Anda di halaman 1dari 47

PSIKOLOGI PERKEMBANGAN KOGNITIF

CHAPTER 3 REVIEW

MEMBERIKAN PERHATIAN (PAYING ATTENTION)

KELOMPOK 2: AMELIA HERLINA, S.Pd (1302554) NENG SHOLIHAT, S.Pd (1303188)

DOSEN PENGAMPU: Prof. Dr. KUSDWIRATRI SETIONO, M.Pd

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM SEKOLAH PASCASARJANA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2013

BAB 3 MEMBERIKAN PERHATIAN (PAYING ATTENTION)

Pengenalan

Tiga Jenis Proses Perhatian Perhatian Terbagi Perhatian Terpilih Pendalaman: Gerakan Mata saccadic

Penjelasan tentang Perhatian Penelitian Neurosains tentang Perhatian Teori-teori Perhatian

Kesadaran Kesadaran Tentang Proses Mental Tingkat Tinggi kita Penekanan Pikiran Perbedaan Individu: Penekanan Pikiran dan Gangguan Obsesif-Kompulsif (OCD) Blindsight

PENDAHULUAN

Jika Anda pernah mencoba untuk belajar sementara seseorang berbicara keras ke dalam ponsel, Anda tahu bahwa perhatian dapat terbatasi. Penelitian menegaskan bahwa kinerja yang dilakukan biasanya tidak maksimal pada tugas perhatian-terbagi, di mana Anda harus melakukan dua atau lebih tugas secara bersamaan. Penelitian juga menunjukkan bahwa kita mengalami kesulitan pada tiga jenis tugas perhatian-terpilih: (1) Jika Anda memberikan perhatian ke suatu percakapan, Anda biasanya sedikit menghiraukan tentang pembicaraan lain yang terjadi pada waktu bersamaan; (2) Pada tugas Stroop, tinta sebuah warna - seperti biru - yang digunakan untuk mencetak nama warna yang berbeda - seperti merah orang mengalami kesulitan dalam menyebutkan warna tinta tersebut; (3) Orang mengalami kesulitan mencari rangsangan visual secara cepat ketika tugas tersebut sulit . Kategori ketiga adalah gerakan mata saccadic, yang mengatur perhatian visual kita selama tugas-tugas seperti membaca. Bab ini juga membahas neurosains dan penjelasan teoritis tentang perhatian. Berdasarkan penelitian neurosains, salah satu jenis jaringan perhatian bertanggung jawab untuk pencarian visual. Jaringan perhatian yang berbeda bertanggung jawab untuk menangani pesan yang bertentangan dan untuk memperoleh keterampilan akademik. Penjelasan teoritis awal tentang perhatian mengusulkan bahwa otak menyerupai sebuah hambatan (leher botol) dalam caranya membatasi perhatian kita. Penjelasan teoritis saat ini mengusulkan bahwa kita dapat mencatat beberapa keunggulan visual secara otomatis melalui perhatian-terdistribusi, namun tugas-tugas yang lebih menantang memerlukan perhatian-terfokus dan serangkaian pengolahan. Salah satu isu terkait dengan kesadaran yaitu bahwa terkadang orang tidak menyadari alur proses kognitif mereka beroperasi. Selain itu, mereka mungkin mengalami kesulitan menghilangkan beberapa pemikiran dari kesadaran, dan kesulitan ini diperkuat pada orang dengan gangguan obsesif-kompulsif. Akhirnya, dalam kondisi langka yang disebut "blindsight," orang dengan kerusakan korteks visual dapat mendeteksi objek, meskipun mereka percaya bahwa mereka tidak dapat melihatnya.

PENGENALAN

Luangkan beberapa menit untuk memperhatikan proses perhatian Anda. Pertama, lihat sekeliling Anda dan cobalah untuk memasukkan obyek visual sebanyak mungkin. Jika Anda membaca buku ini dalam sebuah ruangan, misalnya, cobalah untuk memperhatikan semua benda yang mengelilingi Anda. Pastikan untuk melihat bentuk, ukuran, lokasi, dan warnaJika ruangan Anda khas, Anda akan memiliki sensasi bahwa perhatian visual Anda terlalu banyak bekerja, jauh melampaui batas-batasnya, bahkan setelah satu menit. Sekarang lanjutkan latihan yang sama, tetapi coba juga perhatikan setiap suara di lingkungan Anda, seperti dengungan komputer Anda, suara jam berdetik, dan mobil dari kejauhan. Selanjutnya, coba pertahankan semua rangsangan visual dan auditori, tetapi perhatikan juga indera kulit Anda. Dapatkah Anda merasakan tekanan yang diciptakan arloji pada pergelangan tangan Anda, dan dapatkah Anda merasa sedikit gatal atau nyeri halus? Jika Anda entah bagaimana dapat mengatur untuk memberikan perhatian serentak terhadap penglihatan, pendengaran, dan indera kulit Anda, coba perluas perhatian Anda untuk memasukkan bau dan rasa. Anda akan mudah menemukan bahwa Anda tidak dapat mengikuti semuanya sekaligus (Cowan, 2005). Menariknya, meskipun demikian, kita jarang memberikan banyak pemikiran untuk perhatian kita. Sebaliknya, perhatian hanya "terjadi", dan ia tampak alami bagi kita layaknya bernafas (LaBerge, 1995). Perhatian adalah konsentrasi aktivitas mental yang memungkinkan Anda untuk memasukkan bagian terbatas dari arus besar informasi yang tersedia dari dunia indera dan memori Anda (Fernandez-Duque & Johnson, 2002; Styles, 2006; Ward, 2004). Sementara itu, obyek tak-terperhatikan hilang, dan tidak diproses secara rinci. Perhatian selalu menjadi topik penting dalam psikologi kognitif, dari awal revolusi kognitif dan terus berlanjut sampai sekarang (Cowan, 2005; Logan, 2004; Posner & Rothbart, 2007b). Sesuai dengan Tema 4, banyak konsep dalam bab ini berkaitan dengan konsep-konsep dalam bab sebelumnya pada pengenalan persepsi. Seperti yang akan Anda lihat, tugas perhatian menggunakan kedua-dua pengolahan top-down dan bottom-up (Chun & Marois, 2002). Secara khusus, terkadang kita

memusatkan aktivitas mental kita karena stimulus yang menarik di lingkungan telah merebut perhatian kita (pengolahan bottom-up). Sebagai contoh, sebuah objek dalam penglihatan periferal Anda mungkin tiba-tiba bergerak. Di lain waktu, kita memusatkan aktivitas mental kita karena kita ingin memperhatikan beberapa rangsangan tertentu (pengolahan top-down). Sebagai contoh, Anda mungkin sedang mencari wajah seorang teman istimewa di sebuah kafetaria yang ramai. Bab 2 juga membahas beberapa fenomena visual yang menggambarkan bagaimana persepsi bentuk dan perhatian bekerja secara kooperatif. Anggaplah, misalnya, hubungan gambar-latar yang ambigu (lihat Gambar 2.2 pada halaman 36). Ketika Anda memperhatikan bentuk putih di tengah, Anda melihat sebuah vas bunga; ketika Anda mengalihkan perhatian Anda pada dua bentuk biru di luarnya, Anda melihat dua wajah. Konsep relevan lainnya dari Bab 2 termasuk kebutaan perubahan (bila Anda gagal melihat perubahan dalam suatu objek) dan kebutaan inatensional (ketika Anda gagal melihat bahwa suatu obyek baru telah memasuki lokasi peristiwa). Perhatian juga memiliki implikasi pada banyak bab dalam bagian yang tersisa dari buku ini. Sebagai contoh, perhatian memegang peran utama dalam mengatur berapa banyak obyek yang dapat kita proses dalam memori kerja (Bab 4). Perhatian juga terkait dengan memori jangka panjang kita (Bab 5), konsep (Bab 8; Logan, 2002), dan membaca (Bab 9; Henderson & Ferreira, 2004a). Lebih lanjut, seperti Bab 11 menjelaskan, ketika kita mencoba untuk memecahkan masalah, kita perlu memperhatikan informasi yang relevan, sembari mengabaikan rincian sepele (Anderson et al., 2005). Juga, Bab 12 menjelaskan bagaimana kita membuat keputusan yang salah ketika kita memberi terlalu banyak perhatian terhadap informasi yang relatif tidak penting. Kita akan mulai pembahasan kita dengan mempertimbangkan tiga tugas kognitif yang saling terkait: perhatian terbagi, perhatian terpilih, dan gerakan mata saccadic. Bagian kedua kita akan menelaah kedua-dua penjelasan biologis dan teoritis tentang perhatian. Topik terakhir kita, kesadaran, berfokus pada kesadaran kita tentang dunia eksternal, sebisa proses-proses kognitif kita.

TIGA JENIS PROSES PERHATIAN

Sebelum Anda selesai membaca bab ini, Anda akan cenderung untuk melakukan tiga macam proses perhatian. Misalnya, mungkin Anda sejenak mencoba menggunakan perhatian terbagi, berkonsentrasi pada percakapan terdekat, juga kata-kata dalam buku kognisi Anda. Anda akan mudah menemukan, meskipun, Anda tidak dapat secara akurat mengikuti kedua kategori rangsangan. Sebagai hasilnya, Anda akan mencoba menggunakan perhatian terpilih, memfokuskan hanya pada satu kategori rangsangan; mari kita bersikap optimis dan menganggap bahwa perhatian terpilih Anda diarahkan terhadap buku Anda. Perhatian terpilih tidak akan memungkinkan Anda untuk menerima banyak informasi tentang percakapan tak-terperhatikan. Akhirnya, saat Anda membaca buku Anda, Anda akan membuat gerakan saccadic; mata Anda akan bergerak secara sistematis ke kanan untuk mengambil informasi baru dalam jumlah yang wajar.

Perhatian Terbagi Dalam tugas perhatian-terbagi, Anda mencoba untuk memperhatikan dua atau lebih pesan secara bersamaan, menanggapi seperlunya. Dalam kebanyakan kasus, keakurasian Anda menurun, terutama jika tugas-tugas tersebut merupakan tantangan (Ward, 2004). Di laboratorium, para peneliti biasanya mempelajari perhatian terbagi dengan menginstruksikan peserta untuk melakukan dua tugas pada waktu yang sama. Banyak peneliti mempelajari tentang kinerja mengemudi (Fisher & Pollatsek, 2007; Strayer & Drews, 2007). Sebagai contoh, Levy dkk. (2006) meminta pengemudi yang cukup berpengalaman untuk melakukan tugas simulasimengemudi. Secara khusus, setiap orang duduk di "kursi pengemudi" dan menyetir, menyusul mobil di depan ("mobil yang memimpin"), yang ditampilkan pada layar besar. Tugas pertama mengharuskan peserta untuk cepat menekan pedal rem ketika mobil yang memimpin tiba-tiba mengerem. Tugas kedua mengharuskan peserta untuk membuat pilihan sederhana. Sebagai contoh, sebuah

nada disajikan sekali atau dua kali, dan peserta menanggapi baik "satu" atau "dua." Hasil menunjukkan bahwa pengemudi menggunakan rem mereka jauh lebih cepat jika tugas pilihan terjadi hanya sepersekian detik sebelum mobil mengerem memimpin, bukan pada waktu yang sama. Jika Anda adalah pengemudi yang berpengalaman, mungkin Anda pikir Anda dapat menggunakan rem mobil Anda secara otomatis, tak peduli apa pun yang Anda lakukan pada waktu yang sama. Sayangnya, Levy dan rekan-rekannya akan tidak setuju. Penelitian pada perhatian terbagi ini juga memiliki implikasi penting bagi orang-orang yang menggunakan ponsel saat mengemudi. Banyak negara bagian AS dan provinsi Kanada telah meluluskan hukum yang melarang penggunaan ponsel genggam selama mengemudi. Namun, beberapa orang tetap melanjutkan percakapan yang mengalihkan perhatian tersebut dengan menggunakan hands-free ponsel. Penelitian menunjukkan bahwa orang membuat banyak kesalahan mengemudi ketika mereka berbicara ataupun mendengarkan, dibandingkan dengan mengemudi tanpa percakapan (Kubose et al, 2006;. Strayer & Drews, 2007). David Strayer dan rekan-rekannya (2003) menggunakan tugas simulasi mengemudi untuk menentukan apakah hands-free ponsel mengganggu

