Anda di halaman 1dari 22

UU materiil dan formil

Bentuk perundang-undangan

Materi perundang-undangan

Pembentukan UU Pengundangan dan kekuatan berlakunya UU

POKOK BAHASAN

UNDANG-UNDANG DALAM ARTI FORMIL DAN MATERIIL


UU Formil - Keputusan yang tertulis

- Dibuat oleh pejabat yang berwenang


- Mengikat setiap orang - Contoh: UU tentang kepegawaian, UU Perburuhan dan lain-lain

UU Materiil - Keputusan yang tetulis - Dibuat oleh pemerintah yang berwenang - Wajib dipatuhi rakyat - Contoh: Peraturan Presiden, Peraturan daerah, dsb.

UUD 1945 TAP MPR UU/PERPU PERATURAN PEMERINTAH PERATURAN PRESIDEN PERATURAN DAERAH

UU No. 12/2011

UUD 1945

adalah bentuk peraturan perundangan yang tertinggi sebagai hukum dasar tertulis yang

memuat dasar dan garis hukum dalam


penyelenggaraan Negara.

TAP MPR

Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat

bentuk putusan Majelis Permusyawaratan Rakyat


yang berisi hal-hal yang bersifat penetapan (beschikking).

UNDANG-UNDANG
Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh DPR

dengan persetujuan bersama Presiden. Undang-undang ini


digunakan untuk mengatur kehidupan bersama dalam rangka mewujudkan tujuan dalam bentuk Negara.

Mengatur lebih lanjut ketentuan UUD 1945 yang meliputi: HAM Hak dan kewajiban warga negara Pelaksanaan dan penegakan kedaulatan negara serta

pembagian kekuasaan negara, wilayah dan pembagian


daerah, kewarganegaraan dan kependudukan, serta keuangan negara.

PERPU

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang

ditetapkan oleh Presiden dalam hal/ikhwal kegentingan yang memaksa, dengan ketentuan harus diajukan ke DPR dalam persidangan yang berikut.
Kedudukan UU dan PERPU sejajar?

PERATURAN PEMERINTAH

Peraturan Perundang-undangan di Indonesia yang ditetapkan oleh Presiden untuk menjalankan Undang-Undang sebagaimana mestinya. Materi muatan Peraturan Pemerintah adalah materi untuk menjalankan Undang-Undang.

PERATURAN PRESIDEN
Dibuat oleh Presiden, berisi materi yang diperintahkan oleh UU atau untuk melaksanakan PP.

PERATURAN DAERAH
adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibentuk oleh DPRD

persetujuan bersama Kepala Daerah (gubernur atau bupati/wali kota).


Materi muatan Peraturan Daerah adalah seluruh materi muatan dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan, dan menampung kondisi khusus daerah serta penjabaran lebih lanjut

Peraturan Perundang-undangan yang lebih tinggi.

Peraturan Daerah terdiri atas: Peraturan Daerah Provinsi, yang berlaku di provinsi tersebut. Peraturan Daerah Provinsi dibentuk oleh DPRD Provinsi dengan persetujuan bersama Gubernur. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota, yang berlaku di kabupaten/kota tersebut. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota dibentuk oleh DPRD Kabupaten/Kota dengan persetujuan bersama Bupati/Walikota. Peraturan Daerah Kabupaten/Kota tidak subordinat terhadap Peraturan Daerah Provinsi.

Setiap Rancangan Undang-undang dibahas oleh DPR dan Presiden untuk mndapat perseujuan bersama Yang Berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang

RUU dari Presiden

RUU dari DPR RI

RUU dari DPD

Usul Inisiatif Anggota DPR RI

Disampaikan ke Pimpinan DPR

Rapat Paripurna

Rapat memutuskan RUU dapat diterima atau Tidak

Disetujiu dengan perubahan Disetujui tanpa Perbahan

Rapat memutuskan RUU dapat diterima atau Tidak

Pembicaraan di DPR RI 1. Pembicaraan Tingkat I 2. Pembicaraan Tingkat II

PROSES PEMBUATAN UNDANG-UNDANG

PENGUNDANGAN ADALAH :
Mas Subagio dalam disertasi yang dibukukan berjudul Lembaran Negara Republik Indonesia Sebagai Tempat Pengundangan Dalam Kenyataan (1983) mengartikan pengundangan sebagai penempatan suatu peraturan perundangan negara yang tertentu di dalam suatu lembaran resmi sebagaimana diatur dalam suatu peraturan perundangan dan mengedarkannya kepada umum untuk diketahui.

SEDANGKAN :
Pengertian menurut UU No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan menyatakan: Pengundangan adalah penempatan Peraturan Perundang-undangan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia, Berita Negara Republik Indonesia, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia, Lembaran Daerah, atau Berita

Daerah (Pasal 1 angka 11).

DASAR KEKUATAN BERLAKUNYA PERUNDANG-UNDANGAN

Kekuatan berlaku yuridis

Kekuatan berlaku sosiologis


Kekuatan berlaku filosofis