Anda di halaman 1dari 31

BEDAH PROSTODONTIK

1. Qudus Silman 2. Ira Dwi a !. "i ri#a$ %a$#uni 4. &isa Triward$ani '. S(n#a Annisa Ilma ). Dwi w(r( Pan*arwa i +. E,( Ir#a %indu -. Endan. &/s ari 9. Saur B(ni Tua 0anurun. 10.%ina # Krisma

04091004001 04091004002 0409100400! 04091004004 0409100400' 0409100400) 0409100400+ 040910040004091004009 04091004010

PRO1RA0 ST2DI KEDOKTERAN 1I1I "AK2&TAS KEDOKTERAN 2NI3ERSITAS SRI%I4A5A TAH2N 201062011

BEDAH PROSTODONTIK
Definisi Bedah Prostodontik 1. Tujuan bedah prostodontik 2. Kriteria ideal Liggir Alveolar untuk perawatan protesa P !"#APA$ B DA% & a. P !"#APA$ PA"# $ & ' Pe(eriksaan intra oral ' Pe(eriksaan ekstra oral ' Pe(eriksaan radiologi ' Pe(eriksaan laboratoriu( ' Antibiotik profilaksis & b. P !"#APA$ ALAT )Lengkapi ga(bar* ' Alat bedah ' Bahan bedah ' Alat sterilisasi +. P !"#APA$ ,P !AT,! )Lengkapi ga(bar* ' Triad barrier ' -ara (en+u+i tangan ' -ara (e(akai sarung tangan ' -ara (e(asang dan (e(egang pisau

D/7inisi B/da$ Pr(s (d(n i, Bidang .ang se+ara n.ata (e(anfaatkan perke(bangan teknologi/ (isaln.a/ bahan baru untuk pena(bahan linger dan peralatan 0 peralatan untuk i(plant. Tu8uan B/da$ Pr(s (d(n i, )1atthew et al/ 2221* Tujuan dari bedah Prostodontik adalah untuk (en.iapkan jaringan lunak dan jaringan keras dari rahang untuk suatu protesa .ang n.a(an .ang akan (enge(balikan fungsi oral/ bentuk wajah dan estetis. Tu8uan dari 9/da$ Pr(s (d(n i, m/m9an u un u, & 1enge(balikan fungsi rahang ) seperti fungsi pengun.ahan/ berbi+ara/ (enelan* 1e(elihara atau (e(perbaiki struktur rahang 1e(perbaiki rasa ken.a(anan pasien 1e(perbaiki estetis wajah 1engurangi rasa sakit dan rasa tidak (en.enangkan .ang ti(bul dari pe(asangan protesa .ang (en.akitkan dengan (e(odifikasi bedah pada daerah .ang (endukung prothesa 1e(ulihkan daerah .ang (endukung prothesa pada pasien di(ana terdapat kehilangan tulang alveolar .ang ban.ak. Pilihan non bedah harus selalu diperti(bangkan )seperti pe(buatan ulang gigi tiruan/ pen.esuaian tinggi (uko oklusal/ (e(perluas pinggiran gigi tiruan* sebelu( dilakukan bedah preprostetik. K(ndisi /d/n ul(us #an. id/al 1. Linggir pada (andibula dan (aksila +e(bung dan luas. 2. 3aringan lunak pada daerah .ang akan (endukung protesa (isaln.a/ linggir alveolar sisa/ tidak bergerak. 4. 5estibulu( fasial dan lingual +ukup dala( sehingga (e(beri te(pat .ang +ukup untuk (ene(patkan perluasan sa.ap protesa. 6. %ubungan antar linggir .ang baik. 7. Bentuk palatu( (elengkung. 8. %a(ular not+h +ukup luas. 9. Dukungan tulang .ang (e(adai.

:. Tidak ada jaringan lunak .ang (e(pun.ai ketebalan berlebihan. ;. Tidak ada jaringan parut pada linggir. 12. Tidak ada under+ut<tonjolan per(ukaan .ang ekstrea(. 11. Perlekatan otot tidak terlalu tinggi. 12. Linggir berbentuk =>? dan tidak berbentuk =5? atau berlinggir taja( sperti pisau. Kara, /ris i, 8arin.an :/ndu,un. #an. 9ai, un u, .i.i iruan )Tu+ker/ 1;;:* & 1. Tidak ada kondisi patologis pada intra oral dan ekstra oral. 2. Adan.a hubungan<relasi rahang .ang baik se+ara antero posterior/ transversal dan di(ensi vertikal. 4. Bentuk prosesus alveolar .ang baik )bentuk .ang ideal dari prosesus alveolar adalah bentuk daerah > .ang luas/ dengan ko(ponen vertikal .ang sejajar*. 6. Tidak ada tonjolan tulang atau jaringan lunak atau under+ut. 7. 1ukosa .ang baik pada daerah dukungan gigi tiruan. 8. Kedala(an vestibular .ang +ukup. 9. Bentuk alveolar dan jaringan lunak .ang +ukup untuk pene(patan i(plant.

PERSIAPAN PASIEN
PEMERIKSAAN FISIK Pe(eriksaan fisik dan laboratoriu( rutin/ dilakukan dengan teliti/ bila terdapat indikasi lakukan konsultasi dengan bidang keahlian lain. !iwa.at (edis dan pe(eriksaan fisik (erupakan (etode s+reening .ang paling baik untuk (endeteksi adan.a pen.akit. Pe(eriksaan fisik dilakukan se+ara (en.eluruh dan siste(atik. Pada praktekn.a pe(eriksaan fisik (eliputi e(pat prosedur rutin .aitu & 1. Ana(nesa. 2. #nspeksi. Pe(eriksaan diawali dengan (elihat pasien se+ara keseluruhan/ sebelu( (elihat pada lokasi pen.akit. 1ungkin saja gejala .ang ta(pak dapat (enjadi petunjuk untuk (enegakkan diagnosa. 4. Palpasi. Langkah berikutn.a adalah (enggunakan ujung jari untuk (erasakan apakah ada pe(bengkakan/ konsistensi. 6. Perkusi. Biasan.a digunakan perkusi jari untuk (enentukan kualitas resonansi dan tingkat keutuhan dari organ tertentu atau rongga tubuh. 7. Auskultasi. Biasan.a digunakan stetoskop untuk (e(eriksa suara'suara abnor(al .ang dihasilkan oleh tubuh. Ban.ak ru(ah sakit (e(inta beberapa uji laboratoriu( standard untuk setiap pasien bedah/ walaupun pasien tidak (enunjukkan adan.a gejala klinis pen.akit siste(ik. RIWAYAT MEDIS !iwa.at (edis .ang akurat (erupakan infor(asi .ang sangat berguna bagi dokter untuk (e(utuskan apakah seorang pasien dapat (enjalani perawatan dengan a(an atau tidak. !iwa.at (edis dapat diperoleh dengan bertan.a langsung pada pasien atau keluarga pasien atau dengan (engisi kuesioner. @or(at standard digunakan untuk (en+atat hasil pe(eriksaan riwa.at (edis dan pe(eriksaan fisik.

