Anda di halaman 1dari 35

RESUME EKONOMI MAKRO

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Makro Ekonomi dengan dosen Rusli Ghalib, Prof. Dr. H., S.E., M.S.P. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Widyatama Semester Pendek Tahun 2012 Oleh : DWI FEBRIAN WIJAYA 0110U024 Kelas B

Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Widyatama Bandung 2012

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah dalam menyelesaikan tugas resume ini sebagai salah satu tugas dari mata kuliah Ekonomika Makro di Semester Pendek. Saya berusaha menyusun resume ini dengan sebaik-baiknya, dan tanpa lepas dari bantuan secara langsung maupun tidak langsung yang telah diberikan oleh semua pihak. Dalam resume ini saya mengucapkan terima kasih kepada : Bapak Rusli Ghalib, Prof. Dr. H., S.E. selaku dosen Universitas Widyatama sebagai dosen mata kuliah Ekonomi Makro di semester pendek yang sebelumnya telah memberikan ilmu yang semoga bermanfaat untuk saya dan semua orang. Orangtua saya, terima kasih untuk semuanya karena telah memberi dorongan dan bantuan dalam menyusun makalah ini. Serta semua pihak dan yang tidak dapat disebutkan satu persatu secara langsung maupun tidak langsung, saya mengucapkan terima kasih karena telah memberi bantuan selama menyelesaikan resume ini.

Bandung, 06 Agustus 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ........................................................................................................................ 1 BAB I POKOK-POKOK MASALAH ILMU EKONOMI................................................................... 3

BAB II GAMBARAN UMUM ILMU EKONOMI MAKRO ............................................................... 5 BAB III PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL ....................................................................... 6 BAB IV DETERMINASI PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL ................................................ 9 BAB V MODEL MULTIPLIER SEDERHANA .............................................................................. 11 BAB VI KEBIJAKAN FISKAL ...................................................................................................... 14 BAB VII UANG DAN BANK ....................................................................................................... 16 BAB VIII PERDAGANGAN LUAR NEGRI ..................................................................................... 19 BAB IX PROSES PERTUMBUHAN EKONOMI ........................................................................... 21 BAB X FLUKTUASI EKONOMI ................................................................................................. 25

BAB XI SISTEM MONETER, PERTUMBUHANUANG DAN INFLASI ........................................... 27 BAB XII KESEIMBANGAN UMUM PASAR PRODUK DAN PASAR UANG ................................... 31 DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................................... 34

BAB I POKOK-POKOK MASALAH ILMU EKONOMI

Tiga Masalah Organisasi Ekonomi - WHAT -> Komoditi apa (what) yang harus diproduksi, dan berapa? - HOW -> Bagaimana komoditi harus diproduksi - FOR WHOM -> Bagi siapa komoditi harus diproduksi? Walaupun tiga masalah ini sangat mendasar dan umum terjadi pada semua corak perkonomian, tetapi berbagai sistem perkonomian yang berlainan selalu berusaha memecahkannya dengan cara yang berbeda. Input dan Output Dalam bahasa Ekonomi ketiga pilihan pokok Ekonomi yang harus diambil masyarakat pada dasarnya menyangkut berbagai input dan output yang terkandung dalam sebuah perkonomian. Input meliputi segenap komoditi dan jasa yang digunakan pelaku Ekonomi. Output adalah segenap barang dan jasa yang bermanfaat untuk konsumsi maupun untuk investasi (proses produksi berikutnya). Perkonomian Pasar, Komando (terpimpin) dan Campuran Sistem Ekonomi menentukan bagaimana perkonomian suatu negara dijalankan - Sebuah perkonomian komando (command economy) memberi wewenang kepada pemerintah untuk mengambil semua keputusan yang menyangkut soal produksi dan distribusi. - Dalam perkonomian pasar (market economy) individu dan perusahaan membuat keputusan-keputusan utama mengenai produksi dan konsumsi. - Dalam perkonomian Campuran (mixed economy) yang memiliki sebagian unsur perkonomian komando dan perkonomian pasar. Sistem Ekonomi tersebutlah yang akan menjawab masalah apa, bagaimana, dan untuk siapa. Efisiensi Efisiensi adalah masalah pokok dalam ilmu Ekonomi

Biaya Oportunitas Mengorbankan aktifitas-aktifitas alternatif, yang sesungguhnya telah menyebabkan kita kehilangan kesempatan untuk mengejakan sesuatu yang lain. Hilangnya alternatif ini disebut biaya oportunitas (opportunity cost).
4

10 prinsip ekonomi menurut Prof. N. Gregory Mankiw

Bagaimana Orang menghadapi tradeoff (pertukaran). Bagaimana tentang masalah biaya barang Pengertian orang berfikir rasional Pengertian orang akan bereaksi Pertukaran tempat Pasar Pemerintah memperbaiki fungsi pasar Standar hidup tergantung pada kemampuan masyarakat Harga meningkat jika pemerintah mencetak uang lebih banyak Jika harga naik, dalam jangka pendek akan mengakibatkan inflasi dan jika dalam jangka panjang akan meningkatkan produksi sehingga lapangan kerja menjadi luas.

BAB II GAMBARAN UMUM ILMU EKONOMI


Sejarah dan Pengertian Ilmu Ekonomi Ilmu ekonomi, khususnya sejak buku Adam Smith "The Wealth of Nations" diterbitkan, tidak mengalami banyak perkembangan. Pada dasarnya ilmu ekonomi menelaah interaksi antara pelaku ekonomi dalam usahanya untuk memahami fungsi serta kedudukan mereka masing-masing. Perilaku ekonomi mereka berkisar pada upaya memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal untuk kepentingan pemenuhan kebutuhan mereka. Karena kebutuhan pada hakikatnya tidak terbatas, baik jumlah maupun ragamnya, padahal sumber daya relatif terbatas, manusia selalu dihadapkan pada pemilihan keperluan yang harus dipenuhi sesuai dengan prioritas masing-masing individu, organisasi atau masyarakat. Karena itu ilmu ekonomi kadangkadang dikenal sebagai "the science of choice". Materi Pokok Ilmu Ekonomi Ilmu ekonomi pada dasarnya dapat dibedakan dalam ilmu ekonomi mikro yang mempelajari satuan-satuan kecil, mempergunakan asumsi ceteris paribus, analisis bersifat parsial dan ilmu ekonomi makro yang mengkaji satuan-satuan yang besar, menyeluruh, agregat, sehingga analisisnya tidak lagi bersifat parsial, asumsi ceteris paribus tidak lagi digunakan. Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai individuindividu dan masyarakat membuat pilihan, dengan atau tanpa penggunaan uang, dengan menggunakan sumber-sumber daya yang terbatas tetapi dapat digunakan dalam berbagai cara untuk menghasilkan berbagai jenis barang dan jasa dan mendistribusikannya untuk kebutuhan komsumsi, sekarang dan di masa datang, kepada berbagai individu dan golongan masyarakat. Ilmu Ekonomi terbagi dua, yaitu : ekonomi mikro dan makro. Ekonomi mikro yaitu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari bagian-bagian kecil ekonomi seperti perilaku individu-individu, perilaku konsumen, perilaku produsen, harga, dll. Ditemukan oleh Adam Smith pada tahun 1776 dengan buku The Whale of Nations Ekonomi makro yaitu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari keseluruhan perekonomian baik suatu negara / daerah seperti inflasi, kemiskinan, neraca. Ditemukan oleh John Maynard Keynes pada tahun 1936 dengan buku The General Theory of Employment, Interest & Money Ekonomi positif : Ekonomi yang apa adanya Ekonomi normative : Ekonomi pancasila (sesuai kebijakan yang seharusnya)
6

