Anda di halaman 1dari 34

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

PT PLN (PERSERO) WILAYAH NTB SEKTOR LOMBOK


TELAAHAN STAF
NAMA NIP JABATAN UNIT OJT : DODDY HERTANTO ARIBOWO : 8206597Z : SUPERVISOR OPERASI SHIFT A : PLTU JERANJANG

JUDUL

: ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATING WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

TAHUN 2012 Halaman i

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

LEMBAR PENGESAHAN

JUDUL

: Analisa Penyebab Trip dan Upaya Peningkatan Kehandalan Operasi Circulating Water Pump PLTU Jeranjang Unit #3

NAMA JABATAN NIP

: Doddy Hertanto Aribowo : Supervisor Operasi Shift A : 8206597Z

Menyetujui, Mentor Manajer PLTU Jeranjang

Mataram, 7 Januari 2013 Siswa OJT

ADAM PRIYO PERDANA NIP : 8006216Z

DODDY HERTANTO ARIBOWO NIP : 8206597Z

Mengetahui,

Manajer Bidang SDM & KHA PT PLN (Persero) Wilayah NTB

Manajer Sektor Lombok PT PLN (Persero) Wilayah NTB

M ZAHIDI NIP : 61910767

ERI SURYANA NIP : 6685282M

Halaman

ii

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas segala nikmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Telaahan Staf dengan judul Analisa Penyebab Trip dan Upaya Peningkatan Kehandalan Operasi Circulating Water Pump PLTU Jeranjang Unit #3 . Penulisan Telaahan Staf ini tidak lepas dari dukungan serta bimbingan berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada: 1. Keluarga tercinta, untuk semua doa dan kasih sayang yang tak terputus sepanjang waktu. 2. Manajemen PT PLN (Persero) Wilayah NTB untuk bimbingan dan dukungan. 3. Bpk. Adam Priyo Perdana selaku Mentor, atas segala bimbingan dan dukungannya dalam penyelesaian Telaahan Staf ini. 4. Rekan-rekan kerja PT PLN (Persero) Wilayah NTB Sektor Lombok PLTU Jeranjang, atas bantuan dan dukungan yang telah diberikan. 5. Teman-teman Angkatan VII Diklat EE-4 atas segala kekompakan dan kebersamaan selama ini. 6. Semua pihak yang telah membantu dan tak dapat disebutkan satu persatu Semoga apa yang tertulis dan apa yang telah dan akan penulis lakukan untuk Telaahan Staf ini dapat memberi kontribusi pada perusahaan dan dapat dinilai sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah SWT. Aamiin.

Mataram, 7 Januari 2013 Penulis Doddy Hertanto Aribowo

Halaman

iii

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL.................................................................................................. LEMBAR PENGESAHAN ....................................................................................... KATA PENGANTAR ............................................................................................... DAFTAR ISI .............................................................................................................. DAFTAR GAMBAR ................................................................................................. DAFTAR TABEL ...... ............................................................................................... ABSTRAK ................................................................................................................. BAB I BAB II BAB IV BAB V LATAR BELAKANG .............................................................................. PERMASALAHAN ................................................................................. PRA ANGGAPAN ................................................................................... FAKTA YANG MEMPENGARUHI ...................................................... i ii iii iv v vi vii 1 2 3 4 5 6 6 6 8 13 16 19 22 25 26

BAB III PERSOALAN ...........................................................................................

BAB VI PEMBAHASAN ....................................................................................... VI.1 Fungsi Circulating Water Pump (CWP) ................................................... VI.2 Sistem Operasi pada Circulating Water Pump (CWP) ............................ VI.3 Kondisi Existing Sistem Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 ....................................................................................... VI.4 Data Operasi Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 . VI.6 Analisa Penyebab Trip Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 ...................................................................................... VI.5 Kebutuhan Pendinginan Kondensor ........................................................ VI.7 Solusi Peningkatan Kehandalan Operasi Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 ................................................................ BAB VII KESIMPULAN ........................................................................................ BAB VIII TINDAKAN YANG DISARANKAN..................................................... REFERENSI

Halaman

iv

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

DAFTAR GAMBAR

Gambar VI.1 Sketsa Areal Intake Room ................................................................... Gambar VI.2 Areal Intake Room Potongan Samping ................................................ Gambar VI.3 Pompa Poros Vertikal CWP PLTU Jeranjang Unit 3 .......................... Gambar VI.4 Pompa Poros Vertical CWP PLTU Jeranjang Unit 1 & 2 ................... Gambar VI.5 Kondisi Ujung Kanal Berhimpit Muara Sungai ................................... Gambar VI.6 Elevasi intake dan elevasi Circulating Water Pump ............................ Gambar VI.7 Pemindahan Muara Sungai .................................................................. Gambar VI.8 Penurunan Elevasi Intake .....................................................................

