Anda di halaman 1dari 7

Atrofi Atrofi merupakan pengurangan ukuran yang disebabkan oleh mengecilnya ukuran sel atau mengecilnya/berkurangnya (kadang-kadang dan

biasa disebut atrofi numerik) sel parenkim dalam organ tubuh. Gejala atrofi adalah tak mampu mengangkat beban atau gerak terbatas. Sel mampu mengatur dirinya dengan cara mengubah struktur dan fungsinya sebagai respon terhadap berbagai kondisi fisologis maupun patologis. Kemampuan ini disebut dengan adaptasi selular. Atrofi dapat disebabkan oleh berbagai faktor tergantung pada jenis atrofi tersebut. Sebelum membahas mengenai penyebab terjadinya maka harus diketahui terlebih dahulu jenisjenis atrofi agar pembahsannya lebih spesifik. Secara umum terdapat dua jenis atrofi yaitu atrofi fisiologis dan atrofi patologis. Atrofi fisiologis merupakan atrofi yang bersifat normal atau alami. !eberapa organ tubuh dapat mengecil atau menghilang sama sekali selama masa perkembangan atau pertumbuhan dan jika alat tubuh tersebut organ tubuh tersebut tidak menghilang ketika sudah mencapai usia tertentu malah akan dianggap sebagai patologik. "ontoh dari atrofi fisiologis ini yaitu proses penuaan (aging process) dimana glandula mammae mengecil setelah laktasi penurunan fungsi/produkti#itas o#arium dan uterus kulit menjadi tipis dan keriput tulang-tulang menipis dan ringan akaibat resorpsi. $enyebab proses atrofi ini ber#ariasi diantaranya yaitu berkurangnya/hilangnya stimulus endokrin in#olusi akibat menghilangnya rangsan-rangsang tumbuh (gro%th stimuli) berkurangnya rangsangan saraf berkurangnya perbekalan darah dan akibat sklerosis arteri. $enyebab-penyebab tersebut terjadi karena peoses normal penuaan (Saleh &'()). !erbeda dengan atrofi fisiologis atrofi patologis merupakan atrofi yang terjadi di luar proses normal/alami. Secara umum atrofi patologis dan fisiologis terbagi menjadi lima jenis yaitu atrofi senilis atrofi local atrofi inakti#as atrofi desakan dan atrofi endokrin. &. Atrofi senilis Atrofi senilis terjadi pada semua alat tubuh secara umum karena atrofi senilis termasuk dalam atofi umum (general atrophy). Atropi senilis tidak sepenuhnya merupakan atropi patologis

karena proses aging pun masuk ke dalam kelompok atrofi senilis padahal proses aging merupakan atropi fisiologis. "ontoh atropi senilis yang merupakan proses patologik yaitu star#ation (kelaparan). Star#ation atrophy terjadi bila tubuh tidak mendapat makanan/nutrisi untuk %aktu yang lama. Atropi ini dapat terjadi pada orang yang sengaja berpuasa dalam jangka %aktu yang lama (tanpa berbuka puasa) orang yang memang tidak mendapat makanan sama sekali (karena terdampar di laut atau di padang pasir). *rang yang menderita gangguan pada saluran pencernaan misalnya karena penyempitan (striktura) esophagus. $ada penderita stiktura esophagus tersebut mungkin mendapatkan suplai makanan yang cukup namun makanan tersebut tidak dapat mencapai lambung dan usus karena makanan akan di semprotkan keluar kembali. Karena itu makanan tidak akan sampai ke jaringan-jaringan tubuh sehingga terjadilah emasiasi inanisi dan badan menjadi kurus kering. +. Atrofi ,okal Atrofi local dapat terjadi akibat keadaan-keadaan tertentu. ). Atropi inakti#itas -erjadi akibat inakti#itas organ tubuh atau jaringan. .isalnya inakti#itas otot-otot mengakibatkan otot-otot tersebut mengecil. Atropi otot yang paling nyata yaitu bila terjadi kelumpuhan otot akibat hilangnya persarafan seperti yang terjadi pada poliomyelitis. Atrofi inakti#itas disebut juga sebagi atrofi neurotrofik karena disebabkan oleh hilangnya impuls trofik. -ulang-tulang pada orang yang karena suatu keadaan terpaksa harus berbaring lamaocclusion) pada saluran keluar pancreas sel-sel asinus pancreas (eksokrin) menjadi atrofik. /amun pulau-pulau ,angerhans (endokrin) yang membentuk hormon dan disalurkan ke dalam darah tidak mengalami atrofi. mengalami atrofi inakti#itas. Akibatnya tulang-tulang menjadi berlubang-lubang karena kehilangan kalsiumnya sehingga tidak dapat menunjang tubuh dengan baik. Sel-sel kelenjar akan rusak apabila saluran keluarnya tersumbat untuk %aktu yang lama. 0ni misalnya terjadi pada pankreas. 1. Atrofi desakan Atrofi ini terjadi akibat desakan yang terus-menerus atau desakan dalam %aktu yang lama dan yang mengenai suatu alat tubuh atau jaringan. Atrofi desakan fisiologik terjadi pada gusi