mengemudi. Dari waktu ke waktu, mobil yang memimpin akan mengerem secara tak terduga, dan para peneliti mengukur waktu yang dibutuhkan untuk menekan rem. Para peserta dalam kelompok kontrol hanya mengemudikan mobil simulasi. Sebaliknya, peserta dalam kelompok eksperimen bercakap-cakap pada hands-free ponsel dengan asisten lab. Ketika lampu lalu lintas menyala, orang-orang dalam kelompok ponsel mengambil waktu sedikit lebih lama untuk memakai rem dibandingkan dengan kelompok kontrol. Selama kondisi lalu lintas padat, bagaimanapun, orang-orang dalam kelompok ponsel mengambil waktu lebih lama secara signifikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Dengan pengujian lebih lanjut, Strayer dan rekan-rekannya menemukan bahwa peserta yang menggunakan ponsel menunjukkan suatu bentuk kebutaan inatensional (lihat halaman 49-50 dari Bab 2). Sebagai contoh, perhatian mereka

telah terkurangi untuk informasi yang muncul di tengah lapangan visual mereka. Bahkan jika Anda menggunakan hands-free ponsel, perhatian Anda mungkin mengembara jauh dari situasi berbahaya yang sebenarnya di depan Anda! Pada beberapa kasus, orang dapat melakukan tugas-tugas perhatian terbagi lebih kompeten jika mereka memiliki waktu untuk berlatih tentang tugas ini. Sebagai contoh, Wikman dan rekan-rekannya (1998) membandingkan pengemudi berpengalaman dengan pengemudi pemula (tak berpengalaman). Para peneliti menginstruksikan semua peserta untuk mengemudi seperti biasanya, sambil melakukan beberapa rutinitas, tugas-tugas sekunder: mengubah sebuah kaset, panggilan ponsel, dan menyetel radio. Para pemula dalam penelitian ini tidak efektif membagi perhatian mereka. Secara khusus, mereka sering berpaling dari jalan raya selama lebih dari 3 detik. Lebih mengkhawatirkan lagi, mobil mereka sering berayun ke samping saat mereka berpaling. Para pengemudi yang berpengalaman berhasil menyelesaikan setiap tugas dengan cepat dan efisien, melirik menjauh dari jalan selama kurang dari 3 detik untuk setiap tugas. Namun, tak bisakah Anda bayangkan kondisi jalan yang dapat membuat kecelakaan dalam waktu kurang dari 3 detik?

Perhatian Terpilih Perhatian terpilih terkait erat dengan perhatian terbagi. Dalam tugas perhatian-terbagi, orang mencoba memberi perhatian yang sama pada dua atau lebih sumber informasi. Pada tugas perhatian-terpilih, orang diinstruksikan untuk menanggapi jenis informasi tertentu yang dipilih, sambil mengabaikan informasi yang lain (Fuster, 2003; Milliken et al., 1998). Penelitian perhatianterpilih ini seringkali menunjukkan bahwa orang sedikit menghiraukan tugastugas yang tidak relevan (McAdams & Drake, 2002). Mungkin Anda sudah memperhatikan bahwa biasanya Anda hanya dapat mengikuti satu percakapan secara teliti di sebuah pesta yang berisik; sebaliknya, Anda secara khusus tidak dapat memproses isi dari percakapan lain. Pada waktu itu, mungkin Anda menginginkan perhatian yang tidak begitu terpilih. Bukankah akan menarik untuk memperhatikan rincian dari semua percakapan lain di sekitar Anda? Di sisi lain, pikirkan betapa akan

membingungkan ini. Mungkin ketika Anda di tengah pembicaraan dengan seorang teman tentang prospek pekerjaan baru, dan kemudian mungkin saja Anda tiba-tiba mulai berbicara tentang bisbol topik percakapan tetangga. Selanjutnya, bayangkan kekacauan yang akan Anda alami jika Anda secara bersamaan memperhatikan semua informasi yang diterima indera Anda. Seperti yang kita bahas sebelumnya, Anda akan melihat ratusan pemandangan, suara, bau, rasa, dan sensasi sentuhan. Anda tidak bisa memfokuskan aktivitasmental yang cukup untuk selayaknya menanggapi hanya beberapa sensasi ini. Untungnya, kemudian, perhatian terpilih menyederhanakan hidup kita.

Sebagaimana Tema 2 menunjukkan, perangkat kognitif kita terkesan dirancang dengan baik. Fitur seperti perhatian terpilih yang mungkin awalnya menampakkan kelemahan mungkin menjadi benar-benar bermanfaat. Mari kita mempertimbangkan tiga kategori dasar dari perhatian terpilih: (1) tugas pendengaran yang disebut dichotic listening, (2) tugas visual yang disebut efek Stroop, dan (3) pencarian visual.

Dichotic Listening. Apakah Anda pernah memegang telepon ke salah satu telinga, sementara telinga yang lain Anda menerima pesan dari radio terdekat? Jika demikian, Anda telah menciptakan situasi yang dikenal sebagai dichotic listening (diucapkan "die-kot-ick"). Di laboratorium, dichotic listening diteliti dengan meminta orang untuk mengenakan earphone; suatu pesan disampaikan ke telinga kiri dan sebuah pesan yang berbeda disampaikan ke telinga kanan. Secara khusus, para peserta penelitian diminta untuk membuat bayangan pesan pada satu telinga; yaitu, mereka mendengarkan pesan itu dan mengulanginya setelah pembicara. Jika pendengar membuat kesalahan dalam pengulangan, maka peneliti tahu bahwa pendengar tidak memberi perhatian terpilih terhadap pesan tersebut (Styles, 2005). Dalam penelitian klasik, orang sangat sedikit menghiraukan tentang yang tak-terperhatikan, pesan kedua (Cherry, 1953). Misalnya, orang bahkan tidak menyadari bahwa pesan kedua kadang-kadang beralih dari kata Inggris ke kata Jerman. Orang-orang menyadari, bagaimanapun, ketika suara dari pesan yang takterperhatikan berubah dari laki-laki menjadi perempuan.

Kapan orang menyadari maksud dari pesan yang tak-terperhatikan dalam situasi dichotic listening? Umumnya, kita hanya dapat memproses satu pesan pada suatu waktu (Cowan, 2005). Namun, orang cenderung untuk memproses pesan yang tak-terperhatikan ketika (1) kedua pesan disajikan perlahan, (2) tugas ini tidak menantang, dan (3) maksud dari pesan yang tak-terperhatikan berkaitan (misalnya, Cowan & Wood, 1997; Duncan, 1999; Harris & Pashler, 2004). Sebagai contoh, mereka dapat memproses pesan yang tak-terperhatikan jika berfokus pada sesuatu yang akan mereka melakukan di masa depan (Marsh et al., 2007). Selain itu, ketika orang melakukan tugas dichotic listening, terkadang mereka melihat ketika nama mereka disisipkan dalam pesan yang takterperhatikan (Clump, 2006; Moray, 1959; Wood & Cowan, 1995). Apakah Anda pernah menghadiri sebuah pertemuan sosial, ketika Anda dikelilingi oleh banyak percakapan secara bersamaan? Bahkan jika Anda memberi perhatian ke satu percakapan, mungkin Anda melihat jika nama Anda disebut dalam percakapan terdekat; fenomena ini terkadang disebut efek pesta koktail. Wood dan Cowan (1995), misalnya, menemukan bahwa 35% dari peserta melaporkan bahwa mereka telah mendengar nama mereka dalam pesan yang harusnya mereka diabaikan. Tetapi, mengapa para peserta mengabaikan nama mereka sendiri sekitar duapertiga dari waktu? Satu penjelasan yang mungkin mengapa orang tidak melaporkan ketika sering mendengar nama mereka adalah bahwa penelitian Wood dan Cowan dilakukan di laboratorium, sehingga mungkin penelitian ini tidak memiliki validitas ekologi yang tinggi (Baker, 1999). Kebanyakan pertemuan sosial lebih jauh kurang terstruktur, dan dengan mudah perhatian kita dapat mengembara ke percakapan menarik lainnya. Lebih lanjut, kapasitas memori kerja seseorang dapat membantu menjelaskan mengapa beberapa orang mendengar nama mereka, tetapi yang lain tidak. Seperti yang akan kita lihat di Bab 4, memori kerja adalah laporan singkat, memori instan untuk materi yang sedang kita proses. Conway dkk. (2001) menemukan bahwa siswa yang memiliki kapasitas memori-kerja yang tinggi melihat nama mereka hanya 20% dari waktu. Sebaliknya, siswa dengan kapasitas memori-kerja yang rendah melihat nama mereka 65% dari waktu dalam tugas

dichotic-listening. Rupanya, orang-orang dengan kapasitas yang relatif rendah mengalami kesulitan menghalangi informasi yang tidak relevan tentang nama mereka (Cowan, 2005). Dengan kata lain, mereka mudah terganggu dari tugas yang harusnya mereka selesaikan. Singkatnya, ketika perhatian pendengaran orang dibagi, mereka dapat melihat beberapa karakteristik dari pesan yang tak-terperhatikan seperti gender pembicara dan apakah nama mereka sendiri disebutkan.. Di sisi lain, dalam kondisi yang lebih menantang, mungkin mereka tidak menyadari apakah pesan yang tak-terperhatikan dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa asing.

Efek Stroop. Sejauh ini, kita telah menelaah perhatian terpilih pada tugastugas pendengaran. Dalam tugas ini, orang diinstruksikan untuk membuat bayangan pesan yang disajikan pada satu telinga dan mengabaikan pesan yang disajikan ke telinga yang lain. Para peneliti juga melakukan penelitian yang luas tentang perhatian visual terpilih (Cox et al., 2006). Demonstrasi 3.1 Efek Stroop Untuk demonstrasi ini, Anda akan membutuhkan sebuah jam tangan dengan jarum detik. Beralih ke Gambar Warna 3 pada sampul belakang. Pertama, ukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menamai warna di Bagian A. Tugas Anda adalah untuk mengatakan dengan lantang nama-nama warna tinta, mengabaikan arti dari kata-kata. Ukur jumlah waktu yang dibutuhkan melalui daftar ini sebanyak lima kali. (Jaga penghitungan jumlah pengulangan.) Catat waktunya. Sekarang Anda akan mencoba tugas kedua penamaan-warna. Ukur berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyebutkan warna dalam persegi panjang tempelan di Bagian B. Ukur jumlah waktu yang dibutuhkan melalui daftar ini sebanyak lima kali. (Sekali lagi, jaga penghitungan jumlah pengulangan.) Catat waktunya. Apakah efek Stroop bekerja pada Anda? Apakah waktu respon Anda serupa dengan yang diperoleh dalam penelitian asli Stroop itu?

