Anda di halaman 1dari 3

LBM 1 SKENARIO ALERGI Seorang laki-laki 30 th, datang ke tempat praktek dokter praktek umum yang buka pada

sore hari, karena tidak kuat menahan gatal pada kedua punggung kaki yang dirasakan sejak siang hari. Gatal pada punggung kaki disertai bengkak dan warna kulit sekitarnya memerah, terasa panas dan perih akibat luka garukan, gatal timbul pada kedua punggung kaki secara bersamaan. Hasil anamnesis diketahui bahwa penderita pada saat makan siang, makan di warung dengan lauk pauk ikan laut. Penderita sudah minum obat !" tapi gatal masih belum hilang. Pencernaan tidak ada kelainan, #$% tidak ada kelainan, perna&asan dan jantung tidak ada kelainan. 'bu penderita dulu juga sering menderita gatal-gatal dan bentol-bentol apabila makan udang. Pada pemeriksaan lab darah dengan metode ()'S$ ditemukan kadar 'g ( meningkat. Pada prick test hasilnya *+,. ANAMNESIS %apan timbul gejala - $pakah mulainya mendadak atau berangsur .mur permulaan timbulnya gejala %arakter, lama, &rekuensi dan beratnya gejala Saat timbulnya gejala Pekerjaan dan hobi #agaimana perjalanan penyakit dari permulaan sampai sekarang, apakah bertambah baik, tidak berubah, atau bertambah berat #agaimana pengaruh pengobatan sebelumnya $dakah jangka waktu yang paling lama tanpa serangan, bilamana dan dimana $pakah timbul keluhan setelah mengeluarkan tenaga $pakah ada &aktor-&aktor yang mempengaruhi serangan $pakah anda memiliki kebiasaan merokok #agaimana keadaan rumah $nda #agaimana keadaan kamar tidur $nda #agaimana keadaan sekeliling $nda, apakah banyak hewan peliharaan $pakah keluhan tersebut mempengaruhi akti&itas $nda sehari-hari PEMERIKSAAN FISIK %ulit $dakah peradangan kronik *ekskoriasi, bekas garukan terutama pipi atau lipatanlipatan kulit daerah &leksor, "ata /iperiksa terhadap hyperemia konjungti0a, edema, secret mata yang berlebihan dan katarak yang sering dihubungkan dengan penyakit atopi, dan kadangkala disebabkan pengobatan kortikosteroid dosis tinggi dalam jangka lama. Pada rhinitis alergi dapat dijumpai allergic shiners. !elinga !elinga tengah dapat merupakan penyulit alergi saluran na&as, perlu dilakukan pemeriksaan membrane timpani untuk mecari otitis media. Hidung Pada pemeriksaan hidung bagian luar di bidang alergi ada beberapa tanda yang sudah baku, walaupun tidak patognomonik, misalnya allergic salute, yaitu pasien

dengan menggaruk telapak tangan mengosok ujung hidung ke arah atas untuk menghilangkan rasa gatal dan melonggarkan sumbatan, dll. #agian dalam hidung diperiksa dengan menggunakan speculum hidung dengan bantuan senter untuk menilai warna mukosa, jumlah dan bentuk secret, edema, polip hidung, dan abnormal anatommi seperti de0iasi septum. "ulut dan oro&aring Pemeriksaan ditujukan untuk menilai eritema, edema, hipertro&i tonsil, post nasal drip. Pada rhinitis alergi, sering terlihat mukosa &aring kemerahan, edema atau keduanya. /ada /iperiksa secara inspeksi, palpasi, perkusi, dan auskultasi. Pada waktu serangan asama, kelainandapat berupa hiperin&lasi, penggunaan otot bantu perna&asan dan mengi, sedangkan dalam keadaan normal mungkin tidak ditemukan kelainan. Pemeriksaan )ain 1angan lupa memeriksa tekanan darahnya, karena tekanan sistolik yang rendah *20330 mmHg, sering dijumpai pada penyakit alergi. Pada pengguna kortikosteroid perlu dinilai striae, obesitas, miopati, hipertensi, dan e&ek samping kortikosteroid lainnya. PEMERIKSAAN PENUNJANG P("(4'%S$$5 )$#64$!64'." 1umlah leukosit dan hitung jenis sel Sel eosino&il pada secret konjungti0a, hidung dan sputum Serum 'g ( total 'g ( spesi&ik !(S %.)'! !es !usuk *Prick !est, *!erlampir, DIAGNOSIS BANDING $lergi makanan .rtikaria DIAGNOSIS Alergi makanan PENATALAKSANAAN Pada reaksi alergi makanan ringan hanya diberikan antihistamin, dan jika perlu ditambahkan kortikosteroid pada reaksi sedang. Sedangkan pada serangan ana&ilaksis terapi utamanya adalah epine&rin7adrenalin. EDUKASI "enghindari makanan penyebab %onsultasi gi8i