Beberapa hal .ang perlu ditan.akan dan di+atat adalah & 1. Alergi/ teruta(a pada penggunaan antibiotik. 2. Pengobatan/ dilihat apakah pasien (enggunakan steroid/ insulin dan antikoagulan. 4. Pen.akit .ang sedang diderita/ teruta(a de(a( reu(atik/ kelainan katup jantung/ adan.a riwa.at infark atau stroke/ diabetes (ellitus/ epilepsi/ as(a/ kelainan fungsi tiroid/ gagal ginjal khronis dan kelainan perdarahan. 6. !iwa.at pe(bedahan terdahulu/ biasan.a adalah pe(bedahan jantung/ transplantasi organ/ atau operasi kanker. Ditan.akan pula apakah pasien (engala(i reaksi .ang tidak biasa pada saat anestesi u(u(/ obat'obatan .ang sedang di(inu(/ alergi/ pen.akit .ang sedang diderita )%upp/ 2224*. PE0ERIKSAAN &ABORATORI20 >ji laboratoriu( (erupakan suatu alat .ang berguna bagi ahli bedah. Dala( hubungann.a dengan riwa.at (edis dan pe(eriksaan fisik/ uji laboratoriu( dapat dita(bahkan kedala( suatu diagnosa dari berbagai pen.akit dan (e(ungkinkan penanganan prabedah dan pas+a bedah .ang tepat bagi pasien'pasien dengan kelainan siste(ik. H/m(.l(9in

Pe(eriksaan ini dilakukan sebagai bagian dari hitung darah lengkap. Konsentrasi %b adalah pengukuran ju(lah total %b dala( darah perifer. %b berperan dala( transport ,2 dan -,2. nilai nor(al bervariasi (enurut jenis kela(in dan usia. Konsentrasi %b (eningkat pada pen.akit jantung kongenital/ polisite(ia vera/ pen.akit paru obstruktif khronis/ gagal jantung kongestif/ luka bakar parah/ dan dehidrasi. %b rendah terdapat pada ane(ia/ perdarahan hebat/ he(olisis/ he(oglobinopati/ pen.akit hodkin/ kanker/ defisiensi nutrisi/ li(fo(a/ perdarahan khronis/ pen.akit ginjal/ spleno(egali/ lupus erite(atosus siste(ik/ si+le +ell ane(ia. $ilai nor(al pada Laki'laki 16'1: g<dl Aanita 12'18 g<dl )keha(ilan B 11 g<dl Anak'anak 11'18 g<dl

Ba.i 12'17 g<dl

&/u,(si Leukosit (erupakan bagian dari siste( pertahanan tubuh/ .ang akan bereaksi terhadap

benda asing .ang (asuk dan (e(buat (ekanis(e pertahanan )feedba+k (e+hanis(*. Peningkatan ju(lah leukosit )leukositosis* biasan.a terjadi pada infeksi akut/ nekrosis jaringan/ leuke(ia/ pen.akit kolagen/ ane(ia he(olitik dan stres. Beberapa obat'obatan seperti aspirin/ antibiotik )a(pisilin/ eritro(isin/ tetrasiklin/ strepto(isin/ kana(isin*/ alupurinol/ sulfona(id/ heparin dan epineprin dapat (en.ebabkan (eningkatn.a ju(lah leukosit. Penurunan leukosit )leukopenia* biasan.a terjadi pada pen.akit he(atopoetik )ane(ia aplastik/ ane(ia pernisiosa/ hipersplenis(*/ infeksi virus/ (alaria/ agranulositosis/ alkoholik/ "L / artritis reu(atoid/ dan beberapa obat'obatan seperti klora(phenikol/ aseta(inofen/ barbiturat/ agen terapi kanker/ diaCepa(/ diuretik/ (etildopa/ fenotiaCin. $ilai nor(al pada & Dewasa & 6722'12222<((4 Anak'anak 2 tahun & 8222'19222<((4 Ba.i baru lahir & ;222'42222<((4 &a8u Enda: Dara$ Pe(eriksaan ini (engukur ke+epatan sel darah (erah (engendapkan darah .ang tidak (e(beku dala( (ili(eter per ja(. Pe(eriksaan ini tidak spesifik. Penurunan kadar L D bisa terlihat pada pen.akit polisite(ia vera/ gagal jantung kongestif/ ane(ia sel sabit/ infeksi (ononukleosis/ defisiensi fektor 5/ artritis degeneratif/ angina pektoris dan pe(akaian obat obatan )eta(butol/ aspirin/ golongan kortison*. Peningkatan kadar L D dapat terlihat pada keadaan pen.akit artritis reu(atoid/ de(a(/ infark (.okard akut/ kanker )pa.udara/ kolon/ ginjal/ hepar* pen.akit hodkinDs/ (ultipel (ielo(a/ li(fosarko(a/ infeksi bakteri/ pen.akit radang pelvis akut/ "L / keha(ilan tri(ester kedua dan ketiga/ operasi/ luka bakar/ dan obat' obatan seperti (etildopa/ teofilin/ dan dekstrans. $ilai nor(al pada Dewasa & (etode western & E 72 thnF pria 2'12 ((<ja(F wanita 2'22((<ja( B 72 thnF pria 2'22 ((<ja(F wanita 2'42((<ja(

