Anda di halaman 1dari 39

Sedikit catatanku ketika belajar fisika inti dari bapak Nurdin Siregar

CATATAN KULIAH FISIKA INTI

BAB I
SIFAT-SIFAT INTI ATOM
A. Komposit (Penyusun) Inti Atom Menurut Chadwick inti terdiri dari proton dan neutron. Karena itu sifat-sifat dasar inti sedikit banyak ditentukan oleh sifat dasar proton dan neutron yang dikandung oleh inti tersebut. Sif t ! s " p"oton ! n neut"on Partikel Proton ,eutron Massa (amu) !""#$#%% & %. " !""'%%-* & %. "
-' -'

Spin (h) ( (

Momen Magnetik (nm) $!#)$' & "!""""* - !) . *' & "!"""%%

Muatan +e "

B. M ss Inti Atom Massa inti dapat ditentukan dengan menggunakan spectrometer massa atau reaksi inti. Satuan massa inti yang telah di sepakati se/ak tahun )%" digunakan skala dengan unit yang di defenisikan sebagai 0 1 2 $ massa inti C 1 !%%"--) 3 "
$ $ -$# $

kg 1

). !-" Me42c . Massa inti /uga bisa ditentukan dari massa atomnya karena inti terdiri dari proton dan neutron! penentuan tersebut dinyatakan sebagai M(5!6) 6M7 + (5-6)M, ( )

8imana M (5!6) adalah massa atom sebagai fungsi nomor massa dan nomor atom. M7 adalah massa atom hydrogen. M, adalah massa ,eutron. 9ntuk memperoleh hasil yang diteliti persamaan ( ) tersebut harus di koreksi dengan beberapa factor. :ei;sacker ( ).-) member koreksi pada persamaan ( ) yang dilakukan secara teorotik dan beberapa parameternya ditentukan dari percobaan. Persamaan massa semi empiric :ei;sacker dinyatakan sebagai < M(5!6) =M" + M + M$+ M. + M*+ M- ($)

Disusun oleh : Balduin Nainggolan

Sedikit catatanku ketika belajar fisika inti dari bapak Nurdin Siregar

=actor pada ruas kanan perumusan tersebut adalah factor koreksi. =actor-faktor koreksi tersebut dinyatkan sebagai berikut< a. =aktor 8ominan M" 1 6Mp + ,M, + me6 1 6M7 + (5-6) M, ($a)

8isini energy ikat antara electron dengan proton dalam atom hydrogen di abaikan.

b. >nergi ?kat Spesifik (>nergi 4olume) M Massa dominan M" harus dikurangi dengan energy ikat nucleon yang membentuk inti. >nergy ini ekui@alen dengan panas kondensasi dalam tetes ;at cair (liAuid drop). Karena energy ikat per nucleon ,

Maka< M 1 -a (5)

($b)

8imana a suatu tetapan yang ditentukan dari percobaan atau dinyatakan sebagai (5@-b) dan 5 adalah nomor massa. c. >fek Begangan Permukaan M$ Perhitungan M tersebut terlalu besar! karena di perhitungkan nucleon-nukleon yang berada di permukaan inti sama dengan nucleon yang beradadi dalam inti. Koreksi di perlukan karena nucleon-nukleon yang berada di permukaan hanya berinteraksi dengan tetangga terdekatnya di sebelah dalam sa/a (efek permukaan). Maka M perlu di koreksi dengan factor yang besarnya berbanding lurus dengan luas permukaan. Cadi<
2

2 = 2 () 3

(2 )

8imana a$ adalah suatu konstanta yang di tentukan dari percobaan dan 5$2. luas permukaan.

Disusun oleh : Balduin Nainggolan

Sedikit catatanku ketika belajar fisika inti dari bapak Nurdin Siregar

d. Daya Bolak Coulomb (M.) Proton-proton di dalam inti saling tolak menolak sehingga memperkecil gaya ikat atau memperbesar massa inti! /adi< 3 = + 3 ( )
!3

8imana< a. atau ac adalah konstanta yang di hitung secara teori. 3 = 5tau ac 1 "!'"# Me4 e. >fek Pasangan (M*) Belah diketahui bahwa inti-inti men/adi stabil apabila neutron dan proton berpasangan (,6)! massa inti di luar , 16 men/adi lebih besar sehingga < ( 2 )2 3 2 " 0

# = #

(2)

8engan a* 1 konstanta dari percobaan. f. >fek Denap Dan/il (M-) ?nti ini akan men/adi sangat stabil apabila /umlah neutron dan protonnya genap sehingga di perlukan koreksi berikut< -a-5 M- 1 E(5!6)
-.2*

! untuk 5 genap! 6 Denap ($f)

