Anda di halaman 1dari 0

Biolistrik

Excitable Cells

nervous, muscular or glandular tissue


Can produce bioelectric

potentials as a result of
electrochemical activity.


Biolistrik

= Kegiatan

listrik

dalam

sel

atau

jaringan
MEMBRAN PLASMA


Struktur

membran

plasma


membran

plasma struktur

trilaminer

lipid bilayer


terutama

terdiri

dari

lipid (terutama

fosfolipid, serta

kolesterol) dan

protein ditambah

sedikit

karbohidrat


Membran

merupakan

mosaik fluida yang terdiri

atas

lipid, protein, dan

karbohidrat


terdapat

protein-protein membran

yang melekat

atau

terselip

di

antara

lipid lapis-ganda

model mosaik

cair
Dua

generasi

model membran
(a)

Model Davson-Danielli, yang diusulkan

pada

tahun

1935, seperti

sandwich
bilayer

fosfolipid

di

antara

dua

lapisan

protein. Dengan

modifikasi

berikutnya,
model ini

banyak

diterima

hingga

kira-kira

tahun

1970.
(b)

Model mosaik

fluida

mendispersikan

protein dan

mencelupkannya

ke

dalam

bilayer

fosfolipid, yang berada

dalam

wujud

fluida. Yang ditunjukkan

di

sini

adalah

bentuk

yang disederhanakan, yang merupakan

model membran

yang
kita

gunakan

saat

ini.
Plasma Membrane

Structure
1.

BILAYER (2 layers)
2.

Each layer made of lipid
molecules
3.

Protein molecules
embedded in bilayer
Phospholipid

Bilayer


Lipids


Organic compounds


Fats + Oils


Non-polar


Insoluble in water
(Not attracted to water)


Phosphate Head


Polar


Water-soluble
(Attracted to water)
POLAR
HEAD
FATTY
ACIDS
Phosphate
Group
Glycerol
Backbone
W
a
t
e
r
-
S
o
l
u
b
l
e
W
a
t
e
r
-
I
n
s
o
l
u
b
l
e


Bilayer

Asimetris

karbohidrat

hanya

terdapat

di

permukaan

luar


jenis

dan

jumlah

protein yang berbeda


komposisi

lemak

sedikit

berbeda
Fungsi

Lipid Bilayer

:
1. Membentuk

struktur

dasar

membran

("pagar" di

sekeliling

sel)
2. Bagian

dalamnya

yang hidrofobik

berfungsi

sebagai

sawar

untuk

lewatnya

zat-zat

larut

air antara

CIS dan

CES. (Tetapi

molekul

air cukup

kecil

untuk

lewat)
3. Menentukan

sifat

cair

(fluiditas) membran
Fungsi

Protein Membran

:
1. Sebagian

protein yang terentang

di

dalam

membran

membentuk

jalur

atau

saluran

berisi

air yang menembus

lapid

lapis-ganda, memungkinkan

transport zat

larut

air
yang cukup

kecil

(diameter

0,8 nm). Bersifat

selektif

(diyakini

karena

susunan

spesifik

gugus-gugus

asam

amino bermuatan

di

permukaan

interior protein yang
membentuk

dinding

saluran.
2. Protein lain berfungsi

sebagai

carier molecule yang bersifat

selektif
3. Banyak

protein di

permukaan

luar

berfungsi

sebagai

receptor site
4. Berfungsi

sebagai

enzim

yang terikat

ke

membran

yang
mengontrol

reaksi-reaksi

kimia

tertentu

di

permukaan

dalam

atau

luar

sel.
5. Sebagian

protein tersusun

dalam

suatu

jalinan

filamentosa

di

permukaan

bagian

dalam

membran

dan

dihubungkan

dengan

unsur-unsur

protein tertentu

pada

sitoskeleton.
6. Sebagai

cell adhesion molecule (CAM), digunakan

oleh

sel

untuk

saling

berpegangan

dan

untuk

melekat

ke

serat

jaringan

ikat
7. Protein khususnya

bersama

dengan

karbohidrat, penting

untuk

kemampuan

sel

mengenali

"diri" (self, yaitu

sel

dari

jenis

yang sama) dan

dalam

interaksi

sel

ke

sel

(self
identity marker)


Fungsi

Karbohidrat

Membran

: belum

jelas
Adhesi

antar

Sel
Sel-sel

disatukan

dengan

cara

:
1. Cell Adhesion Molecules (CAM) 'velcro'
2. Matriks

ekstrasel

(kolagen, elastin, fibronektin) gel
3. Specialized Cell Junctions (Taut Sel

khusus)


A. Desmosome

(adhering junction)
filamen-filamen

menonjol

dari

membran

plasma kedua

sel

yang berdekatan

tetapi

tidak

bersentuhan

'anchor'


B. Tight junction impermeabel


C. Gap junction connexon
Expressing

Fluid

Composition


Percentage


Molality


Molarity
Percent

Concentrations:

(Solute

/ Solvent) x 100


Body solvent

is H
2

O


1 ml weighs

1 g.


(weight/volume) percentages

(w/v).


(weight/weight) percentages

(w/w).


Clinical

chemistries: mg

% or

mg

/ dl.
Osmolalitas
the concentration of osmotically

active particles in solution
expressed in terms of osmoles

of solutes per kilogram of
solvent.
pengukuran

kemampuan

larutan

untuk

menciptakan

tekanan

osmotik

dan

dengan

demikian

mempengaruhi

gerakan

air.
Satuan

: miliosmol

(satu

per seribu

osmol) per kilogram air
(mOsm/kg)
1 osmol

mengandung

6 x 10
23

partikel.
Osmolaritas

istilah

lain yang digunakan

untuk

menggambarkan

konsentrasi

larutan.
menunjukkan

jumlah

partikel

dalam

satu

liter larutan
Satuan

: miliosmol

per liter (mOsm/L)
Osmolarity

of a solution is number of moles of active

solutes
per liter of solvent


A 1 molar solution of glucose equals 1 osmolar


A 1 molar solution of NaCl

is 2 osmolar


NaCl


Na
+

+ Cl
-


Symbol

M

means

moles/liter

not

moles.