BAB III PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL

Produk nasional adalah keseluruhan barang dan jasa untuk keperluan konsumsi maupun investasi yang dihasilkan oleh seluruh masyarakat atau warga Negara selama 1 tahun. Fiscal yang dimulai dengan uang. Rumus dari produk nasional bersih adalah: NNP = GNP - (Replacement + Depreciation) Pendapatan nasional adalah merupakan jumlah seluruh pendapatan yang diterima oleh masyarakat dalam suatu negara selama satu tahun. Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional Produk Domestik Bruto (GDP) Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Produk Nasional Bruto (GNP) Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun. Produk Nasional Neto (NNP) Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah GNP dikurangi depresiasi atau penyusutan barang modal (sering pula disebut replacement Pendapatan Nasional Neto (NNI) Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi Pendapatan Perseorangan (PI) Pendapatan perseorangan (Personal Income)adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahun ini, melainkan diambil dari sebagian

pendapatan nasional tahun lalu, contoh pembayaran dana pensiunan, tunjangan sosial bagi para pengangguran, bekas pejuang, bunga utang pemerintah, dan sebagainya. Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI) Pendapatan yang siap dibelanjakan (Disposable Income) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi dan selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan menjadi investasi. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak langsung. Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. Beberapa rumusan/konsep dalam perhitungan pendapatan nasional : a. b. c. d. e. GNP = C + I + G (x-m) GNI = w + we + r + p + i NNP = GNP Depreciatione NNI = GNI - Depreciatione NI = NNP atau NNI (indirect Business Taxes + Transfer payment)

f. Personal Income ( PI ) adalah jumlah semua jenis pendapatan pribadi baik yang diperoleh karena berfungsi sebagai faktor produksi, maupun tanpa memberikan sumbangan kegiatan apapun ( pembayaran transfer) yang diterima masyarakat. Perhitungan PI adalah PI = A-B+C A = NNI B =Jumlah laba yang ditahan + pajak tidak langsung + pembayaran bunga netto pada sektor bukan rumah tangga C= Transfer payment, misalkan : pembayaran pensiun, beasiswa, dan subsidi. Disposible Income ( DI ) adalah sejumlah uang/ pendapatan yang sesungguhnya diterima masyarakat dan siap untuk dibelanjakan. Menurut JM Keynes, pendapatan suatu negara terdiri dari 2 hal : PENDAPATAN PERSEORANGAN Y=C+S PENDAPATAN PERUSAHAAN Y=C+I

Tabungan atau Saving ( S ) Bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi. Fungsi tabungan adalah fungsi yang menunjukkan hubungan tabungan (S) dengan Pendapatan (Y) Y=C+S S=YC fungsi tabungan dirumuskan S = -a + (1-b).Y

KONSUMSI Kegiatan menghabiskan daya guna barang dan jasa. Fungsi konsumsi adalah fungsi yang menunjukkan hubungan konsumsi ( c) dengan pendapatan (Y)Dirumuskan : C = a + b.Y

BAB IV DETERMINASI PRODUK DAN PENDAPATAN NASIONAL

Unsur-unsur produk dan pendapatan nasional Konsumsi rumah tangga (c), Tabungan rumah tangga (s) , Investasi swasta bruto (I). Konsumsi meliputi : Barang-barang tahan lama, Barang-barang bukan tahan lama, Jasa-jasa. KONSUMSI Konsumsi adalah segala kegiatan atau tindakan menghabiskan ataumengurangi kegunaan (daya guna) barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan Faktor yang mempengaruhi konsumsi: Pendapatan Kekayaan Tingkat Bunga Perkiraan Masa Depan Komposisi Penduduk Jumlah Penduduk Kebiasaan Adat Sosial Budaya Gaya Hidup Seseorang TABUNGAN Tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak digunakanuntuk konsumsi. Faktor yang Mempengaruhi: Pendapatan Masyarakat Tinggi rendahnya suku bunga Kepercayaan terhadap bank Kondisi perekonomian makro Hasrat untuk menabung Distribusi Pendapatan Dana Pensiun Tabungan dan kekayaan yang sudah ada. INVESTASI Investasi adalah kegiatan penanaman modal untuk memperluas dan meningkatkan produksi barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan masyarakat

10

Faktor-Faktor yang Memepengaruhi Investasi: Pendapatan Nasional Tingkat Keuntungan Suku Bunga Pinjaman Perkiraan Situasi Perekonomian Perkiraan Keamanan Marginal Efficiency of Capital (MEC) ANALISIS BREAK EVEN POINT (Titik Impas) Break Even Point (BEP) dapat diartikan sebagai suatu titik atau keadaan dimana perusahaan di dalam operasinya tidak memperoleh keuntungan dan tidak menderita kerugian.

11

BAB V MODEL MULTIPLIER SEDERHANA

Model Multiplier Dasar Model multipier menyediakan cara sederhana untuk memahami dampak dari permintaan agregat pada tingkat output. Dalam pendekatan paling sederhana, konsumsi rumah tangga adalah fungsi pendapatan setelah pajak dimana investasi tetap. Keinginan orang untuk mengkonsumsi dan keinginan perusahaan berinvestasi diseimbangkan dengan penyesuaian output. Tingkat ekuilibrium output nasional harus berada di perpotongan skedul tabungan dan investasi, yaitu SS dan II. Kita juga dapat melihatnya dengan menggunakan pendapatan pengeluaran output, dimana ekuilibrium terdapat di perpotongan skedul konsumsi dan investasi, C + I, dengan garis 45 derajat. Kebijakan Fiskal pada Model Multiplier Analisa kebijakan fiskal menguraikan model multiplier Keynesian. Ia menunjukkan peningkatan dalam pembelian pemerintah., dengan pajak dan investasi tidak berubah, mempunyai efek perluasan pada ekonomi seperti investasi. Skedul C + I + G bergeser ke atas ke perpotongan ekuilibrium yang lebih tinggi dengan garis 45 derajat. Penurunan pajak, dengan investasi dan pembelian pemerintah tidak berubah, meningkatkan tingkat ekuilibrium output nasional. Skedul CC yang digambarkan terhadap GDP digeser ke atas dan ke kiri oleh perpotongan pajak. Namun karena tambahan pendapatan setelah pajak sebagian akan ditabung, maka peningkatan dollar pada konsumsi tidak sebesar peningkatan pendapatan setelah pajak, sehingga multiplier pajak lebih kecil dari multiplier pengeluaran pemerintah. Menggunakan teknik statistik dan teori ekonomi makro, para ahli ekonomi telah mengembangkan model realistis untuk memperkirakan multiplier pengeluaran. Untuk pendekatan umum, multiplier cenderung antara satu dan satu setengah untuk periode hingga empat tahun.

