P. 1
Lap Tahunan 2010

Lap Tahunan 2010

|Views: 527|Likes:
Dipublikasikan oleh robot77

More info:

Published by: robot77 on Nov 14, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/30/2015

pdf

text

original

KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA

REVITALISASI KOPERASI DAN UKM MENUJU KESEJAHTERAAN RAKYAT

KINERJA KEMENTERIAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH TAHUN 2010

Daftar Isi
Struktur Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia per Januari 2011 Kata Pengantar Pendahuluan Program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II Capaian Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2010 Perkembangan Data Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Bantuan Perkuatan Dukungan Anggaran Kredit Usaha Rakyat Sekretariat Kementerian Koperasi dan UKM Deputi Kementerian
Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Bidang Produksi Bidang Pembiayaan Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Bidang Pengembangan SDM Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK

4 7 8 10 16 24 30 32 36 50 58
60 94 106 124 156 184 204

Badan Layanan Umum Mitigasi Bencana Alam Kerjasama Dalam Negeri Kerjasama Luar Negeri Program Strategis Tahun 2011 Penutup

234 252 264 276 314 320

4

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

5

Struktur Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia per Januari 2011

Para Deputi Kementerian Koperasi dan UKM berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 85 tahun 2010 terdiri dari: 1. Drs. Guritno Kusumo, MM; Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM. 2. Untung Tri Basuki, SH, SPN; Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM. 3. Muzni HA Djalil, SH; Deputi Bidang Produksi. 4. Ir. Agus Muharram, MSP; Deputi Bidang Pembiayaan.
MENTERI NEGARA KOPERASI DAN UKM DR. Sjarifuddin Hasan, MM, MBA

5. Ikhwan Asrin, SE, MSi; Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha. 6. Drs. Neddy Rafinaldy Halim, MS; Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia. 7. DR. Ir. Choirul Djamhari, M.Sc; Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. 8. Ir. I Wayan Dipta, M.Sc; Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2011 telah dilakukan pergantian/mutasi Deputi Kementerian Koperasi dan UKM, yaitu: 1. Drs. Braman Setyo, M.Si menggantikan Muzni HA Djalil, SH selaku Deputi Bidang Produksi.

Sekretaris Kementerian Drs. Guritno Kusumo, MM

Inspektur Drs. Soenarya Kosasih, MSi, Ak

2. DR. Ir Pariaman Sinaga, MM menggantikan Ir. Agus Muharram, MSP selaku Deputi Bidang Pembiayaan. 3. Drs. Neddy Rafinaldy Halim, MS menggantikan Ikhwan Asrin, SE, MSi selaku Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha. 4. Ir. Agus Muharram, MSP menggantikan Drs. Neddy Rafinaldy Halim, MS selaku Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Deputi Bidang Kelembagaan KUKM Untung Tri Basuki, SH, SPn

Deputi Bidang Produksi Drs. Braman Setyo, MSi

Deputi Bidang Pembiayaan

Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha

Deputi Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Ir. Agus Muharram, MSP DR. Ir. Choirul Djamhari, MSc

Deputi Bidang Pengkajian UKMK Ir. I Wayan Dipta, MSc

DR. Ir. Pariaman Sinaga, MM Drs. Neddy Rafinaldy H, MS

mandiri dan berdaya saing. Ucapan terima kasih pula disampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi dan kerjasamanya sehingga tugas-tugas dan tanggung jawab ini dapat terlaksana dengan baik. Kementerian Koperasi dan UKM berkomitmen untuk secara transparan menginformasikan dan mengkomunikasikan pelaksanaan tugas pembangunan di bidang Koperasi dan UKM yang telah dicapai sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada rakyat. Begitu pula berkat bantuan dan kerjasama yang diberikan oleh berbagai pihak baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. tidak hanya melalui integrasi koordinasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Hal ini dimaksudkan agar Koperasi dan UKM sebagai entitas usaha mampu menjadi Soko Guru Perekonomian Nasional dan Koperasi dan UKM yang merupakan sektor ekonomi yang dominan mampu berperan sebagai pendorong eskalasi pertumbuhan ekonomi nasional. H. Jakarta. kesempatan ini merupakan momentum untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak DR. 31 Desember 2010 Menteri Negara DR. Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan berbagai pendekatan strategis. Secara periodik. Untuk itu. Susilo Bambang Yudhoyono atas arahan. harus dilanjutkan dan mampu menjadi pemicu pencapaian kinerja Kementerian Koperasi dan UKM yang lebih optimal pada tahun-tahun berikutnya.6 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 7 Kata Pengantar Keberhasilan pelaksanaan program/kegiatan pemberdayaan Koperasi dan UKM berkat arahan. Informasi ini dirangkum dalam sebuah Buku yang sekaligus juga merupakan Laporan Tahunan Kementerian Koperasi dan UKM dan kali ini diberi judul “Revitalisasi Koperasi dan UKM Menuju Kesejahteraan Rakyat”. Keberhasilan yang telah dicapai pada tahun 2009–2010 ini. bimbingan dan petunjuk yang diberikan kepada kami dalam menunaikan tugas yang dipercayakan untuk memimpin Kementerian Koperasi dan UKM. Disadari bahwa tantangan pembangunan Koperasi dan UKM di era pasar global tentu bukanlah hal yang mudah. H. MBA . MM. Tersirat sekilas dalam buku ini. Dalam buku ini disajikan catatan-catatan mengenai pencapaian kinerja Koperasi dan UKM dan terobosanterobosan pelaksanaan program/kegiatan pemberdayaan Koperasi dan UKM oleh Kementerian Koperasi dan UKM selama tahun 2010. petunjuk dan peran utama Bapak DR. Presiden Republik Indonesia yang selalu memberikan arahan dan petunjuk secara rutin pada rapat-rapat kabinet dan arahan-arahan yang diberikan setiap saat. Susilo Bambang Yudhoyono. Semoga buku ini dapat bermanfaat dan menjadi media evaluasi bersama terhadap capaian dan rencana aksi ke depan agar semakin optimal dalam rangka memberdayakan Koperasi dan UKM untuk mencapai masyarakat sejahtera. Sjarifuddin Hasan. tetapi juga dengan program/  kegiatan aksi pemberdayaan Koperasi dan UKM dengan berupaya mendorong bertumbuh dan berkembangnya Koperasi dan UKM yang kreatif.

Kecil dan Menengah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan. Melihat potensi dan kondisi obyektif tersebut. kebijakan yang berpihak (affirmative policy) terhadap Koperasi dan UKM. MISI Memberdayakan Koperasi dan Usaha Mikro. dan pelopor tumbuhnya ekonomi kerakyatan. Kecil. akan menciptakan peluang baru bagi Koperasi dan UKM sehingga dapat meningkatkan perannya sebagai penggerak utama pertumbuhan industri manufaktur dan kerajinan. Dalam hal ini pemberdayaan Koperasi dan UKM. dan Menengah (KUKM) sehat dan kuat. baik dalam kondisi normal maupun krisis. memperluas kesempatan kerja. Di sisi lain dengan berlakunya globalisasi ekonomi. Pembangunan ekonomi merupakan salah satu faktor penentu pencapaian kesejahteraan tersebut. dan menurunkan jumlah kemiskinan dalam rangka mewujudkan Indonesia yang sejahtera. telah menjadi harapan yang berkembang luas ditengah tumbuhnya kesadaran dan perhatian terhadap ekonomi rakyat. kukuh. serta makin pesatnya kerja sama ekonomi antar negara. Keberadaan Koperasi dan UKM berperan dalam pembangunan. sehingga Koperasi dan UKM menjadi jantung ekonomi rakyat. ekspor non migas dan penciptaan lapangan kerja baru. Dengan potensi jumlah penduduk dan persebaran penduduk yang kita miliki. Koperasi dan UKM menjadi kekuatan utama dalam perekonomian nasional dan memiliki posisi tawar yang besar dalam setiap kebijakan ekonomi pemerintah. Dengan memperhatikan peran dan potensinya dalam perekonomian nasional. kiranya dapat menggugah kesadaran dan semangat kebangsaan. Selain itu dengan berlakunya ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada tahun 2010. maka Koperasi dan UKM dapat menjadi motor penggerak perekonomian nasional. aspek penting yang menjadi agenda besar dalam proses pembangunan ekonomi hari ini dan ke depan adalah kemandirian ekonomi nasional dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan. keberadaan Koperasi dan UKM terbukti merupakan pelaku usaha yang mandiri. demokratis dan berkeadilan. Dengan pemahaman yang utuh terhadap potensi dan peran Koperasi dan UKM tersebut. Bahkan di banyak negara maju. khususunya dalam perluasan kesempatan berusaha bagi wirausaha baru dan penyerapan tenaga kerja serta menekan angka pengangguran ( pro job). bahwa keberadaan Koperasi dan UKM merupakan komponen yang penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. potensi dan peran strategisnya telah terbukti menjadi penopang kekuatan dan pertumbuhan ekonomi nasional ( pro growth).8 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 9 Pendahuluan Kesejahteraan rakyat merupakan tujuan utama pemerintah. berbagai upaya pemberdayaan Koperasi dan UKM harus didukung oleh semua pihak untuk mempercepat terwujudnya kemajuan dan menghantarkan pada kondisi Koperasi dan UKM yang lebih baik. VISI Menjadikan Koperasi dan Usana Mikro. program pemerataan pembangunan termasuk pembangunan ekonomi menjadi prioritas untuk diwujudkan. Oleh karena itu. . juga dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha Koperasi dan UKM. agroindustri. berkaitan langsung dengan kehidupan dan peningkatan kesejahteraan bagi sebagian besar rakyat Indonesia ( pro poor). selain pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Selaras dengan itu. Oleh karena itu.

Latar belakang dari program ini adalah masih terbatasnya volume penyaluran KUR serta kapasitas dan jangkauan layanan oleh bank pelaksana. Hasil yang dicapai adalah: • • • • Tersedianya pedoman mengenai perluasan program diklat dan pendidikan vocational bagi Koperasi dan UKM. Hasil yang dicapai adalah: • Bertambahnya bank pelaksana KUR (semula 6 bank menjadi 19 bank). kurangnya penerapan standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan terbatasnya sarana balai diklat yang memadai. Telah dilaksanakannya diklat keterampilan teknis peningkatan industri kreatif diikuti oleh sebanyak 270 orang. Debitur yang akan mengakses KUR. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . Terlaksananya koordinasi dan sinkronisasi program antar pelaku pengembangan SDM Koperasi dan UKM yang diikuti oleh 135 orang. 1. b. Telah dilaksanakannya Diklat sertifikasi pengelola KJK dalam rangka penerapan SKKNI diikuti oleh sebanyak 120 orang. Memperluas program Diklat dan Pendidikan Vocational bagi pelaku UKM. • Tercapainya program pemerintah untuk menyalurkan Rp 20 triliun/tahun selama periode tahun 2009–2014. • Bab 1 PROGRAM 100 HARI KABINET INDONESIA BERSATU II 2. Volume penyaluran KUR. Bertambahnya bank pelaksana KUR untuk meningkatkan: a. Perluasan akses KUR melalui penambahan bank pelaksana KUR. sehingga persoalan permodalan Koperasi dan UKM dapat diatasi.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 11 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah dalam menentukan Program Kerja 100 Hari Kabinet Indonesia Bersatu II. Latar belakang program ini adalah: masih rendahnya keterampilan SDM Koperasi dan UKM. adalah membuat kebijakan yang sangat dibutuhkan dan memudahkan dalam hal akses pembiayaan bagi pelaku Koperasi dan UKM dengan perbankan yaitu melalui penyerapan Kredit Usaha Rakyat. keikutsertaan Bank BPD sebagai bank daerah untuk meningkatkan sebaran geografis bank pelaksana KUR.

Kunjungan Wirausaha Muda Berprestasi ke UKM Gallery Rangkaian kegiatan Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam rangka pengembangan OVOP. untuk meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dalam mengembangkan potensi produk-produk unggulan daerah. Tersedianya kepastian tempat usaha bagi pedagang tradisional usaha mikro dan kecil. 20/2008 tentang UMKM. Dengan tersedianya pasar yang representatif akan meningkatkan kenyamanan bagi konsumen sehingga dampaknya dapat meningkatkan kesejahteraan pedagang tradisional usaha mikro dan kecil. Hasil yang dicapai adalah: • • • Terwujudnya revitalisasi unit pasar tradisional di 80 Kab/Kota pada 31 provinsi. Pemerintah berkewajiban untuk menyediakan sarana dan prasarana pemasaran yang dapat mendorong dan mengembangkan pertumbuhan usaha mikro dan kecil. memaksimalkan peran koperasi dalam memasarkan produk unggulan daerah dan penjabaran Inpres 6/2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Usaha Mikro.280 orang tenaga kerja dilingkungan pasar tradisional yang telah dibangun (asumsi 4 tenaga kerja x 80 pedagang x 129 unit). serta membuka kesempatan berusaha dengan memberikan kepastian lokasi usaha bagi usaha mikro dan usaha kecil. Perluasan One Village One Product (OVOP) Potensi unggulan daerah UKM yang harus digali secara maksimal dengan memproduksi produk yang memiliki nilai tambah.12 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 13 4. menungkatnya keterlibatan lintas pelaku (stakeholders) dalam pengembangan ekonomi daerah. Revitalisasi pasar tradisional. Kecil dan Menengah. Terintegrasinya kegiatan produk-produk unggulan daerah dari hulu sampai hilir melalui wadah koperasi. Bali . Terserapnya 43. Kondisi pasar tradisional yang kurang representatif dan pertumbuhannya yang negatif serta pelaksanaan amanat UU No. • Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan Koordinasi dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat di Sulawesi Utara 3. Hasil yang dicapai adalah: • • • Tumbuhnya sentra-sentra produk unggulan spesifik daerah dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat.

13 Februari 2010 . 2 Juli 2010 Menteri Negara Koperasi dan Ukm meninjau PkL jembatan Suramadu.14 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 15 Menteri Negara Koperasi dan Ukm meresmikan serta meninjau Pasar Tradisional Movila KoppAs Bintang Terang Sulawesi Tenggara. Jawa Timur.

prestasi ini bisa dilihat dari capaian-capaian yang melampaui target. Peningkatan SDM Koperasi dan UKM yang mengikuti diklat ditargetkan 3. Peningkatan kualitas sarana dan prasarana produksi pemasaran ditargetkan 60.165. terealisasi 425 (121%).49%). terealisasi 4. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah memberikan opini sebagai Wajar Dengan Pengecualian (WDP). terealisasi 81 (135%). lebih konkritnya disajikan dalam tabel- tabel. Kemampuan Koperasi dan UKM dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi inovasi ditargetkan 350.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 17 Kerja keras yang dilaksanakan jajaran Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2010 menggembirakan. Dan seterusnya.035 (127. Bab 2 CAPAIAN KINERJA KEMenterian KOPERASI DAN UKM TAHUN ANGGARAN 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . Berdasarkan laporan pertanggungjawaban pengelolaan anggaran Kementerian Koperasi dan UKM tahun anggaran 2009.

8% 105% 104. kebijakan dan terapan yang prospektif dalam pemberdayaan koperasi dan UMKM Tersedianya model-model terbaik (best practice) internasional bagi pemberdayaan koperasi dan UMKM INDIKATOR SASARAN Meningkatnya jumlah koperasi yang menerapkan sistem resi gudang TARGET 10 REALISASI 12 PERSENTASE 120% TARGET 3 REALISASI 3 PERSENTASE 100% 40 98 245% CAPAIAN KINERJA PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK KOPERASI DAN USAHA MIKRO. KECIL DAN MENENGAH SASARAN INDIKATOR SASARAN Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana produksi pemasaran PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK Koperasi dan UKM Terwujudnya Smesco UKM menjadi icon industry dan pemberdayaan Koperasi dan UKM Nasional Meningkatnya usaha UKM sentra produksi di daerah tertinggal/terisolir Revitalisasi pasar tradisional PERBAIKAN IKLIM USAHA YANG LEBIH BERPIHAK PADA KUMKM 4 12 300% 1 1 100% TARGET 60 150 KUKM Mitra. Tahun 2009. KECIL DAN MENENGAH DENGAN PELAKU USAHA SASARAN PENGEMBANGAN KEMITRAAN Koperasi dan UKM DENGAN PELAKU USAHA PENCAPAIAN KINERJA PERBAIKAN IKLIM USAHA YANG LEBIH BERPIHAK PADA KOPERASI DAN USAHA MIKRO. Hal ini terlihat pada tabel capaian kinerja di atas bahwa berdasarkan indikator sasaran yang telah ditetapkan telah mencapai 100%. . pelaksanaan program/kegiatan Kementerian Koperasi & UKM secara umum telah terlaksana dengan baik dan sesuai yang direncanakan. telah dilakukan revitalisasi pasar tradisional sejumlah 89 unit dengan anggaran APBN-P dan 5 unit dengan anggaran APBN reguler. halal dan keamanan pangan) Meningkatnya Koperasi dan UKM dalam melakukan transaksi bisnis. KECIL DAN MENENGAH SASARAN INDIKATOR SASARAN Meningkatnya UMKM dalam mengakses dan memanfaatkan teknologi inovasi Meningkatnya UMKM dalam penerapan standarisasi manajemen mutu dalam pengembangan usaha PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK KOPERASI UMKM Meningkatnya UMKM yang memanfaatkan dan mensertifikasi sistem HKI (SNI. KECIL DAN MENENGAH SASARAN INDIKATOR SASARAN Tertatanya peraturan Perundang-undangan terkait dengan perkoperasian dan LKM Peninjauan dan penghapusan berbagai pungutan dan regulasi yang merugikan KUMKM baik yang sektoral maupun spesifik daerah Tersedianya kajian dasar. KECIL DAN MENENGAH PERSENTASE 121% 240% 113.18 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 19  APAIAN KINERJA PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK C KOPERASI DAN USAHA MIKRO. kerjasama usaha dan pemanfaatan teknologi informasi Meningkatnya usaha skala Mikro dan Kecil Sentra Produksi di daerah tertinggal Berkembangnya jumlah klinik restrukturisasi usaha untuk pendamping Koperasi dan UKM CAPAIAN KINERJA PENYEDIAAN AKSES PEMBIAYAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO. HKI. bahkan pada beberapa sasaran kinerja mencapai 245% dan 300%. ISO.17% 100% PENYEDIAAN AKSES PEMBIAYAAN KUMKM TARGET 350 125 600 400 480 10 REALISASI 425 300 683 422 500 10 SASARAN INDIKATOR SASARAN Meningkatnya akses pembiayaan Koperasi dan UKM melalui Surat Utang Koperasi (SUK) Meningkatnya kapasitas pendamping dalam pengembangan usaha Koperasi dan UKM dan wirausaha baru Terfasilitasinya pendampingan bagi Koperasi Prospek Mandiri dan meningkatnya calon wirausaha baru TARGET 300 UMKM 100 Pendamping 40 koperasi 310 KUMKM REALISASI 300 UMKM 100 Pendamping 40 koperasi 310 KUMKM PERSENTASE 100% 100% 100% PENGEMBANGAN KEMITRAAN KOPERASI DAN USAHA MIKRO. 827 KUKM terlayani 25 34 REALISASI 81 827 KUKM terlayani 25 34 PERSENTASE 135% 100% 100% 100% Pada tahun anggaran 2010.

806.61 99.626.679.000.220 19.000.000 37.000.000 1.000.843.000.860 34.153.000.000 1.975 36.000.20 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 21 RENCANA DAN REALISASI KEUANGAN KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM TAHUN 2010 NO I 1 2 3 4 5 PROGRAM PROGRAM PENCIPTAAN IKLIM USAHA UMKM Pembinaan/Penyusunan Program.942.000 11.025.000.944.495.926.86 97.550 447.23 98.224.400 1.419.316.978.869.992 28 165.480 18.291.000 1.000 200.69 SISA 5.690.501.382 2.150 14.940.357.750 136.235.000.730 237.249.975 CAPAIAN (%) 96.500.191.623.53 90.000 218.000.303.915 320.29 95.256.128.295 5.500. Pengawasan dan Penilaian Perkoperasian PAGU/RENCANA 18.000 7.130.45 8.216.100 .160 12.053.012.830.804.169.376.403.457.262.206.434.082.000.576.85 96.383.78 94.102.23 97.676.650 15.000 8.177.484.261.946.595.452.000 5.900 96.947.000 1.250 4.820.985.96 96.83 95.324.000 7.962.882.000.111.622 NO IV 22 PROGRAM PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS KELEMBAGAAN KOPERASI Pembinaan/Koordinasi/Pelaksanaan Monitoring.362.000 203.600.191.140 1.101.37 98.350 1.035 II 6 7 8 9 10 11 PROGRAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN KEUNGGULAN KOMPETITIF UKM Peningkatan/Pengkajian Kapasitas Kelembagaan Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi Fasilitasi Pengembangan UKM Berbasis Teknologi Fasilitasi Peningkatan Kemitraan Usaha UMKM dan Pihak Terkait Penumbuhan Wirausaha Baru Penyediaan Sarana Produksi Bersama Bagi Anggota Koperasi 80.414.000 7.008 97.762.600 11.000 51.170 207.000.055.741.000 34.295.789.524. Rencana Kerja dan Anggaran Penyusunan Program dan Rencana Kerja Pembangunan Perawatan/Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Kegiatan Pembiayaan Lain-lain Pengawasan Pelaksanaan Penggunaan Dana Pemerintah Bagi UMKM Penyediaan SKIM Penjaminan Kredit UKM Penyelenggaraan Promosi Produk UKM Perkuatan Jaringan Kerjasama Lembaga Pengembangan Bisnis (BDS-P) Pemberdayaan Industri Kecil dan Menengah Pengembangan Kebijakan dan Program Peningkatan Ekonomi Lokal 68.965 96.580.539.640 2.850 872.774.000 5.787.000.22 96.57 94.000.000.680.100 711.156.000 8.000.242.205.320.000.367.988.629.58 97.000 REALISASI 51.643.500.500.073.000 20.030 2.390.627.025 1.000.81 SISA 585.900 294.350.600.400.000 65. Evaluasi dan Pelaporan Pembinaan/Penyusunan Program.501.721.378 2.75 96.216.577.000 3. Rencana Kerja dan Anggaran Penyusunan Program dan Rencana Kerja Penyusunan/Penyempurnaan/Pengkajian Peraturan Perundang-undangan Kerjasama Antar Instansi Pemerintah/Swasta/  L embaga Diseminasi Isu-isu Strategis Pemberdayaan KUKM PAGU/RENCANA 56.004.548.085 6.675.500.966.42 96.000 5.37 1.000 4.133.000 20.51 87.961.360 125.500.520 3. Rencana Kerja dan Anggaran Kegiatan Pembiayaan Lain-lain Pelatihan Budaya Usaha Dan Teknis Manajemen Usaha Mikro Penyediaan Dana Untuk Kegiatan Produktif Skala Usaha Mikro.400 131.738.065.000 1.917.000 1.705 38.000.210.596.000 REALISASI 17.435 84.000.000 35.933.091.060.450 24.021.900 20.000 2.356.96 2.100 8.401.953.000 77.293.274. Rencana Kerja dan Anggaran Pembinaan.47 97.450 52.254.555.000.16 4.000.000 160.28 98.42 95.000.27 94.372 422.79 96.001 23 24 V 25 26 27 PROGRAM PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO Pembinaan/Penyusunan Program.000 15.999 CAPAIAN (%) 90.25 97.000 21.913.000.939.000.015.000.150.618 197.000 13.32 98.03 98.808.600.000 471.757.556.868.780 29 30 31 32 6.000.642.332.000 3.400 3.628 11.000 309.667.270 6.51 100 97.827.000.000.000 2.683.998. Kecil Dan Koperasi Dengan Pola Bagi Hasil/Syariah dan Konvensional Bimbingan Teknis/Pendampingan dan Pelatihan Pengelola LKM (PNPM-P) Pembinaan Sentra-sentra Produksi di Daerah Terisolir dan Tertinggal Pembinaan Sentra-sentra Produksi di Daerah Terisolir dan Tertinggal Fasilitasi Pengembangan Pemasaran Usaha Mikro Melalui Koperasi 226.288.750.552.48 85.180.255 40.780 969.000.510.000 3.999.220 97.000.000 6.465.000 11.000.404.600 70.000 5.790.049.000.970 52.840 383.025 113.10 94.560.830 11.278.000 12.886.550 3.000 3.180.000.000 3.36 93.000.193.745 1.700.600 4.81 2.000.565 III 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 PROGRAM PENGEMBANGAN SISTEM PENDUKUNG USAHA BAGI UMKM Pembinaan/Penyusunan Program.212.324.

750 1.519.614.171.200 48.17 94.890.109.476.000.000 1.800 CAPAIAN (%) 95.660.303.868.000 30.50%) merupakan penghematan dan efisiensi.250 448.000 REALISASI 951.100 VII 34 35 PROGRAM PENERAPAN KEPEMERINTAHAN YANG BAIK Pengelolaan Gaji.000.318 33.40 SISA 131.900 • Pagu anggaran Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2010 sebesar Rp 789.000.000.356.890.451.64 58.651.571.605.887 4.100.84 94.800 951. Evaluasi dan Pelaporan Perencanaan/Penyusunan/Pengembangan Program dan Sistem Prosedur Pembinaan/Penyelenggaraan Kerjasama Internasional 7.83 94.900.667.418 VIII 36 PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN DAN AKUNTABILITAS APARATUR NEGARA Penyelenggaraan/Peningkatan Akuntabilitas dan Kekayaan Milik Negara 2.441.159.800 94.249 92.145.483.021.736.608.988 18.881.660.500.000 IX 37 38 39 PROGRAM PENATAAN KELEMBAGAAN DAN KETATALAKSANAAN Pembinaan/Koordinasi/Pelaksanaan Monitoring.141.350.948.850 81.100.720. Statistik dan Informasi PAGU/RENCANA 4.70 96.437.40 99.000 126. • Penyerapan anggaran Kementerian Koperasi dan UKM Tahun Anggaran 2010 dapat direalisasikan secara maksimal sesuai dengan target dan program seluruh Deputi dan BLU.64 96.322.000.048.000.253.012 3.776.750 27.000 1.876.157.755.000.887.447.736.900 JUMLAH LLP-KUKM LPDB-KUMKM DEKONSENTRASI TP 562.000 123.364.000.201.200 XII 45 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA APARATUR NEGARA Pembangunan/Pengadaan/Peningkatan sarana dan Prasarana 3.000 1.695 42.000 80.988.661 94.562.19 95.488.123.200 NO XI 41 42 43 44 PROGRAM PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Pembinaan dan Pengembangan Pemanfaatan Data dan Informasi Pengkajian dan Pengembangan Sistem Informasi Perencanaan/Penyusunan/Pengembangan Program dan Sistem Prosedur Pembinaan/Pembuatan/Pengembangan Sistem. .682 14.109.000 789.597.150 959.025.000.714.636.162.000.46 123. Data.887.600 13.881.000.100 97.500.84 84.000.435.41 92.179.690.400. Honorarium dan Tunjangan Penyelenggaraan Operasional dan Pemeliharaan Perkantoran 93.64 97.000 3.422.040.113 37.813 121. Terdapat sisa anggaran sebesar Rp 59.000.900.000 48.263.171.000.000 6.500.118.376.285.000.141.19 SISA 48.260.000 3.50%).573.348.000.000 51.50 59.582 85.000.339 JUMLAH 789.273.770.450 25.95 32.000 730.31 391.809.303.983.362.376.800.385.000 22. terealisasi sebesar Rp 730.000 1.635.200 282.263.083.000.626.500 1.868.000.836.000 5.214.000 2.441.06 118.934.249 (92.000.000.751 X 40 PROGRAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA APARATUR Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Negara 2.22 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 23 NO VI 33 PROGRAM PROGRAM PENGUATAN KELEMBAGAAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DAN ANAK Penyelenggaraan Pengarusutamaan Gender PAGU/RENCANA 1.751 (7.434.000 96.69 94.162.000 3.900.100 94.900 58.800 5.244.000 42.13 87.200 118.250 8.112.000 240.000 2.106.027.368.550 764.102.46 96.000 529.500.000.05 89.06 94.500 85.428.199.50 13.112.187 4.873.118.500.900 CAPAIAN (%) 96.000 2.488.20 69.531 3.100 2.874.305 8.502.000 475.000 1.771.000 REALISASI 3.97 83.469 26.400 227.061.800 1.

dan Besar Berdasarkan UU 20 Tahun 2008 Usaha Besar Omzet/tahun lebih dari Rp 50 Miliar Asset lebih dari Rp 10 Miliar Usaha Menengah Omzet/tahun Rp 2.5 Miliar Asset Rp 50 Juta s/d Rp 500 Juta Usaha Mikro Omzet/tahun s/d Rp 300 Juta Asset s/d Rp 50 Juta .Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 25 Kriteria Usaha Mikro. KECIL DAN MENENGAH Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Usaha Kecil Omzet/tahun Rp 300 Juta s/d Rp 2. Kecil Menengah.5 Miliar s/d Rp 50 Miliar Asset Rp 500 Juta s/d Rp 10 Miliar Bab 3 PERKEMBANGAN DATA KOPERASI DAN USAHA MIKRO.

675 42.602 38. Total NaKer UMKM 87.763 472.674.795 48.732 unit pada tahun 2010.810.759 2.698.711 2006 Usaha Besar 2.72%.694 93.401.014.803 unit pada tahun 2006 menjadi 53.756.601 53.521.024.144 84.793 2007 Usaha Menengah 2008 2.441.839.438 36.211.775 orang pada tahun 2010. Pada periode 2008–2010 perkembangan jumlah UMKM mengalami peningkatan sebesar 4.771 52.70% dari 51. Pada periode 2008–2010 perkembangan jumlah UMKM mengalami peningkatan sebesar 5.775 Jumlah UMKM selama periode 2006–2010 mengalami peningkatan sebesar 9.278 2009 96.677.401.491.500 82.909.671 2.631 573.002 87.282 498.463 4.207. dari 94.732 unit pada tahun 2010.627.598 orang pada tahun 2006 menjadi 99.677 4. .205 2.26 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 27 Jumlah Pelaku Usaha Nasional (UMKM + UB) Tahun 2006–2010 (Unit) Jumlah Penyerapan Tenaga Kerja (UMKM + UB) Tahun 2006–2010 (Orang) 90.598 Jumlah Tenaga Kerja UMKM selama periode 2006–2010 mengalami peningkatan sebesar 13.838 2009 Usaha Kecil 2010 Usaha Mikro 2006 2007 90.181 2.278 orang pada tahun 2008 menjadi 99.069 3.519. dari 49.07% dari 87.565 3.176.759.135 3.852 3.124 41.717 522.512.278.411 2.743 3.452.694.930 2008 94.071.409.847.401.650 4.953 50.332 2010 99.711 2.133 546.608.366 2006 Usaha Besar 2007 Usaha Menengah 2008 Usaha Kecil 2009 Usaha Mikro 2010 2.823.021.012.577 4.761.139.612 unit pada tahun 2008 menjadi 53.823.775 orang pada tahun 2010.073 2.535.024.164 49.80%.909.565 39.843 4.

2 3.301.8 2.000 1.411 2.28 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 29 Kontribusi Terhadap Produk Domestik Bruto Nasional Tahun 2006–2010 (Rp Miliar) Jumlah Koperasi (Unit) Tahun 2005–2010 177. Anggota Koperasi (Orang) Tahun 2005–2010 30. 9 528.055.286.783.000 329.0 2.5 1.215.745.8 1.3 436.50%.510.850 orang atau 4.793 154.18%.841.482 170. Kurun waktu 2009–2010 meningkat sebanyak 1.964 1.000.878.017.339.209.000 2.3 472. 27.644.2 2005 2006 2007 2008 2009 2010 500.387. .637.42 triliun pada tahun 2006 menjadi Rp 3.81%.271 Usaha Besar 27. 3 1.784 2005 2006 2007 2008 2009 2010 Selama periode 2005–2010.067 27.318.963 141.000.993.3 511.244.262.888.133 28. 2 816. dari Rp 1.000 134.240.326 149.582.619 Jumlah PDB UMKM selama periode 2006-2010 mengalami peningkatan sebesar 94. jumlah anggota koperasi aktif mengalami peningkatan sebanyak 3.7 1.1 Jumlah koperasi periode 2005–2010 mengalami peningkatan sebanyak 42.404.622.369.000 386. 2 713. dari Rp 2.993.15 triliun pada tahun 2009 menjadi Rp 3.63%.37%.000 1.602.830.681.000.769.751. 6 2.080.071 unit atau 4.337 orang atau 11. 3 630.15%.051.466.466.121 2006 Usaha Kecil 2007 Usaha Menengah 2008 Usaha Mikro 2009 2010 29.461.776.174.500. Kurun waktu 2009–2010 meningkat sebanyak 7.770.5 1.519 unit atau 31.709. 9 597. Pada periode 2009–2010 perkembangan jumlah UMKM mengalami peningkatan sebesar 15.9 2.500.39 triliun pada tahun 2010.438.220.39 triliun pada tahun 2010.

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 209.000 2005 2006 2007 47.000 600.000 400.000 500.962 573.76%.520 300.669 BANTUAN PERKUATAN 100.000 348.000 111.643 .Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 31 Nilai Bantuan Perkuatan Tahun 2005–2010 (Rp Juta) 700. tetapi pada periode tahun 2009–2010 mengalami peningkatan sebesar 88.000 478.000 2008 2009 2010 Bantuan Perkuatan Kementerian Koperasi dan UKM selama periode 2005–2010 mengalami penurunan sebesar 56.23%.000 Bab 4 200.

65%).18 1.14 930.185.48%.41 789.216. Namun pada tahun 2007 pagu anggaran sempat mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar Rp 492. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 714.30 Bab 5 DUKUNGAN ANGGARAN 2005 Pagu Anggaran 2006 2007 2008 2009 2010 Realisasi Periode 2005–2010 perkembangan pagu anggaran Kementerian Koperasi dan UKM mengalami penurunan sebesar Rp 426.280.65 917.549.17 . Realisasi anggaran Kementerian periode 2005–2010 berkisar di angka rata-rata 85.88 1.000 (46.596.43 982.098.74 1.16 849.056.000 (35.77 1.10%).76 744.886.966.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 33 Perkembangan Anggaran Kementerian Koperasi dan UKM Tahun 2005–2010 (Rp Miliar) 1.60% dengan capaian realisasi tertinggi diperoleh pada tahun 2010 dengan persentase realisasi sebesar 90.

15 711.15 244.74 985.30 230.68 582.36 156.34 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 35 Anggaran Pusat Tahun 2005–2010 (Rp Miliar) Anggaran Dekonsentrasi Tahun 2005–2010 (Rp Miliar) 1.00 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2005 2006 2007 2008 125.90 826.28 875.81 707.44 230.57 980.63 205.94 .339.111.41 2009 2010 Pagu Anggaran Pagu Anggaran Realisasi Realisasi 146.99 663.2 8 148.73 1.27 527.32 210.20 223.00 168.61 715.98 231.

Agenda Program 100 hari Kabinet Indonesia Bersatu II adalah membuat kebijakan yang terkait dengan KUR: a. kelautan-perikanan. dan tentunya kemudian dapat berperan dalam pengentasan kemiskinan. Nota Kesepahaman Bersama (MoU) tentang Penjaminan Kredit/Pembiayaan kepada Koperasi dan UKM antara Pemerintah. Perjanjian Kerjasama Penjaminan Kredit antara Perusahaan Penjamin dengan masing-masing Bank Pelaksana. Perusahaan Penjaminan dan Bank. 6 Tahun 2007 tentang Kebijakan Percepatan Pengembangan Sektor Riil dan Pemberdayaan Koperasi dan UKM. 3 Tahun 2010 tentang pembangunan yang berkeadilan antara lain membahas tentang instruksi perluasan penyaluran kredit menegaskan pentingnya menyusun rencana perluasan KUR di tingkat Pemerintah Daerah. yaitu: • Relaksasi kebijakan KUR. Inpres No. yaitu Menteri Negara BUMN. menyusun kebijakan peyaluran kredit kepada pekerja migran di daerah. Landasan Legalitas KUR KUR pertama kali digagas dalam Sidang Kabinet Terbatas 9 Maret 2007 yang kemudian ditindaklanjuti lewat Inpres No.2 triliun. dan sosialisasi KUR kepada masyarakat luas khususnya para pelaku UKM.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 37 Perluasan Program KUR Skema pembiayaan Program Kredit bagi Koperasi dan UKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) ditujukan untuk memfasilitasi koperasi dan Koperasi dan UKM yang usahanya punya potensi tetapi belum layak bank (bankable). Salah satu materi yang harus dihasilkan adalah memantau realisasi KUR 2010 dengan target bawah Rp 13. Inpres No. Sedangkan realisasi penyaluran KUR oleh 13 BPD dengan target bawah Rp 2 triliun dan target atas Rp 2. Hasil program realisasi proporsi KUR untuk sektor pertanian. Program KUR ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah dan sebaran usaha Koperasi dan UKM. c. Perangkat legal yang mendukung program KUR adalah: a. • Penambahan anggaran dalam APBN-P 2010 sebesar Rp 2 triliun untuk penjaminan kredit KUR. perkebunan. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . kehutanan. Addendum 1 Nota Kesepahaman Bersama tanggal 14 Mei 2008 dengan menambah lima ayat pada pasal dua ruang lingkup kerjasama. c. tanggal 9 Oktober 2007. 1. dan menambah pihak yang mengetahui. 1 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional 2010. memperluas kesempatan kerja. • Penambahan bank pelaksana KUR.115 triliun dan target atas Rp 18 triliun. b. dan industri kecil sepanjang 2010 naik menjadi 25%. Program revitalisasi KUR ada tiga tugas. Bab 6 KREDIT USAHA RAKYAT b.

