Anda di halaman 1dari 8

Friday, July 20, 2012

Browse Home Info 10 Hadits Pal su Seputar Bul an Ramadhan


10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan
Posted by Arham Vhy at 6:39 AM Category: Info
Arham Vhy - Ramadan adalah bulan Allah yang begitu mulia. Betapa banyak hadis-hadis
yang menerangkan tentang keutamaan bulan ini. Diantaranya disebutkan bahwa
Ramadan menghapus dosa-dosa yang dilakukan sebelumnya dan menyediakan
kesempatan yang lebih banyak untuk menambah pahala dengan memperbanyak ibadah.
Berangkat dari semangat ibadah i tul ah kemudian banyak orang yang terpeleset ke dalam
i badah-ibadah yang tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah di bulan ini.
Ada banyak hadis-hadis dhaif, bahkan palsu (maudhu) yang berserakan seputar bulan
Ramadhan. Abdullah al-Himadi, seorang sarjana hadis dari Emi rat Arab, menghimpun
ratusan hadis dhaif dal am ki tabnya Tahdziru al-Khi llan mi n Riwayati al-Ahadits
al-Dhai fah haula Ramadhan. Menurut penelitian i ni, terdapat lebih dari seratus hadis
dhaif dan maudhu (palsu) seputar bulan Ramadan. Ini menunj ukkan bahwa Ramadhan
merupakan surga empuk bagi beredarnya hadis-hadis palsu.
Dalam ilmu Mustalahul Hadi s disebutkan bahwa di antara sebab munculnya hadis-hadis
dhaif adalah semangat i badah yang terlalu tinggi, namun tidak diiri ngi oleh sikap ke-hati-
hati -an dalam mel ihat dali l-dalil agama. Subhi Sal ih (Ulumul Hadits wa Mustalahuh, 2009:
249) menyatakan bahwa banyak orang yang zuhud dan sufi di zaman dulu tak dapat
menahan nafsu untuk memalsukan hadis untuk kepentingan mendorong orang berbuat
baik.
Di zaman sekarang kita sering kali pula menyaksikan para dai dan mubaligh, yang karena
keterbatasan pengetahuan tentang kualitas dalil-dal il agama, juga terlibat dal am
mempropagandakan hadis-hadis dhaif dan pal su tersebut. Padahal dalam Islam,
semangat tinggi dan niat baik saja tidak cukup untuk beribadah, namun juga harus sesuai
dengan tuntunan otentik yang dicontohkan Rasulullah Saw. (QS. 3: 31).
Definisi Hadis Sahih
Ibnu Sal ah (w. 643 H/1245), salah seorang ulama hadis abad pertengahan yang memili ki
banyak pengaruh di kalangan ulama hadis sezaman dan sesudahnya, tel ah memberi kan
defi nisi atau pengertian hadis sahih sebagai berikut:

- , -

'' -- - -

'' -'' . -

-' -- -

! .

- -

- . -

''

- -''

= . -

''

- -'' '

+ -

- - , ` ,

, '

- - ` ,

' -
Hadis yang bersambung sanad-nya (sampai kepada Nabi), diriwayatkan ol eh (periwayat)
HOME ABOUT CONTACT PASANG IKLAN TESTIMONY DISCLAIMER ARCHIVES
TWITTER FACEBOOK GOOGLE+ KASKUS PINTEREST RSS FEED BLACKBERRY ANDROID NOKIA
10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan - Arham Vhy http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-...
1 of 8 14/08/2012 9:06
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
yang adil dan dhabi t sampai akhir sanad, tidak terdapat di dalamnya kejanggalan dan
cacat (Muqaddimah Ibnu Shalah, vol. I, hal. 1).
Terdapat l ima unsur dalam kriteria hadis sahih. Pertama, sanad bersambung. Yang
dimaksud dengan sanad bersambung ial ah tiap-tiap periwayat dalam sanad hadi s
menerima riwayat hadis dari peri wayat terdekat sebelumnya, sampai akhir sanad dari
hadis itu. Kedua, periwayat bersi fat adil. Diantara unsur adil di sini adal ah dapat
dipercaya, tidak berbuat fasik, memelihara kehormatan dan tidak berbuar dosa besar.
Ketiga, periwayat bersifat dhabit, yaitu orang yang kuat hafalannya tentang apa yang
didengarnya dan mampu menyampaikan hafalannya i tu kapan saja ia menghendakinya.
Keempat, terhi ndar dari syaz, yaitu periwayatnya tidak terpecaya (tsi qat) atau matan dan
sanad-nya bertentangan dengan hadis yang diriwayatkan ol eh orang yang sama-sama
terpercaya. Terhindar dari illat, yai tu sebab yang tersembunyi yang merusakkan kualitas
hadis.
Pengertian hadis sahih yang telah disepakati ol eh mayoritas ulama hadis di atas telah
mencakup sanad dan matan hadis. Kriteri a yang menyatakan bahwa rangkaian periwayat
dalam sanad harus bersambung dan seluruh periwayatnya harus adil dan dhabit adal ah
kriteria untuk kesahihan sanad, sedang keterhindaran dari jangggal dan cacat, selain
merupakan kriteria untuk sanad, juga berlaku untuk matan hadis (Nuruddin Itr, Manhaju
al-Naqdi fi Ulumil Hadis, 242-3). Karenanya, ulama hadis pada umumnya menyatakan
bahwa hadis yang sanad-nya sahih belum tentu matan-nya juga sahih.
Dengan mengacu pada unsur-unsur kaidah kesahihan hadis tersebut, maka ulama meni lai
bahwa hadis yang memenuhi semua unsur itu dinyatakan sebagai hadis sahi h, yakni
sahih sanad dan sahih matan-nya. Apabila sebagian unsur tidak terpenuhi, maka hadis
yang bersangkutan bukanl ah hadis sahih, ali as hadis dhaif.
Hukum Mengamalkan Hadis Dhai f
Para ulama sepakat untuk menol ak pengamal an hadis dhaif, terutama yang berkaitan
dengan informasi tentang halal dan haram. Para ahli hadis bersikap tasyaddud (ketat dan
keras) dalam hal tersebut, sehingga mereka hanya menerima hadis yang paling tinggi
deraj atnya, atau yang disebut sahi h . Ibnu Taimi yyah menyatakan bahwa bahkan dalam
masalah isti hbab (perbuatan yang dianggap sunnah) pun hadis dhaif tertol ak. Dalam
Majmu atul Fatawa (vol. I, hal. 251), ia menyatakan:
' , .-, -