(etode wintrobeF pria 2'9 ((<ja(F wanita 2'17 ((<ja( AnakF ba.i baru lahir 2'22((<ja(F 6'16thn 2'22 ((<ja( Tr(m9(si Tro(bosit (erupakan ele(en dasar dala( darah .ang (eningkatkan koagulasi. >ji ini perlu dilakukan karena tro(bositopenia (erupakan kelainan he(ostasis .ang paling sering dite(ukan pada pasien bedah. %itung tro(bosit nor(al pada & dewasa adalah 172.222' 622.222<((4. Bila nilai dibawah 122.222<((4 (enunjukkan tro(bositopenia .ang dapat disebabkan oleh produksi tro(bosit .ang berkurang/ destruksi akselerasi tro(bosit/ konsu(si tro(bosit )sekunder karena D#-*/ hilangn.a tro(bosit karena perdarahan. 3ika nilai diatas 622.222<((4 (enunjukkan tro(bositosis .ang dapat terjadi karena kelainan polisite(ia vera/ leuke(ia/ sindro(a postsplenekto(i dan pen.akit keganasan. Perdarahan spontan (erupakan baha.a .ang serius dan biasan.a terjadi pada ju(lah tro(bosit kurang dari 72.222<((4. $ilai nor(al pada & Dewasa atau anak 172.222'622.222<((4 Ba.i 222.222'697.222<((4 $eonatus 172.222'422.222<((4 H/ma (,ri %e(atokrit (erupakan pengukuran persentase sel darah (erah dan volu(e darah total. %e(atokrit sangat (en+er(inkan nilai %b dan sel darah (erah. Biasan.a nilai he(atokrit kira' kira 4 kali konsentrasi %b jika sel darah (erah dala( ukuran nor(al dan (e(iliki ju(lah %b nor(al. $ilai he(atokrit (eningkat pada eritositosis/ ekla(sia/ sho+k/ dehidrasi/ polisite(ia vera/ dan pen.akit jantung kongenital. $ilai he(atokrit (enurun pada ane(ia/ pen.akit hodkinDs/ kegagalan su(su( tulang/ hipertiroid/ sirosis/ reaksi $he(olitik/ perdarahan/ leuke(ia/ (alnutrisi/ (ultipel (ielo(a/ dan reu(atoid artritis. $ilai nor(al pada & Pria & 62'72G Aanita & 49'69G )keha(ilan B 44G* Anak & 41'64G Ba.i & 42'62G

%a, u :/rdara$an dan wa, u :/m9/,uan Aaktu perdarahan (e(berikan suatu penilaian interaksi antara tro(bosit dan pe(buluh

darah .ang rusak dan pe(bentukan su(batan tro(bosit. Aaktu perdarahan nor(al adalah 1'; (enit )(etode #v.*. Aaktu perdarahan dapat abnor(al pada pasien dengan tro(bositopenia/ gangguan tro(bosit kulitatif/ pen.akit von Aillenbran/ dan pasien dengan defisiensi faktor 5 atau hipofibrine(ia. Aaktu perdarahan (e(enjang dite(ukan pada pasien dengan hitung tro(bosit rendah/ pasien dengan D#- .ang disebabkan adan.a konsu(si tro(bosit/pasien ure(ia karena tro(bosit berkurang dala( ju(lah dan fungsi/ pasien dengan waktu protro(bin (e(anjang/ (eningkatn.a fragilitas kapiler/ pen.akit +husing/ dan obat'obat anti infla(asi seperti aspirin/ endo(etason. Ke+epatan dan la(an.a proses pe(bekuan/ (enunjukkan apakah fungsi dan ju(lah tro(bosit adekuat atau tidak. Aaktu pe(bekuan akan (e(anjang bila kadar fibrinogen kurang dari 122 (g<dl atau bila fungsi fibrinogen tidak nor(al. Aaktu pe(bekuan nor(al adalah 6': (enit. 1ula dara$ >ji glukosa seru( (e(bantu dala( (endiagnosa beberapa pen.akit (etabolik. Hlukosa darah .ang (eninggi )hiperglike(i* u(u(n.a (enunjukkan diabetes (ellitus. "ebalikn.a hipoglike(i u(u(n.a disebabkan karena dosis insulin berlebihan pada pasien diabetes (ellitus. Kadar glukosa seru( (eningkat pada keadaan diabetes (ellitus/ respon stres akut/ pen.akit -husing/ hiperparatiroid/ adeno(a pankreas/ pankreatitis/ terapi diuresis/ terapi kortikosteroid. Kadar glukosa (enurun pada keadaan insulino(a/ hipoparatiroid/ hipopituitaris(/ pen.akit adison/ dan pen.akit hepar .ang berat. >ji gula darah puasa (ini(al : ja(. 1akanan berperan sebagai glukosa .ang akan (engala(i (etabolis(e dala( tubuh. Pada pasien nor(al/ insulin diekskresi segera setelah (akan sebagai respon terhadap glukosa darah .ang (eningkat/ (en.ebabkan kadar glukosa ke(bali nor(al dala( waktu 2 ja(. $ilai nor(al & glukosa puasa anak B 2 tahun'dewasa 92'127 (g<dl anak E 2 tahun 82'122 (g<dl

