Anda di halaman 1dari 57

CONTOH SOAL UJI KOMPETENSI GURU 2013 YANG DISESUAIKAN DENGAN KISI-KISI SOAL UKG KOMPETENSI 1.

Menguasai subtansi dan metodologi dasar keilmuan bahasa Indonesia yang mendukung pembelajaran bahasa Indonesia SD/MI SUB KOMPETENSI 1.1 Memilih, menata dan merepsentasi materi ajar bahasa Indonesia SD berdasarkan pemahaman tentang bagaimana siswa belajar bahasa Indonesia INDIKATOR ESENSIAL 1.1.2 Memilih materi ajar aspek membaca di kelas rendah SD 1.1.3 Memilih materi ajar aspek menulis di kelas tinggi CONTOH SOAL No Soal 2a (Sesuai IE 1.1.2) Tahapan proses belajar membaca bagi siswa sekolah dasar kelas awal biasanya menggunakan pembeajaran membaca a. Ejaan Per ejaan b. Skimming c. Permulaan d. Cepat Jawaban C Pembahasan Sesuai dengan Kurikulum maka pada kelas rendah (kelas 1 kelas 2) menggunakan pembelajaran membaca pemulaan dimana tingkatan proses pembelajaran membaca ini untuk menguasai sistem tulisan sebagai representasi visual bahasa. No Soal 2b (Sesuai IE 1.1.2) Dalam pembelajaran membantu permulaan, ada beberapa metode yang dapat digunakan kecuali a. Metode kupas rangkai suku kata b. Metode Global

c. Metode SAS d. Metode Eja Jawaban D Pembahasan Beberapa metode pembelajaran menulis awal diantaranya 1. Metode Abjad/Alfabet. Mula-mula guru memperkenalkan huruf (abjad) kepada siswa: a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z. Selain yang dipasang di papan tulis, masing-masing huruf tadi juga perlu ditulis dalam sebuah kartu (satu huruf satu kartu) 2. Metode Suara. Metode suara juga disebut :Phonic Method. Metode ini merupakan penyempurnaan metode alphabet. Pada metode ini bukan abjadnya yang di ajarkan, melainkan bunyi-bunyi bahasa sebagai pengganti huruf-huruf tersebut.Ucapan huruf-huruf tidak berdasarkan atas bunyi abjadnya melainkan ucapan hurufnya. 3. Metode Kupas-Rangkai Suku Kata. Berbeda dari metode abjad di atas, metode kupas-rangkai suku kata ini dimulai dengan pengenalan kata terlebih dahulu. Misalnya: mama. Kita perlu juga menjelaskan arti kata mama itu kepada siswa agar mereka mendapatkan makna dari apa yang dipelajari 4. Metode Cerita. Pelaksanaan metode cerita dalam mengajarkan membaca permulaan diawali dengan menghafalkan cerita atau sebuah puisi. Cerita atau puisi itu diuraikan atas kalimat-kalimtnya sampai pada kata-katanya. Dalam mengucapkan kata0kata metode ini menggunakan katakata fonetik. 5. Metode Global. Menurut Teori Gestalt, suatu kesatuan lebih bermakna daripada bagian-bagian. Metode global dimulai dengan mengenalkan kalimat utuh kepada siswa. Contohnya: ibu makan nasi, disertai gambar, anak membaca tulisan tersebut, baru guru menjelaskan huruf-huruf yang dirangkai membentuk suku kata, kata, dan kalimat.

6. Metode SAS Struktural Analisa Sintesa. Metode SAS dilaksanakan dengan menggunakan kartu kalimat dan papan flanel. Mula-mula guru menunjukkan gambar kepada siswa (jika benda asli bisa dihadirkan tentunya lebih baik jika benda asli ditunjukkan terlebih dahulu) Dalam soal diatas ada metode eja, metode eja adalah metode dalam menulis bukan dalam membaca. No Soal 2c (Sesuai IE 1.1.2) Mula-mula diberikan kalimat secara keseluruhan. Kalimat itu diuraikan atas kata-kata yang mendukungnya. Dari kata-kata itu kita ceraikan atas suku-suku katanya dan akhirnya atas huruf-hurufnya. Kemidian huruf-huruf itu kita sintetiskan kembali menjadi suku kata, suku kata menjadi kata dan kata menjadi kalimat Berdasarkan studi kasus , metode membaca permulaan yang tepat digunakan adalah a. Metode Alfabet b. Metode Suku Kata c. Metode SAS d. Metode Global Jawaban D Pembahasan lihat pembahasan soal 2b No soal 3a (Sesuai IE 1.1.3) Pendekatan menekankan keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) dalam pembelajaran adalah salah satu Pendekatan yang disarankan dalam pembelajaran menulis dalam melaporkan suatu pengamatan yang disebut a. Pendekatan komunikatif b. Pendekatan integratif c. Pendekatan keterampilan proses d. Pendekatan tematis Jawaban C Pembahasan

1. pendekatan komunikatif tampak pada butir pembelajaran, misalnya: mendeskripsikan suatu benda, menulis surat, dan membuat iklan 2. pendekatan integratif tampak pada butir pembelajaran, misalnya: menceritakan pengalaman yang menarik, menuliskan suatu peristiwa sederhana, membaca bacaan kemudian membuat ikhtisar, dan meringkas cerita yang di dengar; 3. Pendekatan keterampilan proses, tampak pada butir pembelajaran, misalnya: melaporkan hasil kunjungan, menyusun laporan pengamatan, membuat iklan, dan menyusun kailimat acak menjadi paragraf yang padu 4. pendekatan tematis, tampak pada butir pembelajaran, misatnya: menulis pengalaman dalam bentuk puisi, dan menyusun naskah sambutan. No soal 3b (Sesuai IE 1.1.3) Teknik menulis cerita terdiri atas hal-hal sebagai berikut, kecuali a. menjawab pertanyaan b. membuat kalimat c. subtitusi d. persuasi Jawaban D Pembahasan Teknik menyusun cerita dapat dilakukan dengan: (a) menjawab pertanyaan, (b) melengkapai kalimat, (c) memperbaiki susunan kalimat, (d) memperluas kailimat, (e) subtitusi, (f) transfomtasi, dan (g) membuat kaiimat No soal 3c (Sesuai IE 1.1.3) Model pembelajaran menulis cerita/cerpen di SD meliputi hal-hal berikut, kecuali a. Menceritakan gambar b. Melanjutkan cerita c. Menceritakan pengalaman d. Mendeskripsikan cerita

Jawaban D Pembahasan Model pembelajaran menulis cerita/cerpen dengan 1. menceritakan gambar 2. melanjutkan ceria lain 3. menceitakan mimpi 4. menceriakan pengalaman 5. menceritakan cita-cita 1.2.2 Merancang berbagai kegiatan menulis kelas tinggi yang dapat meningkatkan kemampuan menulis dan berpikir siswa 1.2.3 Memperjelas perencanaan dan pelaksanaan penilaian dan evaluasi dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia No Soal 4a (sesuai IE 1.2.2) Berikut adalah kegiatan menulis lanjutan di kelas tinggi kecuali a. Menulis tentang berbagai topic b. Menulis pengumuman c. Menulis pantun d. Menulis memo Jawaban A Pembahasan Teknis menulis tingkat tinggi dikelompokan menjadi 2 yaitu 1. Menulis cerita a) Teknik menyusun kalimat (menjawab pertanyaan, memperbaiki sususan kalimat, memperbaiki susunan kalimat, subtitusi, transformasi dan membuat kalimat) b) Teknik memperkenalkan cerita (baca dan tulis, simak dan tulis, meniru model, menyusun paragraph, menceritakan kembali, dan membuat) 2. Menulis untuk keperluan sehari-hari a) menulis surat b) menulis pengumuman c) mengisi formulir d) menulis surat undangan e) membuat iklan f) menyusun daftar riwayat hidup Model menulis cerita/cerpen di kelas tingkat tinggi yaitu: 1. menceritakan gambar 2. melanjutkan cerita lain 3. menceritakan mimpi

4. menceritakan pengalaman 5. Menceritakan cita-cita Jenis tulisan yang bisa dikembangkan pada kegiatan menulis lanjutan ini adalah menulis pantun, puisi, surat dan prosa No Soal 4b (sesuai IE 1.2.2) Model menulis cerita/cerpen di kelas tinggi yaitu, kecuali a. Menceritakan mimpi b. Menceritakan pengalaman c. Menceritakan cita-cita d. Menceritakan kata Jawaban D Pembahasan lihat pembahasa 4a No Soal 5a (sesuai IE 1.2.3) Perencanaan pengajaran meliputi hal-hal berikut, kecuali a. Tujuan apa yang hendak dicapai b. Memilih bahan aja c. Proses belajar mengajar d. Alat penilaian Jawaban C Pembahasan Perencanaan yang baik harus meliputi 1. Tujuan apa yang hendak dicapai 2. Memilih bahan ajar 3. Memilih metode pengajaran 4. Alat penilaian No Soal 5b (sesuai IE 1.2.3) Tahap mengumpulkan informasi tentang keadaan objek evaluasi (siswa) dengan menggunakan teknik tes atau nontes disebut tahapan a. Tahap tindak lanjut b. Tahap persiapan c. Tahap pelaksanaan

d. Tahap pengolahan hasil Jawaban C Pembahasan Tahapan dalam evaluasi pembelajaran yaitu 1. Tahap persiapan (tahap untuk menentukan objek evaluasi akan dievaluasi menggunakan metode apa? Tes atau non tes. Teknik tes yaitu teknik evaluasi dengan memberikan tes kepada siswa seperti tes tertulis, tes lisan, angket, wawancara. Teknik non tes biasanya dilihat dari observasi langsung) 2. Tahap pelaksanaan (tahat mengumpulkan informasi tentang objek evaluasi baik menggunakan teknik tes maupun non tes) 3. Tahap pengolahan hasil (tahap pengolahan hasil tes maupun non tes menjadi untuk ditindaklanjuti hasilnya) 4. Tahap Tindak lanjut evaluasi (tahap ini biasanya tindak lanjut hasil evaluasi berupa remedial atau pengayaan) 3.1 Merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis dan manfaat membaca) 1.3.2 a) Menemukan isi atau pokok wacana dari sebuah pengumuman b) merumuskan hakikat (pengertian, tujuan, jenis dan manfaat) menulis 1.3.3 Menemukan isi atau pesan pokok wacana dari sebuah berita 1.3.4 Menemukan isi atau pesan pokok wacana naratif secara cerita rakyat, puisi 1.3.5 Membandingkan berbagai jenis wacana bahasa Indonesia (deskripsi dan narasi) 1.3.6 Membandingkan berbagai wacana Bahasa Indonesia (argumentasi dan eksposisi) 1.3.8 Mendeskripsikan unsur-unsur makalah CONTOH SOAL No Soal 7a (sesuai IE 1.3.1) Membaca yang mengutamakan isi bacaan sebagai ungkapan pikiran, perasaan, dan kehendak penulis. Bila hanya ingin mengetahui isinya, membaca cerdas bersifat lugas. Akan tetapi, bial maksudnya untuk memahami dan memilki isi bacaan, maka tergolong kedalam