9 10 11 12 16 17 22 23

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

DAFTAR TABEL

Tabel VI.1 Data Kejadian Trip Circulating Water Pump .......................................... Tabel VI.2 Data Penurunan Beban............................................................................. Tabel VI.3 Data Pasang Surut Air Laut Bulan Nopember 2012 ................................ Tabel VI.4 Data Performa Operasi Kondensor ..........................................................

13 14 15 20

Halaman

vi

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

ABSTRAK
PLTU yang merupakan pembangkit berbahan bakar batubara yang menjadi program percepatan pembangkit 10.000 MW yang dicanangkan PT.PLN (Persero) dan salah satunya adalah PLTU Jeranjang Unit 3 yang berlokasi di pulau Lombok. Pada tahap commissioning test ternyata terdapat beberapa permasalahan antara lain pada Circulating Water Pump (CWP). Circulating Water Pump merupakan peralatan utama PLTU yang berfungsi untuk mengisap air laut dari intake menuju ke kondensor untuk proses pendinginan. Circulating Water Pump beberapa kali mengalami trip karena level air laut di intake turun mencapai seting tripnya akibatnya proses pendinginan di Kondensor tidak optimal dan pada akhirnya performa pembangkit secara keseluruhan menurun. Beberapa hal yang menjadi penyebab trip Circulating Water Pump yaitu banyaknya sampah dan lumpur yang masuk ke kanal karena berdekatan dengan muara sungai, penyumbatan sampah pada gate, desain elevasi intake yang terlalu tinggi dan pasang surut air laut. Beberapa alternatif solusi untuk meningkatkan kehandalan operasi Circulating Water Pump yaitu memindahkan letak muara sungai, memasang saringan sampah, menurunkan elevasi intake, memperbesar lubang gate, memperbesar tekanan spray traveling screen dan membuat saluran pipa di kedalaman laut.

Kata Kunci: Circulating Water Pump, Kondensor

Halaman

vii

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

BAB I LATAR BELAKANG


PLTU Jeranjang merupakan salah satu program percepatan pembangkit 10.000 MW yang berlokasi di pulau Lombok. Pembangunan PLTU ini nantinya diharapkan bisa menggantikan pembangkit diesel yang berbahan bakar solar yang selama ini menjadi tulang punggung kelistrikan di pulau Lombok. Dengan pengoperasian PLTU yang berbahan bakar batubara diharapkan dapat menghemat biaya bahan bakar yang mahal karena selama ini menggunakan solar yang berharga mahal. Dalam perencanaan di Lombok nantinya akan dibangun pembangkit 5 X 25 MW yang masuk dalam program percepatan 10.000 MW. Seiring berjalannya waktu pembangunan PLTU mengalami dinamika sehingga terjadi beberapa perubahan dari rencana awal antara lain, lokasi yang berpindah dari Teluk Endok ke Dusun Jeranjang serta pembangunan PLTU unit 3 yang mendahului PLTU unit 1 dan 2 yang seharusnya dibangun terlebih dahulu. Setelah lebih dari 2 tahun pembangunan PLTU Jeranjang unit 3 akhirnya memasuki tahap commissioning test. Salah satu tahapannya yaitu tahap realibility run. Pada tahapan ini PLTU akan dioperasikan selama 30 hari non stop. Pada percobaan operasi sebelumnya ditemui beberapa kendala yang cukup

mengganggu operasional PLTU. Salah satu kendala yang terjadi adalah beberapa kali Circulating Water Pump (CWP) mengalami trip. Circulating Water Pump merupakan peralatan utama yang berfungsi mengisap air laut dari areal intake kemudian dialirkan untuk pendinginan kondensor.

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

BAB II PERMASALAHAN
Sejak beroperasi dalam rangka commissioning test PLTU Jeranjang Unit #3 beberapa kali mengalami trip pada Circulating Water Pump (CWP), dimana pompa ini merupakan peralatan utama yang berfungsi mengalirkan air laut dari intake untuk mendinginkan kondensor. Akibatnya beban generator harus diturunkan sehingga performa pembangkit menurun, bahkan beberapa kali pembangkit harus di shut down

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

BAB III PERSOALAN


Performa pembangkit PLTU Jeranjang Unit 3 yang terganggu karena beberapa kali CWP trip akan menimbulkan persoalan sebagai berikut : 1. Kondensor tidak mendapatkan pendinginan Circulating Water Pump (CWP) trip. 2. Temperatur air keluar kondensor naik yang mengakibatkan nilai vacuum di kondensor turun sehingga bisa berdampak unit PLTU trip. 3. Performa unit PLTU turun karena beban harus diturunkan akibat PLTU beroperasi dengan satu Circulating Water Pump (CWP) saja. yang optimal akibat

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

BAB IV PRA ANGGAPAN


Penurunan performa pembangkit yang disebabkan oleh tripnya Circulating Water Pump disebabkan karena level air laut di intake mencapai setting tripnya yaitu dibawah 1,7 m. Dari persoalan tersebut dapat diambil pra anggapan sebagai berikut : 1. Elevasi intake Circulating Water Pump terlalu tinggi. 2. Sampah yang menyumbat gate menyebabkan air laut yang masuk ke intake terhambat sehingga level di intake turun. 3. Proses perencanaan dan pembuatan Sistem Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 tidak sesuai dengan kondisi real di lapangan

