. Bulukumba Jl. Sorong Konsumen 632 33.000 479.488.780.304.315.210.394.07 RT 07/04.965.577.746.130.145.150. PROVINSI SULAWESI BARAT 1 2 3 Kop.92 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 93 No.595 3.555.500.335. Malawele.635. Lasalepa Kab.773.947.950 462.351.505 6.852 1.200 8.685 675.116.250 6.400 0 28.920 218. yang selanjutnya akan disusun dan ditetapkan ranking Koperasi Berskala Besar di Indonesia.000 665.850 7. Kenanga No. Gorontalo Jasa 40/257 6.148.779. Kolaka Kota Bau-Bau Simpan Pinjam 2. S.01.959 271.305.720 1.915.323. Trans Seram. PROVINSI SULAWESI TENGGARA 1 KUD Tunas Sari Ds.026.704 142.000 147.080 223.000 3.802.025 6.455.408 2 Jasa (SP) 552 1.020 KSP Tunas Muda KSU Nimboran Kencana Jl. Seith.995.388.000 2 3 7.812.568.568.079. Labone.000 1.007 30.23A Kab.448.416.375 2. Kec. PROVINSI SULAWESI TENGAH 1 2 3 KSP Bina Sejahtera Kop.108.299.362 556.015. Sahu Kab.500.787. Distrik Almas Kab.006. PROVINSI MALUKU 1 KUD Pelita Makmur Kopkar Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) KSP Surya Sekawan Ds.217.778.017.827 99.911.000 10. Nelayan Samalewah Kab. Pabrik Gula.894.723 109.000 26. Tunas Muda KSU Amanah Kop. 29.178.427.000 171.426.200. Teluk Tomini KUD Merpati Kota Parigi Montong Kota Parigi Montong Kab.789.611.321.750 780.696 909.750.395.407 6.942.790.130.500 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) 25.610.936. Lako Akelamo.940 1. Kec. Halmahera Utara Kab.670.000 8.804 2 Jasa 68 5.222.431 1.500 . Kec. Mamuju Kab.773. Maluku Tengah Jl.800. Trikola.745.799 1 Koperasi Mitra Bersama Porles KUD Sejahtera Jl.503 4. Munna Jl.000 37.222. Kec.000 444.975 9. Kec. Pguyangan Kab.000.186.325 900.144 9. PROVINSI MALUKU UTARA 94.600.080. (org) Modal Sendiri (Rp) Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) No.936.808 2 3 KUD Winetoro KSP Sejahtera Konsumen Simpan Pinjam 861 462 420.948.800.788.000 14. Bhayangkara No.577.000 30.325 3.130. Maluku Tengah Produsen 595 3.182 1.934 2 Produsen 1. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.287.000 1.014.000.308.682 1. Enrekang Jl. Kec.509.000.000.582.889 Data: Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Produsen Simpan Pinjam 151 104/1500 4.000 3.732.796 9.551.686.200. sehingga diharapkan akan ada 99 Koperasi Berskala Besar di seluruh Indonesia.010 351.946. Tidore Produsen 31 31.579.564 1.328. Ds.821.258.705. Manokwari Jl. Kab Kab.296.375. Boalemo Desa Bulota Kab.461 958.991.057. Jayapura Utara Kota Jayapura Jl.405.000 22. Polewali Mandar Kab.071.663.215.076.050.080.000 13.725.568. Ujung Bulu Kab.441.144. Anggrek Raya Blok E2 No. Seram Utara Kab. Bonggahu.858 3 Simpan Pinjam 236 1.924.580.325 3.061. Banggai Kep.096.500 Konsumen Simpan Pinjam 118 307 4.710.268.200 3 KUD Tani Makmur Pemasaran 496 699.027.000 1.569.779. Perkebunan Rimba Sisika KUD Malihut KSP Bobato Ds.875.500 3 Kospermindo 27.600 0 36.677. Halmahera Utara Kab.008 7.000.259 111. Tebu Rakyat Mitra Bangkit KSU Mulya Jaya KSU Mekar Jaya Jl.125.021.634 827.392. Durian No. Kec.488 1.820.913.587.915 133.385. Gorontalo Jl.789.498.500 382.271 1 Simpan Pinjam 12.139.000 1.321 16.475.854. Desa Suka Makmur Kab.459.561. 24-26 Kota Makassar Produsen 300 6. Manokwari Kota Jayapura Simpan Pinjam 1 Kop.068.309.270.216 138.000 111.080 2 3 Koperasi Berskala Besar Salah satu prioritas program penguatan kelembagaan Koperasi adalah pemilihan 3 Koperasi Berskala Besar di setiap Provinsi.447 3.862. Desa Manokwari Timur Kab.598. Majene Produsen Jasa Pemasaran 449 125 77 911.090. Mutiara.554 1.381 53.746 2.500. PROVINSI PAPUA 136 425.040 32. Kec.400 435.745.639.654.108 792.580 9.896.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Produksi Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

sebanyak 64 koperasi yang tersebar di 13 provinsi dan 44 kabupaten. Sasaran Program: • Terwujudnya kebijakan bagi Koperasi dan UKM yang terkait dengan produksi dan terciptanya peningkatan produktifitas usaha koperasi dan anggotanya serta fasilitasi dukungan perkuatan kepada Koperasi dan UKM. . Manfaat Program: • Meningkatkan produktifitas usaha Koperasi dan UKM melalui sehingga meningkatkan kesejahteraan anggota Koperasi dan penyerapan tenaga kerja.96 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 97 Braman Setyo Deputi Bidang Produksi Kebijakan Deputi Bidang Produksi tahun 2010 lebih menekankan pada penciptaan iklim yang kondusif serta pemberian bantuan perkuatan dana untuk pengembangan Koperasi dan UKM di bidang produksi. Jumlah koperasi yang mendapat bantuan perkuatan dana untuk pengembangan 27 jenis kegiatan usaha di bidang produksi pada tahun 2010. Tujuan program: • Meningkatkan produktifitas dan nilai tambah produk barang dan jasa yang dihasilkan koperasi sesuai dengan jati dirinya sehingga memiliki daya saing dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal dan penerapan teknologi yang tepat.

Civitas Akademika Universitas Sawerigading KUD Patriot KUD Makmur Sejati Pengolahan kelapa Pengolahan kopi KSU BMT As-Syifa KSU Mata Mual Kop. Remaja Reso Tamurangingngi Postel Kopsa Ponpes Darul Magfiroh Kopontren Nurul Iman Kopontren Al Jauhariyah KSU Mitra Prima Utama Pupuk Koperta Sekar Asih KUD Sugih Tani KUD Dworowati KUD Lesanpuro KUD Wiroto KUD Sawo Jajar KUD Tani Jaya KUD Dolopo KUD Eka Jaya Sapi KUD Sida Mukti KUD Satya Dharma Sapi lokal KSU Bahari Tunas Mandiri Kop. Gapoktan Kompa KUD Leung Bintang KUD Ora Et Labora KUD Harapan Jaya KABUPATEN Tasikmalaya Pidie Banyuwangi Probolinggo Takalar Sukabumi Kuningan Sumedang Bangli Kota Medan Mamuju Utara Konawe Tobasa Pontianak Malang Pangkep Bantul Rote Ndao Pangkep Probolinggo Malang Wonosobo Kota Makassar Wajo Kota Makassar Wajo Kota Makassar Luwu Kolaka Kubu Raya Humbang Hasundutan Bandung Bangli Provinsi Jawa Barat NAD Jawa Timur Jawa Timur Sulawesi Selatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Bali Sumatera Utara Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Sumatera Utara Kalimantan Barat Jawa Timur Sulawesi Selatan DI Yogyakarta NTT Sulawesi Selatan Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Kalimantan Barat Sumatera Utara Jawa Barat Bali BENTUK PERKUATAN Pengolahan umbi porang NAMA KOPERASI KSU LMD Hutan Sumber Wana Lestari Kop. Primer Rimba Lariang KUD Karya Tani Budidaya karet Koptan Dos Roha Kopontren As-Shofa Dolomit KUD Karang Ploso KUD Samaendre Gerabah Gula aren Iodisasi garam Kentang KUD Tani Rejo KSU Rai Wahu KUD Bulu Cindea KUD Beringin Jaya Kop. Untuk sebaran penyaluran bantuan perkuatan berdasarkan Provinsi yang paling banyak mendapatkan bantuan. Peternak Satria (PESAT) KUD Dewi Ratih Penggemukan sapi Sarana wisata Tenun adat Wisata KUD Brayan Urip Koperasi Hoga Resort Kop. Sapi Perah (3 koperasi). Angseri Nadi Sapi perah KSU Sari Aji Kop. Usaha Mandiri Lestari Makmur Komoditi kentang Logam Pabrik es 20 ton/hari KSU Prospek Mandiri Jaya Bersama KSU Pantama Koperasi “Poleminasa” Kop. • Provinsi Jawa Tengah: 8 koperasi dengan 4 Jenis kegiatan usaha. Petani Kopi Warga Masyarakat Hutan Kop. Postel (4 koperasi).98 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 99 REALISASI PERKUATAN BIDANG PRODUKSI BENTUK PERKUATAN Anyaman tikar Bank padi NAMA KOPERASI Kop. adalah: • Provinsi Jawa Barat: 8 koperasi dengan 7 jenis kegiatan usaha. • Provinsi Sulawesi Tengah: 6 koperasi dengan 6 jenis kegiatan usaha. Industri Kerajinan Rakyat Sonbilo KSU Perindo Polewali Mandar Enrekang Cianjur Garut Sampang Madiun Sumedang Bogor Demak Grobogan Grobogan Demak Madiun Madiun Probolinggo Indramayu Malang Bangli Tabanan Boyolali Banyumas Tulungagung Batang Wakatobi Timor Tengah Selatan Sidoarjo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Timur Bali Bali Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Timur Jawa Tengah Sulawesi Tenggara NTT Jawa Timur Bordir komputer Budidaya kakao KSU Srikandi Kop. • Provinsi Sulawesi Selatan: 9 koperasi dengan 8 jenis kegiatan usaha. Bank Padi (3 koperasi). Babussalam Koperasi. Jenis kegiatan usaha yang paling banyak mendapatkan bantuan perkuatan adalah kegiatan usaha Pupuk (9 koperasi). Meutia Multi Usaha (M2U) Pemecah batu Pengolahan getah pinus Pengolahan kakao Kop. . LMDH “Argo Mulyo” KABUPATEN Madiun Nganjuk Pasaman Barat Provinsi Jawa Timur Jawa Timur Sumatera Barat Perbengkelan PLTMH KSU Harapan Bersama Batu bata Batu mulia Bengkel KUD Batara Kopinkra Kreasi KSU Chasanah KUD Bina Karya KSU Bale Dana Mesari Koppontren Al Ihsan Kop. • Provinsi Jawa Timur: 15 koperasi dengan 8 Jenis kegiatan usaha. Wanita Sari Meguna Bantuan perkuatan di bidang produksi tahun 2010 tersebar di 13 Provinsi (44 Kabupaten) dengan jumlah penerima sebanyak 64 koperasi. Bengkel (3 koperasi).

100 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 101 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke tempat pelelangan ikan di Muara Angke. 25 Januari 2010 .

Jawa Timur. 13 Februari 2010. .102 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 103 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau bank padi di Nusa Tenggara Barat. 13 Desember 2009 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau pabrik pengolahan susu Pusat Koperasi Industri Susu Segar Tanjung di Pasuruan.

24 Juli 2010 .104 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 105 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau bantuan pengadaan sapi untuk anggota Koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pembiayaan Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

108

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

109

Pariaman Sinaga
Deputi Bidang Pembiayaan

Hingga saat ini, Koperasi dan UKM masih menghadapi berbagai kendala yang salah satunya berupa akses permodalan yang masih sulit dikarenakan prosedur kredit dan persyaratan yang tidak dapat dipenuhi. Sebagai langkah strategis untuk membantu Koperasi dan UKM mengatasi keterbatasan modal dan akses kepada lembaga permodalan, Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan beberapa program/kegiatan terkait permodalan.
Tujuan program: • Mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan pemuda pelaku usaha skala mikro melalui koperasi. • Mendukung upaya peningkatan kinerja usaha koperasi peserta program yang anggotanya sebagian besar perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro anggota koperasi di berbagai sektor usaha produktif. • Memberikan perlindungan dan penyelamatan usaha yang dilaksanakan oleh perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro anggota koperasi. • Mendukung upaya penumbuhan kesempatan kerja dan penanggulangan kemiskinan, khususnya di kalangan perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro anggota koperasi. Sasaran Program: • Terwujudnya peningkatan peran dan kinerja koperasi peserta program dalam memfasilitasi pengembangan usaha yang dilakukan oleh perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro yang anggotanya bergerak di berbagai sektor usaha produktif. • Tersalurnya bantuan dana kepada perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro anggota koperasi peserta program. • Terlaksananya program penyediaan dana bagi kelompok perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro/koperasi. Manfaat Program: • Tersalurnya dana bantuan bagi koperasi yang dikelola dan beranggotakan perempuan. • Meningkatknya struktur permodalan koperasi serta memperluas jangkauan pelayanan simpan pinjam koperasi kepada perempuan pelaku usaha mikro anggotanya. • Tersalurnya bantuan dana untuk usaha produktif dengan persyaratan ringan dan terjangkau dari koperasi kepada perempuan pelaku usaha mikro sesuai tingkat kelayakan usahanya, baik melalui perseorangan maupun kelompok-kelompok usaha bersama. • Meningkatnya produktifitas perempuan pelaku usaha skala mikro anggota koperasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

110

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

111

Penilaian Kesehatan
Akhir 2010 jumlah KSP/USP koperasi mencapai 71.365 unit. Laporan dari daerah menunjukkan indikasi bahwa KSP dan USP koperasi tersebut belum seluruhnya dilakukan penilaian kesehatan, yang merupakan indikator kinerja sehat dan tidaknya koperasi, baik dari aspek keuangan maupun jati diri koperasi. Hasil penilaian kesehatan tersebut juga dapat dijadikan tolok ukur kredibilitas KSP/USP koperasi yang bersangkutan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa delapan dari 33 provinsi belum melakukan penilaian kesehatan KSP/USP koperasi. Jumlah persentase rata-rata KSP/ USP koperasi yang telah dinilai tingkat kesehatannya adalah sebesar 36,26% di 25 provinsi. Kondisi ini memperkuat indikasi yang menunjukan kecenderungan tingginya kesulitan yang dihadapi pembina untuk melakukan penilaian kesehatan bagi seluruh KSP/USP koperasi tersebut. Di lain pihak, lembaga perbankan dan masyarakat membutuhkan informasi yang terstandarisasi mengenai keragaan dan kinerja KSP/USP koperasi, yang salah satunya ditunjukkan oleh tingkat kesehatan KSP/USP koperasi yang bersangkutan. Dengan adanya penilaian kesehatan KSP/USP koperasi, dapat memberikan kepastian dan jaminan keamanan bagi anggota dan masyarakat dalam memanfaatkan layanan koperasi jasa keuangan dan unit jasa keuangan koperasi.

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam acara Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto di Provinsi Papua Barat, 12 Oktober 2010

112

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

113

Menteri Negara Koperasi dan UKM menyerahkan bantuan perkuatan kepada Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Provinsi Papua Barat, 12 Oktober 2010

Ketua Koperasi Nasari memberikan kenang-kenangan kepada Menteri Negara Koperasi dan UKM setelah penandatanganan kerja sama kemitraan strategis antara Koperasi Simpan Pinjam Nasari dengan PT Pos Indonesia (Persero), 23 Desember 2010

dan masyarakat itu sendiri untuk melayani kebutuhan pembiayaan mikro. Kementerian Koperasi dan UKM. Kementerian Keuangan. Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan penghargaan pada acara Expo Pembiayaan 2010. Untuk melindungi kepentingan masyarakat penabung dan peminjam. Modal Ventura.114 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 115 Legalisasi LKM Non Formal Saat ini di berbagai daerah di Indonesia telah tumbuh dan berkembang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) non formal yang jumlahnya mencapai ribuan. Kementerian Koperasi dan UKM telah mengusulkan draft Rancangan Undang-Undang LKM. bentukan LSM. dst). Nomor: 01/SKB/M. Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan sosialisasi agar Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang melaksanakan kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana ke masyarakat di luar Lembaga keuangan Bank dan Non Bank yang telah berbadan hukum (seperti Koperasi. serta aset LKM yang bersangkutan. LKM ini dibentuk dan tumbuh karena adanya aspirasi atas pelaksanaan program pemerintah. dan Gubernur Bank Indonesia dengan Nomor: 351.1/ KMK. pemerintah menyediakan kerangka hukum dalam bentuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Dalam Negeri. Melihat semangat yang tinggi untuk membentuk dan mengembangkan LKM sebagai sarana untuk melayani kebutuhan permodalan usaha bagi masyarakat di berbagai pelosok tanah air tersebut.010/2009. maka atas inisiatif DPR. Nomor: 900-639A Tahun 2009. Nomor: 11/43A/KEP.GBI/2009 tentang Strategi Pengembangan LKM. harus mempunyai legalitas dan berbadan hukum. 20 Oktober 2010 . KUKM/IX/2009. pemerintah daerah.

7 Desember 2009 .116 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 117 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan pada Expo Pembiayaan 2009.

20 Oktober 2010 .118 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 119 Pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh LKM dan para pihak yang akan membangun LKM. dalam SKB dan Inpres 3 tahun 2010 diberikan kesempatan kepada lembaga-lembaga LKM untuk membentuk badan usaha yang legal dan berbadan hukum. untuk memilih badan hukum yang sesuai dengan karakteristik usaha rakyat serta kesesuaian pola pengelolaannya. Oleh karena itu Kementerian Koperasi dan UKM tidak hentihentinya melakukan penyuluhan dengan membentuk tim sosialisasi Kementerian Koperasi dan UKM dan Dinas Koperasi dan UKM di daerah untuk melakukan sosialisasi dengan persuasif. Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau gerai BMT pada acara Expo Pembiayaan 2010. Kelihatannya peluang tersebut cukup disadari dan dapat ditangkap oleh pelaku LKM. Hal ini terlihat dari 3. di mana saat ini sekitar 60% BMT sudah menyatakan berbadan hukum koperasi dan KUBE sekitar 40% berbadan hukum koperasi. Kalau bentuk usaha bank tentunya harus mendapat izin dari Bank Indonesia. sehingga ada captive market di bidang keuangan mikro. misalnya BPR atau lembaga ventura. sedangkan Lembaga Modal Ventura harus memperoleh izin dari Kementerian Keuangan.500 unit BMT telah berembug dan bersamasama menyatakan diri untuk bergabung dalam koperasi yang berbadan hukum. sedangkan untuk bentuk koperasi cukup memperoleh badan hukum dan izin usaha simpan pinjam dari Kementerian Koperasi dan UKM. harus diproses sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia. Ke depannya kita akan melihat semakin banyaknya LKM yang berbentuk badan usaha koperasi yang dapat melayani kebutuhan permodalan usaha-usaha rakyat diberbagai pelosok di tanah air ini. Mereka memilih koperasi karena lebih mengenal konsumen yang berada di daerahnya yang bergabung dalam anggota koperasi. Sejalan dengan semangat tersebut. Jika ada LKM memilih lembaga keuangan yang berbentuk PT dan ingin melakukan usaha bank dan lembaga keuangan lainnya.

29 2.123.003.00 565.865.40 2.355 2.799 0.17 609.00 44.71 14.866 3.21 701.777 1.42 38.356 3.63 12.043 1.05 84.504.211.966.74 247.000.73 7.00 103.531 0.464.649 0.00 563.61 145.36 2.840 0.991 2.846.54 2009 1.724.19 362.28 59.341 2.02 106.462 2010 27.040.799.169.47 103.00 2010 3.073.126 1.25 45.98 2.350.056.546.865.747.981.15 191.554.93 51.744 0.182.67 278.470.864.231.922.68 68.00 37.86 110.47 103.538 1.960.229.619.23 47.974 0.640 0.18 963.759 1.12 50.31 23.834.406 0.58 50.648.41 373.666.734 7.59 99.396.00 2.45 134.084.00 44.72 311.865.32 32.81 185.400.30 7.45 1.971 0.50 50.17 609.222.154.265.62 23.021.00 184.79 ASSET (Rp JUTA) 2009 1.30 80.34 126.70 90.022.626.45 1.895 8 0.00 5.18 2.090 0.464.544 1.914 0.441 0.752 1.129.86 1.724.600.585 0.07 337.451.022.985.40 37.31 23.00 182.78 99.114 0.888 2.00 139.85 42.60 RETURN ON ASSET (%) 2009 1.00 86.02 106.350.905 0.348.025.24 28.784 1.834.00 492.214.77 146.922.302 1.658 3.071.886 2.620.162.09 1.78 99.40 2.388 2.718.58 50.626.000.409 1.09 773.456 0.725 6.07 3.65 1.214.338 2.67 304.253.50 50.74 247.958.121.621.00 1.856 1.184.32 32.16 333.184.00 74.13 642.864.823.179 0.50 2010 1.15 316.677.00  INGKAT ProduktifITAS KSP/USP-KOPERASI T MENURUT ASSET TURNOVER TAHUN BUKU 2009 dan 2010 PINJAMAN YANG DISALURKAN (Rp JUTA) 2009 1 2 3 4 5 6 7 Kospin Jasa (Kantor Pusat Pekalongan) Inkopdit (Kantor Pusat Jakarta Pusat) KSP Nasari (Kantor Pusat Semarang) USP KSU Sejahtera Bersama (Kantor Pusat Bogor) KSP Kodanua (Kantor Pusat Jakarta Barat) KSP Berkat (Kantor Pusat Bulukumba) USP KSU Dosen Universitas Gadjah Mada/ Kosudgama(Kantor Pusat Yogyakarta) Koperasi Setia Bhakti Wanita (Kantor Pusat Surabaya) KSP Dana Nusantara (Kantor Pusat Jakarta Selatan) KSP Bina Usaha Pamardi Utomo (Kantor Pusat Semarang) KSP Artha Mulia (Kantor Pusat Semarang) KSP Lohjinawe (kantor Pusat Rembang) KSP Pangestu (Kantor Pusat Pati) KSP Multi Niaga (Kantor Pusat Makassar) USP Koperasi Surya Kencana (Kantor Pusat Jakarta Barat) KSP Artha Prima (Kantor Pusat Ambarawa) KSP Prima Dana (Kantor Pusat Semarang) USP Koperasi Sentossa Makmur (Kantor Pusat Semarang) IUSP Koperasi Semarak Dana (Kantor Pusat Jakarta Timur) USP Koperasi Serambi Dana (Kantor Pusat Jakarta Barat) 6.739 0.527 0.326.121.25 28.799.71 70.873.74 247.621.466.621.10 43.946.302 1.45 894.33 5.438.70 100.129.25 112.59 78.38 64.694 0.865.00 51.296 NO KOPERASI ASSET (Rp JUTA) ASSET TURNOVER (KALI) 2009 4.711.00 114.926.922.06 334.00 551.00 2010 1.529 4.466.966.412.711.93 51.102 0.699.031 1.554.116 1.34 126.00 4.278 0.470.41 638.30 879.913 2010 6.74 51.02 636.369.78 1.732 4.648 3.120 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 121  INGKAT ProduktifITAS KSP/USP-KOPERASI T MENURUT RETURN ON ASSET TAHUN BUKU 2009 DAN 2010 NO KOPERASI SISA HASIL USAHA (Rp JUTA) 2009 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Kospin Jasa (Kantor Pusat Pekalongan) Inkopdit (Kantor Pusat Jakarta Pusat) KSP Nasari (Kantor Pusat Semarang) USP KSU Sejahtera Bersama (Kantor Pusat Bogor) KSP Kodanua (Kantor Pusat Jakarta Barat) KSP Berkat (Kantor Pusat Bulukumba) USP KSU Dosen Universitas Gadjah Mada/ Kosudgama(Kantor Pusat Yogyakarta) Koperasi Setia Bhakti Wanita (Kantor Pusat Surabaya) KSP Dana Nusantara (Kantor Pusat Jakarta Selatan) KSP Bina Usaha Pamardi Utomo (Kantor Pusat Semarang) KSP Artha Mulia (Kantor Pusat Semarang) KSP Lohjinawe (kantor Pusat Rembang) KSP Pangestu (Kantor Pusat Pati) KSP Multi Niaga (Kantor Pusat Makassar) USP Koperasi Surya Kencana (Kantor Pusat Jakarta Barat) KSP Artha Prima (Kantor Pusat Ambarawa) KSP Prima Dana (Kantor Pusat Semarang) USP Koperasi Sentossa Makmur (Kantor Pusat Semarang) IUSP Koperasi Semarak Dana (Kantor Pusat Jakarta Timur) USP Koperasi Serambi Dana (Kantor Pusat Jakarta Barat) 22.20 84.027 2.373.550 19 20 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 .666.865.311 0.873.369.30 7.30 80.412.569.312.129.949 0.404 0.239.412 0.638.870 0.398 0.94 415.62 23.86 110.11 31.755.21 3.485 0.41 88.050.780 1.652.836 0.699.568 4.094.873.823.338 0.071.74 51.36 2.53 6.06 14.778 0.438.451.00 3.056.15 316.050.41 88.20 64.73 7.003.121.18 963.21 701.11 31.723.00 43.711 0.873.78 1.326.169.116 1.200.429 0.52 47.359.40 2.00 47.15 191.00 11.97 67.846.430.222.86 1.00 4.25 112.789 0.239.803 0.70 100.000.559 3.40 37.00 114.00 33.70 90.981.222.57 78.865.804.102.482 0.102.261 0.05 306.11 46.00 103.81 67.59 78.60 2010 1.00 1.008 3.81 67.630.650 3.41 219.59 99.253 0.312.

