Anda di halaman 1dari 5

Makalah Seminar Kerja Praktek

Sistem Informasi Monitoring Suhu Pada Rectifier Dengan OSASE Pada STO di Arnet Semarang PT.Telekomunikasi Indonesia ,Tbk. Divisi Regional IV Jawa Tengah dan DIY
Oleh : Donni Widagdo (L2F008114) Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Abstrak Pendeteksian secara dini pada suatu mesin Supply dan Facilty seperti Rectifier, Genset memiliki pengaruh besar pada Kinerja PT Telkom. Kegagalan mesin Supply dan Facility tersebut dapat menyebabkan berhentinya kinerja jaringan telekomunikasi. Operation Supervisory & Alert System for Electrical atau sering disingkat dengan OSASE merupakan System Pendeteksian dan Peringatan berbasis elektrik , apapun yang dideteksi pada mesin supply dan facility akan ditampilkan di situs local secara otomatis.Hal itu bermanfaat untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi suatu badan pelayanan telekomunikasi.Penggunaan Teknologi ini dapat mengantisipasi kecenderungan keterbatasan Human Resources (SDM).Sekaligus teknologi ini dapat membangun Sistem yang tidak dominan ketergantungan pada hardware dan SDM tertentu. Kata kunci: pendeteksian, mesin suppyl anda facility, Operation Supervisory & Alert System for Electrical, OSASE. pendeteksian dapat ditampilkan di situs PT.Telkom secara cepat dan otomatis. I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kepercayaan dan kepuasan pelanggan merupakan faktor yang sangat esensial dalam bisnis jasa telekomunikasi. Ketatnya persaingan antar operator telekomunikasi menuntut tiap operator untuk selalu menjaga perangkatnya agar dapat selalu bekerja secara optimal demi menciptakan kepuasan layanan pada pelanggan, sehingga pada akhirnya menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Sejalan dengan meningkatnya permintaan jasa telekomunikasi maka perlu direncanakan suatu fasilitas telekomunikasi yang mampu mengatasi peningkatan tersebut. Perencanaan yang dilakukan harus dapat menghasilkan tingkat pelayanan yang baik dan dapat diandalkan, sebab peningkatan permintaan jasa telekomunikasi akan menimbulkan masalah rumit yaitu semakin meningkatnya kemacetan dalam jaringan akibat meningkatnya aliran trafik. PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk. menggunakan OSASE (Operation Supervisory & Alert System for Electrical) untuk menurunkan biaya anggaran pengeluaran per tahun dan mengantisipasi keterbatasan sumber daya manusia.Semula dalam memonitoring mesin rectifier dan supply dengan tenaga manusia.Era Sekarang Hal itu digantikan oleh bantuan Power Line Carrier (PLC) ke LAN Ethernet .Sehingga Pengawasan dan 1.2 Tujuan Tujuan penulis melakukan Kerja Praktek ini adalah : a. Mempelajari prinsip kerja, perangkat, dan fungsi dari mesin supply dan facility seperti rectifier dan genset pada PT. Telekomunikasi Indonesia. b. Mempelajari teknologi OSASE (Operation Supervisory & Alert System for Electrical) beserta fungsi dan komponennya. c. Mencari ilmu pengetahuan baru yang mungkin tidak didapatkan dibangku kuliah. 1.3 Batasan Masalah Batasan masalah yang diambil oleh penulis pada penulisan makalah kerja praktek ini adalah: Dalam Laporan Kerja Praktek ini, penulis membatasi pada permasalahan Pendeteksian suhu secara dini pada mesin support dan facility sebagai salah satu fungsi pada OSASE (Operation Supervisory & Alert System for Electrical) pada PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk

II. DASAR TEORI 2.1 OSASE (Operation Supervisory and Alert System for Electrical) OSASE (Operation Supervisory and Alert System for Electrical) yang telah dilaunching tanggal 3 Maret 2010 merupakan Tool Monitoring di PT.Telkom.Aplikasi OSASE ini mampu memberikan early warning terhadap gangguan pada sistem CME(Civil M echanical Electrical).Sehingga kejadian yang berdampak pada terganggu layanan dapt dihindari dan availability NE(Network Enviromentally) dapat ditingkatkan.Manfaat yang diperoleh dari OSASE ini terdapat 2 sisi, sisi yang pertama ialah sisi financaial dan selanjutnya non financial.Manfaat secara fiansial ialah penekanan Loss Revenue (penekanan anggaran keluaran) atau efisiensi anggaran keluaran.Manfaat secara non financial ialah terhindar perpu karena catudaya (AV=100% ), siap mengantisipasi keterbatasan SDM CME, Relatif mudah melakukan Evaluasi (Data Historis lengkap), tersedia data pendukung keputusan dan kendali managemen, peningkatan job competence personil CME. 2.2 Arsitektur OSASE

database, penggunaan MYSQL masih mendominasi dalam aplikasi berbasis web. Dalam dunia informasi yang berbasiskan internet tersebut, segala macam informasi yang terdapat didalmnya dibuat dengan menggunakan sautu teknologi yang dinamakan server side scripting dan client side scripting. Salah satu bahasa pemrograman di sisi sever side yang akan dibahas dalam buku ini adalah PHP. PHP

PHP adalah bahasa pemrograman


yang digunakan secara luas untuk penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah web dan bisa digunakan pada HTML. PHP merupakan singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor, dan merupakan bahasa yang disertakan dalam dokumen HTML. Sekaligus bekerja di sisi server (server side HTML embedded scripting). Artinya sintaks, dan perintah yang diberikan akan sepenuhnya dijalankan di server tetapi disertakan pada halaman HTML biasa, sehingga scriptnya tak tampak di sisi client. PHP dirancang untuk dapat bekerja sama dengan database server dan dibuat sedemikian rupa sehingga pembuatan dokumen HTML yang dapat mengakses database menjadi begitu mudah. Tujuan dari bahasa scripting ini adalah untuk membuat aplikasi dimana aplikasi tersebut yang dibangun oleh PHP pada umumnya akan memberikan hasil pada web browser, tetapi prosesnya secara keseluruhan dijalankan di server. Pada prinsipnya server akan bekerja apabila ada permintaan dari client. Dalam hal ini client menggunakan kode kode PHP untuk mengirimkan permintaan ke server. Ketika menggunakan PHP sebagai server-side embedded script language maka server akan melakukan hal hal sebagai berikut: 1. Membaca permintaan dari client/browser. 2. Mencari halaman/page di server. 3. Melakukan instruksi yang diberikan oleh PHP untuk melakukan modifikasi pada halaman/page.

Osase adalah suatu sistem dimana memiliki fungsi sebagai pengukur volume tanki BBM pada Diesel, monitoring Supply listrik., dan monitoring suhu.Pada Laporan ini hanya membahas monitoring suhu.Data suhu yang daiambil pada PT 100 akan masuk dan tampil pada sius PT Telkom secara otomatis.Bila terjadi warning diaman suhu pada ruangan rectifier diatas 23 derajat celcius maka baris pada kolom Status akan berubah warna.
2.3 Dasar dasar pemrograman sistem informasi OSASE Dewasa ini perkembangan internet sangat berpengaruh terhadap perkemabangan situs web. Di awal kemunculannya, internet maupun situs web belum begitu popular karena layanan yang diberikan masih terbatas. Dalam kaitannya dengan situs web tidak akan lepas dari pemrograman web, design web dan database. Salah satu bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun situs web adalah PHP. Sedangkan dari sisi