INVESTASI DAN MULTIPLIER INVESTMENT Investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran-pengeluaran yang dilakukab sector bisnis / pengusaha swasta (RTP) dan bias juga dilakukan oleh pemerintah (RTN) untuk membeli barang-barang modal ataupun peralatan-peralatan produksi. Investasi dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, antara lain sebagai berikut :
12

Investasi perusahaan-perusahaan swasta (private investment) yang dilakukan masyarakat pengusaha (RTP) untuk membeli barang-barang modal, penambah inventory, dan mendirikan industry-industri. Investasi berupa pengeluaran masyarakat untuk pembelian atau mendirikan rumah-rumah tempat tinggal. Investasi yang dilakukan oleh pemerintah (public investment). Investasi ini biasa juga disebut investasi social (social overhead capital), seperti membuat jalan raya, pelabuhan, irigasi, dan lain sebagainya yang bersifat barang-barang public (public goods).

Peranan investasi dalam suatu perekonomian adalah sebagai berikut : Dapat meningkatkan pengeluaran aggregate. Investasi dalam bentuk pertambahan barang modal akan menambah kapasitas produksi di masa depan dan akan mendorong pertambahan produk nasional dan kesempatan kerja. Investasi akan mendorong perkembangan teknologi. Multiplier investment merupakan suatu proses terjadinya pertambahan pendapatan nasional sebagai akibat pertambahan investasi dalam perekonomian. Menurut Keynes, setiap terjadinya pertambahan atau kenaikan investasi akan menimbulkan kenaikan pendapatan nasional secara berlipat ganda. PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP PENDAPATAN NASIONAL DAN MULTIPLIER EFFECT DALAM PEREKONOMIAN TIGA SEKTOR Pengaruh pengeluaran pemerintah terhadap pendapatan nasional dan multiplier government expenditure Adanya pengeluaran pemerintah (G) dalam perekonomian tiga sector akan memperbesar pengeluaran aggregate atau Aggregate Demand. Sebelum ada G, nilai AD merupakan nilai C + I. Tetapi setelah ada G, nilai AD berubah menjadi C + I + G. Pertambahan G dalam perekonomian dapat menaikan output atau produk nasional (Y). KEnaikan Y akibat dari kenaikan D dapat terjadi melalui proses multiplier government expenditure. Multiplier government expenditure merupakan konsep yang menggambakan terjadinya kenaikan PN secara berlipat ganda sebagai akibat G bertambah. Pada prinsipnya proses multiplier government sama dengan multiplier investment, demikian pula efeknya terhadap pendapatan nasional. Pengaruh penerimaan pemerintah terhadap pendapatan nasional dan multiplier tax Dalam perekonomian tiga sector, besar C dan S sangat tergantung pada disposable income (Yd), yaitu pendapatan masyarakat yang benar-benar siap untuk dibelanjakan. Terdapat dua komponen yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan disposable
13

income yaitu pajak (Tx) dan transfer payment (Tr) sehingga formulasi disposable income dapat dinyatakan sebagai berikut: Yd = Y + Tr Tx , Yd = disposable income Y = pendapatan nasional Tr = transfer payment (dalam bentuk subsidi) Tx = pajak

Multiplier tax adalah suatu proses terjadinya perubahan PN (Y) secara berlipat ganda sebagai akibat adanya perubahan pajak (T). Multiplier transfer payment adalah suatu proses terjadinya perubahan PN (Y) secara berlipat ganda sebagai akibat adanya perubahan transfer (Tr).

PENGARUH EKSPOR IMPOR TERHADAP PENDAPATAN NASIONAL DAN MULTIPLIER EFFECT DALAM PEREKONOMIAN EMPAT SEKTOR Adanya ekspor (X) dan impor (M) dalam perekonomian akan mempengaruhi Aggregate demand (AD). Untuk perekonomian tertutup AD terdiri dari variable Cyd + I + G, sedangkan untuk perekonomian terbuka AD bertambah variablenya menjadi Cyd + I + G + (X-M). Nilai ekspor tidak selalu sama dengan nilai impor. Ekspor bisa lebih besar daripada impor. Bila hal ini terjadi berarti neraca perdagangan mengalami surplus. Tapi bila ekspor lebih kecil daripada impor, berarti neraca perdagangan mengalami deficit. Bila ekspor sama dengan impor, artinya neraca perdaangan mengalami equilibrium. Selisih antara nilai ekspor dan nilai impor disebut net ekspor (X). Bila nilai ekspor dinyatakan dengan lambing e, sedangkan impor dinyatakan dengan lambing m maka net ekspor adalah : X = e m , X = nilai neto ekspor bias negative atau positif Mulitiplier dalam perekonomian terbuka merupakan perlipatgandaan nilai pendapatan nasional akibat dari investasi, pengeluaran pemerintah, penerimaan pemerintah, dan termasuk pengaruh ekspor dan impor.

14

BAB VI KEBIJAKAN FISKAL

Kebijakan fiskal adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan umum melalui kebijakan penerimaan dan pengeluaran pemerintah, mobilisasi sumberdaya, dan penentuan harga barang dan jasa dari perusahaan. Menurut Samuelson dan Nordhaus, kebijakan fiskal dinyatakan sebagai suatu proses pembentukan perpajakan dan pengeluaran masyarakat dalam upaya menekan fluktuasi siklus bisnis, dan ikut berperan dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, penggunaan tenaga kerja yang tinggi, bebas dari laju inflasi yang tinggi dan berubah-ubah. KEBIJAKAN FISKAL DAN DISTRIBUSI EKONOMI Secara umum fungsi kebijakan fiskal adalah fungsi alokasi, distribusi dan stabilisasi perekonomian. Dalam hal alokasi, maka digunakan untuk apa sajakah sumber-sumber keuangan negara, sedangkan distribusi menyangkut bagaimana kebijakan negara mengelola pengeluarannya untuk menciptakan mekanisme distribusi ekonomi yang adil di masyarakat, dan stabilisasi adalah bagaimana negara menciptakan perekonomian yang stabil. Kebijakan Anggaran / Politik Anggaran : 1. Anggaran Defisit (Defisit Budget) / Kebijakan Fiskal Ekspansif Anggaran defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. 2. Anggaran Surplus (Surplus Budget) / Kebijakan Fiskal Kontraktif Anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. 3. Anggaran Berimbang (Balanced Budget) Anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan.

