P. 1
METODE PELAKSANAAN

METODE PELAKSANAAN

|Views: 974|Likes:
Dipublikasikan oleh Kotoy

More info:

Published by: Kotoy on Nov 15, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/02/2015

pdf

text

original

METODE PELAKSANAAN

I. PEKERJAAN PERSIAPAN I.1Pembuatan Direksi Keet dan Perlengka an I.1.1Se!a Ruma" Akan segera dibentuk tim lapangan tahap awal untuk lebih mempelajari lokasi perkantoran lapangan, yang secara umum disebut Direksi Keet. Pertama-tama akan dicari rumah di dekat lokasi Bendung arusa, yaitu di !alan "aya PadangPainan km #$, disekitar Kantor Polisi atau sekitar Puskesmas, dimana tempat tersebut lebih kurang berjarak %$$ m ke lokasi Bendung arusan. "umah akan disewa untuk keperluan bagi im Pelaksana tahap pertama, sebagai kantor sementara dan mess. I.1.#Se!a Tana" Di dekat rumah yang disewa akan juga dicari area parkir untuk beberapa kendaraan, termasuk untuk beberapa Dump ruck, Bulldo&er, dan Backhoe. Areal yang lebih luas akan dipersiapkan setelahnya di tempat pembuatan jalan akses, juga di dekat pekerjaan 'aluran Pengelak. I.1.$Direksi Keet Direksi Keet akan dibuat dilokasi didekat jalan raya dan juga di dekat saluran pengelak. Direksi Keet akan meliputi keperluan perkantoran lapangan bagi im Pelaksana dan juga untuk keperluan im Direksi, termasuk ruangan yang dipersiapkan bagi Petugas dan Pimpinan dari
1

Pengguna bila melakukan kunjungan dan)atau inspeksi lapangan. I.1.%Sekuriti& K$ im sekuriti meliputi im Pengamanan dan im Penanganan K% *Keselamatan dan Kesehatan Kerja+. I.1.'Lab(rat(rium "uang laboratorium akan dipergunakan untuk penempatan alat-alat laboratorim dan juga tempat untuk melakukan pengujian kualitas bahan dan bangunan hasil kerja. I.1.)Tem at Parkir Peralatan empat parkir peralatan yang termasuk alat-alat berat seperti ,-ca.ator Backhoe *,B+, Bulldo&er *BD+, dan Dump ruck*D + akan dipersiapkan di lokasi di sekitar "encana 'aluran Pengelak. /.( Jalan Masuk*Akses ke L(kasi Peker+aan V !alan masuk dimaksudkan di sini ialah jalan masuk dari jalan raya di sekitar km %0-#$ kearah kiri menuju lokasi Bendung arusan, dengan panjang jalan akses sekitar 1$$m. Konstruksi jalan akses akan terdiri 'ubbase yang dipadatkan sampai 023 'tandar Proctor, di lanjutkan lapis subgrade dari batu kapur *bila tersedia+ atau lapiran gra.el dari sungai, dan paling atas akan dibuat lapis makadam. 'elama pemakaian lapis jalan akses akan dipelihara dengan menggunakan 1 Bulldo&er, 1 4otor 5rader
(

*45+, dan 1 "oller. 4aterial gra.el untuk pemeliharaan akan diangkut dengan (-% D . !alan akses akan melewati saluran pengelak, sehingga akan diperlukan jembatan kerja yang berupa Jembatan Darurat. !embatan ini meskipun bukan merupakan jembatan permanen, harus dikerjakan dengan konstruksi yang kokoh karena akan dilalui lalulintas kendaraan proyek dengan intensitas yang tinggi dan dengan pembebanan yang sering bermuatan berat, serta untuk digunakan selama pelaksanaan pekerjaan Bendung arusan, sampai dengan selesainya penutupan kembali 'aluran Pengelak.

'ket 6okasi !alan Akses Bendung

!alan Akses !embatan Darurat

Abutment& yaitu perletakan kedua ujung jembatan darurat harus cukup kuat terhadap pembebanan dan juga cukup tahan terhadap gesekan aliran air melalui saluran pengelak. Perlu diperhatikan bahwa saluran pengelak dibuat dengan lebar kurang dari lebar sungai, sehingga akan terjadi percepatan terhadap kecepatan aliran di saluran pengelak, Dengan demikian diperlukan konstruksi abutment yang kuat, di sini akan dilakukan pembuatan konstruksi abutment dari Pancang 'teel 'heetpile, dengan sayap seperlunya untuk
%

mengantisipasi terladinya gerusan tebing saluran pengelak. 'angat mungkin diperlukan perlindungan sayap abutment selama pelaksanaan pekerjaan, sampai nantinya saluran pengelak ditutup kembali. /.% M(bilisasi dan Dem(bilisasi Alat ,erat V 4obilisasi dan demobilisasi alat berat akan dilakukan secara bertahap, dengan 7okus dalam beberapa bulan pertama masa pelaksanaan diperhitungkan untuk mobilisasi peralatan untuk penyiapan jalan akses 1$$m dan penggalian saluran pengelak 20.(2$ m% *panjang lebih-kurang %$$ m+

I.%,engkel Ker+a Bengkel kerja akan dibangun di tempat diantara Direksi Keet dan 6okasi Bendung, akan ipersiapkan bangunan bengkel kerja dan juga dipersiapkan tempat penyimpanan dan penyiapan material. Di sini selain luas banguanan yang cukup, juga tanah lapang yang cukup untuk berbagai kegiatan peniapan peralatan dan juga tempat penyiapan material. /.2 Pengukuran dan Pemat(kan V Pengukuran dan pematokan akan dilakukan di seluruh wilayah kerja, yang akan dibagi menjadi ( site, yang masing-masing dipimpin 1 'ite 4anager. Pelaksana dan im Pengukuran akan melakukan pekerjaan pengukuran dan pematokan. 8ntuk wilayah yang memerlukan Pengupasan 6apis Atas, ataupun kegiatan 9learing : 5rubbing, maka pemasangan patok akan dilakukan sebelum
#

pengupasan dan setelah pengupasan. Patok dan bouwplank awal yang tergusur oleh pekerjaan pengupasan, setelah selesai pengupasan akan dipasang patok dan bouwplank pengganti. Kontrak akan dilakukan dengan 'istem Kontrak ;arga 'atuan, sehingga pengukuran awal diperlukan juga sebagai proses 4utual 9heck $3, di mana perlu dilakukan oleh im Bersama, yang meliputi personil dari Pemilik, Penyedia, dan Direksi Pekerjaan. Kegiatan Pengukuran dan pematokan akan dilakukan secara bertahap, dengan kegiatan intensi7 untuk 49 $3 akan dijadwalakan tidak lebih dari # bulan, dengan kegiatan ekstensi secara berlanjut sesuai kebutuhan penyiapan 5ambar Pelaksanaan, Penghitungan <olume, dan keperluan ekskusi untuk pencapaian target progres 7isik pekerjaan. /.1 S(sialisasi dan K(nsultasi Publik V Kegiatan 'osialisasi dan Konsultasi Publik untuk pelakanaan proyek akan dilakukan pada awal pekerjaan secara intensi7 dalam ( bulan dan selanjutnya secara adhoc, semuanya dengan koordinasi para pihak, dan menyertakan aparat pemerintahan setempat. 'osialisasi lanjutan yang diperlukan sampai masa pekerjaan selesai, yaitu sampai sekitar hari-hari akhir masa pelaksanaan, yaitu hari ke 1##$, disamping seluruh tim pelaksana proyek selama menjalankan tugas juga diarahkan untuk selalu melakukan komunikasi yang baik dalam menjelaskan kegunaan dan pelaksanaan proyek. 4ateri sosialisali, akan dikoordinasikan dengan Direksi eknis, Pemilik, dan aparat setempat. Pada saat pesasangan patok-patok bersamaan 4utual 9heck awal akan menjadi kesempatan yang baik untk juga melakukan sosialisasi, dan sekaligus
2

mengumpulkan in7ormasi-in7ormasi penting dari masyarakat disekitar proyek dan jalur saluran primer maupun sekunder. /.= Pela (ran V Kegiatan pelaporan meliputi 6aporan-laporan, terdiri > - 6aporan ;arian, untuk keprluan di lapangan, dan akan dijadikan pendukung 6aporan 4ingguan. - 6aporan 4ingguan, sebagai pendukung 6aporan Bulanan selain digunakan untuk bahan rapat mingguan. - 6aporan Bulanan, dijadikan acuan untuk penghitungan progres yang ditagihkan, untuk dasar perhitungan .olume yang dibayarkan Dalam pelaporan diperlukan dokumentasi pendukung progres terdiri dari dokumentasi pada progres (23 dan 2$3, serta dokumentasi akhir atau pekerjaan selesai 1$$3. !uga diperlukan tambahan dokumentasi bila terjadi pekerjaan perbaikan. Kegiatan pelaporan ini akan berlangsung secara periodik selama periode pelaksanaan sampai dengan bulan terakhir, bulan ke #? *target penyelesaian bulan ke-#=+, dan ditambah pada masa pemeliharaan secara adhoc sesuai kegiatan yang dilakukan. I.-Penerangan 8ntuk perkantoran akan dilakukan penyambungan dari sambungan P6@ untuk selama masa pelaksanaan proyek, dan akan disispkan generator sebagai cadangan. 5enerator tersebut juga dipergunakan sehari-hari untuk keperluan-keperluan puncak untuk