ba.i 62';2 (g<dl glukosa darah 2 ja( setelah (akan 2'72 tahun 92'162 (g<dl 72'82 tahun 92'172 (g<dl B 82 tahun 92'182 (g<dl PE0ERIKSAAN RADIO&O1IS Pe(eriksaan radiologis diperlukan untuk (engetahui adan.a kelainan pada tulang/ adan.a perluasan susatu kelainan pada tulang / posisi anato(is. PERSIAPAN 0ENTA& Pasien dipersiapkan untuk (enghadapi pe(bedahan / karena pasien selalu +e(as apabila (engahadapi suatu pen.untikan/ rasa sakit/ bahkan terhadap kegagalan operasi berupa ke+a+atan bahkan ke(atian. PROPI&AKSIS ANTIBIOTIK Penggunaan antibiotik profilaksis (enjadi suatu ko(ponen penting dala( standard penanganan pasien bedah/ karena dapat (engurangi resiko infeksi pas+a bedah. Beberapa prinsip pe(berian antibiotik profilaksis adalah & 1. Profilaksis diberikan pada prosedur bedah .ang (e(iliki resiko tinggi terkonta(inasi oleh bakteri .ang dapat (eningkatkan infeksi pas+a bedah. 2. ,rganis(e pen.ebab infeksi harus diketahui atau dapat diduga sebelu(n.a. 4. Antibiotik harus aktif terhadap bakteri pen.ebab infeksi dan sedapat (ungkin (enghindari spektru( luas. Antibiotik spektru( luas generasi terbaru sebaikn.a di+adangkan untuk infeksi .ang resisten. 6. Antibiotik harus berada didala( jaringan dala( konsentrasi .ang efektif pada saat insisi dilakukan atau saat terjadi konta(inasi. Kegagalan pe(berian profilaksis sering disebabkan pe(berian antibiotik .ang terla(bat atau terlalu dini. 7. Aktifitas antibiotik profilaksis .ang terpilih harus efektif (en+akup sebagian besar patogen .ang sering (engkonta(inasi luka insisi atau daerah pe(bedahan. 8. Profilaksis u(u(n.a diberikan pada waktu sebelu( pe(bedahan/ biasan.a 42 (enit sebelu( insisi dilakukan atau pada saat induksi anestesi. 9. Antibiotik profilaksis diberikan dala( dosis tunggal dapat (eni(bulkan konsentrasi .ang efektif dala( jaringan sebelu( terjadi konta(inasi bakteri intra bedah.

:. Pada tindakan bedah kurang dari 4 ja(/ +ukup diberikan dosis tunggal. Tindakan .ang dapat (en.ebabkan kehilangan darah .ang +epat dan atau pe(berian +airan juga (e(butuhkan lebih ta(bahan dosis profilaksis. ;. Keuntungan .ang diperoleh dari pe(berian antibiotik profilaksis harus lebih besar dari pada resikon.a/ (isaln.a antibiotik harus a(an dan tidak (en.ebabkan ti(buln.a resistensi bakteri. PRE0EDIKASI Pre(edikasi (erujuk pada pe(berian obat'obatan dala( periode 1'2 ja( sebelu( induksi anestesi. Tujuan pre(edikasi adalah & 1enghilangkan ke+e(asan dan ketakutan. 1eni(bulkan ketenangan. 1e(berikan analgesia. 1engurangi sekresi kelenjar saluran nafas. 1e(perkuat efek hipnotik obat'obatan anestesi u(u(. 1engurangi (ual dan (untah pas+a bedah. 1en.ebabkan a(nesia. 1engurangi volu(e dan (eningkatkan p% la(bung. 1engurangi ke(ungkinan refleks vagal. Beberapa obat'obatan .ang biasa digunakan dala( pre(edikasi seperti dari golongan benCodiaCepine )diaCepa(/ loraCepa(*/ buthirofenon )haloperidol/;droperidol*/ analgesik opioid/ fenotiCin/ dan antikolinergik )atropine/ hios+in/ glikopironion* )Aitkenhead/1;;2*. @aktor'faktor .ang (e(pengaruhi pe(ilihan obat dan dosis adalah & >(ur Berat "tatus kesehatan Kondisi (ental Tindakan anestesi dan pe(bedahan ,bat'obat terapi .ang akan digunakan

Ada juga Persiapan pada pasien sebelu( operasi (eliputi & ana(nesa/ pe(eriksaan riwa.at dan fisik/ hasil laboratoriu( dan radiografi/ pe(eriksaan te(peratur<tekanan<pernapasan/ diet/ antibiotik profilaksis/ sedasi/ iCin operasi/ dan konsultasi.

Anamn/sa Ana(nesa pada pasien sangat penting dala( (enentukan pen.akit pasien. Karena pada saat ana(nesa kita dapat (engetahui berbagai (a+a( hal .ang (en.angkut pen.akit pasien. %al'hal .ang ditan.akan pada pasien saat ana(nesa .aitu na(a dan ala(at pasien/ keluhan uta(a/ keluhan sa(pingan/ sejarah gigi sebelu(n.a/ sejarah pengobatan/ dan sejarah pen.akit dala( keluarga/ serta status sosial pasien tersebut. P/m/ri,saan Or(ma,sil(7asial dan "isi, Pe(eriksaan ,ro(aksilofasial (eliputi/ pe(eriksaan ekstraoral dan intraoral. Pe(eriksaan ekstra'oral di(ulai dengan rabaan pada (uka ter(asuk rahang bawah/ rahang atas/ ke(udian (en+atat tentang segala kelainan seperti ketidaksa(aan antara kiri dan kanan/ atau kelu(puhan dari otot'otot (uka. Pergerakan (ata dan reaksi'reaksi pupil dia(ati bersa(a'sa(a dengan beberapa kesukaran di saat bernapas. "elanjutn.a dilakukan pe(eriksaan pada sendi te(poro(andibular/ sinus'sinus rahang/ li(phonodus/ dan bibir. Pe(eriksaan #ntraoral adalah (e(eriksa status gigi geligi/ selaput (ukosa/ jaringan periodontal/ lidah/ dan sebagain.a. "elain (elakukan pe(eriksaan oro(aksilofasial/ hal .ang tidak boleh terlewati saat akan (elakukan tindakan bedah adalah pe(eriksaan fisik .ang biasan.a dilakukan oleh dokter u(u( (aupun dokter spesialis .ang biasa (enangani pasien. Pe(eriksan fisik ini dilakukan sebelu( pe(bedahan atau dala( waktu 26 ja( setelah pasien (asuk ke ru(ah sakit. Hasil &a9(ra (rium dan Radi(.ra7i %asil pe(eriksaan laboratoris dan foto sinar'I sangat penting untuk (enunjang hasil pe(eriksaan fisik dan dapat (e(pertegas diagnosis se(entara .ang sudah ditentukan sebelu(n.a/ sehingga akan berpengaruh juga terhadap ren+ana perawatan. %asil pe(eriksaan laboratoris dan foto sinar'I dita(bahkan dala( bagan dan (erupakan +atatan per(anen dala( pela.anan kesehatan.