10

Cobalah Demonstrasi 3.1, yang menggambarkan efek Stroop yang terkenal. Setelah membaca petunjuk ini, beralih ke Gambar Warna 3, pada sampul belakang. Perhatikan kata di sudut kiri atas Bagian A. Di sini, kata MERAH dicetak dengan tinta kuning. Mungkin Anda akan menemukan bahwa jauh lebih sulit untuk menamai warna tinta (KUNING) daripada menamai warna tinta di salah satu persegi panjang kuning di Bagian B. Efek Stroop ini dinamai James R. Stroop (1935), yang menciptakan tugas terkenal ini. Menurut efek Stroop, orang membutuhkan waktu yang lama untuk menamai warna tinta ketika warna digunakan dalam pencetakan kata yang tidak kongruen; sebaliknya, mereka dapat dengan cepat menamai warna tinta yang sama ketika muncul sebagai warna tempelan yang padat. Dalam sebuah penelitian yang khas tentang efek Stroop, orang mungkin membutuhkan sekitar 100 detik untuk menamai warna tinta dari 100 kata yang tidak kongruen dengan kata warna tertentu (misalnya, tinta biru digunakan dalam pencetakan kata KUNING). Sebaliknya, mereka hanya membutuhkan sekitar 60 detik untuk menamai warna tinta dari 100 tempelan berwarna (C NI. MacLeod, 2005). Perhatikan mengapa efek Stroop menunjukkan perhatian terpilih: Orang butuh waktu lama untuk menamai warna ketika mereka terganggu oleh fitur lain dari stimulus, yaitu, makna dari kata-kata itu sendiri (Styles, 2006). Semenjak penelitian asli, ratusan studi tambahan telah meneliti variasi efek Stroop. Sebagai contoh, Elliot dan Cowan (2001) menunjukkan bahwa latihan dapat meningkatkan perhatian terpilih seseorang, yang diukur dengan tugas Stroop. Lebih lanjut, psikolog klinis telah menciptakan teknik terkait yang disebut tugas Stroop emosional (C. MacLeod, 2005; MacLeod & MacLeod, 2005; CM MacLeod, 2005). Pada tugas Stroop emosional, orang diinstruksikan untuk menamai warna tinta kata-kata yang berhubungan dengan kemungkinan gangguan psikologis. Misalnya, seseorang yang tampaknya memiliki gangguan fobia, yang merupakan ketakutan berlebihan dari suatu objek tertentu. Seseorang yang takut dengan laba-laba akan diinstruksikan untuk menamai warna tinta kata-kata cetak yang seperti berbulu dan merayap. Orang dengan fobia tersebut secara signifikan lebih lambat pada kata-kata yang berhubungan dengan kecemasan ini

11

dibandingkan kata-kata yang terkontrol. Sebaliknya, orang tanpa fobia menunjukkan tidak ada perbedaan antara dua jenis kata tersebut (Williams et al., 1996). Hasil ini menunjukkan bahwa orang yang memiliki gangguan fobia sangat jeli pada kata-kata yang berhubungan dengan fobia mereka, dan mereka menunjukkan perhatian bias pada maksud dari stimuli ini. Akibatnya, mereka memberi perhatian yang relatif sedikit pada warna tinta kata-kata. Penelitian lain menunjukkan bahwa orang yang mengalami depresi membutuhkan waktu lama untuk melaporkan warna kata yang terkait dengan kesedihan dan keputusasaan. Selain itu, orang dengan gangguan makan membutuhkan waktu lama untuk melaporkan warna tinta kata-kata yang berhubungan dengan makanan atau berat badan (C. MacLeod, 2005). Lebih lanjut, uji Stroop dapat digunakan untuk menilai kecanduan terhadap alkohol dan rokok (Cox et al., 2006). Para peneliti telah meneliti berbagai penjelasan tentang efek Stroop. Beberapa berpendapat bahwa hal itu dapat dijelaskan dengan pendekatan pemrosesan terdistribusi paralel (PDP) (misalnya, Cohen et al., 1998; C.M. MacLeod, 2005). Berdasarkan penjelasan ini, tugas Stroop mengaktifkan dua jalur pada waktu yang sama. Satu jalur diaktifkan oleh tugas penamaan warna tinta, dan jalur lainnya diaktifkan oleh tugas membaca kata. Gangguan terjadi ketika dua jalur yang bersaing aktif pada waktu yang sama. Akibatnya, kinerja tugas menderita. Selain itu, orang dewasa memiliki lebih banyak latihan dalam membaca kata-kata daripada penamaan warna (TL Brown et al., 2002; Cox et al., 2006; Luck & Vecera, 2002). Proses yang lebih otomatis (membaca kata) mengganggu proses yang kurang otomatis (penamaan warna tinta). Akibatnya, kita secara otomatis dan tanpa sadar membaca kata-kata yang dicetak dalam Bagian A dari Gambar Warna 3. Tepatnya, sangat sulit untuk mencegah diri dari membaca kata-kata bahkan jika kita mau! Sebagai contoh, sekarang, berhenti membaca paragraf ini! Apakah Anda sukses? Mari kita tinjau apa yang telah kita bahas sejauh ini dalam bagian ini tentang perhatian terpilih. Berdasarkan penelitian tentang dichotic listening, biasanya orang mengalami kesulitan mengambil banyak informasi tentang pesan

12

auditori yang diinstruksikan pada mereka untuk diabaikan. Penelitian tentang efek Stroop menunjukkan bahwa orang mengalami kesulitan menamai warna stimulus ketika kata-kata dari stimulus digunakan untuk mengeja nama warna yang berbeda. Karena kita membaca kata-kata cukup otomatis, sulit untuk memperhatikan bagian yang kurang otomatis dari pesan pada tugas Stroop. Mari kita sekarang pertimbangkan pencarian visual, jenis ketiga dari tugas perhatianterpilih.

Pencarian Visual. Mungkin Anda pernah melakukan beberapa pencarian visual dalam satu jam terakhir, mungkin sebuah notebook, sweater, atau sebuah pena berwarna kuning. Dalam beberapa kasus, hidup kita mungkin tergantung pada pencarian visual yang akurat. Sebagai contoh, petugas keamanan bandara menggeledah bagasi wisatawan untuk kemungkinan adanya senjata, dan ahli radiologi menyelidiki mamogram untuk mendeteksi tumor yang dapat mengindikasikan kanker payudara (Wolfe et al., 2005). Para peneliti telah mengidentifikasi jumlah mengesankan dari variabel yang mempengaruhi pencarian visual. Sebagai contoh, Jeremy Wolfe dan rekanrekannya (2005) menemukan bahwa orang jauh lebih akurat dalam mengidentifikasi target jika ianya sering muncul. Jika target muncul di latar belakang visual yang kompleks pada 50% dari percobaan, peserta tidak mengenai target 7% dari waktu tersebut. Ketika target yang sama muncul dalam latar belakang kompleks yang sama pada hanya 1% dari pencobaan, peserta tidak mengenai target 30% dari waktu tersebut. Mari kita selidiki dua variabel stimulus lebih terinci: (1) apakah kita sedang mencari fitur tunggal yang terisolasi atau seperangkat fitur gabungan; dan (2) apakah kita sedang mencari target dengan fitur tertentu yang ada atau target dengan fitur yang tidak ada. Seperti yang akan Anda lihat, dua peneliti Anne Treisman dan Jeremy 'Wolfe telah sangat aktif dalam mempelajari pencarian visual. Sebelum Anda membaca lebih lanjut, bagaimanapun, cobalah Demonstrasi 3.2.

13

Demonstrasi 3.2 Efek lsolated-Feature/Combined-Feature Setelah membaca paragraph ini, beralih ke Gambar Warna 4 pada sampul belakang. Pertama, lihat dua bentuk yang ditandai Bagian A. Dalam setiap kasus, carilah X berwarna biru. Perhatikan apakah Anda memerlukan jumlah waktu yang kira-kira sama pada dua tugas ini. Setelah mencoba Bagian A, kembali ke halaman ini dan baca instruksi tambahan. Instruksi tambahan: Untuk bagian kedua dari demonstrasi ini, kembali ke Bagian B pada sampul belakang. Carilah X biru di masing-masing dua bentuk dalam Bagian B. Perhatikan apakah Anda memerlukan jumlah waktu yang sama pada dua tugas ini atau apakah salah satunya memerlukan waktu sedikit lebih lama.

1. Efek isolated-feature/combined-feature. Demonstrasi 3.2 didasarkan pada penelitian klasik oleh Treisman dan Gelade (1980). Berdasarkan penelitian mereka, jika target berbeda dari item yang tidak relevan di layar sehubungan dengan fitur sederhana seperti warna, pengamat dengan cepat bisa mendeteksi target. Nyatanya, mereka dapat mendeteksi target ini sama cepatnya ketika itu disajikan dalam suatu deretan dari 24 item dengan ketika itu disajikan dalam suatu deretan dari hanya 3 item (Geng & Behrmann, 2003; Styles, 2006; Treisman, 1993; Treisman & Gelade, 1980). Jika Anda mencoba Bagian A dari Demonstrasi 3.2, mungkin Anda menemukan bahwa X biru tampak "mencolok", apakah tampilan berisi 2 atau 23 item yang tidak relevan. Sebaliknya, Bagian B dari Demonstrasi 3.2 mengharuskan Anda untuk mencari target yang merupakan perpaduan (atau hubungan) dari dua sifat. Ketika Anda mencari X biru di antara X merah, O merah, dan O biru, Anda mungkin menemukan bahwa Anda harus memperhatikan satu obyek pada suatu waktu, dengan menggunakan rangkaian pengolahan. Anda terganggu oleh rangsangan yang menyerupai target karena mereka juga berwarna biru atau berbentuk X (Serences et al., 2005). Tugas kedua ini lebih rumit, dan waktu yang dibutuhkan untuk menemukan target meningkat secara dramatis sebagaimana meningkatnya jumlah pengalih (Wolfe, 2000, 2001). Akibatnya, Gambar B2 butuh memakan

14

waktu pencarian lebih lama dibanding yang dibutuhkan oleh Gambar B1. Sekarang coba Demonstrasi 3.3 sebelum Anda membaca lebih lanjut. Demonstrasi 3.3 Mencari Fitur yang Ada atau Tidak Ada Pada Bagian A, carilah lingkaran dengan sebuah garis. Kemudian, pada Bagian B, carilah sebuah lingkaran tanpa garis.
A B

2. Efek feature-present/feature-absent. Tema 3 buku ini menyatakan bahwa proses kognitif kita menangani informasi positif lebih baik daripada informasi negatif. Kembali ke Demonstrasi 1.3 pada halaman 24 untuk mengingatkan diri Anda tentang tema ini. Penelitian Treisman dan Souther (1985) menyediakan dukungan tambahan untuk tema tersebut, seperti yang dapat Anda lihat dari Demonstrasi 3.3. Perhatikan dalam Bagian A dari demonstrasi ini bahwa lingkaran dengan sebuah garis tampaknya "mencolok" dari tampilan. Pencarian ini sangat cepat ketika kita mencari fitur tertentu yang ada. Treisman dan Souther (1985) menemukan bahwa orang melakukan pencarian cepat untuk fitur yang ada (seperti lingkaran dengan garis dalam Bagian A), apakah tampilan mengandung nol obyek yang tidak relevan atau banyak obyek yang tidak relevan. Ketika orang sedang mencari fitur yang ada, target obyek dalam tampilan biasanya menangkap perhatian mereka secara otomatis (Franconeri et al., 2005; Wolfe, 2000, 2001). Nyatanya, efek "mencolok" ini otomatis, dan peneliti menekankan bahwa mencari lokasi target secara ketat adalah proses bottom-up (Boot et al., 2005).

15

Sebaliknya, perhatikan apa yang terjadi ketika Anda sedang mencari fitur yang tidak ada (seperti lingkaran tanpa garis dalam Bagian B). Treisman dan Souther (1985) menemukan bahwa waktu pencarian meningkat secara dramatis karena jumlah obyek yang tidak relevan meningkat. Orang-orang yang mencari fitur yang tidak ada harus menggunakan perhatian terfokus, menekankan baik proses bottom-up maupun proses top-down. Tugas ini secara substansial lebih menantang, sebagaimana Wolfe (1998, 2000, 2001) juga menemukan dalam penelitiannya yang luas tentang efek feature-present/feature-absent. Contoh lain dari efek feature-present/feature-absent ditemukan oleh Royden dan rekan-rekannya (2001). Berdasarkan penelitian mereka, orang dengan cepat dapat menemukan satu target yang bergerak ketika ia muncul dalam kelompok pengalih yang tidak bergerak. Sebaliknya, mereka membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan satu target yang tidak bergerak ketika ianya muncul dalam kelompok pengalih yang bergerak. Dengan kata lain, lebih mudah untuk menemukan obyek yang ada-pergerakan daripada obyek tidak ada-pergerakan. Sebagaimana yang telah kita lihat dalam pembahasan tentang pencarian visual, kita lebih cepat mencari fitur yang terisolasi, berlawanan dengan gabungan dua fitur. Selanjutnya, kita lebih cepat mencari fitur yang ada (berlawanan dengan fitur yang tidak ada.