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

BAB V FAKTA YANG MEMPENGARUHI


1. Selama beroperasi dalam rangka commissioning Circulating Water Pump (CWP) beberapa kali mengalami trip karena level air laut di intake turun sampai mencapai setting tripnya yaitu pada saat air laut mengalami surut. 2. Tripnya Circulating Water Pump (CWP) mengakibatkan beban generator PLTU Jeranjang unit 3 harus diturunkan bahkan beberapa kali mengakibatkan trip pembangkit. 3. Beban Generator mengalami penurunan karena pada saat air laut surut Circulating Water Pump hanya bisa dioperasikan satu unit saja. 4. Faktor kebersihan air laut yang dipompakan oleh Circulating Water Pump (CWP) ke kondensor sangat berpengaruh terhadap kinerja transfer panas di kondensor.

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

BAB VI PEMBAHASAN
VI.1 Fungsi Circulating Water Pump (CWP) Circulating Water Pump (CWP) adalah bagian dari sistem pendingin berfungsi memompakan air laut dari intake ke kondensor untuk merubah fase uap menjadi fase air dan kemudian di alirkan kembali ke laut melalui outfall. Pompa ini biasanya terletak pada areal Water Intake. Pada PLTU Jeranjang unit 3 terdapat 2 buah pompa CWP yang masing-masing berkapasitas 50%. Pompa ini bentuknya vertikal dengan suctionnya berada pada kedalaman laut yang agak dalam, sehingga bisa dihasilkan air pendingin yang maksimal. VI.2 Sistem Operasi pada Circulating Water Pump (CWP) Sistem Circulating Water Pump menggunakan dua buah pompa yang bekerja secara terintegrasi dengan pengoperasian unit PLTU pada Distributed Control System (DCS) dengan menggunakan logic sebagai berikut : 1. MK230ASCS (CWP / Circulating Water Pump #1) Start / Stop Normal Trip jika: FS285 (CWP cooling water flow switch) aktif selama 5 s atau LT285 (resevoir depth 1 / level intake room) < 1.7 atau TE273ST atau VT215A (1# CWP front axle vibration) >= 80 Syarat bisa di start MV217 open Otomatis start jika: MK230AQD aktif selama 30 s dan DI115709 (1# CWP outlet valve opened 15%) aktif Otomatis stop jika: MK230AST aktif selama 30 s dan DI115710 (1# CWP outlet valve closed 75%) aktif

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Catatan: TE273ST Aktif jika: TE27303 (1# CWP motor bearing temp. 1) >= 100 atau TE27304 (1# CWP motor bearing temp. 2) >= 100 atau TE27305, TE27306, TE27307, TE27308, TE27309 dan TE27310 (1# CWP motor winding temp) >= 110 sebanyak >= 2 2. MK230BSCS (CWP / Circulating Water Pump #2) Start / Stop Normal Trip jika: FS285 (CWP cooling water flow switch) Aktif selama 5 s atau LT286 (resevoir depth 2/level intake) < 1.7 atau TE274ST atau VT216A (2# CWP front axle vibration) >= 80 Syarat bisa di start MV217 open Otomatis start jika: MK230BQD aktif selama 30 s dan DI115707 (2# CWP outlet valve opened 15%) aktif Otomatis stop jika: MK230BST aktif selama 30 s dan DI11578 (2# CWP outlet valve closed 75%) aktif Catatan: TE274ST aktif jika: TE27403 (1# CWP motor bearing temp. 1) >= 100 atau TE27404 (1# CWP motor bearing temp. 2) >= 100 atau TE27405, TE27406, TE27407, TE27408, TE27409 dan TE27410 (1# CWP motor winding temp) >= 110 sebanyak >= 2 3. MV235SCS (1# CWP outlet valve) Open / Close Normal

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

4.

Trip jika MK230ASCS.OC (1# CWP) stop/trip Syarat bisa di open MV217 open Otomatis start jika: MK230AQD aktif selama 30 s Otomatis stop jika: MK230AST aktif selama 30 s MV236SCS (2# CWP outlet valve) Open / Close Normal Trip jika MK230BSCS.OC (2# CWP) stop/trip Syarat bisa di open MV217 open Otomatis start jika: MK230BQD aktif selama 30 s Otomatis stop jika: MK230BST aktif selama 30 s

VI.3

Kondisi Existing Sistem Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 PLTU Jeranjang unit 3 seharusnya dibangun setelah unit 1 dan 2 selesai dibangun sehingga pada beberapa bagian peralatan di unit 3 menjadi satu dengan unit 1 & 2 serta mengikuti desain yang ada pada unit 1 & 2 termasuk pada sistem Circulating Water Pump yang mengikuti desain unit 1 &2. Pada kenyataannya karena ada permasalahan pada pembangunan PLTU unit 1 & 2, sehingga unit 3 harus dibangun terlebih dahulu. Sistem Circulating Water Pump (CWP) sebagian merupakan desain yang dibuat unit 1 & 2 yaitu pada intake pump house yang merupakan tempat dimana air laut diambil dan dipompakan oleh CWP menuju ke kondensor dan ke heat exchanger sebagai media untuk pendinginan.