Physiological

concentrations

are

low.


millimolar

(mM) = 10
-3

M


micromolar

(M) = 10
-6

M


nanomolar

(nM) = 10
-9
M


picomolar

(pM) = 10
-12
M11
Tekanan

hidrostatik

: tekanan

yang dibuat

oleh

berat

cairan
Tekanan

osmotik

: tekanan

yang dibutuhkan

untuk

menghentikan

osmosis melalui

membran

semi permeabel.
Tekanan

osmotik

dipengaruhi

:
-

kadar

zat

yang tidak

berdifusi
-

Ukuran

relatif

zat
-

Ukuran

pori
Tekanan

onkotik

: tekanan

osmotik

yang terjadi

karena

adanya

zat

koloid

dan

atau

zat

kristaloid

dalam

suatu

larutan.
(plasma protein ; albumin)
TRANSPORTASI MEMBRAN


permeabel

dapat

lewat


impermeabel

tidak

dapat

lewat


membran

plasma permeabel

selektif

memungkinkan

sebagian

partikel

lewat

tetapi

menghambat

yang lain


Dapat

menembus

plasma tanpa

bantuan


kelarutan

relatif

partikel

dalam

lemak
O
2

,CO
2

, asam

lemak

nonpolar


ukuran

partikel

kesesuaian

dengan

ukuran

saluran

(

0,8 nm)


Pergerakan

melintasi

membran

memerlukan

gaya


pasif


aktif

memerlukan

pemakaian

energi

sel

(ATP)
Proses

Transport
1.

Pasif

: tidak

memerlukan

energi
2.

Aktif

: memerlukan

energi
1. Diffusion
2. Osmosis
3. Facilitated Diffusion
4. Gated Channels
5. Active Transport
6. Endocytosis
7. Exocytosis
Aktif
Pasif
TRANSPORT PASIF
Difusi

: Gerakan

spontan

dan

acak

dari

partikel

pada

semua

arah

melalui

larutan

atau

gas.
Bergerak

dari

konsentrasi

tinggi

ke

rendah

(adanya

gradien

konsentrasi)
karena

random thermal motion, juga

dapat

terjadi

karena

perubahan

potensial

listrik

yang melalui

membran. Tidak

membutuhkan

energi.
Partikel

cukup

kecil

dan

larut

lemak

tidak

tergantung

substansi

pembawa

difusi

sederhana.
Diffusion of Liquids
Diffusion of Liquids
9
Diffusion is the net movement of molecules (or ions) from a regi Diffusion is the net movement of molecules (or ions) from a region of their high concentration to on of their high concentration to
a region of their lower concentration. a region of their lower concentration.
The molecules move down a The molecules move down a concentration gradient concentration gradient
Difusi

menuruni

Gradien

Konsentrasi

(kimia)


di

atas

suhu

nol

mutlak

semua

molekul

selalu

begerak

acak

akibat

energi

termal

(Brownian Motion)
Diffusion Through Plasma
Membrane


Cell membrane is permeable to:


Non-polar molecules (0
2

).


Lipid soluble molecules (steroids).


Small polar covalent bonds (C0
2

).


H
2

0 (small size, lack charge).


Cell membrane impermeable to:


Large polar molecules (glucose).


Charged inorganic ions (Na
+
).
Faktor-faktor

yang meningkatkan

difusi

:
-

peningkatan

suhu
-

Peningkatan

konsentrasi

partikel
-

Penurunan

ukuran

atau

berat

molekul

dari

partikel
-

Peningkatan

area permukaan

yang tersedia

untuk

difusi
-

Penurunan

jarak

lintas

di

mana

massa

partikel

harus

berdifusi
faktor-faktor

yang berlawanan

akan

menurunkan

difusi
Gerakan

sepanjang

Gradien

Listrik
Filtrasi

: Gerakan

air dan

zat

terlarut

dari

area dengan

tekanan

hidrostatik

tinggi

ke

area dengan

tekanan

hidrostatik

rendah.
Osmosis

: Gerakan

air (HANYA AIR) melewati

membran

semipermeabel

dari

area dengan

konsentrasi

zat

terlarut

rendah

ke

area dengan

konsentrasi

zat

terlarut

lebih

tinggi
Pertukaran

cairan

melalui

membran

sel

dengan

cara

osmosis sangat

cepat
Sedikit

perbedaan

tekanan

osmotik

intrasel

& ekstrasel


segera

dikoreksi

kembali

seimbang
Osmosis


Difusi

netto

air menuruni

gradien

konsentrasinya

dari

daerah

dengan

konsentrasi

air tinggi

(konsentrasi

zat

terlarut

rendah) ke

daerah

dengan

konsentrasi

air rendah

(konsentrasi

zat

terlarut

tinggi)
Osmosis and Osmotic Pressure
Osmolarity

describes the
number of
particles of
solution in a
quantity of
osmoles

OsM

per liter
Osmolarity

is
influence by
fluid, ion, &
protein levels.
Compensation
occurs via
renal,
behavioral,
repiratory, and
CV responses
Roles of Osmosis
1. Kidneys use it to maintain water levels in the blood
2. Turgor

pressure


water pressure in plant cells
a) help maintain support
3. Plasmolysis


occurs when a ell is in a hypertonic solution
and shrinks due to water leaving
ex. Goldfish in atlantic

ocean
4. Cytolysis


occurs when a cell is in a hypotonic solution
and it bursts due to water rushing into the cell.
ex. Jellyfish in pond
310 mosm
300 mosm
Which Way Will Fluid Move?
Sel

dalam

cairan

-

Isotonik

tidak

berubah

co. larutan

NaCl

0,9 %, Glukosa

5%
- Hipertonik crenation

(keriput)

co. larutan

NaCl

3 %, Manitol
-

Hipotonik

membengkak

co. larutan

garam

(NaCl) 0,45 % (< 0,9%)
ELECTROLYTE BALANCE


Potassium is the chief intracellular cation

and sodium
the chief extracellular cation


Because the osmotic pressure of the interstitial space
and the ICF are generally equal, water typically does
not enter or leave the cell
K
K
+
+
Na
Na
+
+
ELECTROLYTE BALANCE


A change in the concentration of either electrolyte will
cause water to move into or out of the cell via
osmosis


