Anda di halaman 1dari 15

Patofisiologi Tinnitus

A. Etiologi Penyebab tinnitus sebenarnya masih belum dapat dipastikan. Tinnitus dapat disebabkan oleh adanya penurunan kemampuan pendengaran, antara lain: presbiacusis, penurunan pendengaran yang diakibatkan oleh suara (noise induced hearing loss), Menieres syndrome, atau neuroma akustik Pendekatan untuk mempela ari (Wadddell, 2004). etiologi tinnitus dapat dilakukan dengan

membedakan tinnitus men adi 2 kelompok besar yaitu tinnitus obyekti! dan tinnitus subyekti!. Tinnitus obyekti! adalah ika suara yang didengar oleh penderita dapat didengar pula oleh pemeriksa, sedangkan pada tinnitus subyekti! suara hanya terdengar oleh penderita sa a ("ock#ood et.al.,2002). $ubyekti! tinnitus uga dapat disebabkan oleh beberapa keadaan sebagaimana yang tertera pada tabel %. Tinnitus subyekti! bias disebabkan oleh karena berasal dari gangguan telinga (otologic), karena e!ek dari medikasi ataupun obat&obatan ( Ototoxic), gangguan neurologist, gangguan metabolisme, ataupun dikarenakan oleh depresi psikogenik. $edangkan tinnitus obyekti! dapat disebabkan oleh karena adanya gangguan 'askularisasi, gangguan neurologist ataupun gangguan pada tuba auditi'a atau Eustachian tube ((rummer ) *assan, 2004). $ecara lebih rinci tinnitus subyekti! dapat pula disebabkan oleh adanya presbiacusis ataupun karena adanya pengaruh suara yang terlalu keras sebagaimana yang tertera pada tabel 2. Pada tabel di abarkan mengenai kemungkinan etiologi yang umum terdapat pada penderita dengan tinnitus subyekti!. +tiologi tinnitus subyekti! antara lain adalah : presbiakusis, paparan suara bising yang lama, trauma akustik yaitu terpapar suara dengan intensitas tinggi se#aktu, otosklerosis yaitu ter adinya proses pengapuran pada tulang pendengaran di telinga tengah ataupun pengapuran pada cochlea, in!eksi, autoimun, ataupun predisposisi genetic, dan uga trauma pada kepala ataupun leher (,olmer

et.al.,2004).

$edangkan tinnitus obyekti! merupakan tinnitus yang sangat

arang ditemui

((rummer ) *assan, 2004). -erdasar klasi!ikasi etiologi tinnitus obyekti! oleh "ock#ood et. al., (2002),maka tinnitus obyekti! dibagi men adi dua (2) sub bagian yaitu pulsatil dan non pulsatil.

Pulsatile Tinnitus .eoplasma pada umumnya pada 'askular /lomus tumors atau paragangliomas (chemodectoma, paragangliomas) /lomus tympanicum, glomus ugulare, glomus ugulotympanicum *emangioma *emangioma . 011, ca'ernous hemangioma .eoplasma 0askular lainya 2eningioma, adenoma "esi 0askular "esi arteri akibat perlukaan 3therosclerotic pla4ue (carotid atau intracranial) 0askular mal!ormations (intracranial, dural5 dapat berupa sekuel dari trauma) 3neurysma (arotid artery dissection (spontan atau traumatik) 6elainan 6ongenital arteri 3berrant internal carotid arteri Persistent stapedial artery 3bnormalitas 0ena 3bnormalitas bulbus 7ugularis (posisi tinggi, di'erticulum, dehiscence, pembesaran) 6elainan 'askular lainnya ,ibromuscular dysplasia pada carotid artery 6ompresi 0askular pada kokhlea atau .er'us auditorik Pada root entry 8one 6asus "ainya Penyakit 6atup 7antung (aortic stenosis, insu!!iciency) *ipertensi intracranial -enigna atau pseudotumor cerebri *yperdynamic state (eg, anemia, thyroto9icosis) :tosclerosis dengan anastomosiss antara tulang ha'ersi ;engan lapisan endochondral layer Nonpulsatile Tinnitus Palatal myoclonus $pasm, !asciculations, or !ibrillations dari m. tensor

tympani atau m. stapedius emisi otoakustik spontan Patulous eustachian tube

Tinnitus obyekti! type pulsatil merupakan tinnitus obyekti! yang sering ditemukan. Tinnitus pulsatil pada umunya diakibatkan oleh adanya turbulensi aliran darah arteri (percabangan arteri carotis interna) ataupun adanya aliran darah yang sangat cepat pada pembuluh darah lain di sekitar organ pendengaran. 6elainan aliran darah tersebut akan menyebabkan hantaran gelombang melalui tulang ataupun didnding pembuluh darah yang terhubung kepada cochlea, dan menghasilkan interpretasi suara. $edangkan tinnitus obyekti! tipe non&pulsatil merupakan tinnitus obyekti! yang paling arang ditemukan.

Major cause dari tinnitus non&pulsatil adalah adanya palatal myoclonus yang diakibatkan adanya kontraksi ritmik pada palatum mole atau so t palatal ("ock#ood et. al.,2002).