61 2008 Koperasi 2009 2010 Koperasi 2008 2009 2010 BPR BPR Trend pertumbuhan pinjaman koperasi periode 2009–2010 mengalami peningkatan sebesar 28.00 35.37 13.73 30.00 25.95%.00 0.00 15.00 0.33 10.00 10.122 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 123 Trend Pertumbuhan Pinjaman Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi Tahun 2008–2010 (%) Trend Pertumbuhan Simpanan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi Tahun 2008–2010 (%) 45.00 19.28 13.00 20.00 14.97 .00 16. Trend pertumbuhan simpanan koperasi periode 2009–2010 mengalami peningkatan sebesar 6.56 32.00 10.01 20.00 0.66 35.74 25.00 39.00 20.01%.00 5.00 23. 14.90 30.00 40.00 15.00 5.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

dipercaya.126 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 127 Neddy Rafinaldy Halim Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Pemasaran merupakan salah satu faktor penting dan menentukan dalam melakukan usaha. kepastian tempat usaha bagi UKM anggota Koperasi dan perluasan pasar bagi produkproduk Koperasi dan UKM. Oleh karena itu harus dibangun sistem pemasaran yang terintegrasi agar produk yang dihasilkan berkualitas. Sasaran Program: • Terwujudnya produk Koperasi dan UKM yang memiliki daya saing dan kompatabilitas di pasar dalam dan luar negeri. dan mendapat respon yang positif dari konsumen. karena dengan pemasaran yang baik maka akan mampu mendorong peningkatan pendapatan yang diharapkan. Manfaat Program: • Tersedianya produk Koperasi dan UKM yang memiliki daya saing. Untuk itu. . perlu dibangun jaringan pemasaran yang baik agar konsumen dapat memperoleh produk yang diinginkan secara mudah dan terjangkau. Tujuan program: • Meningkatkan daya saing dan daya kompatabilitas produk Koperasi dan UKM dalam pasar yang kompetitif serta mengembangkan infrastruktur pemasaran produk Koperasi dan UKM dan mendorong perluasan pasar produk Koperasi dan UKM. serta tersedianya infrastruktur pemasaran dan saran promosi bagi produk unggulan dan perluasan pasar produk Koperasi dan UKM di dalam dan di luar negeri.

128 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 129 Paviliun daerah didalam gedung SMESCO UKM. Jakarta Gedung SMESCO UKM Jakarta. adalah merupakan pusat pemasaran produk Koperasi dan UKM Langkah-langkah yang telah ditempuh Kementerian Koperasi dan UKM dalam memajukan sektor pemasaran dan jaringan usaha ini diantaranya adalah: • Mendirikan SMESCO Convention Center • Mendirikan SMESCO Gallery • Membuat Stand Provinsi seluruh Indonesia • Pengembangan pusat-pusat promosi • Revitalisasi pasar tradisional • Mendukung pasar rakyat • Melirik bisnis ritel • Membuat klinik bisnis • Penataan PKL (Pedagang Kaki Lima) .

Jawa Barat. Pada akhirnya. Galeri UKM didalam gedung SMESCO UKM. agar dapat menampilkan produk-produk lokal yang senantiasa berkembang.130 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 131 Pengembangan Pusat-Pusat Promosi . Jakarta . Sulawesi Utara. agar dapat membantu para pengusaha Koperasi dan UKM dalam menampilkan produk-produk mereka dengan lebih baik. Pusat Promosi merupakan pusat informasi bagi produk-produk lokal yang berkualitas. Sumatera Selatan. maupun kualitasnya. Itu sebabnya Kementerian Koperasi dan UKM berinisiatif untuk mendirikan Pusat-pusat Promosi di setiap daerah. Sulawesi Selatan. Pusat promosi harus dapat menjadi arena display. • SMESCO UKM SENBIK UKM Bandung. jenis. dan rujukan utama produk kebanggaan daerah. misalnya dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Sejauh ini sudah ada lima daerah yang memiliki Pusat Promosi. Jakarta. ‘trading house ’.Smesco (Small and Medium Enterprise and Cooperatives) Kementerian Koperasi dan UKM sadar bahwa Pusat Promosi merupakan jendela awal dunia internasional untuk melihat sekaligus menilai produk-produk unggulan daerah. • SMESCO UKM Paradise Product Promotion Center Manado. akan mampu menjadi tolok ukur kemajuan produk lokal. setiap pusat promosi. • SMESCO UKM Celebes Convention Center Makassar. yaitu: • SMESCO UKM. • SMESCO UKM Sriwijaya Promotion Center Palembang. Sebaliknya bagi publik. baik dari segi tampilan. Kementerian Koperasi akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan kantung-kantung promosi yang ada di setiap daerah. apapun bentuknya. pusat informasi.

Sulawesi .132 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 133 Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka SMART Angin Mamiri. Makasar. 17 Oktober 2010 Gedung Exhibition Hall Celebes Convention Center.

000. Boloh.. dan Lombok Barat. Ambon. •  Ketika masyarakat makin mandiri. Untuk memaksimalkan kegunaannya bagi setiap orang. Bolaang Mongondow Utara.000. • Sebanyak 90 unit pasar tradisional dengan anggaran sebesar Rp 89. Cianjur.000. Revitalisasi pasar adalah memperbaiki dan memperluas sarana kegiatan ekonomi rakyat di daerah-daerah.yang dialokasikan dari dana Koperasi APBN untuk merevitalisasi 27 unit pasar dan lima koperasi untuk 500 PKL di 32 kabupaten/ kota pada 16 provinsi. •  Membantu pemerintah daerah dalam menerapkan tata kota yang baik dan tertib. Foto Bawah: Pasar Tradisional.134 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 135 Revitalisasi Pasar Tradisional Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Pemerintah Daerah mempelajari kondisi pasar-pasar tradisional yang ada dan melakukan revitalisasi yang diperlukan untuk meningkatkan bukan hanya kesegaran fisik pasar tetapi juga sistem pengelolaannya.merupakan program revitalisasi pasar tradisional reguler (APBN). Pasar Revitalisasi. pendapatan rakyat dan daerah meningkat. Untuk tahun 2010 ada 34 unit pasar yang direvitalisasi: •  Sebesar Rp 4.500. Semarang . terutama dari para pelaku usaha Koperasi dan UKM. Grobogan.merupakan program revitalisasi pasar tradisional dari APBN-P. Revitalisasi pasar tradisional merupakan program yang diutamakan karena kegiatan ini berkaitan erat dengan pemberdayaan usaha mikro khususnya dalam memberikan kepastian dan kenyamanan lokasi usaha.000. Foto atas: Pasar Paso. diantaranya: • Pendapatan rakyat dan daerah meningkat.000.000.000. Pada tahun 2009 ada 95 unit pasar yang direvitalisasi dengan rincian: • Sebanyak 5 unit pasar tradisional dengan anggaran sebesar Rp 5. maka kesejahteraan bersama pun makin merata.000. Program revitalisasi pasar tradisional ini mendapat sambutan yang sangat baik. •  Masyarakat bisa semakin mandiri berkat adanya koperasi yang membantu mengelola aset dan kegiatan ekonomi mereka. •  Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pasar tradisional meningkat. Terlebih lagi karena usaha-usaha tersebut dikelola oleh koperasi. •  Ada Rp 30. karena kini mereka memiliki sarana yang memadai untuk berusaha. Dengan perluasan dan perbaikan yang ada.000. karena program ini memberi manfaat riil.750..diambil dari APBN Pos Anggaran Bantuan Sosial untuk memfasilitasi tujuh unit pasar-Natuna. diharapkan juga membuka kesempatan kerja yang lebih luas di daerah. pasar-pasar tradisional yang telah direhabilitasi ini akan dikelola oleh koperasi yang dibentuk.000. Bengkayang. Magetan.

000.000.000 1.000 1.000 1.000 1.000.000 1.136 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 137 LAMPIRAN PASAR TRADISIONAL Tahun Anggaran 2009 No.000.000 2.000 1.000 2.000.000 2.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000 1.000.500.000.000.000.000 1.000 2.000.000 1.000.000. Karang Asem Kubu Raya Sekadau 5 Riau Kuantan Singingi Rokan Hulu Anambas Kerinci 15 16 17 Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Sulawesi Utara Balangan Kotawaringin Barat Minahasa Tenggara Bolaang Mongondow Bitung Sangihe Kab.000.000 2 Sumatera Utara Mandailing Natal Padang Lawas Samosir 3 Sumatera Barat Tanah Datar Solok Pasaman Barat 4 Sumatera Selatan Banyuasin Musi Rawas 13 14 Bali Kalimantan Barat Kab.000 1.000.000.000 1.000.000. 1 Provinsi Aceh Kabupaten/Kota Aceh Tengah Aceh Singkil Aceh Tenggara Pidie Jaya Jumlah Unit 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 4 1 2 2 2 2 1 2 1 Anggaran (Rp 000) 1.000. Kotamubagu 6 Bengkulu Bengkulu Utara Bangka Selatan 7 8 9 Lampung Banten Jawa Barat Lampung Selatan Serang Tasikmalaya Garut Sumedang Bogor Kuningan 18 Sulawesi Tengah Poso Kota Palu Parigi Moutong 19 Sulawesi Tenggara Kota Bau-bau Kota Kendari 10 Jawa Tengah Sragen Kudus Demak Jepara Pekalongan Purworejo Wonosobo 20 Sulawesi Selatan Tana Toraja Takalar Bantaeng Gowa Kepulauan Selayar Wajo 21 22 23 24 Gorontalo Maluku Maluku Utara NTT Gorontalo Utara Kota Tual Kota Ternate Sumba Timur Ngada 11 DI Yogyakarta Kulon Progo 25 NTB Lombok Barat Dompu 26 27 Papua Papua Barat Yapen Raja Empat Jumlah 27 74 95 94.000 1.000.000 1.000 2.000.000 No.000.000.000.000.000 1.000.000.000.000 1.000 1.000 1.000.000.000.000. 12 Provinsi Jawa Timur Kabupaten/Kota Sampang Sumenep Pacitan Pamekasan Probolinggo Lamongan Bangkalan Banyuwangi Ponorogo Madiun 2 1 1 2 2 1 1 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Anggaran (Rp 000) 2.000.000.000.000 1.000.000 4.000.000.000.000.000.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000 1.000 1.000.000.000.000 1.000 1.000.000 1.000.000 1.000 1.000 1.000 1.000 3.000 1.000 2.000.000 1.000.000 2.000.000 1.000 2.000.000 .000 1.000.000 1.000 2.000.000 2.000 1.000.000.000 1.000 1.000 2.000 2.000 1.000.000 1.000 2.000 2.000.000.000 1.000 1.000 1.000.000 1.000.000.000.000 2.000.000 1.000 1.000.000 1.000.000 1.000 1.000.000 1.000.500.000 1.000.

Bolaang Mongondow Utara Kab.000 1.000.000.000 1.000.000.000.000 1.000. Natuna Kab. Riau NTT Unit 1 1 1 1 1 1 1 Kabupaten Kab. Mukomuko Kota Serang Kab. Cianjur Kab.000 1. Grobogan Kab.000 1.000 750.000 1.000 1.000 550.000.000. foto atas: sebelum revitalisasi. Lampung Barat Kab.000 1. Nusatenggara Timur.000 1. Teluk Bintuni Jumlah 1.000.000. Lombok Barat Jumlah 750.000 1.000.000 1. foto bawah: setelah revitalisasi .000 1. Bengkayang Kab.000 600.000 1.750. Sukabumi Kota Depok Kota Sukabumi Kab.000 No.000 600.000 1.000 31.000. Pinrang Kab. Kampar Kab. 1 2 3 4 5 6 Provinsi Sumatera Selatan Riau Lampung Bengkulu Banten Jawa Barat Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kabupaten Kab OKU Timur Kab.000.000.000 1.000.000 1. Luwu Kota.000 1.000.000 1. Mamasa Kab. Jeneponto Kab. Cianjur Kab. Kupang Kab.750. Bantul Kab.000 1. Pare-Pare Kab.000. Majalengka Kota Semarang Kab.000.000.000 1. Maluku Tengah Kab. Kendal Kab. Buton Utara Kab.000 1. Mamuju Utara Kab.000.000 750.000 1. 1 2 3 4 5 6 7 Provinsi Sulawesi Utara Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Barat Kep. Magetan Kab.000 Jumlah 7 APBN-P 7 4.000 Pasar tradisional OESAO Kabupaten Kupang.000.000.000 7 Jawa Tengah 1 1 8 9 DI Yogyakarta Sulawesi Selatan 1 1 1 1 1 10 Sulawesi Barat 1 1 1 11 Sulawesi Tenggara 1 1 12 13 14 15 Maluku Bali NTT Papua Barat 1 1 1 1 Jumlah 15 Jumlah Keseluruhan 27 27.000.000 750. Gianyar Kab.000.000 1. Polewali Mandar Kab. Sumedang Kab. Kolaka Kab.138 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 139 LAMPIRAN PASAR TRADISIONAL Tahun Anggaran 2010 (Rp 000) Pasar Reguler (APBN) No.000 1.000.000 1.000.000 1.000.000.

memiliki ciri khas dalam perilaku ekonomi yang unik dan patut dibina. Pasar rakyat sebagai sebuah kegiatan tentu tidaklah istimewa. Di pasar rakyat mereka diberi peluang untuk berpromosi secara gencar dan murah. Di kota besar pasar rakyat biasanya muncul di daerah pinggiran. Nusa Tenggara Barat Suasana Pasar Rakyat di Sumatera Selatan . sedangkan di kota-kota kecil pasar rakyat tumbuh menjamur. Keunikan pasar rakyat adalah bahwa kemunculannya selalu ditunggu-tunggu masyarakat. pasar rakyat merupakan kesempatan untuk mencari produk-produk yang baik dengan harga yang terjangkau dan relatif murah. Suasana Pasar Rakyat di Selaparang. ada yang memberi diskon besar atau hadiah. Kementerian Koperasi dan UKM melihat adanya peluang yang amat besar dari pasar rakyat ini. Ada yang sambil menyanyi atau bermain sulap. tetapi juga berbagai macam atraksi. pasar rakyat dapat menjadi ajang bagi para pengusaha mikro (UMI) untuk menampilkan produk-produk mereka karena amat mudah dan murah. Para pengusaha mikro ini juga akan mampu bersaing dengan sehat karena di pasar rakyat mereka punya kesempatan untuk mencari pelanggan sebanyak-banyaknya dan menjadikan merek mereka populer. Pasar rakyat merupakan hiburan bagi masyarakat sekitar. Sebaliknya bagi masyarakat/konsumen.140 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 141 Pasar Rakyat Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan terdiri dari banyak suku. Bila diarahkan dengan baik. Para pedagang menunjukkan keistimewaan barang dagangannya dengan cara-cara yang unik. misalnya dari segi pasar rakyat. Para pedagang juga mendandani gerainya dengan lampu warna-warni dan hiasan-hiasan menarik lainnya. karena di setiap kemunculannya. pasar rakyat tidak hanya menawarkan barang. Pasar rakyat ada di mana-mana.

dan Sulawesi Selatan.300 pengusaha mikro dan koperasi sebagai pesertanya. maka kemungkinan produknya semakin dikenal orang akan makin besar. Tidak jarang. sehingga di beberapa Provinsi antara lain DKI Jakarta. Sampai akhir 2010 pasar rakyat yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sudah berlangsung di 56 lokasi dengan setidaknya 1. Belajar dari pengalaman penyelenggaraan. Penyelenggaraan pasar rakyat banyak disinergikan dengan kegiatan-kegiatan pemerintah daerah setempat agar pelaksanaannya lebih efektif dan efisien. konsumen merupakan unsur yang amat menentukan keberhasilan pasar rakyat. Menteri Negara Koperasi dan UKM pada acara Pembukaan Pasar Rakyat di Jakarta. Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Kementerian Agama dan PT Televisi Republik Indonesia. produk atau merek yang dimulai dari pasar rakyat dalam waktu singkat bisa menjadi terkenal di tingkat nasional karena produsennya rajin berpartisipasi dalam pasar-pasar rakyat. Jawa Barat.142 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 143 Semakin sering pengusaha mikro ikut serta dalam pasar rakyat. 3 September 2010 . Semakin besar pula akses untuk meraih pasar yang lebih luas.

144 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 145 Pembukaan acara Republika dan Miss Jinjing Peduli UKM Indonesia oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM. 4 Agustus 2010 . 30 April 2010 Pembukaan kegiatan Cooperative Fair oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM beserta Gubernur Jawa Barat.

146 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 147 Peresmian Gedung UKM Jawa Timur oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM. karena semakin menjadi kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Selain itu. Kenyamanan berbelanja menjadi salah satu syarat utama. Gaya hidup senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Hal ini tak luput dari pengamatan kami di Kementerian Koperasi dan UKM. Perilaku berbelanja juga mengalami perubahan. . Di kota-kota besar. Kegiatan koperasi juga harus berubah seturut perkembangan zaman. 8 Juli 2010 Peresmian Gedung UKM Jawa Timur oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM. pembangunan pusat-pusat belanja tumbuh pesat. konsumen dimanjakan sedemikian rupa sehingga pasar tradisional tergeser oleh pusat-pusat belanja besar dan mewah. Di tengah bangsa yang masih terus berkembang ini. Pergeseran gaya hidup ini dimaknai positif oleh Kementerian Koperasi dan UKM. sasaran jangka panjangnya adalah upaya untuk membendung produk impor dan mengedepankan produk-produk lokal sebagai primadona produk nasional. 8 Juli 2010 Melirik Bisnis Ritel Manusia semakin modern.

• Produk Koperasi dan UKM yang punya potensi . dengan demikian juga sekaligus memperbaiki ‘brand image ’ produk-produk  lokal. bersanding sekaligus bersaing dengan produk-produk impor. tampilan dan kemasan produk harus disesuaikan dengan selera publik. Mall Makasar dan Cibaduyut dalam rangka melihat langsung dampak dari pemberlakuan ACFTA terhadap para UKM . Toko-toko koperasi ini mempunyai daya saing yang cukup besar karena mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Kementerian Koperasi membuka komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dengan pemilik bisnis ritel besar. sehingga pada akhirnya produk Koperasi dan UKM siap bersaing dengan produk global. Kualitas produk harus prima. dengan jaringan usaha yang lebih kuat dan terintegrasi. Ada banyak hal yang harus disiapkan untuk dapat masuk ke jaringan bisnis ritel. karena dapat memanfaatkan kapasitas jaringan Koperasi dan UKM yang ada. meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal. dan yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan Koperasi dan UKM dalam mengelola usahanya. 2006 adalah tahun di mana Kementerian Koperasi dan UKM mulai menerapkan polapola berniaga modern. Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng peritel modern untuk mengadopsi beberapa toko koperasi yang punya potensi dan dianggap siap. • Koperasi yang punya potensi dan kelayakan usaha untuk menjadi ritel modern. agar produk-produk Koperasi dan UKM ini juga bisa diakomodir. Sasaran dari kegiatan ini adalah: • Koperasi yang memiliki unit usaha waralaba.148 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 149 Agar tidak ketinggalan zaman dan mampu menyamakan ritme yang semakin cepat ini. Hasilnya adalah toko koperasi yang tampil lebih modern dengan sistem pengelolaan yang juga disesuaikan dengan standar yang lebih tinggi. Menteri Negara Koperasi dan UKM sedang berdialog dengan para pedagang tekstil dan kulit di pasar tanah abang.

sekaligus memperkuat jaringan usaha koperasi dan UKM. Peritel besar ini memberikan tempat khusus untuk memasarkan produk-produk Koperasi dan UKM. PT Sumber Alfaria Trijaya. Tindak lanjut dari pertemuan ini. dan PT Indogrosir dengan harapan para Koperasi dan UKM mendapatkan informasi yang lebih detail tentang kriteria produk yang bisa masuk ke jaringan peritel modern. .150 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 151 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau gerai-gerai Waralaba. juga memberikan bimbingan dan pembinaan kepada para pelaku usaha Koperasi dan UKM. Dalam pertemuan ini dihadirkan narasumber dari peritel modern seperti Carrefour. Kementerian Koperasi dan UKM melakukan kerja sama dengan Carrefour. • Temu Pengurus Koperasi untuk Peningkatan Kelas Toko Koperasi dalam Bisnis Ritel Modern Pertemuan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus koperasi dalam rangka mengembangkan usaha. Semarang dan Palembang Sepanjang 2010 telah dilakukan serangkaian kegiatan seperti: •  Temu Jaringan Bisnis Koperasi dengan Peritel Modern Temu jaringan ini diselenggarakan untuk memberikan bimbingan teknis kepada pelaku usaha Koperasi dan UKM yang memiliki produk yang layak masuk ke jaringan ritel modern. khususnya di bidang bisnis ritel koperasi. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah kerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya dan dengan PT Indogrosir dalam meningkatkan kelas toko koperasi yang dikelola secara tradisional menjadi ritel modern dengan standar dan sistem yang terintegrasi.

Klinik bisnis ini bekerja sama dengan PT Bogasari Baking Center dengan menghadirkan narasumber yang sukses di bidangnya. desain. Diharapkan. Salah satu programnya adalah Peningkatan Produktifitas Usaha Mikro melalui Klinik Bisnis. Sedangkan ketersediaan lembaga konsultasi juga amat terbatas dan belum merata di seluruh daerah. Demikian juga dengan arus barang dan jasa dalam era globalisasi. Meningkatkan dan mengembangkan akses pasar produkproduk usaha mikro dengan cara memberikan akses informasi pasar dan promosi yang diselaraskan dengan jaminan pasokan bahan baku dan jalinan kemitraan. Pemerintah lewat Kementerian Koperasi dan UKM berusaha memperbaiki kondisi tersebut dengan menata program secara lebih kreatif. Dengan demikian dapat mendorong ekonomi lokal dan membuka potensi pasar lokal. Caranya adalah dengan memberikan pengetahuan tentang manajemen mutu produk. Dari hasil pertemuan tersebut para peserta mendapat pengetahuan dan kemampuan memilah bahan baku yang baik dan berkualitas. Pada dasarnya tujuan diselenggarakannya klinik bisnis usaha mikro ini adalah mendorong peningkatan kemampuan usaha mikro agar mampu menghasilkan produkproduk berkualitas. serta menghasilkan produk-produk unggulan. terutama teknologi. Kondisi ini meyulitkan usaha mikro dalam meningkatkan kapasitas usaha maupun dalam mengembangkan produk agar mampu bersaing di pasaran. Peran masyarakat dan dunia usaha terhadap usaha mikro belum optimal karena masih dianggap belum terlalu menguntungkan. pemasaran. Jawa Timur . lewat klinik-klinik bisnis ini dapat membuka wawasan para pelaku usaha mikro dalam menciptakan dan meningkatkan peluang usaha. ke situlah air akan mengalir. Menteri Negara Koperasi dan UKM meresmikan mobil Klinik Bisnis. Pada 2010 dilaksanakan kegiatan Klinik Bisnis Usaha Mikro di 10 provinsi dengan peserta masing-masing 50 orang setiap provinsi. mengolah bahan baku menjadi produk yang layak dan punya daya saing sesuai segmentasi pasarnya masing-masing. Kegiatan ini difokuskan pada produk berbahan baku tepung terigu. Di sisi lain. pengolahan. Ini tak ubahnya dengan hukum air mengalir. produktifitas usaha mikro rendah dan lamban dalam mengantisipasi kebutuhan dan selera pasar. informasi pasar. dan teknologi. Di mana ada lembah. Para peserta ini berasal dari sentra makanan UKM. Barang dan jasa yang memiliki kualitas tinggi dan harga bersaing pasti akan menjadi rebutan pembeli. dan bahan baku. Kondisi ini timbul karena keterbatasan kemampuan usaha mikro untuk mengakses sumber daya produktif.152 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 153 Peningkatan Produktifitas Usaha Mikro Melalui Klinik Bisnis Tantangan terbesar dalam dunia bisnis adalah dunia tanpa batas (borderless). Pemerintah memfasilitasi pengembangan usaha mikro di bidang produksi. Surabaya.

