Anda di halaman 1dari 8

MANAJEMEN DANA BANK

DI SUSUN OLEH :
1). 2). 3). 4). 5). 6). 7). Mhd.Ts.Fachrurrozi Harahap (7123341067) Muhammad Ananda (7123341071) Nela Permata Sari Lubis (7123341075) Putri Syahrani Harahap (7123341089) Tamara Simanjuntak (7123341114) Siti Khadijah Siregar (7123341107) Ventriana Siallagan (7123341120)

Kelas B Eks

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MANAJEMEN DANA BANK


A.Pengertian Sumber Dana Bank Dan Manajemen Sumber Dana Bank
Yang dimaksud dengan sumber dana bank adalah usaha bank dalama menghimpun dana untuk membiayai operasinya. Hal ini sesuai dengann fungsinya bahwa bank adalah lembaga keuangangan di mana kegiatan sehari-harinya adalah dalam bidang dalam jual beli uang. Tentu saja sebelum menjual uang (memberi pinjaman) bank harus lebih dahulu membeli uang (menghimpun dana) sehingga selisih bunga tersebut lah bank mencari keuntungan. Penghimpun dana dari masyarakat perlu dilakukan dengan cara tertentu sehingga efisien dan dapat disesuaikan dengan cara penggunaan dana tersebut. Keberhasilan suatu bang dalam memenuhi maksud itu dipengaruhi antara lain oleh hal-hal berikut: 1. Kepercayaan masyarakat kepada bank yag bersangkutan. 2. Perkiraan tingkat pendapatan yang akan diperoleh (expected rate of return) oleh penyimpanan dana lebih tinggi di banding pendapatan dari alternative lain dengan resiko yang seimbang. 3. Resiko penyimpanan data 4. Pelayanan yang diberikan oleh bank kepada penyimpan data. Dana yang telah diperoleh akan digunakan olrh bank untuk membiayai operasinya, adapun sumber-sumber dana bank tersebut adalah sebagai berikut: 1. Dana yang bersumber dari bank itu sendiri Perolehan dana dari bank itu sendiri maksudnya adalah dana yang di peroleh dari dana bank salah satu jenis dana yang bersumber dari bank itu sendiri adalah modal setor dari pemegang saham. Dana sendiri adalah dana yang berasal dani para pemegang saham bank atau pemilik saham. Adapun pencarian dana yang bersumber dari bank itu sendiri terdiri dari: a. Setoran modal dari pemegang saham yaitu modal dari para pemegang saham lama atau pemegang saham yang baru. Dana yang disetor secara efektif oleh para pemegang saham pada waktu itu berdiri. Pada umumnya modal setoran pertama dari pemilik bank sehingga digunakan untuk sarana perkantoran, pengadaan peralatan kantor dan promosi yan menarik minat masyarakat. b. Cadangan laba, yaitu merupakan laba yang setiap tahun dicadangkan oleh bank dan sementara waktu belum digunakan. Cadangan laba yaitu sebagian dari laba bank yang disishkan dalam bentuk cadangan modal dan cadangan lainnya yang akan dipergunakan untuk menutupi timbulnya resiko dikemudian hari. Cadangan ini dapat diperbesar apabila bagian untuk cadangan tersebut ditinggikan atau bank mampu meningkatkan labanya.