Definisi Kebijakan Moneter (monetary policy) Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
15

Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beedar. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).

Hubungan Antara Kebijakan Fiskal Dan Moneter Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi pasar uang dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berhargta itu akan menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan memperngaruhi tingkat agregat. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh terhadap permintaan dan penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa. Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di harapkan. Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga.

16

BAB VII UANG DAN BANK

PENGERTIAN UANG Uang adalah alat tukar dan penyebut nilai yang sama untuk menyatukan harta dan utang. SEJARAH UANG Uang ditemukan sebagai suatu kebutuhan masyarakat dari perkembangan masyarakat itu sendiri. Uang diciptakan karena adanya kebutuha untuk melakukan tukar menukar. Munculnya alat pembayaran uang adalah dari pengalaman sistem barter. Pengalaman tersenut telah memunculkan terlebih dahulu uang sederhana. Munculnya logam tertentu sebagai benda uang karena uang logam merupakan alat pembayaran yang memiliki sifat: Sederhana/ringkas (portable) Mudah dibagi (divisible) Tidak mudah rusak (durable) Awal mula adanya uang yaitu berasal dari kegiatan barter. Akan tetapi kegiatan ini tak bisa bertahan lama karena : Sulit bertemu dengan orang yang memiliki barang yang diinginkan dan juga mau menukarkan barangnya dengan barang yang dimilikinya. Sulit menentukan standar nilai uang dalam penukarannya Sulit menentukan pembayaran yang tertunda. STANDAR-STANDAR PERTUKARAN Uang suatu Negara dijamin oleh pemerintah yang secara politik dan ekonomi stabil. Stabilnya nilai uang suatu negara sangat tergantung kepada sejauh mana pemerintahnya stabil dimana aktivitas ekonominya dapat berjalan sebagaimana mestinya. FUNGSI UANG Uang Berfungsi Sebagai Satuan Nilai ( Unit Of Value ) Uang Sebagai Alat Tukar dan Pembayaran (Medium Of Exchange) Uang Sebagai Standar Pembayaran yang ditunda (Diferred Of Payment) Uang Sebagai Alat Penyimpan Nilai ( Store Of Value )

17

BANK Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit atau-atau bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Adapun fungsi bank secara umum : Penghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan atau tabungan,deposito dan giro Pemberi kredit kepada masyarakat yang memerlukan dana segar untuk usaha. Pelayan jasa,seperti kegiatan pengiriman uang,inkaso,cek wisata atau kartu kredit. Jenis Jenis bank a. Bank menurut peran dan fungsinya Bank Sentral(bank Indonesia) Merupakan lembaga negara yang bertugas untuk mengontrol stabilitas perekonomian agar perekonomian stabil atau tidak mengalami inflasi maupun deflasi melalui pengaturan uang yang beredar. Adapun peran dan fungsi bank sentral: - Banknya bagi bank, yaitu memberikan pinjaman kepada bank-bank dan sumber dana terakhir bagi bank yang mengalami kesulitan likuiditas. - Menentukan kebijakan moneter yaitu bank sentral memiliki hak monopoli untuk mencetak dan mengeluarkan uang. - Agen fiscal pemerintah,yaitu sebagai penasihat dan memberikan bantuan untuk mengelola berbagai masalah transaksi keuangan pemerintah. - Penanganan transaksi giro,yaitu untuk mengefisiensikan transaksi pembayaran menggunakan gito dalam jumlah banka,antarbank,antarwilayah bahkan antar Negara. - Melakukan riset riset ekonomi yaitu berkaitan dengan masalah perkembangan sector moneter secara berkelanjutan. Bank Umum Bank yang melaksanakan kegiatan usaha baik secara konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Adapun usaha usaha yang utama dilakukan bank umum : - Menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan, giro,deposito dan sertifikat deposito. - Memberikan kredit kepada masyarakat - Menerbitkan surat pengakuan hutang - Memindahkan uang - Menempatkan dana pada/atau meminjamkan dara dari bank lain
18

Menerima pembayran dari tagihan atas surat berharga Menyediakan tempat penyimpanan barang dan surat berharga.

Selain itu bank umum juga memiliki keistimewaan yaitu : - Menciptakan tabungan yang suatu saat dapat diambil dengan cek atau giro. - Menciptakan uang giral untuk mempermudah dalam kegiatan perekonomian. - Memberikan pinjaman jangka pendek kepada perusahaan yang mau menjadi mitranya

Kebijakan Moneter Kebijakan Moneter adalah kebijaksan yang diambil oleh pemerintah, yang berkenaan dengan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu : Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy) Tujuan Kebijakan moneter : Untuk menyesuaikan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat Mengarahkan penggunaan uang dan kredit, sehingga nilai uang negara yangbersangkutan dapat dipertahankan kestabilannya Mendorong produsen untuk meningkatkan kegiatan produksinya Mengusahakan agar kebijakan moneter dapat dilaksanakan tanpa memberatkan beban keuangan negara maupun masyarakat

19

BAB VIII PERDAGANGAN LUAR NEGRI

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan suatu negara dengan negara lain atas dasar saling percaya dan saling menguntungkan. Perdagangan internasional ini dilakukan melalui kegiatan ekspor impor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dan jasa dari dalam negeri ke luar negeri. Impor adalah kegiatan membeli barang dan jasa dari luar negeri ke dalam negeri. Dengan melakukan perdagangan internasional melalui kegiatan ekspor impor, negara maju akan memperoleh bahan-bahan baku yang dibutuhkan industrinya sekaligus dapat menjual produknya ke negara-negara berkembang. Faktor Pendorong Perdagangan Internasional Faktor-faktor pendorong tersebut terdiri atas hal-hal berikut ini. Perbedaan sumber daya alam yang dimiliki Barang kebutuhan yang dapat dihasilkan oleh suatu negara tergantung pada sumber daya alam yang dimiliki. Perkembangan teknologi Setiap negara memiliki teknologi yang berbeda, sehingga barang yang dihasilkannya juga berbeda. Penghematan biaya produksi Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara memproduksi barang dalam jumlah besar sehingga biaya produksi menjadi rendah. Perbedaan selera Setiap negara dalam memproduksi barang-barang, kemungkinan mempunyai kesamaan. Hambatan Perdagangan Internasional Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional: Perbedaan mata uang antar Negara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara pengekspor. Kualitas sumber daya yang rendah. jika sumber daya manusia rendah, maka kualitas dari hasil produsi akan rendah pula. Pembayaran antar negara yang sulit dan penuh resiko. Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran.
20

