Anda di halaman 1dari 32

Pembimbing : dr. Slamet Widi, Sp.A dr. Hartono, Sp.A dr. Opy Dyah P,Sp.

A
Ferdy Halim 406107030

Epidemiologi
Angka kejadian EKN sangat bervariasi antar negara bagian di Amerika Serikat, berkisar antara 328 % dengan rata-rata 6 -10 % terjadi pada bayi dengan berat lahir kurang dari 1500 gram. Berbanding terbalik antara usia kehamilan saat lahir atau berat lahir dengan insiden EKN, artinya semakin cukup usia kehamilan atau semakin cukup berat lahir, semakin rendah resiko terjadinya EKN

PERTAHANAN USUS
MOTILITAS

KOLONISASI BAKTERI
REGULASI ALIRAN DARAH

REAKSI INFLAMASI

Keseimbangan antara molekul dilator (nitrat oksida) dan konstriktor (endotelin), dan juga respon miogenik

IMUNITAS
ASI mengandung berbagai faktor bioaktif yang mempengaruhi imunitas, inflamasi, dan proteksi mukosa, termasuk sekresi Immunoglobulin A (IgA), leukosit, laktoferin, lisozim,musin, sitokin, faktor pertumbuhan, enzim, oligosakarida, dan asam lemak tak jenuh rantai ganda, yang mana sebagaian besar tidak terkandung pada susu formula

NUTRISI, HORMON, FAKTOR PERTUMBUHAN

UTERUS
PERKEMBANGAN TRAKTUS INTESTINAL

MENINGGALKAN LINGKUNGAN STERIL

BAKTERI PERTAHANAN SEDIKIT

PATOFISIOLOGI

Diagnosis
Stadium IA. Tersangka EKN Kelainan sistemik Kelainan abdominal Suhu tidak stabil Apnu Bradikardia Residu lambung meningkat - Distensi abdomen ringan - Darah samar di dalam feses SDA SDA + Darah segar per rektal SDA + Peristaltik (-) + Nyeri tekan Kelainan radiologik Normal Ileus ringan

IB. Tersangka EKN IIA. EKN definitif ringan

SDA

SDA

Ileus Pneumatosis intestinal

IIB. EKN definitif sedang

SDA + Asidosis metabolik ringan + Trombositopenia ringan

SDA + Peristaltik (-) + Nyeri tekan

SDA + Udara vena porta Asites

+ Selulitis
+ Benjolan kuadran kanan bawah SDA + Peritonitis generalisata + Nyeri tekan

IIIA. EKN lanjut, SDA sakit berat, usus utuh + Hipotensi + Bradikardia

SDA + Asites

+ Asidosis respirasi
+ Asidosis metabolik + DIC

+ Distensi abdomen

IIIB. EKN lanjut, sakit berat, perforasi

+ Neutropenia SDA

SDA

SDA
+ Pneumoperitoneum

Pemeriksaan Lab
Darah lengkap dan hitung jenis
Hitung jenis leukosit bisa normal, tetapi biasanya meningkat dengan shift to the left, atau rendah (leukopenia), trombositopenia sering terlihat. 50 % kasus terbukti EKN, jumlah platelet < 50.000 uL

Kultur
Specimen darah, urin, feses, dan Cairan serebrospinal sebaiknya diperiksa untuk kemungkinan adanya virus, bakteri, dan jamur yang patogen.

Elektrolit
Gangguan elektrolit seperti hiponatremia dan hipernatremia serta hiperkalemia sering terjadi.

Analisa gas darah


Asidosis metabolik, ataupun campuran asidosis metabolic dan respiratorik mungkin terlihat.

Pemeriksaan Lab
Sistem koagulasi Jika dijumpai trombositopenia ataupun perdarahan screening koagulopati lebih lanjut harus dilakukan.). C-Reaktif protein Mungkin tidak meningkat atau pada kasus EKN yang lanjut karena bayi tidak bisa menghasilkan respon inflamasi yang efektif. Biomarker Dilakukan untuk mendiagnosis dan memprediksi penyebab EKN seperti gas hydrogen, mediator inflamasi didalam darah, urin atau feses dan genetic marker,

