Anda di halaman 1dari 23

BAB I ILUSTRASI KASUS

I. INDENTITAS PASIEN Nama Umur Pekerjaan Alamat II. ANAMNESIS Aut anamnesis !ada tanggal "# $e!tem%er "#&& !ukul &&.## W'( Keluhan Utama hari *ang lalu Keluhan Tam%ahan !utih ,i-a*at !en*akit sekarang : Pasien datang ke ! liklinik mata ,$UP Persaha%atan dengan keluhan mata merah disertai !andangan %uram !ada mata kanan sejak &# hari *ang lalu+ !asien juga merasa mata kanann*a terasa !erih+ ada *ang mengganjal dan muncul titik !utih. .m!at hari *ang lalu !asien merasakan gatal+ n*eri dan %erair !ada mata kanann*a. )enurut !asien sejak satu hari *ang lalu keluhan !ada mata kanann*a dirasakan %ertam%ah !arah terutama n*eri dan makin %an*ak titik !utih mengum!ul. Kemudian atas inisiati/ !asien mata kanan di%eri 0inst 1 namun tidak ada !er%aikan sama sekali. $elain itu ri-a*at hi!ertensi dan dia%etes mellitus disangkal. ,i-a*at trauma dan sedang menjalani !eng %atan untuk !en*akit lainn*a juga disangkal. ,i-a*at angg ta keluarga lain *ang mengalami !en*akit seru!a !un disangkal. : )ata kanan terasa !erih+ ada *ang mengganjal dan muncul titik : )ata merah disertai !andangan %uram !ada mata kanan sejak &# : Tn. UW : 38 tahun : Pengurus Kuda : Pacuan Kuda Pul mas Jenis kelamin : Laki-laki

III. PEMERIKSAAN FISIK A. Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Tanda-Tanda 3ital Ke!ala Status Ophthalm l !is " OD 45&# (aik ke semua arah Tidak di!eriksa 8i!eremis 9-:+ edema 9-: 'njeksi siliar 9;:+ hi!eremis 9-: Keruh+ ulcus 9;:+ terda!at in/iltrat = > "mm ?alam Kri!ti n rmal+ tidak ada sinekia anteri r atau ! steri r (ulat+ letak sentral+ re/leks caha*a 9;:+ = @ 3 mm Jernih Jernih Tidak dilakukan Pemeri#saan 3isus 6erakan % la mata T'7 Pal!e%ra K njungti<a K rnea 27A 'ris Pu!il Lensa 3itreus hum r Aundusk !i OS 454 (aik ke semua arah Tidak di!eriksa 8i!eremis 9-:+ edema 9-: 'njeksi siliar 9-:+ hi!eremis 9-: Jernih ?alam Kri!ti n rmal+ tidak ada sinekia anteri r atau ! steri r (ulat+ letak sentral+ re/leks caha*a 9;:+= @ 3 mm Jernih Jernih Tidak dilakukan : (aik : 2 m! s )entis : Tidak di!eriksa. : N rm ce!hal.

I$. RESUME Pasien+ 38 tahun+ datang dengan keluhan mata merah dan %uram sejak &# hari *ang lalu% !asien juga merasa mata kanann*a terasa !erih+ ada *ang mengganjal dan muncul titik !utih.
2

Keluhan dirasakan makin lama makin mem%erat. $tatus 7/talm l gis : Tajam !englihatan mata kanan 45&#+ k njungti<a %ul%i : 'njeksi siliar 9;:+ K rnea: keruh+ ulcus 9;:+ terda!at in/iltrat = > "mm. $. DIAGNOSA KER&A Ulkus K rnea 7?

$I. DIAGNOSA BANDING Tidak ada $II. AN&URAN PEMERIKSAAN &. ". 6 resan ulkus untuk analisis dan kultur Pe-arnaan k rnea dengan Bat /lu resensi

$III. PENATALAKSANAAN Anti jamur tetes mata 92end Natacen .? CDsehari: Anti%i tik tetes mata 92end LAE )? & tetes !er jam: Anti%i tik sale! 92end 6entamisin .7 &Dsehari malam hari:

I'. PROGNOSIS Fu ad <itam Fu ad /ungti nam Fu ad sanati nam : ?u%ia ad % nam : ?u%ia ad malam : ?u%ia ad malam

BAB II TIN&AUAN PUSTAKA I. PENDA(ULUAN K rnea meru!akan dinding luar % la mata %agian de!an *ang jernih+ %ening+ trans!arant dan %er%entuk ham!ir men*eru!ai setengah lingkaran. & K rnea adalah jendela %er%entuk ku%ah di de!an mata.&+" K rnea meru!akan %agian anteri r dari mata+ *ang harus dilalui caha*a+ dalam !erjalanan !em%entukan %a*angan diretina+ karena itu jernih+ se%a% susunan sel dan seratn*a tertentu dan tidak ada !em%uluh darah. (iasan caha*a terutama terjadi di!ermukaan anteri r dari k rnea. Peru%ahan dalam %entuk dan kejernihan k rnea+ segera mengganggu !em%entukan %a*angan *ang %aik di retina. 7leh karenan*a kelainan sekecil a!a!un *ang terjadi di k rnea+ da!at menim%ulkan gangguan !englihatan *ang he%at+ terutama %ila letakn*a di daerah !u!il. ?iameter k rnea de-asa rata-rata &"mm. Kearah luar k rnea %erhu%ungan langsung dengan sclera. (atas antara sklera dan k rnea dise%ut lim%us k rnea.3 Ulkus k rnea da!at terjadi aki%at adan*a trauma !ada leh %enda asing+ dan dengan air mata atau !en*akit *ang men*e%a%kan masukn*a %akteri atau jamur ke dalam k rnea sehingga menim%ulkan in/eksi atau !eradangan. Ulkus k rnea meru!akan luka ter%uka !ada k rnea. Keadaan ini menim%ulkan n*eri+ menurunkan kejernihan !englihatan dan kemungkinan er si k rnea.3 Ulkus k rnea adalah keadaan !at l gik k rnea *ang ditandai leh adan*a in/iltrat su!urati/ disertai de/ek k rnea %ergaung+ disk ntinuitas jaringan k rnea da!at terjadi dari e!itel sam!ai str ma. Ulkus k rnea *ang luas memerlukan !enanganan *ang te!at dan ce!at untuk mencegah !erluasan ulkus dan tim%uln*a k m!likasi %eru!a descemat kel+ !er/ rasi+ end /talmitis+ %ahkan ke%utaan. Ulkus k rnea *ang sem%uh akan menim%ulkan kekeruhan k rnea dan meru!akan !en*e%a% ke%utaan n m r dua di 'nd nesia.3 II. ANATOMI DAN FISIOLOGI KORNEA K rnea meru!akan jaringan *ang a<askular+ %ersi/at trans!aran+ %erukuran &&-&" mm h riB ntal dan &#-&& mm <ertikal+ serta memiliki indeks re/raksi &+3G. K rnea mem%erikan k ntri%usi GC H atau setara dengan C3+"I di !tri 9?: dari t tal I8+4# kekuatan di !tri mata manusia. K rnea juga meru!akan sum%er astigmatisme !ada sistem !tik. ?alam nutrisin*a+ k rnea %ergantung !ada di/usi gluk sa dari aJueus hum r dan ksigen *ang %erdi/usi melalui
4