membaca jenis a. Membaca cerdas atau membaca dalam hati b. Membaca bahasa c. Membaca teknis d. Membaca bebas Jawaban A Pembahasan Jenis-jenis membaca 1) Membaca bahasa Membaca bahasa adalah membaca yang mengutamakan bahasa bacaan. Membaca bahasa mementingkan segi bahasa bacaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca bahasa adalah kesesuian pikir dengan bahasa, perbendaharaan bahasa yang meliputi kosa kata, struktur kalimat, dan ejaan. 2) Membaca cerdas atau membaca dalam hati Membaca cerdas adalah membaca yang mengutamakan isi bacaan sebagai ungkapan pikiran, perasaan, dan kehendak penulis. Bila hanya ingin mengetahui isinya, membaca cerdas bersifat lugas. Akan tetapi, bila maksudnya untuk memahami dan memilki isi bacaan, maka disebut membaca belajar. 3) Membaca teknis Membaca teknis adalah membaca dengan mengarahkan bacaan secara wajar. Wajar maksudnya sesuai ucapan, tekanan, dan intonasinya. Pikiran, perasaan, dan kemauan yang tersimpan dalam bacaan dapat diaktualisasikan dengan baik. 4) Membaca emosional Membaca emosional adalah membaca sebagai sarana untuk memasuki perasaan, yaitu keindahan isi, dan keindahan bahasanya. 5) Membaca bebas Membaca bebas adalah membaca sesuatu atas kehendak sendiri tanpa adanya unsur paksaan dari luar. Unsur dari luar misalnya guru, orang tua, teman, atau pihak-pihak lain

No Soal 7b (sesuai IE 1.3.1) Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang. Berdasarkan karakteristik diatas, kegiatan tersebut termasuk ke

dalam membaca jenis a. Mebaca Survai b. Membaca Sekilas c. Membaca Dangkal d. Membaca Nyaring Jawaban C Pembahasan Jenis membaca berdasarkan karakteristiknya A. Membaca Nyaring Membaca nyaring adalah kegiatan membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan dan intonasi yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang disampaikan oleh penulis, baik yang berupa pikiran, perasaan, sikap, ataupun pengalaman penulis. B. Membaca Dalam Hati Membaca dalam hati adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan tanpa menyuarakan isi bacaan yang dibacanya. I. Membaca Ekstensif membaca ekstensif adalah membaca secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Membaca ekstensif meliputi a. Membaca Survai (Survey Reading) Membaca survai adalah kegiatan membaca untuk mengetahui secara sekilas terhadap bahan bacaan yang akan dibaca lebih mendalam. Kegiatan membaca survai merupakan pendahuluan dalam membaca ekstensif. b. Membaca Sekilas Membaca sekilas atau membaca cepat adalah kegiatan membaca dengan mengandalakan kecepatan gerak mata dalam melihat dan memperhatikan bahan tertulis yang dibacanya dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara cepat. c. Membaca Dangkal (Superficial Reading) Membaca dangkal pada hakekatnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bahan bacaan. Membaca jenis ini biasanya dilakukan seseorang membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang mendatangkan kesenangan, kegembiraan sebagai pengisi waktu senggang.

II. Membaca Intensif Membaca intensif atau intensive reading adalah membaca dengan penuh penghayatan untuk menyerap apa yang seharusnya kita kuasai. Yang termasuk dalam membaca intensif adalah a. Membaca Telaah Isi 1. Membaca Teliti Membaca jenis ini sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka sering kali seseorang perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang disukai. 2. Membaca Pemahaman Membaca pemahaman (reading for understanding) adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami tentang standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards), resensi kritis (critical review), dan pola-pola fiksi (patterns of fiction). 3. Membaca Kritis Membaca kritis adalah kegiatan membaca yang dilakukan secara bijakasana, mendalam, evaluatif, dengan tujuan untuk menemukan keseluruhan bahan bacaan, baik makna barisbaris, makna antar baris, maupun makna balik baris. 4. Membaca Ide Membaca ide adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan. 5. Membaca Kreatif Membaca kreatif adalah kegiatan membaca yang tidak hanya sekedar menagkap makna tersurat, makna antar baris, tetapi juga mampu secara kreatif menerapkan hasil membacanya untuk kehidupan sehari-hari. b. Membaca Telaah Bahasa : 1. Membaca Bahasa (Foreign Language Reading) Tujuan utama membaca bahasa adalah memperbesar daya kata (increasing word power) dan mengembangkan kosakata (developing vocabulary) 2. Membaca Sastra (Literary Reading) Dalam membaca sastra perhatian pembaca harus dipusatkan pada penggunaan bahasa dalam karya sastra. Apabila seseorang dapat mengenal serta mengerti seluk beluk bahasa dalam suatu karya sastra maka semakin

mudah dia memahami isinya serta dapat membedakan antara bahasa ilmiah dan bahasa sastra. No Soal 7c (sesuai IE 1.3.1) Berikut adalah tujuan umum dalam aktifitas membaca, kecuali a. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta b. Membaca untuk mengetahui ukuran atau sususan organisasi cerita c. Membaca untuk menyimpulkan atau membaca inferensi d. Membaca untuk memperoleh kekurangan suatu buku Jawaban D Pembahasan Tujuan membaca antara lain: a. Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts). Membaca tersebut bertujuan untuk menemukan atau mengetahui penemuan-penemuan telah dilakukan oleh sang tokoh, untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh. b. Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas). Membaca untuk mengetahui topik atau masalah dalam bacaan. Untuk menemukan ide pokok bacaan dengan membaca halamn demi halaman. c. Membaca untuk mengetahui ukuran atau susunan, organisasi cerita (reading for sequenceor organization). Membaca tersebut bertujuan untuk mengetahui bagian-bagian cerita dan hubungan antar bagian-bagian cerita. d. Membaca untuk menyimpulkan atau membaca inferensi (reading for inference). Pembaca diharapkan dapat merasakan sesuatu yang dirasakan penulis. e. Membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan (reading for classify). Membaca jenis ini bertujuan untuk menemukan hal-hal yang tidak wajar mengenai sesuatu hal (Anderson dalam Tarigan 1979:10). f. Membaca untuk menilai atau mengevaluasai (reading to evaluate). Jenis membaca tersebut bertujuan menemukan suatu keberhasilan

berdasarkan ukuran-ukuran tertentu. Membaca jenis ini memerlukan ketelitian dengan membandingkan dan mengujinya kembali. g. Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast). Tujuan membaca tersebut adalah untuk menemukan bagaimana cara, perbedaan atau persamaan dua hal atau lebih No Soal 8a (sesuai IE 1.3.2) Sehubungan dengan pelaksanaan study tour ke Bandung maka diberitahukan kepada seluruh siswa kelas VI SDN Mande 1 untuk berkumpul pada pukul 19.00 WIB. Dimohon dengan tepat waktu. Jangan lupa bawa semua perlengkapan seperti Kamera untuk mendokumentasikan kegiatan dan alat tulis serta pakaian untuk keperluan. Berikut adalah isi dari pengumuman diatas kecuali a. Pengumuman dibuat untuk siswa SDN Mande 1 b. Peserta study tour berkumpul pada pukul 19.00 WIB c. Salah satu perlengkapan yang harus dibawa adalah Kamera d. Tujuan study tour tersebut ke Bandung Jawaban A Pembahasan Dalam membaca pengumuman baca dengan teliti pengumuman tersebut. Pada soal kenapa A salah karena pengumuman diuat untuk siswa kelas VI SDN Mande 1 bukan kepada seluruh siswa. No Soal 8b (sesuai IE 1.3.2) Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca,menghindarkan kedukaan para pembaca,ingin menolong para pembaca memahami,menghargai perasaan dan penalarannya. Penulis harus berkeyakinan bahwa pembaca adalah "teman" hidupnya. Tujuan penulis tersebut merupakan tujuan menulis sebagai a. Tujuan penugasan b. Tujuan altruistik c. Tujuan persuasif d. Tujuan informatif

Jawaban B Pembahasan Tujuan menulis sebagai berikut : 1. Assignment purpose ( tujuan penugasan ). Penulis tidak memiliki tujuan,untuk apa dia menulis.Penulis hanya menulis karena mendapat tugas,bukan atas kemauan sendiri. 2. Altruistic purpose ( tujuan altruistik ) Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca,menghindarkan kedukaan para pembaca,ingin menolong para pembaca memahami,menghargai perasaan dan penalarannya.Penulis harus berkeyakinan bahwa pembaca adalah "teman" hidupnya. 3. Persuasive purpose ( tujuan persuasif ) Mendorong atau menarik perhatian pembaca agar mau menerima informasi yang disampaikan oleh penulis/mempengaruhi pembaca. 4. Informational purpose ( tujuan informatif/penerangan ). Memberikan informasi atau keterangan kepada pembaca. 5. Self expressive purpose ( tujuan pernyataan diri ) Penulis berusaha untuk memperkenalkan atau menyatakan dirinya sendiri kepada para pembaca. 6. Creative purpose ( tujuan kreatif/artistik ) Penulis bertujuan agar para pembaca dapat memiliki nilai-nilai artistik/keindahan,terharu dengan membaca tulisan si penulis 7. Problem solving purpose ( tujuan pemecahan masalah ) Penulis berusaha memecahkan suatu masalah yang dihadapi No Soal 9a (sesuai IE 1.3.3) Hebat, Siswa Indonesia Pertahankan Tradisi Emas di Olimpiade Fisika! Tim Olimpiade Fisika Indonesia REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Luar biasa. Lima siswa Indonesia yang dikirim ke ajang Olimpiade Fisika atau International Physics Olympiad (IPhO) ke-41 di Zagreb, Kroasia, 17-25 Juli, berhasil menyabet empat medali emas dan satu perak. Pelajar yang menyumbang emas adalah Muhammad Sohibul Maromi (SMAN 1 Pamekasan, Madura), Christian George Emor (SMA Lokon St. Nikolaus Tomohon, Sulawesi Utara), David Giovanni (SMAK