22 triliun) mengalami peningkatan. Memberikan layanan konsultasi KUR terhadap koperasi dan UKM yang berkunjung ke Kantor Kementerian Koperasi dan UKM. Mandiri. • Penambahan bank pelaksana KUR. c. Atas dasar Addendum 2 Nota Kesepahaman Bersama ini. c. Bank Pembangunan Daerah (BPD) sebagai bank pelaksana KUR yang baru menyalurkan tahun 2010. b. b. • Debitur boleh mengajukan kedit/pembiayaan KUR walaupun masih memiliki kredit konsumtif. bunga maksimum 14% per tahun. • • Peningkatan jumlah penjaminan Pemerintah untuk sektor-sektor pertanian. industri kecil. Addendum 2 Nota Kesepahaman Bersama tanggal 12 Januari 2010 yang merupakan penyempurnaan lanjutan atas berbagai permasalahan KUR. KUR kepada lembaga linkage (pola executing) maksimum Rp 2 miliar. Kementerian Koperasi dan UKM Pada 2010 Kementerian Koperasi dan UKM secara aktif mendorong perluasan program KUR melalui: a. Hal ini menunjukan bahwa relaksasi kebijakan KUR. Mendorong masing-masing bank pelaksana KUR dan Pemerintah Daerah melalui kunjungan kerja langsung Menteri Negara Koperasi dan UKM untuk mempercepat penyaluran KUR. 2. d. Memonitor penyaluran KUR khususnya 13 BPD dan 6 bank BUMN.38 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 39 d. dan 13 BPD. b. Apabila dibandingkan dengan target atas sebesar Rp 18 triliun. dan perusahaan penjaminan). BTN. KUR retail. d. .56 triliun). 4.7%. kelautanperikanan. KUR mikro hanya disalurkan oleh PT BRI). Dibanding realisasi KUR tahun 2008 (Rp 12. e. Perum Jamkrindo dan PT Askrindo sebesar 70%. 3. Sektor lainnya ditanggung oleh Pemerintah cq. Addendum 3 Nota Kesepahaman Bersama tanggal 16 September 2010 untuk menyempurnakan ketentuan tentang KUR. telah menunjukkan kinerja yang baik. Sektor pertanian. e. Perum Jamkrindo dan PT Askrindo sebesar 80%. dan penyalurannya dilakukan oleh semua bank (dalam Addendum 2. • Plafon dana untuk lembaga linkage (pola eksekuting). sebagai bank pelaksana KUR. antara lain: • Penurunan suku bunga KUR. yang antara lain: • Penetapan peningkatan KUR mikro dari maksimal Rp 5 juta menjadi maksimal Rp 20 juta. • Penyempurnaan jangka waktu perpanjangan. e. Perusahaan penjamin: perum Jamkrindo dan PT Askrindo. KUR ritel maksimum Rp 500 juta.64 triliun) dan tahun 2009 (Rp 4. juga dilakukan penyempurnaan atas Peraturan Menteri Keuangan yang berkaitan dengan KUR. e. Masuknya sektor jasa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) sebagai calon debitur KUR dengan jumlah penjaminan pemerintah 80% sedangkan jumlah penjaminan Pemerintah untuk sektor lainnya tetap 70%.4% dari target bawah yang sebesar Rp 13. restrukturisasi. kelautan-perikanan. Bukopin. Syariah Mandiri. Perkembangan Penyaluran KUR a. Menyiapkan dan menyusun kebijakan KUR melalui koordinasi dengan instansi teknis/lembaga penandatanganan MoU (instansi terkait. maka realisasi KUR tahun 2010 (Rp 17. BNI. Fasilitas Penjaminan: a. maka pencapaian tahun 2010 adalah sebesar 95. d.21 triliun atau 110. Profil Program KUR Sasaran: Koperasi dan UKM dan Koperasi layak tapi belum bankable Plafon KUR: a. Sisa penjaminan ditanggung oleh bank pelaksana.5% dari target atas sebesar Rp 2. KUR mikro maksimum Rp 20 juta tanpa SID (Sistem Informasi Debitur). dan sosialisasi KUR yang dilaksanakan sepanjang 2010 berhasil meningkatkan realisasi penyaluran KUR. Sosialisasi program KUR ke 33 provinsi. Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama oleh 13 BPD pada 23 September 2010 untuk mengikatkan diri pada Addendum 3 yang merupakan ketentuan yang diatur dalam pasal 4A Addendum 2. b. c. KUR mikro. Penyaluran KUR oleh 13 BPD telah mencapai Rp 2. dan sektor TKI ditanggung oleh Pemerintah cq. Selama 2010 realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 17. bunga maksimum 22% per tahun. kehutanan. perkebunan. Bank pelaksana: BRI. penambahan bank pelaksana KUR. serta Standar Operasional Prosedur (SOP) KUR. Jangka waktu kredit investasi perkebunan tanaman keras dapat diberikan langsung 13 tahun dan tidak boleh diperpanjang.5% dari target bawah sebesar Rp 2 triliun dan 100. dan suplesi. c. dan industri kecil menjadi 80% (semula 70%). • f.22 triliun atau sebesar 131.11 triliun. perkebunan.20 triliun. bank pelaksana.

567 2.211.6 126.5 JUMLAH 2008–2010 DEBITUR (Rp Miliar) 16.530 26.3 269.605.093 6.1 1.527.4 70.2 766.8 21.841.232 .816 4. 12 Januari 2010 DEBITUR 27.879.437.000 TARGET ATAS (Rp Miliar) 3.3 107.5 102.5 100.5 Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II sesaat setelah penandatanganan Kesepakatan Addendum II MoU Kredit Usaha Rakyat.3 669.9 125.200 1.560 6.7 973.40 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 41 PERKEMBANGAN REALISASI KUR SAMPAI TAHUN 2010 PER 31 DESEMBER 2010 BANK TAHUN 2008–DES 2009 REALISASI (Rp Miliar) BNI BRI Mandiri BTN Bukopin BSM BPD 1.4 95.000 8.4 49 113 110.868 26.3 107.0 DEBITUR 11.608 36.4 100.058 7.2 35 100.4 203.4 127.2 100.3 2.630.8 116.319 6.000 3.4 203.000 2.232 Jumlah 17.5 26.4 51.6 9.232 3.3 24.3 107.0 - TAHUN 2010 TARGET BAWAH (Rp Miliar) 1.374.179 2.3 98.7 263.3 (6) 7.9 31.9 3.4 70.000 17.5 22.845 610 500 400 2.2 2.653 521 184 357 1. PERKEMBANGAN REALISASI KUR OLEH BANK BPD POSISI 31 DESEMBER 2010 TARGET TAHUN 2010 TARGET BAWAH (Rp Miliar) TARGET ATAS (Rp Miliar) REALISASI (Rp Miliar) Menteri Negara Koperasi dan UKM (tengah) bersama Menteri Pertanian (kiri) dan Menteri Keuangan (kanan) menandatangani Kesepakatan Addendum III MoU Kredit Usaha Rakyat.200 2.505.798 2.158.720. REALISASI PERSENTASE PERSENTASE DEBITUR TARGET BAWAH (Rp Miliar) (4=3/1) X100% 108.8 2.100 710.1 244.3 35.3 98.812.7 (1) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 JATIM JABAR-BANTEN JATENG DKI JAKARTA DIY NTB SULUT KALBAR KALSEL KALTENG NAGARI MALUKU PAPUA 750 500 250 240 25 25 25 50 25 25 35 15 35 (2) 750 600 350 240 25 25 25 50 25 25 35 15 35 (3) 813.257 1.4 153.5 102.109 5.000 650 700 450 2.6 126.4 123.6 159.156 589 596 549 1.9 3.908 13.6 56.113 74.200 REALISASI (Rp Miliar) 1.824 3.311 2.7 NO BPD TARGET ATAS (Rp Miliar) (5=3/2) X100% 108.211.6 71.650 34.9 31.2 834.9 452.338 - TARGET ATAS 54.636 3.5 70 109.316.9 125.6 131.3 17.2 100.6 26.5 113.666.7 1. selanjutnya mulai tahun 2010 pada masing-masing bank penyalur diberikan target yang harus dicapai.2 2.211 PRESENTASE TARGET BAWAH 104. Hal ini sejalan dengan target nasional penyaluiran KUR sebesar Rp 20 Triliun/tahun.3 382.505 37.4 113.140 4.457 3.4 914.349.558 Catatan: Untuk tahun 2008–2009 belum ditetapkan target penyaluran bagi masing-masing Bank penyalur.697 520 536 TOTAL 2.189.9 12.7 77 21.228.115 18.0 110.417.5 113.2 15.

42 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 43 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan Koordinasi dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat di Jawa Timur. 26 Agustus 2010 Menteri Negara Koperasi dan Ukm secara simbolis menyerahkan Kur kepada pelaku usaha bidang Kelautan dan Perikanan .

44 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 45 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam rapat kerja pelaksanaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Kalimantan Tengah. 18 Oktober 2010 Menteri Negara Koperasi dan Ukm secara simbolis menyerahkan Kur kepada pelaku usaha di Pekalongan .

46 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 47 Penandatanganan Kesepakatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat oleh Para Perwakilan Lembaga Penyalur dan Penjamin Kredit Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama Para Perwakilan Lembaga Penyalur dan Penjamin Kredit .

6 November 2010 .48 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 49 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam acara Rapat Koordinasi Kredit Usaha Rakyat di Kalimantan Selatan.

ketatausahaan dan kerumahtanggaan. akurat cepat dan tepat sebagai dasar acuan pengambilan kebijakan. Publikasi tentang pemberdayaan Koperasi dan UKM dapat disampaikan lebih luas sehingga memperkuat eksistensi dan citra Kementerian Koperasi dan UKM meningkat. Terwujudnya efisiensi dan efektifitas dalam pengelolaan kepegawaian. Meningkatkan profesionalitas dan kualitas aparatur serta pelayanan administrasi kepegawaian. taat asas. Mewujudkan pengelolaan dan administrasi penganggaran yang tertib dan akuntabel. Terwujudnya pengelolaan anggaran secara tertib. serta tertatanya asset BMN dan laporan BMN sesuai dengan standar Sistem Akuntansi Barang Milik Negara. • Bab 7 SEKRETARIAT KEMENTERIAN KOPERASI DAN UKM • Sasaran Program: • Terwujudnya perencanaan dan dukungan penganggaran sesuai rencana kerja pemerintah dan rencana strategis yang telah ditetapkan. • • • Laporan keuangan dapat disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintah dengan opini wajar tanpa pengecualian. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . efisien. transparan dan bertanggung jawab. efektif. pembinaan dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM. • Manfaat Program: • Pencapaian kinerja sesuai perencanaan dan penganggaran. ketatausahaan dan kerumahtanggaan. • • Tersedianya data dan informasi yang mutakhir (up to date) dan akurat terkait dengan pemberdayaan Koperasi dan UKM. ketatalaksanaan.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 51 Sekretariat Kementerian memiliki tugas melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas. Profesionalitas dan kapasitas aparatur meningkat. Sekretariat Kementerian terdiri dari: • Biro Perencanaan • Biro Keuangan • Biro Umum Tujuan program: • Memberikan dukungan untuk memperlancar pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Koperasi dan UKM melalui koordinasi dan perencanaan yang partisipatif dalam perumusan kebijakan dan program. • Meningkatkan pelayanan publik dibidang informasi dan publikasi melalui terselenggaranya hubungan masyarakat dan penyediaan data dan informasi yang valid. ketatalaksanaan. serta tersusunnya standar operasional prosedur dan tata hubungan kerja dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM.

Peserta Rapat Regional diikuti oleh Kepala Dinas/Instansi yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi. c. . Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) Koperasi dan UKM MUSRENBANG Koperasi dan UKM tahun 2010 diselenggarakan dengan maksud untuk Melakukan sinkronisasi kegiatan pokok. pengendalian dan evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program-program strategis dan penajaman pelaksanaan program dekonsentrasi yang dilaksanakan berdasarkan per wilayah. Kapubaten/Kota sesuai dengan pembagian wilyah yang sudah ditentukan.52 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 53 Sekretariat Kementerian Koperasi dan UKM Guritno Kusumo Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rapat-Rapat Koordinasi Telah melaksanakan rapat-rapat koordinasi. b. Rapat Koordinasi Dekonsentrasi Rapat Koordinasi Dekonsentrasi ini diselenggarakan dalam rangka sinkronisasi dan penysunan anggaran terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilimpahkan pelaksanaannya di daerah. sinergitas pelaksanaan program pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro. sinkronisasi. merupakan forum koordinasi. Rapat Koordinasi Terbatas (RAKORTAS) Rapat Koordinasi Terbatas (RAKORTAS) merupakan forum koordinasi untuk membahas topik/isu-isu tertentu/ strategis. konsolidasi. Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS). dengan Usulan Pendanaan Perangkat Daerah (UPPD)/Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi. Kabupaten dan Kota. yang merupakan forum koordinasi. dan Menengah dari tingkat Pusat. RAKOR ini diikuti oleh Kepala Dinas/Instansi yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi seluruh Indonesia. Rapat Regional Rapat Regional. meliputi: a. e. yang diikuti oleh Kepala Dinas/Instansi yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi seluruh Indonesia. Kecil. Provinsi. lokasi kegiatan dan pagu yang disusun dalam Renja Kementerian Koperasi dan UKM. d.

13–16 Desember 2010 . Jakarta. dalam kesempatan Rapat Koordinasi Nasional Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemberdayaan Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah.54 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 55 Penandatanganan Ikrar pemberdayaan Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional oleh seluruh kepala dinas yang membidangi Koperasi dan UKM.

14–16 Juni 2010 Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM membuka rapat Regional di Palembang. Penyusunan Laporan Tahunan Laporan Tahunan disusun dengan memuat informasi dan data pelaksanaan program pemberdayaan Koperasi dan UKM yang telah dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam kurun waktu satu tahun (Januari–Desember). Surabaya. mengenai Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan. Suasana rapat Regional Wilayah II. 21–23 Juni 2010 . Jawa Timur. yang disampaikan kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. b. Sumatera Selatan. c. telah dilakukan: a. untuk disampaikan kepada Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS. Evaluasi dan Pelaporan atas pelaksanaan program pemberdayaan Koperasi dan UKM. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) LAKIP merupakan bentuk pertanggungjawaban Kementerian Koperasi dan UKM dalam menjalankan penyelenggaranaan pemerintahan negara di bidang pemberdayaan Koperasi dan UKM. merupakan implementasi dari amanat Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006.56 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 57 Evaluasi Dan Pelaporan Dalam rangka Monitoring. Penyusunan Laporan Triwulan Laporan triwulan. LAKIP disusun berdasarkan INPRES Nomor 9 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

• Bidang Pembiayaan. • Bidang Produksi. • Bidang Pengkajian Sumber Daya UKMK. • Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha. • Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 59 Program-program Pemberdayaan Koperasi dan UKM • Bidang Kelembagaan Koperasi. Bab 8 DEPUTI KEMENTERIAN • Bidang Pengembangan SDM KUKM. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

62 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 63 Untung Tri Basuki Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Evaluasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Tahun 2010. . Tujuan program: • mewujudkan iklim usaha yang kondusif bagi Koperasi dan UKM sebagai lembaga ekonomi yang mandiri. berdaya saing dan memiliki kinerja yang efektif dan efisien terutama dalam menghadapi era globalisasi. Program Teknis yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM adalah program Peningkatan Iklim Usaha yang Kondusif bagi Koperasi dan UKM. Dokumen RPJMN 2010–2014 yang memberikan arahan mengenai Prioritas Nasional dan Prioritas Lainnya kemudian dijabarkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Koperasi dan UKM 2010–2014. Di dalam Renstra telah ditetapkan program teknis dan program generik yang akan dilaksanakan selama kurun waktu lima tahun ke depan. Sasaran Program: • Terwujudnya Koperasi yang tumbuh dan berkembang sehat sesuai jati diri Koperasi. Manfaat Program: • Meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan anggota Koperasi. serta program Penguatan Kelembagaan Koperasi. Tahun 2010 merupakan tahun awal dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2010–2014.

dan pemangku kepentingan di daerah. • • • Tujuan dari Program Penguatan Kelembagaan Koperasi adalah untuk mengembangkan praktek koperasi yang sesuai dengan jati diri koperasi serta meningkatkan peran koperasi dalam melayani anggota dan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraannya. agar Koperasi dan UKM memperoleh pemihakan.000 orang pejabat dinas yang membidangi koperasi dan UKM di lima provinsi. . dan penyerahan penghargaan kepada pemenang disampaikan pada puncak peringatan Hari Koperasi. • Revitalisasi Fungsi Kelembagaan Koperasi yang dilakukan melalui kegiatan penyusunan kebijakan peningkatan kualitas kelembagaan koperasi dan bimbingan teknis perkoperasian kepada 1.64 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 65 Program Peningkatan Iklim Usaha yang Kondusif bagi Koperasi dan UKM bertujuan mewujudkan pemberdayaan Koperasi dan UKM yang dilakukan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah melalui penetapan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di berbagai aspek kehidupan ekonomi.503 koperasi dengan perolehan koperasi berkualitas sebanyak 1. kegiatan strategis yang telah dilaksanakan selama 2010 ini adalah: • Sosialisasi UU No. Untuk mencapai tujuan tersebut. Standar. dan Kriteria (NSPK) di Bidang Koperasi dan UKM. • Penyusunan Sistem Aplikasi Member Card bagi koperasi konsumen yang dikemas dalam bentuk CD agar dapat memfasilitasi koperasi dalam menyusun database anggota secara digital dan melakukan proses transaksi anggota dengan koperasi. dan dukungan berusaha yang seluas-luasnya. Pemerintahan Daerah Provinsi. • Penilaian koperasi berprestasi dengan penetapan ada 75 koperasi berprestasi dan 10 koperasi penerima penghargaan melalui Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor 19/Kep/M. Kecil dan Menengah yang diperuntukkan bagi pejabat dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di tingkat provinsi. yang mengacu pada PP Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah. Jawa Timur. 38 Perda akan disampaikan rekomendasi pembatalan/pencabutannya kepada Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri. instansi terkait. perlindungan. dengan target 5.000 BH Koperasi. • Pelaksanaan Pemeringkatan Koperasi. 15 Juli 2010 di Surabaya. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. • Monitoring dan Evaluasi Program Pemberdayaan Koperasi dan UKM. tokoh masyarakat.KUKM/VII/2010 tanggal 5 Juli 2010. dan sepanjang tahun ini telah dievaluasi sebanyak 60 Perda yang menghambat perkembangan Koperasi dan UKM. Prosedur. Penyusunan rancangan (draft) Norma. Penyusunan rancangan (draft) Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang UMKM. Evaluasi terhadap Peraturan Perundang-undangan tentang Koperasi dan UKM di Tingkat Pusat dan Daerah. kesempatan. Beberapa kegiatan strategis yang telah dilakukan dalam rangka penguatan kelembagaan koperasi selama 2010 adalah: • Penguatan Status Badan Hukum Koperasi melalui Pengumuman Badan Hukum (BH) dalam Lembar Berita Negara. Dari jumlah tersebut. dan Pemerintahan Derah Kabupaten/Kota. yang akan menjadi standar operasional pelayanan publik bagi aparat daerah yang membidangi Koperasi dan UKM dalam memberdayakan UKM.321 koperasi. kepastian. Tahun ini telah diperingkat 1.

P KODANUA.S. Jakarta.66 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 67 Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama para anggota Rapat Anggota Tahunan XXXIII K. 14 Februari 2010 .

18–20 Februari 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka secara resmi Peringatan Hari Koperasi di Subang Jawa Barat 17 Juli 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam acara penandatanganan Rapat Anggota Tahunan ke 29 di Jambi. Yogyakarta.68 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 69 Menteri Negara Koperasi dan UKM menyerahkan penghargaan pada acara RAP Induk KUD Tahun Buku 2010. 7 Juni 2010 .

9 Juli 2010 . 9 Juli 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama para peserta Jambore Koperasi di Jawa Timur.70 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 71 Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka acara Sarasehan dan Jambore Koperasi di Jawa Timur.

72 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 73 Presiden Republik Indonesia memberikan pesan singkat pada acara Hari Koperasi Nasional ke 63 yang bertemakan “Koperasi Bangkit Untuk Kesejahteraan Rakyat” di Surabaya. 15 Juli 2010  .

74 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 75 Presiden Republik Indonesia beserta Ibu Negara didampingi Menteri Negara Koperasi dan UKM pada acara puncak Hari Koperasi Nasional. 15 Juli 2010 di Surabaya Jawa Timur .

khususnya yang bergerak di sektor usaha simpan pinjam. Saat ini sudah memasuki tahapan pembahasan awal dengan DPR-RI. Perkembangan RUU LKM Pada tanggal 13 November 2009. Kementerian Koperasi dan UKM telah mengusulkan draft RUU LKM menjadi inisiatif dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk dimasukkan dalam daftar Rancangan Undang-Undang Program Legislasi Nasional Tahun Anggaran 2010–2014.76 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 77 Perkembangan RUU Perkoperasian Penyusunan peraturan perundang-undangan di bidang perkoperasian dengan output antara lain telah disiapkan RUU tentang Koperasi dan telah disampaikan oleh Bapak Presiden RI kepada DPR-RI dengan surat Nomor: R-69/  Pres/09/2010 tanggal 1 September 2010. Rapat dengar pendapat umum antara Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Koperasi dan UKM . yaitu melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi VI DPR-RI dengan Kementerian Koperasi dan UKM pada tanggal 10 Maret 2011. Saat ini RUU LKM tersebut masih dalam pembahasan dengan instansi terkait dan gerakan koperasi.

78 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 79 Menteri Negara Koperasi dan UKM menandatangani batu simbol dalam acara pembukaan RAT Kilang Mandiri Tahun Buku 2009 di Balikpapan. 18 Juli 2010 . 23 April 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam acara pembukaan Pencanangan Kota Bekasi menjadi Kota Koperasi.

meningkatnya jumlah koperasi yang berkualitas dan tumbuhnya koperasi berskala besar di tiap Provinsi. yaitu Mengajak orang untuk berkoperasi. Jakarta. dan telah ditayangkan Iklan Layanan Masyarakat (ILM) tentang GEMASKOP pada beberapa stasiun televisi. maka pada setiap kesempatan rapat koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM daerah dan setiap kunjungan dinas ke daerah selalu disampaikan materi tentang GEMASKOP. Disamping itu juga dilakukan sosialisasi melalui media elektronik. Membenahi kualitas kelembagaan dan usaha koperasi yang ada.80 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 81 Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (GEMASKOP) memiliki 3 (tiga) tujuan. Output yang diharapkan dari GEMASKOP berdasarkan ketiga tujuan tersebut adalah tumbuhnya koperasi baru. 26 April 2010 . Pidato Menteri Negara Koperasi dan UKM pada acara pencanangan Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi. Untuk menggaungkan GEMASKOP ini. dan Menumbuhkan koperasi berskala besar.

28 Juli 2010 . Yogyakarta 4 Desember 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM mengunjungi salah satu gerai di acara SMESCO Fesyen 2010.82 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 83 Menteri Negara Koperasi mengunjungi SMK Koperasi.

Manfaat : 1. serta di tetapkan sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) dengan Surat Keputusan Menteri Negara Koperasi dan UKM. Bali. Pemerataan sebaran jumlah Notaris Pembuat Akta Koperasi seluruh Indonesia. 28 Januari 2010 . dan mendapat sertifikat.584 orang notaris yang tersebar di seluruh Indonesia. dan telah mengikuti pembekalan di bidang perkoperasian yang di selenggarakan oleh Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP-INI) di beberapa wilayah di Indonesia. Hasil : Sejak tahun 2004 sampai 2010 telah ditetapkan sebanyak 6. 3. Pemahaman Notaris Pembuat Akta Koperasi dalam Pembubaran dan Pendirian Anggaran Dasar Koperasi.84 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 85 NOTARIS SEBAGAI PEMBUAT AKTA KOPERASI Tujuan : 1. Sebagai pedoman Notaris Pembuat Akta Koperasi dalam membuat Akta Pendirian Koperasi dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi. Notaris yang telah ditetapkan sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi mendapat kepastian hukum dalam menjalankan tugas. 2. 2. Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam rangka konsolidasi dan pemantapan peran dan pelaksanaan tugas notaris dalam pemberdayaan Koperasi. Meningkatkan keterlibatan profesi Notaris dalam menguatkan kualitas dan status akta badan hukum koperasi.

056.845.971.530.411 838.095.579 1.659. Rustandi Lokasi BRKP (PPI) Pulau Bai Kota Bengkulu Simpan Pinjam 58 320.000.193.464 1 KUD Harapan Tani KUD Sido Mukti KUD Marga Jaya Ds.851 Ds.000 191.598.569. Kec.776 618.301. Air Rambai. Bahuga Kab.124.938.058.637. Aceh Utara Pemasaran 6.000.166. Sungai Gelam Kab.846 200. Tendean No.915 2 KSP VII Koto Talago II Simpan Pinjam 1.000 168.334.508. Kapten P.272 218.748. PROVINSI RIAU 1 KUD Tunas Muda KUD Tani Bahagia KUD Intan Makmur Ds.696.550.732 4.110. Kulin Jaya.009.612.877 492. Lima Puluh Kota Kab.844.350 1. Padang Hilir Kota Tebing 2 Jasa 3.440 133.651.671. Barat Toman Kab.770 245.278.000.152.672.540.403. Sorolangun Kel.386 9.860.206.946.278 .901.248.323 140.000.841 11. Tebo Desa Petaling Jaya.876. 9.642.581.616 75.406 1.473 Konsumen 336 519.614.174.637. (org) Modal Sendiri (Rp) Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) No. Nelayan Kota Bengkulu Jasa 46 86.653. Koperasi. Raya CurupBengkulu KM 14 Kab. Langkat Jl.957 2.903. Kec.793. Wiroto Agung. Kec. Kec.105.383 1. Silungkang Tigo.712.100 187.579 2.547.580 6.796.922 6.359 260.871 872.802.252. PL.543.88 Kota Palembang Produsen Simpan Pinjam 1. Dewantara Kab.368.332. PROVINSI SUMATERA UTARA 1 35. Rimbo Bujang Kab.000 41. Silungkang Kota Sawahlunto Desa Tanjung Jati.000.701 6.698 1. 35 Kec. 7.461. Musi Banyuasin Ds.184.232.508 357. Bengkulu Tengah Jl.769.621 599.895 0 3 Simpan Pinjam 6.000 17. Way Kanan Rama dewa.000 172.945.681. Merpati No. Teluk Merbau.010.421. PROVINSI NANGROE ACEH DARUSSALAM 1 Koperasi BQ.039.514 7.851 13.000 422.000 400.363.707. Kec.923.543.871.243.000. PROVINSI SUMATERA BARAT Jl. Rejang Lebong Jl.915 1.700.221.537.697 6.751. Sei Jambak Kab.312 4. Seputih Raman Kab.600.824.864. Ir.100 1.000 1 KUD Sumber Pangan KSP Tri Dharma Artha 8.109 6.159 1.039 3 7.251.756 240.054.174.844.847 15.548.622 2.910 962.953 78.048 2 Aneka Usaha 740 326. Pasaman Barat Produsen 184 380.969.656.111 1.420 3 Konsumen 1.182.679 2. PROVINSI LAMPUNG 368.000 2 Jl.372.579.395 384.525 1 Koperasi Pengangkutan Umum Medan KUD Harapan Tani (Harta) Kopdit CU Mandiri Jl.310. Tengku Cikditiro Kota Banda Aceh Jl.443 2 KSU Raflesia KSP Rizki Koperasi Tunas Baru KSP RIAS KUD Sejahtera Aneka Usaha 4. PROVINSI BENGKULU 3.020 4.710 4.031.499 1.424. Kec.236.077 273.848. Mardiharjo.236.015 11. Syariah Dewantara Ds.056. Kec. Musi Rawas Jl Mayjen HM Ryacudu No.920. Baituttamwil Muhamadiyah Simpan Pinjam 26/3120 278.705 147.300 2.000 13.614.870 4.958.192.955.098 2. Lampung Tengah Jl.736.932.412.437.000.948.000 10. Desa Bukit Intan Makmur.400.265 0 2 Produsen 944 2.580. Kec.296 12.967 3.215. Takengon Timur.396 3.000 6.349.176. Langsat No.000 5.704.491.624.381 2.480.988.850.296.000 15.000.664.437.000 20.000 215.646. Kec.377. Rupat No.619.791. Curup Kab.085. PROVINSI JAMBI 26.000 3.806.622.400 3 KSGS Gunung Sungkur Produsen 97 2.993.932.625.299 6.534.165.846.899. Siak Ds.440 1.537.129 139.600.783. Kel.361 1 Kopinkra Silungkang Ds.971 3 Kop.215.290 54. Singkut Kab.673.767 4. Laut Tawar Kab.538 909.453.370.026.927. 49.010. PROVINSI SUMATERA SELATAN 2.355.908.489 2 Pemasaran 685 1.500. Karang Pusat Kota Bandar Lampung Produsen 1. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.327. Pendidikan No.865.303.000 4. Kec.535.246. Kec.877. Rokan Hulu Produsen 430 3.471. Kunto Darussalam Kab.620. 32.000 255. Indragiri Hulu Jl.100 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) 1. 30-32 Kel.206. (org) Modal Sendiri (Rp) 5.933. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.638 9.192.310 60. Aceh Tengah Jl.041.525 4.423.589.589.226 601.094 3 3 Konsumen 509 901. Tj. Dayun Kab. Baburrayyan KUD Rahmat Kop.038.000. Kec.700.000 13.000 236.039.491 15.948.155.347.312 2 3 Jasa Simpan Pinjam 523 447 715. Muaro Jambi Simpan Pinjam 1. Guguak Kab.510 516.000 10.000 80.308 950. Gang Buntu Kota Medan Jl.147 5.86 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 87 Data Profil 99 Koperasi Skala Besar Seluruh Provinsi No.251 7.387 2.505.030.888. Meunasah No. Kec.000 Simpan Pinjam 21/2408 1.000 13.200.760 Kop. Lubuk Batu Jaya Kab. Kec.000 67.642 1 872.200 132.561 91.946. Payolebar.645.990.631 15.903 10.245. Desa Keude Krueng Geukueh.304 26.431.484.024.002. Purwodadi Kab.586 1.

Semarang Jl.714.650 1.776 6. Desa Tempilang.708 278.976.772.108 99.500 837.431.017.763 16.767 4. Bokoharjo.000.606.523 15.110.240.601.018 1 Kopwan Setia Bakti Wanita *) Koperasi SAE Pujon *) KSP Mitra Usaha Jl.252.817.637 50. D. Tempilang Kab.517.700. PROVINSI JAWA TENGAH 8. Satria Ardira Mandiri Ds. Cempaka Putih Tengah Kota Jakarta Pusat Jl.092 13.000 14.100 464. Kec.469 2 Kop.189.392.950. Panorama Lembang Kab.805 760.387.366.000 134. Bunguran Timur Kab.519.512. Munthok Kab.870 90.853. Bkt Intan Kota Pangkal Pinang Komplek PT.000.590 743.737 8. Desa Gn.895 14. Semabung Baru. Getasan Kab.272.072.022.000 1.588.662.921 242. PROVINSI BANGKA BELITUNG 1 Koperasi Warga Peltim ^) Kopdit Karya Bersama Lestari KUD Bina Tani Sejahtera Ds.571.620. (org) Modal Sendiri (Rp) 9.732 1. Kec. Natuna Simpan Pinjam 375 369.339. Prambanan Kab. Kec.913.135.085 9.507.305.600 88.162.000.960.768 3 Produsen 66 22.964.504.825.570.490 2.639. Cipto No.021. Kasihan Kab. Lamongan Jasa 10.000 7.000.894 3.314.542. Mawar RT 06 RW 03.870 5.620.709.150 182.600.700.388.408.000 1.000.643 10.897.999. Sleman Ds.460.284. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.835 489.900 2 Simpan Pinjam 2.711.530 875.305.588.050 10. Serang Produsen 482 106.586.470 3 Produsen 1. Tirtonirmolo.534 221.991. Maya Cilegon.030.742.000. Latiumeten I No.815.800. Wonocolo Kota Surabaya Jl.000 4.441.210.011 20.411.801.011.731.100 2.256. Nusantara.368.281.584. Mantup Kab.222.610. PROVINSI DKI JAKARTA 1 Koppas Cempaka Putih *) KSP Kodanua Jl.944 101. Desa Panjang Kec.520.611 10.582.575 0 3 Simpan Pinjam 2.792.150. Bintan Jl.775.728.250 3 Koperasi Aneka Usaha Natuna (KOPANESA) 2 Produsen 7.372.747.590.577. Pakuhaji Kab.830. Kec.473 103.625. Pungkur Kota Bandung Jl.100 2 Simpan Pinjam 791 712.950 1.227 32.702.289.832. Sleman Ds.141.924.287.000.775.767.280.074.065 10. Karet Rakyat 15. Munthok.587 3.625 14.803.230 16.593.945.188.231 15.110.642. Kec.663.000.338.755.88 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 89 No. (org) Modal Sendiri (Rp) 1.048. Catur Tunggal.501 1.400. Bintan Timur Kab.145.839 16.286 87. Kec.238 55.891 2.416 768.783 12.84 Kota Pekalongan Kab.466.054 602.092.060 1.000 0 1 KUD Mina Samudera Kop.746.264. Bangka Barat Konsumen 717 2.578 165.603. Kec.433.358 89.755.572. Tangerang Terminal IA Bandara Soekarno Hatta.425. Natuna Jl.854 23.971 519.112.661 4. Kec.923. Serang Produsen 312 16.506 11.207.051.002. Malang Desa Sumberdadi.905 2 Simpan Pinjam 2. Kec.266 25.847.136. PROVINSI JAWA BARAT 1 KPSBU Lembang ^) KSP “Rukun Ikhtiar” KUD Trisula Jl.079.288 46. Surya Bahari.000.556.925 4.903 25. Mrisi. Kec.966.216.263. Bahrul Ulum Jl.631 14.470. Desa Bandarsyah.41 Kota Jakarta Barat Kota Jakarta Timur Pemasaran 272 457.138 12.491 28.497 115.Lengkuas.923.213 770.850 1 KSU Andini Luhur Kospin Jasa KUD Batur Jaya Ds.114.736.487. Benda Kab.203 20.000 106.982. Majalengka Produsen 6.266.040 12.447 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) No.876.537 2 3 Simpan Pinjam Produsen 31.406 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) 9.170. Klaten Pemasaran 194 13.043.265. PROVINSI BANTEN 240. Tangerang Jl.198.834.378 165 9.260.245 11. Kec.138 2.029.391.612.699.831 5.152. YOGYAKARTA 1 KSU KOSUD Gama KSP Setia Kawan KUD Tani Makmur Ds.I.487 2.424.164.734 Produsen 17.284.009.000 3 Primkopti Kab.054. Bangka Barat Kel.332 12.805.783.791.950 2 12.232 408. Kec.000 51.800 3. Sawindo.432 2 3 Simpan Pinjam Konsumen 9.969.033 40.000 13. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.408 3 KKGJ Konsumen (SP) 19. Kec.420 5.732.918. Jemur Handayani 55.858.543.055 35.458.029 .609 18.378.090.350.961 20.832.851. Depok Kab.470.700 19. Brigjen Abdul Manan Wijaya Kab. Bantul Konsumen 1.240. Batu Sisir Bukit Arai.357 154. Desa Air Putih.922 1. Kec.322 Simpan Pinjam 1. Kramat Watu Kab.600 47.450 982.057.230.900 32.156.365. Palasah. Desa Pejaten.486 24. PROVINSI KEPULAUAN RIAU 1 Kop.851.106 3.695 467.000 15.679.050 833. Palasah Kab.977 20. PROVINSI JAWA TIMUR Konsumen 805 1. Kec.405.399 273.627.520.250.894.536 1.182 248.458.320.221. Bandung Kel.000 18.737 1. Bunguran Timur Kab.529. Jetak.562.