la!isan air mata. $e%agai tam%ahan+ k rnea !eri/er disu!lai ksigen dari sirkulasi lim%us. K rnea adalah salah satu rgan tu%uh *ang memiliki densitas ujung-ujung sara/ ter%an*ak dan sensiti/itasn*a adalah &## kali jika di%andingkan dengan k njungti<a.C+I

Gam)ar *. Anat mi K rnea ?ikuti!dari htt!:55ha!sari.student.umm.ac.id5/iles5"#&#5#85.*e-Anat m*.j!g K rnea dalam %ahasa latin 0c rnum1 artin*a se!erti tanduk+ meru!akan sela!ut %ening mata+ %agian dari mata *ang %ersi/at tem%us caha*a+ meru!akan la!is dari jaringan *ang menutu! % la mata se%elah de!an dan terdiri atas: &. .!itel Terdiri dari sel e!itel sJuam s *ang %ertingkat+ terdiri atas I la!is sel e!itel tidak %ertanduk *ang saling tum!ang tindihK sel ! lig nal dan sel ge!eng. Te%al la!isan e!itel kirakira I H 9#+#I mm: dari t tal seluruh la!isan k rnea. .!itel dan /ilm air mata meru!akan la!isan !ermukaan dari media !englihatan. Pada sel %asal sering terlihat mit sis sel+ dan sel muda ini terd r ng ke de!an menjadi la!is sel sa*a! dan semakin maju ke de!an menjadi sel ge!eng+ sel %asal %erikatan erat dengan sel %asal di sam!ingn*a dan sel ! lig nal di sam!ingn*a melalui
5

desm s m dan makula kludenK ikatan ini mengham%at !engaliran air+ elektr lit dan gluk sa melalui %arrier. $el %asal menghasilkan mem%ran %asal *ang melekat erat ke!adan*a. (ila terjadi gangguan akan mengaki%atkan er si rekuren. $edangkan e!itel %erasal dari ekt derem !ermukaan. .!itel memiliki da*a regenerasi.I+4 ". )em%ran ( -man )em%ran *ang jernih dan aselular+ Terletak di %a-ah mem%ran %asal dari e!itel. )eru!akan la!isan k lagen *ang tersusun tidak teratur se!erti str ma dan %erasal dari e!itel %agian de!an str ma. La!isan ini tidak mem!un*ai da*a generasi. I+4 3. $tr ma La!isan ini mencaku! sekitar L#H dari kete%alan k rnea. )eru!akan la!isan tengah !ada k rnea. (agian ini terdiri atas lamel /i%ril-/i%ril k lagen dengan le%ar sekitar & Mm *ang saling menjalin *ang ham!ir mencaku! seluruh diameter k rnea+ !ada !ermukaan terlihat an*aman *ang teratur sedang di %agian !eri/er serta k lagen ini %erca%angK ter%entukn*a kem%ali serat k lagen memakan -aktu lama+ dan kadang sam!ai &I %ulan. I+4 C. )em%ran ?escemet )eru!akan mem%ran aselular dan meru!akan %atas %elakang str ma k rnea *ang dihasilkan leh end tel. (ersi/at sangat elastis dan jernih *ang tam!ak am r/ !ada !emeriksaan mikr sk ! elektr n+ mem%ran ini %erkem%ang terus seumur hidu! dan mem!un*ai te%al ; C# mm. I+4 I. .nd tel (erasal dari mes telium+ terdiri atas satu la!is sel %er%entuk heksag nal+ te%al antara "#C# mm melekat erat !ada mem%ran descemet melalui taut. .nd tel dari k rnea ini di%asahi leh aJue us hum r. La!isan end tel %er%eda dengan la!isan e!itel karena tidak mem!un*ai da*a regenerasi+ se%alikn*a end tel mengk m!ensasi sel-sel *ang mati dengan mengurangi ke!adatan seluruh end tel dan mem%erikan dam!ak !ada regulasi cairan+ jika end tel tidak lagi da!at menjaga keseim%angan cairan *ang te!at aki%at gangguan sistem ! m!a end tel+ str ma %engkak karena kele%ihan cairan 9edema k rnea: dan kemudian hilangn*a trans!aransi 9kekeruhan: akan terjadi. Permea%ilitas dari k rnea ditentukan leh e!itel dan end tel *ang meru!akan mem%rane semi!ermea%el+ kedua la!isan ini mem!ertahankan kejernihan dari!ada k rnea+ jika terda!at kerusakan !ada la!isan ini maka akan terjadi edema k rnea dan kekeruhan !ada k rnea. K rnea di!ersara/i leh %an*ak sara/ sens ris terutama %erasal dari sara/ siliar
6