akibat desakan gigi yang mau tumbuh dan dan yang mengenai gigi (pada nak-anak). Atrofi desakan patologik misalnya terjadi pada sternum akibat aneurisma aorta. $elebaran aorta di daerah substernal biasanya terjadi akibat sifilis. Karena desakan yang tinggi dan terus menerus mengakibatkan sternum menipis. Atrofi desakan ini pun dapat terjadi pada ginjal. $arenkim ginjal dapat menipis akibat desakan terus-menerus. Ginjal seluruhnya berubah menjadi kantung berisi air yang biasanya terjadi akibat obstruksi ureter yang biasanya disebabkan oleh batu. Atrofi dapat terjadi pada suatu alat tubuh kerena menerima desakan suatu tumor didekatnya yang makin lama makin membesar ( Saleh &'()). 2. Atrofi endokrin -erjadi pada alat tubuh yang akti#itasnya bergantung pada rangsangan hormon tertentu. Atrofi akan terjadi jika suplai hormon yang dibutuhkan oleh suatu organ tertentu berkurang atau terhenti sama sekali. 3al ini misalnya dapat terjadi pada penyakit Simmonds. $ada penyakit ini hipofisis tidak aktif sehingga mrngakibatkan atrofi pada kelenjar gondok adrenal dan o#arium. Secara umum atrofi dapat terjadi karena hal-hal/kondisi berikut. &. Kurangnya suplai *ksigen pada klien/seseorang +. 3ilangnya stimulus/rangsangan saraf ). 3ilangnya stimulus/rangsangan endokrin 1. Kekurangan nutrisi 2. 4isuse/inakti#itas (organ tidak sering digunakan maka akan mengakibatkan pengecilan organ tersebut).

.ekanisme atropi secara singkat adalah sebagai berikut. Secara umum seluruh perubahan dasar seluler (dalam hal ini merupakan perubahan ke arah atropi) memiliki proses yang sama yaitu menunjukkan proses kemunduran ukuran sel

menjadi lebih kecil. /amun sel tersebut masih memungkinkan untuk tetap bertahan hidup. 5alupun sel yang atropi mengalami kemunduran fungsi sel tersebut tidak mati. Atropi menunjukkan pengurangan komponen-komponen stutural sel. Sel yang mengalami atropi hanya memiliki mitokondria dengan jumlah yang sedikit begitu pula dengan komponen yang lain seperti miofilamen dan reticulum endoplasma. Akan tetapi ada peningkatan jumlah #akuola autofagi yang dapat memakan/merusak sel itu sendiri. 6 .ekanisme 7 kekurangan nutrisi yang sebagian besar (nutrisi tersebut) berasal dari

protein saat proses sintesis protein pada ribosom. Saat terjadi kekurangan nutrisi maka akan mengakibatkan terganggunya proses sintesis protein yang terjadi di ribosom dalam sel tubuh. -erganggunya proses sintesis protein mengakibatkan ribosom tidak berfungsi pula saat dirobosom tidak berfungsi maka lama-kelamaan ribosom akan semakin sedikit dan jumlah #olume sel semakin sedikit atau bahkan hilang. Ketika seseorang mengalami kekurangan nutrisi dalam tubuhnya maka berisiko mengalami komplikasi dari penyakit seperti campak pneumonia dan diare lebih tinggi. ,alu dapat terjadi depresi berisiko hipotermia imunitas menurun sehingga meningkatkan risiko terjadi infeksi penyembuhan penyakit dan luka lebih lama serta masalah terhadap kesuburan. 8ntuk mengetahui seseorang kekurangan gi9i dapat diperiksa dengan menghitung indeks massa tubuh yaitu dengan menghitung berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter persegi). /ilai normal pada %anita adalah &'-+1 dan pria adalah +:-+2. 4i ba%ah nilai tersebut dikatakan kekurangan gi9i dan diatas nilai tersebut dikatakan kelebihan gi9i.

;<=<;</S0 $ringgoutomo S. dkk. (+::>). !uku Ajar $atologi & (8mum). ?akarta7 Sagung Seto. $rice S. A. @ 5ilson ,. .. +::). Pathophysiology: Clinical Concepts of Disease Proccesses. >th <d. (-erj. dr. !rahm 8. $endit dkk). ?akarta7 $enerbit !uku Kedokteran <G". ;obbins @ "otran. +::'. Buku Saku Dasar Patologis Penyakit. ?akarta 7 <G" "or%in <li9abeth ?. +::(. Patofisiologi. ?akarta7 $enerbit !uku Kedokteran <G".