' - --
`' -

! , , ,

' . , - -'' - ' , ,

' - - - - , - , -

- , -, -

- , . '-- -- -' _

'
Tidak seorang imampun yang membolehkan menjadikan suatu perbuatan wajib ataupun
sunnah dengan semata-mata hadis dhaif. Barang siapa yang mengatakan hal itu, maka
sungguh ia telah menyalahi ijmak ulama.
Hal itu ditambah lagi bahwa dalam agama Islam terdapat sebuah kaedah mengenai
pelaksanaan ibadah, yakni ia harus berdasarkan nash yang otentik, baik dari al-Quran
maupun al-Sunnah. Rumusan kaedah tersebut berbunyi:
. -
`' --

'' ,

, -'' , -,, -''


Pada dasarnya hukum ibadah adalah haram dan menunggu perintah
Namun dal am masal ah keutamaan-keutamaan (fadhailu al-amal), terjadi perdebatan di
kalangan para ulama. Sebagian ulama menolak secara mutlak hadis-hadi s dhaif yang
terkait dengan keutamaan-keutamaan satu perbuatan. Pendapat ini dipegang oleh
Bukhari, Muslim, Ibnu Hazm, Ibnul Arabi dan Ibnu Hibban (al -Hamadi , 2002: 37).
Sebagian meneri manya tanpa syarat apapun. Sebagian lagi menerima hadis dhaif dengan
tiga syarat, yai tu: pertama, hadis yang di riwayatkan itu ti dak terlal u daif, kedua, i sinya
termasuk ke dalam prinsip umum yang tel ah ditetapkan oleh al-Quran dan Hadi s sahih
l ain, dan ketiga, tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat (Subhi Salih, 2009: 197).
Ada pula yang menambahkan syarat keempat dan kel ima, yaitu tidak meni sbahkan hadis
tersebut kepada Rasulullah saat mengamalkannya dan ti dak mengandung informasi yang
bertentangan dengan real itas empiri k (Yusuf Qardlawi, Fatawa Mu'ashirah).
1. Doa Memasuki Bulan Ramadan
=

'

- , ='

- . :

-''

