Anda di halaman 1dari 9

TELAAH KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAQ KELAS VII SEMESTER 1 MADRASAH TSANAWIYAH AL IMAN

SEMARANG

A. Latar Belakang Telaah Kurikulum Berdasarkan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah, memutuskan bahwa Standar Kompetensi Lulusan untuk mata pelajaran Aqidah Akhlaq Madrasah Tsanawiyah, yaitu sebagai berikut : 1. Meningkatkan pemahaman dan keyakinan terhadap rukun iman melalui pembuktian dengan dalil naqli dan aqli, serta pemahaman dan penghayatan tentang Asmaul Husna dengan menunjukkan ciri-ciri/tanda-tanda perilaku seseorang dalam fenomena kehidupan dan pengamalannya dalamkehidupan sehari-hari. 2. Membiasakan akhlak terpuji seperti ikhlas, taat, khauf, taubat, tawakal, ikhtiar, sabar, syukur, qanaah, tawadhu, husnuzh-zhan, tasamuh, taawun, berilmu, kreatif, produktif, dan pergaulan remaja, serta menghindari akhlak tercela seperti riya, nifak, ananiah, putus asa, marah, tamak, takabur, hasad, dendam, ghibah, fitnah, dan namimah. Dengan demikian, maka kurikulum yang ada pada saat ini seharusnya kurikulum yang di dalamnya mencakup keseluruhan dari Standar Kompetensi yang telah ditetapkan. Sebagai generasi yang berperan dalam bidang pendidikan nantinya, kita sebagai mahasiswa perlu merenungkan, menelaah, serta mengkritisi tentang kurikulum yang sedang berlaku pada saat ini. Mulai dari telaah kritis mengenai urutan materi yang ada di dalam silabus, sudah sesuai dengan tujuaan pembelajaran yang diharapkan atau belum. Kemudian telaah kritis ruang lingkup dalam pembahasannya, telaah kritis terhadap kesesuaian materi dengan psikologi siswa, dan yang terakhir telaah kritis terhadap alokasi waktu yang ada. B. Contoh Telaah dan Mengkritisi Kurikulum a) Silabus Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Kelas VII MTs Semester I

Bentuk dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Mata Pelajaran Aqidah Akhlaq Kelas VII MTs Semester I ini sesuai dengan peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

Standar Kompetensi Aqidah Islam 1. Memahami dasar dan tujuan Aqidah Islam

Kompetensi Dasar 1.1.Menjelaskan dasar dan tujuan Aqidah Islam 1.2.Menunjukkan dalil tentang dasar Aqidah Islam

Iman, Islam, dan Ihsan 1. Memahami dasar dan tujuan Aqidah Islam

1.3.Menjelaskan hubungan Iman, Islam, dan Ihsan 1.4.Menunjukkan dalil tentang Iman, Islam, dan Ihsan

Sifat-sifat Wajib Allah 2. Meningkatkan keimanan kepada

2.1.Mengidentifikasikan sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, maani, dan maknawiyah 2.2.Menunjukkan bukti/dalil naqli dan aqli dari sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, maani, dan

Allah melalui pemahaman sifat-sifatNya

maknawiyah Sifat Mustahil dan Jaiz bagi Allah 2. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifat-Nya 2.3. Menguraikan sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah SWT 2.4.Menunjukkan ciri-ciri atau tanda perilaku orang beriman kepada sifat wajib, mustahil dan jaiz Allah SWT dalamkehidupan sehari-hari Akhlaq Terpuji Kepada Allah SWT 3. Menerapkan akhlaq terpuji kepada Allah 3.1.Menjelaskan pengertian dan

pentingnya ikhlas, taa, khauf, dan tobat 3.2.Mengidentifikasikan bentuk dan

contoh-contoh perilaku ikhlas, taat, khauf, dan tobat 3.3.Menunjukkan nilai-nilai positif dari

perilaku ikhlas, taat, khauf, dan tobat 3.4.Membiasakan perilaku ikhlas, taat, khauf, dan tobat

b) Alokasi Waktu Berikut alokasi waktu yang pada pada semester Ganjil tahun ajaran 2009/2010.

No

Bulan

Jumlah Minggu dalam 1 semester

Jumlah Minggu Efektif

Jumlah Minggu tidak Efektif

Keterangan

1 2

Juli Agustus

2 4

2 2 2

MOS Kegiatan Agustusan, Libur awal Ramadhan

September

Libur menjelang Hari Raya Idul Fitri

4 5 6

Oktober November Desember Jumlah

4 4 5 24 Minggu

3 4 4 18 Minggu

Ujian MID Semester

1 6 Minggu

Ujian Semester

Jumlah Minggu Efektif dalam satu semester : 24 6 = 18 Minggu Jumlah Jam efektif dalam satu semester : 18 minggu x 2 jam pelajaran = 36 jam pelajaran 1 jam = 40 menit

