Anda di halaman 1dari 37

KONFERENSI KLINIK MINGGU KE-VII (03 09 Agustus 2013)

Hidramnion

Pembimbing : Dr. dr. Herlambang, SpOG, KFM

Oleh : Annisa, Luli, Elita, Devi Wella, Yulismi, Penny, Yessi


BAGIAN OBSTETRI DAN GINEKOLOGI FK UNJA / RSUD RADEN MATTAHER JAMBI

LAPORAN KEGIATAN KOAS MINGGU KE-VII 03-09 Agustus 2013

LAPORAN JAGA VK
Partus patologis KASUS kamar Operasi Mayor Minor peny ginekolo Pasien total gi Bermasalah

Partus fisiologis

spontan

ekst vakum SC

Gin

Onk 1

kuretase 7 12 1
56

OBS GYN TOTAL

17

LAPORAN JAGA BANGSAL


Kasus Obstetri Jumlah 3

Ginekologi
Total

2
5

LAPORAN POLI
Kasus Obstetri Jumlah 3

Ginekologi
Total

2
5

LAPORAN OK
Kasus Obstetri Jumlah 3

Ginekologi
Total

2
5

IDENTITAS
Nama : Ny. LS Umur : 29 tahun Suku/bangsa: Batak/Indonesia Agama : Islam Alamat : RT 07, Kasang Pudak MRS : 11.35 wib 02-08-2013

Keluhan utama : Keluar air-air dari jalan lahir sejak 2 hari SMRS RPS : keluar air-air dari jalan lahir sejak 2 hari SMRS, disertai lendir(+), darah (-), Mules (+), mules dirasa sering, menjalar dari perut sampai ke pinggang, riw. jatuh (-), riw. Coitus sblm keluhan(-)

Riwayat RiwayatObstetri Obstetri


G1P0A0 HPHT : 02-11-2012 TP : 09-08-2013 UK : 39 minggu Siklus haid teratur, lama haid 4 hari. Riwayat imunisasi TT (+) : 1x

Status Generalisata
KU : Baik TD : 120/80mmHg Suhu: 36,5 oC Nadi : 74x/I RR : 18x/I TB : 155 cm BB : 60 Kg Mata: Konjungtiva anemis -/, sklera ikterik -/-, Leher: Pembesaran KGB (-), struma (-) Paru : Vesikuler +/+, ronkhi, wheezing -/ Jantung: BJ I/II reguler, murmur -, gallop Abdomen : Supel BU (+), Nyeri perut bagian bawah Ekstremitas : edema (+), akral dingin(-).

Muka Leher Dada

: cloasma gravidarum (-), edema (-) : pembesaran kelenjar getah bening (-) : pembesaran mammae simetris, puting susu, menonjol, hiperpigmentasi areola mammae,(+), colostrum (-) Abdomen : perut tampak membesar ke depan, striae gravidarum (+), linea alba (+), sikatrik (-) Vulva : labia mayor/minor simetris, pembengkakan kel.bartholini (-), pengeluaran vagina (+) : air ketuban (+), jumlah 30cc Ekstremitas : edema (+), varises (-)

Status Obstetri
Palpasi TFU Leopold I Leopold II Leopold III Leopold IV His TBJ DJJ : 33 cm

: bokong : punggung kanan : Presentasi kepala : 5/5 :: 3255 gr : 136 x/i

Pemeriksaan Dalam
Portio Pendataran Pembukaan Ketuban Penunjuk Presentasi Penurunan Posisi

:0% : (-)

: lunak

: sulit dinilai : Sulit dinilai : sulit dinilai :HI : Sulit dinilai

Pemeriksaan Penunjang
Laboratorium 10-07-2013: HB : 13,0 gr/dl WBC : 5,7 103/mm3 RBC : 4,38 juta/mm3 HT : 110 % PLT : 155 103/mm3 Golongan Darah: B Gravindex test: (+)