PENDALAMAN Gerakan Mata Saccadic Dalam bagian pertama dari Bab 3, kita mulai dengan meninjau perhatian terbagi, di mana kita memperhatikan dua atau lebih pesan secara bersamaan. Kemudian kita membahas tiga jenis perhatian terpilih: (a) dichotic listening, (b) efek Stroop, dan (c) pencarian visual. Sekarang mari kita tinjau jenis ketiga dari tugas perhatian yang Anda lakukan sekarang. Anda sedang menggerakkan maju mata Anda sehingga Anda dapat membaca kata-kata berikutnya pada halaman ini. Gerakan mata kita menyediakan informasi penting tentang cara pikiran kita bekerja ketika kita melakukan sejumlah tugas kognitif sehari-hari (Engbert et

16

al., 2005; Radach et al., 2004b; Yang & McConkie, 2004). Sebagai contoh, para peneliti telah mempelajari bagaimana mata kita bergerak saat kita melihat sebuah adegan (misalnya, Findlay & Gilchrist, 2001; Henderson & Ferreira, 2004b; Irwin & Zelinsky, 2002) dan ketika kita mengemudi (Fisher & Pollatsek, 2007; Recarte & Nunes, 2000). Para peneliti juga menemukan bahwa mata kita bergerak saat kita berbicara (Griffin, 2004; Meyer, 2004). Namun, bagian pendalaman ini memfokuskan pada gerakan mata selama membaca. Kita telah meninjau salah satu proses perseptual yang merupakan pusat membaca. Dalam Bab 2, pada pengenalan obyek (hlm. 39-41), kita meninjau bagaimana orang mengenali huruf alfabet. Pada bagian itu, kita juga membahas bagaimana konteks memfasilitasi pengenalan dari kedua-dua huruf dan kata. Gerakan mata adalah proses perseptual kedua yang merupakan pusat membaca. Untuk sesaat, perhatikan cara mata Anda bergerak saat Anda membaca paragraf ini. Mata Anda benar-benar membuat serangkaian lompatan kecil saat bergerak melintasi halaman. Gerakan mata yang sangat cepat dari satu titik ke titik berikutnya ini dikenal sebagai saccadic (diucapkan "suh-cod-dik") gerakan mata. Tujuan dari gerakan mata saccadic adalah untuk membawa pusat retina ke posisi sekitar kata-kata yang ingin Anda baca. Suatu bagian yang sangat kecil di tengah retina, yang dikenal dengan fovea, memiliki ketajaman yang lebih baik dibanding bagian retina lainnya. Oleh karena itu, gerakan saccadic sangat penting untuk memindahkan mata sehingga kata-kata baru dapat terdaftar pada fovea (Irwin, 2003, 2004; Starr & Inhoff, 2004). Gerakan mata saccadic adalah contoh lain dari Tema 1 (proses kognitif aktif); kita mencari informasi baru secara aktif, termasuk materi yang akan kita baca (Findlay & Gilchrist, 2001; Radach & Kennedy, 2004). Ketika Anda membaca, tiap saccade menggerakkan mata Anda maju sekitar 7 sampai 9 huruf. Para peneliti telah memperkirakan bahwa orang membuat antara 150.000 dan 200.000 gerakan saccadic setiap hari (Irwin, 2003; Rayner & Johnson, 2005). Kita tidak memproses banyak informasi visual ketika mata bergerak (Irwin, 2003; Radach & Kennedy, 2004). Akan tetapi, fiksasi terjadi selama periode antara gerakan-gerakan saccadic ini. Selama tiap fiksasi, sistem visual Anda mengalami jeda selama sekitar 50 sampai 500 mili detik untuk

17

memperoleh informasi yang berguna dalam membaca (Rayner et al., 2006; Wright & Ward, 2008). Kebetulan, mungkin Anda berpikir bahwa Anda memiliki pandangan lancar yang berkelanjutan dari materi yang Anda olah, meskipun mata Anda sebenarnya bergantian antara melompat dan mengalami jeda (Rayner & Liversedge, 2004; Reichle & Laurent, 2006). Rentang persepsi merujuk pada jumlah huruf dan spasi yang kita indera selama suatu fiksasi (Rayner, 1998; Rayner & Liversedge, 2004). peneliti telah menemukan perbedaan individu yang besar dalam ukuran rentang persepsi (Irwin, 2004). Ketika Anda membaca bahasa Inggris, rentang persepsi ini biasanya mencakup huruf-huruf yang terletak sekitar 4 posisi di sebelah kiri huruf yang sedang Anda lihat, dan huruf-huruf sekitar 15 posisi di sebelah kanan pusat kata. Perhatikan bahwa rentang persepsi pasti terlihat berat sebelah. Setelah semuanya, ketika kita membaca bahasa Inggris, kita mencari isyarat bacaan dalam teks yang terletak di sebelah kanan, dan isyarat ini menyediakan beberapa informasi umum (Findlay & Gilchrist, 2001; Findlay & Walker, 1999; Starr & Inhoff, 2004). Misalnya, materi di ujung sebelah kanan dari rentang persepsi berguna untuk menemukan spasi putih di antara kata-kata, yang menyediakan informasi tentang panjang kata. Namun, biasanya kita tidak bisa benar-benar mengidentifikasi kata yang terletak lebih dari 8 spasi di sebelah kanan titik fiksasi (Rayner, 1998). Penelitian lain telah membuktikan bahwa gerakan mata saccadic menunjukkan beberapa pola yang dapat diprediksi. Misalnya, ketika mata melompat ke depan dalam gerakan saccadic, ianya jarang bergerak ke ruang kosong di antara kalimat atau di antara kata-kata. Mata biasanya melompat melewati kata-kata pendek, kata-kata yang sering muncul dalam sebuah bahasa, dan kata-kata yang sangat diprediksi dalam sebuah kalimat (Drieghe et al., 2004; Kliegl et al., 2004; White & Liversedge, 2004). Sebaliknya, ukuran gerakan saccadic kecil jika kata berikutnya dalam sebuah kalimat adalah salah pengejaan atau jika kata itu tidak lazim (Pynte et al., 2004; Rayner et al., 2004; White & Liversedge, 2004). Semua strategi ini masuk akal, karena gerakan saccadic yang besar tidak akan bijaksana jika materi yang membingungkan atau menantang. Pembaca yang baik berbeda dari pembaca yang buruk sehubungan dengan gerakan mata saccadic mereka. Gambar 3.1 menunjukkan bagaimana dua

18

pembaca itu mungkin berbeda. Pembaca yang baik membuat lompatan lebih besar dan juga kecil kemungkinan untuk membuat regresi, dengan bergerak mundur ke materi sebelumnya dalam kalimat tersebut. Orang sering membuat regresi ketika mereka menyadari bahwa mereka belum mengerti frase yang mereka baca (White & Liversedge, 2004). Selanjutnya, pembaca yang baik berhenti untuk waktu yang lebih pendek sebelum membuat gerakan saccadic berikutnya. (Gambar 3.1 tidak menunjukkan jeda ini.) Seorang pembaca yang baik mungkin mengalami jeda selama 1/5 detik setiap kali, sedangkan pembaca yang jelek mungkin mengalami jeda selama 1/2 detik (Liversedge & Findlay, 2000; Rayner, 1998). Dengan demikian, pembaca yang baik dan jelek berbeda sehubungan dengan ukuran gerakan saccadic, jumlah regresi, dan durasi jeda fiksasi.

GAMBAR 3.1 Pola Gerakan Mata dan Fiksasi untuk Pembaca yang Baik (bilangan atas) dan Pembaca yang Jelek (bilangan bawah).

Jangan pernah ragu bahwa sekelompok kecil warga negara berkomitmen yang bijaksana dapat mengubah dunia.

Gerakan saccadic kita juga sensitif terhadap aspek tematik dari materi yang kita baca (Deubel et al., 2000; Liversedge & Findlay, 2000). Kita akan membahas aspek-aspek yang tidak sederhana dari membaca dengan lebih rinci dalam Bab 9. Bagaimanapun, jika kita membaca paragraf dengan akhir yang mengejutkan, kita membuat sejumlah besar gerakan regresi seperti ketika kita membaca bagian yang membingungkan (Underwood & Batt, 1996). Singkatnya, penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor kognitif memiliki pengaruh penting pada pola dan kecepatan gerakan mata saccadic kita (McDonald & Shillcock, 2003; Reichle et al., 1998). Gerakan mata saccadic jelas membantu kita menjadi pembaca fleksibel yang lebih aktif (Findlay & Gilchrist, 2001).

19

Bagian Ringkasan: Tiga Jenis Proses Perhatian 1. Perhatian adalah konsentrasi aktivitas mental, dan ianya memungkinkan proses kognitif kita untuk memasukkan bagian terbatas dari lingkungan kita dan ingatan kita. 2. Jenis pertama dari proses perhatian yang dibahas dalam bab ini adalah perhatian terbagi. Penelitian tentang perhatian terbagi menunjukkan bahwa kinerja sering menderita ketika orang harus mengikuti beberapa rangsangan secara bersamaan. Sebagai contoh, kita tidak dapat berbicara di hands-free ponsel dan mengemudi dengan hati-hati pada waktu yang sama. Namun, dengan praktik yang luas, kinerja orang pada beberapa tugas perhatian-terbagi dapat ditingkatkan. 3. Jenis kedua proses perhatian adalah perhatian terpilih, dan bab ini meninjau tiga contoh yang berbeda dari perhatian terpilih. a. Contoh pertama dari perhatian terpilih adalah teknik mendengarkan dichotic, yang menunjukkan bahwa biasanya kita sedikit

menghiraukan tentang pesan yang tidak relevan. Kadang-kadang, bagaimanapun, kita dapat mendeteksi jenis kelamin pembicara, nama kita sendiri, atau beberapa aspek bermakna dari pesan yang tidak relevan. b. Contoh kedua dari tugas perhatian-terpilih adalah efek Stroop. Sebuah varian yang disebut "tugas Stroop emosional" menunjukkan bahwa orang dengan gangguan tertentu mengalami kesulitan mengidentifikasi warna tinta kata-kata yang relevan dengan gangguan mereka, misalnya, orang dengan gangguan makan mengambil waktu lebih lama daripada orang lain untuk melaporkan warna tinta kata-kata yang berhubungan dengan makanan. c. Contoh ketiga dari temuan perhatian-terpilih adalah pencarian visual. Sebagai contoh, kita dapat menemukan target lebih cepat jika ia sering muncul, jika ia berbeda dari obyek yang tidak relevan hanya pada satu dimensi (misalnya, warna), dan jika fitur tertentu dari stimulus (misalnya, garis) ada dibanding tidak ada.

20

4. Jenis terakhir dari proses perhatian adalah gerakan mata saccadic, yang dibuat sistem penglihatan kita selama membaca. Pola gerakan-saccadic tergantung pada faktor-faktor seperti prediktabilitas dari teks, perbedaan individu dalam keterampilan membaca, dan arti yang lebih umum dari teks tersebut.

PENJELASAN TENTANG PERHATIAN

Sejauh ini, bab ini telah menelaah tiga proses perhatian yang membantu kita mengatur seberapa banyak informasi yang kita ambil dari lingkungan visual dan auditori kita. Secara khusus, kita mengalami kesulitan memperhatikan dua atau lebih pesan pada satu waktu (perhatian terbagi). Selain itu, ketika kita memperhatikan satu pesan, kita mengalami kesulitan melihat informasi tentang pesan yang tidak relevan (perhatian terpilih). Selanjutnya, gerakan mata saccadic kita mengatur cara mata kita bergerak untuk memperoleh informasi. Para peneliti telah mencoba untuk menjabarkan komponen-komponen perhatian dengan melakukan studi neurosains dan dengan meriptakan teori-teori untuk menjelaskan karakteristik perhatian.

Penelitian Neurosains tentang Perhatian Selama dekade terakhir, para peneliti telah mengembangkan berbagai teknik canggih untuk meneliti dasar biologis dari perilaku, kita memperkenalkan banyak pendekatan ini dalam Bab 1. Penelitian yang menggunakan teknik ini telah mengidentifikasi jaringan area seluruh otak yang melaksanakan berbagai tugas-tugas perhatian (Farah, 2000a; Posner & Rothbart, 2007b). Beberapa bagian otak bertanggung jawab terhadap perhatian, termasuk beberapa struktur yang berada di bawah permukaan korteks serebral (Just et al., 2001; Posner & Rothbart, 2007b). Sebagai contoh, beberapa struktur otak di bawah korteks Anda sendiri sekarang mengkoordinasikan tindakan mereka sehingga mata Anda dapat melompat ke depan dalam gerakan saccadic sampai Anda mencapai akhir kalimat ini (Schall, 2004). Dalam diskusi ini,

21

bagaimanapun, kita akan fokus pada struktur dalam korteks serebral, seperti yang ditunjukkan pada Gambar 3.2. Luangkan waktu sejenak untuk membandingkan Gambar 3.2 dengan Gambar 2.1 (hlm 35), yang menunjukkan bagian korteks yang paling relevan dalam pengenalan obyek.