A drop in potassium will cause fluid to leave the cell

whilst a drop in sodium will cause fluid to enter the
cell
K
K
+ +
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
K
K
+ +
K
K
+ +
K
K
+ +
Na
Na
+ +
Na
Na
+ +
Na
Na
+ +
Na
Na
+ +
Click to see

animation
ELECTROLYTE BALANCE


A change in the concentration of either electrolyte will
cause water to move into or out of the cell via
osmosis


A drop in potassium will cause fluid to leave the cell
whilst a drop in sodium will cause fluid to enter the
cell
K
K
+ +
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
H
2

O
K
K
+ +
K
K
+ +
K
K
+ +
Na
Na
+ +
Na
Na
+ +
Na
Na
+ +
Na
Na
+ +
Click to see

animation
Untuk

molekul

besar

tidak

larut

lemak

(co. protein, glukosa,
asam

amino) carrier-mediated transport (transportasi

dengan

perantaraan

pembawa) dan

transportasi

vesikuler.
Sistem

transportasi

dengan

perantaraan

pembawa

mempunyai

3 sifat

penting

yang menentukan

jenis

dan

jumlah

bahan

yang dapat

dipindahkan

melalui

membran

:


Spesifisitas
Setiap

protein pembawa

memiliki

kekhususan

untuk

hanya

mengangkut

zat

tertentu


Saturasi
Keterbatasan

jumlah

suatu

zat

yang dapat

dipindahkan

dalam

satu

waktu

tertentu
T
m

(maksimum

transport)


Kompetisi
Beberapa

senyawa

dapat

bersaing

dengan

menumpang

pembawa

yang sama
carrier-mediated transport (transportasi

dengan

perantaraan

pembawa) :


difusi

terfasilitasi

(tidak

memerlukan

energi)


transportasi

aktif

(memerlukan

energi)


Difusi

terfasilitasi

tergantung

substansi

pembawa

(protein carrier) sesuai

dengan

penurunan

gradien

konsentrasi, tidak

memerlukan

energi
-A molecule binds to the carrier protein, which then changes
shape
-

this shape shields the molecule from the lipid bilayer & is
transported through
-

on the other side, the molecule is released, & protein returns
to original shape
Ion Channels
-

small passage ways thru membranes that transport ions
from higher conc. to lower conc.
- ions arent soluble in lipids, so they need a channel
- each ion uses a specific channel
- some are always open, some are gated
These are diseases linked to ion channel disorders.
Gated Channels
-

Open in response to different stimuli in
environment
1.Stretching of cell membrane
2.Electrical signals (Voltage Gated
channels): respond to differences in
charges across the membrane
3.Chemicals (Chemically Gated channels):
open briefly to allow certain ions to pass
through
Transport Aktif

: Perpindahan

zat

terlarut

menembus

membran

sel

pada

keadaan

tidak

terdapatnya

perubahan

potensial

listrik

yang mempermudah

atau

gradien

konsentrasi

membutuhkan

energi.
Melawan

gradien

konsentrasi
Menggunakan

protein carrier & vesikel
-

transportasi

aktif


melawan

gradien

konsentrasi


memerlukan

energi


pompa

(contoh

pompa

Na
+

- K
+

ATP-ase)
Molecule to be carried
Notice
how the
protein
changes
shape!!!


sebuah

sel

saraf

mengandung

sekitar

satu

juta

pompa

Na
+

-

K
+

yang mampu

memindahkan

sekitar

200 juta

ion/detik
Peran

Pompa

Na
+

- K
+

:
1.

Menimbulkan

gradien

konsentrasi

Na
+

dan

K
+

di

kedua

sisi

membran

plasma semua

sel; gradien

ini

sangat

penting

dalam

kemampuan

sel-sel

saraf

dan

otot

menghasilkan

impuls

saraf

yang penting

bagi

fungsi

sel-sel

tersebut
2. Membantu

mengatur

volume sel

dengan

mengontrol

konsentrasi

zat

terlarut

di

dalam

sel

sehingga

memperkecil

efek-efek

osmotik

yang akan

menyebabkan

pembengkakan

atau

pengerutan

sel.
3. Energi

yang digunakan

untuk

menjalankan

pompa

Na
+

- K
+

juga

secara

tidak

langsung

berfungsi

sebagai

sumber

energi

untuk

kotransportasi

glukosa

dan

asam

amino menembus

sel-sel

ginjal

dan

usus

(Na
+

coupled co-transport carrier)
Animals need high conc. of Na
+

inside & high conc. of K
+

outside cells
How Does the Na
+
- K
+

Pump Work?
1.

3 Na
+

ions bind to carrier protein on cytosol

side of memb.; a
phospate

group is removed from ATP simultaneously.
2.

Phosphate group binds to carrier protein; protein changes shape.
3.

Na
+

ions are forced outside cell by new shape.
4.

New shape allows 2 K
+

ions bind to protein; phosphate group is
released.
5.

Protein goes back to original shape, which forces K
+

ions inside
the cell.
- 3 Na
+

ions are forced out while 2 K
+

ions are forced out.
Na
+

/ K
+

Pump


Cells pump K
+

ions in and Na
+

ions out
of the cell by using sodium-potassium
pumps
Na
+
Na
+
Na
+
Na
+
K
+
K
+
K
+
K
+
Pompa

natrium-kalium


Transportasi

aktif

primer
energi

diperlukan

secara

langsung

untuk

memindahkan

suatu

zat

melawan

gradien

konsentrasinya


Tranportasi

aktif

sekunder


energi

diperlukan

dalam

keseluruhan

proses, tetapi

secara

tidak

langsung

dibutuhkan

untuk

menjalankan

pompa. Digunakan

energi

"bekas pakai" yang disimpan

dalam

bentuk

gradien

konsentrasi

ion (contoh, gradien

Na
+
) untuk

memindahkan

molekul

kotransportasi

melawan

gradien

konsentrasi.
Perbandingan

antara

transpor

pasif

dan

transpor

aktif
Pada

transpor

pasif, suatu

substansi

secara

spontan

berdifusi

menuruni

gradien

konsentrasinya

tanpa

memerlukan

pengeluaran

energi

oleh

sel. Molekul

hidrofobik

dan

molekul

polar tak

bermuatan

yang berukuran

kecil

berdifusi

langsung

melintasi

membran. Substansi

hidrofilik

berdifusi

melalui

protein transpor

dalam

suatu

proses

yang disebut

difusi

yang dipermudah. Dalam

transpor

aktif, suatu

protein
transpor

memindahkan

substansi

melintasi

membran

naik

bukit

melawan

gradien

konsentrasinya.
Transpor

aktif

membutuhkan

pengeluaran

energi, yang
biasanya

disediakan

oleh

ATP.
OVERVIEW


transport vesikuler
dibungkus

dalam

vesikel

bermembran

endositosis

(ke

dalam

sel) dan

eksositosis

(ke

luar

sel)
Endositosis

:

-

pinositosis
-

fagositosis


zat

yang dimasukkan

endositosis

adalah

cairan


pinositosis

(sel

minum)


zat

yang dimasukkan

endositosis

adalah

partikel

multimolekul

besar, misalnya

sisa

sel

atau

bakteri


fagositosis

(sel

makan)
Phagocytes:

cells in animals that use
phagocytosis to ingest bacteria & viruses
that invade the body
-

Lysosomes destroy the harmful material
POTENSIAL MEMBRAN


mengacu

kepada

pemisahan

muatan-muatan

di

antara

kedua

sisi

membran

atau

perbedaan

jumlah

relatif

kation

dan

anion
di

CIS dan

CES.


satuan

: milivolt

(mV) : 1/1.000 volt


Semua

sel

hidup

memiliki

potensial

membran

yang ditandai

oleh

sedikit

kelebihan

muatan

(+)

di

sebelah

luar

dan

sedikit

kelebihan

muatan

(-)

di

sebelah

dalam.


Di dalam

tubuh, ion-ion yang terutama

berperan

menimbulkan

potensial

membran

: Na
+
, K
+
, A
-

(protein
intrasel

bermuatan

negatif)


ekstrasel

: Na
+

; Cl
-


intrasel

: K
+

; A
-

(fosfat

dan

protein)


membran

sel

bersifat

semipermeabel

terhadap

ion Na
+
, K
+
dan

Cl
-
, tetapi

tidak

permeabel

terhadap

protein
Uneven Distribution of Solutes Amongst Body Compartments
Solutes are molecules which dissolve in liquid. Cell membranes prevent most
solutes from diffusing amongst compartments.
Active transport of solutes helps create and maintain differences in solute
concentrations.
The body is kept in a state of chemical disequilibrium.
Efek

Donnan

(Gibbs-Donnan

effect / Donnan

effect /
Donnan

law / Donnan

equilibrium / Gibbs-Donnan

equilibrium)


Bila

ion bermuatan

di

dekat

membran

semi permeabel

tidak

dapat

menembus

sehingga

tidak

terdistribusi

merata

di

antara

kedua

sisi

membran.


Misal

anion A
-

di

cairan

intrasel

tidak

dapat

menembus

ke

luar

sel, maka

anion A
-

akan

menghambat

gerakan

difusi

kation

dan

memudahkan

keluarnya

anion


Akibat

: Kelebihan

sedikit

anion di

sisi

yang tidak

permeabel

maka

sisi

lain kelebihan

sedikit

kation.


Potensial

listrik

yang timbul

: Potensial

Donnan


Efek Pompa Natrium-Kalium pada Potensial Membran


20% potensial

membran

(80% oleh

difusi

pasif

K
+

dan

Na
+
)


memompa

3 Na
+

ke

luar

sel

untuk

setiap

2 K
+

yang
masuk

ke

dalam

sel
Bagian

luar

sel

relatif

lebih

positif

daripada

bagian

dalam

mempertahankan

gradien

konsentrasi


difusi

pasif

ion
Efek Perpindahan Kalium Saja pada Potensial Membran
Pada

potensial

keseimbangan

untuk

K
+

(E
K
+
), gradien

konsentrasi

yang
mengarah

ke

luar

secara

seimbang

dilawan

oleh

gradien

listrik

yang
mengarah

ke

dalam. Potensial

membran

di

titik

ini

adalah

-90mV.
Tanda

+ / -

pada

potensial

keseimbangan

mencerminkan

polaritas

muatan

yang berlebihan

di

bagian

DALAM

membran.
Potensial

keseimbangan

untuk

ion tertentu

dengan

konsentrasi

yang
berlainan

di

kedua

sisi

membran

dapat

dihitung

dengan

Rumus

Nernst
Potensial

keseimbangan

pada

dasarnya

adalah

ukuran

potensial

membran

(besarnya

gradien

listrik) yang tepat

mengimbangi

gradien

konsentrasi

ion.
Efek Perpindahan Natrium Saja pada Potensial Membran
Di titik

potensial

keseimbangan

untuk

Na
+

(E
Na
+
), gradien

konsentrasi

yang
mengarah

ke

dalam

diimbangi

sama

kuatnya

oleh

gradien

listrik

yang
mengarah

ke

luar. Potensial

membran

di

titik

ini

adalah

+60 mV.
Efek Gabungan Kalium dan Natrium pada Potensial
Membran tercipta

suatu

keadaan

keseimbangan

(steady
state)
Resting Membrane Potential
Mengapa

pada

potensial

membran

istirahat

(-70 mV) tidak

terjadi

kebocoran

terus

menerus

dari

K+ (E
K
+

-90 mV), ke

luar

sel

dan

kebocoran

Na+ (E
Na
+

+60 mV) ke

dalam

sel

?
Steady state
PRINSIP POTENSIAL MEMBRAN
Potensial

membran

disebabkan

oleh

perbedaan

komposisi

ionik

dalam

cairan

intraseluler

dan

ekstraseluler. Permeabilitas

selektif

membran

plasma, yang
merupakan

rintangan

di

antara

kedua

cairan

tersebut, mempertahankan

perbedaan

ionik

tersebut.
Cairan

intraseluler

dan

cairan

ekstraseluler

mengandung

berbagai

jenis

zat

terlarut,
yang meliputi

beragam

zat

yang bermuatan

listrik

(ion).


Perbedaan

konsentrasi

Cl
-

antara

CES dan

CIS secara

pasif

ditentukan

oleh

adanya

potensial

membran, bukan

dipertahankan

oleh

proses

pemompaan

aktif, seperti

halnya

K
+

dan

Na
+


Potensial

membran

yang negatif

mendorong

Cl-

ke

luar

sel

sampai

gradien

konsentrasi

yang melawan

secara

seimbang

terbentuk


Potensial

keseimbangan

Klorida

: -70 mV


Sel-sel

saraf

dan

otot

telah

mengembangkan

manfaat

khusus

potensial

membran

ini. Sel-sel

ini

mampu

secara

cepat

dan

untuk

sementara

waktu

mengubah

permeabilitas

membran

terhadap

ion-ion yang bersangkutan

sebagai

respons

terhadap

rangsangan

yang sesuai.