Penabur Gading Serpong, Banten), dan Kevin Soedyatmiko (SMAN 12, Jakarta). Sedangkan medali perak berhasil diraih oleh Ahmad Ataka Awwalur Rizqi (SMAN 1, Yogyakarta). Prestasi ini jauh lebih baik dibanding ajang Olimpiade Fisika ke-40 di Merida Yucatan, Meksiko, 2009 yang lalu. Saat itu, delegasi siswa Indonesia merebut satu medali emas, dua medali perak, dan satu perunggu. Hasil empat medali emas dan satu perak ini, hampir menyamai prestasi terbaik sebelumnya pada ajang Olimpiade Fisika ke-37 di Singapura. Saat itu siswa Indonesia tidak hanya berhasil menyabet 4 medali emas, namun juga meraih predikat `Absolute Winner` atas nama Mailoa Jonathan Pradana (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta). Tapi yang terpenting lagi, pelajar Indonesia berhasil mempertahankan tradisi emas di setiap ajang Olimpiade Fisika. Red: Endro Yuwanto Peristiwa yang diberitakan adalah a. Siswa Indonesia pertahankan tradisi emas olimpiade matematika b. Siswa Indonesia pertahankan tradisi emas di olimpiade fisika c. Siswa Indonesia menyumbang emas di olimpiade matematika d. Siswa Indonesia menyumbang emas di olimpiade matematika Jawabab B Pembahasan Biasanya isi suatu berita tercermin dari judul oleh karena itu yang paling cocok adalah B No Soal 9b (sesuai IE 1.3.3) Lihat berita di no 9a Lima siswa Indonesia berhasil mendapatkan a. 4 emas, 1 perak b. 1 emas, 4 perak c. 3 emas, 2 perak d. 2 emas, 3 perak Jawaban A Pembahasan: Baca isi beritanya No Soal 10a (sesuai IE 1.3.4) Alkisah, ada sebuah kerajaan bernama Kerajaan Linggar dipimpin oleh seorang ratu, bernama Ratu Sima. Ratu Sima mempunyai tiga

orang putra, semuanya laki-laki. Putra pertama dan keduanya lahir kembar, bernama Pangeran Seta dan Pangeran Seto. Keduanya putra kesayangan Ratu Sima. Sementara putra ketiganya lahir cacat. Matanya buta. Ia bernama Pangeran Rasi. Sejak kecil, Pangeran Rasi dibesarkan oleh Mbok Tumi, dayang kerajaan yang ditugaskan mengasuh Pangeran Rasi. Mereka hidup bahagia, hingga Pangeran Rasi menjadi pemuda yang baik dan santun budi pekertinya. Kemarau terus melanda Kerajaan Linggar. Seluruh rakyat sangat berharap turunnya hujan. Kerajaan Linggar kekeringan. Ada yang mengatakan, Kerajaan Linggar terkena hukuman karena keserakahan Pangeran Seta dan Pangeran Seto yang menebang pohon di hutan Randualas, yaitu hutan yang tumbuh di samping Kerajaan Linggar. Seluruh rakyat tak ada yang berani melaporkan keserakahan kedua pangeran kembar itu. Semua orang takut karena keduanya putra kesayangan ratu. (Dikutip dari Cermat Berbahasa, Penerbit Tiga Serangkai) Amanat yang dapat kita petik dari cerita tersebut adalah a. Kita tidak boleh menyombongkan kelebihan yang kita miliki b. Kita tidak boleh memamerkan kekurangan kita c. Kesabaran dan ketabahan hati akan mendatangkan kebaikan d. Kita harus membanggakan diri sendiri supaya percaya diri Jawaban C Pembahasan baca wacana naratif No Soal 10b (sesuai IE 1.3.4) Unsur-unsur penting dalam sebuah narasi adalah a. Kejadian b. Tokoh c. Alur d. Penulis Jawaban D Pembahasan Unsur-unsur penting dalam sebuah narasi adalah: kejadian, tokoh, konflik, amanat alur/plot, latar yang terdiri atas latar

waktu, tempat, dan suasana. No Soal 11a (sesuai IE 1.3.5) Karangan narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat disebut a. Narasi Informatif b. Narasi Ekspositori c. Narasi Sugestik d. Narasi Artistik Jawaban C Pembahasan Jenis-Jenis Wacana Narasi a. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis) Narasi ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif. b. Narasi Sugestif Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. No Soal 11b (sesuai IE 1.3.5) Pendekatan untuk mendapat tanggapan emosional pembaca ataupun kesan pembaca adalah contoh Pendekatan Deskripsi jenis a. Pendekatan Ekspositori b. Pendekatan Impresionistik

c. Pendekatan menurut Sikap Pengarang d. Pendekatan Realistik Jawaban B Pembahasan Jenis-Jenis Pendekatan deskripsi 1. Pendekatan Ekspositoris. Kita berusaha agar deskripsi yang kita buat dapat memberi keterangan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya sehingga pembaca dapat seolah-olah ikut melihat atau merasakan objek yang kita deskripsikan.Berisi daftar detail sesuatu secara lengkap atau agak lengkap sehingga pembaca dengan penalarannya dapat memperoleh kesan keseluruhan tentang sesuatu.Efek pemerolehan kesan tersebut lebih banyak didasarkan atas proses penalaran daripada emosional. 2. Pendekatan Impresionistik Untuk mendapatkan tanggapan emosional pembaca ataupun kesan pembaca.Corak deskripsi ini diantaranya juga ditentukan oleh macam kesan apa yang diinginkan penulisnya. 3. Pendekatan menurut sikap pengarang Pendekatan ini sangat bergantung kepada tujuan yang ingin dicapai,sifat objek serta pembaca deskripsinya.Dalam menguraikan sebuah gagasan,penulis mungkin mengharapkan agar pembaca merasa tidak puas terhadap suatu tindakan atau keadaan.Atau penulis menginginkan agar pembaca juga harus merasakan bahwa persoalan yang tengah dihadapi merupakan masalah yang gawat.Penulis juga dapat membayangkan bahwa akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan sehingga pembaca dari mula sudah disiapkan dengan sebuah perasaan yang kurang enak,seram,takut dan sebagainya. No Soal 11c (sesuai IE 1.3.5) 1. Menentukan tema atau amanat apa yang akan disampaikan. 2. Menetapkan sasaran pembaca. 3. Merancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema perkembangan,dan akhir cerita. 4. Memerinci peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita

5. Menyusun tokoh dan perwatakan,serta latar dan sudut pandang. Karakteristik diatas adalah pengembengan dari paragraph a. Narasi b. Deskripsi c. Ekspositori d. Sudut Pandang Persuasif Jawabab A Pembahasan ke 5 karakteistik merupakan ciri wacana narasi No Soal 11d (sesuai IE 1.3.5) 1. Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan 2. Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan. 3. Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan) 4. Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan. 5. Tentukan tujuan Langkah menyusun paragraf deskripsi yang benar adalah a. 1-5-2-3-4 b. 1-5-4-3-2 c. 1-5-3-2-4 d. 1-3-4-2-5 Jawaban A Pembahasan langkah-langkah menyusun paragraph deskripsi adalah 1-5-2-3-4 No Soal 12a (sesuai IE 1.3.6) Berikut ini yang berhubungan dengan paragraph eksposisi, kecuali a. Memaparkan definisi atau pengertian b. Memaparkan langkah-langkah melaksanakan suatu kegiatan c. Menyampaikan informasi d. Mengajak pembaca untuk menerima papacan tersebut Jawaban D Pembahasan

Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Ciri-ciri paragraf eksposisi: 1) Memaparkan definisi (pengertian). 2) Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan. No Soal 12b (sesuai IE 1.3.6) Berikut ini yang berhubungan dengan paragraph argumentasi, kecuali a. Mengungkapkan ide atau gagasan b. Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin c. Menggali sumber ide dari pengamatan pengalaman dan penelitian d. Penutup biasanya berisi penegasan tentang ide atau gagasan Jawaban D Pembahasan Karangan argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi). Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti. Ciriciri karangan argumentasi: 1) Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin. 2) Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain. 3) Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian. 4) Penutup berisi kesimpulan. No Soal 14a (sesuai IE 1.3.8) Bagian-bagian berikut ini merupakan bagian dari makalah, kecuali a. Pendahuluan b. Hipotesis c. Pembahasan d. Kesimpulan dan Saran Jawaban B Pembahasan Berikut adalah bagian dalam makalah

1. Pendahuluan berisi (latar belakang, tujuan pembuatan makalah, dan manfaat makalah 2. Pembahasan 3. Kesimpulan dan Saran No Soal 14b (sesuai IE 1.3.8) Bagian makalah yang memberikan rekomenadsi kepada pembaca tentang masukan untuk permasalahan yang dibahas a. Latar belakang b. Tujuan makalah c. Kesimpulan d. Saran Jawaban D Pembahasan Latar belakang berisi tentang alasan kenapa makalah ini di buat Tujuan makalah adalah untuk apa makalah itu di buat Kesimpulan adalah rangkumah hasil pembahasan makalah Saran adalah rekomenadsi kepada pembaca tentang masukan untuk permasalahan yang dibahas 1.4.2 Menganalisis unsur intrinsik dan ekstrinsik, stuktur, dan ciri-ciri karya sastra prosa 1.4.3 Menyusun langkah-langkah membuat paraphrase puisi ke prosa 1.4.4 Menilai Prosa 1.4.5 Mengapresiasi Drama No Soal 16a (sesuai IE 1.4.2) Berikut ini termasuk unsur intrinsik prosa kecuali a. Tema dan amanat b. Tokoh c. Sudut pandang d. Sejarah pengarang Jawaban D Pembahasan

Unsur intrinsik prosa terdiri dari tema dan amanat, alur, tokoh, latar, sudut pandang, serta bahasa yang dipergunakan pengarang untuk mengekspresikan gagasannya No Soal 16b (sesuai IE 1.4.2) Berikut ini contoh prosa yang termasuk sastra klasik a. Roman b. Fable c. Legenda d. Hikayat Jawaban A Pembahasan Sastra modern termasuk di dalamnya prosa baru yang mencakup roman, novel, novel populer, cerpen. Sastra klasik termasuk di dalamnya yaitu prosa lama yang mencakup cerita rakyat, dongeng, fabel, epos, legenda, mite, cerita jenaka, cerita pelipur lara, sage, hikayat, dan silsilah. No Soal 16c (sesuai IE 1.4.2) Alur dimana mulai terjadinya pertentangan antar pelaku terjadi pada tahap a. Ekposisi b. Konflik c. Komplikasi d. Klimaks Jawaban B Pembahasan TAHAP-TAHAP ALUR 1. Tahap perkenalan/Eksposisi adalah tahap permulaan suatu cerita yang dimulai dengan suatu kejadian, tetapi belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh, reaksi antarpelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat) 2. Tahap pertentangan /Konflik adalah tahap dimana mulai terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku (titik pijak menuju pertentangan selanjutnya)