GAMBAR 3.2 Sebuah Gambaran Skema Korteks Serebral, Dilihat dari Sisi Kiri, Menampilkan Empat Lobus Otak dan Daerah yang Paling Penting pada Tugas Perhatian.

Michael Posner dan Mary Rothbart (2007a, 2007b) mengusulkan bahwa tiga sistem dalam korteks mengelola aspek yang berbeda dari perhatian: (1) jaringan perhatian berorientasi, (2) jaringan perhatian eksekutif, dan (3) jaringan perhatian pengingat. Sistem ketiga, jaringan perhatian pengingat, bertanggung jawab untuk membuat Anda sensitif dan waspada terhadap stimulus baru, ia juga membantu membuat Anda waspada dan siaga untuk jangka waktu yang lama (Posner & Rothbart, 2007a, 2007b). Karena bab ini belum meneliti komponen pengingat dari perhatian, kita akan berfokus pada dua sistem lain, jaringan perhatian berorientasi dan jaringan perhatian eksekutif.

Jaringan Perhatian Berorientasi. Bayangkan bahwa Anda sedang mencari lensa kontak yang hilang di sekitar area wastafel kamar mandi. Ketika

22

Anda memilih informasi dari input sensorik, jaringan perhatian berorientasi Anda diaktifkan. Jaringan perhatian berorientasi bertanggung jawab untuk jenis perhatian yang memerlukan untuk pencarian visual, di mana Anda harus mengedarkan perhatian Anda di sekitar berbagai lokasi ruangan (Chun & Wolfe, 2001; Luck & Vecera, 2002; Posner & Rothbart, 2007b). Menurut Posner dan Rothbart (2007a), jaringan berorientasi berkembang selama tahun pertama kehidupan. Gambar 3.2 menunjukkan bahwa dua komponen penting dari jaringan perhatian berorientasi terletak di lobus parietal dari korteks. Bagaimana peneliti mengidentifikasi korteks parietalis sebagai bagian otak yang digunakan dalam tugas-tugas perhatian yang terkait dengan pencarian visual? Beberapa dekade lalu, satu-satunya petunjuk untuk organisasi otak ini disediakan oleh orang dengan lesi otak (Posner, 2004). Lesi otak merujuk pada kerusakan otak tertentu yang disebabkan oleh stroke, kecelakaan, atau trauma lainnya. Orang yang memiliki kerusakan otak pada bagian parietal dari belahan kanan otak mengalami kesulitan melihat stimulus visual yang muncul di sisi kiri bidang visual mereka. Sebaliknya, orang dengan kerusakan di bagian parietal kiri mengalami kesulitan melihat stimulus visual pada sisi kanan (Luck & Vecera, 2002; Posner & DiGirolamo, 2000a; Styles, 2005). Lesi menghasilkan kekurangan yang tidak biasa. Misalnya, seorang wanita dengan lesi di daerah parietal kiri mungkin mengalami kesulitan melihat makanan di sisi kanan piringnya. Dia mungkin hanya makan makanan di sisi kiri piringnya, dan ia bahkan mungkin mengeluh bahwa dia tidak menerima cukup makanan (Farah, 2000a; Humphreys & Riddoch, 2001). Herannya, bagaimanapun, ia mungkin tampak tidak menyadari kekurangannya. Bagian A dari Gambar 3.3 menunjukkan bentuk sederhana sebuah jam yang ditampilkan pada seorang pria dengan lesi di lobus parietal kanan. Dia diminta untuk menyalin sketsa ini, dan Bagian B menunjukkan bentuk yang ia gambar. Perhatikan bahwa bagian kiri gambar hampir sepenuhnya hilang. Gambar menunjukkan bahwa orang ini mengalami pengabaian sepihak, yang didefinisikan sebagai kekurangan spasial untuk satu setengah dari bidang visual. Banyak penelitian terbaru tentang jaringan perhatian berorientasi yang menggunakan positron emission tomography (PET scan), di mana para peneliti

23

mengukur aliran darah di otak dengan menyuntikkan bahan kimia radioaktif pada peserta sebelum dia melakukan tugas kognitif. Sebagaimana yang dibahas dalam Bab 1, bahan kimia ini berjalan melalui darah ke bagian otak yang aktif selama tugas kognitif. Sebuah kamera khusus membuat gambar dari akumulasi bahan kimia. Berdasarkan penelitian PET-scan, korteks parietal menunjukkan aliran darah meningkat ketika orang melakukan pencarian visual dan memperhatikan lokasi spasial (misalnya, Palmer, 1999; Posner & Rothbart, 2007b).

GAMBAR 3.3 Bentuk Asli (A) Disajikan pada Seorang Pria dengan Lesi di Lobus Parietal Kanan, dan Bentuk yang Ia Gambar (B).

Jaringan Perhatian Eksekutif. Tugas Stroop yang Anda coba di Demonstrasi 3.1 terutama bergantung pada jaringan perhatian eksekutif Anda. Jaringan perhatian eksekutif menangani jenis perhatian yang kita gunakan ketika tugas fitur bertentangan (Posner & Rothbart, 2007a, 2007b). Pada tugas Stroop, misalnya, Anda perlu untuk menghambat respons otomatis Anda dari membaca kata, untuk menamai warna tinta (Fan et al., 2002). Jaringan perhatian eksekutif bertanggung jawab untuk menghambat respons otomatis Anda terhadap rangsangan (Stuss et al., 2002). Seperti yang dapat Anda lihat pada Gambar 3.2, bagian prefrontal dari korteks adalah wilayah otak Anda di mana jaringan perhatian eksekutif sangat aktif.

24

Jaringan perhatian eksekutif juga bekerja ketika orang diminta untuk mendengarkan daftar kata benda dan mengungkapkan kegunaan dari setiap kata, seperti mendengarkan kata jarum dan menanggapi "menjahit" (Posner & DiGirolamo, 2000a). Selanjutnya, jaringan perhatian eksekutif aktif untuk kontrol top-down dari perhatian (Farah, 2000a). Jaringan perhatian eksekutif mulai berkembang pada usia kira-kira 2 tahun, lebih lambat dari jaringan perhatian berorientasi (Posner & Rothbart, 2007a). Posner dan Rothbart (2007b) berpendapat bahwa jaringan perhatian eksekutif sangat penting ketika Anda memperoleh keterampilan akademis di sekolah, misalnya, ketika Anda belajar membaca. Perhatian eksekutif juga membantu Anda mempelajari ide-ide baru (Posner & Rothbart, 2007a). Sebagai contoh, ketika Anda membaca bagian ini, jaringan perhatian eksekutif Anda telah secara aktif menyerap informasi baru dan idealnya membandingkan jaringan ini dengan jaringan perhatian berorientasi. Proses membaca dan memahami buku teks tingkat-perguruan tinggi adalah sebuah tantangan. Tidak mengherankan, lokasi jaringan perhatian eksekutif tumpang tindih dengan wilayah otak Anda yang berhubungan dengan kecerdasan umum (Duncan et al., 2000; Posner & Rothbart, 2007b). Singkatnya, PET scan dan teknik neurosains lainnya telah

mengidentifikasi satu wilayah otak yang aktif ketika kita sedang mencari obyek (jaringan perhatian berorientasi). Teknik ini juga menunjukkan bahwa bagian otak yang berbeda aktif ketika kita harus menghambat respon otomatis dan menghasilkan respon yang kurang jelas (jaringan perhatian eksekutif), jaringan kedua ini juga aktif dalam pembelajaran akademik.

Teori Perhatian Pertama-tama, mari kita meringkas pendekatan tentang perhatian yang diusulkan beberapa dekade lalu, ketika psikologi kognitif dalam masa pertumbuhannya. Kemudian kita akan membahas teori fitur-integrasi Anne Treisman, yang mungkin merupakan penjelasan kontemporer paling berpengaruh tentang perhatian (Styles, 2005).

25

Teori Awal Perhatian. Pendekatan pertama perhatian menekankan bahwa orang sangat terbatas dalam jumlah informasi yang dapat mereka proses pada waktu tertentu. Sebuah kiasan yang umum dalam teori ini adalah konsep hambatan (leher botol). Kiasan ini sangat menarik karena sesuai dengan introspeksi kita tentang perhatian. Leher botol yang sempit membatasi aliran masuk atau keluar dari botol. Teori hambatan (Teori Bottleneck) mengusulkan jalan sempit yang serupa dalam pengolahan informasi manusia. Dengan kata lain, hambatan ini membatasi kuantitas informasi yang dapat kita perhatikan. Jadi, ketika satu pesan saat ini mengalir melalui leher botol, pesan lainnya harus ditinggalkan. Peneliti mengusulkan banyak variasi dari teori hambatan (misalnya, Broadbent, 1958; Treisman, 1964). Lebih lanjut, beberapa aspek dari teori awal ini masih terus bertahan dalam penelitian kontemporer. Sebagai contoh, Lachter dan rekanrekannya (2004) menmbenarkan pengamatan Broadbent (1958) bahwa orang tidak dapat mengidentifikasi stimulus visual kecuali mereka benar-benar memberi perhatian padanya. Bagaimanapun, mungkin Anda mengingat pembahasan teori pengenalan obyek (Bab 2) bahwa peneliti menolak teori template karena ianya tidak cukup fleksibel. Demikian pula, para peneliti menolak teori hambatan karena teori tersebut meremehkan fleksibilitas perhatian manusia (Luck & Vecera, 2002; Pashler & Johnston, 1998; Tsang, 2007). Seperti yang ditunjukkan Bab 1, tidak ada perumpamaan yang didasarkan pada mesin sederhana atau struktur sederhana dapat berhasil menjelaskan kecanggihan proses kognitif manusia. Sebuah hambatan adalah terlalu jauh sederhana (Schneider & Shiffrin, 1977; Shiffrin & Schneider, 1977).. Sebagai contoh, penelitian neurosains saat ini menunjukkan bahwa informasi tidak hanya hilang di satu fase dari proses perhatian, seperti yang diusulkan teori hambatan. Sebaliknya, informasi hilang di keseluruhan banyak fase perhatian, dari awal hingga akhir pemrosesan (Kanwisher et al., 2001; Posner & DiGirolamo, 2000a). Sebagaimana yang disimpulkan Luck dan Vecera (2002),

26

Istilah perhatian berlaku untuk banyak proses terpisah, masing-masing yang bekerja dalam subsistem kognitif yang berbeda dan dengan cara yang mencerminkan ... struktur dan pengolahan yang menuntut subsistem kognitif (hlm. 261).

Teori Fitur-Integrasi. Anne Treisman telah mengembangkan sebuah teori yang rumit tentang perhatian dan pengolahan perceptual.Teori aslinya, diusulkan pada tahun 1980, dengan elegan sederhana (Treisman & Gelade, 1980). Seperti yang mungkin Anda bayangkan, versi saat ini lebih kompleks. Mari kita tinjau (1) elemen dasar dari teori fitur-integrasi, (2) penelitian tentang teori, dan (3) status teori saat ini.

1. Elemen dasar: Menurut teori fitur-integrasi Treisman, terkadang kita melihat sebuah adegan menggunakan perhatian terdistribusi, * (*Dalam beberapa penelitiannya, Treisman menggunakan ungkapan "perhatian terbagi,"

dibandingkan "perhatian terdistribusi". Namun, saya akan menggunakan "perhatian terdistribusi" dalam buku ini, untuk menghindarkan kebingungan tentang konsep ini dengan penelitian pada perhatian terbagi yang dibahas pada halaman 68-69) dengan semua bagian dari adegan diproses pada waktu yang sama; pada kesempatan lain, kita menggunakan perhatian terfokus, dengan masing-masing obyek dalam adegan diproses sekaligus pada waktu yang sama. Selanjutnya, bentuk perhatian terdistribusi dan perhatian terfokus berkelanjutan, sehingga Anda sering menggunakan jenis perhatian yang merupakan sesuatu di antara dua ujung tersebut. Mari kita telaah kedua jenis pengolahan secara lebih detail sebelum meninjau komponen lain dari teori Treisman itu (Treisman & Gelade, 1980; Treisman, 1993). Salah satu jenis pengolahan menggunakan perhatian terdistribusi. Perhatian terdistribusi memungkinkan Anda untuk mencatat fitur secara otomatis; Anda menggunakan pengolahan paralel di lapangan, mencatat semua fitur secara bersamaan. Perhatian terdistribusi adalah jenis pengolahan yang relatif tingkat-rendah. Tepatnya, jenis pengolahan ini begitu mudah sehingga bahkan Anda tidak menyadari bahwa Anda menggunakannya.

