Anda di halaman 1dari 13

MODUL 13

TEKNIK INSTALASI

dosen :
Mustari Lamma

Kelas karyawan
fakultas teknologi industri
universitas mercu buana

10. Kapasitor sebagai sumber daya reaktif

10.1. P e n d a h u l u a n

Peralatan-peralatan dalam sisitem tenaga listrik yang dapat berfungsi sebagai sumber
daya reaktif, antara laian :
a. Motor sinkron
Mesin ini dapat dijalankan pada faktor daya yang tinggi dan biasanya digunakan
untuk memperbaiki faktor daya, faktor daya dibuat mendahului fase dan
mengimbangi ketinggian fase dari mesin-mesin lainnya.
b. Kapasitor
Yang dimaksud dengan kapsitor adalah kapsitir tenaga dari jenis kapasitor untuk
arus bolak balik, kapasitor ini bekerja berdasarkan pada prinsip arus
meninggalkan tegangan sebesar 90o, kapasitor akan menghasilkan daya reaktif
apabila dihubungkan dengan listrik. Sehubungan dengan tidak adanya bagian-
bgaian bergerak, instalasi dan pemeliharaan termasuk sederhana. Keuntungan
lain adalah kapasitor dan ruang kerja yang diperlukan sedikit, peralatan ini dapat
dipasang pada ruang penyangga atau dinding.
c. Alat Penunjuk fase (Phase Advancer)
Alat penunjuk fase adalah untuk memanipulasi sudut fase agar menghasilkan
peningkatan faktor daya.

Dari ketiga hal yang telah diuraikan diatas, maka kapasitor mempunyai fungsi
sebagai pembangkit daya reaktif untuk memperbaiki faktor daya yang rendah serta
mengkompensasi jatuh tegangan (voltage drop).
Dalam rangkaian listrik terdapat 3 (tiga) macam karakteristik beban listrik, yaitu :
beban resistif, beban induktif dan beban kapasitif.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 2
Pada gambar berikut dapat dilihat hubungan antara daya aktif, daya semu dan daya
reaktif.

Gambar 10.1. Hubungan antara daya aktif, daya semu dan daya reaktif

Faktor Daya :

kW
Cos φ =
kVA

kVAr = kVA x Sin φ

dimana :
kW : Daya aktif
kVA : Daya semu
kVAr : Daya reaktif

10.2. Prinsip perbaikan faktor daya

Besar kecilnya faktos daya berhubungan erat dengan kebutuhan beban akan daya
reaktif, hal ini dapat dilihat pada gambar 9.2. berikut :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 3
Gambar 10.2. Hubungan antara daya aktif dan daya reaktif dalam satuan PU

Dari gambar diatas terlihat bahwa makin besar sudut beban, makin besar pula daya
reaktif yang dibutuhkan untuk suatu beban tertentu, sehingga apabila terdapat
beban induktif, maka untuk memperbaiki faktor dayanya dibutuhkan daya reaktif
kapasitif untuk mengkompensir daya reaktif induktif.

10.3. Akibat rendahnya faktor daya

Dengan menyadari bahwa sustu faktor daya yang rendah dapat menyebabkan
tegangan dan arus berlawanan fase sehingga perkaliannya tidak menghasilkan daya
dalam watt tetapi dalam volt-amper dan dapat mengakibatkan kerugian-kerugian
yang tidak diinginkan.
Adapun kerugian-kerugian yang dimaksud adalah :
a. Jatuh tegangan
b. Regulasi tegangan buruk
c. Generator bekerja pada KVA yang tinggi.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 4
10.4. Pengurangan Kebutuhan kVA

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menambahkan daya reaktif dengan
menggunakan kapasitor adalah untuk pengurangan kebutuhan kVA yang maksimum
untuk kW yang sama, dari gambar dibawah ini terlihat besarnya pengurangan kVA
tersebut.