B. Patofisiologi B.1. Tinnitus Subyektif Penyakit atau gangguan pada telinga merupakan sebab yang paling banyak sebagai etiologi tinnitus subyekti!, yang kemudian disebut sebagai otologic disorderatau gangguan otologik. $ebagian besar tinnitus sebyekti! disebabkan oleh hilangnya kemampuan pendengaran (hearing loss), baik sensorineural ataupun kondukti!. /angguan pendengaran yang paling sering menyebabkan tinnitus subyekti! adalah .1*" ( noise induced hearing loss) karena adanya sumber suara eksternal yang terlalu kuat impedansinya ) *assan, 2004). $umber suara yang terlalu keras dapat menyebabkan tinnitus subyekti! dikarenakan oleh impedansi yang terlalu kuat. $uara dengan impedansi diatas <= d- akan membuat stereosilia pada organon corti terde!leksi secara lebih kuat atau sudutnya men adi lebih ((rummer

ta am, hal ini akan direspon oleh pusat pendengaran dengan suara berdenging, ika sumber suara tersebut berhenti maka stereosilia akan mengalami pemulihan ke posisi semula dalam beberapa menit atau beberapa am. .amun ika impedansi terlalu tinggi atau suara yang didengar berulang&ulang (continous exposure) maka akan mengakibatkan kerusakan sel rambut dan stereosilia, yang kemudian akan mengakibatkan ketulian ( hearing loss) ataupun tinnitus kronis dikarenakan oleh adanya hiperpolaritas dan hiperakti'itas sel rambut yang berakibat adanya impuls terus&menerus kepa ganglion sara! pendengaran (,olmer et. al., 2004). Menieres syndrome dengan adanya keadaan hidrops pada labirintus

membranaseous dikaranakan cairan endolimphe yang berlebih, tinnitus yang ter adi pada penyakit ini ditandai dengan adanya episode tinnitus berdenging dan tinnitus suara bergemuruh ((rummer ) *assan, 2004). .eoplasma berupa acoustic neuroma uga dapat menyebabkan ter adinya tinnitus subyekti!. .eoplasma ini berasal dari sel sch#ann yang tumbuh dan menyelimuti percabangan .( 0111 (.er'us :kta'us) yaitu n. 'estibularis sehingga ter adi kerusakan sel& sel sara! bahkan demyelinasi pada sara! tersebut (rummer ) *assan, 2004). Tinnitus yang diakibatkan oleh obat&obatan digolongkan dalam tinnitus ototoksik. :totoksisitas yang ter adi akibat dari penggunaan obat&obatan tertentu sebagaimana telah dibahas sebelumnya akan mempengaruhi sel&sel rambut pada organon corti, .( 0111, ataupun sara!&sara! penghubung antara cochlea dengan system ner'osa central ((rummer ) *assan, 2004). /angguan neurologis ataupun trauma leher dan kepala uga dapat menyebabkan adanya tinnitus subyekti!, namun demikian pato!isiologi ataupun mekanisme ter adinya tinnitus karena hal ini belum elas ((rummer ) *assan, 2004).

Penelitian&penelitian yang dilakukan didapatkan karakteristik penderita tinnitus obyekti! yang memiliki gangguan metabolisme antara lain menderita hypothyroidism, hyperthyroidism, anemia, a'itaminosa -%2, atau de!isiensi >inc (>n). ;isamping itu

penderita tinnitus rata&rata menun ukkan perubahan sikap dan gangguan psikologis #alaupun sebetulnya depresi merupakan salah satu etiologi dari tinnitus subyekti! (psikogenik). /angguan tidur, deperesi, dan gangguan konsentrasi lebih banyak ditemukan pada penderita tinnitus subyekti! dibandingkan dengan yang tidak mengalami gangguan psikologis ((rummer ) *assan, 2004).

B.2. Tinnitus Obyektif Tinnitus obyekti! banyak disebabkan oleh adanya abonormalitas 'ascular yang mengenai !istula arterio'enosa congenital, shunt arterio'enosa, glomus ugularis, aliran darah yang terlalu cepat pada arteri carotis ( high!riding carotid) stapedial artery persisten, kompresi sara!&sara! pendengaran oleh arteri, ataupun dikarenakan oleh adanya kelainan mekanis seperti adanya palatal myoclonus, gangguan temporo mandibular joint, kekauan muscullus stapedius pada telinga tengah (,olmer et. al.,2004). 6elainan pada tuba auditi'a (patulous Eustachian tube) akan menyebabkan terdengarnya suara bergemuruh terutama pada saat berna!as karena kelainan muara tuba pada naso!aring. -iasanya penderita tinnitus dengan keadaan ini akan menderita penurunan berat badan, dan mendengar suaranya sendiri saat berbicara atau autophony. Tinnitus dapat hilang ika dilakukan 'alsa'a maneu'er atau saat penderita tidur terlentang dengan kepala dalam keadaan bebas atau tergantung melebihi tempat tidurnya ((rummer ) *assan, 2004). B.2.a. Pulsatile Tinnitus Tinnitus pulsatil banyak diderita oleh pasien dengan turbulensi aliran arteri ataupun aliran darah yang cepat pada pembuluh darah. Penyakit berhubungan dengan arteriosklerosis dan penuaan antung yang

meningkatkan pre'alensii tinnitus

pulsatil, adanya stenosis arteri uga banyak ditemukan pada penderita dengan tinnitus enis ini. $tenosis artery intracranial dapat menyebabkan turbulensi aliran darah pada bagian stenosis dan bagian distal dari stenosis (/ambar %2). $ementara itu stenosis arteri carotis merupakan tempat yang umum ditemukan, padahal arteri carotis tempatnya

berdekatan dengan bagian pro9imal cochlea. $ehingga melalui tulang getarab turbulensi aliran darah mempengaruhi cochlea dan menyebabkan tinnitus obyekti!. Pasien dengan thyrotoksikosis dan atrial !ibrilasi uga dapat menderita tinnitus pulsatill et.al., 2002).. ("ock#ood

B.2.b. Non-pulsatile Tinnitus Tinnitus enis ini arang ditemukan, sementara itu tinnitus obyekti! uga merupakan kasus yang arang, sehingga dapat dikatakan bah#a kasus non!pulsatil tinnitus adalah sangat arang ditemukan. Penyebab ter adinya tinnitus enis ini sebagaimana telah

di elaskan pada sub&bab etiologi sebelumnya. Tinnitus enis ini uga sering berhubungan dengan kontraksi periodik abnormal pada otot&otot !aring, mulut, dan #a ah bagian ba#ah, sehingga akan mempengaruhi ker a tuba auditi'a ("ock#ood et. al., 2002).