Perubahan

lingkungan

(mekanis, kimia, suhu, listrik)
merupakan

perangsang

yang dapat

mengubah

besarnya

potensial

membran

sel

tersebut.


Bila

perubahan

ini

mencapai

besar

tertentu, maka

akan

terjadi

fluktuasi

potensial

membran

sehingga

timbul

sebuah

potensial

keaktifan

atau

disebut

pula potensial

aksi.
Akhirnya

dapat

timbul

impuls

saraf

di

sel-sel

saraf

dan

mencetuskan

kontraksi

di

sel-sel

otot.


saraf

dan

otot

excitable tissue mampu

menghasilkan

sinyal

listrik

bila

dirangsang
Fluktuasi

membran

potensial

dapat

berupa

:
1. Graded Potential (potensial

berjenjang) sinyal

jarak

dekat
2. Action Potential (potensial

aksi) sinyal

untuk

jarak

jauh
Graded Potential perubahan

lokal

potensial

membran.
Triggering event dapat

berupa

:
-

stimulus, co. sinar

yang merangsang

sel

saraf

tertentu

di

mata
-

Interaksi

zat

perantara

kimiawi

dengan

reseptor

permukaan

pada

sel

saraf

atau

otot
-

Perubahan

spontan

potensial

akibat

ketidakseimbangan

siklus

pengeluaran-pemasukan

(kebocoran-pemompaan)
Graded Potentials
Graded potentials are depolarizations or hyperpolarizations whose strength is
proportional to the strength of the triggering event.
Graded potentials lose their strength as they move through the cell due to the
leakage of charge across the membrane (eg. leaky water hose).
POTENSIAL AKSI
Pembalikan

singkat

potensial

membran

akibat

perubahan

cepat

permeabilitas

membran
1. Polarisasi : Membran

memiliki

potensial; terdapat

pemisahan

muatan

yang berlawanan. Potensial

membran

dalam

keadaan

mantap

/ steady state
2. Depolarisasi (Hipopolarisasi) : Potensial

membran

mengalami

penurunan

dari

potensial

istirahat; potensial

tersebut

berkurang

atau

bergerak

menuju

0 mV;
dibandingkan

dengan

potensial

istirahat, lebih

sedikit

muatan

yang dipisahkan
3. Hiperpolarisasi : Potensial

lebih

besar

daripada

potensial

istirahat; potensial

tersebut

meningkat

atau

bahkan

menjadi

lebih

negatif; lebih

banyak

muatan

yang dipisah

dibandingkan

dengan

potensial

istirahat

.
4. Repolarisasi : Membran

kembali

ke

potensial

istirahat

setelah

mengalami

depolarisasi
Terminology Associated with Changes in
Membrane Potential
Depolarization- a decrease in the potential difference between the inside and
outside of the cell.
Hyperpolarization- an increase in the potential difference between the inside and
outside of the cell.
Repolarization- returning to the RMP from either direction.
Overshoot- when the inside of the cell becomes +ve due to the reversal of the
membrane potential polarity.
osiloskop

sinar

katoda
Potensial
ambang
(Threshold
potential) :
-50 mV

-55
mV
Terdapat

tiga

jenis

gated-channel :
1.

Saluran

gerbang-voltase

(voltage-gated channels)
respons

terhadap

perubahan

potensial

membran
2.

Saluran

gerbang-perantara

kimia

(chemical messenger-
gated channels)
respons

terhadap

terikatnya

suatu

perantara

kimia

spesifik

ke

reseptor

membran

yang berkaitan

erat

dengan

saluran
3. Saluran

gerbang-mekanis

(mechanically gated channles)
respons

terhadap

peregangan

atau

perubahan

bentuk

(deformasi) mekanis

lainnya
Ketika

potensial

membran

mencapai

ambang, activation
gate terpicu

untuk

membuka, tetapi

potensial

aksi

yang
sama

juga

memicu

inactivation gate
menutup. Ada

jeda

waktu

0,5 mdet

untuk

masuknya

ion Na
+
.
Bersamaan

dengan

inaktivasi

saluran

Na
+
,
terjadi

pembukaan

saluran

K
+
. Pembukaan

saluran

K
+

yang
semakin

banyak

ini

juga

merupakan

respons

gerbang-

voltase

tipe

lambat

yang dipicu

oleh

depolarisasi

awal

sampai

ambang.
PERANAN SALURAN ION BERGERBANG VOLTASE
DALAM POTENSIAL AKSI
Pada

saat

potensial

aksi

dipicu, potensial

membran

akan

mengalami

rangkaian

perubahan

yang khas.
Selama

fase

depolarisasi, polaritas

membran

berbalik

sebentar, dengan

bagian

dalam

sel

menjadi

positif

dibandingkan

dengan

bagian

luar. Keadaan

ini

secara

cepat

diikuti

oleh

fase

repolarisasi

yang tajam, dalam

waktu

yang sama

dengan

kembalinya

potensial

membran

ke

level istirahatnya.
Terdapat

sebuah

fase

undershoot, yang terjadi

saat

potensial

membran

lebih

negatif

dibandingkan

dengan

potensial

istirahat

normal.


Selama

suatu

potensial

aksi, terjadi

perubahan

mencolok

pada

permeabilitas

membran

terhadap

Na
+

dan

K
+
,
sehingga

terjadi

fluks (pengaliran) cepat

ion-ion ini

menuruni

gradien

elektrokimia

masing-masing.


Pergerakan

ion-ion ini

membawa

arus

yang menimbulkan

perubahan

potensial

yang terjadi

selama

suatu

potensial

aksi.