1

pelaksanaan proyek, seperti untuk pengelasan, dan lain sebagainya. 'elain gegerator, tentu untuk keperluan jaringan di Kantor lapangan dan di tempat kerja akan dipasanga jaringan penerangan untuk mendukung keperluan pelaksanaan pekerjaan, dan juga untuk pengamanan area proyek. I..Pa an Nama Pr(/ek Papan @ama Proyek akan dibuat sesuai yang diarahkan pada dokumen kontrak berkenaan denga ukuran dan kontennya, dan pemasangan dilakukan di pinggir jalan raya Padang-Painan antara km %0 dan km #$, yaitu di dekat awal jalan akses menuju lokasi Bendung arusan,

I.10 Pengadaan Air ,ersi" dan Peralatan Air bersih akan desediakan dengan cara pemasangan pompa air tanah, untuk berbagai keperluan perkantoran, mess, dan ibadah.'edangkan untu keperluan minum di kantor dan di mess akan di siapkan air minim yang cukup sehat, baik dengan cara membeli air minum jadi ataupun dengan upaya 7iltrasi dengan alat yang disediakan. /.11 Pengu+ian dan Pemeriksaan V Pengujian dan Pemeriksaan dilakukan selama masa pelaksanaan secara intermitten *menyebar+. Arekwensi pengujian dilakukan sesuai ketentuan dalam kontrak, begitu juga jenis-jenis pengujiannya, termasuk 4aterial, Beton, ulangan, 9ara Penulangan, Dimensi dan akurasi posisi bangunan, posisi penulangan, dan lainlain.

=

8ntuk akurasi dimensi bangunan, pengukuran *geodetic sur.eyors+ pemahaman akan pentingnya akurasi menghasilkan bangunan-bangunan kualitas dan estetika memuaskan.

para petugas akan dibekali dimensi untuk yang secara

/.1( 1(t( D(kumentasi Pelaksanaan Pr(/ek V Dokumentasi pendukung pelaporan bisa berupa dokumentasi awal, dokumentasi progres terdiri (23 dan 2$3, serta dokumentasi akhir atau pekerjaan selesai 1$$3. !uga diperlukan tambahan dokumentasi bila terjadi pekerjaan perbaikan. Dokumentasi juga diperlukan, selain untuk keperluan pelapora progres, juga diantaranya > - Dokumentasi terhadap detail-detail pekerjaan - Dokumentasi kunjungan dan pemeriksaan - Dokumentasi unforeseen bagian perjaan tambahan yang

- Dokumentasi bagian pekerjaan yang akan tertimbun - Dokumentasi kejadian banjir - Dokumentasi bencana alam Kegiatan ini akan berlangsung selama periode pelaksanaan sampai dengan bulan terakhir, bulan ke #? *target penyelesaian bulan ke-#=+, dan ditambah pada masa pemeliharaan secara adhoc sesuai kegiatan perbaikan dan penyempurnaan yang dilakukan. /.1% 2ambar Ker+a dan 2ambar Purna ,angun V 5ambar kerja sebagai bagian-bagian detai dari 5ambar pelaksanaan yang dipersiapkan sebagai hasil 49 $3 akan dilakukan setiap akan melaksanakan bagian
?

pekerjaan untuk disepakati bersama Direksi. 5ambar Purna Bangun akan dilakukan seketika per bagian pekerjaan selesai, agar tidak menumpuk di akhir masa pelaksanaan. ;al ini penting, sehubungan dengan kontrak unit price dengan wilayah yang luas, sehingga ada man7aatnya bila sebagian pekerjaan selesai segra dilakukan penyerahan parsial, untuk bisa segera diman7aatkan saluran tersier ysng sudah selesai untuk diman7aatkan oleh masyarakat. !adi 5ambar Pelaksanaan dijadwalkan untuk diselesaikan dalam 1 bulan, sedangkan 5ambar Purna Bangun berjalan seiring dan selama pelaksanaan sampai hari ke 1##$ sebagai target, meskipun masih memungkinkan pada masa pertanggungan)masa pemeliharaan untuk ditambahkan berkenaan dengan perbaikan-perbaikan yang mungkin terjadi pada masa pemeliharaan. I.1% ,angunan 1asilitas Ker+a Lainn/a Bangunan 7asilitas kerja lainnya, seperti > Barak Keja, 6okasi Batching Plant *bila diperlukan+, Kantor 6apangan Pembantu *bila diperlukan+, akan dicarikan tempat-tempat yang strategis untuk penempatannya, guna mendukung pelaksanaan pekerjaan yang e7isien dan e7ekti7, dan bisa memenuhi progres 7isik sesuai penjadwalan pekerjaan yang telah dipersiapkan dan disetujui kedua belah pihak. 8ntuk penempatan atau pemilihan tempat tersebut im Pelaksana akan selalu berkoordinasi dengan pihak pemilik, maupun pihak-pihak terkain lainnya, seperti aparat pemerintahan setempat. II. PEKERJAAN KONSTR3KSI ,END3N2 TAR3SAN II.1 SISTEM PEN2ELAK II.1.1 2alian tana" biasa 4'..#'0 m$5

0

*1+ Pengupasan (clearing & grubbing) di atas saluran pengelak dengan area panjang %$ menjadi bagian dari pekerjaan galian tanah biasa, untuk pembuatan saluran pengelak. Pengupasan ini akan di alokasikan waktu penanganannya dari sejak awal datangnya alat ,-ca.ator dan Buldo&er, di mana jumlah alat yang akan digunakan 1 8nit ,-ca.ator Backhoe kapasitas campuran Bucket $,%2- $,=2 m%, % 8nit Bulldo&er 1(-12 on, serta D campuran kapasitas 2-1$ ton jumlah ($ unit.

,B

D

45

,B- ,-ca.ator Backhoe, D - Dump 5rader. 'umber > 5oogle ($1%

ruck, 45- 4otor

BD

B"

'

1$

BD- Bulldo&er, B"-Babby "oller, ' -'tamper, 'umber > 5oogle($1%

Alat pemadat B" dan ' digunakan untuk pemadatan saluran tersier dan urugan kembali bangunan pelengkap. BD selain bisa digunakan untuk penggusuran dengan jarak dekat samppai dengan %$ m, juga bisa digunakan untuk pemadatan pada sub base saluran dan jalan akses.

II.1.# Timbunan tana" dari "asil galian 4)..'0 m$5 imbunan tanah diambil dari hasil galian saluran pengelak, penyediaan material bisa dengan menggunakan armada alat berat. !arak ber.ariasi dari 2$-%$$ m dengan dipergunakan kombinasi alat ( ,B, ( BD, dan ? D . II.1.$ 6(7ering dan de!atering 4 1 LS5 Penutupan tanggul dimulai dengan penempatan Blok Beton 1m-1m-$,2m disusun memanjang dari tepi kanan sungai sampai tepi kiri sungai, disusun menghadap kehulu dan kekehilir tanggul penutup (Covering), yaitu seperti PB B@5A@ A-A dan PB B@5A@ B-B. Dengan demikian timbunan tanah akan tertutup lapis blok beton. ;al ini dilakukan setelah galian saluran pengelak selesai sampai ujung, sehingga aliran sudah bisa dialihkan mengalir melalui saluran pengelak. Kemudian di belakang deretan blok beton tersebut secara bertahap dari tepi kanan menuju sebelah kiri sungai sepanjang rencana tanggul penutup diurug dengan timbunan tanah dari hasil galian saluran pengelak, sehingga terbentuk tanggul yang cukup kokoh selebar sungai. Dengan demikian air bisa sepenuhnya mengalir melalui
11

saluran pengelak, dan di sungai bisa dilakukan proses dewatering dengan beban pengeringan yang lebih ringan untuk bisa melakukan pekerjaan konstruksi pada tubuh bendung dan)atau bagianbagian bangunan pelengkapnya.

II.# TAN223L PEN3T3P 83L3 ,END3N2 II.#.1 2alian tana" dibuang setem at 4#$% m$5 Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan 1 ,B, merupakan pekerjaan pengupasan pada awal tanggun penutup untuk penyesuaian ketinggian tanggul dan ketinggian daratan. II.#.# Timbunan tana" dari "asil galian 4'.19)&#' m$5 Penutupan tanggul dengan timbunan tanah dari hasil galian dimulai dengan penempatan Blok Beton 1m-1m-$,2m disusun memanjang dari tepi kanan sungai sampai tepi kiri sungai, disusun menghadap kehulu dan kekehilir tanggul penutup (Covering), yaitu seperti PB B@5A@ A-A dan PB B@5A@ B-B. Dengan demikian timbunan tanah akan tertutup lapis blok beton. ;al ini dilakukan setelah galian saluran pengelak selesai sampai ujung, sehingga aliran sudah bisa dialihkan mengalir melalui saluran pengelak. II.#.$ Peker+aan bet(n K$00 4)9&'0 m$5 Beton K%$$ akan bersama keperluan beton K%$$ untuk struktur lain akan dipesan dari perusahaan concrete mi-. Caktu pengiriman diminta ketika beton kualitas K%$$ tersebut diperlukan.
1(

II.#.% Peker+aan 4$#) kg5

embesian

bet(n

bertulang

Pembesian beton akan dilakukan dengan ketentuan yang memenuhi 'tandar @asional /ndonesia dan)atau peraturan beton lainnya.