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

1 2 3 4

5 AREAL PUMPIT UNIT #3 6 7

Gambar VI.1 Sketsa Areal Intake Room Keterangan gambar : 1. Screen 2. Motorized screw gate (open channel) 3. Intake room 4. Motorized screw gate 5. Plane bar screen 6. Traveling screen filter 7. Circulating water pump (CWP) Pada gambar VI.1. Terlihat bahwa desain areal Intake PLTU Jeranjang unit 3 mengikuti desain yang telah dibuat di PLTU unit 1 dan 2. Letak Circulating Water Pump (CWP) PLTU unit 3 berada di sebelah kiri PLTU unit 1 & 2, disitu dipasang dua buah pompa vertikal. Dibagian depan dari intake dilengkapi screen (no.1) yang berfungsi untuk mencegah kotoran/sampah masuk ke intake room, air laut akan masuk ke intake room melalui dua buah gate disisi depan. Kemudian didalam intake room terdapat masing-masing satu buah gate untuk satu pompa, dimana di belakang gate terdapat plane bar screen yang berfungsi mencegah sampah masuk ke daerah inlet pompa.

Halaman

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Sebelum air laut masuk ke inlet pompa terdapat traveling screen filter yang berfungsi mencegah sampah yang lebih kecil masuk ke inlet pompa. Traveling screen filter bekerja dengan berputar di depan inlet pompa kemudian mengangkat sampah keatas dan secara otomatis sampah dispray untuk dialirkan ke saluran pembuangan.

Gambar VI.2 Areal Intake Room Potongan Samping

Dari gambar diatas tampak potongan samping dari desain intake. Pada bagian depan intake room hanya terdapat dua buah gate berdiameter 1400 mm sebagai tempat masuknya air laut dari saluran air menuju ke intake room yang nantinya akan di isap oleh enam buah pompa yaitu dua buah untuk masing-masing unit PLTU. Di belakang intake room terdapat gate berbentuk bujur sangkar berukuran 1000 mm x 1000 mm yang menuju ke masing-masing pompa, dimana sebelum air masuk ke inlet pompa terdapat plane bar screen yang diam dan terdapat pula traveling screen filter untuk mencegah sampah masuk ke inlet pompa.

Halaman

10

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Gambar VI.3. Pompa Poros Vertikal CWP PLTU Jeranjang Unit 3 Gambar di atas menunjukkan pompa poros vertikal yang dipasang pada PLTU Jeranjang unit 3 dengan spesifikasi sebagai berikut : Produksi Tipe Kapasitas Putaran Power Head NPSHr : China Changsha Pump Work Co.LTD : 32LKXA-27 : 3204 m/h : 930 rpm : 292,5 kW : 27 m : 7,4 m Pada PLTU Jeranjang unit 3 dipasang dua buah pompa yang diparalel untuk mesuplai kebutuhan air pendingin ke kondensor dan nantinya ke heat exchanger.

Halaman

11

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Gambar VI.4. Pompa Poros Vertical CWP PLTU Jeranjang Unit 1 & 2

Dari gambar diatas dapat diketahui Circulating Water Pump yang dipasang di PLTU Jeranjang unit 1 & 2. Sama halnya dengan Circulating Water Pump (CWP) pada unit 3 yang merupakan pompa dengan poros vertikal.

Halaman

12

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

VI.4

Data Operasi Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 Berdasarkan data yang diperoleh selama dilakukan commissioning test yaitu tahapan Reability Run terjadi beberapa kali Circulating Water pump mengalami trip yaitu :
TANGGAL KEJADIAN 14/11/2012 LEVEL AIR LAUT Dibawah 1,7 m Pkl. 05.14 PLTU akhirnya diShutdown pada beban 25% karena CWP tidak bisa start

NO 1.

KONDISI Pkl. 04.14 CWP 2 Trip , dicoba start CWP 1 trip lagi sampai 15 kali start stop CWP.

AKIBAT

2. 3.

15/11/2012 16/11/2012

Pkl. 05.54 CWP 2 trip Pkl. 05.33 CWP 2 trip, dicoba start CWP 1 trip lagi

Dibawah 1,7 m Dibawah 1,7 m

CWP 1 distart Pkl. 05.48 PLTU akhirnya dishutdown pada beban 25% karena CWP tidak bisa start

3.

17/11/2012

Pkl. 06.37 CWP 2 trip, dicoba start CWP 1 trip lagi

Dibawah 1,7 m

Pkl. 06.42 PLTU akhirnya dishutdown pada beban 25% karena CWP tidak bisa start

Tabel VI.1. Data Kejadian Trip Circulating Water Pump Selain CWP trip karena level air laut yang surut, beberapa kali setiap surutnya air laut PLTU harus menurunkan beban generatornya menjadi 50% bahkan sampai 25% karena CWP hanya bisa beroperasi satu unit saja. Bila CWP dioperasikan dua unit maka level air laut di intake akan mengalami penurunan sampai batas minimum level yang diijinkan sehingga CWP bisa trip.

