Anda di halaman 1dari 7

HAND EXAMINATION INSPEKSI 1. Pertama lihat bentuk umum tangan dan ukuran proposionalnya.

Misal pada akondroplasia ukuran jari pendek dan gemuk, pada akromegali ukuran jari besar dan kasar, dan pada myxoedema ukuran jari pendek dan gemuk dan kulit kering. 2. Pada marfans syndrome phalang proximal panjang dan kurus. Pada turners syndrome cincin metacarpal sering sangat pendek. Dan pada hyperparathyroidism ujung jari pendek dan bulat. Dan pada Downs dan Hurters syndrome jari-jari kecil.

3. Perhatikan adanya hipertrofi pada sebuah jari. Ini mungkin mengarah pada Pagets disease, neurofibromatosis, dan lokal arteriovenous fistula. 4. Perhatikan adanya pembengkakan fusiform. Penyebab tersering adalah ligamen kolateral dan rheumatoid arthitis. Yang kurang umum adalah siphilis, TB, sarcodosis, dan gout. Pada psoriatic arthitis sendi distal biasanya terkena. 5. Mallets finger: sendi interphalangeal distal tertekuk. Pasien tidak dapat meluruskan phalanx terminal walaupun sendi biasanya dapat lurus secara pasif. Ini biasanya karena ruptur dari tendon extensor, biasanya karena trauma atau rheumatoid arthritis. 6. Mallet thumb: kehilangan kemampuan extensi aktif pada sendi interphalangeal dari jempol yang diakibatkan oleh ruptur dari sendi extensor policis longus. Ini tamoak sebagai komplikasi akhir dari Colless fraktur, rheumatoid arthritis, atau luka di jari jari atau jempol dengan divisi tendon.

7. Swan-neck deformity: 1. Sendi interphalangeal distal fleksi dan sendi interpalangeal proximal hiperextensi. Ini sering disebabkan oleh rheumathoid arthritis. 2. Extensi sendi metacarpophalangeal dari jari-jari yang terpengaruh. Perbaikan pada indikasi deformitas lebih pendek jika extensor digitorum communis adalah penyebabnya. 3. Pegang semua jari dalam posisi ekstensi tetapi tinggalkan jari yang sakit untuk tetap bebas. Minta pasien untuk flexikan itu. Jika tetap tidak bisa, ini adalah indikasi darri ruptur flexor digitorum yang menyebabkan deformitas.

8. Boutonniere deformity: sendi interpalangeal proksimal flexi dan sendi distal ekstensi. Itu terjadi ketika tendon ekstensor central slip pada middle phalang yang sakit, oleh karena luka pada dorsum, trauma, atau ruptur spontan oleh karena rheumatoid arthritis. 9. Z deformity of the thumb: jempol flexi pada sendi metacarpophalangeal dan hiperextensi pada sendi interpalangeal. Deformitas tampak pada rheumatoid arthritis sekunder pada pergeseran dari tendon ekstensor atau ruptur dari flexor pollicis longus.

10. Flexi dari jari pada sendi metacarpophalangeal, ketidakmampuan untuk extensi, menunjukan ruptur dari tendon ekstensor pada bagian belakang tangan dan pergelangan tangan. 11. Flexi dari jari-jari pada metacarpophalangeal dan sendi interphalangeal, menyatu dengan penebalan nodular pada telapak tangan dan jari-jari, adalah karakteristik dari Dupuytrens contracture. Jempol biasanya juga terkena. 12. Flexi darri tengah atau cincin jari pada sendi interpalangeal proximal, dengan upaya extensi yang tiba-tiba atau dengan bantuan. Ini tmapak pada trigger finger.