3. Tahap penanjakan konflik/Komplikasi adalah tahap dimana ketegangan mulai terasa semakin berkembang dan rumit (nasib pelaku semakin sulit diduga, serba samar-samar) 4. Tahap klimaks adalah tahap dimana ketegangan mulai memuncak (perubahan nasip pelaku sudah mulai dapat diduga, kadang dugaan itu tidak terbukti pada akhir cerita) 5. Tahap penyelesaian adalah tahap akhir cerita, pada bagian ini berisi penjelasan tentang nasib-nasib yang dialami tokohnya setelah mengalami peristiwa puncak itu. Ada pula yang penyelesaiannya diserahkan kepada pembaca, jadi akhir ceritanya menggantung, tanpa ada penyelesaian. No Soal 16d (sesuai IE 1.4.2) Alur sebuah prosa dimana cerita yang disampaikan diutarakan mulai dari awal sampai masa kini dan masa yang akan datang dinamakan a. Alur maju b. Alur mundur c. Alur campuran d. Alur mengambang Jawaban A Pembahasan MACAM-MACAM ALUR 1. Alur maju adalah peristiwa peristiwa diutarakan mulai awal sampai akhir/masa kini menuju masa datang. 2. Alur mundur/Sorot balik/Flash back adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah satu tokoh. 3. Alur gabungan/Campuran adalah peristiwa-peristiwa pokok diutarakan. Dalam pengutararaan peristiwa-peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa-peristiwa yang lampau,kemudian mengenang peristiwa pokok ( dialami oleh tokoh utama) lagi. No Soal 17a (sesuai IE 1.4.3)

Mengubah sebuah puisi menjadi prosa dengan cara menambah sejumlah kata pada puisi sehingga kalimat dalam puisi mudah dipahami yaitu ciri dari a. Parafrase terikat b. Parafrase bebas c. Parafrase maju d. Parafrase mundur Jawaban A Pembahasan Jenis Parafrase a. Parafrase terikat, yaitu mengubah puisi menjadi prosa dengan cara menambahkan sejumlah kata pada puisi sehingga kalimat-kalimat puisi mudah dipahami. Seluruh kata dalam puisi masih tetap digunakan dalam parafrase tersebut. b. Parafrase bebas, yaitu mengubah puisi menjadi prosa dengan kata-kata sendiri. Kata-kata yang terdapat dalam puisi dapat digunakan, dapat pula tidak digunakan. Setelah kita membaca puisi tersebut kita menafsirkan secara keseluruhan, kemudian menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri. No Soal 17b (sesuai IE 1.4.3) Langkah-langkah membuat parafrase prosa dari puisi yaitu 1. Menulis ulang puisi dalam bentuk prosa 2. Baca puisi berulang-ulang hingga paham 3. Tambahkan kata atau tanda baca sesuai dengan pemahaman dengan tanda kurung Urutan yang benar dalam membuat parafrase puisi menjadi prosa adalah a. 1-2-3 b. 2-3-1 c. 2-1-3 d. 1-3-2 Jawaban C Pembahasan lihat dan telaah jawaban

No Soal 18 (sesuai IE 1.4.4) Pada suatu sore, datanglah tiga anak kecil ke Salemba dalam langkah malu-malu. Mereka menyerahkan sebuah karangan bunga yang berpita hitam. Karangan bunga itu diserahkan sebagai tanda ikut berduka cita terhadap kakak mereka (orang yang mereka anggap kakak), yang telah ditembak mati pada siang hari itu. Sudut pandang prose diatas adalah a. Orang pertama b. Orang kedua c. Orang ketiga d. Orang keempat Jawaban C Pembahasan Sudut pandang suatu sastra dikenal dengan 2 sudut pandang 1. Sudut pandang orang pertama yaitu menceritakan suatu cerita sehingga penulis seperti menulis tentang dirinya dan biasanya banyak kata Aku 2. Sudut pandang orang ketiga yaitu penulis menceritakan seseorang dalam tulisannya dan biasanya disebut suatu nama atau kata ungkapan lain seperti mereka. No Soal 19 (sesuai IE 1.4.5) Pendekatan yang dipakai untuk mengapresiasi sebuah derama yaitu dengan membandingkat tiap-tiap kesatuan pristiwa sehingga sampai pada suatu kesimpulan bagaimana citra atau ide yang hendak disampaikan disebut a. Pendekatan segi fungsi b. Pendekatan derajat peristiwa c. Pendekatan terhadap tema d. Pendekatan dari sudut gaya Jawaban C Pembahasan Berdasarkan teori-teori yang dijelaskan sebelumnya untuk mengapresiasi sastra drama, ada beberapa pendapat yang dapat dilakukan untuk mengapresiasi sastra drama. Menurut Hamidy

(1984:15) pendekatan tersebut dapat dilakukan dalam segi: 1. Pendekatan dari segi fungsi. Hal ini biasanya dihubungkan dengan peranan yang dapat dimainkan oleh drama dalam masyarakat. 2. Pendekatan derajat peristiwa. Pembahasan ini berhubungan dengan alur, yaitu dalam bentuk bagaimana derajat peristiwa seperti eksposisi, komplikasi, krisis, sampai kepada penyelesaian. 3. Pendekatan terhadap tema. Dalam hal ini kita dihadapkan kepada perbandingan tiap-tiap kesatuan peristiwa sehingga sampai kepada suatu logika (kesimpulan) bagaimana citra atau ide yang hendak disampaikan. 4. Pendekatan terhadap drama yang berkaitan dengan segi aliran karya sastra, misalnya realisme, naturalisme, dan ekspresionisme. 5. Pendekatan dari sudut gaya. Pembahasan ini menyangkut bagaimana perkembangan sistematika bangun drama itu dengan kaitannya terhadap pantulan gaya yang hendak diperlihatkan kepada pembaca. 2.1.1. Merumuskan proses belajar PKn tentang konsep kejujuran 21. Dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran dalam pembelajaran Pkn, diperlukan 3 aspek yaitu: konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral. Yang menjadi bentuk pengaplikasian kejujuran dalam aspek sikap moral berikut ini adalah: a. kemauan bersikap dan berlaku jujur c. penilaian diri sendiri mengenai kejujuran b. cinta kita terhadap kejujuran d. pemahaman tentang kejujuran 2.1.2. Membuat tes proses pembelajaran tentang sikap nasionalisme 22. Penekanan pembelajaran Pkn yang berhubungan dengan jiwa nasionalisme, lebih mengarah kepada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Yang termasuk dalam bagian ranah afektif untuk menumbuhkan nasionalisme dalam pembelajaran tersebut adalah: a. kemampuan siswa dalam menjelaskan nilai-nilai nasionalisme dengan menggunakan bahasa atau ungkapannya sendiri.

b. siswa mampu menumbuhkan sikap menghargai kepentingan masa lampau bagi kehidupan masa kini suatu bangsa. c. siswa mampu mengajukan argumentasi dalam mendiskusikan masalah-masalah yang aktual d. siswa mampu mengembangkan cara-cara berpikir analitis tentang masalah-masalah sosial historis di lingkungan masyarakat. 2.1.3. Merancang indikator dan instrumen penilaian pembelajaran Pkn SD 23. Bloom membagi tiga konsep penilaian dalam pengajaran Pkn di SD, yaitu: pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), dan ketrampilan (psikomotor). Di samping tiga taksonomi Bloom tersebut, penilaian PKn untuk anak usia sekolah dasar perlu memperhatikan 3 aspek berikut, yaitu: a. aspek psikologis, sosiokultural, dan spiritual. c. moral, pengetahuan, dan keterampilan b. moral knowing, moral feeling, dan moral action. d. gotong royong, diskusi, dan moral 2.2.1 Membuat contoh sangsi pelanggaran norma yang berlaku di sekolah Sanksi-sanksi yang diberlakukan di sekolah merupakan hasil rumusan kesepakatan antara, pihak sekolah, komite dan orang tua siswa yang dituangkan dalam tata tertib sekolah. Semua bentuk sanksi yang nantinya diberlakukan harus bersifat mendidik dan menanamkan sikaf taat hokum. Misalnya jika siswa tidak membuang sampah pada tempatnya, maka hukumannya harus membuat dia mau membuang sampah. Siswa yang bolos sekolah, hukumannya harus mengacu kepada sikaf agar dia tidak mengulangi prilaku bolosnya itu. 2.3.1 Menelaah prinsip-prinsip demokrasi. Demokrasi adalah sebuah sistem pemerintahan di mana kedaulatan ada di tangan rakyat. Artinya, dalam negara demokrasi rakyatlah pemegang kekuasaan tertinggi. Namun,

bukan berarti rakyatlah yang menjalankan roda pemerintahan. Rakyat diberikan kesempatan untuk ikut serta menentukan jalannya pemerintahan. Kekuasaan ini terwujud dalam suatu sistem pemilihan wakil rakyat. Rakyat menyerahkan kekuasaannya kepada para wakil yang duduk di pemerintahan. Dengan demikian, pemerintah sesungguhnya memegang amanat rakyat. C. MATEMATIKA 3.1.1. Merancang aktivitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika 41. Bruner (dalam Orton,1992) menyatakan bahwa prinsip dan teori pembelajaran anak dalam belajar konsep matematika harus dirancang melalui tiga tahap, yaitu inaktif, ikonik, dan simbolik. Yang dimaksud dengan tahap inaktif adalah: a. tahap belajar matematika melalui manipulasi lambang atau simbol b. tahap belajar dengan menggunakan gambar c. tahap belajar dengan memanipulasi benda atau obyek konkret d. tahap belajar dengan menggunakan rumusan sederhana 3.1.2. Merancang pembelajaran matematika yang menggunakan gradasi mulai representasi kongkrit, simbolik, dan abstrak agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan matematika. 42. Pembelajaran matematika dengan menggunakan media lidi dalam menyelesaikan soalsoal yang berhubungan dengan penjumlahan bilangan bulat, merupakan salah tahapan pembelajaran yang bersifat: a. inaktif b. ikonik c. simbolik d. Sharing 3.1.3. Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran operasi bilangan bulat. 43. Berikut ini beberapa jenis media pembelajaran yang dapat digunakan dalam membantu siswa SD mengerjakan sistem operasi bilangan bulat, kecuali:

a. kartu bilangan b. garis bilangan lidi d. perhitungan langsung

c.

kis)3.1.1. Merancang aktivitas pembelajaran berdasarkan prinsip dan teori pembelajaran matematika Bruner (dalam Orton,1992) menyatakan bahwa prinsif dan teori pembelajaran anak dalam belajar konsep matematika harus dirancang melalui tiga tahap, yaitu enactive, iconic, dan symbolic. Tahap enactive yaitu tahap belajar dengan memanipulasi benda atau obyek konkret, tahap econic yaitu tahap belajar dengan menggunakan gambar, dan tahap symbolic yaitu tahap belajar matematika melalui manipulasi lambang atau symbol (kis)3.1.2. Merancang pembelajaran matematika yang menggunakan gradasi mulai representasi kongkrit, simbolik, dan abstrak agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan Dalam merancang pembelajaran matematikna perlu diperhatikan Tahap enactiveyaitu tahap belajar dengan memanipulasi benda atau obyek konkret, tahapeconic yaitu tahap belajar dengan menggunakan gambar, dan tahap symbolicyaitu tahap belajar matematika melalui manipulasi lambang atau symbol (kis)3.1.3. Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran operasi bilangan bulat. Banyak media yang bisa digunakan untuk penghitungan bilangan bulat, diantaranya : 1. Manik bilanngan negative dan positif 2. Garis bilangan 3. Kartu bilangan (kis)3.1.4. Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran operasi bilangan pecahan.

