Anda di halaman 1dari 7

MODUL 1 PENENTUAN GAS SPECIFIC GRAVITY DAN OIL SPECIFIK GRAVITY

LAPORAN PRAKTIKUM

Nama NIM Kelompok Tanggal Praktikum Tanggal Penyerahan Dosen Asisten Modul

: : : : : : :

Ansori Muchtar 10510071 Jumat Shift 2 4 Oktober 2013 4 Oktober 2013 Dr. Ir. Taufan Marhaendrajana Jane Serafin Theodora Lengkong (12210057) Bagus Zukhri Fadholi (12210074)

LABORATORIUM ANALISA FLUIDA RESERVOIR PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2013

I.

JUDUL PERCOBAAN PENENTUAN GAS SPECIFIC GRAVITY DAN OIL SPECIFIC GRAVITY

II.

TUJUAN PERCOBAAN 1. Menentukan spesifik gravity fluida crude oil menggunakan hidrometer 2. Menetukan specific gravity fluida crude oil dengan picnometer 3. Menentukan specific gravity gas dengan metoda efusi 4. Mengetahui pengaruh temperatur terhadap specific gravity fluida crude oil DATA PERCOBAAN 1. Penentuan specific gravity gas menggunakan efusimeter
No 1 2 3 Jenis Gas CO2 N2 Udara Kering t1 55,38 54,47 63,32 Waktu alir (detik) t2 t3 54,31 53,53 56,13 56,45 65,19 63,94 trata-rata 54,41 55,68 64,15

III.

2. Penentuan oil specific gravity menggunakan picnometer


No 1 2 3 4 5 6 Piknometer + Zat Mpiknometer kosong Mpiknometer+air Mpiknometer+indramayu light T= 27 C Mpiknometer+indramayu light T= 42C Mpiknometer+duri light T= 30C Mpiknometer+duri light T= 55C Massa (gram) 19,54 30,37 28,54 28,51 28,73 28,58

3. Penentuan oil specific gravity menggunakan hidrometer


No 1 2 3 4 5 6 Jenis Fluida Duri Light Jatibarang Heavy Indramayu Light pada T= 84,4 F Indramayu Light pada T= 83 F Indramayu Light pada T= 85 F Air Formasi pada T= 82* API 20,29 29 40,2 40,2 40,3 7,9

Ket : *Pembacaan dilakukan sebanyak 3 kali IV. PENGOLAHAN DATA 1. Penentuan specific gravity gas menggunakan efusimeter Penentuan gas menggunakan efusimeter dapat dihitung menggunakan persamaan gabungan hukum Graham dan Avogadro untuk proses efusi dengan jarak yang sama yaitu: = V12 : V22 = t21 : t22 = M2 : M1 = d2 : d1 Maka : = t21 : t22 a. nilai untuk gas N2

N2 = t2rata-rata N2 : t rata-rata udara kering 2 = 55,682 : 64,152 = 0,75 b. nilai untuk gas CO2 CO2 = t2rata-rata CO2 : t rata-rata udara kering 2 = 54,412 : 64,152 = 0,72 2. Penentuan oil specific gravity menggunakan picnometer a. Penentuan Volume Piknometer Vp = (mpikno+air - mpikno) : air 27 C = (30,37- 19,54) gram : 0.996512 gram ml-1 = 10,868 mL b. Penentuan fluida fluida = (massapikno larutan massapikno kosong) : Vpiknometer indramayu light (T= 27 C) = (28,54 - 19,54) gram : 10,868 mL = 0,828 gram/mL Dengan cara yang sama maka diperoleh massa jenis fluida sebagai berikut:
No 1 2 3 4 Jenis Fluida Indramayu light T= 27 C Indramayu light T= 42C Duri light T= 30C Duri light T= 55C Massa jenis (gram/mL) 0,828 0,825 0,846 0,832

c. penentuan specific gravity fluida Spesific gravity fluida = fluida : air Dengan menggunakan persamaan specific gravity fluida maka diperoleh nilai SG fluida sebagai berikut.
No 1 2 3 4 Jenis Fluida Indramayu light T= 27 C Indramayu light T= 42C Duri light T= 30C Duri light T= 55C Specific Gravity 0,830 0,828 0,849 0,835

3. Penentuan oil specific gravity menggunakan hidrometer API = (141,5 : fluida) 131,5 sehingga, fluida = 141,5 : (131,5 + API) Duri light = 141,5 : (131,5 + 20,29) = 0,932 Dengan menggunakan perhitungan yang sama maka dapat diperoleh nilai dari specific gravity fluida sebagai berikut.
No 1 2 3 4 5 6 Jenis Fluida Duri Light Jatibarang Heavy Indramayu Light pada T= 84,4 F Indramayu Light pada T= 83 F Indramayu Light pada T= 85 F Air Formasi pada T= 82* API 20,29 29 40,2 40,2 40,3 7,9 fluida 0,932 0,882 0,824 0,824 0,824 1,015

Ket : *Pengukuran dilakukan sebanyak 3 kali

V.