C. Pendekatan Diagnosis Klinis untuk Tinnitus 2engingat penanganan terhadap tinnitus adalah meletakkan dasar pemikiran bah#a penyakit tersebut adalah ge ala dari sebuah penyakit lain yang menyebabkanya, maka dalam melakukan diagnostik digunakan pendekatan klinis, supaya dapat dibedakan tinnitus menurut etiologinya (Waddel, 20045 "ock#ood et. al., 2002). 2embedakan secara garis besar enis tinnitus yang diderita dan penilaian secara menyeluruh terhadap ri#ayat tinnitus serta penyakit lain merupakan suatu hal yang harus diteliti. +'aluasi terhadap keluhan tinnitus meliputii a. Riwayat tinnitus +'aluasi tinnitus pada pasien dia#ali dengan mempela ari keseluruhan ri#ayat tinnitus semen ak pertama kali muncul (seperti tertera pada Tabel =). +'aluasi tinnitus berdasar ri#ayat tinnitus meliputi penilaian: ((rummer ) *assan, 2004) :

i. Onset 7ika tinnitus berkembang seiring dengan penurunan kemampuan mendengar atau penderita adalah usia lan ut maka Presbiakusis bias men adi penyebabnya. ii. okasi Tinnitus unilateral bias disebabkan oleh adanya impaksi serumen, otitis

eksterna, dan otitis media. $edangkan tinnitus unilateral denganunilateral tuli sensorik merupakan pertanda adanya neuroma akustik. iii. Bentuk tinnitus !Pattern" Tinnitus terus&menerus berhubungan dengan ketulian. Tinnitus yang episodic kemungkinan Menieres syndrome. Tinnitus pulsatil kemungkinan berasal dari kelainan 'ascular. i#. Ka$akte$istik Tinnitus dengan suara rendah dan bergemuruh suspek Menieres syndrome. $edangkan tinnitus dengan !rekuensi tinggi berhubungan dengan tuli sensorik. #. Kete$%ubungan dengan kelu%an #e$tigo dan &enu$unan ke'a'&uan &endenga$an 3da hubungan kuat dengan Menieres syndrome. #i. Pa&a$an obat(obatan ototoksik 6emungkinan disebabkan oleh adanya "oise #nducedatau medication! induced $earing %oss. #ii. Pe$uba%an kelu%an dan fakto$ eksase$basi Tinnitus dengan patulous Eustachian tube mengurang dengan berbaring atau melakukan 'alsa'a maneu'er. #iii. Kelainan )etabolis'e *iperlipidemi, gangguan tiroid, de!isiensi 0itamin - %2, anemia, bias men adi

penyebab tinnitus. i*. ainya $igni!ikansi keluhan penderita terhadap kualitas hidup sehari&harinya men adi pedoman mana emen tinnitus.

b. Pe'e$iksaan +isik Pemeriksaan secara komprehensi! pada telinga meliputi kanalis akustikus

eksternus, serumen, membrane timpani, ataupun kemungkinan adanya in!eksi. 3uskultasi pada leher, periaurikularis, orbita dan mastoid menggunakan garpu tala (Weber dan @inne) *assan, 2004). uga harus dilakukan. ? i pendengaran uga seharusnya dilakukan ((rummer )

b. Pe'e$iksan Penun,ang Pemeriksaan menggunakan audiometri sebaiknya dilakukan, karena pada umunya keluhan tinnitus adalah keluhan subyekti! penderita dengan hubungan kelainan organ pendengaran adalah sangat minimal ((rummer ) *assan, 2004). Pendekatan diagnostik dalam langkah mana emen tinnitus berdasarkan

kemungkinan penyebabnya dapat dilakukan melalui algoritma yang dibuat oleh (rummer ) *assan (2004) sebagaimana tertera pada gambar (%A) $edangkan mengklasi!ikasikan algoritma yang bertitik berat pada ri#ayat penyakit untuk

enis keluhan tinnitus, dan langkah&langkah pemeriksaan yang

diperlukan untuk melakukan e'aluasi keluhan tinnitus yang diderita pasien mengikuti algoritma yang disampaikan oleh "ock#ood et.al.(2002) tertera pada. "angkah e'aluasi tinnitus dan perencanaan penatalaksanaannya dapat dilakukan dengan beberapa tahapan sesuai dengan /ambar %=. 3lgoritma ini dia ukan oleh ,olmer et.al. (2004) sebagai acuan untuk melakukan inter'ensi berdasarkan keluhan tinnitus pada