P/m/ri,saan K/adaan 2mum "ebelu( dilakukan pe(bedahan/ setiap pasien wajib di+atat te(peratur/ tekanan darah/ dan pernapasann.a se+ara teratur untuk (engatahui perke(bangan keadaan pasien (enjelang operasi. "ehingga jika terdapat kelainan dapat segera diatasi dan ke(bali dipersiapkan untuk (enjalani operasi. Di/ Pasien .ang akan dioperasi sebelu( dilakukan anestesi harus (enjaga pola (akann.a. 3ika pasien .ang akan dioperasi kekurangan kekuatann.a/ (aka harus diberi (inu(an glukosa sebelu( injeksi anestesi dilakukan. Tetapi jika .ang dilakukan adalah general anestesi/ (aka pasien disarankan untuk berpuasa pada saat (ala( )apabila operasi akan dilakukan pada pagi hari*. Atau tidak boleh (akan sela(a 6'8 ja( sebelu( operasi. P/rsia:an Kuli Daerah .ang akan dioperasi harus bebas dari ra(but. Pen+ukuran dilakukan pada waktu (ala( (enjelang operasi. !a(but ku(is dan ra(but didagu harus di+ukur/ le(ak dan kotoran harus terbebas dari daerah kulit .ang akan dioperasi. An i9i( i, Pr(7ila,sis 1eskipun trau(a rongga (ulut .ang ringan (isaln.a akibat (akan/ sikat gigi/ dapat (en.ebabkan bakterie(ia/ risiko .ang benar'benar (erupakan an+a(an bagi pasien adalah bila keutuhan (ukosa terputus dan ada perdarahan saat operasi dilakukan. >ntuk (engurangi an+a(an bakterie(ia/ digunakan antibiotik profilaktik pada pasien .ang (engala(i gangguan (ekanis(e pertahanan tubuh pada kondisi'kondisi .ang (udah (engala(i serangan infeksi. Pasien dengan kelainan jantung (erupakan kasus terban.ak/ +enderung (e(erlukan perhatian .ang lebih ban.ak. Ter(asuk dala( kelo(pok tersebut adalah pasien dengan pen.akit jantung +ongenital/ pen.akit katup jantung/ atau riwa.at pernah terserang de(a( re(atik. Terapi antibiotik profilaktik pada pasien'pasien tersebut diarahkan untuk pen+egahan endokarditis bakterial subakut. Kondisi'kondisi .ang (e(erlukan terapi antibiotik profilaktik selain penderita kelainan jantung adalah para penderita A#D"/ pe+andu alkohol kronis/ pasien .ang (eneri(a pengobatan

antineoplastik atau i(unosupresan/ pasien sesudah dilakukan transplantasi organ/ pasien dengan protesa atau sendi i(plant/ dan pasien penderita diabetes tidak terkontrol.

S/dasi Ke+e(asan dan ketakutan paling sering dite(ukan pada pasien'pasien bedah oro(aksilofasial. Perasaan ini selalu ada dengan derajat dan (anifestasi .ang berbeda'beda. Ketakutan bisa berkisar antara ketakutan nor(al sa(pai dengan kehilangan kontrol total/ sedangkan gejala .ang ditunjukkan (ulai dari ban.ak bi+ara/ tangan ge(etar/ sa(pai dengan histeria dan s.ok. ,leh karena itu +ara (engatasin.a tergantung situasin.a. Pada keban.akan kasus/ kontrol ke+e(asan .ang (e(adai bisa didapat dari sikap operator .aitu (enujukkan ketenangan dan keper+a.aan diri/ serta (enunjukkan watak .ang baik hati/ sabar/ dan (enentra(kan hati. Apabila tindakan'tindakan tersebut dianggap (asih kurang (e(adai atau apabila ada situasi .ang khusus/ (isaln.a gangguan jantung atau hipertensi/ (aka diperlukan sedasi oral atau inhalasi oksida nitrous oksigen. Kea(anan/ ketera(pilan atau pengala(an dan keterbatasan .ang disebabkan karena tuduhan (alpraktik se+ara efektif (e(batasi pe(akaian sedasi pra'bedah (elalui rute tersebut. ,bat'obatan .ang digunakan untuk pra(edikasi oral (eliputi narkotik/ antihista(in/ obat'obatan anJiol.ti+/ (isaln.a benCodiaCepine. Ke+e(asan .ang ringan bisa diatasi dengan obat'obatan tersebut. Aalaupun sulit untuk (enentukan dosisn.a pada satu kunjungan/ kadar dosis dapat dinaikkan atau diturunkan pada kunjungan berikutn.a/ apabila dibutuhkan untuk (endapatkan aksi opti(al. >ntuk (eningkatkan efektivitas/ obat .ang di(aksud diberikan pada sore hari sebelu( dilakukan pe(bedahan. Ke(udian diulang lagi 1'2 ja( sebelu( prosedur pe(bedahan dengan dosis .ang sedikit dikurangi. >ntuk itu wajib diketahui sifat'sifat far(akologis obat .ang digunakan/ (isaln.a waktu ti(buln.a aksi/ +ara kerjan.a/ durasi/ (etabolis(e/ ekskresi/ dan efek sa(pingn.a. I;in O:/rasi @or(ulir persetujuan tertulis harus didapatkan sebelu( (elakukan suatu prosedur. Agar efektif/ persetujuan dike(ukakan lebih sebagai sebagai suatu konseling sebelu( pelaksanaan operasi/ dan bukan sekedar tindakan pelengkap ad(inistrative. Alasan harus dilakukann.a