Sudirman.111.000.314.309 1 KUD Mula Membangun Kop. Badak LNG. Pangkalan Lada Kab.200.756 24. Samarinda Ilir Kota Samarinda Kel.559 9. Alok Kab.000 72.000 37.666.200.066.000 3 KUD Karya Utama Produsen 958 522.726. Tatelu.477.000 180.981.542 3. Air Putih. 4.541.894 457.181. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.678.717 3 2 3 KSU Baru Terbit Mandiri KUD Murni Tahuna Simpan Pinjam Konsumen 172 1.662.000 33. Kab Badung Kab. Yakut No.694 2.342.079.171.254.151.794 3 Simpan Pinjam 2.017 470.147 1.325.800.287. 168.030 5.599.000 71.796 80.450 1.000 120.413.735.722. Dusun Tengah Kab.000. Kec.176.623.200.982.468. Mahoni.894.149 12.566.361.590.764.204 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) No.858 139. Samarinda Ulu Kota Samarinda Jl.199.720 7.403 5.240 422.128.706. Hasan Basuki Km 10.060. Kec.444 2.752.085 34.000 9. CU Sumber Rejeki Jl.142 610.082. Kota Baru Produsen 5. Tambatan I. Sikka Kel.972 3.082.000 100.093.374.180.042. Kec.198. Lombok Timur Ds. Kec. Wairotang. Sambas Simpan Pinjam 80.466 2 Produsen 1. Beringin No.881.000 10. Kec. Kec. Kec.728.035.350.332.803.000 383.837.397.876.313 2.387.733.000 625.883. Manggarai Barat Kel.371. Tanjung Puri.897 1. Kec. Bolaang Mangandow Jl.820 1 KSU Kuta Mimba Koppas Srinadi *) Kopdit Tri Tunggal Tuka Jl.844.658.911 116.138.399 146.559.868. Desa Satimpo. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.073 108.419.758. Semarapura Kab.869. PROVINSI KALIMANTAN BARAT 1 Kopdit “CU Lantang Tipo” *) Koperasi Jasa Menenun Mandiri KUD Sawit Mekar Jaya Ds. P. Batukliang Kab. Laut Utara Kab.675 63. Pancordao. Kec. (org) Modal Sendiri (Rp) 199.790 1.000 2.085 1.300.790.492 57.000.000.3 Kab.218.693 .383.540. Anjani. (org) Modal Sendiri (Rp) 17. Sintang Kota Sintang Kec.250 227.205.113.289 3.567.559 3. PROVINSI SULAWESI UTARA Produsen 308 125. Barito Utara Jl.498. Klungkung Banjar Tuka. Kec.000.000 1. Kepulauan Sangihe Produsen 1.331 98.478.209 7.522.000. Kec.000.766 5.857 19.133 45.155.851.689 22.475. Badung Simpan Pinjam 3.863 2 Pemasaran 529 13.558.012 2 KUD Penerus Baru *) Kopdit Saijaan Sejahtera 1 KUD Gajah Mada Ds.149.812.594. Minahasa Utara Kab.876.671 108.297.008. 08.000.750.908.790.839 2.307 58.372.344.611. PROVINSI KALIMANTAN TENGAH 74.080. Kelumpang Hilir Kab.114 2. Parindu Kab.743 5.529.199 1. Bolum Boen Simpan Pinjam 814 4.611 2. PROVINSI KALIMANTAN TIMUR 1.90 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 91 No. Subah Kab.717 3.000. Kupang Simpan Pinjam 6.000 10.275. Dimembe Kab.148.200 1.744 16.967 1 Koperasi TKBM Samudara Sejahtera (Komura) *) KUD Kopta Jl.260. Barombot No.542 2 Simpan Pinjam 18.998. Labuan Bajo.099.389.820 2 Koppas 9. Kec.159 687.595 23.000 1. Jerowaru Kab.820 64.782.241.000.515. Kec. Desa Makarti Jaya.425.550.817. Badung Ps.418.056 1.153.200.000 210.254. Telagasari.000 48.256.113 1.000. Amarasi Kab.361 104.211 3.269. PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR 1 Kopdit Obor Mas Koperasi Nelayan “Yasa Mina” KSU Setara Kel.433.298.180 3 Simpan Pinjam 946 1. Galiran. Lohei II Kab.244. Desa Sawang Bandar.985.311. Ahmad Yani. Jl. Komodo Kab.774.778.608.000 9.000.692.679 5.058.869. Sanggau Ds. PROVINSI BALI 5. Lombok Tengah Ds.267 56. Kel.007.000 22.502.309.216.240 2.000 110. Bontang Selatan Kota Bontang Jasa 23.578 15.042.768.248.419 110. Tahuna Kab.173.700 1 KUD Tamporok Ds.896.120 193.285 20.538.000 2 Produsen 1.440 319.720.268 4.126.235 325. PE-Yi D PT.912.634.908 2 3 Produsen 636 1.627.676.307.548 3.000 17.110.895.738 334. Jend.050.000 11.553.200.472 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) 21. Suralaga Kab.395 34. Kotawaringin Barat Produsen 731 330. Kec.496.221.250.714. Kec.057.500 202.202.000.753. Tapin Jl.703 779.500 9.420.068.487.000 1.090 233.352.120.950.337. Brigjen H.226.133.261 4. Kota Baru Jl.105 24.084.000 127.750 352.997 18.492.068.831.938.000 1.240.962.37 RT 34 Desa Ampah Kota.207 19. PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT 1 KUD Bina Karya KSP Karya Mandiri KUD Tiga Serangkai Ds. Yos Sudarso No.000.150. Sriwijaya Legian Kota Kab.136 6. PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Simpan Pinjam Aneka Usaha 266 5.983.000.376 3 Konsumen 1.000.468.457.064.202 4.024.468 2. Lombok Timur Produsen 154 602.443. Komplek Pelabuhan Lama.021 14.107 18. Kec.309. Barito Timur Jl.200.980.000 1.978 5.281 3 Kop.978 530. Pusat Damai.434.

934 2 Produsen 1.812. Kec.800. Desa Suka Makmur Kab.006.915 133.946.441.007 30.014.686. Manokwari Jl.325 3. Kec.997. Ds.500 382.299.611.010 351.820.405.500.787. Kec. PROVINSI GORONTALO 1 Kop.488.000 1. Munna Jl. (org) Modal Sendiri (Rp) 52. Halmahera Utara Kab.000 3.915.Kamundan.779. yang selanjutnya akan disusun dan ditetapkan ranking Koperasi Berskala Besar di Indonesia.800.000 2 3 7.259 111.500.704 142. sehingga diharapkan akan ada 99 Koperasi Berskala Besar di seluruh Indonesia.500 3 Kospermindo 27.130.911.702.778. Sorong Konsumen 632 33.725. Nelayan Samalewah Kab.304.975 9.894.000.580.802.92 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 93 No. Malawele.503 4.947.310 2 Jasa 377 1. Pabrik Gula.000. Simpan Pinjam Produsen Pemasaran 650 21 1.000 22.965.020 KSP Tunas Muda KSU Nimboran Kencana Jl.325 900.685 675. Boalemo Desa Bulota Kab. PROVINSI SULAWESI SELATAN 1 KUD Kambiolangi KSP Berkat Belajen.385.568.800.448.000 14.027. Tunas Muda KSU Amanah Kop.498.677.178.305.395.270.000 444.000 111.852 1.388.130.000 266.351.080 223.610.746. Kec.144.773. Kolaka Kota Bau-Bau Simpan Pinjam 2.000 26.381 53.723 109.598. Pguyangan Kab.145. Ujung Bulu Kab.700 556. Enrekang Jl.000 665.000 1.200.654. Kenanga No.148. Desa Manokwari Timur Kab.000 147. Tebu Rakyat Mitra Bangkit KSU Mulya Jaya KSU Mekar Jaya Jl.096.000 479.407 6.108.021. PROVINSI SULAWESI TENGAH 1 2 3 KSP Bina Sejahtera Kop. Bhayangkara No.634 827.215. Kamp Besum No.509.991.400 0 28.475.5.789.309.000 171.394.308.217.682 1.017.139.000 5. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.303 11.481 52.076.392.216 138.061.315. Trans Seram.850 7.663.505 6.808 2 3 KUD Winetoro KSP Sejahtera Konsumen Simpan Pinjam 861 462 420.144 9.773.959 271.639. Majene Produsen Jasa Pemasaran 449 125 77 911.924. 29.000 30. Perkebunan Rimba Sisika KUD Malihut KSP Bobato Ds.025 6.000 13. Manokwari Kota Jayapura Simpan Pinjam 1 Kop.125.210.600. Gorontalo Jl.827 99.753.500.071. Trikola. Komplek Pelabuhan Yos Sudarso Kota Ambon Jl. Lasalepa Kab.080.705.889 Data: Deputi Bidang Kelembagaan Koperasi dan UKM Produsen Simpan Pinjam 151 104/1500 4.325 3.875.026.328.200 3 KUD Tani Makmur Pemasaran 496 699.222.408 2 Jasa (SP) 552 1.287.551. Nama Koperasi Alamat Kelompok/ Jenis Angg.587.746 2.600 0 36. Klawuyuk Kota Sorong Kl.01.079.447 3. Maluku Tengah Jl. Jayapura Utara Kota Jayapura Jl.07 RT 07/04.935.108 792. Durian No.790.568.720 1.635.750. S.799 1 Koperasi Mitra Bersama Porles KUD Sejahtera Jl.226.804 2 Jasa 68 5.732.000 3. Seith. Sahu Kab. 24-26 Kota Makassar Produsen 300 6.554 1.913. Labone.862.268.416.580 9.000 8.710. Leihitu Kab. PROVINSI SULAWESI BARAT 1 2 3 Kop.000.500 Konsumen Simpan Pinjam 118 307 4.000 10.796 9. Halmahera Utara Kab.426. Maluku Tengah Produsen 595 3.090. PROVINSI PAPUA 136 425.555.200 8.670.500 .745.400 435.150. Kec.000.936.788. Bulukumba Jl.896.000. Mamuju Kab.431 1.821. Kab Kab. Teluk Tomini KUD Merpati Kota Parigi Montong Kota Parigi Montong Kab.920 218.375 2.995.000 37.000 1.130.296. Lako Akelamo.080 2 3 Koperasi Berskala Besar Salah satu prioritas program penguatan kelembagaan Koperasi adalah pemilihan 3 Koperasi Berskala Besar di setiap Provinsi.000 1.250 6.375. Kec.442 167.655.335.068. Seram Utara Kab.950 462. Kec.271 1 Simpan Pinjam 12.779.936.050. (org) Modal Sendiri (Rp) Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) No.942.854.144 233. Anggrek Raya Blok E2 No.362 556.564 1. Banggai Kep.488 1.222.569.23A Kab.455.500 Modal Luar (Rp) Asset (Rp) Volume Usaha (Rp) SHU (Rp) 25.858 3 Simpan Pinjam 236 1.008 7.789.650 3.000 22. Polewali Mandar Kab.Kec Alla.674 14. Distrik Almas Kab.200.459.595 3.040 32.503 56.948.582.321 16.780.577.182 1.561.323.015.057.080. PROVINSI MALUKU UTARA 94. Kec.000 1.577. PROVINSI SULAWESI TENGGARA 1 KUD Tunas Sari Ds.579. Bonggahu.000 1.057.750 780.461 958.696 909.745. Mutiara. PROVINSI PAPUA BARAT 1.321.309.427.258. Resetelment.186.940 1. Gorontalo Jasa 40/257 6.568. Tidore Produsen 31 31. PROVINSI MALUKU 1 KUD Pelita Makmur Kopkar Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) KSP Surya Sekawan Ds.116.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Produksi Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

Manfaat Program: • Meningkatkan produktifitas usaha Koperasi dan UKM melalui sehingga meningkatkan kesejahteraan anggota Koperasi dan penyerapan tenaga kerja. sebanyak 64 koperasi yang tersebar di 13 provinsi dan 44 kabupaten. Jumlah koperasi yang mendapat bantuan perkuatan dana untuk pengembangan 27 jenis kegiatan usaha di bidang produksi pada tahun 2010. Tujuan program: • Meningkatkan produktifitas dan nilai tambah produk barang dan jasa yang dihasilkan koperasi sesuai dengan jati dirinya sehingga memiliki daya saing dengan memanfaatkan potensi sumberdaya lokal dan penerapan teknologi yang tepat. Sasaran Program: • Terwujudnya kebijakan bagi Koperasi dan UKM yang terkait dengan produksi dan terciptanya peningkatan produktifitas usaha koperasi dan anggotanya serta fasilitasi dukungan perkuatan kepada Koperasi dan UKM.96 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 97 Braman Setyo Deputi Bidang Produksi Kebijakan Deputi Bidang Produksi tahun 2010 lebih menekankan pada penciptaan iklim yang kondusif serta pemberian bantuan perkuatan dana untuk pengembangan Koperasi dan UKM di bidang produksi. .

Babussalam Koperasi. Remaja Reso Tamurangingngi Postel Kopsa Ponpes Darul Magfiroh Kopontren Nurul Iman Kopontren Al Jauhariyah KSU Mitra Prima Utama Pupuk Koperta Sekar Asih KUD Sugih Tani KUD Dworowati KUD Lesanpuro KUD Wiroto KUD Sawo Jajar KUD Tani Jaya KUD Dolopo KUD Eka Jaya Sapi KUD Sida Mukti KUD Satya Dharma Sapi lokal KSU Bahari Tunas Mandiri Kop. Civitas Akademika Universitas Sawerigading KUD Patriot KUD Makmur Sejati Pengolahan kelapa Pengolahan kopi KSU BMT As-Syifa KSU Mata Mual Kop. • Provinsi Jawa Timur: 15 koperasi dengan 8 Jenis kegiatan usaha. Meutia Multi Usaha (M2U) Pemecah batu Pengolahan getah pinus Pengolahan kakao Kop. Sapi Perah (3 koperasi). Petani Kopi Warga Masyarakat Hutan Kop. adalah: • Provinsi Jawa Barat: 8 koperasi dengan 7 jenis kegiatan usaha. Bank Padi (3 koperasi). Industri Kerajinan Rakyat Sonbilo KSU Perindo Polewali Mandar Enrekang Cianjur Garut Sampang Madiun Sumedang Bogor Demak Grobogan Grobogan Demak Madiun Madiun Probolinggo Indramayu Malang Bangli Tabanan Boyolali Banyumas Tulungagung Batang Wakatobi Timor Tengah Selatan Sidoarjo Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Timur Jawa Timur Jawa Timur Jawa Barat Jawa Timur Bali Bali Jawa Tengah Jawa Tengah Jawa Timur Jawa Tengah Sulawesi Tenggara NTT Jawa Timur Bordir komputer Budidaya kakao KSU Srikandi Kop. Jenis kegiatan usaha yang paling banyak mendapatkan bantuan perkuatan adalah kegiatan usaha Pupuk (9 koperasi). Untuk sebaran penyaluran bantuan perkuatan berdasarkan Provinsi yang paling banyak mendapatkan bantuan. • Provinsi Sulawesi Tengah: 6 koperasi dengan 6 jenis kegiatan usaha. LMDH “Argo Mulyo” KABUPATEN Madiun Nganjuk Pasaman Barat Provinsi Jawa Timur Jawa Timur Sumatera Barat Perbengkelan PLTMH KSU Harapan Bersama Batu bata Batu mulia Bengkel KUD Batara Kopinkra Kreasi KSU Chasanah KUD Bina Karya KSU Bale Dana Mesari Koppontren Al Ihsan Kop. • Provinsi Sulawesi Selatan: 9 koperasi dengan 8 jenis kegiatan usaha. Peternak Satria (PESAT) KUD Dewi Ratih Penggemukan sapi Sarana wisata Tenun adat Wisata KUD Brayan Urip Koperasi Hoga Resort Kop. Gapoktan Kompa KUD Leung Bintang KUD Ora Et Labora KUD Harapan Jaya KABUPATEN Tasikmalaya Pidie Banyuwangi Probolinggo Takalar Sukabumi Kuningan Sumedang Bangli Kota Medan Mamuju Utara Konawe Tobasa Pontianak Malang Pangkep Bantul Rote Ndao Pangkep Probolinggo Malang Wonosobo Kota Makassar Wajo Kota Makassar Wajo Kota Makassar Luwu Kolaka Kubu Raya Humbang Hasundutan Bandung Bangli Provinsi Jawa Barat NAD Jawa Timur Jawa Timur Sulawesi Selatan Jawa Barat Jawa Barat Jawa Barat Bali Sumatera Utara Sulawesi Barat Sulawesi Tenggara Sumatera Utara Kalimantan Barat Jawa Timur Sulawesi Selatan DI Yogyakarta NTT Sulawesi Selatan Jawa Timur Jawa Timur Jawa Tengah Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Selatan Sulawesi Tenggara Kalimantan Barat Sumatera Utara Jawa Barat Bali BENTUK PERKUATAN Pengolahan umbi porang NAMA KOPERASI KSU LMD Hutan Sumber Wana Lestari Kop. Wanita Sari Meguna Bantuan perkuatan di bidang produksi tahun 2010 tersebar di 13 Provinsi (44 Kabupaten) dengan jumlah penerima sebanyak 64 koperasi. Angseri Nadi Sapi perah KSU Sari Aji Kop. Primer Rimba Lariang KUD Karya Tani Budidaya karet Koptan Dos Roha Kopontren As-Shofa Dolomit KUD Karang Ploso KUD Samaendre Gerabah Gula aren Iodisasi garam Kentang KUD Tani Rejo KSU Rai Wahu KUD Bulu Cindea KUD Beringin Jaya Kop. Bengkel (3 koperasi). Usaha Mandiri Lestari Makmur Komoditi kentang Logam Pabrik es 20 ton/hari KSU Prospek Mandiri Jaya Bersama KSU Pantama Koperasi “Poleminasa” Kop.98 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 99 REALISASI PERKUATAN BIDANG PRODUKSI BENTUK PERKUATAN Anyaman tikar Bank padi NAMA KOPERASI Kop. . Postel (4 koperasi). • Provinsi Jawa Tengah: 8 koperasi dengan 4 Jenis kegiatan usaha.

100 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 101 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke tempat pelelangan ikan di Muara Angke. 25 Januari 2010 .

. Jawa Timur. 13 Februari 2010.102 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 103 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau bank padi di Nusa Tenggara Barat. 13 Desember 2009 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau pabrik pengolahan susu Pusat Koperasi Industri Susu Segar Tanjung di Pasuruan.

24 Juli 2010 .104 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 105 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau bantuan pengadaan sapi untuk anggota Koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pembiayaan Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

108

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

109

Pariaman Sinaga
Deputi Bidang Pembiayaan

Hingga saat ini, Koperasi dan UKM masih menghadapi berbagai kendala yang salah satunya berupa akses permodalan yang masih sulit dikarenakan prosedur kredit dan persyaratan yang tidak dapat dipenuhi. Sebagai langkah strategis untuk membantu Koperasi dan UKM mengatasi keterbatasan modal dan akses kepada lembaga permodalan, Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan beberapa program/kegiatan terkait permodalan.
Tujuan program: • Mendorong pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan dan pemuda pelaku usaha skala mikro melalui koperasi. • Mendukung upaya peningkatan kinerja usaha koperasi peserta program yang anggotanya sebagian besar perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro anggota koperasi di berbagai sektor usaha produktif. • Memberikan perlindungan dan penyelamatan usaha yang dilaksanakan oleh perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro anggota koperasi. • Mendukung upaya penumbuhan kesempatan kerja dan penanggulangan kemiskinan, khususnya di kalangan perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro anggota koperasi. Sasaran Program: • Terwujudnya peningkatan peran dan kinerja koperasi peserta program dalam memfasilitasi pengembangan usaha yang dilakukan oleh perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro yang anggotanya bergerak di berbagai sektor usaha produktif. • Tersalurnya bantuan dana kepada perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro anggota koperasi peserta program. • Terlaksananya program penyediaan dana bagi kelompok perempuan dan pemuda pelaku usaha mikro/koperasi. Manfaat Program: • Tersalurnya dana bantuan bagi koperasi yang dikelola dan beranggotakan perempuan. • Meningkatknya struktur permodalan koperasi serta memperluas jangkauan pelayanan simpan pinjam koperasi kepada perempuan pelaku usaha mikro anggotanya. • Tersalurnya bantuan dana untuk usaha produktif dengan persyaratan ringan dan terjangkau dari koperasi kepada perempuan pelaku usaha mikro sesuai tingkat kelayakan usahanya, baik melalui perseorangan maupun kelompok-kelompok usaha bersama. • Meningkatnya produktifitas perempuan pelaku usaha skala mikro anggota koperasi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

110

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

111

Penilaian Kesehatan
Akhir 2010 jumlah KSP/USP koperasi mencapai 71.365 unit. Laporan dari daerah menunjukkan indikasi bahwa KSP dan USP koperasi tersebut belum seluruhnya dilakukan penilaian kesehatan, yang merupakan indikator kinerja sehat dan tidaknya koperasi, baik dari aspek keuangan maupun jati diri koperasi. Hasil penilaian kesehatan tersebut juga dapat dijadikan tolok ukur kredibilitas KSP/USP koperasi yang bersangkutan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa delapan dari 33 provinsi belum melakukan penilaian kesehatan KSP/USP koperasi. Jumlah persentase rata-rata KSP/ USP koperasi yang telah dinilai tingkat kesehatannya adalah sebesar 36,26% di 25 provinsi. Kondisi ini memperkuat indikasi yang menunjukan kecenderungan tingginya kesulitan yang dihadapi pembina untuk melakukan penilaian kesehatan bagi seluruh KSP/USP koperasi tersebut. Di lain pihak, lembaga perbankan dan masyarakat membutuhkan informasi yang terstandarisasi mengenai keragaan dan kinerja KSP/USP koperasi, yang salah satunya ditunjukkan oleh tingkat kesehatan KSP/USP koperasi yang bersangkutan. Dengan adanya penilaian kesehatan KSP/USP koperasi, dapat memberikan kepastian dan jaminan keamanan bagi anggota dan masyarakat dalam memanfaatkan layanan koperasi jasa keuangan dan unit jasa keuangan koperasi.

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan dalam acara Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto di Provinsi Papua Barat, 12 Oktober 2010

112

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

113

Menteri Negara Koperasi dan UKM menyerahkan bantuan perkuatan kepada Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah di Provinsi Papua Barat, 12 Oktober 2010

Ketua Koperasi Nasari memberikan kenang-kenangan kepada Menteri Negara Koperasi dan UKM setelah penandatanganan kerja sama kemitraan strategis antara Koperasi Simpan Pinjam Nasari dengan PT Pos Indonesia (Persero), 23 Desember 2010

harus mempunyai legalitas dan berbadan hukum.1/ KMK. Kementerian Koperasi dan UKM.GBI/2009 tentang Strategi Pengembangan LKM. dan Gubernur Bank Indonesia dengan Nomor: 351. Untuk melindungi kepentingan masyarakat penabung dan peminjam. bentukan LSM.114 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 115 Legalisasi LKM Non Formal Saat ini di berbagai daerah di Indonesia telah tumbuh dan berkembang Lembaga Keuangan Mikro (LKM) non formal yang jumlahnya mencapai ribuan. Nomor: 900-639A Tahun 2009. dst). dan masyarakat itu sendiri untuk melayani kebutuhan pembiayaan mikro. maka atas inisiatif DPR. Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan penghargaan pada acara Expo Pembiayaan 2010. Kementerian Koperasi dan UKM telah melakukan sosialisasi agar Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang melaksanakan kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana ke masyarakat di luar Lembaga keuangan Bank dan Non Bank yang telah berbadan hukum (seperti Koperasi. serta aset LKM yang bersangkutan. LKM ini dibentuk dan tumbuh karena adanya aspirasi atas pelaksanaan program pemerintah. pemerintah daerah. 20 Oktober 2010 . Modal Ventura. Melihat semangat yang tinggi untuk membentuk dan mengembangkan LKM sebagai sarana untuk melayani kebutuhan permodalan usaha bagi masyarakat di berbagai pelosok tanah air tersebut. Nomor: 01/SKB/M. Nomor: 11/43A/KEP. Kementerian Koperasi dan UKM telah mengusulkan draft Rancangan Undang-Undang LKM. Kementerian Keuangan.010/2009. KUKM/IX/2009. pemerintah menyediakan kerangka hukum dalam bentuk Surat Keputusan Bersama (SKB) Kementerian Dalam Negeri.

7 Desember 2009 .116 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 117 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan pada Expo Pembiayaan 2009.

Sejalan dengan semangat tersebut. misalnya BPR atau lembaga ventura.118 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 119 Pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh LKM dan para pihak yang akan membangun LKM. Kelihatannya peluang tersebut cukup disadari dan dapat ditangkap oleh pelaku LKM. dalam SKB dan Inpres 3 tahun 2010 diberikan kesempatan kepada lembaga-lembaga LKM untuk membentuk badan usaha yang legal dan berbadan hukum. Jika ada LKM memilih lembaga keuangan yang berbentuk PT dan ingin melakukan usaha bank dan lembaga keuangan lainnya. harus diproses sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia. Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau gerai BMT pada acara Expo Pembiayaan 2010. di mana saat ini sekitar 60% BMT sudah menyatakan berbadan hukum koperasi dan KUBE sekitar 40% berbadan hukum koperasi. Kalau bentuk usaha bank tentunya harus mendapat izin dari Bank Indonesia. 20 Oktober 2010 . Hal ini terlihat dari 3.500 unit BMT telah berembug dan bersamasama menyatakan diri untuk bergabung dalam koperasi yang berbadan hukum. Mereka memilih koperasi karena lebih mengenal konsumen yang berada di daerahnya yang bergabung dalam anggota koperasi. sehingga ada captive market di bidang keuangan mikro. sedangkan untuk bentuk koperasi cukup memperoleh badan hukum dan izin usaha simpan pinjam dari Kementerian Koperasi dan UKM. Ke depannya kita akan melihat semakin banyaknya LKM yang berbentuk badan usaha koperasi yang dapat melayani kebutuhan permodalan usaha-usaha rakyat diberbagai pelosok di tanah air ini. Oleh karena itu Kementerian Koperasi dan UKM tidak hentihentinya melakukan penyuluhan dengan membentuk tim sosialisasi Kementerian Koperasi dan UKM dan Dinas Koperasi dan UKM di daerah untuk melakukan sosialisasi dengan persuasif. sedangkan Lembaga Modal Ventura harus memperoleh izin dari Kementerian Keuangan. untuk memilih badan hukum yang sesuai dengan karakteristik usaha rakyat serta kesesuaian pola pengelolaannya.

74 247.05 306.056.60 2010 1.38 64.20 84.31 23.398 0.00 37.803 0.30 7.355 2.00 182.86 1.031 1.677.102 0.20 64.70 100.18 963.711.40 2.73 7.780 1.406 0.400.724.116 1.70 90.799.54 2009 1.00 33.12 50.30 80.02 106.30 7.00 2.41 88.666.62 23.464.658 3.93 51.388 2.59 99.121.40 2.25 112.870 0.913 2010 6.200.41 373.504.86 110.00 1.429 0.759 1.00 44.554.78 99.81 67.179 0.985.32 32.00 86.752 1.77 146.34 126.090 0.121.529 4.326.239.06 14.34 126.084.00 51.840 0.470.00 43.865.056.42 38.866 3.30 80.000.823.864.15 191.81 67.00 11.312.559 3.50 2010 1.725 6.45 1.21 701.359.00 184.777 1.723.638.630.438.585 0.094.13 642.61 145.78 1.19 362.86 110.73 7.52 47.278 0.50 50.47 103.71 70.640 0.116 1.922.71 14.834.834.022.040.182.67 304.966.694 0.15 316.11 46.823.81 185.00 103.971 0.531 0.958.621.10 43.00 47.00 139.409 1.21 701.991 2.886 2.45 894.312.62 23.470.922.126 1.338 0.253 0.72 311.129.00 4.239.464.865.356 3.050.544 1.25 45.302 1.11 31.905 0.40 37.50 50.621.546.734 7.32 32.873.412 0.53 6.57 78.21 3.865.568 4.162.07 3.626.648 3.74 247.949 0.59 78.154.24 28.836 0.211.071.74 247.222.846.16 333.846.00 565.45 134.18 2.451.864.350.621.404 0.865.373.462 2010 27.00 1.620.804.40 37.025.121.946.129.74 51.699.649 0.59 78.369.120 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 121  INGKAT ProduktifITAS KSP/USP-KOPERASI T MENURUT RETURN ON ASSET TAHUN BUKU 2009 DAN 2010 NO KOPERASI SISA HASIL USAHA (Rp JUTA) 2009 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Kospin Jasa (Kantor Pusat Pekalongan) Inkopdit (Kantor Pusat Jakarta Pusat) KSP Nasari (Kantor Pusat Semarang) USP KSU Sejahtera Bersama (Kantor Pusat Bogor) KSP Kodanua (Kantor Pusat Jakarta Barat) KSP Berkat (Kantor Pusat Bulukumba) USP KSU Dosen Universitas Gadjah Mada/ Kosudgama(Kantor Pusat Yogyakarta) Koperasi Setia Bhakti Wanita (Kantor Pusat Surabaya) KSP Dana Nusantara (Kantor Pusat Jakarta Selatan) KSP Bina Usaha Pamardi Utomo (Kantor Pusat Semarang) KSP Artha Mulia (Kantor Pusat Semarang) KSP Lohjinawe (kantor Pusat Rembang) KSP Pangestu (Kantor Pusat Pati) KSP Multi Niaga (Kantor Pusat Makassar) USP Koperasi Surya Kencana (Kantor Pusat Jakarta Barat) KSP Artha Prima (Kantor Pusat Ambarawa) KSP Prima Dana (Kantor Pusat Semarang) USP Koperasi Sentossa Makmur (Kantor Pusat Semarang) IUSP Koperasi Semarak Dana (Kantor Pusat Jakarta Timur) USP Koperasi Serambi Dana (Kantor Pusat Jakarta Barat) 22.341 2.214.222.043 1.00 2010 3.865.36 2.41 88.169.00 2010 1.666.960.00 44.36 2.550 19 20 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 .41 219.778 0.02 106.253.15 316.296 NO KOPERASI ASSET (Rp JUTA) ASSET TURNOVER (KALI) 2009 4.873.799 0.00  INGKAT ProduktifITAS KSP/USP-KOPERASI T MENURUT ASSET TURNOVER TAHUN BUKU 2009 dan 2010 PINJAMAN YANG DISALURKAN (Rp JUTA) 2009 1 2 3 4 5 6 7 Kospin Jasa (Kantor Pusat Pekalongan) Inkopdit (Kantor Pusat Jakarta Pusat) KSP Nasari (Kantor Pusat Semarang) USP KSU Sejahtera Bersama (Kantor Pusat Bogor) KSP Kodanua (Kantor Pusat Jakarta Barat) KSP Berkat (Kantor Pusat Bulukumba) USP KSU Dosen Universitas Gadjah Mada/ Kosudgama(Kantor Pusat Yogyakarta) Koperasi Setia Bhakti Wanita (Kantor Pusat Surabaya) KSP Dana Nusantara (Kantor Pusat Jakarta Selatan) KSP Bina Usaha Pamardi Utomo (Kantor Pusat Semarang) KSP Artha Mulia (Kantor Pusat Semarang) KSP Lohjinawe (kantor Pusat Rembang) KSP Pangestu (Kantor Pusat Pati) KSP Multi Niaga (Kantor Pusat Makassar) USP Koperasi Surya Kencana (Kantor Pusat Jakarta Barat) KSP Artha Prima (Kantor Pusat Ambarawa) KSP Prima Dana (Kantor Pusat Semarang) USP Koperasi Sentossa Makmur (Kantor Pusat Semarang) IUSP Koperasi Semarak Dana (Kantor Pusat Jakarta Timur) USP Koperasi Serambi Dana (Kantor Pusat Jakarta Barat) 6.00 3.184.31 23.974 0.000.214.40 2.70 100.027 2.302 1.102.873.071.895 8 0.58 50.114 0.59 99.482 0.00 4.05 84.184.78 1.00 114.25 28.86 1.021.724.67 278.569.711 0.09 1.78 99.699.326.63 12.412.600.79 ASSET (Rp JUTA) 2009 1.129.23 47.15 191.00 74.438.784 1.755.369.466.966.338 2.888 2.554.650 3.00 563.348.311 0.350.396.229.45 1.441 0.29 2.430.97 67.799.485 0.981.70 90.41 638.09 773.050.47 103.68 68.711.652.06 334.65 1.00 103.527 0.926.451.102.073.626.648.732 4.619.922.718.30 879.739 0.98 2.58 50.00 551.222.169.265.11 31.466.07 337.33 5.744 0.94 415.865.17 609.28 59.02 636.00 5.873.789 0.60 RETURN ON ASSET (%) 2009 1.25 112.747.17 609.231.538 1.412.93 51.000.261 0.914 0.003.022.85 42.74 51.18 963.008 3.00 114.123.00 492.981.856 1.003.456 0.

00 14.74 25.90 30.28 13.37 13.73 30.00 0.00 5.01 20. 14.122 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 123 Trend Pertumbuhan Pinjaman Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi Tahun 2008–2010 (%) Trend Pertumbuhan Simpanan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Koperasi Tahun 2008–2010 (%) 45.00 23.00 20.66 35.01%.00 35.00 10.00 0.00 10.95%.00 25.00 40.00 15.33 10.00 0.61 2008 Koperasi 2009 2010 Koperasi 2008 2009 2010 BPR BPR Trend pertumbuhan pinjaman koperasi periode 2009–2010 mengalami peningkatan sebesar 28.56 32.97 .00 15.00 19.00 16.00 20.00 39.00 5. Trend pertumbuhan simpanan koperasi periode 2009–2010 mengalami peningkatan sebesar 6.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

Oleh karena itu harus dibangun sistem pemasaran yang terintegrasi agar produk yang dihasilkan berkualitas. dipercaya. dan mendapat respon yang positif dari konsumen. Manfaat Program: • Tersedianya produk Koperasi dan UKM yang memiliki daya saing.126 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 127 Neddy Rafinaldy Halim Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Pemasaran merupakan salah satu faktor penting dan menentukan dalam melakukan usaha. Sasaran Program: • Terwujudnya produk Koperasi dan UKM yang memiliki daya saing dan kompatabilitas di pasar dalam dan luar negeri. serta tersedianya infrastruktur pemasaran dan saran promosi bagi produk unggulan dan perluasan pasar produk Koperasi dan UKM di dalam dan di luar negeri. karena dengan pemasaran yang baik maka akan mampu mendorong peningkatan pendapatan yang diharapkan. Tujuan program: • Meningkatkan daya saing dan daya kompatabilitas produk Koperasi dan UKM dalam pasar yang kompetitif serta mengembangkan infrastruktur pemasaran produk Koperasi dan UKM dan mendorong perluasan pasar produk Koperasi dan UKM. kepastian tempat usaha bagi UKM anggota Koperasi dan perluasan pasar bagi produkproduk Koperasi dan UKM. . Untuk itu. perlu dibangun jaringan pemasaran yang baik agar konsumen dapat memperoleh produk yang diinginkan secara mudah dan terjangkau.

adalah merupakan pusat pemasaran produk Koperasi dan UKM Langkah-langkah yang telah ditempuh Kementerian Koperasi dan UKM dalam memajukan sektor pemasaran dan jaringan usaha ini diantaranya adalah: • Mendirikan SMESCO Convention Center • Mendirikan SMESCO Gallery • Membuat Stand Provinsi seluruh Indonesia • Pengembangan pusat-pusat promosi • Revitalisasi pasar tradisional • Mendukung pasar rakyat • Melirik bisnis ritel • Membuat klinik bisnis • Penataan PKL (Pedagang Kaki Lima) .128 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 129 Paviliun daerah didalam gedung SMESCO UKM. Jakarta Gedung SMESCO UKM Jakarta.

