Anda di halaman 1dari 17

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tinjauan Pustaka Berbagai penelitian yang dilakukan oleh peneliti terdahulu, hasil yang dikemukakan menunjukkan berbagai pandangan tentang penerapan sms gateway. Penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut : Purnamasari, simamora, susanti [5] dengan judul Implimentasi sms gateway dalam Solusi Penyediaan Laporan Peserta Didik Kursus. Dalam penelitiannya menjelaskan beberapa penerapan SMS Gateway dan prosesnya, sehingga aplikasi yang dibangun dapat memudahkan user dalam hal ini orang tua dari peserta didik yang membutuhkan informasi absensi dan nilai. Ibrahim [6] dengan judul Pengembangan Sistem Informasi monitoring Tugas Akhir Berbasis Short Message Service (SMS) Gateway di Fasilkom Unsri. Dalam penelitiannya dijelaskan bahwa perangkat lunak system informasi monitoring tugas akhir mahasiswa berbasis SMS Gateway yang dihasilkan mampu melakukan proses transfer informasi dala bentuk SMS yang cepat, efisien, efektif, interaktif dan akurat tentang status proposal, jadwal seminar, jadwal sidang tugas akhir. Robby [7] dengan judul Sistem Informasi Akademik Pada SMU N 1 Ciputat Berbasis Web Menggunakan SMS Gateway. Dari hasil analisis system yang berjalan didapatkan permasalahan, diantaranya dalam hal pencatatan data akademik dan layanan informasi. Pihak walimurid dapat menggunakan layanan SMS Gateway untuk mendapatkan informasi seputar data akademik siswa yang berupa nilai dan absensi dan juga informasi mengenai pembayaran SPP perbulannya, dan data-datanya lebih teroganisisr sehingga lebih mudah dalam mengakses dan pengolahan data. Hasil penelitian sebelumnya dapat menjadi informasi dan acuan untuk peniliti tentang penggunaan gammu dan SMS Gateway dalam penerapan peneliti terhadap permasalahan yang dihadapi dalam setiap penyebaran
6

informasi serta sebagai pengingat warga akan kegiatan sosial pada rukun warga 01 pedurungan tengah.

2.2 Landasan Teori 2.2.1 Pengertian SMS (Short Message Service) Short Message Service (SMS) merupakan layanan yang banyak diaplikasikan pada sistem komunikasi tanpa kabel (nirkabel), memungkinkan dilakukannya pengiriman pesan dalam bentuk alphanumeric antar terminal pelanggan atau antar terminal pelanggan dengan sistem eksternal seperti e-mail, paging, voice mail dan lainlain. SMS pertama kali muncul di belahan Eropa pada tahun 1991 bersama sebuah teknologi komunikasi wireless yang saat ini cukup banyak penggunanya, yaitu Global Sistem for Mobile Communication (GSM). Dipercaya bahwa pesan pertama yang dikirim menggunakan SMS dialakukan pada bulan Desember 1992, dikirim dari sebuah Personal Computer (PC) ke telepon mobile dalam jaringan GSM milik Vodafone Inggris. Perkembagan kemudian merambah ke benua Amerika, dipelopori oleh beberapa operator komunikasi bergerak berbasis digital seperti Bell Sputh Mobility, PrimeCo, Nextel, dan beberapa operator lain. Teknologi digital yang digunakan sangat

bervariasi dari yang berbasis GSM, Time Division Multiple Access (TDMA), hingga Code Division Multiple Access (CDMA). a. Cara Kerja SMS Mekanisme cara kerja sistem SMS adalah melakukan pengiriman short message dari satu terminal pelanggan ke terminal yang lain. Hal ini dapat dilakukan berkat adanya sebuah entitas dalam sistem SMS yang bernama Short Message Service Centre (SMSC), disebut juga Message Centre (MC). SMSC merupakan sebuah perangkat yang melakukan tugas store and forward trafik

short message.

Didalamnya termasuk penentuan atau pencarian

rute tujuan akhir dari sort message.