II.#.' 1ilter !"ee "(le& P:6 #; 4#0 m<5 Pemasangan wheephole akan ditempatkan pada titik-titik yang tepat sehingga bisa ber7ungsi untuk menurunkan tekanan pori air tanah di belakang dinding. Ailter untuk pencegahan terjadinya proses piping yang mengalirkan butir-butir tanah, yang selanjutnya membahayakan dinding itu sendiri. II.$ PEKERJAAN ,END3N2 II.$.1 2alian tana" 4 11.)-$&.' m$5 dibuang setem at

Penggalian di lokasi Bendung akan di intensi7kan peman7aatan ,-ca.ator Backhoe, dan beberapa Backhoe disediakan yang memiliki Attachment aji penembus tanah keras (Scarifier), alat berat pendukung meliputi Bulldo&er dan Dump ruck dengan jumlah dan kapasitas yang bisa memenuhi target dalam waktu yang dijadwalkan. II.$.# 2alian tana" dibuang dengan DT 41..''$ m$5 Pembuangan galian tanah dengan D di lakukan stockpiling)dumping di sekitar lokasi saluran
1%

pengelak, agar saat saluran pengelak sudah tidak diperlukan lagi bisa diurug dengan material yang disimpan tersebut. II.$.$ 2alian tana" keras 41'.%9. m$5 5alian tanah keras dipergunakan ,-ca.ator Bertaji, ;and Digger, digusur dengan menggunakan bulldo&er. 8ntuk yang diangkut lebih 2$ m dilayani menggunakan D . anah keras hasil galian juga akan dipergunakan untuk memperkuat tanggul penutup hulu, dan sebagian digunakan untuk membangun tanggul penutu tambahan di dehat lokasi bendung dengan dimensi yang lebih kecil, dan lebih rendah, di hulu dan di hilir as bendung agar beban dewaterng lebih ringan.

II.$.% Timbunan tana" dari "asil galian 4)..09&%' m$5 anah hasil galian yang memenuhi syarat sebagai bahan tanggul samping atau tanggul banjir, maka akan digunakan untuk pengurugan tanggul banjir. 8ntuk itu penimbunan dilakukan secara lapisdemi-lapis masing-masing dengan ketebalan padat %$ cm. Pemadatan samapi kepadatan 0(3 'tandar Proctor. 4aterial tanggul merupakan material 'andy 9lay, dimana cukup impermeable dan memiliki koe7isien 7riksi yang cukup kuat sehingga tidak mudah longsor. II.$.' Timbunan batu k(s(ng 4-%#&.$ m$5

1#

imbunan batu kosong dilakukan di bagian ujung lantai belakang bendung, yaitu lantai olakan belakang, Batu kosong tersebut dimaksudkan sebagai transisi dari lantai beton ke dasar sungai yang berupa tanah, di mana di tempat tersebut turbulensi aliran air tidak menyebabkan scouring dasar karena dengan ukuran batu yang cukup kuat bertahan dari benturan aliran air yang turbulen di ekor lantai belakang. Bouder-boulder *batu ukuran besar+ disusun cukup padat agar memiliki ketahanan yang memadai. II.$.) ,et(n siklu 1=% 4'.'')&-0 m$5

Beton siklop dihamparkan sebagai lantai kerja untuk pekerjaan beton pada dasar 7ondasi bendung dan dasar lantai hilu dan hilir bendung. II.$.9 Plesteran 1=# 4#%1&-0 m#5 Plesteran 1 P9 > ( Psr, sejumlah .olume (#1,?$ m(, menjadi bagian dari pekerjaan silpil lainnya. Dan pelaksanaan bisa dilakukanbersmaan dengan pekerjaan sipil lain yang bobotnya lebih besar. II.$.- Peker+aan bet(n K$00 4-.%%9&-' m$5 Pekerjaan beton K%$$, dengan jmlah yang cukup besar. Kegiatan ini bila bisa disupply dari Perusahaan Beton 4i- kapasitas 1,2 m%)mo.bile molen - 1 rit)hari - 1 mobile molen D 2# m%)hari. 4aka untuk selurunh pekerjaan dengan kuantitas ?.##=,?2 m%, bisa diselesaikan dalam ($$ hari kerja, dan bila perbulan e7ekti7 pengecoran 1$ hari, maka pekerjaan beton kualitas tinggi K%$$ sebagai bagian utama bendung bisa diselesaikan dalam ($ bulan. Beserta pekerjaan galian, lantai
12

kerja, pembesian, dan pemasangan bekisting ditambah pengeringan, pekerjaan 7inising, dan pekerjaan pelengkap, bagian alur construction planning ini akan menjadi lintasan kritis yang melampaui #$ bulan *masa pelaksanaan selama #? bulan+ II.$.. Peker+aan bet(n K19' 4%-&%) m$5 Pekerjaan beton dengan kuat desak menengah, kuantitas kecil cukup dikerjakan di lapangan dengan alat aduk beton molen statis kapasitas $,%2 E $,2$ m%. Bila dpakai kapasitas $,%2 sehari bisa mengaduk =-1$ kali, maka produksi per hari diperhitung (,2$ m%. 'eluruk keperluan untuk lokasi ini #?,#1 m%, sehingga diperlukan molen dalm waktu ($ hari kerja. II.$.10 Peker+aan bet(n K100 4%.&'0 m$5 8ntuk pekerjaan beton K1$$, dengan jumlah #0,2$ m%, juga diperlukan 1 molen kapasitas $,%2 m%, dengan waktu ($ hari kerja. II.$.11 Peker+aan 4%0.)$- kg5 embesian bet(n bertulang

Pekerjaan pembesian ini merupakan prasyarat dikerjakannya pekerjaan beton utama pada seluruh struktur utama bendung, termasuk 7ondasi, lantai hulu, lantai hili, badan bendung, pilar pintu pembilas, abutment kiri-kanan, bangunan intake, dan lain-lain, sehingga untuk menjaga jumlah waktu lintasan kritis, pelaksanaannya harus dicukupi material dan tenaganya, jangan sampai terjadi start yang tertunda akibat kelangkaan material, tenaga, dan
11

proses pengecekan dan pengesahannya. 5ambar pelaksanaan untuk penulangan harus Fearly startG dan Fearly 7inishG agar tidak mengganjal pekerjaan beton. II.$.1# Peker+aan bekisting*Struktur ka/u 4)'0&1# m#5 Pekerjaan bekisting yang menjadi prasyarat pekerjaan beton mesti disiapkan secara dini, diawasi skedul pelaksanaannya, Kuantitas memang tidak banyak hanya 12$,1( m(, namun tertundanya pekerjaan ini akan memperpanjang lintasan kritis pekerjaan. II.$.1$ Peker+aan gebalan rum ut 4-0.&1% m#5 Pekerjaan ini merupakan pekerjaan tingkat labor)pekerja, tidak akan dilakukan dengan alat mesin. Pekerjaan ini dikerjakan setelah dilakukannya pengeprasan terhadap hasil timbunan yang sudah mencapai kualitas pemadatannya, 0$ 3 'tandard Proctor untuk saluran irigasi, atau 0(3 untuk tanggul sungai, atau 023 untuk sub base jalan, atau sesuai ketentuan kontrak. II.$.1% Karet !ater st( 41'0 m<5

Pekerjaan ini perlu cek dan pengesahan sebelum pelaksanaan cor beton. II.$.1' Mistar ukur 4- m<5 Bak meter untuk monitor kedalaman air, pemasangan harus cermat, untuk menghasilkan e.aluasi data yang baik dan .alid.
1=

II.$.1) 1ilter !"ee "(le P:6 #; 4%$) m<5 Pemasangan wheephole akan dipastikan ditempatkan pada titik-titik yang benar, sehingga bisa merelease muka air tanah dibelakang dinding sehingga memperpendek beda tinggi muka air di muka dan di belakang dinding. Kualitas 7ilter harus mampu menahan lolosnya butir-butir tanah yang bisa menimbulkan proses piping. II.$.19 Pemasangan br(n+(ng 4'%0 m$5 Pemasangan bronjong bisa diman7aatkan dilokasi sebelah hilir sayap sayap kiri hilir bendung, dimana terladi turbulensi paling besar pada saat pembilasan bendung. juga bisa diman7aatkan di sayap ekor saluran pembilas kantong lumpur, yaitu pada tebing sungai di sekitar outlet saluran pembilas kantong lumpur. II.% KANTON2 L3MP3R II.%.1 2alian tana" dibuang setem at 4 ).$#%&%0 m$5 Penggalian dilakukan dengan menggunakan ( ,-ca.ator Backhoe, dibantu perataan dengan ( Bulldo&er. Bila produksi ,-ca.ator ?$ m%)jam, maka (- ?$ D 11$ m%)jam atau bila 1 hari e7ekti7 kerja ? jam, maka 1 hari galian dihasilkan 1(?$ m%, maka 1 hari kerja selesai. II.%.# 2alian tana" 4#'.1.9&.0 m$5 dibuang dengan DT

1?