Untuk menerapkan kosep operasi pecahan, media yang bisa dipilih diantaranya : 1. Kartu bilangan 2. Gambar bidang datar yang bisa di pecah-pecah 3. Blok pecahan (kis)3.1.5. Mengombinasikan beragam strategi pembelajaran matematika untuk mencapai tujuan pembelajaran Mengombinasikan berbagai strategi pembelajaran maknanya adalah mengabung berbagai metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran yang akan disampaikan dalam proses pembelajaran, selama konsep dan strategi itu sesuai dengan SK, KD dan Indikator, maka kemungkinan untuk dapat mencapai keberhasilan tujuan pembelajaran sangat maksimal. Tapi jika konsepkonsep itu tidak sesuai, maka akan sia-sia. (kis) 3.1.6. Memilih media pembelajaran yang tepat untuk pembelajaran geometri dan pengukuran Media-media pembelajaran untuk pengukuran tentunya harus disesuaikan dengan benda apa yang akan diukur, bisa saja terdiri dari : 1. Aalat ukur (penggaris, busur derajat, meteran dll) 2. Kertas polio berpetak untuk mengukur keliling dan luas bidang datar. 3. Nerara (untuk mengukur berat) (kis) 4.1.1. Menganalisis dan menerapkan urutan operasi pada bilangan bulat. Menurut Kisi-kisi tersebut di atas, kemungkinan materi berkaitan dengan operasi hitung bilangan bulat adalah : 1. Penjumlah bilangan bulat. a. Contoh : 38 + 20 = 58 b. Contoh : (-38) + 20 = -18 2. Pengurangan bilangan bulat. a. Contoh : 38 20 = 18

Contoh : (-38) 20 = -58 Contoh : 38 (-20 ) = 58 3. Perkalian bilangan bulat a. Contoh : 38 x 20 = 760 b. Contoh : -38 x 20 = - 760 c. Contoh : - 38 x -20 = 760 4. Pembagian bilangan bulat. a. Contoh : 760 : 20 = 38 b. Contoh : - 760 : 20 = - 38 c. Contoh : -760 : -20 = 38 5. Hitung campuran bilangan bulat a. Jika pada operasi campuran terdapat operasi hitung dalam kurung, maka yang di dalam kurung terlebih dahulu yang diselesaikan. b. Jika terdapat jumlahan dan pengurangan, maka kerjakan operasi hitung yang paling kiri/ditulis didepan. c. Jika terdapat operasi perkalian dan pembagian dengan penjumlahan dan atau pengurangan, selesaikan duru operasi perkalian atau pembagian baru pengurangan atau penjumlahan. (kis) 4.1.2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sifat distribusi bilangan bulat. - Sifat distribusi bilangan artinya sitem penyebaran; Contoh : 3 x(4 + 2 ) = ( 3 x 4 ) + (3 x 2) Contoh : 5 x(-4 + 5 ) = ( 5 x -4 ) + ( 5 x 5) (kis) 4.2.1. Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat urutan bilangan pecahan Langkah-langkah untuk mengurtkan beberapa pecahan yang berbeda, yaitu : 1. Jadikan terlebih dahulu pecahan tersebut dalam jenis yang sama (pecahan biasa atau pecahan decimal) 2. Jika diubah menjadi pecahan biasa, penyebut semua pecahan itu harus disamakan dulu.

b. c.

3.

Baru bisa diurutkan baik dari mulai terkecil ke terbesar atau sebaliknya.

(kis) 4.2.2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan pecahan Beberapa hal yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan pecahan : 1. Operasi penjumlahan pecahan, (harus sama penyebutnya) 2. Operasi pengurangan pecahan, (harus sama penyebutnya) 3. Operasi perkalian pecahan, (langsung dikalikan penyebut dengan penyebut, pembilang dengan pembilang). 4. Operasi pembagian pecahan (Pecahan pembagi dibalik penyebut menjadi pembilang dan pembilang menjadi penyebut, baru dikalikan penyebut dengan penyebut dan pembilang dengan pembilang. (kis) 4.2.3. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan/rasio Skala adalah perbandingan antara jarak pada gambar dan jarak sebenarnya. Jika pada peta tertera tulisan 1 : 2.500.000, artinya 1 cm pada peta mewakili 2.500.000 cm jarak sebenarnya. Jadi, 1 cm pada peta berarti jarak sesungguhnya adalah 25 km. Contoh Jarak kota Singaraja ke kota Denpasar pada sebuah peta adalah 9,8 cm. Jika skala yang dipergunakan peta tersebut adalah 1 : 450.000, berapakah jarak kota Singaraja ke kota Denpasar sesungguhnya? Jawab: Diketahui: Jarak pada peta adalah 9,8 cm dan skala yang dipakai adalah 1 : 450.000 Ditanyakan: Berapa jarak sebenarnya? Penyelesaian: Jakar sebenarnya = 9,8 cm x 450.000

= 4.410.000 cm : 10.000 = 4.41 km Jadi, jarak kota Singaraja ke Denpasar adalah 4,41 km. (kis) 4.2.1. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pola bilangan. Pola bilangan adalah deret bilangan yang terdiri dari berapa bilangan dengan deret tertentu misalkan : Contoh : 1, 2, 4, 5, 6 (Pola longkap Satu) Tentukan suku ke 10 dari baris bilangan di atas ( rumusnya = u1 = 1, u2=2 berarti un = n jadi u10 = 10 Contoh : 2, 4, 6, 8, 10 ( Pola longkap dua) Tentukan suku ke 10 dari baris bilangan di atas. U1 = 2 , u2 = 4, u3 = 6 maka un = n x 2 jadi u10 = 10 x 2 = 20 Contoh : 1, 3, 5, 7 U1 = 1, u2 = 3, u3 = 5 Rumus ( Un = 2n 1) (kis) 4.2.2. Menyelesaikan masalah dengan menggunakan persamaan variable Ibu membeli dua buah pensil dan dua buah buku, seharga 12.000. Ayah membeli satu buku dan empat pensil seharga 15.000 Berapakah satu buah pensil. Pensil = x dan buku = y 2x + 2y = 12.000 4x + y = 15.000 2x = 12.000 2y X= X = 6000 y 4 (6000 y) + y = 15.000 (4 x 6000 ) + ( 4 x - y ) + y = 15.000 24.000 -4y + y = 15.000 -3y = 15.000 24.000

-3y = - 9.000 Y = -9.000 : (-3) Y = 3000. Jadi harga satu buah pensil = (6000 y ) = (6000 3000) = 3000. (kis) 4.3.1. Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat segiempat. Sifat-sifat segitu empat : 1. Memiliki empat buah garis rusuk sama panjang 2. Memiliki empat sudut sama besar 3. Memiliki dua simetri lipat (kis) 4.3.2. Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat kesejajaran garisgaris. Dua garis dengan kemiringan yang sama dan tidak seletak disebut garis-garis yang sejajar.Garis m dan garis n mempunyai kemiringan yang sama. Jika garis m terus diperpanjang. Dan garis n juga terus diperpanjang.Maka, sampai sepanjang apapun, kedua garis tersebut tidak akan pernah berpotongan. Jika dua garis mempunyai kemiringan yang sama, maka kedua garis tersebut tidak mungkin akan bertemu. Ini adalah hal penting yang harus diingat.

(kis) 4.3.4. Menyelesaikan maslah yang berkaitan dengan luas daerah bangun datar. Rumus luas beberapa jenis bangun datar : 1. Pesegi ( Rumusnya s x s ) 2. Persegi panjang ( p x l ) 3. Segi tiga ( 1/2 x axt ) 4. Luas jajargenjang ( a x t ) 5. Luas belah ketupat ( 1/2 x diagonal(a) x diagonal (b)) 6. Luas trafesium ( 1/2 x (sisi atas + sisi bawah) x t) 7. Luas lingkaran ( 22/7 x r x r)

(kis) 4.3.5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang. Rumus volume bangun ruang diantaranya : 1. Kubus ( s x s x s) 2. Balok ( p x l x t ) atau luas alas x tinggi) 3. Prisma segitiga (luas alas x tinggi) 4. Limas segi empat (luas alas x tinggi) 5. Kerucut (1/3 x luas alas x tinggi) 6. Tabung ( Luas alas x tinggi ) (kis) 4.4.1. Menyajikan data dalam bentuk diagram Hal menyangkut diagram meliputi : 1. Diagram batang, biasanya sekitar jumlah, selisih, atau perbandingan data yang digambarkan dalam diagram batang. Bisa juga menyangkut rata-rata, modus (data paling sering keluar). 2. Diagram lingkaran, biasanya sekitar prosentase dan jumlah bagian-bagian berdasarkan besar sudut. (kis) 4.4.2. Memecahkan masalah berkaiatan dengan rara-rata. Rata-rata adalah, jumlah keseluruhan data dibagi frekuensi Contoh, ada data ulangan harian si Budi : 60, 70, 75 dan 65. Maka rata-ratanya adalah 60 + 70 + 75 + 65 dibagi 4 kali ulangan. = 270 : 4 = 67,5 Jadi rata-rata ulangan harian si budi adalah 67, 5 (kis) 4.2.2. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan bilangan pecahan Beberapa hal yang berkaitan dengan operasi hitung bilangan pecahan : 1. Operasi penjumlahan pecahan, (harus sama penyebutnya) 2. Operasi pengurangan pecahan, (harus sama penyebutnya)

Operasi perkalian pecahan, (langsung dikalikan penyebut dengan penyebut, pembilang dengan pembilang). 4. Operasi pembagian pecahan (Pecahan pembagi dibalik penyebut menjadi pembilang dan pembilang menjadi penyebut, baru dikalikan penyebut dengan penyebut dan pembilang dengan pembilang. (kis) 4.3.1. Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat segiempat. Sifat-sifat segitu empat : 1. Memiliki empat buah garis rusuk sama panjang 2. Memiliki empat sudut sama besar 3. Memiliki dua simetri lipat 4.3.5. Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan volume bangun ruang. Rumus volume bangun ruang diantaranya : 1. Kubus ( s x s x s) 2. Balok ( p x l x t ) atau luas alas x tinggi 3. Prisma segitiga ( 12 x p x l x t ) atau luas alas x tinggi 4. Limas segi empat ( 12 x p x l x t ) atau luas alas x tinggi 5. Kerucut (13 x luas alas x tinggi ) 6. Tabung ( Luas alas x tinggi ) kis) 4.3.2. Menganalisis dan menerapkan sifat-sifat kesejajaran garisgaris. Dua garis dengan kemiringan yang sama dan tidak seletak disebut garis-garis yang sejajar.Garis m dan garis n mempunyai kemiringan yang sama. Jika garis m terus diperpanjang. Dan garis n juga terus diperpanjang.Maka, sampai sepanjang apapun, kedua garis tersebut tidak akan pernah berpotongan. Jika dua garis mempunyai kemiringan yang sama, maka kedua garis tersebut tidak mungkin akan bertemu. Ini adalah hal penting yang harus diingat. s) 4.3.4. Menyelesaikan maslah yang berkaitan dengan luas daerah bangun datar. Rumus luas beberapa jenis bangun datar :

3.