Gambar 2.1.Arsitektur dasar jaringan SMS (Sumber: www.kajianpustaka.com)

SMSC

memiliki

interkonektivitas

dengan

SME

(Short

Messeging Entity) yang dapat berupa jaringan e-mail, web, dan voice e-mail. SMSC inilah yang akan melakukan manajemen pesan SMS, baik untuk pengiriman, pengaturan antrian SMS, ataupun penerimaan SMS. Layanan SMS merupakan sebuah layanan yang bersifat nonreal time dimana sebuah short message dapat disubmit ke suatu tujuan, tidak peduli apakah tujuan tersebut aktif atau tidak. Bila dideteksi tujuan tidak aktif, maka sistem akan menunda pengiriman ke tujuan hingga tujuan aktif kembali. Pada dasarnya sistem SMS akan menjamin delivery dari suatu short message hingga sampai ke tujuan. Kegagalan pengiriman yang bersifat sementara seperti

tujuan yang tidak diaktifkan selalu teridentifikasi sehingga pengiriman ulang short message akan selalu dilakukan kecuali bila diberlakukan aturan bahwa short message yang telah melampaui batas waktu tertentu harus dihapus dan dinyatakan gagal terkirim.

b. Komponen Transmisi SMS Komponen-komponen diantaranya: 1. Stasiun udara (Cell Tower) merupakan stasiun pemancar selular yang mengontrol seluruh transmisi seluler pada jaringan komunikasi. Cell tower memiliki kemampuan respon untuk memberi inisial atau jawaban yang berupa suara atau lalulintas data. 2. Mobille Switching Centre (MSC) merupakan kantor elektronik yang membawa seluler. Sistem komputer mengontrol sistem saklar untuk operasi-operasi jaringan secara otomatis. 3. Sort message service centre (SMSC) dimana pada SMSC terdapat sistem store dan forward dalam pengiriman SMS. yang memungkinkan transmisi SMS

SMS tersebut disimpan dalam jaringan sampai handphone siap menerima maka seorang pamakai dapat mengirim atau menerima makas seorang pemakai dapat mengirim atau menerima SMS, setiap waktu dimana sebuah panggilan suara biasa dalam posisi aktif atau tidak aktif. 4. GSMC dapat mengkomunikasikan jaringan melalui TCP/IP melalui GSMC. GSMC merupakan sebuah MSC yang mampu menerima sms dari routing pelanggan dan mengirimkan sms ke MSC atau penginformasi tentang penjelajahan handphone yang dituju. c. Perkembangan Teknologi SMS SMS merupakan sebuah sistem pengiriman data dalam paket dengan bandwidh kecil. Dengan karakteristik ini, pengiriman suatu data yang pendek dapat dilakukan dengan efisensi yang sangat tinggi. Pada awalnya SMS diciptakan untuk menggantikan layanan paging dengan menyediakan layanan serupa yang bersifat two-way messaging ditambah dengan notification service, khususnya untuk voice mail. Pada perkembangan selanjutnya, muncul jenis-jenis MSC dari

10

layanan lain seperti mail, fax, dan paging integration, interactive banking, information service, dan integrasi dengan aplikasi berbasis internet. Selain itu juga berkembang layanan wireless seperti SIM download for active action, debet dan profile editing, Wireless Point of Sale (POSs), serta layanan aplikasi lapangan seperti remote reasing, remote sensing, dan Location Base Services (LBS). Integrasi dengan aplikai berbasis internet mendorong timbulnya layanan seperti web-based messaging, gaming dan chatting.[8]

2.2.2

Pengertian SMS Gateway SMS gateway adalah sebuah aplikasi yang merubah proses SMS dari Mobile-Equipment ke PC/ Laptop, SMS seperti layaknya fitur di telepon seluler, tetapi ada perbedaan dari segi fitur, dan fungsi yang bias di buat berdasarkan kebutuhan bisnis. Dengan adanya software SMS Gateway dapat mengatur SMS lewat PC atau Laptop dengan mudah dan cepat. Seperti mengatur kontak dengan excel atau notepad, mengatur SMS keluar, mengirim SMS perkelompok, mengirim SMS khusus pelanggan, membuat SMS dengan jawaban otomatis yang bias diatur isi SMSnya contoh SMS registrasi ketika seorang registrasi maka mendapat suatu jawaban secara otomatis, mengecek data via SMS dengan format tertentu contohnya nilai try out, absensi, dan yang lainnya[9]. a. Kemampuan SMS Gateway SMS Gateway menjadi alternatif panting dalam penyebaran informasi dengan alasan: 1. Memperbesar skala aplikasi teknologi informasi dengan menggunakan komunikasi SMS interaktif. 2. Menyediakan aplikasi kolaborasi komunikasi SMS berbasis web.

