Anda di halaman 1dari 15

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR INDUSTRI REFINERY MINYAK BUMI

Heni Ismawati Widya Yosepha Arinil Haq Suhendri Khafid Ali Mahdi

LATAR BELAKANG
Kemajuan dalam bidang industri di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini memberikan berbagai dampak positif yaitu terbukanya lapangan kerja, membaiknya sarana transportasi dan komunikasi serta meningkatnya taraf sosial ekonomi masyarakat. Salah satu industri yang pertumbuhannya cukup pesat adalah industri perminyakan. Salah satu dampak negatif dari kilang minyak adalah timbulnya pencemaran lingkungan oleh limbah yang berbentuk gas, padatan atau cairan yang timbul pada proses dan hasil pengolahan minyak tersebut.

MINYAK BUMI DAN PENCEMARANNYA


Minyak bumi adalah campuran hidrokarbon yang terbentuk berjuta-juta tahun yang lalu di masa lampau sebagai hasil dekomposisi bahan-bahan organik dari tumbuhan dan hewan. Pencemaran minyak bumi padat

cair
gas

DAMPAK PENCEMARAN LIMBAH CAIR MINYAK BUMI


Molekul-molekul hidrokarbon minyak bumi dapat merusak membran sel yang berakibat pada keluarnya cairan sel dan berpenetrasinya bahan tersebut ke dalam sel.
menelan makanan atau cairan yang terkontaminasi minyak dan gas dapat menyebabkan munculnya problem kesehatan reproduksi seperti siklus haid yang tidak teratur, keguguran, meninggal dalam kandungan, dan cacat lahir. Ketika minyak tumpah ke tanah, ia akan menghancurkan lapisan tanah dengan mendesak udara keluar dan membunuh makhluk-makhluk hidup yang membuat lapisan tanah menjadi sehat.

DAMPAK LIMBAH SOLVENT TERHADAP KESEHATAN

ACIDITY

Efek jangka pendek (akut) antara lain pada penghirupan konsentrasi 400 ppm adalah : 1. dapat menimbulkan iritasi pada saluran pernafasan bagian atas. 2. Penghirupan lebih besar akan menyebabkan pusing dan mengganggu keseimbangan tubuh. 3. Kontak dengan mata dapat menyebabkan iritasi, tetapi tidak pada kulit. 4. Bila terminum dapat menyebabkan muntah, diare dan hilang kesadaran. 5. Efek jangka panjang (kronis) antara lain bila terkena kulit dapat 6. menyebabkan kulit kering dan pecah-pecah.

PRE-TREATMENT PENGOLAH LIMBAH CAIR INDUSTRY FERINERY MINYAK BUMI

pengolahan limbah cair minyak bumi dilakukan dengan 2 cara pengolahan pendahuluan (pre-treatment), yaitu: 1. Pengambilan/ penyedotan minyak, dan menyaring kotoran atau sampah padat seperti daun-daunan, plastic dan lain sebagainya. 2. Pengambilan pasir-pasir yang mengendap yang didapat dari proseS pengolahan minyak bumi yaitu lumpur/ sludge.

PENGOLAHAN LIMBAH REFINERY MINYAK BUMI

CAIR

INDUSTRI

Dilution (Liquid Waste Dispersion)

Secara Mikrobiologis (BIOREMEDIASI)

Deep Well Disposal

Incineration
Incineration adalah salah satu cara untuk menguraikan liquid wastes, dan dengan cara pembakaran didalam alat yang didesain baik dapat menghasilkan effluent/ limbah yang memenuhi peraturan pencemaran. Liquid waste dari sisi combustion dapat dikelompokkan atas:
1. Combustible Liquids

2. Partially Combustible Liquids

SECARA MIKROBIOLOGI (BIOREMEDIASI)