Adanya kebijakan impor pada suatu negara Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Terjadinya perang

Alat Pembayaran dalam Perdagangan Internasional Devisa adalah alat pembayaran luar negeri atau semua barang yang dapat diterima di dunia internasional sebagai alat pembayaran. Devisa yang diperoleh suatu negara dapat berupa devisa umum dan devisa kredit. Devisa umum adalah devisa yang diperoleh dari kegiatan perdagangan antarnegara dan tidak ada kewajiban untuk mengembalikan. Adapun devisa kredit adalah devisa yang diperoleh dari pinjaman atau bantuan dari luar negeri dan ada kewajiban untuk mengembalikan. Fungsi Devisa Membiayai perdagangan luar negeri yang berupa impor barang dan jasa. Membayar pokok utang, cicilan utang, bunga utang atau utang luar negeri Membiayai pembinaan dan pemeliharaan hubungan luar negeri, yaitu untuk kedutaan, konsulat, biaya kontingen olahraga, misi kebudayaan ke luar negeri. Mengatasi kesulitan perekonomian negara dalam kaitannya dengan pembayaran luar negeri. Memudahkan terjadinya transaksi dalam perdagangan internasional. Sumber Devisa Devisa yang diperoleh suatu negara dapat berasal dari berbagai sumber. Berikut ini beberapa sumber devisa: Ekspor barang Apabila suatu negara mengekspor barang ke negara lain, maka negara tersebut akan memperoleh devisa dari negara pengimpor berupa devisa. Penerimaan jasa Banyaknya dapat menambah devisa negara. Penerimaan dari turis mancanegara Banyaknya turis yang datang ke Indonesia dapat menambah devisa negara. Penerimaan luar negri Pinjaman luar negeri yang berupa uang, secara langsung dapat menambah devisa. Bantuan luar negri Bantuan yang diperoleh dari luar negeri dapat berupa barang ataupun uang. Pungutan bea masuk Bea masuk yang diperoleh dari pungutan biaya barang-barang luar negeri yang dimasukkan ke Indonesia, dapat menambah devisa.

21

BAB IX PROSES PERTUMBUHAN EKONOMI

Pertumbuhan ekonomi diartikan perubahan struktur perekonomian suatu negara dari ekonomi tradisional ke ekonomi modern. Perubahan meliputi komposisi permintaan dan produksi, industri, struktur lapangan kerja serta pasar (termasuk pasar luar negeri) dan keuangan. PEKEMBANGAN SETELAH KEYNES Setelah Perang Dunia II, dalam pertumbuhan ekonomi pentingnya intervensi pemerintah : pemerintah sebagai agent of development. Namun intervensi pemerintah diperdebatkan, debat melahirkan 3 kelompok pemikiran yang masingmasing memberikan penekanan berbeda : Intervensi pemerintah diperlukan untuk perubahan struktural di bidang perekonomian. Kelompok ini diprakarsai Roseinstain-Rodan dan Hirshcman Menolak intervensi pemerintah dalam pasar. Biarkan mekanisme pasar mengatur perekonomian. Kelompok ini diprakarsai oleh pemikiran Solow. Kelompok yang mengambil jalan tengah. Yang penting intervensi pemerintah dilakukan tanpa merusak mekanisme pasar. Kelompok ini diprakarsai oleh Harrod Domard dan kemudian dikembangkan Rostow. Negara2 berkembang yg ingin maju melalui tahap2 pembangunan sbb: Tahap tradisional statis. Tahap ini dicirikan oleh keadaan Iptek yg masih sangat rendah & belum begitu berpengaruh terhadap kehidupan. Tahap Transisi (pra take-off).Pada tahap ini Iptek mulai berkembang, produktivitas semakin meningkat & industri semakin berkembang. Tahap lepas landas.Tahap ini dicirikan oleh keadaan suatu hambatan-hambatan sosial politik yg umumnya dapat diatasi, tingkat kebudayaan & Iptek semakin maju, investasi & pertumbuhan tetap tinggi, & mulai terjadi ekspansi perdagangan ke luar negeri. Tahap dewasa (maturing stage). dlm tahap ini masyarakat semakin dewasa, dapat menggunakan Iptek sepenuhnya, terjadi perubahan komposisi angkatan kerja. Tahap konsumsi massa (mass consumption).Tahap ini merupakan tahap terakhir. Masyarakat hidup serba kecukupan, kehidupan dirasakan aman tentram, laju pertumbuhan penduduk semakin rendah.

22

Ada lima hal yg perlu diperhatikan dari pemikiran-pemikiran pasca-keynesian: Pertama, mereka cenderung berpendapat bahwa penyesuaian lebih banyak terjadi lewat penyesuaian kuantitas daripada harga. Penyesuaian harga, kalau terjadi, sering dilihat sebagai disequilibrium. Kedua, pendistribusian pendapatan antara laba & upah memainkan peran penting dlm mempengaruhi keputusan investasi. Ketiga, mereka menganggap bahwa ekspektasi, bersama-sama dgn laba, adalah penentu utama perencanaan investasi. Keempat, mereka percaya unsur-unsur kelembagaan kredit & keuangan berintegrasi mempengaruhi siklus ekonomi. Kelima, fokus pembahasan teori-teori pasca-keynesian adalah menjawab pertanyaan mengapa perekonomian tidak bekerja dgn mulus seperti asumsi klasik.