Jakarta . Sebaliknya bagi publik. Jakarta. akan mampu menjadi tolok ukur kemajuan produk lokal. • SMESCO UKM Celebes Convention Center Makassar. Pusat Promosi merupakan pusat informasi bagi produk-produk lokal yang berkualitas. Sumatera Selatan. jenis. dan rujukan utama produk kebanggaan daerah. setiap pusat promosi. apapun bentuknya. Sulawesi Utara. Jawa Barat. baik dari segi tampilan. maupun kualitasnya. Pusat promosi harus dapat menjadi arena display. pusat informasi.130 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 131 Pengembangan Pusat-Pusat Promosi . agar dapat membantu para pengusaha Koperasi dan UKM dalam menampilkan produk-produk mereka dengan lebih baik. • SMESCO UKM SENBIK UKM Bandung. • SMESCO UKM Sriwijaya Promotion Center Palembang. Itu sebabnya Kementerian Koperasi dan UKM berinisiatif untuk mendirikan Pusat-pusat Promosi di setiap daerah. Galeri UKM didalam gedung SMESCO UKM. ‘trading house ’. yaitu: • SMESCO UKM. Sulawesi Selatan.Smesco (Small and Medium Enterprise and Cooperatives) Kementerian Koperasi dan UKM sadar bahwa Pusat Promosi merupakan jendela awal dunia internasional untuk melihat sekaligus menilai produk-produk unggulan daerah. Kementerian Koperasi akan terus bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mengembangkan kantung-kantung promosi yang ada di setiap daerah. Pada akhirnya. agar dapat menampilkan produk-produk lokal yang senantiasa berkembang. misalnya dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). • SMESCO UKM Paradise Product Promotion Center Manado. Sejauh ini sudah ada lima daerah yang memiliki Pusat Promosi.

Sulawesi .132 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 133 Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka SMART Angin Mamiri. Makasar. 17 Oktober 2010 Gedung Exhibition Hall Celebes Convention Center.

Terlebih lagi karena usaha-usaha tersebut dikelola oleh koperasi.000. pendapatan rakyat dan daerah meningkat. Grobogan.000.merupakan program revitalisasi pasar tradisional reguler (APBN). Bolaang Mongondow Utara. Semarang .. Bengkayang. karena kini mereka memiliki sarana yang memadai untuk berusaha.. karena program ini memberi manfaat riil. Revitalisasi pasar adalah memperbaiki dan memperluas sarana kegiatan ekonomi rakyat di daerah-daerah. Cianjur.500. pasar-pasar tradisional yang telah direhabilitasi ini akan dikelola oleh koperasi yang dibentuk.750. Foto atas: Pasar Paso. Foto Bawah: Pasar Tradisional. Revitalisasi pasar tradisional merupakan program yang diutamakan karena kegiatan ini berkaitan erat dengan pemberdayaan usaha mikro khususnya dalam memberikan kepastian dan kenyamanan lokasi usaha.000.000. •  Masyarakat bisa semakin mandiri berkat adanya koperasi yang membantu mengelola aset dan kegiatan ekonomi mereka.000.diambil dari APBN Pos Anggaran Bantuan Sosial untuk memfasilitasi tujuh unit pasar-Natuna. Untuk tahun 2010 ada 34 unit pasar yang direvitalisasi: •  Sebesar Rp 4. Magetan.000.134 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 135 Revitalisasi Pasar Tradisional Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Pemerintah Daerah mempelajari kondisi pasar-pasar tradisional yang ada dan melakukan revitalisasi yang diperlukan untuk meningkatkan bukan hanya kesegaran fisik pasar tetapi juga sistem pengelolaannya. Boloh. dan Lombok Barat. diharapkan juga membuka kesempatan kerja yang lebih luas di daerah. diantaranya: • Pendapatan rakyat dan daerah meningkat. Dengan perluasan dan perbaikan yang ada. Pada tahun 2009 ada 95 unit pasar yang direvitalisasi dengan rincian: • Sebanyak 5 unit pasar tradisional dengan anggaran sebesar Rp 5. •  Membantu pemerintah daerah dalam menerapkan tata kota yang baik dan tertib. Untuk memaksimalkan kegunaannya bagi setiap orang.merupakan program revitalisasi pasar tradisional dari APBN-P.000. •  Ketika masyarakat makin mandiri.000. • Sebanyak 90 unit pasar tradisional dengan anggaran sebesar Rp 89. •  Ada Rp 30. Program revitalisasi pasar tradisional ini mendapat sambutan yang sangat baik. •  Partisipasi masyarakat dalam pengembangan pasar tradisional meningkat. Ambon.000. maka kesejahteraan bersama pun makin merata. Pasar Revitalisasi. terutama dari para pelaku usaha Koperasi dan UKM.yang dialokasikan dari dana Koperasi APBN untuk merevitalisasi 27 unit pasar dan lima koperasi untuk 500 PKL di 32 kabupaten/ kota pada 16 provinsi.000.

000.000 1.000 1.000.000.000.000.000 1.000 1.000.000.000 1.000.000 2.000.000.000 1.000.000.000 1.000 1.000.000 2.000 1.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000 1. Karang Asem Kubu Raya Sekadau 5 Riau Kuantan Singingi Rokan Hulu Anambas Kerinci 15 16 17 Kalimantan Selatan Kalimantan Tengah Sulawesi Utara Balangan Kotawaringin Barat Minahasa Tenggara Bolaang Mongondow Bitung Sangihe Kab.000.000 1.000.000 2.000.000 1.000.000 3.000 1.000.000.000 4.000.000.000.000.000 2.000.000.000 1.000 2.000 1.000.000 1.000 2.000 1.000 1.000 1.000 2 Sumatera Utara Mandailing Natal Padang Lawas Samosir 3 Sumatera Barat Tanah Datar Solok Pasaman Barat 4 Sumatera Selatan Banyuasin Musi Rawas 13 14 Bali Kalimantan Barat Kab.000 1.000 2.000.000.000 1.000 1.000.000.000.000.000 1.000.000.000 1.500.000.000 2.000 1.000 1.000.000 1.000 1.000.000.000.000.000.000.000 1.000.000 1.000.000 1.000 2.000.000.000.000 1.000 1.000. 12 Provinsi Jawa Timur Kabupaten/Kota Sampang Sumenep Pacitan Pamekasan Probolinggo Lamongan Bangkalan Banyuwangi Ponorogo Madiun 2 1 1 2 2 1 1 1 1 3 1 1 1 1 2 1 1 2 1 1 1 2 2 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Anggaran (Rp 000) 2.000 1.000 1.000 .000 1.000 1.000.000.000 2.000.000 1.000 1.000.000.000 1.000 1.000.000 1.000 2.000.000 2.000 2.000 1.000 1.000 2.000 1.000 1.000.000.000.000.000 2.000 1.000 1.000 1.000.000 No.000 1.000.000.000. 1 Provinsi Aceh Kabupaten/Kota Aceh Tengah Aceh Singkil Aceh Tenggara Pidie Jaya Jumlah Unit 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 2 4 1 2 2 2 2 1 2 1 Anggaran (Rp 000) 1. Kotamubagu 6 Bengkulu Bengkulu Utara Bangka Selatan 7 8 9 Lampung Banten Jawa Barat Lampung Selatan Serang Tasikmalaya Garut Sumedang Bogor Kuningan 18 Sulawesi Tengah Poso Kota Palu Parigi Moutong 19 Sulawesi Tenggara Kota Bau-bau Kota Kendari 10 Jawa Tengah Sragen Kudus Demak Jepara Pekalongan Purworejo Wonosobo 20 Sulawesi Selatan Tana Toraja Takalar Bantaeng Gowa Kepulauan Selayar Wajo 21 22 23 24 Gorontalo Maluku Maluku Utara NTT Gorontalo Utara Kota Tual Kota Ternate Sumba Timur Ngada 11 DI Yogyakarta Kulon Progo 25 NTB Lombok Barat Dompu 26 27 Papua Papua Barat Yapen Raja Empat Jumlah 27 74 95 94.000.500.000 1.136 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 137 LAMPIRAN PASAR TRADISIONAL Tahun Anggaran 2009 No.000.000.000.000 1.

000 1.000.000 750.000. Mukomuko Kota Serang Kab. Cianjur Kab.000.000.000 1. Natuna Kab.000.000 1.000 1.000 1.000 Jumlah 7 APBN-P 7 4. Polewali Mandar Kab.000.000 750.000.000.000 600.000. Maluku Tengah Kab. Riau NTT Unit 1 1 1 1 1 1 1 Kabupaten Kab. Sukabumi Kota Depok Kota Sukabumi Kab. Lampung Barat Kab.000 1. Mamuju Utara Kab.000 1. Teluk Bintuni Jumlah 1. Nusatenggara Timur.000 1.000.000 750.000 1.000 1. Magetan Kab.000 31.000 No.000 1.000 1.000.000 1.000. Jeneponto Kab. Buton Utara Kab.000.750.000 7 Jawa Tengah 1 1 8 9 DI Yogyakarta Sulawesi Selatan 1 1 1 1 1 10 Sulawesi Barat 1 1 1 11 Sulawesi Tenggara 1 1 12 13 14 15 Maluku Bali NTT Papua Barat 1 1 1 1 Jumlah 15 Jumlah Keseluruhan 27 27. Pare-Pare Kab.000 1.000 1. foto bawah: setelah revitalisasi .000. Kendal Kab. Bolaang Mongondow Utara Kab.000.000. Cianjur Kab.000 1. Kupang Kab.000.000. Luwu Kota. Bengkayang Kab.000 550.000 1.000. Kolaka Kab.000.000 1.000 1.138 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 139 LAMPIRAN PASAR TRADISIONAL Tahun Anggaran 2010 (Rp 000) Pasar Reguler (APBN) No. Lombok Barat Jumlah 750.000 600.000. Kampar Kab. Mamasa Kab.000.000.000 1. 1 2 3 4 5 6 Provinsi Sumatera Selatan Riau Lampung Bengkulu Banten Jawa Barat Unit 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 Kabupaten Kab OKU Timur Kab. Pinrang Kab. Grobogan Kab.000 Pasar tradisional OESAO Kabupaten Kupang.000 1. Majalengka Kota Semarang Kab. Sumedang Kab.000.000 1.000.000 1.000. 1 2 3 4 5 6 7 Provinsi Sulawesi Utara Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur Kalimantan Barat Kep.000 1. foto atas: sebelum revitalisasi.000 1.000.000 1.000. Gianyar Kab.750. Bantul Kab.

Ada yang sambil menyanyi atau bermain sulap. Bila diarahkan dengan baik. Pasar rakyat ada di mana-mana. sedangkan di kota-kota kecil pasar rakyat tumbuh menjamur. Kementerian Koperasi dan UKM melihat adanya peluang yang amat besar dari pasar rakyat ini. memiliki ciri khas dalam perilaku ekonomi yang unik dan patut dibina. Pasar rakyat sebagai sebuah kegiatan tentu tidaklah istimewa. Di pasar rakyat mereka diberi peluang untuk berpromosi secara gencar dan murah. misalnya dari segi pasar rakyat. Para pedagang menunjukkan keistimewaan barang dagangannya dengan cara-cara yang unik. Di kota besar pasar rakyat biasanya muncul di daerah pinggiran. Nusa Tenggara Barat Suasana Pasar Rakyat di Sumatera Selatan . Para pengusaha mikro ini juga akan mampu bersaing dengan sehat karena di pasar rakyat mereka punya kesempatan untuk mencari pelanggan sebanyak-banyaknya dan menjadikan merek mereka populer. ada yang memberi diskon besar atau hadiah.140 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 141 Pasar Rakyat Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan terdiri dari banyak suku. Para pedagang juga mendandani gerainya dengan lampu warna-warni dan hiasan-hiasan menarik lainnya. Keunikan pasar rakyat adalah bahwa kemunculannya selalu ditunggu-tunggu masyarakat. pasar rakyat tidak hanya menawarkan barang. Suasana Pasar Rakyat di Selaparang. tetapi juga berbagai macam atraksi. karena di setiap kemunculannya. Sebaliknya bagi masyarakat/konsumen. Pasar rakyat merupakan hiburan bagi masyarakat sekitar. pasar rakyat dapat menjadi ajang bagi para pengusaha mikro (UMI) untuk menampilkan produk-produk mereka karena amat mudah dan murah. pasar rakyat merupakan kesempatan untuk mencari produk-produk yang baik dengan harga yang terjangkau dan relatif murah.

produk atau merek yang dimulai dari pasar rakyat dalam waktu singkat bisa menjadi terkenal di tingkat nasional karena produsennya rajin berpartisipasi dalam pasar-pasar rakyat. Sampai akhir 2010 pasar rakyat yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM sudah berlangsung di 56 lokasi dengan setidaknya 1. Menteri Negara Koperasi dan UKM pada acara Pembukaan Pasar Rakyat di Jakarta. 3 September 2010 . sehingga di beberapa Provinsi antara lain DKI Jakarta. Tidak jarang. konsumen merupakan unsur yang amat menentukan keberhasilan pasar rakyat.300 pengusaha mikro dan koperasi sebagai pesertanya. dan Sulawesi Selatan. maka kemungkinan produknya semakin dikenal orang akan makin besar. Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng Kementerian Agama dan PT Televisi Republik Indonesia. Jawa Barat. Penyelenggaraan pasar rakyat banyak disinergikan dengan kegiatan-kegiatan pemerintah daerah setempat agar pelaksanaannya lebih efektif dan efisien.142 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 143 Semakin sering pengusaha mikro ikut serta dalam pasar rakyat. Belajar dari pengalaman penyelenggaraan. Semakin besar pula akses untuk meraih pasar yang lebih luas.

30 April 2010 Pembukaan kegiatan Cooperative Fair oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM beserta Gubernur Jawa Barat. 4 Agustus 2010 .144 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 145 Pembukaan acara Republika dan Miss Jinjing Peduli UKM Indonesia oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM.

Pergeseran gaya hidup ini dimaknai positif oleh Kementerian Koperasi dan UKM. Kenyamanan berbelanja menjadi salah satu syarat utama. Hal ini tak luput dari pengamatan kami di Kementerian Koperasi dan UKM. Di tengah bangsa yang masih terus berkembang ini. pembangunan pusat-pusat belanja tumbuh pesat. karena semakin menjadi kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Gaya hidup senantiasa mengikuti perkembangan zaman. Selain itu. .146 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 147 Peresmian Gedung UKM Jawa Timur oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM. 8 Juli 2010 Peresmian Gedung UKM Jawa Timur oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM. Perilaku berbelanja juga mengalami perubahan. Kegiatan koperasi juga harus berubah seturut perkembangan zaman. sasaran jangka panjangnya adalah upaya untuk membendung produk impor dan mengedepankan produk-produk lokal sebagai primadona produk nasional. Di kota-kota besar. 8 Juli 2010 Melirik Bisnis Ritel Manusia semakin modern. konsumen dimanjakan sedemikian rupa sehingga pasar tradisional tergeser oleh pusat-pusat belanja besar dan mewah.

Ada banyak hal yang harus disiapkan untuk dapat masuk ke jaringan bisnis ritel. Kementerian Koperasi membuka komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama dengan pemilik bisnis ritel besar. 2006 adalah tahun di mana Kementerian Koperasi dan UKM mulai menerapkan polapola berniaga modern.148 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 149 Agar tidak ketinggalan zaman dan mampu menyamakan ritme yang semakin cepat ini. Menteri Negara Koperasi dan UKM sedang berdialog dengan para pedagang tekstil dan kulit di pasar tanah abang. meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal. Toko-toko koperasi ini mempunyai daya saing yang cukup besar karena mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. bersanding sekaligus bersaing dengan produk-produk impor. Sasaran dari kegiatan ini adalah: • Koperasi yang memiliki unit usaha waralaba. agar produk-produk Koperasi dan UKM ini juga bisa diakomodir. Kementerian Koperasi dan UKM menggandeng peritel modern untuk mengadopsi beberapa toko koperasi yang punya potensi dan dianggap siap. Hasilnya adalah toko koperasi yang tampil lebih modern dengan sistem pengelolaan yang juga disesuaikan dengan standar yang lebih tinggi. • Koperasi yang punya potensi dan kelayakan usaha untuk menjadi ritel modern. dengan jaringan usaha yang lebih kuat dan terintegrasi. sehingga pada akhirnya produk Koperasi dan UKM siap bersaing dengan produk global. • Produk Koperasi dan UKM yang punya potensi . dengan demikian juga sekaligus memperbaiki ‘brand image ’ produk-produk  lokal. tampilan dan kemasan produk harus disesuaikan dengan selera publik. Kualitas produk harus prima. Mall Makasar dan Cibaduyut dalam rangka melihat langsung dampak dari pemberlakuan ACFTA terhadap para UKM . karena dapat memanfaatkan kapasitas jaringan Koperasi dan UKM yang ada. dan yang tak kalah pentingnya adalah kemampuan Koperasi dan UKM dalam mengelola usahanya.

PT Sumber Alfaria Trijaya. . Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah kerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya dan dengan PT Indogrosir dalam meningkatkan kelas toko koperasi yang dikelola secara tradisional menjadi ritel modern dengan standar dan sistem yang terintegrasi. Kementerian Koperasi dan UKM melakukan kerja sama dengan Carrefour. sekaligus memperkuat jaringan usaha koperasi dan UKM. Semarang dan Palembang Sepanjang 2010 telah dilakukan serangkaian kegiatan seperti: •  Temu Jaringan Bisnis Koperasi dengan Peritel Modern Temu jaringan ini diselenggarakan untuk memberikan bimbingan teknis kepada pelaku usaha Koperasi dan UKM yang memiliki produk yang layak masuk ke jaringan ritel modern.150 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 151 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau gerai-gerai Waralaba. Dalam pertemuan ini dihadirkan narasumber dari peritel modern seperti Carrefour. Peritel besar ini memberikan tempat khusus untuk memasarkan produk-produk Koperasi dan UKM. dan PT Indogrosir dengan harapan para Koperasi dan UKM mendapatkan informasi yang lebih detail tentang kriteria produk yang bisa masuk ke jaringan peritel modern. • Temu Pengurus Koperasi untuk Peningkatan Kelas Toko Koperasi dalam Bisnis Ritel Modern Pertemuan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus koperasi dalam rangka mengembangkan usaha. juga memberikan bimbingan dan pembinaan kepada para pelaku usaha Koperasi dan UKM. khususnya di bidang bisnis ritel koperasi. Tindak lanjut dari pertemuan ini.

pengolahan. serta menghasilkan produk-produk unggulan. Menteri Negara Koperasi dan UKM meresmikan mobil Klinik Bisnis. Dengan demikian dapat mendorong ekonomi lokal dan membuka potensi pasar lokal. dan teknologi. Pemerintah memfasilitasi pengembangan usaha mikro di bidang produksi. Peran masyarakat dan dunia usaha terhadap usaha mikro belum optimal karena masih dianggap belum terlalu menguntungkan. desain. terutama teknologi. Pada 2010 dilaksanakan kegiatan Klinik Bisnis Usaha Mikro di 10 provinsi dengan peserta masing-masing 50 orang setiap provinsi. Ini tak ubahnya dengan hukum air mengalir. Salah satu programnya adalah Peningkatan Produktifitas Usaha Mikro melalui Klinik Bisnis. Kondisi ini timbul karena keterbatasan kemampuan usaha mikro untuk mengakses sumber daya produktif. Di mana ada lembah. Barang dan jasa yang memiliki kualitas tinggi dan harga bersaing pasti akan menjadi rebutan pembeli. mengolah bahan baku menjadi produk yang layak dan punya daya saing sesuai segmentasi pasarnya masing-masing. Dari hasil pertemuan tersebut para peserta mendapat pengetahuan dan kemampuan memilah bahan baku yang baik dan berkualitas. Surabaya. Para peserta ini berasal dari sentra makanan UKM. Kegiatan ini difokuskan pada produk berbahan baku tepung terigu. produktifitas usaha mikro rendah dan lamban dalam mengantisipasi kebutuhan dan selera pasar. pemasaran. lewat klinik-klinik bisnis ini dapat membuka wawasan para pelaku usaha mikro dalam menciptakan dan meningkatkan peluang usaha. Kondisi ini meyulitkan usaha mikro dalam meningkatkan kapasitas usaha maupun dalam mengembangkan produk agar mampu bersaing di pasaran. Diharapkan. Caranya adalah dengan memberikan pengetahuan tentang manajemen mutu produk. ke situlah air akan mengalir. informasi pasar. Demikian juga dengan arus barang dan jasa dalam era globalisasi. Klinik bisnis ini bekerja sama dengan PT Bogasari Baking Center dengan menghadirkan narasumber yang sukses di bidangnya. Pada dasarnya tujuan diselenggarakannya klinik bisnis usaha mikro ini adalah mendorong peningkatan kemampuan usaha mikro agar mampu menghasilkan produkproduk berkualitas. Pemerintah lewat Kementerian Koperasi dan UKM berusaha memperbaiki kondisi tersebut dengan menata program secara lebih kreatif. dan bahan baku. Di sisi lain.152 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 153 Peningkatan Produktifitas Usaha Mikro Melalui Klinik Bisnis Tantangan terbesar dalam dunia bisnis adalah dunia tanpa batas (borderless). Sedangkan ketersediaan lembaga konsultasi juga amat terbatas dan belum merata di seluruh daerah. Jawa Timur . Meningkatkan dan mengembangkan akses pasar produkproduk usaha mikro dengan cara memberikan akses informasi pasar dan promosi yang diselaraskan dengan jaminan pasokan bahan baku dan jalinan kemitraan.

19 Juni 2010 .154 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 155 Penataan Sarana Usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) Sejak 2005 Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan bantuan Program Penataan Sarana Usaha kepada 41 koperasi untuk 5. Agar program ini dapat terus berlanjut di masa depan. Total bantuan yang diberikan sejak 2005 sampai 2010 adalah sejumlah Rp 15 miliar. Kementerian Perdagangan. dan Kementerian Dalam Negeri. dan nomor 1320. • Menteri Perdagangan wajib menyediakan fasilitas dan sarana pengembangan kemitraan dan kewirausahaan. • Menteri Dalam Negeri bertugas menyediakan kawasan yang dialokasikan untuk PKL serta melakukan penataan lingkungan perkotaan. Bantuan sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari APBN-P juga dikeluarkan untuk diberikan kepada lima kabupaten/kota di lima provinsi. dalam rangka Revitalisasi Pasar Tradisional. Tugas masing-masing kementerian adalah: • Menteri Koperasi dan UKM bertanggung jawab dalam pemberdayaan bidang pengembangan kelembagaan. dan dukungan sarana usaha mikro PKL. lewat Nota Kesepahaman di antara ketiga menteri tersebut Pada 27 September 2010. nomor 500-738. yaitu Kementerian Koperasi dan UKM.A Tahun 2010. Pengembangan Ekonomi dan Penataan Lingkungan Perkotaan melalui Penguatan Sektor Usaha Mikro. Nota Kesepahaman bernomor 12/NKB/M.1/M-DAG/MoU/X/2010 tentang sinergi Program. yaitu dua di Sumatera Barat dan lima di Jawa Barat dengan alokasi dana sebesar Rp 2 miliar yang diambil dari dana sosial. Untuk 2010 Kementerian Koperasi dan UKM telah memberikan bantuan sarana PKL di dua daerah pasca gempa kepada tujuh koperasi. KUKM/IX/2010. tiga kementerian melakukan sinergi program. permodalan. Menteri Negara Koperasi dan UKM dialog dengan pedagang kaki lima di Nusa Tenggara Timur Peninjauan lokasi Pasar Syariah Az-Zaitun oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM di Surabaya.724 anggota koperasi/usaha mikro di 36 kabupaten/kota pada 19 provinsi.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pengembangan SDM Koperasi dan UKM Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

dunia usaha dan masyarakat dalam peningkatan sumber daya manusia Koperasi dan UKM. Sasaran Program: • Terlaksananya diklat bagi Koperasi dan UKM. Kecil dan Menengah disebutkan bahwa pengembangan SDM Koperasi dan UKM dilakukan dengan cara: • Memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan • Meningkatkan keterampilan teknis dan manajerial • Membentuk dan mengembangkan lembaga diklat untuk melakukan pendidikan. manajemen perkoperasian dan pengetahuan penunjang lainnya. dunia usaha dan lembaga diklat dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan bagi Koperasi dan UKM (seperti penyusunan kurikulum dan modul yang tepat). dan penyuluhan • Membentuk motivasi untuk menciptakan kreatifitas bisnis dan penciptaan wirausaha baru Tujuan program: • Menumbuhkan dan meningkatkan kewirausahaan Koperasi dan UKM melalui penyelenggaraan diklat serta meningkatkan prakarsa dan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam pengembangan sumber daya Koperasi dan UKM. Manfaat Program: • adanya peningkatan kompetensi dan kualitas sumber daya manusia Koperasi dan UKM terkait dengan kewirausahaan. pelatihan.158 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 159 Agus Muharram Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Manusia Dalam UU No. keterampilan teknis. terciptanya wirausaha baru serta terwujudnya sinergi antara peran pemerintah. . yang berpengaruh pada peningkatan koperasi berkualitas. • adanya koordinasi dan kerjasama yang terpadu antara Pemerintah. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. • tumbuhnya wira usaha baru dan inkubator Koperasi dan UKM.

11. 10. 5. 7. Diklat kewirausahaan bagi masyarakat kampus dengan peserta 90 orang. Peningkatan pemahaman perkoperasian pada pendidikan formal dan non formal yang diikuti oleh 650 orang. 16. 6. Pengembangan standar kompetensi sertifikasi pengelola KJK (Diklat Fasilitator Kompetensi) dengan 120 peserta. Pengembangan program diklat koperasi dan UMKM yang diikuti oleh 150 orang. 3. 22. 9. 21. Bimbingan teknis usaha bagi calon wirausaha baru pada lembaga pendidikan pedesaan dengan 115 peserta. Jambi 7 Juni 2010 Dalam UU No. 25 Tahun 1992 tentang koperasi dan pentingnya pengembangan SDM koperasi. 17. Penyusunan modul advokasi manajemen dan organisasi .160 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 161 Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) bidang perbengkelan di Ponpes Al-Hidayah. 8. 13. 18. Temu konsultasi dalam rangka pengembangan jaringan kerja sama antar lembaga diklat dengan 75 orang peserta. Diklat pengetahuan tentang koperasi bagi pengurus koperasi pada lembaga pendidikan di pedesaan diikuti oleh 210 peserta. pelatihan. 12. Koordinasi dan optimalisasi pengembangan SDM Koperasi dan UKM dengan 135 peserta. Diklat keterampilan teknis (peningkatan industri kreatif) dengan 270 peserta. Pembudayaan kewirausahaan bagi kelompok masyarakat marginal yang diikuti oleh 1. 2. mengembangkan dan membantu pelaksanaan pendidikan. 19. Dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut. 20.000 peserta. Pemerintah mendorong. TOT bagi fasilitator koperasi dengan 90 orang peserta. Diklat sertifikasi pengelola KJK dengan 120 orang peserta. Evaluasi program diklat manajerial dan teknis Koperasi dan UKM yang diikuti 80 orang.035 orang yang meliputi: 1. 14. Temu konsultasi dalam rangka pengembangan TPKU yang diikuti oleh 90 orang peserta. Penyusunan modul advokasi peraturan dan perundang-undangan . Bimbingan teknis bagi pengelola KSP/USP dengan 250 peserta. 23. Diklat peningkatan kapasitas calon wirausaha baru yang diikuti oleh 200 peserta. .1 modul. Diklat kewirausahaan pascamagang luar negeri yang diikuti oleh 90 peserta.1 modul. 4. terutama dalam meningkatkan produktifitas dan daya saing. 15. Diklat kewirausahaan bagi pemuda dengan peserta 90 orang. pada 2010 Kementerian Koperasi dan UKM telah melaksanakan berbagai kegiatan baik yang bersifat diklat maupun non diklat kepada setidaknya 4. undangundang tersebut secara tegas juga menyebutkan bahwa dalam rangka memberikan bimbingan dan kemudahan kepada koperasi. Diklat penumbuhan wirausaha baru sarjana yang diikuti oleh 150 orang. Diklat assesor kompetensi KJK dengan 60 orang peserta.1 modul. Penyusunan modul advokasi kemitraan dan teknologi . penyuluhan dan penelitian di bidang koperasi.

162

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

163

Menteri Negara Koperasi dan UKM sedang menyaksikan hasil karya mahasiswa/i Institut Manajemen Telkom Bandung berupa casing komputer yang terbuat dari bahan bambu pada acara Start Right Now be Enterpreneur

Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau kios kerajinan Wirausahawan Muda di Makassar, 13 Maret 2010

164

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

165

Selain menyelenggarakan serangkaian kegiatan tersebut di atas, juga telah dilaksanakan sosialisasi dan pembekalan kewirausahaan bagi sarjana untuk menumbuhkan semangat dan motivasi agar mau menjadi wirausaha. Sosialisasi tersebut diberikan kepada sarjana yang belum memiliki pekerjaan. Sepanjang 2010 telah dilakukan pembekalan kepada 7.693 orang sarjana di 17 provinsi. Hasilnya, ada 1.249 sarjana yang kemudian mengajukan proposal usaha, atau 71,91% dari peserta sosialisasi. Proposal yang layak ditindaklanjuti ada 582 buah dan setelah melewati tahap seleksi, dana pinjaman diberikan kepada 147 orang sarjana dengan nilai total Rp 3.866.600.000,-. Sisanya yang 439 orang masih dalam proses. Upaya untuk menumbuhkan wirausaha baru juga ditempuh melalui kegiatan Pengembangan Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) pada lembaga pendidikan pedesaan. Di tahun 2010 Kementerian Koperasi dan UKM memberikan fasilitasi pelatihan kepada 200 unit TPKU yang tersebar di 28 provinsi.

Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau kios kerajinan Wirausahawan Muda di Yogyakarta, 16 Januari 2010

166

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

167

Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN)
Upaya untuk membangkitkan semangat dan jiwa kewirausahaan, khususnya bagi generasi muda terus dilakukan, mengingat bahwa rasio antara jumlah wirausaha dengan jumlah penduduk Indonesia saat ini masih 0,24%, sedangkan rasio yang ideal harus lebih dari 2%. Pencapaian rasio minimal 2% ini menggambarkan peningkatan penyerapan tenaga kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, menaikkan pendapatan rakyat, penurunan angka kemiskinan.

Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan pembekalan kepada Calon Wirausahawan Muda di Yogyakarta, 16 Januari 2010

12 Februari 2010 .168 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 169 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan pada acara Pembekalan Kewirausahawan bagi Sarjana Calon Wirausaha Baru di Jawa Timur.

Kalimantan Tengah Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan pembekalan kewirausahaan pada acara wisuda IPWIJA . Palangkaraya.170 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 171 Menteri Negara Koperasi dan UKM usai memberikan pembekalan kepada para peserta kewirausahaan.

10 Desember 2009 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan pembekalan kewirausahaan bagi pemuda sarjana Semarang.172 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 173 Pembekalan calon wirausaha muda di Jakarta. 23 Desember 2009 .

174 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 175 Menteri Negara Koperasi dan UKM menerima Ciputra guna membahas program Ciputra Enterpreneurship Menteri Negara Koperasi dan UKM berkunjung ke kediaman Ciputra guna membahas program Ciputra Enterpreneurship Creating World Enterpreneurship The Nation .

Nusa Tenggara Barat Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) di Jambi. 7 Juni 2010 .176 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 177 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) Pondok Pesantren Al Amanah.

178 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 179 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke peresmian gedung Tempat Praktek Keterampilan Usaha Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah. 28  Juni 2010 .

Kepulauan Riau .180 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 181 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan peninjauan di Tempat Praktek Keterampilan Usaha (TPKU) di  Sumatera Utara. 11 Januari 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan ke SMK Negeri Tanjung Pinang.

182 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 183 Berbagai kegiatan industri kreatif .

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

meningkatnya penjualan produk. Terwujudnya peningkatan kemitraan usaha UKM dan pihak terkait serta kerjasama usaha Koperasi dan UKM di dalam dan antar sentra. terbukanya peluang pasar dan meningkatnya manajemen mutu produk UKM.186 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 187 Choirul Djamhari Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Pada tahun 2010. kualitas dan usaha. tersebarnya info bisnis. Terfasilitasinya peningkatan usaha UKM yang didukung oleh permodalan. • Manfaat Program: • Meningkatkan pendapatan Koperasi dan UKM. kebijakan. Meningkatkan usaha Koperasi dan UKM melalui dukungan permodalan. program/kegiatan strategis yang dilaksanakan pada bidang pengembangan dan restrukturisasi usaha. Selain itu juga. pendampingan. . Menumbuhkan dan meningkatkan peran pemerintah. swasta dan Koperasi dan UKM dalam rangka kemitraan usaha. kebijakan. meningkatnya kerjasama usaha antar Koperasi dan UKM di dalam sentra dan antar sentra. diantaranya: • sistem HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) • sertifikasi halal • lembaga pendamping (LPB/BDS-P) • wirausaha baru • UKM sentra • aplikasi skim pengembangan usaha • Pusat Komunikasi Bisnis (Puskombis) • UKM industri kreatif kerajinan • UKM perikanan Tujuan program: • • • Meningkatkan produktifitas dan daya saing Koperasi dan UKM yang didukung oleh sumber daya yang berkualitas. berkembangnya usaha Koperasi dan UKM. pendampingan. dan peningkatan manajemen. Sasaran Program: • • Terfasilitasinya peningkatan produktifitas UKM yang didukung oleh sumber daya yang berkualitas sehingga mempunyai daya saing nasional dan mampu menjawab tantangan global. dan peningkatan manajemen dan usaha sehingga terwujud penerapan standarisasi dan teknologi yang tepat yang dapat menunjang peningkatan produktifitas UKM serta menjamin perlindungan konsumen.

6 September 2010 .188 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 189 Menteri Negara Koperasi dan UKM pada acara peresmian Graha Dekopinwil Kalimantan Barat.

