Anda di halaman 1dari 3

Epidemiologi Belakangan ini jumlah pasien kanker laring cendrung meningkat, insiden kanker laring bervariasi menurut tempat,

di China didaerah perkotaan lebih tinggi disbanding dengan di pedesaan. Di Indonesia sendiri tepat nya di RSCM periode 1982 1987 proporsi karsinoma laring 13,8% dari 1030 kasus keganasan telinga hidung dan tenggorokan. Perbandingan laki laki dan perempuan adalah 11:1 terbanyak pada usia 56-69 tahun dengan kebiasaan merokok di dapaatkan 73,94%. Baru baru ini insiden wanita telah meningkat didaerah barat karena lebih banyak wanita yang merokok.

Manifestasi klinis Suara serak Sesak nafas dan stridor Rasa nyeri ditenggorokan Disfagia Pembengkakan pada leher

Diagnosis dan pemeriksaan penunjang Diagnosis ditegakan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis, suara serak atau terasa benda asing di tekak tanpa sebab yang jelas, setelah diobati gejalanya tidak berkurang, usia pasien 40 tahun, dengan riwayat merokok harus dipikirkan kemungkinan kanker laring 1. Pemeriksaan klinis a. Penampilan luar laring : pada stadium lanjut tumor mendesak atau menginfiltrasi kartilago tiroidea, hingga bentuk laring bertambah besar

selain itu suara gesekan vertebra servikalis ketika kartilago tiroidea digerakan akan hilang b. Pemeriksaan kelenjar limfa: perhatikan apakah ada pembesaran dari kelenjar limfa, paratrakea apakah membesar

2. Pemeriksaan laringoskop a. Laringoskop indirect Dengan memakai cermin laring, cara pemeriksaan : Pasien disusurh mengeluarkan lidah, ujung nya dipegang dengan kain kasa dan dengan jari tangan kiri dan ibu jari pada bagian atas dan jari telunjuk dan jari tengah pada bagian bawah pegang lidah tersebut. Lidah di tarik keluar/bawah akan tetapi jangan terlampau keras sebab dapat menimbulkan rasa nyeri dan frenulus dapat berdarah oleh karena menyentuh gigi. Kaca laring kita letak kan kepunggung tangan kita, untuk merasakan apakah panas atau tidak, setelah itu baru kita masukan kemulut pasien dengan cermin diarah kan kebawah.kaca ini kita letakan pada pallatum mole dan jangan mengenai faring (reflek muntah). b. Laringoskop direct Dapat melihat dengan jelas bagian yang sulit dinilai, dapat mengambil jaringan untuk pemeriksaan patologi c. Pemeriksaan radiologi i. Ronsen polos laring frontal lateral: dapat melihat lokasi, kondisi saluran pernafasan, ada tidak nya destruksi kartilago tiroidea dan ada tidak nya penebalan bayangan jaringan ii. Foto menelan barium: terutama untuk memahami kondisi hipofaring dan aditus esophagus.

d. Pemeriksaaan CT Scan dan MRI Ct scan laring dapat secara leboh baik menunjukan keberadaan tumor, lokasi, tepi, atau infiltrasi ke kelenjar limfa, berguna meningkatkan akurasi penentuan stadium TNM klinis. e. Pemeriksaan patologi pemeriksaan ini merupakan pemeriksaaan diagnostik (gold standard) penentu sifat kanker, termasuk pemeriksaan biopsy.

Daftar pustaka dari fk ui