4. Mengirim kembali halaman tersebut kepada client melalui internet atau intranet.

dilengkapi Satu Database dan Satu Webserver. 3. Analisa dan Pembahasan


3.1 Komponen komponen dasar: MySQL MySQL merupakan sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL.MySQL berisikan perintah / sintaks yang digunakan pada pembuatan database OSASE. Ultra VNC Ultra VNC merupakan perangkat lunak untukngremote server.Server disini ialah MD. Dimana kegiatan ngeremote ini hanya untuk setingan awal MD.MD akan memunculkan data RTU (Remote Terminal Unit). Setelah itu MD dan RTU berkomunikasi. Berikut ini tata cara penginstalan Ultra VNC: Mediation Device MD (Mediation Device ) merupakan sebutan server.MD ini nanti akan berkomunikasi dengan RTU.MD untuk melakukan pooling data ke Remote Terminal Unit (RTU) dan PLC(power Line Carrier), menyimpan dat hasil pooling, mengirimkan data hasil pooling ke database server Arnet. 3.2 Situs Netre Netre atau Network Regional diibaratkan seperti kantro cabang.Di Indonesia terdiri dari 5 Netre.kelima Netre tersebut ialah Netre Sumbagut, Netre Sumbasel, Netre Jawa Tengah, Netre Kalimantan, Netre KTI. 3.3 Situs Arnet Arnet atau Area Network ialah bagian dari Netwowk Regional.Di jawa Tengah terdiri dari 4 Arnet.Keempat Arnet itu ialah Arnet Purwokerto, Arnet Solo, Arnet Semarang, dan Arnet Yogyakarta. 3.5 Osase OSASE adalah suatu sistem dimana memiliki fungsi sebagai pengukur volume tanki BBM pada Diesel, monitoring Supply listrik., dan monitoring suhu, OSASE yang akan dibahas hanyalah berfungsi mengukur suhu ruangan. Alur dari Kinerja ini ialah Sensor PT 100 mengukur suhu yang ada di ruangan tersebut. Kemudian data tersebut masuk ke PLC (Power Line Carrier).Data dari PLC akan segera ditampilkan melalaui situs arnet maupun situs netre.Dimana kedua situs ini merupakan situs yang hanya bisa diakses

Gambar 2.1 Logo PHP MySQL MySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL atau DBMS yang multithread dan multiuser.MySQL adalah Relational Database Management System (RDMS) yang didistribusikan secara gratis dibawah lisensi GPL (General Public License ).Setiap orang bebas untuk menggunakan MySQL.

Gambar 2.2 Logo PHP MySQL sebenarnya merupakan turunan dari SQL (Structure Query Language).SQL adalah sebuah konsep pengoperasian database, terutama untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data, yang memungkinkan pengoperasian data dikerjakan dengan mudah secara otomatis. Sebagai database server, MySQL dapat diaktakan lebih unggul dibandingkan database server lainnya dalam query data. Hal ini terbukti untuk query yang dilakukan oleh single user, kecepatan query MySQL bisa sepuluh kali lebih cepat dari PostgreSQL dan lima kali lebih cepat dibandingkan Interbase. 2.4 Mediation Device (MD)

MD adalah peralatan media yang berfungsi melakukan poling data ke Remote Terminal Unit(PLC). Sekaligus MD dapat menyimpan data hasil pooling. Pengiriman data hasil pooling ke database server Arnet dialkukan oleh MD.Satu MD menghandle maksimal dua puluh Node RTU (PLC). Satu Arnet 3

Gambar 2.6 Arsitektur detail pada OSASE Gambar 2.3 Tampilan status netral pada Arnet Semarang secara local.Setelah itu pegawai yang telah ditunjuk sebagai administrator.Pegawai tersebut tentunya melihat perubahan warna pada situs tersebut , segera administrator membroadcast melalui SMS ke semua pegawai divisi Energy and Suppot Facility.Status warning atau perubahan warna pada situs tersebut apabila suhu lebih dari derajat celcius pada Ruang Rectifier.Ruang Rectifier berfungsi umtuk mengubah arus AC menjadi arus DC. Gambar 2.4 Tampilan OSASE pada setiap

