Anda di halaman 1dari 22

Alga (ganggang)

Alga sering disebut ganggang.


Alga termasuk golongan tumbuhan berklorofil
tubuh disebut talus yaitu tidak punya akar, batang dan daun. Alga dianggap sebagai bentuk tumbuhan rendah karena tidak

adanya struktur yang kompleks seperti pada tumbuhan tinggi.


Diperkirakan terdapat sekitar 30.000 spesies alga yang hidup di bumi, kebanyakan diantaranya merupakan tumbuhan laut. Alga ini biasanya dapat ditemukan di selokan, kolam, sungai, air payau maupun di laut.

Seperti halnya pada tumbuhan autotrof lainnya, alga mempunyai kemampuan untuk tumbuh dan berkembang biak di bawah pengaruh faktor-faktor lingkungan seperti: suhu cahaya oksigen karbondioksida unsur-unsur esensial lainnya. Alga merupakan tumbuhan yang hidup di air maka kedalaman yang memungkinkan alga dapat tumbuh tergantung pada tersedianya cahaya yang diperlukan dalam fotosintesis. Alga yang hidup di laut, batas yang terdalam adalah > 90 m.

Variasi Tubuh alga Bersel tunggal dapat bergerak sendiri (motil) sedangkan yang lainnya tidak dapat bergerak (non motil). Berbagai spesies memperlihatkan keanekaragaman dalam warna

misalnya dari warna hijau, hijau-kuning dan hijau-biru sampai


warna merah kuning, jingga dan coklat. Dalam hal bentuknya, alga dapat berbentuk bola, benang, lempengan, pita dan dapat pula bercabang-cabang. Dari segi ukurannya juga beranekaragam mulai dari yang bersel tunggal (mikroskopik) sampai yang berukuran sekitar 30 meter yaitu rumput laut yang hidup di laut Pasifik tapi kebanyakan alga mempunyai ukuran kecil namun banyak diantaranya tersusun dalam kelompok-kelompok.

Reproduksi alga

Reproduksi pada alga terjadi dengan dua cara yaitu:


1. Seksual Reproduksi seksual melibatkan pembentukan gamet. Pada alga ditemukan dua tipe reproduksi seksual yaitu: - isogami yaitu gamet yang dihasilkan ukurannya sama besar dan dapat bergerak bebas. Jika zygot yang dihasilkan berdinding tebal maka disebut zygospora. - Oogami yaitu gamet yang dihasilkan ukurannya tidak sama dimana gamet yang besar tidak dapat bergerak (gamet betina) dan yang kecil dapat bergerak bebas (gamet jantan). Jika zygot yang dihasilkan tidak segera berkecambah maka disebut oospora.

2. Reproduksi aseksual Reproduksi aseksual juga terjadi dalam dua cara yaitu: Pembelahan dan fragmentasi Banyak alga bersel tunggal berbiak melalui pembelahan sel untuk membentuk dua sel anakan yang masing-masing menjadi individu baru. Sel sel anakan tersebut dapat memisahkan diri dengan segera atau dapat tinggal bersama-sama untuk sementara. Fragmentasi terjadi dengan terpotong-potongnya tubuh menjadi beberapa bagian -------- individu baru. Pembentukan zoospora Zoospora merupakan semacam spora yang dapat bergerak atas kekuatannya sendiri dengan flagela (seperti cambuk yang muncul pada ujung atau sampingnya).

Setiap sel vegetatif dapat menghasilkan satu zoospora atau lebih dan cara melepaskan diri dari induknya adalah melalui robekan dinding sel induknya.
Setiap zoospora dapat tumbuh menjadi tumbuhan baru.

Alga dikelompokkan menjadi 6 divisi yaitu: 1. Divisi Chlorophyta Berasal dari bahasa Yunani yaitu chloros = hijau. Sering disebut alga hijau/green algae. Warna hijau disebabkan oleh klorofil yang sangat mirip dengan klorofil dari tumbuhan tinggi, sehingga dianggap berkerabat dekat dengan tumbuhan tinggi. Terdiri lebih dari 7000 spesies yang sudah teridentifikasi. Sebatang tumbuhan alga ini biasanya merupakan sel tunggal atau koloni. Sepanjang hidupnya dapat terapung atau menetap Dinding sel berupa selulosa Di dalam sitoplasma selnya terdapat satu butir kloroplast atau lebih yang kerap berisi protein cadangan yang disebut pyrenoid Sebagian besar hidup di laut tapi ada juga di air tawar Bentuk-bentuknya: ada yang bersel tunggal dapat bergerak atau tidak, berkoloni dapat bergerak atau tidak, berbentuk benang dan juga berbentuk lembaran

Contoh Chlorophyta: Ulva Sering disebut dengan selada laut, hidup di laut dan air payau, merupakan Chlorophyta berbentuk lembaran

Caulerpa Merupakan Chlorophyta berbentuk filament. Terdiri atas beberapa species yaitu:

C. taxifolia

C. racemosa

C. mexicana

C. verticillata

C. floridana

C. cupressoides

C. sertularoides C. ashmeidii

C. scalpelliformis

2. Divisi Cyanophyta
Disebut juga alga hijau biru, selain mempunyai klorofil juga mempunyai xantofil, betakaroten, fikoeritrin (merah) dan fikobilin. Warna biru disebabkan oleh pigmen fikobilin. Tidak selalu berwarna kebiruan tapi kadang berwarna merah atau kuning Terdiri atas sekitar 1500 spesies Hidup di air tawar, sejumlah spesies dapat hidup pada air yang tercemar dan juga pada sumber air panas di berbagai tempat di bumi, mereka dapat tumbuh subur pada suhu sampai 85oC yang merupakan batas atas bagi kehidupan dalam keadaan aktif. Bentuknya ada yang bersel tunggal, berkoloni, berbentuk benang atau berbentuk benang bercabang.