PROGRAM SEMESTER GANJIL

Mata Pelajaran Nama Sekolah Kelas / Semester Tahun Pelajaran

: : : :

Aqidah Akhlaq MTs Nurul Huda VII / I 2009/2010


Bulan / Minggu September Oktober November Desember 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

No

Pokok Bahasan

Waktu

Juli 1 2 3

Agustus 4 5

24

Akidah Islam

6 JP Libur Awal Ramadhan Ujian Akhir Semester Ujian MID Semester Kegiatan Agustusan Libur HR Idul Fitri

2 3 4 5

Ulangan Harian I Iman, Islam & Ihsan Ulangan Harian II Sifat-sifat Wajib Allah Ulangan Harian III Sifat Mustahil dan Jaiz bagi Allah Ulangan Harian IV Akhlak Terpuji kepada Allah Ulangan Harian V

6 JP 6 JP 6 JP 8 JP

c) Telaah Kritis Kurikulum Mapel Aqidah Akhlaq Kelas VII MTs Semester I Telaah kritis ini memungkinkan mengingat keragaman dari peserta didik, kondisi budaya sekitar dan keadaan psikologi baik peserta didik ataupun psikologi lingkungan yang memungkinkan terjadinya pergeseran tata urutan penyampaian, materi / pokok bahasan, bahkan sampai alokasi waktunya. Demikian perlunya telaah kurikulum sehingga seorang guru dapat melakukan penyesuaian agar tidak terjadi kerancauan dalam proses pembelajaran.

1. Telaah Kritis Urutan Materi


a. Pertama-tama materi yang akan dibahas dalam pelajaran Aqidah Akhlaq kelas VII semester I adalah bab mengenai Aqidah Islam. Hal ini, mengisyaratkan pada kita bahwa yang pertama kali harus ditanamkan oleh peserta didik dalam rangka menciptakan generasi muslim yang taat beragama adalah Aqidah Islam itu sendiri. Aqidah Islam dianggap sebagai landasan pokok yang harus dimiliki bagi setiap muslim dalam menjalankan kehidupan beragamanya. Karena seperti yang telah kita ketahui Aqidah Islam merupakan dasar-dasar pokok kepercayaan, keyakinan hati, dan keimanan seorang muslim yang bersumber dari ajaran Islam yang wajib dipegang oleh setiap muslim sebagai keyakinan yang kuat. b. Pembahasan selanjutnya setelah Aqidah Islam adalah mengenai Iman, Islam dan Ihsan. Berdasarkan hal tersebut, maka ada hubungan yang berkesinambungan antara materi sebelumnya dimana Aqidah Islam yang berfungsi untuk memberikan landasan atau pokok kepercayaan dan keyakinan hati pada setiap muslim, yang kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Iman, Islam dan Ihsan. Dimana isi atau substansi dari Aqidah Islam itu sendiri adalah Iman, Islam dan yang terakhir adalah Ihsan. Dan dari pembahasan Iman, Islam dan Ihsan menghasilkan sebuah keyakinan yang membuat seorang muslim berislam dengan menjalankan syariat-Nya, dan dalam menjalankan syariat tersebut seorang muslim harus berihsan atau merasa apa yang dilakukan senantiasa dilihat oleh Allah. c. Di dalam menjalankan syariat Islam seorang muslim dituntut untuk selalu berihsan. Dan seorang muslim disebut ihsan bila ia telah melaksanakan rukun Islam dan seorang muslim telah memiliki keyakinan tentang kebenaran (beriman). Berdasarkan hal tersebut, pembahasan selanjutnya adalah mengenai Sifat-sifat Wajib Allah, oleh karena dalam meningkatkan dan mempertebal keimanan kita, maka alangkah lebih baiknya bila kita mengenal serta memahami lebih lanjut Sifat-sifat Wajib bagi Allah. Sehingga diharapkan seorang muslim akan lebih mengetahui, memahami, serta

merenungi segala keagungan dan kesempurnaan Allah yang dibuktikan dengan Sifatsifat Wajib Allah. d. Setelah mengetahui dan memahami Sifat-sifat Wajib bagi Allah maka keimanan seorang muslim kepada Allah akan semakin bertambah. Dengan bertambahnya keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah, maka seorang muslim dapat menyimpulkan bahwa sesungguhnya Allah tidak mungkin mempunyai Sifat-sifat yang berkebalikan dengan Sifat-sifat Wajib-Nya serta sifat yang boleh ada dan boleh tidak ada pada dzat Allah. Oleh karenanya setelah membahas tentang Sifat-sifat Wajib bagi Allah maka perlu diketahui pula oleh seorang muslim Sifat-sifat Mustahil bagi Allah, beserta Sifat Jaiz bagi Allah. e. Secara sistematis, di dalam pembahasan-pembahasan sebelumnya telah dijelaskan secara lengkap bagi seorang muslim dalam menjalankan kegiatan beragamanya mulai dari Aqidah sampai syariah. Oleh karenanya untuk melengkapinya, seorang muslim membutuhkan marifat (mengetahui) yang salah satunya bisa dicapai dengan mengetahui akhlak terpuji kepada Allah, mulai dari ikhlas terhadap segala sesuatu yang digariskan oleh Allah, selalu taat dalam memenuhi dan melaksanakan perintah Allah serta menjauhi larangan Allah. Selain itu, seorang muslim juga dituntut untuk mempunyai sifat Khauf (takut) dan khawatir kepada Allah akan adzab-Nya, dan yang terakhir adalah selalu memohon ampun kepada Allah dengan jalan bertaubat meninggalkan perbuatan salah atau dosa dengan penyesalan.