23

BAB X FLUKTUASI EKONOMI

Fluktuasi ekonomi adalah bagian dari hidup kita. Kegiatan ekonomi nasional selalu berubah-ubah, sehingga selalu akan dijumpai adanya kegiatan ekonomi yang merangsang dan diikuti oleh kenaikan output, kesempatan kerja yang cukup besar dan mungkin pula kenaikan harga, tetapi beberapa waktu kemudian kegiatan ekonomi akan melemah yang diikuti oleh turunnya output dan kesempatan kerja. Fluktuasi ekonomi terdiri dari gerakan-gerakan yang dapat berawal dari puncak untuk kemudian menurun dan menuju ke resesi dan dapat menuju ke depresi (lembah) dan selanjutnya mulai ada ekspansi dan pemulihan dari resesi yang kadang-kadang menuju ke inflasi (puncak) atau gerakan-gerakan yang sebaliknya. Walaupun fluktuasi ekonomi selama ini selalu kita alami namun dilihat dari kecenderungan jangka panjang (trend) output maupun kesempatan kerja menunjukkan adanya kenaikan.
Definisi business cycle yang tercantum dalam kamus ekonomi adalah sebagai fluktuasi dari tingkat kegiatan perekonomian (PDB riil) yang saling bergantian antara masa depresi dan masa kemakmuran (booms). Business cycle atau sikus ekonomi dapat pula diartikan sebagai fluktuasi aktivitas ekonomi dari trend pertumbuhan jangka panjangnya. Ada empat tahapan dalam siklus perekonomian: tahap pertama dalah masa depresi -- -- (depession), yaitu suatu periode penurunan permintaan agregat yang cepat yang diikuti dengan rendahnya tingkat output dan tingkat pengangguran yang tinggi yang secara bertahap mencapai dasar yang paling rendah. tahap yang kedua adalah tahap pemulihan (recovery), yaitu peningkatan permintaan agregat yang diikuti dengan peningkatan output dan penurunan tingkat pengangguran. tahap yang ketiga adalah masa kemakmuran (prosperity), yaitu permintaan agregat yang mencapai dan kemudian melewati taraf output yang terus menerus (PDB potensial) pada saat puncak siklus telah dicapai, dimana tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dicapai dan adanya kelebihan permintaan mengakibatkan naiknya tingkat harga-harga umum (inflasi). tahap keempat adalah masa resesi (recession), dimana permintaan agregat menurun, yang mengakibatkan penurunan yang kecil dari output dan tenaga kerja, seperti yang terjadi pada tahap awal, seiring dengan hal ini maka akan muncul masa depresi. Fluktuasi Ekonomi Dalam perkembangan teori tentang fluktuasi ekonomi, dunia ekonomi dihadapkan pada dua pandangan yang berbeda dalam menjelaskan terjadinya fluktuasi output dan kesempatan kerja jangka pendek. Teori tentang fluktuasi ekonomi yang paling umum saat ini adalah teori

24

Real Business Cycle, teori Business Cycle Keynesian dan teori Business Cycle Moneter. Teori Real Business Cycle Teori Real Business Cycle memberi kontribusi penting dalam ilmu ekonomi dengan memberi sudut pandang baru yang berbeda dalam mengkaji fluktuasi jangka pendek dari output dan kesempatan kerja (employment) yang dijelaskan dengan menggunakan substitusi tenaga kerja antar waktu. Dalam teori ini, fluktuasi dianggap sebagai perubahan dalam tingkat output alami atau keseimbangan dengan tetap mempertahankan model klasik sebagai acuan. Teori ini mengasumsikan bahwa harga dan upah adalah fleksibel, bahkan dalam jangka pendek. Dengan asumsi complete price flexibility, teori ini menganut classical dichotomy dimana variabel-variabel nominal seperti pergerakan uang dan tingkat harga tidak mempengaruhi variabel-variabel di sektor riil seperti output dan pengangguran (Mankiw, 2000). Teori ini menyatakan bahwa pergerakan di sektor riil disebabkan oleh faktor alami di sektor ini sendiri. Seperti terjadinya technological shock yang membuat produktivitas meningkat yang kemudian berakhir pada perekonomian yang semakin meningkat. Dengan kata lain, semua fluktuasi di sektor riil seperti pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran, tingkat konsumsi dan investasi merupakan hasil reaksi dari individu-individu terhadap perubahan dalam perekonomian. Selama resesi/kemunduran teknologi dan output, insentif untuk bekerja menurun karena teknologi produksi menurun. Asumsi lain yang juga penting dalam teori ini adalah netralitas uang dalam perekonomian. Hal ini berlaku juga untuk jangka pendek, dimana kebijakan moneter tidak akan mempengaruhi variabel-variabel riil, seperti output dan kesempatan kerja. Teori Business Cycle Keynesian Para pengkritik teori Real Business Cycle umumnya berasal dari penganut aliran Keynesian. Banyak dari mereka percaya bahwa fluktuasi output dan kesempatan kerja dalam jangka pendek disebabkan oleh terjadinya fluktuasi dalam permintaan agregat akibat lambatnya upah dan harga menyesuaikan dengan kondisi ekonomi yang sedang berubah. Dengan kata lain teori ini percaya bahwa upah dan harga bersifat kaku/sulit berubah, sehingga peranan pemerintah dalam kebijakan fiskal dan moneter sangat diperlukan untuk menstabilkan perekonomian. Karena teori ini dibangun diatas model permintaan agregat dan penawaran agregat tradisional, maka dalam teori ini dikatakan bahwa perubahan harga dari biaya sekecil apapun akan memiliki dampak makroekonomi yang besar karena adanya eksternalitas permintaan agregat. Teori ini telah memasukkan guncangan pada sisi penawaran, ketidakstabilan moneter dengan guncangan terhadap permintaan uang dalam modelnya (Mankiw, 2000). Teori Keynesian menekankan pada pentingnya ketidakstabilan agregat sebagai penyebab terjadinya fluktuasi makroekonomi. Teori Business Cycle Moneter

25

Teori business cycle moneter menekankan pada pentingnya guncangan permintaan, khususnya terhadap fluktuasi ekonomi, tetapi hanya dalam jangka pendek. Dalam business cycle moneter dan keynesian, uang mempengaruhi output sedangkan teori real business cycle menyatakan bahwa output mempengaruhi uang.

MODEL PENAWARAN AGREGAT DAN PERMINTAAN AGREGAT Permintaan Agregat Permintaan agregat (aggregate demand, AD) adalah hubungan antara jumlah output yang diminta dan tingkat harga agregat. Dengan kata lain kurva permintaan agregat menyatakan jumlah barang dan jasa yang ingin dibeli orang pada setiap tingkat harga. Kurva permintaan agregat AD menunjukkan hubungan antara tingkat harga P dan jumlah barang dan jasa yang diminta Y. Kurva itu digambarkan untuk nilai jumlah uang beredar M tertentu. Kurva prmintaan agregat miring kebawah; semakin tinggi tingkat harga P, semakin rendah tingkat keseimbangan riil M/P, dan karena itu semakin rendah jumlah barang dan jasa yang diminyta Y. Kenaikan permintaan agregat Perekonomian dimulai dalam ekuilibrium jangka panjang pada titik A, kenaikan permintaan agregat, akibat dari kenaikan permintaan uang, menggerakkan perekonomian dari titik A ke titik B, dimana output berada di tingkat alamiah. Ketika harga naik, output secara berangsur-angsur ke tingkat alamiah, dan perekonomian bergerak dari titik B ke titik C. Penawaran Agregat (aggregate supply, AS) Adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dan tingkat harga. Karena perusahaan yang menawarkan barang dan jasa memiliki harga yang fleksibel dalam jangka panjang tetapi harga yang kaku dalam jangka pandek. Selama periode waktu yang panjang, harga-harga adalah fleksibel, kurva penawaran agregat adalah vertikal, dan perubahan permintaan agregat mempengaruhi tingkat harga tetapi tidak output. Selama periode waktu yang pendek, harga-harga adalah kaku, kurva penawaran agregat adalah datar, dan perubahan permintaan agregat mempengaruhi output barang dan jasa perekonomian. Dalam menanggapi guncangan penawaran yang memburuk, fed bisa meningkatkan permintaan agregat untuk mencegah penurunan output. Perekonomian bergerak dari titik A ke titik C. biaya dari kebijakan ini adalah tingkat harga yang lebih tinggi serta permanen Fluktuasi dalam keseluruhan perekonomian berasal dari perubahan penawaran agregat atau permintaan agregat. Guncangan yang menggeser kurva permintaan agregat disebut guncangan permintaan (demand shock), dan guncangan yang menggeser kurva penawaran agregat disebut guncangan penawaran (supply shock).
26