1. Pesegi ( Rumusnya s x s ) 2. Persegi panjang ( p x l ) 3. Segi tiga ( 1/2 x axt ) 4. Luas jajargenjang ( a x t ) 5. Luas belah ketupat ( 1/2 x diagonal(a) x diagonal (b)) 6. Luas trafesium ( 1/2 x (sisi atas + sisi bawah) x t) 7. Luas lingkaran ( 22/7 x r x r) 5.1.2 Merumuskan tujuan pembelajaran (proses, produk, dan sikap) sifat benda padat, cair dan gas sesuai dengan karakteristik peserta didik dan materi ajar. Beberapa rumusan tujuan pembelajaran (prose, produk, dan sikaf) sifat benda padat, cair dan gas, diantaranya : 1. Melalui pengamatan siswa dapat menjelaskan sifat-sifat benda padat, cair dan gas. 2. Dengan percobaan, siswa dapat mengelompokkan bendabenda padat, cair dan gas. 3. Melalui pengamatan siswa dapat member contoh pemanfaat benda padat, cair dan gas dalam kehidupan sehari-hari. 5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa. Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir berkenaan dengan pembelajaran IPA. 5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah)

Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode perpikir yang sitematik sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah . 5.1.3 Merancang kegiatan pembelajaran IPA melalui penyelidikan ilmiah agar siswa dapat mengkonstruksi pengetahuan IPA Guru menyiapkan pembelajaran IPA dengan model pembelajaran inkuri, dimana siswa melakukan penyelidikan dan pengamatan melalui observasi untuk menemukan jawaban-jawaban dari rasa ingin tahu yang dimiliki oleh siswa. Dalam kegiatan ini guru menyiapkan lembar pengematan bagi siswa agar siswa mencatat semua proses pengamatannya sehingga mendapatkan kesimpulan akhir berkenaan dengan pembelajaran IPA. 5.1.4 Mengkombinasikan beragam pendekatan/ strategi/ metode/ teknik pembelajaran IPA untuk mencapai tujuan pembelajaran (produk, proses, dan sikap ilmiah) Pembelajaran IPA berawal dari rasa ingin tahu, kemudian melakukan proses penyerapan pengetahuan dari pengetahuan berkembang menjadi ilmu pengetahuan. Perolehan di dapat melalui percobaan, didukung oleh fakta, menggunakan metode perpikir yang sitematik

sehingga dapat diterima secara universal. Ilmu pengathuan yang diperoleh ini untuk selanjutnya dnamakan produk. Sedangkan langkah-langkah yang dilakukan merupakan suatu proses. Dimulai dengan adanya masalah, kemudian berupaya untuk mengumpulkan informasi yang relevan, mencari beberapa alternatif jawaban, memilih jawaban yang paling mungkin benar, melakukan percobaan, dan memperoleh kesimpulan. Tahapan akhirnya, dimana proses pembuktian ilmiah telah terselesaikan, maka timbullah sikaf ilmiah . 5.1.5 Menggabungkan beragam asessmen dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran IPA (produk, proses, dan sikap ilmiah) Dalam mengevaluasi pembelajaran IPA perlu adanya upaya pengabungan asessmen. Asessmen adalah gabungan dari semua metode yang dikemas dan digunakan untuk menilai kinerja siswa, baik secara perseorangan maupun secara kelompok. Asessmen sistem penilaian yang merujuk pada penilaian menyeluruh meliputi beberapa asfek yang dimiliki siswa, meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikaf. Asesmen adalah suatu kegiatan mengevaluasi pendidikan dengan cara mengumpulkan data dan informasi mengenai siswa untuk menentukan strategi pengajaran yang tepat. 6.2.1 Menganalisis proses-proses fotosintesis pada tumbuhan Fotosintesis memerlukan cahaya matahari, klorofil, air, dan karbon dioksida. Air diserap oleh akar dari dalam tanah. Air dari akar menuju daun. Karbon dioksida diserap dari udara oleh daun melalui mulut daun atau stomata. Melalui fotosintesis, air dan karbon dioksida kemudian diubah menjadi karbohidrat dan oksigen dengan bantuan energi cahaya matahari. Apabila energi cahaya matahari 6.2.2 Menyimpulkan macam-macam pengangkutan pada tumbuhan Macam-macam pengangkutan pada tumbuhan, yaitu : 1. Jaringan Xilem Jaringan Xilem terdapat pada bagian kayu tanaman .

fungsinya menyalurkan air dari akar menuju bagian atas tanaman. Xilem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Unsur trakeal terdiri dari trakea yang sel-selnya berbentuk tabung dan trakeid yang sel-selnya lancip panjang, dinding selnya berlubang-lubang - Serabut Xilem yang terdiri dari sel-sel panjang dan ujungnya meruncing - Parenkim kayu yang berisi berbagai zat seperti cadangan makanan, tannin dan Kristal 2. Jaringan Floem Jaringan Floem terdapat bagian kulit kayu berfungsi menyalurkan zat makanan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan. Floem terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut, - Buluh tapis berbentuk tabung dengan bagian ujung berlubang-lubang - Sel pengiring berbentuk silinder-silinder dan lebih besar daripada sel-sel tapis serta plasmanya pekat - Serabut floem, bentuknya panjang dengan ujung-ujung berhimpit dan dindingnya tebal - Parenkim floem, selnya hidup memiliki diding primer dengan lubang kecil yang disebut noktah halaman. Parenkim floem berisi tepung, dammar, atau Kristal. 6.3.2 Menganalisis kelainan dan gangguan pada sistem pernapasan manusia Proses pernapasan dapat terganggu jika ada salah satu alat pernapasan mengalami gangguan. Gangguan tersebut dapat disebabkan oleh kuman maupun polusi udara.

Beberapa gangguan maupun penyakit pada alat pernapasan sebagai berikut. a. Influenza (flu) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang yang terserang flu akan mengalami demam, menggigil, batuk, sakit kepala, bersin-bersin, serta nyeri punggung. Lendir yang keluar dari hidung menutup lubang hidung sehingga udara terhalang masuk dan mengganggu pernapasan. b. Sesak napas merupakan gangguan pernapasan karena udara yang tercemar oleh asap. Asap dapat berasal dari pembakaran sampah, kendaraan bermotor, dan rokok. Selain asap, debu juga dapat mengakibatkan sesak napas. c. Asma yaitu gangguan pernapasan karena penyempitan saluran pernapasan. Menyempitnya saluran pernapasan dapat terjadi karena beberapa hal berikut. 1) Udara yang tercemar oleh asap dan debu. 2) Udara yang terlalu dingin. 3) Keadaan jiwa penderita, misalnya stres dan tekanan emosi. d. Radang paru-paru karena bakteri Tuberkulosis. Radang yang disebabkan oleh bakteri ini biasa disebut TBC paruparu. e. Bronkitis yaitu adanya peradangan pada batang tenggorok (bronkus). f. Polip merupakan penyempitan saluran pernapasan akibat terjadinya pembengkakan kelenjar limfe. 6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya Sifat-sifat cahaya adalah : 1. Cahaya merambat lurus 2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitupemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur) 3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebutpembiasan)

4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.) 6.6.2 Menyelidiki konsep kelistrikan dan kemagnetan Konsep kelistrikan dan kemagnetan memiliki kesamaan, listrik dan magnet sama-sama berbentuk arus yang memiliki dua kutub, yaitu kutub negative dan kutub positif. 6.6.4 Memprediksi peristiwa pemuaian dalam kehidupan sehari-hari Beberapa hal dalam kehidupan sehar-hari yang berkaitan dengan proses pemuaian benda, yaitu 1. Rel kereta pada bagian sambungannya dipasang renggang agar saat siang hari Diana sinar matahari memanasi bumi, maka rel kerata tersebut tidak melengkung/bengkok. 2. Pemasangan kaca jendela yang sengaja dibuat agak kendor, agar saat terkena panas tidak pecah. 6.6.5 Menganalisis peran kalor dalam mengubah suhu benda. Kalor dapat mengubah suhu benda melalui proses perambatan. Perambatan kalor tersebut terjadi dengan tiga cara, yaitu : 1. Konveksi (perambatan panas diikuti dengan perpindahan zat) 2. Konduksi (Perambatan panas dengan tidak diikuti perpindahan zat) 3. Radiasi (Perambatan panas tanpa pelantara). 6.6.1 Menganalisis sifat-sifat cahaya Sifat-sifat cahaya adalah : 1. Cahaya merambat lurus 2. Cahaya dapat dipantulkan (Pemantulan cahaya ada dua jenis yaitupemantulan baur (pemantulan difus) dan pemantulan teratur)

3. Cahaya dapat dibiaskan (Peristiwa pembelokan arah rambatan cahaya setelah melewati medium rambatan yang berbeda disebutpembiasan) 4. Cahaya dapat diuraikan (Pelangi terjadi karena peristiwa penguraian cahaya (dispersi). Dispersi merupakan penguraian cahaya putih menjadi berbagai cahaya berwarna.) 6.3.1 Menganalisis gangguan-gangguan pencernaan makanan pada manusia. Berbagai penyakit dan gangguan (kelainan) dapat menyerang alat pencernaan. Penyakit dan gangguan itu dapat disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Selain itu, juga karena masuknya kuman penyakit ke dalam tubuh seperti bakteri dan virus. Di bawah ini beberapa penyakit yang dapat menyerang alatalat pencernaan. 1. Mag (Radang Lambung) Penyakit ini ditandai dengan gejala lambung terasa perih dan mual. Penyakitmag disebabkan kebiasaan makan yang tidak teratur. Jika kita tidak segera makan pada saat lapar, lambung menjadi kosong. Akibatnya, asam lambung (asam klorida) yang dihasilkan untuk mencerna makanan melukai lambung. 2. Apendisitis (Radang Umbai Cacing) Radang pada umbai cacing ditandai dengan sakit pada perut sebelah kananbawah dan biasanya disertai demam. Umbai cacing (apendiks) adalah tonjolan kecil pada usus buntu (sekum). Penyakit ini disebabkan adanya makanan yang masuk di apendiks dan membusuk. Pembusukan makanan di apendiks tersebut dapat mengakibatkan radang. 3. Disentri Penyakit disentri disebabkan oleh bakteri. Alat pencernaan yang diserang yaituusus. Penyakit ini ditandai dengan muntah-muntah dan buang air besar