Pekerjaan galian kantong lumpur dilanjutkan dengan pembuangan menggunakan D , dimana Cycle time D tergantung jarak angkut, dan kecepatan angkutnya. 8ntuk e7isiennya kerja kombinasi alat, jumlah D dicukupkan sehingga ,-ca.ator tidak terjadi iddle. Denagan tugas memuat ke D , dimana manu.er tidak selancar dibanding membuang ke tanah, maka diperhitungkan produksi 1$ m%)jam. Dengan ( ,-ca.ator produksi 1($ m%)jam, dalm 1 hari e7ekti7 ? jam, menjadi produksi per hari per ( ,-ca.ator D 01$ m%, maka pekerjaan bisa diselesaikan sekitar %$ hari kerja, bila per bulan e7ekti7 ($ hari, maka galian bisa diselesaikan 1,2 bulan. II.%.$ 2alian tana" keras 4#.%#-&#0 m$5 8ntu tanah keras, maka operasi ,-ca.ator disela dengan penggarukan menggunekan aji Penggaruk, maka untuk ( ,-ca.ator dimana salah satu dipasang aji, maka diperhitungkan ( ,-ca.ator, produksi D 2$m%)jam atau #$$m%)hari. 4aka galian tanah keras, dengan diangkut dengan beberapa D yang cukup, pekerjaan bisa diselesaikan 2$ hari kerja, hari e7ekti7 ($ hari)bulan, maka selesai dalam (,2 bulan. Dengan demikian seluruh galian kantong lumpur, bisa diselesaikan 1 hk H 1,2 bulan H (,2 bulan #,2 bulan. II.%.% Timbunan tana" dari "asil galian 4).#..&%m$5

10

Pekerjaan timbunan dilakukan setelah, pekerjaan konstruksi *beton bertulang+ selesai. imbunan sendiri bisa diselesaikan dengan menggunakan alat 1 ,-ca.ator, ( Buldo&er, # Baby "oller, ( 'tamper. Ditargetkan %$-#$ m%)jam, maka akan diperlukan sekitar ($$ jam, atau (2 hari kerja. II.%.' Peker+aan bet(n K$00 4$..-)&.0 m$5 Pekerjaan beton K%$$, dengan jmlah yang cukup besar. Kegiatan ini bila bisa disupply dari Perusahaan Beton 4i- kapasitas 1,2 m%)mo.bile molen - 1 rit)hari - 1 mobile molen D 2# m%)hari. 4aka untuk selurunh pekerjaan dengan kuantitas %.0?1,0$ m%, bisa diselesaikan dalam ?$ hari kerja, dan bila perbulan e7ekti7 pengecoran 1$ hari, maka pekerjaan beton kualitas tinggi K%$$ sebagai bagian utama bendung bisa diselesaikan dalam ? bulan. Beserta pekerjaan galian, lantai kerja, pembesian, dan pemasangan bekisting ditambah pengeringan, pekerjaan 7inising, dan pekerjaan pelengkap, bagian alur construction planning ini akan menjadi lintasan kritis yang melampaui ($ bulan, bila dimulai pada bulan ke ($, maka akan selesai pada bulan ke #$ *masa pelaksanaan selama #? bulan+ II.%.) Peker+aan bet(n K19' 41)&#0 m$5 Pekerjaan beton dengan kuat desak menengah, kuantitas kecil cukup dikerjakan di lapangan dengan alat aduk beton molen statis kapasitas $,%2 E $,2$ m%. Bila dpakai kapasitas $,%2 sehari bisa mengaduk =-1$ kali, maka produksi per hari diperhitung (,2$ m%. 'eluruk keperluan untuk lokasi ini 11,($ m%, sehingga diperlukan molen dalm waktu = hari kerja.
($

II.%.9 Peker+aan 49#.#.# kg5

embesian bet(n bertulang

Pekerjaan pembesian ini merupakan prasyarat dikerjakannya pekerjaan beton utama pada seluruh struktur utama bendung, termasuk 7ondasi, lantai hulu, lantai hili, badan bendung, pilar pintu pembilas, abutment kiri-kanan, bangunan intake, dan lain-lain, sehingga untuk menjaga jumlah waktu lintasan kritis, pelaksanaannya harus dicukupi material dan tenaganya, jangan sampai terjadi start yang tertunda akibat kelangkaan material, tenaga, dan proses pengecekan dan pengesahannya. 5ambar pelaksanaan untuk penulangan harus Fearly startG dan Fearly 7inishG agar tidak mengganjal pekerjaan beton. II.%.Peker+aan bekisting*Struktur ka/u 41.09' m#5 Pekerjaan bekisting pada kantong lumpur ini dari sisi bentuk banguan cukup kompleks, sehinga kecermatan, pengecekan, pengontloran mesti dilakukan dengan disiplin. Bila terjadi lendutanlendutan bekisting harus distel ulang sehingga dihasilkan bentuk konstruksi yang akurat dan garis-garis banguanan betul-betul baik dan akurat. II.%.. Peker+aan gebalan rum ut 4-00 m#5

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan tingkat labor)pekerja, tidak akan dilakukan dengan alat mesin. Pekerjaan ini dikerjakan setelah dilakukannya pengeprasan terhadap hasil timbunan yang sudah mencapai kualitas
(1

pemadatannya, 0$ 3 'tandard Proctor untuk saluran irigasi, atau 0(3 untuk tanggul sungai, atau 023 untuk sub base jalan, atau sesuai ketentuan kontrak. II.%.10 Karet !ater st( 4)0 m<5

Pekerjaan ini perlu cek dan pengesahan sebelum pelaksanaan cor beton. II.%.11 Mistar ukur > #m 4%m<5 4istar ukur agar akurat harus diikatkan pada B4 dengan akurat, dan dilakukan cek dan kontrol terhadap titik ikat pembanding. II.%.1# 1ilter !"ee "(le P:6 #; 4)))&)9 m<5 Pemasangan wheephole akan dipastikan ditempatkan pada titik-titik yang benar, sehingga bisa merelease muka air tanah dibelakang dinding sehingga memperpendek beda tinggi muka air di muka dan di belakang dinding. II.%.1$ Pemasangan br(n+(ng 4-%0 m$5 Pemasangan bronjong pada tebing sungai sebagai ekstensi sayap kiri-kanan outlet saluran pembilas.

II.' JEM,ATAN PADA ,END3N2 II.'.1 2alian tana" dibuang setem at 4 --&#0 m$5 Ditimbun di lahan sekitar untuk dipergunakan kembali sebagai uruga pada galian bangunan atau untu timbunan kembali pada saluran pengelak.
((

II.'.# 2alian tana" dibuang dengan DT 4$#%&)0 m$5 ;asil galian bisa disimpan di lahan di sekitar untuk nantinya dipergunakan untuk timbunan kembali banguan, atau timbunan kembali saluran pengelak. II.'.$ 2alian tana" keras 41$#&-0 m$5 5alian tanah keras bisa dilakukan dengan alat Penggali angan (Digger) dan juga dengan ,-ca.ator yang dipasang alat aji (attachment tool). II.'.% Timbunan tana" dari "asil galian 4$# m$5 Ditimbun atau distock di bantaran sungai atau lahan sekitar. Bila digunanakan sebagai bahan timbunan kembali pada bgalian bangunan maka alat pemadat dengan alat yang mudah dioperasikan pada ruang yang terbatas, yaitu Baby "oller atau ;and 'tamper. II.'.' Peker+aan bet(n K$00 49-)&9) m$5 Bahan beton K%$$ akan didatangkan dari perusahan)pabrik Beton 4i- yang mana proses pencampuran, proses penyiapan material, dan kualitas materialnya bisa diyakini bisa dipenuhi dari hasil pencampuran dan pemprosesan di pabrik. Pabrik yang dipilih, akan dilakukan inspeksi bersama ke pabrik, guna mengetahui spesi7ikasi dari beton yang diproduksinya. 8ntuk gelagar)balok pratekan akan dipesan ke pabrik
(%

yang kompeten, yang memiliki reputasi baik, memiliki serti7ikasi /'B tentang mutu produk, dan untuk ini perlu persetujuan Direksi eknis, maupun Pemilik. II.'.) Peker+aan bet(n K100 4#9&9' m$5 Beton mutu 7cD =,# 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,?= *4olen+. Dengan beton molen kapasitan $,%2, maka akan diperlukan lebih kurang 0$ kali pengadukan. Bila setiap hari kerja bisa melakukan pengadukan ? kali, maka diperlukan sekitar 1( kari kerja, untuk penyelesaian (=,=2 m% beton K1$$ untuk keperluan di sini. II.'.9 Peker+aan 4%1.%#%&'0 kg5 embesian bet(n bertulang

Pemebesian dilakukan secara umum manual dengan tenaga manusia. Alat yang digunakan ialah alat 5unting Besi, alat pembengkok, 5unting Kawat, pengangkatan dalam bisa dibanru dengan Backhoe atau tetap cara manual. Pekerjaan pembesian harus mendapat pengesahan dari Direksi eknis sebelum dilakukan pengecoran. Diameter tulangan harus melelui pengecekan dan pengesahan dari Direksi eknis.