pasien. +. Penatalaksanaan ;i 3merika ,;3 (&ood and 'rug (ssociation) hingga saat ini belum memberikan persetu uan ataupun pengesahan terhadap obat&obatan yang digunakan untuk menangani tinnitus ("ock#ood et.al.,2002). Tinnitus banyak berhubungan dengan berbagai penyakit ataupun gangguan pada organ pendengaran hingga pusat pendengaran, pada tataran inii maka tinnitus sebagai sebuah kelainan yang muncul sebagai kelainan membutuhkan beberapa penanganan khusus. Tinnitus menyebabkan adanya keluhan depresi, insomnia, ataupun kecemasan, maka penatalaksanaannya ditu ukan pada terapi psikoterapi untuk mengurangi gangguan tinnitus terhadap kualitas hidupnya. (ccoustic )herapy (terapi akustik) di 3merika merupakan langkah *etraining )herapy yaitu terapi yang di!ormulasikan khusus secara indi'idual sesuai ri#ayat penyakit pasien berupa menyarankan agar pasien mendengarkan musik yang disukainya pada saat berada di tempat sepi. 7ika pasien memiliki kelainan pendengaran berupa ketulian maka penggunaan alat pendengaran akan menolong penurunan tinnitus. *al tersebut en adi a uan mana emen atau penatalaksanaan Tinnitus yang dapat dilakukan selama % bulan, B bulan, atau %2 bulan tergantung penyakit atau kelainan yang mendasarinya. $edangkan sebab&sebab lain berupa abnormalitas pembuluh darah hingga adanya neoplasma pada otak yang mengakibatkan tinnitus, maka penatalaksanaannya berada pada penyakit tersebut. .amun pada tuli sensorineural yang menyebabkan tinnitus kronis merupakan penyakit yang hingga saat ini masih sangat sulit ditangani, hal ini menuntut adanya pen elasan yang mencukupi kepada penderita tinnitus kronis dengan penyebab tuli sensorineural (,olmer et.al., 2004). Penggunaan sediaan agonis reseptor /3-3 dapat menun ukkan perbaikan pada penderita dengan tinnitus dalam mekanisme yang masih diteliti (+ggermont ) @oberts, 2004). Teori mas+ing(menutupi), dengan metode noise generator(pembangkitan bunyi)

yang dilakukan dengan menyalakan radio tanpa siaran (hanya desis) ataupun suara !an (kipas angina) pada saat hendak tidur sehingga tinnitus dikaburkan oleh suara dari luar dapat membuat penderita lebih baik (,olmer et.al.,20045 (rummer ) *assan, 20045 "ock#ood et.al., 20025 The -ritish Tinnitus 3ssociation, 2004).

Pada dasarnya mana emen tinnitus adalah melakukan mas+ing pada penderita sehingga ter adi perubahan persepsi penderita terhadap keluhan tinnitusnya. Pengobatan terhadap penyakit yang menyebabkan tinnitus, ataupun !actor& !aktor yang men adi etiologi tinnitus perlu dilakukan untuk mendukung penurunan keluhan tinnitus (,olmer et.al., 20045 Waddel, 20045 "ock#ood et.al., 2002, +ggermont ) @oberts, 2004).

ASUHAN KEPERAWATAN CEPHALGIA (SAKIT KEPALA)


Diposkan oleh heaven

A PENGERTIAN Che!al"ia a#a$ saki# kepala a%alah salah sa#$ kel$han !isik palin" $#a&a &an$sia Saki# kepala pa%a ken'a#aann'a a%alah "e(ala )$kan pen'aki# %an %apa# &en$n($kkan pen'aki# o*"anik ( ne$*olo"i a#a$ pen'aki# lain)+ *espon s#*ess+ vaso%ila#asi (&i"*en)+ #e"an"an o#o# *an"ka (saki# kepala #e"an") a#a$ ko&)inasi *espon #e*se)$# (,*$nne* - S$%%a*#)

, KLASI.IKASI DAN ETI/L/GI Klasi!ikasi saki# kepala 'an" palin" )a*$ %ikel$a*kan oleh Hea%a0he Classi!i0a#ion Ci&i##e o! #he
In#e*na#ional Hea%a0he So0ie#' se)a"ai )e*ik$#1 2 3i"*en (%en"an a#a$ #anpa a$*a) 4 Saki# kepal #e"an" 5 Saki# kepala klas#e* %an he&ik*ania pa*oksis&al 6 ,e*)a"ai saki# kepala 'an" %ika#kan %en"an lesi s#*$k#$*al 7 Saki# kepala %ika#kan %en"an #*a$&a kepala 8 Saki# kepala %ih$)$n"kan %en"an "an""$an vask$le* (&is Pe*%a*ahan s$)a*akhnoi%) 9 Saki# kepala %ih$$n"kan %en"an "an""$an in#*ak*anial non vask$le* ( &is T$&o* o#ak) : Saki# kepala %ih$)$n"kan %en"an pen""$naan ;a# ki&ia #a$ p$#$s o)a# < Saki# kepala %ih$)$n"kan %en"an in!eksi non se!alik 2= Saki# kepala 'an" %ih$)$n"kan %en"an "an""$an &e#a)olik (hipo"like&ia) 22 Saki# kepala a#a$ n'e*i >a(ah 'an" %ih$)$n"kan %en"an "an""$an kepala+ lehe* a#a$ s#*$k#$* seki#a* kepala ( &is Gla$ko&a ak$#) 24 Ne$*al"ia k*anial (n'e*i &ene#ap )e*asal %a*i sa*a! k*anial)