terusmenerus. Disentri dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan makanan dan perlengkapan makan. 4. Sembelit Gejala penyakit sembelit yaitu susah buang air besar. Penyakit ini disebabkanmakanan yang kita makan kurang berserat. Makanan kurang serat dapat mengganggu proses pencernaan. Serat makanan membantu penyerapan air di usus besar. Jika kadar serat makanan berkurang, sisa makanan kurang menyerap air. Akibatnya, sisa makanan menjadi padat sehingga sulit dikeluarkan. Contoh makanan berserat yaitu sayursayuran dan buah-buahan. 6.2.3 Menggambarkan hubungan manusia, lingkungan dan pemeliharaannya Manusia dan lingkungannya merupakan sebuah proses saling ketergantungan satu sama lain. Manusia dan lingkungan membentuk suatu ekosistem. Dalam ekositem yang utuh tersebut terdapat habitat-habitat yang kelestariannya harus senantiasa terjaga. Keberlangsungan hidup habitat-habitat mahluk hidup menjadi suber keseimbangan ekosistem.Untuk menjaga keseimbangan ekosistem maka ditempuh beberapa cara. Beberapa cara untuk pemeliharaan lingkungan yaitu : 1. Ek stitu (konservasi ek situ adalah upaya konservasi suatu species di luar habitat aslinya.) 2. In situ (Konservasi in situ adalah upaya konservasi suatu species di habitat aslinya) 7.3.1 Menganalisis peran bangsa Indonesia pada era global Negara Indonesia juga memiliki peran pada era globalisasi sekarang ini. Hal ini terlihat dari ikut sertanya negara Indonesia dalam melakukan kerja sama internasional dengan negaranegara lain.diantaranya : 1. Kerjasama dengan Negara-negara lain dalam bidang ekonomi.(ASEAN, MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) atau EEC (European Economic Community), Colombo Plan (Rencana

Colombo), APEC (Asia Pacific Economic Cooperation), AFTA (Asean Free Trade Area), 2. Ikut kerjasama dalam lembaga-lembaga Internasional,diantaranya bidang; a) Bidang keuangan, Bidang perdagangan, Bidang perburuhan, Bidang pasar bersama, kerjasama bilateral, multilateral, dll. 3. Ikut serta dalam kerjasama Internasional (ASEAN, APEC, OPEC, PBB) 7.3.2 Menentukan peran Indonesia dalam kerjasama ekonomi internasional Dalam kerjasama ekonomi Internasional Indonesia, ikut berperan dalam : 1. ASEAN (Association of South East Asian Nations)( Organisasi ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. ASEAN merupakan organisasi kerja sama regional yang beranggotakan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.) 2. MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) atau EEC (European Economic Community)( MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) didirikan pada tahun 1957 berdasarkan perjanjian antarnegara Eropa Barat di Roma-Italia. MEE mengadakan kerja sama di bidang perdagangan dengan negara-negara ASEAN termasuk Indonesia. Pada tanggal 4 April 1977 diselenggarakan konferensi di Brussel antara MEE dengan ASEAN untuk membahas kerja sama. ) 1. Colombo Plan (Rencana Colombo)( Rencana Colombo adalah suatu badan yang dibentuk oleh negaranegara persemakmuran Inggris pada tahun 1950, melalui konferensi yang diselenggarakan di Colombo, ibu kota Sri Lanka, merencanakan untuk membantu negara-negara terbelakang, yang baru merdeka, dan sedang berkembang.) 2. APEC (Asia Pacific Economic Cooperation)( APEC merupakan organisasi kerja sama regional di kawasan Asia Pasifik yang beranggotakan 18 negara di dunia. Didirikan pada tahun 1989

dan hingga kini telah beberapa kali bersidang. Dalam pertemuan kedua para pemimpin negara-negara APEC di Bogor (Indonesia) pada November 1994 dicetuskan deklarasi yang kemudian populer disebut Deklarasi Bogor yang terdiri atas sebelas butir pernyataan.) 3. AFTA (Asean Free Trade Area) (AFTA dibentuk pada saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-4 di Singapura tahun 1992. Kemudian diberlakukan secara penuh bagi Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, dan Brunei Darussalam sejak 1 Januari 2002.) 7.4.1 Menganalisis berbagai aktivitas ekonomi dalam masyarakat Bebarapa aktivitas kegiatan ekonomi dalam masyarakat meliputi : 1. Kegiatan menghasilkan barang dan jasa. 2. Kegiatan mendistribusikan barang dan jasa 3. Kegiatan mengkonsumsi barang dan jasa 4. Memanfaatkan sumber daya alam. Peninggalan-Peninggalan Sejarah Hindu-Budha di Indonesia Posted: Agustus 3, 2010 in Uncategorized 0 Pada masa kerajaan Hindu-Budha di Nusantara, banyak meninggalkan sumber sejarah, baik berupa bangunan kuno (seni bangun), prasasti, hasil kesusastraan. Berikut beberapa peninggalan sejarah yang bercorak Hindu- Budha. a. Seni bangunan Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya, seperti komplek percandian, pemandian, keraton, makam. Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika. Diantara candi-candi Hindu, di Jawa Tengah terdapat candi a. Candi 1) Candi Peninggalan Kerajaan Mataram Lama Candi yang bersifat Hindu

* Candi Gunung Wukir, terletak di sebelah selatan Muntilan * Kelompok Candi Dieng, terletak di Kabupaten Wonosobo. Dikelompok candi ini trdapat beberapa candi yang oleh penduduk setempat diberi nama tokoh wayang, misalnya : Bima, Gatotkaca, Puntadewa, Arjuna, Semar, dan lain-lain * Candi Selogriyo, terletak di kaki Gunung Sumbing * Candi Pringapus, terletak di timur Gunung Sundoro * Kelompok Candi Gedong Songo, terletak di lereng Gunung Ungaran * Candi Perot, terletak di lereng Gunung Sumbing * Candi Argopuro, terletak di lereng Gunung Sumbing * Candi Ijo, terletak di dekat Prambanan * Candi Gebang, terletak di dekat Yogyakarta * Candi Sambisari, terletak di dekat Yogyakarta * Kelompok Candi Lorojonggrang ( Prambanan ), terletak di perbatasan Yogyakarta-Klaten.Di kelompok ini ada 3 candi induk, Candi Syiwa, Candi Brahma, dan Candi Wisnu. Candi yang bersifat Budha,bercorak budha,bermitologi budha,bernuansa arsitektur budha dan ajaran budha : * Candi Borobudur, terletak di Kabupaten Magelang

* Candi Kalasan, terletak di kabupaten sleman. Dibangun oleh Raja Panangkaran. * Candi Sari, terletak di dekat Candi Kalasan. * Candi Banyunibo, terletak di dekat Prambanan.

* Candi Sajiwan, terletak didekat Prambanan. Candi ini untuk menghormat Awalokiteswara. * Candi Plaosan, terletak di dekat prambanan. Dibangun pada masa Raja Pikatan * Candi Sewu, terletak didekat Prambanan * Candi Bubrah, terletak didekat Prambanan * Candi Lumbung, terletak didekat Prambanan * Candi Asu, terletak didekat Candi Sewu * Candi Ngawen, terletak di dekat Muntilan. Candi ini dibuat oleh raja yang beragama Hindu, dan diperuntukan untuk umat yang beragama Budha * Candi Mendut, terletak di kabupaten Magelang. Di dalamnya terdapat PAtung Padmapani dan Wajrapani * Candi Pawon (Bajranalan), terletak di kabupaten Magelang. Di bangun oleh Pramodhawardhani. 2) Candi Peninggalan Kerajaan Medang (Dinasti Isyana) * Candi Lor (Anjuk Ladang),terletak di Brebek, Nganjuk. * Candi Gunung Gangsir, terletak di di Bangil. * Candi Songgoroti, terletak di Batu Malang * Candi Sumber Nanas, terletak di Blitar * Candi Belahan, dibangun oleh Raja Airlingga * Pertapaan Pucangan, terletak di Gunung Penanggungan 3) Candi Peninggalan Kerajaan Sriwijaya * Kelompok Candi Muara Takus, terletak di Bangkinang, Tampar, Riau * Kelompok CAndi Gunung Tua, terletak di padang sidempuan, Tapanuli, Sumatra Utara. * Di kelompok ini ada 1 candi yang bentuknya khas, yaitu Candi Biaro Bahal

4) Candi Peninggalan Kerajaan Singasari * Candi Kidal, terletak di Malang * Candi Jawi, terletak di dekat Pringen * Candi Singasari, terletak di Malang * Candi Jago, terletak di Malang 5) Candi Peninggalan kerajaan Majapahit * Candi Simping * Candi Rimbi, terletak di Mojokerto * Candi Panggih * Candi Surawana, terletak di Kediri * Candi Tigawangi, terletak di Pare * Candi Kalicilik, terletak di Blitar * Candi Jabung, terletak di Kraksaan, Probolinggo * Candi Pari, terletak di Porong * Candi Tikus, terletak di Mojokerto * Candi Brahu, terletak di Mojokerto * Candi Panataran, terletak di Blitar * Candi Sukuh, terletak di Karanganyar. Candi ini menunjukan unsure Jawa asli * Candi Samentar, terletak di Blitar 6) Candi Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan * Candi Badut, terletak di Malang 7) Candi Peninggalan Kerajaan Bali * Kompleks Candi Gunung Kawi, terletak di Tampaksiring

b. Pertirtaan Pertirtaan merupakan pemandian suci untuk raja dan para bangsawan. Contoh petirtaan yang penting adalah : * Petirtaan Jalatunda, terletak di lereng barat Gunung Pananggungan. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga * Pertirtaan Belahan, terletak di lereng timur Gunung Pananggungan. Dibangun pada masa pemerintahan Raja Airlangga * Pertirtaan di Candi Tikus, terletak di Trowulan, Mojokerto * Petirtaan Gua Gajah, terletak di Gianyar, Bali * Petirtaan Tirta Empul. Terletak di desa Manukaya, Tampaksiring, Bali. c. Benteng Istana kerajaan umumnya dibangun di balik benteng yany kuat Benteng ada 2 macam, yaitu : * Benteng Buatan, dibangun dengan sengaja berwujud tembok, parit yang dalam dan ebar * Benteng alam, yamg berwujud sungai atau pegunungan. Contoh benteng alam adalah benteng yang terdapat di Bukit Ratu Boko yang dikenal dengan nama Candi Ratu Boko. Candi ini dibangun oleh Balaputradewa. d. Gapura Ada 2 macam bentuk gapura : * Kori Agung, yaitu berupa bangunan seperti candi yang di tengahnya terdapat pintu untuk keluar masuk. Contoh Kori Agung, antara lain : Candi Jedong, Candi Plumbangan, dan Candi Bajang Ratu. * Candi Bentar, yaitu semacam candi yang dibelah dua, ditengahnya