STO

Gambar 2.7 Tampilan Arnet Semarang pada STO Banyumanik

Gambar 2.5 Mekanisme Osase

Tampilan Gambar 2.4 disini ialah tampilan pada STO Banyumanik.Pada tampilan diatas terdapat warna merah pada Status.Hal itu dikarenakan Suhu pada Ruang Sentral BMKA berada di atas paramenter 23 derajat celcius.Sehingga warna merah akan muncul pada Status.Disamping Kolom Status terdapat kolom durasi. Dimana kolom Durasi memuat berapa lama status pada Tempat Ruang sentral tersebut. Seperti pada PORT ID 140 terdapat status merah, status tersebut selama 49 menit.Begitu pula pada PORT 150 dan PORT 170 terdapat status hijau, status hijau tersebut selama 23 jam 45 menit dan 243 jam 40

menit.History memuat record data yang terjadi pada PORT 140, 150, 170 .Jadi pada saat kapan warning dan pada saat normal.Disini hanya akan membahas ketiga PORT saja yaitu PORT 140, 150, dan 170.Selain ketiga itu, port diatas bukanlah mengukur suhu .Pada kerja praktek ini, kebetulan sistem Osase hanya membicarakan pada ruang rectifier. . III. PENUTUP 4.1 Kesimpulan Dari hasil pengamatan yang dilakukan selama melakukan Kerja Praktek pada PT.Telekomunikasi Indonesia ,Tbk., diperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Osase adalah sistem dimana memiliki fungsi sebagai pengukur volume tanki BBM pada Diesel, monitoring Supply listrik., dan monitoring suhu.Pada Laporan ini hanya membahas monitoring suhu.Data suhu yang diambil pada PT 100 akan masuk dan tampil pada situs PT Telkom secara otomatis.Bila terjadi warning diamana suhu pada ruangan rectifier diatas 23 derajat celcius maka baris pada kolom Status akan berubah warna. 2. Staus yang berubah warna pada situs tersebut segera dibroadcast oleh admin melalui sms ke setiap pegawai divisi support facility and energy. 3. Peninjauan OSASE dapat dilihat melalui Netre maupun Arnet 4. Kondisi rectifeier pada setiap STO dapat ditinjau dan dimanetenance secaraotomatis. 5. MD adalah peralatan media yang berfungsi melakukan poling data ke Remote Terminal Unit(PLC). Sekaligus MD dapat menyimpan data hasil pooling. Pengiriman data hasil pooling ke database server Arnet dialkukan oleh MD.Satu MD menghandle maksimal dua puluh Node RTU (PLC). Satu Arnet dilengkapi Satu Database dan Satu Webserver. 6. Ultra VNC merupakan perangkat lunak untuk ngremote server.Server disini ialah MD. Dimana kegiatan ngeremote ini hanya untuk setingan awal MD.MD akan memunculkan data RTU (Remote Terminal Unit). Setelah itu MD dan RTU berkomunikasi.

4.2 Saran 1. Perlu adanya monitoring OSASE secara rutin sepagai wujud kepekaan dalam menanggani permasalahan support facility and energy 2. Data yang disajikan seharusnya berdurasi waktu lebih dari 3 bulan sehingga dapat dinyatakan valid.

DAFTAR PUSTAKA 1. Tim Pengembang Osase PT Telkom.Materi Early Waning System CME OSASE 2. El Fatta, Hanif. Analisa Perancangan Sistem Informasi. 3. Kristanto, Andri. 2010. Kupas Tuntas PHP & MySQL. Klaten:Cable Book. Biodata Penulis Donni Widagdo (L2F008114) lahir di Semarang,28 September 1990. Menempuh pendidikan di SD Sang Timur Semarang, SMP Negeri 14 Semarang, SMA Negeri 2 Semarang dan saat ini melanjutkan di Jurusan Teknik Elektro Universitas Diponegoro Konsentrasi Sistem Informasi dan Komputer. Menyetujui, Dosen Pembimbing

Ir.Kodrat Iman S, MT. NIP. 196310281993031002