' - ~ ,' =

' - , ' -

! . - - , . : +

''' =

,- -' - , - - , =

,- , -' -

- ,
10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan - Arham Vhy http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-...
2 of 8 14/08/2012 9:06
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
Artinya; Dari Anas bin Malik, ia berkata, adalah Nabi Saw. apabila memasuki bulan Rajab,
beliau berdoa, Ya Allah, karunialah kami keberkahan di bulan Rajab dan Syaban, dan
karunialah kami keberkahan di bulan Ramadan.
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad (vol. V, no. 2387), Ibnu Abi Dunya
dalam Fadhlu Ramadhan, Imam Baihaqi dalam kitab Syabu al-Iman (vol. VIII, no. 3654),
Abu Nuai m dalam al-Hull iyah (vol. VI, no. 269), al-Bazzar dalam kitab Musnad (no 402)
dan al-Tabrani dal am al-Mujam al-Awsath (vol . IX, no. 4086). Dalam hadis ini terdapat dua
tokoh yang lemah, yaitu Zai dah bin Abi Raqqad dan Ziyad bin Abdil lah al -Numairi
al-Bashri.
Menurut Bukhari dan Nasai (al-Dhuafa wa al-Matrukin, vol. I, hal. 180) mereka adalah
orang yang munkar al-hadist. Selain itu, hadi s ini telah di-dhaif-kan oleh kritikus hadis
terkemuka, di antaranya adalah al-Nawawi dalam kitab al -Adzkar (vol. I, no. 541),
al-Dzahabi dalam Mizanu al-Itidal (vol . II, hal. 65), Ibnu Hajar dalam Tahdzibu al-Tahdzib
(vol . III, hal. 263), Ahmad Syakir dan Syuai b Arnauth ketika men-tahqiq kitab Musnad
i mam Ahmad serta Nashiruddin Albani dalam Misykatul Mashabi h (vol. I, hal. 306).
Doa di atas sesungguhnya merupakan sesuatu yang sangat baik dan positif, karena
seperti dinyatakan Ibnu Rajab al-Hanbali (al-Manawi , Faidhul Qadir, vol. V, hal. 167) ia
melambangkan harapan seorang mukmin agar bisa mendapatkan kesempatan menambah
amal salihnya. Di luar ibadah mahdlah, seorang muslim memang diperkenankan untuk
mengucapkan doa-doa yang baik, bahkan dengan selain bahasa arab sekalipun. Inil ah
alasan mengapa para ahli hadi s masih bersedi a meloloskannya dalam kitab hadis
masing-masng.
Imam Ahmad pernah mengatakan: idza jaa al-halal wa al-haram syaddadna fi al-asanid,
wa idza jaa al-targhib wa al-tarhib tasahhal na fi al -asani d (ji ka terdapat satu hadis
mengenai halal dan haram, kami perketat penyeleksi an sanad, dan jika terdapat satu
hadis tentang tentang dorongan berbuat baik dan ancaman berbuat maksiat, kami
mudahkan penyel eksian sanad) (dikutip dari Majmuatu al-Fatawa Ibnu Taimiyyah, vol.
XIIX, hal . 65). Sehingga doa di atas pada dasarnya ti dak masalah ji ka i ngi n diucapkan,
dengan syarat tidak meyakininya sebagai sebuah hadis yang diajarkan oleh Rasulullah
Saw.
2. Keutamaan Bulan Ramadan
. ,

'

, + - -

- ,

- ,

- ,

' , ,-

- , ' , - = -

,-''
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam kitab Sahi h-nya (vol. III, no. 1887) dan
al-Baihaqi dalam Syabul Iman (vol . III, no. 3068). Hadis i ni tercantum pula dalam kitab
Fadlailu Ramadan karya Ibnu Abi Dunya, al-Dluafa karya al -Uqaili dan al-Kamil karya
Ibnu Adi. Mengenai statusnya, di dalam rantaian periwayatnya terdapat Sallam bin Sawar
yang dinilai oleh para kritikus hadis sebagai orang yang dhaif (Ibnu Hajar, Lisanul Mi zan,
hal. 441)) dan Masl amah bi n al-Shalt, seorang perawi yang tidak dikenal (l aysa bil maruf)
dan hadisnya tidak dipakai (matrukul hadis).
Menurut ahli hadis kontemporer, Nashiruddin Albani, hadis ini adalah hadis munkar
(al-Silsilah al-Dlai fah, vol. IV, no. 1569). Hadis munkar adalah hadis di mana sanad-nya
terdapat rawi yang pernah melakukan kesalahan yang parah, pelupa, atau ia seorang
yang jelas melakukan maksiat (fasi q).
Ke-dhaif-an hadi s ini bi sa pula ditinjau dari segi matan, karena tel ah membagi dan
membatasi rahmat, maghfirah dan pembebasan neraka dari Allah pada waktu-waktu
tertentu. Padahal tiga hal tersebut ada sel ama berlangsungnya Ramadhan. Konsekwensi
dari ke-dhaif-annya, hadis ini tidak bisa dipakai, karena telah menyempi tkan apa yang
dibuat luas oleh Allah. Para dai dan mubal igh sebaiknya tidak menyampaikannya, bahkan
sebisa mungkin memperingatkan jamaah akan status dhaif dari hadis i ni , baik secara
matan ataupun sanad.
Sebagai alternati fnya, bisa disampaikan hadis-hadis lain yang menerangkan keutamaan
bulan Ramadan. Misalnya hadis:
=

' , , ,- . -' , - -

- , . ., - ,

' - ~ ,' =

' -

, -

- -

- , , + - = ,- - ,-

'

~ ,' =

-, -
_-

-- , -'

,-

' -

'' ' -

, , -'

,-

'

'' . -

, , , , -'' , ','

, --

'' ,, - -

'