l ngus+ sara/ nas siliar+ sara/ ke 3+ sara/ siliar l ngus *ang %erjalan su!rak r id+ masuk ke dalam str ma k rnea+ menem%us mem%ran ( -man mele!as selu%ung $ch-ann*a. $eluruh la!is e!itel di!ersara/i sam!ai !ada kedua la!is terde!an. $ensasi dingin leh (ul%us Krause ditemukan !ada daerah lim%us. Trauma dan !en*akit *ang merusak end tel akan mengaki%atkan s*stem ! m!a end tel terganggu sehingga dek m!ensasi end tel dan terjadi edema k rnea. .nd tel tidak mem!un*ai da*a regenerasi. C+I+4 K rnea meru!akan %agian mata *ang tem%us caha*a dan menutu! % la mata di se%elah de!an. Pem%iasan sinar terkuat dilakukan leh k rnea+ dimana C# di !tri dari I# di !tri rganisme *ang akan masuk !em%iasan sinar masuk k rnea dilakukan leh k rnea. I+4 .!itel k rnea meru!akan sa-ar *ang andal %agi mikr *ang sangat %aik untuk %ermacam-macam mikr )em%ran ?escemet menahan mikr k rnea. Teta!i kalau e!itel terkena trauma dan rusak+ maka mem%ran ( -man menjadi kultur rganisme+ terutama Pseudomonas Aeruginosa. rganisme teta!i tidak terhada! jamur. I+4

6am%ar ". $truktur K rnea ?ikuti! dari htt!:55---.da<iddarling.in/ 5images5c rneaNla*ers.j!g III. DEFINISI Ulkus k rnea adalah hilangn*a se%agian !ermukaan k rnea aki%at kematian jaringan k rnea+ *ang ditandai dengan adan*a in/iltrat su!urati/ disertai de/ek k rnea %ergaung+ dan disk ntinuitas jaringan k rnea *ang da!at terjadi dari e!itel sam!ai str ma.I+G
7

I$. PATOFISIOLOGI K rnea meru!akan jaringan a<askuler+ maka !ertahanan !ada -aktu !eradangan tidak segera datang+ se!erti !ada jaringan lain *ang mengandung %an*ak <askularisasi. )aka %adan k rnea+ -andering cell dan sel-sel lain *ang terda!at dalam str ma k rnea+ segera %ekerja se%agai makr /ag+ %aru kemudian disusul dengan dilatasi !em%uluh darah *ang terda!at dilim%us dan tam!ak se%agai injeksi !erik rnea. $esudahn*a %aru terjadi in/iltrasi dari sel-sel m n nuclear+ sel !lasma+ leuk sit ! lim r/ nuklear 9P)N:+ *ang mengaki%atkan tim%uln*a in/iltrat+ *ang tam!ak se%agai %ercak %er-arna kela%u+ keruh dengan %atas-%atas tak jelas dan !ermukaan tidak licin+ kemudian da!at terjadi kerusakan e!itel dan tim%ul lah ulkus k rnea.8 K rnea mem!un*ai %an*ak sera%ut sara/ maka ke%an*akan lesi !ada k rnea %aik su!er/isial mau!un !r /unda da!at menim%ulkan rasa sakit dan / t / %ia. ,asa sakit juga di!er%erat dengan adana*a gesekan !al!e%ra 9terutama !al%e%ra su!eri r: !ada k rnea dan meneta! sam!ai sem%uh. K ntraksi %ersi/at !r gresi/+ regresi iris+ *ang meradang da!at menim%ulkan / t / %ia+ sedangkan iritasi *ang terjadi !ada ujung sara/ k rnea meru!akan /en mena re/lek *ang %erhu%ungan dengan tim%uln*a dilatasi !ada !em%uluh iris. I Pen*akit ini %ersi/at !r gresi/+ regresi/ atau mem%entuk jaringan !arut. 'n/iltrat sel leuk sit dan lim/ sit da!at dilihat !ada !r ses !r gresi/. Ulkus ini men*e%ar kedua arah *aitu mele%ar dan mendalam. Jika ulkus *ang tim%ul kecil dan su!er/icial maka akan le%ih ce!at sem%uh dan daerah in/iltrasi ini menjadi %ersih kem%ali+ teta!i jika lesi sam!ai ke mem%ran ( -man dan se%agian str ma maka akan ter%entuk jaringan ikat %aru *ang akan men*e%a%kan terjadin*a sikatrik.4

$. ETIOLOGI a. In+e#si 'n/eksi (akteri : P. aeraginosa, Streptococcus pneumonia dan s!esies Moraxella meru!akan !en*e%a% !aling sering. 8am!ir semua ulkus %er%entuk sentral.
8

6ejala klinis *ang khas tidak dijum!ai+ han*a sekret *ang keluar %ersi/at muk !urulen *ang %ersi/at khas menunjukkan in/eksi P aeruginosa.C+4 'n/eksi Jamur : dise%a%kan leh Candida, Fusarium, Aspergilus, Cephalosporium+ dan s!esies mik sis /ung ides. C+4 'n/eksi <irus Ulkus k rnea leh <irus her!es sim!leD cuku! sering dijum!ai. (entuk khas dendrit da!at diikuti leh <esikel-<esikel kecil dila!isan e!itel *ang %ila !ecah akan menim%ulkan ulkus. Ulkus da!at juga terjadi !ada %entuk disi/ rm %ila mengalami nekr sis di %agian sentral. 'n/eksi <irus lainn*a <aricella-B ster+ <ari la+ <acinia 9jarang:.C+I+4 Acantham e%a Acantham e%a adalah !r t B a hidu! %e%as *ang terda!at didalam air *ang tercemar *ang mengandung %akteri dan materi rganik. 'n/eksi k rnea leh acantham e%a adalah k m!likasi *ang semakin dikenal !ada !engguna lensa k ntak lunak+ khususn*a %ila memakai larutan garam %uatan sendiri. 'n/eksi juga %iasan*a ditemukan !ada %ukan !emakai lensa k ntak *ang ter!a!ar air atau tanah *ang tercemar.8 ). N nin+e#si (ahan kimia+ %ersi/at asam atau %asa tergantung P8. (ahan asam *ang da!at merusak mata terutama %ahan an rganik+ rganik dan rganik anhidrat. (ila %ahan asam mengenai mata maka akan terjadi !engenda!an !r tein !ermukaan sehingga %ila k nsentrasin*a tidak tinggi maka tidak %ersi/at destrukti/. (iasan*a kerusakan han*a %ersi/at su!er/isial saja. Pada %ahan alkali antara lain am nia+ cairan !em%ersih *ang mengandung kalium5natrium hidr ksida dan kalium kar% nat akan terjadi !enghancuran k lagen k rnea.C+8 ,adiasi atau suhu ?a!at terjadi !ada saat %ekerja las+ dan menata! sinar matahari *ang akan merusak e!itel k rnea.C $indr m $j rgen
9