c. Laba yang belum dibagi, merupakan laba tahun berjalan tapi belum dibagikan kepada para pemegang saham. Semakin besar modal yang dimiliki oleh suatu bank, berarti kepercayaan masyarakat bertambah baik dan bank tersebut akan diakui oleh bank-bank lain baik bank didalam maupun di luar negeri sebagai bank yang posisinya kuat. 2. Dana yang bersumber dari masyarakat luas Sumber dana ini merupakan sumber dana terpenting bagi kegiatan operasi bank dan merupakan ukuran keberhasilan bank jika mampu membiayai operasinya dari sumber dana ini. Adapu dana masyarakat adalah dana-dana yang berasal dari masyarakat, baik perorangan maupun badan usaha yang diperoleh dari bank dengan menggunakan berbagai instrument produk simpanan yang dimiliki oleh bank. Untuk memperoleh dana dari masyarakat luas bank dapat menggunakan tiga macam jenis simpanan (rekening). Masing-masing jenis simpanan memiliki keunggulan tersendiri, sehingga harus pandai menyiasati pemilihan sumber dana. Sumber dana yang dimaksud adalah: a. Simpanan giro adalah suatu istilah perbankan untuk suatu cara pembayaran yang hampir merupakan kebalikan dari system cek. Suatu cek diberikan kepada pihak penerima pembayaran yang menyimpanya di bank mereka, sedangkan giro diberikan oleh pihak pembayar ke banknya, yang selanjutnya akan mentransfer dana kepada ban k pihak penerima, lanhsung kea kun mereka. b. Simpana tabungan adalah sebagai pendapatan masyarakat yang tidak dibelanjakan disimpan sebagai cadangan guna berjaga-jaga dalam jangka pendek. Factor factor tingkat tabungan, antara lain: Tinggi rendahnya pendapatan masyarakat Tinggi rendahnya suku bunga bank Adanya tingkat kepercayaan terhadap bank c. Simpanan deposito adalah sejenis jasa tabungan yang masih bias ditawarkan oleh bank kepada masyarakat. Deposito biasanya memiliki jangka waktu tertentu dimana uang didalamnya tidak boleh ditarik nasabah. Bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada bunga tabungan biasa. 3. Dana yang bersumber dari lembaga lain Dalam praktiknhya sumber dana ini merupakan tambahan jika bank mengalami kesulitan dalam mencari sumber dana sendiri dan masyarakat. Dana yang diperoleh dari sumber ini digunakan untuk membiayai atau membayar transaksi-transaksi tertentu. Perolehan dana dari sumber ini antara lain dapat diperoleh dari:

a. Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), merupakan kredit yang diberikan bank Indonesia kepada bank-bank yang mengalami kesulitan lukuiditas. Kredit lukuiditas ini juga diberikan kepada pembiayaan sector-sektor pembiayaan tertentu. b. Pinjaman antar bank (Call Money). Biasanya pinjaman ini diberikan kepada bankbank yang mengalami kalah kliring di dalam lembaga kliring dan dan tidak mampu membayar kekalahanya. Pinjaman ini bersifat jangka pendek dengan bunga yang relative tinggi jika dibandingkan dengan pinjaman lainnya. c. Pinjaman dari bank-bank luar negeri. Merupakan pinjaman yang diperoleh oleh perbankan dari pihak luar negeri. d. Surat berharga pasar uang (SBPU). Dalam hal ini pihak perbankan menerbitkan SPBU kemudian diperjual belikan kapada pihak yang berminat, baik perusahaan keuangan maupun nonkeuangan. SPBU diterbitkan dan ditawarkan dengan tingkat suku bunga sehingga masyarakat tertarik untuk membelinya.

B. pengalokasian Dana Bank


Kegiatan bank sudah menghimpun dana dari masyarakat luas adalah menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat. Kegiatan penyaluran dana ini dikenal juga dengan istilah alokasi dana. Pengalokasian dana dapat diwujudkan dalam bentuk pinjaman atau lebih dikenal dengan kredit. Pengalokasian dana dapat pula dilakukan dengan mambelikan berbagai asset yang dianggap menguntungkan bank. Arti lain dari alokasi dana adalah menjual kembali dana yang diperoleh dari penghimpunan dana dalam bentuk simpanan. Penjualan dana ini tidak lain agar perbankan dapat diperoleh keuntunngan seoptimal mungkin . Dalam mengalokasikan dananya pihak perbankan harus dapat memilih dari berbagai alternative yang ada. Pengalokasian yang paling utama dalam kegiatan bank adalah kredit atau pembiayaan. Pengertian kredit dan pembiayaan menurut undang-undung perbankan no. 10 tahun 1998. Kredit adalah penyediaan uang uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dangan puhak lainyang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. Pembiayaan berdasarkan Prinsip Syariah adalah penyediaan uang atau tagihan yang dipersamakan dengan pihan lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai untuk mengembalikan uang atau tagihan tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau bagi hasil.