• Menteri Dalam Negeri bertugas menyediakan kawasan yang dialokasikan untuk PKL serta melakukan penataan lingkungan perkotaan. Nota Kesepahaman bernomor 12/NKB/M. Bantuan sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari APBN-P juga dikeluarkan untuk diberikan kepada lima kabupaten/kota di lima provinsi. Kementerian Perdagangan. permodalan. yaitu Kementerian Koperasi dan UKM.154 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 155 Penataan Sarana Usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) Sejak 2005 Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan bantuan Program Penataan Sarana Usaha kepada 41 koperasi untuk 5.1/M-DAG/MoU/X/2010 tentang sinergi Program. nomor 500-738. Total bantuan yang diberikan sejak 2005 sampai 2010 adalah sejumlah Rp 15 miliar.A Tahun 2010. tiga kementerian melakukan sinergi program. dan dukungan sarana usaha mikro PKL. dan nomor 1320. Untuk 2010 Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan bantuan sarana PKL di dua daerah pasca gempa kepada tujuh koperasi. Tugas masing-masing kementerian adalah: • Menteri Koperasi dan UKM bertanggung jawab dalam pemberdayaan bidang pengembangan kelembagaan. yaitu dua di Sumatera Barat dan lima di Jawa Barat dengan alokasi dana sebesar Rp 2 miliar yang diambil dari dana sosial. Pengembangan Ekonomi dan Penataan Lingkungan Perkotaan melalui Penguatan Sektor Usaha Mikro. 19 Juni 2010 . lewat Nota Kesepahaman di antara ketiga menteri tersebut Pada 27 September 2010. KUKM/IX/2010. Agar program ini dapat terus berlanjut di masa depan. Menteri Negara Koperasi dan UKM dialog dengan pedagang kaki lima di Nusa Tenggara Timur Peninjauan lokasi Pasar Syariah Az-Zaitun oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM di Surabaya. dan Kementerian Dalam Negeri. dalam rangka Revitalisasi Pasar Tradisional.724 anggota koperasi/usaha mikro di 36 kabupaten/kota pada 19 provinsi. • Menteri Perdagangan wajib menyediakan fasilitas dan sarana pengembangan kemitraan dan kewirausahaan.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pengembangan SDM Koperasi dan UKM Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

. keterampilan teknis.158 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 159 Agus Muharram Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Dalam UU No. • adanya koordinasi dan kerjasama yang terpadu antara Pemerintah. • tumbuhnya wira usaha baru dan inkubator Koperasi dan UKM. dan penyuluhan • Membentuk motivasi untuk menciptakan kreatifitas bisnis dan penciptaan wirausaha baru Tujuan program: • Menumbuhkan dan meningkatkan kewirausahaan Koperasi dan UKM melalui penyelenggaraan diklat serta meningkatkan prakarsa dan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam pengembangan sumber daya Koperasi dan UKM. Manfaat Program: • adanya peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia Koperasi dan UKM terkait dengan kewirausahaan. Sasaran Program: • Terlaksananya diklat bagi Koperasi dan UKM. manajemen perkoperasian dan pengetahuan penunjang lainnya. Kecil dan Menengah disebutkan bahwa pengembangan SDM Koperasi dan UKM dilakukan dengan cara: • Memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan • Meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial • Membentuk dan mengembangkan lembaga diklat untuk melakukan pendidikan. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. terciptanya wirausaha baru serta terwujudnya sinergi antara peran pemerintah. yang berpengaruh pada peningkatan koperasi berkualitas. pelatihan. dunia usaha dan masyarakat dalam peningkatan sumber daya manusia Koperasi dan UKM. dunia usaha dan lembaga diklat dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi Koperasi dan UKM (seperti penyusunan kurikulum dan modul yang tepat).

.160 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 161 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) bidang perbengkelan di Ponpes Al-Hidayah. Diklat kewirausahaan bagi masyarakat kampus dengan peserta 90 orang. 3. 14. Dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut. 17. Diklat kewirausahaan bagi pemuda dengan peserta 90 orang. 8. 19. Diklat peningkatan kapasitas calon wirausaha baru yang diikuti oleh 200 peserta. Bimbingan teknis usaha bagi calon wirausaha baru pada lembaga pendidikan pedesaan dengan 115 peserta. Temu konsultasi dalam rangka pengembangan jaringan kerja sama antar lembaga diklat dengan 75 orang peserta. Peningkatan pemahaman perkoperasian pada pendidikan formal dan non formal yang diikuti oleh 650 orang. Diklat pengetahuan tentang koperasi bagi pengurus koperasi pada lembaga pendidikan di pedesaan diikuti oleh 210 peserta. mengembangkan dan membantu pelaksanaan pendidikan. 23. Diklat keterampilan teknis (peningkatan industri kreatif) dengan 270 peserta. Penyusunan modul advokasi peraturan dan perundang-undangan .1 modul. Bimbingan teknis bagi pengelola KSP/USP dengan 250 peserta.035 orang yang meliputi: 1.1 modul. Diklat kewirausahaan pascamagang luar negeri yang diikuti oleh 90 peserta. TOT bagi fasilitator koperasi dengan 90 orang peserta. 15. Diklat penumbuhan wirausaha baru sarjana yang diikuti oleh 150 orang. 20. Evaluasi program diklat manajerial dan teknis Koperasi dan UKM yang diikuti 80 orang. Penyusunan modul advokasi kemitraan dan teknologi . undangundang tersebut secara tegas juga menyebutkan bahwa dalam rangka memberikan bimbingan dan kemudahan kepada koperasi. Diklat assesor kompetensi KJK dengan 60 orang peserta. terutama dalam meningkatkan produktifitas dan daya saing. Jambi 7 Juni 2010 Dalam UU No. 21.000 peserta. pelatihan. 4. 25 Tahun 1992 tentang koperasi dan pentingnya pengembangan SDM koperasi. Pengembangan program diklat koperasi dan UMKM yang diikuti oleh 150 orang. 22. 5. 9. Pemerintah mendorong. penyuluhan dan penelitian di bidang koperasi. 12. Diklat sertifikasi pengelola KJK dengan 120 orang peserta. 7. pada 2010 Kementerian Koperasi dan UKM telah melaksanakan berbagai kegiatan baik yang bersifat diklat maupun non diklat kepada setidaknya 4. 6. 13. Penyusunan modul advokasi manajemen dan organisasi . Koordinasi dan optimalisasi pengembangan SDM Koperasi dan UKM dengan 135 peserta. Pengembangan standar kompetensi sertifikasi pengelola KJK (Diklat Fasilitator Kompetensi) dengan 120 peserta.1 modul. Pembudayaan kewirausahaan bagi kelompok masyarakat marginal yang diikuti oleh 1. Temu konsultasi dalam rangka pengembangan TPKU yang diikuti oleh 90 orang peserta. 10. 2. 11. 16. 18.

162

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

163

Menteri Negara Koperasi dan UKM sedang menyaksikan hasil karya mahasiswa/i Institut Manajemen Telkom Bandung berupa casing komputer yang terbuat dari bahan bambu pada acara Start Right Now be Enterpreneur

Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau kios kerajinan Wirausahawan Muda di Makassar, 13 Maret 2010

164

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

165

Selain menyelenggarakan serangkaian kegiatan tersebut di atas, juga telah dilaksanakan sosialisasi dan pembekalan kewirausahaan bagi sarjana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi agar mau menjadi wirausaha. Sosialisasi tersebut diberikan kepada sarjana yang belum memiliki pekerjaan. Sepanjang 2010 telah dilakukan pembekalan kepada 7.693 orang sarjana di 17 provinsi. Hasilnya, ada 1.249 sarjana yang kemudian mengajukan proposal usaha, atau 71,91% dari peserta sosialisasi. Proposal yang layak ditindaklanjuti ada 582 buah dan setelah melewati tahap seleksi, dana pinjaman diberikan kepada 147 orang sarjana dengan nilai total Rp 3.866.600.000,-. Sisanya yang 439 orang masih dalam proses. Upaya untuk menumbuhkan wirausaha baru juga ditempuh melalui kegiatan Pengembangan Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) pada lembaga pendidikan pedesaan. Di tahun 2010 Kementerian Koperasi dan UKM memberikan fasilitasi pelatihan kepada 200 unit TPKU yang tersebar di 28 provinsi.

Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau kios kerajinan Wirausahawan Muda di Yogyakarta, 16 Januari 2010

166

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

167

Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN)
Upaya untuk membangkitkan semangat dan jiwa kewirausahaan, khususnya bagi generasi muda terus dilakukan, mengingat bahwa rasio antara jumlah wirausaha dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini masih 0,24%, sedangkan rasio yang ideal harus lebih dari 2%. Pencapaian rasio minimal 2% ini menggambarkan peningkatan penyerapan tenaga kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, menaikkan pendapatan rakyat, penurunan angka kemiskinan.

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan pembekalan kepada Calon Wirausahawan Muda di Yogyakarta, 16 Januari 2010

168 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 169 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan pada acara Pembekalan Kewirausahawan bagi Sarjana Calon Wirausaha Baru di Jawa Timur. 12 Februari 2010 .

170 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 171 Menteri Negara Koperasi dan UKM usai memberikan pembekalan kepada para peserta kewirausahaan. Kalimantan Tengah Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan pembekalan kewirausahaan pada acara wisuda IPWIJA . Palangkaraya.

172 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 173 Pembekalan calon wirausaha muda di Jakarta. 23 Desember 2009 . 10 Desember 2009 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan pembekalan kewirausahaan bagi pemuda sarjana Semarang.

174 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 175 Menteri Negara Koperasi dan UKM menerima Ciputra guna membahas program Ciputra Enterpreneurship Menteri Negara Koperasi dan UKM berkunjung ke kediaman Ciputra guna membahas program Ciputra Enterpreneurship Creating World Enterpreneurship The Nation .

Nusa Tenggara Barat Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) di Jambi. 7 Juni 2010 .176 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 177 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) Pondok Pesantren Al Amanah.

178 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 179 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke peresmian gedung Tempat Praktek Keterampilan Usaha Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah. 28  Juni 2010 .

Kepulauan Riau .180 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 181 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan peninjauan di Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) di  Sumatera Utara. 11 Januari 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan ke SMK Negeri Tanjung Pinang.

182 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 183 Berbagai kegiatan industri kreatif .

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

kebijakan. Selain itu juga.186 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 187 Choirul Djamhari Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Pada tahun 2010. berkembangnya usaha Koperasi dan UKM. kebijakan. pendampingan. pendampingan. terbukanya peluang pasar dan meningkatnya manajemen mutu produk UKM. meningkatnya kerjasama usaha antar Koperasi dan UKM di dalam sentra dan antar sentra. Terwujudnya peningkatan kemitraan usaha UKM dan pihak terkait serta kerjasama usaha Koperasi dan UKM di dalam dan antar sentra. program/kegiatan strategis yang dilaksanakan pada bidang pengembangan dan restrukturisasi usaha. Menumbuhkan dan meningkatkan peran pemerintah. tersebarnya info bisnis. Terfasilitasinya peningkatan usaha UKM yang didukung oleh permodalan. . dan peningkatan manajemen dan usaha sehingga terwujud penerapan standarisasi dan teknologi yang tepat yang dapat menunjang peningkatan produktifitas UKM serta menjamin perlindungan konsumen. • Manfaat Program: • Meningkatkan pendapatan Koperasi dan UKM. Meningkatkan usaha Koperasi dan UKM melalui dukungan permodalan. meningkatnya penjualan produk. dan peningkatan manajemen. swasta dan Koperasi dan UKM dalam rangka kemitraan usaha. Sasaran Program: • • Terfasilitasinya peningkatan produktifitas UKM yang didukung oleh sumber daya yang berkualitas sehingga mempunyai daya saing nasional dan mampu menjawab tantangan global. diantaranya: • sistem HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) • sertifikasi halal • lembaga pendamping (LPB/BDS-P) • wirausaha baru • UKM sentra • aplikasi skim pengembangan usaha • Pusat Komunikasi Bisnis (Puskombis) • UKM industri kreatif kerajinan • UKM perikanan Tujuan program: • • • Meningkatkan produktifitas dan daya saing Koperasi dan UKM yang didukung oleh sumber daya yang berkualitas. kualitas dan usaha.

188 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 189 Menteri Negara Koperasi dan UKM pada acara peresmian Graha Dekopinwil Kalimantan Barat. 6 September 2010 .

kosmetika. desain industri dan paten. antara lain dengan melakukan sosialisasi. obat-obatan tradisional dan kosmetika. Perindustrian. Sedangkan untuk meningkatkan pemahaman dan koordinasi pemanfaatan HaKI telah dilakukan kegiatan temu konsultasi HaKI yaitu di provinsi Jawa Barat dan DI Yogyakarta. • menambah informasi perkembangan HaKI nasional dan internasional. Tujuan kegiatan ini antara lain adalah: • untuk melakukan sinergi antara program-program yang ada di instansi-instansi terkait (Kanwil Hukum dan HAM. yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Kecil dan Menengah dan Koperasi dalam memanfaatkan sistem HaKI. Kegiatan ini diawali dengan memberi pemahaman HaKI berdasarkan teori dan peraturan-peraturan yang menjadi landasan. Berdasarkan hasil penelusuran dari 250 UMK yang telah mendaftarkan diri untuk merek dan desain industri ada 102 UMK. Namun demikian masih banyak dari produk-produk tersebut yang belum memiliki sertifikat halal. Kecil dan Menengah dan Koperasi dalam memanfaatkan HaKI membuat posisi kita tertinggal dibandingkan negara-negara lain. Dari kegiatan ini ada 50 Koperasi dan UKM yang didaftarkan untuk mendapat sertifikat halal. obat-obatan. Tujuan dari bimbingan dan pendampingan pendaftaran sertifikasi halal antara lain adalah memberikan kesadaran dan pemahaman kepada Koperasi dan UKM tentang pentingnya sertifikasi halal bagi produk-produk makanan. Batam dan Sulawesi Selatan dengan 250 UKM. Balitda. desain industri. serta Konsultan HaKI) dengan sentra-sentra HaKI yang ada di perguruan tinggi.190 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 191 Pemanfaatan Sistem Hak Kekayaan Intelektual (Haki) Salah satu bentuk perlindungan hukum untuk meningkatkan daya saing produk adalah Hak Kekayaan Intelektual. 3. Kalimantan Selatan. Jawa Timur dan DI Yogyakarta dengan 150 peserta. 4. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan HaKI dilaksanakan di lima provinsi yaitu Maluku. Koperasi dan UKM belum punya auditor internal dalam pengelolaan usaha. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Ditjen HaKI. minuman. Untuk itu masih perlu upaya Pemerintah guna meningkatkan dan mendorong Usaha Mikro. Langkah awal adalah dengan pendampingan teknis bagi tiga UMK dan mendaftarkan tiga UMK untuk paten sederhana dengan kategori sebagai paten teknologi biologi. dengan melakukan pendaftaran merek. Perdagangan. maupun produk lainnya. • mendorong UMK dalam menghasilkan produk yang inovatif. 2. pendampingan dan pendaftaran sertifikat HaKI terutama untuk merek. • meningkatkan pemanfaatan HaKI bagi UMK. desain industri dan hak cipta. Kendala yang dihadapi Koperasi dan UKM dalam melakukan pendaftaran sertifikasi halal adalah: 1. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha bekerjasama dengan Lembaga Pengkajian dan Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Balai POM. Untuk kegiatan bimbingan dan pendaftaran hak paten dilakukan di dua provinsi. praktisi HaKI. Lemahnya pemahaman serta kesadaran Usaha Mikro. baik berupa makanan. Maksud dan tujuan kegiatan ini antara lain dengan memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya pemanfaatan HaKI dalam meningkatkan daya saing produk. Tahap berikutnya adalah pendampingan tentang cara membuat merek yang punya nilai jual dan tidak melanggar peraturan yang ada. dan pelaku yang sukses memanfaatkan HaKI. paten dan hak cipta. Acara ini diikuti oleh 120 peserta dengan narasumber utama dari Direktorat Jendral HaKI. Sistem HaKI adalah suatu sistem hukum yang ditujukan untuk memberikan insentif bagi tumbuhnya daya cipta dan kreatifitas dalam memproduksi barang dan jasa. paten. minuman. perguruan tinggi dan konsultan HaKI. Bimbingan Dan Pendampingan Pendaftaran Sertifikasi Halal Penduduk Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam merupakan konsumen yang potensial bagi produk Koperasi dan UKM dalam memenuhi berbagai kebutuhan primer maupun sekunder. membuat desain kemasan dan kerajinan yang menarik. Dalam sosialisasi dan pendaftaran. Gorontalo. Biaya pendaftaran tidak terjangkau oleh sebagian Koperasi dan UKM. serta pendampingan dalam melakukan pendaftaran. Kegiatan tersebut dilakukan di tiga provinsi yaitu Sulawesi Utara. . Masih rendahnya kesadaran dan pemahaman Koperasi dan UKM tentang manfaat sertifikasi halal bagi peningkatan daya saing produk. terutama di bidang merek. Balai Besar Kerajinan dan Batik. Akses Koperasi dan UKM terhadap pengurusan sertifikasi halal masih rendah.

Dengan potensi laut yang dominan tersebut seharusnya Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi eksportir garam.192 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 193 Demplot Produktifitas dan Mutu Garam Berdasarkan data. Indonesia justru mengimpor garam yang berasal dari Australia sebanyak 60% dari kebutuhan atau kira-kira setara dengan 1. Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia.63 juta ton per tahun. Tujuan pembuatan Demplot adalah untuk memperkenalkan teknologi katalisator pembuatan garam dan pengenalan sistem ulir dalam penataan lahan garam. percontohan. Keberadaan Demplot Pro-Mutu Garam ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran. dan luas lautnya pun sebesar 2/3 dari jumlah luas negara Indonesia ini. Jawa Barat. Jawa Barat dan Koperasi Unit Desa ‘Santing Sari Mandiri’ Kabupaten Indramayu. yaitu sepanjang 80. Kementerian Koperasi dan UKM telah meluncurkan Bantuan Sosial Pembuatan Demplot Pro-Mutu Garam di Koperasi Unit Desa ‘Harum Sari’ Kabupaten Cirebon. Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha telah membangun Demplot pro-mutu garam di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Namun kenyataannya. Peningkatan produktifitas dan mutu garam menjadi begitu penting untuk mendukung program swasembada garam nasional. Suasana kegiatan petani garam di Kabupaten Indramayu . dan rujukan bagi Koperasi dan UKM yang bergerak di bidang usaha garam. Pada tahun anggaran 2010. Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha berhasil mengenalkan dan menerapkan teknologi sistem ulir dan mengaplikasikan pupuk garam (katalisator) dalam pengolahan garam di Kabupaten Cirebon dan Indramayu.000km. Dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mutu garam.

khususnya ekonomi keluarga. Hasil yang telah dicapai: 1. Kerjasama LPB/BDS-P dengan LPDB-KUMKM yang meliputi kerjasama penyaluran dana untuk koperasi binaan LPB/BDS-P dengan pola pendampingan. 3. daerah. • Memfasilitasi bimbingan yang dilakukan oleh UKM sukses kepada Koperasi dan UKM potensial di 15 provinsi guna meningkatkan rasa percaya diri agar dapat berkembang menjadi wirausaha baru yang mandiri. PT Pertamina. 4.194 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 195 Pengembangan Kewirausahaan Baru dengan Pola Pencangkokan Usaha Program pengembangan wirausaha merupakan salah satu program yang dibuat untuk mendukung tumbuhnya ekonomi masyarakat. Pada 2010 telah dilakukan kegiatan pendampingan wirausaha baru mandiri yang dilaksanakan lewat program pencangkokan usaha (usaha baru yang magang di UKM yang sudah sukses). Kerjasama LPB/BDS-P dengan LLP-KUKM yang meliputi: • Kerjasama pengembangan klinik pemasaran Smesco UKM. 2. Kerjasama LPB/BS-P dengan PT Telkom Tbk yang meliputi: • Kerjasama dalam pengelolaan SME Center. LPDB-KUMKM dan PT Telkom Tbk. dengan tujuan untuk mempercepat tumbuhnya usaha baru berkat bimbingan langsung dari UKM yang sudah sukses. selama 2010 telah dilakukan kegiatan Koordinasi Pemberdayaan LPB/BDS-P yang bertujuan: 1. Kerjasama lainnya adalah dengan PT Jamsostek untuk menyalurkan dana PKBL PT Jamsostek kepada Koperasi dan UKM dengan pola pendampingan usaha oleh LPB/BDS-P. Koordinasi Pemberdayaan Lembaga Pendamping (LPB/BDS-P) Dalam meningkatkan fungsi LPB/BDS-P dalam melakukan layanan pengembangan bisnis kepada Koperasi dan UKM. PT Jamsostek dalam rangka pengembangan usaha Koperasi dan UKM. • Kerjasama pemanfaatan stand pameran untuk display produk Koperasi dan UKM binaan LPB/BDS-P. Peningkatan kerjasama LPB/BDS-P dengan LLP-KUKM. Mewujudkan keterpaduan dalam pemberdayaan lembaga pendamping (LPB/BDS-P) di pusat. • Kerjasama dalam pengembangan SME Center yang bersinergi dengan asosiasi BDS tingkat provinsi dan BDS-P di seluruh Indonesia. maupun dunia usaha. Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Jamsostek dalam rangka pemberdayaan Koperasi dan UKM . Hasil yang telah dicapai adalah: • Koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM setempat dan dinas terkait dalam mengidentifikasi Koperasi dan UKM yang punya potensi sekaligus menggali potensi-potensi di setiap daerah untuk menciptakan wirausaha baru.  Kerjasama LPB/BDS dengan PT Pertamina dalam rangka penyaluran dana PKBL PT Pertamina Wilayah V kepada Koperasi dan UKM dengan pola pendampingan usaha oleh LPB/BDS-P 5. 2.

30 Agustus 2010 .196 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 197 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke sentra UKM penghasil buah di Semarang.

Kabupaten Lampung Selatan. Aplikasi ini dapat diakses secara online dari www. Trenggalek.000. Madiun. dan aspek pembiayaan. . Bangkalan. supaya pemanfaatan dana oleh UKM sentra melalui KSP/USP Koperasi dapat digunakan sebagai modal kerja secara efektif dan efisien.com maupun secara offline lewat CD yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaan/manual. Fitur-fitur yang terdapat dalam skim pengembangan usaha adalah: • Informasi karakteristik 52 komoditas. Selain itu. Kementerian Koperasi dan UKM telah menyusun aplikasi/software skim pengembangan usaha.6/VI/2010 tanggal 24 Juni 2010 tentang Pedoman Teknis Program Bantuan Pengembangan Koperasi di Bidang Restrukturisasi Usaha. Rencana yang akan dilakukan pada 2011 adalah melakukan sosialisasi penggunaan program ini secara terus-menerus serta mengintegrasikan program ini dengan program Lending Model Bank Indonesia. Implementasi terbitnya dua peraturan tersebut adalah. Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo (DI Yogyakarta). Peraturan tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Nomor 01/Per/Dep. Mukomuko dan Seluma (Bengkulu).sentrakukm. terutama di daerah tertinggal karena justru di sinilah masyarakat miskinnya membutuhkan perhatian yang cukup besar dari Pemerintah. cara menjalankan usaha. faktor yang harus diwaspadai. Hal ini menjadi penting supaya usaha mikro dan kecil di daerah tertinggal terintegrasi dengan KSP/USP Koperasi. Skim Pengembangan Usaha Untuk membantu Koperasi dan Usaha Mikro. Lampung Timur. Pembangunan nasional tidak akan berarti apa-apa bila tidak difokuskan pada pembangunan daerah. sehingga nantinya berpengaruh terhadap peningkatan kinerja usaha UKM sentra. faktor keberhasilan usaha. usaha mikro dan kecil. dan untuk pengembangan usaha. • Mudah dicoba. pemberdayaan UKM sentra melalui KSP/ USP Koperasi di daerah tertinggal menjadi perhatian utama. Dan Situbondo (Jawa Timur).setidaknya kepada 500 UKM sentra melalui 25 KSP/USP Koperasi pada 19 kabupaten di lima provinsi/daerah istimewa. Lebong. Nilai bantuan dana untuk setiap koperasi adalah Rp 50 juta. diantaranya adalah melalui koperasi. Sebarannya adalah di Kabupaten Garut dan Sukabumi (Jawa Barat). • Modalnya kurang dari rp 100 juta. dan dapat berperan serta memberikan kontribusi dalam proses pembangunan nasional. Lampung Barat dan Lampung Utara (Lampung).000. • Banyak dicoba oleh Koperasi dan UKM. pembangunan masyarakat di daerah tertinggal akan efisien dan efektif bila dilakukan melalui lembaga yang sesuai dengan karakter dan kultur masyarakat setempat. aspek legal/perijinan.KUKM/VI/2010 tanggal 7 Juni 2010 tentang Pedoman Program Bantuan Pengembangan Koperasi. Keberhasilan program pemberdayaan UKM sentra melalui KSP/USP Koperasi tidak terlepas dari peran SKDP provinsi dan kabupaten yang konsisten dalam melakukan monitoring dan evaluasi. Sepanjang 2010 Kementerian Koperasi dan UKM telah menggelontorkan bantuan dana dan pengembangan usaha UKM sentra melalui KSP/USP Koperasi di daerah tertinggal sebesar Rp1.250. Kepahiang. • Perizinan relatif mudah. Skim tersebut menyajikan berbagai informasi tentang karakteristik usaha serta aplikasi rencana usaha untuk wirausaha baru.198 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 199 Pengembangan Usaha Ukm Sentra Melalui KSP/USP Koperasi di Daerah Tertinggal Untuk memberdayakan UKM sentra melalui KSP/USP Koperasi. dan Kabupaten Kaur. Waykanan. pada 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM menerbitkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 03/PER/M. Informasi tersebut meliputi prospek usaha. Kabupaten Bondowoso. Kecil. Bantuan dana pada program bidang pengembangan dan restrukturisasi usaha berbentuk dana hibah yang bersumber dari belanja bantuan sosial APBN Kementerian Koperasi dan UKM.. dan Menengah yang akan membuka usaha (menjadi wirausaha baru) atau yang akan mengembangkan usahanya. • Aplikasi rencana usaha/business plan bagi wirausaha baru. Pertimbangan dalam pemilihan 52 komoditas usaha adalah: • Usaha yang mempunyai nilai tambah cukup tinggi. • Aplikasi rencana usaha/business plan bagi pengembangan usaha.