Pada sindr m $j rgen salah satun*a ditandai kerat k njungti<itis sicca *ang meru!akan suatu keadan mata kering *ang da!at dise%a%kan de/isiensi unsur /ilm air mata 9akeus+ musin atau li!id:+ kelainan !ermukan !al!e%ra atau kelainan e!itel *ang men*e%a%kan tim%uln*a %intik-%intik kering !ada k rnea. Pada keadaan le%ih lanjut da!at tim%ul ulkus !ada k rnea dan de/ek !ada e!itel k rnea ter!ulas dengan /lur sein.C ?e/isiensi <itamin A Ulkus k rnea aki%at de/isiensi <itamin A terjadi karena kekurangan <itamin A dari makanan atau gangguan a%s r%si di saluran cerna dan ganggun !eman/aatan leh tu%uh.C+8 7%at- %atan 7%at- %atan *ang menurunkan mekanisme imun+ misaln*aK k rtik ster id+ '?U 9' d " di D*uridine:+ anestesi l kal dan g l ngan imun su!resi/.C Kelainan dari mem%ran %asal+ misaln*a karena trauma. Pajanan 9eD! sure: Neur tr !ik 6ranul mat sa -agener ,heumath id arthritis

,. Sistem Imun -Rea#si (ipersensiti.itas/

$I. KLASIFIKASI (erdasarkan l kasi + dikenal ada " %entuk ulkus k rnea + *aitu:C+I+4+G &. Ulkus k rnea sentral a. Ulkus k rnea %akterialis %. Ulkus k rnea /ungi c. Ulkus k rnea <irus d. Ulkus k rnea acantham e%a ". Ulkus k rnea !eri/er a. Ulkus marginal %. Ulkus m ren 9ulkus ser!ingin sa kr nik5ulkus r den:
10

c. Ulkus cincin 9ring ulcer: Ul#us K rnea Sentral a. Ul#us K rnea Ba#terialis Ul#us Strept # #us " Khas se%agai ulcus *ang menjalar dari te!i ke arah tengah k rnea 9ser!ingin us:. Ulkus %e-arna kuning kea%u-a%uan %er%entuk cakram dengan te!i ulkus *ang menggaung. Ulkus ce!at menjalar ke dalam dan men*e%a%kan !er/ rasi k rnea+ karena eks t ksin *ang dihasilkan leh stre!t k k !neum nia.C+I+4 Ul#us Sta+il # #us : Pada a-aln*a %eru!a ulkus *ang %e-arna !utik kekuningan disertai in/iltrat %er%atas tegas te!at di%a-ah de/ek e!itel. A!a%ila tidak di %ati secara adekuat+ akan terjadi a%ses k rnea *ang disertai edema str ma dan in/iltrasi sel leuk sit. Walau!un terda!at hi! !i n ulkus seringkali ind len *aitu reaksi radangn*a minimal. C+I+4 Ul#us Pseu0 m nas : Lesi !ada ulkus ini dimulai dari daerah sentral k rnea. ulkus sentral ini da!at men*e%ar ke sam!ing dan ke dalam k rnea. Pen*er%ukan ke dalam da!at mengaki%atkan !er/ rasi k rnea dalam -aktu C8 jam. gam%aran %eru!a ulkus *ang %er-arna a%u-a%u dengan k t ran *ang dikeluarkan %er-arna kehijauan. Kadang-kadang %entuk ulkus ini se!erti cincin. ?alam %ilik mata de!an da!at terlihat hi! !i n *ang %an*ak.I+4

6am%ar 3. Ulkus K rnea Pseud m nas ?ikuti!dari htt!:55dr .hs.c lum%ia.edu5ced&5!seud m naskr%.j!g Ul#us Pneum # #us : Terlihat se%agai %entuk ulkus k rnea sentral *ang dalam. Te!i ulkus akan terlihat men*e%ar ke arah satu jurusan sehingga mem%erikan gam%aran karakteristik *ang dise%ut Ulkus $er!en. Ulkus terlihat dengan in/iltrasi sel *ang !enuh dan %er-arna kekuning-kuningan. Pen*e%aran ulkus sangat ce!at dan sering terlihat ulkus *ang menggaung dan di daerah ini terda!at %an*ak kuman. Ulkus ini selalu di temukan hi! !i n *ang tidak

11

selaman*a se%anding dengan %eratn*a ulkus *ang terlihat.diagn sa le%ih !asti %ila ditemukan dakri sistitis. C+I+4 ).. Ul#us K rnea Fun!i )ata da!at tidak mem%erikan gejala selama %e%era!a hari sam!ai %e%era!a minggu sesudah trauma *ang da!at menim%ulkan in/eksi jamur ini. C+I+4 Pada !ermukaan lesi terlihat %ercak !utih dengan -arna kea%u-a%uan *ang agak kering. Te!i lesi %er%atas tegas irregular dan terlihat !en*e%aran se!erti %ulu !ada %agian e!itel *ang %aik. Terlihat suatu daerah tem!at asal !en*e%aran di %agian sentral sehingga terda!at satelitsatelit disekitarn*a..Tukak kadang-kadang dalam+ se!erti tukak *ang dise%a%kan %akteri. Pada in/eksi kandida %entuk tukak l nj ng dengan !ermukaan naik. ?a!at terjadi ne <askularisasi aki%at rangsangan radang. Terda!at injeksi siliar disertai hi! !i n. C+I+4