C PAT/.ISI/L/GI
Saki# kepala #i&)$l se)a"ai hasil pe*an"san"an #e*ha%ap )an"$nan?)an"$nan %i>ila'ah kepala %an lehe* 'an" peka #e*ha%ap n'e*i ,an"$nan?)an"$nan eks#*ak*anial 'an" peka n'e*i ialah o#o#?o#o# okspi#al+ #e&po*al %an !*on#al+ k$li# kepala+ a*#e*i?a*#e*i s$)k$#is %an pe*ios#i$& T$lan" #en"ko*ak sen%i*i #i%ak peka n'e*i ,an"$nan?)an"$nan in#*ak*anial 'an" peka n'e*i #e*%i*i %a*i &enin"es+ #e*$#a&a %$*a )asalis %an &enin"es 'an" &en%in%in"i sin$s venos$s se*#a a*#e*i?a*#e*i )esa* pa%a )asis o#ak Se)a"ian )esa* %a*i (a*in"an o#ak sen%i*i #i%ak peka n'e*i Pe*an"san"an #e*ha%ap )an"$nan?)an"$nan i#$ %apa# )e*$pa1 @ In!eksi selap$# o#ak 1 &enin"i#is+ ense!ali#is @ I*i#asi ki&ia>i #e*ha%ap selap$# o#ak sepe*#i pa%a pe*%a*ahan s$)%$*al a#a$ se#elah %ilak$kan pne$&o a#a$ ;a# kon#*as ense!alo"*a!i @ Pe*e"an"an selap$# o#ak aki)a# p*oses %esak *$an" in#*ak*anial+ pen'$&)a#an (alan lin#asan liA$o*+ #*o&)osis venos spinos$s+ e%e&a se*e)*i a#a$ #ekanan in#*ak*anial 'an" &en$*$n #i)a?#i)a a#a$ 0epa# sekali @ Baso%ila#asi a*#e*i in#*ak*anial aki)a# kea%aan #oksik (sepe*#i pa%a in!eksi $&$&+ in#oksikasi alkohol+ in#oksikasi C/+ *eaksi ale*"ik)+ "an""$an &e#a)olik (sepe*#i hipokse&ia+ hipo"like&ia %an hipe*kapnia)+ pe&akaian o)a# vaso%ila#asi+ kea%aan paska 0on#$sio se*e)*i+ ins$!isiensi se*e)*ovas0$le* ak$#) @ Gan""$an pe&)$l$h %a*ah eks#*ak*anial+ &isaln'a vaso%ila#asi ( &i"*en %an 0l$s#e* hea%a0he) %an *a%an" (a*#e*i#is #e&po*alis) @ Gan""$an #e*ha%ap o#o#?o#o# 'an" &e&p$n'ai h$)$n"an %en"an kepala+ sepe*#i pa%a

spon%iloa*#*osis %e!o*&ans se*vikalis @ Pen(ala*an n'e*i (*e!!e*e*% pain) %a*i %ae*ah &a#a ("la$ko&a+ i*i#is)+ sin$s (sin$si#is)+ )aseol k*anii ( 0a Naso!a*in")+ "i"i "eli"i (p$lpi#is %an &ola* III 'an" &en%esak "i"i) %an %ae*ah lehe* (spon%iloa*#*i#is %e!o*&an se*vikalis @ Ke#e"an"an o#o# kepala+ lehe* )ah$ se)a"ai &ani!es#asi psikoo*"anik pa%a kea%aan %ep*esi %an s#*ess Dala& hal ini saki# kepala sinini& %a*i p$sin" kepala

