Anda di halaman 1dari 2

1. Apa bunyi hukum Lambert-Beer dan pembatasannya? 2.

Apa itu gugus auksokrom dan gugus kromofor, serta berikan masing-masing 5 contohnya? 3. Mengapa pengukuran absorbansi harus menggunakan maks? 4. Sebutkan 4 tahapan kalibrasi instrument spektrofotometer dan bagaimana caranya? 5. Sebutkan 2 perbedaan antara transisi n * dan *? 6. Bagaimana efek pelarut pada transisi n * dan *, dan gambarkan grafiknya? 7. Jelaskan bagaimana penyerapan energy dari molekul yang terpajang radiasi elektromagnetik? 8. Apa itu operating time dan gambarkan grafiknya? 9. Jelaskan aspek kualitatif dan kuantitatif dari spektrofotometer? 10. Jelaskan perbedaan spektrofotometri single beam, double beam dan dual wavelength? 11. Amin-amin membentuk garam dengan asam pikrat (2,4,6-trinitrofenol). maks amin-amin pikrat adalah 359 nm,A1% 545,589, 1,25 X 104 liter.mol-1.cm-1. Sebanyak 0,200 g amin murni diubah secara kuantitatif menjadi amin pikratnya, dilarutkan dalam air untuk membuat 50,0 mL. Sebanyak 1,0 mL larutan diencerkan sampai 100,0 mL. Absorbansi larutan akhir diukur pada 359 nm diperoleh 0,875 pada kuvet setebal 1 cm. Hitung BM molekul amin tsb! 12. Diketahui bobot rata-rata tablet vitamin C 50 mg adalah 125 mg. Dianalisis dengan metode spektrofotometri Vis dengan menggunakan penyari asam metafosfat dan 2,6 dikrorofenol indofenol. Dari baku 40,30,20 dan 10 ppm diperoleh absorbansi 0,1055; 0,1500;0,2025 dan 0,2500. Serapan blanko adalah 0,5500. Jika 250 mg contoh serbuk dipreparasi hingga diperoleh larutan 10 mL. Diambil 5 mL diadd hingga 10 mL. Lalu diambil 2 mL + 2 mL 2,6 diklorofenol indofenol dan dicukupkan volumenya hingga 10 mL. Hitunglah absorbansi sampel jika diperoleh kadar vitamin C dalam tablet adalah 98,5%? Buat gambar kurva bakunya! DASAR KIMIA ANALITIK ISTRUMEN 1. Tuliskan pengertian dari : a. Kalibrasi Kalibrasi yaitu memeriksa instrument terhadap standar yang diketahui, untuk selanjutnya mengurangi kesalahan dalam ketelitiannya. Contohnya, termometer dapat dikalibrasi sehingga kesalahan indikasi atau koreksi dapat ditentukan dan disesuaikan (melalui konstanta kalibrasi), sehingga termometer tersebut menunjukan temperatur yang sebenarnya dalam celcius pada titik-titik tertentu di skala. b. Sensitivitas Sensitivitas adalah perbandingan antara gerakan linear jarum penunjuk pada instrument itu dengan perubahan variable yang diukur yang menyebabkan gerakan itu. Misalnya: Suatu rekorder 1 mv mempunyai skala yang panjangnya 25 cm, maka kepekaannya adalah 25 cm/mv. c. Selektivitas Selektivitas atau spesifisitas suatu metode adalah kemampuannya yang hanya mengukur zat tertentu saja secara cermat dan seksama dengan adanya komponen lain yang mungkin ada dalam matriks sampel. Selektivitas seringkali dapat dinyatakan sebagai derajat penyimpangan (degree of bias) metode yang dilakukan terhadap sampel yang mengandung bahan yang ditambahkan berupa cemaran, hasil urai, senyawa sejenis, senyawa asing lainnya, dan dibandingkan terhadap hasil analisis sampel yang tidak mengandung bahan lain yang ditambahkan.Selektivitas metode ditentukan dengan membandingkan hasil analisis sampel yang mengandung cemaran, hasil urai, senyawa sejenis, senyawa asing lainnya atau pembawa plasebo dengan hasil analisis sampel tanpa penambahan bahan-bahan tadi. Penyimpangan hasil jika ada merupakan selisih dari hasil uji keduanya. Jika cemaran dan hasil urai tidak dapat diidentifikasi atau tidak dapat diperoleh, maka selektivitas dapat ditunjukkan dengan cara menganalisis sampel yang mengandung cemaran atau hasil uji urai dengan metode yang hendak diuji lalu dibandingkan dengan metode lain untuk pengujian kemurnian seperti kromatografi, analisis kelarutan fase, dan Differential Scanning Calorimetry. Derajat kesesuaian kedua hasil analisis tersebut merupakan ukuran selektivitas. Pada metode analisis yang melibatkan kromatografi, selektivitas ditentukan melalui perhitungan daya resolusinya (Rs). d. Batas deteksi Batas deteksi adalah jumlah terkecil analit dalam sampel yang dapat dideteksi yang masih memberikan respon signifikan dibandingkan dengan blangko. Batas deteksi merupakan parameter uji batas. Batas kuantitasi merupakan parameter pada analisis renik dan diartikan sebagai kuantitas terkecil analit dalam sampel yang masih dapat memenuhi kriteria cermat dan seksama.