Pada

potensial

istirahat

(-70 mV), banyak

saluran

K
+

terbuka

tetapi

sebagian

besar

saluran

Na
+

tertutup


Fase

depolarisasi

dini

saluran-saluran

Na
+

secara

bertahap

terbuka

(influks

Na
+
)


Saat

mencapai

ambang

gerbang

semua

saluran

Na
+

terbuka


Puncak

potensial

aksi

saluran

Na
+

menutup

&
permeabilitas

K
+

sangat

meningkat

gerakan

keluar

sel

ion K
+

dengan

cepat

memulihkan

keadaan

negatif

di

bagian

dalam

sel

dan

mengembalikan

potensial

membran

ke

keadaan

istirahat.


Kadang-kadang

lebih

banyak

K
+

daripada

yang diperlukan

untuk

memulihkan

potensial

ke

tingkat

istirahat

karena

saluran

K
+

tidak

menutup

cukup

cepat.


Efluks

K
+

yang sedikit

berlebihan

ini

meyebabkan

bagian

dalam

sel

untuk

sesaat

menjadi

lebih

negatif

daripada

potensial

istirahat

hiperpolarisasi ikutan (after
hyperpolarization)


Hanya

sebagian

kecil

ion Na
+

dan

K
+

yang berpindah

pada

saat

potensial

aksi


Pompa

Na
+
-K
+

secara

bertahap

memulihkan

gradien

konsentrasi

ion Na
+

dan

K
+

(penting

untuk

jangka

panjang)
Graded Potential vs Action Potential
STRUKTUR NEURON VERTEBRATA


Neuron adalah

unit fungsional

sistem

saraf

yang dikhususkan

untuk

menghantarkan

dan

mengirimkan

sinyal

dalam

tubuh

dari

suatu

lokasi

ke

lokasi

lain.


Meskipun

terdapat

banyak

jenis

neuron yang berbeda

dalam

hal

struktur

dan

fungsinya,
sebagian

besar

neuron mempunyai

beberapa

ciri

yang sama.
Campbell & Reece, Biologi, Edisi

kelima

jilid

tiga
Fungsi

neuron


Fungsi

dasar

: melakukan

komunikasi


Iritabilitas


Kemampuan

berespons

thd

rangsangan

fisik

& zat

kimia

dgn

permulaan

suatu

impuls.


Konduktivitas


Kemampuan

menghantarkan

impuls

tersebut.
Struktur


Sel

saraf

/ Neuron


Badan

sel

(soma atau

perikarion)


Nukleus


Sitoplasma


Organel-organel


Prosesus

(juluran)


1 akson

dengan

1 atau

beberapa

dendrit


Sel

glia

/ Neuroglia


Bentuk

dan

besar

sangat

beragam

4

135 um.


Bentuk

: piramid, lonjong, bulat.


Nukleus

umumnya

besar, bulat/lonjong, ditengah

(seperti

mata

burung

hantu)


Sitoplasma

: badan

nissl

(RE kasar), RE licin, kompleks

golgi, mitokondria, neurofibril, neurofilamen.


Kebanyakan

neuron menerima

rangsang

impuls

dari

saraf

lain.


Peran

utama

: Pusat

Trofik/pemberi

makan

sel2.
Mensuplai

organel

dan

makromolekul

sampai

kecabang-cabangnya.


Memiliki

prosesus

berupa

akson

dan

dendrit.
Badan

sel

saraf/Perikarion/Soma
Jenis-jenis

Neuron


Berdasarkan

polaritasnya

:


Unipolar


Jarang

pada

vertebrata kecuali

tahap

embrional

dini.


Bipolar


Di ganglia vestibuler

dan

koklear, dalam

epitel

olfaktori

hidung.


Pseudounipolar


Ganglia kraniospinal.


Multipolar


Kebanyakan

neuron, SSP.


Berdasarkan

fungsi

:


Neuron motorik


Mengawasi

organ efektor

seperti

otot

dan

kelenjar

(contoh: sel

kornu

anterior atau

sel

saraf

motoris

pada

medula

spinalis).


Neuron sensorik


Menerima

rangsang

sensoris

eksteroseptif

dan

interoseptif.


Neuron interneuron


Menghubungkan

neuron-neuron lain untuk

membentuk

lingkungan

fungsional

kompleks/rantai

neuron.
Jenis-jenis

Neuron
Sel

Glia

(sel

neuroglia)


Berfungsi

sebagai

penyokong

& membantu

sel

saraf

melakukan

fungsi

integratif

dan

komunikatifnya.


Merupakan

90% dari

seluruh

sel

yang ada

di

SSP.


Mempunyai

kemampuan

bermitosis.


Walaupun

jumlahnya

besar, tugas

sel

glia

hanya

separuh

dari

volume otak, karena

percabangan

sel

glia

tidak

se-luas

percabangan

yang dilakukan

neuron.
Macam-macam

Sel

Glia


Mikroglia

(asal: mesoderm)


Oligodendroglia

(asal: ektoderm)


Astrosit

fibrosa

(asal: ektoderm)


Astrosit

Protoplasmatis


Sel

ependim

(asal: ektoderm)


Sel

schwann

(di

SST)


Sel

satelit

/ Sel

Amphicyt

(di

SST)


Sel Muller (di retina)
Astrosit
Axon Hillock banyak

saluran

Na
+

gerbang-voltase


ambang

terendah

potensial

aksi

dimulai

di

Axon Hillock
Setelah

potensial

aksi

dimulai

di

Axon Hillock, impuls

secara

otomatis

dihantarkan

ke

seluruh

neuron tanpa

stimulasi

lebih

lanjut, melalui

: contiguous conduction (hantaran

oleh

aliran

arus

lokal) atau

salvatory

conduction (hantaran

saltatorik)


Contiguous conduction / Hantaran

oleh

Aliran

Arus

Lokal
contiguous = "touching" atau

"next in sequence"

penyebaran

potensial

aksi

sepanjang

akson.
Sekali

suatu

potensial

aksi

dimulai

di

salah

satu

bagian

membran

sel

saraf, suatu

siklus

berulang-sendiri

terus

menerus

dimulai, sehingga

potensial

aksi

merambat

ke

seluruh

serat

secara

otomatis. (seperti

"sumbu petasan")
Daerah sel

excitable tempat

potensial

berjenjang

terjadi, tidak

memiliki

ambang

yang dapat

dicapai

untuk

mengalami

potensial

aksi

karena

sedikitnya

jumlah

saluran

Na
+

gerbang-voltase.
Namun

potensial

berjenjang

sebelum

menghilang

dapat

mencetuskan

potensial

aksi

di

bagian-bagian

membran

di

dekatnya

dengan

membawa

daerah

yang lebih

sensitif

mendekati

ambang

melalui

aliran

arus

lokal

yang
menyebar

dari

tempat

potensial

berjenjang.
Kecepatan

hantar

saraf
Kecepatan

potensial

aksi

berjalan

di

akson

tergantung

:


Serat

bermielin

: hantaran

saltatorik
Serat

tidak

bermielin

: hantaran

oleh

aliran

arus

lokal


Diameter serat
MIELIN


terutama

terdiri

dari

lipid insulator


Sel

pembentuk

mielin

: oligodendrosit

(SSP) dan

sel

Schwann
(SST)


membungkus

serat

saraf

pada

interval tertentu

(1 mm)


daerah

yang tidak

terbungkus

mielin

Nodus Ranvier

banyak

saluran

Natrium

dapat

timbul

potensial

membran

Pada

akson

bermyelin

kegiatan

listrik

terjadi

pada

Nodus

Ranvier


Sewaktu

suatu

potensial

aksi

timbul

di

salah

satu

nodus,
muatan-muatan

yang berlawanan

tertarik

dari

nodus

inaktif

di

sebelahnya, mengurangi

potensial

mendekati

ambang,
sehingga

nodus

tersebut

mengalami

potensial

aksi

impuls

"meloncat" (saltare) dari

satu

nodus

ke

nodus

berikutnya


hantaran

saltatorik
hantaran

serat

bermielin

> cepat

50x drpd

serat

tidak

bermielin


pergerakan

ion terbatas

pada

daerah

nodus

pompa

Na
+
-K
+

bekerja

lebih

sedikit

lebih

hemat

energi
DIAMETER SERAT


Besar

aliran

arus

(jumlah

muatan

yang berpindah)
tergantung

pada

beda

potensial

dan

resistensi


Diameter serat

berbanding

terbalik

dengan

resistensi


Kecepatan

aliran

potensial

aksi

pada

serat

saraf

berkaitan

dengan

tingkat

urgensi

informasi

yang disampaikan
co. sinyal

ke

otot

rangka

untuk

mencegah

jatuh

dibandingkan

dengan

sinyal

ke

pencernaan
PERIODE REFRAKTER
Terdapat

2 jenis

masa

refrakter, yaitu:
Periode refrakter absolut, ialah

suatu

masa

yang terjadi

karena

penurunan

kepekaan

suatu

ambang

letup yang
begitu

rendahnya

sehingga

pada

pemberian

rangsang

sebesar

apapun

tidak

memberikan

sebuah

potensial

aksi.


sesuai

dengan

periode

lamanya

gerbang

Na
+

pertama

kali
terbuka, kemudian

tertutup, dan

mengalami

inaktivasi.
Periode refrakter relatif, ialah

suatu

masa

dimana

potensial

aksi

kedua

hanya

dapat

dihasilkan

oleh

rangsangan

yang
jauh

lebih

besar

daripada

yang biasanya

diperlukan.


sesuai

dengan

waktu

ketika

gerbang

K
+

(yang sudah

terbuka

pada

puncak

potensial

aksi

untuk

menimbulkan

repolarisasi) masih

tetap

tertutup.


Periode

refrakter

memastikan

penjalaran

potensial

aksi

yang satu

arah

di

sepanjang

akson

menjauhi

tempat

awal

pengaktifan


Periode

refrakter

juga

menentukan

batas

atas

fekuensi

potensial

aksi

(menentukan

jumlah

maksimum

potensial

aksi

baru

yang dapat

dimulai

dan

disalurkan

sepanjang

serat

dalam

suatu

periode

waktu

tertentu).


Lama periode

refrakter

bervariasi

untuk

jenis-jenis

neuron
yang berbeda.
Hukum

gagal

atau

tuntas

(All or None)


Hukum

ini

menyatakan

bahwa

apabila

rangsang

yang
diberikan

di

bawah

ambang

tidak

memberi

jawaban,
sedangkan

rangsang

ambang

dan

rangsang

di

atas

ambang

memberi

jawaban

yang maksimal

(potensial

aksi).
Keadaan

harus

tetap: suhu, konsentrasi

ion-ionnya.


Setelah

ambang

tercapai, resultan

potensial

aksi

yang
terjadi

selalu

mencapai

tinggi

maksimum, karena

perubahan

voltase

selama

potensial

aksi

disebabkan

oleh

gerakan

ion mengikuti

penurunan

gradien

konsentrasi

dan

listrik, yang tidak

dipengaruhi

oleh

kekuatan

rangsangan.


Rangsangan

yang lebih

kuat

tidak

menghasilkan

potensial

aksi

yang lebih

kuat, tetapi

mencetuskan

lebih

banyak

potensial

aksi

per detik

(frekuensi

meningkat). Selain

itu

rangsangan

yang lebih

kuat

pada

suatu

daerah

juga

akan

menyebabkan

ambang

lebih

banyak

neuron tercapai

,
sehingga

total informasi

yang dikirim

ke

SSP bertambah.


co. tubuh

kita

membedakan

sentuhan

pada

benda

hangat

dan

benda

yang sangat

panas.
SINAPS
Junction between 2 neurons / taut antar

2 neuron
Istilah

:

neuron prasinaps
synaptic knob (kepala

sinaps)
vesikel

sinaps
neurotransmitter
celah

sinaps

(synaptic cleft)
neuron pascasinaps
membran

subsinaps

(membran

pascasinaps

yang
tepat

berada

di

bawah

kepala

sinaps)
Dendrites
Stimulus
Nucleus
Cell
body
Axon
hillock
Presynaptic
cell
Axon
Synaptic terminals
Synapse
Postsynaptic cell
Neurotransmitter
Synapses
Keterangan

