Anda di halaman 1dari 14

2013

Tugas Bahasa Indonesia


Pentingnya EYD dan Pemakaian Kalimat Efektif

Ratna Fitrianingsih 18111837


3KA34

Kata Pengantar

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan Tugas Bahasa Indonesia tepat pada waktu yang telah ditentukan. Di dalam penyusunan makalah ini saya menyajikan materi tentang Pentingnya EYD dan Pemakaian Kalimat Efektif dengan tujuan untuk menambah tentang pengetahuan bahasa secara meluas. Saya sebagai penyusun menyadari di dalam penyelesaian tugas ini masih banyak kekurangan. Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun terutama Ibu Sepitri Daruyani selaku dosen pembimbing dalam mata kuliah Bahasa Indonesia demi kesempurnaan tugas berikutnya.

Penyusun

Bahasa Indonesia

Daftar Isi

Kata Pengantar Daftar Isi Bab I : Latar Belakang Rumusan Masalah Tujuan Penulisan Bab II : Landasan Teori Bab II : Pembahasan Kesimpulan Daftar Pustaka

2 3

4 4 4

5 - 13 13 14

Bahasa Indonesia

Bab I Pendahuluan
1. Latar Belakang
Penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar telah menjadi keharusan. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menurunkan Keputusan Nomor 0543a/U/18987 yang mendasari usaha

penyempurnaan penggunaan ejaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahkan telah diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto pada tahun 1972. Dengan keputusan tersebut kita memiliki pedoman atau acuan mengenai penggunaan bahasa Indonesia terbaru. Penggunaan kalimat efektif juga diperlukan dalam menulis pun dalam tugas, makalah bahkan dalam berbicara. Karena hal ini sangat diperlukan agar saat penyampaiannya dapat berjalan dengan lancar. Tetapi menggunakan kalimat efektif juga tidak mudah, biasanya dituntut agar lebih jelas dan tepat. Untuk itu pada makalah ini penulis akan membahas mengenai pentingnya penggunaan Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dan pemakaian kalimat efektif.

2. Rumusan Masalah
Mengacu pada pembahasan di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut : 1. Apa yang dimaksud kalimat EYD? 2. Bagaimanakah pemakaian EYD? 3. Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif? 4. Apa saja unsur-unsur kalimat efektif? 5. Bagaimana penggunaan kalimat efektif? 6. Apa ciri-ciri kalimat efektif? Bahasa Indonesia 4

7. Apa syarat yang mendasari kalimat efektif? 8. Bagaimana struktur kalimat efektif? 9. Apa saja sebab-sebab ketidakefektifan kalimat?

3. Tujuan Penulisan
1. Mendeskripsikan definisi kalimat EYD. 2. Mendeskripsikan pemakaian EYD. 3. Mendeskripsikan definisi kalimat efektif. 4. Mendeskripsikan unsur-unsur kalimat efektif. 5. Mendeskripsikan penggunaan kalimat efektif. 6. Mendeskripsikan ciri-ciri kalimat efektif. 7. Mendeskripsikan syarat yang mendasari kalimat efektif. 8. Mendeskripsikan sebab-sebab ketidakefektifan kalimat.

Bab II Landasan Teori


Landasan teori dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui seberapa penting penggunaan kalimat EYD dan kalimat efektif, selain itu untuk memberi informasi pada pembaca.

Bab III Pembahasan


Definisi Kalimat EYD
Kalimat EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan adalah suatu kesatuan kata yang mencakup pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata penulisan unsur dan pemakaian tanda baca secara benar dan tepat.

Bahasa Indonesia

Pemakaian EYD
Pemakaian EYD terdiri dari : 1. Penulisan huruf yang membicarakan bagian-bagian dasar suatu bahasa, antara lain : a. Huruf kapital b. Vokal c. Konsosnana d. Pemenggalan e. Nama diri 2. Penulisan huruf yang membicarakan beberapa huruf dari ejaan sebelumnya yang meliputi : a. Huruf kapital b. Huruf miring 3. Penulisan kata yang membicarakan bidang morfologi dengan segala bentuk dan jenisnya berupa : a. Kata dasar b. Kata turunan c. Kata ulang d. Gabungan kata e. Kata ganti (kau, ku, mu, dan nya) f. Kata depan (di, ke, dan dari)

g. Kata sandang ( si dan sang) h. Partikel i. j. Singkatan dan akronim Angka dan lambang bilangan