USG G1P0A0 gravida 39 minggu + Hidramnion

DIAGNOSIS : G1P0A0 gravida 39 minggu belum inpartu, janin tunggal hidup intrauterine preskep + Hidramnion

TERAPI : -IVFD RL : 30 tts/menit -Cefotaxime 3 x 1 gr -Dexamethasone 2x 20 ml Observasi TTV, KU ibu dan DJJ Jika stabil pindahkan ke bangsal

Tanggal 03/08/2013

S (-)

O TD : 120/70, S : 36,00C DJJ : 151 x/I, His : -

G1P0A0 gravida 39 IVFD RL 15 tts/ I, minggu belum Ceftriaxone 3x1, inpartu, jth Dexamethasone 2x20ml intrauterine preskep + Hidramnion

04/08/2013

(-)

TD : 120/70, S : 36,00C DJJ : 151 x/I, His : -

G1P0A0 gravida 39 IVFD RL 15 tts/ I, minggu belum Ceftriaxone 3x1, inpartu, jth Dexamethasone 2x20ml intrauterine preskep + Hidramnion

Tanggal 05/08/2013

S Mules (+)

O TD : 120/70, S : 36,20C DJJ : 151 x/I, His : 2/10/15

A G1P0A0 gravida 39 minggu belum inpartu, jth intrauterine preskep + Hidramnion

P IVFD RL 15 tts/ I, Ceftriaxone 3x1, Dexamethasone 2x20ml os pindah ke VK

Tanggal

O
TD : 120/80, S : 36,50C DJJ : 150 x/I, His : 2/10/20 LI = TFU 34 cm, teraba bokong LII = puka LIII = presentasi kepala LIV = 4/5 Pemeriksaan Dalam : Portio lunak, pendataran 20%, pembukaan 2 cm, ketuban (+), penunjuk sulit dinilai, presentasi kepala, penurunan HI, posisi sulit

A
G1P0A0 gravida 39 minggu inpartu kala I fase laten, jth intrauterine preskep + Hidramnion

P
- IVFD RL 15tts/I, - Ceftriaxone 3x1, - Dexamethasone 2x20ml - Observasi KU, TTV dan kemajuan persalinan

05/08/2013 Mules (+) Pkl 07.40 semakin WIB sering

Tanggal

O
TD : 120/80, S : 36,00C DJJ : 152 x/I, His : 1/10/10 LI = TFU 34 cm, teraba bokong LII = puka LIII = presentasi kepala LIV = 4/5 Pemeriksaan Dalam : Portio lunak, pendataran 20%, pembukaan 2 cm, ketuban (+), penunjuk sulit dinilai, presentasi kepala, penurunan HI, posisi sulit

A
G1P0A0 gravida 39 minggu inpartu kala I fase laten, jth intrauterine preskep + Hidramnion

P
- IVFD RL 15tts/I, - Ceftriaxone 3x1, - Dexamethasone 2x20ml - Observasi KU, TTV dan kemajuan persalinan

05/08/2013 Mules (+) Pkl 14.00 berkurang WIB

Tanggal

O
TD : 120/80, S : 36,50C DJJ : 140 x/I, His : 1/10/20 LI = TFU 34 cm, teraba bokong LII = puka LIII = presentasi kepala LIV = 4/5 Pemeriksaan Dalam : Portio lunak, pendataran 20%, pembukaan 2 cm, ketuban (+), penunjuk sulit dinilai, presentasi kepala, penurunan HI, posisi sulit

A
G1P0A0 gravida 39 minggu inpartu kala I fase laten, jth intrauterine preskep + Hidramnion

P
- IVFD RL 15tts/I, - Ceftriaxone 3x1, - Dexamethasone 2x20ml -Observasi KU, TTV dan kemajuan persalinan -Drip definitip amp pitgin