"! untuk 5 gan/il! 6genap atau 5 genap 6 gan/il + a-5


-.2*

! untuk 5 gan/il 6 gan/il

Sehingga persamaan :ei;sacker dapat ditulis men/adi<


2

, = $%& + ' $ %N a ' + 2 ()3 + 3 + (, ) 8engan a 1 "!" %) $ u (dalam skala C)


$

( )
!3

( 2 )2 + #

Disusun oleh : Balduin Nainggolan

a$ 1 "!" )

*u

a.1 "!"""#%$% u sebanding "!'"# Me4 a* 1 "! " #- u a- 1 "!".% u C. U#u" n Inti Atom Pada umumnya ada dua cara yang digunakan untuk menentukan /ari-/ari inti namun hasilnya berbeda! penyebabnya adalah definisi /ari-/ari inti pada kedua cara tersebut berbeda. Cika inti dianggap bulat maka /ari-/ari ditentukan dengan persamaan< = 0 3 (.)

Cara penentuan r" adalah sebagai berikut< a. Cara nuklir Cara ini mengukur /ari-/ari gaya inti (nuclear force radius) yang didefinisikan sebagai /arak dari pusat inti ke /arak /angkauan gaya inti. Cangkauan gaya inti lebih pan/ang sedikit dari ukuran inti. Cara yang termasuk dalam kategori ini antara lain< 7amburan partikel alpa dengan hasil r" 1 .* * = 1 !* * 3 " Peluruhan alpa dengan hasil r" 1 .*' = 1 !*' 3 " 7amburan neutron cepat dengan hasil r" 1 ..# = b. Cara elektromagnetik Cari-/ari yang diukur adalah /ari-/ari muatan inti. Percobaan-percobaan yang termasuk dalam kategori ini adalah< 7amburan electron denan hasil r" 1 .$% = Mesonik atom dengan hasil r" 1 .$ = ?nti cermin ( 3 (
2 3
- . - .

cm

cm

dengan hasil r" 1( !$-) 0*0") =

Pergeseran isotropic dengan hasil r" 1 !$" = $. %enis Momen Inti Atom &. Momentum Su!ut Inti 8ari Hyperfine Structure Spilitting (Pauli) garis-garis spectrum suatu atom dapat menun/ukkan bahwa inti mempunyai momentum sudut! sehingga te/adi gandengan antara

momentum sudut inti dengan momentum sudut total dari electron. Cika momentum sudut orbital darisemua nucleon di/umlahkan maka akan menghasilkan momentum sudut total inti atau spin inti (I). 9ntuk /umlah @ector momentum sudut orbital dan spin digunakan gandengan FS (Gussel Saunders) berikut ini <

= =
=

+
=

(#)

8imana ?k dan sk masing masing momentum sudut orbital dan spin nucleon ke k Pan/ang 4ektor momentum sudut inti adalah = ( + )+ 7ubungan ? (Spin) dengan 5 dinyatakan dengan < ?1 (! .2$! -2$! #2$!HHH untuk 5 gan/il ?1"! ! $! .! HHHHH.. untuk 5 Denap Keadaan suatu inti tergantung pada gandengan FS (Gussel Saunders) ?1 F + S sehingga ? 1 (F+S)(F+S- ) Maka harga ? yang mungkin adalah< ($S+ ) untuk SI F ($F+ ) untuk FI F '. Momen List"i# Inti 8alam hal momen listrik inti dianggap memiliki distribusi muatan ( ) dan potensial adalah< () karena muatan lain tidak berpengaruh. Maka energy elektrostatiknya = ( ) ( ) 3 (,) (-)

8engan mendefenisikan bahwa< Medan listrik = - Cumlah muatan =


3 ( ) =

4ector dipole listrik = 3 =

Bensor kuadrapol Fistrik = Maka hasil persamaan (%) men/adi = 0 +* ,

()( 2

) 3

+ (-2 )0 ,

3 2

(.)

8imana J adalah momen kuadropol listrik yang besarnya adalah = (3 2 2 ) (/)

(. Momen M )neti# Inti Karena neutron dan proton bergerak dalam inti maka timbul momen magnetic. Menurut teori elektromagnetik klasik momen magnetic didefenisikan sebagai< = 0 0 3 (1)

8imana 0 adalah rapat arus. 7asil penyelesaian persamaan ()) diperoleh momen magnetic sebesar + = 2
, =

+
= +

+ 2

( 0)

disebut ratio giromagnetik inti

Proton dan netron mempunyai momen magnetic pasangan spin intrinsic bernilai< Proton 1 $!#)$#- nuclear magnetons ,eutron 1 - !) .- nuclear magneton nuclear magneton (nm)
+ 2

1 -!"-"- 3 "