Dalam kediatan pengalokasian dana bank, banyak hal yang harus dipertimbangkan tersebut mencakup banyak hal, terdapat 3 hal utama yang selalu menjadi perhatian bank, yaitu resiko , hasil dan jangka waktu. a) Resiko dan Hasil Apapun bentuk yang dipilih, pengalokasian dana selalu berkaitan dengan aspek resiko dan rute of return dari aktiva tersebut. Pada dasarnya bank menginginkan bentuk aktifa yang beresiko serendah mungkin namun dapat menghasilkan penerimaan (rute of return) yang tinggi. Kenyataan yang dihadapi bank dan juga setiap investor adalah hubungan yang searah antara tingkat resiko dengan penerimaan dari setiap pilihan bentuk investasi yang aktiva. b) Jangka Waktu dan Likuiditas Dana yang telah dihimpun oleh bank menyangkut berbagai macam jangka waktu pengembaliannya. Disamping itu, bank juga memerlukan berbagai bentuk aktiva disesuaikan dengan keperluan kegiatan usahanya. Berdasarkan pertimbangan tersebut, bank memilih berbagai macam aktiva dengan mempertimbankan jangka waktu aktiva tersebur dapat dijadikan alat likuid. Adanya sumber-sumber dana jangka pendek menuntut agar bank mengalokasikan sejumlah tertentu dananya dalam bentuk aktiva yang tingkat likuiditasnya cukup tinggi, sehingga sewaktu kewajibannya jatuh tempo bank mempunyai cukup alat lukuid untuk memenuhi kewajibannya. Bank juga harus menyediakan sejumlah alat lukuid dengan jumlah tujuan memenuhi kewajiban giral minimum yang ditetapkan oleh BI. Bank perlu juga mengalokasikan sebagiaan dananya dalam bentuk aktiva tetap, seperti bangunan, mobil, tanah dan lainnya.

C. Simpanan Giro
1. Pengertian Giro Undang-undang perbankan No.10 Tahun 1998 menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan Giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukuan setiap saat dengan menggunkan cek, bilyet giro, sarana perintah lainnya, atau dengan pemindah bukuan. Sedangkan pengertian simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh masyarakat kepada bank berdasarkan perjanjiana penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Jenis-jenis penarikan untuk menarik dana yang tertanam direkening giro adalah sebagai berikut : a. Cek Pengertian cek ( cheque)

Surat perintah tanpa syarat dari nasabah kepada bank yang memelihara rekening giro nasabah tersebut, untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebut di dalam nya atau kepada pemegang cek tersebut. Syarat hukum dan penggunaan cek sebagai alat pembayaran giral ( KUH Dagang pasal 178 ) : Pada surat cek tertulis perkataan cek / cheque dan nomor seri Surat harus berisi perintah tak bersyarat untuk membayar sejumlah uang tertentu Nama bank yang harus membayar Jumlah dana dalam angka dan huruf Penyembutan tanggal dan tempat cek dilekuarkan Tanda tangan dan atau cap perusahaan

Syarat lainnya yang ditetapkan oleh bank : Tersedianya dana Adanya materi yang cukup Jika ada coretan atau perubahan harus ditanda tangani oleh si pemberi cek Memperlihatkan masa kadaluarsa cek yaitu 70 hari setelah dikeluarkannya cek tersebut. Tanda tangan atau cap perusahaan harus sama dengan speciment/contoh Tidak diblokir pihak berwenang Endorsment cek benar (jika ada) Kondisi cek sempurna Rekening belum di tutup, dan syarat-syarat lainnya.