'
,
, + -

, - , , --

, ) ',,
--' , -+,-'' )
10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan - Arham Vhy http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-...
3 of 8 14/08/2012 9:06
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
Dari Abu Hurairah ia berkata, tatkala Ramadan tiba, Rasulul lah Saw. bersabda: telah
datang kepadamu bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah mewaji bkan atas
kamu sekalian berpuasa di dalamnya. Selama bulan ini, pintu surga di buka, pintu neraka
ditutup dan syai tan-syaitan dibelenggu. Di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadr yang
l ebih baik dari pada seribu bulan. Barang si apa yang tidak mendapatkan kebai kan pada
malam ini,maka i a tidak mendapatkan kebaikan Lai latul Qadr.
3. Doa Berbuka Puasa
= - -

- ,- , -

' '-

'

--''

' - ~ ,' = ,

' - ' -

! ,

' . +

''' =' - - - , ' = = ,

, - ,

'
Dari Muadz bin Zahrah, bahwasanya telah sampai kepadanya bahwa nabi Muhammad Saw.
apabila berbuka, beliau berdoa: Allahumma laka shumtu wa ala rizqika afthartu.
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam Sunan-nya (vol. VII/no. 2360), al -Baihaqi
dalam al-Sunan (vol. II, no. 8392) dan Ibnu Abi Syaibah dal am Mushannaf (vol. II, no.
9744). Di dalam hadis ini terdapat sosok Muadz bin Zahrah yang dipermasalahkan para
kritikus hadis. Menurut Ibnu Hajar al-Asqalani (Tahdzi bul Kamal, vol. XXIIX, hal. 122,
Tahdzibut Tahdzib, vol. X, hal. 172) tabiin satu ini sering meriwayatkan hadis secara
mursal (ti dak menyebutkan perawi dari tingkatan sahabat).
Al-Nawawi dalam al-Adzkar (hal. 190), kitab yang menghi mpun doa-doa, juga mengakui
hadis ini memil iki status mursal. Selain i tu, Ibnu Qayyim dal am Zadul Ma ad (vol. II, hal .
48) meni lai hadis ini la yutsbat (tidak pasti berasal dari nabi), al-Syaukani dalam Naylul
Authar menilainya matruk (tidak digunakan). Menurut Albani dalam Irwaul Ghalil (vol. IV,
hal. 38), hadis ini berstatus dhaif.
Sekalipun jalurnya banyak, hadis ini tidak bisa terangkat menj adi hasan seperti yang
dinyatakan dalam adagium yadhadhu badhahu badhan (menguatkan satu sama lain),
karena status dhaif-nya yang ti ngkat tinggi. Maka, dalam hal ini berlaku kaedah, katsaratu
al-turuq la tadullu al a si hhati al-hadi st tamaman (banyaknya jal ur periwayatan ti dak
menunjukkan kesahihan hadis secara otomatis). Sebagai alternati f do a yang bisa
dipanjatkan saat berbuka adalah doa berikut:

-' ,

- = . . , - , ~

' - ~ ,' = ,

' - ' -

! ,

' . : -- -

'' -

'- -', , , '' --`, ,`'

! -- ~
Dari Abdullah bi n Umar bin Khattab Ra. ia berkata, adalah Rasulul lah Saw. apabila
berbuka, beliau berdoa: dzahab al-zhamau wa ibtalati al-uruqu wa tsabata al-ajru insya
Allah (telah hilanglah rasa dahaga, dan telah basahl ah tenggorokan, dan tetaplah pahala,
i nsya Allah). (HR. Abu Dawud, Nasai, Bazar, Dlaruqutni, Hakim dan Baihaqi )
4. Berbuka dengan Kurma
. ., - ,

' - ~ ,' = ,

' - ' -

! ,

'

' ,

-,

' ' =
,
, - -

' - , ' , -

'' ,,+

Jika salah seorang di antara kamu sekalian berbuka, hendaklah ia berbuka dengan kurma, jika
ia tidak menemukannya, maka dengan air, karena sesungguhnya air itu suci.
Hadis tentang berbuka puasa dengan kurma dengan redaksi yang melaporkan sabda nabi
(sunnah qaulii yah) seperti ini menurut ti ga orang kritikus hadis kontemporer, Muqbil bi n
Hadi, al-Hilali dan al-Albani (Shahih wa Dhai f Sunan Tirmidzi , vol. II, 158, Shahi h wa Dhaif
Sunan Ibnu Majah, vol. IV, hal . 199) adal ah hadis dhaif.
Hadis ini diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad (no. 16655), Tirmidzi (no. 660), Ibnu
Majah (no. 1699), al-Darimi (no. 1754) dalam Sunan mereka masi ng-masing, Ibnu Hiban
dalam al-Sahih (no. 3584), Tabrani dalam al-Muj am al -Kabir (no. 6196) dan Baihaqi dalam
Syabul Iman (no. 3742) dan al-Nasai dalam al-Sunan al-Kubra (no. 3326).
Sekalipun hadis ini diriwayatkan oleh banyak penulis hadis (mukharrij), namun hanya
memiliki jalur tunggal, yai tu dari Hafshah bi nti Shirrin dari Rabab dari Sal man bin Amir.
Menurut al-Dzahabi dalam Mizanul Itidal (vol . IV. Hal. 606) wani ta bernama Rabab dalam
hadis ini adalah tokoh yang tidak di ketahui (l a turaf).
Hadis ini tidak memil iki satu pun syahid (penguat dari hadis lain), kecuali satu hadis dari
j alur sahabat Anas bin Malik yang ternyata di dal amnya juga terdapat i llat (kecacatan),
karena terdapat seorang perawi yang bernama Sai d bin Amir yang dinilai sering
melakukan kesalahan (yukhti katsiran) (Albani, Irwaul Ghalil, vol. IV, hal. 50).
10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan - Arham Vhy http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-...
4 of 8 14/08/2012 9:06
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
Sebagai alternati f dari ke-dhaif-an hadis qauli mengenai berbuka dengan kurma di atas,
terdapat satu hadis filiy (sunnah fil iyah), yang diriwayatkan dari sahabat Anas bi n Malik.
Hadis tersebut berbunyi :
=