Kendala yang dihadapi Koperasi dan UKM dalam melakukan pendaftaran sertifikasi halal adalah: 1. Sedangkan untuk meningkatkan pemahaman dan koordinasi pemanfaatan HaKI telah dilakukan kegiatan temu konsultasi HaKI yaitu di provinsi Jawa Barat dan DI Yogyakarta. Maksud dan tujuan kegiatan ini antara lain dengan memberikan pemahaman dan kesadaran pentingnya pemanfaatan HaKI dalam meningkatkan daya saing produk. terutama di bidang merek. serta pendampingan dalam melakukan pendaftaran. 3. • menambah informasi perkembangan HaKI nasional dan internasional. 4. Koperasi dan UKM belum punya auditor internal dalam pengelolaan usaha. • mendorong UMK dalam menghasilkan produk yang inovatif. minuman. Dari kegiatan ini ada 50 Koperasi dan UKM yang didaftarkan untuk mendapat sertifikat halal. Untuk kegiatan bimbingan dan pendaftaran hak paten dilakukan di dua provinsi. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan HaKI dilaksanakan di lima provinsi yaitu Maluku. serta Konsultan HaKI) dengan sentra-sentra HaKI yang ada di perguruan tinggi.190 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 191 Pemanfaatan Sistem Hak Kekayaan Intelektual (Haki) Salah satu bentuk perlindungan hukum untuk meningkatkan daya saing produk adalah Hak Kekayaan Intelektual. . antara lain dengan melakukan sosialisasi. Perdagangan. Masih rendahnya kesadaran dan pemahaman Koperasi dan UKM tentang manfaat sertifikasi halal bagi peningkatan daya saing produk. obat-obatan tradisional dan kosmetika. Kalimantan Selatan. Tahap berikutnya adalah pendampingan tentang cara membuat merek yang punya nilai jual dan tidak melanggar peraturan yang ada. desain industri dan paten. kosmetika. Bimbingan Dan Pendampingan Pendaftaran Sertifikasi Halal Penduduk Indonesia yang mayoritas memeluk agama Islam merupakan konsumen yang potensial bagi produk Koperasi dan UKM dalam memenuhi berbagai kebutuhan primer maupun sekunder. perguruan tinggi dan konsultan HaKI. desain industri. Tujuan dari bimbingan dan pendampingan pendaftaran sertifikasi halal antara lain adalah memberikan kesadaran dan pemahaman kepada Koperasi dan UKM tentang pentingnya sertifikasi halal bagi produk-produk makanan. pendampingan dan pendaftaran sertifikat HaKI terutama untuk merek. Perindustrian. Untuk itu masih perlu upaya Pemerintah guna meningkatkan dan mendorong Usaha Mikro. baik berupa makanan. Tujuan kegiatan ini antara lain adalah: • untuk melakukan sinergi antara program-program yang ada di instansi-instansi terkait (Kanwil Hukum dan HAM. Sistem HaKI adalah suatu sistem hukum yang ditujukan untuk memberikan insentif bagi tumbuhnya daya cipta dan kreatifitas dalam memproduksi barang dan jasa. Deputi Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha bekerjasama dengan Lembaga Pengkajian dan Pengawasan Obat dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) dan Balai POM. Lemahnya pemahaman serta kesadaran Usaha Mikro. Kecil dan Menengah dan Koperasi dalam memanfaatkan sistem HaKI. maupun produk lainnya. Kegiatan ini diawali dengan memberi pemahaman HaKI berdasarkan teori dan peraturan-peraturan yang menjadi landasan. desain industri dan hak cipta. Dalam sosialisasi dan pendaftaran. obat-obatan. Acara ini diikuti oleh 120 peserta dengan narasumber utama dari Direktorat Jendral HaKI. membuat desain kemasan dan kerajinan yang menarik. yaitu Jawa Tengah dan DKI Jakarta. Langkah awal adalah dengan pendampingan teknis bagi tiga UMK dan mendaftarkan tiga UMK untuk paten sederhana dengan kategori sebagai paten teknologi biologi. Biaya pendaftaran tidak terjangkau oleh sebagian Koperasi dan UKM. paten. Kecil dan Menengah dan Koperasi dalam memanfaatkan HaKI membuat posisi kita tertinggal dibandingkan negara-negara lain. Kegiatan tersebut dilakukan di tiga provinsi yaitu Sulawesi Utara. Balitda. paten dan hak cipta. dengan melakukan pendaftaran merek. Balai Besar Kerajinan dan Batik. 2. Namun demikian masih banyak dari produk-produk tersebut yang belum memiliki sertifikat halal. • meningkatkan pemanfaatan HaKI bagi UMK. Gorontalo. Kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Ditjen HaKI. Jawa Timur dan DI Yogyakarta dengan 150 peserta. minuman. dan pelaku yang sukses memanfaatkan HaKI. Akses Koperasi dan UKM terhadap pengurusan sertifikasi halal masih rendah. Berdasarkan hasil penelusuran dari 250 UMK yang telah mendaftarkan diri untuk merek dan desain industri ada 102 UMK. praktisi HaKI. Batam dan Sulawesi Selatan dengan 250 UKM.

Namun kenyataannya. percontohan. Jawa Barat dan Koperasi Unit Desa ‘Santing Sari Mandiri’ Kabupaten Indramayu. Keberadaan Demplot Pro-Mutu Garam ini diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran. dan rujukan bagi Koperasi dan UKM yang bergerak di bidang usaha garam. Jawa Barat. Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Suasana kegiatan petani garam di Kabupaten Indramayu . yaitu sepanjang 80. Peningkatan produktifitas dan mutu garam menjadi begitu penting untuk mendukung program swasembada garam nasional. dan luas lautnya pun sebesar 2/3 dari jumlah luas negara Indonesia ini. Dalam rangka meningkatkan produktifitas dan mutu garam.192 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 193 Demplot Produktifitas dan Mutu Garam Berdasarkan data. Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha telah membangun Demplot pro-mutu garam di Kabupaten Indramayu dan Cirebon. Indonesia justru mengimpor garam yang berasal dari Australia sebanyak 60% dari kebutuhan atau kira-kira setara dengan 1. Kementerian Koperasi dan UKM telah meluncurkan Bantuan Sosial Pembuatan Demplot Pro-Mutu Garam di Koperasi Unit Desa ‘Harum Sari’ Kabupaten Cirebon. Deputi Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha berhasil mengenalkan dan menerapkan teknologi sistem ulir dan mengaplikasikan pupuk garam (katalisator) dalam pengolahan garam di Kabupaten Cirebon dan Indramayu. Pada tahun anggaran 2010. Tujuan pembuatan Demplot adalah untuk memperkenalkan teknologi katalisator pembuatan garam dan pengenalan sistem ulir dalam penataan lahan garam.63 juta ton per tahun. Dengan potensi laut yang dominan tersebut seharusnya Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk menjadi eksportir garam.000km.

• Memfasilitasi bimbingan yang dilakukan oleh UKM sukses kepada Koperasi dan UKM potensial di 15 provinsi guna meningkatkan rasa percaya diri agar dapat berkembang menjadi wirausaha baru yang mandiri. Hasil yang telah dicapai: 1. Mewujudkan keterpaduan dalam pemberdayaan lembaga pendamping (LPB/BDS-P) di pusat. khususnya ekonomi keluarga. Peningkatan kerjasama LPB/BDS-P dengan LLP-KUKM. Kerjasama LPB/BS-P dengan PT Telkom Tbk yang meliputi: • Kerjasama dalam pengelolaan SME Center. Kerjasama LPB/BDS-P dengan LLP-KUKM yang meliputi: • Kerjasama pengembangan klinik pemasaran Smesco UKM. Pada 2010 telah dilakukan kegiatan pendampingan wirausaha baru mandiri yang dilaksanakan lewat program pencangkokan usaha (usaha baru yang magang di UKM yang sudah sukses). Koordinasi Pemberdayaan Lembaga Pendamping (LPB/BDS-P) Dalam meningkatkan fungsi LPB/BDS-P dalam melakukan layanan pengembangan bisnis kepada Koperasi dan UKM. Hasil yang telah dicapai adalah: • Koordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM setempat dan dinas terkait dalam mengidentifikasi Koperasi dan UKM yang punya potensi sekaligus menggali potensi-potensi di setiap daerah untuk menciptakan wirausaha baru. • Kerjasama pemanfaatan stand pameran untuk display produk Koperasi dan UKM binaan LPB/BDS-P. 2. PT Pertamina. 4. maupun dunia usaha. • Kerjasama dalam pengembangan SME Center yang bersinergi dengan asosiasi BDS tingkat provinsi dan BDS-P di seluruh Indonesia. Kerjasama LPB/BDS-P dengan LPDB-KUMKM yang meliputi kerjasama penyaluran dana untuk koperasi binaan LPB/BDS-P dengan pola pendampingan. daerah.194 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 195 Pengembangan Kewirausahaan Baru dengan Pola Pencangkokan Usaha Program pengembangan wirausaha merupakan salah satu program yang dibuat untuk mendukung tumbuhnya ekonomi masyarakat. PT Jamsostek dalam rangka pengembangan usaha Koperasi dan UKM. dengan tujuan untuk mempercepat tumbuhnya usaha baru berkat bimbingan langsung dari UKM yang sudah sukses. LPDB-KUMKM dan PT Telkom Tbk. Kerjasama lainnya adalah dengan PT Jamsostek untuk menyalurkan dana PKBL PT Jamsostek kepada Koperasi dan UKM dengan pola pendampingan usaha oleh LPB/BDS-P. Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Jamsostek dalam rangka pemberdayaan Koperasi dan UKM . selama 2010 telah dilakukan kegiatan Koordinasi Pemberdayaan LPB/BDS-P yang bertujuan: 1. 3.  Kerjasama LPB/BDS dengan PT Pertamina dalam rangka penyaluran dana PKBL PT Pertamina Wilayah V kepada Koperasi dan UKM dengan pola pendampingan usaha oleh LPB/BDS-P 5. 2.

196 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 197 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke sentra UKM penghasil buah di Semarang. 30 Agustus 2010 .

Mukomuko dan Seluma (Bengkulu).com maupun secara offline lewat CD yang dilengkapi dengan petunjuk penggunaan/manual. aspek legal/perijinan. • Aplikasi rencana usaha/business plan bagi pengembangan usaha. Fitur-fitur yang terdapat dalam skim pengembangan usaha adalah: • Informasi karakteristik 52 komoditas. Bangkalan. Madiun. Skim tersebut menyajikan berbagai informasi tentang karakteristik usaha serta aplikasi rencana usaha untuk wirausaha baru. dan untuk pengembangan usaha. dan dapat berperan serta memberikan kontribusi dalam proses pembangunan nasional.sentrakukm. Sebarannya adalah di Kabupaten Garut dan Sukabumi (Jawa Barat)..6/VI/2010 tanggal 24 Juni 2010 tentang Pedoman Teknis Program Bantuan Pengembangan Koperasi di Bidang Restrukturisasi Usaha. sehingga nantinya berpengaruh terhadap peningkatan kinerja usaha UKM sentra. • Mudah dicoba. Kepahiang. • Banyak dicoba oleh Koperasi dan UKM. Hal ini menjadi penting supaya usaha mikro dan kecil di daerah tertinggal terintegrasi dengan KSP/USP Koperasi. pemberdayaan UKM sentra melalui KSP/ USP Koperasi di daerah tertinggal menjadi perhatian utama. Sepanjang 2010 Kementerian Koperasi dan UKM telah menggelontorkan bantuan dana dan pengembangan usaha UKM sentra melalui KSP/USP Koperasi di daerah tertinggal sebesar Rp1.setidaknya kepada 500 UKM sentra melalui 25 KSP/USP Koperasi pada 19 kabupaten di lima provinsi/daerah istimewa. Kabupaten Lampung Selatan. Rencana yang akan dilakukan pada 2011 adalah melakukan sosialisasi penggunaan program ini secara terus-menerus serta mengintegrasikan program ini dengan program Lending Model Bank Indonesia. Pertimbangan dalam pemilihan 52 komoditas usaha adalah: • Usaha yang mempunyai nilai tambah cukup tinggi. Nilai bantuan dana untuk setiap koperasi adalah Rp 50 juta. diantaranya adalah melalui koperasi.000. Kabupaten Gunung Kidul dan Kulon Progo (DI Yogyakarta). dan Menengah yang akan membuka usaha (menjadi wirausaha baru) atau yang akan mengembangkan usahanya. Skim Pengembangan Usaha Untuk membantu Koperasi dan Usaha Mikro. Bantuan dana pada program bidang pengembangan dan restrukturisasi usaha berbentuk dana hibah yang bersumber dari belanja bantuan sosial APBN Kementerian Koperasi dan UKM. faktor keberhasilan usaha. Selain itu. Waykanan. dan Kabupaten Kaur. supaya pemanfaatan dana oleh UKM sentra melalui KSP/USP Koperasi dapat digunakan sebagai modal kerja secara efektif dan efisien. • Aplikasi rencana usaha/business plan bagi wirausaha baru. Aplikasi ini dapat diakses secara online dari www.000. dan aspek pembiayaan. • Perizinan relatif mudah.KUKM/VI/2010 tanggal 7 Juni 2010 tentang Pedoman Program Bantuan Pengembangan Koperasi. Peraturan tersebut ditindaklanjuti dengan Peraturan Deputi Menteri Negara Koperasi dan UKM Bidang Pengembangan dan Restrukturisasi Usaha Nomor 01/Per/Dep. Pembangunan nasional tidak akan berarti apa-apa bila tidak difokuskan pada pembangunan daerah.198 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 199 Pengembangan Usaha Ukm Sentra Melalui KSP/USP Koperasi di Daerah Tertinggal Untuk memberdayakan UKM sentra melalui KSP/USP Koperasi. faktor yang harus diwaspadai. Informasi tersebut meliputi prospek usaha. cara menjalankan usaha.250. Dan Situbondo (Jawa Timur). • Modalnya kurang dari rp 100 juta. Implementasi terbitnya dua peraturan tersebut adalah. Keberhasilan program pemberdayaan UKM sentra melalui KSP/USP Koperasi tidak terlepas dari peran SKDP provinsi dan kabupaten yang konsisten dalam melakukan monitoring dan evaluasi. pembangunan masyarakat di daerah tertinggal akan efisien dan efektif bila dilakukan melalui lembaga yang sesuai dengan karakter dan kultur masyarakat setempat. Kabupaten Bondowoso. pada 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM menerbitkan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Nomor 03/PER/M. . Kecil. Lampung Barat dan Lampung Utara (Lampung). terutama di daerah tertinggal karena justru di sinilah masyarakat miskinnya membutuhkan perhatian yang cukup besar dari Pemerintah. Kementerian Koperasi dan UKM telah menyusun aplikasi/software skim pengembangan usaha. Lebong. Trenggalek. Lampung Timur. usaha mikro dan kecil.

Bali. kursi.200 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 201 Pengembangan Pusat Komunikasi Bisnis Koperasi dan Usaha Mikro. Gianyar. Palopo. Sulawesi Selatan. belajar menggunakan internet. • belum tersedia pusat-pusat pengelola informasi yang praktis. dan pengembangan desain produk. Lombok Timur. Sulawesi Selatan. • KSU Harapan Umat. Lombok Tengah. Kecil. Banjarmasin. Jawa Timur (Madiun. Jenis peralatan yang dimiliki Puskombis dan UKM rata-rata adalah empat unit PC. Sedangkan manfaat yang diperoleh antara lain: • Puskombis merupakan tempat berkumpul para Koperasi dan UKM untuk berbagi pengetahuan. Caranya adalah dengan menciptakan inovasi dan kreatifitas agar mampu berkiprah dalam perekonomian nasional. dan bambu. Jepara. disesuaikan dengan masalah maupun kebutuhan para pelaku UKM. Selain itu. Wakatobi. Jayapura. Untuk 2011 program ini akan dilanjutkan ke provinsi-provinsi yang belum mendapat bantuan. Kabupaten Batang Hari. rotan. . dan pada tahap pertama ini sudah terbentuk 10 Puskombis di 10 lokasi. mencari informasi bisnis. Salah satu langkah yang dilakukan Asisten Deputi Pengembangan Sistem Bisnis dalam menggerakkan industri kreatif adalah memberikan bimbingan teknis dalam peningkatan transaksi bisnis bagi UKM kerajinan berbahan baku kayu. seperti regulasi pabean dan perpajakan. Tasikmalaya. inovasi produksi. Jawa Barat. Tujuannya adalah untuk mempermudah Koperasi dan UKM mengakses informasi bisnis dalam mengembangkan usahanya. Jawa Tengah. Magelang. Sepanjang 2010 kegiatan bimbingan dan konsultasi ini telah dilakukan untuk 160 UKM yang berorientasi ekspor. membicarakan dan menangani berbagai masalah yang dihadapi. menciptakan iklim bisnis dengan memanfaatkan sumberdaya lokal. dan Menengah (PUSKOMBIS KUMKM) Pelaku bisnis Koperasi. yaitu diskusi intensif kasus perkasus. juga regulasi yang diberlakukan di beberapa negara. • Koperasi Kowamah. Badung). Masing-masing koperasi wajib menyediakan ruang komputer dan operator. antara lain: • rendahnya pengetahuan Koperasi dan UKM terhadap TIK. UKM kerajinan dan furnitur juga diberikan pembekalan tentang berbagai peraturan dan dokumen. DI Yogyakarta. Untuk mengatasi masalah tersebut. Bentuk kegiatannya berupa pendampingan dan konsultasi yang disampaikan dengan cara: • tutorial. seperti sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC) dan Verification of Legal Origin (VLO). Usaha Mikro. sebagai pencerahan awal yang disampaikan secara interaktif. • Koperasi Pariwisata Catra Gemilang. • biaya operasionalnya masih relatif mahal. Pusat Komunikasi Bisnis (Puskombis) KUMKM dikelola oleh koperasi. Kendala tersebut disebabkan banyak faktor. mempelajari keterampilan baru. dan Menengah masih sedikit yang mendayagunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengakses informasi bisnisnya. Jambi. • Kopinkra Sasirangan Bayam Raja. • KSU Latuppa Pembangunan Luwu. satu LCD. Pasuruan. Bangka-Belitung. regulasi produk berbahan baku kayu. • Tercipta kemudahan akses informasi bagi Koperasi dan UKM. Sulawesi Tenggara. dan perangkat lunak asli (windows dan MS office). dan keterampilan mereka tentang peluang pasar. Kementerian Koperasi dan UKM telah mendorong koperasi untuk membentuk Pusat Komunikasi Bisnis Koperasi dan UMKM. Bali (Denpasar. Papua. Bojonegoro). • KSU Dharma Suci Nirmala. dan Lombok Barat) Untuk 2011 pengembangan Koperasi dan UKM industri kreatif akan dilanjutkan ke 250 UKM di enam provinsi yaitu Sumatera Utara. Kegiatan dilakukan pada Juni-Juli 2010 di Jawa Tengah (Magelang. karena usahanya kurang dikenal oleh konsumen maupun pelaku bisnis lainnya secara global. • jaringan infrastruktur TIK yang masih terbatas di perkotaan saja. Gianyar. • KSU Sumber Rejeki. Kecil. yaitu: • Kopinkra Setia Kawan. • Memperluas kerjasama bisnis dengan pihak-pihak terkait untuk membangun komunitas. Jawa Barat dan Kalimantan Selatan. sertifikasi. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan. Kalimantan Selatan. Belitung. modem untuk koneksi internet. wawasan. peralatan pendukung berupa satu set meja. Jawa Timur. Hal ini bisa menyebabkan terlambatnya pengembangan bisnis Koperasi dan UKM. karena UKM sentra ini memberikan kontribusi ekonomi yang signifikan. Sulawesi Tengah. Pengembangan UKM Industri Kreatif Kerajinan Pengembangan UKM sentra kerajinan dan furnitur yang memiliki potensi dan sumberdaya perlu ditingkatkan produktifitasnya dan dipacu perkembangannya. • konsultasi. sekaligus membangun keberdayaan. printer berwarna. khususnya di Indonesia Timur. dan Sukoharjo). • KSP Tunas Muda. • KSU Regina Pacis. Wonosobo. Ngawi. NTB (Mataram. • Meningkatkan daya saing melalui sharing komunikasi yang saling menguntungkan. regulasi.

pemberdayaan kelompok bagi Koperasi dan UKM sentra perikanan akan dilanjutkan kepada 160 Koperasi dan UKM di empat provinsi yaitu Sumatera Utara. Jawa Tengah. 18 Oktober 2010 . baik produk olahan tradisional maupun modern. Dalam upaya menghasilkan produk perikanan yang bernilai tambah. NTB. dan Sumatera Barat) dengan melakukan bimbingan teknis pengolahan yang baik dan higienis. Sulawesi Utara. Sulawesi Selatan. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai tambah dan mengoptimalkan manfaat dari produksi hasil tangkapan laut adalah dengan mengembangkan produknya. dan Jawa Tengah.202 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 203 Menteri Negara Koperasi dan UKM bersilaturahmi dengan anggota koperasi perikanan Mina Jaya DKI Jakarta di Muara Angke. Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan penghargaan dalam rapat kerja pelaksanaan penyaluran Kredit Usaha Rakyat di Kalimantan Tengah. Untuk 2011. Bangka-Belitung. aman. Peran penting dukungan teknologi produk perikanan harus dapat memberi jaminan kepada konsumen akan produk yang aman dan sehat. sumber protein nabati dan sumber devisa negara. maka sudah dilakukan serangkaian upaya pembinaan bagi 300 Koperasi dan UKM di daerah pesisir pada enam provinsi (Maluku Utara. 26 Januari 2010 Pemberdayaan Kelompok Bagi Koperasi dan UKM Perikanan di Wilayah Pesisir Sektor perikanan memegang peran penting dalam perekonomian nasional. dan sehat. terutama dalam penyediaan lapangan kerja padat karya. Kepulauan Riau. sumber pendapatan bagi nelayan.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .

206

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

207

I Wayan Dipta
Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK

Bidang pengkajian sumberdaya UKMK telah mengkaji beberapa permasalahan, beberapa diantaranya adalah: • Pengembangan OVOP Agribisnis/Agroindustri. • Kaji tindak pengembangan jaringan antara LKM dan KSP. • Kaji tindak rintisan usaha koperasi dalam produksi pupuk organik (lanjutan). • Kajian isu-isu strategis/aktual tentang Koperasi dan UKM. • Kajian model peningkatan Koperasi dan UKM di kawasan perbatasan tertinggal. • Peningkatan peran Triple Hellix dalam pengembangan ekonomi kreatif. • Model penumbuhan wirausaha baru yang inovatif melalui inkubator. • Pengembangan Inkubator. • Jaringan informasi dan Publikasi. • Program kegiatan pengkajian sumber daya Koperasi dan UKM.
Tujuan program: • Menghasilkan model dan kajian pemberdayaan Koperasi dan UKM. • Mengembangkan sistem informasi pengkajian Koperasi dan UKM. • Mengembangkan koordinasi dalam rangka menindaklanjuti hasil pertemuan kerjasama internasional di bidang Koperasi dan UKM. Sasaran Program: • Tersedianya hasil kajian dan model pemberdayaan Koperasi dan UKM serta sistem informasi pengkajian Koperasi dan UKM. • Terjalinnya kerjasama lintas sektor dan tindak lanjut hasil pertemuan kerjasama internasional dalam rangka pemberdayaan Koperasi dan UKM. Manfaat Program: • Kemudahan bagi pihak pengguna dan pelaku Koperasi dan UKM dalam mengakses informasi hasil-hasil kajian pemberdayaan di bidang Koperasi dan UKM. • Eksistensi dan partisipasi aktif Kementerian Koperasi dan UKM dalam menindaklanjuti hasil pertemuan kerjasama internasional.

208

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

209

Pengembangan Ovop Agribisnis/Agroindustri
Dalam rangka penjabaran Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2007 Tentang Percepatan Sektor Riil dan Pembangunan Usaha Mikro Kecil dan Menengah tanggal 8 Juni 2007 yang mengamanatkan pengembangan sentra melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), pemerintah telah melakukan rintisan pengembangan produk unggulan daerah melalui pendekatan OVOP dengan komoditas pertanian hortikultura. Kegiatan rintisan ini dikembangkan melalui kerjasama petani hortikultura anggota Koperasi Mitra Tani Parahyangan Kecamatan Warung Kondang Kabupaten Cianjur, Koperasi Unit Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat, serta Koperasi Serba Usaha Bahari Tunas Mandiri Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah melalui pengembangan komoditas unggulan daerah yang melibatkan mayoritas penduduk setempat serta telah dilaksanakan secara turun-temurun melalui usaha tani yang mempunyai keunggulan komparatif dengan sistem agribisnis yang mampu memberikan nilai tambah bagi petani. Selain itu kegiatan ini juga dalam rangka meningkatkan pendapatan petani hortikultura melalui peningkatan nilai tambah dan daya saing komoditas unggulan pertanian baik untuk pasar lokal maupun ekspor. Keterlibatkan petani lokal dalam agribisnis sayur-mayur melalui koperasi yang telah memasarkan komoditas sayur-mayur yang disuplai para anggotanya ke pasar ritel modern seperti supermarket dan hypermarket Carrefour, Superindo, hotel, restoran, catering dan beberapa supermarket lainnya di Jakarta, di antaranya sawi putih, tomat cherry, labu siam, pokchoy, ceciwis dan labu parang, kapri, kacang merah, serta beberapa sayur-mayur dan hortikultura yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti kacang kapri, asparagus maupun stroberi. Beberapa hasil yang sudah dicapai di Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat adalah sebagai berikut: a. Koperasi Mitra Tani Parahyangan, Kabupaten Cianjur Pelaksanaan Program Rintisan Agribisnis One Village One Product (OVOP) di Kabupaten Cianjur dimulai tahun 2008 dengan melibatkan Koperasi Mitra Tani Parahyangan (Kop MTP) Kecamatan Warung Kondang. Selama ini pengiriman sayur-mayur oleh Koperasi Mitra Tani Parahyangan dilaksanakan dengan menggunakan kendaraan truk bak terbuka, sehingga sering ditemukan kondisi di mana sayurmayur ditolak oleh konsumen (Carrefour, Superindo, Hero dan pasar swalayan lainnya) karena sayur tersebut sudah rusak sepanjang perjalanan. Kerusakan tersebut cukup besar, sekitar 30%, atau kerugian yang diderita oleh Koperasi Mitra Tani Parahyangan akibat penolakan tersebut, sekitar Rp 1.000.000,hingga Rp 1.500.000,- perhari. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi tingkat kerusakan/susut pengiriman sayur-mayur yang cukup besar tersebut dilakukan melalui pemanfaatan/penggunaan sarana transportasi mobil cooling unit sebagai alat transportasi pengiriman sayur-mayur dari Koperasi Mitra Tani Parahyangan kepada pelanggannya. Dan Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2009 melalui belanja modal telah melengkapi sarana mobil cooling unit Koperasi Mitra Tani Parahyangan. Dari laporan koperasi pada saat RAT 2010 yang lalu, sarana angkutan pendingin ini mampu mengurangi penolakan dari 30% menjadi 15%. Dengan adanya pengurangan ini, maka keuntungan bersih Koperasi MTP meningkat sebesar Rp 4,5 juta perbulan.

Rangkaian kegiatan Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam rangka pengembangan OVOP, Cianjur

210

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

211

Menteri Negara Koperasi dan UKM menanam pohon jeruk Kalamansi secara simbolis di Bengkulu

Wakil Presiden RI meninjau pameran UKM di Jakarta

Kabupaten Garut Hasil yang telah dicapai pada KUD Cisurupan Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut yaitu peningkatan keterampilan anggota koperasi/petani dalam budidaya tanaman bernilai ekonomis tinggi seperti tanaman paprika dan tomat cherry.212 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 213 Pada 2010 telah diberikan bantuan sosial kepada Koperasi MTP untuk pembangunan Demplot dalam bentuk greenhouse untuk ditanami paprika dengan tiga varietas yaitu paprika kuning Rp 25. Unit usaha beras. peran masing-masing stakeholders telah disusun melalui matriks kerjasama siapa-mengerjakan apa antar instansi terkait pengembangan OVOP sebagai alat koordinasi pelaksanaan OVOP agar lebih fokus. Meningkatkan keterampilan petani dalam budidaya tanaman bernilai ekonomis tinggi seperti sayuran organik. Selain itu juga dijumpai hambatan dalam teknis pengolahan/processing produk agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di mana para petani/masyarakat setempat masih memiliki keterampilan yang sangat sederhana.000. Tapal Kuda. Dukungan pusat riset pertanian dalam rangka bimbingan tehnis tahapan budi daya.000. yaitu di Terminal Agribisnis Cipanas dan GOR Cianjur dan Kafe MITAPA di Gedung Dekranas.d. Jumlah penyerapan tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan usaha sayur-mayur (hortikultura) sebanyak 94 orang. pertengahan November 2010 akan ditandatangani kontrak dengan investor untuk mengekspor 80 ton beras cianjur ke Timur Tengah.000/kg. dan 30 ton beras pandan wangi seharga Rp 300. Kabupaten Badung dan Kabupaten Bangli Provinsi Bali: • Kegiatan rintisan ini dikembangkan melalui kerjasama petani hortikultura anggota Koperasi Serba Usaha (KSU) Bahari Tunas Mandiri Kecamatan Susut Kabupaten Bangli untuk tanaman buah seperti jeruk kintamani.5 ton s. zukini dan jambu kristal. Saat ini Koperasi MTP telah mensuplai 110 outlet dan delapan supermarket di Jakarta dengan 102 jenis sayur-mayur dengan jumlah 6. serta perkebunan untuk kopi luwak kintamani dan Koperasi Martenadi di Plage/Kecamatan Petang Kabupaten Badung untuk komoditas sayuran organik dan sayuran unggul seperti asparagus. lembaga pemasaran dan promosi yang mendampingi masyarakat mengembangkan sumber daya manusia secara terus-menerus. Jumlah anggota Koperasi Mitra Tani Parahyangan saat ini terdiri dari: • Unit usaha beras: 86 orang • Unit usaha saprotan: 41 orang • Unit usaha sayur-mayur: 201 orang b. melon dan pepaya taiwan.000/  kg. paprika merah Rp 20. cabe merah. c.(Rp 7500/kg). dan penanganan pasca panen serta pemasaran sayur-mayur.000/kg. pengolahan. Selain itu juga dilakukan perkuatan sarana Demplot bagi anggota koperasi yaitu melaui perkuatan green house. diharapkan semua petani anggota koperasi MTP ikut serta menanam paprika dengan sistem greenhouse untuk memenuhi permintaan pasar. lembaga-lembaga pelatihan keterampilan dan desain. manggis. • Untuk lebih meningkatkan koordinasi lintas pelaku di daerah dalam rangka pengembangan OVOP. .000/kg).000.(Rp 10.. Pengalaman lapangan menunjukan bahwa keberhasilan pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pendekatan OVOP perlu didukung infrastruktur. dengan rincian 50 ton beras panjang seharga Rp 375. sedangkan untuk kegiatan usaha beras sebanyak 86 orang.5 miliar perbulan. Beberapa permasalahan yang dijumpai di lapangan dalam pengembangan komoditas unggulan daerah melalui pendekatan OVOP di antaranya adalah tingkat keterampilan masyarakat yang masih sederhana dalam menangani komoditas/produknya terutama dalam desain kemasan. asparagus. kentang. Peningkatan kapasitas petani ini dilakukan melalui pelatihan di lapangan serta studi banding ke petani yang telah melakukan budidaya tanaman paprika serta tomat cherry. baby buncis. dan sawi. tomat cherry Provinsi Bali. Cianjur. tomat cherry. Apabila percontohan ini berhasil dan meningkatkan pendapatan petani. 8 ton perhari dengan omset Rp 1. dan paprika hijau Rp 15.000. Koperasi Cisurupan. aspek pemasaran dan promosi yang belum terorganisir. Dalam waktu dekat akan dibangun outlet untuk memasarkan hasil-hasil agribisnis Koperasi MTP (outlet MITAPA) di dua lokasi. • Memberikan pengertian dan mengubah pola pikir para petani setempat untuk menanam komoditas unggulan dengan kualitas super sehingga memiliki harga jual premium seperti jeruk kintamani di mana petani dilatih memilih buah kualitas super pada saat pemilihan buah di kebun (scraping) sehingga akan meningkatkan pendapatan petani melalui harga jual yang lebih tinggi (premium). seperti pusat riset komoditas. Hal ini merupakan perubahan pola pikir petani yang selama ini hanya menanam sayuran yang nilai ekonomisnya kurang baik dan resiko fluktuasi harga seperti tanaman kubis. sinergi dan berkesinambungan sesuai jenis/sifat komoditas yang akan dikembangkan.

Provinsi Nusa Tenggara Barat. restoran. • Kurangnya kebersamaan usaha UKM dan antar UKM dengan pengusaha besar (eksportir). Setelah difasilitasi dalam Temu Usaha Penguatan Forum Sentra/ Klaster. Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama Bupati Pacitan memperlihatkan batik warna alam sebagai produk unggulan Kabupaten Pacitan Dalam rangka pengembangan model OVOP ini. • Terbentuknya koperasi yang akan mengelola terminal bahan baku rotan Trangsan. • Lembaga keuangan dan perbankan sudah mulai membantu dalam hal permodalan. hasilnya adalah sebagai berikut: • Kebutuhan akan bahan baku saat ini relatif mudah didapat. dan supermarket. . • Terjadi hubungan yang harmonis antar UKM dan pengusaha besar (eksportir). • Pasar domestik maupun pasar luar negeri mengalami penurunan/berkurang akibat krisis global. festival budaya lokal maupun pemasaran melalui obyek turisme/ pariwisata. Provinsi Jawa Tengah dan Gerabah Banyumulek Kabupaten Lombok Barat. • Belum terbentuknya Forum Sentra/Klaster rotan Trangsan. • Sulitnya mencari modal usaha baik melalui perbankan dan lembaga keuangan lainnya. pemilihan dan penetapan komoditas potensial/unggulan daerah. • Terbentuknya Forum Sentra/Klaster Rotan Trangsan. • Adanya peningkatan pengetahuan dalam bidang desain bagi perajin UKM rotan. • Sedang dalam proses pembuatan terminal bahan baku rotan Trangsan. • Kurangnya pengetahuan perajin dan UKM dalam bidang desain. • Temu usaha dengan calon pembeli pendapatan seperti hotel. • Pengembangan diversifikasi produk/komoditas unggulan yang menghasilkan nilai tambah serta meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. kembali berprofesi sebagai perajin UKM dan eksportir rotan. • Perajin UKM dan exportir rotan banyak yang beralih profesi. • Kurangnya koordinasi antar stakeholder dalam penguatan sentra/klaster rotan. a. Provinsi Jawa Tengah Kondisi sebelum ada fasilitasi di Sentra Rotan Trangsan Kabupaten Sukohardjo adalah sebagai berikut: • Para perajin UKM mengalami kesulitan untuk mendapat kebutuhan bahan baku karena mahal dan kualitas rendah. • Pasar lokal maupun pasar luar negeri mulai bergeliat kembali melalui pameran-pameran yang diikuti oleh UKM maupun eksportir rotan. • Koperasi yang ada di Trangsan mati suri. • Koordinasi dan sinkronisasi program serta keterlibatan stakeholders instansi pemerintah maupun swasta baik di pusat maupun daerah yang terlibat dalam pengembangan OVOP. • Meningkatnya penghasilan perajin UKM dan eksportir rotan. • Instansi yang memiliki hubungan dengan Usaha Rotan Trangsan mulai ikut memberikan berbagai upaya yang dibutuhkan Perajin UKM dan eksportir rotan sesuai dengan Tupoksi-nya. • Pendapatan perajin UKM dan eksportir rotan mengalami penurunan. • Peningkatan keterampilan masyarakat setempat melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan masyarakat dalam menangani komoditas unggulan setempat. Sentra Rotan Trangsan Kabupaten Sukohardjo. telah dilakukan fasilitasi berupa kegiatan Temu Usaha Penguatan Forum Sentra/Klaster. maka beberapa langkah ke depan yang perlu dilakukan adalah: • Identifikasi. • Belum memiliki terminal bahan baku rotan di Trangsan.214 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 215 Kapasitas Forum Pengembangan Sentra/Klaster di Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam rangka Peningkatan Kapasitas Forum Pengembangan Sentra/Klaster Rotan Trangsan Kabupaten Sukohardjo. • Peningkatan pemasaran dan promosi produk/komoditas unggulan melalui event pameran.