-$#

Cm wb

-$

gerak orbital proton di dalam inti menghasilkan kontribusi pada momen dipole dari inti. *. + y -+ y Inti Atom 8i dalam gaya inti yang paling berperan adalah gaya-gaya antar nucleon. Membicarakan gaya inti adalah membicarakan potensial inti! karena gaya inti bukan merupakan gaya coloum dan gaya grafitasi dan bukan gaya yang mengikat dan tidak bergantung pada muatan. &. + y Sent" , . Sent" , Se!e"- n Daya inti biasanya dibuat dalam bentuk potensial yang menyebabkan timbulnya gaya tersebut. bila potensial inti 4(r) diketahui maka gaya yang ditimbulkan adalah< .. Sent" , ! n + y Tu# " ,ucleon yang berinteraksi berupa neutron-proton! proton-proton!atau neutron-neutron. Maka pertukaran dari spin! isospin maupun posisi dari kedua partikel dapat pula mempengaruhi potensialnya. Maka diperkenalkan beberapa gaya tukar sebagai berikut< Daya tukar :igner < Pw1 Sebenarnya disini tidak ada pertukaran! hanya sa/a membedakan dengan gaya lain = () ( )

Daya tukar Karlett =

( + *2 ) dan $ ( + *2 ) dan partikel $

Daya tukar spin antara partikel Daya tukar 7eisenberg =


2

Merupakan pertukaran isospin antara partikel Daya tukar Maro/ana = Pertukaran ruang antar partikel
#

( + * 2 )( + 2 * ) dan partikel $

Maka potensial inti dapat ditulis men/adi<

= 0 + + + ( )

( 2)

8imana :(r)! K(r)! 7(r!)! dan M(r) merupakan potensial sentral sederhana. '. + y Tenso" Pada beberapa inti! gaya sentral masih belum memadai untuk dibandingkan dengan perhitungan eksperimen. Karena itu ada kemungkinan pengaruh gaya tensor. Daya tensor di tambah pada potensial inti dengan bentuk< = +
,2

( 3)

8imana 4c adalah potensial sentral seperti pada persamaan ( $). merupakan factor sentral dari potensial tensor. =
,2

berupa operator tensor<

*2

3 * ( 2 * ) * 2 2

(. + y Spin O".it ! "i H m ! %-onstone 9ntuk beberapa hal pengaruh gaya spin orbit (interaksi antara spin total dan momentum sudut total) dari kedua partikel dianggap lebih penting dari pada gaya tensor. Kentuk potensial yang sangat tepat yang pernah digunakan untuk menganalisa hamburan nucleon-nukleon adalah potensial 7amada-Chonstone seperti bentuk berikut< = + + * +

,2

*2

8imana< *2 = ( * 2 )2 * (2 * ) + 2 * ( * )) 2

= ( * 2 )2 ( )2 Potensial ini digunakan pada nucleon bebas sampai energy . -Me@.

Sumber < Sihombing! >idi. $" ". Pendahuluan Fisika Inti. =akultas Matematika dan ?lmu Pengetahuan 5lam. 9ni@ersitas ,egeri Medan.

Spe#t"omete" M ss
9ntuk mengukur massa inti dengan ketelitian tinggi digunakan spektrometer massa. Cara ker/a spektrometer massa adalah sebagai berikut< sampel dalam bentuk gas mula-mula ditembaki dengan berkas elektron berenergi tinggi. Pelakuan ini menyebabkan atom atau molekul sampel mengalami ionisasi (melepas elektron sehingga men/adi ion positif). ?on-ion positif ini kemudian dipercepat oleh suatu beda potensial dan diarahkan ke dalam suatu medan magnet melalui suatu celah sempit. 8alam medan magnet! ion-ion tersebut akan mengalami pembelokan yang bergantung pada< . Kuat medan listrik yang mempercepat aliran ion. Makin besar potensial listrik yang digunakan! makin besar kecepatan ion dan makin kecil pembelokan. $. Kuat medan magnet. Makin kuat magnet! makin besar pembelokan. .. Massa partikel (ion). Makin besar massa partikel! makin kecil pembelokan. *. Muatan partikel. Makin besar muatan! makin besar pembelokan. P"insip ! s " ! , m , t spe#t"omete" m ss ..

8iagram alat spektrometer massa

7al-hal yang ter/adi dalam spektrometer massa < . Keadaan hampa udara Penting bagi ion-ion yang telah dibuat dalam ruang ionisasi untuk dapat bergerak lurus dalam mesin tanpa bertabrakan dengan molekul$ udara. $. ?onisasi

Sampel yang berbentuk gas (@aporised sample) masuk ke dalam ruang ionisasi. Kumparan metal yang dipanaskan dengan menggunakan listrik emelepaskanf elektron-elektron yang ada pada sampel dan elektron-elektron lepas itu menempel pada perangkap elektron (electron trap) yang mempunyai muatan positif. Partikel-partikel dalam sample tersebut (atom atau molekul) dihantam oleh banyak sekali elektron-elektron! dan beberapa dari tumbukan tersebut mempunyai energi cukup untuk melepaskan satu atau lebih elektron dari sample tersebut sehingga sample tersebut men/adi ion positif.