Jawa Timur (Madiun. dan bambu. dan perangkat lunak asli (windows dan MS office). Kementerian Koperasi dan UKM telah mendorong koperasi untuk membentuk Pusat Komunikasi Bisnis Koperasi dan UMKM. Jepara. • konsultasi. mempelajari keterampilan baru. Selain itu. dan Menengah masih sedikit yang mendayagunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengakses informasi bisnisnya. Kalimantan Selatan. seperti sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) dan Verification of Legal Origin (VLO). karena usahanya kurang dikenal oleh konsumen maupun pelaku bisnis lainnya secara global. sertifikasi. • KSU Harapan Umat. antara lain: • rendahnya pengetahuan Koperasi dan UKM terhadap TIK. dan keterampilan mereka tentang peluang pasar. Sulawesi Selatan. yaitu: • Kopinkra Setia Kawan. belajar menggunakan internet. • KSU Sumber Rejeki. satu LCD. Badung). Pusat Komunikasi Bisnis (Puskombis) KUMKM dikelola oleh koperasi. Banjarmasin. dan pada tahap pertama ini sudah terbentuk 10 Puskombis di 10 lokasi. Sedangkan manfaat yang diperoleh antara lain: • Puskombis merupakan tempat berkumpul para Koperasi dan UKM untuk berbagi pengetahuan. Palopo. Wonosobo. Sulawesi Tenggara. Bentuk kegiatannya berupa pendampingan dan konsultasi yang disampaikan dengan cara: • tutorial. dan Lombok Barat) Untuk 2011 pengembangan Koperasi dan UKM industri kreatif akan dilanjutkan ke 250 UKM di enam provinsi yaitu Sumatera Utara. UKM kerajinan dan furnitur juga diberikan pembekalan tentang berbagai peraturan dan dokumen. Caranya adalah dengan menciptakan inovasi dan kreatifitas agar mampu berkiprah dalam perekonomian nasional. sebagai pencerahan awal yang disampaikan secara interaktif. printer berwarna. Bangka-Belitung. • belum tersedia pusat-pusat pengelola informasi yang praktis. yaitu diskusi intensif kasus perkasus. membicarakan dan menangani berbagai masalah yang dihadapi. • Koperasi Pariwisata Catra Gemilang. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan. • Memperluas kerjasama bisnis dengan pihak-pihak terkait untuk membangun komunitas. Kabupaten Batang Hari. Kecil. • KSP Tunas Muda. • Kopinkra Sasirangan Bayam Raja. modem untuk koneksi internet. Gianyar. Wakatobi. Tasikmalaya. Bali. Jawa Barat. • biaya operasionalnya masih relatif mahal. wawasan. Papua. rotan. dan Menengah (PUSKOMBIS KUMKM) Pelaku bisnis Koperasi. • Tercipta kemudahan akses informasi bagi Koperasi dan UKM. sekaligus membangun keberdayaan. • Koperasi Kowamah. Bojonegoro). Untuk 2011 program ini akan dilanjutkan ke provinsi-provinsi yang belum mendapat bantuan. Gianyar. Kegiatan dilakukan pada Juni-Juli 2010 di Jawa Tengah (Magelang. dan pengembangan desain produk. khususnya di Indonesia Timur. Jawa Barat dan Kalimantan Selatan. mencari informasi bisnis. Magelang. juga regulasi yang diberlakukan di beberapa negara. Pengembangan UKM Industri Kreatif Kerajinan Pengembangan UKM sentra kerajinan dan furnitur yang memiliki potensi dan sumberdaya perlu ditingkatkan produktifitasnya dan dipacu perkembangannya. Bali (Denpasar. Lombok Timur. Sulawesi Selatan. • KSU Dharma Suci Nirmala. karena UKM sentra ini memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. . • KSU Regina Pacis. • KSU Latuppa Pembangunan Luwu. Lombok Tengah. Salah satu langkah yang dilakukan Asisten Deputi Pengembangan Sistem Bisnis dalam menggerakkan industri kreatif adalah memberikan bimbingan teknis dalam peningkatan transaksi bisnis bagi UKM kerajinan berbahan baku kayu. Jenis peralatan yang dimiliki Puskombis dan UKM rata-rata adalah empat unit PC.200 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 201 Pengembangan Pusat Komunikasi Bisnis Koperasi dan Usaha Mikro. inovasi produksi. Belitung. seperti regulasi pabean dan perpajakan. DI Yogyakarta. Jayapura. peralatan pendukung berupa satu set meja. menciptakan iklim bisnis dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. Sulawesi Tengah. Jambi. Pasuruan. Ngawi. Jawa Timur. Sepanjang 2010 kegiatan bimbingan dan konsultasi ini telah dilakukan untuk 160 UKM yang berorientasi ekspor. Hal ini bisa menyebabkan terlambatnya pengembangan bisnis Koperasi dan UKM. Usaha Mikro. NTB (Mataram. Jawa Tengah. Masing-masing koperasi wajib menyediakan ruang komputer dan operator. disesuaikan dengan masalah maupun kebutuhan para pelaku UKM. regulasi produk berbahan baku kayu. Tujuannya adalah untuk mempermudah Koperasi dan UKM mengakses informasi bisnis dalam mengembangkan usahanya. • Meningkatkan daya saing melalui sharing komunikasi yang saling menguntungkan. kursi. Untuk mengatasi masalah tersebut. Kendala tersebut disebabkan banyak faktor. dan Sukoharjo). • jaringan infrastruktur TIK yang masih terbatas di perkotaan saja. regulasi. Kecil.

Sulawesi Selatan. terutama dalam penyediaan lapangan kerja padat karya.202 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 203 Menteri Negara Koperasi dan UKM bersilaturahmi dengan anggota koperasi perikanan Mina Jaya DKI Jakarta di Muara Angke. Untuk 2011. aman. dan Jawa Tengah. sumber pendapatan bagi nelayan. Sulawesi Utara. sumber protein nabati dan sumber devisa negara. Bangka-Belitung. pemberdayaan kelompok bagi Koperasi dan UKM sentra perikanan akan dilanjutkan kepada 160 Koperasi dan UKM di empat provinsi yaitu Sumatera Utara. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan mengoptimalkan manfaat dari produksi hasil tangkapan laut adalah dengan mengembangkan produknya. Peran penting dukungan teknologi produk perikanan harus dapat memberi jaminan kepada konsumen akan produk yang aman dan sehat. dan sehat. NTB. baik produk olahan tradisional maupun modern. 26 Januari 2010 Pemberdayaan Kelompok Bagi Koperasi dan UKM Perikanan di Wilayah Pesisir Sektor perikanan memegang peran penting dalam perekonomian nasional. Kepulauan Riau. dan Sumatera Barat) dengan melakukan bimbingan teknis pengolahan yang baik dan higienis. 18 Oktober 2010 . maka sudah dilakukan serangkaian upaya pembinaan bagi 300 Koperasi dan UKM di daerah pesisir pada enam provinsi (Maluku Utara. Dalam upaya menghasilkan produk perikanan yang bernilai tambah. Jawa Tengah. Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan penghargaan dalam rapat kerja pelaksanaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Kalimantan Tengah.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

206

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

207

I Wayan Dipta
Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK

Bidang pengkajian sumberdaya UKMK telah mengkaji beberapa permasalahan, beberapa diantaranya adalah: • Pengembangan OVOP Agribisnis/Agroindustri. • Kaji tindak pengembangan jaringan antara LKM dan KSP. • Kaji tindak rintisan usaha koperasi dalam produksi pupuk organik (lanjutan). • Kajian isu-isu strategis/aktual tentang Koperasi dan UKM. • Kajian model peningkatan Koperasi dan UKM di kawasan perbatasan tertinggal. • Peningkatan peran Triple Hellix dalam pengembangan ekonomi kreatif. • Model penumbuhan wirausaha baru yang inovatif melalui inkubator. • Pengembangan Inkubator. • Jaringan informasi dan Publikasi. • Program kegiatan pengkajian sumber daya Koperasi dan UKM.
Tujuan program: • Menghasilkan model dan kajian pemberdayaan Koperasi dan UKM. • Mengembangkan sistem informasi pengkajian Koperasi dan UKM. • Mengembangkan koordinasi dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan kerjasama internasional di bidang Koperasi dan UKM. Sasaran Program: • Tersedianya hasil kajian dan model pemberdayaan Koperasi dan UKM serta sistem informasi pengkajian Koperasi dan UKM. • Terjalinnya kerjasama lintas sektor dan tindak lanjut hasil pertemuan kerjasama internasional dalam rangka pemberdayaan Koperasi dan UKM. Manfaat Program: • Kemudahan bagi pihak pengguna dan pelaku Koperasi dan UKM dalam mengakses informasi hasil-hasil kajian pemberdayaan di bidang Koperasi dan UKM. • Eksistensi dan partisipasi aktif Kementerian Koperasi dan UKM dalam menindaklanjuti hasil pertemuan kerjasama internasional.

208

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

209

Pengembangan Ovop Agribisnis/Agroindustri
Dalam rangka penjabaran Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 Tentang Percepatan Sektor Riil dan Pembangunan Usaha Mikro Kecil dan Menengah tanggal 8 Juni 2007 yang mengamanatkan pengembangan sentra melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), pemerintah telah melakukan rintisan pengembangan produk unggulan daerah melalui pendekatan OVOP dengan komoditas pertanian hortikultura. Kegiatan rintisan ini dikembangkan melalui kerjasama petani hortikultura anggota Koperasi Mitra Tani Parahyangan Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur, Koperasi Unit Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, serta Koperasi Serba Usaha Bahari Tunas Mandiri Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan komoditas unggulan daerah yang melibatkan mayoritas penduduk setempat serta telah dilaksanakan secara turun-temurun melalui usaha tani yang mempunyai keunggulan komparatif dengan sistem agribisnis yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani. Selain itu kegiatan ini juga dalam rangka meningkatkan pendapatan petani hortikultura melalui peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas unggulan pertanian baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Keterlibatkan petani lokal dalam agribisnis sayur-mayur melalui koperasi yang telah memasarkan komoditas sayur-mayur yang disuplai para anggotanya ke pasar ritel modern seperti supermarket dan hypermarket Carrefour, Superindo, hotel, restoran, catering dan beberapa supermarket lainnya di Jakarta, di antaranya sawi putih, tomat cherry, labu siam, pokchoy, ceciwis dan labu parang, kapri, kacang merah, serta beberapa sayur-mayur dan hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti kacang kapri, asparagus maupun stroberi. Beberapa hasil yang sudah dicapai di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut: a. Koperasi Mitra Tani Parahyangan, Kabupaten Cianjur Pelaksanaan Program Rintisan Agribisnis One Village One Product (OVOP) di Kabupaten Cianjur dimulai tahun 2008 dengan melibatkan Koperasi Mitra Tani Parahyangan (Kop MTP) Kecamatan Warung Kondang. Selama ini pengiriman sayur-mayur oleh Koperasi Mitra Tani Parahyangan dilaksanakan dengan menggunakan kendaraan truk bak terbuka, sehingga sering ditemukan kondisi di mana sayurmayur ditolak oleh konsumen (Carrefour, Superindo, Hero dan pasar swalayan lainnya) karena sayur tersebut sudah rusak sepanjang perjalanan. Kerusakan tersebut cukup besar, sekitar 30%, atau kerugian yang diderita oleh Koperasi Mitra Tani Parahyangan akibat penolakan tersebut, sekitar Rp 1.000.000,hingga Rp 1.500.000,- perhari. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kerusakan/susut pengiriman sayur-mayur yang cukup besar tersebut dilakukan melalui pemanfaatan/penggunaan sarana transportasi mobil cooling unit sebagai alat transportasi pengiriman sayur-mayur dari Koperasi Mitra Tani Parahyangan kepada pelanggannya. Dan Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2009 melalui belanja modal telah melengkapi sarana mobil cooling unit Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Dari laporan koperasi pada saat RAT 2010 yang lalu, sarana angkutan pendingin ini mampu mengurangi penolakan dari 30% menjadi 15%. Dengan adanya pengurangan ini, maka keuntungan bersih Koperasi MTP meningkat sebesar Rp 4,5 juta perbulan.

Rangkaian kegiatan Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam rangka pengembangan OVOP, Cianjur

210

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

211

Menteri Negara Koperasi dan UKM menanam pohon jeruk Kalamansi secara simbolis di Bengkulu

Wakil Presiden RI meninjau pameran UKM di Jakarta

dengan rincian 50 ton beras panjang seharga Rp 375. sinergi dan berkesinambungan sesuai jenis/sifat komoditas yang akan dikembangkan. pertengahan November 2010 akan ditandatangani kontrak dengan investor untuk mengekspor 80 ton beras cianjur ke Timur Tengah. Selain itu juga dijumpai hambatan dalam teknis pengolahan/processing produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di mana para petani/masyarakat setempat masih memiliki keterampilan yang sangat sederhana.000. dan sawi. baby buncis. yaitu di Terminal Agribisnis Cipanas dan GOR Cianjur dan Kafe MITAPA di Gedung Dekranas.000.(Rp 10. kentang. aspek pemasaran dan promosi yang belum terorganisir.212 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 213 Pada 2010 telah diberikan bantuan sosial kepada Koperasi MTP untuk pembangunan Demplot dalam bentuk greenhouse untuk ditanami paprika dengan tiga varietas yaitu paprika kuning Rp 25. 8 ton perhari dengan omset Rp 1. Koperasi Cisurupan. serta perkebunan untuk kopi luwak kintamani dan Koperasi Martenadi di Plage/Kecamatan Petang Kabupaten Badung untuk komoditas sayuran organik dan sayuran unggul seperti asparagus. c. Peningkatan kapasitas petani ini dilakukan melalui pelatihan di lapangan serta studi banding ke petani yang telah melakukan budidaya tanaman paprika serta tomat cherry.000/kg.5 ton s.000. Tapal Kuda. Apabila percontohan ini berhasil dan meningkatkan pendapatan petani. Beberapa permasalahan yang dijumpai di lapangan dalam pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pendekatan OVOP di antaranya adalah tingkat keterampilan masyarakat yang masih sederhana dalam menangani komoditas/produknya terutama dalam desain kemasan. Meningkatkan keterampilan petani dalam budidaya tanaman bernilai ekonomis tinggi seperti sayuran organik.000/  kg. lembaga pemasaran dan promosi yang mendampingi masyarakat mengembangkan sumber daya manusia secara terus-menerus. dan paprika hijau Rp 15.000. peran masing-masing stakeholders telah disusun melalui matriks kerjasama siapa-mengerjakan apa antar instansi terkait pengembangan OVOP sebagai alat koordinasi pelaksanaan OVOP agar lebih fokus. • Untuk lebih meningkatkan koordinasi lintas pelaku di daerah dalam rangka pengembangan OVOP. Selain itu juga dilakukan perkuatan sarana Demplot bagi anggota koperasi yaitu melaui perkuatan green house. Dukungan pusat riset pertanian dalam rangka bimbingan tehnis tahapan budi daya. melon dan pepaya taiwan. Jumlah anggota Koperasi Mitra Tani Parahyangan saat ini terdiri dari: • Unit usaha beras: 86 orang • Unit usaha saprotan: 41 orang • Unit usaha sayur-mayur: 201 orang b. paprika merah Rp 20. tomat cherry Provinsi Bali. Hal ini merupakan perubahan pola pikir petani yang selama ini hanya menanam sayuran yang nilai ekonomisnya kurang baik dan resiko fluktuasi harga seperti tanaman kubis. tomat cherry. Pengalaman lapangan menunjukan bahwa keberhasilan pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pendekatan OVOP perlu didukung infrastruktur. Cianjur. dan 30 ton beras pandan wangi seharga Rp 300. Dalam waktu dekat akan dibangun outlet untuk memasarkan hasil-hasil agribisnis Koperasi MTP (outlet MITAPA) di dua lokasi. Saat ini Koperasi MTP telah mensuplai 110 outlet dan delapan supermarket di Jakarta dengan 102 jenis sayur-mayur dengan jumlah 6.000/kg). cabe merah. Jumlah penyerapan tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan usaha sayur-mayur (hortikultura) sebanyak 94 orang. Unit usaha beras. Kabupaten Badung dan Kabupaten Bangli Provinsi Bali: • Kegiatan rintisan ini dikembangkan melalui kerjasama petani hortikultura anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Bahari Tunas Mandiri Kecamatan Susut Kabupaten Bangli untuk tanaman buah seperti jeruk kintamani.. zukini dan jambu kristal. lembaga-lembaga pelatihan keterampilan dan desain. seperti pusat riset komoditas. .d. manggis. dan penanganan pasca panen serta pemasaran sayur-mayur. pengolahan. sedangkan untuk kegiatan usaha beras sebanyak 86 orang.5 miliar perbulan. asparagus.(Rp 7500/kg). diharapkan semua petani anggota koperasi MTP ikut serta menanam paprika dengan sistem greenhouse untuk memenuhi permintaan pasar.000/kg. Kabupaten Garut Hasil yang telah dicapai pada KUD Cisurupan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut yaitu peningkatan keterampilan anggota koperasi/petani dalam budidaya tanaman bernilai ekonomis tinggi seperti tanaman paprika dan tomat cherry. • Memberikan pengertian dan mengubah pola pikir para petani setempat untuk menanam komoditas unggulan dengan kualitas super sehingga memiliki harga jual premium seperti jeruk kintamani di mana petani dilatih memilih buah kualitas super pada saat pemilihan buah di kebun (scraping) sehingga akan meningkatkan pendapatan petani melalui harga jual yang lebih tinggi (premium).

• Peningkatan keterampilan masyarakat setempat melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan masyarakat dalam menangani komoditas unggulan setempat. • Terbentuknya koperasi yang akan mengelola terminal bahan baku rotan Trangsan. • Adanya peningkatan pengetahuan dalam bidang desain bagi perajin UKM rotan. a. • Terbentuknya Forum Sentra/Klaster Rotan Trangsan. • Terjadi hubungan yang harmonis antar UKM dan pengusaha besar (eksportir). • Pasar domestik maupun pasar luar negeri mengalami penurunan/berkurang akibat krisis global. • Pendapatan perajin UKM dan eksportir rotan mengalami penurunan. • Sedang dalam proses pembuatan terminal bahan baku rotan Trangsan. festival budaya lokal maupun pemasaran melalui obyek turisme/ pariwisata. restoran. • Kurangnya pengetahuan perajin dan UKM dalam bidang desain. Sentra Rotan Trangsan Kabupaten Sukohardjo. • Sulitnya mencari modal usaha baik melalui perbankan dan lembaga keuangan lainnya. . maka beberapa langkah ke depan yang perlu dilakukan adalah: • Identifikasi. • Kurangnya koordinasi antar stakeholder dalam penguatan sentra/klaster rotan. Setelah difasilitasi dalam Temu Usaha Penguatan Forum Sentra/ Klaster. • Pengembangan diversifikasi produk/komoditas unggulan yang menghasilkan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. • Pasar lokal maupun pasar luar negeri mulai bergeliat kembali melalui pameran-pameran yang diikuti oleh UKM maupun eksportir rotan. Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama Bupati Pacitan memperlihatkan batik warna alam sebagai produk unggulan Kabupaten Pacitan Dalam rangka pengembangan model OVOP ini. Provinsi Nusa Tenggara Barat. • Instansi yang memiliki hubungan dengan Usaha Rotan Trangsan mulai ikut memberikan berbagai upaya yang dibutuhkan Perajin UKM dan eksportir rotan sesuai dengan Tupoksi-nya.214 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 215 Kapasitas Forum Pengembangan Sentra/Klaster di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam rangka Peningkatan Kapasitas Forum Pengembangan Sentra/Klaster Rotan Trangsan Kabupaten Sukohardjo. • Kurangnya kebersamaan usaha UKM dan antar UKM dengan pengusaha besar (eksportir). Provinsi Jawa Tengah Kondisi sebelum ada fasilitasi di Sentra Rotan Trangsan Kabupaten Sukohardjo adalah sebagai berikut: • Para perajin UKM mengalami kesulitan untuk mendapat kebutuhan bahan baku karena mahal dan kualitas rendah. hasilnya adalah sebagai berikut: • Kebutuhan akan bahan baku saat ini relatif mudah didapat. kembali berprofesi sebagai perajin UKM dan eksportir rotan. • Meningkatnya penghasilan perajin UKM dan eksportir rotan. • Perajin UKM dan exportir rotan banyak yang beralih profesi. pemilihan dan penetapan komoditas potensial/unggulan daerah. • Temu usaha dengan calon pembeli pendapatan seperti hotel. dan supermarket. telah dilakukan fasilitasi berupa kegiatan Temu Usaha Penguatan Forum Sentra/Klaster. • Belum terbentuknya Forum Sentra/Klaster rotan Trangsan. • Lembaga keuangan dan perbankan sudah mulai membantu dalam hal permodalan. • Peningkatan pemasaran dan promosi produk/komoditas unggulan melalui event pameran. • Belum memiliki terminal bahan baku rotan di Trangsan. Provinsi Jawa Tengah dan Gerabah Banyumulek Kabupaten Lombok Barat. • Koordinasi dan sinkronisasi program serta keterlibatan stakeholders instansi pemerintah maupun swasta baik di pusat maupun daerah yang terlibat dalam pengembangan OVOP. • Koperasi yang ada di Trangsan mati suri.

Kelemahan ini tercermin dari adanya kondisi paradoksial di mana sebagian LKM dan KSP berpeluang mendapat pasokan dana yang cukup tinggi tetapi permintaan pinjaman oleh nasabah masih relatif rendah. Namun demikian. • Belum ada kerjasama atau kesepakatan antara LKM/KSP. • Sulit untuk mendapat bantuan modal usaha. Kelemahan dan kesenjangan tentu dapat diatasi bila tersedia jaringan sistem keuangan yang menghubungkan LKM dan KSP sehingga memungkinkan terjadi interlending di antara LKM dan KSP. bisa digunakan secara online melalui fasilitas internet. • Pasar seni sudah dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk gerabah. • Desain kurang diminati pasar. • Belum ada aturan main atas simpanan dan pinjaman. Apabila permasalahan tersebut menggantung. banyak LKM dan KSP mengalami permintaan pinjaman dana tinggi namun tidak mampu dipenuhi karena rendahnya ketersediaan dana di LKM dan KSP. dikhawatirkan tujuan pembentukan LKM/ KSP sebagai sarana untuk menyimpan dan menyalurkan dana kepada anggota atau masyarakat semakin sulit tercapai. • Dibentuk Koperasi yang akan mengelola Pasar Seni Banyumulek. • Adanya aturan bagi wisatawan domestik maupun luar negeri yang datang ke Sentra Gerabah Banyumulek. Secara umum ada tiga kemungkinan model Apex yang bisa dikembangkan. sehingga banyak yang alih usaha. Oleh karena itu. • Fee guide tidak diatur. Software tersebut dilengkapi dengan petunjuk instalasi dan penggunaan. • Belum ada kerjasama antara biro perjalanan dan UKM gerabah. • Pasar lokal maupun luar negeri menurun drastis akibat terjadinya bom Bali dan krisis global. Setelah dilakukan fasilitasi berupa kegiatan Temu Usaha Penguatan Forum Sentra Gerabah Banyumulek adalah sebagai berikut: • Perajin UKM dan Exportir Gerabah mulai bergeliat kembali. • Adanya kerjasama antara biro perjalanan dan UKM gerabah. Jaringan sistem keuangan itu hanya satu dari sekian masalah yang dihadapi LKM/KSP. • Mudah untuk mendapatkan bantuan modal usaha dari Perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Sentra Gerabah Banyumulek. • Belum adanya Forum Sentra/Klaster Gerabah Banyumulek. • Pasar lokal dan luar negeri sudah mulai meningkat. ada pemikiran untuk membentuk lembaga Apex KSP. peluang bisnis. baik dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Untuk menghubungkan jaringan antara KSP dengan Apex telah dibuat perangkat lunak (software) yang diberi nama “SIMAPEX” yang telah diujicobakan penggunaannya. • Telah terbentuk Forum Rembuk Sentra/Klaster Gerabah Banyumulek. perlu dikaji ulang program pengembangan jaringan antara LKM dan KSP. • Persaingan antara UKM dan Eksportir tidak sehat. • Lembaga independen yang dibentuk atas dasar kesepakatan koperasi-koperasi anggotanya. Akselerasi kenaikan jumlah LKM dan KSP dewasa ini ternyata belum diimbangi dengan solusi atas kelemahan pelayanan. • Dukungan teknologi informasi untuk jejaring usaha belum tersedia. sistem jaringan interlending ini baru dapat terbentuk bila ada kesamaan standar administrasi keuangan pada masing-masing anggota Apex. yakni sebuah institusi yang melayani anggotanya (KSP) untuk memperkuat posisi. • Fee guide sudah diatur melalui keputusan Kepala Desa Banyumulek dan Kepala Desa Persiapan Lelede. . • Wisatawan domestik dan luar negeri yang berkunjung ke Sentra Gerabah Banyumulek hanya tertuju pada showroom besar saja. antara lain: • Koperasi Sekunder menjadi Apex bagi anggotanya. • Adanya peningkatan dan modifikasi desain gerabah sesuai permintaan pasar. Selain itu. • Koperasi yang kuat menjadi Apex bagi koperasi-koperasi lainnya. • Kurangnya koordinasi stakeholder dalam penguatan Sentra/Klaster Gerabah Banyumulek. dan tingkat kesehatan anggota di masa datang lewat sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terpadu. Provinsi Nusa Tenggara Barat: Sebelum dilakukan fasilitasi kondisi Sentra Gerabah Banyumulek adalah sebagai berikut: • Banyak perajin UKM dan eksportir gerabah serta Koperasi mati suri. • Belum adanya koperasi di Sentra Gerabah Banyumulek. Di pihak lain. Apex KSP bisa berbadan hukum koperasi sekunder.216 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 217 Kaji Tindak Pengembangan Jaringan Antara LKM dan KSP b. • Persaingan antara UKM dan exportir mulai tertata melalui pendekatan kerjasama biro perjalanan dan UKM. • Instansi yang mempunyai keterkaitan dengan Sentra Gerabah Banyumulek sudah mulai melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan tupoksi-nya masing-masing. yaitu: • Belum ada penjaminan atas simpanan dan pinjaman. • Pasar seni sebagai tempat promosi serta peralatan bantuan dari Departemen Perindustrian tidak dimanfaatkan sehingga terbengkalai. Kabupaten Sukohardo. Hal tersebut tentunya harus terus dibenahi agar LKM dan KSP mampu berperan lebih optimal. Lembaga ini diharapkan dapat menjawab permasalahan LKM dan KSP tersebut.