11

3. Menjangkau konsumen maupun pengguna jasa layanan institusi secara mudah menggunakan komunikasi SMS interaktif. b. Cara Kerja SMS Gateway Mekanisme kerja pengiriman SMS[10] dibagi menjadi 3 bagian yaitu: 1. Intra-operator SMS: pengiriman SMS dalam satu operator. SMS yang dikirimkan oleh pengirim akan terlebih dahulu masuk ke SMSC operator nomor pengirim, kemudian SMSC akan mengirimkan ke nomor yang dituju secara langsung. Penerima kemudian akan mengirimkan delivery report yang menyatakan bahwa SMS telah diterima ke SMSC. SMSC kemudian meneruskan report tersebut ke nomor pengirim SMS, disertai status proses pengiriman SMS tersebut (Yunianto, 2006). 2. Inter-operator SMS: pengiriman SMS antar operator yang berbeda. Yang membedakan adalah mekanisme ini terdapat dua SMSC yaitu SMSC pengirim dan SMSC penerima. SMS yang dikirim akan masuk ke SMSC pengirim dan diteruskan ke SMSC penerima, setelah itu SMS dikirimkan ke telepon seluler tujuan. Demikian juga dengan delivery report akan diterima terlebih dahulu oleh SMSC penerima, kemudian diteruskan ke SMSC pengirim SMS. Komunikasi antar SMSC dapat berjalan jika telah terdapat kesepakatan kerja sama antaroperator tersebut, jika tidak terdapat kesepatakan akan menyebabkan SMS yang dikirim dengan nomor tujuan dengan operator berbeda tidak akan sampai pada nomor tujuan yang dituju (Yunianto, 2006). 3. SMS Internasional: pengirim SMS dari operator suatu negara ke Negara lain. SMS internasional pada hakekatnya sama dengan mekanisme inter-operator, yang membedakan hanya pada SMSC nomor

12

penerima adalah SMSC operator luar negeri dan perlu pembambahan kode negara pada nomor tujuan penerima SMS. c. Kebutuhan Perangkat Keras Untuk kebutuhan SMS Gateway tidak terlalu belebihan dan juga fleksibel karena bisa dibuat dengan PC maupun Notebook. Yang mutlak dibutuhkan adalah sebuah komputer, sebuah ponsel dengan kabel data (Kabel berantarmuka serial yang dapat menghubungi ponsel dengan PC) atau dapat munggunakan InfraRed dan piranti lunak sebagai SMS Gateway. Untuk menggunakan Infra Red anda membutuhkan sebuah ponsel yang juga memiliki fasilitas tsb, tapi tidak dianjurkan untuk kebutuhan SMS gateway karena komunikasi dengan InfraRed tidak terlalu baik (jika tergeser gampang putus). d. Kebutuhan Perangkat Lunak Minimal Windows (xp 32, vista 32, seven 32) Linux Redhat versi 7.2 MySql ver 3.23.52 sebagai database. Gammu sebagai sms gateway.

2.2.3

Pengertian Gammu Gammu merupakan salah satu pustaka atau library open-source yang dibuat sebagai gateway antara ME dengan perangkat komputer. Pengembangan Gammu awalnya dari pendahuluannya yaitu Gnooki yang dari segi konsep masih sederhana dan rumit. Namun pada Gammu proses instalasi dan penerapan pembangunan aplikasi SMS semakin mudah. Ini merupakan jasa dari beberapa developer yang telah membangun Gammu. Gammu adalah semacam service yang disediakan untuk membangun aplikasi yang berbasis SMS Gateway. Setelah kita sukses membangun aplikasi SMS Gateway, maka kita bias membangun SMS Gateway dengan bahasa pemrograman atau platform apapun, baik itu web-based dengan PHP maupun ASP atau apapun.