D 3ANI.ESTASI KLINIS
a 3i"*en 3i"*en a%alah "e(ala ko&pleks 'an" &e&p$n'ai ka*ak#e*is#ik pa%a >ak#$ #e*#en#$ %an se*an"an saki# kepala )e*a# 'an" #e*(a%i )e*$lan"?$lan" Pen'e)a) &i"*en #i%ak %ike#ah$i (elas+ #e#api ini %apa# %ise)a)kan oleh "an""$an vask$le* p*i&e* 'an" )iasan'a )an'ak #e*(a%i pa%a >ani#a %an &e&p$n'ai ke0en%e*$n"an k$a# %ala& kel$a*"a Tan%a %an "e(ala a%an'a &i"*en pa%a se*e)*al &e*$pakan hasil %a*i %e*a(a# iskhe&ia ko*#ikal 'an" )e*va*iasi Se*an"an %i&$lai %en"an vasokons#*iksi a*#e*i k$li# kepala %a& pe&)$l$h %a*ah *e#ina %an se*e)*al Pe&)$l$h %a*ah in#*a %an eks#*ak*anial &en"ala&i %ila#asi+ 'an" &en'e)a)kan n'e*i %an ke#i%akn'a&anan 3i"*en klasik %apa# %i)a"i &en(a%i #i"a !ase+ 'ai#$1 @ .ase a$*a ,e*lan"s$n" le)ih k$*an" 5= &eni#+ %an %apa# &e&)e*ikan kese&pa#an )a"i pasien $n#$k &enen#$kan o)a# 'an" %i"$nakan $n#$k &en0e"ah se*an"an 'an" %ala& Ge(ala %a*i pe*io%e ini a%alah "an""$an pen"liha#an ( sila$ )+ kese&$#an+ pe*asaan "a#al pa%a >a(ah %an #an"an+ se%iki# le&ah pa%a eks#*e&i#as %an p$sin" Pe*io%e a$*a ini )e*h$)$n"an %en"an vasokons#*iksi #anpa n'e*i 'an" %ia>ali %en"an pe*$)ahan !isiolo"i a>al Ali*an %a*ah se*e)*al )e*k$*an"+ %en"an kehilan"an a$#o*e"$lasi laan($# %an ke*$sakan *esponsivi#as C/4 @ .ase saki# kepala .ase saki# kepala )e*%en'$# 'an" )e*a# %an &en(a%ikan #i%ak &a&p$ 'an" %ih$n"kan %en"an !o#o!o)ia+ &$al %an &$n#ah D$*asi kea%aan ini )e*va*iasi+ )e)e*apa (a& %ala& sa#$ ha*i a#a$ )e)e*apa ha*i @ .ase pe&$lihan Pe*io%e kon#*aksi o#o# lehe* %an k$li# kepala 'an" %ih$)$n"kan %en"an saki# o#o# %an ke#e"an"an lokal Kelelahan )iasan'a #e*(a%i+ %an pasien %apa# #i%$* $n#$k >ak#$ 'an" pan(an" ) Cl$s#e* Hea%a0he Cl$s#e* Hea%a0he a%alah )een#$k saki# kepal vask$le* lainn'a 'an" se*in" #e*(a%i pa%a p*ia Se*an"an %a#an" %ala& )en#$k 'an" &en$&p$k a#a$ )e*kelo&pok+ %en"an n'e*i 'an" &en'iksa %i%ae*ah &a#a %an &en'e)a* ke%ae*ah >a(ah %an #e&po*al N'e*i %iik$#i &a#a )e*ai* %an s$&)a#an hi%$n" Se*an"an )e*akhi* %a*i 27 &eni# sa&pai 4 (a& 'an" &en"$a# %an &en$*$n kek$a#ann'a Tipe saki# kepala ini %ikai#kan %en"an %ila#asi %i%ae*ah %an seki#a* a*#e*i eks#*ak*an$alis+ 'an" %i#i&)$lkan oleh alkohol+ ni#*i#+ vaso%ila#o* %an his#a&in Saki# kepala ini )e*espon #e*ha%ap klo*p*o&a;in 0 Tension Hea%a0he S#*ess !isik %an e&osional %apa# &en'e)a)kan kon#*aksi pa%a o#o#?o#o# lehe* %an k$li# kepala+ 'an" &en'e)a)kan saki# kepala ka*ena #e"an" Ka*ak#e*is#ik %a*i saki# kepala ini pe*asaan a%a #ekanan pa%a %ahi+ pelipis+ a#a$ )elakan" lehe* Hal ini se*in" #e*"a&)a* se)a"ai C)e)an )e*a# 'an" &en$#$pi kepalaD Saki# kepala ini 0en%e*$n" k*onik %a*ipa%a )e*a# Pasien &e&)$#$hkan ke#enan"an ha#i+ %an )iasan'a kea%aan ini &e*$pakan ke#ak$#an 'an" #i%ak #e*$0apkan ,an#$an si&#o&a#ik &$n"kin %i)e*ikan $n#$k &e&anaskan pa%a lokasi+ &e&i(a#+ anal"e#ik+ an#i%ep*esan %an o)a# *elaksan o#o#

E PENGKAEIAN
Da#a s$)'ek#i! %an o)'ek#i! san"a# pen#in" $n#$k &enen#$kan #en#an" pen'e)a) %an si!a# %a*i saki# kepala v Da#a S$)'ek#i! a Pen"e*#ian pasien #en#an" saki# kepala %an ke&$n"kinan pen'e)a)n'a ) Sa%a* #en#an" a%an'a !ak#o* pen0e#$s+ sepe*#i s#*ess 0 Lan"kah F lan"kah $n#$k &en"$*an"i "e(ala sepe*#i o)a#?o)a#an % Te&pa#+ !*ek>ensi+ pola %an si!a# saki# kepala #e*&as$k #e&pa# n'e*i+ la&a %an in#e*val %ian#a*a saki# kepala e A>al se*an"an saki# kepala ! A%a "e(ala p*o%o&al a#a$ #i%ak " A%a "e(ala 'an" &en'e*#ai h Ri>a'a# saki# kepala %ala& kel$a*"a (kh$s$s pen#in" sekali )ila &i"*en) i Si#$asi 'an" &e&)$a# saki# kepala le)ih pa*ah ( A%a ale*"i a#a$ #i%ak v Da#a /)'ek#i! a Pe*ilak$ 1 "e(ala 'an" &e&pe*liha#kan s#*ess+ ke0e&asan a#a$ n'e*i ) Pe*$)ahan ke&a&p$an %ala& &elaksanakan ak#i!i#as seha*i F ha*i 0 Te*%apa# pen"ka(ian ano*&al %a*i sis#e& pen"ka(ian !isik sis#e& sa*a! 0*anial % S$h$ )a%an e D*ainase %a*i sin$s Dala& pen"ka(ian saki# kepala+ )e)e*apa )$#i* pen#in" pe*l$ %ipe*#i&)an"kan Dian#a*an'a ialah1 a Saki# kepala 'an" #e*lokalisi* )iasan'a )e*h$)$n"an %en"an saki# kepala &i"*ain a#a$ "an""$an o*"anik ) Saki# kepala 'an" &en'el$*$h )iasan'a %ise)a)kan oleh pen'e)a) psikolo"is a#a$ #e*(a%i penin"ka#an #ekanan in#*ak*anial 0 Saki# kepala &i"*en %apa# )e*pin%ah %a*i sa#$ sisi kesisi 'an" lain % Saki# kepala 'an" %ise*#ai penin"ka#an #ekanan in#*ak*anial )iasan'a #i&)il pa%a >ak#$ )an"$n #i%$* a#a$ saki# kepala #e*se)$# &e&)en"$nkan pasien %a*i #i%$* e Saki# kepala #ipe sin$s #i&)$l pa%a pa"i ha*i %an se&akin sian" &en(a%i le)ih )$*$k ! ,an'ak saki# kepala 'an" )e*h$)$n"an %en"an kon%isi s#*ess " Rasa n'e*i 'an" #$&p$l+ &en(en"kelkan+ &en"he)a# %an #e*$s a%a+ se*in" #e*(a%i pa%a saki# kepala 'an" psiko"enis h ,ahan o*"anis 'an" &eni&)$lkan n'e*i 'an" #e#ap %an si!a#n'a )e*#a&)ah #e*$s i Saki# kapala &i"*ain )isa &en'e*#ai &en#*$asi saki# kepala )isa %i%ah$l$i &akan &akanan 'an" &en"an%$n" &onoso%i$& "l$#a&a#+ so%i& ni#*a#+ #'*a&ine %e&ikian ($"a alkohol ( Ti%$* #e*lal$ la&a+ )e*p$asa+ &en"hi*$p )a$?)a$an 'an" #oksis %ala& li&n"k$n"an ke*(a %i&ana ven#ilasi #i%ak 0$k$p %apa# &en(a%i pen'e)a) saki# kepala k /)a# kon#*asepsi o*al %apa# &e&pe*)e*a# &i"*ain l Tiap 'an" %i#e&$kan sek$n%e* %a*i saki# kepala pe*l$ %ika(i

