Anda di halaman 1dari 54

ASI & BANK ASI

OLEH : Amir Mahmud, Lc., LL.M

Definisi menyusi;radha
Ar-radha : imtishash ats-tsadyi; mengisap tetk/menyusu Murdhi : ibu yg menyusui Murdhia ; ibu yg berprofesi sebagai tempat/tukang menyusui Yauma taraunaha tadzhalu kullu murdiatin amma ardhaat ;Ingatlah pada hari ketika kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yg menyusui anaknya dari anak yg didsusuinya (QS. Al-hajj :2

Isapan anak terhadap susu/tetk wanita adam pd waktu tertentu(Hanafi) Sampainya air susu pr pd perut meskipun pr tsb mati atau masih kecil- dgn menggunakan alat utk memasukkan sesuatu ke dlm perut atau melaui suntikan yg menjadi makanan (maliki) Sampainya ir susu wanita atau apa yg dihasilkan dr susu tsb pd perut bayi atau pada otak/smsumnya (Syafii) Mengisap atau meminum susu yg terkumpul krn kehamilan dr tetek /susu seorang wanita dan yg seperti itu (Hambali)

Radha dalam al quran


: / ( ( . / ( ( . / ( ( . / ( ( . : ) . ) ) . ) )

Masa menyusui
1. selama dua tahun(jumhur ulama) Dalilnya: - Hamalathu ummuhu wahnan ala wahnin wafisoluhu fi amain (QS.luqman :14) ibunya elah mengandungnya dlm keadaan lemah yg bertambah dan menyapinya dlm dua tahun -walwalidatu yurdina hawlaini kamilani (QS. Al-baqararh :223) Hamalathu ummu kurha wawadhaathu kurha wahamluhu wa fisoluhu tsalatsuna syahran (QS. Al-ahqaf : 15

Hadis : tdk ada menyusui kecuali selama dua tahun 2. dua setengah tahun/30 bulan (Abu hanifah) Dalilnya : qs.al-ahqaf : 15

Apakah sang harus menyusuianaknya?


Ibu wajib menyusui anaknya dua thn,suka atau tdk, suaminya suka atau tdk, kecuali istri yg sdh ditalak, tdk berair susu, ada bhaya bagi naknya. QS. Al-baqarah 223 (wal walidatu QS. At-talaq : 6 : wain kunna ula hamlin fa anfiqu alaihinna hatta yadhana hamlahunna, fain ardhana lakum fa atuhunna ujurahunna watamiru bainakum bimarufin wa in tasartum fasaturdhiu lahu ukhra ; dan jika mrk (istri yg ditolak)itu sdg hamil, maka berikanlah kpd mrk nafkahnya hingga mrk bersalin, kemudian jika mrk menyusukan anakanakmu, maka berikanlah kpd mrk upahnya, dan musyawarahkanlah di antar kamu(segala sesuatu) dgn baik, dan jika kamu meneui kesulitan, maka perempuan boleh menyusukan anak itu untuknya.

Yg berhak mengambil upah menuyusi


Kewajiban membayar nafkah dan upah menyusui ayah 3 keadaan istri
hubungan suami istri normal atau sdg talak raji Ketika talak bain Istri telah bercerai dan selesai masa iddahnya

hubungan suami istri normal atau sdg talak raji


Istri tdk berhak mendapatkan upah atas pekerjaan menyusui anaknya, krn sdh keajiban gama baginya.

Ketika talak bain


Istri wajib berhak atas upah

Istri telah bercerai dan selesai masa iddahnya


Istri berhak mendapatkan upah, walapun belum ada kesepakan sebelumnya (sepakat ulama)

Siapakah yg wajib menbayar upah menyusui?


Ayah kandungnya Jika ayah fakir : wajib bayar upah ketika kaya Jika anak tdk memiliki ayah dan harta; ibunya Jika ayah meninggal : diambil dr harta warisan sang ayah anaknya. Upah gugur: jika ibu menggugurkannya, atau diberi upah. Jika anak meniggak dan blm dibayar upahnyamaka jadi hutang.