Kebanyakan ion-ion positif yang terbentuk itu mempunyai muatan + karena akan /auh lebih sulit untuk memindahkan elektron lagi dari sample yang sudah men/adi ion positif. ?on-ion positif yang terbentuk ini edia/ak keluarf dan masuk ke bagian mesin yang merupakan sebuah lempengan metal yang bermuatan positif (?on repellel). Bambahan< Seperti yang anda akan lihat sebentar lagi! seluruh ruang ionisasi ini dilakukan dengan menggunakan tegangan listrik positif yang besar ( ".""" 4). Ketika kita berbicara tentang kedua lempengan bermuatan positif! berarti lempengan tersebut mempunyai muatan lebih dari ".""" 4.
3* 2ercepatan

?on-ion positif yang ditolak dari ruang ionisasi yang sangat positif itu akan melewati . celah! dimana celah terakhir itu bermuatan " 4. Celah yang berada di tengah mempunyai @oltase menengah. Semua ion-ion tersebut dipercepat sampai men/adi sinar yang sangat terfokus. *. Pembelokkan

?on yang berbeda-beda akan dibelokkan secara berbeda pula oleh medan magnet. Kesarnya pembelokan yang dialami oleh sebuah ion tergantung pada<

LMassa ion tersebut. ?on-ion yang bermassa ringan akan dibelokkan lebih daripada ion-ion yang bermassa berat. L Muatan ion. ?on yang mempunyai muatan +$ (atau lebih) akan dibelokkan lebih daripada ion-ion yang bermuatan + . 8ua faktor diatas digabungkan ke dalam Perbandingan Massa2Muatan. Perbandingan ini mempunyai simbol m2; (atau m2e) Pada gambar diatas! sinar 5 mengalami pembelokkan yang paling besar! yang berarti sinar tersebut terdiri dari ion-ion yang mempunyai perbandingan massa2muatan yang terkecil. Sedangkan sinar C mengalami pembelokkan yang paling kecil! berarti ia terdiri dari ion-ion yang mempunyai perbandingan massa2muatan yang paling besar. 5kan /auh lebih mudah untuk membahas masalah ini /ika kita menganggap bahwa muatan semua ion adalah + . 7ampir semua ion-ion yang lewat dalam spektrometer massa ini bermuatan + ! sehingga besarnya perbandingan massa2muatannya akan sama dengan massa ion tersebut. Tambahan< 5nda /uga harus mengerti bahwa kemungkinan adanya ion bermuatan +$(atau lebih)! tetapi kebanyakan soal-soal akan memberikan spektrum massa dimana ion-ion nya hanya bermuatan + . Kecuali bila ada petun/uk dalam soal tersebut! anda bisa menganggap bahwa ion yang sedang dibicarakan dalam soal tersebut adalah bermuatan + . Cadi dengam menganggap semua ion bermuatan + ! maka sinar 5 terdiri dari ion yang paling ringan! selan/utnya sinar K dan yang terdiri dari ion yang paling berat adalah sinar C. ?on-ion yang ringan akan lebih dibelokkan daripada ion yang berat. -. Pendeteksian Pada gambar diatas! hanya sinar K yang bisa terus mela/u sampai ke pendetektor ion. ?on-ion lainnya bertubrukan dengan dinding dimana ion-ion akan menerima elektron dan dinetralisasi. Pada akhirnya! ion-ion yang telah men/adi netral tersebut akan dipisahkan dari spektrometer

Ketika sebuah ion menubruk kotak logam! maka ion tersebut akan dinetralisasi oleh elektron yang pindah dari logam ke ion (gambar kanan). 7al ini akan menimbulkan ruang antara elektron-elektron yang ada dalam logam tersebut! dan elektron-elektron yang berada dalam kabel akan mengisi ruang tersebut. 5liran elektron di dalam kabel itu dideteksi sebagai arus listrik yang bisa diperkuat dan dicatat. Semakin banyak ion yang datang! semakin besat arus listrik yang timbul. Mendeteksi ion ion lainnya. Kagaimana ion-ion lainnya dapat dideteksi M padahal sinar 5 dan sinar K sudah tidak ada lagi dalam mesinN ?ngat bahwa sinar 5 dibelokkan paling besar! berarti ia mempunyai nilai m2; yang paling kecil(ion yang paling ringan bila bermuatan + ) 9ntuk membuat sinar ini sampai ke detektor ion! anda perlu membelokkan sinar tersebut dengan menggunakan medan magnet yang lebih kecil(gaya luar yang lebih kecil). 9ntuk membuat ion-ion yang mempunyai nilai m2; yang besar(ion yang berat bila bermuatan + ) sampai ke detektor ion! maka anda perlu membelokkannya dengan menggunakan medan magnet yang lebih besar. 8engan merubah besarnya medan magnet yang digunakan! maka anda bisa membawa semua sinar yang ada secara bergantian ke detektor ion! dimana disana ion-ion tersebut akan menimbulkan arus listrik dimana besarnya berbanding lurus dengan /umlah ion yang datang. Massa dari semua ion yang dideteksi itu tergantung pada besarnya medan magnet yang digunakan untuk membawa sinar tersebut ke detektor ion. Mesin ini dapat disesuaikan untuk mencatat arus listrik (yang merupakan /umlah ion-ion) dengan m2; secara langsung. Massa tersebut diukur dengan menggunakan skala C. 8iagram garis Molybdenum (Mo) adalah sebagai berikut<
$