Adapun beberapa jenis cek antara lain : Cek atas nama, cek yang diterbitkan atas nama seseorang atau badan hukum tertentu yang tertulis jelas di dalam cek tersebut. Cek atas unjuk, kebalikan dari cek atas nama. Di dalam cek tidak tertulis nama seseorang atau badan hukum. Cek silang, cek yang dipojok kiri diberi tanda dua tanda garis sejajar, sehingga cek tersebut tidak dapat ditarik tunai melainkan pemindah bukuan. Cek mundur, cek yang diberi tanggal mundur dari tanggal. Hal ini biasanya terjadi karena kesepakatan antara pemberi dan penerima cek. Cek kosong, atau blank cheque merupakan cek yang penerikannya melebihi saldo yang ada.

b. Bilyet Giro 1. Pengertian Bilyet Giro Surat perintah dari nasabah kepada bank yang memelihara giro nasabah tersebut, untuk pemindah bukukan sejumlah uang dari rekening Yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya atau nomor rekening pada bank yang sama atau bank lainnya. Syarat-syarat yang berlaku untuk bilyet giro agar pemindah bukuannya dapat dilakukan antara lain: Pada surat cek tertulis perkataan bilyet giro dan nomor seri Surat harus berisi perintah tak bersyarat untuk memindah bukukan sejumlah uang tertentu atas beban rekening yang bersangkutan. Nama bank yang harus membayar Nama penerima dana dan nomor rekening Jumlah dana dalam angka dan huruf Penyebutan tanggal dan tempat cek dikeluarkan Tanda tangan atau cek perusahaan.

Masa berlaku dan tanggal berlakunya bilyet giro juga di atur sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan seperti : Masa berlakunya adalah 70 hari terhitung mulai tanggal penarikannya Bila tanggal efektif tidak ada maka tanggal penarikan berlaku sebagai tanggal efektif Bila tanggal efektif tidak ada maka tanggal efektif berlaku sebagai tanggal penarikan Dan persyaratan lainnya.

D. Simpanan Tabungan
Seperti halnya simpanan giro, simpanan tabungan juga mempunyai syarat-syarat tertentu bagi pemegangnya dan persyaratan masing-masing bank berbeda satu sama lainnya. Disamping syarat berbeda, tujuan nasabah menyimpan uang direkening tabungan juga berbeda. Dengan demikian, sasaran bank dalam memasarkan produk giro, juga berbeda sesuai dengan sasaranya. Pengertian tabungan menurut undang-undang No. 10 tahun 1998. Tabungan adalah sinmpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek, bilyet maksudnya adalah sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat antara bank dengan si penabung.

Ada beberapa alat penarikan tabungan, hal ini tergantung bank masing-masing mau menggunakan sarana yang mereka inginkan. Alat ini digunakan sendiri-sendiri atau secara bersamaan. Alat-alat yang dimaksud adalah sebagai berikut : a). b). c). d). Buku tabungan Slip Penarikan Kwitansi Kartu ATM

E. simpanan deposito
Simpanan deposito merupakan simpanan jenis ketiga yang dikeluarkan oleh bank, berbeda dengan dua jenis simpanan sebelumnya, dimana simpanan deposito mengandung unsur jangka waktu ( jatuh tempo) lebih panjang dan tidak dapat ditarik setiap saat. Menurut undangundang No. 10 tahun 1998, yang dimaksud dengan deposito adalah simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktru tertentuberdasarkan perjanjian nasabah penyimpanan dengan bank. Artinya jika nasabah deposan menyimpan uangnya untuk jangka waktu 1 bulan, maka uang tersebut baru dapat dicairkan setelah jangka waktu tersebut baru dapat dicairkan setelah jangka waktu tersebut berakhir dan sering disebut tanggal jatuh tempo. Sebagai contoh. Jika seorang deposan mendepositokan uangnya uangnya tanggal 7 maret 2012 untuk 6 bulan mendatang, maka tanggal jatuh temponya adalah setelah 6 bulan yaitu tanggal 7 oktober 2012 dan apabila dicairkan sebelum tanggal tersebut, maka si deposan akan dikenakan denda yang besqarnya tergantung dari banjk yang bersangkutan. Sarana atau alat untuk menarik uang yang disimpan di deposito sangat tergantung dari jenis depositonya. Artinya setiap jenis deposito mengandung beberapa perbedaan sehingga diperlukan sarana yang berbeda pula. Sebagai contoh deppsito berjangka menggunakan biyet deposito, sedangkan untuk sertifikat deposito. Adapun jenis-jenis deposito yang ada di Indonesia antara lain : 1. Deposito berjangka 2. Sertifikat deposito 3. Deposito on call.