operasi/ sifat operasi/ hasil .ang diperkirakan/ dan ko(plikasi .ang (ungkin ti(bul harus dijelaskan se+ara lengkap dan terus terang kepada pasien atau orang .ang akan (enandatangani persetujuan tertulis tersebut. ,rang'orang .ang terlibat diberikan kese(patan untuk bertan.a tentang prosedur atau segi'segi .ang terkait. Ketidakrin+ian persetujuan .ang di(intakan akan (ele(ahkan segi huku( nantin.a. ,rangtua/ kerabat/ atau wali sah pasien harus (e(berikan persetujuan untuk pasien .ang tidak bisa (e(berikan persetujuan sendiri/ .aitu anak'anak/ penderita kelainan (ental/ dan pasien .ang tidak sadar. Penandatanganan persetujuan harus disaksikan oleh orang lain selain ahli atau dokter bedah .ang akan (elakukan operasi. @or(ulir persetujuan disertakan sebagai doku(en tetap dala( +atatan (edis. K(nsul asi Ada beberapa pasien dengan kondisi tertentu .ang (engharuskan seorang dokter gigi )dala( hal ini dokter bedah (ulut* (elakukan konsultasi kepada seorang dokter ahli atau spesialis/ baik seorang hae(atologist/ dokter spesialis pen.akit dala(/ ataupun dokter spesialis jantung. Pasien'pasien ini disebut pasien resiko tinggi/ .aitu pasien'pasien .ang (enderita pen.akit kardiovaskular/ pen.akit pul(onal/ kelainan neurologis/ disfungsi endokrin/ kelainan koagulasi darah/ ane(ia/ pen.akit ginjal dan transplantasi/ alergi/ serta keha(ilan. Konsep konsultasi atau berbagi tanggung jawab untuk penatalaksanaan pasien (erupakan hal .ang sangat penting bagi dokter gigi. Konsultasi biasan.a harus segera dilakukan/ .aitu pada hari diajukann.a per(intaan. Per(ohonan konsultasi (en.atakan se(ua pene(uan .ang pasti dan alasan uta(a dari pengajuan per(ohonan konsultasi atau bantuan tersebut. 3awaban dari konsultan idealn.a singkat dan langsung pada sasaran/ .aitu se+ara detail (enjawab alasan uta(a per(ohonan tersebut. Konsultan dapat (e(berikan persetujuan terhadap perubahan +ara penanganan/ dan kadang'kadang (enawarkan ikut (e(antau keadaan pasien.

PERSIAPAN ALAT
A&AT BEDAH Alat'alat .ang akan digunakan pada operasi disterilkan lalu disusun di te(pat .ang steril di dala( ka(ar operasi. "terilisasi alat bertujuan (e(bunuh se(ua (ikroorganis(e. Teknik sterilisasi .ang digunakan .aitu dengan (enggunakan auto+lave atau tekanan uap/ juga (enggunakan (etode ki(ia dan fisika .aitu pe(anasan basah/ pe(anasan kering/ serta radiasi ga((a )digunakan dala( perdagangan untuk sterilisasi alat .ang dipaketkan seperti s+alp blades*. "terilisasi dengan +ara perebusan sudah jarang digunakan karena han.a sebagai desinfektan dan tidak (e(bunuh organis(e spora. >ntuk (enentukan tingkat sterilisasi alat digolongkan dengan penggunaann.a. Kaitu sebagai berikut & a* Alat kritis. Alat kritis adalah alat .ang berkontak langsung dengan daerah steril pada tubuh. "eperti 1isaln.a & Pisau bedah .alat ini harus disterilkan dulu sebelu( dipergunakan. b* Alat se(i kritis Alat se(i kritis adalah alat .ang digunakan tidak untuk penetrasi ke dala( jaringan tetapi han.a bersentuhan dengan jaringan / (isaln.a ka+a (ulut. +* Alat non kritis. Alat non kritis adalah alat .ang tidak terlibat langsung dengan pe(bedahan/ (isaln.a/ pengontrol kursi/ la(pu dll. Ada pun Penjelasan dari golongan diatas .akni & Alat 0 alat kritis

>ntuk (enentukan sterilisasi atau disinfeksi .ang la.ak/ (aka alat 0 alat digolongkan sesuai dengan penggunaan dan aplikasin.a. Alat 0 alat kritis adalah alat .ang berkontak langsung dengan daerah steril pada tubuh/ .aitu se(ua struktur atau jaringan .ang tertutup kulit atau (ukosa/ karena se(ua ini (udah terserang infeksi. Peralatan kritis harus steril sebelu( digunakan. Ter(asuk dala( kategori ini & 1. 3aru( suntik

2. "+alpel

4.

levator

6. Bur 7. Tang

8. 3aru( jahit 9. Dan bahan untuk i(plantasi /(isaln.a& a. #(plant b. Bahan aloplastik +. Bahan he(ostatik Apabila (e(ungkinkan sebaikn.a peralatan disterilisasi dengan autoklaf. Kela.akan tingkat sterilitas dapat diuji se(inggu sekali dengan (eggunakan peralatan tes spora. Alat 0 alat se(ikritis Adalah alat 0 alat .ang bisa bersentuhan tetapi sebenarn.a tidak digunakan untuk penetrasi ke (e(brane (ukosa (ulut. 1eskipun terkonta(inasi oleh saliva dan

darah/ alat tersebut tidak (e(bawa konta(inan ke daerah steril di dala( tubuh. -ontoh alat & 1. Ka+a (ulut 2. Alat 0 alat .ang digunakan dala( pe(eriksaan dan tes 4. Handpiece. Handpiece .ang digunakan dala( pe(bedahan idealn.a bisa di autoklaf

Peralatan nonkritis Adalah peralatan .ang tidak berkontak dengan (e(brane (ukosa. #ni (eliputi & 1. Countertops 2. Pengontrol posisi kursi 4. Kran .ang dioperasikan dengan tangan 6. Dan pengontrol kotak untuk (elihat ga(bar sinar 0 I Apabila terkonta(inasi dengan darah/ salva atau keduan.a/ (ula 0 (ula harus di

lap dengan handuk pengisap ke(udian didisinfeksi dengan larutan antiku(an .ang +o+ok/ (issal 7222 pp( )pengen+eran larutan pe(utih 1 & 12/ Clorox * atau 722 pp( )pengen+eran 1 & 122 sodiu( hipoklorit*. %arus hati 0 hati karena sodiu( hipoklorit korosif terhadap loga(.