05/08/2013 Mules (+) Pkl 18.45 WIB

Tanggal

O
TD : 120/80, S : 36,50C DJJ : 138 x/I, His : 1/10/20 LI = TFU 34 cm, teraba bokong LII = puka LIII = presentasi kepala LIV = 4/5 Pemeriksaan Dalam : Portio lunak, pendataran 20%, pembukaan 2 cm, ketuban (+), penunjuk sulit dinilai, presentasi kepala, penurunan HI, posisi sulit

A
G1P0A0 gravida 39 minggu inpartu kala I fase laten, jth intrauterine preskep + Hidramnion

P
- IVFD RL 15tts/I, - Ceftriaxone 3x1, - Dexamethasone 2x20ml -Observasi KU, TTV dan kemajuan persalinan -Drip definitip amp pitgin -Observasi sampai pkl 15.00 wib, lapor ulang

06/08/2013 Mules (+) Pkl 08.45 WIB

Tanggal

O
TD : 120/70, S : 36,00C DJJ : 152 x/I, His : 1/10/20 LI = TFU 34 cm, teraba bokong LII = puka LIII = presentasi kepala LIV = 4/5 Pemeriksaan Dalam : Portio lunak, pendataran 20%, pembukaan 2 cm, ketuban (+), penunjuk sulit dinilai, presentasi kepala, penurunan HI, posisi sulit

A
G1P0A0 gravida 39 minggu inpartu kala I fase laten, jth intrauterine preskep + Hidramnion

P
- Sc cito pkl 20.00 wib

06/08/2013 Mules (+) Pkl 15.00 WIB

Pukul 07.00 WIB Dilakukan ekstraksi vakum : Pasien dibaringkan dengan posisi litotomi Dilakukan episiotomi Mangkok vakum dipasang pada UUK Dilakukan eksplorasi untuk memastikan tidak ada jaringan vulva dan vagina yangterjepit diantara mangkok vakum dan kepala janin Diberikan tekanan - 0.02 selama 2 menit, - 0.04 selama 2 menit dan - 0.06 selama 2 menit. Dilakukan tarikan sejajar dengan sumbu jalan lahir Pukul 07.13 WIB, lahir bayi laki-laki, BBL 3500 gram, PB 48 cm, A/S 7/8 Pukul 07.17 WIB, dilakukan PTT, lahir plasenta secara spontan dan lengkap

Tanggal 07/08/2013

S (-)

O TD : 110/70 S : 36,00C

P1A0 post sc a/I persalinan IVFD RL 15 tts/ I, macet + Hidramnion hari 1 Ceftriaxone 3x1, Metronidazole 2x500ml Alinamin F 3x1

08/08/2013

Nyeri luka operasi

TD : 150/80 S : 36,00C

P1A0 post sc a/I persalinan IVFD RL 15 tts/ I, macet + Hidramnion hari 2 Ceftriaxone 3x1, Metronidazole 2x500ml Alinamin F 3x1

09/08/2013

(-)

TD : 120/80 S : 36,00C

P1A0 post sc a/I persalinan Cefadroxil 3x1 macet + Hidramnion hari 3 Metronidazole 3x1 Paracetamol 3x1 SF 2x1 Vit B complex 1x1

TINJAUAN PUSTAKA
Klasifikasi Ada 2 jenis polyhydramion : a. Hidramion kronis b. Hidramion akut
Etilogi a. Produksi air tuban bertambah b. Pengaliran air tuban yang terganggu

Hydramion sering pada: a. Cacat janin (anencephalus dan atresia oesophagus) b. Gemelli c. Diabetes d. Preeklamsi/ eklamsi e. Erythroblastosis fetalis Manifestasi Klinis a. Sesak nafas b. Oedem labia, vulva dan dinding perut. c. Nyeri pada uterus tu/hydramion akut. d. DJJsering tidak terdengar.