Halaman

13

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Berikut ini ditampilkan data kondisi dimana PLTU menurunkan beban generator karena pendinginan di kondensor tidak optimal akibat hanya satu buah Circulating Water Pump yang beroperasi karena level air laut surut :
NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. TANGGAL /WAKTU 18/11/2012 Pkl.00.00 19/11/2012 Pkl.09.00 20/11/2012 Pkl.00.00 21/11/2012 Pkl.22.00 22/11/2012 Pkl.22.00 23/11/2012 Pkl.00.30 25/11/2012 Pkl.00.54 26/11/2012 Pkl.01.50 27/11/2012 Pkl.01.24 28/11/2012 Pkl.05.28 30/11/2012 Pkl.04.24 01/12/2012 Pkl.04.20 03/12/2012 Pkl.05.22 01/12/2012 Pkl.05.00 PENURUNAN BEBAN Beban diturunkan dari 50% ke 25% Beban diturunkan dari 50% ke 25% Beban diturunkan dari 50% ke 25% Beban diturunkan 75% ke 50% Beban diturunkan 75% ke 50% Beban diturunkan 75% ke 50% Beban diturunkan 75% ke 50% Beban diturunkan 80% ke 50% Beban diturunkan 75% ke 50% Beban diturunkan 75% ke 25% Beban diturunkan 75% ke 50% Beban diturunkan 75% ke 50% Beban diturunkan 75% ke 50% Beban diturunkan 75% ke 50% dari dari dari dari dari dari dari dari dari dari dari KONDISI AIR LAUT Level air intake mengalami penurunan Level air intake mengalami penurunan Level air intake mengalami penurunan Antisipasi level intake mengalami penurunan Antisipasi level intake mengalami penurunan Level intake terus turun mencapai 2,4m Level intake terus turun mencapai 2,0m Level intake terus turun mencapai 2,17m Level intake terus turun mencapai 2,2m Level intake terus turun mencapai 2,17m Level intake terus turun mencapai 2,2m Level intake terus turun mencapai 2,0m Level intake terus turun mencapai 2,0m Level intake terus turun mencapai 2,21m KETERANGAN Operasi satu CWP Operasi satu CWP CWP #2 sempat trip karena level intake < 1,7 m

CWP #2 distop CWP #2 distop CWP #2 distop CWP #2 distop CWP #1 distop CWP #1 distop CWP #1 distop CWP #2 distop CWP #1 distop

Tabel VI.2. Data Penurunan Beban

Halaman

14

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Tabel VI.3. Data Pasang Surut Air Laut Bulan Nopember 2012

Halaman

15

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

VI.5

Analisa Penyebab Trip Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 Dari data yang telah disampaikan diatas akan dianalisa penyebab Circulating Water Pump (CWP) pada PLTU Jeranjang unit 3 sering trip : 1. Letak kanal pengambilan air laut Bila kita lihat dari letak kanal pengambilan air laut menuju ke areal intake terlihat bahwa ujung kanal berhimpit dengan muara sungai. Dari muara sungai banyak terbawa sampah sampah yang dengan mudah akan mengalir ke areal intake.

Gambar VI.5. Kondisi Ujung Kanal Berhimpit Muara Sungai Hal ini terbukti di bar screen maupun di traveling screen ditemukan banyak sampah yang terbawa. Selain itu dari kegiatan inspeksi di ketahui bahwa ruang inlet pompa juga terdapat banyak sampah yang masih lolos dari screen, bahkan di kondensor terdapat banyak sampah sampah kecil seperti plastik, kayu, yang lolos sampai masuk ke kondensor. Selain sampah muara sungai juga berpotensi membawa lumpur yang membuat air menjadi kotor juga menimbulkan pendangkalan pada saluran kanal sehingga kapasitas air laut yang masuk akan berkurang, selain itu ujung kanal yang terlalu dekat dengan pantai membuat daerah sepanjang kanal mengandung banyak pasir yang

mengakibatkan pedangkalan.

Halaman

16

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Banyaknya jumlah sampah yang menumpuk di gate pertama dan diperparah dengan pendangkalan yang terjadi di sepanjang kanal mengakibatkan jumlah air laut yang masuk ke intake room berkurang. Pada akhirnya level minimum air laut di CWP kurang sehingga menyentuh setting tripnya. 2. Elevasi Intake Desain elevasi intake yang dibuat pada PLTU Jeranjang belum mempertimbangkan kondisi real dimana level air laut mengalami pasang surut yang paling rendah. Sesuai dengan gambar desain yang telah di approve terdapat perbedaan penentuan titik acuan (0) dimana PLTU Jeranjang Unit 1 & 3 titik 0 nya adalah Mean Sea Level (MSL) sedangkan di Unit 3 menggunakan acuan yang berbeda, sehingga saat pompa milik unit 3 di pasang di pondasi terdapat selisih ketinggian inlet pompa antara desain dengan kenyataan di lapangan.