4. Penulisan unsur serapan yang membicarakan kaidah cara penulisan serapan, terutama kosakata yang berasal dari bahasa asing 5. Pemakaian tanda baca (pungtuasi) membicarakan teknik penerapan tanda baca dalam penulisan dengan kaidah masing-masing, antara lain : a. Tanda titik (.) b. Tanda koma (,) Bahasa Indonesia 6

c. Tandak titik koma (;) d. Tanda hubung (-) e. Tanda pisah ( ) f. Tanda elipsis (...)

g. Tanda tanya (?) h. Tanda seru (!) i. j. Tanda kurung () Tanda kurung siku [ ]

k. Tanda petik ganda ( ) l. Tanda petik tunggal ( )

m. Tanda garis miring (/) n. Tanda penyingkat ()

Definisi Kalimat Efektif


Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan penutur/penulisnya secara tepat sehingga dapat dipahami oleh pendengar/pembaca secara tepat dan jelas. Efektif dalam hal ini adalah ukuran kalimat yang memiliki kemampuan menimbulkan gagasan atau pikiran pada pendengar atau pembaca. Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mewakili pikiran penulis atau pembicara secara tepat sehingga pendengar/pembaca dapat memahami pikiran tersebut dengan mudah, jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau pembicaranya.

Unsur-Unsur Kalimat Efektif


Unsur kalimat efektif adalah suatu tata bahasa dalam kumpulan kata yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan agar dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain. Unsur-unsur tersebut diantaranya : 1. Subjek (S) Subjek (S) adalah bagian kalimat menunjukkan pelaku, tokoh, sosok (benda), sesuatu hal, suatu masalah yang menjadi pangkal/pokok pembicaraan. Subjek biasanya diisi oleh jenis kata/frasa benda (nominal), klausa, atau frasa verbal. Untuk Bahasa Indonesia 7

lebih jelasnya perhatikan contoh sebagai berikut ini : a. Ayahku sedang melukis. b. Meja direktur besar. c. Yang berbaju batik dosen saya. d. Berjalan kaki menyehatkan badan. e. Membangun jalan layang sangat mahal. Kata-kata yang dicetak tebal pada kalimat di atas adalah S. Contoh S yang diisi oleh kata dan frasa benda terdapat pada kalimat (a) dan (b), contoh S yang diisi oleh klausa terdapat pada kalimat (c), dan contoh S yang diisi oleh frasa verbal terdapat pada kalimat (d) dan (e). 2. Predikat (P) Predikat (P) adalah bagian kalimat yang memberitahu melakukan (tindakan) apa atau dalam keadaan bagaimana subjek (pelaku/tokoh atau benda di dalam suatu kalimat). Selain memberitahu tindakan atau perbuatan subjek (S), P dapat pula menyatakan sifat, situasi, status, ciri, atau jatidiri S. termasuk juga sebagai P dalam kalimat adalah pernyataan tentang jumlah sesuatu yang dimiliki oleh S. predikat dapat juga berupa kata atau frasa, sebagian besar berkelas verba atau adjektiva, tetapi dapat juga numeralia, nomina, atau frasa nominal. Perhatikan contoh berikut: a. Kuda meringkik. b. Ibu sedang tidur siang. c. Putrinya cantik jelita. d. Kota Jakarta dalam keadaan aman. e. Kucingku belang tiga. f. Robby mahasiswa baru.

g. Rumah Pak Hartawan lima. Kata-kata yang dicetak tebal dalam kalimat di atas adalah P. kata meringkik pada kalimat (a) memberitahukan perbuatan kuda. Kelompok kata sedang tidur siang pada kalimat (b) memberitahukan melakukan apa ibu, cantik jelita pada kalimat (c) memberitahukan bagaimana putrinya, dalam keadaan aman pada kalimat (d)

