Anda di halaman 1dari 16

Psikologi Anak dan Remaja

Oleh: Dahlia, S. Psi, M.Sc

Perkembangan
Serangkaian perubahan progressif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Perubahan yg bersifat fisik dan psikologis Tujuan perubahan dalam perkembangan memungkinkan orang menyesuaikan diri dimana ia hidup.

Faktor yang mempengaruhi perkembangan


Perkembangan manusia ditentukan oleh interaksi yang berkesinambungan antara hereditas dan lingkungan. a. Maturasi (kematangan) dan Belajar Kematangan terbukanya sifat2 bawaan individu. Maturasi mengacu pd urutan pertumbuhan secara alamiah (perubahan jasmaniah yg secara relatif bebas dari peristiwa lingkungan).

Lanjutan.
Ex: merangkak, duduk, berjalan Proses pematangan paling jelas terlihat pd masa kanak-kanak, ttp proses tsb terus berlangsung dalam kehidupan dewasa.

Belajar perkembangan yg berasal dari latihan & usaha . ex: menulis, membaca, mengemudi.

Lanjutan
b. Urutan dan tahap perkembangan Banyak perilaku yg mengikuti urutan perkembangan alamiah. Urutan perkembangan berlangsung mulai dari perilaku sederhana sampai perilaku yg kompleks.

Lanjutan.

Urutan perkembangan proses yg berkesinambungan, dimana faktor biologis saling berinteraksi dgn proses belajar yg menghasilkan perilaku yg mulus dan berkesinambungan.

Tahapan perkembangan
Usia dini Bayi lebih responsif thd lingkungan. Ex: mampu membedakan rasa, bau, suara. Perkembangan motorik tergantung pd pematangan dan juga pengalaman utk dpt bebas bergerak & utk mencapai benda yg menarik. Pentingnya lingkungan yg memberi stimulasi dlm tahun2 pertama perkembangan intelektual.

Perkembangan Kognitif (Jean Piaget)


1. Tahapan sensori motor ( sejak lahir s/d 2 thn) Membedakan diri sendiri dgn setiap objek Mengenal diri sbg pelaku kegiatan & mulai bertindak dgn tujuan tertentu. Ex: menarik seutas tali utk menggerakkan sebuah mobil, menggoncangkan mainan supaya bersuara. Menguasai keadaan tetap dari objek (objek permanence); menyadari bahwa benda tetap ada meski tdk terjangkau

Lanjutan.
2. Tahapan praoperasional (2-7 thn) Belajar menggunakan bahasa & menggambarkan objek dgn imajinasi dan kata2. Berfikir egosentris: kesulitan menerima pandangan orang lain. Mengklasifikasikan objek menurut tanda. ex: mengelompokkan semua balok merah tanpa memperhatikan bentuknya atau semua balok persegi tanpa memperhatikan warnanya.

Lanjutan.
3. Tahapan praoperasional konkrit (712 thn) Mampu berfikir logis mengenai objek & kejadian Menguasai konservasi jumlah (7 th), jumlah tak terbatas (7 th), & berat (9 th). Mengklasifikasikan objek menurut bbrp tanda & mampu menyusunnya dlm suatu seri berdasarkan satu

Lanjutan.
4. Tahapan operasional formal (12 th keatas) Mampu berfikir logis mengenai soal abstrak serta menguji hipotesis secara sistematis. Menaruh perhatian thd masalah hipotesis, masa depan, & masalah ideologis.

Masa Remaja (Adolescence)


Masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Berkembang ke arah kematangan seksual, memantapkan identitas sbg individu yg terpisah dari keluarga, & menghadapi tugas menentukan cara mencari pencaharian.

Perkembangan Seksual
Perkembangan bertahap dari organ2 reproduksi serta karakteristik seks kedua. Ex: perkembangan buah dada pd anak perempuan, janggut pd anak laki-laki, bulu2 kelamin pd anak lakilaki & perempuan. Perubahan2 tsb terjadi selama 2 thn & menuncak pd masa pubertas yg ditandai oleh menstruasi pd anak perempuan & munculnya sel-sel sperma hidup dlm urine anak laki-laki.

Mencari Identitas

Tugas perkembangan penting yg dihadapi mengembangkan persepsi identitas (sense of individual identity) utk menemukan jawaban thd pertanyaan siapakah saya? & kemanakah saya akan pergi?. Persepsi identitas remaja berkembang secara perlahan2 melalui bbg identifikasi masa kanak-kanak. Nilai & standar moral anak-anak sebagian besar merupakan nilai & standar orang tua mereka.

Lanjutan.
Pada waktu remaja beralih ke dunia sekolah menengah yg lbh luas, nilai2 klp sebaya menjadi bertambah penting, spt juga kata2 pujian dari guru & orang dewasa lainnya. Remaja mencoba mensistesiskan (menggabungkan) kata2 pujian tsb dlm suatu gambaran yg konsisten. Sepanjang para orangtua, guru, & teman2 sebaya memproyeksikan nilai2 yg konsisten, pencarian identitas menjadi lebih mudah.

Lanjutan.

Jika pandangan & nilai orangtua sangat berbeda dgn nilai teman sebaya serta tokoh penting lainnya konflik kebingungan peran (role confusion).