II.'.Peker+aan bekisting*Struktur ka/u 4)%0 m#5 Bekisting harus dipergunakan papan kayu yang cukup kuat dan berkualitas dari sisi kekuatan,
(#

keawetan dan memiliki bentuk yang lurus tidakmudah melengkung karena pengaruh cuaca. 'etiap kali selesai pemasangan bekisting harus dilakukan pengecekan bersama, dan dimintakan pengesahan dari Direksi eknis. II.'.. Pi a sandaran gal7anis D?%; 4$00 m#5

Diameter pipa sandaran diukur sebagai proses pengecekan, bbegitu juga ketebalan bahan pipa perlu pengecekan. 'pesi7ikasi gal.anis juga harus memenuhi spesi7ikasi teknis pada dokumen kontrak.

II.'.10 La isan

erkerasan 4##' m#5

Dikerjakan dengan rapih, rata, ketebalan yang sesuai. Pemadatan digunakan Drum "oller yang sesuai. II.'.11 1ilter !"ee "(le P:6 #; 41# m<5 Pemasangan Cheephole akan dicarikan posisi yang e7ektip, guna melepas tekanan airterhadap dinding. Bahan 7iter akan disusun sedemikian sehingga 7ungsi penyaringan bisa e7ekti7, tidak memjadikan aliran air menyebabkan terjadinya proses piping yang mengerogoti butir-butir tanah di belakang dinding, dan bisa menyebabkan terjadi rongga di belakang dinding. III. PEKERJAAN SAL3RAN PEM,A@A DAN ,AN23NAN PELEN2KAP III.1 SAL3RAN PEM,A@A PRIMER A SI K(t( Pan+ang 4.&#9$ km5
(2

III.1.1 Pembersi"an 41$..0.' m#5

dan

stri

ing*k(srekan

Pekerjaan kosrekan) stripping dilakukan dengan menggunakan alat Bulldo&er, dimana untuk tempat yang tumbuh-tumbuhannya tak terlalu besar bisa sekaligus melakukan pembersihan (clearing). Pekerjaan ini bisa dilakukan bertahap setiap beberapa penggal atau beberapa patok pada saluran primer. Pemilihan panjang penggalan disesuaikan dengan memperhitungkan perimbangan cut and fill untuk sepanjang alinyemen (alignment) saluran primer. III.1.# Tebas tebang tanaman l(kasi 4#'0 m#5 dan embersi"an

ebas-tebang (clearing-grubbing) bisa dilakukan dengan menggunakan alat Bulldo&er, beberapa pohon yang cukup besar bisa lebih dulu ditebang dengan menggunakan alat potong 5egaji 4esin ( igsa!). III.1.$ 3itset trase saluran embuang 4..#9$ m<5 emba!a dan

Pengukuran dan pematokan akan dilakukan di seluruh wilayah kerja, yaitu di 6okasi Bendung arusan, 'aluran /nduk Koto Panjang, 'aluran 'ekunder 'awah 6aweh, dan 'aluran 'ekunder 'ungai awar. 8ntuk wilayah yang memerlukan Pengupasan 6apis Atas, ataupun kegiatan Clearing & "rubbing, maka pemasangan patok akan dilakukan sebelum pengupasan dan setelah pengupasan. Patok dan bou!plan# awal yang tergusur oleh pekerjaan
(1

pengupasan, setelah selesai pengupasan akan dipasang patok dan bou!plan# pengganti. Kontrak akan dilakukan dengan 'istem Kontrak ;arga 'atuan, sehingga pengukuran awal diperlukan juga sebagai proses 4utual 9heck $3, di mana perlu dilakukan oleh im Bersama, yang meliputi personil dari Pemilik, Penyedia, dan Direksi Pekerjaan. Kegiatan Pengukuran dan pematokan akan dilakukan secara bertahap selama periode pelaksanaan pekerjaanyaitu #? bulan *($1%-($1=+, dengan kegiatan intensi7 untuk 49 $3 yang akan dijadwalakan tidak lebih dari 1 bulan, dengan kegiatan ekstensi secara berlanjut sesuai kebutuhan penyiapan 5ambar Pelaksanaan, Penghitungan <olume, dan keperluan ekskusi untuk pencapaian target progres 7isik pekerjaan. 8ntuk melaksanakan pekerjaan diperlukan peralatan sbagai berikut >  Peta  5ambar kontrak) gambar perencanaan  Buku catatan  Kamera  Peralatan sur.ey untuk pengukuran ketinggian maupun sudut Caterpass atau heodolite.  5P' mobile  "ol meter panjang ($ m dan pendek 2m  Pato kayu, Papan kayu, dll III.1.% Pasang r(Bil melintang galian tana" +arak '0 m 41-'&%) m<5 pengukuran,

(=

Caterpass, untuk mengukur beda tinggi dan mengukur jarak optis. 'edangkan untuk tempattempat yang terjal digunakan heodolite, berguna untuk >  4engukur sudut horisontal  4engukur sudut .ertikal  4engukur jarak optis  4engukur beda tinggi dua titik  4engukur a&imuth setiap menghubungkan dua titik arah yang

Koordinat sebuah titik dapat ditentukan menggunakan alat $otal Station (%lectronic $heodolite) dengan mengacu kepada titik lain yang sudah diketahui koordinatnya. Pekerjaan pengukuran lapangan yang dilaksanakan di awal pekerjaan ini merupakan pemeriksaan bersama (mutualchec#) dengan pihak Direksi eknis, dan juga pihak Pemilik, sebagaimana ketentuan dalam dokumen kontrak menyatakan untuk dilakukan, sebagai 49 $3. A. Persia an engukuran 1+ /denti7ikasi gambar rencana (+ Koordinasi dengan juru ukur %+ Penyiapan alat ukur #+ Penyiapan 7ormulir pengukuran

,. Pelaksanaan

engukuran

1+ Penentuan titik-titik pengukuran (+ Penempatan titik patok dan bou!plan# %+ Koreksi gambar rencana
(?

#+ Penghitungan .olume pekerjaa *sebagai perbaikan dari BBI yang ada dalam kontrak+. III.1.' Peker+aan galian tana" biasa& kedalaman 1?#m& dibuang C$m& rata D ra i 4#00.%1'&%$ m$5 Penggalian bisa dilakukan dengan ,-ca.ator Backho, sekaligus melakukan dumping dengan gerakan swing ,B itu sendiri. Perataan dilakukan dengan Bulldo&er. III.1.) Peker+aan mengangkut "asil galian tana" biasa& dibuang $?10m& rata D ra i 4100.#09&9# m$5 Pengangkutan dengan jarak pendek %-1$m, bisa dilakukan dengan 4anual *tenaga orang+, atao dengan ,B untuk material yang proses galiannya dilakukan dengan ,B. !arak buangan masih terjangkau oleh alat ,B sendiri. III.1.9 Peker+aan mengangkut "asil galian tana" biasa& dibuang 10?'0m& rata D ra i 4100.#09&9# m$5 !arak yang tidak terlalu jauh ini bisa dilakukan dengan alat 'ho.el Power, namun karena jumlahnya yang banyak maka di pilih kombinasi ,-ca.ator Backhoe *,B+ dengan Dump ruck *D +. III.1.- Peker+aan mengangkut "asil galian tana" biasa& dibuang +arak setia 100m& rata D ra i 4-..09$&'# m$5 Dengan jarak buang rata-rata 1$$ m maka pengangkutan dipilih menggunakan Dump ruck.
(0

Pemuatan dipergunakan alat ,-ca.ator Backhoe, dimana alat bisa juga dipergunakan untuk memuat material hasil galian ke atas Dump ruck untuk diangkut ke tempat penimbunan atau tempat dumping material.b III.1.. Peker+aan timbunan tana" menggunakan ,ulld(Eer 41#1.$.%&-% m$5 imbunan tanah dengan jarak angkut dibawah 2$ m, bisa dilakukan dengan Bulldo&er,dimana selain untuk timbunan Bulldo&er juga sekaligus bisa digunakan untuk perataan, lapis-perlapis, dan juga sekaligus bisa digunakan untuk proses pemadatan timbunan. ;amparan yang dihasilkan dari penghamparan menggunakam Bulldo&er juga bisa menghasilkan hamparan dengan permukaan kasar, sehingga ikatan lapis satu dengan lapis berikutnya bisa lebih baik. III.1.10 m$5 Peker+aan emadatan 41#1.$.%&-%

Pemadatan pada bagian timbunan tanah dipergunakan armada ( ,-ca.ator Backhoe, # Bulldo&er, 1$ Dump ruck, 1 'hepp7oot "oller,1 Baby "oller, 1(;and 'tamper. Produksi diperhitungkan e7ekti7 *tidak iddle+ pada ( ,-ca.ator Bachoe, dengan produksi per alat D 1$ m%)jam, jadi ( alat produksiD1($ m%)jam, atau 01$ m%)hari. 4aka seluruh .olume 1(1.%0#,?# m% akan bisa diselesaikan dalam waktu D 1($ hari kerja, bila per bulan e7ekti7 ($ hari kerja, maka seluruh .olume bisa diselesaikan dalam waktu 1 bulan. III.1.11 Peker+aan bet(n K100 4)...#&9$ m$5

%$

Beton mutu 7cD =,# 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,?= *4olen+. !umlah beton molen akan disesuaikan denga jadwal pelaksanaan yang disepakati dalam &re Construction 'eeting, kapasitas produksi disesuaikan dengan pencapaian progres 7isik yang dijadwalkan. III.1.1# m$5 Peker+aan bet(n K19' 4##.0$.&%)