• Pasar lokal dan luar negeri sudah mulai meningkat. • Kurangnya koordinasi stakeholder dalam penguatan Sentra/Klaster Gerabah Banyumulek. • Instansi yang mempunyai keterkaitan dengan Sentra Gerabah Banyumulek sudah mulai melakukan tugas dan fungsinya sesuai dengan tupoksi-nya masing-masing. • Fee guide tidak diatur. antara lain: • Koperasi Sekunder menjadi Apex bagi anggotanya. Kelemahan ini tercermin dari adanya kondisi paradoksial di mana sebagian LKM dan KSP berpeluang mendapat pasokan dana yang cukup tinggi tetapi permintaan pinjaman oleh nasabah masih relatif rendah. • Fee guide sudah diatur melalui keputusan Kepala Desa Banyumulek dan Kepala Desa Persiapan Lelede. Jaringan sistem keuangan itu hanya satu dari sekian masalah yang dihadapi LKM/KSP. Akselerasi kenaikan jumlah LKM dan KSP dewasa ini ternyata belum diimbangi dengan solusi atas kelemahan pelayanan. perlu dikaji ulang program pengembangan jaringan antara LKM dan KSP. banyak LKM dan KSP mengalami permintaan pinjaman dana tinggi namun tidak mampu dipenuhi karena rendahnya ketersediaan dana di LKM dan KSP. Apex KSP bisa berbadan hukum koperasi sekunder. Sentra Gerabah Banyumulek. Secara umum ada tiga kemungkinan model Apex yang bisa dikembangkan. Namun demikian. Apabila permasalahan tersebut menggantung. Lembaga ini diharapkan dapat menjawab permasalahan LKM dan KSP tersebut. • Adanya peningkatan dan modifikasi desain gerabah sesuai permintaan pasar. • Telah terbentuk Forum Rembuk Sentra/Klaster Gerabah Banyumulek. sehingga banyak yang alih usaha. . • Persaingan antara UKM dan exportir mulai tertata melalui pendekatan kerjasama biro perjalanan dan UKM.216 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 217 Kaji Tindak Pengembangan Jaringan Antara LKM dan KSP b. Kabupaten Sukohardo. • Belum ada kerjasama atau kesepakatan antara LKM/KSP. • Lembaga independen yang dibentuk atas dasar kesepakatan koperasi-koperasi anggotanya. Software tersebut dilengkapi dengan petunjuk instalasi dan penggunaan. • Adanya aturan bagi wisatawan domestik maupun luar negeri yang datang ke Sentra Gerabah Banyumulek. • Koperasi yang kuat menjadi Apex bagi koperasi-koperasi lainnya. • Persaingan antara UKM dan Eksportir tidak sehat. dikhawatirkan tujuan pembentukan LKM/ KSP sebagai sarana untuk menyimpan dan menyalurkan dana kepada anggota atau masyarakat semakin sulit tercapai. • Dibentuk Koperasi yang akan mengelola Pasar Seni Banyumulek. • Belum ada aturan main atas simpanan dan pinjaman. Oleh karena itu. yakni sebuah institusi yang melayani anggotanya (KSP) untuk memperkuat posisi. ada pemikiran untuk membentuk lembaga Apex KSP. • Belum adanya koperasi di Sentra Gerabah Banyumulek. • Belum adanya Forum Sentra/Klaster Gerabah Banyumulek. Hal tersebut tentunya harus terus dibenahi agar LKM dan KSP mampu berperan lebih optimal. baik dari perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. • Pasar seni sudah dimanfaatkan sebagai ajang promosi produk gerabah. • Wisatawan domestik dan luar negeri yang berkunjung ke Sentra Gerabah Banyumulek hanya tertuju pada showroom besar saja. peluang bisnis. Di pihak lain. • Dukungan teknologi informasi untuk jejaring usaha belum tersedia. • Sulit untuk mendapat bantuan modal usaha. dan tingkat kesehatan anggota di masa datang lewat sistem teknologi informasi dan komunikasi (TIK) terpadu. Provinsi Nusa Tenggara Barat: Sebelum dilakukan fasilitasi kondisi Sentra Gerabah Banyumulek adalah sebagai berikut: • Banyak perajin UKM dan eksportir gerabah serta Koperasi mati suri. • Belum ada kerjasama antara biro perjalanan dan UKM gerabah. Kelemahan dan kesenjangan tentu dapat diatasi bila tersedia jaringan sistem keuangan yang menghubungkan LKM dan KSP sehingga memungkinkan terjadi interlending di antara LKM dan KSP. sistem jaringan interlending ini baru dapat terbentuk bila ada kesamaan standar administrasi keuangan pada masing-masing anggota Apex. • Pasar seni sebagai tempat promosi serta peralatan bantuan dari Departemen Perindustrian tidak dimanfaatkan sehingga terbengkalai. Untuk menghubungkan jaringan antara KSP dengan Apex telah dibuat perangkat lunak (software) yang diberi nama “SIMAPEX” yang telah diujicobakan penggunaannya. • Desain kurang diminati pasar. Setelah dilakukan fasilitasi berupa kegiatan Temu Usaha Penguatan Forum Sentra Gerabah Banyumulek adalah sebagai berikut: • Perajin UKM dan Exportir Gerabah mulai bergeliat kembali. • Pasar lokal maupun luar negeri menurun drastis akibat terjadinya bom Bali dan krisis global. bisa digunakan secara online melalui fasilitas internet. yaitu: • Belum ada penjaminan atas simpanan dan pinjaman. • Mudah untuk mendapatkan bantuan modal usaha dari Perbankan dan lembaga keuangan lainnya. • Adanya kerjasama antara biro perjalanan dan UKM gerabah. Selain itu.

sehingga tingkat kepercayaan petani terhadap pupuk organik semakin meningkat. Pengembangan pupuk organik oleh koperasi dengan bahan baku sampah dan kotoran hewan telah meningkatkan produksi tanaman pangan serta menyeimbangkan struktur tanah. Usaha pupuk organik KUD Karangploso telah diikuti oleh enam koperasi. mengisi pasar bersama yang sangat besar yaitu 1. Pada Koperasi Mitra Tani Parahyangan (MITAPA). serta kualitas bobot butir produksi per hektar 6.721 kg/ha. Bali dan ke PT Petroganik. dan KUD Sumber Makmur Kecamatan Ngantang. Koperasi Padita Kecamatan Tumpang. • Perlu dilakukan kajian yang berkelanjutan terhadap kondisi Koperasi dan UKM. Aktivitas bimbingan teknis serta monitoring dan evaluasi telah dilaksanakan di Provinsi Bali (Koperasi Sari Guna). Berkaitan dengan hal tersebut diusulkan beberapa langkah antara lain: • Penguatan daya saing global. • Sebagian besar daya saing produk industri dan manufaktur Indonesia masih lemah. Provinsi Jawa Timur (KUD Karang Ploso). b. (misalnya selama satu bulan pada tiap-tiap negara).8 miliar penduduk. . Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kota melalui Koperasi dan UKM Kajian isu strategis ini mengemukakan beberapa hal penting antara lain: • Kebijakan pemberdayaan ekonomi rakyat telah dilakukan melalui pemberdayaan Koperasi dan UKM. Pengujian penggunaan pupuk organik MITAPA pada tanaman padi sawah menunjukkan hasil jumlah butir hampa dan bernas 139/malai dan butir hampanya 12/ malai. bahan baku pupuk organik berasal dari tujuh sumber pengadaan limbah dengan hasil produk pupuk kompos sebanyak 4. • Kebijakan pemberdayaan ekonomi daerah telah disusun melalui lintas sektoral dengan tujuan untuk menjadikan ekonomi yang kuat. Kabupaten Bangli. • Bimbingan yang berkesinambungan agar Koperasi dan UKM dapat menerapkan manajemen stok yang lebih adaptif terhadap pasar.090 kg per hari. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan mutu dan kuantitas pupuk organik serta peran koperasi dalam memenuhi kebutuhan petani. • Dengan berkembangnya perdagangan dalam pasar bersama (ACFTA) maka volume perdagangan akan meningkat. yang artinya UKM yang bergerak dalam kegiatan produksi akan mengalami kesulitan (data BPS ada sekitar 57% UKM bergerak di bidang produksi). KUD Karangploso pada periode Januari sampai Oktober 2010 telah memproduksi 18. Situasi ini dapat mengakibatkan tingkat produksi Koperasi dan UKM tertekan. dan tenaga pengolahan delapan orang. yaitu KUD Baik Kecamatan Pujon. KAN Jabung kecamatan Jabung. • Perlu diberi peran yang lebih besar kepada trading house (BLU/LLP dan atau Induk Koperasi Perdagangan) untuk melakukan penetrasi produk-produk Koperasi dan UKM di berbagai negara ASEAN dan China yang dilakukan secara periodik.417 kwintal. Di samping itu. tenaga harian lepas 12 orang. kotoran hewan).218 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 219 Kaji Tindak Rintisan Usaha Koperasi Dalam Produksi Pupuk Organik (lanjutan) Hasil dari rintisan kajian ini adalah terciptanya bidang usaha baru yaitu peningkatan mutu manajemen pengelolaan bidang usaha koperasi dalam pengolahan sampah menjadi pupuk organik.800 kg/ha sementara an-organik 6.734 kwintal dan dipasarkan di daerah Malang. penjualan 15. sehingga UKM yang bergerak di sektor jasa dan perdagangan diperkirakan tidak akan mengalami kesulitan karena produk yang mereka jual sudah sesuai selera pasar tanpa membedakan asal usul barang tersebut (data BPS. KUD Gondanglegi Kecamatan Gondanglegi.500/kg. dengan upah harian Rp 35. dan pemasaran hasil produk pupuk organik. dengan harga ratarata per kilogram Rp 215.800 kg. Kajian Isu-isu Strategis/Aktual tentang Koperasi dan UKM a. dan Koppas Kemang Bogor). dan differensiasi pasar yang memungkinkan terjadinya subsidi silang. Koperasi dan UKM disektor jasa dan perdagangan sebesar 29%). Uji terapan dilakukan atas penggunaan pupuk organik MITAPA dengan pupuk non-organik terhadap tanaman padi. Pada KSU Sari Guna. modern dan berdaya saing tinggi dan melalui mekanisme pasar yang benar. Batu.-. akan dilakukan pemindahan lokasi peralatan mesin produksi ke lahan milik koperasi dari lahan milik Pemda. Kajian Awal Kebijakan ACFTA dan Kaitannya dengan Koperasi dan UKM Dari kajian ini dapat disimpulkan beberapa hal antara lain: • Secara normatif sesungguhnya ACFTA ini merupakan peluang bagi Koperasi dan UKM di Indonesia untuk memperbesar produksi. • Penguatan ekspor. Blitar. KUD Pakis kecamatan Pakis. KUD Karangploso mendapat bantuan dari Deputi Produksi untuk pengadaan dolomite sebagai bahan baku campuran pembuatan pupuk granula (dolomite. pupuk organik yang diproduksi koperasi telah melewati uji laboratorium. serta menggalakkan pemakaian produksi dalam negeri. sementara daya saing produk dari negara lainnya (ASEAN-China) lebih kuat. Salah satu inovasi koperasi peserta kegiatan produksi pupuk organik adalah dengan mengkombinasikan pupuk kompos dengan kotoran hewan (kohe).-. dengan hasil kualitas bobot butir padi yang menggunakan pupuk organik MITAPA lebih tinggi dibanding penggunaan pupuk non-organik yaitu 6. dan Provinsi Jawa Barat (Koperasi Mitra Tani Parahyangan Cianjur. besar.000. Koperasi ini telah memproduksi pupuk organik sebanyak 20 ton dan telah terjual 10 ton dengan harga Rp 7. • Perlu dilakukan koordinasi dan sinergi pada aparat pusat dan daerah dalam menata produkproduk yang dapat diproduksi Koperasi dan UKM. Tenaga kerja baru terserap sebanyak 25 orang yang terdiri dari lima orang sopir. • Pengamanan pasar domestik. Dalam pengembangan kegiatan usaha pupuk organik selanjutnya.

d. Koperasi dalam Era Pasar Bebas. promosi bersama 1%). g. • Khusus variabel peranan dukungan dan manfaat bantuan. kemampuan mengelola keuangan dan penguasaan pasar produk yang tidak meninggalkan prinsip dalam jati diri koperasi. kemampuan mengelola sumberdaya ekonomi di sekitarnya. disarankan agar Pemerintah dapat mengambil manfaat dari pengalaman praktis pemerintah Thailand yang mengembangkan Koperasi dan UKM melalui pemberian fasilitas SNI. Demikian juga halnya sample yang hanya berjumlah 200 Koperasi dan UKM. Dalam hal ini kita perlu mengkritisi apakah data tersebut diperoleh berdasarkan persepsi belaka ataukah memang hasil analisis data kuantitatif dari masing-masing pelaku usaha yang bersangkutan. e. Sosialisasi Pajak Koperasi dan UKM Hasil kajian menunjukkan bahwa: • Perlu membentuk Kelompok Kerja di tingkat Provinsi/Kab/Kota untuk mewujudkan sadar pajak terhadap gerakan koperasi dan UKM. . sehingga masih terbatas realisasi penyaluran di lapangan. f. • Dalam hal pembinaan juga ada kajian tentang lingkungan bisnis Koperasi dan UKM yang menyarankan supaya masing-masing instansi memfokuskan pembinaannya. tekstil. koperasi juga dapat bergerak dalam pasar modal/saham. pembinaan teknis 3%. • Lingkungan bisnis UKM pada saat ini sudah berada pada tahap persaingan yang semakin ketat. akan tetapi KPPU telah berupaya agar pemberdayaan Koperasi dan UKM terhindarkan dari kecenderungan perilaku monopolistik dari pelaku usaha yang mendominasi pangsa pasar. • Peningkatan kualitas SDM. pendanaan/modal 12%. Beberapa variabel tersebut tidak bisa dijadikan tolok ukur.220 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 221 Pemberdayaan ekonomi rakyat juga telah diimplementasikan oleh Pemda melalui berbagai program yang meliputi: • Upaya peningkatan akses permodalan melalui penyaluran dana bergulir. Sedangkan manfaat dikatakan rendah karena hanya 31% (yang ada manfaatnya) dan 69% (tidak ada manfaatnya). HAKI. c. furniture. Sosialisasi Pelaksanaan KUR Kajian ini menyimpulkan bahwa calon nasabah dan pejabat daerah belum mempunyai pengertian yang utuh tentang KUR. • Dalam rangka meningkatkan daya saing produk Koperasi dan UKM. Berkaitan dengan hal tersebut di masa mendatang perlu diadakan penyuluhan intensif di daerah-daerah. Mau Ke mana? Hasil kajian ini telah mengungkapkan bahwa: • Kemampuan Koperasi dan UKM dalam pasar bebas cenderung dinilai masih sangat terbatas. • Menampung aspirasi dan masukan usulan keinginan/inisiatif penyelesaian kasus dan permasalahan perpajakan yang dihadapi oleh Koperasi dan UKM. yang belum tentu dapat merepresentasikan seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 33 provinsi. dan kerajinan. keterkaitan usaha koperasi dan anggota. • Pengembangan akses jaringan usaha. Perdagangan dan Pertanian Dalam FGD/Desk Research terdapat hal penting untuk dicermati yaitu koperasi berskala raksasa menandakan volume bisnis yang besar. • Melaksanakan sosialisasi dan edukasi kebijakan perpajakan bagi Koperasi dan UKM bersama dengan Direktorat Jenderal Pajak atau Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat. karena masing-masing sektor Koperasi dan UKM tersebut berbeda masalah yang dihadapinya dengan sektor Koperasi dan UKM yang lain. diantaranya yang bergerak di sektor makanan. untuk itu Koperasi dan UKM perlu melakukan kegiatan produksi pada komoditi yang mempunyai daya saing di pasar global. digambarkan sebagai berikut: peranan dukungan hanya 20% (peralatan 4%. Suatu saat kelak. Revitalisasi Koperasi dan UKM untuk Menggerakkan Perekonomian Nasional Hasil kajian ini antara lain: • Kajian tersebut memiliki keterbatasan lokasi sampel yang hanya berjumlah lima lokasi. Penyusunan Usulan Pengembangan Koperasi Raksasa di bidang Persusuan. penyampaian success story (kisah sukses) dari penerima KUR tahun sebelumnya. misalnya data pertumbuhan usaha dan pertumbuhan keuntungan UKM sebelum dan sesudah adanya bantuan dari pemerintah. serta studi banding pada penerima KUR yang telah sukses. gerakan koperasi dan asosiasi pengusaha UKM. modal kerja (seed capital ) dan bimbingan promosi kepada pelaku usaha yang berpotensi menjadi eksportir. • Pemberdayaan ekonomi dengan lingkup komprehensif akan lebih bermakna apabila berbagai kalangan/komunitas dapat disertakan secara terpadu. • Menerbitkan informasi kebijakan perpajakan bagi Koperasi dan UKM. • Menginformasikan berbagai perkembangan kebijaksanaan perpajakan terbaru melalui Dinas Koperasi dan UKM tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

28 Desember 2009 d. cepat dan diskon biaya langganan. b. • Keikutsertaan Koperasi dan UKM dalam pameran promosi perdagangan perlu ditambah frekuensinya. Oleh karena itu kami merekomendasikan: • Penyelesaian kredit macet Koperasi dan UKM di bank-bank BUMN khususnya di daerah bencana seperti di Yogyakarta dan Sumatera Barat amat mendesak. berpotensi overlap dan menimbulkan moral hazard. mempermudah prosedur dan ekspansi program peremajaan mesin-mesin tekstil. • Perlunya perlindungan dan sosialisasi mengenai hak paten produk dan desain. • Ekspansi kredit dimungkinkan meskipun memiliki kredit bermasalah karena bencana. Penggunaan teknologi informasi untuk keperluan transaksi usaha. Rekomendasinya adalah: • Mengalokasikan APBN K/L dan PKBL bagi Koperasi dan UKM dalam bentuk akses internet cukup. • Penurunan suku bunga dan skema pembiayaan yang lebih baik. • Penyaluran Kredit Usaha Rakyat. • Melakukan sosialisasi membuat situs-situs desain produk dan akses pembeli/penjual bahan baku lewat internet bagi Koperasi dan UKM kurang mampu. Peningkatan utilisasi dan peremajaan mesin-mesin yang sudah tua sehingga merekomendasikan untuk melanjutkan. Oleh karena itu kami merekomendasikan: • Koordinasi bantuan kepada Koperasi dan UKM sehingga tepat sasaran. Menteri Negara Koperasi dan UKM meninjau pengolahan pupuk di Bali. khususnya bagi Koperasi dan UKM prospektif. Untuk itu kami merekomendasikan: • Perlunya kebijakan insentif fiskal dan non fiskal bagi pengembangan industri kreatif dan pengusaha pionir. Perlu insentif untuk diversifikasi produk. pemasaran dan kewirausahaan perlu ditambah.222 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 223 Selain itu dikemukakan pula beberapa hasil lain yaitu: a. keuangan. Faktor pembiayaan kredit perbankan merupakan faktor penting pengembangan UKM. c. meskipun telah dijamin oleh ASKRINDO pada kenyataannya bank masih memerlukan jaminan dari nasabah dan hanya nasabah baru saja. khususnya ke pasar-pasar luar negeri non tradisional dan menembus pasar ekspor. Banyaknya bantuan kepada Koperasi dan UKM seringkali tidak tepat sasaran. . pengayaan desain dan hak paten produk Koperasi dan UKM. • Bantuan pelatihan teknis produk.

Untuk penerapan model ini perlu dibuat pilot project atau Demplot oleh pihak-pihak terkait dan kemudian merumuskan action plan untuk koordinasi pelaksanaannya. Kementerian Perindustrian. Aspek-aspek yang menjadi fokus dalam rencana tindakan. 4%. sedangkan untuk daerah perbatasan Kabupaten Belu disepakati pengembangan perternakan sapi. Perbedaan hanya terletak pada bobot prosentasenya saja di mana secara berurutan untuk Kabupaten Sanggau (18%. 39%. dan instansi terkait lainnya. 30.7%. Selanjutnya. usaha kecil sebesar 2. provinsi. 8. sedangkan untuk kawasan perbatasan Kabupaten Belu dengan Timor Timur dari 3% menjadi 10% dalam waktu lima tahun. meliputi subsistem: • Bahan baku • Produksi • Pemasaran • Pembiayaan • SDM • Kelembagaan Hasil kesepakatan pada forum diskusi terbatas di daerah disosialisasikan di daerah. Kementerian Perdagangan.67%. Rapat koordinasi pusat menyepakati produk dan lokasi sasaran kegiatan adalah kerajinan gerabah di Kabupaten Bantul (DI Yogyakarta). kecenderungan masyarakat yang hanya menjual bahan baku tanpa pengolahan dapat ditingkatkan dengan menciptakan barang setengah jadi atau produk akhir.00%. Institusi yang terlibat. yang dihadiri Kementerian Koperasi dan UKM. penggunaan benih dan sarana produksi. hasil kesepakatan diskusi di daerah dibahas dalam rapat koordinasi di pusat yang menghasilkan kesepakatan dalam bentuk rencana aksi. Pada kawasan perbatasan Kabupaten Belu dengan Timor Leste potensi koperasi memberikan share sebesar 1. c. Dalam sosialisasi ini dipaparkan pula konsep trading house dan aplikasinya pada produk kerajinan di masing-masing lokasi sasaran kegiatan. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. usaha mikro sebesar 5% dan usaha kecil sebesar 2%.3% dan usaha menengah sebesar 3%.55%. . sedangkan untuk Kabupaten Belu (NTT) adalah komoditi sapi dan jagung. kerajinan batik di Kabupaten Pacitan (Jawa Timur) dan kerajinan bambu di Kabupaten Bangli (Bali). 20. khususnya untuk model kemitraan. d. Selain itu. 7%) dan untuk Kabupaten Belu (15.46%. 3%. 15.2%. Fasilitasi yang diperlukan. usaha mikro sebesar 3. analisa Location Quotient (LQ) dan AHP untuk Kabupaten Sanggau (Kalbar) adalah komoditi lada dan kakao. prasarana dan sarana serta tingkat pemanfaatan lahan. BPPT. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.224 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 225 Kajian Model Peningkatan Koperasi dan UKM di Kawasan Perbatasan/Tertinggal Dari hasil kajian ditemukan bahwa permasalahan yang dihadapi masyarakat perbatasan dalam pemanfaatan potensi daerah di dua lokasi pada dasarnya tidak jauh berbeda yaitu: kemampuan SDM.00%) berarti modal kerja masih menjadi masalah krusial untuk peningkatan peran Koperasi dan UKM dikawasan perbatasan.47%. penguasaan teknologi. untuk daerah perbatasan Kabupaten Sanggau disepakati komoditi lada. Inventarisasi kondisi terkini dan permasalahannya. • Rencana Tindakan: Rencana tindakan yang akan dilaksanakan sejak 2010–2014 meliputi aspek-aspek sebagai berikut: a. Bila model OVOP yang dipilih maka berdasarkan hasil diskusi terbatas (FGD) pada kedua provinsi. Sedangkan potensi daerah perbatasan yang bisa dikembangkan berdasarkan pendapat stakeholder. di samping kemampuan SDM dan penguasaan teknologi. melalui model yang dirancang. sekaligus sebagai forum untuk memperoleh masukan lebih lanjut guna mempertajam hasil kesepakatan diskusi terbatas di daerah. modal kerja. Kedua model yang dirancang bisa diterapkan secara berbarengan dengan beberapa komoditi. Hasil fact finding dibahas dalam rapat koordinasi antarinstansi pusat. Untuk peningkatan peran Koperasi dan UKM dalam pengembangan komoditi potensial tersebut telah dirancang model kemitraan dan OVOP dengan meletakkan peran koperasi sebagai institusi kelembagaan petani berkerjasama dengan UKM melalui dukungan pemerintah pusat. Model yang dirancang baik Kemitraan maupun OVOP diharapkan dapat meningkatkan share Koperasi dan UKM kawasan perbatasan Kabupaten Sanggau dengan Malaysia dari 5% menjadi 15% dalam waktu lima tahun. b. kabupaten dan melibatkan peran Triple Hellix. Rencana tindakan yang akan dilaksanakan. Peningkatan Peran Triple Hellix Dalam Pengembangan Ekonomi Kreatif Output pelaksanaan kegiatan ini adalah sebagai berikut: • Penentuan Produk dan Lokasi: Tahap awal kegiatan dilaksanakan dengan melakukan fact finding untuk menghimpun data dan informasi sebagai landasan dalam penentuan produk dan lokasi sasaran kegiatan. 29%. Potensi Koperasi dan UKM untuk kawasan perbatasan Sanggau terhadap Kabupaten Sanggau adalah koperasi memberikan share sebesar 2%. 10.

peningkatan capacity building kewirausahaan pada kerajinan gerabah dan pelatihan pendampingan penerapan etika bisnis pada kerajinan batik. Subsistem produksi . Subsistem pembiayaan yaitu fasilitasi pembiayaan bekerjasama dengan BUMN. f. pengajuan proposal bantuan sosial untuk pembiayaan pengadaan peralatan produksi kerajinan batik dan bambu. kerjasama antar pemerintah daerah dalam pemanfaatan bahan baku. • Pendampingan bagi 25 tenant. menyelenggarakan dan membangun trading house (Yogyakarta dan Bali). d. Sudah ada dua tenant yang merintis ekspor yaitu komoditi mendong dan akar wangi. g. bantuan peralatan bak celup dan bak rebus. Khusus di Pacitan dengan fasilitasi dalam peningkatan pemahaman/ pengetahuan SNI dan HaKI melalui sosialisasi dan bantuan pengurusan (pendampingan) SNI dan HaKI. b. Subsistem SDM dengan peningkatan kualitas SDM UKM melalui pelatihan-pelatihan kepada pelaku usaha mengenai keterampilan dalam diversifikasi produk termasuk di dalamnya mengenai desain produk dan pelatihan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan. • Temu bisnis dengan lembaga keuangan. Peningkatan peran triple hellix tercermin dengan adanya implementasi rencana aksi sebagai berikut: a. Subsistem bahan baku yaitu penanaman pohon yang digunakan sebagai pewarna alami kerajinan batik oleh dua orang perajin. sayur-mayur. Subsistem pemasaran yaitu pengembangan pasar lokal.memberikan pendampingan teknologi tentang diversifikasi produk dan peningkatan kualitas bahan untuk kerajinan bambu. b. pembentukan sentra/klaster bambu dengan pendekatan OVOP. e. 30 orang perajin batik dan 30 orang perajin bambu. Subsistem pembiayaan dengan meningkatkan akses ke sumber pembiayaan untuk modal kerja jangka pendek melalui fasilitasi peningkatan akses terhadap lembaga keuangan.000. Subsistem kelembagaan dengan pelatihan teknis yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM pada 30 orang perajin gerabah dan 30 orang perajin bambu.226 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 227 Sesuai dengan kondisi dan kesepakatan stakeholders. realisasi bantuan sosial dari Kementerian Koperasi dan UKM untuk pengadaan peralatan produksi gerabah sebesar Rp285. .025 Miliar bagi 6 tenant. • Pelatihan bagi 25 orang staf inkubator. kerajinan batik dan kerajinan bambu. antara lain usaha mendong. b. c. Subsistem bahan baku . pemilahan pemanfaatan bambu untuk keperluan industri dan nonindustri (masyarakat umum dan pencarian alternatif lahan untuk budidaya bambu. Khusus di Bali diperlukan payung hukum yang mengikat stakeholders di pusat dan daerah. Telah diluluskan 25 tenant yang mengelola berbagai bidang usaha. Telah tersusun payung hukum kebijakan pengembangan inkubator dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres) tentang inkubator bisnis dan teknologi. jamur merang dan lain-lain. Subsistem pemasaran dengan peningkatan akses ke informasi pasar melalui promosi. Subsistem produksi yang menekankan pada fasilitasi teknologi diversifikasi produk dan peningkatan kualitas bahan pada kerajinan bambu serta fasilitasi keragaman desain pada kerajinan gerabah dan kerajinan bambu. Model pengembangan inkubator. serta pelaksanaan pelatihan teknis produksi kerajinan batik. Subsistem bahan baku yang menekankan pada fasilitasi pengadaan bibit pohon untuk bahan baku pewarna alami pada kerajinan batik dan alternatif bahan baku pengganti tanah liat sebagai bahan baku pada kerajinan gerabah. pendampingan dan sosialisasi pemanfaatan bahan baku alternatif untuk kerajinan gerabah serta inventarisasi varietas bambu yang baru untuk diversifikasi produk kerajinan bambu. pengembangan/revitalisasi peran koperasi dalam memenuhi kepentingan perajin bambu. Dalam pengembangan inkubator ini telah difasilitasi kegiatan yang meliputi: • Pelatihan penyusunan business plan bagi 25 orang tenant. Model Penumbuhan Wirausaha Baru yang Inovatif Melalui Inkubator a. f.proses pembentukan koperasi perajin gerabah dan batik. Subsistem SDM adalah pelatihan kewirausahaan untuk 30 orang perajin gerabah. rencana aksi yang dilaksanakan pada tahun 2010 difokuskan pada: a. Subsistem kelembagaan yaitu dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis perkoperasian melalui sosialisasi/penyuluhan perkoperasian. • Pelatihan e-market bagi 25 tenant. pelatihan desain dan proses produksi kerajinan bambu. Subsistem produksi yaitu pelatihan pembuatan kemasan produk souvenir kerajinan gerabah. d. c. • Memfasilitasi penguatan permodalan dari LPDB melalui Astra Modal Ventura senilai Rp 1. pengadaan leaflet/booklet dan kerjasama dengan stakeholders pariwisata di Pacitan. dana bergulir APBD provinsi dan KUR untuk kerajinan batik.000. Subsistem budidaya dengan fasilitasi dalam standardisasi pengelolaan budidaya bambu.melakukan riset potensi ketersediaan kuantitas dan jenis tanah liat. c. b. Subsistem kelembagaan . Subsistem SDM . regional dan ekspor untuk kerajinan gerabah. akar wangi. e. Rencana tindak yang akan dilaksanakan pada tahun 2011 merupakan tindak lanjut rencana aksi 2010 yaitu: a. d.

Pelatihan yang dilaksanakan pada Juli 2010 diikuti oleh 20 peserta yang berasal dari lima kabupaten yang tergabung dalam RM BARLINGMASCAKEB. Hal ini membuat para pelaku usaha Koperasi dan UKM.14%). access. Peningkatan Kapasitas Kerjasama antar Daerah (KAD) dalam Pengembangan UKM Tujuan Program Kerjasama Antar Daerah adalah membangun dan mengembangkan kemampuan komunikasi serta meningkatkan kepedulian antar daerah melalui kerjasama partisipasif. Dalam kegiatan tersebut berhasil dirumuskan komitmen ke depan untuk bersama. berita Koperasi dan UKM. pada November 2010 juga dilaksanakan melalui kegiatan sosialisasi promosi tentang KAD di Jakarta.268. USA (11.43%). funding. seluruh peserta yang terdiri dari perwakilan seluruh deputi di Kementerian Koperasi dan UKM. hasil kajian dan jurnal. Norwegia (2. dunia perbankan kesulitan memperoleh data yang dapat dimanfaatkan untuk dianalisa kelayakannya. antara lain melalui Pelatihan Desain Batik Training of Trainers (ToT) untuk UKM Batik RM Barlingmascakeb pada Juli 2010. dan market access. . Kehadiran software aplikasi DSS ini diharapkan mampu menjembatani permasalahan dasar Koperasi dan UKM dan kebutuhan pihak intermediary swasta untuk meningkatkan portofolio investasinya. kurang lebih 81.com Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK telah mengembangkan sistem informasi elektronik melalui internet yakni website. Dalam rangka Pembinaan Kemantapan Kerja RM Jonjok Batur di NTB. antara lain tentang budget sharing. serta di RM Jonjok Batur NTB yaitu pelatihan dalam rangka Pembinaan Guna Kemantapan Kerja (Kelembagaan). potensi daerah yang perlu didorong untuk tumbuh. peraturan mengenai koperasi dan UKM. Selain itu untuk mendukung promosi juga dilaksanakan kegiatan sosialisasi kerjasama antar daerah dan pembuatan leaflet. c.q. Asdep Pengembangan Perkaderan UKM memfasilitasi Pembentukan dan Pengembangan Media Informasi UKM (UKM Center/Galeri Online). Uji Coba Program Aplikasi DSS (Decision Support System) Koperasi dan UKM Sejumlah pengalaman. Karena keterbatasan SDM. Raperda pariwisata.588. Cina (1. Purbalingga. Salah satu upaya yang dapat diusung dan dikembangkan adalah dengan menyajikan pedoman pengambilan keputusan (Decision Support System/DSS) kelayakan ekonomi dan keuangan UKM berbasis teknologi dan sistem informasi. serta data dan informasi pembangunan Koperasi dan UKM lainnya yang bersifat penelitian dan pengembangan pemberdayaan Koperasi dan UKM. Dalam acara tersebut. Untuk mendukung promosi produk-produk unggulan UKM RM Barlingmascakeb. umumnya memposisikan diri untuk “apatis” dalam membangun simbiosis yang lebih “ harmonis” dengan pihak lembaga keuangan (financial intermediary). Sedangkan halaman yang dibuka sebanyak 149. Di sisi lain. perwakilan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal serta Perwakilan PT Telkom menyatakan dukungannya terhadap konsep Kerjasama Antar Daerah dan siap melakukan sinergi program kegiatan mereka ke dalam konsep tersebut. Deputi Bidang Pengkajian Sumberdaya UKMK c. Para peserta pelatihan tidak mengalami kesulitan menerima semua materi yang diajarkan yaitu tentang teknik desain batik modern. serta memperkuat dukungan dari stakeholder terkait. pemasaran serta jejaring UKM. temuan-temuan ilmiah baru dalam pemberdayaan Koperasi dan UKM. hasil kajian dan penelitian menunjukkan bahwa permasalahan UKM sangat berkaitan dengan sumberdaya manusia (human resources). pewarnaan alam. telah dilaksanakan pula pelatihan Kelembagaan. Website ini digunakan untuk memberikan informasi yang berkaitan dengan hasil kajian pemerintah di bidang pembangunan Koperasi dan UKM. makalah koperasi. pembenahan dewan eksekutif serta peningkatan peran instansi terkait. Pemeliharaan Jaringan LAN Intranet dan Sistem Database Smecda. Berdasarkan statistik. Di sisi lain masing-masing Pemda telah mengalokasikan dana melalui APBD setiap tahunnya untuk membangun komunikasi dan kepedulian antar daerah dalam hal pemberdayaan Koperasi dan UKM.61%). Lima negara teratas yang mengakses adalah Indonesia (74%). Informasi yang banyak dibuka adalah data koperasi. Malaysia (1. Promosi juga dilakukan dengan pembuatan leaflet yang menampilkan potensi kewilayahan RM Barlingmascakeb dan RM Jonjok Batur. Koperasi dan UKM mengalami kesulitan dalam menyajikan dan meyakinkan kelayakan ekonomi dan keuangannya. undang-undang koperasi dan UKM. Ruang lingkup kegiatan ini meliputi pelaksanaan kegiatan untuk mendukung pengembangan kerjasama antar daerah di Regional Management (RM) BARLINGMASCAKEB Jawa Tengah yaitu ToT untuk Desain Batik serta Pembentukan dan Pengembangan Media Informasi UKM (UKM Center/Galeri Online). untuk 2010 pada bulan November. Selain itu.sama mengatasi solusi permasalahan yang muncul. mendorong percepatan kemajuan pembangunan ekonomi khususnya koperasi dan UKM melalui kapasitas aktor regional.1%) dan lainnya (9.72%). perwakilan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. informasi teknologi. manajemen. pada November 2010. pengunjung web smecda telah mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.228 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 229 Jaringan Informasi dan Publikasi a. Banyumas. Telah terbangunnya komunikasi dan kepedulian antar pemerintah daerah dalam pengembangan Koperasi dan UKM. b. Pelatihan dilaksanakan sebagai usaha untuk meningkatkan kinerja RM Jonjok Batur. Cilacap dan Kebumen. yaitu: Banjarnegara.

sistem akan secara otomatis melakukan analisis setelah pengguna melakukan pengisian pertanyaan yang diajukan/tersedia pada toolbar profil dan aspek produksi. lingkungan dan keuangan. Inkubator adalah lembaga yang melaksanakan pendampingan (inkubasi) terhadap calon wirausaha baru maupun UKM (yang disebut tenant) baik secara in wall (semua aktifitas usahanya dilakukan dengan menggunakan fasilitas ruangan di inkubator) maupun outwall (aktifitas usaha dilakukan di luar inkubator). Toolbar ini dapat diklik untuk membantu pengguna mendeskripsikan perusahaan dan usaha yang dijalankan. BEP. Output kegiatan ini adalah telah dilaksanakannya uji coba aplikasi ini pada 6 (enam) UKM di Jakarta dan sekitarnya yaitu: • CV Ayam Parigi Hitam (Pertanian). diantaranya adalah fasilitas: • Profil: merupakan toolbar yang terdiri dari profil perusahaan dan profil usaha. Hasil analisis akan ditampilkan dalam image angka skor (indeks).230 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 231 Pengembangan Inkubator Aplikasi perangkat lunak DSS UMKM diharapkan dapat memberikan efektifitas dan efesiensi bagi pihak pemerintah. Berkenaan dengan hal tersebut perlu disusun kebijakan pengembangan inkubator serta pengembangan inkubator model yang direncanakan akan dilaksanakan di Bogor (IPB). • Kurangnya komitmen dan dukungan dari semua pihak untuk mengembangkan inkubator dan masih terbatasnya peran dan daya saing tenant inkubator. • CV Al Rosyed (Perdagangan). IRR. angka kelayakan keuangan (Cash Flow. manufaktur. pertanian. restoran dalam hal perencanaan dan pengambilan keputusan kelayakan ekonomi dan keuangan. NPV-PI). Inkubator sampai saat ini terus aktif menghadapi Koperasi dan UKM dalam mengembangkan usaha. Salah satu instrumen yang strategis dalam menumbuhkembangkan peran dan daya saing UKM adalah melalui inkubator bisnis dan teknologi. pemasaran. BCR. serta penulisan business plan untuk aplikasi lembaga keuangan. fasilitasi pemasaran. Program ini diharapkan mampu meningkatkan peran inkubator dalam mengembangkan peran dan daya saing tenant inkubator. Ruang lingkup pendampingan yang diberikan meliputi konsultasi teknologi. kewirausahaan dan manajemen. PP. manajemen & SDM. Inkubator dalam melaksanakan inkubasi memiliki berbagai kendala antara lain: • Belum memiliki sarana dan prasarana pendukung serta fasilitas yang memadai. • Karya Agus (Manufaktur). jasa. • Reward/salary yang diberikan inkubator terhadap manajer maupun staf inkubator masih sangat rendah dan belum memadai. • Restoran Sabana Murah (Restoran). • Kobekindo (Koperasi Jasa Perbaikan). yang akan direplikasi dan dikembangkan di daerah lain. Aplikasi ini memiliki beberapa fitur. • Muti Pesta (Jasa). • Analisis Bisnis: pada toolbar ini. Telah dilakukan Pelatihan Penggunaan Decision Support System (DSS) bagi 33 orang pelaksana daerah (satu orang perwakilan Dinas Koperasi tingkat provinsi seluruh Indonesia) di Jakarta. Menurut Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) 2009–2010 bahwa jumlah inkubator di Indonesia sebanyak 22 unit inkubator bisnis dan teknologi. . • Keterbatasan dukungan dana operasional inkubator maupun dana pendampingan inovasi teknologi. pelaku usaha dan lembaga intermediary dalam melakukan pengambilan keputusan untuk mengembangkan bisnis Koperasi dan UKM pada sektor perdagangan.