Guncangan ini mengurangi kesejahteraan ekonomi dengan mendorong output dan kesempatan kerja jauh dari tingkat alamiah. Salah satu tujuan dari penawaran agregat dan permintaan agregat adalah menunjukkan bagaimana guncangan menyebabkan fluktuasi ekonomi.

27

BAB XI SISTEM MONETER, PERTUMBUHAN UANG DAN INFLASI

Fungsi Uang Uang berperan sebagai penyimpan nilai, unit hitung, dan media pertukaran. Kemudahan uang dikonversi menjadi sesuatu yang lain seperti barang dan jasa kadang disebut likuiditas uang. Uang adalah alat yang dengannya kita mengukur transaksi ekonomi. Tanpanya, kita terpaksa melakukan barter. Namun, barter membutuhkan kebetulan ganda dari keinginan (double coincidence of wants)situasi yang jarang terjadi di antara dua orang, masing-masing memiliki barang yang lain inginkan pada waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan pertukaran. Uang adalah alat yang dengannya kita mengukur transaksi ekonomi. Tanpanya, kita terpaksa melakukan barter. Namun, barter membutuhkan kebetulan ganda dari keinginan (double coincidence of wants)situasi yang jarang terjadi di antara dua orang, masing-masing memiliki barang yang lain inginkan pada waktu dan tempat yang tepat untuk melakukan pertukaran. Uang komoditas (Commodity money) adalah uang yang punya nilai intrinsik. Jika orang menggunakan emas sebagai uang, perekonomian dikatakan menggunakan standar emas (gold standard). Pemerintah dapat terlibat dalam sistem moneter untuk membantu rakyat mengurangi biaya transaksi. Menggunakan emas sebagai mata uang adalah mahal karena kemurnian dan beratnya harus diverifikasi. Juga, koin lebih banyak dikenal daripada batangan emas. Pemerintah lalu menerima emas dari publik untuk ditukar dengan sertifikat emas lembaran kertas yang bisa ditukar dengan emas. Jika orang percaya pemerintah akan memberi mereka emas bila diminta, maka mata uang tersebut akan sama berharganya dengan emas itu sendiriplus, lebih mudah membawa kertas daripada emas. Hasil akhirnya adalah karena tak ada yang meminta emas lagi dan semua orang menerima kertas, kertas itu memiliki nilai dan berperan sebagai uang. Jumlah Uang yang beredar vs Kebijakan Moneter
28

Jumlah uang beredar (money supply) adalah jumlah uang yang tersedia. Kontrol atas jumlah uang beredar disebut kebijakan moneter (monetary policy). Operasi pasar terbuka, pembelian dan penjualan obligasi pemerintah Untuk meningkatkan jumlah uang beredar : Bank sentral membeli obligasi pemerintah dan membayarnya dengan uang baru. Untuk menurunkan jumlah uang beredar : Bank sentral menjual obligasi pemerintah dan menerima uang yang ada di masyarakat dan lalu menghancurkannya. Bank Sentral mengendalikan jumlah uang beredar dalam 3 cara : Melakukan Operasi Pasar-Terbuka (membeli dan menjual obligasi pemerintah) Mengubah persyaratan cadangan (tidak pernah benar-benar digunakan). Mengubah tingkat diskonto yang bank-bank anggota (tak memenuhi persyartan cadangan) bayar untuk meminjam dari bank sentral. Teori Kuantitas Barang Persamaan kuantitas adalah suatu identitas : definisi dari empat variabel membuatnya benar. Jika satu variabel berubah, satu atau lebih yang lain harus juga berubah untuk mempertahankan identitas. Persamaan kuantitas kita gunakan dari sekarang adalah jumlah uang beredar (M) dikali perputaran uang transaksi (V) yang sama dengan harga (P) dikali jumlah transaksi (T): Uang Perputaran = Harga Transaksi M V = P T

V dalam persamaan kuantitas disebut perputaran uang transaksi (transactions velocity of money). Ini menyatakan berapa kali uang berpindah tangan dalam periode waktu tertentu. Transaksi dan output sangat berkaitan, karena semakin banyak perekonomian berproduksi, semakin banyak barang dibeli dan dijual. Jika Y menyatakan jumlah output dan P menyatakan harga satu unit output, maka nilai uang dari output adalah PY. Kita telah membahas ukuran variabel-variabel ini ketika kita membahas pos pendapatan nasional. Uang Perputaran = Harga Output M V = P Y

29

Versi persamaan kuantitas ini disebut perputaran uang pendapatan (income velocity of money), yang menyatakan berapa kali uang masuk ke dalam pendapatan seseorang dalam periode waktu tertentu. Fungsi Permintaan Uang dan Persamaan kuantitas Mari kita ekspresikan kuantitas uang dalam bentuk jumlah barang dan jasa yang dapat dibelinya. Jumlah ini, M/P disebut keseimbangan uang riil (real money balances). Keseimbangan uang riil mengukur daya beli dari persediaan uang. Fungsi permintaan uang (money demand function) adalah persamaan yang menunjukkan penentu keseimbangan uang riil yang orang ingin pertahankan. Berikut adalah suatu fungsi permintaan uang sederhana : (M/P)d = k Y di mana k adalah konstanta yang menyatakan berapa banyak uang orang ingin tahan untuk setiap dolar pendapatan. Persamaan ini menyatakan bahwa kuantitas keseimbangan uang riil yang diinginkan adalah proporsional terhadap pendapatan riil. Fungsi permintaan uang mirip dengan fungsi permintaan untuk barang tertentu. Di sini barang adalah kenyamanan menahan keseimbangan uang riil. Pendapatan lebih tinggi mendorong permintaan lebih besar akan keseimbangan uang rill. Fungsi permintaan uang menawarkan cara lain untuk memandang persamaan kuantitas (MV= PY) di mana V = 1/k. Ini menunjukkan kaitan antara permintaan uang dan perputaran uang. Ketika orang menahan banyak uang untuk tiap dolar pendapatan (k adalah besar), uang tidak sering berpindah tangan (V adalah kecil). Sebaliknya, ketika orang ingin menahan hanya sedikit uang (k adalah kecil), uang sering berpindah tangan (V adalah besar). Dengan kata lain, parameter permintaan uang k dan perputaran uang V adalah dua sisi berlawanan dari suatu koin.