6am%ar C. Ulkus K rnea Aungi ?ikuti! dari htt!:55re! sit r*./inr ll.c m5gl %al5images5articles58endra"52 rnealUlcer.j!g ,. Ul#us K rnea $irus Ul#us K rnea (erpes 1 ster : (iasan*a dia-ali rasa sakit !ada kulit dengan !erasaan lesu. 6ejala ini tim%ul satu &-3 hari se%elum tim%uln*a gejala kulit. Pada mata ditemukan <esikel kulit dan edem !al!e%ra+ k njungti<a hi!eremis+ k rnea keruh aki%at terda!atn*a in/iltrat su%e!itel dan str ma. 'n/iltrat da!at %er%entuk dendrit *ang %entukn*a %er%eda dengan dendrit her!es sim!leD. ?endrit her!es B ster %er-arna a%u-a%u k t r dengan /lu resin *ang lemah. K rnea hi!estesi teta!i dengan rasa sakit keadaan *ang %erat !ada k rnea %iasan*a disertai dengan in/eksi sekunder. C+I+4 Ul#us K rnea (erpes simple2 " 'n/eksi !rimer *ang di%erikan leh <irus her!es sim!leD da!at terjadi tan!a gejala klinik. (iasan*a gejala dini dimulai dengan tanda injeksi siliar *ang kuat disertai terda!atn*a suatu dataran sel di !ermukaan e!itel k rnea disusul dengan %entuk dendrit atau %intang in/iltrasi. terda!at hi!ertesi !ada k rnea secara l kal kemudian men*eluruh. Terda!at !em%esaran kelenjar !reaurikel. (entuk dendrit her!es sim!leD kecil+ ulcerati/+ jelas di-arnai dengan /lu resin dengan %enj lan diujungn*a. C+I+4
12

6am%ar I.a Ulkus K rnea ?endritik ?ikuti!


p#

dari

http://www.merckmanuals.com/media/professional/thum nails/tn!s09c102photo04."

6am%ar I.% Ulkus K rnea 8er!etik ?ikuti! dari http://www.#oodhope.or#.uk/departments/e$edept/ima#es/hs%."p# 0. Ul#us K rnea A,antham e)a A-al dirasakan sakit *ang tidak se%anding dengan temuan klinikn*a+ kemerahan dan / t / %ia. Tanda klinik khas adalah ulkus k rnea ind len+ cincin str ma+ dan in/iltrat !erineural.
C+I+4

6am%ar 4. Ulkus K rnea GL8&##-&G8I8GItn.j!g

Acantham e%a

?ikuti! dari htt!:55img.medsca!e.c m5!i5emed5ck%5emergenc*Nmedicine5GI4&C8-GLGG4"-

13

Ul#us K rnea Peri+er a. Ul#us Mar!inal (entuk ulkus marginal da!at sim!el atau cincin. (entuk sim!el %er%entuk ulkus su!er/isial *ang %er-arna a%u-a%u dan terda!at !ada in/eksi sta/il c ccus+ t ksit atau alergi dan gangguan sistemik !ada in/luenBa disentri %asilar g n k k arteritis n d sa+ dan lain-lain. Oang %er%entuk cincin atau multi!le dan %iasan*a lateral. ?itemukan !ada !enderita leukemia akut+ sistemik lu!us eritr mat sis dan lain-lain. C+I+4+G

6am%ar G. Ulkus )arginal ?ikuti! dari htt!:55---.%r kside!ress. rg5Pr ducts57!erati nal)edicine5?ATA5 !erati nalmed5.D ams5.dited.*ePics5IC.j!g ). Ul#us M ren )eru!akan ulkus *ang %erjalan !r gresi/ dari !eri/er k rnea kearah sentral. ulkus m ren terutama terda!at !ada usia lanjut. Pen*e%a%n*a sam!ai sekarang %elum diketahui. (an*ak te ri *ang diajukan dan salah satu adalah te ri hi!ersensiti<itas tu%ercul sis+ <irus+ alergi dan aut imun. (iasan*a men*erang satu mata. Perasaan sakit sekali. $ering men*erang seluruh !ermukaan k rnea dan kadang meninggalkan satu !ulau *ang sehat !ada %agian *ang sentral. C+I+4

6am%ar 8. ) renPs Ulcer ?ikuti! dari htt!:55---.casesj urnal.c m5c ntent5/igures5&GIG-&4"4-"-&8#-".gi/

,. Rin! Ul,er
14

Terlihat injeksi !erik rneal sekitar lim%us. ?i k rnea terda!at ulkus *ang %er%entuk melingkar di!inggir k rnea+ di dalam lim%us+ %isa dangkal atau dalam+ kadang-kadang tim%ul !er/ rasi.Ulkus marginal *ang %an*ak kadang-kadang da!at menjadi satu men*eru!ai ring ulcer. Teta!i !ada ring ulcer *ang se%etuln*a tak ada hu%ungan dengan k njungti<itis kataral. Perjalanan !en*akitn*a menahun. C+I+4 $II. MANIFESTASI KLINIS 6ejala klinis !ada ulkus k rnea secara umum da!at %eru!a : I Ge3ala Su)3e#ti+ .ritema !ada kel !ak mata dan k njungti<a $ekret muk !urulen )erasa ada %enda asing di mata Pandangan ka%ur )ata %erair (intik !utih !ada k rnea+ sesuai l kasi ulkus $ilau N*eri 'n/iltat *ang steril da!at menim%ulkan sedikit n*eri+ jika ulkus terda!at !ada !eri/er k rnea dan tidak disertai dengan r %ekan la!isan e!itel k rnea. I Ge3ala O)3e#ti+ 'njeksi siliar 8ilangn*a se%agian jaringan k rnea+ dan adan*a in/iltrat 8i! !i n