Daris tegak lurus itu menun/ukkan besarnya arus listrik yang diterima oleh alat pencatat arus yang berarti banyaknya ion datang ke detektor. Seperti yang anda bisa lihat dari diagram diatas! ion yang paling banyak adalah ion yang mempunyai perbandingan m2; )'. ?on-ion lainnya mempunyai perbandingan m2; )$!)*!)-!)%!)# dan "". ?ni berarti molybdenum mempunyai # macam isotop. 8engan menganggap bahwa semua ion tersebut bermuatan + maka berarti massa dari ketu/uh isotop tersebut adalah )$!)*!)-!)%!)# !)' dan "".

Spe#to)" f M ss
Spektrometer massa yang detektornya masih menggunakan film! disebut spektrograf massa.

Partikel bermuatan ditembakkan memasuki suatu ruang dari sumber S melalui celah S ! dan masuk ke dalam ruang yang dipengaruhi medan magnet K dan medan listrik > yang saling tegak lurus. 7al ini berguna untuk mengatur partikel (ion) agar bergerak dengan kecepatan tertentu. Partikel di dalam dua medan yang berlawanan akan mengalami dua gaya yang berlawanan

Sehingga didapatkan kecepatan partikel sebesar

Setelah itu partikel akan bergerak dengan kecepatan @ memasuki ruang yang memiliki medan magnet KO yang tegak lurus dengan lintasan partikel! melalui celah S$. 8i dalam medan magnet KO! partikel akan dibelokkan oleh gaya Forent; dengan lintasan lingkaran ber/ari-/ari r hingga /atuh pada pelat film.

Cika nilai A! KO! dan @ telah diketahui! maka nilai m ditentukan oleh besarnya nilai r. 9ntuk r kecil! m /uga kecil. 8an sebaliknya! untuk r besar maka m /uga besar. Sumber< wikipedia.org google.com < Spektrometer massa beker/a P Chem-?s-Bry.Qrg.htm

BAB II /A$IOAKTIFITAS Gadioaktif didefenisikan sebagai peluruhan inti atom yang berlangsung secara spontan! tidak terkontrol dan menghasilkan radiasi. 9nsur yang memancarkan radiasi seperti itu dinamakan unsure radioaktif. &. St .i,it s Inti 9nsure yang memiliki 61'" merupakan batas stabil! unsure dengan 6 R tidak stabil. ?nti yang tidak stabil secara spontan meluruh atau menyusun kembali strukturnya. '. Hu#um Pe,u"u- n / !io #tifit s 8alam satu gram ;at radioaktif terdapat miliaran atom radioaktif. 5tom M atom radioaktif akan memancarkan sinar radioaktif (alpha. Keta! dan gamma) untuk men/adi stabil. Peristiwa pemancaran sinar radioaktif oleh ;at radioaktif disebut peluruhan. Kita tidak tahu atom-atom mana yang akan meluruh terlebih dahulu dengan demikian proses meluruh adalah proses acak. Conto- & Kerapakah /umlah partikel dalam mg radioaktif 23/ 12N Cawab< = = 3 03 23/ ,,02 023 = 2,"3 0
/

A#tifit s B - n / !io #tif Misalkan kita ambil contoh bahan radioaktif yang mengandung se/umlah inti atom radioaktif tertentu. ?nti radioaktif ini tidak meluruh sekaligus pada suatu waktu. Sebagai gantinya inti-inti radioaktif ini meluruh satu per satu selama selang waktu tertentu. Fa/u peluruhan radioaktifitas disebut aktifitas. 5ktifitas hanya ditentukan oleh banyaknya inti yang meluruh setiap sekon. Cika peluang setiap inti untuk meluruh disebut tetapan peluruhan! maka aktifitas bahan bergantung pada banyaknya inti radioaktiftas dalam bahan. = Betapan peluruhan memiliki harga berbeda tetapi konstan terhadap waktu. 5ktifitas didefenisikan sebagai la/u peluruhan se/umlah inti radioaktif terhadap waktu =

Ket< tanda negati@e diberikan karena , berkurang terhadap waktu sedangkan kita menginginkan 5 bernilai positif. = 3 = = Kedua ruas di integralkan
0 = 0 0

ln

= 0

= 0 0

= 0 5tau = 0 = 0 Misalkan suatu radioaktif meluruh seperti pada gambar berikut< ,O1 ," - ,