27

Jenis pengolahan kedua dalam teori Triesman disebut perhatian terfokus. Perhatian terfokus memerlukan serangkaian pengolahan, dan Anda

mengidentifikasi satu objek pada suatu waktu. Jenis pengolahan yang lebih sulit ini diperlukan saat obyek lebih kompleks. Perhatian terfokus mengidentifikasi sembarang fitur yang merupakan milik bersama misalnya, sembaeang bentuk yang sejalan dengan sembarang warna.

2. Penelitian tentang teori ini: Treisman dan Gelade (1980) meneliti perhatian terdistribusi dan perhatian terfokus dengan mempelajari dua situasi stimulus yang berbeda. Satu situasi menggunakan fitur terisolasi (dan karena itu digunakan perhatian terdistribusi). Sebaliknya, situasi lain menggunakan kombinasi fitur (dan karena itu digunakan perhatian terfokus). Pertama-tama mari kita tinjau rincian penelitian pada perhatian terdistribusi. Menurut Treisman dan Gelade, jika Anda memproses fitur terisolasi dalam perhatian terdistribusi, maka Anda harus dapat menemukan target dengan cepat di antara obyek tetangganya yang tidak relevan. Target harusnya tampak "mencolok" dari tampilan secara otomatis, tidak peduli berapa banyak obyek di dalam tampilan. Untuk menguji hipotesis mereka tentang perhatian terdistribusi, Treisman dan Gelade melakukan serangkaian studi. Anda sudah mencoba Demonstrasi 3.2 (hlm. 73), yang menggambarkan bagian dari studi mereka. Ingat hasil demonstrasi tersebut: Jika target berbeda dari semua obyek yang tidak relevan dalam tampilan sehubungan dengan salah satu fitur sederhana seperti warna, Anda bisa dengan cepat mendeteksi target ini. Nyatanya, Anda hanya bisa mendeteksi itu secepat ketika ia muncul dalam suatu susunan dari 23 obyek dibanding ketika ia muncul dalam susunan dari hanya 3 obyek (Treisman, 1986; Treisman & Gelade, 1980). Perhatian terdistribusi dapat dicapai dengan mode paralel dan relatif secara otomatis; target itu tampak bermunculan dalam Demonstrasi 3.2A. Sebaliknya, tinjau rincian penelitian tentang perhatian terfokus. Demonstrasi 3.2B mengharuskan Anda mencari target sebuah objek yaitu, konjungsi (atau kombinasi) dari property. Ketika Anda mencari X biru yang terkubur di antara X merah, 0 merah, dan 0 biru, Anda perlu menggunakan

28

perhatian terfokus. Dengan kata lain, Anda dipaksa untuk memusatkan perhatian Anda pada satu obyek pada suatu waktu, menggunakan serangkaian pengolahan. Anda mencari pada tingkat objek, bukan pada tingkat fitur. Tugas ini lebih kompleks. Treisman dan Gelade (1980) serta peneliti saat ini telah menemukan bahwa orang membutuhkan lebih banyak waktu untuk menemukan target ketika ada sejumlah besar pengalih (Parasuraman & Greenwood, 2007). Sebelumnya dalam bab ini, kita membahas komponen penting lainnya dari teori fitur-integrasi, sehubungan dengan Demonstrasi 3.3. Seperti yang Anda pelajari, efek feature-present/feature-absent memberitahu kita bahwa orang jauh lebih cepat mencari untuk fitur yang ada seperti dalam Bagian A dibandingkan mencari fitur yang tidak ada seperti dalam Bagian B (Treisman & Souther, 1985). Sejauh ini, kita telah meninjau efek isolated-feature/combined-feature dan efek feature-present/feature-absent. Efek ketiga terkait teori fitur-integrasi disebut ilusi penghubung. Secara khusus, ketika kita kewalahan dengan terlalu banyak tugas visual yang bersamaan, kita dapat membentuk ilusi penghubung (Treisman & Schmidt, 1982; Treisman & Souther, 1986). Sebuah ilusi penghubung adalah kombinasi fitur yang tidak tepat, mungkin menggabungkan bentuk satu objek dengan warna objek terdekatnya. Banyak studi oleh peneliti lain telah menunjukkan, misalnya, bahwa N biru dan T hijau dapat menghasilkan ilusi penghubung dimana peninjau sebenarnya mengindera T biru (misalnya, Ashby et al., 1996; Hazeltine et al., 1997). Penelitian tentang ilusi penghubung ini membenarkan kesimpulan yang ditunjukkan dalam penelitian persepsi lain. Bertentangan dengan intuisi akal sehat kita, sistem penglihatan sebenarnya memproses fitur obyek secara bebas. Sebagai contoh, ketika Anda melihat apel merah, sistem visual Anda benar-benar menganalisis warna merah secara terpisah dari bentuk bulatnya (Goldstein, 2007; Hazeltine et al., 1997). Dengan kata lain, sistem visual manusia terkadang memiliki masalah yang mengikat karena sistem visual Anda tidak mewakili fitur penting dari sebuah objek sebagai suatu kesatuan yang utuh (Wheeler & Treisman, 2002; Wolfe & Cave, 1999).

29

Ketika Anda menggunakan perhatian terfokus untuk melihat apel, Anda secara akurat akan melihat bentuk yang terintegrasi benda bulat berwarna merah. Perhatian memungkinkan proses pengikatan bekerja. Ibaratnya, perhatian terfokus tampak bertindak seperti bentuk lem, sehingga warna dan bentuk obyek dapat melekat bersama-sama. Sebaliknya, anggaplah bahwa peneliti menyajikan dua gambar

sembarangan, misalnya, N biru dan T hijau. Anggap juga bahwa perhatian Anda kelebihan beban atau terganggu, sehingga Anda harus menggunakan perhatian terdistribusi. Dalam situasi ini, warna biru dari satu gambar dapat bergabung dengan bentuk T dari gambar lainnya. Akibatnya, Anda mungkin merasakan ilusi penghubung dari sebuah T biru. Penelitian lain menunjukkan bahwa sistem visual kita dapat membuat ilusi penghubung dari materi verbal (Treisman, 1990; Wolfe, 2000). Sebagai contoh, seorang pengamat yang perhatiannya terganggu mungkin disajikan dengan dua kata omong kosong, dax dan kay. Pengamat ini mungkin melaporkan melihat kata berbahasa-Inggris day. Ketika kata-kata omong kosong tidak mendapat perhatian terfokus, kita membentuk ilusi penghubung yang sesuai dengan harapan kita. Seperti kita tekankan dalam Bab 2, pengolahan top-down membantu kita menyaring kombinasi yang tidak tepat (Treisman, 1990).

3. Status teori saat ini: Elemen dasar dari teori fitur-integrasi telah diusulkan lebih dari dua puluh lima tahun yang lalu. Sejak saat itu, para peneliti telah melakukan puluhan studi tambahan, dan teori lugas yang asli telah dimodifikasi. Sebagai contoh, para peneliti telah menemukan bahwa orang dapat sangat cepat mencari target bersama (seperti X biru), jika mereka telah melakukan latihan yang luas (Coren et al., 2004; Treisman et al., 1992). Sebagaimana akan kita lihat sepanjang buku ini, peneliti sering mengusulkan sebuah teori yang awalnya menggambarkan suatu perbedaan yang jelas antara dua atau lebih proses psikologis. Dengan penelitian yang luas, bagaimanapun, teori sering menyimpulkan bahwa kenyataan jauh lebih kompleks. Dibanding dua kategori yang jelas, kita menemukan bahwa dalam beberapa

30

kondisi perhatian terdistribusi adakalanya dapat menyerupai perhatian terfokus (Bundesen & Habekost, 2005). Para peneliti sedang menelaah bagaimana beberapa komponen dari teori fitur-integrasi dapat dijelaskan pada tingkat selular (Bundesen et al., 2005). Teori ini mungkin akan diubah setelah penelitian neuropsikologi dan kognitif tambahan telah dilakukan. Namun, teori fitur-integrasi masih menyediakan kerangka kerja penting untuk memahami perhatian visual (Muller & Krummenacher, 2006; Palmer, 1999; Quinlan, 2003b). Bagian Ringkasan: Penjelasan tentang Perhatian 1. Penelitian neurosains tentang perhatian telah menggunakan PET scan untuk menentukan bahwa jaringan perhatian posterior terletak di korteks parietal aktif selama pencarian visual. Selain itu, ketika seseorang memiliki lesi di korteks parietal, mereka tidak dapat melihat obyek visual di bidang visual yang berlawanan. 2. Penelitian neurosains juga telah menggunakan PET scan untuk menentukan bahwa jaringan perhatian anterior terletak di lobus frontal aktif selama tugas Stroop dan tugas lainnya yang berfokus pada makna kata. 3. Teori awal perhatian menekankan "hambatan" yang membatasi perhatian pada bagian pengolahan tertentu, tetapi perspektif ini terlalu sederhana. 4. Treisman mengajukan teori fitur-integrasi yang berisi dua komponen: (a) perhatian terdistribusi, yang dapat digunakan untuk mencatat fitur tunggal secara otomatis, dan (b) perhatian terfokus, yang digunakan untuk mencari fitur gabungan dan fitur yang hilang. Ilusi penghubung mungkin muncul ketika perhatian kelebihan beban. Dengan beberapa perubahan, teori fiturintegrasi menjabarkan untuk berbagai aspek penting dari perhatian visual.

31

KESADARAN

Topik terakhir dalam bab ini adalah kesadaran merupakan subjek yang kontroversial. Salah satu alasan untuk kontroversi adalah berbagai definisi yang berbeda untuk istilah (Coward & Sun, 2004; Dehaene et al, 2006;. Zeman, 2004). Saya lebih suka definisi yang luas: Kesadaran berarti kesadaran bahwa orang miliki tentang dunia luar dan tentang persepsi mereka, gambar, pikiran, kenangan, dan perasaan (Chalmers, 2007; Davies, 1999; Zeman, 2004). Isi kesadaran karenanya dapat mencakup persepsi Anda tentang dunia di sekitar Anda, citra visual Anda, komentar-komentar Anda membuat diam-diam kepada diri sendiri, memori peristiwa dalam hidup Anda, keyakinan Anda tentang dunia, rencana Anda untuk kegiatan hari ini, dan Anda sikap terhadap orang lain (Baars, 1997; Coward & Sun, 2004). Seperti yang ditulis oleh David Barash (2006),

Jadi, kesadaran bukan hanya sebuah kisah terungkap bahwa kita mengatakan kepada diri sendiri, dari saat ke saat, tentang apa yang kita lakukan, merasa, dan berpikir. Hal ini juga termasuk upaya kita untuk menafsirkan apa yang orang lain lakukan, perasaan, dan pemikiran, serta bagaimana orang-orang lain cenderung untuk melihat diri sendiri (Hal. B10)

Kesadaran berkaitan erat dengan perhatian, tetapi proses tidak identik (Lavie, 2007). Kita sering tidak sadar melakukan hal dengan otomatis, bentuk dari distribusi perhatian. Sebagai contoh, ketika Anda mengemudi, Anda mungkin secara otomatis meletakkan kaki di rem dalam menanggapi lampu merah. Namun, Anda mungkin tidak sama sekali sadar bahwa Anda melakukan tindakan motorik. Secara umum, kesadaran dikaitkan dengan jenis terkontrol, perhatian terfokus yang tidak dilakukan secara otomatis (Cohen & Schooler, 1997; Dehaene & Naccache, 2001). Seperti yang ada pada Bab 1, para behavioris menganggap topik-topik seperti kesadaran tidak sesuai untuk studi ilmiah. Namun, kesadaran kembali populer saat psikolog mulai mengadopsi pendekatan kognitif (Dehaene &

32

Naccache, 2001;. Jacoby et al, 1997) Sejak 1990-an, kesadaran telah menjadi topik populer untuk berbagai buku (misalnya, Baars & Newman, 2002; Baruss, 2003; Dehaene, 2001; Edelman, 2005; Hassin et al, 2005;. Velmans & Schneider, 2007; Wegner, 2002; Zeman, 2004). Dalam beberapa tahun terakhir, psikolog kognitif sangat tertarik pada tiga masalah yang saling terkait yang bersangkutan dengan kesadaran: (1) kemampuan kita untuk membawa pikiran ke dalam kesadaran, (2)

ketidakmampuan kita untuk membiarkan pikiran melarikan diri dari kesadaran, dan (3) buta-penglihatan, yang mengungkapkan bahwa orang dapat melakukan cukup akurat pada tugas kognitif, bahkan ketika mereka tidak sadar akurasi mereka. Sebelum Anda membaca lebih lanjut, cobalah Demonstrasi 3.4.