$III. DIAGNOSIS ?iagn sis da!at ditegakkan %erdasarkan anamnesa+ !emeriksaan /isik dan !emeriksaan klinis dengan menggunakan slit lam! dan !emeriksaan la% rat rium. Anamnesis !asien !enting !ada !en*akit k rnea+ sering da!at diungka!kan adan*a ri-a*at trauma+ %enda asing+ a%rasi+ adan*a ri-a*at !en*akit k rnea *ang %erman/aat+ misaln*a keratitis aki%at in/eksi <irus her!es sim!lek *ang sering kam%uh. 8endakn*a !ula ditan*akan ri-a*at !emakaian %at t !ikal leh
15

!asien se!erti k rtik ster id *ang meru!akan !redis! sisi %agi !en*akit %akteri+ /ungi+ <irus terutama keratitis her!es sim!lek. Juga mungkin terjadi imun su!resi aki%at !en*akit sistemik se!erti dia%etes+ A'?$+ keganasan+ selain leh tera!i imun su!resi khusus. C+I+4 Pada !emeriksaan /isik dida!atkan gejala %*ekti/ %eru!a adan*a injeksi siliar+ k rnea edema+ terda!at in/iltrat+ hilangn*a jaringan k rnea. Pada kasus %erat da!at terjadi iritis *ang disertai dengan hi! !i n. C+I+4 ?isam!ing itu !erlu juga dilakukan !emeriksaan diagn stik se!erti : Ketajaman !englihatan Tes re/raksi Tes air mata Pemeriksaan slit-lamp Kerat metri 9!engukuran k rnea: ,es! n re/lek !u!il Pe-arnaan k rnea dengan Bat fluoresensi. 6 resan ulkus untuk analisa atau kultur 9!ulasan gram+ giemsa atau K78: Pada jamur dilakukan !emeriksaan ker kan k rnea dengan s!atula kimura dari dasar dan te!i ulkus dengan %i mikr sk ! dilakukan !e-arnaan K78+ gram atau 6iemsa. Le%ih %aik lagi dengan %i !si jaringan k rnea dan di-arnai dengan !eri dic acid $chi//. $elanjutn*a dilakukan kultur dengan agar sa% uraud atau agar ekstrak malt sa. G I'. PENATALAKSANAAN Ulkus k rnea adalah keadan darurat *ang harus segera ditangani leh s!esialis mata agar tidak terjadi cedera *ang le%ih !arah !ada k rnea. Peng %atan !ada ulkus k rnea tergantung !en*e%a%n*a+ di%erikan %at tetes mata *ang mengandung anti%i tik+ anti <irus+ anti jamur+ sikl !legik dan mengurangi reaksi !eradangan dengan ster id. Pasien dira-at %ila mengancam !er/ rasi+ !asien tidak da!at mem%eri %at sendiri+ tidak terda!at reaksi %at dan !erlun*a %at sistemik. I+G+8

Penatalaksanaan medis
16

&. Peng %atan k nstitusi 7leh karena ulkus %iasann*a tim%ul !ada rang dengan keadaan umum *ang kurang dari n rmal+ maka keadaan umumn*a harus di!er%aiki dengan makanan *ang %ergiBi+ udara *ang %aik+ lingkungan *ang sehat+ !em%erian r % ransia *ang mengandung <itamin A+ <itamin ( k m!leks dan <itamin 2. Pada ulkus-ulkus *ang dise%a%kan kuman *ang <irulen+ *ang tidak sem%uh dengan !eng %atan %iasa+ da!at di%erikan <aksin ti/ id #+& cc atau &# cc susu steril *ang disuntikkan intra<ena dan hasiln*a cuku! %aik. ?engan !en*untikan ini suhu %adan akan naik+ teta!i jangan sam!ai mele%ihi 3L+IQ2. Aki%at kenaikan suhu tu%uh ini dihara!kan %ertam%ahn*a anti% di dalam %adan dan menjadi lekas sem%uh. I+G+8 ". Peng %atan l kal (enda asing dan %ahan *ang merangsanga harus segera dihilangkan. Lesi k rnea sekecil a!a!un harus di!erhatikan dan di %ati se%aik-%aikn*a. K njungtu<itis+ dakri sistitis harus di %ati dengan %aik. 'n/eksi l kal !ada hidung+ telinga+ tengg r k+ gigi atau tem!at lain harus segera dihilangkan. G+8+L 'n/eksi !ada mata harus di%erikan : $ul/as atr !ine se%agai sala! atau larutan+ Ke%an*akan di!akai sul/as atr !ine karena %ekerja lama &-" minggu. ./ek kerja sul/as atr !ine : $edati/+ menghilangkan rasa sakit. ?ek ngesti/+ menurunkan tanda-tanda radang. )en*e%a%kan !aral*sis ). siliaris dan ). k nstrikt r !u!il.

