Anda di halaman 1dari 4

BAB 24 PEMBANGUNAN PERDESAAN

A. KONDISI UMUM
Sampai saat ini karakteristik kawasan perdesaan masih dicirikan antara lain oleh rendahnya tingkat produktivitas tenaga kerja, tingginya tingkat kemiskinan, dan rendahnya kualitas lingkungan permukiman. Kegiatan ekonomi di perdesaan sebagian besar masih didominasi oleh sektor pertanian (primer). Hal ini terlihat dari pangsa tenaga kerja sektor pertanian di perdesaan yang masih besar, yang mencapai 6 ,6 persen pada tahun !""# (Sakernas !""#), meskipun menurun dibandingkan dengan tahun !""$ yang mencapai 6%,% persen (Sakernas, !""$). Sementara itu, luas lahan pertanian khususnya sawah tidak bertambah secara signi&ikan, bahkan di 'ulau (awa cenderung mengalami penyusutan akibat adanya konversi lahan pertanian ke peruntukan yang lain. )i samping itu, terjadi &ragmentasi lahan pertanian yang menyebabkan penguasaan petani terhadap lahan pertanian terus mengecil hingga berada jauh di bawah skala ekonomi yang layak. *ngka rata+rata penguasaan tanah di (awa saat ini diperkirakan hanya mencapai ",! hektar per rumah tangga petani. Kecenderungan ini dapat berakibat semakin menurunnya produktivitas tenaga kerja sektor pertanian di perdesaan. Keterbatasan akses petani terhadap lahan dan sumber daya ekonomi lainnya terutama permodalan berakibat pada menurunnya produktivitas pertanian sehingga bermuara pada menurunnya tingkat kesejahteraan petani dan masyarakat perdesaan pada umumnya. 'ermasalahan tersebut dapat menyebabkan semakin melebarnya jurang ketimpangan desa+kota. ,ntuk mengatasi permasalahan tersebut -'(. /asional !"" + !""0 mengamanatkan, antara lain, perlunya dikembangkan kegiatan ekonomi non pertanian di perdesaan untuk menciptakan lapangan kerja yang lebih produkti& bagi masyarakat perdesaan serta diversi&ikasi usaha pertanian ke arah komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. )alam tahun !""6, upaya untuk mendorong berkembangnya kegiatan ekonomi di perdesaan ditempuh melalui kebijakan antara lain penguatan keterkaitan kegiatan pembangunan kawasan perdesaan dan kawasan perkotaan dalam sebuah kesatuan wilayah pengembangan ekonomi lokal, promosi dan pemasaran produk+produk pertanian dan perdesaan lainnya, perluasan akses masyarakat terutama kaum perempuan ke sumber daya produkti&, peningkatan prasarana dan sarana perdesaan, meningkatkan pelayanan pendidikan dan kesehatan, serta pengembangan praktek+ praktek budidaya pertanian dan usaha non pertanian yang ramah lingkungan. 'ada

akhir tahun !""6 diharapkan antara lain sebanyak 0 kawasan agropolitan di 0 kabupaten telah berkembang dan memperoleh dukungan prasarana dan sarana penunjang seperti jalan poros desa, jalan usaha tani, air bersih, pasar1kios pertanian, gudang dan lantai jemur2 sekitar $" ribu sambungan telepon baru telah terpasang di sebanyak !" ribu desa melalui program ,S32 cakupan layanan air minum perpipaan untuk masyarakat perdesaan meningkat menjadi 4! persen2 dan rasio elektri&ikasi perdesaan mencapai 5", persen. 'embangunan perdesaan dalam tahun !""% diperkirakan masih akan menghadapi beberapa kendala dan permasalahan mendasar seperti antara lain6 (a) terbatasnya prasarana dan sarana dasar, in&ormasi peluang usaha1pasar, serta pengetahuan, ketrampilan teknis dan kewirausahaan masyarakat yang menghambat berkembangnya kegiatan ekonomi rakyat di perdesaan2 (b) masih terbatasnya kemampuan masyarakat dan1atau lembaga kemasyarakatan di perdesaan dalam pembangunan, pemeliharaan dan pengawasan prasarana dan sarana dasar perdesaan2 (c) belum mantapnya kelembagaan sosial ekonomi masyarakat2 serta (d) masih rendahnya kapasitas kelembagaan dan keuangan pemerintah daerah untuk melaksanakan kegiatan pembangunan perdesaan yang telah menjadi urusan atau kewenangannya. Sehubungan dengan itu maka tantangannya terkait dengan upaya untuk mengatasi kendala dan permasalahan tersebut di atas dalam rangka mengamankan pencapaian sasaran+sasaran -'(. /asional !"" + !""0 dan -K' !""% pada khususnya. )alam hal prasarana dan sarana perdesaan, yang menjadi tantangan tidak hanya meningkatkan kuantitas dan kualitas ketersediaannya, tetapi juga tingkat persebarannya (kemerataannya) antar daerah. Sebagai contoh, rasio elektri&ikasi desa di luar (awa masih rendah dibandingkan di (awa. Sampai saat ini jumlah desa yang telah mendapat aliran listrik di (awa mencapai !$. 4! desa (0$,! persen) dari jumlah desa di (awa !#.446 desa, sedangkan untuk luar (awa jumlahnya baru mencapai !5.#0 desa (60,6 persen) dari jumlah desa di luar (awa 4."05 desa. Secara nasional masih terdapat !! persen atau sebanyak 4 .!"5 desa yang belum mendapat aliran listrik sehingga perlu segera dipenuhi kebutuhannya. 7antangan lainnya adalah meningkatkan koordinasi dan keterpaduan kegiatan antar pelaku pembangunan (pemerintah, masyarakat, dan swasta) dan antar sektor dalam rangka mendorong diversi&ikasi kegiatan ekonomi perdesaan yang memperkuat keterkaitan sektoral antara pertanian, industri dan jasa penunjangnya serta keterkaitan spasial antara kawasan perdesaan dan perkotaan. Sementara itu, dalam upaya meningkatkan keberdayaan masyarakat perdesaan, tantangannya antara lain adalah meningkatkan kapasitas lembaga kemasyarakatan desa sebagai mitra pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat desa2 memperkuat lembaga ekonomi perdesaan dan peran &asilitator pembangunan dalam menggerakkan perekonomian di perdesaan2 menyediakan dukungan in&ormasi peluang usaha1pasar yang tepat, layanan permodalan usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat, teknologi tepat guna, dan kemudahan dalam serti&ikasi tanah2 serta meningkatkan kapasitas dan kemandirian pemerintah daerah dalam menyelenggarakan upaya+upaya pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat perdesaan. 88.! + !