ANALISIS Pada percobaan ini dilakukan pengukuran spesific gravity dari gas dan fluida menggunakan 3 alat ukur. Untuk menentukan specific gravity dari gas digunakan alat efusimeter. Peralatan ini mengukur waktu dari efusi gas. Pengukuran dilakukan dengan asumsi bahwa P dan T konstan. Untuk konversi dari waktu efusi menjadi specific gravity digunakan persamaan gabungan hukum Graham dan Avogadro. Persamaan ini membandingkan waktu efusi dari gas dengan waktu efusi dari udara kering. Dari data yang diperoleh waktu rata-rata efusi gas nitrogen lebih besar dari pada gas karbondioksida. Hal ini tidak sesuai dengan teoritis dimana semakin kecil massa molekul maka waktu efusinya akan semakin kecil pula karena molekul kecil lebih mudah mobilisasi. Keanehan ini mungkin disebabkan peralatan yang perlu dikalibrasi kembali. Selain itu keanehan ini dapat juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan didalam laboratorium. Kondisi yang dimaksudkan seperti perubahan suhu dan kelembaban udara. Hal ini disebabkan oleh ruangan yang kecil dan peserta praktikum yang banyak dan tidak adanya sirkulasi udara di laboratorium. Bleed off yang tidak bersih juga dapat mengganggu pengukuran. Kerena gas dalam efusimeter tidak murni dan waktu efusinya juga akan berubah. Dengan menggunakan hukum graham diperoleh bahwa specific gravity dari gas nitrogen adalah 0,75 dan specific gravity dari gas karbondioksida adalah 0,72. Dari literatur diketahui bahwa nilai specific gravity dari gas nitrogen adalah 0,9669 ( http://www.engineeringtoolbox.com/specific-gravities-gasesd_334.html ). Galat ini dimungkinkan karena alasan yang sama yaitu kalibrasi efusimeter dan kondisi lingkungan laboratorium. Pada pengukuran specific gravity dari fluida digunakan picnometer. Prinsip dari metode ini adalah hukum neraca massa. Hal ini dikarenakan prinsip dari piknometer adalah dengan mengukur massa dari piknometer kosong maupun piknometer berisi fluida. Standarisasi dari piknometer digunakan air dengan suhu 27 C. Dari perhitungan diperoleh bahwa nilai specific gravity Duri Light lebih besar dari Indramayu Light. Ini menunjukkan bahwa pada Indramyu Light lebih banyak komponen yang massanya lebih besar dibandingkan dengan Duri Light. Untuk fluida yang jenisnya sama dengan temperatur yang berbeda diperoleh specific gravity yang berbeda juga. Semakin tinggi temperatur maka specific gravitynya akan semakin kecil. Ini dikarenakan temperatur yang tinggi menyebabkan energi kinetik dari molekul bertambah dan gerak molekul akan menyebabkan pertambahan ruang pada fluida (jarak molekul semakin jauh) sehingga densitas molekul akan mengecil dan menyebabkan penurunan nilai specific gravity. Pada pengukuran nilai spesifik gravity menggunakan hidrometer diukur nilai API yang terdapat pada skala hidrometer. Prinsip dari peralatan ini adalah menggunakan hukum archimedes dimana suatu benda yang dimasukkan kedalam fluida akan mengalami gaya keatas (gaya apung) yang sesuai dengan massa jenis fluida tsb. Jika massa jenis fluida lebih besar dari pada benda maka benda akan terapung. Hidrometer yang terapung menggunakan prinsip tersebut dapat membaca massa jenis dari fluida dan di konversi kedalam skala API. Data skala API yang didapat

