Anda di halaman 1dari 5

TUGAS GEOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI PYROLYSIS

Disusun Oleh: Bilfaqih Rizk a !i"s#a Pu#"a $%%&&%%&%$&&'&

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI !AKULTAS TEKNIK UNI(ERSITAS DIPONEGORO SEMARANG MEI $&%)

PYROLYSIS
Dalam eksplorasi minyak dan gas bumi, salah satu faktor yang penting untuk diketahui adalah tingkat kematangan atau maturity dan jenis kerogennya. Maturasi terjadi ketika suatu kerogen mengalami temperatur tinggi untuk jangka waktu yang cukup lama. Reaksi penguraian termal, yang disebut katagenesis dan metagenesis, memecahkan molekul kecil dan meninggalkan sisa kerogen yang lebih resistan. Molekul kecil tersebut lama-kelamaan menjadi migas. Salah satu metode untuk mengetahui tingkat kematangan hidrokarbon adalah pyrolysis. Metode pirolisis dapat mengevaluasi jenis kerogen dan tingkat kematangan termalnya dengan cepat. irolisis pada prinsipnya adalah memanaskan kerogen dalam kondisi atmosfer inert. arameter yang diukur pada proses pirolisis ini adalah! - S", yaitu mengukur jumlah hidrokarbon bebas dalam kerogen. #ercapai ketika temperatur tungku mencapai $%&o'. - S$, yaitu mengukur potensi pembentukan hidrokarbon dalam kerogen akibat cracking pada temperatur sampai dengan %%&o'. - S(, yaitu mengukur jumlah ')$ yang terbentuk. - #ma*, temperatur maksimal saat cracking kerogen pada S$. #ingkat kematangan termal diukur dari #ma*. +ika nilai #ma* , -(% o' menunjukkan kerogen masih belum matang. +ika nilai #ma* antara -(% . -/& o' menunjukkan kerogen dalam kondisi kematangan termal. Sedangkan bila nilai #ma* 0 -/& o' menunjukkan kerogen lewat matang. 1rafik hasil pirolisis disebut pirogram seperti terlihat pada gambar berikut.

1ambar "." pirogram

Data hasil proses pirolisis ini dapat diolah lebih lanjut untuk menghasilkan beberapa parameter untuk menggambarkan kematangan dan potensi kerogen, yaitu! - 23 42ydrogen 3nde*5, yaitu rasio S$6#)' 4mg6g5 atau perbandingan hidrokarbon bebas dengan total organik karbon. - )3 4)*ygen 3nde*5, yaitu rasio S(6#)' 4mg6g5 atau perbandingan ')$ yang dihasilkan dengan total organik karbon. - 3 4 roduction 3nde*5, S"64S"7S$5 - 8 4 yrolysis 8ield5, S"7S$, yang menggambarkan potensi kerogen. 9ilai indeks hidrogen merupakan pendekatan untuk rasio 26' pada analisis elemental, sedangkan nilai indeks oksigen merupakan pendekatan nilai rasio )6'. Dengan demikian, nilai indeks oksigen dan indeks hidrogen dapat diplot menyerupai diagram van :revelen seperti terlihat pada gambar berikut.

1rafik hubungan indeks oksigen dengan indeks hydrogen

Selain itu, nilai indeks hidrogen juga dapat diplot terhadap nilai #ma* untuk evaluasi kematangan termal seperti terlihat pada gambar di bawah. ada kedua grafik tersebut, material organik terbagi dalam tiga tipe. #ipe 3 merupakan material organik yang berasal dari tumbuhan yang berlilin dan alga, tipe 33 berasal dari alga dan spora dan tipe 333 berasal dari tumbuhan darat tingkat tinggi.

1rafik hubungan #-maks dengan indeks hydrogen

RE!ERENSI
Durand, ;., < history of organic geochemistry, )il = 1as Science and #echnology, vol. %> no. $, p.$&( . $(" 4$&&(5 2unt, +. M., et.al., ?arly developments in organic geochemistry, )rganic 1eochemistry vol.((, p."&$%-"&@$ 4$&&$5 Aasim, <., et.al., #echniBues and methods of organic geochemistry as applied to petroleum e*ploration, akistan journal of hydrocarbon research, vol. "-, p.@C-// 4$&&-5 #issot, ;. ., Aelte, D. 2., etroleum formation and occurrence, 9ew 8ork . Springer Derlag 4"C>-5