Anda di halaman 1dari 2

108.

Glomerulonefritis : Kasus klasik atau tipikal diawali dengan riwayat infeksi saluran napas atas dengan nyeri tenggorok oleh streptococcus dua minggu mendahului timbulnya sembab. Periode laten rata-rata 10 atau 21 hari setelah infeksi tenggorok atau kulit. Hematuria dapat timbul berupa gross hematuria maupun mikroskopik. Gross hematuria terjadi pada 30-50 % pasien yang dirawat. Pada pemeriksaan fisik dijumpai hipertensi ringan atau sedang. Edema bisa berupa wajah sembab, edem pretibial atau berupa gambaran sindrom nefrotik. Pemeriksaan urin sangat penting untuk menegakkan diagnosis. Volume urin sering berkurang dengan warna gelap atau kecoklatan seperti air cucian daging. Hematuria makroskopis maupun mikroskopis Proteinuria biasanya sebanding dengan derajat hematuria. 109. Mebendazol. Infeksi cacing kremi (oksiuriasis, enterobiasis) adalah infeksi parasit yang disebabkan Enterobius vermicularis. Parasit ini terutama menyerang anak-anak; cacing tumbuh dan berkembang biak di dalam usus. Cacing kremi dapat dilihat dengan mata telanjang pada anus penderita, terutama dalam waktu 1 2 jam setelah anak tertidur pada malam hari. Cacing kremi aktif bergerak, berwarna putih dan setipis rambut. Telur maupun cacingnya bisa didapat dengan menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus, pada pagi hari sebelum anak terbangun. Kemudian selotip tersebut ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop Terapi : - pirantel pamoat 10 mg/kgBB dosis tunggal diulang 2 minggu kemudian - mebendazol 100 mg dosis tunggal diulang 2 minggu kemudian - albendazol 400 mg dosis tunggal diulang 2 minggu kemudian

110. Diare akut dengan dehidrasi berat : Klasifikasi dehidrasi diare anak
Penilaian klinis beratnya Dehirasi Menurut WHO Tanda dan gejala Dehidrasi ringan Dehidrasi sedang Kehilangan berat badan 3-5 6-9 (%) Kesan dan kondisi Haus, sadar dan Haus, gelisah atau umum,bayi dan anak gelisah letargis tetapi iritabel bila kecil dipegang atau mengantuk. Anak besar dan dewasa Haus, sadar dan Haus, sadar dan gelisah hipotensi postural. Dehidrasi berat 10 atau lebih Mengantuk, ekstremitas lemas, dingin, sianotik, lembab, bisa koma. Bisanya sadar, kuatir, ekstremitas dingin, lembab, sianotik, kulit jari tangan dan kai berkerut; kejang otot. Cepat, sangat lemah, kadang tidakteraba Dalam dan cepat Sangat cekung Rendah, mungkin tidak teratur Cubitan tidak segera

Nadi Radial Respirasi Fontanella anterior Tekanan darah sistolik Elastisitas kulit

Kecepatan tekana normal Normal Normal Normal Cubitan

dan

Cepat dan lemah Dalam, mungkin cepat Cekung Normal atau rendah, hipotensi ortostatik Cubitan kembali

segera

Mata Air mata Membrana mukosa Keluaran Kencing Pengisian kembali kapiler Perkiraan defisit cairan (mL/kg)

kembali Normal Ada Lembab Normal Normal 30-50%

perlahan kembali Cekung Sangat cekung Tidak ada atau Tidak ada berkurang Kering Sangat kering Jumlah berkurang dan Anuria/oliguria berat pekat 2 detik 3detik 60-90 100 atau lebih

111. Hiponatremia : Pada keadaan dehidrasi, terdapat defisit natrium dan cairan dalam tubuh. Pada kebanyakan kasus, kehilangan natrium proporsional dengan banyaknya cairan yang hilang dan natrium dalam plasma tetap dalam kadar normal (dehidrasi isonatremia). Apabila didapatkan keadaan dimana kehilangan natrium melebihi jumlah cairan yang hilang, kadar natrium plasma menurun (dehidrasi hiponatremia) dan akan menyebabkan cairan ekstrasel masuk ke intrasel. Peningkatan volume intrasel akan menyebabkan volume otak yang bertambah yang kadang dapat menyebabkan kejang. 112. pH menurun, HCO3 menurun, CO2 menurun : Kehilangan bikarbonat bersama dengan diare dapat menimbulkan asidosis metabolik dengan anion gap yang normal ( 8-16 mEg/L), biasanya disertai hiperkloremia. Selain penurunan bikarbonat serum terdapat pula penurunan pH darah kenaikan pCO2. Hal ini akan merangsang pusat pernapasan untuk meningkatkan kecepatan pernapasan sebagai upaya meningkatkan eksresi CO2 melalui paru ( pernapasan Kussmaul ) Untuk pemenuhan kebutuhan kalori terjadi pemecahan protein dan lemak yang mengakibatkan meningkatnya produksi asam sehingga menyebabkan turunnya nafsu makan bayi.