KUD Pakis kecamatan Pakis. Koperasi Padita Kecamatan Tumpang. dan pemasaran hasil produk pupuk organik. dan tenaga pengolahan delapan orang.500/kg. KUD Karangploso pada periode Januari sampai Oktober 2010 telah memproduksi 18. KUD Gondanglegi Kecamatan Gondanglegi. KAN Jabung kecamatan Jabung. • Perlu dilakukan kajian yang berkelanjutan terhadap kondisi Koperasi dan UKM. dan KUD Sumber Makmur Kecamatan Ngantang. Kajian Isu-isu Strategis/Aktual tentang Koperasi dan UKM a. dengan harga ratarata per kilogram Rp 215.-. kotoran hewan). serta menggalakkan pemakaian produksi dalam negeri. Usaha pupuk organik KUD Karangploso telah diikuti oleh enam koperasi. Dalam pengembangan kegiatan usaha pupuk organik selanjutnya. . Situasi ini dapat mengakibatkan tingkat produksi Koperasi dan UKM tertekan. b. Di samping itu.800 kg. • Pengamanan pasar domestik. mengisi pasar bersama yang sangat besar yaitu 1. penjualan 15.734 kwintal dan dipasarkan di daerah Malang. dan Koppas Kemang Bogor). besar. Koperasi dan UKM disektor jasa dan perdagangan sebesar 29%). Aktivitas bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi telah dilaksanakan di Provinsi Bali (Koperasi Sari Guna). Uji terapan dilakukan atas penggunaan pupuk organik MITAPA dengan pupuk non-organik terhadap tanaman padi. Pada Koperasi Mitra Tani Parahyangan (MITAPA). bahan baku pupuk organik berasal dari tujuh sumber pengadaan limbah dengan hasil produk pupuk kompos sebanyak 4. Tenaga kerja baru terserap sebanyak 25 orang yang terdiri dari lima orang sopir. Salah satu inovasi koperasi peserta kegiatan produksi pupuk organik adalah dengan mengkombinasikan pupuk kompos dengan kotoran hewan (kohe).218 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 219 Kaji Tindak Rintisan Usaha Koperasi Dalam Produksi Pupuk Organik (lanjutan) Hasil dari rintisan kajian ini adalah terciptanya bidang usaha baru yaitu peningkatan mutu manajemen pengelolaan bidang usaha koperasi dalam pengolahan sampah menjadi pupuk organik. Pada KSU Sari Guna. • Dengan berkembangnya perdagangan dalam pasar bersama (ACFTA) maka volume perdagangan akan meningkat.721 kg/ha.417 kwintal. Kajian Awal Kebijakan ACFTA dan Kaitannya dengan Koperasi dan UKM Dari kajian ini dapat disimpulkan beberapa hal antara lain: • Secara normatif sesungguhnya ACFTA ini merupakan peluang bagi Koperasi dan UKM di Indonesia untuk memperbesar produksi. Blitar. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kota melalui Koperasi dan UKM Kajian isu strategis ini mengemukakan beberapa hal penting antara lain: • Kebijakan pemberdayaan ekonomi rakyat telah dilakukan melalui pemberdayaan Koperasi dan UKM. yang artinya UKM yang bergerak dalam kegiatan produksi akan mengalami kesulitan (data BPS ada sekitar 57% UKM bergerak di bidang produksi). pupuk organik yang diproduksi koperasi telah melewati uji laboratorium. modern dan berdaya saing tinggi dan melalui mekanisme pasar yang benar. Pengembangan pupuk organik oleh koperasi dengan bahan baku sampah dan kotoran hewan telah meningkatkan produksi tanaman pangan serta menyeimbangkan struktur tanah. Provinsi Jawa Timur (KUD Karang Ploso). • Kebijakan pemberdayaan ekonomi daerah telah disusun melalui lintas sektoral dengan tujuan untuk menjadikan ekonomi yang kuat. dan differensiasi pasar yang memungkinkan terjadinya subsidi silang. • Sebagian besar daya saing produk industri dan manufaktur Indonesia masih lemah.800 kg/ha sementara an-organik 6. • Penguatan ekspor. • Bimbingan yang berkesinambungan agar Koperasi dan UKM dapat menerapkan manajemen stok yang lebih adaptif terhadap pasar. dan Provinsi Jawa Barat (Koperasi Mitra Tani Parahyangan Cianjur. • Perlu dilakukan koordinasi dan sinergi pada aparat pusat dan daerah dalam menata produkproduk yang dapat diproduksi Koperasi dan UKM. akan dilakukan pemindahan lokasi peralatan mesin produksi ke lahan milik koperasi dari lahan milik Pemda. • Perlu diberi peran yang lebih besar kepada trading house (BLU/LLP dan atau Induk Koperasi Perdagangan) untuk melakukan penetrasi produk-produk Koperasi dan UKM di berbagai negara ASEAN dan China yang dilakukan secara periodik. KUD Karangploso mendapat bantuan dari Deputi Produksi untuk pengadaan dolomite sebagai bahan baku campuran pembuatan pupuk granula (dolomite. yaitu KUD Baik Kecamatan Pujon. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kuantitas pupuk organik serta peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan petani. sementara daya saing produk dari negara lainnya (ASEAN-China) lebih kuat. sehingga tingkat kepercayaan petani terhadap pupuk organik semakin meningkat. Kabupaten Bangli. (misalnya selama satu bulan pada tiap-tiap negara). Pengujian penggunaan pupuk organik MITAPA pada tanaman padi sawah menunjukkan hasil jumlah butir hampa dan bernas 139/malai dan butir hampanya 12/ malai.090 kg per hari.-.8 miliar penduduk. dengan hasil kualitas bobot butir padi yang menggunakan pupuk organik MITAPA lebih tinggi dibanding penggunaan pupuk non-organik yaitu 6. sehingga UKM yang bergerak di sektor jasa dan perdagangan diperkirakan tidak akan mengalami kesulitan karena produk yang mereka jual sudah sesuai selera pasar tanpa membedakan asal usul barang tersebut (data BPS. tenaga harian lepas 12 orang. Berkaitan dengan hal tersebut diusulkan beberapa langkah antara lain: • Penguatan daya saing global. Batu.000. serta kualitas bobot butir produksi per hektar 6. Koperasi ini telah memproduksi pupuk organik sebanyak 20 ton dan telah terjual 10 ton dengan harga Rp 7. Bali dan ke PT Petroganik. dengan upah harian Rp 35.

Perdagangan dan Pertanian Dalam FGD/Desk Research terdapat hal penting untuk dicermati yaitu koperasi berskala raksasa menandakan volume bisnis yang besar. kemampuan mengelola keuangan dan penguasaan pasar produk yang tidak meninggalkan prinsip dalam jati diri koperasi. sehingga masih terbatas realisasi penyaluran di lapangan. g.220 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 221 Pemberdayaan ekonomi rakyat juga telah diimplementasikan oleh Pemda melalui berbagai program yang meliputi: • Upaya peningkatan akses permodalan melalui penyaluran dana bergulir. Berkaitan dengan hal tersebut di masa mendatang perlu diadakan penyuluhan intensif di daerah-daerah. Dalam hal ini kita perlu mengkritisi apakah data tersebut diperoleh berdasarkan persepsi belaka ataukah memang hasil analisis data kuantitatif dari masing-masing pelaku usaha yang bersangkutan. Penyusunan Usulan Pengembangan Koperasi Raksasa di bidang Persusuan. Demikian juga halnya sample yang hanya berjumlah 200 Koperasi dan UKM. f. promosi bersama 1%). • Dalam rangka meningkatkan daya saing produk Koperasi dan UKM. Suatu saat kelak. • Khusus variabel peranan dukungan dan manfaat bantuan. c. serta studi banding pada penerima KUR yang telah sukses. • Pengembangan akses jaringan usaha. d. Mau Ke mana? Hasil kajian ini telah mengungkapkan bahwa: • Kemampuan Koperasi dan UKM dalam pasar bebas cenderung dinilai masih sangat terbatas. Revitalisasi Koperasi dan UKM untuk Menggerakkan Perekonomian Nasional Hasil kajian ini antara lain: • Kajian tersebut memiliki keterbatasan lokasi sampel yang hanya berjumlah lima lokasi. Koperasi dalam Era Pasar Bebas. keterkaitan usaha koperasi dan anggota. pendanaan/modal 12%. • Lingkungan bisnis UKM pada saat ini sudah berada pada tahap persaingan yang semakin ketat. digambarkan sebagai berikut: peranan dukungan hanya 20% (peralatan 4%. modal kerja (seed capital ) dan bimbingan promosi kepada pelaku usaha yang berpotensi menjadi eksportir. untuk itu Koperasi dan UKM perlu melakukan kegiatan produksi pada komoditi yang mempunyai daya saing di pasar global. • Melaksanakan sosialisasi dan edukasi kebijakan perpajakan bagi Koperasi dan UKM bersama dengan Direktorat Jenderal Pajak atau Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat. akan tetapi KPPU telah berupaya agar pemberdayaan Koperasi dan UKM terhindarkan dari kecenderungan perilaku monopolistik dari pelaku usaha yang mendominasi pangsa pasar. misalnya data pertumbuhan usaha dan pertumbuhan keuntungan UKM sebelum dan sesudah adanya bantuan dari pemerintah. gerakan koperasi dan asosiasi pengusaha UKM. e. yang belum tentu dapat merepresentasikan seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 33 provinsi. diantaranya yang bergerak di sektor makanan. • Menerbitkan informasi kebijakan perpajakan bagi Koperasi dan UKM. HAKI. Beberapa variabel tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur. • Peningkatan kualitas SDM. koperasi juga dapat bergerak dalam pasar modal/saham. Sosialisasi Pelaksanaan KUR Kajian ini menyimpulkan bahwa calon nasabah dan pejabat daerah belum mempunyai pengertian yang utuh tentang KUR. karena masing-masing sektor Koperasi dan UKM tersebut berbeda masalah yang dihadapinya dengan sektor Koperasi dan UKM yang lain. penyampaian success story (kisah sukses) dari penerima KUR tahun sebelumnya. • Menampung aspirasi dan masukan usulan keinginan/inisiatif penyelesaian kasus dan permasalahan perpajakan yang dihadapi oleh Koperasi dan UKM. dan kerajinan. tekstil. . • Dalam hal pembinaan juga ada kajian tentang lingkungan bisnis Koperasi dan UKM yang menyarankan supaya masing-masing instansi memfokuskan pembinaannya. Sosialisasi Pajak Koperasi dan UKM Hasil kajian menunjukkan bahwa: • Perlu membentuk Kelompok Kerja di tingkat Provinsi/Kab/Kota untuk mewujudkan sadar pajak terhadap gerakan koperasi dan UKM. furniture. Sedangkan manfaat dikatakan rendah karena hanya 31% (yang ada manfaatnya) dan 69% (tidak ada manfaatnya). disarankan agar Pemerintah dapat mengambil manfaat dari pengalaman praktis pemerintah Thailand yang mengembangkan Koperasi dan UKM melalui pemberian fasilitas SNI. kemampuan mengelola sumberdaya ekonomi di sekitarnya. pembinaan teknis 3%. • Pemberdayaan ekonomi dengan lingkup komprehensif akan lebih bermakna apabila berbagai kalangan/komunitas dapat disertakan secara terpadu. • Menginformasikan berbagai perkembangan kebijaksanaan perpajakan terbaru melalui Dinas Koperasi dan UKM tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

cepat dan diskon biaya langganan. 28 Desember 2009 d. • Perlunya perlindungan dan sosialisasi mengenai hak paten produk dan desain. meskipun telah dijamin oleh ASKRINDO pada kenyataannya bank masih memerlukan jaminan dari nasabah dan hanya nasabah baru saja. • Bantuan pelatihan teknis produk. • Keikutsertaan Koperasi dan UKM dalam pameran promosi perdagangan perlu ditambah frekuensinya.222 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 223 Selain itu dikemukakan pula beberapa hasil lain yaitu: a. mempermudah prosedur dan ekspansi program peremajaan mesin-mesin tekstil. Peningkatan utilisasi dan peremajaan mesin-mesin yang sudah tua sehingga merekomendasikan untuk melanjutkan. • Penurunan suku bunga dan skema pembiayaan yang lebih baik. Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau pengolahan pupuk di Bali. khususnya bagi Koperasi dan UKM prospektif. c. Banyaknya bantuan kepada Koperasi dan UKM seringkali tidak tepat sasaran. . • Ekspansi kredit dimungkinkan meskipun memiliki kredit bermasalah karena bencana. khususnya ke pasar-pasar luar negeri non tradisional dan menembus pasar ekspor. pemasaran dan kewirausahaan perlu ditambah. Oleh karena itu kami merekomendasikan: • Penyelesaian kredit macet Koperasi dan UKM di bank-bank BUMN khususnya di daerah bencana seperti di Yogyakarta dan Sumatera Barat amat mendesak. b. • Melakukan sosialisasi membuat situs-situs desain produk dan akses pembeli/penjual bahan baku lewat internet bagi Koperasi dan UKM kurang mampu. Rekomendasinya adalah: • Mengalokasikan APBN K/L dan PKBL bagi Koperasi dan UKM dalam bentuk akses internet cukup. Perlu insentif untuk diversifikasi produk. berpotensi overlap dan menimbulkan moral hazard. Untuk itu kami merekomendasikan: • Perlunya kebijakan insentif fiskal dan non fiskal bagi pengembangan industri kreatif dan pengusaha pionir. Penggunaan teknologi informasi untuk keperluan transaksi usaha. Faktor pembiayaan kredit perbankan merupakan faktor penting pengembangan UKM. • Penyaluran Kredit Usaha Rakyat. keuangan. pengayaan desain dan hak paten produk Koperasi dan UKM. Oleh karena itu kami merekomendasikan: • Koordinasi bantuan kepada Koperasi dan UKM sehingga tepat sasaran.

7%. Bila model OVOP yang dipilih maka berdasarkan hasil diskusi terbatas (FGD) pada kedua provinsi.224 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 225 Kajian Model Peningkatan Koperasi dan UKM di Kawasan Perbatasan/Tertinggal Dari hasil kajian ditemukan bahwa permasalahan yang dihadapi masyarakat perbatasan dalam pemanfaatan potensi daerah di dua lokasi pada dasarnya tidak jauh berbeda yaitu: kemampuan SDM. Rencana tindakan yang akan dilaksanakan. BPPT. kabupaten dan melibatkan peran Triple Hellix. provinsi. Kementerian Perindustrian. Perbedaan hanya terletak pada bobot prosentasenya saja di mana secara berurutan untuk Kabupaten Sanggau (18%. • Rencana Tindakan: Rencana tindakan yang akan dilaksanakan sejak 2010–2014 meliputi aspek-aspek sebagai berikut: a.46%. 4%. Hasil fact finding dibahas dalam rapat koordinasi antarinstansi pusat. 15. sedangkan untuk daerah perbatasan Kabupaten Belu disepakati pengembangan perternakan sapi. Selain itu. 7%) dan untuk Kabupaten Belu (15. 39%. yang dihadiri Kementerian Koperasi dan UKM. b. Untuk penerapan model ini perlu dibuat pilot project atau Demplot oleh pihak-pihak terkait dan kemudian merumuskan action plan untuk koordinasi pelaksanaannya. usaha mikro sebesar 5% dan usaha kecil sebesar 2%. melalui model yang dirancang. Rapat koordinasi pusat menyepakati produk dan lokasi sasaran kegiatan adalah kerajinan gerabah di Kabupaten Bantul (DI Yogyakarta). dan instansi terkait lainnya. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.00%) berarti modal kerja masih menjadi masalah krusial untuk peningkatan peran Koperasi dan UKM dikawasan perbatasan.55%. Pada kawasan perbatasan Kabupaten Belu dengan Timor Leste potensi koperasi memberikan share sebesar 1. 29%.00%. hasil kesepakatan diskusi di daerah dibahas dalam rapat koordinasi di pusat yang menghasilkan kesepakatan dalam bentuk rencana aksi.2%. usaha kecil sebesar 2. usaha mikro sebesar 3. 8. Fasilitasi yang diperlukan. kecenderungan masyarakat yang hanya menjual bahan baku tanpa pengolahan dapat ditingkatkan dengan menciptakan barang setengah jadi atau produk akhir. penggunaan benih dan sarana produksi. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. sedangkan untuk kawasan perbatasan Kabupaten Belu dengan Timor Timur dari 3% menjadi 10% dalam waktu lima tahun. khususnya untuk model kemitraan. 3%. d. kerajinan batik di Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) dan kerajinan bambu di Kabupaten Bangli (Bali). prasarana dan sarana serta tingkat pemanfaatan lahan. Model yang dirancang baik Kemitraan maupun OVOP diharapkan dapat meningkatkan share Koperasi dan UKM kawasan perbatasan Kabupaten Sanggau dengan Malaysia dari 5% menjadi 15% dalam waktu lima tahun. . sekaligus sebagai forum untuk memperoleh masukan lebih lanjut guna mempertajam hasil kesepakatan diskusi terbatas di daerah. Selanjutnya. 30. meliputi subsistem: • Bahan baku • Produksi • Pemasaran • Pembiayaan • SDM • Kelembagaan Hasil kesepakatan pada forum diskusi terbatas di daerah disosialisasikan di daerah. modal kerja. Peningkatan Peran Triple Hellix Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Output pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut: • Penentuan Produk dan Lokasi: Tahap awal kegiatan dilaksanakan dengan melakukan fact finding untuk menghimpun data dan informasi sebagai landasan dalam penentuan produk dan lokasi sasaran kegiatan. Kementerian Perdagangan.3% dan usaha menengah sebesar 3%. Potensi Koperasi dan UKM untuk kawasan perbatasan Sanggau terhadap Kabupaten Sanggau adalah koperasi memberikan share sebesar 2%. sedangkan untuk Kabupaten Belu (NTT) adalah komoditi sapi dan jagung. Dalam sosialisasi ini dipaparkan pula konsep trading house dan aplikasinya pada produk kerajinan di masing-masing lokasi sasaran kegiatan. Aspek-aspek yang menjadi fokus dalam rencana tindakan.47%. Untuk peningkatan peran Koperasi dan UKM dalam pengembangan komoditi potensial tersebut telah dirancang model kemitraan dan OVOP dengan meletakkan peran koperasi sebagai institusi kelembagaan petani berkerjasama dengan UKM melalui dukungan pemerintah pusat. di samping kemampuan SDM dan penguasaan teknologi. Sedangkan potensi daerah perbatasan yang bisa dikembangkan berdasarkan pendapat stakeholder. analisa Location Quotient (LQ) dan AHP untuk Kabupaten Sanggau (Kalbar) adalah komoditi lada dan kakao. Kedua model yang dirancang bisa diterapkan secara berbarengan dengan beberapa komoditi. penguasaan teknologi. Inventarisasi kondisi terkini dan permasalahannya. 20. c. Institusi yang terlibat. untuk daerah perbatasan Kabupaten Sanggau disepakati komoditi lada.67%. 10.

Subsistem SDM adalah pelatihan kewirausahaan untuk 30 orang perajin gerabah. . Subsistem SDM dengan peningkatan kualitas SDM UKM melalui pelatihan-pelatihan kepada pelaku usaha mengenai keterampilan dalam diversifikasi produk termasuk di dalamnya mengenai desain produk dan pelatihan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Khusus di Bali diperlukan payung hukum yang mengikat stakeholders di pusat dan daerah.peningkatan capacity building kewirausahaan pada kerajinan gerabah dan pelatihan pendampingan penerapan etika bisnis pada kerajinan batik. regional dan ekspor untuk kerajinan gerabah. dana bergulir APBD provinsi dan KUR untuk kerajinan batik. Subsistem produksi . kerjasama antar pemerintah daerah dalam pemanfaatan bahan baku. serta pelaksanaan pelatihan teknis produksi kerajinan batik. menyelenggarakan dan membangun trading house (Yogyakarta dan Bali). rencana aksi yang dilaksanakan pada tahun 2010 difokuskan pada: a. • Memfasilitasi penguatan permodalan dari LPDB melalui Astra Modal Ventura senilai Rp 1. Subsistem kelembagaan .memberikan pendampingan teknologi tentang diversifikasi produk dan peningkatan kualitas bahan untuk kerajinan bambu. • Pelatihan e-market bagi 25 tenant. Model Penumbuhan Wirausaha Baru yang Inovatif Melalui Inkubator a. • Pelatihan bagi 25 orang staf inkubator. Subsistem pemasaran dengan peningkatan akses ke informasi pasar melalui promosi. 30 orang perajin batik dan 30 orang perajin bambu. antara lain usaha mendong. Subsistem pembiayaan yaitu fasilitasi pembiayaan bekerjasama dengan BUMN. Subsistem produksi yaitu pelatihan pembuatan kemasan produk souvenir kerajinan gerabah. pengadaan leaflet/booklet dan kerjasama dengan stakeholders pariwisata di Pacitan. sayur-mayur. f. pengajuan proposal bantuan sosial untuk pembiayaan pengadaan peralatan produksi kerajinan batik dan bambu. c. d. pembentukan sentra/klaster bambu dengan pendekatan OVOP. Subsistem SDM . jamur merang dan lain-lain. c. Subsistem pemasaran yaitu pengembangan pasar lokal. • Temu bisnis dengan lembaga keuangan. Sudah ada dua tenant yang merintis ekspor yaitu komoditi mendong dan akar wangi. d. Subsistem budidaya dengan fasilitasi dalam standardisasi pengelolaan budidaya bambu. Khusus di Pacitan dengan fasilitasi dalam peningkatan pemahaman/ pengetahuan SNI dan HaKI melalui sosialisasi dan bantuan pengurusan (pendampingan) SNI dan HaKI.000.proses pembentukan koperasi perajin gerabah dan batik. • Pendampingan bagi 25 tenant. kerajinan batik dan kerajinan bambu. realisasi bantuan sosial dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk pengadaan peralatan produksi gerabah sebesar Rp285. pelatihan desain dan proses produksi kerajinan bambu. Subsistem kelembagaan yaitu dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis perkoperasian melalui sosialisasi/penyuluhan perkoperasian. b. Rencana tindak yang akan dilaksanakan pada tahun 2011 merupakan tindak lanjut rencana aksi 2010 yaitu: a.000. Subsistem pembiayaan dengan meningkatkan akses ke sumber pembiayaan untuk modal kerja jangka pendek melalui fasilitasi peningkatan akses terhadap lembaga keuangan. Peningkatan peran triple hellix tercermin dengan adanya implementasi rencana aksi sebagai berikut: a. g. d. Subsistem kelembagaan dengan pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada 30 orang perajin gerabah dan 30 orang perajin bambu.226 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 227 Sesuai dengan kondisi dan kesepakatan stakeholders. c. pendampingan dan sosialisasi pemanfaatan bahan baku alternatif untuk kerajinan gerabah serta inventarisasi varietas bambu yang baru untuk diversifikasi produk kerajinan bambu. Telah diluluskan 25 tenant yang mengelola berbagai bidang usaha.025 Miliar bagi 6 tenant. b. Subsistem produksi yang menekankan pada fasilitasi teknologi diversifikasi produk dan peningkatan kualitas bahan pada kerajinan bambu serta fasilitasi keragaman desain pada kerajinan gerabah dan kerajinan bambu. Dalam pengembangan inkubator ini telah difasilitasi kegiatan yang meliputi: • Pelatihan penyusunan business plan bagi 25 orang tenant. Subsistem bahan baku yaitu penanaman pohon yang digunakan sebagai pewarna alami kerajinan batik oleh dua orang perajin. f. e. Telah tersusun payung hukum kebijakan pengembangan inkubator dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang inkubator bisnis dan teknologi. Model pengembangan inkubator. bantuan peralatan bak celup dan bak rebus.melakukan riset potensi ketersediaan kuantitas dan jenis tanah liat. e. Subsistem bahan baku yang menekankan pada fasilitasi pengadaan bibit pohon untuk bahan baku pewarna alami pada kerajinan batik dan alternatif bahan baku pengganti tanah liat sebagai bahan baku pada kerajinan gerabah. Subsistem bahan baku . akar wangi. b. b. pengembangan/revitalisasi peran koperasi dalam memenuhi kepentingan perajin bambu. pemilahan pemanfaatan bambu untuk keperluan industri dan nonindustri (masyarakat umum dan pencarian alternatif lahan untuk budidaya bambu.