Demonstrasi 3.4 Pemikiran Supresi

Demonstrasi ini mengharuskan Anda untuk istirahat dari membaca dan hanya bersantai selama 5 menit. Ambil selembar kertas dan pena atau pensil untuk mencatat pikiran Anda saat Anda hanya membiarkan pikiran mengembara. Pikiran Anda dapat mencakup psikologi kognitif, tetapi mereka tidak perlu. Hanya menuliskan catatan singkat tentang setiap topik Anda berpikir tentang pikiran Anda mengembara. Instruksi terakhir:

Selama latihan ini, jangan berpikir tentang beruang putih!

Kesadaran Tentang Proses Mental Tinggi Sejauh mana kita memiliki akses ke proses mental yang lebih tinggi? Misalnya, menjawab pertanyaan berikut: "Apa nama gadis ibu Anda?" Sekarang jawab pertanyaan kedua: "Bagaimana Anda tiba di jawaban untuk pertanyaan pertama?" Jika Anda seperti kebanyakan orang, jawaban untuk pertanyaan pertama muncul dalam kesadaran dengan cepat, tapi Anda mungkin tidak dapat

33

menjelaskan proses berpikir Anda. Sebaliknya, nama terlihat seperti tiba-tiba muncul ke dalam memori Anda. Dalam sebuah artikel klasik, Richard Nisbett dan Timotius Wilson (1977) berpendapat bahwa kita sering memiliki sedikit akses langsung pada proses berpikir. Seperti yang mereka kemukakan, Anda mungkin tidak sepenuhnya sadar akan produk dari proses berpikir (seperti nama gadis ibu Anda). Namun, Anda biasanya tidak sadar akan proses yang menciptakan produk-produk (seperti mekanisme memori yang menghasilkan nama gadisnya). Demikian pula, orang mungkin memecahkan masalah dengan benar, namun ketika diminta untuk menjelaskan bagaimana mereka mencapai solusi, mereka mungkin menjawab, "Itu ada begitu saja" (Maier, 1931; Nisbett & Wilson, 1977). Kita akan membahas topik ini lebih lanjut dalam Bab 11 pada pemecahan masalah. Psikolog percaya bahwa laporan lisan kita merupakan refleksi agak akurat dari proses kognitif (Ericsson, 2003c;. Johanson et al, 2006; Nelson, 1996; Wilson, 1997). Seperti yang akan kita lihat di Bab 6, kita memiliki akses yang relatif lengkap untuk beberapa proses berpikir (misalnya, penilaian tentang seberapa baik Anda akan tampil pada tugas memori sederhana). Namun, kita hanya memiliki akses terbatas pada proses berpikir lainnya, seperti: (1) apakah perhatian Anda melayang ketika Anda mendengarkan ceramah, (2) seberapa baik Anda memahami informasi dalam esai, dan (3) kesadaran Anda tentang langkahdemi-langkah prosedur dalam aktivitas motorik yang telah menjadi otomatis (Diana & Reder, 2004; Levin, 2004a). Kita perlu mengangkat topik kesadaran tentang proses berpikir ini, karena psikolog kognitif tidak harus bergantung pada introspeksi orang (Johanson et al, 2006;. Nisbett & Wilson, 1977; Wegner, 2002). Misalnya, ketika beberapa orang berbicara kepada saya sekaligus, saya merasa benar-benar mengalami "hambatan perhatian." Namun, seperti yang kita lihat sebelumnya dalam bagian ini, manusia sebenarnya memiliki pola perhatian cukup fleksibel. Sepanjang buku ini, kita akan melihat bahwa temuan penelitian kadang-kadang tidak sesuai dengan introspeksi akal sehat kita. Perbedaan ini menekankan bahwa penelitian yang obyektif mutlak penting dalam psikologi kognitif.

34

Pemikiran Supresi Saya punya teman yang memutuskan untuk berhenti merokok, jadi dia mencoba untuk menyingkirkan setiap ide yang berhubungan dengan rokok. Begitu ia memikirkan apa pun yang terkait dengan merokok, ia segera berusaha untuk mendorong pikiran itu dari kesadarannya. Ironisnya, strategi ini menjadi bumerang dan ia dihantui oleh berbagai ide yang berkaitan dengan rokok. Pada dasarnya, ia tidak bisa menghilangkan pikiran-pikiran. Seberapa sukses anda melakukan Demonstrasi 3,4? Apakah Anda memiliki kesulitan melaksanakan instruksi? Studi asli untuk studi beruang putih adalah sastra, bukan ilmiah. Rupanya, ketika Tolstoy novelis Rusia masih muda, kakaknya menyiksanya dengan menginstruksikan dia untuk berdiri di sudut dan tidak berpikir tentang beruang putih (Wegner, 1996;. Wegner et al, 1987). Demikian pula, jika Anda pernah mencoba untuk menghindari berpikir tentang makanan ketika pada diet, Anda tahu bahwa itu sulit untuk mengejar pikiran-pikiran yang tidak diinginkan keluar dari kesadaran. Wegner (1997b, 2002) menggunakan efek ungkapan ironis kontrol mental untuk menggambarkan bagaimana upaya kita dapat menjadi bumerang ketika kita mencoba untuk mengontrol isi dari kesadaran kita. Misalkan Anda mencoba untuk menghalau suatu pikiran tertentu. Ironisnya, pikiran itu sangat mungkin untuk terus kembali ke dalam kesadaran. Wegner dan coauthors (1987) memutuskan untuk menguji studi "beruang putih". Mereka menginstruksikan satu kelompok siswa untuk tidak berpikir tentang beruang putih selama periode 5 menit, dan kemudian mereka diizinkan untuk berpikir tentang beruang putih selama periode 5 menit kedua. Para peserta dalam kelompok ini sangat mungkin untuk berpikir tentang beruang putih selama periode kedua, bahkan lebih daripada siswa dalam kelompok kontrol yang diperintahkan untuk berpikir bebas tentang beruang putih - tanpa menekankan pemikiran pada sesi sebelumnya. Dengan kata lain, penekanan pikiran tertentu dapat menghasilkan efek rebound. Banyak penelitian telah memberikan efek rebound karena penekanan pikiran (misalnya, Purdon, 2005; Tolin et al, 2002;. Wegner, 2002). Selanjutnya,

35

efek rebound tidak terbatas pada penekanan pikiran tentang beruang putih dan ideide yang relatif sepele lainnya. Sebagai contoh, ketika orang diperintahkan untuk tidak menyadari stimulus yang menyakitkan, mereka cenderung menjadi lebih sadar akan rasa sakit. Efek ironis yang sama - yang terjadi ketika kita mencoba untuk menekan pikiran kita - telah didokumentasikan ketika orang mencoba untuk berkonsentrasi, menghindari gerakan, atau jatuh tertidur (Harvey, 2005; "Wegner, 1994).

Perbedaan Individu: Penekanan Pikiran dan Obsesif-Compulsive Disorder Topik penekanan pemikiran ini sangat relevan dengan psikolog klinis (Clark, 2005; Wegner, 1997a). Sebagai contoh, anggaplah bahwa klien memiliki depresi berat, dan terapis meminta orang ini untuk berhenti berpikir tentang topik menyedihkan. Ironisnya, saran ini dapat menghasilkan jumlah yang lebih besar dari pikiran-pikiran depresi (Wenzlaff, 2005). Penindasan pikiran juga relevan untuk individu yang mengalami gangguan stres pasca trauma, gangguan kecemasan umum, dan psikosis (Falsetti et al, 2005;. NIorrison, 2005; Wells, 2005). Penekanan pikir khususnya sangat sulit untuk orang dengan gangguan obsesif-kompulsif (Purdon, 2005;. Purdon et al, 2005). Ketika orang mengalami obsesi, mereka memiliki pikiran yang terus-menerus atau gambar yang mengganggu atau tidak tepat, dan obsesi ini membuat mereka merasa sangat cemas. Ketika orang mengalami paksaan, mereka melakukan kegiatan berulangulang yang dirancang untuk mengurangi kecemasan itu. Oleh karena itu, orangorang dengan gangguan obsesif-kompulsif (OCD) memiliki obsesi melakukan hal berulang, tak terkendali, dan menghabiskan waktu (American Psychiatric Association, 2000; Clark Sc O'Connor, 2005). Mari kita pertimbangkan sebuah studi oleh David Tolin dan rekanrekannya (2002), yang mempelajari tiga kelompok individu. Dua kelompok terdiri dari individu yang mencari pengobatan rawat jalan untuk gangguan psikologis. Orang-orang di satu kelompok memiliki skor tinggi pada ukuran obsesifkompulsif. Orang-orang di kelompok kedua didiagnosis gangguan kecemasan lain, namun tidak satupun dari mereka memiliki OCD. Kelompok ketiga terdiri

36

dari orang-orang di yang tidak didiagnosis menderita gangguan psikologis. Kelompok kedua dan ketiga sebagai kelompok kontrol. Para peserta pada ketiga kelompok diuji satu per satu, pada tugas yang sama, sebuah varian dari Wegner studi "beruang putih". Selama periode 5-menit pertama, orang-orang diperintahkan untuk mengatakan dengan lantang apa pun yang datang ke pikiran, termasuk - jika mereka ingin - ". Beruang putih". Dalam periode 5 menit kedua, mereka diperintahkan untuk mencoba untuk tidak memikirkan beruang putih. Periode 5-menit ketiga seperti periode pertama, mereka bisa memikirkan apa pun yang mereka inginkan. Sepanjang tiga periode, mereka diperintahkan untuk menekan space bar ketika mereka berpikir tentang beruang putih. Hasil yang paling menarik adalah berapa kali bahwa orang-orang dalam setiap kelompok menekan space bar selama periode kedua, ketika mereka telah diperintahkan untuk tidak berpikir tentang beruang putih. Orang-orang dengan OCD menekan bar rata-rata 20 kali, dalam kata lain, mereka tidak bisa mendorong beruang putih keluar dari kesadaran. Sebaliknya, orang-orang di kedua kelompok kontrol menekan bar rata-rata hanya 6 kali. Namun, tidak satupun dari kelompok menunjukkan "efek ironis dari kontrol mental" yang telah dijelaskan Wegner efek rebound di mana orang akan menekan bar signifikan lebih sering pada periode ketiga dibandingkan pada periode pertama. Namun, kita perlu menekankan bahwa orang-orang dengan OCD menekan selama periode kedua, orang dengan gangguan ini mengalami kesulitan menghambat obsesi mereka dengan mencoba untuk mengabaikan.