Beberapa alat kritis dianjurkan (enggunakan alat sekali pakai untuk (enja(in sterilisasin.a/ (isaln.a F 3aru( suntik/ pisau bedah dll. A&AT STERI&ISASI ".arat sebelu( dilakukan sterilisasi & 1. 1e(bersihkan debris/ darah serta saliva dari instru(en 2. 1erenda( instru(en dala( +airan desinfektan 3. -u+i bersih dengan air ledeng keringkan 6. Lakukan sterilisasi #nstru(en sebaikn.a dikeringkan sebelu( (elakukan sterilisasi untuk (enghindari terjadin.a karat. >ntuk (endapatkan alat dala( keadaan steril dapat digunakan dengan (elakukan sterilisasi dengan & Auto+lav/ pe(anasan kering/ "terilisasi ki(ia/ direbus dll.

Ta$a:an dalam s /rilisasi ala <

4/nis s /rilisasi< 1. Basah< glutaraldehid 2. Panas kering 4. >ap Ki(ia 6. Autoklaf

I.

S /rilisasi Basa$6 1lu arald/$id

fektif sa(pai 2: hari setelah digunakan. Hultaraldehid a(at berguna sebagai +airan pen+elup untuk instru(en dan sterilisasi. Diperlukan waktu 8.7 0 12 ja( pada suhu ka(ar. Beberapa produk (e(butuhkan 1 ja( pada te(peratur 822 -/ .ang lain 6 ja( pada 62'722 -. Pengen+eran dengan air akan (e(perpendek kegunaann.a sa(pai 16 hari atau kurang. -airan harus dibuang bila glutaraldehidn.a telah di bawah 1G. II. S /rilisasi Panas K/rin. 1e(butuhkan waktu sterilisasi .ang la(a karena waktu pe(anasan untuk instru(en .ang ban.ak 12';2 (enit per siklus. ,ven .ang digunakan dibuat khusus untuk keperluan kedokteran. ,ven (ekanis .ang tersedia biasan.a (e(berikan panas .ang lebih (erata dan +epat. Keuntungan (etode ini disa(ping bisa (e(uat ban.ak/ hargan.a (urah dan tidak (e(buat karat atau tu(puln.a instru(ent.

III.

S /rilisasi 2a: Kimia

-a(puran for(aldeh.d/ alkohol/ keton/ air dan aseton dipanaskan dibawah tekanan akan (e(bentuk gas .ang dapat untuk sterilisasi. Panasn.a 2922@ )1422-* pada 22'62 psi dala( waktu 22 (enit. Alat ini harus dipanaskan dulu sebelu( digunakan. "i(pan instru(en dala( keadaan terbuka atau terbungkus kain kassa/ kertas/ plastik .ang te(bus uap atau nilon. %indari kertas atau pita .ang (engandung sulfur karena dapat (e(buat hita( bagian dala( ruang sterilisasi dan dapat (erusak klep. Keuntungan (etode ini & siklus .g +epat/ efisien/ disertai karat dan korosi .ang lebih sedikit. I3. S /rilisasi Au (,la7 Autoklaf artin.a (engun+i sendiri. 1e(pergunakan uap dibawah tekanan. Prinsipn.a sa(a dengan pan+i tekan. Alat'alat harus dike(as dala( keadaan terbuka atau dibungkus dengan kain (uslin/ kertas/ nilon/ foil alu(uniu( atau plastik te(bus uap.

"elain (enjaga sterilisasi alat juga harus diperhatikan kebersihan ruangan dan kebersihan alat non kritis.

PERSIAPAN OPERATOR
Triad Barri/r >ntuk (e(batasi konta(inasi silang pada dokter gigi/ staf dan pasien/ (aka digunakan triad barrier .aitu (asker/ sarung tangan/ dan ka+a (ata pelindung. 1. "arung tangan uji disposibel non steril bisa digunakan untuk keban.akan prosedur kedokteran gigi. "arung tangan .ang u(u( digunakan dan dianggap (e(enuhi s.arat adalah jenis Lateks. Apabila sterilitas sangat diperlukan/ gunakan sarung tangan .ang steril. 2. 1asker digunakan untuk (elindungi (ukosa oral dari per+ikan +airan. 1asker bedah dan (asker biasa dianggap +ukup adekuat untuk (elindungi operator sela(a prosedur operasi berlangsung. 1asker .ang baik .aitu .ang dapat (en.aring sa(pai dengan ;7G partikel .ang berukuran 4'7 (ikron. 1asker juga harus diganti setiap ganti pasien. 4. Ka+a (ata pelindung/ "ela(a perawatan gigi dan (ulut (ungkin saja ti(bul atau adan.a +ipratan +airan dari instru(ent putar sehingga dapat (engkonta(inasi (ata

0/n*u*i Tan.an
Tujuan (en+u+i tangan dala( pe(bedahan adalah untuk (engangkat (ikroorganis(e/ kotoran/ tanah/ (in.ak/ losion dari tangan operator dan anggota ti( bedah Keadaan ini akan ter+apai (elalui& 1. Proses (ekanis )sikat* .ang (engangkat kotoran dan (ikroorganis(e se(entara )transient (i+roorganis(* dengan gesekan 2. Proses ki(iawi dengan (engurangi bakteri kulit .ang (enetap )resident skin ba+teria* dan (ikroorganis(e .ang non aktif dengan bahan (ikrobisida atau antisepti+. %al ini akan (enjaga populasi (ikroba dala( ju(lah (ini(u( dengan (enekan pertu(buha n dan oleh karena itu akan mengurangi bahaya kontiminasi mikroba pada luka oleh bakteri kulit.