Bahasa Indonesia

memberitahukan situasi kota Jakarta, belang tiga pada kalimat (e) memberitahukan ciri kucingku, mahasiswa baru pada kalimat (f) memberitahukan status Robby, dan lima pada kalimat (g) memberitahukan jumlah rumah Pak Hartawan. 3. Objek (O) Objek (O) adalah bagian kalimat yang melengkapi P. objek pada umumnya diisi oleh nomina, frasa nominal, atau klausa. Letak O selalu di belakang P yang berupa verba transitif, yaitu verba yang menuntut wajib hadirnya O, seperi pad contoh di bawah ini. a. Nurul menimang b. Arsitek merancang c. Juru masak menggoreng Verba transitif menimang, merancang, dan menggoreng pada contoh tersebut adalah P yang menuntut untuk dilengkapi. Unsur yang akan melengkapi P pada ketiga kalimat itulah yang dinamakan objek. 4. Pelengkap (pel) Pelengkap (P) atau komplemen adalah bagian kalimat yang melengkapi P. letak Pelengkap umumnya di belakang P yang berupa verba. Posisi seperti itu juga ditempati oleh O, dan jenis kata yang mengisi Pel dan O juga sama, yaitu dapat berupa nomina, frasa nominal, atau klausa. Namun, antara Pel dan O terdapat perbedaan. Perhatikan cnntoh di bawah ini: a. Ketua MPR membacakan Pancasila. S P O

b. Banyak orpospol berlandaskan Pancasila. S P Pel

Kedua kalimat aktif (a) dan (b) yang Pel dan O-nya sama-sama diisi oleh nomina Pancasila, jika hendak dipasifkan ternyata yang bisa hanya kalimat (a) yang menempatkan Pancasila sebagai O. Ubahan kalimat (a) menjadi kalimat pasif adalah sebagai berikut: Bahasa Indonesia 9

Pancasila dibacakan oleh ketua MPR. S P O

5. Keterangan (ket) Keterangan (Ket) adalah bagian kalimat yang menerangkan berbagai hal mengenai bagian kalimat yang lainnya. Unsur Ket dapat berfungsi menerangkan S, P, O, dan Pel. Posisinya bersifat bebas, dapat di awal, di tengah, atau di akhir kalimat. Pengisi Ket adalah frasa nominal, frasa preporsisional, adverbia, atau klausa.

Berdasarkan maknanya, terdapat bermacam-macam Ket dalam kalimat. Para ahli membagi keterangan atas Sembilan macam (Hasan Alwi dkk, 1998:366) yaitu seperti yang tertera pada tabel di bawah ini.

Penggunaan Kalimat Efektif


Kalimat efektif digunakan pada tulisan ilmiah, seperti makalah, skripsi, tesis, disertasi, laporan penelitian dan sebagainya. Diharuskan memakai kalimat efektif agar penulisan dapat dibaca dengan jelas dan dimengerti oleh pembaca.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif


Menurut Arifin Kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan dan kelogisan bahasa Menurut Wijono Ciri ciri kalimat efektif sebagai berikut : a. Keutuhan, kesatuan, kelogisan atau kesepadanan makna dan strukur. b. Kesejajaran bentuk kata dan atau struktur kalimat secara gramatikal.

Bahasa Indonesia

10

c. Kefokusan fikiran sehingga mudah dipahami. d. Kehematan penggunaan unsur kalimat. e. Kecermatan dan kesatuan. f. Kevariasian kata dan struktur sehingga menghasilkan kesegaran bahasa.

Syarat Yang Mendasari Kalimat Efektif


Syarat syarat kalimat efektif, diantara lain : 1. Koherensi / kepaduan Informasi yang disampaikan harus sistematis, menggunakan pola aspek agen verbal atau aspek verbal pasien, baik dalam hubungan timbal balik yang baik dan jelas. 2. Kesatuan gagasan Kalimat dikatakan memiliki kesatuan gagasan jika memiliki subjek, predikat dan fungsi-fungsi kalimat lainnya saling mendukung dan membentuk kesatuan tunggal. 3. Keparalelan Kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Contohnya ; Harga bensin disesuaikan atau dinaikkan secara bertahap. 4. Kesejajaran Penggunaan bentuk yang sama pada kata-kata yang paralel agar kalimat rapi dan bermakna sama. 5. Kehematan Penggunaan kata secara hemat, tetapi tidak mengurangi makna atau mengubah informasi. Maksud dari hemat adalah singkat, jelas dan padat. 6. Penekanan / ketegasan Pembacaan dalam suatu kalimat, bahwa kalimat tersebut merupakan penegasan. Contohnya : Presiden mengharapkan agar rakyat membangun negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya sendiri.

Bahasa Indonesia

11

Kalimat di atas meletakkan kata yang ditonjolkan pada awal kalimat. 7. Kecermatan Agar tercapai kecermatan dan ketepatan diksi, harus memperhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini : a. Hindari penanggalan awalan b. Hindari peluluhan bunyi/ c / c. Hindari bunyi / s /, / p /, / t /, dan/ k / yang tidak luluh d. Hindari pemakaian kata ambigu 8. Kevariasian Variasi adalah menganeka-ragamkan bentuk-bentuk pembahasan agar tetap memberi minat atau perhatian orang. 9. Kelogisan Kelogisan adalah bahwa ide kalimat itu dapat diterima oleh akal dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku. Contoh kalimatnya ; Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini.