e. Rentang konsentrasi kerja. f. Transduser Transduser atau detektor adalah alat yang mengubah satu jenis energy atau sinyal menjadi lainnya. Transduser yang bekerja pada sinyal kimia disebut detector. Kebanyakan detector mengubah sinyal analitik menjadi voltase atau arus listrik yang dengan mudah dapat di modifikasi untuk menggerakkan alat perekam. Contoh transduser yaitu Thermokopel yang mengubah sinyal panas menjadi sinyal listrik, dan fotosel yang mengubah cahaya menjadi sinar listrik. 2. Jelaskan cara pengambilan sampel untuk dianalisis! dua macam cara pengambilan sampel dalam analisis kimia yaitu: 1. Pengambilan sampel random (cuplikan random, cuplikan acak) Cara pengambilan sampel ini dilakukan terhadap bahan yang serba sama (homogen) atau dianggap serba sama. Misalnya larutan sejati, batch tablet, ampul dan sebagainya. Serbuk sampel yang diterima analis untuk dianalisis harus dianggap bukan sampel yang homogen. Untuk dapat disampel secara random, harus teriebih dahulu digerus secara homogen. Begitu puia larutan/suspensi harus digojog sampai homogen, baru dilakukan pengambilan sampel secara random. 2. Pengambilan sampel representative Sampel yang dikirim ke laboratorium analisis untuk dilakukan pengujian harus representatif untuk menghindari resiko adanya hasil analisis yang keluar dari spesifikasi yang ditentukan. Cara ini dilakukan jika bahan yang akan dianalisis tidak homogen. Dalam hal ini, sampel harus diambil dari bagian-bagian yang berbeda-beda dari setiap wadah (bagian atas, tengah, bawah, samping, dan sebagainya). Masing-masing sampel harus dicampur homogen kemudian sampel diambil secara random untuk dianalisis. 3. Jelaskan perbedaan antara analisis klasik dengan analisis instrument! Analisis klasik sering juga disebut analisis manual, karena campur tangan manusia dalam keseluruhan analisis. Analisis dilakukan dengan memisahkan komponen analit dalam sampel dengan proses pengendapan, ekstraksi atau destilasi. Pada analisis kualitatif, komponen yang telah dipisahkan kemudian direaksikan dengan reagen yang menghasilkan produk yang kemudian dapat diketahui berdasarkan warna, titik didih atau titik leleh dsb. Analisis instrument dimulai pada awal tahun 1930, dimana ahli kimia mulai melihat fenomene selain yang telah dikembangkan oleh analisis klasik. Analisis klasik mulai dikembangkan dengan pengukuran konduktifitas,elektroda potensial,penyerapan atau pancaran cahaya, ratio massa terhadap penyerapan electron dan flouresensi untuk analisis anorganik dan organic. Selain itu, teknik pemisahan kromotografi mulai menggantikan proses pemisahan lama untuk penentuan analisis kualitatif dan kuantitatif. Metode baru ini dikenal dengan sebutan metoda analisis instrument.