,o

Meluruh

sis = 0 Satuan akti@itas < KeAuerel Curie (Ci) 1 banyaknya peluruhan yang dilakukan oleh Ci 1 .!# 3 " 8PS 1 .!# 3 " KA
" "

gram radium dalam sekon

(. 0 #tu P "o- ! n 0 #tu Hi!up :aktu paruh dari suatu isotop radioaktif didefenisikan sebagai selang waktu yang dibutuhkan agar aktifitas radiasi berkurang setengah dari aktifitas semula. 5tau selang waktu yang dibutuhkan agar setengah dari inti radioaktif meluruh. = 0 2

= 0 0 2 = 0

2 ln 2 =

= 0,,1

7ukum peluruhan = 0 = 0
2 2

= 0 = 0

2 = 0 = = =

t1" 0 t1B t 1 $B t 1 .B 0 t 1 nB 0 0 B $B .B =

= 0 =

Contoh Soal . :aktu paruh 22" - detik! hitunglah< a. Konstanta peluruhan 22" b. Probabilitas sembarang inti 22" untuk meluruh dalam waktu detik c. 5kti@itas /ika mula-mula mempunyai gram 22" d. Cumlah peluruhan tiap detik ketika usia bahan yang diamati menit $. 7itung aktifitas mg radon yang waktu paruhnya .!' hari! massa atom radon $$$N Cawab . 8ik< B 1 - detik

a.

= =

0,,13 0,,13

0,,13 "

= 0, 3/, b. = = 0, 3/, = 0, 3/, c. = () = 4 = = 0, 3/, 2,. 02 = 3,."/ 020 d.


$. B S
222

,,02

023

= 2,. 02

1. Pe,u"u- n Be" nt i Misalkan inti induk (inti pertama) meluruh men/adi inti turunan (inti kedua) yan /uga radioaktif dan meluruh men/adi inti ketiga yang stabil. adalah tetapan peluruhan inti pertama 2 adalah tetapan peluruhan inti kedua

Meluruh

0 Meluruh

= 2

sisa

0 =

Sisa = 0

0 = 0 Pada saat awal penin/auan sampel t 1 " dan 0 = dan 2 = 3 = 0 Pada saat t 1 t! maka pada inti ? ter/adi pengurangan

P*LU/UHAN /A$IOAKTIF A. P*LU/UHAN ALPHA Pada peluruhan ini suatu inti tidak stabil meluruh men/adi inti yang lebih ringan dan
# ) pada reaksi ini! karena partikel alpha sebuah partikel alpha (sebuah inti 7elium 2

mempunyai 51* dan 6 1 $! maka inti yang dihasilkan (inti anak) akan mempunyai 5 lebih kecil * dan 6 lebih kecil $ dibanding inti asal (inti induk) reaksi dapat ditulis sebagai berikut<

# 2

+2#

Ber/adi /ika < 5 /# 5 20/ P 1 inti induk dan 81 inti anak

Pada peluruhan ini ter/adi pembebasan energi (hal ini disebabkan karna inti anaknya mempunyai energy ikat pernukleon yang lebih tinggi dari energy ikat induk) energy yang dibebaskan ini men/adi energy partikel alpha dan inti anak. >nergy yang dibebaskan adalah< = 6 2 6 = defek 7assa (7assa 8ang 9ilang) 6 = ( + ) 6 = ( + ) = ( + ) 2 >nergy yang dibebaskan ini (energy yang hilang) ini akan men/adi energy kinetic partikel alpha dan energy kinetic inti anak. = + 5sumsikan inti induk meluruh (inti induk diam)! inti anak ke kiri dan partikel alpha ke kanan. 8ari hokum kekekalan momentum di dapat< = + 0 = + ( ) = = ( )

( ) = = 2 = 2

= = # maka = #

( #) = #

# #

= + = # + # #+ = # # # #

= + = + = Cika : # Contoh soal Bhe nucleus


222 emits /, #

# # =

= 0 pada saat ini = 0 dan

an alpha particle with a speed of !% 3 "

m2s. Compute the

momentum and kinetic energy of< a. Bhe alpha particle and the recoil nucleus b. :hat is the speed of the recoil nucleus 5nswer< a. Momentum partikel alpha = = # ,, 0. =# 0 ,,.
. 2.