A-;*=0 *-*A. 4efinisi Atrofi adalah pengecilan dari jaringan tubuh yang telah mencapai ukuran normal. .engecilnya alat tubuh tersebut terjadi karena sel-sel spesifik yaitu sel-sel parenchym yang menjalankan fungsi alat tubuh tersebut mengecil. $ada ekstrem yang lain jika suatu otot tidak digunakan kandungan aktin dan miosinnya akan berkurang serat-seratnya menjadi lebih kecil dan dengan demikian otot tersebut berkurang massanya (atrofi) dan menjadi lebih lemah. Atrofi dapat terjadi melalui dua caraA 4isuse atrophy dan Atrofi dener#asi. 4isuse atrophy -erjadi jika suatu otot tidak digunakan dalam jangka %aktu lama %alaupun persarafannya utuh seperti ketika seseorang harus menggunakan gips atau berbaring untuk jangka %aktu lama. Atrofi dener#asi -erjadi setelah pasokan saraf ke suatu otot terputus. Apabila otot dirangsang secara listrik sampai persarafan dapat dipulihkan seperti pada regenerasi saraf perifer yang terputus atrofi dapat dihilangkan tetapi tidak dapat dicegah seluruhnya. Aktifitas kontraktil itu sendiri jelas berperan penting dalam mencegah atrofiA namun faktor-faktor yang belum sepenuhnya dipahami yang dikeluarkan dari ujung-ujung saraf aktif yang mungkin terkemas bersama dengan #esikel asetilkolin tampaknya berperan penting dalam integritas dan pertumbuhan jaringan otot. Apabila suatu otot mengalami kerusakan dapat terjadi perbaikan secara terbatas %alaupun sel-sel otot tidak dapat membelah diri secara mitosis untuk menggantikan sel-sel yang hilang. 4i dekat permukaan otot terdapat populasi kecil sel-sel yang tidak berdiferensiasi (seperti yang dijumpai pada masa perkembangan mudigah) yaitu mioblas. Se%aktu sebuah serat otot rusak sekelompok mioblas melakukan fusi untuk mengganti otot tersebut dengan membentuk sebuah sel besar berinti banyak yang segera mulai mensintesis dan menyusun perangkat intrasel khas untuk otot. $ada cedera luas mekanisme yang terbatas ini tidak cukup untuk mengganti

semua serat yang hilang lalu serat-serat yang tersisa sering mengalami hipertrofi sebagai kompensasinya. .acam - macam atrofi 7 &. Atrofi fisiologis 7 alat tubuh yang dapat mengecil atau menghilang sama sekali selama masa

perkembangan atau kehidupan . mis7 pengecilan kelenjar thymus ductus omphalomesentricus ductus thyroglossus. +. Atrofi Senilis 7 mengecilnya alat tubuh pada orang yang sudah berusia lanjut (aging

process). ). 1. Atrofi setempat (local atrophy) 7 atrofi setempat akibat keadaan-keadaan tertentu. Atrofi inaktifitas (4isuse atrophy) 7 atropi yang terjadi akibat in aktifitas otot-otot yang

mengakibatkan otot-otot tersebut mengecil. .is. pada kelumpuhan otot akibat hilangnya persarafan seperti pada poliomyelitis (atrophy neurotrofik). 2. Atrofi 4esakan (pressure atrophy) 7 yang terjadi karena desakan yang terus-menerus atau

desakan untuk %akru yang lama dan mengenai suatu alat tubuh atau jaringan missal a) Atrofi desakan fisiologis 7 pada gusi akibat desakan gigi yang mau tumbuh (pada anak-

anak). b) Atrofi desakan patologis 7 pada sternum akibat aneurisma aorta. $elebaran aorta di daerah

substernal akibat syphilis. Akibat desakan yang tinggi dan terus menerus mengakibatkan sternum menipis. >. Atrofi <ndrokin 7 terjadi pada alat tubuh yang aktifitasnya bergantung pada rangsang

hormon.

$ada sumber lain dikatakan bah%a berdasarkan penyebabnya atrofi dibagi atas 7 # Atrofi /eurogen 7 akibat dari kelumpuhan saraf mis. pada orang yang lumpuh.

# Atrofi Baskuler 7 akibat dari gangguan sirkulasi darah mis. pengecilan otak karena arteriosklerosis pada usia lanjut. # 4isuse Atrofi 7 akibat dari tidak dipergunakan dalam %aktu yang lama mis. pada orang sakit yang harus berbaring lama di tempat tidur. # Atrofi <ndokrin 7 akibat dari pengaruh hormon mis. pengecilan payudara pada %anita lanjut karena produksi hormon yang berkurang.

Atrofi $engecilan sel oleh karena menghilangkanya substansi sel sehingga jaringan mengecil. $enyebab 7 C 0nflamasi kronik dan proses penuaan juga menyumbang kepada fenomena atropi C !eban/Kurang akti#itas C $ersarafan .enghilang C Aliran 4arah berkurang C Kekurangan /utrisi. C Gangguan 3ormon