Dalam rangka Pembinaan Kemantapan Kerja RM Jonjok Batur di NTB. Lima negara teratas yang mengakses adalah Indonesia (74%). Selain itu. mendorong percepatan kemajuan pembangunan ekonomi khususnya koperasi dan UKM melalui kapasitas aktor regional. Promosi juga dilakukan dengan pembuatan leaflet yang menampilkan potensi kewilayahan RM Barlingmascakeb dan RM Jonjok Batur. Purbalingga. . pemasaran serta jejaring UKM. pembenahan dewan eksekutif serta peningkatan peran instansi terkait. potensi daerah yang perlu didorong untuk tumbuh. untuk 2010 pada bulan November. b. berita Koperasi dan UKM. kurang lebih 81. Pelatihan dilaksanakan sebagai usaha untuk meningkatkan kinerja RM Jonjok Batur. pengunjung web smecda telah mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Uji Coba Program Aplikasi DSS (Decision Support System) Koperasi dan UKM Sejumlah pengalaman. Berdasarkan statistik.72%). perwakilan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. makalah koperasi.228 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 229 Jaringan Informasi dan Publikasi a. c. funding. Selain itu untuk mendukung promosi juga dilaksanakan kegiatan sosialisasi kerjasama antar daerah dan pembuatan leaflet. Pelatihan yang dilaksanakan pada Juli 2010 diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari lima kabupaten yang tergabung dalam RM BARLINGMASCAKEB. pada November 2010. Asdep Pengembangan Perkaderan UKM memfasilitasi Pembentukan dan Pengembangan Media Informasi UKM (UKM Center/Galeri Online). Banyumas. Malaysia (1. serta di RM Jonjok Batur NTB yaitu pelatihan dalam rangka Pembinaan Guna Kemantapan Kerja (Kelembagaan). umumnya memposisikan diri untuk “apatis” dalam membangun simbiosis yang lebih “ harmonis” dengan pihak lembaga keuangan (financial intermediary). peraturan mengenai koperasi dan UKM. Website ini digunakan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan hasil kajian pemerintah di bidang pembangunan Koperasi dan UKM. Dalam kegiatan tersebut berhasil dirumuskan komitmen ke depan untuk bersama. informasi teknologi. Sedangkan halaman yang dibuka sebanyak 149. antara lain melalui Pelatihan Desain Batik Training of Trainers (ToT) untuk UKM Batik RM Barlingmascakeb pada Juli 2010. temuan-temuan ilmiah baru dalam pemberdayaan Koperasi dan UKM.61%).com Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK telah mengembangkan sistem informasi elektronik melalui internet yakni website. Para peserta pelatihan tidak mengalami kesulitan menerima semua materi yang diajarkan yaitu tentang teknik desain batik modern. Telah terbangunnya komunikasi dan kepedulian antar pemerintah daerah dalam pengembangan Koperasi dan UKM. Untuk mendukung promosi produk-produk unggulan UKM RM Barlingmascakeb.14%). serta memperkuat dukungan dari stakeholder terkait. Raperda pariwisata. access.q. dunia perbankan kesulitan memperoleh data yang dapat dimanfaatkan untuk dianalisa kelayakannya. hasil kajian dan jurnal. seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan seluruh deputi di Kementerian Koperasi dan UKM. Ruang lingkup kegiatan ini meliputi pelaksanaan kegiatan untuk mendukung pengembangan kerjasama antar daerah di Regional Management (RM) BARLINGMASCAKEB Jawa Tengah yaitu ToT untuk Desain Batik serta Pembentukan dan Pengembangan Media Informasi UKM (UKM Center/Galeri Online). undang-undang koperasi dan UKM. pada November 2010 juga dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi promosi tentang KAD di Jakarta. telah dilaksanakan pula pelatihan Kelembagaan. Di sisi lain. Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK c. Koperasi dan UKM mengalami kesulitan dalam menyajikan dan meyakinkan kelayakan ekonomi dan keuangannya.43%). dan market access. Dalam acara tersebut. Di sisi lain masing-masing Pemda telah mengalokasikan dana melalui APBD setiap tahunnya untuk membangun komunikasi dan kepedulian antar daerah dalam hal pemberdayaan Koperasi dan UKM. serta data dan informasi pembangunan Koperasi dan UKM lainnya yang bersifat penelitian dan pengembangan pemberdayaan Koperasi dan UKM. Salah satu upaya yang dapat diusung dan dikembangkan adalah dengan menyajikan pedoman pengambilan keputusan (Decision Support System/DSS) kelayakan ekonomi dan keuangan UKM berbasis teknologi dan sistem informasi. yaitu: Banjarnegara. Norwegia (2. Hal ini membuat para pelaku usaha Koperasi dan UKM. antara lain tentang budget sharing. Kehadiran software aplikasi DSS ini diharapkan mampu menjembatani permasalahan dasar Koperasi dan UKM dan kebutuhan pihak intermediary swasta untuk meningkatkan portofolio investasinya. Cina (1. Pemeliharaan Jaringan LAN Intranet dan Sistem Database Smecda. Informasi yang banyak dibuka adalah data koperasi. pewarnaan alam. Peningkatan Kapasitas Kerjasama antar Daerah (KAD) dalam Pengembangan UKM Tujuan Program Kerjasama Antar Daerah adalah membangun dan mengembangkan kemampuan komunikasi serta meningkatkan kepedulian antar daerah melalui kerjasama partisipasif.1%) dan lainnya (9.sama mengatasi solusi permasalahan yang muncul. Cilacap dan Kebumen.588. USA (11. perwakilan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal serta Perwakilan PT Telkom menyatakan dukungannya terhadap konsep Kerjasama Antar Daerah dan siap melakukan sinergi program kegiatan mereka ke dalam konsep tersebut. Karena keterbatasan SDM. manajemen. hasil kajian dan penelitian menunjukkan bahwa permasalahan UKM sangat berkaitan dengan sumberdaya manusia (human resources).268.

NPV-PI). pelaku usaha dan lembaga intermediary dalam melakukan pengambilan keputusan untuk mengembangkan bisnis Koperasi dan UKM pada sektor perdagangan. restoran dalam hal perencanaan dan pengambilan keputusan kelayakan ekonomi dan keuangan. • Kurangnya komitmen dan dukungan dari semua pihak untuk mengembangkan inkubator dan masih terbatasnya peran dan daya saing tenant inkubator. manajemen & SDM. Toolbar ini dapat diklik untuk membantu pengguna mendeskripsikan perusahaan dan usaha yang dijalankan. Inkubator dalam melaksanakan inkubasi memiliki berbagai kendala antara lain: • Belum memiliki sarana dan prasarana pendukung serta fasilitas yang memadai. Program ini diharapkan mampu meningkatkan peran inkubator dalam mengembangkan peran dan daya saing tenant inkubator. lingkungan dan keuangan. jasa. Inkubator adalah lembaga yang melaksanakan pendampingan (inkubasi) terhadap calon wirausaha baru maupun UKM (yang disebut tenant) baik secara in wall (semua aktifitas usahanya dilakukan dengan menggunakan fasilitas ruangan di inkubator) maupun outwall (aktifitas usaha dilakukan di luar inkubator). IRR. • CV Al Rosyed (Perdagangan). Menurut Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) 2009–2010 bahwa jumlah inkubator di Indonesia sebanyak 22 unit inkubator bisnis dan teknologi.230 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 231 Pengembangan Inkubator Aplikasi perangkat lunak DSS UMKM diharapkan dapat memberikan efektifitas dan efesiensi bagi pihak pemerintah. sistem akan secara otomatis melakukan analisis setelah pengguna melakukan pengisian pertanyaan yang diajukan/tersedia pada toolbar profil dan aspek produksi. . Berkenaan dengan hal tersebut perlu disusun kebijakan pengembangan inkubator serta pengembangan inkubator model yang direncanakan akan dilaksanakan di Bogor (IPB). Telah dilakukan Pelatihan Penggunaan Decision Support System (DSS) bagi 33 orang pelaksana daerah (satu orang perwakilan Dinas Koperasi tingkat provinsi seluruh Indonesia) di Jakarta. • Reward/salary yang diberikan inkubator terhadap manajer maupun staf inkubator masih sangat rendah dan belum memadai. • Keterbatasan dukungan dana operasional inkubator maupun dana pendampingan inovasi teknologi. diantaranya adalah fasilitas: • Profil: merupakan toolbar yang terdiri dari profil perusahaan dan profil usaha. • Restoran Sabana Murah (Restoran). • Kobekindo (Koperasi Jasa Perbaikan). Ruang lingkup pendampingan yang diberikan meliputi konsultasi teknologi. angka kelayakan keuangan (Cash Flow. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur. BCR. Inkubator sampai saat ini terus aktif menghadapi Koperasi dan UKM dalam mengembangkan usaha. yang akan direplikasi dan dikembangkan di daerah lain. serta penulisan business plan untuk aplikasi lembaga keuangan. fasilitasi pemasaran. PP. • Karya Agus (Manufaktur). kewirausahaan dan manajemen. • Analisis Bisnis: pada toolbar ini. Output kegiatan ini adalah telah dilaksanakannya uji coba aplikasi ini pada 6 (enam) UKM di Jakarta dan sekitarnya yaitu: • CV Ayam Parigi Hitam (Pertanian). • Muti Pesta (Jasa). pemasaran. Hasil analisis akan ditampilkan dalam image angka skor (indeks). Salah satu instrumen yang strategis dalam menumbuhkembangkan peran dan daya saing UKM adalah melalui inkubator bisnis dan teknologi. pertanian. BEP. manufaktur.

Dukungan juga akan diberikan oleh empat kementerian lain yaitu Kementerian Perindustrian. Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Riset dan Teknologi tanggal 31 Maret 2010 tentang Gerakan Nasional Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi dalam Menumbuhkembangkan Wirausaha Inovatif. inkubator agrobisnis pada Unibraw. ITS. Politeknik Bandung. UGM. Korea dan I-Cell.232 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 233 Dari kegiatan pengembangan inkubator pada 2010 ini menghasilkan tersusunnya Rencana Model Inkubator. Dalam rangka memberi perkuatan keuangan Koperasi dan UKM telah dilaksanakan pula Temu Fasilitasi Lembaga Keuangan LPDB dengan 30 tenant. Jerman. IKOPIN. Selain itu di IPB telah dilaksanakan Pelatihan tentang “e-market ” dan temu bisnis masingmasing diikuti oleh 25 tenant. Dasar hukum pengembangan inkubator adalah Undang-Undang No. Dalam periode 2005–2008 telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan penelitian terapan dan penunjang pemberdayaan Koperasi dan UKM. Sedangkan untuk 2011 akan dilaksanakan penyusunan model-model inkubator agroindustri dan green energy pada IPB. Unsoed. Bakrie. UMN Jakarta. ICELL Admisolo. 01 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional. 31 Maret 2010 Program Kegiatan Pengkajian Sumber Daya Koperasi dan UKM Dalam rangka mendukung penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pemberdayaan Koperasi dan UKM. Kementerian Agama. . ITB. serta Pelatihan bagi 15 staf inkubator (IPB. inkubator ICT/industri kreatif pada ITS. UNS. Kementerian Pemuda dan Olahraga. Dalam rangka memperkuat komitmen dan dukungan dari pihakpihak terkait untuk pengembangan inkubator. di Jakarta. maka pada 31 Maret 2010 telah ditandatanganinya SKB Tiga Menteri (Kementerian Koperasi dan UKM. Univ. Inpres No. Kajian Pemberdayaan Koperasi dan Koperasi dan UKM Dalam Era Otonomi Daerah. Unibraw. berbagai kegiatan pengkajian di bidang pemberdayaan Koperasi dan UKM. Pertemuan tersebut menghasilkan pemberian dana perkuatan usaha kepada enam tenant. pada 4 November 2010 diadakan pelatihan inkubator internasional di Jakarta yang menghadirkan pakar inkubator dari Jepang. SKB tersebut akan diusulkan menjadi Perpres mengenai Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi dan surat izin prakarsa Perpres telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kepada Presiden. UI. Kajian Evaluasi Pemanfaatan Bantuan Sarana Pasar Dalam Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Undip). 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Selain itu dalam rangka memantapkan pengembangan inkubator bisnis dan teknologi. 6 Tahun 2007 tentang percepatan sektor riil dan pemberdayaan UKM dan Naskah Kesepakatan Bersama antara Menteri Koperasi dan UKM. Inpres No. Kajian Dampak Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (PERKASSA). inkubator manufacturing pada ITB. BPPT dengan koordinator Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Kementerian Diknas dan Kementerian Ristek) tentang Gerakan Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi dalam Menumbuhkembangkan Wirausaha Inovatif. antara lain: • • • • • Kajian Formalisasi Perizinan Usaha Bagi Koperasi dan UKM. Kecil dan Menengah (Pasal 15). dengan peserta negara-negara ASEAN dan 11 inkubator dari Indonesia. Menteri Negara Koperasi dan UKM mengunjungi salah satu stand mahasiswa di sela-sela acara penandatanganan MOU dalam rangka Pengembangan Inkubator. Kajian Peran Peraturan Daerah Dalam Pemberdayaan Koperasi dan UKM.

-.000 25. • Menyediakan layanan permanent display/showroom ritel produk unggulan Koperasi dan UKM Indonesia dalam UKM Gallery.321.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 235 Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) merupakan satuan kerja pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah Kementerian Koperasi dan UKM. Bab 9 BADAN LAYANAN UMUM 1 2 PENDAPATAN BADAN LAYANAN UMUM LEMBAGA LAYANAN PEMASARAN . terdiri dari Pendapatan Sewa Rp 20.521 % 57 82 Pada Tahun Anggaran 2009 Pendapatan Operasional Jasa Layanan LLP-KUKM sebesar Rp 21. hal ini bertujuan untuk menarik pelanggan agar mengunjungi dan memasuki serta berbelanja di UKM Gallery.KUKM/VIII/2006 tentang organisasi dan tata kerja LLP-KUKM tanggal 19 Agustus 2006. ATM.569.723.089.059.000. dan ditetapkan sebagai BLU dengan status BLU Penuh melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 159/ KMK.389.930. • Program Ekspose Produk Unggulan 33 Provinsi (Tahap I).146. • Menyediakan layanan ruang pamer dan ruang pelatihan..3/ Per/M. LLP-KUKM melaksanakan beberapa kegiatan antara lain: • Memasarkan produk UKM di dalam maupun luar negeri melalui trading house dengan nama “SMESCO INDONESIA COMPANY” (SIC). Dalam melaksanakan tugas pokok untuk memasarkan produk-produk Koperasi dan UKM tersebut.755 20. Bekerjasama dengan dinas -dinas daerah untuk mengisi Gedung Smesco UKM beserta produk-produk unggulan daerahnya. Hal ini juga dimaksudkan agar Smesco UKM menjadi destination dan meeting point bagi masyarakat Jakarta. Satuan kerja LLP-KUKM ditetapkan melalui Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor 19. money changer.409. Visi LLP-KUKM adalah menjadi institusi profesional berskala internasional di bidang pemasaran produkproduk koperasi dan UKM Indonesia yang mampu menjadikan Smesco UKM sebagai ikon pemberdayaan dan ikon industri kreatif Koperasi dan UKM.592.000. Pendapatan Pendapatan Jasa Layanan (UKM Gallery) Pendapatan Jasa Penyedia Barang dan Jasa Lainnya Target 2.000.411.000 Realisasi 1. • Menyediakan layanan penyewaan ruang kantor dan sarana pendukung lainnya seperti: bank.554.dan Pendapatan Trading House Rp 639. 2010 No.05/2007 tanggal 20 Maret 2007. travel agent.KUKM TA. mini market. restaurant dan cafe.- Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .000.

Jakarta.236 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 237 Yuana Sutyowati Barnas Direktur Utama LLP-KUKM Menteri Negara Koperasi dan UKM didampingi oleh Direktur Utama LLP-  KUKM meresmikan 7 paviliun daerah di gedung SMESCO UKM. 14 Desember 2010 .

238 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 239 Menteri Negara Koperasi dan UKM menyaksikan Direktur Utama LLP-KUKM menandatangani MoU Program Strategis Delegasi Thailand mengunjungi salah satu stand kerajinan di galeri UKM .

tenun. aksesoris. LLP-KUKM telah melayani Koperasi dan UKM dari 23 Provinsi di Indonesia. Pameran Food and Packaging. Kemitraan dengan Koperasi dan UKM dilakukan melalui kerjasama dengan koperasi yang mewakili Koperasi dan UKM anggota dengan menerapkan konsep bagi hasil. yaitu Pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2010 dan Pameran Poire De Marseille di Prancis bulan Oktober 2010. UKM GALLERY yang menempati 2 lantai di gedung utama SMESCO UKM ini menyajikan berbagai karya terbaik para perajin dari seluruh Indonesia. 14 Juli 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan sekaligus membuka acara SMESCO Craft & Home Furnishing Expo 2009 . Acara-acara yang telah diselenggarakan bertempat di gedung SMESCO UKM antara lain Indonesia Green Award. anyaman. Bulan Desember 2010.240 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 241 Dalam pelaksanaan program pemasaran produk-produk unggulan Koperasi dan UKM melalui trading house. kegiatan LLP-KUKM yang lain adalah menyediakan ruang pameran dan pelatihan bagi Koperasi dan UKM pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. sekaligus untuk memperoleh devisa bagi negara. songket. LLP-KUKM juga menampilkan produk-produk unggulan UKM di dalam gerai ritel UKM GALLERY yang telah dibuka secara resmi sejak tanggal 3 April 2009 yang lalu. juga sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan LLP-KUKM kepada masyarakat sebagai sebuah lembaga yang bergerak di bidang pemasaran produk Koperasi dan UKM yang berkualitas serta untuk membuka akses pasar bagi para Koperasi dan UKM. Beragam kerajinan seperti batik. Kegiatan ini terbuka bagi semua daerah. Hingga akhir tahun 2010 LLP-KUKM telah melayani 827 Koperasi dan UKM yang menaungi ribuan perajin dari seluruh Indonesia. Bertempat di Gedung SMESCO UKM. patung. Hingga saat ini. SIKIB Expo 2010 dan lain-lain. Education Fair 2010. harga kompetitif dan sanggup memenuhi permintaan pasar. Keikutsertaan LLP-KUKM dalam pameran tersebut selain untuk memasarkan produk-produk Koperasi dan UKM Indonesia. hingga furnitur dan produk-produk interior hadir dengan harga yang kompetitif. LLP-KUKM telah mengirimkan produk Koperasi dan UKM mitra ke Shanghai (China) dan Dubai dengan melibatkan 10 Koperasi dan UKM dan 15 produk. Untuk mempromosikan dan memasarkan produkproduk Koperasi dan UKM ini. dengan syarat memiliki kualitas produk yang baik. Selain mengikuti pameran. Ekspansi ke pasar Internasional bagi Koperasi dan UKM merupakan alternatif untuk memperoleh pasar yang lebih luas. LLP-KUKM bekerja sama dengan 7 provinsi untuk mengenalkan produk-produk unggulan daerahnya sebagai bentuk implementasi Program Ekpose Produk Unggulan Koperasi dan UKM 33 provinsi oleh LLP-KUKM. Pembiayaaan Expo. sepanjang tahun 2010 LLP-KUKM telah mengikuti beberapa pameran di dalam dan luar negeri. Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan pada acara Pembukaan SMESCO UKM Festival.

242 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 243 Ibu Negara Ani Yudhoyono pada pembukaan SIKIB Expo 2010 .

dari 11 lantai di gedung utama SMESCO UKM yang diperuntukkan sebagai perkantoran. Berbagai seminar. lokakarya dan pelatihan juga diselenggarakan di gedung utama SMESCO UKM untuk memperluas wawasan dan pengetahuan UKM. terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang dan ikut ambil bagian dalam event ini.5 lantai telah terisi penuh. 27 Oktober 2010 Misi UKM GALLERY adalah menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia. SMESCO UKM ingin mengubah persepsi masyarakat yang menganggap produk-produk Koperasi dan UKM kurang berkualitas. sehingga nantinya bisa mandiri dan dapat mengurangi tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. LPDB-KUMKM. dengan terus-menerus melakukan pengembangan desain agar daya saing produk meningkat sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Beberapa tenant yang menyewa ruangan dengan space yang besar antara lain: PT Infomedia Nusantara. Sesuai dengan program yang telah dicanangkan pemerintah maka SMESCO UKM juga memposisikan diri sebagai lokomotif sekaligus acuan bagi pengembangan industri kreatif Koperasi dan UKM. Dengan UKM GALLERY. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Departemen Keuangan dan Bank Negara Indonesia serta 7 paviliun daerah. Menteri Negara Koperasi dan UKM mengunjungi salah satu stand di acara SMESCO Craft & Home Furnishing Expo .244 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 245 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan ke SMESCO EXPO 2010 di Jakarta. Hingga akhir tahun 2010. festival makanan tradisional yang telah diadakan 2 kali. LLP-  KUKM sebagai Badan Layanan Umum diharapkan dapat memberikan layanan yang optimal bagi koperasi dan UKM. Berbagai event telah dilaksanakan untuk memperkenalkan UKM GALLERY dan SMESCO UKM. Bank Mega Syariah. Festival yang menyediakan berbagai makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia ini mendapat sambutan yang sangat baik. Salah satunya adalah “Warisan Enak”. sebanyak 10.

Mitra yang tidak dapat meneruskan penyaluran pinjaman/pembiayaan kepada Koperasi dan UKM mengembalikan dana kepada LPDB-KUMKM sebesar Rp 13.104 yang diberikan kepada 125.164. sehingga dana yang tersalurkan oleh mitra menjadi Rp 598.376. 47 Mitra Perusahaan Modal Ventura dan 10 Mitra Perbankan.458.167.590.590.298.246.445. Non Performing Loan (NPL) LPDB-KUMKM per 20 Desember 2010 sebesar 0. sehingga target penyalurannya menjadi Rp 835. sedangkan pada semester I tahun 2010 sebesar Rp 59.82%) dan tahun 2010 sebesar Rp 366.939.246 atau 67.909 UMKM melalui 19 Mitra Koperasi Sekunder. 14 (empat belas) Mitra Perusahaan Modal Ventura dan 4 (empat) Mitra Perbankan.9%).568.232. Total penyaluran dana bergulir pada tahun 2010 mencapai Rp 366. sejak September 2008 hingga 20 Desember 2010 LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman/pembiayaan kepada mitra sebesar Rp 611.185.858 (23.531. terjadi pergantian Direksi LPDB-KUMKM. sehingga rencana penyaluran dana bergulir-yang dananya bersumber dari APBN-dialihkan penyalurannya ketahun 2011 (baru masuk ke rekening LPDB-KUMKM tanggal 16 Desember 2010).207.294.000.880.381. Memasuki semester II.345.000.000 yang merupakan 65% dari target penyaluran Rp 835.125. Selain dana yang sudah disalurkan. namun hingga bulan Desember 2010 dana dari APBN sebesar Rp 350. dan rencana penyaluran dana bergulir dilakukan penyesuaian sehingga menjadi Rp 542.000.56% dari pagu anggaran yang dapat direalisasikan sebesar Rp 19.008 dan realisasi belanja PNBP sebesar Rp 15.200. Nilai dan persentase terhadap target pada tahun 2008 sebesar Rp 35.400.822.000 (25. terdiri dari realisasi belanja APBN sebesar Rp 2.200. .000. Provinsi yang belum menerima dana bergulir dari LPDB-KUMKM adalah Bangka Belitung.000 belum diterima oleh LPDBKUMKM.914. tahun 2009 sebesar Rp 210. Dana bergulir disalurkan kepada Koperasi dan UKM yang tersebar di 29 Provinsi di Indonesia.383.000.424.872.574.539 atau 94. Sejak semester II tahun 2010 penyaluran dana lebih difokuskan kepada koperasi secara langsung dan mengalami peningkatan lebih dari 5 (lima) kali lipat dibandingkan pada semester sebelumnya. Gorontalo.45%). terdapat usulan yang sudah disetujui oleh Komite Pinjaman/Pembiayaan dan siap untuk dicairkan kepada mitra sebesar Rp 168.000.713.274.164.385. Pengelolaan Dana Bergulir Tahun 2010 Rencana penyaluran dana bergulir tahun 2010 adalah sebesar Rp 1.000.058.000. Penyaluran dana bergulir pada semester II tahun 2010 mencapai Rp 306.219. 190 (seratus sembilan puluh) Mitra Koperasi Primer Langsung.000.000.213.246 (67. Realisasi anggaran belanja LPDB-KUMKM per 23 Desember 2010 sebesar Rp 18. Sulawesi Barat dan Papua.021. 223 Mitra Koperasi Primer Langsung.502. Dana bergulir tahun 2010 disalurkan kepada 10 (sepuluh) Mitra Koperasi Sekunder.458. Realisasi pendapatan per tanggal 23 Desember 2010 sebesar Rp 61.153 atau 315.131.12% (batas yang diperkenankan dalam Rencana Bisnis dan Anggaran sebesar 15%).246 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 247 Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) Kemas Danial Direktur Utama LPDB-KUMKM Perkembangan Pengelolaan Dana Bergulir 2008–2010 Secara kumulatif.45% dari target penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2010.000.87% dari target anggaran sebesar Rp 19.000.330.784.

872 611.246 Jumlah 19 223 47 10 125.383.574.131.568.000 197.248 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 249 Realisasi penyaluran dana bergulir s/d DESEMBER 2010 Jumlah Mitra yang telah Melakukan Akad Tahun Koperasi Sekunder Koperasi Primer PMV Bank Jumlah UMKM Jumlah Penyaluran (Rp) Tidak Tersalurkan Oleh Mitra dan dikembalikan ke LPDB-KUMKM (Rp) – 12.142 4.000.229 35.000.058.872 598.986 58.000 306.652.109.772.125.713.058.858 59.246 2008 2009 Januari s/d Juni 2010 Juli s/d 20 Desember 2010 3 6 5 5 – 33 57 133 11 22 5 9 – 6 1 3 2721 89.979.400.574.232 Menteri Negara Koperasi dan UKM didampingi Direktur Utama LPDB menyerahkan dana bergulir di provinsi Aceh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM di dampingi Direktur Utama LPDB-KUMKM.817 29. 6 Agustus 2010 . Kemas Danial membuka acara Temu Mitra Penerima Pinjaman/Pembiayaan LPDB-KUMKM Para Anggota Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Petunjuk Pengelolaan Dana Bergulir LPDBKUMKM melakukan penandatanganan di Jakarta.000 210.021.590.125.104 13.000 – Jumlah Dana Bergulir yang Berada di Mitra (Rp) 35.400.909 611.330.021.424.000.000 306.590.