UMN Jakarta. Kementerian Agama. Selain itu di IPB telah dilaksanakan Pelatihan tentang “e-market ” dan temu bisnis masingmasing diikuti oleh 25 tenant. 6 Tahun 2007 tentang percepatan sektor riil dan pemberdayaan UKM dan Naskah Kesepakatan Bersama antara Menteri Koperasi dan UKM. UI. UNS. serta Pelatihan bagi 15 staf inkubator (IPB. dengan peserta negara-negara ASEAN dan 11 inkubator dari Indonesia. SKB tersebut akan diusulkan menjadi Perpres mengenai Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi dan surat izin prakarsa Perpres telah disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian kepada Presiden. Kajian Evaluasi Pemanfaatan Bantuan Sarana Pasar Dalam Pemberdayaan Koperasi dan UKM. Kecil dan Menengah (Pasal 15). Korea dan I-Cell. Kementerian Diknas dan Kementerian Ristek) tentang Gerakan Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi dalam Menumbuhkembangkan Wirausaha Inovatif.232 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 233 Dari kegiatan pengembangan inkubator pada 2010 ini menghasilkan tersusunnya Rencana Model Inkubator. 01 Tahun 2010 tentang Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan Nasional. Bakrie. IKOPIN. pada 4 November 2010 diadakan pelatihan inkubator internasional di Jakarta yang menghadirkan pakar inkubator dari Jepang. ITS. 31 Maret 2010 Program Kegiatan Pengkajian Sumber Daya Koperasi dan UKM Dalam rangka mendukung penciptaan iklim usaha yang kondusif bagi pemberdayaan Koperasi dan UKM. Inpres No. Inpres No. Univ. Undip). Dalam periode 2005–2008 telah dilaksanakan kegiatan-kegiatan penelitian terapan dan penunjang pemberdayaan Koperasi dan UKM. Sedangkan untuk 2011 akan dilaksanakan penyusunan model-model inkubator agroindustri dan green energy pada IPB. ICELL Admisolo. inkubator ICT/industri kreatif pada ITS. Politeknik Bandung. berbagai kegiatan pengkajian di bidang pemberdayaan Koperasi dan UKM. Dukungan juga akan diberikan oleh empat kementerian lain yaitu Kementerian Perindustrian. BPPT dengan koordinator Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Pertemuan tersebut menghasilkan pemberian dana perkuatan usaha kepada enam tenant. 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro. Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Riset dan Teknologi tanggal 31 Maret 2010 tentang Gerakan Nasional Pengembangan Inkubator Bisnis dan Teknologi dalam Menumbuhkembangkan Wirausaha Inovatif. . Menteri Negara Koperasi dan UKM mengunjungi salah satu stand mahasiswa di sela-sela acara penandatanganan MOU dalam rangka Pengembangan Inkubator. Selain itu dalam rangka memantapkan pengembangan inkubator bisnis dan teknologi. Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kajian Dampak Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (PERKASSA). ITB. Kajian Pemberdayaan Koperasi dan Koperasi dan UKM Dalam Era Otonomi Daerah. Unibraw. Unsoed. Dasar hukum pengembangan inkubator adalah Undang-Undang No. antara lain: • • • • • Kajian Formalisasi Perizinan Usaha Bagi Koperasi dan UKM. inkubator agrobisnis pada Unibraw. maka pada 31 Maret 2010 telah ditandatanganinya SKB Tiga Menteri (Kementerian Koperasi dan UKM. Dalam rangka memperkuat komitmen dan dukungan dari pihakpihak terkait untuk pengembangan inkubator. UGM. Dalam rangka memberi perkuatan keuangan Koperasi dan UKM telah dilaksanakan pula Temu Fasilitasi Lembaga Keuangan LPDB dengan 30 tenant. Kajian Peran Peraturan Daerah Dalam Pemberdayaan Koperasi dan UKM. inkubator manufacturing pada ITB. Jerman. di Jakarta.

• Menyediakan layanan penyewaan ruang kantor dan sarana pendukung lainnya seperti: bank. dan ditetapkan sebagai BLU dengan status BLU Penuh melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 159/ KMK. Bekerjasama dengan dinas -dinas daerah untuk mengisi Gedung Smesco UKM beserta produk-produk unggulan daerahnya.dan Pendapatan Trading House Rp 639. • Menyediakan layanan permanent display/showroom ritel produk unggulan Koperasi dan UKM Indonesia dalam UKM Gallery.592.000.KUKM TA. mini market.- Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 .409.389.000 25.146. terdiri dari Pendapatan Sewa Rp 20. restaurant dan cafe. Hal ini juga dimaksudkan agar Smesco UKM menjadi destination dan meeting point bagi masyarakat Jakarta. Bab 9 BADAN LAYANAN UMUM 1 2 PENDAPATAN BADAN LAYANAN UMUM LEMBAGA LAYANAN PEMASARAN .05/2007 tanggal 20 Maret 2007.411.-. Visi LLP-KUKM adalah menjadi institusi profesional berskala internasional di bidang pemasaran produkproduk koperasi dan UKM Indonesia yang mampu menjadikan Smesco UKM sebagai ikon pemberdayaan dan ikon industri kreatif Koperasi dan UKM. hal ini bertujuan untuk menarik pelanggan agar mengunjungi dan memasuki serta berbelanja di UKM Gallery.000.521 % 57 82 Pada Tahun Anggaran 2009 Pendapatan Operasional Jasa Layanan LLP-KUKM sebesar Rp 21.755 20. money changer. • Program Ekspose Produk Unggulan 33 Provinsi (Tahap I).KUKM/VIII/2006 tentang organisasi dan tata kerja LLP-KUKM tanggal 19 Agustus 2006.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 235 Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (LLP-KUKM) merupakan satuan kerja pemerintah yang menerapkan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum (BLU) yang berada di bawah Kementerian Koperasi dan UKM.000. Pendapatan Pendapatan Jasa Layanan (UKM Gallery) Pendapatan Jasa Penyedia Barang dan Jasa Lainnya Target 2.930. ATM.321. Dalam melaksanakan tugas pokok untuk memasarkan produk-produk Koperasi dan UKM tersebut..569. • Menyediakan layanan ruang pamer dan ruang pelatihan.089.000. LLP-KUKM melaksanakan beberapa kegiatan antara lain: • Memasarkan produk UKM di dalam maupun luar negeri melalui trading house dengan nama “SMESCO INDONESIA COMPANY” (SIC).000 Realisasi 1.3/ Per/M.554.059. travel agent.723. Satuan kerja LLP-KUKM ditetapkan melalui Peraturan Menteri Negara Koperasi dan UKM Nomor 19. 2010 No.

Jakarta.236 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 237 Yuana Sutyowati Barnas Direktur Utama LLP-KUKM Menteri Negara Koperasi dan UKM didampingi oleh Direktur Utama LLP-  KUKM meresmikan 7 paviliun daerah di gedung SMESCO UKM. 14 Desember 2010 .

238 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 239 Menteri Negara Koperasi dan UKM menyaksikan Direktur Utama LLP-KUKM menandatangani MoU Program Strategis Delegasi Thailand mengunjungi salah satu stand kerajinan di galeri UKM .

sepanjang tahun 2010 LLP-KUKM telah mengikuti beberapa pameran di dalam dan luar negeri. Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan pada acara Pembukaan SMESCO UKM Festival. kegiatan LLP-KUKM yang lain adalah menyediakan ruang pameran dan pelatihan bagi Koperasi dan UKM pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Keikutsertaan LLP-KUKM dalam pameran tersebut selain untuk memasarkan produk-produk Koperasi dan UKM Indonesia. yaitu Pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (IFFINA) 2010 dan Pameran Poire De Marseille di Prancis bulan Oktober 2010. Hingga akhir tahun 2010 LLP-KUKM telah melayani 827 Koperasi dan UKM yang menaungi ribuan perajin dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini terbuka bagi semua daerah. dengan syarat memiliki kualitas produk yang baik. SIKIB Expo 2010 dan lain-lain. harga kompetitif dan sanggup memenuhi permintaan pasar. Acara-acara yang telah diselenggarakan bertempat di gedung SMESCO UKM antara lain Indonesia Green Award. LLP-KUKM bekerja sama dengan 7 provinsi untuk mengenalkan produk-produk unggulan daerahnya sebagai bentuk implementasi Program Ekpose Produk Unggulan Koperasi dan UKM 33 provinsi oleh LLP-KUKM. Kemitraan dengan Koperasi dan UKM dilakukan melalui kerjasama dengan koperasi yang mewakili Koperasi dan UKM anggota dengan menerapkan konsep bagi hasil. Untuk mempromosikan dan memasarkan produkproduk Koperasi dan UKM ini. Pameran Food and Packaging. Bertempat di Gedung SMESCO UKM. aksesoris. Selain mengikuti pameran. LLP-KUKM juga menampilkan produk-produk unggulan UKM di dalam gerai ritel UKM GALLERY yang telah dibuka secara resmi sejak tanggal 3 April 2009 yang lalu. songket. tenun. Hingga saat ini. Education Fair 2010. LLP-KUKM telah melayani Koperasi dan UKM dari 23 Provinsi di Indonesia. 14 Juli 2010 Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan sekaligus membuka acara SMESCO Craft & Home Furnishing Expo 2009 . patung.240 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 241 Dalam pelaksanaan program pemasaran produk-produk unggulan Koperasi dan UKM melalui trading house. juga sebagai salah satu cara untuk memperkenalkan LLP-KUKM kepada masyarakat sebagai sebuah lembaga yang bergerak di bidang pemasaran produk Koperasi dan UKM yang berkualitas serta untuk membuka akses pasar bagi para Koperasi dan UKM. UKM GALLERY yang menempati 2 lantai di gedung utama SMESCO UKM ini menyajikan berbagai karya terbaik para perajin dari seluruh Indonesia. Bulan Desember 2010. sekaligus untuk memperoleh devisa bagi negara. hingga furnitur dan produk-produk interior hadir dengan harga yang kompetitif. Pembiayaaan Expo. Ekspansi ke pasar Internasional bagi Koperasi dan UKM merupakan alternatif untuk memperoleh pasar yang lebih luas. anyaman. Beragam kerajinan seperti batik. LLP-KUKM telah mengirimkan produk Koperasi dan UKM mitra ke Shanghai (China) dan Dubai dengan melibatkan 10 Koperasi dan UKM dan 15 produk.

242 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 243 Ibu Negara Ani Yudhoyono pada pembukaan SIKIB Expo 2010 .

Salah satunya adalah “Warisan Enak”. Bank Mega Syariah.5 lantai telah terisi penuh. LLP-  KUKM sebagai Badan Layanan Umum diharapkan dapat memberikan layanan yang optimal bagi koperasi dan UKM. LPDB-KUMKM. terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang dan ikut ambil bagian dalam event ini. 27 Oktober 2010 Misi UKM GALLERY adalah menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia. Berbagai seminar. Beberapa tenant yang menyewa ruangan dengan space yang besar antara lain: PT Infomedia Nusantara.244 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 245 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan ke SMESCO EXPO 2010 di Jakarta. Menteri Negara Koperasi dan UKM mengunjungi salah satu stand di acara SMESCO Craft & Home Furnishing Expo . sebanyak 10. dengan terus-menerus melakukan pengembangan desain agar daya saing produk meningkat sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Berbagai event telah dilaksanakan untuk memperkenalkan UKM GALLERY dan SMESCO UKM. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Departemen Keuangan dan Bank Negara Indonesia serta 7 paviliun daerah. Hingga akhir tahun 2010. Festival yang menyediakan berbagai makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia ini mendapat sambutan yang sangat baik. lokakarya dan pelatihan juga diselenggarakan di gedung utama SMESCO UKM untuk memperluas wawasan dan pengetahuan UKM. SMESCO UKM ingin mengubah persepsi masyarakat yang menganggap produk-produk Koperasi dan UKM kurang berkualitas. sehingga nantinya bisa mandiri dan dapat mengurangi tekanan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. festival makanan tradisional yang telah diadakan 2 kali. Sesuai dengan program yang telah dicanangkan pemerintah maka SMESCO UKM juga memposisikan diri sebagai lokomotif sekaligus acuan bagi pengembangan industri kreatif Koperasi dan UKM. Dengan UKM GALLERY. dari 11 lantai di gedung utama SMESCO UKM yang diperuntukkan sebagai perkantoran.

207. .000.000.246 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 247 Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) Kemas Danial Direktur Utama LPDB-KUMKM Perkembangan Pengelolaan Dana Bergulir 2008–2010 Secara kumulatif.914.246 atau 67.213.12% (batas yang diperkenankan dalam Rencana Bisnis dan Anggaran sebesar 15%). Realisasi anggaran belanja LPDB-KUMKM per 23 Desember 2010 sebesar Rp 18.104 yang diberikan kepada 125. Mitra yang tidak dapat meneruskan penyaluran pinjaman/pembiayaan kepada Koperasi dan UKM mengembalikan dana kepada LPDB-KUMKM sebesar Rp 13. terdapat usulan yang sudah disetujui oleh Komite Pinjaman/Pembiayaan dan siap untuk dicairkan kepada mitra sebesar Rp 168.376. Penyaluran dana bergulir pada semester II tahun 2010 mencapai Rp 306. tahun 2009 sebesar Rp 210. Non Performing Loan (NPL) LPDB-KUMKM per 20 Desember 2010 sebesar 0.000 belum diterima oleh LPDBKUMKM. Gorontalo.000.872.56% dari pagu anggaran yang dapat direalisasikan sebesar Rp 19.383. Sejak semester II tahun 2010 penyaluran dana lebih difokuskan kepada koperasi secara langsung dan mengalami peningkatan lebih dari 5 (lima) kali lipat dibandingkan pada semester sebelumnya. Memasuki semester II.000.058.880.125.000.381. sehingga target penyalurannya menjadi Rp 835.445.274. sedangkan pada semester I tahun 2010 sebesar Rp 59.131. 14 (empat belas) Mitra Perusahaan Modal Ventura dan 4 (empat) Mitra Perbankan.822.000 yang merupakan 65% dari target penyaluran Rp 835.574. dan rencana penyaluran dana bergulir dilakukan penyesuaian sehingga menjadi Rp 542.000.232.713. Selain dana yang sudah disalurkan.000.87% dari target anggaran sebesar Rp 19. Pengelolaan Dana Bergulir Tahun 2010 Rencana penyaluran dana bergulir tahun 2010 adalah sebesar Rp 1.531. terdiri dari realisasi belanja APBN sebesar Rp 2. Dana bergulir disalurkan kepada Koperasi dan UKM yang tersebar di 29 Provinsi di Indonesia. terjadi pergantian Direksi LPDB-KUMKM.909 UMKM melalui 19 Mitra Koperasi Sekunder.539 atau 94.000.424. sehingga dana yang tersalurkan oleh mitra menjadi Rp 598.246.330. Sulawesi Barat dan Papua.45%). 223 Mitra Koperasi Primer Langsung.345.164.185.400.590. Nilai dan persentase terhadap target pada tahun 2008 sebesar Rp 35.502.246 (67.153 atau 315.200. sehingga rencana penyaluran dana bergulir-yang dananya bersumber dari APBN-dialihkan penyalurannya ketahun 2011 (baru masuk ke rekening LPDB-KUMKM tanggal 16 Desember 2010).568.458. 47 Mitra Perusahaan Modal Ventura dan 10 Mitra Perbankan.9%).458.167.000. Dana bergulir tahun 2010 disalurkan kepada 10 (sepuluh) Mitra Koperasi Sekunder.385. namun hingga bulan Desember 2010 dana dari APBN sebesar Rp 350.939. Realisasi pendapatan per tanggal 23 Desember 2010 sebesar Rp 61. 190 (seratus sembilan puluh) Mitra Koperasi Primer Langsung.590.45% dari target penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2010. sejak September 2008 hingga 20 Desember 2010 LPDB-KUMKM telah menyalurkan pinjaman/pembiayaan kepada mitra sebesar Rp 611. Provinsi yang belum menerima dana bergulir dari LPDB-KUMKM adalah Bangka Belitung.008 dan realisasi belanja PNBP sebesar Rp 15.219.000 (25.82%) dan tahun 2010 sebesar Rp 366.000.784.298.294.021.000.000.858 (23.200. Total penyaluran dana bergulir pada tahun 2010 mencapai Rp 366.164.

858 59.058.000 197.000 306.979.131.000 210.568. Kemas Danial membuka acara Temu Mitra Penerima Pinjaman/Pembiayaan LPDB-KUMKM Para Anggota Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Petunjuk Pengelolaan Dana Bergulir LPDBKUMKM melakukan penandatanganan di Jakarta. 6 Agustus 2010 .232 Menteri Negara Koperasi dan UKM didampingi Direktur Utama LPDB menyerahkan dana bergulir di provinsi Aceh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM di dampingi Direktur Utama LPDB-KUMKM.772.400.109.330.817 29.000 306.872 611.590.383.590.125.246 2008 2009 Januari s/d Juni 2010 Juli s/d 20 Desember 2010 3 6 5 5 – 33 57 133 11 22 5 9 – 6 1 3 2721 89.400.021.574.000.652.058.872 598.000 – Jumlah Dana Bergulir yang Berada di Mitra (Rp) 35.986 58.021.000.104 13.713.574.229 35.909 611.142 4.125.000.424.248 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 249 Realisasi penyaluran dana bergulir s/d DESEMBER 2010 Jumlah Mitra yang telah Melakukan Akad Tahun Koperasi Sekunder Koperasi Primer PMV Bank Jumlah UMKM Jumlah Penyaluran (Rp) Tidak Tersalurkan Oleh Mitra dan dikembalikan ke LPDB-KUMKM (Rp) – 12.246 Jumlah 19 223 47 10 125.

MoU dengan Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). dan sampai saat ini mencapai Rp 3. dengan hasil antara lain: 1. mampu mendorong produktifitas pegawai.211. Penyempurnaan Standard Operational Procedure (SOP) Mengubah SOP pola penyaluran dengan menyederhanakan pelaksanaan proses pemberian pinjaman/ pembiayaan dari 60 hari menjadi 15 hari kerja sebagai upaya mempercepat penyaluran dana bergulir 2. Pengembangan Teknologi Informasi LPDB-KUMKM mengembangkan aplikasi yang berisi informasi tentang proses pemberian pinjaman mulai dari proposal diterima LPDB-KUMKM hingga pencairan.25 triliun. maka LPDB-KUMKM akan mengusulkan tambahan dana bergulir melalui APBN-P sebesar Rp 2 triliun pada bulan Mei 2011. Guna lebih meningkatkan pelayanan kepada mitra yang lebih profesional.400 UKM melalui 463 Koperasi dan 42 lembaga non koperasi. Penyempurnaan Tarif Layanan Banyaknya permintaan dari Koperasi dan UKM secara individual untuk mendapatkan pinjaman/ pembiayaan dari LPDB-KUMKM. Secara prinsip usulan perubahan struktur organisasi dimaksud telah disetujui oleh Kementerian Pendayagunaan dan Aparatur Negara. sekaligus menyerahkan penghargaan kepada ”Mitra Terpercaya LPDB-KUMKM”. LPDB-KUMKM melakukan pertemuan dengan mitra yang telah menerima pinjaman/  pembiayaan dari LPDB-KUMKM.885.378. . Kajian Pengembangan Organisasi Diusulkan perubahan struktur organisasi LPDB-KUMKM dengan memisahkan Direktur Keuangan dan Umum menjadi Direktur Keuangan dan Direktur Umum. (dengan harapan kinerja seluruh jajaran pejabat maupun pegawai dapat terukur dengan baik). LPDB-KUMKM akan menerapkan ISO 9001 pada tahun 2011. (setelah revisi. sedangkan dana bergulir yang tersedia pada tahun 2011 sebesar Rp 1. maka LPDB-KUMKM mengusulkan kepada Menteri Keuangan adanya penjabaran kriteria sasaran dan strategis serta kebijakan tarif tersendiri bagi Koperasi dan UKM yang secara langsung menerima pinjaman dari LPDB-KUMKM yang sampai saat ini belum diatur. Dalam rangka mencapai Good Government Governance (GGG) LPDB-KUMKM telah mengambil langkah-langkah strategis seperti MoU dengan Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di provinsi seluruh Indonesia. Rencana Penyaluran Tahun 2011 Rencana penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2011 sebesar Rp 1.877.86 triliun.2%) dari target pengalihan berdasarkan Nilai Realisasi Bersih (NRB) sebesar Rp 1. dan dapat mengakomodir reward and punishment. Penyempurnaan Petunjuk Teknis (Juknis) Petunjuk Teknis (Juknis) pemberian pinjaman/pembiayaan direvisi dengan meminimalisasi ketentuanketentuan yang multitafsir menjadi lebih sederhana dan fleksibel sehingga memperluas kesempatan mitra untuk memperoleh dana bergulir dari LPDB-KUMKM.25 triliun kepada 126. Mengingat jumlah koperasi dan UKM untuk memperoleh dana bergulir dari LPDB-KUMKM terus meningkat. 7.557. 4. Reformasi LPDB-KUMKM Tahun 2010 Direksi baru telah membentuk Tim Transformasi pada tanggal 12 Juli 2010 yang bertugas mengkaji dan memberi solusi permasalahan yang menghambat pengelolaan dana bergulir.250 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 251 Realisasi pengalihan dana bergulir dari Satker Kementerian Koperasi dan UKM per 20 Desember adalah sebesar Rp 450. transparan dan akuntabel serta memperoleh citra yang baik dari para pemangku kepentingan. 6. dan penandatanganan Pakta Integritas dalam rangka mengetahui perkembangan pinjaman dan pengembalian serta kendala yang dihadapi dalam proses pemberian pinjaman. 3. 5. Kajian Pola Reward and Punishment LPDB-KUMKM akan mengusulkan penyempurnaan pola remunerasi dengan memperhatikan prinsip berkeadilan. petunjuk teknis LPDB-KUMKM menjadi hanya sebanyak 4 Juknis dari semula 14 Juknis).105. maka akan ditetapkan Key Performance Indicator (KPI) dan Standar Kompetensi Pegawai. Aplikasi ini membantu jajaran manajemen dalam mendukung pengambilan keputusan.774 (37. Key Performance Indicator (KPI) dan Standar Kompetensi Pegawai Dalam upaya meningkatkan profesionalisme LPDB-KUMKM.

Sleman. Pinjaman jangka panjang kepada 238 koperasi peserta program perkuatan 2000–2007 dengan nilai Rp 25.Rp 11. Kecil dan Menengah di wilayah tersebut.000.000 (dua puluh tujuh miliar lima ratus juta rupiah) diberikan kepada 287 koperasi/LKM di daerah bencana.000.000.000. dan tidak perlu dikembalikan atau dihibahkan kepada koperasi/LKM peserta program.Rp 1.450. gempa di Provinsi Sumatera Barat sampai dengan erupsi gunung Merapi di Provinsi DIY dan Provinsi Jateng. Kepulauan Mentawai-Sumatera Barat. yang diberikan kepada 49 koperasi dengan nilai hibah Rp 2.(dua miliar empat ratus lima puluh juta rupiah). Boyolali. Klaten. khususnya Deputi Bidang Pembiayaan dalam Penanganan Daerah Bencana membuat kebijakan untuk memberikan penghapusan/pemutihan pinjaman bagi Koperasi dan UKM. Kementerian Koperasi dan UKM. Boyolali (Jawa Tengah)-176 koperasi/LKM . terutama yang tinggal di daerah yang terkena bencana.000.000. • Teluk Wondama (Papua Barat)-7 koperasi/LKM ..000. banyak yang mengalami kerugian dan bahkan asset yang dimiliki tidak bisa lagi diselamatkan. Magelang.050. misalnya saja: a.600. Deputi Bidang Pembiayaan menurunkan bantuan perkuatan dengan total nilai Rp 27.(dua puluh lima miliar lima puluh juta rupiah).500.450.Rp 13.000. yang terbagi atas: • Mentawai (Sumatera Barat)-16 koperasi/LKM . dan Klaten di Jawa Tengah).Rp 600. • Sleman (DI Yogyakarta)-88 koperasi/LKM . Penghapusan/pemutihan pinjaman bagi Koperasi dan UKM dari tahun 2000–2009 yang dialokasikan dengan APBN melalui program Dana Bergulir kepada Koperasi dan UKM yang terkena bencana (Wasior di Papua Barat. b.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 253 Bencana alam yang terjadi di tanah air mulai dari di Wasior Provinsi Papua Barat. Kementerian Koperasi dan UKM mengusulkan pada Menteri Keuangan agar dapat menghapusbukukan pinjaman tersebut. Melihat kondisi yang demikian Kementerian Koperasi dan UKM telah mengambil langkah-langkah penanganan serius sejak masa tanggap darurat maupun dalam masa pemulihan terhadap Koperasi dan UKM yang terkena dampak bencana tersebut.850.000. Usaha Mikro. Bantul.000. c. Begitu juga dengan Koperasi.000. Bab 10 MITIGASI BENCANA ALAM Sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat yang terkena musibah bencana alam. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . • Magelang. Program bantuan sosial kelompok perempuan dan kelompok pemuda yang bukan merupakan pinjaman sehingga tidak harus dikembalikan. telah membawa pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. dan Gunung Kidul di DI Yogyakarta.

Sumatera Barat dalam rangka Mitigasi Bencana Alam .254 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 255 Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan kunjungan kerja ke Padang.

1 November 2010 Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM ditemani Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X di salah satu Posko Utama untuk para korban letusan Gunung Merapi.256 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 257 Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM melakukan penyerahan bantuan korban Merapi dan perkuatan dana bagi Koperasi se-Provinsi DI Yogyakarta. 01 November 2010 .

Provinsi Sumbar.258 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 259 Bencana alam yang terjadi di tanah air pada tahun 2010. Dinas Koperasi Jateng serta Kementeriaan BUMN. BNI. mengeluarkan kebijakan penanganan kredit agar memberikan kejelasan di masyarakat. Klaten dan Kab. BTN. baik langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat khususnya Koperasi dan UKM setempat. telah berdampak kerusakan. menyempurnakan data dengan mengelompokan debitur sedang dalam pemisahan kategori Koperasi dan UKM yang terkena dampak langsung dan tidak langsung. 12 Oktober 2010 . Mandiri. BSM) dan Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM di Kab. 2. Pertemuan pembahasan lebih lanjut dengan Bank Indonesia akan dilakukan untuk membahas: a. Provinsi DIY. Sleman. Mengadakan Pertemuan dengan Direktur UKM Bank Indonesia. pimpinan Bank (BRI. 3. Mengusulkan perbankan agar perusahaan penjaminan kredit dapat membayar klaim Debitur KUR di daerah yang terkena bencana. Menteri Negara Koperasi dan UKM melakukan peninjauan dan berdialog langsung dengan para korban bencana alam di Wasior. Bukopin. Boyolali. Dinas Koperasi Provinsi Sumbar (Mentawai). Menyampaikan Surat Menteri Koperasi dan UKM Nomor 110/M. yaitu: Provinsi Papua Barat. c. 4. tentang Usulan Program Pemulihan Ekonomi (Recovery) untuk Koperasi dan UKM. Provinsi Jateng. Kab. Langkah-langkah yang telah diambil dalam penanganan di daerah bencana tersebut adalah sebagai berikut: 1. Kab.I. Kulon Progo. Magelang. Kementerian Koperasi dan UKM telah mengusulkan Program Penanganan tentang Program Pemulihan Ekonomi (Recovery) untuk Koperasi dan UKM. b. Kab.KUKM/XI/2010 Kepada Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat R. Papua.

20 November 2010 . meninjau langsung lokasi yang terkena bencana erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta.260 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 261 Menteri Negara Koperasi dan UKM disertai Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM.

20 November 2010 .262 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 263 Menteri Negara Koperasi dan UKM berada di tengah-tengah pengungsi korban bencana alam Gunung Merapi di Yogyakarta.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 265 Pengembangan Pengarusutamaan Gender Bidang Koperasi dan UKM Dalam rangka melaksanakan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional. b. Pembentukan Komite Kebijakan PUG Bidang Koperasi dan UKM Kementerian Koperasi dan UKM. d. melalui: a. Bab 11 KERJASAMA DALAM NEGERI Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . S  eminar Percepatan Pengintegrasian Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG). c.  Rapat Koordinasi Focal Point Gender dan Bidang Perencanaan Dinas Provinsi yang membidangi Koperasi dan UKM Seluruh Indonesia.  Penyusunan Buku Panduan Perencanaan dan Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) Bidang Koperasi dan UKM. telah dilakukan berbagai upaya percepatan dan pengintegrasian pengarusutaman gender ke dalam program pemberdayaan Koperasi dan UKM. e. Penyusunan Buku Pedoman Umum Pelaksanaan PUG dan PPRG Bidang Koperasi dan UKM.

Kementerian Koperasi dan UKM kembali dipercaya mendapatkan APE Kategori Madya dari Presiden RI. Pada dua tahun berturut-turut sebelumnya. Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya Tahun 2009 dari Presiden Republik Indonesia Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Menerima Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Madya Tahun 2010 dari Presiden Republik Indonesia .266 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 267 Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Kategori Madya Untuk tahun 2010 ini. Kementerian Koperasi dan UKM juga telah menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kategori pratama. Anugerah ini merupaka penghargaan kepada Kementerian/Lembaga yang telah berhasil secara aktif mendorong dan melaksanakan strategi PUG di masing-masing institusi sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

25 April 2010 Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kementerian Riset dan Teknologi tentang Gerakan Nasional Pengembangan Inkubator Bisnis .268 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 269 Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tentang Pengarusutamaan Gender.

Acara Pojok Rakyat dilaksanakan sebagai komitment PT Carrefour Indonesia memajukan Koperasi dan UKM Penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Kelautan & Perikanan dalam rangka penciptaan dan pengembangan wirausaha bidang perikanan dan kelautan Menteri Negara Koperasi dan UKM memberikan sambutan pada acara penandatanganan kerja sama antara SMESCO UKM dengan PT Telkom Indonesia .270 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 271 Menteri Negara Koperasi dan UKM membuka acara Pojok Rakyat Carrefour di Bandung.

Program Pengembangan Wirausaha Muda Kementerian Koperasi dan UKM: • Program pengembangan wirausaha di kalangan sarjana. • Pelatihan bagi pelatih untuk workshop Live WIRE. yaitu: a. • Pelatihan menjadi wirausaha pemula sukses (Becoming Successful Owner Manager). •  Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang kewirausahaan dan manajerial bagi calon wirausaha muda.272 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 273 Kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Shell Indonesia Pada 30 Maret 2010. telah ditandatangani kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Shell Indonesia dengan nomor: 02/AGR/SI/2010 dan Nomor: 03/SKB/DEP. Program Shell LiveWIRE: • Pelatihan motivasi untuk menjadi wirausaha (BRIGHT Ideas Workshop). b.5/ III/2010 mengenai Pengembangan Wirausaha Muda Indonesia. • Bimbingan dan mentor bisnis (Business Coaching & Mentoring). • Penghargaan bisnis untuk wirausaha muda pemula (Business Start-Up Awards). Penandatanganan kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan PT Shell Indonesia dalam rangka Pengembangan Kewirausahawan Pemuda . • Layanan informasi bisnis melalui internet (Online Business Inquiries). Ruang Lingkup kerjasama tersebut meliputi beberapa kegiatan.

Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Keuangan Barang Milik Negara (SIMAK BMN). serta pengawasan internal. data yang diperlukan dalam rangka pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Sistem Akuntansi Keuangan (SAK). Data yang dimaksud meliputi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). dan BPK-RI menjamin bahwa Sistem Informasi untuk Akses Data Kementerian Koperasi dan UKM digunakan hanya untuk kepentingan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.274 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 275 Kerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kementerian Koperasi dan UKM dan BPK telah menjalin kerjasama dalam pengelolaan Sistem Informasi untuk Akses Data sehingga BPK-RI dapat mengakses data Kementerian Koperasi dan UKM secara langsung. peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara di lingkungan Kementerian Koperasi dan UKM. . Kementerian Koperasi dan UKM menjamin bahwa data yang disediakan merupakan data yang lengkap sesuai permintaan BPK-RI dan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

termasuk dengan negara/  lembaga asing mitra pembangunan. karena saat ini dunia usaha dihadapkan pada persaingan bebas yang menghendaki kepada pelaku usaha. termasuk Koperasi dan UKM untuk mempersiapkan diri dalam memasuki persaingan usaha tersebut. Di samping itu. Melalui kerjasama bilateral ini diharapkan dapat membawa Koperasi dan UKM menjadi lebih siap. khususnya dalam upaya memperluas pasar produk Koperasi dan UKM di luar negeri. dengan kerjasama bilateral ini juga diharapkan akan menjadi media komunikasi dan promosi.Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 277 Sebagai bagian dari pemberdayaan Koperasi dan UKM. keterampilan serta teknologi tersebut amat bermanfaat bagi peningkatan kualitas dan pengembangan usaha Koperasi dan UKM. Bab 12 KERJASAMA LUAR NEGERI Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . Sudah banyak kerjasama bilateral yang dijalin dengan pihak asing karena semua dukungan teknis. Hal ini sangat penting. transfer pengetahuan. Kementerian Koperasi dan UKM senantiasa mencari terobosan baru dan menjalin kerjasama.

kerjasama pertama yang dilakukan adalah bantuan pendampingan teknis lewat Private Enterprise Project (PEP). Corrine Tessier sedang memberikan pelatihan kepada Koperasi dan UKM yang dilakukan oleh CipseD-Project . Sulawesi Utara. MoU kerjasama kedua ditandatangani pada 22 Februari 2008 dalam bentuk Canada Indonesia Private Sector Enterprise Development (CIPSED) Project. Program ini bertujuan untuk membantu Indonesia dalam membuka peluang untuk memperbaiki tingkat ekonomi bagi laki-laki dan perempuan yang rentan terhadap kemiskinan. dalam dua tahap..278 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 279 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Kanada Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan pemerintah Kanada dilakukan lewat Canada Indonesia Development Agency (CIDA). CIPSED Project selesai pada 30 April 2012. Setelah MoU ditandatangani pada 2 Mei 1996. CIPSED Project melakukan bantuan dan dukungan terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah di empat provinsi yaitu Sulawesi Selatan. Canadian Manufacturers and Exporters dan CARE Canada. Mr. Tahap kedua dimulai pada 2001 dan berakhir pada 2007. Technical Assistance (TA) ini diberikan kepada UKM Indonesia lewat IWAPI yang merupakan mitra kerja utama PEP. Sulawesi Tenggara dan Gorontalo. Pelaksanaannya dikelola oleh CIDA dan Canadian Executing Agency (CEA) yang merupakan konsorsium yang terdiri dari Whyte Reynolds International Inc. Tim Reynolds dan Miss.