untuk jalan keluar masuk. Contoh candi bentar adalah Candi Wringin Lawang Candi Prambanan. Candi Prambanan merupakan peninggalan yang bersifat Hindu yang didirikan abad ke VIII M. Candi ini terletak di desa Prambanan Sleman, Jogjakarta. Candi ini adalah candi Hindu. Fungsinya adalah sebagai tempat pemujaan (kuil). Candi ini terdiri dari Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu . Bangunan candi yang tertinggi adalah yang di tengah yang bersifat Siwa. Pada ruangan candi kita menemukan arca Durga Mahisasuramardini. Arca ini juga dikenal juga dengan nama Roro Jongrang. Pada dinding candi Prambanan terdapat relief yang menggambarkan cerita Ramayana. Selain candi Prambanan di Jawa Tengah masih terdapat candi Hindu di Jawa Tengah seperti candi Gedong Sango, percandian Dieng, Ratu Baka, Candi Kalasan dan sebagainya. Di Jawa Timur terdapat candi Singasari, candi Kidal, Candi Panataran, dan kompleks percandian di Trowulan Mojokerto. Disamping candi Hindu, juga terdapat banyak peninggalan yang bersifat Budhis. Pada masa kerajaan Sriwijaya ditemukan candi Muara takus di daerah Jambi. Di Jawa Tengah ada Stupa Borobudur, candi Mendut dan candi Pawon. Bangunanbangunan ini berfungsi sebagai tempat ibadah. Sampai sekarang peninggalan-peninggalan tersebut masih dipergunakan oleh umat Budha untuk pelaksanaan upacara memperingati hari Waisak. Peninggalan-peninggalan sejarah ada beberapa jenisnya, seperti komplek percandian, pemandian, keraton, makam. Candi adalah peninggalan berupa komplek bangunan yang bersifat Hindu, sedangkan yang bersifat Budhis disebut Stupa, Stupika. Candi Prambanan merupakan peninggalan yang bersifat Hindu sedangkan

Stupa Borobudur bersifat Budha. Kedua monumen tersebut terletak di Jawa Tengah. b. Seni Rupa dan Seni Ukir. Pengaruh India membawa perkembangan dalam bidang seni rupa dan seni ukir atau pahat. Hal ini disebabkan adanya akulturasi. Misalnya relief yang dipahatkan pada dinding candi Borobudur yang merupakan relief tentang riwayat Sang Budha. Relief ini dikenal dengan Karma Wibangga yang dipahatkan dalam salah satu dinding Studa Borobudur. c. Seni Sastra dan Aksara Hasil sastra berbentuk prosa atau puisi : isinya antara lain tentang tutur (pitutur : kitab keagamaan), wiracarita (kepahlawanan), kitab Hukum (Undang-Undang). Wiracarita yang terkenal di Indonesia yaitu Kitab Ramayana dan Mahabarata. Timbul wiracarita gubahan pujangga Indonesia. Misalnya, Kitab Baratayuda yang digubah oleh Mpu Sedah dan Mpu Panuluh. Perkembangan aksara, perkembangan huruf Pallawa dari India ke Indonesia, mengakibatkan berkembangnya karya-karya sastra. Misal, karya-karya sastra Jawa kuno. Huruf Nagari (dari India) disertai huruf Bali kuno (dari Indonesia). d. Sistem Kemasyarakatan. Sistem kasta merupakan penggolongan masyarakat berdasarkan tingkat atau derajad orang yang bersangkutan. Setiap orang sudah ditentukan kastanya. Sistem kasta ini muncul dalam masyarakat Indonesia setelah ada hubungan dengan India. Terdapat empat kasta yaitu kasta Brahmana, Ksatria, Weisya dan Sudra. Sistem kasta ini bukan asli Indonesia.

e. Filsafat dan Sistem Kepercayaan. Kepercayaan asli bangsa Indonesia adalah animisme dan dinamisme. percaya adanya kehidupan sesudah mati, yakni sebagai roh halus. Kehidupan roh halus memiliki kekuatan maka roh nenek moyang dipuja. Masuknya pengaruh India tidak menyebabkan pemujaan terhadap roh nenek moyang hilang. Hal ini dapat dilihat pada fungsi candi. Fungsi candi di India sebagai tempat pemujaan. Di Indonesia, selain sebagai tempat pemujaan, candi juga berfungsi sebagai makam raja dan untuk menyimpan abu jenazah raja yang telah wafat. Dapat terlihat adanya pripih tempat untuk menyimpan abu jenazah, dan diatasnya didirikan patung raja dalam bentuk mirip dewa. Hal tersebut merupakan perpaduan antara fungsi candi di India dengan pemujaan roh nenek moyang di Indonesia. f. Sistem Pemerintahan Pengaruh India di Indonesia dalam sistem pemerintahan, adalah adanya sistem pemerintahan secara sederhana. Setelah pengaruh India masuk, kedudukan pemimpin tersebut diubah menjadi raja serta wilayahnya disebut kerajaan. Rajanya dinobatkan dengan melalui upacara Abhiseka, biasanya namanya ditambah warman. Contoh: di Kerajaan Kutai, Taruma dan sebagainya. Bukti akulturasi di bidang pemerintahan, misalnya : raja harus berwibawa dan dipandang punya kesaktian (kekuatan gaib), seperti para Raja disembah menunjukkan adanya pemujaan Dewa Raja. Menganalisis persiapan kemerdekaan Indonesia di bidang politik dengan mandiri, demokratis, penuh rasa ingin tahu, komunikatif dan penuh toleransi

4. 1. Peristiwa Menyerahnya Jepang Pada Sekutu 5. Amerika Serikat melakukan pengeboman terhadap kota Hirosima(06 Agustus 1945) dan Nagasaki (09 Agustus 1945) 6. 14 Agustus 1945 Jepang menyerah tanpa syarat kepadaSekutu, Indonesia berada dalam keadaan Vacuum ofPower (kosong kekuasaan), 7. Bung Karno dan Bung Hatta sedangberada di Dalat (Vietnam) untukmemenuhi panggilan Jendral Terauchiselaku panglima tentara Jepangdiseluruh kawasan Asia Tenggara. 8. 2. Perbedaan perspektif antara golongan tua dangolongan muda sekitar proklamasi. 9. Berita kekalahan Jepang terhadap Sekutu diketahui olehkalangan pemuda bangsa Indonesia di Bandung melalui beritasiaran radio BBC (British Broadcasting Corporation) diLondon 10. Para pemuda menemui Bung Karno di JalanPegangsaan No 56, mendesak supayaproklamasi segera dilaksanakan 11. Para pemuda karena belum berhasil membujuk BungKarno, pada tanggal 15 Agustus 1945, pukul 20.00 WIBkembali mengadakan rapat di Lembaga Bakteriologi di jalanPegangsaan Timur, Jakarta (sekarang;

Fakultas KesehatanMayarakat UI) dengan dipimpin oleh Chaerul Saleh

12. Wikana dan Darwis menemui BungKarno menyampaikan bahwa rapattelah menentukan kemerdekaanharus segera diproklamasikan 13. 3. Peristiwa Rengasdengklok 14. Latar Belakang Peristiwa RengasdengklokADANYA PERBEDAAN PENDAPAT ANTARA VS 15. GOLONGAN MUDAMenghendaki agar Sukarno-Hatta(golongan tua) segeramemproklamasikan kemerdekaanIndonesia 16. GOLONGAN TUA Menunggu-nunggu berita resmi dari Pemerintah Pendudukan Jepang 17. Peristiwa Rengasdengklok 18. Ahmad Subarjo datang ke Rengasdengklok dan berhasilmenyakini para pemuda bahwa Proklamasi akan diucapkankeesokan harinya pada tanggal 17 Agustus 1945 paling lambatpukul 12.00 WIB. Hal ini dapat dikabulkan dengan jaminannyawanya sebagai taruhannya. 19. Syudanco Subeno komandan kompitentara Peta di

Rengasdengklokbersedia melepaskan Sukarno Hattakembali ke Jakarta.


20. 4. Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 21. PENYUSUNAN TEKS PROKLAMASI Ir. Soekarno Mohamad Hatta Achmad Soebarjo 22. Kalimat 1 adalah sumbang pikir dariAchmad SoebarjoKemauan Bangsa Indonesia untukmerdeka dan menentukan nasibsendiri 23. Kalimat 2 adalah sumbang pikir dari Mohamad Hatta pengalihan / pemindahan kekuasaan 24. Atas usulan dari Sukarni yangmenandatangani adalah ketua danwakil ketua PPKI (Soekarno Hatta) 25. Oleh Soekarno naskah asli diberikankepada Sayuti Melik untuk diketik 26. Tiga Perubahan :1. tempoh menjadi tempo2. wakil-wakil bangsa indonesia menjadi atas nama bangsa indonesia.3. djakarta, 17-8-05 menjadi djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05. 27. Pelaksanaan Proklamasi 28. Pembacaan Teks Proklamasi

29. Dilanjutkan Pengibaran Bendera merah Putih1. Sudanco Suhud2. Sudanco Latief Hendraningrat3. Tri Murti 30. 5. Makna Teks Proklamasi 31. 6. Penyebar Luasan Berita Proklamasi 32. Kantor berita Yoshima (Antara) Pada tanggal 17 Agustus 1945 sekitar pukul 18.30 WIB, wartawan kantor berita Yoshima/ Domei (sekarang: Kantor Berita Antara). Syahrudin berhasil menyampaikan salinan teks proklamasi kepada Daidan B.Palenewen. oleh Daidan B.Palenewen, teks proklamasi tersebut diberikan kepada F.Wus seorang markonis (petugas telekomunikasi) di kantor berita tersebut, untuk segera diudarakan. 33. Radio M.Yusuf Ronodipuro Radio Hoso Kanri Kyoku (Sekarang: RRI)Pada tanggal 17 Agustus 1945, Syahrudin berhasil memasuki ruang siaran Radio Hoso KanriKyoku (sekarang; Radio Republik Indonesia). Tepat pukul 19.00 WIB. Teks proklamasikemerdekaan berhasil disiarkan, M.Yusuf Ronodipuro, Bachtiar Lubis, dan Suprapto adalahtokoh-tokoh yang berperan besar dalam menyiarkan berita proklamasi tersebut 34. Surat kabar Berita proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan melalui beberapa surat kabar. Surat kabar yang

pertama kali menyiarkan berita tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah CAHAYA yang terbit di Bandung dan dan SOEARA ASIA yang terbit di Surabaya. Para pemuda yang berjuang lewat pers antara lain Adam Malik, Sayuti Melik, Sutan Syahrir, B.M. Diah, Ki Hajar Dewantara, Otto Iskandardinata, G.S.S.J. Ratulangi, Iwa Kusuma Sumantri, Sukoharjo Wiryopranoto, Sumanang S.H, Manai Sophian dan Ali Hasyim.