4. dan penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka mengetahui perkembangan pinjaman dan pengembalian serta kendala yang dihadapi dalam proses pemberian pinjaman.25 triliun. Penyempurnaan Tarif Layanan Banyaknya permintaan dari Koperasi dan UKM secara individual untuk mendapatkan pinjaman/ pembiayaan dari LPDB-KUMKM. 3. Kajian Pola Reward and Punishment LPDB-KUMKM akan mengusulkan penyempurnaan pola remunerasi dengan memperhatikan prinsip berkeadilan. 7. Kajian Pengembangan Organisasi Diusulkan perubahan struktur organisasi LPDB-KUMKM dengan memisahkan Direktur Keuangan dan Umum menjadi Direktur Keuangan dan Direktur Umum. transparan dan akuntabel serta memperoleh citra yang baik dari para pemangku kepentingan. maka akan ditetapkan Key Performance Indicator (KPI) dan Standar Kompetensi Pegawai. maka LPDB-KUMKM akan mengusulkan tambahan dana bergulir melalui APBN-P sebesar Rp 2 triliun pada bulan Mei 2011. Dalam rangka mencapai Good Government Governance (GGG) LPDB-KUMKM telah mengambil langkah-langkah strategis seperti MoU dengan Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di provinsi seluruh Indonesia.105. (dengan harapan kinerja seluruh jajaran pejabat maupun pegawai dapat terukur dengan baik). sedangkan dana bergulir yang tersedia pada tahun 2011 sebesar Rp 1.86 triliun.557. sekaligus menyerahkan penghargaan kepada ”Mitra Terpercaya LPDB-KUMKM”. mampu mendorong produktifitas pegawai. Reformasi LPDB-KUMKM Tahun 2010 Direksi baru telah membentuk Tim Transformasi pada tanggal 12 Juli 2010 yang bertugas mengkaji dan memberi solusi permasalahan yang menghambat pengelolaan dana bergulir. Pengembangan Teknologi Informasi LPDB-KUMKM mengembangkan aplikasi yang berisi informasi tentang proses pemberian pinjaman mulai dari proposal diterima LPDB-KUMKM hingga pencairan. 5. Mengingat jumlah koperasi dan UKM untuk memperoleh dana bergulir dari LPDB-KUMKM terus meningkat.25 triliun kepada 126. Guna lebih meningkatkan pelayanan kepada mitra yang lebih profesional.2%) dari target pengalihan berdasarkan Nilai Realisasi Bersih (NRB) sebesar Rp 1. (setelah revisi.378. Secara prinsip usulan perubahan struktur organisasi dimaksud telah disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara. petunjuk teknis LPDB-KUMKM menjadi hanya sebanyak 4 Juknis dari semula 14 Juknis).400 UKM melalui 463 Koperasi dan 42 lembaga non koperasi. 6. Key Performance Indicator (KPI) dan Standar Kompetensi Pegawai Dalam upaya meningkatkan profesionalisme LPDB-KUMKM. MoU dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).877.211. LPDB-KUMKM melakukan pertemuan dengan mitra yang telah menerima pinjaman/  pembiayaan dari LPDB-KUMKM. Penyempurnaan Standard Operational Procedure (SOP) Mengubah SOP pola penyaluran dengan menyederhanakan pelaksanaan proses pemberian pinjaman/ pembiayaan dari 60 hari menjadi 15 hari kerja sebagai upaya mempercepat penyaluran dana bergulir 2. Aplikasi ini membantu jajaran manajemen dalam mendukung pengambilan keputusan. .250 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 251 Realisasi pengalihan dana bergulir dari Satker Kementerian Koperasi dan UKM per 20 Desember adalah sebesar Rp 450. Penyempurnaan Petunjuk Teknis (Juknis) Petunjuk Teknis (Juknis) pemberian pinjaman/pembiayaan direvisi dengan meminimalisasi ketentuanketentuan yang multitafsir menjadi lebih sederhana dan fleksibel sehingga memperluas kesempatan mitra untuk memperoleh dana bergulir dari LPDB-KUMKM. dan dapat mengakomodir reward and punishment. Rencana Penyaluran Tahun 2011 Rencana penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2011 sebesar Rp 1.885. dengan hasil antara lain: 1. maka LPDB-KUMKM mengusulkan kepada Menteri Keuangan adanya penjabaran kriteria sasaran dan strategis serta kebijakan tarif tersendiri bagi Koperasi dan UKM yang secara langsung menerima pinjaman dari LPDB-KUMKM yang sampai saat ini belum diatur. dan sampai saat ini mencapai Rp 3.774 (37. LPDB-KUMKM akan menerapkan ISO 9001 pada tahun 2011.

• Teluk Wondama (Papua Barat)-7 koperasi/LKM . dan Klaten di Jawa Tengah). Boyolali. Klaten. Sleman.Rp 13. Pinjaman jangka panjang kepada 238 koperasi peserta program perkuatan 2000–2007 dengan nilai Rp 25.000. • Sleman (DI Yogyakarta)-88 koperasi/LKM . Program bantuan sosial kelompok perempuan dan kelompok pemuda yang bukan merupakan pinjaman sehingga tidak harus dikembalikan.000. c.850.(dua puluh lima miliar lima puluh juta rupiah). yang terbagi atas: • Mentawai (Sumatera Barat)-16 koperasi/LKM . Usaha Mikro.000.000.450. khususnya Deputi Bidang Pembiayaan dalam Penanganan Daerah Bencana membuat kebijakan untuk memberikan penghapusan/pemutihan pinjaman bagi Koperasi dan UKM.000. Bab 10 MITIGASI BENCANA ALAM Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terkena musibah bencana alam.450. Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan pada Menteri Keuangan agar dapat menghapusbukukan pinjaman tersebut.(dua miliar empat ratus lima puluh juta rupiah).000. Begitu juga dengan Koperasi. Deputi Bidang Pembiayaan menurunkan bantuan perkuatan dengan total nilai Rp 27. terutama yang tinggal di daerah yang terkena bencana. gempa di Provinsi Sumatera Barat sampai dengan erupsi gunung Merapi di Provinsi DIY dan Provinsi Jateng. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . Melihat kondisi yang demikian Kementerian Koperasi dan UKM telah mengambil langkah-langkah penanganan serius sejak masa tanggap darurat maupun dalam masa pemulihan terhadap Koperasi dan UKM yang terkena dampak bencana tersebut.050.Rp 600.000.Rp 11. banyak yang mengalami kerugian dan bahkan asset yang dimiliki tidak bisa lagi diselamatkan. Boyolali (Jawa Tengah)-176 koperasi/LKM .000. Bantul.600.Rp 1. misalnya saja: a. Kementerian Koperasi dan UKM.000.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 253 Bencana alam yang terjadi di tanah air mulai dari di Wasior Provinsi Papua Barat. Kepulauan Mentawai-Sumatera Barat. Magelang. Penghapusan/pemutihan pinjaman bagi Koperasi dan UKM dari tahun 2000–2009 yang dialokasikan dengan APBN melalui program Dana Bergulir kepada Koperasi dan UKM yang terkena bencana (Wasior di Papua Barat. b. • Magelang. Kecil dan Menengah di wilayah tersebut. telah membawa pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat.000.. yang diberikan kepada 49 koperasi dengan nilai hibah Rp 2.000 (dua puluh tujuh miliar lima ratus juta rupiah) diberikan kepada 287 koperasi/LKM di daerah bencana.000.500. dan Gunung Kidul di DI Yogyakarta. dan tidak perlu dikembalikan atau dihibahkan kepada koperasi/LKM peserta program.

Sumatera Barat dalam rangka Mitigasi Bencana Alam .254 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 255 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke Padang.

256 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 257 Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM melakukan penyerahan bantuan korban Merapi dan perkuatan dana bagi Koperasi se-Provinsi DI Yogyakarta. 01 November 2010 . 1 November 2010 Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM ditemani Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X di salah satu Posko Utama untuk para korban letusan Gunung Merapi.

BTN. Dinas Koperasi Jateng serta Kementeriaan BUMN. pimpinan Bank (BRI. baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat khususnya Koperasi dan UKM setempat. Sleman. BNI. Magelang. 4. Pertemuan pembahasan lebih lanjut dengan Bank Indonesia akan dilakukan untuk membahas: a. 2. Kab. Kab. Kab. Kulon Progo. Papua. Mengadakan Pertemuan dengan Direktur UKM Bank Indonesia. Boyolali. Mengusulkan perbankan agar perusahaan penjaminan kredit dapat membayar klaim Debitur KUR di daerah yang terkena bencana. c. Provinsi DIY.258 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 259 Bencana alam yang terjadi di tanah air pada tahun 2010. Langkah-langkah yang telah diambil dalam penanganan di daerah bencana tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menyampaikan Surat Menteri Koperasi dan UKM Nomor 110/M. 3. mengeluarkan kebijakan penanganan kredit agar memberikan kejelasan di masyarakat. 12 Oktober 2010 . Bukopin. Provinsi Jateng. menyempurnakan data dengan mengelompokan debitur sedang dalam pemisahan kategori Koperasi dan UKM yang terkena dampak langsung dan tidak langsung. Provinsi Sumbar. Mandiri. BSM) dan Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di Kab. Dinas Koperasi Provinsi Sumbar (Mentawai). tentang Usulan Program Pemulihan Ekonomi (Recovery) untuk Koperasi dan UKM. b. yaitu: Provinsi Papua Barat. Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan peninjauan dan berdialog langsung dengan para korban bencana alam di Wasior. telah berdampak kerusakan.I.KUKM/XI/2010 Kepada Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat R. Klaten dan Kab. Kementerian Koperasi dan UKM telah mengusulkan Program Penanganan tentang Program Pemulihan Ekonomi (Recovery) untuk Koperasi dan UKM.

260 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 261 Menteri Negara Koperasi dan UKM disertai Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM. 20 November 2010 . meninjau langsung lokasi yang terkena bencana erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta.

262 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 263 Menteri Negara Koperasi dan UKM berada di tengah-tengah pengungsi korban bencana alam Gunung Merapi di Yogyakarta. 20 November 2010 .

d. melalui: a. Pembentukan Komite Kebijakan PUG Bidang Koperasi dan UKM Kementerian Koperasi dan UKM. b.  Penyusunan Buku Panduan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) Bidang Koperasi dan UKM. Penyusunan Buku Pedoman Umum Pelaksanaan PUG dan PPRG Bidang Koperasi dan UKM. Bab 11 KERJASAMA DALAM NEGERI Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . e. S  eminar Percepatan Pengintegrasian Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG).  Rapat Koordinasi Focal Point Gender dan Bidang Perencanaan Dinas Provinsi yang membidangi Koperasi dan UKM Seluruh Indonesia. telah dilakukan berbagai upaya percepatan dan pengintegrasian pengarusutaman gender ke dalam program pemberdayaan Koperasi dan UKM. c.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 265 Pengembangan Pengarusutamaan Gender Bidang Koperasi dan UKM Dalam rangka melaksanakan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional.

Anugerah ini merupaka penghargaan kepada Kementerian/Lembaga yang telah berhasil secara aktif mendorong dan melaksanakan strategi PUG di masing-masing institusi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing. Kementerian Koperasi dan UKM juga telah menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori pratama. Kementerian Koperasi dan UKM kembali dipercaya mendapatkan APE Kategori Madya dari Presiden RI. Pada dua tahun berturut-turut sebelumnya. Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya Tahun 2009 dari Presiden Republik Indonesia Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya Tahun 2010 dari Presiden Republik Indonesia .266 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 267 Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Madya Untuk tahun 2010 ini.

268 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 269 Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang Pengarusutamaan Gender. 25 April 2010 Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Riset dan Teknologi tentang Gerakan Nasional Pengembangan Inkubator Bisnis .

Acara Pojok Rakyat dilaksanakan sebagai komitment PT Carrefour Indonesia memajukan Koperasi dan UKM Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Kelautan & Perikanan dalam rangka penciptaan dan pengembangan wirausaha bidang perikanan dan kelautan Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan pada acara penandatanganan kerja sama antara SMESCO UKM dengan PT Telkom Indonesia .270 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 271 Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka acara Pojok Rakyat Carrefour di Bandung.

5/ III/2010 mengenai Pengembangan Wirausaha Muda Indonesia. b. Program Pengembangan Wirausaha Muda Kementerian Koperasi dan UKM: • Program pengembangan wirausaha di kalangan sarjana.272 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 273 Kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Shell Indonesia Pada 30 Maret 2010. • Pelatihan menjadi wirausaha pemula sukses (Becoming Successful Owner Manager). • Penghargaan bisnis untuk wirausaha muda pemula (Business Start-Up Awards). Penandatanganan kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Shell Indonesia dalam rangka Pengembangan Kewirausahawan Pemuda . Program Shell LiveWIRE: • Pelatihan motivasi untuk menjadi wirausaha (BRIGHT Ideas Workshop). • Pelatihan bagi pelatih untuk workshop Live WIRE. yaitu: a. telah ditandatangani kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Shell Indonesia dengan nomor: 02/AGR/SI/2010 dan Nomor: 03/SKB/DEP. • Layanan informasi bisnis melalui internet (Online Business Inquiries). Ruang Lingkup kerjasama tersebut meliputi beberapa kegiatan. •  Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kewirausahaan dan manajerial bagi calon wirausaha muda. • Bimbingan dan mentor bisnis (Business Coaching & Mentoring).

data yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. serta pengawasan internal. Data yang dimaksud meliputi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM. . Kementerian Koperasi dan UKM menjamin bahwa data yang disediakan merupakan data yang lengkap sesuai permintaan BPK-RI dan sesuai dengan kondisi sebenarnya. dan BPK-RI menjamin bahwa Sistem Informasi untuk Akses Data Kementerian Koperasi dan UKM digunakan hanya untuk kepentingan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Keuangan Barang Milik Negara (SIMAK BMN).274 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 275 Kerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kementerian Koperasi dan UKM dan BPK telah menjalin kerjasama dalam pengelolaan Sistem Informasi untuk Akses Data sehingga BPK-RI dapat mengakses data Kementerian Koperasi dan UKM secara langsung. Sistem Akuntansi Keuangan (SAK).

Bab 12 KERJASAMA LUAR NEGERI Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . Melalui kerjasama bilateral ini diharapkan dapat membawa Koperasi dan UKM menjadi lebih siap. transfer pengetahuan. termasuk Koperasi dan UKM untuk mempersiapkan diri dalam memasuki persaingan usaha tersebut. Kementerian Koperasi dan UKM senantiasa mencari terobosan baru dan menjalin kerjasama. keterampilan serta teknologi tersebut amat bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan pengembangan usaha Koperasi dan UKM. Di samping itu. termasuk dengan negara/  lembaga asing mitra pembangunan. karena saat ini dunia usaha dihadapkan pada persaingan bebas yang menghendaki kepada pelaku usaha. Hal ini sangat penting. dengan kerjasama bilateral ini juga diharapkan akan menjadi media komunikasi dan promosi.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 277 Sebagai bagian dari pemberdayaan Koperasi dan UKM. khususnya dalam upaya memperluas pasar produk Koperasi dan UKM di luar negeri. Sudah banyak kerjasama bilateral yang dijalin dengan pihak asing karena semua dukungan teknis.

Corrine Tessier sedang memberikan pelatihan kepada Koperasi dan UKM yang dilakukan oleh CipseD-Project . Sulawesi Utara. Setelah MoU ditandatangani pada 2 Mei 1996. kerjasama pertama yang dilakukan adalah bantuan pendampingan teknis lewat Private Enterprise Project (PEP). Canadian Manufacturers and Exporters dan CARE Canada. Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Pelaksanaannya dikelola oleh CIDA dan Canadian Executing Agency (CEA) yang merupakan konsorsium yang terdiri dari Whyte Reynolds International Inc. Tim Reynolds dan Miss. CIPSED Project selesai pada 30 April 2012. Program ini bertujuan untuk membantu Indonesia dalam membuka peluang untuk memperbaiki tingkat ekonomi bagi laki-laki dan perempuan yang rentan terhadap kemiskinan. Tahap kedua dimulai pada 2001 dan berakhir pada 2007. CIPSED Project melakukan bantuan dan dukungan terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah di empat provinsi yaitu Sulawesi Selatan. Technical Assistance (TA) ini diberikan kepada UKM Indonesia lewat IWAPI yang merupakan mitra kerja utama PEP.278 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 279 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Kanada Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan pemerintah Kanada dilakukan lewat Canada Indonesia Development Agency (CIDA). MoU kerjasama kedua ditandatangani pada 22 Februari 2008 dalam bentuk Canada Indonesia Private Sector Enterprise Development (CIPSED) Project.. dalam dua tahap. Mr.

Sulawesi Selatan •  C IPSED melakukan pengkajian antara permintaan dan persaingan. kualitas produk dan volume penjualan pada klaster UKM. 63% di Tanjung Tiram. Klaster Rumput Laut di Sulawesi Tenggara Bantuan teknis diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan UKM melalui peningkatan teknis budidaya dan penerapan nilai tambah lokal dan teknologi pengolahan. Bimbingan ini dilakukan di Tambeanga. d.280 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 281 Program dan pencapaian CIPSED sejauh ini adalah: 1.269. Hasilnya. Hasilnya. Respon yang amat baik dapat dilihat saat diselenggarakannya Ecotourism Conference-World Ocean Conference (WOC) 2009 dan juga saat diselenggarakannya Sail Bunaken. Indikator pencapaiannya dilihat dari tingkat produksi. Tanjung Tiram. Dari survey yang dilakukan secara acak. didukung oleh Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Kehutanan. volume produksi petani rumput laut binaan CIPSED pada Juli 2009 saja menunjukkan peningkatan produksi sebanyak 162% di Tambeanga. Hasilnya adalah: • Produksi budidaya rumput laut meningkat. Klaster rumput laut di Jeneponto. yang secara aktif mengembangkan klaster mete. •  C IPSED membantu menyelamatkan gagal tanam di Jeneponto dan Takalar. Jawa Tengah. b. Sulawesi Selatan •  C IPSED membantu petani menerapkan teknik baru dalam pembibitan agar mendapatkan kualitas tanaman yang baik dan hasil panen meningkat. baik dari segi jumlah maupun kualitasnya.-. Seaweed Propagule tumbuh dengan baik. sekaligus melakukan studi pasar (mendatangi pembeli dan meneliti jalur distribusi dari petani ke pasar).  Pelatihan bagi klaster UKM dan penduduk desa yang berhubungan dengan pengelolaan dan pembibitan rumput laut juga diselenggarakan oleh CIPSED. •  C IPSED juga mendorong petani rumput laut agar dapat meningkatkan nilai tambah dan penjualan dengan membentuk koperasi (Koperasi Petani Hidayat) yang bertanggung jawab mengurus kegiatan perdagangan klaster. Klaster kacang mete di Jeneponto. peningkatan efisiensi operasional klaster UKM yang berkaitan dengan manajemen dan teknik pengolahan serta pengembangan pasar. untuk mengelola pemasaran produk-produk mereka.outlet pemerintah mencapai Rp 13. Rumput laut ini kemudian didistribusikan kembali pada anggota koperasi. Sebagai catatan. Sapondam Labuan Beropa. Upaya memaksimalkan pemasaran dan penjualan klaster keramik dan kerajinan kelapa yang dilakukan oleh CIPSED ini mendorong klaster-klaster tersebut membentuk Kelompok UKA. a. 100% kapasitas area rumput laut (100 baris yang terdiri dari 100m setiap barisnya) dicapai pada akhir Juli 2009. kualitas dan kuantitas produksi meningkat secara signifikan. Di samping itu telah dirintis pula kemitraan usaha dengan PT Siantan Suratama. e. Peningkatan volume ini sejalan dengan penjualannya. karena cuaca yang buruk. dalam WOC 2009. Sulawesi Selatan. 52% di Mekar. c. dan penciptaan pekerjaan yang lebih baik. •  C IPSED juga memperkenalkan konsep bantuan teknis dan kebutuhan dengan cara melakukan pembelian langsung dari klaster UKM demi keuntungan bisnis. membantu meningkatkan nilai tambah lokal bagi petani kelapa di Moramo. dan Sapoda budidaya ini berjalan dengan sangat baik. Klaster arang batok kelapa CIPSED bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Sulawesi Tenggara.766.500 dan penambahan pendapatan mencapai Rp 62.000. Klaster ini sudah membentuk unit usaha Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera.200 petani kacang mete secara formal diorganisasikan dalam 2 koperasi. Klaster Kerajinan Kelapa dan Keramik di Sulawesi Utara Analisa pasar yang dilakukan CIPSED menjadi pedoman dalam mengembangkan lini produk keramik dan kerajinan kelapa. Jakarta. Ada empat kelompok perempuan di bawah bimbingan CIPSED dapat mengelola sendiri perluasan dan pengembangan nursery farm di Saponda. Di Tambeanga. • . dan Mekar. penjualan souvenir kerajinan kelapa dan keramik yang dilakukan melalui pesanan pemerintah dan promosi lewat outlet.  1. Mekar. Dan tentu saja mengembangkan kemitraan bisnis antara petani kacang mete dengan mitra usaha bisnis dari Semarang. Technical Assistance untuk Klaster UKM Merupakan program pengembangan dan perluasan pelaku usaha yang berkelanjutan.

b. atau Business Development Services Provider (BDSP). Manfaat yang diperoleh adalah meningkatnya jumlah anggota. Terkait dengan program keuangan mikro. Hasilnya. dibantu oleh CIPSED mencapai: 8% pertumbuhan keanggotaan koperasi. dan Training of Trainers (ToT) di bidang promosi dan pemasaran.  royek CIPSED ini sedapat mungkin memastikan agar jumlah layanan dan program dukungan yang ditawarkan P oleh BDSP kepada konstituen UKM-nya bisa meningkat. diikuti 40 pengusaha perempuan. CIPSED juga mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM) LKM Koperasi Syariah Al Ikhlas. diarahkan untuk membangun  lembaga-lembaga sektor swasta dan publik yang bertanggungjawab agar dapat mendukung UKM yang berfungsi baik dan punya daya saing. Sejalan dengan formula CIPSED. baik kaum laki-laki maupun perempuan. yang dikenal dengan KAPET Manado-Bitung.312).282 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 283 2. Setelah dijalankan. Hasilnya.5 miliar (CAD$ 163. g.  Di Sulawesi Selatan CIPSED menyediakan bantuan teknis kepada Regional Export Trade and Promotion Center (RETPC) agar dapat berfungsi sebagai pusat promosi dan advokasi kepada anggotanya yang punya potensi berkelanjutan. dan pelatihan dalam pembuatan proposal bagi calon sponsor (workshop on preparing and presenting a proposal to obtain sponsorship) yang diikuti 20 pengusaha perempuan. KIAT juga memproduksi jahe dengan penjualan yang cukup menjanjikan. serta programming dan instalasi e-newsletter/ email blast system. terdapat peluang dan pilihan strategis bagi KIAT/Gorontalo untuk mengembangkan kudapan asli (local snack) berbahan dasar jagung. 3. mengadakan pelatihan dengan staf senior untuk menentukan area e-business yang dapat meningkatkan kinerja SMESCO. Oleh karena itu CIPSED menyediakan pinjaman modal untuk program keuangan mikro. e. Selain itu juga ada peningkatan jumlah tenaga kerja dari 54 (Juli 2008) menjadi 124 (April 2009). seperti.. memberikan bantuan teknis serta pembiayaan untuk mendukung Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan UKM yang menjadi nasabahnya. . Rebranding. CIPSED menyediakan dana bagi LKM sebesar Rp 2 miliar. komponen untuk operasi bisnis dan pengembangan BIC. IWAPI DKI. Indonesian Export Training Centre (IETC) di bawah NAFED ( The National Agency for Export Development) atau di sini lebih dikenal dengan nama BPEN. pengembangan KAPET Manado-Bitung Business Information Center (BIC). di awal 2009 Koperasi Tani Hidayat yang merupakan leading MFI. CIPSED menyediakan bantuan teknis untuk memperkuat KAPET Manado-Bitung. Sejumlah pendekatan inovatif juga diberikan. sekaligus diversifikasi produknya ( popcorn. keberhasilan yang dicapai Jeneponto dengan MFI dipromosikan untuk menstimulasi aspirasi pertumbuhan kelompok.  Di Sulawesi Tenggara. Hasilnya antara lain: a. CIPSED memberikan pembiayaan melalui Manulife counter-trade agreement dengan BISMA di NAD dan dari sektor swasta sejumlah Rp 1.  MoU antara CIPSED dan Gubernur Gorontalo untuk melaksanakan Road Map pengembangan Kawasan Industri Agro Terpadu (KIAT) yang dirancang oleh CIPSED dan Dinas Koperasi dan UKM setempat. Sejumlah target penting telah dicapai dengan zona pengembangan ekonomi terpadu (Integrated Economic Development Zone) di Sulawesi Utara. d. 6% pertumbuhan aset total. total asset. dan 48% dalam simpangan anggota.  Di Jakarta CIPSED memberikan bantuan teknis untuk perkuatan kelembagaan kepada SMESCO (Small Medium Business Promotion Gallery). whole corn snack. D  i IWAPI Jakarta CIPSED mengadakan beberapa pelatihan. peningkatan pengunjung dari 70/hari di bulan Juli menjadi 100/hari di bulan Agustus tahun ini. 4% pertumbuhan portofolio pinjaman. corn vermicelli. c. Selain bahan dasar jagung. serta membantu meningkatkan kapasitas SMESCO’s UKM Gallery di Jakarta melalui teknologi informasi.  Di Sulawesi Utara. CIPSED membantu mengembangkan rencana bisnis 2009–2011. termasuk promosi menggunakan email blast. saat ini RETPC mampu menyediakan akses database pasar luar negeri sebanyak 3. dan simpanan anggota. dengan gross sales doubling antara Juni dan Agustus 2009. diantaranya tentang pengembangan sumberdaya manusia (human resources development workshop). database. f.587 pencarian link di 120 negara. Sedangkan dari hasil kajian analisa pasar.  Di IETC dilaksanakan latihan perencanaan ( planning exercise) dengan tim manajemen dan staf terpilih. yang membantu pencapaian pertumbuhan fenomenal pada tahun pertama keberadaannya. Koperasi Rahmat dan Koperasi Hidayat dalam bentuk bantuan pinjaman pembiayaan. CIPSED telah memberikan pelatihan terkait dengan Case Study Business Plan dan Teknik Analisa Cash Flow. Institutional Strengthening Penguatan Kelembagaan. Berdampak meningkatnya lapangan kerja dilihat dari peningkatan jumlah tenaga kerja (menjadi 17 orang). terlihat peningkatan produksi dan penjualan. mengulas dan menganalisa IETC. CIPSED juga menyelenggarakan pelatihan tentang prosedur standar operasional dokumen kredit (workshop on credit standard operating procedures documents). e-business. KAPET Bank Sejahtera (KBS) telah mengembangkan Road Map yang dapat digunakan sebagai pedoman. corn porridge). loan portfolio. Micro Finance Program CIPSED bermaksud meningkatkan akses terhadap keuangan mikro. website. Di SMESCO. yang digunakan untuk membiayai dua LKM di Jeneponto dan Takalar pada tahun keuangan 2009–2010 dan melalui perjanjian kemitraan dengan LPDB-KUMKM.