Komplikasi Pada ibu: a. Solutio plasenta b. Inertia uteri c. Perdarahan post partum. Penatalaksanaan Hydramion yang ringan tidak memerlukan terapi dpat diberi sedativ dan diit rendah garam. Prognosis Pada janin kurang baik, dapat terjadi: a. Cacat bawaan b. Prematuritas c. Prolaps foeniculi d. Erythroblastosis

Dampak Kala II Lama Dampak bagi ibu : 1. Infeksi intrapartum 2. Ruptur uteri 3. Cincin retraksi patologis 4. Pembentukan fistula 5. Cedera otot-otot dasar panggul
Dampak bagi janin : 1. Kaput suksedaneum 2. Molase kepala janin

Ekstraksi Vakum Tindakan obstetrik yang untuk mempercepat kala pengeluaran dengan sinergi tenaga mengedan ibu dan tenaga penolong.

Indikasi Kala II lama dengan presentasi belakang kepala/verteks.


Kontraindikasi Absolut 1. Bukan presentasi kepala, presentasi muka atau dahi 2. Kepala belum masuk pintu atas panggul 3. Dilatasi cervix tidak lengkap 4. Bukti klinis adanya CPD

Kontraindikasi Relatif 1. Prematur atau TBJ < 2500 gr 2. Letak di panggul tengah 3. Sikap bayi yang sulit

Syarat Ekstraksi Vakum 1. Pembukaan lengkap 2. Ibu masih mampu untuk meneran 3. Presentasi kepala 4. Cukup bulan (aterm) 5. Tidak ada kesempitan panggul 6. Anak hidup 7. Penurunan kepala pada level 2 ata dasar panggul 8. Kontraksi baik 9. Ketuban sudah pecah 10. Alat ekstraktor vakum masih berfungsi baik

Kegagalan Ekstraksi Vakum 1. kepala tidak turun setelah 3 kali penarikan 2. 3 kali mangkok vakum terlepas 3. tidak lahir setelah 30 menit

Komplikasi Pada ibu dapat perdarahan, trauma jalan lahir, dan infeksi. Pada janin dapat terjadi ekskoriasi kulit kepala, cephalhematoma, subgaleal hematoma, nekrosis kulit kepala.

PEMBAHASAN
Dilaporkan pasien Ny. EH, 27 tahun, MRS 10 Juli 2013, pukul 07.45 wib, G1P0A0 Hamil 38-39 minggu inpartu kala 1 fase laten, jth presentasi kepala.
Diagnosanya sudah tepat karena pasien mengeluh keluar lendir bercampur darah, mules yang semakin sering, dan pada pemeriksaan dalam didapatkan pembukaan 2 cm inpartu kala I fase laten.

Pkl 18.30 wib, DJJ 135 x/I, His 2/10/30, pemeriksaan dalam didapatkan portio tidak teraba, pendataran 100%, pembukaan lengkap, ketuban (-), penunjuk uuk, presentasi kepala, penurunan HI, maka pasien didiagnosis G1P0A0 gravida 38-39 minggu inpartu kala II, jthintrauterine preskep observasi dan dipimpin persalinan.

Hingga tgl 11-07-2013, pkl 04.30 wib, masih tidak ada kemajuan persalinan, penurunan HIII caput, didiagnosis G1P0A0 gravida 38-39 minggu inpartu kala II lama, jth intrauterine preskep drip pitogin amp pitogin & rencana vakum. Pukul 07.00 wib, dilakukan ekstraksi vakum, hal ini sesuai dengan teori dimana indikasi dilakukannya ekstraksi vakum adalah kala II lama dengan presentasi belakang kepala/verteks dan persyaratan untuk ekstraksi vakum telah terpenuhi.

PENUTUP
Kala II lama disebabkan (1) kelainan tenaga (His), (2) kelainan janin dan (3) kelainan jalan lahir. Penatalaksanaan yang dilakukan pada ibu dengan kala II memanjang yaitu dapat dilakukan persalinan pervaginam spontan, dengan ekstraksi vakum, dengan ekstraksi forceps, dan atau secara perabdominal sesuai dengan kondisi pasien.