13

Kemampuan Gammu selain bisa untuk mengirim/menerima SMS, Gammu juga dapat mengirim/menerima MMS, backup/restore phonebook, serta upload/download file ke Mobile-Equipment. Selain itu Gammu juga support untuk lebih dari 400 jenis MobileEquipment.[11]

2.2.4

Web Server Web Server adalah computer yang digunakan untuk menyimpan dokumen-dokumen web (Kasiman, 2006). Komputer ini akan melayani permintaan dokumen web dari kliennya. Browser web seperti internet explorer atau Mozilla firefox berkomunikasi melalui jaringan (termasuk jaringan internet) dengan server web,

menggunakan HTTP. Browser akan mengirim request kepada server untuk meminta dokumen tertentu atau layanan lain yang disediakan oleh server. Server memeberikan dokumen atau layanan jika tersedia juga dengan menggunakan protocol HTTP. Web server yang terkenal dianntaranya adalah Apache dan Microsoft Internet Information Service (IIS). Apache merupakan web server antar-platform, sedangkan IIS hanya dapat beroperasi di system operasi Windows.[12]

2.2.5

Pengertian PHP PHP adalah bahasa pemrograman yang memungkinkan para web developer untuk membuat aplikasi web yang dinamis dengan cepat dan mudah. PHP merupakan singkatan dari "PHP: Hypertext Preprocessecor". PHP dirintis dan diperkenalkan pertama kali sekitar tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf melalui situsnya untuk mengetaui siapa saja yang telah mengakses ringkasan online-nya. PHP adalah bahasa server-sidescripting yang bias menyatu dengan tag-tag HTML. Server-side scripting adalah sintks dan perintah-perintah yang dijalankan pada server dan disertakan pada

14

dokumen HTML.Pada suatu halaman web dinamis, PHP berfungsi sebagai bahasa pemrograman yang menjalankan suatu perintah tertentu, sedangkan HTML berfungsi sebagai struktur dari desain halaman web. Ketika sebuah halaman web dinamis dibuka pada web browser, pertama kali yang terjadi adalah server memproser semua perintah PHP yang ada kemudian menapilkan hasilnya pada format HTML ke web browser, sehingga yang ditampilkan ke web browser hanya tampilan desain dari HTML saja, sedangkan skrip PHP bekerja di belakang layar. Hampir semua aplikasi berbasis web biasanya dibuat dan dijalankan dengan PHP, namun kelebihan utama PHP adalah konektivitasnya dengan database. PHP mampu mengolah data pada berbagai platform database, namun yang paling ideal dan banyak digunakan adalah menggunakan database MySQL. PHP+MySQL menjadi standar bagi pembuatan web dinamis saat ini, hal ini dikarenakan keduanya open source, sehingga biasa digunakan siapa saja dengan bebas. PHP juga dianggap mudah untuk dipelajari, sehingga tidak diperlukan pengetahuan mendalam tentang

pemrograman untuk memahaminya (Gunawan, 2010, pp. 12-13). a. Kelebihan PHP 1) Life Cycle yang singkat: PHP selalu up to date mengikuti perkembangan teknoloagi internet. 2) Bersifat Open Source. 3) Cross Platform: PHP dapat dipakai di hampir semua WebServer yang ada di pasaran (Apache, AOLServer, fhttpd, Microsoft Internet Information Services (MIIS/Windows XP dan Vista), Personal Web Server (PWS/Windows 95,98, NT 4.0), Netscape and iPlanet Servers, Oreilly Website Pro Server, Audium, Xitami, dll). PHP juga dapat dipakai di semua sistem

15

operasi (Linux, UNIX (temasuk variannya HP-UX, Solaris, dan OpenBSD), Windows, Mac OS, RISC OS). 4) Mendukung banyak paket database baik komersial maupun non-komersial (Adabas D, dBase, Direct MS-SQL, Empress, FilePro, FrontBase, Hyperwave, IBM DB2, Informix, Ingres, Interbase, MSQL, MySQL, ODBC, Oracle, Ovrimos,

PostgrSQL, Solid, Sybase, UNIX DBM, Velocis). 5) Tidak terbatas pada hasil keluaran HTML: PHP memiliki kemampuan untuk mengolah keluaran gambar, PDF, dan movie Flash. PHP juga dapat menghasilkan teks seperti XHTML dan XML.