B. SASARAN PEMBANGUNAN TAHUN 2007


Sasaran pembangunan perdesaan pada tahun !""% adalah6 4. .eningkatnya lapangan kerja di perdesaan, terutama lapangan kerja di sektor industri dan jasa berskala kecil dan menengah, sehingga berdampak pada berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan serta meningkatnya produktivitas dan pendapatan masyarakat perdesaan2 !. .eningkatnya kuantitas dan kualitas in&rastruktur permukiman dan ekonomi produkti& di perdesaan sehingga tercipta kawasan perdesaan yang produkti&, sejahtera, dan layak huni, yang ditandai antara lain dengan6 (i) meningkatnya kuantitas dan kualitas prasarana jalan perdesaan, terutama yang menghubungkan sentra produksi pertanian dan non pertanian di perdesaan dengan kawasan perkotaan terdekat2 (ii) tersedianya !% ribu satuan sambungan telepon baru di 4" ribu desa2 (iii) tersedianya 4"" pusat in&ormasi masyarakat (community access point), dan ber&ungsinya kantor pos sebagai pusat in&ormasi masyarakat2 (iv) tercapainya tingkat elektri&ikasi perdesaan sebesar 5# persen2 (vi) meningkatnya akses rumah tangga perdesaan terhadap permodalan usaha serta pelayanan lembaga keuangan, perbankan, dan koperasi2 dan (vii) meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana penunjang kegiatan usaha ekonomi perdesaan seperti pasar desa, sentra pengolahan produksi, dan &asilitas pergudangan.

C. ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN TAHUN 2007


'embangunan perdesaan pada tahun !""% diarahkan pada peningkatan diversi&ikasi ekonomi dan in&rastruktur perdesaan, untuk mendukung upaya revitalisasi pertanian, perikanan, kehutanan, dan perdesaan yang menjadi salah satu prioritas pembangunan nasional dalam tahun !""%. Secara lebih rinci, kebijakan tersebut meliputi6 4. 'enumbuhan kegiatan ekonomi non pertanian yang memperkuat keterkaitan sektoral antara pertanian, industri dan jasa penunjangnya serta keterkaitan spasial antara kawasan perdesaan dan perkotaan, antara lain melalui pengembangan kawasan agropolitan dan desa+desa pusat pertumbuhan. !. 'eningkatan kapasitas dan keberdayaan masyarakat perdesaan untuk dapat menangkap peluang pengembangan ekonomi serta memperkuat kelembagaan dan modal sosial masyarakat perdesaan yang antara lain berupa budaya gotong+royong dan jaringan kerjasama, untuk memperkuat posisi tawar dan e&isiensi usaha. $. .endorong pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah di bidang usaha unggulan daerah yang memiliki keterkaitan usaha ke depan ( forward linkages) dan ke belakang (backward linkages) yang kuat. 88.! + $

. 'eningkatan ketersediaan in&rastruktur perdesaan dengan melibatkan partisipasi dan peran serta masyarakat (community based development) dalam pembangunan dan1atau pemeliharaannya, antara lain jaringan jalan perdesaan yang membuka keterisolasian, jaringan listrik perdesaan, jaringan1sambungan telepon dan pelayanan pos, dan pusat in&ormasi masyarakat (community access point). #. 'emberian kemudahan dan bantuan serti&ikasi tanah di perdesaan untuk meningkatkan akses masyarakat, khususnya usaha mikro dan kecil, terhadap lahan dan agunan untuk memperoleh permodalan usaha dan pengembangan usahanya.

88.! +