kemudian dikonversi menjadi nilai specific gravity. Dari semua fluida yang diukur air formasi memiliki nilai specific gravity tertinggi. Hal ini karena interaksi air yang kuat sehingga ruang antar molekulnya sedikit dan menyebabkan massa jenisnya besar. Sehingga nilai specific grafitynya besar. Untuk fluida crude oil, fluida duri light memiliki nilai specific grafity yang paling besar. Hal ini dikarenakan fluida ini mengandung lebih banyak komponen yang massa molekulnya besar dibandingkan dengan fluida crude oil lainnya. Dari metode pengukuran massa jenis fluida, metode menggunakan hidrometer lebih baik dari pada metode menggunakan piknimeter. Hal ini karena penyesuaian suhu pada piknometer sangat sulit dilakukan sehingga diasumsikan suhu fluida sama padahal sebenarnya tidak sama. Sehingga galat menggunakan piknometer lebih besar. VI. KESAN DAN PESAN Pada praktikum mata kuliah ini dilakukan pada malam hari. Waktu pelaksanaan yang paling berbeda dari praktikum-praktikum yang pernah saya rasakan sebelumnya. Mungkin waktu pelaksanaan ini ditujukan untuk melatih praktikan yang nantinya akan bekerja di field dan waktunya mungkin 24 jam setiap harinya. Kesan pertama dari praktikum ini cukup mengejutkan dimana tes alat dan tes awal menentukan keberlanjutan dari praktikum yang akan dilaksanakan pada hari itu. Akan tetapi metode yang diterapkan sangat bagus karena praktikan akan belajar keras tentang praktikum pada hari itu. Terima kasih buat kedua asisten jane dan bagus atas bimbingannya terhadap kelompok kami. Pesan untuk praktikum-praktikum selanjutnya adalah setiap kelompok kecil melakukan percobaan-percobaan secara bergantian untuk setiap peralatan/instrumen. Hal ini dimaksudkan agar setiap praktikan merasakan bekerja dengan semua peralatan tidak hanya dengan satu peralatan saja. KESIMPULAN 1. Nilai specific gravity menggunakan hidrometer adalah sebagai berikut:
No 1 2 3 4 5 6 Jenis Fluida Duri Light Jatibarang Heavy Indramayu Light pada T= 84,4 F Indramayu Light pada T= 83 F Indramayu Light pada T= 85 F Air Formasi pada T= 82* fluida 0,932 0,882 0,824 0,824 0,824 1,015

VII.

2. Nilai specific gravity menggunakan picnometer adalah sebagai berikut:


No 1 2 3 4 Jenis Fluida Indramayu light T= 27 C Indramayu light T= 42C Duri light T= 30C Duri light T= 55C Specific Gravity 0,830 0,828 0,849 0,835

3. Nilai specific gravity gas dengan metoda efusi adalah sebagai berikut: a. N2 = 0,75

b. CO2 = 0,72 4. Pengaruh nilai specific gravity terhadap temperatur adalah Semakin tinggi temperatur maka specific gravitynya akan semakin kecil. VIII. DAFTAR PUSTAKA 1. William D. McCain Jr., The Properties of Petroleum fluid. Second Edition, Tulsa Oklahoma, 1990 2. http://www.engineeringtoolbox.com/specific-gravities-gasesd_334.html IX. JAWABAN PERTANYAAN 1. Volume bulk reservoir, porositas sesungguhnya, saturasi air, dan faktor volum formasi minyak (Bo). 2. Bleed off adalah suatu proses pembersihan saluran gas pada efusimeter agar gas yang digunakan dalam percobaan selanjutnya tidak terkontaminasi dengan gas yang digunakan sebelumnya. SG Balance adalah neraca yang digunakan untuk mengukur nilai specific gravity dari fluida crude oil dengan menggunakan prinsip gaya archimedes. Hydrates adalah air yang berinteraksi dengan suatu gas sehingga membentuk suatu struktur kristal 3. Sifat sifat fisik gas 1. Faktor volum formasi gas Faktor volum formasi gas adalah perbandingan volume gas di reservoir dengan di permukaan

Kompressibilitas isotermal gas Viskositas gas Densitas gas Specivic gravity Sifat Fisik Minyak : 1. Specivic gravity 2. Faktor volum formasi minyak 3. Perbandingan minyak gas 4. Faktor volume formasi total 5. Koefisien kompresibilitas isotermal gas 6. Koefisien viskositas black oil 7. Densitas minyak 4. Kegunaan dari API dilapangan adalah: a. Merupakan dasar dari klasifikasi crude oil. Crude oil dapat digolongkan berdasarkan nilai API nya. b. Mengetahui kualitas dari crude oil. Nilai API sebanding dengan kualitas crude oil c. Menentukan viskositas crude oil. Nilai viskositas berbanding terbalik dengan nilai API

2. 3. 4. 5.

d. Menetukan titik didih crude oil. Titik didih crude oil berbanding terbalik dengan nilai API nya e. Menentukan kalori yang dihasilkan. Nilai kalori berbanding terbalik dengan nilai API nya. 5. Karena setiap fluida memiliki nilai densitas, specific gravity dan viskositas tertentu. Ini merupakan karakteristik bagi setiap fluida tertentu. Untuk memberikan perlakuan/treatment terhadap suatu fluida maka faktor-faktor tersebut harus dipahami karena pasti terlibat secara teknisnya. Selain itu juga sifat fluida tersebut mempengaruhi nilai cost dari jenis fluida tsb. 6. Karena kedua parameter viskositas dan densitas memegang peranan penting dalam perilaku fluida, maka keduanya sering dihubungkan sebagai term kinematic viscosity(v) : v=/ grafik viskositas vs densitas merupakan grafik dengan persamaan garis lurus.