Anda di halaman 1dari 3

Teknologi Pebuatan Pakan Ayam Bermutu Berbahan Baku Lokal di Sulawesi Tenggara

Oleh Admin Rabu, 03 Juni 2009 09:26

PENDAHULUAN Tingginya biaya pakan dalam usahatani ternak ayam sangat mempengaruhi kelangsungan usaha, terutama dalam peningkatan pendapatan yang diterima oleh peternak. Penggunaan berbagai macammerupakan salah satu upaya untuk menekan biaya pakan mulai banyak dikenal, akan tetapi kemampuan memproduksi dalam jumlah banyak masih sangat terbatas. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tenggara pada Tahun 2004 telah mencobapenggunaan pakan alternative dengan bahan baku local fase starter dengan kandungan protein 21,83 % dan energy metabolis 2.978 KCl/kg pakan. Aplikasi pakan lokal pada ayam broiler sebanyak 200 ekor danmasa pemeliharaan 25 hari ( 4 minggu) meningkatkan rataan bobot individu 950 gr, kelangsunganhidup 94%, konversi pakan 1,9 dan RC rasio 1,2. BAHAN BAKU Jenis bahan baku yang digunakan sebaiknya mudah didapat dan kontinuitasnya terjaga sertakandungan nutrisinya relative baik, seperti tepung jagung, tepung bekatul, tepung dedak, tepung ampastahu, tepung ikan ; serta tambahan vitamin, mineral mix dan starbio/starbion atau kunyit, jenis bahan bakudan kandungan proximat ransum yang digunakan terlihat pada Tabel 1. Tabel 1. Kandungan Proximat bahan baku local penyususn pakan ayam di Sultra

Jenis Bahan Kasar

Protein (%)

Lemak (%)

Serat kasar (%)

BETN (%)

Tepung Ikan

46,67

4,05

4,69

21,51

Tepung Jagung

10,07

3,37

0,26

84,17

Tepung Dedak

9,61

10,03

14,24

52,61

Tepung Bekatul

14,10

15,10

12,80

15,10

Tepung Sagu

2,78

0,25

0,10

96,55

Tepung Kanji/Tapioka

0,86

0,25

0,10

96,55

Tepung Ampas Tahu

24,81

17,99

8,87

41,61

PROSEDUR PEMBUATAN a. Pengolahan Bahan Baku

Bahan baku yang berbentuk butiran atau berstektur kasar/berserat terlebih dahulu dihaluskan dalambentuk tepung dengan cara digiling menggunakan mesin penggiling (ginder). Bahan yang perludiolah menjadi tepung seperti : jagung kuning, Menir

(bekatul), Dedak kasar, dan tepung ikan yang masih kasar. b. Pengeringan Bahan Baku

Pengeringaan dilakukan selama 3-4 hari sampai dengan kadar air 11-13%. Pengeringan dapat dilakukan dengan cara menjemur bahan langsung pada sinar matahari dan dapat juga dikeringkan dengan menggunakan lemari oven selama 3 4 hari dengan suhu 30 50 oC. Bahan yang perlu dikeringkan seperti : ampas tahu serta bungkil kelapa. c. Pembuatan Pakan Jadi

Susunan formulasi pakan berbahan baku local secara lengkap tertera pada Tabel 2. Tabel 2. Formulasi pakan berbahan baku local untuk ayam.

Bahan Baku

Komposisi/fase (%)

starter

Grower

Layer

Tepung ikan

24

20

17

Tepung Ampas Tahu

11

10

Tepung Jagung

30

32

32

Tepung Bekatul

26

26

26

Tepung Dedak

10

14

Mineral/Vitamin Mix

Starbio/starbion/Kunyit

Total bahan baku

100

100

100

Nilai gizi : Protein kasar Energi Metabolisme KCal/kg pakan) 21,10 2.871 19,70 2.844 18,10 2.772

Tahapan Pembuatan pakan jadi anatara lain sebagai berikut : Penimbangan Bahan Bahan yang siap diolah sebagai pakan jadi ditimbang sesuai takaran yang dibutuhkan untuk masing-masing jenis bahan. Penentuan takaran setiap bahan disesuaikan dengan kebutuhan fase perkembangan ayam. Campuran Bahan Pencampuran bahan dimulai dari bahan yang konsentrasinya paling sedikit hingga konsentrasi paling banyak, lalu diaduk hingga merata. Pencamouran ini dapat dilakukan dengan cara konvensional menggunakan sekop apabila bahan yang akan dicampur volumenya relative sedikit dan menggunakan mesin pencampur (mixer) apabila volume bahan relative banyak. Pembuatan Pellet/butiran Bahan yang telah dicampur secara merata lalu dibuat dalam bentuk pellet atau butiran dengan menggunakan mesin pembuat pellet. Pellet diperuntukkan bagi pakan ayam berumur 21 hari ke atas, sedangkan jenis butiran diperuntukkan sebagai pakan ayam berumur 1-21 hari d. Pengeringan Pakan Jadi Pengeringan dilakukan selama 1-2 hari dengan menggunakan lemari oven dengan suhu 30-50 oC. Pengeringan dengan menggunakan sinar matahari cukup 1 hari apabila intensitas sinar matahari cukup tinggi. e. Pengepakan dan Penyimpanan Untuk menjaga kualitas, pakan perlu dikemas secara baik. Caranya yaitu, pada bagian dalam menggunakan pembungkus plastik polyethilen dan bagian luar karung plastik. Tempat penyimpanan diusahakan bebas dari hama (serangga atau tikus) yakni dengan cara disemprotkan disinfektan. Kondisi ruangan harus kering dan tidak lembab.