13. Pada Volkmanns ischaemic contracture (yang biasanya sebagai kelanjutan pada perdarahan arteri brachialis yang menyertai supracondylar fracture) didapatkan jempol dan jari-jari yang seperti mencakar. Jari-jari akan extensi jika pergelangan tangan flexi. 14. Iskemik contracture dari otot kecil dari tangan (biasanya sebagai hasil dari pembengkakan dengan plester lengan yang kuat) mengarah pada jari-jari flexi pada sendi metacarpophalangeal dan extensi pada sendi interphalangeal. Jempol adduksi pada telapak tangan. 15. Deviasi ulnar dari jari-jari pada sendi metacarphopalangeal terjadi pada rheumatoid arthitis. Pada tahap selanjutnya, sendi metacarpophalangeal akan dislokasi. 16. Kelemahan hipotenar unilateral memberi kesan sebuah lesi plexus atau saraf. Pemeriksaan lengkap meliputi kelainan antara lain periperal neurophaty general, syringomyelia, multiple sclerosis, dan distrofi otot. 17. Pembengkakan : a. Heberdens nodes pada bagian dorsal dari sendi interphalangeal distal (biasanya menyatu dengan deviasi dari phalax distal dan tanda dari osteoarthritis pada jarijari) b. Sendi interpalangeal proximal mungkin juga terkena (Bouchards nodes) c. Perhatikan : firm, tonjolan seperti ganglion yang sering muncul pada garis dari selubung tendon. d. Penmbengkakan nodular dari telapak tangan dan jari-jari. e. Perhatikan: isolasi nodul rheumatoid atau pembengkakan synovial. f. Enchondroma adalah salah satu dari kejadian tersering tumor tulang yang terjadi di tangan. Tumor tipe ini kadang multipel dan mungkin ada hereditary diatesis. PALPASI Pada waktu ingin palpasi, terlebih dahulu posisi penderita diperbaiki agar dimulai dari posisi netral / posisi anatomi. Pada dasarnya ini merupakan pemeriksaan yang memberikan informasi dua arah, baik bagi pemeriksa maupun bagi penderita. Karena itu perlu selalu diperhatikan wajah penderita atau menanyakan perasaan penderita.

Yang dicatat adalah :


Perubahan suhu terhadap sekitarnya serta kelembaban kulit. Apabila ada pembengkakan, apakah terdapat fluktuasi atau hanya oedema, terutama daerah persendian.

Nyeri tekan (tenderness), krepitasi, catat letak kelainannya (1/3 proksimal / medial / distal) Otot, tonus pada waktu relaksasi atau kontraksi. Benjolan yang terdapat dipermukaan tulang atau melekat pada tulang. Sifat benjolan perlu dideskripsikan permukaannya, konsistensinya dan pergerakan terhadap permukaan atau dasar, nyeri atau tidak dan ukurannya.

Palpasi pada tangan: 1. Perhatikan kelainan umum dan lokal dari suhu dan keringat pada telapak tangan atau permukaan dari jari-jari. Masing-masing tangan dapat digunakan sebagai

perbandingan. 2. Palpasi masing-masing sendi pada jari dan jempol. Lihat penebalan, kelemahan, oedema, dan perbedaan suhu. 3. Coba untuk menekuk masing-masing jari ke ke arah telapak tangan, dan minta pasien untuk mengulanginya. Kehilang pergerakan aktif hanya dikarenakan oleh saraf atau tendon, sedangakan kehilangan gerakan pasif dikarenakan oleh adesi sendi atau arthritis. MOVEMENT 1. Fleksi / ekstensi di Metacarpophalangeal , Proximal Interpalangeal, Distal interpalangeal : a. Genggaman tangan terbuka dan tertutup b. Gerakan bersamaan semua jari-jari c. Abduksi dan adduksi pada metacarpopalangeal 2. Sudut normal pada sendi metacarpophalangeal 0-90 3. Sudut normal pada sendi proximal interpalangeal 0-100 4. Sudut normal pada sendi distal interpalangeal 0-80 Pemeriksaan untuk kehilangan kemampuan gerak pada sendi interpalangeal dengan The Bunnel-Littler Test: pegang pada sendi metacarpopalangeal dari jari yang terkena pada posisi

ekstensi dan gerakan secara pasif ke posisi flexi. Catat pergerakan totalnya, lalu ulangi dengan sendi metacarpopalangeal yang flexi, catat perbedaannya. Diagnosis: a. Jika tidak ada perbedaan, kontraktur kapsul sendi b. Jika kehilangan kemampuan, kontraktur tendor extensor.

Sindroma vibrasi: Adalah perubahan dalam persepsi sensorik yang dapat menyebabkan mati rasa permanen jari, kelemahan otot, dan, dalam beberapa kasus terjadi jari pucat. Hal ini disebabkan oleh bekerja dengan alat bergetar. Cedera dapat terjadi pada frekuensi antara 5 dan 2000 Hz tapi risiko terbesar adalah antara 50 dan 150 Hz. Perhatikan jika: 1. Jari-jari menjadi pucat pada saat elevasi 2. Perhatikan pada saat jari di masukan kedalam air dingin selama 2 menit. 3. Periksa tekanan pada ateri dan vena dengan Doppler flowmeter. The Allen Test: Adalah digunakan untuk menguji suplai darah ke tangan, dari arteri radial dan ulnaris. Hal ini dilakukan sebelum pengambilan sampel darah arteri radial atau kanulasi. Cara pemeriksaan Allen test: 1. Minta pasien untuk menggenggam tangannya 2. Beri tekanan pada arteri radialis dan lihat perubahan warna yang terjadi dalam 3 detik 3. Lakukan kembali pada arteri ulnaris, dan lihat perubahan warnanya.