Beton mutu 7cD 1#,2 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,11 *4olen+. !umlah beton molen akan disesuaikan denga jadwal pelaksanaan yang disepakati dalam &re Construction 'eeting, kapasitas produksi disesuaikan dengan pencapaian progres 7isik yang dijadwalkan. III.1.1$ Peker+aan bekisting untuk bet(n biasa 4#.#0$&%) m#5 ermukaan

Papan yang dipergunakan berukuran %)($ cm, tanpa perancah. Dipilih papan dengan kualitas yang baik, agar tidak mudah membengkok karena pengaruh cuaca dilapangan. 8ntuk papan yang tidak betul-betul lurus, maka harus diganti denga bahan yang lurus dan kuat. III.1.1% m#5 Peker+aan gebalan rum ut 4''.)$-

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan tingkat labor)pekerja, tidak akan dilakukan dengan alat mesin. Pekerjaan ini dikerjakan setelah dilakukannya pengeprasan terhadap hasil timbunan yang sudah mencapai kualitas pemadatannya, 0$ 3 'tandard Proctor untuk saluran irigasi, atau 0(3 untuk tanggul sungai,

%1

atau 023 untuk sub base jalan, atau sesuai ketentuan kontrak. III.1.1' as al J(int Sealent*J(int asir5 411.1#9&)0 m<5 sealer 4ba"an

Pekerjaan ini dilakukan setelah selesai beberapa bagian pekerjaan lining saluran. 'ecara bertahap menyertai selesainya pengecoran pada setiap patok sepanjang saluran yang dilapis beton, canal lining, maka diikuti pemasangan (oint sealent. III.1.1) Pi a P:6 dia 1; 41.-'%&)0 m<5

Pemasangan Cheephole akan dicarikan posisi yang e7ektip, guna melepas tekanan airterhadap dinding. Bahan 7iter akan disusun sedemikian sehingga 7ungsi penyaringan bisa e7ekti7, tidak memjadikan aliran air menyebabkan terjadinya proses piping yang mengerogoti butir-butir tanah di belakang dinding, dan bisa menyebabkan terjadi rongga di belakang dinding.

III.# ,AN23NAN PELEN2KAP PEM,A@A PRIMER A ada SI K(t( Pan+ang 4$9 unit5 III.#.1 Peker+aan galian tana" biasa& kedalaman 1?#m& dibuang C$m& rata D ra i 4'..$'&'0 m$5

%(

Pada bangunan-bangunan yang dimensinya cukupbesar akan dilakukan dengan alat berat, yaitu ,-ca.ator Backhoe. III.#.# Peker+aan mengangkut "asil galian tana" biasa& dibuang $?10m& rata D ra i 4#')&$% m$5 Pekerjaan ini dilakukan dengan tenaga manual, jarak buang tidak jauh, hanya %-1$m. Begitu juga .olume tidak terlalu besar, merupakan penjumlahan dari banyak bangunan. III.#.$ Peker+aan timbunan 49.$#1&#- m$5 tana"& manual

Proses penimbunan merupakan hasil dari penimbunan manual dan penimbunan dengan alat berat, ,B, BD, dan D . 8ntuk bangunan-bangunan dengan ukuran besar penimbunan dilakukan dengan bantuan alat-alat agar progres berjalan cepat, dengan memperhatikan pencapaian kepadatan yang memenuhi spesi7ikasi teknis. Kapasitas produksi gabungan akan selalu die.aluasi dengan ketat, agar tidak terjadi progres dibawah yang ditargetkan. III.#.% Peker+aan emadatan 4%-1&99 m$5

Pelaksanaan pemadatan timbunan untuk bangunan pada 'aluran Pembawa Primer ini desesuaikan dengan kesesuaian parameterparameter tanah dan ruang kerja yang cocok dengan ukuran alat. Pada tempat-tempat yang sempi digunakan 'tamper atau Baby "oller. 8ntuk tempat yang cukup lapang dipergunakan Bulldo&er, atau 'heep7oot "oller guna pencapaian
%%

kepadatan yang spesi7ikasi teknis.

memadai

dan

memenuhi

III.#.' Peker+aan as batu dgn m(rtar +enis P6? PP& M(rtar ti e N Fam uran 1P6 = %Psr 4%.$$9&)1 m$5 Pekerjaan pasangan batu merupakan pekerjaan yang dilakukan dengan tenaga manusia, maka keterampilan para tukang perlu dipilih yang baik, serta ketaatan terhadap campuran dan ukuran bangunan harus selalu diawasi dan dikontrol. Apabila terjadi kualitas yang buruk maka harus dibongkar, begitu juga bila kur.a tidak baik, dan garis lurus terjadi tidak lurus, atau tidak pas pada tempat yang ditargetkan, maka perlu pembonggkaran dan perbaikan. III.#.) Peker+aan siaran dgn m(rtar +enis P6?PP& M(rtar ti e M Fam uran 1 P6 = #Psr 4$# m$5 4G5 Pekerjaan siaran ini kontrol dan pelaksanaannya menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan pasangan batu. III.#.9 Peker+aan lesteran dgn m(rtar +enis P6? PP 49.'')&-)m#5 Pekerjaan plesteran menjadi bagian dari pekerjaan pasangan batu, untuk masing-masing banguanan, Dikerjakan secara berturutan setelah bagian utama struktur bangunan selesai dikerjakan, yaitu berupa konstruksi pasangan batu.bbbbbbbb

%#

III.#.- Peker+aan bet(n K100 40&99 m$5 Beton mutu 7cD =,# 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,?= *4olen+. Akan selalu dilakukan pengawasan dan kontrol yang ketat. Pelaksanaan test sampel beton akan dilakukan dengan ketat.!uumalh dan kapasitas produksi akan dilakukan monitor dan kontrol secara ketat, dengan tetap memperhatikan pencapaian progres 7isik, agar tetap terpelihara sesuai skedul yang dipergunakan. III.#.. Peker+aan bet(n K19' 411-&9' m$5 Beton mutu 7cD 1#,2 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,11 *4olen+. Akan selalu dilakukan pengawasan dan kontrol yang ketat. Pelaksanaan test sampel beton akan dilakukan dengan ketat.!uumalh dan kapasitas produksi akan dilakukan monitor dan kontrol secara ketat, dengan tetap memperhatikan pencapaian progres 7isik, agar tetap terpelihara sesuai skedul yang dipergunakan. III.#.10 Peker+aan bet(n K##' 41'%&'# m$5

Beton mutu 7cD 10,% 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,2? *4olen+. Akan selalu dilakukan pengawasan dan kontrol yang ketat. Pelaksanaan test sampel beton akan dilakukan dengan ketat.!uumalh dan kapasitas produksi akan dilakukan monitor dan kontrol secara ketat, dengan tetap memperhatikan pencapaian progres 7isik, agar tetap terpelihara sesuai skedul yang dipergunakan.

%2

III.#.11 Peker+aan embesian 100kg*m$ dengan besi (l(s atau ulir 41..$09&#% kg5 Pemebesian dilakukan secara umum manual dengan tenaga manusia. Alat yang digunakan ialah alat 5unting Besi, alat pembengkok, 5unting Kawat, pengangkatan dalam bisa dibanru dengan Backhoe atau tetap cara manual. Pekerjaan pembesian harus mendapat pengesahan dari Direksi eknis sebelum dilakukan pengecoran. Diameter tulangan harus melelui pengecekan dan pengesahan dari Direksi eknis. III.#.1# Peker+aan eranFa" bekisting bal(k dgn ka/u d(lken dia - Fm tinggi %m 4#%&)0 m#5 4G5 Papan yang dipergunakan berukuran %)($ cm, pekerjaan perancah dengan dolken dia ? cm tinggi # m. Bangunan yang cukup besar yaitu bangunan konstruksi talang yang menyeberang sungai dengan lebar sungai =2 m, sehingga diperlukan beberapa konstuksi pilar bangunan di tengah alur sungai, sehingga juga akan diperlukan kegiatan dewatering. 'istem pemasangan struktur talang akan sangat tergantung dari desain talangnya sendiri, bentang setiap seksi *jarak pilar+, dan ketinggian bangunan. III.#.1$ Peker+aan gebalan rum ut 4#-- m#5

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan tingkat labor)pekerja, tidak akan dilakukan dengan alat mesin. Pekerjaan ini dikerjakan setelah dilakukannya pengeprasan terhadap hasil
%1

timbunan yang sudah mencapai kualitas pemadatannya, 0$ 3 'tandard Proctor untuk saluran irigasi, atau 0(3 untuk tanggul sungai, atau 023 untuk sub base jalan, atau sesuai ketentuan kontrak. III.#.1% Pi a P:6 dia 1; 4#-- m<5

Akan dipasang pada titik-titik yang tepat sesuai 7ungsinya pada bagian dinding yang perlu dipasang pipa P<9 Dia 1G.