Gambar 10.3. Vektor Diagram untuk pengurangan kebutuhan kVA

Dimana :
P = Pengurangan kebutuhan kVA dinyatakan dalam PU dari kVA
Mula-mula
A = PQ = kVA awal sebelum perbaikan faktor daya
B = PR = kVA setelah perbaikan faktor daya
Dari 9.3 diperoleh :

PS
PQ =
Cosϕ1

PS
PR =
Cosϕ 2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 5
maka persamaan menjadi :

PS PS
ΔP = -
Cosϕ1 Cosϕ 2

10.5. Pelepasan kapasitas Thermis

Pada tiap kapasitor shunt yang dipasang pada jepitan beban dari sebuah sal;uran yang
mensupplay beban akan mengalami pelepasan Thermis. Thermal C (Capacity) adalah
beban kVA yang dapat ditambahkan akibat perbaikan faktor daya atau akibat
penambahan daya reaktif pada sistem tenaga.

Keterangan gambar :
TC : Pelepasan kapasitas thermis
Cos φ1 : Faktor daya awal
Cos φ2 : Faktor daya setelah ada penambahan kapasitas
Cos φ3 : Faktor daya setelah penambahan TC
BC = OF = Besar rating kapasitor (kVAr)
OB = kVA awal
OA = kW awal

Gambar 10.4. Diagram vektor pelepasan kapasitas thermis

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 6
Diasumsikan penambahan TC pada daya yang sama dengan faktor daya setelah
penambahan kapasitor shunt.

OC + TC = OE

Besarnya TC adalah :
CkVAr
TC = kVA . --------------
kVAr

10.6. Kapasitor shunt sebagai sumber daya reaktif

Kapasitor akan menghasilkan daya reaktif apabila dihubungkan dengan jaringan listrik.
Dengan pemasangan kapasitir ini, maka akan dapat mengkompensasi arus induktif
yang banyak dibutuhkan oleh beban yang faktor dayanya rendah.
Kapasitor tegangn rendah dipasang pada sistem saluran distribusi masing-masing atau
motor-motor para pelanggang untuk mengurangi kerugian sistem dan memperbaiki
tegangan maupun kemampuan sistem. Sebagai keuntungan tambahan bagi konsumen
antara lain turunnya kVA yang dibutuhkan, kerugian daya, dan tegangan yang stabil.
Ada 2 (dua) macam kapasitor dalam sistem tenaga listrik yaitu kapasitor seri dan
kapasitor paralel atau shunt. Kapasitor seri dan kapasitor shunt pada sistem daya
menimbulkan daya reaktif untuk memperbaiki faktor daya dan tegangan. Dalam
kapasitor seri daya reaktif sebanding dengan kuadrat tegangan. Ada beberapa aspek
tertentu yang tidak menyenangkan pada kapasitor seri, secara umum dapat dikatakan
biaya untuk memasang kapasitor seri jauh lebih tinggi dari biaya pemasangan kapasitor
shunt.
Hal ini disebabkan karena peralatan pelindung untuk kapasitor seri sering lebih
kompleks dan juga biasanya kapasitor seri didisain untuk daya yang lebih besar dari
pada kapasitor shunt, ada beberapa faktor yang mempengaruhi kapasitor seri dan
kapasitor shunt yang dapat dilihat sebagai berikut :

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 7
Kapasitor seri memberikan perbaikan faktor daya karena melesetnya komponen
tegangan dari pase-pasenya, berbeda dengan kapasitor shunt yang perbaikan faktor
dayanya karena melesetnya komponen-komponen arus dari fase-fasenya.
Kapasitor shunt adalah semata-mata suatu reaktansi kapasitif dalam hubungan paralel
dengan beban atau sistem dan pada dasarnya adalah untuk perbaikan faktor daya.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 8
Gambar 10.5. Kapasitor shunt dan kapasitor seri

