Anda di halaman 1dari 4

SANTI INTAN PUSPITA SARI 260110120117 KIMIA SINTESIS

karoten
karoten adalah salah satu jenis senyawa hidrokarbon (C40H56) karotenoid yang merupakan senyawa golongan tetraterpenoid. Beta karoten banyak ditemukan pada sayuran dan buah buahan yang berwarna kuning jingga, seperti ubi jalar, labu kuning dan mangga maupun pada sayuran yang berwarna hijau seperti bayam, kangkung.

Secara kimia, karoten adalah terpena, disintesis secara biokimia dari delapan satuan isoprena. Karoten berada dalam bentuk -karoten, -karoten, -karoten, dan -karoten. FUNGSI

1. karoten sebagai anti oksidan Adanya ikatan ganda menyebabkan beta karoten peka terhadap oksidasi Beta karoten merupakan penangkap oksigen dan sebagai antioksidan yang potensial, tetapi beta karoten efektif sebagai pengikat radikal bebas bila hanya tersedia oksigen 220 % Oksidasi beta karoten akan lebih cepat dengan adanya sinar, dan katalis logam Oksidasi akan terjadi secara acak pada rantai karbon yang mengandung ikatan rangkap Pada tekanan oksigen tinggi diatas kisaran fisiologis, karoten dapat bersifat prooksidan

Beta karoten mengandung ikatan rangkap terkonjugasi yang memberikan karakter pro oksidan, akibatnya akan sangat mudah diserang melalui penambahan radikal peroksil.

Makanan yang kaya beta karoten baik untuk pencegahan penyakit kanker yaitu menstabilkan radikal berinti karbon, sehingga dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko terjadinya kanker 2. karoten sebagai pigmen kuning jingga pada wortel Beta-karoten mempunyai deretan delokalisasi, dengan 11 ikatan rangkap dua karbon-karbon terkonjugasi bersama-sama. Gambar berikut menunjukan struktur beta-karoten dengan ikatan rangkap dua dan ikatan tunggal yang berselang-seling yang ditunjukan dengan warna merah.

Yang lebih terdelokalisasi, perbedaan energi antara energi tertinggi orbital pi ikatan dan energi terendah orbital pi anti-ikatan lebih kecil. Karena itu untuk mendorong elektron pada beta-karoten dibutuhkan energi yang kecil karena perbedaan tingkat energinya lebih rendah. Energi yang rendah artinya sinar yang diserap frekuensinya lebih rendah dan hal itu ekuivalen dengan panjang gelombang yang lebih panjang. Beta-karoten menyerap sinar pada daerah ultra-violet sampai violet tetapi lebih kuat pada daerah tampak antara 400 dan 500 nm dengan puncak 470 nm. Panjang gelombang ini berhubungan dengan warna:

Daerah warna ungu biru sian (biru-pucat) hijau kuning

Panjang gelombang (nm) 380 435 435 500 500 520 520 565 565 590

oranye merah

590 625 625 740

Jadi jika serapan paling kuat adalah dari violet ke sian. Tapi pencampuran panjang gelombang sinar tidak memberikan hasil yang sama seperti jika anda mencampurkan warnawarna cat.sehingga akan yang didapatkan adalah warna-warna komplementer. Dan yang tampak adalah kuning jingga yaitu pada wortel 3. karoten sebagai prekursor biologis vitamin A Beta karoten terdiri dari dua grup retinil, dan dipecah dalam mukosa dari usus kecil oleh -karoten dioksigenase menjadi retinol, sebuah bentuk dari vitamin A Karoten dapat disimpan dalam hati dan diubah menjadi vitamin A sesuai kebutuhan

Potensi beta karoten sebagai prekursor vitamin A dalam mempertahankan kesehatan mata dan integritas membran sel menjadikan senyawa ini bersifat vital bagi tubuh, sehingga berpotensi mencegah penyakit degeneratif seperti kanker, katarak, aterosklerosis otoimun, dan penuaan dini. 4. karoten mengurangi resiko stroke Kandungan beta karoten pada bahan pangan alami dapa tmengurangi risiko terjadinya stroke. Hal tersebut disebabkan oleh aktivitas beta karoten yang dapat mencegah terjadinya plak atau timbunan kolesterol di dalam pembuluh darah. 5. karoten sebagai analgetik (anti nyeri) dan anti-inflamasi (anti peradangan) 6. Mendukung kesehatan reproduksi Beta-karoten juga dipercaya dapat berperan dalam reproduksi wanita. Meskipun fungsi yang tepat dalam reproduksi wanita belum diidentifikasi, diketahui bahwa korpus luteum memiliki konsentrasi beta-karoten tertinggi dari setiap organ dalam tubuh. Nutrisi ini memainkan peran penting dalam proses reproduksi