Bank ASI : Haram


: : , , :

, , , ,

-: , , , , .

, , , , .

-: , ,

, , , , , , . , -:

ASI:FORMULA (Fats)
Rich in brain-building omega 3s, namely DHA and AA Automatically adjusts to infant's needs; levels decline as baby gets older Rich in cholesterol Nearly completely absorbed Contains fat-digesting enzyme, lipase No DHA Doesn't adjust to infant's needs No cholesterol Not completely absorbed No lipase

ASI:FORMULA (PROTEIN)
Soft, easily-digestible whey More completely absorbed; higher in the milk of mothers who deliver preterm Lactoferrin for intestinal health Lysozyme, an antimicrobial Rich in brain-and-bodybuilding protein components Rich in growth factors Contains sleep-inducing proteins Harder-to-digest casein curds Not completely absorbed, more waste, harder on kidneys No lactoferrin, or only a trace No lysozyme Deficient or low in some brainand body-building proteins Deficient in growth factors Does not contain as many sleepinducing proteins.

ASI:FORMULA (CHO)
Rich in lactose Rich in oligosaccharides, which promote intestinal health No lactose in some formulas Deficient in oligosaccharides

ASI:FORMULA(Immune Boosters)
Rich in living white blood cells, millions per feeding Rich in immunoglobulins No live white blood cells-or any other cells. Dead food has less immunological benefit. Few Igs most are the wrong kind

ASI:FORMULA (Vitamins & Minerals)


Better absorbed, especially iron, zinc, and calcium Iron is 50 to 75 percent absorbed. Contains more selenium (an antioxidant) Not absorbed as well Iron is 5 to 10 percent absorbed Contains less selenium (an antioxidant

ASI:FORMULA (Enzymes & Hormones)


Rich in digestive enzymes, such as lipase and amylase Rich in many hormones: thyroid, prolactin, oxytocin, and more than fifteen others Varies with mother's diet Processing kills digestive enzymes Processing kills hormones, which are not human to begin with Always tastes the same

ASI
Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik dan sempurna untuk bayi, karena mengandung semua zat gizi sesuai kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Kolostrum (susu awal) adalah air susu ibu yang keluar pada hari-hari pertama setelah bayi lahir. Berwarna kekuning-kuningan, dan lebih kental karena banyak mengandung protein dan vitamin A, serta zat kekebalan tubuh yang penting untuk melindungi bayi dari penyakit infeksi. Walaupun jumlah kolostrum sedikit, namun sudah memenuhi kebutuhan gizi bayi. Oleh karena itu kolostrum jangan dibuang tetapi harus diberikan kepada bayi

Manfaat air susu ibu (ASI) bagi bayi : Merupakan makanan alamiah yang sempurna. Mudah dicerna oleh bayi. Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan yang sempurna. Mengandung DHA dan AA yang bermanfaat untuk kecerdasan bayi. Mengandung zat kekebalan untuk mencegah bayi dari berbagai penyakit infeksi (diare, batuk, pilek, radang tenggorokan dan gangguan pernafasan). Melindungi bayi dari alergi. Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan segar. Tidak akan pernah basi, mempunyai suhu yang tepat, dapat diberikan kapan saja dan dimana saja. Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernafasan bayi.

Manfaat kolostrum bagi bayi :

Sebagai obat yang mengandung zat kekebalan yang sangat berguna bagi bayi, karena dapat melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi dan alergi. Kolostrum harus segera diberikan kepada bayi, karena kolostrum dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama setelah kelahiran. Membantu pengeluaran kotoran bayi yang pertama yang berwarna hitam kehijauan (mekonium).