P/rala an m/n*u*i an.an Peralatan berikut ini diperlukan untuk prosedur +u+i tangan .ang baik ' "ebuah bak +u+i .ang dala( dan +ukup lebar untuk (en+egah per+ikan air

' '

Persediaan air .ang dapat dikendalikan oleh kaki "ikat pengosok .ang diresapi bahan detergen anti septi+

Ta a =ara 0/n*u*i Tan.an Agar .akin +u+i tangan .ang kita lakukan sudah benar/ (aka seluruh seluruh petugas (edis harus (e(perhatikan petunjuk'petunjuk berikut& 1. Tidak seorangpun dengan luka terbuka/ luka bakar/ atau lesi kulit lainn.a pada tangan diperbolehkan untuk +u+i tangan. 2. Lepaskan se(ua perhiasan. 4. Hunakan sikat 6. Buka dan keluarkan pe(bersih kuku dari dala( ke(asan 7. Dibawah air (engalir/ bersihkan bagian bawah kuku jari se+ara teliti )kuku jari harus pendek dan bebas dari +at kuku*

8. 1ulailah (en.ikat telapak tangan ke(udian se+ara berurutan sikat setiap jari/ dan punggung tangan. Lanjutkan pada seluruh per(ukaan sela(a 2 (enit dengan perhatian khusus pada jari dan daerah kutikula

9. Dilanjutkan dengan (en.ikat lengan keatas sa(pai dibawah siku sela(a 42 detik. 3angan ke(bali ketangan atau kedaerah pergelangan tangan .ang sudah di sikat :. "etelah 42 detik/ pindahkan sikat dari tangan .ang belu( disikat ke tangan .ang sudah disikat dan ulang +ara seperti diatas ;. "etelah langkah ke'8 selesai/ sikat ulang kedua telapak tangan sela(a 42 detik 12. Buang sikat )tata +ara +u+ui tangan laCi( (enghabiskan waktu sekitar (enit. 11. Bilas tangan dan lengan kita air .ang (engalir/ bersihkan satu dibawah tangan .ang 7 L

dan lengan/ biarkan air (enetes dari siku. >langi +ara ini untuk tangan dan lengan lainn.a. angkat tangan keatas sehingga air (enetes dari siku/ tidak dari ujung jari.

Ta a =ara 0/ma,ai Sarun. Tan.an /r u u: Teknik sarung tangan tertutup (erupakan (etode pilihan dala( (engenakan sarung tangan. Tetapi apabila sarung tangan dengan +ara ini terkonta(inasi penggantian dilakukan dengan (enggunakan teknik sarung tangan terbuka. 3ika (engunakan teknik sarung tangan tertutup/ se(ua petugas bedah hendakn.a (e(perhatikan petunjuk'petunjuk berikut& 1. Kapan saja anda (engenakan sarung tangan steril/ dengan teknik apapun/ perlu diingat bahwa kulit tidak boleh (en.entuh bagian luar sarung tangan untuk (enjaga sterilitasn.a. 2. Dengan tangan tertutup jubah/ a(bil sarung tangan perta(a dari ke(asann.a. 3angan biarkan tangan keluar dari keli( (anset jubah 4. Letakkan sarung tangan pada lengan jubah dan ibu jari sarung tangan pada ibu jari sarung tangan/ dengan jari'jari (enunjuk kearah siku. 6. Pegang bagian bawah (anset dengan jari'jari tangan .ang terlindungi dari tangan .ang akan dipakai sarung tangan. 7. Pegang bagian atas (anset dengan tangan lainn.a/ .ang terbungkus jubah. 8. $aikkan (anset bagian atas diatas (anset jubah dari tangan .ang akan dipakaikan sarung tangan 9. Pegang (anset sarung tangan dan (anset jubah se+ara bersa(aan dan (asukan jari'jari kedala( sarung dan atur letakn.a :. >ntuk (e(akai sarung tangan kedua ulangi +ara kedua sa(pai ketujuh ;. Teknik sarung tangan tertutup adalah +ara .ang paling disukai jika harus (e(akai sarung tangan sendiri 12. Bersihkan bubuk peli+an dari sarung tangan sebelu( (e(ulai pe(bedahan. Ta a =ara T/,ni, Sarun. Tan.an T/r9u,a 3ika (enggunakan teknik sarung tangan terbuka/ se(ua petugas harus (e(perhatikan petunjuk'petunjuk berikut&

1. Tangan perawat pe(bantu)s+urb nurse* diulurkan sa(pai keluar dari (anset jubah 2. Bungkus kertas dibuka dengan (enggunakan kedua tangan. Pe(bungkus ini harus di buka sehingga kertas tidak tertutup rapat dan bila kurang hati'hati akan (engkonta(inasi sarung tangan. 4. Dengan tangan/ angkat sarung tangan dengan (e(egang tepi (anset .ang terlipat daerah ini (erupakan daerah dala( sarung. Pertahankan (anset .ang terlipat 4in+i itu dan jauhilah dari ke(asan.

6. "isipkan tangan kita kedala( sarung tangan/ dan dengan hati'hati (asukan jari'jari lalu tarik (anset sarung tangan se+ara bertahap disekelilingn.a sehingga lipatan (anset .ang 4 in+hi itu dapat tetap dipertahankan. >sahakan untuk (enarik (anset sarung tangan sa(pai (enutupi (anset jubah. 7. Angkat sarung tangan kedua dari ke(asann.a dengan +ara (e(egang tepi (anset oleh tangan kedua. Letakan jari'jari tangan perta(a ).ang telah (e(akai sarung tangan*dibawah lipatan (anset .ang berukuran4 in+i itu dan (asukan tangan kedua seperti +ara ke'6

8. Bila (anset sarung tangan diatas (anset jubah/ balikluruh lipatan (anset sa(pai (enutupi seluruh (anset jubahsehingga han.a ta(pak bagian sarung tangan .ang steril. 9. "eperti pada pe(akaian sarung tangan kedua/ letakkan jari'jari .ang telah (e(akai sarung tangan dibawah (anset sarung tangan/ dan balik lipatan (anset di atas (anset jubah sehingga ta(pak sisi tangan .ang steril. :. Bersihkan bubuk peli+an dari sarung tangan sebelu( (e(ulai pe(bedahan.

DA"TAR P2STAKA < Pedersen/ Hordon A. 1;;8. Buku Ajar Praktis Bedah Mulut. 3akarta & H-. 1iloro/ 1i+hael. 2226. PetersonDs Prin+iples of ,ral and 1aJillofa+ial "urger. '2nd ed.' . London & B- De+ker #n+.