Jawa Tengah.  1. volume produksi petani rumput laut binaan CIPSED pada Juli 2009 saja menunjukkan peningkatan produksi sebanyak 162% di Tambeanga. Upaya memaksimalkan pemasaran dan penjualan klaster keramik dan kerajinan kelapa yang dilakukan oleh CIPSED ini mendorong klaster-klaster tersebut membentuk Kelompok UKA. 52% di Mekar. Jakarta. dan Mekar. Hasilnya adalah: • Produksi budidaya rumput laut meningkat. Sebagai catatan. sekaligus melakukan studi pasar (mendatangi pembeli dan meneliti jalur distribusi dari petani ke pasar). Mekar. Sapondam Labuan Beropa. Sulawesi Selatan •  C IPSED melakukan pengkajian antara permintaan dan persaingan. Ada empat kelompok perempuan di bawah bimbingan CIPSED dapat mengelola sendiri perluasan dan pengembangan nursery farm di Saponda. penjualan souvenir kerajinan kelapa dan keramik yang dilakukan melalui pesanan pemerintah dan promosi lewat outlet. e. Dari survey yang dilakukan secara acak. karena cuaca yang buruk.500 dan penambahan pendapatan mencapai Rp 62.766. membantu meningkatkan nilai tambah lokal bagi petani kelapa di Moramo. Peningkatan volume ini sejalan dengan penjualannya. •  C IPSED juga mendorong petani rumput laut agar dapat meningkatkan nilai tambah dan penjualan dengan membentuk koperasi (Koperasi Petani Hidayat) yang bertanggung jawab mengurus kegiatan perdagangan klaster. Tanjung Tiram. •  C IPSED membantu menyelamatkan gagal tanam di Jeneponto dan Takalar. Hasilnya. untuk mengelola pemasaran produk-produk mereka.200 petani kacang mete secara formal diorganisasikan dalam 2 koperasi. dan Sapoda budidaya ini berjalan dengan sangat baik. Klaster Rumput Laut di Sulawesi Tenggara Bantuan teknis diarahkan untuk meningkatkan pertumbuhan UKM melalui peningkatan teknis budidaya dan penerapan nilai tambah lokal dan teknologi pengolahan. yang secara aktif mengembangkan klaster mete. Indikator pencapaiannya dilihat dari tingkat produksi. Klaster rumput laut di Jeneponto. Klaster arang batok kelapa CIPSED bekerjasama dengan Dinas Perkebunan Sulawesi Tenggara. dalam WOC 2009. dan penciptaan pekerjaan yang lebih baik. d. Sulawesi Selatan •  C IPSED membantu petani menerapkan teknik baru dalam pembibitan agar mendapatkan kualitas tanaman yang baik dan hasil panen meningkat. didukung oleh Dinas Koperasi dan UKM dan Dinas Kehutanan. Seaweed Propagule tumbuh dengan baik.  Pelatihan bagi klaster UKM dan penduduk desa yang berhubungan dengan pengelolaan dan pembibitan rumput laut juga diselenggarakan oleh CIPSED. 100% kapasitas area rumput laut (100 baris yang terdiri dari 100m setiap barisnya) dicapai pada akhir Juli 2009. •  C IPSED juga memperkenalkan konsep bantuan teknis dan kebutuhan dengan cara melakukan pembelian langsung dari klaster UKM demi keuntungan bisnis. kualitas dan kuantitas produksi meningkat secara signifikan.-. Klaster Kerajinan Kelapa dan Keramik di Sulawesi Utara Analisa pasar yang dilakukan CIPSED menjadi pedoman dalam mengembangkan lini produk keramik dan kerajinan kelapa. Di Tambeanga. Klaster kacang mete di Jeneponto. Hasilnya. a.000. Rumput laut ini kemudian didistribusikan kembali pada anggota koperasi. Bimbingan ini dilakukan di Tambeanga. 63% di Tanjung Tiram. b. Sulawesi Selatan. peningkatan efisiensi operasional klaster UKM yang berkaitan dengan manajemen dan teknik pengolahan serta pengembangan pasar. Dan tentu saja mengembangkan kemitraan bisnis antara petani kacang mete dengan mitra usaha bisnis dari Semarang. Technical Assistance untuk Klaster UKM Merupakan program pengembangan dan perluasan pelaku usaha yang berkelanjutan. Klaster ini sudah membentuk unit usaha Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) Sejahtera.280 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 281 Program dan pencapaian CIPSED sejauh ini adalah: 1. Respon yang amat baik dapat dilihat saat diselenggarakannya Ecotourism Conference-World Ocean Conference (WOC) 2009 dan juga saat diselenggarakannya Sail Bunaken. • . Di samping itu telah dirintis pula kemitraan usaha dengan PT Siantan Suratama.outlet pemerintah mencapai Rp 13.269. baik dari segi jumlah maupun kualitasnya. c. kualitas produk dan volume penjualan pada klaster UKM.

d. terdapat peluang dan pilihan strategis bagi KIAT/Gorontalo untuk mengembangkan kudapan asli (local snack) berbahan dasar jagung. KAPET Bank Sejahtera (KBS) telah mengembangkan Road Map yang dapat digunakan sebagai pedoman. CIPSED juga mendukung peningkatan sumber daya manusia (SDM) LKM Koperasi Syariah Al Ikhlas. yang dikenal dengan KAPET Manado-Bitung. serta programming dan instalasi e-newsletter/ email blast system. peningkatan pengunjung dari 70/hari di bulan Juli menjadi 100/hari di bulan Agustus tahun ini. termasuk promosi menggunakan email blast. seperti. g. atau Business Development Services Provider (BDSP). yang membantu pencapaian pertumbuhan fenomenal pada tahun pertama keberadaannya. saat ini RETPC mampu menyediakan akses database pasar luar negeri sebanyak 3. Institutional Strengthening Penguatan Kelembagaan. mengadakan pelatihan dengan staf senior untuk menentukan area e-business yang dapat meningkatkan kinerja SMESCO. loan portfolio. mengulas dan menganalisa IETC. IWAPI DKI. database. Manfaat yang diperoleh adalah meningkatnya jumlah anggota.312). 6% pertumbuhan aset total. dan pelatihan dalam pembuatan proposal bagi calon sponsor (workshop on preparing and presenting a proposal to obtain sponsorship) yang diikuti 20 pengusaha perempuan. Selain bahan dasar jagung. dan simpanan anggota. dengan gross sales doubling antara Juni dan Agustus 2009. diarahkan untuk membangun  lembaga-lembaga sektor swasta dan publik yang bertanggungjawab agar dapat mendukung UKM yang berfungsi baik dan punya daya saing. Koperasi Rahmat dan Koperasi Hidayat dalam bentuk bantuan pinjaman pembiayaan. sekaligus diversifikasi produknya ( popcorn. dibantu oleh CIPSED mencapai: 8% pertumbuhan keanggotaan koperasi. komponen untuk operasi bisnis dan pengembangan BIC. baik kaum laki-laki maupun perempuan. memberikan bantuan teknis serta pembiayaan untuk mendukung Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dan UKM yang menjadi nasabahnya. Sejalan dengan formula CIPSED. CIPSED menyediakan bantuan teknis untuk memperkuat KAPET Manado-Bitung. terlihat peningkatan produksi dan penjualan. Selain itu juga ada peningkatan jumlah tenaga kerja dari 54 (Juli 2008) menjadi 124 (April 2009).  royek CIPSED ini sedapat mungkin memastikan agar jumlah layanan dan program dukungan yang ditawarkan P oleh BDSP kepada konstituen UKM-nya bisa meningkat. keberhasilan yang dicapai Jeneponto dengan MFI dipromosikan untuk menstimulasi aspirasi pertumbuhan kelompok. CIPSED menyediakan dana bagi LKM sebesar Rp 2 miliar.. CIPSED memberikan pembiayaan melalui Manulife counter-trade agreement dengan BISMA di NAD dan dari sektor swasta sejumlah Rp 1.5 miliar (CAD$ 163.282 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 283 2. Di SMESCO. Sejumlah target penting telah dicapai dengan zona pengembangan ekonomi terpadu (Integrated Economic Development Zone) di Sulawesi Utara.  Di IETC dilaksanakan latihan perencanaan ( planning exercise) dengan tim manajemen dan staf terpilih. 4% pertumbuhan portofolio pinjaman.  Di Jakarta CIPSED memberikan bantuan teknis untuk perkuatan kelembagaan kepada SMESCO (Small Medium Business Promotion Gallery). corn vermicelli. c.  Di Sulawesi Utara. serta membantu meningkatkan kapasitas SMESCO’s UKM Gallery di Jakarta melalui teknologi informasi. Sedangkan dari hasil kajian analisa pasar. Rebranding. Oleh karena itu CIPSED menyediakan pinjaman modal untuk program keuangan mikro. Sejumlah pendekatan inovatif juga diberikan. diikuti 40 pengusaha perempuan. yang digunakan untuk membiayai dua LKM di Jeneponto dan Takalar pada tahun keuangan 2009–2010 dan melalui perjanjian kemitraan dengan LPDB-KUMKM. corn porridge). f. Hasilnya antara lain: a. Berdampak meningkatnya lapangan kerja dilihat dari peningkatan jumlah tenaga kerja (menjadi 17 orang). D  i IWAPI Jakarta CIPSED mengadakan beberapa pelatihan. total asset. b. Hasilnya. 3.  Di Sulawesi Selatan CIPSED menyediakan bantuan teknis kepada Regional Export Trade and Promotion Center (RETPC) agar dapat berfungsi sebagai pusat promosi dan advokasi kepada anggotanya yang punya potensi berkelanjutan. pengembangan KAPET Manado-Bitung Business Information Center (BIC). CIPSED telah memberikan pelatihan terkait dengan Case Study Business Plan dan Teknik Analisa Cash Flow. CIPSED membantu mengembangkan rencana bisnis 2009–2011. di awal 2009 Koperasi Tani Hidayat yang merupakan leading MFI. diantaranya tentang pengembangan sumberdaya manusia (human resources development workshop). dan Training of Trainers (ToT) di bidang promosi dan pemasaran. . dan 48% dalam simpangan anggota. e-business. CIPSED juga menyelenggarakan pelatihan tentang prosedur standar operasional dokumen kredit (workshop on credit standard operating procedures documents). e. Setelah dijalankan. KIAT juga memproduksi jahe dengan penjualan yang cukup menjanjikan. website. Terkait dengan program keuangan mikro. Micro Finance Program CIPSED bermaksud meningkatkan akses terhadap keuangan mikro. whole corn snack.  Di Sulawesi Tenggara. Indonesian Export Training Centre (IETC) di bawah NAFED ( The National Agency for Export Development) atau di sini lebih dikenal dengan nama BPEN.587 pencarian link di 120 negara. Hasilnya.  MoU antara CIPSED dan Gubernur Gorontalo untuk melaksanakan Road Map pengembangan Kawasan Industri Agro Terpadu (KIAT) yang dirancang oleh CIPSED dan Dinas Koperasi dan UKM setempat.

284

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

285

Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Amerika Serikat
Kerjasama dengan National Cooperative Business Association (NCBA) dari Amerika Serikat telah berlangsung selama beberapa dekade. Berdasarkan usulan dari instansi terkait telah dilakukan pembaruan MoU dengan membatalkan MoU yang sudah ada sebelumnya, dan telah ditandatangani pada 21 November 2007. Proyek bantuan yang dilakukan oleh NCBA melalui Enterprise Development and Employment-Generation Project for the Tsunami Impacted Areas of Sumatera (Tsunami Areas Project – TAP, Jumlah bantuan USAID adalah $11,050,000; Self Contribution: $2,550,000) pada tahun 2009 antara lain adalah sebagai berikut: a. Agricultural Development Operations Project Penerima bantuannya adalah Koperasi Baitul Quiradh Baburayyon (KBQB) yang memiliki 7.848 petani dengan luas area 9.443 ha yang terbagi dalam 156 kelompok petani. Manfaat yang dicapai antara lain: • Ada 5.987 petani yang memiliki kualifikasi pertanian organik. •  Petani dibantu untuk mendapatkan NOP (USDA), EU dan JAS (Japan) organic certification; cafe practices (Starbucks dan Conservation International ) certification; dan FairTrade certification (FLO Status), sehingga memiliki harga premium dan permintaan pasar yang tinggi. • Bantuan pengembangan fasilitas penyimpanan (storage) dan coffee processing bagi Koperasi. • Kondisi keuangan koperasi mencapai tingkat menguntungkan. b. Micro Finance Operations •  Koperasi yang mendapat bantuan adalah Koperasi Kredit Maju Bersama, yang dilihat dari pencapaian jumlah penerima pinjaman, sekaligus jumlah pinjaman yang diberikan. Keanggotaan Koperasi ini mencapai 5.419 petani dan penyaluran pinjaman sebesar Rp 10 miliar. •  Telah dibentuk 36 Koperasi Wanita di Banda Aceh dan Aceh Besar, dimana 35 di antaranya telah mendistribusikan pinjaman kepada anggotanya. Koperasi Wanita tersebut telah memiliki 3.476 anggota di mana 3.127 telah mengembangkan usaha pinjaman atau usaha lainnya. Total pinjaman sebesar Rp 15,39 miliar dengan ukuran rata-rata pinjaman US$ 497. •  Dibentuk Asosiasi Koperasi Wanita untuk melanjutkan penyediaan layanan audit koperasi, hukum, tunggakan pinjaman, interlending, training dan layanan usaha lainnya. Untuk kegiatan training akuntansi dilakukan kerja sama dengan LAPENKOP Banda Aceh. Asosiasi Koperasi Wanita ini juga telah berpartisipasi dalam Aceh Fair pada Agustus 2009 dan menerima pengunjung yang signifikan jumlahnya, baik dari Pemerintah maupun dari lembaga donor.  

Pertemuan Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan Wakil Menteri Perdagangan Amerikat Serikat di Jakarta

286

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

287

Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Korea
Kerjasama teknik antara Pemerintah RI dan Republik Korea telah terjalin sejak 21 April 1971, dimana kedua Pemerintah menandatangani dokumen Perjanjian Kerjasama Ekonomi dan Teknik (Agreement regarding Economic and Technical Cooperation and Trade Promotion between the Republic of Indonesia and the Republic of Korea). Guna mendorong dan mempercepat kerjasama ekonomi dan teknik di antara kedua negara, pada 4 Desember 2006 kedua kepala negara menandatangani deklarasi bersama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Korea, khususnya dalam kemitraan strategis untuk mendorong persahabatan dan kerjasama di Abad ke-21 (Joint Declaration between the Republic of Indonesia and the Republic of Korea on Strategic Partnership to Promote Friendship and Cooperation in the 21st Century). Koordinator pelaksana kerjasama teknik tersebut adalah Korea International Cooperation Agency (KOICA). Pemerintah Republik Korea melalui kantor Perwakilan KOICA di Indonesia melaksanakan proyekproyek kerjasama teknik, dan secara kontinu menawarkan program-program pendidikan dan pelatihan di Republik Korea.   Di bidang Koperasi dan UKM, pelaksanaan kerjasama teknik bilateral dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM, sedangkan oleh Pemerintah Korea dilaksanakan melalui Small Medium Business Administration (SMBA) Korea berdasarkan MoU tentang Kerjasama Pengembangan industri Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah yang ditandatangani pada 21 Mei 2001. Dalam perkembangannya, MoU tersebut kemudian diamandemen dan telah ditandatangani pada 21 Mei 2006.   Tindak lanjut pelaksanaan MoU tersebut adalah: • Penempatan seorang liaison expert Korea di Kementerian Koperasi dan UKM. • Penyelenggaraan seminar/workshop di Indonesia maupun di Korea. • Program training bagi aparat Pemerintah dan pelaku Koperasi dan UKM. • Study Visit.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM berjabat tangan dengan pimpinan delegasi dari Korea dalam Asia-Europe Meeting (ASEM) Forum 2010

288

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia

289

Dalam rangka pengembangan green industry Koperasi dan UKM, Kementerian Koperasi dan UKM dan SMBA Korea pada 2010 juga sepakat melakukan kerjasama yang dituangkan dalam Implementing Arrangement yang ditandatangani di Seoul pada 7 Mei 2010 dalam rangkaian acara ASEM Forum 2010 on Green Growth and SMEs. •  Sebagai langkah awal untuk menindaklanjuti Implementing Arrangement tersebut, delegasi SMBA Korea melakukan kunjungan dan pertemuan di Kementerian Koperasi dan UKM untuk membahas rencana pelaksanaan Implementing Arrangement. •  Membentuk “ASEM SME ECO-INNOVATION CENTER/ASEIC (Establishment and Operation) di Korea, sebagai tindak lanjut dari pertemuan ke-7 ASEM Summit di Beijing dan Joint Statement pada pertemuan ASEM Forum on Green Growth and SMEs di Korea. Pembentukan ASEIC bertujuan untuk: a) menyediakan informasi bagi UKM untuk mengembangkan green industry; b) meningkatkan daya saing green technology bagi UKM dan memberikan kontribusi kepada global green growth economy dengan mempromosikan green growth bagi UKM; c) memperluas peluang usaha baru untuk pasar yang berkembang dengan menyesuaikan pada peraturan lingkungan di negara-negara anggota Asia-  Europe Meeting (ASEM). •  Rencana pengembangan Green Business Centre (GBC) yang dibangun atas kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dan SMBA Korea. Tujuan pembentukan GBC ini adalah untuk menemukan dan mengembangkan keberhasilan Green Business Model melalui kerjasama proyek Indonesia dan Korea, menyelenggarakan inkubator, konsultasi dan training yang terkait dengan Green Growth Technology dan Program ASEIC. Peran GBC antara lain: a) inkubator dan konsultan mengenai green business; b) penelitian dan pengembangan green technology (kedua negara berkontribusi pada penyediaan peralatan eksperimen); c) penyedia training dan informasi terkait dengan green technology dan green business. •  Observasi lapangan terhadap rencana lokasi GBC di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jl. Letjen. MT. Haryono Kav. 52–53, Jakarta Selatan (eks Kementerian Kelautan dan Perikanan) dan Gedung SMESCO UKM Lantai 10, Jl. Jend Gatot Subroto, Jakarta Selatan. •  Kunjungan studi institusi dari perwakilan SMBA dan SBC ke Kementerian Koperasi dan UKM dalam rangka policy exchange information.  

Dalam Asia-Europe Meeting (ASEM) Forum 2010 on Green Growth and SMEs pada tanggal 6-8 Mei 2010 di Seoul, Korea Selatan

bekerjasama dengan ICDF-Taiwan Menteri Negara Koperasi dan UKM bersama para delegasi dari Thailand.290 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 291 Proyek pengembangan komoditi unggulan melalui pendekatan OVOP. 27 Oktober 2010 .

Program SKR direalisasikan melalui pengadaan alsintan dan sarana produksi pertanian berupa pupuk dan pestisida yang diimpor. SKR diberikan kepada negara-negara berkembang agar dapat meningkatkan produksi di bidang pangan. Dalam E/N harus tercantum nilai bantuan.292 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 293 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Jepang Pemerintah Jepang lewat JICA memberikan bantuan hibah (Japan’s grant aid program) yang pelaksanaannya di bawah kerangka “ Second Kennedy Round (SKR)”. Jepang. peruntukan. sesuai syarat yang ditentukan oleh SKR. yaitu barang-barang pertanian yang dibutuhkan tersebut belum dapat diproduksi di negara penerima program SKR. 11 November 2010 . atau walaupun sudah diproduksi sendiri namun kapasitasnya masih belum mencukupi kebutuhan. Counterpart Fund–Second Kennedy Round (CF-SKR). jangka waktu pelaksanaan dan mekanisme pelaksanaannya. Dasar kesepakatan bantuan tersebut adalah Exchange of Note (E/N) yang ditandatangani oleh masingmasing wakil pemerintah.   Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam kesempatan APEC SME SUMMIT 2010 di Yokohama. Bantuan ini berdasarkan permintaan yang diajukan secara resmi melalui kerangka kerja sama pemerintah dua negara.

maka kegiatan tersebut diharapkan selesai pada Mei 2011. CF tersebut selanjutnya digunakan kembali untuk membiayai kegiatan pembangunan pertanian di Indonesia.000. Juga untuk mengidentifikasi mesin dan peralatan yang memang diperlukan dalam rangka meningkatkan hasil akhir produk kopi Toraja. Pola pelaksanaannya adalah direct-use (yang didistribusikan secara langsung kepada petani di sentra-sentra produksi pangan). sehingga SP2D baru terbit pada 13 Desember 2010. di mana barangbarang pertanian tersebut dijual. dan LKM Deputi Pembiayaan terlambat. Hasil Pelaksanaan Kegiatan dan Pencapaiannya Memperhatikan Peraturan Menteri Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI nomor: 03/  PER/M. atau dengan mekanisme UPJA (Usaha Pengembangan Jasa Alsin) kepada petani melalui pihak ketiga yang disebut end user untuk mendapatkan dana Counterpart Fund (CF). Juga dilakukan pertemuan Konsultasi Petani Pengusaha Bidang Teknologi dan Bisnis serta Peningkatan Kapasitas Teknis Gapoktan melalui Temu Kemasan dan Temu Bisnis yang dihadiri oleh pembina Koperasi dan UKM. di Jember mereka juga dapat memberikan konsultasi tentang pengembangan produk kopi dan coklat. Kementerian Koperasi dan UKM mendapat bantuan hibah melalui CF-SKR untuk kegiatan “Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Petani Kopi Melalui Pengembangan Pengemasan dan Pemasaran di Kabupaten Tana Toraja Utara.294 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 295 SKR di Indonesia telah berlangsung sejak tahun 1977 dan dilaksanakan oleh empat departemen yang terkait dengan program pembangunan pertanian yaitu Departemen Pekerjaan Umum. Sulawesi Selatan”. Optimalisasi pemanfaatan bantuan SKR oleh koperasi dilakukan dalam bentuk: • K  onsultasi dengan ahli mesin pengolahan kopi dari Institut Pertanian Bogor dan konsultan yang menekuni branding produk UKM.738. relevansi bantuan. Sesuai dengan petunjuk teknis.6/XI/2010 di Kabupaten Toraja Utara-Sulawesi Selatan. baik tingkat provinsi maupun kabupaten. sedangkan renovasi gudang dan pembelian peralatan mesin pengolahan kopi dan kemasan masih dalam proses. serta anggota koperasi Gapoktan Palawa Arabica Toraja dan petani kopi sekitarnya. dan Departemen Pertanian.” Kunjungan dilakukan ke Koperasi Gapoktan Palawa Arabica Toraja untuk mengidentifikasi dan melakukan konfirmasi kelompok penerima bantuan. Oktober 2010 telah ditandatangani Pedoman Teknis Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Petani Kopi melalui Pengembangan Pengemasan dan Pemasaran di Kabupaten Toraja UtaraSulawesi Selatan nomor: 187/  PER/DEP.   .4/X/2010 oleh Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Bapak Neddy Rafinaldy Halim dan Keputusan Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha nomor: 198/KEP/Dep. Dekopin.4/XI/2010 tentang Penetapan Koperasi Penerima Bantuan Dana Counterpart Fund-Second Kennedy Round (CF-SKR) Tahun 2010 untuk Program “Peningkatan Pendapatan dan Kesejahteraan Masyarakat Petani Kopi melalui Pengembangan Pengemasan dan Pemasaran di Kabupaten Toraja UtaraSulawesi Selatan. • A  nalisa kekuatan produk dan segmentasi pasar yang dituju agar dapat menyusun strategi branding dan promosi produk kopi Toraja tersebut. Permasalahan/Kendala yang dihadapi dan Solusinya Pencairan anggaran sudah 100% akan tetapi pemanfaatan anggaran untuk renovasi gudang dan pembelian peralatan/mesin pengolahan dan kemasan serta bahan-bahan kemasan masih diproses oleh Koperasi Gapoktan karena persetujuan revisi DIPA Kementerian Koperasi dan UKM Program Pembiayaan Lain-Lain di mana di dalamnya tergabung kegiatan SKR.359. Besaran CF yang disetujui oleh Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang dikumpulkan dan disetorkan secara bertahap melalui end user ke rekening khusus Pemerintah Indonesia atas nama Departemen Keuangan di Bank Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM. sebesar Rp 1. a.KUKM/VI/2010 tentang Pedoman Program Bantuan Pengembangan Koperasi. Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Untuk 2010 ini.20. b. maka Gapoktan Palawa Arabica Toraja didorong untuk membentuk badan usaha sehingga terbentuk Koperasi Gapoktan Palawa Arabica Toraja dengan Badan Hukum nomor: 08/BH/KDK-UMKM. • S  tudi banding ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Kopi di Jember karena selain tersedia berbagai paket mesin dan peralatan. Sejak 1998 pola pelaksanaan SKR berubah dari direct-use menjadi indirect-use. dan prosedur yang sesuai dengan peraturan.

Jepang.296 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 297 Menteri Negara Koperasi dan UKM menyaksikan pengembangan OVOP di Jepang. 11 November 2010 . 8 Mei 2010 Suasana pertemuan APEC SME SUMMIT 2010 di Yokohama.

Implementasi. khususnya tindak lanjut kerja sama antar swasta. MBA) dan Menteri Kerjasama Internasional Mesir (Mr. yang telah ditandatangani oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM (DR. MoU ini ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU kerjasama perwakilan UKM Indonesia yaitu ASMINDO (Indonesian Furniture Industry and Handicraft Association dan Egyptian-Indonesian Business Council). Sjarifuddin Hasan. MM. Fayza Aboulnaga) pada 13 Juni 2010. di Kairo. masih mencari titik temu tentang pola pembiayaannya. Menteri Negara Koperasi dan UKM dalam acara Peringatan 63 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Mesir. Mesir. 11 Juni 2010 .298 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 299 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Mesir Kerjasama teknik bilateral Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Kerjasama Internasional Republik Arab Mesir dituangkan dalam MoU on the Development of Water Hyacinth Based Product Industry.

300 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 301 Menteri Negara Koperasi dan UKM menerima kunjungan delegasi Kementerian Perdagangan dan Industri Mesir Kesepakatan Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Mesir di bidang Pengembangan Koperasi dan UKM. 13 Juni 2010 .

•  Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUMKM (LPDB-KUMKM). mengingat di Timor-Leste kebutuhan teknologi bagi Koperasi dan UKM sangat urgent. Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Kementerian Ekonomi dan Pembangunan RDTL. •  Institut Manajemen Koperasi Indonesia (IKOPIN). dapat menjadi mitra yang sesuai untuk pembelajaran dan penguatan fasilitas pembiayaan melalui dana bergulir (revolving fund ). dapat menjadi mitra untuk mengembangkan koperasi nelayan di Timor-Leste. Jawa Barat.  Untuk memperoleh pembelajaran dan pengalaman mengembangkan Koperasi dan UKM. •  Perum Jaminan Kredit Indonesia (JAMKRINDO). •  Koperasi Nelayan Mina Jaya di Muarakarang. •  Vocational Education Development Centre (VEDC) di Malang dapat menjadi mitra yang sesuai untuk pengembangan vocational training bagi Koperasi dan UKM Timor-Leste. K  ementerian Koperasi dan UKM merupakan salah satu anggota Delegasi RI (DELRI) ketika kunjungan dinas ke RDTL. khususnya bagi Koperasi Produksi. Selain itu. •  Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) dan DEKRANASDA Yogyakarta bisa menjadi mitra yang sesuai untuk mengembangkan produk-produk kerajinan (handycrafts). c.10 Juli 2010. Jawa Timur. diantaranya: •  Balai Latihan Tenaga Koperasi (BALATKOP) dan Lembaga Pendidikan Koperasi (LAPENKOP) di Bandung. •  PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero merupakan mitra yang sesuai bagi Direktorat Nasional Koperasi dan UKM di Timor-Leste terkait dengan pengembangan Koperasi dan UKM di Timor-Leste.302 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 303 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia–Republik Demokratik Timor-Leste(RDTL) Kementerian Koperasi dan UKM RI dan Kementerian Ekonomi dan Pembangunan RDTL telah sepakat melakukan kerjasama di bidang Koperasi dan UKM melalui MoU tentang Kerjasama Pengembangan Koperasi. Perum ini dapat menjadi mitra yng sesuai untuk membangun dan mengembangkan loan guarantee body di Timor-Leste. •  SRIBOGA RATU RAYA di Semarang adalah mitra yang sesuai dalam hal food processing dan penguatan kapasitas di Timor-Leste. dapat menjadi mitra yang sesuai dalam hal penguatan sistem pemasaran dan pengembangan jaringan pemasaran produk Koperasi dan UKM di Timor-Leste. •  Lembaga Layanan Pemasaran KUKM (LLP-KUKM). untuk menghadiri penandatanganan (Official Signing Ceremony) MoU oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/  BAPPENAS. sangat informatif dan relevan terutama yang terkait dengan teknologi tepat guna dan food processing. Tindak lanjut MOU tersebut adalah: a. Kementerian Koperasi dan UKM yang diwakili oleh Deputi Bidang Pengembangan SDM. BALATKOP dapat menjadi mitra yang sesuai dalam hal dukungan pelatihan dan bantuan teknis. Usaha Kecil dan Menengah oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM RI dan Menteri Ekonomi dan Pembangunan RDTL pada tanggal 27 Januari 2010. •  INTAKO di Tanggulangin. .  Maret 2010 pihak RDTL telah berkunjung ke Indonesia untuk mengadakan pertemuan koordinasi membahas pelaksanaan MoU tersebut. dapat menjadi mitra untuk study dan pengembangan formal education di bidang Perkoperasian di Timor-Leste. b. menjadi Pembicara dalam The National Strategic Forum dan mempresentasikan pengalaman Indonesia yang berhubungan dengan penguatan peran Koperasi dalam rangka pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. dan batik di Timor-Leste. INKOPDIT ini dapat menjadi mitra yang sesuai untuk mendukung pelatihan dan bantuan teknis Financial Cooperative/Credit Union di Timor-Leste. Sidoarjo. • P  usat Koperasi Wanita Jawa Timur (PUSKOWANJATI) dan Koperasi Setia Bhakti Wanita (SBW) di Malang adalah mitra yang sesuai bagi pengembangan Koperasi Wanita di Timor- Leste. dapat menjadi mitra yang sesuai untuk pengembangan tais di Timor-Leste. •  Credit Union Cooperative (CUCO)/INKOPDIT) di Jakarta. delegasi Kementerian Ekonomi dan Pembangunan RDTL mengunjungi pelaku Koperasi dan UKM dan beberapa lembaga yang berhubungan dengan pengembangan Koperasi dan UKM. 8 . Jakarta. •  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). tais.

304 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 305 Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Republik Demokratik Timor-Leste sepakat menjalin kerja sama dalam rangka Pengembangan Koperasi dan UKM. 26 Januari 2010 .

pengembangan pusat orientasi untuk UKM. Beberapa Rencana Kerjasama Teknik Bilateral Masih Dalam Proses Pembahasan Untuk memperluas kerjasama teknik bilateral dengan negara-negara sahabat. Action plan telah disusun dan dalam proses penyempurnaan. pelatihan dan akses pasar. Ruang lingkup kegiatan kerjasama tersebut antara lain adalah pengembangan inkubator. 8 Juni 2010 . Kesepakatan Kerjasama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Mozambik.306 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 307 Kerjasama Teknik Bilateral Indonesia-Republik Mozambik Pada 9 Juni 2010 telah dilakukan penandatanganan MoU Kerjasama Pengembangan Koperasi dan UKM antara Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan Menteri Industri dan Perdagangan Republik Mozambik. Kementerian Koperasi dan UKM tengah merintis dan membahas rencana kerjasama dengan Federasi Rusia (draft MoU sedang menunggu dari pihak Federasi Rusia) dan Republik India (draft MoU sedang dalam proses konsultasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri).

308 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 309 Menerima Kunjungan Para Duta Besar Negara-Negara Sahabat Dalam Rangka Pembicaraan Bilateral Pemberdayaan Koperasi dan UKM Menerima kunjungan Duta Besar Amerika Serikat Menerima kunjungan Duta Besar Jepang Menerima kunjungan Staf Khusus Dewan Keamanan Amerika .

310 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 311 Menerima kunjungan Duta Besar Mesir Menerima kunjungan Duta Besar Belanda Menerima kunjungan Duta Besar Aljazair .

312 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 313 Menerima kunjungan Duta Besar Mozambik Menerima kunjungan Duta Besar Irak Menerima kunjungan Duta Besar Singapura .

Expo kewirausahaan Sebagai langkah konkrit untuk mendukung GKN. bjb.Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 315 Awal tahun 2011 Kementerian Koperasi dan UKM telah melaksanakan beberapa program strategis diantaranya adalah: KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) Dalam rangka penyaluran KUR yang lebih merata di seluruh tanah air. NTT. Fasilitasi pembiayaan 5. Kalteng. Kepri. maka Kementerian Koperasi dan UKM membuat kebijakan memperluas jangkauan layanan KUR kepada Koperasi dan UKM dengan menunjuk bank BPD lainnya sebagai penyalur KUR menjadi 26 bank di tahun 2011. Jateng. Lampung. Kementerian Koperasi dan UKM bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian lainnya meluncurkan GKN pada tanggal 2 Februari 2011 dan dilanjutkan dengan melaksanakan sosialisasi Pengembangan Sarjana Wirausaha di 5 (lima) Provinsi. Sosialisasi/Pemasyarakatan kewirausahaan 2. DKI. Diklat kewirausahaan bagi Koperasi dan UKM 4. Jambi. Provinsi Maluku dengan peserta sebanyak 275 orang. Sumut. Sulteng dan Sultra GERAKAN KEWIRAUSAHAAN NASIONAL (GKN) Bab 13 Program Strategis Tahun 2011 Sebagai upaya untuk menurunkan tingkat pengangguran. NTB SULUT. Provinsi Riau dengan peserta sebanyak 276. NAGARI. Bimbingan teknis kewirausahaan 3. Sulsel. Sumsel. Kalsel. pemerintah telah mencanangkan kebijakan Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN). Bengkulu. Kalbar. Papua. DIY. yaitu: Provinsi Aceh dengan peserta sebanyak 220 orang. Kaltim. Pemasaran produk wirausaha baru 6. Aceh. GKN bertujuan terutama dalam rangka mendorong para generasi muda menjadi wirausaha yang kreatif. Maluku. inovatif dan mandiri. Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 . Bali. Babel. yaitu BPD: Jatim. Beberapa program dalam mendukung Gerakan Kewirausahaan Nasional antara lain adalah: 1. Provinsi Kalimantan Selatan dengan peserta sebanyak 210 orang dan Provinsi Lampung dengan peserta sebanyak 210 orang.

316 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 317 Menteri Negara Koperasi dan UKM dengan para Direktur Bank Pembangunan Daerah (BPD) mengadakan pertemuan dalam rangka membahas perluasan BPD sebagai penyalur KUR .

318 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia 319 Pencanangan Gerakan Kewirausahaan Nasional oleh Presiden RI. 2 Februari 2011 . Jakarta.

• Para Pejabat Eselon I di Kementerian Koperasi dan UKM. Kecil. • Serta pihak – pihak terkait yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Untuk itu. dan Perguruan Tinggi. . • Para Kepala Dinas yang membidangi Koperasi dan UKM Provinsi. dan diharapkan semakin meningkat serta mampu menjangkau sasaran secara lebih luas dan berkelanjutan bagi pelaku usaha Koperasi dan UKM untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri. • Pimpinan/Anggota DPR/MPR RI. berbagai prestasi yang telah dapat dicapai tersebut. Atas kinerja yang telah dicapai oleh Kementerian Koperasi dan UKM sebagaimana digambarkan melalui laporan ini akan menjadi acuan untuk dapat memperbaiki dan terus meningkatkan kinerja dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui peran Koperasi dan UKM. • Para Pimpinan Bank. Bupati. • Bapak Wakil Presiden Republik Indonesia. • Para Gubernur. Asosiasi. Selanjutnya. • Pimpinan/Anggota DPD RI. dan Menengah sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang untuk didistribusikan dan diinformasikan kepada publik. BUMN. • Para Menteri Koordinator Kabinet Indonesia Bersatu II. • Pimpinan Redaksi/Wartawan media cetak dan elektronik. langkah-langkah yang telah ditempuh serta berbagai capaian yang telah diwujudkan oleh Kementerian Koperasi dan UKM khususnya pada tahun 2009–2010. Kabupaten dan Kota. Susilo Bambang Yudhoyono dalam melaksanakan kebijakan dan program pemberdayaan Koperasi. Usaha Mikro. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi rakyat dan bangsa Indonesia. berbagai capaian serta manfaat yang telah dirasakan secara nyata oleh pelaku usaha Koperasi dan UKM atas implementasi program-program pemberdayaan Koperasi dan UKM. Meskipun demikian. Oleh karena itu melalui penyajian laporan ini juga menjadi media evaluasi terhadap upaya. • Para Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II. dan Walikota. dalam kesempatan ini kami menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: • Bapak Presiden Republik Indonesia.320 Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Laporan Kegiatan Oktober 2009–Desember 2010 Penutup Laporan yang disajikan dalam buku ini merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Kementerian Koperasi dan UKM kepada Presiden RI Bapak DR. karena dukungan serta terjalinnya kerjasama yang baik dari berbagai pihak. berdaya saing dan tangguh.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->