Manfaat memberikan air susu ibu (ASI) bagi ibu:


Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi. Mengurangi pendarahan setelah persalinan. Mempercepat pemulihan kesehatan ibu. Menunda kehamilan berikutnya. Mengurangi resiko terkena kanker payudara. Lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan setiap saat bayi membutuhkan. Menumbuhkan rasa percaya diri ibu untuk menyusui. Membantu ibu mengurangi berat badan tambahan yang diperoleh sewaktu hamil. Membantu rahim kembali ke ukuran normal dengan lebih cepat. Mengurangi resiko patah tulang pinggul dan kanker ovari.

Manfaat pemberian air susu ibu (ASI) bagi keluarga:

o
o o o

Tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pemberian susu formula dan perlengkapannya. Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula, misalnya merebus air dan mencuci peralatan. Tidak perlu biaya dan waktu untuk merawat dan mengobati anak yang sering sakit karena pemberian susu formula. Mengurangi biaya dan waktu untuk pemeliharaan kesehatan ibu.

Perintah bagi para ibu untuk menyusui anaknya:


Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara maruf [QS al-Baqoroh : 233] Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. [QS Luqman : 14]

Kalau begitu kita tidak merajamnya dan kita tinggalkan anaknya yang masih kecil tanpa ada yang menyusuinya. Lalu bangkit seorang dari Anshor, ia berkata : aku yang akan menanggung persusuannya wahai Nabi Allah. Buroidah berkata : lalu wanita itu dirajam. [HR. Muslim no. 1695 dari jalan Sulaiman bin Buroidah, dari Buroidah]

Dibolehkannya mencari ibu susuan untuk memberikan ASI kepada bayi

dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. [QS al-Baqoroh : 233] Dan jika mereka (isteri-isteri yang sudah dicerai) itu sedang hamil, maka berikanlah kepada mereka nafkahnya hingga mereka bersalin, kemudian jika mereka menyusukan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya. [QS ath-Tholaq : 6]

Persusuan menjadikan mahrom

Ketika Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam berada di rumahnya, ia (Aisyah) mendengar suara laki-laki minta izin (untuk masuk) di rumah Hafshoh. Aisyah berkata : lalu aku katakan : wahai Rosululloh, laki-laki ini minta izin di rumahmu Nabi shollallohu alaihi wa sallam berkata : aku melihat ia adalah si Fulan, paman susunya Hafshoh Aisyah berkata : seandainya si Fulan masih hidup (paman susunya Aisyah) ia boleh masuk menemuiku? Rosululloh berkata: ya, persusuan menjadikan mahrom (sebagaimana) siapa yang menjadi mahrom karena sebab kelahiran. [HR. al-Bukhori no. 2503, 2938 & 4811, Muslim no. 1444]

Rukhshoh bagi ibu yang menyusui untuk meninggalkan puasa

Kuda Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam lari kepada kami, lalu aku datangi Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam, aku mendapatinya sedang makan pagi, beliau berkata : Mendekat dan makanlah! Aku katakan : aku sedang puasa, lalu beliau berkata : mendekatlah, aku akan mengabarkan kepadamu tentang puasa, sesungguhnya Alloh taala telah menggugurkan puasa dan setengah sholat bagi musafir, dan juga puasa bagi wanita hamil atau menyusui. (Anas berkata) Demi Alloh! beliau telah mengucapkan keduanya atau salah satunya, aduhai sesalnya diriku tidak makan makanannya Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam. [HR. at-Tirmidzi no. 715, Abu Dawud no. 2408, an-Nasai no. 2276, dll. Dishohihkan al-Albani dalam Shohih Abi Dawud no. 2107]

BANK ASI
Anak yang lahir prematur harus memerlukan perawatan tersendiri dalam suatu jangka waktu yang kadang-kadang lama, sehingga air susu ibunya melimpah-limpah. Kemudian si anak mengalami kemajuan sedikit demi sedikit meski masih disebut rawan, tetapi ia sudah dibolehkan untuk minum air susu. Sudah dimaklumi bahwa air susu yang dapat menjalin hubungan nasab dan paling dapat menjadikan jalinan kasih sayang (kekeluargaan) adalah air susu manusia (ibu).