'

- , ='

- .

--''

' - ~ ,' =

' - ,

-, .-

'

' -, ' = ,-- ,

' - -- , ,-' , ,

--

' -

-' ,,

-- - , -' , - - , -

-
Artinya: Dari Anas bin Malik i a berkata, adalah Rasulullah Sawbiasa berbuka dengan
beberapa biji ruthab (kurma masak yang belum jadi tamr) sebelum shalat Maghrib; jika
tidak ada beberapa biji ruthab, maka cukup beberap bi ji tamr (kurma kering); jika itu tidak
ada juga, maka bel iau minum beberapa teguk air. (HR Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud,
Hakim dan Baihaqi)
Perbedaan redaksi dalam hadis, antara perintah (filul amri) dan laporan sahabat
mengenai perbuatan nabi, membawa implikasi sendiri dal am penetapan hukum. Dalam
usul fikih di terangkan bahwa hadis yang datang dalam bentuk fil u al-amri bisa bermakna
sunnah (yufidu al -sunnah) atau bahkan wajib (yufidu al-wujub). Hal tersebut berbeda
dengan satu perbuatan yang di lakukan nabi lalu di ceritakan oleh sahabatnya (sunnah
fil iyyah).
Bisa saja perbuatan nabi yang di laporkan dal am hadi s tersebut terjadi hanya beberapa
kali, dan selain i tu, bisa pula tidak ada unsur i badah di dalam perbuatan tersebut (laysa
minal qurbah). Namun, apapun, paling tidak yang bisa dipastikan dari sunnah filiyah
yang berdiri sendiri adalah i a bukanlah satu kewajiban agama. Satu kaedah
menerangkan: mujarradu al-fili la yufidu al-wujub (perbuatan nabi saja ti dak
mengindikasikan wajibnya perbuatan tersebut).
5. Ti dur Berpahala di Bulan Ramadan
= -- = ~

' ,

' . . . , - , ~

' - ~ ,' = ,

' - , - - -''

-- = - - - , _ ,

- - -

'

- = , - = - - , = - ,
- - - - -

- - , , ,

-
Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Syabul Iman (vol. III, no. 3937), Abu
Nuaim dalam al-Hilli yah (vol . V, no. 646) dan al-Dai lami dalam Musnad al-Firdaus dari j alur
Sulai man bin Amru dari Abdul Malik dari Abdul lah bin Abi Aufa dari Nabi Saw. Kritikus
hadis seperti al-Iraqi dalam Takhrij Hadis Kitab Ihya karya al-Ghazali menyatakan bahwa
Sulaiman bin Amru adalah pendusta (kadzzab).
Begitu pula dengan peni laian Ibnu Hajar dalam Li sanul Mizan (vol. I, hal. 458)
terhadapnya. Sedangkan Abdul Malik, Imam Ahmad menilainya lemah hafalan sehingga
sering tertukar hafalannya (mudtharibul hadis). Abu Hatim al-Razi dalam al-Jarhu wa
al-Tadilu (vol . 1, hal. 70) menil ai Abdul Mal ik tidak memiliki hafalan (l am yushaf bil hi fzhi).
Nashiruddin Albani dalam al-Silsi lah al-Dhaifah (vol. 10, hal . 198) dan Shahih wa Dhaif
al-Jami al-Shaghir (vol. 26, hal. 384) juga menilai hadis ini dha if.
Beberapa pi hak memegang teguh dan menganggap sahih hadis ini. Sehi ngga pada siang
hari di bulan Ramadhan aktifitas yang mereka pili h hanyalah beristi rahat atau tidur saj a.
Padahal jika ditimbang, hadis ini bertentangan dengan semangat Islam yang mengajarkan
agar puasa ti dak di jadikan penghalang untuk tetap produktif beraktifitas.
Di dalam Sirah Nabawiyah mi salnya kita menemukan sejuml ah kejadian penting yang
berlangsung di bulan Ramadhan, seperti Perang Badar, Fathu Makkah dan Perang Tabuk
(Mubarakfuri, al-Rahi q al-Makhtum). Di sampi ng itu, tentu daripada di gunakan untuk ti dur,
waktu siang di bulan Ramadan akan lebih bermanfaat ji ka digunakan untuk beribadah
l ainnya, seperti ti l awah al -Quran dan membaca buku-buku keagamaan yang bermanfaat.
6. Puasa Menyehatkan
=