?engan lum!uhn*a ). siliaris mata tidak mem!un*ai da*a ak m dasi sehingga mata dalan keadaan istirahat. ?engan lum!uhn*a ). k nstrikt r !u!il+ terjadi midriasis sehinggga sinekia ! steri r *ang telah ada da!at dile!as dan mencegah !em%entukan sinekia ! steri r *ang %aru. I+G+8 $k ! lamin se%agai midriatika. Analgetik. Untuk menghilangkan rasa sakit+ da!at di%erikan tetes !ant kain+ atau tetrakain teta!i jangan sering-sering. Anti%i tik
17

Anti %i tik *ang sesuai dengan kuman !en*e%a%n*a atau *ang %ers!ektrum luas di%erikan se%agai sala!+ tetes atau injeksi su%k njungti<a. Pada !eng %atan ulkus se%aikn*a tidak di%erikan sala! mata karena da!at mem!erlam%at !en*em%uhan dan juga da!at menim%ulkan er si k rnea kem%ali. I+G+8 Anti jamur Tera!i medika ment sa di 'nd nesia terham%at leh ter%atasn*a !re!arat k mersial *ang tersedia %erdasarkan jenis kerat mit sis *ang dihada!i %isa di%agi : &. Jenis jamur *ang %elum diidenti/ikasi !en*e%a%n*a : t !ikal am!h tericin ( &+ "+ I mg5ml+ Thi mer sal &# mg5ml+ Natam*cin R &# mg5ml+ g l ngan 'midaB le ". 3. C. Anti 3iral Untuk her!es B ster !eng %atan %ersi/at simt matik di%erikan strer id l kal untuk mengurangi gejala+ sikl !legik+ anti %i tik s!ektrum luas untuk in/eksi sekunder analgetik %ila terda!at indikasi. Untuk her!es sim!leD di%erikan !eng %atan '?U+ A,A-A+ PAA+ inter/er n inducer. Per%an tidak seharusn*a dilakukan !ada lesi in/eksi su!urati/ karena da!at menghalangi !engaliran sekret in/eksi terse%ut dan mem%erikan media *ang %aik terhada! !erkem%ang%iakan kuman !en*e%a%n*a. Per%an memang di!erlukan !ada ulkus *ang %ersih tan!a sekret guna mengurangi rangsangan. C+I+G+8 Untuk menghindari !enjalaran ulkus da!at dilakukan : &. Kauterisasi a: %: ?engan Bat kimia : ' dine+ larutan murni asam kar% lik+ larutan murni trikl ralasetat ?engan !anas 9heat cauterisasi n: : memakai elektr kauter atau term !h re. ?engan instrumen ini dengan ujung alatn*a *ang mengandung !anas disentuhkan !ada !inggir ulkus sam!ai %er-arna ke!utih-!utihan.C+I+G
18

Jamur %er/ilamen : t !ikal am!h tericin (+ thi mer sal+ Natamicin+ 'midaB l ,agi 9*east: : am!h tericin (+ Natamicin+ 'midaB l Actin m*ces *ang %ukan jamur sejati : g l ngan sul/a+ %er%agai jenis anti %i tik

". Penger kan e!itel *ang sakit Parasentesa dilakukan kalau !eng %atan dengan %at- %at tidak menunjukkan !er%aikan dengan maksud mengganti cairan 27A *ang lama dengan *ang %aru *ang %an*ak mengandung anti% di dengan hara!an luka ce!at sem%uh. Penutu!an ulkus dengan /la! k njungti<a+ dengan mele!askan k njungti<a dari sekitar lim%us *ang kemudian ditarik menutu!i ulkus dengan tujuan mem%eri !erlindungan dan nutrisi !ada ulkus untuk mem!erce!at !en*em%uhan. Kalau sudah sem%uh /la! k njungti<a ini da!at dile!askan kem%ali. C+I+G+8 (ila sese rang dengan ulkus k rnea mengalami !er/ rasi s! ntan %erikan sul/as atr !ine+ anti%i tik dan %alut *ang kuat. $egera %er%aring dan jangan melakukan gerakan-gerakan. (ila !er/ rasin*a disertai !r la!s iris dan terjadin*a %aru saja+ maka da!at dilakukan : 'ridekt mi dari iris *ang !r la!s 'ris re! sisi K rnea dijahit dan ditutu! dengan /la! k njungti<a (eri sul/as atr !in+ anti%i tic dan %alut *ang kuat (ila terjadi !er/ rasi dengan !r la!s iris *ang telah %erlangsung lama+ kita %ati se!erti ulkus %iasa teta!i !r la!s irisn*a di%iarkan saja+ sam!ai akhirn*a sem%uh menjadi leuk ma adherens. Anti%i tik di%erikan juga secara sistemik. I+G+8 3. Kerat !lasti Kerat !lasti adalah jalan terakhir jika urutan !enatalaksanaan diatas tidak %erhasil. 'ndikasi kerat !lasti terjadi jaringan !arut *ang mengganggu !englihatan+ kekeruhan k rnea *ang men*e%a%kan kemunduran tajam !englihatan+ serta memenuhi %e%era!a kriteria *aitu : &. Kemunduran <isus *ang cuku! menggangu akti<itas !enderita ". Kelainan k rnea *ang mengganggu mental !enderita. 3. Kelainan k rnea *ang tidak disertai am%li !ia.

'. KOMPLIKASI K m!likasi *ang !aling sering tim%ul %eru!a: Ke%utaan !arsial atau k m!lit dalam -aktu sangat singkat K rnea !er/ rasi da!at %erlanjut menjadi end !talmitis dan !an !thalmitis Pr la!s iris
19

$ikatrik k rnea Katarak 6lauk ma sekunder8

'I. PROGNOSIS Ulkus k rnea harus mem%aik setia! harin*a dan harus disem%uhkan dengan !em%erian tera!i *ang te!at. Ulkus k rnea da!at sem%uh dengan dua met de+ migrasi sekeliling sel e!itel *ang dilanjutkan dengan mit sis sel dan !em%entukan !em%uluh darah dari k njungti<a. Ulkus su!er/isial *ang kecil da!at sem%uh dengan ce!at melalui met de *ang !ertama+ teta!i !ada ulkus *ang %esar+ !erlu adan*a su!lai darah agar leuk sit dan /i%r %las da!at mem%entuk jaringan granulasi dan kemudian sikatrik. L