. DIAGN/STIK
2 CT S0an+ &en(a%i &$%ah %i(an"ka$ se)a"ai 0a*a 'an" &$%ah %an a&an $n#$k &ene&$kan a)no*&ali#as pa%a s$s$nan sa*a! p$sa# 4 3RI S0an+ %en"an #$($an &en%e#eksi kon%isi pa#olo"i o#ak %an &e%$la spinalis %en"an &en""$nakan #ehnik s0annin" %en"an kek$a#an &a"ne# $n#$k &e&)$a# )a'an"an s#*$k#$* #$)$h 5 P$n"si l$&)al+ %en"an &en"a&)il 0ai*an se*e)*ospinalis $n#$k pe&e*iksaan Hal ini #i%ak %ilak$kan )ila %ike#ah$i #e*(a%i penin"ka#an #ekanan in#*ak*anial %an #$&o* o#ak+ ka*ena pen$*$nan #ekanan 'an" &en%a%ak aki)a# pen"a&)ilan CS.

G DIAGN/SA KEPERAWATAN
2 N'e*i ) % s#ess %an ke#e"an"an+ i*i#asiG#ekanan sa*a!+ vasospas&e+ penin"ka#an #ekana in#*ak*anial 4 Kopin" in%ivi%$al #ak e!ek#i! ) % si#$asi k*isis+ ke*en#anan pe*sonal+ sis#e& pen%$k$n" #i%ak a%eA$a#+ kele)ihan )e)an ke*(a+ ke#i%aka%eA$a#an *elaksasi+ &e#o%e kopin" #i%ak a%eA$a#+ n'e*i )e*a#+ an0a&an )e*le)ihan pa%a %i*i sen%i*i 5 K$*an" pen"e#ah$an &en"enai kon%isi %an ke)$#$han pen"o)a#an ) % k$*an" &en"in"a#+ #i%ak &en"enal in!o*&asi+ ke#e*)a#asa) ko"ni#i!

H RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN 2 N'e*i ) % s#ess %an ke#e"an"an+ i*i#asiG#ekanan sa*a!+ vasospas&e+ penin"ka#an #ekana in#*ak*anial
In#e*vensi1 a Pas#ikan %$*asiGepiso%e &asalah + siapa 'an" #elah %ikons$lkan+ %an o)a# %anGa#a$ #e*api apa 'an" #elah %i"$nakan ) Teli#i kel$han n'e*i+ 0a#a# i#ensi#asn'a ( %en"an skala =?2= )+ ka*ak#e*is#ikn'a (&isal 1 )e*a#+ )e*%en'$#+ kons#an) lokasin'a+ la&an'a+ !ak#o* 'an" &e&pe*)$*$k a#a$ &e*e%akan 0 Ca#a# ke&$n"kinan pa#o!isiolo"i 'an" khas+ &isaln'a o#akG&enin"ealGin!eksi sin$s+ #*a$&a se*vikal+ hipe*#ensi a#a$ #*a$&a % /)se*vasi a%an'a #an%a?#an%a n'e*i nonve*)al+ sepe*i 1 eksp*esi >a(ah+ posisi #$)$h+ "elisah+ &enan"isG&e*in"is+ &ena*ik %i*i+ %ia!o*esis+ pe*$)ahan !*ek$ensi (an#$n"Gpe*na!asan+ #ekanan %a*ah e Ka(i h$)$n"an !ak#o* !isikGe&osi %a*i kea%aan seseo*an" ! Eval$asi pe*ilak$ n'e*i " Ca#a# a%an'a pen"a*$h n'e*i &isaln'a1 hilan"n'a pe*ha#ian pa%a hi%$p+ pen$*$nan ak#ivi#as+ pen$*$nan )e*a# )a%an h Ka(i %e*a(a# pen"a&)ilan lan"kah 'an" keli*$ se0a*a p*i)a%i %a*i pasien+ sepe*#i &en"isolasi %i*i i Ten#$kan is$ %a*i pihak ke%$a $n#$k pasienGo*an" #e*%eka#+ sepe*#i as$*ansi+ pasan"anGkel$a*"a ( Disk$sikan %ina&ika !isiolo"i %a*i ke#e"an"anGansie#as %en"an pasienGo*an" #e*%eka# k Ins#*$ksikan pasien $n#$k &elapo*kan n'e*i %en"an se"e*a (ika n'e*i i#$ #i&)$l l Te&pa#kan pa%a *$an"an 'an" a"ak "elap ses$ai %en"an in%ikasi & An($*kan $n#$k )e*is#i*aha# %i%ala& *$an"an 'an" #enan" n ,e*ikan ko&p*es %in"in pa%a kepala o ,e*ikan ko&p*es panans le&)a)Gke*in" pa%a kepala+ lehe*+ len"an ses$ai ke)$#$han p 3asase %ae*ah kepalaGlehe*Glen"an (ika pasien %apa# &en#ole*ansi sen#$han A G$nakan #eknik sen#$han 'an" #e*ape$#ik+ vis$alisasi+ )io!ee%)a0k+ hipno#ik sen%i*i+ %an *e%$ksi s#*es %an #eknik *elaksasi 'an" lain * An($*kan pasien $n#$k &en""$nakan pe*n'a#aan posi#i! CSa'a se&)$h+ sa'a se%an" *elaksasi+ Sa'a s$ka hi%$p iniD Sa*ankan pasien $n#$k &en'a%a*i %ialo" eks#e*nal?in#e*nal %an ka#akan C)e*hen#iD a#a$ C#$n%aD (ika &$n0$l piki*an 'an" ne"a#i! s /)se*vasi a%an'a &$alG&$n#ah ,e*ikan es+ &in$&an 'an" &en"an%$n" ka*)ona# ses$ai in%ikasi