5000 mm

800 mm

CWP Unit 1&2

CWP Unit 3

Gambar VI.6. Elevasi intake dan elevasi Circulating Water Pump

Halaman

17

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Dari gambar di atas dapat diketahui sebagai berikut : Tinggi intake = 5800 mm Tinggi pompa = 5000 mm Jarak inlet ke dasar intake real = 5800 5000 = 800 mm

Jarak inlet ke dasar intake desain = 320 mm Minimum submerged depth = 2700 mm dari inlet Setting trip CWP seharusnya = 2,7 m Setting trip CWP sekarang = 1,7 m

Dari data diatas terlihat desain jarak antara dasar intake dengan inlet pompa adalah 320 mm sedangkan kenyataannya adalah 800 mm, jadi posisi inlet lebih tinggi sehingga ketinggian permukaan air semakin rendah apabila level air laut sedang surut. Pada beberapa kali operasi dengan setting trip 2,7 m CWP sering trip pada saat level intake surut, oleh karena itu pihak vendor akhirnya menurunkan setting trip CWP menjadi < 1,7 m. Dengan penurunan setting trip tersebut kinerja pompa masih bisa optimal tetapi pada saat level air laut di intake mengalami surut terendah dan mencapai < 1,7 ,CWP trip dan itu terjadi beberapa kali sesuai data yang telah disampaikan, artinya upaya tersebut ternyata tidak membuat CWP dapat beroperasi kontinu pada saat level air laut di intake mengalami surut terendah 3. Gate antara kanal dengan intake room terhambat sampah Dua buah gate/pintu inlet air laut ke dalam intake room sudah didesain untuk mencukupi kebutuhan enam buah pompa jika beroperasi secara bersamaan. Dalam kondisi gate bersih kebutuhan air di intake room dapat tercukupi, tetapi jika kondisi gate kotor dan banyak menumpuk sampah dimana selisih ketinggian antara kanal dan intake room dapat mencapai 50 cm maka debit air yang masuk ke intake room akan berkurang sehingga level air di intake pompapun berkurang. 4. Level air laut yang mengalami pasang surut Level air laut di intake berubah-ubah mengikuti pasang surut air laut di pantai Jeranjang. Pasang surut adalah naik atau turunnya posisi

Halaman

18

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

permukaan perairan atau samudera disebabkan

oleh

pengaruh gaya

gravitasi bulan dan matahari. Ada tiga sumber gaya yang saling berinteraksi yaitu laut, matahari, dan bulan. Pasang laut menyebabkan perubahan kedalaman perairan dan mengakibatkan arus pusaran yang dikenal sebagai arus pasang. Periode pasang surut adalah waktu antara puncak atau lembah gelombang ke puncak atau lembah gelombang berikutnya. Panjang periode pasang surut bervariasi antara 12 jam 25 menit hingga 24 jam 50 menit. Level air laut yang mengalami pasang surut ini menyebabkan turunnya posisi air di intake sehingga kedalaman minimum pompa dalam air yaitu 1,7 m tidak dapat terpenuhi pada saat surut terendah yang menyebabkan pompa trip. VI.5 Kebutuhan pendinginan Kondensor Kondensor merupakan peralatan PLTU yang berfungsi merubah fase uap menjadi cair dengan metode perpindahan panas dari uap ke media pendingin air laut yang dipompakan oleh Circulating Water Pump (CWP) menuju ke tube dalam kondensor dan kemudian di keluarkan ke outfall menuju laut lagi. Adapun spesifikasi kondensor yang dipakai di PLTU Jeranjang unit 3 adalah sebagai berikut : Model Cooling Surface Area Circulating Water Flowrate : N-2200 : 2200 m : 5000 6500 t/h

Design Pressure Water Side : 0,35 Mpa Volume Water Side Volume Steam Side Tube Plate Jumlah Tube Berat bersih : 8,2 m water room + 12,8 m pipe : 49 m : Titanium-steel composite plate : 3920 buah : 26628

Untuk mengetahui performa dari kondensor dapat di analisa dari efektivitas penukar kalor (Heat Exchanger Effectiveness) dimana

Halaman

19

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

kondensor merupakan salah satu jenis penukar kalor. Adapun rumus yang digunakan adalah : = = efektivitas kondensor =

T in = inlet temperatur cooling water ( C ) T out = outlet temperatur cooling water ( C ) T sat = temperatur saturasi ( C ) Dari rumus di atas dilakukan perhitungan sesuai data pada tabel berikut :

NO

BEBAN

FLOW CWP

TEKANAN CWP (P)

TEMP SATURASI

COOLING WATER TEMPERATUR


IN OUT

VAKUM KONDENSOR

EFEKTIVITAS KONDENSOR ()