' ,, ,- . : . ., - ,

' -

~ ,' =

' - , ', , =' ', -- - ', -, - , ', -- ', , - , ',- - --


Dari Abu Hurairah, ia berkata. Rasulullah Saw. bersabda: berperanglah kamu, niscaya kamu
akan mendapatkan harta rampasan perang. Berpuasalah kamu, niscaya kamu akan sehat. Dan
berpergianlah kamu, niscaya kamu akan menjadi kaya
Hadis ini diriwayatkan oleh al-Tabrani dalam ki tab al-Mujam al-Awsath (no 8312) dan Abu
Nuaim dalam al-Tib al-Nabawi (no. 113). Jalur peri wayatan hadis ini adalah dari
10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan - Arham Vhy http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-...
5 of 8 14/08/2012 9:06
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
Muhammad bin Sulaiman dari Zuhair bin Muhammad dari ayahnya dari Abu Hurairah.
Al-Iraqi dalam Takhrij Hadis Ihya Ul umuddin karya al-Ghazali (vol. IV, hal. 135) , Ibnu Adi
dalam al-Kami l (vol. VII, hal. 57) meni lai hadis ini dhaif karena terdapat sosok Muhammad
bin Sulaiman dan Zuhair bin Muhammad. Begitu pula dengan penilaian Nashiruddin
Albani dalam al-Sil silah al-Dha ifah (vol. I, hal. 330). Hadi s ini memili ki dua syahi d
(koroborator) yang keduanya berstatus dhaif jiddan (l emah sekali) sehingga tidak bisa
menaikkan hadis ini menjadi hasan.
Hadis ini barangkali adalah hadis dhaif yang paling sering muncul di bulan Ramadan.
Bisa jadi, sesungguhnya niat orang yang menyampaikan hadis ini baik, yai tu untuk
mengabarkan hikmah berpuasa yang dapat menyehatkan badan. Namun sayang sekali, di
dalam agama Islam, ki ta diaj arkan untuk tidak boleh menyandarkan sesuatu yang tidak
berasal dari nabi kepada beliau, sekalipun hal itu merupakan perbuatan baik dan terbukti
benar secara empirik.
Tidak tanggung-tanggung, ancaman berbohong atas nama nabi adalah neraka. Man
kadzzaba alayya mutaammidan fal yatabawwa maqadahu minan nar (barangsiapa yang
berdusta atas namaku dengan sengaj a, maka hendakalah ia menyiapkan tempat
duduknya kelak di hari akhir dari neraka) (HR. Bukhari-Muslim). Akan l ebih aman jika
i ngi n berbi cara tentang kesehatan karena puasa, para muballigh menisbahkannnya
l angsung kepada penelitian-penelitian ilmiah di bidang kedokteran.
7. Harapan agar Ramadan Setahun Penuh

' , - , -

- -

' _ - -

--''

' -

~ ,' =

' - , . ,-, - , .-

' -

- , : ,' ' , --

''

- -

- , --

- -' - -

'

' , ,
-

- , - -'' +

'
Dari Ibnu Masud, bahwasanya ia mendengar Nabi Saw. bersabda ketika Ramadan tiba: Jika
saja hamba-hamba (Allah) mengetahui (keutamaan) yang terdapat di bulan Ramadan, maka
niscaya umatku pasti berharap agar Ramadan berlangsung selama setahun
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Yal a dalam Musnad-nya (vol. I, no. 1032), Ibnu
Khuzaimah dalam Sahih-nya (vol. III, no. 1886), Ibnu Hajar al-Haitsami dalam Majmau
al-Zawaid (vol . III, no. 4781), al-Suyuthi dalam Jami ul Hadi ts (vol. XIIX, no. 19146),
al-Baihaqi dalam Syabul Iman (vol . III, no. 3634), Ibnul Jauzi dalam al-Maudhuat (vol. II,
no. 1119).
Status ke-dhaif-an hadi s ini sudah tingkat ti nggi , yaitu maudhu (palsu). Sosok yang
bermasalah dari rantaian sanad-nya adal ah Jarir bin Ayyub yang dinilai munkarul hadis
dan matrukul hadis (Bukhari, al-Dhuafa al-Shaghir, vol. I, hal . 29). Al-Dzahabi dalam
Mizanul I ti dal (vol. I, hal , 391) menil ainya masyuhurun bi al-dhafi (terkenal ke-dhaif
-annya). Begitu pula dengan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Lisanul Mizan (vol. I, hal. 247).
8. Salat Tarawih 20 Rakaat