2.2.6

HTML HTML (HyperText Markup Language) adalah sebuah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web Internet dan formating hypertext sederhana yang ditulis kedalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang terintegerasi. Dengan kata lain, berkas yang dibuat dalam perangkat lunak pengolah kata dan disimpan kedalam format ASCII normal sehingga menjadi home page dengan perintah-perintah HTML. Bermula dari sebuah bahasa yang sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut dengan

SGML(Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya oleh World Wide Web Consortium (W3C). HTML dibuat oleh kolaborasi Caillau TIM dengan Berners-lee robert ketika mereka bekerja di CERN pada tahun 1989 (CERN adalah lembaga penelitian fisika energi tinggi di Jenewa)[13].

16

2.2.7

CSS Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. Sama halnya style dalam aplikasi pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa file. Pada umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat dengan bahasa HTML dan XHTML. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C). CSS dapat mengendalikan ukuran gambar, warna body teks, warna tabel, ukuran border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar paragraf, spasi antar teks, margin kiri/kanan/atas/bawah, dan parameter lainnya. CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk mengatur tampilan dokumen dan berekstensi .css. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda[14].

2.2.8

Pengertian MySQL Pengertian MySql adalah, MySql merupakan software yang tergolong database server dan bersifat Open Source. Open Source menyatakan bahwa software ini dilengkapi dengan source code (kode yang dipakai untuk membuat MySql), selain tentu saja bentuk executable-nya atau kode yang dapat dijalankan secara langsung dalam sistem operasi , dan bisa diperoleh dengan cara mengunduh di Internet secara gratis[15] Sedangkan menurut pendapat Sukarno (2006, hal:3) mengenai pengertian MySQL adalah merupakan perangkat lunak untuk sistem manajemen database[16]. Karenasifatnya yang open source dan memiliki kamampuan menampung kapasitas yang sangat besar,maka

17

MySQL

menjadi

database

yang

sangat

popular

dikalangan

programmer web. Pada bulan Mei 1996, MySQL versi 1.0 berhasil dirilis namun penggunanya terbatas 4orang saja.namun di bulan Oktober di tahun yang sama versi 3.11.0 dilepaskan ke publik tapibelum bersifat open source. Bulan Juni 2000, MySQL AB mengumumkan bahwa sejak versi3.23.19, MySQL adalah merupakan software database yang bebas berlisensi GPL atau General Public License yang open source. Mulanya MySQL hanya berjalan di sistem operasi linux namun pada saat MySQL versi 3.22 tahun 1998-1999 sudah tersedia diberbagai platform termasuk windows. Ini terjadi karena MySQL menjadi semakin populer dan dilirik banyak orangkarena kestabilan dan kecepatan yang meningkat. Beberapa keuanggulan dari MySQL adalah: a. Mampu menangani jutaan user dalam waktu yang bersamaan. b. Mampu menampung lebih dari 50.000.000 record. c. Sangat cepat mengekskusi perintah. d. Memiliki user privilege yang mudah dan efisien.

2.2.9

JavaScript JavaScript adalah sebuah bahasa pemrograman, yang menempel dan bekerja pada halaman HTML. Dan disebut sebagai bahasa script karena program JavaScript dapat bekerja langsung tanpa diperlukan dicompile. JavaScript bersifat OpenSource dan juga bekerja di semua browser utama, seperti Internet Explorer, Mozilla, Firefox, Opera, dll. Kegunaan utama JavaScript adalah untuk menuliskan fungsi yang disisipkan ke dalam HTML baik langsung disisipkan ataupun diletakkan ke file teks dan di-link dari dokumen HTML. a. Contoh Penggunaan JavaScript