Limbah minyak bumi banyak mengandung unsur Hidrokarbon. Limbah Hidrokarbon cair bersifat hidrofob dan mempunyai kerapatan lebih rendah dari air. Oleh sebab itu limbah ini selalu terapung diatas air. Untuk penanganan limbah Hidrokarbon sebagai salah satu alternatif adalah dengan menggunakan mikroba Pseudomonas, Arthrobacter, Alcaligenes, Brevibacterium, Brevibacillus, dan Bacillus. Kita hanya perlu mengisolasi bakteri hidrokarbonoklastik tersebut dari alam dan mengkulturnya, selanjutnya kita bisa menggunakannya sebagai peng-olah limbah minyak bumi yang efektif dan efisien, serta ramah lingkungan. Bakteri ini akan mendegradasi hidrokarbon yang ada dialam hingga akhirnya rantai hidrokarbon terurai menjadi senyawa C, H, dan O.

Dilution (Liquid Waste Dispersion)


pengenceran limbah hingga tidak menimbulkan bahaya atau peracunan terhadap lingkungan. Dengan perancangan subsurface disfersion system yang baik, akan memungkinkan wadah penerima dapat menampung buangan secara memadai. Beberapa peralatan yang dibutuhkan antara lain mencakup open end pipesdengan nozzle atau diffuser system yang terdiri dari sederetan pipa-pipa kecil dengan lubang-lubang atau celah. Limbah harus dapat dibuang pada sudut yang baik terhadap aliran air agar terencerkan atau terdispersi secara sempurna. Pipa dispersi harus ditempatkan sedemikian rupa agar discharge point cukup jauh dari garis pantai, dengan demikian pabrik dan water intake akan terlindungi.

Deep Well Disposal


Cara ini dilakukan oleh industri yang banyak membuang limbah asam lemah dalam jumlah besar. Limbah tersebut dipompakan ke dalam lapisan tanah sampai pada lapisan tanah yang cocok untuk menampung limbah. Lapisan tanah dimana limbah ditampung harus lebih rendah dari lapisanfresh water circulation, dan area tadi harus terisolasi oleh bahan yang kedap air. Lapisan sandstones, limestones atau dolomiteumumnya membentuk lapisan yang banyak mengandung air asin, tetapi cukup baik sebagai tempat penampungan limbah cair. Sedangkan lapisan yang mengandung minyak, gas, batubara dan belerang harus dijaga agar tidak tercemar limbah. Lapisan yang kedap air harus berada diatas dan dibawah layer untuk mencegah vertical escapedari buangan, atau dengan kata lain limbah harus ditempatkan pada kedalaman tertentu. Penetapan area buangan harus ditetapkan sesuai dengan keadaan subsurface geology, dimana daerah yang banyak batuan vulkanik dihindari karena memungkinkan limbah lolos kepermukaan tanah atau badan air.

Program pengendalian pencemaran bahan buangan cair minyak bumi antara lain (Pertamina, 1986) :
1. Mengoperasikan dan memelihara oil catcher (perangkap minyak) baik di kilang maupun pusat pengumpul produksi dengan sebaik-baiknya. 2. Pemantauan secara berkala jumlah dan jenis bahan buangan cair yang menuju ke perairan. 3. Melokalisir tumpahan dan bocoran minyak sebagai akibat dari kecelakaan dan atau kerusakan yang terjadi pada alat-alat pengangkut, penimbun, pengisian, dan lain-lain. 4. Mengambil kembali tumpahan minyak. 5. Penyediaan sarana penanggulangan pencemaran berupa : oil sorbent, dispersant, oil skimmer dan dispersant pump. 6. Membakar tumpahan minyak yang tidak mungkin diambil kembali atau dibersihkan.

TERIMA KASIH

Pada Combustible Liquids adalah pembakaran bahan-bahan yang menghasilkan CO2 dan H2O bila dibakar.

Bahan partially combustible adalah pembakaran bahan yang mengandung mateial terlarut dalam fase liquid, dimana zat tersebut akan menjadi oksida nya apabila di bakar.