Radiologi

Tatalaksana
Pasien dipuasakan untuk mengistirahatkan saluran cerna selama 7-14 hari (pada EKN stadium 1 waktunya lebih singkat). Pemenuhan kebutuhan nutrisi dasar melalui parenteral total. Lakukan dekompresi lambung dengan replogle orogastric tube atau lakukan suction berkelanjutan. Lakukan monitoring ketat pada vital sign dan kondisi abdomen Lakukan monitoring perdarahan saluran cerna. Periksa semua cairan aspirasi lambung dan feses, apakah ada perdarahan Perbaikan kondisi respiratorik sesuai yang dibutuhkan untuk memelihara parameter gas darah yang dapat diterima

Tatalaksana
Lakukan monitoring ketat terhadap intake dan output cairan. Usahakan untuk mempertahankan produksi urin 1-3 mL/KgBB/jam. Hentikan pemberian kalium pada infus jika pasien dalam keadaan hiperkalemia atau anuria. Lepas pemasangan kateterisasi pada arteri dan vena umbilikal dan ganti dengan kateterisasi arteri dan vena perifer, tergantung pada keparahan penyakit. Lakukan monitoring hasil pemeriksaan laboratorium, Periksa hitung sel darah lengkap dan elektrolit tiap 12-24 jam hingga stabil. Lakukan kultur darah dan urin sebelum memulai pemberian antibiotik. Berikan antibiotik. Berikan antibiotik parenteral selama 10 hari. Mulai dengan pemberian Ampicillin dan Gentamicin (atau Ceftriaxone). Pertimbangkan pemberian Vancomycin (sebagai pengganti Ampicillin) pada keadaan penyakit sentral atau curiga infeksi stafilokokus. Tambahkan Metronidazole atau Clindamycin untuk meng-cover kuman anaerob, jika curiga terjadi peritonitis atau perforasi usus. Penelitian terbaru tidak menganjurkan ataupun menolak penggunaan laktoferin sebagai adjuvant terapi antibiotik.

Tatalaksana
Lakukan monitoring adanya DIC. Bayi pada EKN stadium II dan III dapat mengalami DIC dan membutuhkan fresh-frozen plasma dan cryoprecipitate. Transfusi PRC dan trombosit mungkin juga dibutuhkan. Pemeriksaan radiografik. Konsul bedah pada EKN ( stadium II dan III)

Prognosis
Manajemen medis gagal pada sekitar 20-40% pasien dengan pneumatosis intestinal saat didiagnosis, 10-30%nya meninggal dunia. Komplikasi awal post operatif antara lain infeksi luka, dehiscence

KESIMPULAN
Enterokolitis Nekrotikan merupakan penyakit yang memiliki angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi pada bayi baru lahir, resiko meningkat pada bayi prematur dan bayi berat lahir sangat rendah. Kelainan ini diduga muncul sebagai akibat dari respon inflamasi dari suatu iskemia intestinal, kolonisasi bakteri atau dan pemberian makanan enteral.

SARAN
Perlu penanganan yang efektif pada bayi yang menderita EKN karena prognosis berhubungan dengan pengobatan. Diagnosis dini dan terapi yang tepat sangat mempengaruhi kesembuhan.

DAFTAR PUSTAKA

Suraatmaja S.Kapita Selekta Gastroentrologi Anak. Jakarta : Sagung seto. 2007;h:146. Kitterman J.Enterokolitis Nekrotikan. Dalam: Buku Ajar Pediatri Rudolph Vol. 1. Ed 20.Jakarta:EGC.2006;h:297-300 William J C, 2010. Necrotizing Enterocolitis. Merck Sharp & Dohme Corp. Diunduh dari: http://www.merck.com tanggal 14 Febuari 2012. SpringerSC.NecrotizingEnterocolitis.Diunduhdari http://www.emedicine.medscape.com/artikel/977956. Diakses tanggal 14 Febuari 2012 Gambar diunduh dari http://www.pediatrie.be/NECROT_%20ENTEROCOL.htm. Diakses tanggal 12 Juli 2010 Gomella TL, Cunningham MD & Eyal FG.Neonatology.Ed 6.Philadelphia:McgrawHill.2010;h:590-594 Sukadi A.Pedoman Terapi Penyakit Pada Bayi Baru Lahir.Bandung:Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak FKUP/RSHS.2002;h:23-26 Buku Ajar Neonatologi. Ed 2. 1974. Jakarta: FKUI