,, 0

=
Geaksi yang ter/adi<
222 /,

,0,// 020

2 / /#

+# 2
2

= ( + )

= 222,0 ."30 (2 /,00/130 + #,0022,0/) 2 = 222,0 ."30 222,0 "3/ 2

= (0,00"112 ) 2 = (0,00"112

3 ," 2 ) 2

= ",/ "

= =

2 / ",/ " 222

= ",. = = #

# ",/ " 222 = 0, 0#.. Kiasanya = 1/; dan = 2; b. Kecepatan inti anak ,0,// = 020 = # = 2, 13" 0 2 / 2. ,,. 0

Peluruhan alpha tidak dapat diterangkan berdasarkan efek terobosan! seperti terdapat pada mekanika kuantum! teori peluruhan partikel alpha telah dikembangkan oleh Damor

Dorney dan Dondon tahun )$'. 8alam teori ini dianggap bahwa partikel alpha terikat dalam inti oleh gaya nuklir >. potensial partikel alpha dalam situasi ini dapat di representasikan seperti gambar dibawah ini<

B. P*LU/UHAN B*TA Kisah awal peluruhan beta dimulai dari pengamatan peluruhan neutron! ketika itu orang mengamati bahwa neutron dalam waktu sekitar ' menit meluruhHHHHHHHHHHHHH Proton! neutron! dan electron masing-masing mempunyai spin s 1 (. Keadaan awal adalah neutron yang memiliki spin <

=+

+ 2 2

=+ 3 2

Keadaan akhir adalah proton dan electron ketika spin proton dan electron searah maka spin totalnya adalah s 1 ( + ( 1 ! /adi momentum sudutnya adalah =+ + + 2 Ketika spin proton dan electron berlawanan arah maka spin totalnya adalah s 1 ( - ( 1 "! makamomentum sudut spinnya sama dengan nol. Cika dibandingkan momentum spin sudut awal dengan momentum spin sudut akhir! ternyat tidak pernah sama! maka ter/adilah pelanggaran hokum kekekalan momentum sudut. 8isamping itu dengan mengamati energy proton! neutron dan electron yang terlibat dalam reaksi! ternyata ter/adi pelanggaran hokum kekekalan energy. Menurut data-data pengamatan energy neutron tidak sama dengan energy proton ditambah dengan energy electron. Maka untuk memecahkan masalah ini :olfang Pauli ( )$") mengusulkan bahwa ada sebuah partikel lain yang dipancarkan pada peluruhan beta! partikel ini diberi nama 5ntineutrino () 3 ++ Sifat-sifat antineutrino< . Muatannya netral Muatan neutron 1 " muatan proton 1 + e dan muatan electron 1 -e T /adi agar ter/adi kekekalan muatan (muatan sebelum dan sesudah peluruhan sama) maka =

muatan antineutrino 1 " $. Mempunya spin s 1 (

Proton electron dan neutrino masing-masing mempunya spin s 1 ( ! sehingga kombinasi ketiganya menghasilkan s 1 ( ! yang sam dengan spin neutron. Maka momentum sudut men/adi kekal. .. Mempunyai energy >nergy yang dimiliki antineutrino men/amin kekelan energy pada peluruhan beta *. Bidak mempunyai massa Pengamatan spectrum energy dari peluruhan beta menun/ukkan bahwa antineutrino tidak mempunyai massa! walaupun tidak mempunyai massa antineutrino tidak sam dengan foton! karena foton memiliki spin 1 . Peluruhan beta dapat ter/adi di dalam sebuah inti atom. 5kibat peluruhan ini! sebuah inti atom dengan 6 proton dan n neutron akan meluruh men/adi inti atom lain dengan 6 + proton dan n- neutron
3 +

+ 0 +

8engan U dan S masing-masing menyatakan inti induk dan inti anak. Pada peluruhan ini /uga ter/adi pembebasan energy (hal ini ter/adi karena inti anak mempunyai energy ikat per nucleon yang lebih tinggi disbandingkan yang dipunyai inti induk). >nergy ini akan diubah men/adi energy kinetic electron! antineutrino dan inti anak. = 2 ( + ) 2 2 = + + = 2 = + + Peluruhan beta yang lain adalah 3 + + +

Pada peluruhan ini ter/adi suatu positron dan anti anti neutrino. Positron mempunyai massa sama dengan electron tetapi bermuatan positif. Partikel ini sering diberi nama antielektron atau electron positif! /ika positron merupakan antielektron! maka neutrino adalah anti antineutrino. Sifat neutrino sama dengan antineutrino kecuali satu yaitu apa yang disebut bilangan leptonnya. Kilangan lepton adalah bilangan yang dimiliki oleh partikel yang termasuk partikel lepton! misalnya electron! tau! neutrino. 8alam setiap reaksi bilangan lepton harus kekal. Kilangan lepton untuk partikel seperti electron dan neutrino adalah + sedangkan untuk anti partikelnya diberi nilai - . Cadi setiap reaksi electron (bilangan lepton 1+ ) harus disertai oleh

antineutrino (bilangan lepton 1- )! sedangkan reaksi yang menghasilkan positron (bilangan

lepton 1- ) harus disertai neutrino (bilangan lepton 1 + ). Pada peluruhan ini /uga ter/adi pembebasan energy. >nergy yang dibebaskan ini akan men/adi energy kinetic positron! inti anak dan neutrino. = 2 ( + ) 2 2 = + + + = 2 2 = + + + Contoh Soal Suatu inti neon meluruh men/adi inti natrium melalui peluruhan beta dengan memancarkan beta negati@e. 7itung energy kinetic maksimum electron yang dipancarkanNN Cawaban< Geaksi<
23 0 0 23 23