Beberapa yayasan berusaha menghimpun susu ibu-ibu yang sedang menyusui agar bermurah hati memberikan sebagian air susunya. Kemudian susu itu dikumpulkan dan disterilkan untuk diberikan kepada bayi-bayi prematur pada tahap kehidupan yang rawan ini,

Sudah barang tentu yayasan tersebut menghimpun air susu dari puluhan bahkan ratusan kaum ibu, kemudian diberikan kepada berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus bayi prematur, laki-laki dan perempuan tanpa saling mengetahui dengan jelas susu siapa dan dikonsumsi siapa, baik pada masa sekarang maupun masa mendatang. Hanya saja, penyusuan ini tidak terjadi secara langsung, yakni tidak langsung menghisap dari tetek.

Tidak diragukan lagi bahwa tujuan diadakannya bank air susu ibu adalah tujuan yang baik dan mulia, yang didukung oleh Islam, untuk memberikan pertolongan kepada semua yang lemah, apa pun sebab kelemahannya. Lebih-lebih bila yang bersangkutan adalah bayi yang lahir prematur yang tidak mempunyai daya dan kekuatan. Tidak disangsikan lagi bahwa perempuan yang menyumbangkan sebagian air susunya untuk makanan golongan anak-anak lemah ini akan mendapatkan pahala dari Allah, dan terpuji di sisi manusia. Bahkan air susunya itu boleh dibeli darinya, jika ia tak berkenan menyumbangkannya, sebagaimana ia diperbolehkan mencari upah dengan menyusui anak orang lain, sebagaimana nash Al-Quran serta contoh riil kaum muslim.

Juga tidak diragukan bahwa yayasan yang bergerak dalam bidang pengumpulan air susu itu yang mensterilkan serta memeliharanya agar dapat dikonsumsi oleh bayi-bayi atau anak-anak sebagaimana yang digambarkan penanya patut mendapatkan ucapan terima kasih dan mudah-mudahan memperoleh pahala

Lalu, apa gerangan yang dikhawatirkan dibalik kegiatan yang mulia ini?

Dr. Yusuf Qardhawi membagi masalah ini menjadi beberapa poin, sehingga hukumnya menjadi jelas.
Pertama, menjelaskan pengertian radha (penyusuan) yang menjadi acuan syara untuk menetapkan pengharaman.
Kedua, menjelaskan kadar haramnya perkawinan. susuan yang menjadikan

Ketiga, menjelaskan hukum meragukan susuan.

Pengertian Radhn (Penyusuan) Makna radha (penyusuan) yang menjadi acuan syara dalam menetapkan pengharaman (perkawinan), menurut jumhur fuqaha termasuk tiga orang imam mazhab, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, dan Imam Syafii ialah segala sesuatu yang sampai ke perut bayi melalui kerongkongan atau lainnya, dengan cara menghisap atau lainnya

Menurut Yusuf Qardhawi, asy-Syari (Pembuat syariat) menjadikan asas pengharamnya itu pada keibuan yang menyusukan sebagaimana firman Allah ketika menerangkan wanita-wanita yang diharamkan mengawininya: dan ibu-ibumu yang menyusui kamu dan saudara perempuanmu sepersusuan (an-Nisa: 23)

1. Pendapat Yang Membolehkan Bank ASI


Yusuf Qardhawi mengatakan bahwa bank air susu ibu bertujuan baik dan mulia, didukung oleh Islam untuk memberikan pertolongan kepada semua yang lemah, apa pun sebab kelemahannya. Lebih-lebih bila yang bersangkutan adalah bayi yang baru dilahirkan yang tidak mempunyai daya dan kekuatan dan para wanita yang menyumbangkan sebagian air susunya akan mendapatkan pahala dari Allah, dan terpuji di sisi manusia Bahkan Al-Qaradawi memandang bahwa institusiyang bergerak dalam bidang pengumpulan air susu itu yang mensterilkan serta memeliharanya agar dapat dinikmati oleh bayi-bayi atau anak-anak patut mendapatkan ucapan terima kasih dan mudah-mudahan memperoleh pahala Al-Ustadz Asy-Syeikh Ahmad Ash-Shirbasi, ulama besar AlAzhar Mesir. Beliau menyatakan bahwa hubungan mahram yang diakibatkan karena penyusuan itu harus melibatkan saksi dua orang laki-laki. Atau satu orang laki-laki dan dua orang saksi wanita sebagai ganti dari satu saksi laki-laki. Bila tidak ada saksi atas penyusuan tersebut, maka penyusuan itu tidak mengakibatkan hubungan kemahraman