-'
,
- = . :

--''

' -

~ ,' =

' - ,

' -,

,+ - -

- ,

, , = , =

- ,

, -

- , ,-

'' ,
Dari Ibnu Abbas, ia berkata: adalah Rasulullah Saw. salat (lail) di bulan Ramadan tanpa
berjamaah sebanyak dua puluh rakaat beserta witir
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dal am Mushannaf, al-Thabrani dalam
al-Mujam al -Kabir dan al-Awsath, Ibnu Adi dal am al-Kamil , al-Baihaqi dalam al-Sunan
al-Kubra. Semua riwayat dalam kitab-kitab tersebut melalui j alur Ibrahi m bin Utsman dari
Hikam dari Muqassam dari Ibnu Abbas. Menurut kritikus Ibnu Hajar al-Asqalani (Lisanul
Mizan, vol. 3, hal. 164), Ibrahi m bin Utsman adalah orang yang dhaif.
Abu Hatim menilainya dalam al-Jarhu wa al-Tadilu (vol. I, hal. 132) sebagai tokoh yang
hadisnya ti dak perl u dicatat (l a taktubanna anhu syaian). Al-Haitsami dalam Majmaud
Zawaid (vol. II, hal. 120), al -Suyuthi dalam al-Laali al-Mashnuah (vol. II, hal 170)
menilai nya matruk (tidak terpakai). Hadi s ini ol eh Nashiruddin Albani dalam Irwaul Ghalil
(vol . II, hal. 191) dan Shalatu al-Tarawih (hal. 22) tel ah divoni s sebagai hadis palsu
(maudhu ) dan lemas sekali (dhai f jiddan).
Selain itu, secara matan, hadis ini bertentang dengan informasi yang di bawah oleh hadis
sahih lain yang menerangkan bahwa Rasul ul lah melakukan salat l ail (tarawih) ti dak lebih
dari sebel as rakaat di bulan Ramadan. Hadis ini diriwayatkan oleh Ummul Mukmi ni n
Aisyah Ra. Ibnu Hajar juga menyatakan (Fathul Bari, vol. 6, hal . 295) bahwa Aisyi ah Ra.
10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan - Arham Vhy http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-...
6 of 8 14/08/2012 9:06
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
Tweet 3 Fol low @arhamvhy
l ebih kredibel untuk melaporkan aktifitas Rasulull ah Saw. di malam hari dibandingkan
Ibnu Abbas.
Ini ti dak berarti bahwa Ibnu Abbas ti dak tahu sama sekal i tentang kondisi salat lail
Rasulullah, namun ini justru menunjukkan bahwa sesungguhnya nama Ibnu Abbas telah
di bajak oleh seorang pendusta untuk mengesahkan hadis palsunya. Hadis sahi h tentang
salat lail Rasulul lah di bulan Ramadan adalah:

- ., - ,

' -

~ ,' =

' - , -,

,, -

- , ` ,

, , = ' = , -

! ,

- =

,
Tidaklah Rasulullah Saw. menambahkan (salat l ailnya) di bulan Ramadan dan di bul an
selain Ramadan lebih dari 11 rakaat . (HR Bukhari dan Muslim).
9. Bulan Ramadan adalah Pemimpin Bulan-bulan Lainnya
-, -

, ,+ -'' ,+ - -

- , , -, - ,
`' ,, -

''
Pemimpin para bulan adalah bulan Ramadan, dan pemimpin para hari adalah hari Jumat
Hadis ini adalah hadi ts mauquf (yaitu riwayatnya ti dak sampai ke Rasulullah, melai nkan
hanya sampai kepada sahabat saja). Hadis ini diriwayatkan ol eh Ibnu Abi Dunya dalam
kitab Fadhailu Ramadhan (keutamaan-keutamaan Ramadan), no. 33, dari jalur Ayyub bin
Jabir dari Abu Ishaq dari Hubai rah dari Ibnu Masud. Sosok yang dinilai lemah dari sanad
hadis ini adalah Ayyub bin Jarir sendi ri. Komentar Yahya bin Main, al-Nasai dan Abu
Hatim (Mi zanul Itidal , vol. I, hal . 285), ia adalah orang yang lemah. Ibnu Hibban dalam
al-Majruhin (vol. II, hal. 5) menilai Ayyub lasya bi syai (tidak dihitung sama sekal i).
10. Pahala I tikaf seperti Pahala Umrah dan Haji

, , = ' =

-
,
, - = ,

'