Gambar
2 jenis

Sinaps

:
Sinaps

Eksitatorik
Kombinasi

neurotransmitter-reseptor

pembukaan

saluran

Na
+

dan

K
+

perpindahan

Na
+

ke

dalam

sel

neuron
pascasinaps

(karena

gradien

konsentrasi

dan

gradien

listrik) & perpindahan

K
+

ke

luar

sel

(karena

gradien

konsentrasi) lebih

banyak

ion Na
+

ke

dalam

sel

dibandingkan

ion K
+

ke

luar

sel

perpindahan

netto

ion
positif

ke

dalam

sel

muatan

bagian

dalam

sel

> positif

depolarisasi

kecil

/ ringan

di

neuron pascasinaps


membran

neuron pascasinaps

lebih

dekat

ke

ambang


Excitatory post-synaptic potential (EPSP)
Sinaps

Inhibitorik
Kombinasi

neurotransmitter-reseptor


permeabilitas

membran

subsinaps

terhadap

K
+

atau

Cl
-

K+ keluar

sel

/ Cl
-

masuk

ke

dalam

sel

muatan

bagian

dalam

sel

>
negatif

hiperpolarisasi

kecil

/ ringan

potensial

membran

menjauhi

ambang

Inhibitory post-synaptic
potential (IPSP)
Pada

sel-sel

yang memiliki

potensial

keseimbangan

Cl
-

tepat

sama

dengan

keadaan

istirahat, peningkatan

permeabilitas

Cl
-

tidak

menyebabkan

hiperpolarisasi

karena

tidak

ada

gaya

dorong

yang
menyebabkan

perpindahan

Cl
-
. Pembukaan

saluran-saluran

Cl
-

pada

sel-sel

ini

cenderung

menahan

membran

di

potensial

istirahat,
sehingga

mengurangi

kemungkinan

ambang

tercapai.
Perubahan

sinyal

listrik

di

neuron prasinaps

(suatu

potensial

aksi) menjadi

sinyal

listrik

di

neuron pascasinaps

(baik

EPSP maupun

IPSP) secara

kimiawi

(melalui

kombinasi

neurotransmitter-reseptor) memerlukan

waktu


perlambatan

sinaps

(0,5

1 mdet) waktu

reaksi

total
memanjang

(waktu

yang diperlukan

untuk

berespons

terhadap

suatu

kejadian

tertentu)
Neurotransmitter
-

Bervariasi

dari

sinaps

ke

sinaps
-

Neurotransmitter yang sama

selalu

dikeluarkan

di

sinaps

tertentu
-

Suatu

neurotransmitter tertentu

akan

selalu

menginduksi

EPSP sementara

yang lain selalu

menginduksi

IPSP
-

Suatu

neurotransmitter mungkin

menimbulkan

EPSP di

satu

sinaps

tetapi

IPSP di

sinaps

yang lain
-

Respons

suatu

kombinasi

neurotransmitter-reseptor

selalu

konstan. Suatu

sinaps

selalu

eksitatorik

atau

selalu

inhibitorik
Neurotransmitter perlu

diinaktifkan

atau

disingkirkan

setelah

menimbulkan

respons

yang sesuai

di

neuron pascasinaps,
bila

tidak

EPSP atau

IPSP terus

berlanjut.
Dengan

cara

:
-

Inaktifasi

oleh

enzim

spesifik

di

dalam

membran

subsinaps
-

Diserap

kembali

oleh

terminal akson, oleh

mekanisme

transportasi

di

membran

prasinaps
-

Disimpan

dan

dikeluarkan

di

lain waktu

(daur

ulang)
-

Dihancurkan

oleh

enzim-enzim

di

dalam

synaptic knob
Grand postsynaptic potential (GPSP)


Gabungan

semua

EPSP & IPSP yang terjadi

pada

waktu

bersamaan
1. Penjumlahan temporal
eksitasi

cepat

dan

repetitif

neuron prasinaps

membawa

neuron pascasinaps

mendekati

ambang
2. Penjumlahan ruang (spatial)
pengaktifan

simultan

beberapa

masukan

eksitatorik

menimbulkan

potensial

aksi

di

pascasinaps
EPSP & IPSP potensial

berjenjang

(graded potential)

tidak

memiliki

periode

refrakter

dapat

timbul

efek

aditif

(penjumlahan)
Neuropeptida
Berfungsi

sebagai

neuromodulator

zat

perantara

kimiawi

yang terikat

pada

reseptor

di

neuron di

tempat-tempat

nonsinaps

(bukan

di

membran

subsinaps)
Dapat

bekerja

di

prasinaps

maupun

di

pascasinaps
Cara untuk

menekan

atau

meningkatkan

efektivitas

sinaps

:
-

Neuromodulasi
-

Inhibisi

atau

fasilitasi

prasinaps


Jika

jumlah

neurotransmitter yang dikeluarkan

dari

terminal A berkurang

inhibisi

prasinaps.


Jika

pelepasan

transmitter meningkat

fasilitasi

prasinaps
Masuknya

Ca
2+

ke

dalam

terminal akson

menyebabkan

pelepasan

neurotransmitter melalui

eksitosis

vesikel

sinaptik. Jumlah

neurotransmitter yang dilepaskan

terminal A tergantung

dari

jumlah

Ca
2+

yang masuk

ke

dalam

sebagai

respons

potensial

aksi.
Ketika

B distimulasi

bersamaan

dengan

A masuknya

Ca
2+

ke

dalam

terminal A menurun

presynaptic

inhibition
Modifikasi

efektifitas

transmisi

sinaps

oleh

obat
Obat-obat

sinaps

bekerja

melalui

:
1.

Perubahan

sintetis, transportasi

akson, penyimpanan,
atau

pengeluaran

suatu

neurotransmitter
2.

Modifikasi

interaksi

neurotransmitter dengan

reseptor

pascasinaps
3.

Pengaruh

pada

penyerapan

kembali

atau

penguraian

neurotransmitter
4.

Penggantian

suatu

neurotransmitter yang jumlahnya

kurang

dengan

zat

perantara

pengganti
The human brain contains an estimated 100 billion nerve
cells, or neurons
Each neuron may communicate with thousands of other
neurons
Complex information processing network is at work
Intercellular Communication
RESEPTOR MEMBRAN DAN KEJADIAN PASCA RESEPTOR


Pengikatan

reseptor

dengan

zat

perantara

kimiawi

ekstrasel

(perantara

pertama)
1. membuka

atau

menutup

saluran

tertentu

di

membran

untuk

mengatur

pergerakan

ion-ion tertentu

masuk

atau

keluar

sel
2. memindahkan

sinyal

ke

at perantara

kimiawi

intrasel

(perantara

kedua), yang kemudian

memicu

suatu

rangkaian

proses

biokimiawi

terprogram

di

dalam

sel.
END