Sebab-Sebab Ketidakefektifan Kalimat


Ketidakefektifan kalimat tersebut antara lain disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut : 1. Kontaminasi, yaitu merancukan 2 struktur benar 1 struktur salah. Contoh: a. diperlebar, dilebarkan (benar) diperlebarkan (salah) b. memperkuat, menguatkan (benar) - memperkuatkan (salah) c. sangat baik, baik sekali (benar) - sangat baik sekali (salah) d. saling memukul, pukul-memukul (benar) - saling pukul-memukul (salah) e. Di sekolah diadakan pentas seni (benar) Sekolah mengadakan pentas seni (salah) 2. Pleonasme, yaitu berlebihan atau tumpang tindih. Contoh : a. para hadirin (hadirin sudah jamak, tidak perlu para) b. para bapak-bapak (bapak-bapak sudah jamak) c. banyak siswa-siswa (banyak siswa) 3. Tidak memiliki subjek. Contoh :

Bahasa Indonesia

12

a. Buah mangga mengandung vitamin C. (SPO) (benar) b. Di dalam buah mangga terkandung vitamin C. (KPS) (benar) c. Di dalam buah mangga mengandung vitamin C. (KPO) (salah) 4. Adanya kata depan yang tidak perlu. Contoh : a. Perkembangan daripada teknologi informasi sangat pesat. (kata daripada dihilangkan) b. Kepada siswa kelas VII berkumpul di GOR. (kata kepada dihilangkan) c. Selain daripada bekerja, ia juga kuliah. (kata daripada dihilangkan) 5. Salah nalar. Contoh : a. Waktu dan tempat dipersilahkan. (siapa yang dipersilahkan) b. Vespa Pak Erwin mau dijual. (apakah bisa menolak?) c. Silakan maju ke depan. (maju selalu ke depan) 6. Kesalahan pembentukan kata. Contoh : a. mengenyampingkan seharusnya mengesampingkan b. menyetop seharusnya menstop c. mensoal seharusnya menyoal 7. Pengaruh bahasa asing. Contoh : a. Rumah di mana ia tinggal (the house where he lives ) (kata rumah seharusnya tempat) b. Sebab-sebab daripada perselisihan (cause of the quarrel) (kata daripada dihilangkan) c. Saya telah katakan (I have told) (seharusnya telah saya katakan) 8. Pengaruh bahasa daerah. Contoh : a. sudah pada hadir. (Jawa: wis padha teka) (seharusnya sudah hadir) b. oleh saya. (Sunda: ku abdi) (seharusnya diganti dengan kalimat pasif persona) c. Jangan-jangan (Jawa: ojo-ojo) (seharusnya mungkin)

Kesimpulan
Kalimat EYD dan kalimat efektif adalah hal yang penting dalam penulisan apapun termasuk dalam penulisan ilmiah atau pembicara secara singkat, jelas dan tepat agar mudah , jelas dan lengkap seperti apa yang dimaksud oleh penulis atau Bahasa Indonesia 13

pembicaranya. Dengan unsur unsur dalam kalimat, seperti subjek(S), predikat(P), objek(O), pelengkap(Pel), dan keterangan(Ket) yang membantu dalam membuat kalimat efektif dan penulisan kalimat EYD dengan benar.

Daftar Pustaka
Ufima Elma. 2013. Kalimat Efektif. Diakses pada http://kalimatefektif2013.blogspot.com/ dikutip pada 10 November 2013. Panji Pradana. 2012. Rangkuman EYD dan contoh Kalimatnya. Diakses pada http://piiekaa.blogspot.com/2012/05/rangkumann-eyd-dan-contoh-kalimatnya.html dikutip pada 10 November. Zoel Zanwar. 2013. Kalimat Efektif. Diakses dikutip pada pada 10

http://simplezoel.blogspot.com/2013/08/kalimat-efektif.html November. Usman. 2012. Kalimat Efektif. Diakses pada

http://usman-wwwmaal-

khidmah.blogspot.com/2012/05/kalimat-efektif.html dikutip pada 10 November.

Bahasa Indonesia

14