20

ANALISA KASUS

$e rang laki-laki 38 tahun+ datang ke ! liklinik mata ,$UP Persaha%atan dengan keluhan mata merah disertai !andangan %uram !ada mata kanan sejak &# hari *ang lalu+ !asien juga merasa mata kanann*a terasa !erih+ ada *ang mengganjal dan muncul titik !utih. .m!at hari *ang lalu !asien merasakan gatal+ n*eri dan %erair !ada mata kanann*a. )enurut !asien sejak satu hari *ang lalu keluhan !ada mata kanann*a dirasakan %ertam%ah !arah terutama n*eri dan makin %an*ak titik !utih mengum!ul. Kemudian atas inisiati/ !asien mata kanan di%eri 0inst 1 namun tidak ada !er%aikan sama sekali. $elain itu ri-a*at hi!ertensi dan dia%etes mellitus disangkal. ,i-a*at trauma dan sedang menjalani !eng %atan untuk !en*akit lainn*a juga disangkal. ,i-a*at angg ta keluarga lain *ang mengalami !en*akit seru!a !un disangkal. (erdasarkan keluhan utama dari !enderita+ *aitu adan*a !enurunan disertai mata merah maka da!at di!ikirkan kemungkinan adan*a ulkus k rnea+ keratitis+ glauc ma akut+ u<eitis anteri r+ end /talmitis+ dan !an /thalmitis. (erdasarkan ri-a*at !ekerjaan !asien %erhu%ungan dengan tanah dan tanaman dimungkinkan terjadi trauma !ada mata. Penderita juga mengeluh adan*a %intik !utih !ada mata kanan. ?iagn sa *ang !aling memungkinkan !ada kasus ini adalah ulkus k rnea dan keratitis. Kemungkinan diagn sa glauc ma akut da!at disingkirkan karena !ada !enderita ini tidak ada ri-a*at !enurunan !englihatan dengan ti%a-ti%a dan n*eri ke!ala he%at *ang men*ertain*a+ atau!un keluhan adan*a !englihatan !elangi atau hal ketika melihat lam!u. Kemungkinan u<eitis anteri r se%agai diagn sa utama !ada !asien ini juga da!at disingkirkan karena !ada !enderita ini ditemukan adan*a gam%aran tukak di k rnea *ang menunjukkan %ah-a ini adalah %ukan suatu murni u<eitis anteri r. Kelainan !ada k rnea se!erti ini menunjukkan adan*a suatu in/lamasi dan in/eksi !ada k rnea. Kemungkinan u<eitis anteri r se%agai k m!likasi diagn sa utama da!at di!ertim%angkan karena in/eksi !ada k rnea da!at men*e%ar ke u<ea anteri r. Kemungkinan terjadin*a end /thalmitis da!at di!ertim%angkan karena terda!at /act r !en*e%a% *aitu tukak !ada k rnea+ akan teta!i menjadikan end /thalmitis se%agai diagn sa utama dan !asti tidak da!at dilakukan karena %iasan*a end /thalmitis ditandai dengan demam. Kemungkinan diagn sa !an /thalmitis juga da!at disingkirkan karena !ada !enderita ini tidak ditemukan gejala-gejala !an /thalmitis se!erti n*eri !ada !ergerakan % la mata+ % la mata *ang
21

men nj l 9eks /talmus:+ dan !enderita *ang kelihatan sakit+ menggigil+ demam atau!un sakit ke!ala %erat. ?iagn sa *ang sangat memungkinkan !ada kasus ini adalah ulkus k rnea dan keratitis. ?iagn sa keratitis da!at disingkirkan karena !ada !enderita ini %ukan han*a terda!at in/iltrasi sel radang !ada k rnea *ang ditandai leh kekeruhan !ada k rnea akan teta!i terda!at juga gam%aran tukak !ada k rnea. ?iagn sa ulkus k rnea ini da!at ditegakkan karena ditemukan adan*a !enurunan <isus disertai dengan mata *ang merah+ !erih dan %erair. Adan*a ri-a*at trauma *ang mungkin karena !ekerjaan semakin mem!erjelas kemungkinan suatu ulkus. Pada !emeriksaan ditemukan adan*a ulkus. Penatalaksanaan !ada !asien ini da!at di%erikan antijamur 2end Natacen+ anti%i tic 2end LAE dan 2end 6entamisin sale!. Pr gn sis !ada !enderita ini+ Ju ad <itam % nam+ karena tanda-tanda <italn*a masih dalam %atas n rmal+ sedangkan Ju ad /uncti nam dan ad sanati nam du%ia ad malam karena -alau!un dengan !eng %atan *ang te!at dan teratur ulkusn*a da!at sem%uh+ namun meninggalkan %ekas %eru!a sikatrik *ang da!at menim%ulkan gangguan tajam !englihatan. /tam l gis

22

DAFTAR PUSTAKA

&. ?-i Putra ?hika. ?iunduh dari htt!:55---.scri%d.c m5d c5CICLGL&85'$' tanggal & kt %er "#&&
2. A. ?ahl. Andre-. Keratitis. ?iunduh dari htt!:55---.medicinenet.c m5keratitis5article.htm

tanggal & kt %er "#&&


3. An nim us. Ulkus K rnea. ?iunduh dari ---.medicast re.c m tanggal 8 kt %er "#&&

C. 3aughan ?6+ ,i dan-.<a P. Keratitis. ?alam: J k $+ edit r . 7/talm l gi umum. .disi &C. Jakarta: Wid*a )edika. "###
5. 'l*as+ $idarta.+ "##C. Ilmu Penyakit Mata. .disi '''+ 2etakan '+ Aakultas Ked kteran U'+ (alai

Pener%it AK U'+ Jakarta


6. 'l*as+ $idarta. dkk.+"##". Ilmu Penyakit Mata untuk

okter !mum dan Mahasis"a

#edokteran. ed "+ $agung $et + Jakarta G. Wija*a. N. K rnea dalam 'lmu Pen*akit )ata+ cetakan ke-C+ &L8L 8. An n*m us+ 2 rneal Ulcer. ?iunduh dari ---.8ealth2are.c m. Tanggal &# kt %er "#&&. L. $uharj + Wid d A. Tingkat ke!arahan Ulkus K rnea di ,$ $arjit $e%agai Tem!at Pela*anan )ata Tertier. ?iunduh dari ---.tem! .c .id. Tanggal 8 kt %er "#&&.

23