III.$ SAL3RAN PEM,A@A SEK3NDER? SS Sa!a" La!e" 4'&$0 km5& SS Sungai Ta!ar 41&'0 km5 III.$.1 Pembersi"an 4'.1$9&-' m#5 dan stri ing*k(srekan

Pekerjaan kosrekan) stripping dilakukan dengan menggunakan alat Bulldo&er, dimana untu tempat yang tumbuh-yumbuhannya tak terlalu besar bisa sekaligus melakukan pembersihan (clearing). Pekerjaan ini bisa dilakukan bertahap setiap beberapa penggal atau beberapa patok pada saluran primer. Pemilihan panjang penggalan disesuaikan dengan memperhitungkan perimbangan cut and fill untuk sepanjang alinyemen (alignment) saluran primer. III.$.# Tebas tebang tanaman l(kasi 4'00 m#5 dan embersi"an

ebas-tebang (clearing-grubbing) bisa dilakukan dengan menggunakan alat Bulldo&er, beberapa pohon yang cukup besar bisa lebih dulu ditebang
%=

dengan menggunakan alat potong 5egaji 4esin ( igsa!).

III.$.$ 3itset trase saluran embuang 4).-00 m<5

emba!a

dan

Pengukuran dan pematokan akan dilakukan di seluruh wilayah kerja, yaitu di 6okasi Bendung arusan, 'aluran /nduk Koto Panjang, 'aluran 'ekunder 'awah 6aweh, dan 'aluran 'ekunder 'ungai awar. 8ntuk wilayah yang memerlukan Pengupasan 6apis Atas, ataupun kegiatan Clearing & "rubbing, maka pemasangan patok akan dilakukan sebelum pengupasan dan setelah pengupasan. Patok dan bou!plan# awal yang tergusur oleh pekerjaan pengupasan, setelah selesai pengupasan akan dipasang patok dan bou!plan# pengganti. Kontrak akan dilakukan dengan 'istem Kontrak ;arga 'atuan, sehingga pengukuran awal diperlukan juga sebagai proses 4utual 9heck $3, di mana perlu dilakukan oleh im Bersama, yang meliputi personil dari Pemilik, Penyedia, dan Direksi Pekerjaan. Kegiatan Pengukuran dan pematokan akan dilakukan secara bertahap selama periode pelaksanaan pekerjaanyaitu #? bulan *($1%($1=+, dengan kegiatan intensi7 untuk 49 $3 yang akan dijadwalakan tidak lebih dari 1 bulan, dengan kegiatan ekstensi secara berlanjut sesuai kebutuhan penyiapan 5ambar Pelaksanaan, Penghitungan <olume, dan keperluan ekskusi untuk pencapaian target progres 7isik pekerjaan. 8ntuk melaksanakan pekerjaan pengukuran, diperlukan peralatan sbagai berikut >
%?

       

Peta 5ambar kontrak) gambar perencanaan Buku catatan Kamera Peralatan sur.ey untuk pengukuran ketinggian maupun sudut Caterpass atau heodolite. 5P' mobile "ol meter panjang ($ m dan pendek 2m Pato kayu, Papan kayu, dll

III.$.% Pasang r(Bil melintang galian tana" +arak '0 m 41$) m<5 Caterpass, untuk mengukur beda tinggi dan mengukur jarak optis. 'edangkan untuk tempattempat yang terjal digunakan heodolite, berguna untuk >  4engukur sudut horisontal  4engukur sudut .ertikal  4engukur jarak optis  4engukur beda tinggi dua titik  4engukur a&imuth setiap menghubungkan dua titik arah yang

Koordinat sebuah titik dapat ditentukan menggunakan alat $otal Station (%lectronic $heodolite) dengan mengacu kepada titik lain yang sudah diketahui koordinatnya. Pekerjaan pengukuran lapangan yang dilaksanakan di awal pekerjaan ini merupakan pemeriksaan bersama (mutualchec#) dengan pihak Direksi eknis, dan juga pihak Pemilik,
%0

sebagaimana ketentuan dalam dokumen kontrak menyatakan untuk dilakukan, sebagai 49 $3. A. Persia an engukuran 1. /denti7ikasi gambar rencana (. Koordinasi dengan juru ukur %. Penyiapan alat ukur #. Penyiapan 7ormulir pengukuran ,. Pelaksanaan engukuran

1. Penentuan titik-titik pengukuran (. Penempatan titik patok dan bouwplank %. Koreksi gambar rencana #. Penghitungan .olume pekerjaa *sebagai perbaikan dari BBI yang ada dalam kontrak+ III.$.' Peker+aan galian tana" biasa& kedalaman 1?#m& dibuang C$m& rata D ra i 41#..0$&9# m$5 Penggalian bisa dilakukan dengan ,-ca.ator Backho, sekaligus melakukan dumping dengan gerakan swing ,B itu sendiri. Perataan dilakukan dengan Bulldo&er. III.$.) Peker+aan mengangkut "asil galian tana" biasa& dibuang $?bb10m& rata D ra i 4%.$01&#% m$5 Pengangkutan dengan jarak pendek %-1$m, bisa dilakukan dengan 4anual *tenaga orang+, atao dengan ,B untuk material yang proses galiannya dilakukan dengan ,B. !arak buangan bmasih terjangkau oleh alat ,B sendiri.
#$

III.$.9 Peker+aan mengangkut "asil galian tana" biasa& dibuang 10?'0m& rata D ra i 4%.$01&#% m$5 !arak yang tidak terlalu jauh ini bisa dilakukan dengan alat 'ho.el Power, namun karena jumlahnya yang banyak maka di pilih kombinasi ,-ca.ator Backhoe *,B+ dengan Dump ruck *D +. III.$.- Peker+aan mengangkut "asil galian tana" biasa& dibuang +arak setia 100m& rata D ra i 4%.$01&#% m$5 Dengan jarak buang rata-rata 1$$ m maka pengangkutan dipilih menggunakan Dump ruck. Pemuatan dipergunakan alat ,-ca.ator Backhoe, dimana alat bisa juga dipergunakan untuk memuat material hasil galian ke atas Dump ruck untuk diangkut ke tempat penimbunan atau tempat dumping material. III.$.. Peker+aan timbunan tana" menggunakan ,ulld(Eer 4#9.-0'&$) m$5 imbunan tanah dengan jarak angkut dibawah 2$ m, bisa dilakukan dengan Bulldo&er,dimana selain untuk timbunan Bulldo&er juga sekaligus bisa digunakan untuk perataan, lapis-perlapis, dan juga sekaligus bisa digunakan untuk proses pemadatan timbunan. ;amparan yang dihasilkan dari penghamparan menggunakam Bulldo&er juga bisa menghasilkan hamparan dengan permukaan kasar, sehingga ikatan lapis satu dengan lapis berikutnya bisa lebih baik.

#1

III.$.10 m$5

Peker+aan

emadatan

4#9.-0'&$)

Pemadatan pada bagian timbunan tanah dipergunakan armada ( ,-ca.ator Backhoe, # Bulldo&er, ? Dump ruck, ,1 Baby "oller, 1(;and 'tamper. Produksi diperhitungkan e7ekti7 *tidak iddle+ pada ( ,-ca.ator Bachoe, dengan produksi per alat D #$ m%)jam dengan koe7isien manu.er lebih kecil, jadi ( alat produksiD ?$ m%)jam, atau 1#$ m%)hari. 4aka seluruh .olume (=.?$2,%1 m% akan bisa diselesaikan dalam waktu D 2$ hari kerja, bila per bulan e7ekti7 ($ hari kerja, maka seluruh .olume bisa diselesaikan dalam waktu (,2 bulan. III.$.11 Peker+aan as batu dgn m(rtar +enis P6?PP 4%.#)-&%- m$5 III.$.1# Peker+aan lesteran dgn m(rtar +enis P6?PP 4#1.%.0&1)m#5 Pekerjaan plesteran ini kontrol dan pelaksanaannya menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan pasangan batu. 'ebelum dilakukan pekerjaan plesteran maka pekerjaan pasangan batu harus dilakukan pengecekan terlebih dulu, untuk memastikan pemasangan spesi adukan cukup baik, dalam arti tidak keropos atau kosong, sehingga nantinya apabila tidak masi7 akan mudah ditembus binatang air, atau mudah ditembus tumbuhan dan lumut. III.$.1$ Peker+aan bet(n K100 4..-)9&.'m$5

Beton mutu 7cD =,# 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,?= *4olen+. Akan selalu dilakukan
#(

pengawasan dan kontrol yang ketat. Pelaksanaan test sampel beton akan dilakukan dengan ketat.!uumalh dan kapasitas produksi akan dilakukan monitor dan kontrol secara ketat, dengan tetap memperhatikan pencapaian progres 7isik, agar tetap terpelihara sesuai skedul yang dipergunakan. III.$.1% Peker+aan bet(n K19' 4$.9#-&'% m$5

Beton mutu 7cD 1#,2 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,11 *4olen+. Akan selalu dilakukan pengawasan dan kontrol yang ketat. Pelaksanaan test sampel beton akan dilakukan dengan ketat.!uumalh dan kapasitas produksi akan dilakukan monitor dan kontrol secara ketat, dengan tetap memperhatikan pencapaian progres 7isik, agar tetap terpelihara sesuai skedul yang dipergunakan. III.$.1' Peker+aan bekisting unt bet(n biasa 4$)%&)# m#5 ermukaan

Papan yang dipergunakan berukuran %)($ cm, tanpa perancah III.$.1) m#5 Peker+aan gebalan rum ut 4#.0''&1%

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan tingkat labor)pekerja, tidak akan dilakukan dengan alat mesin. Pekerjaan ini dikerjakan setelah dilakukannya pengeprasan terhadap hasil timbunan yang sudah mencapai kualitas pemadatannya, 0$ 3 'tandard Proctor untuk saluran irigasi.