Blindsight Topik pertama dalam diskusi ini diilustrasikan pada kesadaran bahwa kita sering mengalami kesulitan membawa beberapa informasi tentang proses kognitif kita ke dalam kesadaran. Kita sering mengalami kesulitan menghilangkan beberapa informasi dari kesadaran. Penelitian pada kondisi visual yang disebut blindsight mengungkapkan poin ketiga tentang kesadaran: Dalam beberapa kasus, orang dapat melakukan tugas kognitif yang cukup akurat, tanpa kesadaran bahwa kinerja mereka akurat

37

(Rasmussen, 2006; Weiskrantz, 2007). Blindsight mengacu pada jenis vusualisasi tanpa kesadaran. Secara lebih rinci, blindsight adalah suatu kondisi di mana seorang individu dengan korteks visual yang rusak (misalnya, dari stroke) mengaku tidak dapat melihat obyek. Namun demikian, ia secara akurat dapat melaporkan beberapa karakteristik dari objek yang, seperti lokasi (Farah, 2001; Weiskrantz, 2007; Zeman, 2004). Individu dengan blindsight percaya bahwa mereka benar-benar buta dalam sebagian atau seluruh bidang visual mereka. Dengan kata lain, mereka sadar bahwa, "aku tidak bisa melihat." Dalam sebuah penelitian yang khas, para peneliti menyajikan stimulus di wilayah dari bidang visual yang sebelumnya telah diwakili oleh korteks rusak. Sebagai contoh, sebuah titik cahaya mungkin melintas di lokasi 10 derajat ke kanan dari pusat. Orang blindsight kemudian diminta untuk menunjuk ke cahaya Biasanya, orang-orang melaporkan bahwa mereka bahkan tidak melihat cahaya, sehingga mereka hanya bisa membuat tebakan tentang lokasi. Anehnya, peneliti telah menemukan bahwa kinerja peserta secara signifikan lebih baik daripada kesempatan - dan seringkali hampir sempurna (Weiskrantz, 1997, 2007). Orang dengan blindsight dapat melaporkan atribut visual seperti warna, bentuk, dan gerakan (Zeman, 2004). Penelitian tambahan telah menghilangkan beberapa penjelasan yang jelas. Individu-individu memiliki kerusakan lengkap untuk korteks visual primer (Farah, 2001; Weiskrantz, 2007). Berikut adalah penjelasan yang paling mungkin saat ini. Sebagian besar informasi yang terdaftar pada retina perjalanan ke korteks visual. Namun, sebagian dari informasi dari retina perjalanan ke lokasi lain pada korteks serebral, di luar korteks visual (Weiskrantz, 2007; Zeman, 2004). Seseorang dengan blindsight dapat mengidentifikasi beberapa karakteristik dari stimulus visual - bahkan dengan korteks visual primer yang rusak - berdasarkan informasi yang didaftarkan di lokasi tersebut kortikal lainnya. Penelitian tentang blindsight sangat relevan dengan topik kesadaran. Secara khusus, ini menunjukkan bahwa informasi visual harus melewati korteks visual primer dalam rangka untuk didaftarkan dalam kesadaran. Namun, jika informasi yang mengambil jalan memutar dan bypasses korteks visual primer, adalah mungkin individu tidak akan sadar akan pengalaman visual (Baars et al,

38

1998;. Farah, 2001; Zeman, 2004). Dalam Bab 5, kita akan mempertimbangkan fenomena terkait dalam diskusi tentang memori implisit; orang sering bisa mengingat beberapa informasi, bahkan ketika mereka tidak menyadari memori ini. Singkatnya, diskusi ini telah menunjukkan bahwa kesadaran adalah topik yang menantang. Kesadaran kita bukanlah cermin sempurna dari proses kognitif kita, yaitu, kita sering tidak dapat menjelaskan bagaimana proses ini beroperasi. Hal ini juga bukan papan tulis, kita tidak dapat begitu saja menghapus pikiran yang tidak diinginkan dari kesadaran kita. Kesadaran bahkan bukan seorang reporter yang akurat, sebagai penelitian menunjukkan blindsight. Seperti Wegner (2002) menyimpulkan, kita biasanya berasumsi bahwa "Bagaimana terlihat adalah begitulah mereka" (hal. 243). Bagian Ringkasan: Kesadaran Kesadaran saat ini menjadi topik yang populer. Penelitian menunjukkan bahwa orang kadang-kadang tidak menyadari proses mental tingkat tinggi. Misalnya, mereka dapat memecahkan masalah tapi tidak sadar bagaimana mereka benar-benar mencapai solusi. Penelitian pada penekanan berpikir menggambarkan sulitnya

menghilangkan beberapa pemikiran dari kesadaran; ironisnya, jika Anda mencoba untuk menghindari berpikir tentang masalah, Anda sebenarnya dapat berpikir tentang hal ini lebih sering. Orang dengan gangguan obsesif-kompulsif memiliki kesulitan menekan pikiran. Individu dengan blindsight dapat mengidentifikasi karakteristik dari sebuah objek, bahkan ketika korteks visual mereka rusak dan mereka tidak memiliki kesadaran atas obyek itu.

39

TINJAUAN PERTANYAAN BAB

5. Bayangkan bahwa Anda sedang mencari halaman sebelumnya dari bab ini mengenai istilah "mendengarkan dichotic." Otak bagian mana yang aktif selama tugas ini? Sekarang anggaplah bahwa Anda sedang mencoba untuk mempelajari arti dari frase mendengarkan dichotic. Bagian otak mana yang diaktifkan selama tugas ini? Jelaskan bagaimana penelitian telah menjelaskan dasar biologis dari perhatian. Jawab:

Saat

kita

sedang

mencari

halaman

sebelumnya

mengenai

mendengarkan dichotic, bagian otak yang aktif bekerja adalah the orienting attention network atau jaringan perhatian berorientasi yang terletak pada korteks parietal. Jaringan perhatian berorientasi bertanggung jawab untuk jenis perhatian yang berhubungan dengan pencarian secara visual.

Sedangkan saat kita mencoba mempelajari arti dari mendengarkan dichotic bagian otak yang aktif bekerja adalah the executive attention network atau jaringan perhatian eksekutif yang terletak tumpang tindih dengan wilayah otak Anda yang berhubungan dengan kecerdasan umum pada frontal korteks. Jaringan perhatian eksekutif aktif pada proses memperoleh keterampilan akademis di sekolah, misalnya ketika mempelajari ide-ide baru. Saat kita membaca mengenai mendengarkan dichotic jaringan perhatian eksekutif telah secara aktif menyerap informasi baru.

Hal ini dapat dijelaskan berdasarkan berbagai macam penelitian neurosains yang sudah dilakukan. Penelitian neurosains menggunakan alat yang bernama Positron Emition Tomography (PET scan).

40

Contoh gambar alat PET scan

Data pada komputer yang terhubung dengan PET scan

Alat PET scan terhubung dengan komputer yang berfungsi untuk membaca data yang diperoleh. Misalnya saat kita berpikir tentang makna kata maka pada layar komputer akan menunjukkan gambar otak bagian depan yang bersinar yang menandakan otak bagian depanlah yang aktif pada proses yang berhubungan dengan mempelajari hal baru. Begitu juga saat kita melihat kata, maka layar komputer akan menunjukkan gambar otak bagian belakang yang bersinar yang menandakan bahwa otak bagian belakanglah yang bekerja saat kita melihat kata atau yang berhubungan dengan pencarian secara visual.

41

APLIKASI DALAM PEMBELAJARAN

Gerakan mata saccadic pada saat membaca

Pembaca yang baik

Pada saat membaca, pembaca yang baik akan dengan cepat melakukan gerakan mata saccadic dari satu kata ke kata-kata selanjutnya. Pembaca yang baik dapat melihat kata-kata selanjutnya berkisar 15 kata dan tanpa ada kesulitan.

Pembaca yang buruk

Sedangkan pada pembaca yang buruk, pada saat membaca mereka terkadang kembali mengulang membaca kata yang sebelumnya karena ada beberapa kata yang tidak mereka mengerti atau sukar untuk dibaca.

Gerakan mata saccadic aktif saat kita melakukan kegiatan membaca. Dalam penerapan teknik membaca cepat gerakan mata saccadic akan melompat dari satu kata ke kata yang lain sesuai denganjenis teknik membaca cepat yang sedang diterapkan dalam membaca.

42

PERTANYAAN DISKUSI

1. Mengapa penderita lesi otak sebelah kiri tidak menyadari benda yang ada di sebelah kanan mereka? Jawab: Perkembangan otak berhubungan dengan aktivitas tubuh. Jadi bagian otak sebelah kanan mengatur aktivitas bagian tubuh sebelah kiri, begitupun sebaliknya bagian otak kiri mengatur tubuh bagian kanan. Sehingga, jika perkembangan otak sebelah kiri terganggu bagian tubuh kanan juga terganggu. Dalam hal ini, penderita lesi otak sebelah kiri akan mengalami kesulitan menyadari benda yang ada disebelah kanannya.

2. Gerakan mata saccadic, pada pembaca yang baik bisa melihat kata-kata selanjutnya kurang lebih sebanyak 15 kata dan yang sudah dibaca sebanyak 4 kata. Bagaimana dengan cara membaca dari atas ke bawah, apakah juga sama? Jawab: Baik membaca dari kiri ke kanan atau membaca dari kanan ke kiri seperti saat membaca Al-quran, dan juga membaca dari atas ke bawah seperti membaca huruf kanji Jepang pada umumnya gerakan mata saccadic dapat melihat kata yang sudah dibaca kurang lebih sebanyak 4 kata dan dapat melihat kata yang akan dibaca kurang lebih sebanyak 15 kata. Hal itu karena kita memiliki daya ingin tahu yang kuat mengenai apa yang akan dibaca selanjutnya.

3. Bagaimana solusi untuk penderita lesi otak pada kasus penderita lesi otak kiri yang tidak menyadari makanan yang ada di piring sebelah kanannya? Jawab: Kita bisa membantunya dengan mengubah posisi piring, sehingga makanan yang belum dimakan di sebelah kanan bisa terlihat oleh penderita lesi otak sebelah kiri atau bisa juga dengan menyuapinya. Hal lain yang bisa dilakukan adalah mengatakan pada si penderita mengenai kelemahan mereka dalam menyadari hal pada bagian kanan.

43

4. Ketika seseorang memperhatikan kita, kemudian kita merasakan lalu memandang orang tersebut. apakah itu termasuk cocktail party effect? Jawab: Bukan. Cocktail party effect terjadi karena ada sesuatu yang ia dengar dan hal itu berhubungan dengan dirinya. Misalnya namanya disebut-sebut dalam sebuah percakapan atau ada percakapan yang menarik hatinya meskipun ia tidak terlibat dalam percakapan itu. Pada saat ada orang yang memperhatikan kita dan kita menyadarinya lalu memandang orang tersebut, ini bukan termasuk ke dalam cocktail party effect, tapi lebih pada telepati.

5. Proses pengolahan apa yang terjadi pada orang yang mengalami fobia ketika dihadapkan pada emotional stroop task? Top-down atau bottom-up? Bagaimana solusinya? Jawab: Pada orang yang mempunyai fobia dan dihadapkan pada emotional stroop task maka proses yang akan terjadi adalah top-down processing. Solusinya, sebaiknya penderita fobia berkonsultasi dengan psikiater tentang bagaimana mengatasi fobia yang mereka miliki.

6. Mengapa pembaca yg melakukan regresi disebut poor reader bukan good reader? Padahal ia melakukan regresi untuk meningkatkan kualitasnya? Jawab: Pembaca yang melakukan regresi disebut poor reader karena mereka mengulang kembali membaca kata sebelumnya yang tidak mereka mengerti atau yang sulit dibaca. Poor reader bukan berarti menjadi pembaca yang buruk selamanya. Poor reader bisa berlatih dan belajar untuk menjadi good reader. Regresi dalam membaca merupakan salah satu cara belajar untuk meningkat kualitas membacanya di kemudian hari.

44

7. Cara belajar dengan mendengarkan musik termasuk divided-attention atau apa? Jawab: Cara belajar dengan mendengarkan musik merupakan salah satu cara belajar yang dianggap efektif bagi beberapa orang. Cara belajar seperti ini termasuk ke dalam divided-attention, karena pada dasarnya kita bisa memfokuskan perhatian pada satu hal saja. Jika kita belajar sambil mendengarkan musik maka perhatian kita akan terbagi, bisa menjadi lebih fokus pada pelajaran atau lebih fokus pada musik yang di dengar.

45

DAFTAR PUSTAKA

Matlin, M.W. (2009). Cognitive Psycology (7th edition). New York: John Wiley & Sons, Inc.

46