284

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

285

Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Amerika Serikat
Kerjasama dengan National Cooperative Business Association (NCBA) dari Amerika Serikat telah berlangsung selama beberapa dekade. Berdasarkan usulan dari instansi terkait telah dilakukan pembaruan MoU dengan membatalkan MoU yang sudah ada sebelumnya, dan telah ditandatangani pada 21 November 2007. Proyek bantuan yang dilakukan oleh NCBA melalui Enterprise Development and Employment-Generation Project for the Tsunami Impacted Areas of Sumatera (Tsunami Areas Project – TAP, Jumlah bantuan USAID adalah $11,050,000; Self Contribution: $2,550,000) pada tahun 2009 antara lain adalah sebagai berikut: a. Agricultural Development Operations Project Penerima bantuannya adalah Koperasi Baitul Quiradh Baburayyon (KBQB) yang memiliki 7.848 petani dengan luas area 9.443 ha yang terbagi dalam 156 kelompok petani. Manfaat yang dicapai antara lain: • Ada 5.987 petani yang memiliki kualifikasi pertanian organik. •  Petani dibantu untuk mendapatkan NOP (USDA), EU dan JAS (Japan) organic certification; cafe practices (Starbucks dan Conservation International ) certification; dan FairTrade certification (FLO Status), sehingga memiliki harga premium dan permintaan pasar yang tinggi. • Bantuan pengembangan fasilitas penyimpanan (storage) dan coffee processing bagi Koperasi. • Kondisi keuangan koperasi mencapai tingkat menguntungkan. b. Micro Finance Operations •  Koperasi yang mendapat bantuan adalah Koperasi Kredit Maju Bersama, yang dilihat dari pencapaian jumlah penerima pinjaman, sekaligus jumlah pinjaman yang diberikan. Keanggotaan Koperasi ini mencapai 5.419 petani dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 10 miliar. •  Telah dibentuk 36 Koperasi Wanita di Banda Aceh dan Aceh Besar, dimana 35 di antaranya telah mendistribusikan pinjaman kepada anggotanya. Koperasi Wanita tersebut telah memiliki 3.476 anggota di mana 3.127 telah mengembangkan usaha pinjaman atau usaha lainnya. Total pinjaman sebesar Rp 15,39 miliar dengan ukuran rata-rata pinjaman US$ 497. •  Dibentuk Asosiasi Koperasi Wanita untuk melanjutkan penyediaan layanan audit koperasi, hukum, tunggakan pinjaman, interlending, training dan layanan usaha lainnya. Untuk kegiatan training akuntansi dilakukan kerja sama dengan LAPENKOP Banda Aceh. Asosiasi Koperasi Wanita ini juga telah berpartisipasi dalam Aceh Fair pada Agustus 2009 dan menerima pengunjung yang signifikan jumlahnya, baik dari Pemerintah maupun dari lembaga donor.  

Pertemuan Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan Wakil Menteri Perdagangan Amerikat Serikat di Jakarta

286

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

287

Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Korea
Kerjasama teknik antara Pemerintah RI dan Republik Korea telah terjalin sejak 21 April 1971, dimana kedua Pemerintah menandatangani dokumen Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik (Agreement regarding Economic and Technical Cooperation and Trade Promotion between the Republic of Indonesia and the Republic of Korea). Guna mendorong dan mempercepat kerjasama ekonomi dan teknik di antara kedua negara, pada 4 Desember 2006 kedua kepala negara menandatangani deklarasi bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea, khususnya dalam kemitraan strategis untuk mendorong persahabatan dan kerjasama di Abad ke-21 (Joint Declaration between the Republic of Indonesia and the Republic of Korea on Strategic Partnership to Promote Friendship and Cooperation in the 21st Century). Koordinator pelaksana kerjasama teknik tersebut adalah Korea International Cooperation Agency (KOICA). Pemerintah Republik Korea melalui kantor Perwakilan KOICA di Indonesia melaksanakan proyekproyek kerjasama teknik, dan secara kontinu menawarkan program-program pendidikan dan pelatihan di Republik Korea.   Di bidang Koperasi dan UKM, pelaksanaan kerjasama teknik bilateral dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM, sedangkan oleh Pemerintah Korea dilaksanakan melalui Small Medium Business Administration (SMBA) Korea berdasarkan MoU tentang Kerjasama Pengembangan industri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang ditandatangani pada 21 Mei 2001. Dalam perkembangannya, MoU tersebut kemudian diamandemen dan telah ditandatangani pada 21 Mei 2006.   Tindak lanjut pelaksanaan MoU tersebut adalah: • Penempatan seorang liaison expert Korea di Kementerian Koperasi dan UKM. • Penyelenggaraan seminar/workshop di Indonesia maupun di Korea. • Program training bagi aparat Pemerintah dan pelaku Koperasi dan UKM. • Study Visit.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM berjabat tangan dengan pimpinan delegasi dari Korea dalam Asia-Europe Meeting (ASEM) Forum 2010

288

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

289

Dalam rangka pengembangan green industry Koperasi dan UKM, Kementerian Koperasi dan UKM dan SMBA Korea pada 2010 juga sepakat melakukan kerjasama yang dituangkan dalam Implementing Arrangement yang ditandatangani di Seoul pada 7 Mei 2010 dalam rangkaian acara ASEM Forum 2010 on Green Growth and SMEs. •  Sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti Implementing Arrangement tersebut, delegasi SMBA Korea melakukan kunjungan dan pertemuan di Kementerian Koperasi dan UKM untuk membahas rencana pelaksanaan Implementing Arrangement. •  Membentuk “ASEM SME ECO-INNOVATION CENTER/ASEIC (Establishment and Operation) di Korea, sebagai tindak lanjut dari pertemuan ke-7 ASEM Summit di Beijing dan Joint Statement pada pertemuan ASEM Forum on Green Growth and SMEs di Korea. Pembentukan ASEIC bertujuan untuk: a) menyediakan informasi bagi UKM untuk mengembangkan green industry; b) meningkatkan daya saing green technology bagi UKM dan memberikan kontribusi kepada global green growth economy dengan mempromosikan green growth bagi UKM; c) memperluas peluang usaha baru untuk pasar yang berkembang dengan menyesuaikan pada peraturan lingkungan di negara-negara anggota Asia-  Europe Meeting (ASEM). •  Rencana pengembangan Green Business Centre (GBC) yang dibangun atas kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dan SMBA Korea. Tujuan pembentukan GBC ini adalah untuk menemukan dan mengembangkan keberhasilan Green Business Model melalui kerjasama proyek Indonesia dan Korea, menyelenggarakan inkubator, konsultasi dan training yang terkait dengan Green Growth Technology dan Program ASEIC. Peran GBC antara lain: a) inkubator dan konsultan mengenai green business; b) penelitian dan pengembangan green technology (kedua negara berkontribusi pada penyediaan peralatan eksperimen); c) penyedia training dan informasi terkait dengan green technology dan green business. •  Observasi lapangan terhadap rencana lokasi GBC di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jl. Letjen. MT. Haryono Kav. 52–53, Jakarta Selatan (eks Kementerian Kelautan dan Perikanan) dan Gedung SMESCO UKM Lantai 10, Jl. Jend Gatot Subroto, Jakarta Selatan. •  Kunjungan studi institusi dari perwakilan SMBA dan SBC ke Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka policy exchange information.  

Dalam Asia-Europe Meeting (ASEM) Forum 2010 on Green Growth and SMEs pada tanggal 6-8 Mei 2010 di Seoul, Korea Selatan

290 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 291 Proyek pengembangan komoditi unggulan melalui pendekatan OVOP. bekerjasama dengan ICDF-Taiwan Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama para delegasi dari Thailand. 27 Oktober 2010 .

Counterpart Fund–Second Kennedy Round (CF-SKR). Jepang. Bantuan ini berdasarkan permintaan yang diajukan secara resmi melalui kerangka kerja sama pemerintah dua negara. peruntukan. atau walaupun sudah diproduksi sendiri namun kapasitasnya masih belum mencukupi kebutuhan. yaitu barang-barang pertanian yang dibutuhkan tersebut belum dapat diproduksi di negara penerima program SKR. 11 November 2010 .   Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam kesempatan APEC SME SUMMIT 2010 di Yokohama. Program SKR direalisasikan melalui pengadaan alsintan dan sarana produksi pertanian berupa pupuk dan pestisida yang diimpor.292 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 293 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Jepang Pemerintah Jepang lewat JICA memberikan bantuan hibah (Japan’s grant aid program) yang pelaksanaannya di bawah kerangka “ Second Kennedy Round (SKR)”. Dasar kesepakatan bantuan tersebut adalah Exchange of Note (E/N) yang ditandatangani oleh masingmasing wakil pemerintah. sesuai syarat yang ditentukan oleh SKR. Dalam E/N harus tercantum nilai bantuan. jangka waktu pelaksanaan dan mekanisme pelaksanaannya. SKR diberikan kepada negara-negara berkembang agar dapat meningkatkan produksi di bidang pangan.

• S  tudi banding ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Kopi di Jember karena selain tersedia berbagai paket mesin dan peralatan. Oktober 2010 telah ditandatangani Pedoman Teknis Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Petani Kopi melalui Pengembangan Pengemasan dan Pemasaran di Kabupaten Toraja UtaraSulawesi Selatan nomor: 187/  PER/DEP.20. dan prosedur yang sesuai dengan peraturan. b. CF tersebut selanjutnya digunakan kembali untuk membiayai kegiatan pembangunan pertanian di Indonesia. Optimalisasi pemanfaatan bantuan SKR oleh koperasi dilakukan dalam bentuk: • K  onsultasi dengan ahli mesin pengolahan kopi dari Institut Pertanian Bogor dan konsultan yang menekuni branding produk UKM. Kementerian Koperasi dan UKM mendapat bantuan hibah melalui CF-SKR untuk kegiatan “Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Petani Kopi Melalui Pengembangan Pengemasan dan Pemasaran di Kabupaten Tana Toraja Utara. Juga untuk mengidentifikasi mesin dan peralatan yang memang diperlukan dalam rangka meningkatkan hasil akhir produk kopi Toraja. baik tingkat provinsi maupun kabupaten. a. maka kegiatan tersebut diharapkan selesai pada Mei 2011. di mana barangbarang pertanian tersebut dijual. maka Gapoktan Palawa Arabica Toraja didorong untuk membentuk badan usaha sehingga terbentuk Koperasi Gapoktan Palawa Arabica Toraja dengan Badan Hukum nomor: 08/BH/KDK-UMKM. sedangkan renovasi gudang dan pembelian peralatan mesin pengolahan kopi dan kemasan masih dalam proses. • A  nalisa kekuatan produk dan segmentasi pasar yang dituju agar dapat menyusun strategi branding dan promosi produk kopi Toraja tersebut. Dekopin.KUKM/VI/2010 tentang Pedoman Program Bantuan Pengembangan Koperasi.294 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 295 SKR di Indonesia telah berlangsung sejak tahun 1977 dan dilaksanakan oleh empat departemen yang terkait dengan program pembangunan pertanian yaitu Departemen Pekerjaan Umum.738.6/XI/2010 di Kabupaten Toraja Utara-Sulawesi Selatan. Sesuai dengan petunjuk teknis. sehingga SP2D baru terbit pada 13 Desember 2010. sebesar Rp 1.359.4/X/2010 oleh Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Bapak Neddy Rafinaldy Halim dan Keputusan Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha nomor: 198/KEP/Dep. Untuk 2010 ini. dan LKM Deputi Pembiayaan terlambat. atau dengan mekanisme UPJA (Usaha Pengembangan Jasa Alsin) kepada petani melalui pihak ketiga yang disebut end user untuk mendapatkan dana Counterpart Fund (CF).000. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi.” Kunjungan dilakukan ke Koperasi Gapoktan Palawa Arabica Toraja untuk mengidentifikasi dan melakukan konfirmasi kelompok penerima bantuan. Hasil Pelaksanaan Kegiatan dan Pencapaiannya Memperhatikan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI nomor: 03/  PER/M.4/XI/2010 tentang Penetapan Koperasi Penerima Bantuan Dana Counterpart Fund-Second Kennedy Round (CF-SKR) Tahun 2010 untuk Program “Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Petani Kopi melalui Pengembangan Pengemasan dan Pemasaran di Kabupaten Toraja UtaraSulawesi Selatan. Sulawesi Selatan”. Pola pelaksanaannya adalah direct-use (yang didistribusikan secara langsung kepada petani di sentra-sentra produksi pangan). Permasalahan/Kendala yang dihadapi dan Solusinya Pencairan anggaran sudah 100% akan tetapi pemanfaatan anggaran untuk renovasi gudang dan pembelian peralatan/mesin pengolahan dan kemasan serta bahan-bahan kemasan masih diproses oleh Koperasi Gapoktan karena persetujuan revisi DIPA Kementerian Koperasi dan UKM Program Pembiayaan Lain-Lain di mana di dalamnya tergabung kegiatan SKR. relevansi bantuan. serta anggota koperasi Gapoktan Palawa Arabica Toraja dan petani kopi sekitarnya. di Jember mereka juga dapat memberikan konsultasi tentang pengembangan produk kopi dan coklat. Besaran CF yang disetujui oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dikumpulkan dan disetorkan secara bertahap melalui end user ke rekening khusus Pemerintah Indonesia atas nama Departemen Keuangan di Bank Indonesia.   . dan Departemen Pertanian. Juga dilakukan pertemuan Konsultasi Petani Pengusaha Bidang Teknologi dan Bisnis serta Peningkatan Kapasitas Teknis Gapoktan melalui Temu Kemasan dan Temu Bisnis yang dihadiri oleh pembina Koperasi dan UKM. Sejak 1998 pola pelaksanaan SKR berubah dari direct-use menjadi indirect-use. Kementerian Koperasi dan UKM.

296 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 297 Menteri Negara Koperasi dan UKM menyaksikan pengembangan OVOP di Jepang. 11 November 2010 . Jepang. 8 Mei 2010 Suasana pertemuan APEC SME SUMMIT 2010 di Yokohama.

MBA) dan Menteri Kerjasama Internasional Mesir (Mr. masih mencari titik temu tentang pola pembiayaannya. Mesir. MM. Sjarifuddin Hasan. MoU ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU kerjasama perwakilan UKM Indonesia yaitu ASMINDO (Indonesian Furniture Industry and Handicraft Association dan Egyptian-Indonesian Business Council). khususnya tindak lanjut kerja sama antar swasta.298 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 299 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Mesir Kerjasama teknik bilateral Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Kerjasama Internasional Republik Arab Mesir dituangkan dalam MoU on the Development of Water Hyacinth Based Product Industry. 11 Juni 2010 . di Kairo. Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam acara Peringatan 63 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Mesir. Implementasi. yang telah ditandatangani oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM (DR. Fayza Aboulnaga) pada 13 Juni 2010.

300 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 301 Menteri Negara Koperasi dan UKM menerima kunjungan delegasi Kementerian Perdagangan dan Industri Mesir Kesepakatan Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Mesir di bidang Pengembangan Koperasi dan UKM. 13 Juni 2010 .

•  Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (LLP-KUKM). •  Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM). BALATKOP dapat menjadi mitra yang sesuai dalam hal dukungan pelatihan dan bantuan teknis. delegasi Kementerian Ekonomi dan Pembangunan RDTL mengunjungi pelaku Koperasi dan UKM dan beberapa lembaga yang berhubungan dengan pengembangan Koperasi dan UKM. Kementerian Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan SDM. menjadi Pembicara dalam The National Strategic Forum dan mempresentasikan pengalaman Indonesia yang berhubungan dengan penguatan peran Koperasi dalam rangka pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Jawa Barat. . dapat menjadi mitra yang sesuai untuk pengembangan tais di Timor-Leste. •  Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN). •  Koperasi Nelayan Mina Jaya di Muarakarang. •  Perum Jaminan Kredit Indonesia (JAMKRINDO). INKOPDIT ini dapat menjadi mitra yang sesuai untuk mendukung pelatihan dan bantuan teknis Financial Cooperative/Credit Union di Timor-Leste. •  PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero merupakan mitra yang sesuai bagi Direktorat Nasional Koperasi dan UKM di Timor-Leste terkait dengan pengembangan Koperasi dan UKM di Timor-Leste. Usaha Kecil dan Menengah oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM RI dan Menteri Ekonomi dan Pembangunan RDTL pada tanggal 27 Januari 2010. sangat informatif dan relevan terutama yang terkait dengan teknologi tepat guna dan food processing. • P  usat Koperasi Wanita Jawa Timur (PUSKOWANJATI) dan Koperasi Setia Bhakti Wanita (SBW) di Malang adalah mitra yang sesuai bagi pengembangan Koperasi Wanita di Timor- Leste. Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Kementerian Ekonomi dan Pembangunan RDTL. dapat menjadi mitra untuk mengembangkan koperasi nelayan di Timor-Leste. •  Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) dan DEKRANASDA Yogyakarta bisa menjadi mitra yang sesuai untuk mengembangkan produk-produk kerajinan (handycrafts). b. untuk menghadiri penandatanganan (Official Signing Ceremony) MoU oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/  BAPPENAS. Sidoarjo. K  ementerian Koperasi dan UKM merupakan salah satu anggota Delegasi RI (DELRI) ketika kunjungan dinas ke RDTL. Jawa Timur. •  Credit Union Cooperative (CUCO)/INKOPDIT) di Jakarta.  Untuk memperoleh pembelajaran dan pengalaman mengembangkan Koperasi dan UKM. dan batik di Timor-Leste. tais. •  SRIBOGA RATU RAYA di Semarang adalah mitra yang sesuai dalam hal food processing dan penguatan kapasitas di Timor-Leste. Tindak lanjut MOU tersebut adalah: a. dapat menjadi mitra yang sesuai untuk pembelajaran dan penguatan fasilitas pembiayaan melalui dana bergulir (revolving fund ). dapat menjadi mitra yang sesuai dalam hal penguatan sistem pemasaran dan pengembangan jaringan pemasaran produk Koperasi dan UKM di Timor-Leste. mengingat di Timor-Leste kebutuhan teknologi bagi Koperasi dan UKM sangat urgent. •  Vocational Education Development Centre (VEDC) di Malang dapat menjadi mitra yang sesuai untuk pengembangan vocational training bagi Koperasi dan UKM Timor-Leste. dapat menjadi mitra untuk study dan pengembangan formal education di bidang Perkoperasian di Timor-Leste. c. •  INTAKO di Tanggulangin. •  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Selain itu.302 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 303 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia–Republik Demokratik Timor-Leste(RDTL) Kementerian Koperasi dan UKM RI dan Kementerian Ekonomi dan Pembangunan RDTL telah sepakat melakukan kerjasama di bidang Koperasi dan UKM melalui MoU tentang Kerjasama Pengembangan Koperasi. khususnya bagi Koperasi Produksi. Perum ini dapat menjadi mitra yng sesuai untuk membangun dan mengembangkan loan guarantee body di Timor-Leste. Jakarta. diantaranya: •  Balai Latihan Tenaga Koperasi (BALATKOP) dan Lembaga Pendidikan Koperasi (LAPENKOP) di Bandung.10 Juli 2010.  Maret 2010 pihak RDTL telah berkunjung ke Indonesia untuk mengadakan pertemuan koordinasi membahas pelaksanaan MoU tersebut. 8 .

304 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 305 Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste sepakat menjalin kerja sama dalam rangka Pengembangan Koperasi dan UKM. 26 Januari 2010 .

8 Juni 2010 . pelatihan dan akses pasar. Kementerian Koperasi dan UKM tengah merintis dan membahas rencana kerjasama dengan Federasi Rusia (draft MoU sedang menunggu dari pihak Federasi Rusia) dan Republik India (draft MoU sedang dalam proses konsultasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri). Ruang lingkup kegiatan kerjasama tersebut antara lain adalah pengembangan inkubator. pengembangan pusat orientasi untuk UKM.306 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 307 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Republik Mozambik Pada 9 Juni 2010 telah dilakukan penandatanganan MoU Kerjasama Pengembangan Koperasi dan UKM antara Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan Menteri Industri dan Perdagangan Republik Mozambik. Beberapa Rencana Kerjasama Teknik Bilateral Masih Dalam Proses Pembahasan Untuk memperluas kerjasama teknik bilateral dengan negara-negara sahabat. Action plan telah disusun dan dalam proses penyempurnaan. Kesepakatan Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Mozambik.

308 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 309 Menerima Kunjungan Para Duta Besar Negara-Negara Sahabat Dalam Rangka Pembicaraan Bilateral Pemberdayaan Koperasi dan UKM Menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat Menerima kunjungan Duta Besar Jepang Menerima kunjungan Staf Khusus Dewan Keamanan Amerika .

310 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 311 Menerima kunjungan Duta Besar Mesir Menerima kunjungan Duta Besar Belanda Menerima kunjungan Duta Besar Aljazair .

312 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 313 Menerima kunjungan Duta Besar Mozambik Menerima kunjungan Duta Besar Irak Menerima kunjungan Duta Besar Singapura .

Sulteng dan Sultra GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL (GKN) Bab 13 Program Strategis Tahun 2011 Sebagai upaya untuk menurunkan tingkat pengangguran. Bimbingan teknis kewirausahaan 3. Kalsel. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . DKI. Provinsi Kalimantan Selatan dengan peserta sebanyak 210 orang dan Provinsi Lampung dengan peserta sebanyak 210 orang. maka Kementerian Koperasi dan UKM membuat kebijakan memperluas jangkauan layanan KUR kepada Koperasi dan UKM dengan menunjuk bank BPD lainnya sebagai penyalur KUR menjadi 26 bank di tahun 2011. Provinsi Maluku dengan peserta sebanyak 275 orang. Lampung. Kalteng. GKN bertujuan terutama dalam rangka mendorong para generasi muda menjadi wirausaha yang kreatif. Beberapa program dalam mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional antara lain adalah: 1. Babel. Bali. yaitu: Provinsi Aceh dengan peserta sebanyak 220 orang. NTB SULUT. Diklat kewirausahaan bagi Koperasi dan UKM 4. Sumut. yaitu BPD: Jatim. Provinsi Riau dengan peserta sebanyak 276. Kalbar. inovatif dan mandiri. Kaltim. Jateng. Maluku. Sosialisasi/Pemasyarakatan kewirausahaan 2. DIY. Kementerian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian lainnya meluncurkan GKN pada tanggal 2 Februari 2011 dan dilanjutkan dengan melaksanakan sosialisasi Pengembangan Sarjana Wirausaha di 5 (lima) Provinsi. Sulsel.Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 315 Awal tahun 2011 Kementerian Koperasi dan UKM telah melaksanakan beberapa program strategis diantaranya adalah: KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) Dalam rangka penyaluran KUR yang lebih merata di seluruh tanah air. Kepri. Pemasaran produk wirausaha baru 6. Bengkulu. Jambi. Aceh. bjb. Sumsel. Fasilitasi pembiayaan 5. Papua. pemerintah telah mencanangkan kebijakan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). NTT. Expo kewirausahaan Sebagai langkah konkrit untuk mendukung GKN. NAGARI.

316 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 317 Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan para Direktur Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengadakan pertemuan dalam rangka membahas perluasan BPD sebagai penyalur KUR .

2 Februari 2011 . Jakarta.318 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 319 Pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional oleh Presiden RI.

• Pimpinan/Anggota DPR/MPR RI. • Para Menteri Koordinator Kabinet Indonesia Bersatu II. Kabupaten dan Kota. • Serta pihak – pihak terkait yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Untuk itu. Kecil. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rakyat dan bangsa Indonesia. Usaha Mikro. • Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. Susilo Bambang Yudhoyono dalam melaksanakan kebijakan dan program pemberdayaan Koperasi. berbagai capaian serta manfaat yang telah dirasakan secara nyata oleh pelaku usaha Koperasi dan UKM atas implementasi program-program pemberdayaan Koperasi dan UKM. dan Perguruan Tinggi. BUMN. dan diharapkan semakin meningkat serta mampu menjangkau sasaran secara lebih luas dan berkelanjutan bagi pelaku usaha Koperasi dan UKM untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri. • Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia. • Para Pejabat Eselon I di Kementerian Koperasi dan UKM. • Pimpinan Redaksi/Wartawan media cetak dan elektronik. berbagai prestasi yang telah dapat dicapai tersebut. • Para Gubernur. • Para Pimpinan Bank. berdaya saing dan tangguh. dan Walikota. Atas kinerja yang telah dicapai oleh Kementerian Koperasi dan UKM sebagaimana digambarkan melalui laporan ini akan menjadi acuan untuk dapat memperbaiki dan terus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui peran Koperasi dan UKM. karena dukungan serta terjalinnya kerjasama yang baik dari berbagai pihak. Meskipun demikian. Selanjutnya.320 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Penutup Laporan yang disajikan dalam buku ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Kementerian Koperasi dan UKM kepada Presiden RI Bapak DR. Bupati. langkah-langkah yang telah ditempuh serta berbagai capaian yang telah diwujudkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM khususnya pada tahun 2009–2010. • Para Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi. Asosiasi. dan Menengah sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang untuk didistribusikan dan diinformasikan kepada publik. . • Pimpinan/Anggota DPD RI. Oleh karena itu melalui penyajian laporan ini juga menjadi media evaluasi terhadap upaya. dalam kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: • Bapak Presiden Republik Indonesia.