Tingkat Bunga Rill dan Nominal Para ekonom menyebut tingkat bunga yang bank bayar sebagai tingkat bunga nominal dan kenaikan daya beli Anda sebagai tingkat bunga riil. Ini menunjukkan hubungan antara tingkat bunga nominal dan tingkat inflasi, di mana r adalah tingkat bunga riil, i adalah tingkat bunga nominal dan p adalah tingkat inflasi, dan ingat bahwa p hanyalah persentase perubahan tingkat harga P. r=i

30

Fisher Equation menunjukkan perbedaan antara tingkat bunga riil dan nominal. Hubungan satu-untuk-satu antara tingkat dan tingkat bunga nominal disebut Efek Fisher. Persamaan fisher: i = r + i: tingkat bunga nominal aktual r: tingkat bunga rill : inflasi Inflasi adalah kenaikan tingkat harga rata-rata, dan harga adalah tingkatan di mana uang ditukarkan untuk barang atau jasa.

31

BAB XII KESEIMBANGAN UMUM PASAR PRODUK

Keseimbangan pasar (market equilibrium) akan tercapai jika jumlah produk yang diminta sama dengan jumlah produk yang ditawarkan, atau harga produk yang ditawarkan sama dengan harga produk yang diminta pembeli. Pada saat itu akan terjadi transaksi antara penjual dan pembeli, karena telah terjadi kesepakatan mengenai harga dan atau jumlah produk. Berikut ini gambar 3.1 mengenai keseimbangan pasar antara kurva penawaran yang berpotongan dengan kurva permintaan:

Dari gambar 3.1 sumber vertikal menunjukkan harga barang (p) yang diukur dalam rupiah per unit. Harga inilah yang diterima penjualan untuk jumlah penawaran tertentu dan yang akan dibayar pembeli untuk jumlah permintaan tertentu. Sumbu horizontal menunjukkan jumlah total permintaan dan penawaran (Q) dinyatakan dalam unit per periode. Didalam grafik tersebut terdapat perpotongan antara kurva penawaran dan kurva permintaan yang disebut keseimbangan pasar (equilibrium). Kedua kurva saling berpotongan pada jumlah dan harga equilibrium. Pada harga ini Pe, jumlah penawaran dan permintaan adalah sama (Qe). Mekanisme pasar (market mechanism) adalah kecenderungan pasar bebas untuk perubahan harga sampai pasar menjadi seimbang, yaitu sampai jumlah penawaran dan permintaan sama. Pada titik ini karena tidak ada kelebihan permintaan atau kelebihan penawaran, tidak ada tekanan terhadap harga untuk berubah lagi. Penawaran dan permintaan tidak selalu berada dalam equilibrium dan beberapa pasar mungkin tidak akan mencapai equilibrium dengan cepat apabila kondisi tiba- tiba berubah, namun kecenderungan tetap, bahwa pasar biasanya mengarah ke keseimbangan.

32

Untuk memahami mengapa pasar cenderung mengarah ke keseimbangan misalnya pada awal harga berada di atas tingkat keseimbangan pasar (P1) dalam gambar 3.1 maka produsen akan berusaha memproduksi dan menjual barang lebih daripada kesediaan konsumen untuk membeli. Akibatnya akan terjadi surplus dimana jumlah penawaran melebihi jumlah permintaan. Untuk menjual surplus ini atau paling sedikit mencegah surplus yang bertambah, produsen akan mulai menurunkan harga. Akhirnya harga turun, jumlah permintaan akan naik dan jumlah penawaran akan turun sampai harga equilibrium Pe tercapai. Hal sebaliknya akan terjadi jika harga mula- mula ada di bawah Pe, yaitu P2. Kekurangan (Shortage), yaitu situasi dimana jumlah permintaan melampaui jumlah penawaran. Hal ini mengakibatkan harga tertekan keatas karena konsumen akan bersaing satu sama lain untuk mendapatkan penawaran yang ada dan produsen merespons dengan kenaikan harga dan menambah output dan harga akhirnya akan mencapai Pe. Ketika menggambarkan dan menggunakan kurva penawaran dan permintaan diasumsikan bahwa pada setiap harga, barang akan diproduksi dan dijual dalam jumlah tertentu. Asumsi ini hanya bisa terjadi jika suatu pasar sedikitnya bersifat bersaing, yaitu baik penjual maupun pembeli hanya mempunyai sedikit kekuatan di pasar. Maksudnya adalah secara individu memiliki sifat kemampuan untuk mempengaruhi harga pasar. Contoh: Berikut daftar harga barang per unit, jumlah penawaran dan jumlah permintaan untuk barang berupa gula pasir. Berdasarkan tabel diatas kita dapat membuat kurva keseimbangan pasar yang merupakan perpaduan atau perpotongan kurva penawaran dan permintaan barang.

33

Harga dan jumlah keseimbangan pasar Syarat terjadi keseimbangan pasar adalah penawaran sama dengan permintaan, sehingga: 5.000 + 50Q = 11.400 20Q 50Q + 20Q = 11.400 5.000 70Q = 6.400 Q = 91,4 Merupakan jumlah keseimbangan pasar, disimnbolkan dengan Qe (Q equilibrium). Menentukan harga keseimbangan pasar memiliki salah satu persamaan fungsi, yaitu fungsi permintaan atau fungsi penawaran. Misalkan menggunakan fungsi permintaan untuk menghitung Pe (P equilibrium) sebagai berikut: P = 11.400 20Q P = 11.400 20.(91,4) P = 11.400 1,828 P = 9,572 Menggambarkan kurva permintaan dan kurva penawaran serta posisi keseimbangan pasar sebagai berikut:

34

DAFTAR PUSTAKA

Samuelson. Paul A & Willian D. Nordhaus. Makro Ekonomi. 1994. Jakarta: Erlangga Andreas limongan .2001. Apakabar@saltmine.radix.net Perdagangan internasional dan kemiskinan.

Anonim. 2001. Sejarah Perdagangan apakabar@saltmine.radix.net

Internasional dalam

Ekonomi

Global.

N. Gregory Mankiew. 2006. Makro Ekonomi. Jakarta: Penerbit Erlangga. Rahardja, Prathama dan Mandala Manurung. 2008. Teori Ekonomi Makro. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

35