JUMLAH CWP OPERASI

MW 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 31,24 30 30 30 30 23,5 23,5 18,9 17,87 16,8 15 15

t/h 6.500 6.500 6.500 6.500 6.500 6.500 6.500 3.550 5.150 4.260 2.073 1.712

Mpa 0,11 0,13 0,13 0,12 0,10 0,12 0,12 0,08 0,08 0,08 0,07 0,06

C 44,8 42,1 42,1 43,4 45 42,1 44,1 45,2 47,8 43,1 45,4 46,7

C 30,6 29 29 29,6 29 28,8 28,7 29,8 29,2 29 30,8 30,1

C 36,6 35,9 35,9 36,6 36,3 34,5 34,8 37,8 34,7 37,2 38,5 36,2

Kpa -91,317 -92,123 -92,118 -91,903 -91,345 -92,261 -91,112 -90,611 -89,533 -91,784 -90,411 -89,635

% 42,254 52,672 52,672 50,725 45,625 42,857 39,610 51,948 29,570 58,156 52,740 36,747

Unit 2 2 2 2 2 2 2 1 1 1 1 1

Tabel VI.4. Data Performa Operasi Kondensor Dari tabel perhitungan di atas dapat diketahui bahwa efektivitas perpindahan panas kondensor mempengaruhi nilai vakum kondensor. Pada beban 31,24 efektivitas kondensor 42,254 % dengan nilai vakum sebesar 91,317 kpa menunjukan bahwa proses perpindahan panas di kondensor ke media air laut yang di suplay oleh CWP berjalan cukup bagus. Demikian pula pada data beban 30 MW dari empat data penulis tampilkan kondisi efektivitas kondensor yang semakin menurun dan diikuti pula dengan penurunan nilai vakum.

Halaman

20

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Pada data beban 18,9 MW dimana air pendingin kondensor hanya di suplay oleh satu pompa terlihat bahwa nilai vakum mulai turun hal ini disebabkan karena flow air laut turun sehingga proses pendinginan di kondensor kurang optimal. Pada data beban 17,87 MW terlihat bahwa nilai vakum turun mencapai -89,533 kpa, bila kita lihat dari flow air laut masih cukup tinggi, setelah dilakukan investigasi ternyata kondisi tube kondensor kotor sehingga efektivitas kondensor turun mencapai 29,570 % yang berarti proses perpindahan panas kurang optimal. Kondisi yang sama juga terdapat pada data terakhir beban 15 MW, dimana vakum turun mencapai -89,635 yang disebabkan karena proses perpindahan panas kurang optimal terlihat dari efektivitas kondensor yang kecil. Penyebabnya selain karena kondisi tube kondensor yang kotor juga flow air laut sebagai media pendingin sangat kecil dibawah standar kebutuhan kondensor. Turunnya flow air laut antara lain disebabkan oleh banyaknya sampah yang menyumbat inlet dari kondensor yang menumpuk di filter. Adapun penyebab sampah bisa masuk ke kondensor yaitu kinerja dari traveling screen sebagai penangkap sampah kecil yang lolos dari bar screen tidak optimal. Sampah tidak bisa dikeluarkan dari bucket traveling screen karena tekanan spray air untuk mengeluarkan sampah dari traveling screen terlalu kecil. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa peran CWP sebagai peralatan yang mensuplai air laut ke kondensor sebagai media pendingin sangat penting dan akan mempengaruhi performa pembangkit secara keseluruhan. Pada beban di bawah 17 MW masih cukup digunakan satu buah CWP dengan catatan kondisi saluran dan kondensor bersih.

Sedangkan pada beban di atas 17 MW supaya performa pembangkit stabil maka air pendingin kondensor harus disuplai dua buah CWP.

Halaman

21

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

VI.7

Solusi Peningkatan Kehandalan Operasi Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 1. Memindahkan letak muara sungai merupakan upaya untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke kanal serta mengurangi pedangkalan kanal akibat sampah dan lumpur dari sungai yang masuk ke kanal, upaya pemindahan muara dapat dilakukan sesuai gambar dibawah ini.

Gambar VI.7. Pemindahan Muara Sungai 2. Upaya lain untuk mengurangi jumlah sampah yang masuk ke areal intake adalah dengan memasang saringan di ujung kanal, jadi sampah akan tertangkap di saringan depan sebelum masuk ke kanal. Upaya ini akan lebih efektif mengingat selama ini sampah terlanjur masuk ke areal intake sehingga berpengaruh langsung terhadap kondisi level di intake. 3. Menurunkan elevasi intake room merupakan salah satu usaha untuk menjaga level intake pada nilai yang diijinkan. Adapun level terendah di intake room pada saat kondisi air laut mengalami surut terendah mencapai 1,6 m, ini berarti berada di bawah seting trip CWP yaitu 1,7

Halaman

22

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

m. Dengan kondisi tersebut dengan menurunkan elevasi pondasi intake room sebesar 0,5 m sampai dengan 1 m maka level di intake room akan terjaga pada saat level air laut mengalami surut terendah.