4 Kopin" in%ivi%$al #ak e!ek#i! ) % si#$asi k*isis+ ke*en#anan pe*sonal+ sis#e& pen%$k$n" #i%ak a%eA$a#+ kele)ihan )e)an ke*(a+ ke#i%aka%eA$a#an *elaksasi+ &e#o%e kopin" #i%ak a%eA$a#+ n'e*i )e*a#+ an0a&an )e*le)ihan pa%a %i*i sen%i*i
In#e*vensi a Deka#i pasien %en"an *a&ah %an pen$h pe*ha#ian A&)il ke$n#$n"an %a*i ke"ia#an 'an" %aoa# %ia(a*kan ) ,an#$ pasien %ala& &e&aha&i pe*$)ahan pa%a konsep 0i#*a #$)$h 0 Sa*ankan pasien $n#$k &en"ep*esikan pe*asaann'a %an %isk$si )a"ai&ana saki# kepala i#$ &en""an""$ ke*(a %an kesenan"an %a*i hi%$p ini % Pas#ikan %a&pak pen'aki#n'a #e*ha%ap ke)$#$han seks$al e ,e*ikan in!o*&asi &en"enai pen'e)a) saki# kepala+ pena"nan+ %an hasil 'an" %iha*apkan

! Kola)o*asi R$($k $n#$k &elak$kan konselin" %anGa#a$ #e*api kel$a*"a a#a$ kelas #e&pa# pela#ihan sikap ase*#i! ses$ai in%ikasi

5 K$*an" pen"e#ah$an &en"enai kon%isi %an ke)$#$han pen"o)a#an ) % k$*an" &en"in"a#+ #i%ak &en"enal in!o*&asi+ ke#e*)a#asa) ko"ni#i!
In#e*vensi H a Disk$sikan e#iolo"i in%ivi%$al %a*i saki kepala )ila %ike#ah$i ) ,an#$ pasien %ala& &en"i%en#i!ikasikan ke&$n"kinan !ak#o* p*e%isposisi+ sepe*#i s#*ess e&osi+ s$h$ 'an" )e*le)ihan+ ale*"i #e*ha%ap &akananGlin"k$n"an #e*#en#$ 0 Disk$sikan #en#an" o)a#?o)a#an %an e!ek sa&pin"n'a Nilai ke&)ali ke)$#$han $n#$k &en$*$nkanG&en"hen#ikan pen"o)a#an ses$ai in%ikasi % Ins#*$ksikan pasienGo*an" #e*%eka# %ala& &elak$kan p*o"*a& ke"ia#anGla#ihan + &akanan 'an" %ikons$&si+ %an #in%akan 'an" &eni&)$kan *asa n'a&an+ sep*#i &asase %an se)a"ain'a e Disk$sikan &en"enai posisiGle#ak #$)$h 'an" no*&al ! An($*kan pasienGo*an" #e*%eka# $n#$k &en'e%iakan >ak#$ a"a* %apa# *elaksasi %an )e*senan"? senan" " An($*kan $n#$k &en""$nakan ak#ivi#as o#ak %en"an )ena*+ &en0in#ai %an #e*#a>aG#e*sen'$& h Sa*ankan pe&akaian &$sik?&$sik 'an" &en'enan"kan i An($*kan pasien $n#$k &e&pe*ha#ikan saki# kepala 'an" %iala&in'a %an !ak#o*?!ak#o* 'an" )e*h$)$n"an a#a$ !ak#o* p*esipi#asin'a ( ,e*ikan in!o*&asi #e*#$lisGse&a0a& 0a#a#an pe#$n($k k I%en#i!ikasi %an %isk$sikan #i&)$ln'a *esiko )aha'a 'an" #i%ak n'a#a %anGa#a$ #e*api 'an" )$kan #e*api &e%is

Beri Nilai