18

1) Membuka atau menampilkan jendela pop up yang bisa diatur ukuran, posisi dan tampi Ian jendela baru tersebut (misalnya menentukan apakah menu, toolbar terlihat atau tidak). 2) Validasi form input untuk web dan memastikan apakah nilai yang diinput ke sebuah form benar tipenya atau tidak sebelum akan di-submit ke server. 3) Mengganti tampilan sebuah gambar ketika pointer mouse didekatkan. Hal ini biasanya untuk menunjukkan adanya link di gambar tersebut. Karena JavaScript dijalankan di client dan bukan di server, JavaScript dapat melakukan aksi lebih cepat sehingga aplikasi terlihat lebih responsif. JavaScript juga dapat mendeteksi kegiatan user yang tidak bisa dideteksi menggunakan HTML biasa semisal tombol-tombol di keyboard yang diketikkan oleh user.

2.2.10 Diagram Konteks (Context Diagram) Untuk menggambarkan suatu interaksi dalam sistem informasi secara umum diperlukan suatu diagram konteks yang menjelaskan mengenai keterkaitan sistem informasi tersebut dengan entitasentitas yang ada didalam sistem. Diagram konteks menurut Pohan dan Bahri (1997:11) merupakan kasus khusus DFD (Data Flow Diagram) atau bagian dari DFD yang berfungsi memetakkan model lingkungan, yang direpresentasikan keseluruhan sistem. Diagram konteks menyoroti sejumlah karakteristik penting sistem, yaitu: a. Kelompok pemakai, organisasi atau sistem lain, dimana sistem melakukan komunikasi yang disebut terminator. b. Data masuk, data yang diterima sistem dari lingkungan dan harus diproses dengan cara tertentu. dengan lingkaran tunggal yang mewakili

19

c. Data keluar, data yang dihasilkan sistem dan diberikan ke dunia luar. d. Penyimpana data (data store), digunakan secara bersamaan antara sistem dengan terminator. Data ini dapat dibuat oleh sistem dan digunakan oleh lingkungan atau sebaliknya, dibuat oleh lingkungan dan digunakan oleh sistem. Hal ini berarti pembuatan sistem data store dalam diagram konteks dibenarkan, dengan syarat simbol tersebut merupakan bagian dari dunia di luar sistem. e. Batasan antara sistem dan lingkungan (rest of the word). i. Aturan-aturan konteks diagram: a. Jika terdapat banyak terminator yang mempunyai banyak masukan dan keluaran, diperbolehkan untuk digambarkan lebih dari satu kali sehingga mencegah penggambaran yang terlalu rumit, dengan ditandai secara khusus untuk

menjelaskan bahwa terminator yang dimaksud adalah identik. b. Jika terminator mewakili individu atau personil, sebaiknya diwakili oleh peran yang dimainkan personil tersebut. Alasan pertama adalah karena personil yang berfungsi melakukan itu dapat berganti sedangkan diagram konteks harus tetap akurat walaupun personil berganti. Alasan kedua adalah seorang personil dapat memainkan lebih dari satu peran. c. Karena fokus utama adalah mengembangkan model esensi, maka penting untuk membedakan sumber (sources) dan pelaku (handler). d. Pelaku adalah mekanisme, perangkat atau media fisik yang mentransformasikan data ke atau dari sistem. Karena pelaku sering kali familiar dengan pemakai dalam implementasi sistem berjalan, maka sering menonjol sebagai sesuatu yang harus digambarkan lebih dari sumber data itu sendiri. Sedangkan sistem baru dengan konsep pengembangan

20

te eknologinya a membuat pelaku menjadi sesu uatu yang tidak pe erlu digamb barkan.

