Anda di halaman 1dari 28

Subyek dan Obyek Pajak Penghasilan

M. Didik Ardiyanto

subjek pajak
a. 1. orang pribadi; 2. warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak; b. badan; dan c. bentuk usaha tetap.

Bentuk usaha tetap

merupakan subjek pajak yang perlakuan perpajakannya dipersamakan dengan subjek pajak badan.

Subjek pajak
subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri.

Subjek pajak dalam negeri


orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia warisan yang belum terbagi

Subjek pajak luar negeri


orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia; dan b. orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia
a.

Penghasilan
o Setiap

tambahan kemampuan ekonomis o Yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, o Berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, o Dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan WP, o Dengan nama dan dalam bentuk apa pun,

Penghasilan
a) b)

c)
d)

Imbalan berkenaan dengan pekerjaan atau jasa Hadiah dari undian atau pekerjaan atau kegiatan, dan penghargaan; Laba usaha; Keuntungan karena penjualan atau karena pengalihan harta

penghasilan
e). penerimaan kembali pembayaran pajak f). bunga termasuk premium, diskonto, dan imbalan karena jaminan pengembalian utang; g). dividen, dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk dividen dari perusahaan asuransi kepada pemegang polis, dan pembagian sisa hasil usaha koperasi; h). royalti atau imbalan atas penggunaan hak; i). sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta; j). penerimaan atau perolehan pembayaran berkala; k). keuntungan karena pembebasan utang,

penghasilan
l). Keuntungan selisih kurs mata uang asing; m). Selisih lebih karena penilaian kembali aktiva; n). Premi asuransi; o). Iuran yang diterima atau diperoleh perkumpulan dari anggotanya yang terdiri dari Wajib Pajak yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas; p). Tambahan kekayaan neto yang berasal dari penghasilan yang belum dikenakan pajak; q). Penghasilan dari usaha berbasis syariah; r). Imbalan bunga s). Surplus Bank Indonesia.

Penghasilan yg dapat dikenai pajak bersifat final


a)

b) c)

d)

e)

Bunga deposito dan tabungan lainnya, bunga obligasi dan surat utang negara, dan bunga simpanan yang dibayarkan oleh koperasi kepada anggota koperasi orang pribadi; hadiah undian; transaksi saham dan sekuritas lainnya, transaksi derivatif yang diperdagangkan di bursa, dan transaksi penjualan saham atau pengalihan penyertaan modal pada perusahaan pasangannya yang diterima oleh perusahaan modal ventura; transaksi pengalihan harta berupa tanah dan/atau bangunan, usaha jasa konstruksi, usaha real estate, dan persewaan tanah dan/atau bangunan; dan penghasilan tertentu lainnya, yang diatur

Yang dikecualikan dari objek pajak


a. 1. bantuan atau sumbangan, termasuk zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi pemeluk agama yang diakui di Indonesia, 2. harta hibahan yang diterima oleh keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat, badan keagamaan, badan pendidikan, badan sosial termasuk yayasan, koperasi, atau orang pribadi yang menjalankan usaha mikro dan kecil; b. warisan; c. harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan

Yang dikecualikan dari objek pajak


d) imbalan dalam bentuk natura dan/atau kenikmatan dari Wajib Pajak atau Pemerintah, e) asuransi kesehatan, kecelakaan, jiwa, dwiguna, dan bea siswa; f) dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh perseroan terbatas g) iuran yang diterima atau diperoleh dana pensiun.

Yang dikecualikan dari objek pajak


h. penghasilan dari modal yang ditanamkan oleh dana pensiun, dalam bidang-bidang tertentu i. bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari perseroan komanditer, persekutuan, perkumpulan, firma, dan kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif; j. penghasilan yang diterima atau diperoleh perusahaan modal ventura, dengan syarat badan pasangan usaha tersebut: 1. merupakan perusahaan mikro, kecil, menengah, 2. sahamnya tidak diperdagangkan di bursa efek k. beasiswa yang memenuhi persyaratan tertentu

Yang dikecualikan dari objek pajak


m. sisa lebih yang diterima atau diperoleh badan atau lembaga nirlaba yang bergerak dalam bidang pendidikan dan/atau bidang penelitian dan pengembangan, n. bantuan atau santunan yang dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kepada Wajib Pajak tertentu,

Penghasilan Kena Pajak


penghasilan bruto dikurangi biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan

Biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan


a. biaya yang secara langsung atau tidak langsung berkaitan dengan kegiatan usaha, antara lain: 1. biaya pembelian bahan; 2. biaya berkenaan dengan pekerjaan atau jasa 3. bunga, sewa, dan royalti; 4. biaya perjalanan; 5. biaya pengolahan limbah; 6. premi asuransi; 7. biaya promosi dan penjualan 8. biaya administrasi; dan 9. pajak kecuali Pajak Penghasilan;

biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan


b. penyusutan c. iuran kepada dana pensiun d. kerugian karena penjualan atau pengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan e. kerugian selisih kurs mata uang asing; f. biaya penelitian dan pengembangan g. biaya beasiswa, magang, dan pelatihan;

biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan h. piutang yang nyata-nyata tidak dapat ditagih
dengan syarat: 1. telah dibebankan sebagai biaya dalam laporan laba rugi 2. menyerahkan daftar piutang yang tidak dapat ditagih 3. telah diserahkan perkara penagihannya kepada Pengadilan Negeri atau instansi pemerintah yang menangani piutang negara; 4. syarat sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku untuk penghapusan piutang tak tertagih debitur kecil.

biaya untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan


i. sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional j. sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan k. biaya pembangunan infrastruktur sosial; l. sumbangan fasilitas pendidikan m. sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga

kerugian
dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajak berikutnya berturutturut sampai dengan 5 (lima) tahun. Wajib Pajak dalam negeri diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak Kena Pajak

Besarnya PTKP Untuk Tahun Pajak 2013

Rp24.300.000,00 untuk diri WP orang pribadi; Rp2.025.000,00 tambahan untuk WP yang kawin; Rp24.300.000,00 tambahan untuk seorang isteri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami Rp2.025.000,00 tambahan untuk setiap anggota keluarga sedarah dan keluarga semenda dalam garis keturunan lurus serta anak angkat, yang menjadi tanggungan sepenuhnya, paling banyak 3 (tiga) orang untuk setiap keluarga.

Ketentuan
Seluruh penghasilan atau kerugian bagi wanita yang telah kawin pada awal tahun pajak atau pada awal bagian tahun pajak, begitu pula kerugiannya yang berasal dari tahuntahun sebelumnya yang belum dikompensasikan dianggap sebagai penghasilan atau kerugian suaminya,

Contoh :
PT A dalam tahun 2009 menderita kerugian fiskal sebesar Rp1.200.000.000,00 (satu miliar dua ratus juta rupiah). Dalam 5 (lima) tahun berikutnya laba rugi fiskal PT A sebagai berikut : 2010 : laba fiskal Rp200.000.000,00 2011 : rugi fiskal (Rp300.000.000,00) 2012 : laba fiskal Rp N I H I L 2013 : laba fiskal Rp100.000.000,00 2014 : laba fiskal Rp800.000.000,00

Contoh :
Kompensasi kerugian dilakukan sebagai berikut : Rugi fiskal tahun 2009 (Rp1.200.000.000,00) Laba fiskal tahun 2010 Rp 200.000.000,00 (+) Sisa rugi fiskal tahun 2009 (Rp1.000.000.000,00) Rugi fiskal tahun 2011 (Rp 300.000.000,00) Sisa rugi fiskal tahun 2009 (Rp1.000.000.000,00) Laba fiskal tahun 2012 Rp N I H I L (+) Sisa rugi fiskal tahun 2009 (Rp1.000.000.000,00) Laba fiskal tahun 2013 Rp 100.000.000,00 (+) Sisa rugi fiskal tahun 2009 (Rp 900.000.000,00) Laba fiskal tahun 2014 Rp 800.000.000,00 (+) Sisa rugi fiskal tahun 2009 (Rp 100.000.000,00)

Tidak boleh dikurangkan


a. Pembagian laba dengan nama dan dalam bentuk apapun b. Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi c. Pembentukan atau pemupukan dana cadangan, kecuali: 1. cadangan piutang tak tertagih 2. cadangan untuk usaha asuransi termasuk cadangan bantuan sosial yang dibentuk oleh BPJS. 3. cadangan penjaminan untuk Lembaga Penjamin Simpanan; 4. cadangan biaya reklamasi untuk usaha pertambangan; 5. cadangan biaya penanaman kembali untuk usaha kehutanan; 6. cadangan biaya penutupan dan pemeliharaan tempat pembuangan limbah industri

Tidak boleh dikurangkan


d. premi asuransi kesehatan, asuransi kecelakaan, asuransi jiwa, asuransi dwiguna, dan asuransi bea siswa, yang dibayar oleh Wajib Pajak orang pribadi, kecuali jika dibayar oleh pemberi kerja e. penggantian atau imbalan sehubungan dengan pekerjaan atau jasa yang diberikan dalam bentuk natura dan kenikmatan, f. jumlah yang melebihi kewajaran yang dibayarkan kepada pemegang saham atau kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa

Tidak boleh dikurangkan


g. Harta yang dihibahkan, bantuan atau sumbangan, dan warisan h. Pajak Penghasilan; i. Biaya yang dibebankan atau dikeluarkan untuk kepentingan pribadi j. Gaji yang dibayarkan kepada anggota persekutuan, firma, atau perseroan komanditer yang modalnya tidak terbagi atas saham; k. Sanksi administrasi berupa bunga, denda, dan kenaikan serta sanksi pidana berupa denda