= 22,11##,, = 22,1/1..0

23

= 2 = + + = 22,11##,, 22,1/1..0 2 = + + + + = 0,00#,1, 2 + + = 0,00#,1, + + = #,3.2 K beta akan maksimum /ika 1 " dan 1 " maka< = #,3.2 3 ," 2 2

$. Kerapa energy yang dibebaskan ketika beta. Massa atom netral amu.

# memancarkan partikel meluruh men/adi . # # 1 *!""."#* , 1 *!"".$*$amu dan massa atom netral .

# ,

Geaksi<
# ,

# .

= 2 = #,0032#2 #,0030.# a7u 2 = 0,000 ,/ a7u 2 = 0,000 ,/ 13 ," 2 2

= 0, ", C. P*LU/UHAN +AMMA Sinar gamma adalah foton-foton yang memiliki energy yang sangat tinggi. Peluruhan sebuah inti dengan memancarkan sinar gamma mirip dengan pemancaran foton-foton oleh atom-atom pada keadaan tereksitasi seperti halnya sebuah atom suatu inti atom yang berada tingkat energy dalam keadaan tereksitasi dapat kembali kekeadaan dasar (!ound State) dan memancarkan sinar gamma (foton). >nergy foton yang dipancarkan ini sama dengan perbedaan energy antara dua tingkat dan dikurangi Kinetik inti yang terpental. Karena sinar gamma memiliki nomor massa dan nomor atom sama dengan nol! maka pemancaran sinar gamma tidak menyebabkan perubahan nomor massa dan nomor atom. ?nti induk sama dengan inti anak (tidak ter/adi inti baru pada pemancaran sinar gamma). Suatu inti dapat berada dalam keadaan tereksitasi karena suatu tumbukan paksa dengan partikel lain. Sang paling sering adalah inti sisa hasil peluruhan radioaktif mungkin berada dalam keadaan tereksitasi. Pada gambar dibawah ini ditun/ukkan tingkat energy kekeadaan dasar
2 2 "

dapat meluruh langsung

dan

memancarkan partikel beta! (energy total yang dilepaskan adalah


2 <

.!* Me4) atau dapat /uga meluruh ke keadaan eksitasi , (L menun/ukkan inti dalam keadaan eksitasi) dengan memancarkan sinar beta yang kemudian meluruh ke keadaan dasar

2 ,

dengan memancarkan sinar gamma dengan energy kinetic sinar gamma 1 *!*. Me4.

8alam beberapa kasus suatu inti dapat tinggal pada keadaan eksitasi selama beberapa waktu sebelum memancarkan sinar gamma. ?nti yang seperti ini disebut dengan keadaan Meta stabil dan inti disebut isomer.
2 "

J1 *!* Me4
2 < ,

= #,#3
# ,

Skema pemancaran sinar beta Contoh soal


2 "

meluruh men/adi
#

2 < ,

dengan memancarkan partikel beta yang kemudian meluruh ke

keadaan dasar , dengan memancarkan sinar gamma yang memiliki K1 *!*. Me4. 7itunglah energy kinetic maksimum dari pertikel beta yang dipancarkanN Cawab< Geaksi
2 "

2 <+ 0 ,

# ,

+0 0

Pertama sekali kita harus mencari berapa massa dari bahwa<

2 < ,

! dari reaksi diatas dapat dilihat

= =

<

# ,

+ =

( ) = = 2

= = 2

8engan mengingat = Maka< = = 13 " , 13 ," 2

<

=
<

#,#3 2,0000 + 13 ," = 2,00#.""..

= 2 = + + = 2 = + +

*N*/+I AMBAN+ (TRESHOLD ENERGY) 5gar reaksi inti dapat berlangsung partikel penembak paling tidak harus memiliki energy tertentu yang disebut sebagai energy ambang. 9ntuk menghitungnya akan dimanfaatkan system acuan laboratorium dan system acuan pusat massa.

m3 43

MU

my V

Py

My PS

U (3!y) S

SO

%>

3 UCM

43

4CM

UO
?entral 7assa fra7e

U U
@abAratAriu7 fra7e

Kecepatan relati@e pusat massa terhadap system acuan kerangka laboratorium adalah< = 8imana< = 8an

merupakan kecepatan penembak relati@e terhadap kerangka acuan laboratorium. = 0 karena target dalam keadaan diam terhadap acuan laboratorium.

>nergy kinetic total system sebelum tumbukan adalah< =


2+ +

02 +

0 2

= + = = + 2 + 2 = 2 + 2
2

Karena =

02