Anda di halaman 1dari 6

Kelompok: 2 1.Afdal Dayusfa 2.Fidola Oktaviona 3.

Mifta Hurrahmi

1. konsep-konsep biomedis
Dalam usaha memahami penyebab perilaku abnormal, para ahli kesehatan mental dengan hati-hati mengevaluasi apa yang terjadi di tubuh seseorang yang dapat dihubungkan ke warisan genetis atau gangguan fungsi fisik. Gangguan semacam itu dapat muncul dari berbagai sumber, seperti kondisi medis, kerusakan otak, atau paparan jenis stimulan tertentu di lingkungan.

2. konsep-konsep psikologis
Dalam perkembangan seseorang bisa terjadi gangguan yang sumbernya pada faktor bawaan atau dari peristiwa yang terjadi selama masa perkembangan. Para pakar psikologi perkembangan menyatakan bahwa tiap tahap perkembangan memiliki sasaran tertentu. Bila sasaran tidak tercapai, dapat terjadi gangguan penyesuaian diri pada tahap tersebut yang terlihat sebagai munculnya tingkah laku abnormal. Deprivasi atau keterlantaran terhadap hal kasih sayang ibu di masa dini, atau trauma psikis yang terjadi di masa dini dapat mempengaruhi kepribadian seseorang (emosi, sikap, predisposisi) yang berakibat jauh ke masa depannya.

3. konsep-konsep sosial/kultural
Dalam perspektif social kultural lebih menyeluruh dari perilaku abnormal mensyaratkan untuk memperhitungkan peran-peran faktor sosial dan budaya, termasuk faktor-faktor yang berkaitan dengan etnisitas, gender, dan kelas sosial. Szasz (1961, 2001) menyatakan bahwa tidak normal hanyalah sekedar label yang dilekatkan oleh masyarakat terhadap orangorang yang memiliki perilaku menyimpang dari norma-norma sosial yang dapat diterima.

4. Faktor internal
Menurut para ahli: 1. Tuke mengadakan pembagaian gangguan atas gangguan fungsi sensorik, fungsi motorik, dan ide. Contoh gangguan fungsi sensorik adalah terjadinya halusinasi, contoh gangguan fungsi motorik adalah terjadinya kelumpuhan (paralysis), contoh gangguan fungsi ide adalah demensia. 2. Maynart membagi kelainan tingkah laku menurut 3 penyebab faali, yaitu (a) perubahan anatomis, (b) gangguan gizi, (c) intoksikasi atau keracunan. 3. Wernicke membuat asumsi-asumsi psikofisiologis antara lain bahwa tiap isi kesadaran tergantung pada seperangkat elemen saraf tertentu.

5. Faktor eksternal
a. Masalah perkembangan: setiap memasuki fase

perkembangan baru individu dihadapkan pada berbagai tantangan atau krisis emosi b. Lingkungan keluarga: . Kesalahan dalam keluarga dapat menimbulkan gangguan emosi dan perkembangan perilaku pada seorang anak. c. Lingkungan sekolah: Timbulnya gangguan perilaku yang disebabkan lingkungan sekolah antara lain berasal dari guru sebagai tenaga pelaksana pendidikan dan fasilitas penunjang yang dibutuhkan anak didik.