Gambar VI.8. Penurunan elevasi intake 4. Memperbesar gate air masuk ke intake room yang merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan debit air yang masuk ke intake terutama pada saat banyak sampah yang menghambat aliran. Q = Q A.V = A.V Dimana Q = debit aliran di gate (m/h) A = luas penampang melintang gate (m) V = kecepatan rata-rata aliran gate (m/h) Q = debit aliran di saluran CWP (m/h) A = luas penampang melintang saluran CWP (m) V = kecepatan rata-rata aliran saluran CWP (m/h) Dari persamaan kontinuitas dapat dihitung minimal luas gate masuk intake room sebagai berikut : (persamaan kontinuitas)

Halaman

23

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

Kebutuhan debit minimal untuk satu unit PLTU adalah 6500 t/h dengan mengoperasikan dua buah CWP, maka : Q = 6500 t/h = 6500 m/h Dimana diameter saluaran CWP d = 1 m, maka luas penampang saluran : A = = . (3,14).(1) = 0,785 m

V = Q/A = 6500 / 0,785 = 8280,255 m/s Untuk tiga unit PLTU maka luas penampang saluran menjadi : A total = 3 x A = 3 x 0,785 = 2,355 m Maka sesuai persamaan kontinuitas jika debit dan kecepatan sama maka luas penampang gate (A) = luas penampang saluran (A) Asumsi jika sampah menumpuk dan menghambat gate sampai 50% penampang gate maka luas minimal gate yang diperlukan adalah : A minimal = A total / 50% = 4,71 m (untuk dua gate) Jadi untuk masing-masing gate luas penampang minimal adalah : A = 4,71 / 2 = 2,355 m d = = = 3 = 1,732 = 1,732 m dimana

jadi diameter minimal masing-masing gate diameter gate existing sebesar 1,4 m.

5. Memperbesar tekanan spray traveling screen supaya sampah bisa dikeluarkan atau dilepaskan dari bucket traveling screen. 6. Membuat pipa saluran pengambilan air laut di kedalaman laut yang menuju ke intake. Dengan upaya ini diharapkan air laut yang diambil di kedalaman lebih bersih dari sampah dan kontinuitasnya terjaga.

Halaman

24

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

BAB VII
KESIMPULAN 1. Penyebab trip Circulating Water Pump (CWP) PLTU Jeranjang Unit 3 adalah turunnya level air laut yang dipengaruhi oleh : a. Sampah yang masuk ke kanal dan pedangkalan lumpur di kanal menuju intake b. Elevasi intake yang terlalu tinggi c. Banyak sampah di gate antara kanal dengan intake room d. Pasang surut air laut terutama pada saat surut terendah. 2. Efektivitas kondensor sebagai alat penukar kalor sangat di pengaruhi oleh kebersihan tube kondensor dan kelancaran suplai air pendingin dari Circulating Water Pump yang pada akhirnya mempengaruhi performa PLTU. 3. Solusi untuk meningkatkan kehandalan Circulating Water Pump sebagai pendingin utama kondensor adalah : a. Memindahkan letak muara sungai untuk mengurangi lumpur dan sampah. b. Memasang saringan di ujung kanal. c. Menurunkan elevasi intake sebesar 0,5 1 m d. Memperbesar dua lubang gate antara kanal dengan intake room menjadi minmal berdiameter =1,732 m e. Membuat saluran pipa di kedalaman laut f. Memperbesar tekanan spray air di traveling screen

Halaman

25

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

BAB VIII TINDAKAN YANG DISARANKAN


Dari pembahasan di atas perlu diambil tindakan untuk meningkatkan kehandalan operasi Circulating Water Pump adalah : 1. Upaya mengurangi sampah dan lumpur yang masuk ke kanal perlu dipindahkan letak muara sungai. 2. Memasang saringan di ujung kanal serta membersihkan kanal, intake, saluran CWP, dan tube kondensor secara rutin. 3. Melakukan redesain untuk menurunkan elevasi intake, memperbesar gate masuk intake room, dan membuat saluran pipa di kedalaman laut. 4. Dalam pembuatan desain intake agar mempertimbangkan kondisi real di lokasi seperti pasang surut air laut, letak intake yang tepat, kondisi kebersihan air laut dan lain sebagainya.

Halaman

26

ANALISA PENYEBAB TRIP DAN UPAYA PENINGKATAN KEHANDALAN OPERASI CIRCULATIG WATER PUMP PLTU JERANJANG UNIT 3

REFERENSI PT PLN (Persero), Book Contract PLTU NTB 1 X 25 MW Mechanical Drawing, Indonesia, Jakarta Holman J.P, Perpindahan Kalor terjemahan Ir. E Jasjfi, MSc, Jakarta, Erlangga, 1984. Pande M.V., Dy.Director. NPTI, Nagpur, Energy Audit of Condenser and Condenser Cooling Water System Holman J.P, Perpindahan Kalor terjemahan Ir. E Jasjfi, MSc, Jakarta, Erlangga, 1984. www.pasanglaut.com. Tabel Pasang Surut Air Laut Ampenan.