- , ~ +- = . . . , - , ~

' - ~ ,' =

' -

- - - =' ' , - = -

- ,

,-

,- , - =

,
Diriwayatkan dari Ali bin Husain dari ayahnya Radhiyallahu anhum, ia berkata. Rasulullah Saw.
bersabda: barang siapa yang beritikaf pada sepuluh hari di bulan Ramadan, maka (pahalanya)
seperti haji dua kali dan umrah dua kali
Hadis ini diriwayatkan oleh Tabrani dalam al-Mujam al-Kabir (vol. III, no. 2888) dan
al-Baihaqi dalam Syabul Iman (vol . III, no. 3966, 3967). Salah seorang perawi dal am sanad
hadis ini yai tu Muhammad bin Zadzan adalah orang yang hadisnya ti dak dipakai (matruk)
(Ibnu Hajar al-Asqalani, Lisanul Mizan, vol. II, hal 397). Al-Bukhari dalam al-Dhuafa
al-Shaghi r (hal. 104) menilainya munkarul hadits.
Ibnu Hibban bahkan dalam al-Maj ruhin (vol. II, hal. 178) meni lainya sebagai sosok yang
rajin membuat hadis-hadis palsu (shahibu asya maudhua) yang tidak bisa dijadikan
pegangan (la yahi llu al-ihtijaj bihi). Oleh Nashiruddin al-Albani dalam al-Silsilah al-Dl aifah
(vol . 2, hal. 95) hadis ini tel ah dinyatakan sebagai hadis yang maudhu (palsu).
Iti kaf sendiri sesungguhnya adalah sunnah Rasulullah yang selalu beliau lakukan di
setiap sepuluh hari terakhi r bulan Ramadan. Bahkan di tahun wafatnya, beliau melakukan
i ti kaf lebih panjang, yaitu selama 20 hari. Hadis-hadi s sahih tentang pelaksanaan itikaf
nabi, beserta itikaf sahabat dan istri-istri beli au sangat banyak.
Namun, seperti dikatakan ol eh Imam Ahmad, tidak ada satu pun hadis sahi h yang
menerangkan keutamaan iti kaf (Sayyid Sabiq, Fiqhus Sunnah, vol. I, hal. 475). Sehingga
j elas keterangan yang di bawa hadi s di atas adalah sesuatu yang mengada-ada, sangat
berlebih-l ebihan dan merupakan kebohongan yang dinisbahkan kepada Rasulull ah Saw.
Wal lahu Alam bi al-Shawab.(Fortune's)
Follow twitter @arhamvhy dan gabung komunitas Arham Vhy di facebook.
Related Posts
10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan - Arham Vhy http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-...
7 of 8 14/08/2012 9:06
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
10 Keutamaan dan
Keistimewaan
Bulan Ramadhan
10 Hal yang
Diremehkan
Dalam Bulan
Ramadhan
10 Kekeliruan
Dalam Menyambut
Bulan Ramadhan
10 Kata Mutiara
Menyambut Bulan
Ramadhan
10 Hikmah Dibalik
Puasa Ramadhan
Newer Post Ol der Post
10 Makanan Agar Jantung Tetap Sehat
10 Salah Kaprah Pengemudi di Indonesia
10 Hal Terbaik yang Kita Dapatkan Dari Web
10 Penyebab Orang Melakukan Bunuh Diri
10 Hal yang Diinginkan Pengguna Teknologi
10 Tanda Seseorang Menyukai Anda
10 Hal yang Dapat Menurunkan SEO Blog
You might also li ke:
Review: 10 Hadits Pal su Seputar Bul an Ramadhan by Arham Sukardi - Rating: 5
0 COMME NT S :
P OST A COMME NT
Comment as:

Home
Blog Author
Arham Vhy
Arham Sukardi Apakah kal i an
percaya pada kebetul an?
Kebetulan saya ti dak percaya.
VI EW MY COMPLETE PROFI LE
Recent Articles
10 Hal Terbai k yang Kit a Dapatkan Dari
Web
10 Cara Mudah Meraih Lai latul Qadar
10 Penyebab Orang Mel akukan Bunuh Di ri
10 Cara Untuk Menjadi Bl ogger
Profesi onal
10 Kot a Besar yang Lenyap Dari
Peradaban
United Corner
10 Fakta Tragedi Muni ch 1958 Manchester
United
10 Momen Terbaik Park Ji -Sung Bersama
MU
10 Legenda Dal am 100 Tahun Ol d Trafford
10 Fakta Menarik Class Of '92 Manchester
United
10 Fakta Menarik Tentang Red Army

Copyright 2011 - 2012 Arham Vhy. All Right Reserved. Desi gn by Arham Sukardi. Powered by Bl ogger.
10 Hadits Palsu Seputar Bulan Ramadhan - Arham Vhy http://arhamvhy.blogspot.com/2012/07/10-hadits-palsu-seputar-bulan-...
8 of 8 14/08/2012 9:06
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m
C
lic
k
t
o
b
u
y
N
O
W
!
P
D
F
-XChan
g
e
w
w
w
.
t
r
a
c
k
er -s of t w
a
r
e
.
c
o
m