2. Telaah Kritis Ruang Lingkup Pembahasan


Ruang lingkup materi pembahasan mata pelajaran Aqidah Akhlaq MTs kelas VII semester I, mencakup persoalan-persoalan dasar tentang Aqidah Islam. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai Iman, Islam dan Ihsan, baru kemudian bab yang membahas tentang Sifat-sifat wajib bagi Allah beserta Sifat-sifat Mustahil dan Jaiz bagi Allah. Dan yang terakhir dilanjutkan ditutup dengan akhlak terpuji kepada Allah. Sistematika pembahasan yang ditawarkan dalam materi Aqidah akhlaq MTs kelas VII semester I ini sudah cukup koheren dan berkesinambungan antara materi satu dengan materi selanjutnya.

3. Telaah Kritis terhadap Kesesuaian Materi dengan Psikologi Siswa


Di dalam materi pembahasan mata pelajaran Aqidah Akhlaq MTs kelas VII semester I sudah sangat sesuai dengan kondisi psikologis anak usia MTs kelas VII. Karena seperti yang telah kita ketahui kondisi psikologis siswa pada anak usia ini masuk pada masa pra pubertas/peural (12-14 tahun). Masa ini merupakan masa peralihan dari masa sekolah dasar menuju masa pubertas, dimana anak usia ini sudah ingin berlaku seperti orang dewasa tetapi dirinya belum siap masuk kelompok dewasa. Berdasarkan hal ini, maka materi pembahasan yang ada sudah sangat sesuai dengan kondisi kejiwaan anak yang cenderung masih mencari jati diri. Landasan dan pokok Aqidah Islam serta materi pembahasan yang mendukung pemahaman tentang Aqidah Islam sangat dibutuhkan oleh anak usia ini dalam menjalani kehidupan beragamanya. Landasan serta pokok-pokok Aqidah tersebut berfungsi sebagai penyaring/filter bagi siswa dalam bertingkah laku serta untuk belajar menjalani kehidupan bersama kelaknya, karena siswa pada usia ini biasanya sudah mulai belajar untuk bersosialisasi dengan lingkungan sekitar. Sehingga materi-materi yang ada di dalam mata pelajaran ini, sangat mutlak diperlukan oleh siswa usia ini dalam rangka menciptakan generasi intelektual dan bermoral.

4. Telaah Kritis terhadap Alokasi Waktu


Alokasi waktu yang telah disediakan pada setiap materi pembahasan yang ada di dalam mata pelajara Aqidah Akhlaq MTs kelas VII semester I ini, menurut kami sudah cukup memadai dan seimbang dengan kebutuhan terhadap beban pada setiap materi pembahasan yang telah ditetapkan. Berdasarkan Program Semester Ganjil MTs kelas VII, Rata-rata pada setiap pokok pembahasan membutuhkan alokasi waktu 6 jam Pelajaran dimana 1 jam itu sama dengan 40 menit. Dengan demikian setiap pokok bahasan membutuhkan waktu sama dengan 240 menit (3 kali pertemuan). Dengan alasan, pokok bahasan yang akan dibahas cukup mudah untuk dipahami dan disesuaikan dengan kompetensi dasar yang ada pada masing-masing pembahasan. Pokok bahasan itu antara lain : a. Aqidah Islam b. Iman, Islam dan Ihsan c. Sifat-sifat Wajib Allah d. Sifat-sifat Mustahil dan Jaiz bagi Allah

Di dalam Program Semester Ganjil MTs kelas VII, hanya ada satu pokok bahasan yang membutuhkan alokasi waktu yang lebih lama, yaitu 8 jam pelajaran. Adapun pokok bahasan tersebut adalah pokok bahasan yang membahas tentang Akhlaq Terpuji kepada Allah. Hal ini dikarenakan, materi yang akan dibahas selain membutuhkan pemahaman yang lama juga perlu perenungan yang lebih karena nantinya siswa akan merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kondisi psikologis anak pada usia ini relatif masih belum stabil. Oleh karena itu, khusus untuk pokok bahasan ini membutuhkan waktu 320 menit (4 kali pertemuan).