2.2.11 1 Data Fl low Diagram m (DFD) Menurut Pohan n dan Bahri i (1997:16) Data Flow Diagram (D DFD) ggambarkan n model sist tem sebagai jaringan k kerja antar fungsi f ini meng yang be erhubungan satu sama lain denga an aliran da an penyimp panan data. Sebagai S pe erangkat analisis, a m model ini hanya mampu memode elkan sistem m dari satu u sudut pan ndang yaitu u sudut pan ndang fungsi. Pada sejum mlah kasus, , model ini i biasa dina amakan berbeda rt, buble diagram, d p process mo odel, work flow seperti buble char diagram m dan functi ion model. DFD ini tid dak hanya dapat digun nakan untuk memodelkan m n sistem pe emrosesan informasi tetapi bisa juga sebagai jalan untu uk memode elkan keseluruhan org ganisasi, se ebagai perencan na kerja dan n perencana a strategi. Ada a empat ko omponen da ari Data Fl low Diagra am : (Pohan n dan Bahri,19 997:16) a. Pros ses, merupa akan kegia atan atau kerja k yang dilakukan oleh oran ng, mesin atau a kompu uter dari hasil h suatu arus data yang masu uk ke dalam proses untuk u dihas silkan arus data yang akan kelu uar dari pros ses.

Gam mbar 2.2 Pr roses (Su umber : Ken ndall & Ken ndall, 2003:2 265) b. Arus s Data, kom mponen ini i mengalir diantara p proses, simp panan data dan kesatu uan luar. Aru us data ini menunjukk m kan arus dari data

21

yang g dapat beru upa masuka an untuk si istem atau h hasil dari proses p siste em.

Gam mbar 2.3 Al liran (Su umber : Ken ndall & Ken ndall, 2003:2 265) c. Simp panan Data a, merupak kan simpan nan dari d data yang dapat beru upa database e di sistem komputer, arsip, kotak k tempat da ata di meja a seseorang, tabel acua an manual, dan d agenda atau buku.

Gambar r 2.4 Simpan nan Data (Su umber : Ken ndall & Ken ndall, 2003:2 265) d. Kesa atuan Luar, merupakan n kesatuan (entitas) di lingkungan n luar siste em yang da apat berupa orang, org ganisasi atau u sistem lainnya yang g berada di lingkungan n luarnya ya ang akan m memberikan input atau menerima output dari sistem.

r 2.5 Kesatu uan Luar Gambar umber : Ken ndall & Ken ndall, 2003:2 265) (Su ta Flow Diagram lev vel n merup pakan suatu u diagram level Dat yang berfungsi b m menjabarkan n diagram m konteks (diagram level sebelum mnya) pada suatu sistem. Level tertinggi dal lam DFD hanya h mempun nyai sebua ah proses yang mem modelkan seluruh si istem. Pemberi ian nomor pada setia ap proses dalam d DFD D berguna untuk u memuda ahkan penur runan DFD pada level yang lebih rendah.

2.2.1 12 Entity Relationship R p (ERD) Menurut Edi Winarko W (2 2006:13) En ntity Relati ionship Dia agram gram) (ERDiag ada alah sebua ah diagram m yang menggambarkan

hubunga an atau rela asi antar en ntitas (Entity y), setiap e entity terdir ri atas satu atau u lebih atri ibut yang merepresenta m asikan selu uruh kondisi i atau

22

fakta da ari dunia nyata n yang ditinjau. Dengan D ER R-Diagram untuk u mentran nsformasikan keadaan dari d dunia nyata n ke dal lam bentuk basis data. Dalam pemb bahasan ten ntang ER-D Diagram, te erdapat beb berapa kompon nen yang ter rkait dan per rlu dibahas: : 1. Entit tas

Gambar r 2.6 Simbo ol Entitas (Sumber r : Winarko, , 2006:13) Dila ambangkan dengan ling gkaran elips se dengan k keterangan nama field d didalamny ya. Entitas memiliki fu ungsi sebag gai simbol untuk u iden ntitas nama field f yang ada a dalam ta abel. 2. Tabe el

Gamba ar 2.7 Simbo ol Tabel (Sumber r : Winarko, , 2006:13) Dila ambangkan persegi pan njang denga an keteranga an nama lab bel di dalam mnya. Simb bol ini akan n berhubung gan langsun ng dengan entitas e dan penghubung. ghubung 3. Peng

Gambar 2. .8 Simbol Penghubung P g (Sumber r : Winarko, , 2006:13) Dila ambangkan dengan be elah ketupa at yang akan berhubu ungan deng gan entitas yang y mengh hubungkan antar tabel.