2. Yang Tidak Membenarkan Bank ASI

Dr. Wahbah Az-Zuhayli dan juga Majma' Fiqih Islami. Dalam kitab Fatawa Mua`sirah, beliau menyebutkan bahwa mewujudkan institusi bank ASI tidak dibolehkan dari segi syariah. Majma' Fiqih Al-Islami melalui Badan Muktamar Islam yang diadakan di Jeddah pada tanggal 22 28 Disember 1985/ 10 16 Rabiul Akhir 1406. Lembaga inidalam keputusannya (qarar) menentang keberadaan bank air susu ibu di seluruh negara Islam serta mengharamkan pengambilan susu dari bank tersebut.

Perdebatan Dari Segi Dalil

Ternyata perbedaan pendapat dari dua kelompok ulama ini terjadi di seputar syarat dari penyusuan yang mengakibatkan kemahraman. Setidaknya ada dua syarat penyusuan yang diperdebatkan. Pertama, apakah disyaratkan terjadinya penghisapan atas puting susu ibu? Kedua, apakah harus ada saksi penyusuan?

Haruskah Lewat Menghisap Puting Susu?


Kalangan yang membolehkan bank susu mengatakan bahwa bayi yang diberi minum air susu dari bank susu, tidak akan menjadi mahram bagi para wanita yang air susunya ada di bank itu. Sebab kalau sekedar hanya minum air susu, tidak terjadi penyusuan. Sebab yang namanya penyusuan harus lewat penghisapan puting susu ibu.

Dalilnya adalah firman Allah SWT: 'Dan ibu-ibumu yang menyusui kamu dan saudara perempuanmu sepersusuan...' (QS An-Nisa':23)

Hadits Nabi Saw: Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Perhatikan saudara laki-laki kalian, karena saudara persusuan itu akibat kenyangnya menyusu. (HR Bukhari dan Muslim)

2. Haruskah Ada Saksi?


Sebagian ulama mengatakan bahwa untuk terjadinya persusuan yang mengakibatkan kemahraman maka harus ada saksi. yaitu harus melibatkan saksi dua orang laki-laki. Atau satu orang laki-laki dan dua orang saksi wanita sebagai ganti dari satu saksi laki-laki.

Sedangkan menurut ulama lainnnya, tidak perlu ada saksi dalam masalah penyusuan. Yang penting cukuplah wanita yang menyusui bayi mengatakannya

Maka menurut pendapat yang tidak membenarkan bank Asi adalah siapa pun bayi yang minum susu dari bank susu, maka bayi itu menjadi mahram buat semua wanita yang menyumbangkan air susunya. Dan ini akan mengacaukan hubungan kemahraman dalam tingkat yang sangat luas. Dari pada kacau balau, maka mereka memfatwakan bahwa bank air susu menjadi haram.

Kenapa demikian?

Pada saat seorang anak disusukan kepada seorang ibu, maka akan timbul dan terjadi PERTALIAN DARAH, yg secara otomatis akan membuat anak tersebut HARAM/DILARANG MENIKAH dengan anak yang menyusu si ibu, baik anak kandung ibu itu ataupun anak lain yg sempat menyusui.

Al Quran sendiri sudah menyatakan larangan pernikahan antara saudara yg sepersusuan, Dan (diharamkan atas kalian) ibu-ibu kalian yang telah menyusukan kalian dan saudara-saudara perempuan kalian dari penyusuan. AnNisa(4):23.