Contoh: Anabaena Merupakan Cyanophyta berbentuk benang, merupakan penyusun plankton air tawar/

3. Divisi Chrysophyta
Berasal dari bahasa Yunani yaitu chrysos = keemasan. Sering disebut alga pirang/golden algae. Warna tersebut dihasilkan oleh karoten kuning dan coklat serta pigmen xantofil. Tubuh uniseluler atau multiseluler. Sel-selnya dicirikan dengan adanya flagela (semacam bulu cambuk) ganda (biflagela) dimana kedua flagelanya terpaut dekat salah satu ujung selnya. Hidup di air laut atau air tawar Merupakan penyusun fitoplankton penting Terdiri atas sekitar 5300 spesies, 5000 diantaranya adalah diatom

Diatom mempunyai dinding sel atau cangkang (mengandung silica) yang terdiri atas dua bagian yang saling menutup. Merupakan bagian penting dari fotosintesis yang berlangsung di perairan dan berguna sebagai sumber makanan bagi hewan kecil lainnya. Cangkang diatom tidak hancur setelah mati sehingga menumpuk di dasar perairan dan membentuk tanah diatom yang dapat digunakan sebagai amplas atau penggosok perak. Bentuknya : bersel tunggal atau berbentuk benang.

Contoh : Vaucheria Merupakan Chrysophyta bersel tunggal, tubuh berupa benang bercabang dan tidak bersekat

Dinobryon Merupakan Chrysophyta air tawar yang berbentuk koloni

Diatom

4. Divisi Phaeophyta
Berasal dari bahasa Yunani yaitu phaios = coklat. Disebut juga alga coklat/brown algae Terdiri atas sekitar 1500 spesies Banyak mengandung fukosantin (penyebab warna coklat kekuningan Tubuh menyerupai tumbuhan tinggi yaitu ada struktur seperti akar (holdfast), batang (stipe) dan daun (blade) sehingga disebut rumput laut/seaweed Hampir semua hidup di laut yaitu di batu-batuan pada kedalaman 1,5-5 meter atau lebih dan meluas ke arah pantai di daerah-daerah yang masih tertutup pasang naik. Semuanya multiseluler Bentuk tubuh, ramping, sederhana atau besar

Contoh Phaeophyta : Postelsia

Sargassum

Padina

Fucus serratus

Pelvetia canaliculata

5. Divisi Rhodophyta

Berasal dari bahasa Yunani yaitu rhodos = merah. Sering disebut alga merah/red algae Warna merah disebabkan olek fikoeritrin Tidak semua Rhodophyta berwarna merah. Spesies yang beradaptasi di kedalaman air yang berbeda, berbeda pula perbandingan pigmen yang dikandungnya. Rhodophyta warnanya hampir hitam di laut dalam, merah cerah pada kedalaman sedang dan menjadi kehijauan pada air yang sangat dangkal karena sangat sedikit fikoeritrin yang menutupi klorofil Terdiri atas sekitar 2500 spesies Tidak memiliki tahapan flagela dalam siklus hidupnya Sebagian besar hidup di laut, tumbuh pada batu-batuan di daerah pasang dan juga dalam air sejauh cahaya masih bisa menembus sampai kedalaman 90 meter. Bentuknya berfilamen, kebanyakan bercabang seperti bulu, berbentuk pipih atau sperti pita.

Contoh Rhodophyta :
Palmaria

Polysiphonia

Selain alga coklat (Phaeophyta) dan alga merah (Rhodophyta), alga hijau (Chlorophyta) juga sering disebut rumput laut. Rumput laut biasanya menempati zone intertidal (pasang surut) dan

subtidal di perairan pantai.


Zone intertidal memberikan tantangan bagi kehidupannya karena zone tersebut diaduk oleh gelombang dan angin. Dua hari sekali yaitu saat surut, rumput laut di zone intertidal akan terpapar oleh atmosfer kering dan cahaya matahari dan dua hari sekali

yaitu saat pasang akan terendam.

Dengan kondisi seperti tersebut, rumput laut mempu penghadapinya dengan adaptasi struktur dan biokimia sehingga mampu bertahan hidup dan berkembang pada lingkungan yang ganas dan bergantiganti tersebut. Adaptasi struktur Rumput laut mempunyai memiliki jaringan dan mirip dengan tumbuhan tinggi yaitu terdiri atas: - holdfast (menyerupai akar) untuk mengaitkan alga dengan tempat hidupnya - stipe (menyerupai batang) untuk penopang - blade (menyerupai daun) untuk melakukan fotosintesis.
Adaptasi biokimiawi Dinding selnya terdiri atas selulosa dan polisakarida gel sehingga rumput laut terasa yang membentuk

organ yang

seperti berlendir dan seperti karet.

memberi bantalan pada tubuhnya melawan agitasi gelombang laut.