10. Kapasitor sebagai sumber daya reaktif

10.1. P e n d a h u l u a n

Peralatan-peralatan dalam sisitem tenaga listrik yang dapat berfungsi sebagai sumber
daya reaktif, antara laian :
d. Motor sinkron
Mesin ini dapat dijalankan pada faktor daya yang tinggi dan biasanya digunakan
untuk memperbaiki faktor daya, faktor daya dibuat mendahului fase dan
mengimbangi ketinggian fase dari mesin-mesin lainnya.
e. Kapasitor
Yang dimaksud dengan kapsitor adalah kapsitir tenaga dari jenis kapasitor untuk
arus bolak balik, kapasitor ini bekerja berdasarkan pada prinsip arus
meninggalkan tegangan sebesar 90o, kapasitor akan menghasilkan daya reaktif

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 9
apabila dihubungkan dengan listrik. Sehubungan dengan tidak adanya bagian-
bgaian bergerak, instalasi dan pemeliharaan termasuk sederhana. Keuntungan
lain adalah kapasitor dan ruang kerja yang diperlukan sedikit, peralatan ini dapat
dipasang pada ruang penyangga atau dinding.
f. Alat Penunjuk fase (Phase Advancer)
Alat penunjuk fase adalah untuk memanipulasi sudut fase agar menghasilkan
peningkatan faktor daya.

Dari ketiga hal yang telah diuraikan diatas, maka kapasitor mempunyai fungsi
sebagai pembangkit daya reaktif untuk memperbaiki faktor daya yang rendah serta
mengkompensasi jatuh tegangan (voltage drop).
Dalam rangkaian listrik terdapat 3 (tiga) macam karakteristik beban listrik, yaitu :
beban resistif, beban induktif dan beban kapasitif.
Pada gambar berikut dapat dilihat hubungan antara daya aktif, daya semu dan daya
reaktif.

Gambar 10.1. Hubungan antara daya aktif, daya semu dan daya reaktif

Faktor Daya :

kW
Cos φ =
kVA

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 10
kVAr = kVA x Sin φ

dimana :
kW : Daya aktif
kVA : Daya semu
kVAr : Daya reaktif

10.2. Prinsip perbaikan faktor daya

Besar kecilnya faktos daya berhubungan erat dengan kebutuhan beban akan daya
reaktif, hal ini dapat dilihat pada gambar 9.2. berikut :

Gambar 10.2. Hubungan antara daya aktif dan daya reaktif dalam satuan PU

Dari gambar diatas terlihat bahwa makin besar sudut beban, makin besar pula daya
reaktif yang dibutuhkan untuk suatu beban tertentu, sehingga apabila terdapat
beban induktif, maka untuk memperbaiki faktor dayanya dibutuhkan daya reaktif kapasitif
untuk mengkompensir daya reaktif induktif.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 11
10.3. Akibat rendahnya faktor daya

Dengan menyadari bahwa sustu faktor daya yang rendah dapat menyebabkan
tegangan dan arus berlawanan fase sehingga perkaliannya tidak menghasilkan daya
dalam watt tetapi dalam volt-amper dan dapat mengakibatkan kerugian-kerugian
yang tidak diinginkan.
Adapun kerugian-kerugian yang dimaksud adalah :
d. Jatuh tegangan
e. Regulasi tegangan buruk
f. Generator bekerja pada KVA yang tinggi.

10.4. Pengurangan Kebutuhan kVA

Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk menambahkan daya reaktif dengan
menggunakan kapasitor adalah untuk pengurangan kebutuhan kVA yang maksimum
untuk kW yang sama, dari gambar dibawah ini terlihat besarnya pengurangan kVA
tersebut.

Gambar 10.3. Vektor Diagram untuk pengurangan kebutuhan kVA

Dimana :
P = Pengurangan kebutuhan kVA dinyatakan dalam PU dari kVA
Mula-mula
A = PQ = kVA awal sebelum perbaikan faktor daya

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 12
B = PR = kVA setelah perbaikan faktor daya
Dari 9.3 diperoleh :

PS
PQ =
Cosϕ1

PS
PR =
Cosϕ 2

maka persamaan menjadi :

PS PS
ΔP = -
Cosϕ1 Cosϕ 2

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB Ir. Mustari Lama M.Sc. TEKNIK INSTALASI 13