#%

III.$.19

J(int Silent 4as al

asir5 4-.1)0 m<5

Pekerjaan ini dilakukan setelah selesai beberapa bagian pekerjaan lining saluran. 'ecara bertahap menyertai selesainya pengecoran pada setiap patok sepanjang saluran yang dilapis beton, canal lining, maka diikuti pemasangan (oint sealent. III.$.1Pi a P:6 dia 1; 41.$)0 m<5

Pemasangan Cheephole akan dicarikan posisi yang e7ektip, guna melepas tekanan airterhadap dinding. Bahan 7iter akan disusun sedemikian sehingga 7ungsi penyaringan bisa e7ekti7, tidak memjadikan aliran air menyebabkan terjadinya proses piping yang mengerogoti butir-butir tanah di belakang dinding, dan bisa menyebabkan terjadi rongga di belakang dinding. III.% ,AN23NAN PELEN2KAP PEM,A@A SEK3NDER? ada SS Sa!a" La!e" 4'0 unit5& dan ada SS Sungai Ta!ar 4- unit5 III.%.1 Peker+aan galian tana" biasa& kedalaman 1?#m& dibuang C$m& rata D ra i 49.)%%&-) m$5 Pada bangunan-bangunan yang dimensinya cukupbesar akan dilakukan dengan alat berat, yaitu ,-ca.ator Backhoe. III.%.# Peker+aan mengangkut "asil galian tana" biasa& dibuang $?10m& rata D ra i 410)&-. m$5 Pekerjaan ini dilakukan dengan tenaga manual, jarak buang tidak jauh, hanya %-1$m. Begitu juga

##

.olume tidak terlalu besar, penjumlahan dari banyak bangunan.

merupakan

III.%.$ Peker+aan timbunan 41.-..&)' m$5

tana"&

manual

Pekerjaan timbunan di sini dikerjakan dengan menggunakan tenaga manusia. III.%.% Peker+aan emadatan 4$#9&#) m$5

Pekerjaan pemadatan di sini dengan permukaan yang ukurannya kecil, maka dipergunakan Babby "oller dan ;and 'tamper.

III.%.' Peker+aan as batu dgn m(rtar +enis P6? PP& M(rtar ti e N Fam uran 1P6 = %Psr 4'.'1%&0$ m$5 Pekerjaan di lakukan dengan menggunakan tenaga manusia. Bila ditargetkan selesai dalam ($$ hari kerja, maka per hari kerja diselesaikan (? m% untuk ini diperlukan 12 tim terdiri 1 tukang batu dan ( pembantu tukang setiap harinya. Kapasitas tim produksi ( m%)tim)hari.

III.%.) Peker+aan siaran dgn m(rtar +enis P6?PP& M(rtar ti e M Fam uran 1 P6 = #Psr 4#.1.1&$9 m#5 'iaran merupakan bagian dari bangunan yang sama dengan pekerjaan pasangan batu, dijadwalkan dan dikerjakan beriringan.
#2

III.%.9 Peker+aan lesteran dgn m(rtar +enis P6? PP 49.$-0&)0m#5 Pekerjaan plesteran, sama halnya dengan pekerjaan siaran menjadi satu kesatuan dengan pekerjaan pasangan batu pada bangunan yang sama. Penanganan beriringan setiap kali selesai pekerjaan pasangan batu pada satu bangunan yang sama. III.%.- Peker+aan bet(n K100 41#&.1 m$5 Beton mutu 7cD =,# 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,?= *4olen+. Akan selalu dilakukan pengawasan dan kontrol yang ketat. Pelaksanaan test sampel beton akan dilakukan dengan ketat.!uumalh dan kapasitas produksi akan dilakukan monitor dan kontrol secara ketat, dengan tetap memperhatikan pencapaian progres 7isik, agar tetap terpelihara sesuai skedul yang dipergunakan. III.%.. Peker+aan bet(n K19' 4199&0# m$5 Beton mutu 7cD 1#,2 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,11 *4olen+. Akan selalu dilakukan pengawasan dan kontrol yang ketat. Pelaksanaan test sampel beton akan dilakukan dengan ketat.!uumalh dan kapasitas produksi akan dilakukan monitor dan kontrol secara ketat, dengan tetap memperhatikan pencapaian progres 7isik, agar tetap terpelihara sesuai skedul yang dipergunakan. III.%.10 Peker+aan bet(n K##' 41'&91 m$5

#1

Beton mutu 7cD 10,% 4pa, dengan slump *1(H(+ cm, w)cD $,2? *4olen+. Akan selalu dilakukan pengawasan dan kontrol yang ketat. Pelaksanaan test sampel beton akan dilakukan dengan ketat.!uumalh dan kapasitas produksi akan dilakukan monitor dan kontrol secara ketat, dengan tetap memperhatikan pencapaian progres 7isik, agar tetap terpelihara sesuai skedul yang dipergunakan. III.%.11 Peker+aan embesian 100kg*m$ dengan besi (l(s atau ulir 49.--1&$# kg5 Pemebesian dilakukan secara umum manual dengan tenaga manusia. Alat yang digunakan ialah alat 5unting Besi, alat pembengkok, 5unting Kawat, pengangkatan dalam bisa dibanru dengan Backhoe atau tetap cara manual. Pekerjaan pembesian harus mendapat pengesahan dari Direksi eknis sebelum dilakukan pengecoran. Diameter tulangan harus melelui pengecekan dan pengesahan dari Direksi eknis. III.%.1# Peker+aan bekisting untuk bet(n biasa 41)$&$$ m#5 ermukaan

Papan yang dipergunakan berukuran %)($ cm, tanpa perancah III.%.1$ Peker+aan gebalan rum ut 4$'# m#5

Pekerjaan ini merupakan pekerjaan tingkat labor)pekerja, tidak akan dilakukan dengan alat mesin. Pekerjaan ini dikerjakan setelah dilakukannya pengeprasan terhadap hasil
#=

timbunan yang sudah mencapai kualitas pemadatannya, 0$ 3 'tandard Proctor untuk saluran irigasi. III.%.1% Pi a P:6 dia 1; 4##. m<5

Pemasangan Cheephole akan dicarikan posisi yang e7ektip, guna melepas tekanan airterhadap dinding. Bahan 7iter akan disusun sedemikian sehingga 7ungsi penyaringan bisa e7ekti7, tidak memjadikan aliran air menyebabkan terjadinya proses piping yang mengerogoti butir-butir tanah di belakang dinding, dan bisa menyebabkan terjadi rongga di belakang dinding. I:. PEKERJAAN PINT3 I:.1 PEKERJAAN PINT3 PADA ,END3N2 TAR3SAN Pekerjaan pintu dan mekanikal ini merupakan pekerjaan yang bersi7at spesi7ik, yang menurut Perpres 2#)($1$ jo Perpres =$)($1(, tentang perubahan Perpres 2#)($1$, merupakan bagian pekerjaan utama yang boleh disubkontrakkan, maka dalam hal ini akan menjadi bagian pekerjaan yang akan disubkontrakkan. 8ntuk itu akan dilakukan inspeksi bersama ke workshop 'ub Kontraktor bersngakutan. Pengerjaan di workshop, dan pengiriman pintu-pintu dan struktur pelengkapnya, akan dijadwalkan dengan penyesuaian terhadap kesiapan bagian pekerjaan sipilnya. I:.1.1 Pintu intake& stang ganda ,H1&'m I 8H1m 4# unit5 Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. I:.1.# Pintu embilas& 8H1&'m 4# unit5 stang ganda ,H1&#mI

Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya.
#?

I:.1.$ Pintu enguras kant(ng ganda ,H#mI8H#m 4% unit5 I:.1.% Pintu Saluran Induk& ,H1&'mI8H1m 4# unit5 I:.1.' Tras"raFk

lum ur&

stang

Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. stang ganda

Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. ada intake ,H%mI8H#m 4# unit Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. I:.# PEKERJAAN PRIMER PINT3 ,AN23NAN PEM,A@A

Pengerjaan dan pengiriman hasil pabrikasi pintu-pintu dan struktur pelengkapnya akan dijadwalkan bersesuaian dengan penyelesaian dan kesiapan struktur sipilnya. I:.#.1 Pintu S(r(ng ,H0&'mI8H0&-m 4) unit5 Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. I:.#.# Pintu Angkat ,H0&$mI8H0&)m 4% unit5 Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya.

I:.$ PEKERJAAN SEK3NDER

PINT3

,AN23NAN

PEM,A@A

Pengerjaan dan pengiriman hasil pabrikasi pintu-pintu dan struktur pelengkapnya akan dijadwalkan bersesuaian dengan penyelesaian dan kesiapan struktur sipilnya. I:.$.1 Pintu S(r(ng ,H0&'0mI8H0&-0m4#unit5 Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. I:.$.# Pintu S(r(ng ,H0&9'mI8H0&-0m4$unit5
#0

Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. I:.$.$ Pintu S(r(ng ,H1&00mI8H1&00m41%unit5 Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. I:.$.% Pintu Angkat ,H0&$0mI8H0&)0m 4% unit5 Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya. I:.$.' Pintu Angkat ,H0&'0mI8H0&)0m 41' unit5 Dipasang seiring penyelesaian pekerjaan sipilnya.

2$

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->